5 Fakta Aljazair Sebagai Juara Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Piala Afrika 2019 memang sudah berakhir dan menjadikan Aljazair sebagai juaranya. Negara yang dibela Riyad Mahrez tersebut berhasil mengamankan gelar kedua sepanjang keikutsertaan mereka di ajang ini.

Pada laga final yang berlangsung Minggu lalu, Aljazair sukses tundukkan tim favorit juara lainnya, Senegal, dengan skor 1-0. Hasil yang mengulang pertemuan mereka pada fase grup sebelumya, juga dengan skor dan pemenang yang sama.

Bagi Aljazair, gelar tahun ini menjadi pembuktian bagi negara yang tengah dirudung krisis politik tersebut. Sebuah pencapaian yang berhasil menyatukan negara untuk sesaat.

Berikut 5 Fakta Aljazair, Juara Piala Afrika 2019P

Kedua Sepanjang Sejarah
Keberhasilan Aljazair menjadi juara tahun ini merupakan yang kedua kalinya sepanjang sejarah. Sebelumnya, The Fennec Fox berhasil menjadi juara pada edisi 1990. Ketika itu, mereka berhasil mengalahkan Nigeria 1-0 ketika turnamen digelar di rumah sendiri.

Prestasi tahun ini menjadi penghibur bagi seluruh masyarakat Aljazair yang sedang melewati babak penting dalam sejarah bangsa mereka. Presiden mereka selama 20 tahun terakhir, Abdelaziz Bouteflika, baru saja mengundurkan diri pada April lalu.

Rekor Mahrez
Riyad Mahrez tercatat sebagai pemain Afrika pertama yang memenangi lima gelar sekaligus dalam satu kalender tahunan. Rinciannya ada empat bersama klub dan satu lagi untuk tim nasional. Belum ada pemain Afrika yang mencatatkan prestasi serupa.

riyad mahrez-aljazair (@FootyAccums)

Sebelumnya, Mahrez merengkuh empat trofi bersama Manchester City. Ia sukses mengantarkan klubnya menjadi juara di Liga Inggris, Piala FA, serta Piala Liga Inggris. Tambahan satu trofi didapat pada pertengahan 2018 ketika memenangi Community Shield.

Ismael Bennacer Jadi Pemain Terbaik
Gelandang Empoli, Ismael Bennacer, dinobatkan menjadi Pemain Terbaik pada turnamen itu. Hebatnya, ia sama sekali tidak mencetak gol sepanjang turnamen. Sebuah pencapaian yang jarang dilakukan oleh seorang pemain terbaik dalam sebuah turnamen.

Ismael Bennacer Aljazair Football5star 1

Alasan Bennacer dinobatkan sebagai pemain terbaik adalah peran kuncinnya untuk tim. Sepanjang turnamen, tim asuhan Djamel Belmadi tersebut sama sekali tidak menelan kekalahan.

Gol Tercepat di Turnamen
Aljazair tidak hanya mendominasi trofi individu dan kolektif dalam turnamen kali ini. Gol tercepat di Piala Afrika 2019 dicetak oleh pemain mereka, Baghdad Bounedjah. Tercipta saat berhadapan dengan Senegal di partai final.

https://twitter.com/bylka613_vids/status/1152293905183981568?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1152293905183981568&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.bolasport.com%2Fread%2F311791462%2F5-fakta-kemenangan-aljazair-atas-senegal-pada-final-piala-afrika-2019

Menurut situs resmi Piala Afrika 2019, gol tersebut merupakan yang tercepat tahun ini dengan 21 detik. Gol tersebut sekaligius membawa pulang trofi yang terakhir kali mereka raih pada 1990 itu.

Back to Back Winning atas Senegal
Aljazair dua kali bertemu Senegal pada Piala Afrika 2019. Dalam dua pertandingan itu pulalah mereka sukses meraih kemenangan atas Sadio Mane dkk. Uniknya, kedua kemenangan tersebut sama-sama berakhir dengan skor tipis 1-0.

Aljazair vs Senegal

Pertemuan pertama mereka terjadi pada laga kedua Grup C. Gol tunggal Aljazair dicetak oleh Mohamed Youcef Belaili. Sementara pada laga final, giliran Baghdad Bounedjah yang sukses menjebol gawang anak asuh Aliou Cisse.

5 Blunder di Perhelatan Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Piala Afrika 2019 telah selesai. Aljazair tampil sebagai juara kompetisi setelah mengalahkan Senegal di partai puncak, 19 Juli 2019 lalu.

Gelar ini jadi yang kedua bagi Aljazair sepanjang keikutsertaannya di Piala Afrika. Gelar pertama mereka raih pada 1990 saat mereka jadi tuan rumah.

Keluarnya Aljazair sebagai juara Piala Afrika 2019 tentu jadi salah satu kejutan tersendiri. Di Piala Afrika tahun ini sejumlah hal kocak memang terjadi. Berikut sejumlah blunder dan momen kocak yang terekam selama Piala Afrika 2019.

Blunder Knowledge Musona

Salah satu blunder yang terjadi di Piala Afrika tahun ini dan jadi sorotan banyak pihak ialah blunder dari Knowledge Musona. Pemain asal Zimbabwe itu melakukan blunder saat menghadapi Uganda di babak penyisihan grup.

Pada menit ke-51, saat kedua tim berada di skor imbang 1-1. Musona mendapat peluang emas. Umpan manis yang diberikan rekannya dan ia tinggal memasukkan bola ke gawang kosong justru berbuah pahit.

Gawang kosong dan tak ada kiper, Musona justru mendendang bola melewati mistar gwang. Aksi dari Musona ini pun jadi perhatian banyak pihak, sejumlah media Inggris bahkan menjadikan aksi Musona sebagi hal terbodoh di Piala Afrika 2019.

https://www.youtube.com/watch?v=IE00ZqQCmEw

Kegagalan Ferjani Sassi

Gelandang timnas Tunisia, Ferjani Sassi pada menit ke-75 babak semifinal Piala Afrika melawan Senegal hampir menjadi pahlawan untuk negaranya tersebut, Ia jadi algojo penalti saat wasit menunjuk titik putih.

Skor kedua tim saat itu masih imbang 0-0. Sayang sepakan pemain klub Zamalek SC itu gagal membobol gawang Senegal. Tunisia pun tersingkir di babak semifinal dengan kondisi yang menyakitkan.

Bunuh diri Dylan Bronn

Kegagalan Tunisia melaju ke partai puncak Piala Afrika tahun ini tidak hanya disebabkan kegagalan Ferjani Sassi menjadi algojo penalti. Justru orang kedua yang patut di salahkan ialah bek mereka Dylan Bronn.

Bronn melakukan blunder fatal saat pertandingan Senegal vs Tunisia harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Pada menit ke-100, pemain dari klub KAA Gent ini melakukan gol bunuh diri.

Gol dari bek berusia 24 tahun ini jadi satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan tersebut. Kedua tim sendiri bermain imbang tanpa gol meski keduanya sama-sama mendapat kesempatan emas, mendapat hadiah penalti.

Kegagalan Henri Saivet

Sepanjang pertandingan semifinal Senegal vs Tunisia, memang banyak drama yang terjadi. Selain kegagalan penalti Sassi dan gol bunuh diri Bronn, pemain Senegal, Henri Saivet juga melakukan blunder.

Lima menit setelah kegagalan Sassi mengeksekusi penalti, Senegal yang gantian mendapat hadiah penalti. Saivet ditunjuk jadi algojo. Keputusan ini cukup mengherankan, pasalnya di skuat Senegal ada Sadio Mane yang lebih berpengalaman.

Benar saja ekseksui dari Saivet juga gagal menembus kiper Tunisia. Skor imbang tanpa gol di waktu normal akhirnya membuat pertandingan harus dilanjutkan lewat babak tambahan waktu.

Blunder William Troost-Ekong

Melajunya Aljazair sampai partai puncak tak lepas dari peran seorang bek tengah Nigeria, William Trosst-Ekong. Bagaimana tidak, bek berusia 31 tahun itu membuat gol bunuh diri di partai semifinal.

Pada menit ke-40, pemain yang bermain di Udinese ini membuat Aljazair unggul 1-0. Kegagalannya mengantisipasi skema serangan Aljazair berujung pada bergetarnya gawang Nigeria.

Meski Odion Ighalo sempat menyamakan kedudukan lewat titik putih. Free kick dari Riyad Mahrez pada menit ke 90+5 membuat Nigeria gagal melaju ke partai puncak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Penyelamatan Gemilang Penjaga Gawang di Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Piala Afrika 2019 sudah resmi berakhir dengan Aljazair yang menjadi kampiun di ajang tahun ini. Pada ajang kali ini beberapa pertandingan harus berakhir dengan hasil imbang, atau meraih kemenangan dengan skor tipis.

Beberapa hasil tersebut tak lepas dari penyelamatan yang dibuat para penjaga gawang di lapangan. Bahkan tidak hanya ketika laga sudah memasuki babak knockout saja, tapi juga sejak penyisihan grup.

Maka dari itu, Football5star.com sudah merangkum lima penyelamatan gemilan penjaga gawang selama Piala Afrika 2019:

  • Moez Ben Cherifia vs Nigeria

Pertandingan untuk meraih tempat ketiga antara Tunisia vs Nigeria berlangsung sengit. Bahkan ketatnya pertandingan memaksa skor akhir hanya membuahkan satu gol untuk kemenangan Nigeria.

Walau kalah, Tunisia patut berbangga karena memiliki kiper sekaliber Moez Ben Cherifia. Ya, tanpa kiper yang bermain untuk klub Esperance Tunis itu negaranya bisa saja kebobolan lebih banyak gol.

Kesigapan Ben Cherifia membuat timnya hanya kebobolan satu gol saja. Salah satu penyelamatan yang ia bikin terjadi pada babak kedua. Ia dengan spektakuler menepis tendangan melengkung Samuel Chukwueze dari luar kotak penalti.

  • Ronwen William vs Pantai Gading

Penyelamatan gemilang seorang penjaga gawang sudah terjadi sejak fase grup dilangsungkan. Salah satunya di laga yang mempertemukan dua tim besar, Pantai Gading vs Afrika Selatan. Pada laga yang dimenangkan Pantai Gading itu, bintang pertandingan justru disemat oleh kiper Afrika Selatan, Ronwen William.

