Raih Sextuple, Bayern Munich Ditantang Pep Guardiola

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah tantangan didapatkan Bayern Munich setelah meraih sextruple dengan menjuarai Piala Dunia Antarklub 2020, Jumat (12/2/2021) dini hari WIB. Tak main-main, tantangan itu datang dari Pep Guardiola, manajer Manchester City.

Tantangan itu dilontarkan Guardiola saat menyampaikan selamat atas kesuksesan Bayern. Sebagai eks pelatih Die Roten, dia ikut bangga. Namun, sebagai mantan pelatih Barcelona, dia sepertinya agak terusik karena rekornya kini disamai Hansi Flick.

“Hai semuanya. Selamat kepada seluruh keluarga Bayern atas kesuksesan luar biasa ini. Menjadi juara Piala Dunia Antarklub, memenangi enam gelar, kami sangat bangga. Saya sangat bangga,” urai Pep Guardiola seperti dikutip Football5Star.com dari video yang diunggah akun Twitter resmi Die Roten.

Secara khusus, Guardiola menyampaikan selamat kepada koleganya, Hansi Flick. “Selamat kepada semuanya, terutama Hansi (Flick), para pemain, dan staf kepelatihan atas hal luar biasa ini,” kata dia.

Guardiola Ingin Barcelona vs Bayern

Setelah itu, Guardiola melontarkan tantangan menarik. Dia mengajak Bayern asuhan Flick adu jago dengan skuat Barcelona asuhannya yang meraih sextuple pada 2008-09.

“Namun, saya ingin mengatakan kepada Hansi, Anda adalah tim kedua yang memenangi enam gelar beruntun. Sebelumnya ada tim lain, yakni Barcelona. Jadi, mungkin saya bisa mengontak (Lionel) Messi dkk. dan kita dapat bermain untuk memperebutkan gelar ketujuh. Katakan kepada saya kapan dan di mana. Kami akan siap,” ujar Guardiola.

Pep Guardiola membawa Barcelona meraih sextuple musim 2008-09.
cnn.com

Tentu saja itu hanya gurauan. Pasalnya, sebagian besar pilar Barcelona saat meraih enam gelar pada 2008-09 sudah pensiun. Sebut saja kiper Victor Valdes, kapten Carles Puyol, gelandang Xavi Hernandez, dan striker Thierry Henry serta Samuel Eto’o.

Di samping itu, para pemain asuhan Guardiola kala itu yang masih aktif pun kini tersebar di berbagagai belahan dunia. Dani Alves di Brasil, Andres Iniesta di Jepang, Thiago Alcantara di Inggris, dan Pedro Rodriguez sekarang mengadu nasib di Italia. Tentu bukan perkara mudah mengumpulkan mereka.

Terlepas dari gurauan itu, Pep Guardiola dan Barcelona menunjukkan respek luar biasa kepada Bayern Munich atas raihan sextuple kali ini. Selain Guardiola, Puyol juga mengucapkan selamat. “Selamat, Bayern. Selamat datang di klub 6 gelar (sextuple),” kata dia dalam unggahan di akun Twitter-nya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

5 Fakta Menarik Bayern Munich Juara Piala Dunia Antarklub 2020

gamespool

Footba5Star.com, Indonesia – Bayern Munich menahbiskan diri sebagai juara Piala Dunia Antarklub 2020. Die Roten merengkuh trofi setelah menang 1-0 pada laga final melawan Tigres UANL, Jumat (12/2/2021) dini hari WIB. Satu-satunya gol pada laga itu dicetak Benjamin Pavard.

Ada beberapa fakta dan catatan menarik terkait kesuksesan Bayern menjuarai Piala Dunia Antarklub 2020 di Doha, Qatar. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta di antaranya.

Peraih Sextuple Kedua

Kesuksesan meraih trofi Piala Dunia Antarklub dengan mengalahkan Tigres jadi pelengkap kegemilangan Bayern Munich sepanjang 2019-20. Mereka menyapu bersih enam gelar. Sebelumnya, Die Roten juara Bundesliga, DFB Pokal, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Super Jerman.

Bayern jadi klub kedua yang mampu meraih sextuple alias enam gelar dalam semusim. Mereka menyamai prestasi Barcelona pada 2008-09. Ketika itu, El Barca yang diasuh Pep Guardiola menjuarai LaLiga, Copa del Rey, Liga Champions, Pial Super Eropa, Supercopa de Espana, dan Piala Dunia Antarklub.

Kemiripan Jejak Flick dan Guardiola

Sextuple yang diraih Bayern Munich jadi catatan istimewa bagi Hansi Flick. Dia menjadi pelatih kedua yang mampu meraih prestasi itu setelah Pep Guardiola. Menariknya, mereka sama-sama melakukannya pada musim debut di level tertinggi.

Guardiola membawa Barcelona merebut sextuple pada musim pertamanya, yakni 2008-09. Musim itu, dia dipromosikan dari Barcelona B untuk menggantikan Frank Rijkaard. Adapun Hansi Flick naik dari posisi asisten pelatih setelah Niko Kovac dipecat Bayern pada awal November 2019.

Bayern Lanjutkan Dominasi Eropa

Kemenangan Bayern Munich atas Tigres UANL pada final Piala Dunia Antarklub 2020 kian menegaskan dominasi wakil Eropa pada ajang ini. Sejak 2013, para juara Liga Champions selalu mampu menjadi juara pada ajang antarbenua ini. Dalam 8 tahun terakhir, Bayern, Real Madrid, Barcelona, dan Liverpool bergantian jadi yang terbaik.

Wakil Eropa terakhir yang gagal menjuarai Piala Dunia Antarklub adalah Chelsea pada 2012. Datang sebagai juara Liga Champions, The Blues takluk 0-1 dari juara Piala Libertadores, Corinthians. Gol tunggal pada laga itu dicetak oleh Jose Paolo Guerrero.

Tradisi Bek Cetak Gol

Benjamin Pavard meneruskan tradisi bek Bayern Munich mencetak gol di final Piala Interkontinental.
Getty Images

Ada catatan menarik terkait keberhasilan Benjamin Pavard mencetak gol pada final Piala Dunia Antarklub 2020. Dia melanjutkan tradisi unik Bayern Munich pada ajang interkontinental sejak milenium baru. Dalam tiga kesempatan juara, selalu ada bek yang mencetak gol bagi Die Roten pada laga final.

Pada 2001, Bayern juara Piala Interkontinental dengan mengalahkan Boca Juniors 1-0. Gol tunggal kala itu dicetak bek tengah Samuel Osei Kuffour. Berselanng 12 tahun kemudian, Die Roten juara Piala Dunia Antarklub dengan mengalahkan Raja Casablanca 2-0. Gol pembuka kemenangan saat itu dijaringkan bek tengah asal Brasil, Dante.

Bayern Samai Koleksi AC Milan

Kesuksesan menekuk Tigres UANL membuat Bayern Munich jadi salah satu klub tersukses pada ajang interkontinental. Ini adalah gelar keempat bagi Die Roten. Rinciannya, dua kali juara Piala Interkontinental (1976, 2001) dan dua kali juara Piala Dunia Antarklub (2013, 2020).

Die Roten menyamai koleksi AC Milan yang juara tiga kali juara Piala Interkontinental (1969, 1989, 1990) dan sekali juara Piala Dunia Antarklub (2007). Kedua klub itu hanya kalah dari Real Madrid dengan 7 gelar, yakni 3 kali juara Piala Interkontinental dan 4 kali juara Piala Dunia Antarklub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ketulusan Cinta Tergambar dari Penonton Piala Dunia Antarklub 2020

gamespool
Ketulusan Cinta Tergambar dari Penonton Piala Dunia Antarklub 2020 10

Football5star.com, Indonesia – Piala Dunia Antarklub 2020 telah berhasil dimenangkan Bayern Munich. Ini jadi gelar kedua bagi klub asal Jerman tersebut. Di luar kebahagian Munich meraih gelar keduanya tersebut, kompetisi ini juga menampilkan gambaran indah pasangan suami istri penonton Piala Dunia Antarklub 2020.

Ikrami Ahmad adalah salah satu pendukung setia klub asal Mesir, Al Ahly SC. Ia mengaku sudah sejak kecil mengidolai klub yang menjadi juara ketiga di Piala Dunia Antarklub 2020. Pada laga melawan klub Qatar, Al Duhail, Ahmad datang ke Education City Stadium bersama sang istri.

Ketulusan Cinta Tergambar di Penonton Laga Piala Dunia Antatklub 2020
fifa.com

Meski Ahmad sejak lahir mengalami disabilitas visual, hal itu tak menghalanginya untuk memberikan dukungan kepada Al Ahly SC. Sebagai seorang tunanetra, Ahmad mengaku memiliki rasa kepuasaan sendiri menjadi seorang supoter.

“Kebanyakan orang kagum mendengar bahwa seorang penggemar tunanetra dapat menikmati sepak bola. Tetapi yang tidak mereka ketahui, kami bisa membuat permainan menjadi hidup dalam imajinasi kami. Anda dapat memungkinkan menikmati permainan yang orang lain tak dapat melihat,” kata Ahmad seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi FIFA, Jumat (12/2/2021).

Yang bikin terenyuh adalah kesetiaan sang istri, Eman mendampingi suaminya untuk menjadi seorang penonton sepak bola. Meski tidak terlalu suka pada sepak bola, Eman selalu mendampingi sang suami ke stadion, tempat Al Ahly bertanding.

“Meskipun Eman mungkin bukan penggemar sepak bola, dia tinggal bersama saya setiap hari dan karena itu tahu persis bagaimana menggambar pertandingan di stadion kepada saya,”

“Kata-katanya melukiskan gambaran di benak saya tentang permainan sepak bola yang indah,” ucap ayah dua anak itu.

Ahmad mengaku bahwa dirinya sangat senang berada di dalam stadion. Bisa merasakan kegembiraan, kesenangan dan kesedihan saat klub yang didukungnya bertanding.

