Gelar Piala Emas 2021 Jadi Kado Spesial Bagi Pelatih Amerika Serikat

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Amerika Serikat sukses meraih gelar Piala Emas 2021 untuk kali ke-7 Di final, Amerika Serikat mengalahkan rival abadinya, Meksiko dengan skor 1-0 di Allegiant Stadium, Senin (2/8/2021).

Kemenangan Amerika Serikat ini selang satu hari dengan hari ulang tahun sang pelatih, Gregg Berhalter. Gelar ini pun dikatakan Gregg Berhalter sebagai hadiah ulang tahun paling berharga yang pernah didapatkannya.

Gregg Berhalter kini mengoleksi dua gelar juara bersama timnas AS.

“Saya sangat bangga dengan tim ini, sangat bangga dengan ketahanan mereka dan ketika Anda melihat permainan hari ini, kami tidak berhenti berjuang. Itu dilakukan tanpa henti dan itu adalah tanda bahwa tim ini sangat bagus,” kata Berhalter seperti dikutip Football5star.com dari ESPN.

“Ini adalah hadiah ulang tahun terbaik yang bisa saya dapatkan. Saya sangat bangga dengan perjuangan para pemain, tetapi gelar ini bukan untuk saya, tapi untuk para pemain,” tambahnya.

“Saya sangat senang karena para pemain sangat bangga dengan apa yang dilakukan. Saya sangat menginginkan tim ini dan kami memiliki tim fantastis di Nations League yang mampu meraih gelar juara. Ini sebuah prestasi besar,”

Gol tunggal kemenangan Amerika Serikat di laga final Piala Emas 2021 dicetak oleh Miles Gordo Robinson pada menit ke-119. Tim berjuluk The Yanks tersebut meraih gelar Piala Emas terakhir pada 2017.

Saat itu, Amerika Serikat mengalahkan Jamaika dengan skor 2-1 pada pertandingan yang berlangsung pada 21 Juli 2017 di Levi’s Stadium, Amerika Serikat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Meksiko Gagal Juara Piala Emas 2021, Gerardo Martino Dituntut Mundur

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Meksiko gagal mempertahankan gelar juara Piala Emas. Pada final Piala Emas 2021, Meksiko kalah 1-0 dari Amerika Serikat di Allegiant Stadium, Senin (2/8/2021).

Gol tunggal kemenangan Amerika Serikat di laga final Piala Emas 2021 dicetak oleh Miles Gordo Robinson pada menit ke-119. Gagal meriah gelar ke-9 Piala Emas membuat posisi pelatih Meksiko, Gerardo Martino diujuk tanduk.

Kekalahan pada final Piala Emas 2021 membuat timnas Meksiko kini dua kali jadi runner-up Piala Emas.

Legenda Meksiko, Hugo Sánchez meminta Gerardo Martino untuk mundur sebagai pelatih setelah kekalahan dari Amerika Serikat di Piala Emas 2021.

“Dia harus malu dan harus mengundurkan dirinya dan mengatakan, ‘saya tidak memenuhi syarat untuk memimpin tim Meksiko’, karena apa yang terjadi padanya dan Funes Mori,” kata mantan pemain Real Madrid tersebut seperti dikutip Football5star.com dari ESPN.

Ditegaskan Hugo Sanchez, federasi sepak bola Meksiko harus mengevaluasi kinerja mantan pelatih Barcelona tersebut. Hugo Sanchez pun meminta agar pelatih berikutnya ialah orang asli Meksiko.

“Jika mereka tidak menghormati saya bahwa saya adalah orang Meksiko, saya mengatakan apa adanya tentang sepak bola Meksiko. Mengapa ada orang asing di timnas dan bukan orang Meksiko,” ucap Hugo Sanchez.

“Mereka seperti ingin melupakan saya. Mereka selalu berkata, hidup orang asing. Dan mereka tidak mendukung kami orang Meksiko dan itu adan buktinya,” lanjut pemain yang pernah berkarier di Rayo Vallecano.