Salah satu penyelamatan luar biasanya terjadi pada babak pertama ketika menepis sontekan Jonathan Kodjia. Padahal dalam momen tersebut peluang terciptanya gol bisa dikatakan 99 persen karena Kodjia sudah berhadapan langsung dengan William.

Tapi berkat refleknya yang luar biasa, Wlliam sukses menahan tendangan Kodjia di depan mata. Dia juga berhasil membuat penyelamatan gemilang lainnya di babak kedua. Tendangan bebas yang dilepaskan Nicolas Pep ke sudut kanan gawang berhasil ditepis Ronwen William.

  • Aishi Shalum Manula vs Senegal

Penyelamatan gemiang tidak hanya dilakukan kiper dari tim-tim besar saja. Kiper tim lemah di Grup C, Tanzania, Aishi Shalum Manula, juga mencuri perhatian ketika menghadapi tim kuat, Senegal. Kendati timnya kalah 0-2, tetap saja Manula pantas disebut bintang lapangan di laga kali ini.

Di laga pembuka Grup C tersebut, Manula langsung menunjukkan performa gemilang di awal-awal laga. Bahkan dia langsung membuat dua penyelamatan sekaligus. Yang pertama ia mementahkan tendangan keras Mbaye Niang dengan kakinya.

Kemudian bola tepisannya bergulir ke kaki pemain Senegal lainnya, Ismaila Sarr. Tapi Manula dengan sigap bangkit lagi untuk menutup ruang tendangan Sarr sehingga bola tendangannya melambung tinggi di atas mistar.

  • Edmore Sibanda vs Mesir

Laga di Grup A juga memunculkan penampilan gemilang yang ditunjukkan kiper Zimbabwe, Edmore Sibanda, ketika menghadapi tuan rumah Mesir. Tanpa performa terbaiknya, bisa saja Zimbabwe kebobolan lebih dari satu gol.

Bahkan Sibanda dua kali menggagalkan bintang Mesir, Mohamed Salah untuk mencetak gol. Peluang pertama didapat Salah pada pertengahan babak kedua. Striker Liverpool yang mendapat umpan terobosan langsung menendang bola ke gawang dengan kaki kanannya.

Tapi Sibanda dengan sigap menepis bola hingga keluar lapangan, padahal posisinya saat itu tidak terlalu menguntungkan. Empat menit sebelum laga berakhir, ia kembali membuat Salah tidak berdaya setelah tendangan mendatar sang winger ke tiang jauh berhasil ditepis Sibanda.

  • Rais M’Bolhi vs Senegal

Aljazair harus berterima kasih kepada kiper utamanya, Rais M’Bolhi. Berkat penampilan apiknya sepanjang turnamen, Aljazair hanya kebobolan dua gol saja. Kesuksesan Riyad Mahrez dkk merengkuh gelar keduanya ini pun tak lepas dari andil besar sang penjaga gawang.

Salah satu penyelamatan terbaiknya bahkan terjadi di laga final melawan Senegal. Di pertengahan babak kedua ia secara luar biasa menepis tendangan keras Krepin Diatta dari luar kotak penalti.

Penampilan puncaknya ini kian mempertegas konsistensinya. Ya, dia sempat mencatatkan cleansheet di empat pertandingan awal Piala Afrika 2019. Tak pelak, gawangnya baru kebobolan ketika menghadapi Pantai Gading di babak perempat final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

John Obi Mikel Putuskan Pensiun dari Timnas Nigeria

Football5star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Nigeria. Kapten mereka, John Obi Mikel, memutuskan pensiun dari tim nasional.

Keputusan ini praktis membuat ajang Piala Afrika 2019 yang berlangsung di Mesir jadi penampilan terakhirnya bersama Nigeria. Sayang, di turnamen terakhirnya ini ia gagal menutup karier dengan trofi juara.

Ya, Nigeria gagal menembus final setelah dikalahkan Aljazair di semifinal dengan skor 1-2. Adapun Aljazair akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Senegal 1-0 di final.

“Mesir adalah negara di mana saya memulai dan mengakhiri karier bersama tim nasional. Pada 2006 saya bermain untuk pertama kali untuk negara saya. Sekarang Piala Afrika 2019 menandai penampilan terakhir saya,” tulis Mikel di Instagram.

“Di usia yang ke-32 menjadi waktu untuk saya pensiun dari timnas dan saya ingin para pemain muda melanjutkannya,” lanjutnya.

Gelandang berusia 32 tahun itu tercatat sudah mengumpulkan 89 penampilan untuk negaranya sejak 2005 silam. Dalam kurun waktu tersebut ia berhasil mencetak enam gol.

selama 14 tahun membela negara, John Obi Mikel sukses mempersembahkan gelar Piala Afrika pada 2013 lalu. Dia juga berhasil membawa Nigeria melaju ke putaran final Piala Dunia sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2006, 2014, dan 2018.

Kendati pensiun di timnas Nigeria, mantan pemain Chelsea ini tetap melanjutkan kariernya sebagai pesepak bola. Apalagi ia baru saja menandatangani kontrak bersama klub asal Turki, Trabzonspor hingga 2021 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ismael Bennacer Dapat Trofi Keliru di Piala Afrika 2019?

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Prestasi besar ditorehkan Ismael Bennacer pada gelaran Piala Afrika 2019. Selain mengantar timnas Aljazair ke podium juara, dia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik. Namun, ada yang janggal saat dia menerima trofi sebagai pemain terbaik tersebut.

Pada upacara penghormatan, Ismael Bennacer menerima trofi yang ternyata berlabel “Pemain Muda Terbaik Piala Afrika 2019”. Hal itu terlihat jelas dari unggahan AS Arabia. Pemain Empoli yang tengah diincar AC Milan tersebut mengangkat trofi pemain muda terbaik, bukan pemain terbaik.

Berdasarkan rilis Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), gelar pemain muda terbaik jatuh kepada pemain Senegal, Krepin Diatta. Gelandang Club Brugge itu selalu tampil dalam tujuh laga yang dilakoni timnya. Namun, hanya tiga kali dia tampil sebagai starter. Pada laga final melawan Aljazair, dia baru masuk saat laga memasuki menit ke-59.

Belum jelas betul apa yang sebenarnya terjadi pada trofi yang diterima Ismael Bennacer. Apakah ada kesalahan label ataukah memang CAF salah memberikan trofi. Satu hal yang pasti, kekeliruan tersebut menjadi noda tersendiri pada perhelatan Piala Afrika 2019.

Ismael Bennacer memegang trofi Pemain Muda Terbaik Piala Afrika 2019.
Twitter @as_arabia

Ismael Bennacer tampil apik bagi timnas Aljazair sepanjang Piala Afrika 2019. Meski tak mencetak gol, dia sanggup memberikan tiga assist. Salah satunya pada final melawan Senegal. Berkat umpannya, Bahgdad Bounedjah mampu menjebol gawang lawan.

Berawal dari umpan Ismael Bennacer, Bounedjah melakukan manuver, lalu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat memantul ke kaki Salif Sane dan lantas bergerak secara parabola ke gawang Senegal tanpa mampu dijangkau kiper Alfred Gomis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Incaran AC Milan Jadi Pemain Terbaik Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Piala Afrika 2019 sudah rampung dengan Aljazair yang keluar sebagai juaranya. Tidak hanya mampu meraih prestasi tertinggi secara kolektif, bekas jajahan Prancis tersebut juga mampu menorehkan catatan apik di ranah individu.

Gelandang Empoli, Ismael Bennacer, dinobatkan menjadi Pemain Terbaik pada turnamen itu. Hebatnya, ia sama sekali tidak mencetak gol sepanjang turnamen. Sebuah pencapaian yang jarang dilakukan oleh seorang pemain terbaik dalam sebuah turnamen.

Seperti dilansir dari Football Italia, alasan Bennacer dinobatkan sebagai pemain terbaik adalah peran kuncinnya untuk tim. Sepanjang turnamen, tim asuhan Djamel Belmadi tersebut sama sekali tidak menelan kekalahan.

Ismael Bennacer Aljazair Football5star 1

Bahkan, kemenangan atas Senegal merupakan pengulangan ketika di babak penyisihan. Pemain yang sedang masuk dalam radar incaran AC Milan tersebut mampu jadi salah satu kunci atas performa negaranya sejauh ini.

Untuk Aljazair, ini merupakan gelar kedua selama mengikuti kompetisi Piala Afrika. Sebelumnya, mereka sudah pernah merasakan manisnya gelar pada edisi 1990 silam. Kala itu, gelar didapat setelah mengalahkan Nigeria dengan skor tipis 1-0 pada babak final di tanah sendiri.

Untuk gelar top skorer menjadi milik penyerang Nigeria, Odion Ighalo. Sepanjang turnamen, pemain 30 tahun tersebut mencetak lima gol. Jauh meninggalkan komeptitornya seperti Riyad Mahrez dan Sadio Mane yang hanya mengoleksi tiga gol saja.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Final Piala Afrika 2019: Aljazair Gagalkan Senegal Buat Sejarah

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Ambisi timnas Senegal mencetak sejarah dengan menjuarai Piala Afrika untuk kali pertama kandas. Dalam final Piala Afrika 2019 yang berlangsung Sabtu (20/7/2019) dini hari WIB, Sadio Mane cs. takluk 0-1 atas timnas Aljazair.

Satu-satunya gol yang mengandaskan ambisi Senegal mencetak sejarah tercipta pada menit kedua. Berawal dari umpan Ismael Bennacer, Baghdad Bounedjah melakukan manuver dan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Bola yang membentur pemain belakang Senegal tak mampu diselamatkan kiper Alfred Gomis.

https://twitter.com/bylka613_vids/status/1152293905183981568?s=20

Hal yang menyesakkan bagi anak-anak asuh Aliou Cisse, itu adalah satu-satunya tembakan yang dilepaskan Aljazair sepanjang pertandingan. Sola penguasaan permainan dan penciptaan peluang, mereka jauh lebih baik. Penguasaan bola Sadio Mane cs. mencapai 60 persen. Lalu, mereka juga melepaskan delapan tembakan yang tiga di antaranya tepat mengarah ke gawang.