“Berada di antara para penggemar, merasakan kegembiraan mereka, reaksi, dan kesedihan mereka, cara mereka berteriak karena frustasi membantu saya mengetahui apa yang terjadi di lapagan,” kata Ahmad.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Bayern Munich vs Tigres UANL: Gelar Keenam Hansi Flick

gamespool
Hasil Bayern Munich vs Tigres UANL: Gelar Keenam Hansi Flick 14

Football5star.com, Indonesia – Final Piala Dunia Antarklub 2020 antara Bayern Munich vs Tigres UANL di Education City Stadium, Qatar, Jumat (12/2/2021) berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan juara Eropa. Gol tunggal kemenangan Bayern Munich dicetak oleh Benjamin Pavard.

Pada babak pertama, pertandingan berjalan cukup sengit. Wakil CONCACAF, Tigres cukup mampu mengimbangi permainan Bayern Munich. Sejumlah peluang kemudian mampu diciptakan oleh skuat Bayern seperti dari kerjasama David Alaba dan Kingsley Coman.

https://twitter.com/diariodevideos/status/1359946252327206915

Bayern bahkan sempat mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-19 lewat Joshua Kimmich. Sayang, wasit menganulir gol tersebut setelah melihat tayangan VAR. Tigres kemudian mencoba untuk membongkar pertahanan Bayern dengan mengandalkan Andre-Pierre Gignac.

Namun hingga akhir babak pertama, tak ada gol yang mampu diciptakan kedua tim. Di babak kedua, Bayern masih mampu menguasai jalannya pertandingan. Bayern akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-79.

Bayern Munich vs Tigres UANL
fifa.com

Berawal dari sundulan Robert Lewandowski yang mampu dihalau Nahuel Guzman, namun bola muntah mampu dicocor Pavard ke gawang Tigres yang kosong. 1-0 Bayern Munich memimpin.

Tertinggal satu gol, Tigres UANL berupaya untuk bisa menyamakan kedudukan. Namun hingga menit akhir pertandingan skor tak berubah. Bayern pun meraih gelar kedua Piala Dunia Antarklub. Sebelumnya mereka meraih gelar ini pada 2013.

Gelar Piala Dunia Antarklub 2020 juga menjadi gelar keenam Hansi Flick dalam rentang waktu 2019 hingga 2021. Sebelumnya ia mempersembahkan Bundesliga: 2019–20, DFB-Pokal: 2019–20, DFL-Supercup: 2020, Champions League: 2019–20, dan UEFA Super Cup: 2020.

Susunan pemian Bayern Munich vs Tigres UANL:

Bayern Munich (4-2-3-1): Manuel Neuer; Benjamin Pavard, Niklas Sule, Lucas Hernandez, Alphonso Davies; Joshua Kimmich, David Alaba; Leroy Sane, Serge Gnabry, Kingsley Coman; Robert Lewandowski.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Hansi Flick

Tigres (4-4-2): Nahuel Guzman; Luis Rodriguez, Diego Reyes, Carlos Salcedo, Jesus Duenas; Javier Aquino, Rafael Carioca, Guido Pizarro, Luis Quinones; Andre-Pierre Gignac, Carlos Gonzalez.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Ricardo Ferretti

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Al Ahly vs Palmeiras: Felipe Melo Buat Timnya Catatkan Rekor Memalukan

gamespool
Al Ahly vs Palmeiras: Felipe Melo Buat Timnya Catatkan Rekor Memalukan 17

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada babak perebutan juara tiga Piala Dunia Antarklub yang mempertemukan Al Ahly vs Palmeiras. Al Ahly menang adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 0-0 pada waktu normal dengan kapten Palmeiras, Felipe Melo gagal mengeksekusi penalti terakhir. Kekalahan ini membuat Palmeiras menjadi klub Amerika Selatan (zona CONMEBOL) pertama yang gagal finis di 3 besar sepanjang sejarah Piala Dunia Antarklub.

Al Ahly hampir mencetak gol pada menit ke-26, Felipe Melo melakukan blunder dan bola direbut oleh Amr Al Sunaya, tapi tendangannya melebar dari gawang Weverton.

Palmeiras baru dapat kesempatan pada menit ke-32 lewat tendangan jarak jauh Rony, tapi melebar dari sasaran.

Kesempatan terbaik pertandingan datang pada menit ke-39 lewat Palmeiras. Matias Vina memberi umpan lambung yang disundul oleh Luiz Adriano, tapi sundulannya bisa ditepis Mohamed El Shenawy.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Kedua tim kesulitan mengembangkan permainan pada babak kedua. Tapi pada menit ke-66, Al Ahly mencetak gol lewat pemain pengganti, Junior Ajayi, tapi sayang dia berada pada posisi offside.

Palmeiras dapat kesempatan pada menit ke-80 lewat Patrick Carreiro, tapi tendangan kanannya melebar ke kiri gawang Mohamed El Shenawy.

Laga Al Ahly vs Palmeiras berakhir dengan skor 0-0. Pertandingan langsung dilanjutkan dengan babak adu penalti. Sorotan tentu saja akan berada di kedua kiper, apalagi baik Mohamed El Shenawy dan Weverton merupakan kiper timnas negaranya masing-masing, Mesir dan Brasil.

Penendang pertama Palmeiras, Rony, gagal setelah tendangan penaltinya ditangkap oleh El Shenawy. Tapi, penendang kedua Al Ahly, Al Sulaya juga gagal setelah Weverton berhasil menepis tendangan.

Adu penalti semakin menegangkan setelah penendang kedua, Palmeiras, mantan pemain AC Milan, Luiz Adriano gagal, setelah tendangannya melebar. Tapi, penendang ketiga Al Ahly juga gagal setelah tendangannya membentur tiang gawang.

Palmeiras menyamakan kedudukan 1-1 setelah penendang ketiga, Gustavo Scarpa berhasil mencetak gol. Penendang keempat kedua tim, Mohamed Hany dan Gustavo Gomez sukses, 2-2.

Penendang kelima Al Ahly, Junior Ajayi, berhasil mencetak gol. Dan El Shanawy berhasil menepis tendangan penendang kelima Palmeiras, sang kapten Felipe Melo. Skor berakhir dengan kemenangan Al Ahly 3-2.

Susunan Pemain Al Ahly vs Palmeiras:

Al Ahly (4-2-3-1): 1-Mohamed El Shenawy; 30-Mohamed Hany, 13- Badr Banoune, 12-Ayman Ashraf, 6-Yasser Ibrahim; 8-Hamdi Fathi, 17-Amr Al Sulaya; 25-Akram Tawfik (15-Aliou Dieng), 19-Mohamed Kafsha (10-Mohamed Sherif), 27-Taher Mohamed (9-Marwan Mohsen); 26-Walter Bwalya (28-Junior AjayI).

Pelatih: Pitso Mosimane.

Palmeiras (4-2-3-1): 1-Weverton; 12-Mayke, 13-Luan Garcia, 15-Gustavo Gomez, 17-Matias Vina; 30-Felipe Melo, 5-Patrick Carreiro (14-Gustavo Scarpa); 29-Willian (25-Gabriel Menino), 23-Raphael Veiga (28-Danilo), 11-Roni; 10-Luiz Adriano.

Pelatih: Moreira Ferreira.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang Final Piala Dunia Antarklub, Thomas Mueller Positif Covid-19

gamespool
Jelang Final Piala Dunia Antarklub, Thomas Mueller Positif Covid-19 21

Football5Star.com, Indonesia – Ada kabar buruk untuk Bayern Munich menjelang final Piala Dunia Antarklub melawan Tigres, (12/2/21). Pemain andalan mereka, Thomas Mueller dilaporkan positif Covid-19.

Bayern Munich dan FIFA sudah mengkonfirmasi bahwa pemain asal Jerman itu positif Covid-19. Sky Sports Germany dan Bild menyebut bahwa Mueller dinyatakan positif Covid-19 pada tes setelah sesi latihan kemarin Rabu. Dengan begitu, Mueller dipastikan tak akan bermain di final Piala Dunia Antarklub melawan Tigres.

Thomas Mueller ingin seperti Horst Hrubesch dengan mencetak lebih banyak gol dari sundulannya.
@FCBayern

Tentu ini menjadi pukulan telak bagi Bayern mengingat mereka jelas mengincar sixtuple pada laga nanti. Apalagi mereka juga sudah dipastikan tak memainkan beberapa pemain inti lainnya. Selain Thomas Mueller, sebelumnya Leon Goretzka dan Javi Martinez sudah dinyatakan positif Covid-19 sebelum terbang ke Qatar. Jerome Boateng sudah pulang ke Jerman karena alasan personal.

Bayern sendiri lolos ke babak final setelah mengalahkan Al Ahly 2-0, (9/2/21) lewat dua gol dari Robert Lewandowski. Kini mereka mengincar gelar Piala Dunia Antarklub keduanya, mereka pertama kali juara kompetisi ini pada 2013.

Bukan hanya itu, Bayern juga bisa mendapatkan sixtuple, yaitu memenangkan 6 gelar dalam satu tahun. Walaupun kompetisi ini diadakan pada 2021, nama kompetisi tetap Piala Dunia Antarklub 2020 karena memang sebenarnya kompetisi ini diadakan pada akhir tahun 2020 tapi harus diundur karena adanya pandemi Covid-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mantan Pacar Meninggal, Jerome Boateng Absen Lawan Tigres

gamespool
Mantan Pacar Meninggal, Jerome Boateng Absen Lawan Tigres 25

Football5star.com, Indonesia – Bayern Munich dipastikan tak akan menurunkan Jerome Boateng pada partai final Piala Dunia Antarklub melawan Tigres UANL, Jumat (12/2) mendatang. Boateng dipastikan absen karena ia pulang ke Jerman.

Boateng pergi dari Qatar karena mantan kekasihnya, Kasia Lenhardt, meninggal dunia pada Rabu (10/2). Model berpaspor Polandia itu dikabarkan ditemukan tak bernyawa di apartemennya.

“Berita dari Berlin tentu sangat melukai seluruh elemen Bayern Munich. Jerome Boateng sudah meminta izin untuk kembali ke Jerman. Jadi, dia tak akan bermain di pertandingan final Piala Dunia Antarklub,” ujar Hansi Flick pada sesi jumpa pers, Rabu (10/2) malam WIB.

Piala Dunia Antarklub - Jerome Boateng - Bayern - @imiasanmia
twitter.com/imiasanmia

Lenhardt dan Boateng sempat berpacaran selama kurang lebih satu tahun. Akan tetapi, hubungan keduanya tidak berjalan mulus. Berbagai isu miring terus menyerang Boateng dan Lenhardt.

Hubungan Boateng dan Lenhardt akhirnya bubar pada 2 Februari lalu. Boateng memastikan berakhirnya hubungannya dengan Lenhardt melalui laman Instagram pribadinya.

“Seperti yang dilaporkan berbagai media, saya sudah mengakhiri hubungan dengan Kasia Lenhardt. Mulai hari ini, kami sudah berpisah. Hal ini tentu sangat saya sesali. Tapi, keputusan ini merupakan yang terbaik buat saya dan keluarga,” tulis Boateng.

Boateng sendiri tak menyebut penyebab berakhirnya hubungannya dengan Lenhardt. Akan tetapi, media-media Jerman melaporkan bahwa Lenhardt sudah memeras Boateng. Lenhardt juga mengatakan bahwa Boateng bukanlah sosok dengan kepribadian baik dan gemar berbohong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tigres Miliki Andre-Pierre Gignac, Bayern Munich Harus Siaga 1

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Final Piala Dunia Antarklub kali ini akan mempertemukan Bayern Munich vs Tigres, Jumat (12/2/2021) diniihari WIB. Laga ini akan jadi pembuktian untuk bomber klub asal Meksiko, Andre-Pierre Gignac.

Sepanjang turnamen Andre-Pierre Gignac sudah mengoleksi tiga gol. Catatan ini membuatnya jadi top skorer sementara. Ia unggul satu gol dari bomber andalan Die Roten, Robert Lewandowski.

Apa yang dicapai bomber asal Prancis membuat legenda Brasil, Kaka, terkesima. Dan menurutnya keberadaan sang bomber patut diwaspadai Bayern Munich.

Kaka memprediksi Piatek dan Paqueta cetak gol kemenangan AC Milan atas Inter Milan.
sport.aktuality.sk

“Gignac adalah pemain yang luar biasa dan permainan Tigres sesuai dengan ritmenya. Dia mencetak gol dan memberikan assist dan dia bertanggung jawab untuk memimpin tim saat melakukan serangan. Lawan harus benar-benar harus waspada menghadapinya,” kata Kaka seperti dilansir Diario AS, Rabu (10/2/2021).

Tidak hanya soal eks pemain Marseille, Kaka juga menilai Tigres sebagai klub tangguh. Apalagi selama Piala Dunia Antarklub berlangsung mereka menang dengan mudah.

“Bagi saya mereka dilatih dengan sangat baik, dengan rencana permainan dan strategi yang terdefenisi dengan baik. Sangat penting untuk memiliki rencana permainan yang hebat jika Anda memainkan tim pada level ini,” ia menambahkan.

Di sisi lain, laga yang akan berlangsung di stadion Education City akan jadi pertemuan pertama kedua klub. Dan bagi Tigres, mereka jadi wakil CONCACAF pertama yang menembus final Piala Dunia Antarklub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Piala Dunia Antarklub Jadi Ujian Bagi Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022

gamespool
Piala Dunia Antarklub Jadi Ujian Bagi Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 32

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Piala Dunia Antarklub 2020 yang sedianya berlangsung Desember tahun lalu, harus mundur di Februari 2021 akibat pandemi Covid-19. Qatar menjadi tuan rumah kompetisi yang mempertemukan klub juara dari federasi dari seluruh dunia.

Menurut mantan pemain Inter Milan yang juga duta besar untuk Piala Dunia 2022, Samuel Eto’o. Event Piala Dunia Antarklub 2021 jadi tantangan tersendiri untuk Qatar yang juga berstatus tuan rumah Piala Dunia 2022.

Al Ahly vs Bayern Munich

“Turnamen ini sangat penting bagi Qatar dalam perjalananya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Event ini menawarkan kesempatan untuk benar-benar mencoba berbagai hal dan menyempurnakan tugas mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022,” kata Eto’o seperti dikutip Football5star.com dari Diario AS, Selasa (9/2/2021).

“Event ini juga akan menguji stadion yang nantinya bakal jadi tempat untuk Piala Dunia. Juga untuk mengevaluasi semua detail Qatar sebagai tuan rumah,” tambahnya.

‘Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Saya yakin penggemar sepak bola lokal Qatar akan menciptakan suasana hebat sebagai tuan rumah,”

Soal siapa favorit Eto’o untuk menjadi juara Piala Dunia Antarklub 2020, pemain asal Kamerun itu menyebut Bayern Munich sebagai wakil Eropa.

“Saya pikir juara Eropa, Bayern Munich akan cukup beruntung untuk memenangka gelar dan mereka datang ke turnamen ini dengan penuh percaya diri,”

Bayern Munich sendiri melenggang ke partai final. Di babak semifinal, anak asuh Hansi Flick itu mengalahkan juara Afrika, Al Ahly dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Bayern dicetak oleh Robert Lewandowski.

Kemenangan ini membuat Bayern melaju ke final Piala Dunia Antarklub 2020 menantang wakil CONCACAF, Tigres UANL. Partai final Piala Dunia Antarklub bakal berlangsung, Jumat, 12 Februari 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Al Ahly vs Bayern Munich: Die Roten ke Final Piala Dunia Antarklub

gamespool
Al Ahly vs Bayern Munich: Die Roten ke Final Piala Dunia Antarklub 36

Football5star.com, Indonesia – Babak semifinal Piala Dunia Antarklub 2020 antara Al Ahly vs Bayern Munich yang berlangsung di Ahmed bin Ali Stadium, Selasa (9/2/2021) berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Die Roten. Dua gol Bayern diborong oleh Robert Lewandowski.

Pada babak pertama, Bayern langsung menggempur pertahanan tim asal Mesir tersebut. Alphonso Davies mendapatkan peluang di menit 15. Menyisir dari sisi kiri, tendangannya masih bisa dibaca kiper Al Ahly, Mohamed El Shenawy.

Al Ahly vs Bayern Munich2

Dua menit kemudian, umpan terukur dari Serge Gnarby sukses dikonversi menjadi gol oleh Robert Lewandowski. 1-0 Bayern memimpin. Meski sudah unggul, Bayern tetap unggul dalam penguasaan bola. Peluang kembali hadir di menit 27. Tendangan Marc Roca masih lengket di tangkapan El Shenawy.

Memasuki menit 39, Bayern kembali menebar ancaman. Lewandowski gagal menyambar bola di kotak penalti. Bola liar disambut tendangan Alphonso Davies yang masih melebar. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Di babak kedua, Al Ahly yang tak memiliki kualitas pemain seperti Bayern praktis hanya mampu bermain bertahan dan sesekali mengandalkan skema serangan balik. Namun sejumlah upaya dari anak asuh Pitso Mosimane tak mampu membobol gawang Manuel Neuer.

Justru Bayern yang menambah keunggulan mereka pada menit ke-85 lewat aksi Lewandowksi memanfaatkan umpa dari Leroy Sane.

Hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan, skor 2-0 bertahan. Kemenangan ini membuat Bayern melaju ke final Piala Dunia Antarklub 2020 menantang wakil CONCACAF, Tigres UANL. Partai final Piala Dunia Antarklub 2020 bakal berlangsung, Jumat, 12 Februari 2021.

Susunan pemain Al Ahly vs Bayern Munich:

Al Ahly: Mohamed El Shenawi, Mohamed Hany, Badr Banoune, Ayman Ashraf, Ali Maaloul, Hamdi Fathi, Amro El Soulia, Hussein El Shahart, Afsha, Taher Mohamed, Mahmoud Kahraba.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Pitso Mosimane

Bayern Munich: Manuel Neuer, Benjamin Pavard, Jerome Boateng, David Alaba, Alphonso Davies, Joshua Kimmich, Marc Roca, Serge Gnabry, Thomas Mueller, Kingsley Coman, Robert Lewandowski.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Hansi Flick

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bayern Munich dan Jejak Klub Bundesliga di Piala Dunia Antarklub

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bayern Munich akan mengawali petualangannya di Piala Dunia Antarklub pada Selasa (9/2/2021) dinihari WIB. Mereka sudah ditunggu wakil Mesir, Al Ahly, di babak semifinal.

Persiapan Bayern Munich kali ini terbilang mepet. Penerbangan mereka ke Qatar sempat tertunda. Tak pelak pasukan Hansi Flick baru tiba di Qatar pada hari Minggu.

Kendati demikian, Bayern tetap diyakini akan melenggang ke final. Pasalnya lawan yang dihadapi adalah Al Ahly, klub yang di atas kertas bisa mereka kalahkan.

dortmund tphoto
@tphoto

Selain itu, Die Roten juga punya torehan apik selama mengikuti ajang Piala Dunia Antarklub, atau yang dulu lebih dikenal dengan sebutan Piala Intercontinental. Selama turut serta sebagai wakil Eropa, mereka selalu keluar sebagai kampiun.

Jawara enam kali Liga Champions ini terakhir kali jadi klub terbaik di dunia pada 2013 lalu. Usai mengalahkan Guangzhou Evergrande di semifinal dengan skor 3-0, Franck Ribery dkk menuntaskan perlawanan Raja Casablanca di final.

Ketika turnamen masih bernama Piala Intercontinental, Bayern Munich dua kali naik podium. Pertama mereka rasakan 1976 silam saat menang atas wakil Brasil, Cruzeiro. Torehan serupa kembali dibuat pada 2001 dengan mengalahkan Boca Juniors.