Bagi Aljazair, keberhasilan mengalahkan Senegal menjadi gelar kedua pada ajang Piala Afrika. Sebelumnya, mereka merebut gelar juara pada 1990 saat menjadi tuan rumah. Saat itu pun, mereka hanya menang 1-0 pada laga final. Bedanya, lawan kala itu adalah Nigeria.

Sementara itu, bagi Senegal, kekalahan pada Piala Afrika 2019 ini merupakan kegagalan kedua pada partai final. Kegagalan pertama mereka rasakan pada 2002 ketika kalah 2-3 dari kamerun dalam adu penalti setelah imbang tanpa gol selama 120 menit.

Susunan Pemain Senegal vs Aljazair

Senegal (4-2-3-1): 23-Alfred Gomis, 21-Lamine Gassama, 12-Youssouf Sabaly, 6-Salif sane, 8-Cheikhou Kouyate, 5-Idrissa Gueye, 17-Badou Ndiaye (15-Krepin Diatta 59), 14-Hanri Saivet (19-Mbaye Diagne 75), 18-Ismaila Sarr, 10-Sadio Mane, 9-Mbaye Niang (11-Keita Balde 85)
Pelatih: Aliou Cisse

Aljazair (4-4-2): 23-Rais M’Bolhi, 18-Mehdi Zeffane, 21-Ramy Bensebaini, 4-Djamel Benlamri, 2-Aissa Mandi, 7-Riyad Mahrez, 10-Sofiane Feghouli (3-Mehdi Tahrat 85), 22-Ismael Bennacer, 17-Adlene Guedioura, 8-Youcef Belaili (11-Yacine Brahimi 84), 9-Baghdad Bounedjah (13-Islam Slimani 89)
Pelatih: Djamel Belmadi

K. Kuning: Gueye 79, Gassama 80 – Bensebaini 33, Belaili 54, Mandi 90, Guedioura 90
K. Merah:

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Senegal vs Aljazair

Prediksi Final Piala Afrika 2019 Senegal vs Aljazair

Stadion Internasional Kairo, Sabtu (19/7/2019) Pukul 02.00 WIB 

Football5star.com, Indonesia – Senegal akan melanjutkan perjuangan di Piala Afrika 2019 dengan menghadapi Aljazair, pada Sabtu (19/7) dinihari WIB. Nantinya, pertandingan direncanakan berlangsung di Stadion Internasional Kairo.

Pasukan Aliou Cisse melangkah ke partai final setelah berhasil menyudahi perlawanan Tunisia, Benin, dan Uganda,  Selain itu, mereka berhasil finis sebagai runner up grup C dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan.

Sementara itu, pasukan Djamel Belmadi berhasil melaju ke partai final setelah menyingkirkan Nigeria, Pantai Gading, dan Guinea. Selain itu, mereka juga berhasil finis di puncak klasemen grup C dengan koleksi sembilan poin dari tiga pertandingan.

REKOR PERTEMUAN

Rekor Pertemuan Senegal vs Aljazair

TREN PERFORMA

Tren Performa Finalis Piala Afrika 2019

STATISTIK MENARIK 
  • Kedua tim sempat saling berhadapan di babak grup Piala Afrika 2019. Ketika itu, Aljazair berhasil meraih kemenangan dengan skor 1-0
  • Sadio Mane dkk berhasil mencatatkan empat kemenangan dan empat clean sheet di empat pertandingan terakhir.
  • Tiga pertandingan terakhir Senegal berakhir dengan kemenangan 1-0.
  • Sementara itu, Islam Slimani dkk gagal mencatatkan clean sheet di dua pertandingan terakhirnya.
  • Sadio Mane dkk berhasil mencetak enam gol dan hanya kebobolan satu gol dari lima pertandingan terakhirnya.
  • Islam Slimani dkk berhasil mencetak 10 gol dan kebobolan dua gol dari lima partai terakhirnya.
PELATIH
  • Laga nanti akan menjadi pertemuan kedua bagi Aliou Cisse dan Djamel Belmadi.
  • Di pertemuan sebelumnya, Belmadi berhasil meraih kemenangan dengan skor 1-0. Pertemuan tersebut di babak grup Piala Afrika.
  • Cisse tak pernah meraih kemenangan dari tiga pertemuan melawan Aljazair (satu imbang, dua kalah).
  • Djamel Belmadi pernah sekali bertemu Senegal dan menang.
WASIT
  • Pertandingan nanti akan dipimpin oleh Bamlak Tessema.
  • Ini adalah pertandingan ketiga bagi Senegal dipimpin Tessema, dua pertemuan sebelumnya berakhir dengan kemenangan.
  • Bagi Tunisia, ini akan menjadi pertandingan keempat. Tiga sebelumnya berakhir dengan dua kemenangan dan dua imbang.
  • Pertandingan ini merupakan pertama kalinya dipimpin oleh Tessema.
PEMAIN KUNCI
Senegal

Top Scorer: Sadio Mane (3 gol)
Top Assist: Lamine Gassama (2 assist)
Top Rating: Ismaila Sarr (7,57)

Aljazair
Top Scorer: Riyad Mahrez dan Adam Ounas (@3 gol)

Top AssistIsmael Bennacer dan Islam Slimani (@2 assist)
Top RatingAdam Ounas (7,83)

BERITA KEDUA TIM
  • Senegal: Edouard Mendy cedera. Kalidou Koulibaly skorsing.
  • Aljazair: Youcef Atal cedera.
PRAKIRAAN FORMASI

Prakiraan Formasi Senegal vs Aljazair

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Senegal 1-2 Aljazair
ScorePredictor
Senegal 1-0 Aljazair
Predictz
Senegal 1-0 Aljazair
FOOTBALL5STAR
Senegal 0-1 Aljazair

Odion Ighalo Pastikan Top Skorer Piala Afrika 2019 Terbaik Sejak 2012

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Memang cuma satu gol yang dibuat Odion Ighalo saat timnas Nigeria melawan timnas Tunisia pada perebutan tempat ketiga Piala Afrika 2019, Kamis (18/7/2019) dini hari WIB. Namun, gol itu punya arti tersendiri.

Selain membawa Nigeria finis di posisi ketiga, gol itu membuat Odion Ighalo kian berpeluang menjadi pemain tersubur Piala Afrika 2019. Gol itu membuat koleksinya kini berjumlah lima gol. Dia unggul dua gol atas Adam Ounas, Riyad Mahrez, dan Sadio Mane yang akan berjibaku pada partai final, akhir pekan nanti.

Mohamed Gedo menjadi pemain tersubur Piala Afrika 2010 dengan lima gol.
fifa.com

Gol tersebut juga punya arti lain. Berkat go itu, Odion Ighalo memastikan top skorer Piala Afrika 2019 lebih baik dari top skorer tiga gelaran sebelumnya. Pada Piala Afrika 2012, 2013, dan 2015, koleksi sang top skorer selalu tak lebih dari 4 gol.

Kali terakhir pemain tersubur Piala Afrika mengemas lebih dari empat gol pada gelaran 2010. Kala itu, Mohamed Gedo dari Mesir menjadi pemain tersubur dengan torehan lima gol. Adapun rekor torehan gol terbanyak top skorer pada satu edisi Piala Afrika adalah 9 gol. Rekor itu dibuat Ndaye Mulamba dari Republik Demokratik Kongo pada Piala Afrika 1974.

Khusus di timnas Nigeria, gol ke gawang Tunisia juga menempatkan Odion Ighalo sebagai pencetak gol terbanyak pada satu edisi Piala Afrika. Penyerang Shanghai Shenhua itu sejajar Rashidi Yekini yang juga mengemas lima gol saat menjadi pencetak gol terbanyak Piala Afrika 1994.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nigeria Amankan Medali Perunggu Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Nigeria berhasil mengamankan medali perunggu dari gelaran Piala Afrika 2019 setelah mengalahkan Tunisia di partai play-off pada Kamis (18/7) dinihari WIB. Kemenangan ini mereka raih berkat gol tunggal Odion Ighalo pada menit ke-3.

Tampil sebagai tim unggulan di Stadion Al Salam, Nigeria langsung tancap gas di awal-awal pertandingan. Baru tiga menit laga berjalan, Odion Ighalo berhasil membuka keunggulan Super Eagles memanfaatkan kesalahan dari lini belakang Tunisia.

Tertinggal, Tunisia berusaha untuk keluar menyerang. Dimotori oleh Wahbi Khazri, pasukan Alain Giresse terus menekan lini pertahanan Nigeria yang dikomandoi oleh Kenneth Omeruo.

Nigeria juga bukannya tanpa peluang di paruh pertama. Lewat kreasi Alex Iwobi, pasukan Gernor Rorh mampu sesekali memberikan ancaman. Meski kedua tim saling jual beli serangan, tak ada gol tambahan yang tercipta di paruh pertama pertandingan.

Di paruh kedua, Tunisia memutuskan untuk melakukan sedikit perubahan. Alain Giresse memutuskan untuk menarik keluat Taha Yassine Khenissi dan Anice Badri. Posisi keduanya digantikan oleh Firas Chaouat dan Naim Sliti untuk menambah daya gedor Tunisia.

Awalnya, skema ini sempat berjalan sukses. Namun, tangguhnya lini pertahanan Nigeria membuat Wahbi Khazri dan kolega kerap kali gagal mencetak gol penyama kedudukan.

Tingginya intensitas serangan Tunisia di paruh kedua pun membuat Nigeria dipaksa untuk bertahan dengan cukup dalam. Meskipun mereka terus mendapatkan gempuran, gol tunggal dari Odion Ighalo tetap menjadi satu-satunya pembeda untuk kedua tim di pertandingan kali ini.

SUSUNAN PEMAIN TUNISIA VS NIGERIA:

Tunisia: 22-Moez Ben Cefiria; 14-Mohamed Draeger, 21- Nassim Hnid (6-Rami Bedoui 67′), 4-Yassine Meriah, 5-Oussama Haddadi; 20-Ghilane Chaalali, 13-Ferjani Sassi, 17-Elyes Skhiri; 9-Anice Badri (23-Naim Sliti 58′), 10-Wahbi Khazri, 11-Taha Yassine Khenissi (8-Firas Chaouat 44′)

Pelatih: Alain Giresse

Nigeria: 23-Francis Uzoho; 2-Ola Aina, 5-William Troost-Ekong, 22-Kenneth Omuero, 3-Jamilu Collins; 18-Alex Iwobi, 4-Wilfred Ndidi, 8-Oghenekaro Etebo; 13-Samuel Chukwueze (17- Samuel Kalu 90′), 9-Odion Ighalo (21-Victor Osimhen 46′), 7-Ahmed Musa (15-Moses Simon 75′)

Pelatih: Gernot Rohr

Kartu Kuning: Chaalali 61′ – Ndidi 18′

Riyad Mahrez: Insya Allah Aljazair Juara Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan Aljazair menembus final Piala Afrika 2019 membuat bintang mereka, Riyad Mahrez, semringah. Ia pun yakin jika negaranya itu mampu keluar sebagai juara untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.

Kepastian Aljazair menembus final didapat setelah mereka mengandaskan perlawanan tim kuat, Nigeria, di final dengan skor 2-1. Pada laga tersebut Riyad Mahrez jadi pahlawan kemenangan timnya lewat gol yang dicetak melalui tendangan bebas di detik-detik terakhir pertandingan.

Bagi pemain Manchester City tersebut, gol itu menjadi catatan spesial untuknya. Apalagi gol tersebut menjadi penentu langkah timnya mencapai final Piala Afrika untuk ketiga kalinya.

mahrez gol
@BBCSport

“Kami sangat bangga bisa membuat orang-orang di negara kami senang. Itulah tujuan kami, keberhasilan ini untuk orang-orang kami, keluarga kami. Kami tahu mereka selalu bersama kami memberikan dukungan setiap saat dan kami ingin membalas itu semua,” kata Mahrez seperti dilansir Daily Mail, Rabu (17/7/2019).

“Terkait gol kedua yang saya buat, itu jadi gol yang sangat penting untuk timnas. Dan sekarang mimpi saya adalah menjuarai Piala Afrika. Kami masih punya satu laga yang harus dimenangkan. Kami harus fokus karena lawan ayng kami hadapi adalah Senegal. Tapi Insya Alllah kami akan mencoba meraih kemenangan,” katanya lagi.

Selama keikutsertaannya di Piala Afrika, Aljazair baru sekali keluar sebagai juara. Itu pun terjadi pada tahun 1989 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagal di Piala Afrika, Kamerun Pecat Clarence Seedorf

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Raksasa Afrika, Kamerun, akhirnya memecat sang pelatih, Clarence Seedorf. Pemecatan ini tak lepas dari kegagalan mereka di ajang bergengsi di benua hitam, Piala Afrika 2019.

Kamerun disingkirkan Nigeria di babak 16 besar Piala Afrika. Pada laga tersebut mereka yang berstatus sebagai juara bertahan takluk dengan skor 2-3.

Tersingkirnya tim berjuluk The Lions itu makin menambah catatan buruk Clarence Seedorf. Dari empat pertandingan yang dilakoni di ajang yang tahun ini berlangsung di Mesir itu, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan saja.

Jika ditotal secara keseluruhan, legenda AC Milan ini sudah melakoni 12 pertandingan bersama Kamerun. Tapi dia hanya mampu menang di empat laga melawan tim-tim lemah seperti Malawi, Kepulauan Komoro, Zambia, dan Guinea-Bissau.

Ia bukan satu-satunya orang yang diberhentikan federasi Kamerun. Ada pula sang asisten yang juga mantan rekannya di timnas, Patrick Kluivert, yang posisi juga dicopot.

Sementara itu Mirror melansir bahwa negara yang telah menghasilkan pemain-pemain hebat seperti Roger Milla, Samuel Eto’o, dan Rigobert Song harus membayar kompensasi atas keputusan tersebut. Hal ini tak lepas dari durasi kontrak Seedorf yang mencapai empat tahun.

Sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan menggantikan sosok pelatih 43 tahun tersebut. Federasi sepertinya tidak terburu-buru untuk mencari pelatih baru mengingat tidak ada turnamen yang diikuti Kamerun dalam waktu dekat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Tunisia vs Nigeria

Prediksi Piala Afrika 2019 Tunisia vs Nigeria
Stadion Benito Villamarín, Minggu (26/5/2019) Pukul 02.00 WIB 

Football5star.com, Indonesia – Babak perebutan tempat ketiga Piala Afrika 2019 akan mempertemukan Tunisia vs Nigeria, Kamis 18 Juli 2019, di Al Salam Stadium. Kedua tim sama-sama memiliki kans untuk meraih kemenangan.

Bagi klub berjuluk Blaugrana, kemenangan di final Copa del Rey akan membuat mereka semakin mendominasi kompetisi ini. Barcelona menjadi klub terbanyak peraih Copa de Rey dengan koleksi 30 gelar.

Sementara Nigeria harus mengakui kehebatan Aljazair di babak semifinal. Nigeria tersingkir setelah gol dari Riyad Mahrez di menit-menit akhir babak tambahan waktu. Nigeria tersingkir dengan skor 1-2.

Jika melihat dari segi mental. Tunisia memang sedikit lebih rapuh dibandingkan dengan Nigeria. Meski hanya perebutan juara ketiga, laga Tunisia vs Nigeria diprediksi akan hadirkan pertandingan yang sengit.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Tunisia vs Nigeria
TREN PERFORMA
Tren Performa Tunisia vs Nigeria
STATISTIK MENARIK
  • Tunisia jadi salah satu tim peserta Piala Afrika 2019 yang paling sedikit kebobolan yakni 4 gol.
  • Nigeria sepanjang perhelatan Piala Afrika 2019 catatkan 8 gol ke gawang lawan.
  • Sepanjang 6 kali bertanding di Piala Afrika 2019, Tunisia catatkan 21 kali pelanggaran.
  • Sedangkan Nigeria dari 6 kali bertanding hanya catatkan 18 kali pelanggaran.
  • Tunisia catatkan 79 persen passing akurat sepanjang perhelatan Piala Afrika 2019.
  • Nigeria hanya terpaut sedikt dengan Tunisia dalam urusan passing. Mereka catatkan 77 persen passing akurat.
  • Total tendangan ke arah gawang kedua tim tak jauh berbeda. Tunisia catatkan 12,2 shots per game, sedangkan Nigeria ukir 12,5 shots per game.
PELATIH
  • Pertandingan ini ialah pertemuan pertama trio pelatih Tunisia (Maher Kanzari, Mourad Okbi, dan Alain Giresse) dengan Gernot Rohr.
  • Gernot Rohr tercatat 1 kali mengalahkan Tunisia.
  • Sementara trio pelatih Tunisia belum pernah mengalahkan Nigeria.
WASIT
  • Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Afrika antara Tunisia vs Nigeria akan dipimpin oleh wasit asal Mesir, Gehad Grisha.
  • Di Piala Afrika 2019, Grisha hanya satu kali memimpin jalannya pertandingan yakni antara Kenya vs Senegal di babak fase grup.
  • Grisha tercatat telah menjalankan 81 pertandingan internasional sebagai wasit profesional.
  • Grisha sudah menjadi wasit sejak 2009 silam, saat itu ia memimpin pertandingan kompetisi usia muda, Tournoi de Toullon.
PEMAIN KUNCI

Tunisia:

Top Scorer: Youssef Msakni (2 gol)
Top Assist: Wahbi Khazri (1 assist)
Top Rating: Wahbi Khazri (7,22)

Nigeria:

Top Scorer: Odion Ighalo (4 gol)
Top Assist: Moses Simon (2 assist)
Top Rating: Kenneth Omeruo (7.39)

Statistik di Piala Afrika 2019 menurut WhoScored

BERITA KEDUA TIM
  • Tunisia: Sejumlah pemain muda seperti Farouk Ben Mustapha dan Naim Sliti diprediksi akan dimainkan pada laga ini.
  • Nigeria:Odion Ighalo tetap akan jadi bomber ganas di laga Tunisia vs Nigeria

PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Tunisia vs Nigeria
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Tunisia 1-2 Nigeria
Forebet
Tunisia 2-1 Nigeria
Predictz
Tunisia 2-3 Nigeria
FOOTBALL5STAR
Barcelona 0-2 Nigeria

 

 

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bawa Senegal ke Final Piala Afrika 2019, Kalidou Koulibaly Justru Sedih

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Keberhasilan menembus final Piala Afrika 2019 adalah kebahagian luar biasa bagi segenap pemain timnas Senegal. Namun, bagi bek Kalidou Koulibaly, ada sejumput kesedihan di hatinya. Itu karena dia dipastikan tak dapat bermain pada laga final nanti.

Pada semifinal melawan Tunisia, Kalidou Koulibaly mendapatkan kartu kuning setelah menghalau bola yang meluncur ke gawang Senegal dengan tangannya. Itu membuat dia terkena akumulasi karena sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning saat melawan Uganda.

“Laga final adalah laga yang memberikan kebahagiaan bagi segenap orang dan kami bangga akan hal itu,” ujar Kalidou Koulibaly seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya. “Akan menyakitkan tak dapat bermain pada laga itu.”

Kartu kuning pada laga semifinal membuat Kalidou Koulibaly tak dapat memperkuat Senegal pada final Piala AFrika 2019.
marca.com

Kendati demikian, pemain belakang Napoli itu tetap bertekad memberikan kontribusi lain. “Aku akan tetap berada di samping saudara-saudaraku untuk menulis sejarah,” kata dia.

Timnas Senegal lolos ke final Piala Afrika 2019 setelah menang 1-0 atas Tunisia pada semifinal, Minggu (14/7/2019) malam WIB, dalam laga yang diwarnai dua eksekusi penalti yang gagal berbuah gol. Kepastian loloske final didapatkan Senegal berkat gol bunuh diri bek lawan, Dylan Brown, pada menit ke-100.

Pada laga final nanti, Kalidou Koulibaly akan bersua Aljazair yang menyingkirkan Nigeria dengan skor 2-1 berkat gol tendangan bebas Riyad Mahrez pada menit akhir injury time. Seharusnya, sang bek akan berhadapan dengan rekannya di Napoli, Adam Ounas, pada final nanti.