Bayern bukan satu-satunya klub Bundesliga yang tampil di Piala Intercontinental. Klub lain yang pernah merasakan turnamen yang mempertemukan jawara Liga Champions dan Copa Libertadores itu adalah Borussia Dortmund (1997), Borussia Moenchengladbach (1977), serta Hamburg SV 1983.

Akan tetapi hanya Dortmund yang mampu mengunci gelar. Sedangkan Hamburg dan Gladbach harus mengakui keunggulan Gremio dan Boca Juniors.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pernah Hampir Mati, Wasit Wanita Ini Pimpin Laga Piala Dunia Antarklub

gamespool
Pernah Hampir Mati, Wasit Wanita Ini Pimpin Laga Piala Dunia Antarklub 43

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Piala Dunia Antarklub 2020 sudah memasuki babak semifinal dan perebutan tempat kelima. Di babak perebutan tempat kelima, dua wakil Asia saling berhadapan. Al Duhail dari Qatar melawan wakil Korea Selatan, Ulsan Hyundai, Minggu (7/2/2021).

Pertandingan yang berlangsung di Ahmed bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar tersebut dipimpin oleh wasit wanita asal Brasil bernama Edina Alves Batista. Selain itu, dua hakim garis yang bertugas juga wanita, mereka adalah Neuza Back dan Mariana De Almeida.

Pernah Hampir Mati, Wasit Wanita Ini Pimpin Laga Piala Dunia Antarklub
fifa.com

Seperti dikutip dari laman resmi FIFA, ini kali pertama tiga wasit wanita memimpin pertandingan di turnamen sepak bola pria tingkat senior. Mampu menjadi pengadil di laga sekaliber Piala Dunia Antarklub jadi prestasi tersendiri bagi Edina.

Sebelum menjadi seorang wasit FIFA, Edina ternyata pernah berprofesi sebagai buruh kasar di Brasil. Setiap harinya, ia bekerja dari pukul 5 pagi untuk mengisi karung dengan tanah liat.

“Kami memang baru masuk bekerja pukul 6:30 pagi, tetapi jika kami ingn mendapat tambahan uang, bos kami membiarkan kami bekerja lebih awal,” kata Edina.

“Ini jenis pekerjaan dengan upah yang sangat rendah. Karenanya Anda harus bekerja mengisi banyak karung dengan tanah. Saat itu, aku melakukan apapun untuk mendapatkan uang,” kenang Edina.

Selain menjadi buruh kasar, Edina aktif di futsal dan sepak bola. Ia bahkan cukup sering bertanding futsal mewakili daerah tempat tinggalnya untuk mengikuti kompetisi.

Kehidupannya berubah pada 2007. Ia mendapat kesempatan dari federasi sepak bola Brasil untuk menjadi seorang wasit. Jalan Edina untuk menjadi wasit wanita sangat berat, bahkan ia hampir mati karena mengalami kecelakaan.

“Saat itu saya dipanggil ke CBF. Mau tak mau saya harus menempuh perjalanan dengan mobil sejauh 500 km. Saya mengalami kecelakaan. Saya hampir mati. Saya harus menjalami perawatan intesif selama 4 hari,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bayern Munich Incar Gelar Kedua di Piala Dunia Antarklub

gamespool
Bayern Munich Incar Gelar Kedua di Piala Dunia Antarklub 47

Football5star.com, Indonesia – Juara Liga Champions 2019-20, Bayern Munich akan menghadapi wakil Mesir, Al Ahly yang berstatus juara Liga Champions Afrika di babak semifinal Piala Dunia Antarklub, Selasa (9/2/2021).

Bagi striker Bayern Munich, Robert Lewandowski, Piala Dunia Antarklub 2020 sangat istimewa bagi ia dan rekan-rekannya. Lewandowksi pun yakin Bayern mampu mengulang prestasi di 2013.

Bayern - Doha - Qatar - GazzetteXtra

“Kompetisi ini sangat istimewa bagi kami, tidak hanya untuk saya. Ini adalah kompetisi yang mempertemykan tim terbaik Eropa melawan tim terbaik dari benua lain. Bagi kami, itu akan menjadi tantangan baru. Kami ingin memenangkan gelar ini, itu pasti,” kata Lewandowski seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi FIFA, Senin (8/2).

“Ini bukan hal baru bagi kami. Kami memainkan banyak pertandingan di tim nasional kami melawan tim dari seluruh dunia. Ini akan menjadi istimewa, tetapi kami siap untuk itu. Kami telah memenangkan semua gelar di 2020, ini gelar terakhir yang bisa kami menangkan,” tambahnya.

Keyakinan sama juga diungkap oleh rekan Lewandowski, Thomas Mueller.

“Turnamen ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengakhiri kesukesan besar yang kami peroleh setelah meraih kemenangan Liga Champions di musim panas lalu. Kami ingin meraih gelar Piala Dunia Antarklub. Kami sangat berambisi untuk mendapat gelar itu,” kata Thomas Mueller

“Turnamen ini mempertemukan tim-tim terbiak dari masing-masing federasi. Sebagai tim Eropa, kami tentu difavoritkan. Kami ingin menggarisbawahi itu dan wajib memenangkan trofi juara. Yang pasti ini jadi tantangan bagi kami,”

Pada 2013, Bayern Munich sukses meraih gelar pertama di Piala Dunia Antarklub. Melawan wakil Afrika, Raja Casablanca di Stade de Marrakech, Marrakesh, Bayern menang 2-0. Dua gol kemenangan Bayern saat itu dicetak oleh Dante dan Thiago Alcantara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Palmeiras vs Tigres: Klub Meksiko Bakal Tantang Bayern Munich?

gamespool
Palmeiras vs Tigres: Klub Meksiko Bakal Tantang Bayern Munich? 51

Football5star.com, Indonesia – Babak semifinal Piala Antarklub 2020 antara Palmeiras vs Tigres di Education City Stadium, Qatar, Senin (8/2/2021) berhasil dimenangkan wakil CONCACAF, Tigres UANL dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan Tigres dicetak oleh eks bomber Marseille, André-Pierre Gignac.

Kemenangan ini membuat Tigres bakal bertemu pemenang antara Al Ahly vs Bayern Munich di partai puncak Piala Dunia Antarklub yang bakal berlangsung Jumat 12 Februari 2021.

Palmeiras vs Tigres2
fifa.com

Capaian klub Meksiko ini melaju hingga partai puncak Piala Dunia Antarklub jadi sejarah tersendiri. Sepanjang sejarah Piala Dunia Antarklub, wakil CONCACAF tak pernah sekalipun bermain di partai puncak.

Prestasi terbaik wakil CONCACAF di Piala Dunia Antarklub hanyalah menjadi juara ketiga seperti yang ditorehkan Necaxa, Monterrey, dan Pachuca Tak hanya itu, anak asuh Abel Fereira ini juga torehkan prestasi manis di tahun lalu dengan menjadi juara CONCACAF Champions League untuk kali pertama.

Torehan prestasi ini tak lepas dari peran André-Pierre Gignac. Mantan striker timnas Prancis itu jadi pemain penting untuk Tigres di beberapa tahun terakhir. Bergabung dari 2015, Gignac telah menorehkan 126 gol dari 208 penampilan di semua kompetisi.

Tambahan satu gol yang ia cetak ke gawang Palmeires juga membuatnya menjadi top skor sementara Piala Dunia Antarklub 2020 dengan torehan 3 gol. Dua gol lainnya ia cetak saat Tigres kalahkan wakil Korea Selatan, Ulsan Hyundai dengan skor 2-1.

Susunan pemain Palmeiras vs Tigres

Palmeiras : Weverton Pereira ; Marcos Rocha, Luan Garcia, Gustavo Gómez, Matías Viña; Gabriel Menino, Raphael Veiga, Danilo, Zé Rafael, Ronielson da Silva; Adriano

Kartu kuning: Gabriel Menino, Luan

Kartu merah:

Pelatih: Abel Ferreira

Tigres : Nahuel Guzmán; Luis Alfonso Rodríguez, Diego Antonio Reyes, Carlos Salcedo; Rafael Carioca, Jesús Dueñas; Luis Enrique Quiñones, Guido Pizarro, Carlos González Espínola, Javier Aquino; André-Pierre Gignac

Kartu kuning: Javier Aquino

Kartu merah:

Pelatih: Ricardo Ferretti

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Capaian Mantan Bintang Parma di Piala Dunia Antarklub 2020

gamespool
Capaian Mantan Bintang Parma di Piala Dunia Antarklub 2020 55

Football5star.com, Indonesia – Babak perebutan tempat kelima Piala Dunia Antarklub mempertemukan dua wakil Asia, Al Duhail dari Qatar melawan wakil Korea Selatan, Ulsan Hyundai, Minggu (7/2/2021). Dua tim ini dilatih mantan pesepak bola era 90-an, Sabri Lamouchi dan Hong Myung-bo.

Anak asuh Sabri Lamouchi, Al Duhail berhasil mempermalukan Ulsan Hyundai yang dilatih legenda Korsel dengan skor mencolok 3-1. Tiga gol kemenangan Al Duhail dicetak oleh Edmilson Junior pada menit ke-21, Mohamed Muntari di menit ke-66 dan Almoez Ali di menit ke-82. Sedangkan satu gol Ulsan ditorehkan Yoon Bit-garam.

Al Duhail
twitter.com/DuhailSC

Kemenangan Al Duhail ini jadi capaian tersendiri bagi klub Qatar tersebut. Maklum saja, Qatar bertindak sebagai tuan rumah di Piala Dunia Antarklub 2020. Sebelum lakoni babak perebutan tempat kelima, Al Duhail dikalahkan oleh wakil Mesir, Al Ahly dengan skor 1-0.

Sementara Ulsan dikalahkan wakil CONCACAF, Tigres UANL dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan Tigres dicetak oleh mantan striker Olympique Marseille, André-Pierre Gignac.