Bagi timnas Senegal, ini merupakan final kedua pada ajang Piala Afrika. Pada kesempatan pertama di Piala Afrika 2002, mereka kalah 2-3 dari Kamerun lewat adu penalti. Tak pelak, andai kali ini berhasil juara, nama Kalidou Koulibaly cs. akan tergurat dengan tinta emas pada buku sejarah sepak bola Senegal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Riyad Mahrez Bawa Aljazair Tantang Senegal di Final Piala Afrika

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pemain Manchester City, Riyad Mahrez menjadi pahlawan untuk Aljazair. Golnya di menit terakhir membuat Aljazair meraih kemenanga 2-1 atas Nigeria di babak semifinal Piala Afrika, Senin (15/7/2019).

Bermain di Kairo Internasional Stadium, Aljazair pada babak pertama sempat unggul terlebih dahulu lewat gol bunuh diri pemain Nigeria, Troost-Ekong pada menit ke-40.

Sebelum gol tersebut tercipta, laga berlangsung seru. Kedua tim sama-sama jual beli serangan di menit awal babak pertama.

Pada menit ke-17, Aljazair meraih peluang pertama lewat Ramy Bensebaini. Pada menit ke-21, giliran Alex Iwobi membuat Nigeria memiliki peluang emas.

Menit 40, Riyad Mahrez mengecoh Jamilu Collins dan mengirimkan umpan silang ke kotak penalti. Trost-Ekong salah mengantisipasinya dan membuat bola bergulir ke gawang sendiri. 1-0,

Sayanga pada babak kedua, Aljazair justru kebobolan pada pertengahan babak kedua. Pada menit ke-72, wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran pemain Aljazair.

Odion Ighalo yang jadi eksekutor mampu menjalankan tugasnya dan membuat Nigeria menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pendukung Aljazair bersorak gembira pada menit akhir babak kedua, tepatnya menit ke-90+5 setelah Riyad Mahrez mampu merobek gawang Nigeria. Skor berubah menjadi 2-1.

Aljazair pun menantang Senegal di partai final Piala Afrika 2019 pada 20 Juli 2019 di Kairo Internasional Stadium.

Susunan Pemain Aljazair vs Nigeria

Aljazair: Rais M’Bolhi (GK); Ramy Bensebaini, Djamel Benlamri, Aissa Mandi, Mehdi Zeffane; Adlene Guedioura; Youcef Belaili, Ismael Bennacer, Sofiane Feghouli, Riyad Mahrez; Baghdad Bounedjah

Nigeria: Daniel Akpeyi (GK); Jamilu Collins, Kenneth Omeruo, William Trost-Ekong, Chidozie Awaziem; Peter Etebo, Wilfred Ndidi; Ahmed Musa, Alex Iwobi, Samuel Chukwueze; Odion Ighalo

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gol Bunuh Diri Antar Senegal ke Final Piala Afrika

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Senegal melaju ke partai final Piala Afrika 2019. Gol bunuh diri antar Senegal ke partai final dengan meraih kemenangan 1-0 atas Tunisia, di Air Defence Stadium, Kairo, Senin (15/7/2019).

Pada babak pertama, Senegal langsung menekan pertahanan Tunisia. Sejumlah peluang emas di dapatkan oleh Sadio Mane cs.

Terapkan formasi 4-2-3-1, pola serangan Senegal lebih tertumpu pada kreatifitas Sadio Mane di sisi sayap. Akibatnya pemain Tunisia sedikit lebih mudah untuk mematikan pola serangan Senegal.

Gol Bunuh Diri Antar Senegal ke Final Piala Afrika
Twitter @CAF_Online

Tunisia pun bukan tanpa peluang. Menggunakan formasi menyerang 4-3-3, tim berjuluk Elang Kartago itu pada babak pertama menghasilkan 2 peluang emas. Sayangnya jika ditilik dari data statistik, Senegal pada babak pertama lebih mendominasi.

Senegal mampu menguasai bola sebanyak 55 persen dan hasilkan 7 sepakan ke arah gawang, 2 di antaranya mengarah ke gawang Tunisia yang dikawal Mouez Hassen.

Memasuki babak kedua, pemain kedua tim berusah untuk bisa mencetak gol. Meski sejumlah peluang yang tercipta tak ada yang mampu merobek salah satu gawang kedua tim.

Tensi pertandingan semakin meninggi di pertengahan babak kedua. Tunisia hampir saja unggul pada menit ke-75 setelah mendapat hadiah penalti. Sayang sepakan dari Ferjani Sassi mampu digagalkan Gomis.

Lima menit kemudian, giliran Senegal yang mendapat hadiah penalti. Sayangnya ketangguhan kiper Tunisa, Mouez Haseen mampu gagalkan sepekan Henri Saviet.

Hingga 2×45 menit, kedua tim tak mampu mencetak gol. Wasit Tessema Bamlak pun melanjutkan pertandingan ke babak tambahan waktu.

Memasuki babak tambahan waktu, petaka datang bagi Tunisia. Pada menit ke-101, Senegal unggul 1-0 lewat gol bunuh diri pemain Tunisia, Dylan Bronn.

Gol ini berawal dari tendangan bebas yang didapat oleh Senegal. Maksud hati membuang bola, sundulan Dylan Bronn justru merobek gawangnya sendiri.

Hingga menit waktu tambahan selesai, tak ada lagi gol yang tercipta. Senegal pun melaju ke partai puncak untuk menghadapi pemenang laga Aljazair vs Nigeria.

Susunan pemain Senegal vs Tunisia:

Senegal: 23. Alfred Gomis, 21. Gassama, 3. Koulibaly, 12. Sabaly, 14. Saivet, 8. Kouyate, 5. Gueye, 17. Badou N’Diaye (Sadio Sane 81′), 9. Niang (Diagne 64′), 10. Sadio Mane, 15. Diatta (Sarr 68′).

Kartu kuning: Koulibaly 73′

Kartu merah: –

Pelatih: Aliou Cisse

Tunisia: 16. Hassen, 5. Haddadi, 4. Meriah, 3. Bronn, 13. Sassi, 19. Ben Mohammed (Chalali 82′), 17. Skhiri, 14. Drager, 7. Msakni (Naim 46′), 10. Khazri, 11. Khenissi.

Kartu kuning: Khazri 80′, Sliti 76′

Kartu merah: –

Pelatih: Alain Giresse.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jadwal Siaran TV Dua Laga Semifinal Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran Piala Afrika 2019 telah memasuki babak semifinal. Empat tim akan berjibaku demi merebut dua tempat pada laga final. Keempat tim tersebut adalah Senegal, Tunisia, Aljazair, dan Nigeria.

Laga semifinal pertama Piala Afrika 2019 akan menautkan Senegal dengan Tunisia. Pertandingan yang digelar di Stadion 30 Juni itu akan berlangsung pada Minggu (14/7/2019) pukul 23.00 WIB. Laga Senegal vs Tunisia ini akan disiarkan langsung di saluran beIN Sports 3.

Tunisia lolos ke semifinal Piala Afrika 2019 setelah mengalahkan Madagaskar.
airtelfootball.ug

Di antara tim-tim yang berada pada semifinal kali ini, Senegal merupakan satu-satunya yang belum pernah juara Piala Afrika. Tim yang kini dimotori Sadio Mane tersebut pun baru sekali lolos ke final, yakni pada 2002. Namun, Tim Singa-Singa Teranga pada saat itu kalah 2-3 dari Kamerun lewat adu penalti setelah bermain tanpa gol selama 120 menit.

Itu juga merupakan satu-satunya keberhasilan Senegal lolos dari babak semifinal. Pada tiga kesempatan lain, yakni 1965, 1990, dan 2006, mereka selalu tersingkir. Terakhir, pada Piala Afrika 2006, mereka takluk 1-2 dari Mesir yang lantas menjadi juara.

Sementara itu, bagi Tunisia, ini merupakan semifinal ketujuh. Dalam enam kesempatan terdahulu, Tim Elang-Elang Cartaghe mampu lolos ke final sebanyak tiga kali, yakni pada 1965, 1996, dan 2004. Pada gelaran Piala Afrika 2004, mereka malah lantas menjadi juara. Itu merupakan satu-satunya gear mereka pada perhelatan ini.

Aljazair vs Nigeria

Selain Senegal vs Tunisia, semifinal Piala Afrika 2019 akan diwarnai pertandingan Aljazair vs Nigeria. Pertandingan ini akan dihelat di Stadion Internasional Kairo pada Senin (15/7/2019) pukul 02.00 WIB. Laga semifinal yang satu ini pun dapat disaksikan secara langsung di saluran beIN Sports 3.

Nigeria akan melakoni laga 4-besar ke-15 saat melawan Aljazair pada semifinal Piala Afrika 2019.
thesun.co.uk

Seperti halnya Tunisia, ini juga semifinal ketujuh bagi Aljazair pada perhelatan Piala Afrika. Namun, rekor mereka lebih buruk. Tim Rubah-Rubah Gurun hanya dua kali lolos ke final dalam enam kesempatan terdahulu, yakni pada 1980 dan 1990. Pada 1990, mereka juara dengan menang 1-0 atas tim yang akan dihadapi pada semifinal Piala Afrika 2019 kali ini, Nigeria.

Kali terakhir Aljazair lolos ke semifinal Piala Afrika pada 2010. Namun, mereka tak berdaya, dihajar empat gol tanpa balas oleh Mesir yang akhirnya menjadi juara.

Sementara itu, bagi Nigeri, ini merupakan semifinal ke-15. Mereka kini menyamai Mesir sebagai tim yang paling sering lolos ke semifinal Piala Afrika. Rekor mereka pun terbilang apik, yakni 7 kali lolos ke final pada 14 semifinal terdahulu. Bahkan, mereka lantas juara pada 1980, 1984, dan 2013.

Jadwal Siaran TV Semifinal Piala Afrika 2019

Semifinal I Piala Afrika 2019
Senegal vs Tunisia
Tempat: Stadion 30 Juni
Sepak mula: Minggu (14/7/2019) pukul 23.00 WIB
Siaran TV: beIN Sports 3

Semifinal II Piala Afrika 2019
Aljazair vs Nigeria
Tempat:
Stadion Internasional Kairo
Sepak mula: Senin (15/7/2019) pukul 02.00 WIB
Siaran TV: beIN Sports 3

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Senegal vs Tunisia

Senegal vs Tunisia main

Stadion 30 Juni, Minggu (14/7/2019) Pukul 23.00 WIB 

Football5star.com, Indonesia – Senegal akan melanjutkan perjuangan di Piala Afrika 2019 dengan menghadapi Tunisia, Minggu (14/7) malam. Nantinya, pertandingan direncanakan berlangsung di Stadion 30 Juni, Kairo.