Sabri Lamouchi dan Hong Myung-bo bagi pencinta sepak bola era 90-an tentu sangat tidak asing. Lamouchi jadi salah satu pemain penting di Parma. Sedangkan Hong Myung-bo merupakan salah bek terbaik Asia di era 90-an. Myung-bo juga pernah bekerja dengan Shin Tae-yong saat melatih timnas Korsel pada 2014.

Piala Dunia Antarklub edisi ke-17 berlangsung pada Desember 2020 lalu di Qatar. Namun akibat pandemi COVID-19, FIFA menunda kompetisi tersebut hingga Februari 2021.

Jadwal Piala Dunia Antarklub 2020:

Semifinal

Senin, 8 Februari 2021

01.00 WIB, Palmeiras vs UANL Tigres

Selasa, 9 Februari 2021

01.00 WIB, Al Ahly vs Bayern Munich

Pertandingan Tempat Ketiga

Kamis, 11 Februari 2021

Pukul: 22.00 WIB

Final

Jumat, 12 Februari 2021

Pukul: 01.00 WIB

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Thomas Mueller: Gelar Piala Dunia Antarklub Wajib Diraih Bayern!

gamespool
Thomas Mueller: Gelar Piala Dunia Antarklub Wajib Diraih Bayern! 59

Football5star.com, Indonesia – Bayern Munich berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Hertha Berlin di pekan ke-20 Bundesliga, Sabtu (6/2/2021). Kemenangan ini membuat Bayern lebih percaya diri menatap kompetisi Piala Dunia Antarklub.

Menurut pemain Bayern Munich, Thomas Mueller, gelar Piala Dunia Antarklub wajib diraih. Menurutnya, gelar ini menjadi kesuksesan besar bagi Bayern Munich.

Hertha vs Bayern - Liga Jerman - @fcbayern 2

“Turnamen ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengakhiri kesukesan besar yang kami peroleh setelah meraih kemenangan Liga Champions di musim panas lalu. Kami ingin meraih gelar Piala Dunia Antarklub. Kami sangat berambisi untuk mendapat gelar itu,” kata Thomas Mueller seperti dikutip Football5star.com dari Bulinews.com

Meski berambisi untuk mendapat gelar juara, menurut Mueller, Bayern menghadapi tim terbaik dari federasi di seluruh dunia. Karenanya, Mueller tak ingin para pemain Bayern membusungkan dada.

“Turnamen ini mempertemukan tim-tim terbiak dari masing-masing federasi. Sebagai tim Eropa, kami tentu difavoritkan. Kami ingin menggarisbawahi itu dan wajib memenangkan trofi juara. Yang pasti ini jadi tantangan bagi kami,” tambah Thomas Mueller.

Seharusnya Piala Dunia Antarklub edisi ke-17 berlangsung pada Desember 2020 lalu di Qatar. Namun akibat pandemi COVID-19, FIFA menunda kompetisi tersebut hingga Februari 2021.

Bayern Munich akan melawan Al Ahly di babak semifinal Piala Dunia Antarklub 2020. Al Ahly menatang Bayern Munich setelah menang 1-0 atas wakil tuan rumah Qatar, Al Duhail.

Jadwal Piala Dunia Antarklub 2020:

Semifinal

Senin, 8 Februari 2021

01.00 WIB, Palmeiras vs UANL Tigres

Selasa, 9 Februari 2021

01.00 WIB, Al Ahly vs Bayern Munich

Pertandingan Tempat Ketiga

Kamis, 11 Februari 2021

Pukul: 22.00 WIB

Final

Jumat, 12 Februari 2021

Pukul: 01.00 WIB

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bayern Munich Terancam Tanpa Pemain Kunci di Piala Dunia Antarklub

gamespool
Bayern Munich Terancam Tanpa Pemain Kunci di Piala Dunia Antarklub 63

Football5star.com, Indonesia – Raksasa Jerman, Bayern Munich, saat ini sedang berharap-harap cemas menanti kondisi Leon Goretzka jelang ajang Piala Dunia Antarklub. Saat ini, Goretzka sedang menjalani isolasi mandiri karena pekan lalu dinyatakan positif Covid-19.

Isolasi mandiri Goretzka baru akan berakhir pada Sabtu (6/2) mendatang. Ia pun dipastikan tak akan menjadi bagian rombongan skuat Die Roten yang berangkat ke Qatar selepas partai melawan Hertha Berlin pada Jumat (5/2).

Menurut laporan Sport Bild, Goretzka bisa menyusul rekan-rekannya ke Qatar pada Minggu (7/2). Namun, ia harus terlebih dahulu dinyatakan negatif Covid-19 melalui metode tes swab PCR.

Leon Goretzka - Bayern - Piala Dunia Antarklub - tz. de
tz.de

Leon Goretzka bukanlah satu-satunya gelandang Bayern yang terancam tak bisa tampil di ajang Piala Dunia Antarklub. Javi Martinez juga diragukan tampil karena pekan lalu dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Isolasi mandiri Martinez rencananya akan berakhir pada Selasa (2/2). Pemain berpaspor Spanyol itu akan kembali berlatih bersama skuat utama Bayern apabila dinyatakan negatif Covid-19. Jika masih dinyatakan positif, maka Martinez akan kembali menjalani isolasi mandiri hingga pekan depan.

Ajang Piala Dunia Antarklub tahun ini akan digelar di Qatar. Kompetisi bergengsi tersebut akan dibuka dengan partai Tigres UANL vs Ulsan Hyundai pada Kamis (4/2) mendatang.

Rencananya, Bayern baru akan tampil pada Selasa (9/2). Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Tigres UANL vs Ulsan Hyundai.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub untuk Pertama Kalinya

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub untuk Pertama Kalinya 68

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 20 Desember, 6 tahun yang lalu, Real Madrid mencatatkan sejarah klub dengan meraih trofi Piala Dunia Antarklub untuk yang pertama kalinya. Madrid mengalahkan juara Copa Libertadores, San Lorenzo, di babak final.

Walaupun saat itu Real Madrid sudah juara Liga Champions 10 kali, Los Blancos sama sekali belum pernah meraih Piala Dunia Antarklub. Tapi dengan berhasilnya mereka meraih gelar Liga Champions pada 2014, mereka berhak masuk ke Piala Dunia Antarklub 2014.

Nostalgia Hari Ini Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub untuk Pertama Kalinya
Latin Times

Madrid sebenarnya sudah pernah masuk ke Piala Dunia Antarklub, yaitu pada edisi pertama tahun 2000 dan edisi kedua tahun 2001. Tahun 2000 Madrid lolos sebagai juara Piala Interkontinental 1998, tapi kalah di babak semi-final oleh juara Piala Champions CONCACAF 1999, Necaxa dari Mexico.

Lalu pada tahun 2001, Madrid kembali lolos sebagai juara Liga Champions 2001, tapi kompetisi dibatalkan dengan beberapa alasan. Piala Dunia Antarklub baru diadakan kembali pada 2005 dan menggantikan Piala Interkontinental yang diberhentikan pada 2004.

Perjalanan Real Madrid

Bermain di Marrakesh, Maroko. Madrid memulai kompetisi dari babak semi-final melawan juara Liga Champions CONCACAF, Cruz Azul. Los Blancos menang dengan mudah 4-0. Gol dicetak oleh Karim Benzema, Sergio Ramos, Gareth Bale, dan Isco.

Mereka lolos ke babak final dan bertemu dengan juara Copa Libertadores, San Lorenzo. Bermain di hadapan 38 ribu penonton di Stade de Marrakech. Madrid membuka laga lewat peluang dari Benzema yang bisa diselamatkan kiper Sebastian Torrico. Beberapa menit kemudian giliran Bale yang dapat kesempatan, tapi kembali dimentahkan oleh sang kiper.

Nostalgia Hari Ini Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub untuk Pertama Kalinya
Real Madrid

Gol tercipta pada menit ke-37 lewat tendangan penjuru Toni Kroos, Sergio Ramos berhasil menanduk umpan dengan sempurna. Gol kedua Madrid datang pada menit ke-51, berawal umpan cerdik dari Isco, Bale berhasil melepaskan tembakan yang tak bisa ditepis dengan sempurna oleh Torrico. Skor tetap bertahan 2-0 hingga pertandingan berakhir dan Los Blancos keluar menjadi juara.

Selain menjadi juara, Real Madrid juga berhasil mendapatkan penghargaan FIFA Fair Play Award dan Sergio Ramos berhasil mendapatkan Golden Ball sementara Cristiano Ronaldo mendapatkan Silver Ball. Setelah ini, Los Blancos mendapatkan tiga gelar Piala Dunia Antarklub lagi pada 2016, 2017, dan 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Rajai Dunia, Barcelona Sapu Bersih Gelar pada 2009

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Saat ini Barcelona bisa dibilang mengalami inkonsistensi permainan. Tapi pada masanya, El Barca sempat jadi kekuatan paling menakutkan di dunia.

Ini terjadi pada 2009 silam kala mereka memenangkan semua gelar. Saat itu, Pep Guardiola benar-benar menciptakan permainan yang berbeda di klub Katalonia.

Belakangan permainan menawan nan mengerikan itu dinamai Tiki Taka. Dari Tiki Taka lah Azulgrana mencapai puncak kejayaan sepanjang musim 2008-2009. Pada musim tersebut mereka secara beruntun meraih gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

barcelona ucl fcbarcelona
fcbarcelona.com

Musim berganti, kejayaan Barcelona belum juga memudar. Pada tahun 2009 saja mereka menambah tiga gelar lagi. Yakni Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Di Piala Super Eropa Lionel Messi dkk menghempaskan wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk 1-0. Sementara di Piala Super Spanyol Athletic Bilbao yang menjadi korban. Pada laga yang berlangsung dua leg itu Barca menang agregat 5-1.

Sixtuple Pertama dan Satu-satunya

Tahun 2009 akhirnya ditutup manis oleh pasukan Pep Guardiola. Tampil di Piala Dunia Antarklub sebagai pemenang Liga Champions Eropa, El Barca menghadapi juara Copa Libertadores, Estudiantes, di partai final yang berlangsung hari ini 11 tahun silam.

Kendati unggul segalanya, menghadapi wakil Argentina bukanlah perkara mudah untuk raksasa Spanyol. Bahkan mereka tertinggal lebih dulu pada menit ke-37 setelah sundulan Mauro Boselli menghujam jala Victor Valdes.

Barcelona hampir kalah. Sampai menit ke-87 mereka gagal mencetak gol penyama kendati menguasai jalannya laga. Tapi kemudian Pedro Rodriguez muncul sebagai pembeda dua menit jelang laga berakhir.

barcelona fifa
fifa

Gol Pedro pun memadamkan pesta yang sudah disiapkan Estudiantes. Comeback Azulgrana mencapai puncaknya kala memasuki babak tambahan.

Lionel Messi membuktikan dirinya layak mendapat Ballon d’Or tahun tersebut lewat golnya usai memanfaatkan crossing Dani Alves. Gol Messi sekaligus jadi gol terakhir dan jadi penentu kemenangan 2-1 Barcelona.

El Barca menutup tahun 2009 dengan status sebagai juara Dunia Antaklub. Dan sampai sekarang mereka jadi satu-satunya tim di muka bumi yang mampu meraih enam gelar sekaligus dalam setahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Hantam Boca Juniors, Bayern Munich Juara Dunia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bayern Munich adalah salah satu klub top dunia. Di Eropa saja mereka sudah enam kali mengnangkat trofi Liga Champions. Di tingkat yang lebih tinggi, Piala Dunia Antarklub, The Bavarian tiga kali juara.

Salah satu tahun terbaik untuk Bayern Munich adalah 2001. Pada tahun tersebut mereka memenangkan tiga trofi sekaligus. Yakni Bundesliga, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub yang waktu itu masih bernama Piala Intercontinental.

Di Bundesliga, Tha Bavarian mengakhiri perlawan sengit Schalke 04 dengan keunggulan satu poin saja di puncak klasemen. Sementara di Liga Champions klub yang saat itu diasuh Ottmar Hitzfeld menaklukkan Valencia di final.

bayern munich vs boca juniors taringa
Taringa

Puncak kejayaan raksasa Jerman terwujud di Jepang. Bermain di Piala Intercontintal mereka memastikan gelar juara dunia untuk kedua kalinya.

Momen berharga itu pun terjadi pada hari ini 19 tahun silam. Di stadion Nasional Tokyo, Bayern sudah ditunggu Boca Juniors, jawara Copa Libertadores yang juga petahana Piala Intercontinental.

Pertemuan para juara beda benua ini berlangsung sengit. Selaku juara bertahan Boca lebih dulu menyerang lewat Cristian Traverso dan Marcelo Delgado. Tapi upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Pada babak kedua titik balik dialami raksasa Argentina. Pemain andalannya, Marcelo Delgado, mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan diving. Walau kalah jumlah pemain Boca mampu menjaga keseimbangan tim hingga waktu normal berakhir.

Akan tetapi pada babak perpanjangan, Bayern Munich tidak memberi ampun untuk Boca. Menit ke-109 Samuel Kuffour pun muncul sebagai pembeda.

bayern munich vs boca juniors azulyoro
azulyoro.net

Memanfaatkan bola rebound hasil sundulan Claudio Pizarro, sontekan Samuel Kuffour menghujam jala Boca Juniors yang dikawal Oscar Cordoba. Dengan laga yang masih menerapkan sistem Sudden Death, Die Roten langsung ditasbihkan sebagai pemenang usai gol tercipta.

Juara Piala Intercontinental 2001, Bayern mengulang prestasi yang dibuat 1977 silam. Jika ditotal, klub yang kini bermarkas di stadion Allianz sudah tiga kali juara. Terakhir mereka meraihnya pada 2014 lalu saat turnamen sudah berubah nama menjadi Piala Dunia Antarklub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Euro dan Copa America Diundur, Bagaimana Nasib Piala Dunia Antarklub?

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Dua federasi, UEFA dan Conmebol resmi mengundur kompetisi Euro dan Copa America 2020 akibat merebaknya wabah virus corona.

Diundurnya kompetisi antar negara di benua Eropa dan Amerika Selatan itu juga membawa dampak bagi perhelatan Piala Dunia Antarklub.

Euro dan Copa America Resmi Diundur, Bagaiman Nasib Piala Dunia Antarklub
getty images

Dikutip Football5star.com dari halaman resmi FIFA, Rabu (17/3/2020) federasi sepak bola dunia tersebut memiliki opsi untuk menunda perhelatan Piala Dunia Antarklub.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut bahwa pihaknya akan menjadwalkan ulang pertandingan di Piala Dunia Antarklub.

“Akan dibangun diskusi dengan federasi sepak bola Cina dan pemerintah setempat mengenai penundaan Piala Dunia Antarklub 2021 guna mencegah dampak negatif wabah corona,” kata Infantino.

Cina memang sudah resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub. Pada Desember 2018, delapan kota di Cina jadi tuan rumah kompetisi ini.

Infantino sendiri berharap bahwa wabah virus corona segara bisa teratasi dan masalah kompetisi di sejumlah negara di dunia bisa ditemukan solusinya pada April mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Banyak Fans Liverpool yang Masa Bodoh dengan Piala Dunia Antarklub

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Banyak dari fans Liverpool yang tak peduli dengan ajang Piala Dunia Antarklub. Tak hanya fans dari Liverpool, meskipun ajang tersebut berjargon “Piala Dunia”, nampaknya tak terlalu membuat para penggemar sepakbola di Eropa merasa turnamen tersebut penting.

Beberapa alasan mencuat, mulai dari ketidakseimbangan para peserta, hingga penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub yang kerap kali jauh dari tanah Eropa. Ya, sejak terselenggara pada 2001 lalu, Piala Dunia Antarklub memang lebih sering dimainkan di jauh dari Eropa seperti di Brasil, Jepang, Uni Emirat Arab, Maroko dan juga Qatar.

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp pun tak menampik hal tersebut. Ia mengakui bahwa di Eropa banyak fans sepakbola yang memandang sebelah mata ajang Piala Dunia Antarklub, termasuk fans Liverpool.

Namun, Klopp berambisi untuk mengubah pandangan tersebut, dengan cara Liverpool menjuarai ajang ini. Menurutnya, hal tersebut akan menarik perhatian dari para fans The Reds untuk memandang besar gelar juara di ajang ini.

“Pandangan di Eropa berbeda dengan seluruh dunia [tentang nilai Piala Dunia Antarklub]. Tetapi kami ingin mengubah pandangan itu,” kata Juergen Klopp, Jum’at (20/12/2019) seperti dikutip Football5Star.com dari laman BBC.

“Penggemar Liverpool ingin kami memenangkan ini, tapi sebagian besar penggemar lain tidak terlalu peduli,” ujar Klopp menambahkan.

Meski semisalnya Liverpool menjuarai turnamen ini, Klopp justru merasa bahwa gelar juara ini tak akan mengubah banyak pandangan sebelah mata dari penggemar sepakbola di Eropa.

“Apakah itu akan mengubah pandangan di Eropa? Mungkin tidak.” ungkapnya.

Pada ajang Final Piala Dunia Antarklub 2019 ini, The Reds akan menghadapi wakil dari zona CONMEBOL yakni Flamengo, klub asal Brasil. Pertandingan final itu akan digelar pada Sabtu (21/12/2019) malam nanti di Stadion Khalifa International, Qatar.

The Reds melaju ke babak final setelah mengalahkan wakil CONCACAF Monterrey pada babak semifinal dengan skor 2-1. Sedangkan Flamengo sukses menang dari wakil AFC Al-Hilal dengan skor 3-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Diego Yakin Flamengo Kalahkan Liverpool di Final Piala Dunia Antarklub

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Liverpool memang lebih diunggulkan pada final Piala Dunia Antarklub, Minggu (22/12/2019) dini hari WIB. Namun, hal itu tak lantas membuat Flamengo pesimistis. Diego Ribas da Cunha yakin Rubro-Negro dapat mengalahkan The Reds.

Diego mengaku tak sabar menantikan laga final Piala Dunia Antarklub melawan Liverpool. Dia pun siap membalikkan ramalan banyak pihak yang memandang sebelah mata Flamengo.

“Tidak… Itu tidak mustahil,” kata Diego Ribas da Cunha soal kemungkinan mengalahkan Liverpool seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi FIFA. “Kami akan menghadapi tim yang benar-benar kuat, salah satu yang terbaik di dunia. Namun, kami tetap punya peluang. Kami adalah tim yang berkualitas dan punya keyakinan atas apa yang kami lakukan.”

Flamengo dinilai Diego Ribas da Cunha punya kemapuan untuk mengalahkan Liverpool.
as.com

Pemain yang fenomenal saat membawa VfL Wolfsburg juara Bundesliga 1 musim 2008-09 itu tahu persis hal yang harus dilakukan Flamengo pada laga nanti. Menurut dia, tim asuhan Jorge Jesus wajib tampil sempurna, tanpa cacat.

“Kami perlu berkonsentrasi penuh, tampil dalam permainan terbaik, dan dispilin menjalankan taktik. Kami tahu itu dan itulah yang ingin kami lakukan. Kami harus terorganisasi dan benar-benar fokus karena pertandingan semacam ini ditentukan oleh hal-hal kecil. Lalu, ketika menguasai bola, kami harus memanfaatkan peluang yang didapatkan,” urai Diego lagi.

Bagi Diego Ribas da Cunha, ini adalah kesempatan kedua menjalani perebutan gelar Piala Dunia Antarklub. Sebelumnya, dia juara pada 2004 bersama FC Porto. Hal itulah yang ingin diulanginya kali ini saat Flamengo menghadapi Liverpool.

“Memenangi Piala Dunia Antarklub bersama Flamengo akan istimewa karena ini adalah klub yang luar biasa. Saya tak bisa menggambarkan dengan kata-kata andai nanti juara. Kami benar-benar memimpikan hal itu,” ujar pemain berumur 34 tahun itu.