Senegal melangkah ke empat besar setelah berhasil menyudahi perlawanan Benin dengan skor 1-0. Sementara Tunisia, mengakhiri petualangan Madagaskar tiga gol tanpa balas.

Secara keseluruhan, kedua negara sudah 20 kali bertemu di ajang internasional. Dari seluruh pertemuan tersebut, Senegal mengantongi empat kemenangan dan sembilan lainnya menjadi milik Tunisia. Sisanya imbang.

Terakhir kali keduanya bertemu adalah pada 2014 silam. Saat itu, Senegal sukses menang dua gol tanpa balas di Tunisia. Dalam lima pertemuan terakhir, tim yang kalah tidak pernah mencetak gol.

REKOR PERTEMUAN

Senegal vs Tunisia head to head

TREN PERFORMA

Senegal vs Tunisia Lima laga trakhir

STATISTIK MENARIK 
  • Senegal berhasil mencatatkan laga tanpa kebobolan di tiga pertandingan terakhir.
  • Sementara Tunisia, hanya mencatatkan satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir. Empat lainnya selalu berakhir imbang.
  • Skor terbesar pertemuan keduanya adalah 4-0 untuk kemenangan Tunisia pada 1996 silam.
PELATIH
  • Laga nanti akan menjadi pertemuan pertama bagi pelatih dari kedua tim.
  • Pelatih Senegal, Aliou Cisse pernah sekali bertemu Tunisia dan menang.
  • Sementara pelatih Tunisia, Maher Kanzari belum pernah bersua Senegal sebelumnya.
WASIT
  • Pertandingan nanti akan dipimpin oleh Bamlak Tessema.
  • Ini adalah pertandingan ketiga bagi Senegal dipimpin Tessema, dua pertemuan sebelumnya berakhir dengan kemenangan.
  • Bagi Tunisia, ini akan menjadi pertandingan keempat. Tiga sebelumnya berakhir dengan dua kemenangan dan dua imbang.
  • Pertandingan ini merupakan pertama kalinya dipimpin oleh Tessema.
PEMAIN KUNCI
Senegal

Top Scorer: Sadio Mane (3)
Top Assist: Lamine Gassama (2)
Top Rating: Sadio Mane (7,57)

Tunisia
Top Scorer: Youseff Misakni (2)

Top Assist: Wahbi Khazri (1)
Top RatingWahbi Khazri (7,32)

BERITA KEDUA TIM
  • Senegal: Venezuela harus tampil tanpa Luis del Pino karena akumulasi kartu
  • Senegal: Posisi Del Pino akan digantikan oleh Roberto Rosales dan Ronald Hernandez.
  • Tunisia: Lionel Messi masih bisa tampil di laga nanti.
  • Tunisia: Tidak ada gangguan cedera dari tim nasional Argentina.
PRAKIRAAN FORMASI

Senegal vs Tunisia line up

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Senegal 2-1 Tunisia
ScorePredictor
Senegal 0-2 Tunisia
Predictz
Senegal 0-2 Tunisia
FOOTBALL5STAR
Senegal 0-1 Tunisia

Alex Iwobi Ingin Bawa Nigeria Jadi Juara Afrika

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang muda Nigeria, Alex Iwobi, ternyata memiliki misi suci yang ia panggul pada gelaran Piala Afrika 2019. Ia mengaku ingin membawa Nigeria kembali menjadi tim yang disegani di sepak bola Afrika.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh Alex Iwobi untuk mewujudkan misi tersebut adalah, membawa Super Eagles meraih gelar juara Piala Afrika 2019. Oleh karena itu, ia siap menunjukkan penampilan terbaiknya ketika Nigeria menghadapi Aljazair di babak semifinal.

“Saya sudah lama memiliki mimpi untuk meraih gelar Piala Afrika bersama Nigeria. Saya harap, kami akan bisa meraih gelar tersebut pada edisi tahun ini atau di masa depan,” tutur Alex Iwobi dikutip dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Afrika (CAF).

“Saya yakin kami masih akan bisa tampil maksimal di edisi Piala Afrika selanjutnya. Karena, tim kami saat ini dihuni oleh pemain-pemain muda penuh bakat yang memiliki masa depan cerah. Saya yakin kami akan bisa membuat Nigeria menjadi tim yang ditakuti di masa depan,” sambung pria 23 tahun itu.

Gelar Piala Afrika terakhir milik Nigeria datang pada edisi 2013 lalu. Ketika itu, mereka berhasil mengalahkan tim kuda hitam, Burkina Faso pada partai final.

Gelar tersebut membuat Super Eagles kini memiliki tiga gelar Piala Afrika dan menasbihkan mereka sebagai salah satu tim tersukses di Benua Hitam. Namun, mereka gagal mempertahankan gelar tersebut karena tak menjadi bagian di Piala Afrika edisi 2015 dan 2017.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alex Iwobi Komentari Kegagalan Mesir di Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang timnas Nigeria, Alex Iwobi, merasa sedih karena tak akan menghadapi Mesir di babak semifinal Piala Afrika 2019. Menurutnya, Mesir seharusnya bisa melaju ke babak semifinal karena dukungan suporter dan memiliki pemain-pemain berbakat.

Perjalanan Mohamed Salah dkk di ajang Piala Afrika 2019 harus terhenti di babak 16 besar. Mereka harus mengakui keunggulan Afrika Selatan yang berhasil mencetak gol tunggal lewat Thembinkosi Lorch pada menit ke-85.

“Saya merasa sedih karena tim-tim besar sudah tersingkir. Terutama Mesir. Kegagalan mereka terasa sangat perih karena mereka bermain di hadapan dukungan suporternya. Selain itu, mereka juga memiliki pemain-pemain hebat,” kata Alex Iwobi dikutip dari laman Asosiasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Meskipun merasa sedikit sedih, Iwobi mengaku tak ingin terlalu lama meratapi nasib dari tim tuan rumah. Ia pun memiliki tekad untuk bisa membawa Nigeria kembali menjadi juara Afrika.

“Kami tak boleh terlalu lama memikirkan mengenai tim lain. Kami harus fokus akan kekuatan diri sendiri dan memberikan penampilan terbaik di atas lapangan. Kami yakin akan bisa menembus babak final dan membuat seluruh warga Nigeria merasa bangga,” tegas pemain 23 tahun itu.

Di babak semifinal Piala Afrika 2019, Super Eagles akan menghadapi salah satu tim unggulan, Aljazair. Partai tersebut akan diselenggarakan di Stadion Internasional Kairo pada Senin (15/4) dinihari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Aljazair vs Nigeria

Algeria vs Nigeria main
Cairo International Stadium, Senin (15/7/2019) Pukul 02.00 WIB 

Football5star.com, Indonesia – Aljazair akan bentrok dengan Nigeria pada babak semifinal Piala Afrika 2019 di Cairo International Stadium, Senin (15/7) dini hari WIB. Duel ini dijamin berlangsung sengit.

Aljazair sedikit diunggulkan di laga ini. Pasukan Djamel Belmadi tampil meyakinkan sejak awal turnamen dan selalu memetik kemenangan.

Sementara Nigeria sempat menelan kekalahan mengejutkan 0-2 dari Madagaskar di babak penyisihan grup. Meski demikian, dari rekor head to head, Nigeria unggul jauh atas Aljazair.M

REKOR PERTEMUAN
Algeria vs Nigeria head to head
TREN PERFORMA
Algeria vs Nigeria Lima laga trakhir
STATISTIK MENARIK
  • Nigeria telah memenangkan lima dari enam pertemuan terakhir antara kedua tim.
  • Aljazair melalui enam kali semifinal di kompetisi ini, tetapi mereka lolos ke final hanya dua kali.
  • Nigeria telah mencetak setidaknya dua gol dalam dua pertandingan terakhir mereka di kompetisi ini.
PELATIH
  • Djamel Belmadi belum pernah menghadapi Nigeria.
  • Djamel Belmadi belum pernah menghadapi Gernot Rohr.
  • Gernot Rohr sudah 3 kali menghadapi Aljazair dengan hasil 2 kemenangan dan 1 kali kalah.
PEMAIN KUNCI

ALJAZAIR

Top Scorer: Adam Ounas (3 Gol)
Top Assist: Islam Slimani (2 Assist)
Top Rating: Adam Ounas (7,83)

NIGERIA

Top Scorer: Odion Ighalo (3 Gol)
Top Assist: Moses Simon (2 Assist)
Top Rating: Kenneth Omeruo (7,65)

BERITA KEDUA TIM
  • Aljazair tidak akan diperkuat Youcef Atal, yang absen dari turnamen karena patah tulang selangkangan.
  • Sofiane Feghouli diragukan setelah mengalami cedera pada kemenangan perempat final melawan Pantai Gading.
  • Djamel Belmadi mungkin tetap memainkan Baghdad Bounedjah yang bersalah karena membuang beberapa peluang termasuk penalti di laga terakhir.
  • Pelatih Nigeria Gernot Rohr dapat memulai susunan pemain yang sama yang mengalahkan Afrika Selatan 2-1 di perempat final.
PRAKIRAAN FORMASI
Algeria vs Nigeria line up
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Aljazair 2-1 Nigeria
Forebet
Aljazair 2-0 Nigeria
Predictz
Aljazair
1-0 Nigeria
FOOTBALL5STAR
ALJAZAIR 2-1 NIGERIA

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Aljazair Lolos ke Semifinal Piala Afrika, Kota Paris Rusuh dan Satu Orang Tewas

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Aljazair berhasil lolos ke babak empat besar Piala Afrika 2019. Pada babak perempat final, Aljazair mampu kalahkan favorit juara Pantai Gading lewat adu penalti. Sayangnya kemenangan Aljazair malah membuat kota Paris rusuh.

Seperti dikutip www.old.football5star.com dari dailymail, Sabtu (13/7/2019) kerusuhan pecah tak lama setelah pertandingan berakhir. Para pendukung Aljazair di Prancis yang berkumpul di Champs Elysee, Paris terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Aparat kepolisan bahkan sampai harus menggunakan gas air mata. Hal ini dilakukan karena sejumlah pendukung Aljazair mulai melakukan penjarah ke sejumlah toko.