Selain Diego Ribas da Cunha, Flamengo juga punya pemain lain yang pernah menjuarai Piala Dunia Antarklub. Dia adalah Rafinha yang juara bersama Bayern Munich pada 2013.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Liverpool vs Flamengo

Prediksi Piala Dunia Antarklub 2019 Liverpool vs Flamengo
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Liverpool 2-1 Flamengo
FootballExpert
Liverpool 2-1 Flamengo
FreeSuperTips
Liverpool 2-1 Flamengo
FOOTBALL5STAR
LIVERPOOL 2-1 FLAMENGO
PREDIKSI PO SI HAMSTER PERAMAL
Stadion Internasional Khalifa, Minggu (22/12/2019) Pukul 00.30 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Ada misi khusus yang diusung Juergen Klopp pada laga Liverpool vs Flamengo. Misi tersebut adalah meraih trofi Piala Dunia Antarklub pertama bagi The Reds. Sebelumnya, raksasa Inggris itu selalu gagal. Tak terkecuali saat ajang ini bernama Piala Interkontinental.

Menilik tren performa, Klopp dapat optimistis. Sepanjang musim ini, mereka hanya sekali kalah saat turun dengan tim utama. Mentalitas Mohamed Salah dkk. kian kuat setelah menjuarai Liga Champions 2018-19. Satu-satunya kendala adalah cedera yang menimpa beberapa pemain.

Meskipun demikian, mengalahkan Rubro-Negro bukan perkara gampang. Gabigol cs. tercatat hanya sekali kalah dalam 31 laga terakhir. Sudah begitu, mereka juga didukung sejarah pertemuan wakil Brasil dengan Inggris di ajang ini. Dalam dua kesempatan, wakil Brasil selalu menang. Pada era Piala Interkontinental, rekornya seimbang, sekali kalah dan sekali menang.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Liverpool vs Flamengo
TREN PERFORMA
Tren Performa The Reds vs Rubro-Negro
STATISTIK MENARIK
  • Partai Liverpool vs Flamengo pada final Piala Dunia Antarklub 2019 ini ulangan laga Piala Interkontinental 1981. Kala itu, Rubro-Negro menang 3-0 atas The Reds.
  • Pada ajang Piala Dunia Antarklub, ini merupakan pertemuan ke-3 tim asal Inggris dengan tim asal Brasil pada partai final. Pada dua kesempatan terdahulu, wakil Brasil selalu menang 1-0.
  • The Reds belum pernah juara Piala Interkontinental dan Piala Dunia Antarklub. Dalam 4 kesempatan, mereka selalu gagal.
  • The Reds telah 2 kali menghadapi wakil Brasil pada final Piala Interkontinental dan Piala Dunia Antarklub. Hasilnya, mereka selalu kalah dan tak mencetak gol.
  • Sepanjang musim ini, tim asuhan Juergen Klopp hanya 2 kali kalah dalam 26 pertandingan (22 menang, 2 seri). Itu pun salah satunya saat menurunkan tim lapis kedua pada perempat final Carabao Cup melawan Aston Villa.
  • Mohamed Salah selalu mencetak gol atau membuat assist dalam 4 laga terakhir The Reds.
  • Rubro-Negro baru kali ini berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub. Sebelumnya, pada ajang Piala Interkontinental, mereka sekali tampil saat menang 3-0 atas The Reds.
  • Dari 7 laga final Piala Dunia Antarklub, wakil Brasil memenangi 4 di antaranya.
  • Gabigol dkk. hanya 1 kali kalah dalam 31 laga terakhir. Satu-satunya kekalahan itu adalah dari Santos pada pekan terakhir Liga Brasil.
  • Rafinha berpeluang meraih gelar bersama dua klub berbeda. Sebelumnya, dia juara Piala Dunia Antarklub 2013 bersama Bayern Munich.
PELATIH
  • Partai Liverpool vs Flamengo pada final Piala Dunia Antarklub 2019 ini merupakan pertemuan pertama Juergen Klopp dengan Jorge Jesus.
  • Bagi Klopp, ini merupakan pengalaman pertama menghadapi Rubro-Negro.
  • Rekor Jesus vs The Reds: 1 menang, 0 seri, 1 kalah.
  • Tim asuhan Jesus selalu mampu membobol gawang The Reds dalam 2 pertemuan terdahulu.
WASIT
  • Laga Liverpool vs Flamengo pada final Piala Dunia Antarklub 2019 ini akan diwasiti Abdulrahman Al Jassim dari Qatar.
  • Ini kesempatan pertama Al Jassim memimpin laga yang melibatkan kedua klub.
  • Sepanjang tahun ini, Al Jassim sempat memimpin di tiga turnamen besar, yakni Piala Emas Concacaf, Piala Asia, dan Piala Dunia U-17.
  • Dari total 9 laga di 3 turnamen besar sepanjang 2019 yang dipimpin Al Jassim, hanya 1 yang berakhir tanpa gol dan harus diselesaikan lewat adu penalti.
PEMAIN KUNCI

Liverpool

Top Scorer: Roberto Firmino, Naby Keita (@1 gol)
Top Assist: Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold (@1 assist)

Flamengo

Top Scorer: Bruno Henrique, Giorgian de Arrascaeta (@1 gol)
Top Assist: Bruno Henrique, Rafinha (@1 assist)

*Statistik di Piala Dunia Antarklub 2019

BERITA KEDUA TIM
  • Liverpool: Joel Matip, Dejan Lovren, Nathaniel Clyne, dan Fabinho cedera, sedangkan Georginio Wijnaldum dan Virgil van Dijk tak dalam kondisi prima.
  • Flamengo: Semua pemain siap turun pada laga final.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Liverpool vs Flamengo

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kemegahan Khalifa International Stadium, Tempat Laga Liverpool vs Flamengo

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Khalifa International Stadium jadi tempat pertandingan final Piala Dunia Antarklub 2019 antara Liverpool vs Flamengo, Sabtu (21/12/2019). Terlepas dari isu pelanggaran hak asasi kaum pekerja pembangunan stadion ini, Khalifa International Stadium merupakan salah satu stadion terbaik di Timur Tengah.

Berlokasi di Al-Waab Street, Baaya, Qatar, stadion ini mulai dibangun pada 3 Maret 1976. Kala itu, Qatar untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Piala Teluk 1976. Dikutip Football5star.com dari sc.qa, Jumat (20/12/2019) pada 1992 stadion ini kembali digunakan untuk perhelatan Piala Teluk 1992.

Setelah cukup lama tak mengalami renovasi, baru pada 2005 stadion ini diubah menjadi lebih modern. Perhelatan Asian Games 2006 jadi kompetisi internasional pertama yang dihelat di stadion ini setelah di renovasi.

Desain renovasi stadion diperkenalkan ke publik pada November 2014 saat perhelatan Piala Teluk ke-22 di Riyadh, Arab Saudi. Saat itu, desain Khalifa International Stadium banyak mendatangkan pujian karena lebih modern dan futuristik.

Renovasi stadion mengubah bentuk atap. Bentuk mangkuk dengan lengkungan khas stadion di Eropa di pilih untuk renovasi stadion ini. Pemerintah Qatar juga menambahkan 12 ribu tempat duduk tambahan. Meski mengalami renovasi yang lebih modern, sejumlah fitur lama seperti lengkungan kembar yang jadi ikonik stadion ini tetap dipertahankan.

Menurut sejumlah pejabat di kementerian olahraga Qatar, desain lengkungan dipertahankan karena mengandung banyak nilai filosofis dan sejarah. Lengkungan tersebut merupakan simbol yang menghubungkan masa lalu ke masa depan stadion ini.

Renovasi stadion ini untuk bagian atap saja kabarnya membutuhkan banyak bahan baku, mulai dari beton, hingga kabel baja. Total ada kabel baja seberat 4000 ton yang digunakan.

Khalifa International Stadium4
sc.qa

Untuk pembangunan atap itu sendiri, pemerintah Qatar mendatangkan operator spesialis derek dari India untuk memasang lengkungan di atap stadion. Stadion ini sendiri masuk dalam kawasan Aspire Zone, salah satu kawasan milik dari Aspire Academy.

Salah satu akademi terbaik sepak bola di Asia. Aspire Academy Akademi Aspire sendiri sudah mengakuisisi dua kesebelasan di luar Qatar, seperti Cultural y Deportiva Leonesa yang bermain di Segunda Division B Spanyol dan KAS Eupen yang bermain di kompetisi tingkat tertinggi Belgia yang sempat dilatih oleh Claude Makelele.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Qatar Bakal Sambut Kaum LGBT di Final Piala Dunia Antarklub

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Final Piala Dunia Antarklub antara Liverpool vs Flamengo bakal dihelat di di Khalifa International Stadium, Qatar, Sabtu (21/12). Dipastikan ribuan orang bakal menonton langsung di stadion, dan jutaan pasang mata menonton lewat layar kaca.

Yang menarik, laga final ini juga akan ditonton oleh sejumlah suporter yang berlatar belakang kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Dikutip dari laporan AFP, Jumat (20/12/2019) Qatar diindikasikan akan menyambut kedatangan para suporter LGBT ini di laga final.

Liverpool Piala Dunia Antarklub
getty images

“Saya sangat puas dengan fakta bahwa nantinya kami akan disambut saat datang menonton langsung di sana,” kata Paul Amann, pendiri pendukung Liverpool LGBT, Kop Out.

“Aku tidak yakin apakah bendera pelangi nantinya bisa kami kibarkan di jalan-jalan Doha. Tapi mungkin akan kami kibarkan di dalam stadion.” tambahnya.

Menurut Amann, sebelum berangkat ke Doha, Qatar, ia dan sejumlah rekannya yang LGBT sempat merasa khawatir akan tindakan intimidasi yang bakal ia terima di sana. Namun paranoia itu menurut Amann sepertinya akan hilang dengan sendirinya saat mereka menonton langsung laga Liverpool.