Aljazair Lolos ke Semifinal Piala Afrika, Kota Paris Rusuh dan Satu Orang Tewas
gettyimages

Bahkan dalam sebuah video amatir kerusuhan di Paris tersebut, seorang pendukung Aljazair terlihat mengancukan gergaji dan berusaha membuka gembok sebuah toko.

Kerusuhan pasca kemenangan Aljazair tak hanya terjadi Paris. Di kota Montpellier, seorang ibu harus mengalami nasib lebih tragis. Ibu tersebut tewas ditabrak oleh seorang pendukung Aljazair berusia 21 tahun.

Menurut pejabat kepolisan setempat, mobil yang ditumpangi oleh pelaku menabrak mobil wanita naas bersama dua orang anaknya tersebut.

Pada semifinal Piala Afrika 2019 yang berlangsung pada Minggu (14/7/2019) malam WIB. Senegal akan berhadapan dengan Tunisia. Sementara itu, Aljazair akan melawan Nigeria pada Senin (15/7/2019) dini hari WIB. Pemenang kedua laga itu akan bertarung pada final yang dilangsungkan pada Jumat (19/7/2019).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pantai Gading Tersingkir, Inilah 4 Semifinalis Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Semifinal Piala Afrika 2019 dipastikan tanpa tim kejutan. Hal itu dikarenakan dua tim kejutan, Benin dan Madagaskar, tersungkur pada perempat final yang berlangsung pada Rabu (10/7/2019) malam WIB hingga Jumat (12/7/2019) dini hari WIB.

Pada partai perempat final yang berlangsung Rabu (10/7/2019) malam WIB, Benin disingkirkan Senegal dengan skor ketat 1-0. Satu-satunya gol Tim Singa-Singa Teranga dilesakkan Idrissa Gueye pada menit ke-69 dengan memanfaatkan umpan dari pemain Liverpool, Sadio Mane.

Tunisia menghentikan sensasi Madagaskar pada perempat final Piala Afrika.
markingthepost.com

Sementara itu, Madagaskar yang menjadi fenomena besar pada Piala Afrika 2019 harus mengakui keunggulan Tunisia pada pertandingan yang berlangsung Jumat (12/7/2019) dini hari WIB. Tim asuhan Nicolas Dupuis dihajar tiga gol tanpa balas. Ketiga gol Tunisia dibuat Ferjani Sassi, Youssef Msakni, dan Naim Sliti.

Pil pahit juga ditelan salah satu tim kuat, Pantai Gading. Wilfried Zaha dkk. harus mengubur mimpi juara karena dihentikan Aljazair dalam big match yang berlangsung Kamis (11/7/2019) malam WIB. Bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit, mereka kalah 3-4 dalam adu penalti.

Satu tempat lain di semifinal diisi oleh Nigeria yang mengalahkan Afrika Selatan pada Kamis (11/7/2019) dini hari WIB. Kepastian lolos diraih tim asuhan Gernot Rohr itu jelang pertandingan usai. William Troost-Ekong menjadi penentu dengan golnya pada menit ke-89.

Pada semifinal Piala Afrika 2019 yang berlangsung pada Minggu (14/7/2019) malam WIB. Senegal akan berhadapan dengan Tunisia. Sementara itu, Aljazair akan melawan Nigeria pada Senin (15/7/2019) dini hari WIB. Pemenang kedua laga itu akan bertarung pada final yang dilangsungkan pada Jumat (19/7/2019).

Hasil Perempat Final Piala Afrika 2019

Senegal 1-0 Benin (Idrissa Gueye 69)
Nigeria 2-1 Afrika Selatan (Samuel Chukwueze 27, William Troost-Ekong 89 - Bongani Zungu 71)
Pantai Gading 1-1 Aljazair (Jonathan Kodjia 62 - Sofiane Feghouli 20)
   Aljazair menang adu penalti 4-3
Madagaskar 0-3 Tunisia (Ferjani Sassi 52, Youssef Msakni 60, Naim Sliti 90)

Jadwal Semifinal Piala Afrika 2019

Minggu (14/7/2019) pukul 23.00 WIB: Senegal vs Tunisia
Senin (15/7/2019) pukul 02.00 WIB: Aljazair vs Nigeria

Pencetak Gol Terbanyak Sementara

3 Gol - Adam Ounas (Aljazair)
3 Gol - Sadio Mane (Senegal)
3 Gol - Odion Ighalo (Nigeria)
3 Gol - Cedric Bakambu (RD Kongo)

Tanpa Mesir dan Ghana, Ini Tim yang Lolos ke 8-Besar Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Piala Afrika 2019 telah menyelesaikan babak 16-besar. Dari komposisi delapan tim yang lolos ke babak perempat final, terdapat beberapa kejutan. Di antaranya kegagalan sang juara bertahan, timnas Mesir, dan dua tim kuat lainnya, yakni Kamerun dan Ghana.

Ambisi timnas Mesir mempertahankan gelar juara Piala Afrika sirna di tangan timnas Afrika Selatan. Pada pertandingan yang digelar pada 7 Juli lalu, Mohamed Salah dkk. kalah 0-1 lewat gol tunggal Thembinkosi Lorch saat pertandingan bersisa lima menit.

Perempat final Piala Afrika 2019 tak diwarnai kiprah timnas Mesir.
albawaba.com

Sementara itu, timnas Kamerun dikandaskan tim kuat lainnya, timnas Nigeria. Dalam laga sengit yang berlangsung pada 6 Juli lalu, timnas Kamerun kalah 2-3. Sempat unggul 2-1 pada babak pertama, dua gol lawan pada menit ke-63 dan 66 membuat langkah tim asuhan Clarence Seedorf terhenti.

Adapun timnas Ghana terjegal oleh timnas Tunisia. Dalam partai yang berlangsung pada Selasa (9/7/2019) dini hari WIB, kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal. The Black Stars akhirnya takluk lewat adu penalti dengan skor 4-5 setelah eksekusi Caleb Akuban gagal menembus gawang Farouk Ben Mustapha.

Tim kuat lainnya yang kandas adalah Maroko. Pada laga 16-besar, tim yang diperkuat Hakim Ziyech itu dikandaskan timnas Benin. Imbang 1-1 selama 120 menit, mereka takluk pada adu penalti dengan skor 1-4.

Di samping kegagalan tiga tim kuat itu, kejutan yang tersaji pada babak 16-besar adalah keberhasilan timnas Madagaskar. Menghadapi Republik Demokratik Kongo, sang tim kejutan Piala Afrika 2019 mampu lolos berkat kemenangan adu penalti 4-2. Hingga perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang 2-2.

Hasil Babak 16-besar Piala Afrika 2019

Maroko 1-1 Benin (Youssef En-Nesyri 75 – Moise Adilehou 53)
Benin menang adu penalti 4-1
Uganda 0-1 Senegal (Sadio Mane 15)
Nigeria 3-2 Kamerun (Odion Ighalo 19, 63, Alex Iwobi 66 – Stephane Bahoken 41, Clinton NJie 44)
Mesir 0-1 Afrika Selatan (Thembinkosi Lorch 85)
Madagaskar 2-2 RD Kongo (Ibrahim Amada 9, Faneva Andriatsima 77 – Cedric Bakambu 21, Chancel Mbemba 90)
Madagaskar menang adu penalti 4-2
Aljazair 3-0 Guinea (Youcef Belaili 24, Riyad Mahrez 57, Adam Ounas 82)
Mali 0-1 Pantai Gading (Wilfried Zaha 76)
Ghana 1-1 Tunisia (Rami Bedoui 90-bd – Yassine Khenissi 73)
Tunisia menang adu penalti 5-4

Jadwal Babak Perempat Final Piala Afrika 2019

Rabu (10/7/2019) pukul 23.00 WIB: Senegal vs Benin
Kamis (11/7/2019) pukul 02.00 WIB: Nigeria vs Afrika Selatan
Kamis (11/7/2019) pukul 23.00 WIB: Pantai Gading vs Aljazair
Jumat (12/7/2019) pukul 02.00 WIB: Madagaskar vs Tunisia

Pencetak Gol Terbanyak Sementara Piala Afrika 2019

3 Gol – Adam Ounas (Aljazair)
3 Gol – Odion Ighalo (Nigeria)
3 Gol – Sadio Mane (Senegal)
3 Gol – Cedric Bakambu (RD Kongo)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tinggalkan Guinea, Keita Kembali ke Liverpool Konsultasi Cedera

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Liverpool yang memperkuat Guinea di Piala Afrika 2019, Naby Keita, terpaksa kembali ke klubnya guna menindaklanjuti pengecekan cedera yang dialami. Cedera pangkal paha yang dialami Keita kembali kambuh sehingga memaksanya meninggalkan rekan setimnya di timnas.

Nany Keita telah absen saat Liverpool menjuarai Liga Champions akibat cedera pangkal paha yang dialami saat melawan Barcelona. Tetapi, skuat asuhan Paul Put masih memanggilnya dan dinobatkan sebagai kapten dalam skuad Guinea di Piala Afrika 2019.

Naas dialami Keita, saat laga perdana di Grup B melawan Madagaskar, gelandang berusia 24 tahun itu cederanya kembali bermasalah.

Naby keita Guinea Piala Afrika 2019 euro sport
eurosport.com

Dan Guinea telah mengonfirmasikan bahwa Naby Keita telah kembali ke Merseyside untuk berkonsultasi dengan dokter klub, meskipun masih terbuka peluang ia akan kembali berkumpul bersama rekannya di Piala Afrika.

“Ya, dia telah pergi untuk konsultasi medis (di Liverpool). Seperti yang Anda ketahui, dia korban dari permainan keras dalam pertandingan melawan Nigeria,” Mamadou Camara, petugas pers Guinea kepada BBC Sport.

Akan tetapi, staf pelatih meminta Keita kembali memperkuat timnas di babak 16 besar. “Dia berkonsultasi dengan staf medis (di Liverpool) dan mereka memintanya untuk kembali selama dua hari. Idenya adalah dia ada di sini untuk bermain di 16 besar tetapi saya tidak berpikir kita bisa mengatakan dia akan 100 persen (kembali),” tambah Mamadou Camara.

Guinea lolos ke babak 16 besar Piala Afrika 2019 sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Naby Keita dan kawan-kawan akan menghadapi tim juara Grup D.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Madagaskar Ciptakan Sejarah di Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Madagaskar resmi melangkahkan kaki ke babak 16 besar Piala Afrika setelah mampu meraih kemenangan atas Nigeria dinihari tadi. Kemenangan tersebut membuat mereka berhasil mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Kemenangan atas Nigeria berhasil mereka dapatkan lewat dua gol yang dilesakkan oleh Lalaina Nomenjanahary dan Carolus Andriamatsinoro. Dua gol tersebut membuat Madagaskar berhasil melangkah ke babak gugur Piala Afrika untuk kali pertama sepanjang sejarah.

Meskipun menelan kekalahan, Nigeria berhak mendapatkan satu tiket untuk berlaga di babak 16 besar. Pasalnya, mereka berhasil finis sebagai runner up grup B dengan raihan enam poin dari tiga partai. Unggul dua angka dari Guinea yang finis di urutan tiga.

Madagaskar - Piala Afrika - Nigeria - @CAF_Online
twitter.com/CAF_Online

“Kami harus menelan kekalahan dari tim yang lebih baik. Kami kalah dari Madagaskar yang merupakan tim pertama yang lolos ke Piala Afrika 2019. Hal itu membuat kami tak merasa malu,” kata pelatih Nigeria, Gernot Rohr dikutip dari Goal.

“Madaskar merupakan tim yang lebih baik dari kami. Kami memulai pertandingan dengan ceroboh dan memberikan mereka kesempatan emas. Selepas itu, kami tak mampu mengimbangi permainan Madagaskar,” imbuh Rohr melanjutkan.

Selain melemparkan pujian kepada Lalaina Nomenjanahary dan kolega, Rohr juga mengakui sebuah kesalahan fatal yang telah ia buar. Menurutnya, para pemain Nigeria bermain terlalu santai karena sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar.

“Saya memutuskan untuk melakukan lima perubahan pemain karena ingin mengistirahatkan beberapa orang jelang babak perempat final. Mereka berhasil memanfaatkan hal tersebut. Ketika sudah lolos, para pemain cenderung untuk bermain aman dan terlalu santai,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelecehan Seks Terpa Timnas Mesir, Ini Reaksi Mohamed Salah

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Sebagai pemain paling berpengaruh di timnas Mesir, Mohamed Salah ikut bereaksi terkait masalah pelecehan seksual yang melibatkan rekannya. Buntut dari masalah tersebut adalah pencoretan Amr Warda dari tim berjulukan The Pharaohs.

Timnas Mesir saat ini tengah berjuang di ajang Piala Afrika 2019. Sebagai tuan rumah, Mohamed Salah dkk menuai hasil positif di dua laga pertama. Yakni, memetik kemenangan di Grup A atas Zimbabwe dan Kongo.

Akan tetapi, setelah partai melawan Kongo, publik Mesir dihebohkan dengan adanya kabar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Amr Warda. Ia mengirimkan pesan berbau pornografi kepada sejumlah wanita, termasuk salah satu model ternama Inggris, Merhan Keller.

rekan mohamed salah-amr warda-mesir
Dailymail.co.uk

Masalah ini pun sempat menjadi viral di Mesir dan menarik perhatian publik. Para pecinta sepak bola di Negeri Firaun pun meminta agar pemain 25 tahun tersebut dicoret dari timnas karena telah mencoreng martabat negara.

Tuntutan itu pun akhirnya dipenuhi oleh federasi dan tim pelatih. Aktivitas tak pantasnya di Instagram membuat namanya dicoret dari tim nasional yang saat ini sedang berjuang di Piala Afrika 2019.

Terkait insiden tersebut, Mohamed Salah pun memberikan pendapatnya. Meski tidak membenarkan apa yang sudah dilakukan Warda, pemain bintang Liverpool ini pun berharap ada kesempatan kedua buat rekannya untuk memperbaiki kesalahan.

“Wanita harus diperlakukan dengan penuh hormat. Sungguh, itu adalah sesuatu yang harus kita jaga,” tulis Salah lewat akun Twitter pribadinya seperti dikutip Football5star.com.

“Saya juga percaya ada banyak orang yang melakukan kesalahan tetapi bisa berubah lebih baik. Tidak boleh langsung dikirim ke pemenggalan, di mana itu merupakan jalan keluar paling mudah.”

“Kita harus percaya pada kesempatan kedua. Kita harus membimbing dan mendidik. Mencoretnya bukan sebuah jawaban.”

https://www.instagram.com/p/BzKeNR9g6JW/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rekan Setim Salah Tersandung Masalah Pelecehan Seksual

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Timnas Mesir tersandung masalah pelecehan seksual yang dibuat salah satu bintang mereka, Amr Warda. Rekan setim Mohamed Salah tersebut dilaporkan mengirim pesan ‘nakal’ pada seorang perempuan di Instagram.

Bahkan tidak hanya satu perempuan saja, tapi juga beberapa perempuan lainnya. Walau begitu, satu sosok yang mengungkapkan pesan berbau pornografi dari Amr Warda adalah model ternama asal Inggris, Merhan Keller.

Merhan Keller membongkar pelecehan seksual yang dilakukan pemain yang memperkuat klub asal Yunani, Atromitos Athen. Bahkan dia juga membagikan beberapa testimoni dari wanita lain yang juga menjadi korban sang pemain di Instagram dan Twitter.

merhan keller
dailymail.co.uk

Masalah ini pun sempat menjadi viral di Mesir dan menarik perhatian publik. Para pecinta sepak bola di Negeri Firaun pun meminta agar pemain 25 tahun tersebut dicoret dari timnas karena telah mencoreng martabat negara.

Tuntutan itu pun akhirnya dipenuhi oleh federasi dan tim pelatih. Aktivitas tak pantasnya di Instagram membuat namanya dicoret dari tim nasional yang saat ini sedang berjuang di Piala Afrika 2019.

Dengan dicoretnya Amr Warda ini praktis mengurangi kekuatan Mesir di Piala Afrika 2019. Apalagi pada pertandingan pertama melawan Zimbabwe ia tampil menawan.

Di sisi lain, dicoretnya pemain 25 tahun itu membuat The Pharaoh hanya mengandalkan Mohamed Salah di posisi sayap. Ia pun diharapkan bisa memberi kontribusi nyata untuk negaranya saat melawan Republik Demokratik Kongo di laga kedua Grup A Piala Afrika.

Sadio Mane Nilai Trofi Piala Afrika Lebih Penting dari Trofi Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang Liverpool, Sadio Mane, mengaku siap melakukan apa pun demi meraih gelar juara Piala Afrika 2019 bersama timnas Senegal. Ia bahkan mengaku akan rela menukarkan medali Liga Champions demi meraih kejayaan di level internasional.

Meskipun memiliki status sebagai salah satu tim terkuat di Afrika, Senegal tak pernah meraih gelar Piala Afrika. Prestasi terbaik mereka di Piala Afrika adalah medali perak yang diraih pada tahun 2002 silam. Hal itulah yang membuat Mane menilai trofi Piala Afrika lebih penting dari trofi Liga Champions.

“Kami harus bisa mendapatkan sesuatu yang luar biasa di kompetisi nanti. Tentu saja kami tampil sebagai salah satu tim favorit. Kami tak bisa membohongi hal itu. Tapi, status tim unggulan tidak cukup buat kami,” kata Sadio Mane kepada France Football.

Sadio Mane - Piala Afrika - Senegal - France 24
france24.fr

“Kami ingin membawa Senegal meraih gelar Piala Afrika untuk kali pertama. Saya bahkan rela menukar medali Liga Champions demi gelar Piala Afrika. Hal itu akan membuat kami mendapatkan sambutan meriah di Dakar. Hal itu merupakan mimpi tergila yang saya miliki,” imbuhnya menambahkan.

Senegal tak dapat diperkuat oleh Mane pada partai pembuka Piala Afrika 2019 melawan Tanzania pada (24/6) lalu. Mane harus absen karena sedang menjalani hukuman skorsing setelah menerima cukup banyak kartu kuning di babak kualifikasi.

Meskipun tak diperkuat oleh sang kapten, pasukan Aliou Cisse berhasil meraih hasil sempurna. Mereka mampu meraih kemenangan dengan skor 2-0 berkat dua gol yang dicetak oleh Keita Balde dan Kreppin Diatta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fokus di Piala Afrika, Kalidou Koulibaly Menggantung Masa Depannya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bek andalan Napoli, Kalidou Koulibaly, mengaku belum tahu akan bermain di mana musim depan karena saat ini sedang fokus bersama timnas Senegal di ajang Piala Afrika 2019. Ia pun mengatakan bahwa urusan masa depannya baru akan ia pikirkan selepas Piala Afrika.

Nama Kalidou Koulibaly memang menjadi burun dari klub-klub besar Eropa dalam satu tahun terakhir. Selain Manchester United, Manchester City, dan Bayern Munich juga disebut berminat kepadanya. Bahkan, media-media Italia melaporkan bahwa sang pemain akan siap kembali bermain bersama Maurizio Sarri di Juventus.

“Saya tak tahu apakah saya masih akan bermain di Napoli pada musim 2019-20 nanti. Tapi, saya saat ini harus bermain di Piala Afrika sebelum kembali ke Napoli,” kata Kalidou Koulibaly dikutip dari Goal.

Senegal - Kalidou Koulibaly - Napoli - Piala Afrika - Daily Advent
Daily Advent

“Semua orang membicarakan mengenai masa depan saya. Tapi, saya hanya akan membicarakan mengenai Senegal. Saat ini, target saya adalah meraih gelar Piala Afrika bersama Senegal,” imbuh pria 28 tahun itu menambahkan.

Dinihari tadi, Koulibaly dan Senegal berhasil mengawali kiprahnya di Piala Afrika 2019 dengan gemilang setelah meraih kemenangan atas Tanzania. Kemenangan tersebut mereka dapatkan berkat dua gol yang dicetak oleh Keita Balde di menit ke-28, dan Kreppin Diatta pada menit ke-64.

Selepas kemenangan atas Tanzania, pasukan Aliou Cisse akan langsung mempersiapkan diri jelang partai melawan tim tangguh, Aljazair, pada Kamis (27/6) mendatang. Partai tersebut akan digelar di Stadion 30 Juni, Kairo, Mesir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]