“Jelas ada beberapa kekhawatiran, bahkan pasangan saya mengatakan untuk tidak pergi menoton langsung.” ucap pria 50 tahun tersebut.

Halaman resmi Liverpool sendiri menjabarkan sejumlah aturan dan petunjuk untuk para pendukungnya yang akan datang menonton langsung di Qatar. Termasuk untuk mereka yang berlatar belakang LGBT.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Darah Para Pekerja Migran di Tempat Laga Liverpool vs Flamengo

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Final Piala Dunia Antarklub 2019 akan mempertemukan juara Liga Champions Liverpool vs juara Copa Libertadores Flamengo di Khalifa International Stadium, Qatar, Sabtu (21/12).

Tempat pertemuan kedua tim, Khalifa International Stadium berlokasi di Al-Waab Street, Baaya ternyata memiliki sisi kelam. Laporan The Guardian yang dikutip Football5star.com, Jumat (20/12/2019) menyebutkan bahwa stadion dengan kapasitas 40 ribu tempat duduk ini dibangun oleh keringat dan darah para pekerja yang hak tak terbayarkan.

“Tidak akan ada pengumuman untuk memberi tahu suporter yang datang ke laga final Piala Dunia Antarklub bahwa stadion ini dibangun oleh orang-orang yang upahnya dibayar sangat kurang, paspor mereka ditahan, dan mereka tak bisa meninggalkan Qatar,” tulis The Guardian.

“Cara seperti ini seperti perbudakan di era modern menurut Amnesty Internasional. Dan ketika suporter menatap lengkungan stadion yang menjulang tinggi, tidak ada yang tahu bahwa seorang pekerja Inggris Zac Cox tewas terjatuh pada 2017.”

Derita keluarga korban

Pada Juni 2019 lalu seorang pekerja Nepal bernama Rupchandra Rumba juga dilaporkan meninggal dunia di kamp pekerja yang kumuh di pinggiran Doha tak jauh dari stadion itu. Rumba meninggal dunia karena kecapaian.

Khalifa International Stadium
stadiumdb.com

Enam bulan setelah kematian sang suami, istri dari Rumba, Nirmala Pakrin disebut belum menerima kompensasi apapun dari Qatar. Lebih parahnya, Nirmala sempat diancam oleh perusahaan yang mempekerjakan sang suami bahwa mereka sudah menerima uang sebesar 7000 real Qatar.

“Saya terpaksa menandatangani dokumen. Karena orang dari perusahaan itu menggunakan bahasa ancaman. Saya khawatir dengan keselamatan saya,” kata Nirmala.

Pihak Liverpool sendiri di wakili oleh Peter Moore sudah mengeluarkan pernyataan keras terkait isu hak asas manusia ini. Liverpool yang mendapat surat dari Nick McGeehan, seorang direktur LSM pekerja migran di negara Teluk menyebut bahwa penyelidikan harus dilakukan Qatar terkait isu ini.

“Kami mendukung pernyataan bahwa setiap kematian yang tidak wajar harus diselidiki secara menyeluruh dan keluarga yang ditinggalkan harus menerima keadilan yang layak untuk mereka terima,” kata Moore.

Menurut catatan dari sejumlah pihak, Rumba adalah korban ke-12 dari pembangunan Khalifa International Stadium. Di 2018, ada 11 pekerja migran yang meninggal dunia dengan penyebab yang tidak wajar.

Khalifa International Stadium yang mulai dibangun pada 3 Maret 1976 dan direnovasi untuk pertama kali pada 2005, dan jelang perhelatan Piala Dunia 2022 bagi banyak pekerja migran dan keluarga yang ditinggalkan bak kuburan besar.

“Orang miskin seperti kita tidak bisa berharap mendapatkan kompensasi ataupun keadilan karena kasus seperti ini,” ungkap Johurul Islam, ipar dari Monjurul Islam, pekerja migran yang tewas pada Agustus 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Liverpool Dihantui “Kutukan” Laga Final Piala Dunia Antarklub

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Berstatus juara Liga Champions musim lalu, Liverpool bakal melakoni laga final Piala Dunia Antarklub 2019 dengan beban cukup berat. Hal ini lantaran skuat Jurgen Klopp tersebut belum satu kali pun meraih trofi ini.

Dikutip Football5star.com dari bbc, Kamis (19/12/2019) dari empat finalis di kompetisi tahun ini hany Flamengo yang pernah meraih gelar juara Piala Dunia Antarklub. Ironisnya Liverpool jadi tim yang mereka kalahkan saat meraih gelar tersebut pada 1981.

Liverpool sendiri sudah enam kali menjadi juara Liga Champions. Namun, hanya tiga kali mereka mengikuti kompetisi ini dan sayangnya di tiga perhelatan mereka selalu kalah di babak final.

Liverpool vs FLamengo 1981
getty images

Pada 1977, saat meraih gelar Liga Champions pertama, The Reds menolak untuk mengikuti kompetisi ini. Saat itu Piala Dunia Antarklub masih bernama Piala Intercontinental. Alasan The Reds saat itu enggan jika harus bertanding ke Buenos Aires, markas Boca Juniors.

Posisi meeka saat itu pun diambil alih oleh tim yang mereka kalahkan di final Liga Champions 1976–77, Borussia Mönchengladbach. Baru pada 1981, The Reds bersedia untuk mengikuti turnamen ini. Saat itu pertandingan di helat di Tokyo, Jepang. Bertemu Flamengo yang diperkuat Zico, The Reds menyerah tiga gol tanpa balas.

Tiga tahun setelahnya, kembali The Reds kalah di partai final Piala Dunia Antarklub oleh klub Argentina Independiente. Di 2005, saat diasuh Rafael Benitez, giliran wakil Brasil lainnya Sao Paulo yang membuat The Reds menangis di final Piala Dunia Antarklub.

Di partai final, mampukah Mohamed Salah cs mampu menghapus kutukan dan mengalahkan Flamengo? Atau justru memori buruk 1981 kembali terulang?

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Harry Kewell: Umpan Trent Alexander-Arnold sangat Berkelas

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Penampilan apik yang ditunjukkan Trent Alexander-Arnold bersama Liverpool selama ini mendapat pujian dari Harry Kewell. Mantan pemain The Reds menyebutkan jika bek kanan itu sangat luar biasa.

Terbaru, Trent Alexander-Arnold menjadi aktor di balik kemenangan 2-1 Liverpool atas Monterrey di semifinal Piala Dunia Antarklub. Umpan pendeknya ke Roberto Firmino menghasilkan gol kemenangan di masa injury time.

Harry Kewell yang menyaksikan laga tersebut dibuat terpukau dengan aksi bek 21 tahun itu. Ia menyebutkan jika umpan Alexander-Arnold berkelas dunia.

Harry Kewell
Getty Images

“Umpan yang ia berikan pada Firmino berkelas dunia. Dia melihat sesuatu di sana dengan memberi umpan itu dan kita semua tahu kemampuan Trent untuk melakukan crossing bola,” ujar Kewell seperti dikutip Football5star dari Daily Mail, Kamis (19/12/2019).

“Dia jelas melihat banyak hal dalam permainan dan pergerakan Firmino. Dia tahu persis di mana Firmino berada dan itulah yang dia lakukan. Ini adalah langkahnya dan itu menjadi pembeda di laga tersebut. Dia selalu berada di waktu yang tepat dalam mengirim bola,” ia menambahkan.

Pada laga yang berlangsung di Qatar itu, Trent Alexander-Arnold memberikan umpan yang sejatinya tidak begitu sempurna. Namun, bola hasil tendangannya berhasil disambut striker asal Brasil di mulut gawang. Tanpa mengontrol bola, Firmino langsung menendangnya ke gawang Monterrey dan memastikan langkah Liverpool ke final Piala Dunia Antarklub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Alisson Becker Antusias Hadapi Flamengo di Final Piala Dunia Antarklub

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Liverpool asal Brasil, Alisson Becker, antusias menyambut final Piala Dunia Antarklub melawan Flamengo. Dia tak sabar menghadapi klub asal negerinya itu. Menurut dia, laga nanti akan sangat menarik.

Liverpool lolos ke final Piala Dunia Antarklub setelah menang 2-1 atas Monterrey, Kamis (19/12/2019) dini hari WIB. Dua gol tim asuhan Juergen Klopp dijaringkan Naby Keita dan Roberto Firmino. Sementara itu, satu-satunya gol lawan dihasilna Rogelio Funes Mori.

Kemenangan itu membuat Alisson Becker cs. melaju ke partai puncak Piala Dunia Antarklub untuk menghadapi Flamengo yang sehari sebelumnya menang 3-1 atas Al Hilal. Bagi eks kiper AS Roma itu, Rubo-negro akan jadi ujian besar untuk timnya.

Alisson Becker tampil gemilang saat Liverpool menang atas Monterrey dan melaju ke final Piala Dunia Antarklub
standard.co.uk

“Itu bukan hanya ujian bagi Flamengo, melainkan juga bagi kami. Mereka punya gaya main berbeda dari yang biasa kami hadapi. Kini, kami harus bersiap untuk menghadapi laga itu. Kami akan melakukan yang terbaik untuk meraih gelar juara yang sangat penting bagi kami,” kata Alisson Becker seperti dikutip Football5Star.com dari Globo Esporte.

Secara khusus, kiper timnas Brasil itu mengatakan, “Di Flamengo ada banyak pemain yang akrab denganku. Gerson, Diego Alves, Filipe Luis, Rafinha, dan presidennya. Mereka kukenal di tim nasional. Akan sangat indah bertemu mereka lagi. Kukira laga nanti akan jadi pertunjukan besar.”

Pertemuan Liverpool dengan Flamengo pada final Piala Dunia Antarklub ini merupakan ulangan Piala Interkontinental 1981. Alisson Becker dkk. tentu tak ingin mengulang hasil 38 tahun silam. Pasalnya, kala itu, kenny Dalglish cs. kalah 0-3 dari Zico dkk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]