Gerardo Martino ditunjuk menjadi pelatih Meksiko pada 2019. Sebelumnya, ia sempat melatih Barcelona pada musim 2013-14. Ia lalu melanjutkan karier sebagai pelatih Argentina dari 2014 hingga 2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Statistik Gila Matt Turner Saat Bawa Timnas AS Juara Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kesuksesan timnas AS juara Piala Emas 2021 dengan mengalahkan Meksiko 1-0 pada final di Stadion Allegiant, Senin (2/8/2021) pagi WIB, terasa lengkap bagi kiper Matt Turner. Pasalnya, dia juga didapuk sebagai Kiper Terbaik Piala Emas 2021.

Gelar pribadi itu sangat pantas didapatkan Turner. Sepanjang turnamen, dia memang tampil luar biasa hingga akhirnya membawa The Yanks juara. Tak bisa dimungkiri, dialah salah satu sosok utama yang membuat tim asuhan Gregg Berhelter menjuarai Piala Emas 2021.

Statistik Turner di turnamen besar pertamanya bersama timnas AS itu sungguh gila. Tengok saja jumlah kebobolan The Yanks sepanjang perhelatan Piala Emas 2021. Hanya sebiji gol yang bersarang di gawangnya! Itu pun dari eksekusi penalti Emanuel Riviere saat AS menang 6-1 atas Martinik pada fase grup.

Kedua, Turner membawa AS mencatatkan clean sheet dalam 5 dari 6 pertandingan. Dia lebih baik dari Alfredo Talavera. Penjaga gawang Meksiko tersebut memang tak kebobolan dalam 4 laga awal. Namun, pada semifinal dan final, dia tak berdaya saat menghadapi sepakan Tajon Buchanan dan sundulan maut Miles Robinson.

Matt Turner Hadapi 4 Ancaman Per Laga

Statistik ketiga dan yang paling gila adalah soal penyelamatan. Sepanjang turnamen, Matt Turner ternyata jadi salah satu kiper paling sibuk. Total, dia menghadapi 23 tembakan yang tepat mengarah ke gawangnya dan 22 di antaranya mampu dimentahkan. Artinya, setiap laga, dia menghadapi hampir 4 tembakan yang mengancam. Patut dicatat, AS memenangi 5 dari 6 laga dengan skor 1-0.

Sebagai perbandingan, Talavera hanya menghadapi 13 tembakan dalam 6 laga atau hanya sekitar 2 tembakan per laga. Lalu, kiper Qatar yang menembus semifinal, Meshaal Barsham menghadapi 16 tembakan dalam 5 laga atau sekitar 3 tembakan per laga. Adapun Maxime Crepeua (Kanada) hanya menghadapi 11 tembakan dalam 5 laga atau sekitar 2 tembakan per laga.

Bagi awam, itu statistik yang mengejutkan. Maklum saja, Turner bukanlah kiper yang terbilang populer di dunia. Di timnas AS saja, dia masih kalah dari Zack Steffen dan Ethan Horvarth. Namun, bagi pemerhati MLS, itu tidaklah mengejutkan. Sejak bergabung dengan New England Revolution pada 2018, dia sudah melakukan penyelamatan terhadap 280 dari 377 tembakan yang mengarah ke gawangnya.

Statistik apik itu pula yang membuat Turner akhirnya dipercaya sebagai kiper utama di Piala Emas 2021 oleh pelatih Gregg Berhalter. “Saya pikir timnas itu selalu tentang memanfaatkan para pemain yang sedang bagus. Matt adalah contoh yang sedang bagus pada saat ini. Dia bermain sangat bagus pada fase awal MLS musim ini,” kata sang pelatih pada awal Juli lalu seperti dikutip Football5Star.com dari SBI Soccer.

Turner Bikin Keder Al-Haydos

Statistik penalti Matt Turner pun terbilang lumayan. Dari 18 kali menghadapi eksekusi lawan, 8 kali dia mampu membuat sang eksekutor gagal. Terakhir tentu saja pada semifinal Piala Emas 2021. Dia membuat kapten Qatar, Hassan Al-Haydos, mengirim bola jauh melambung ke atas mistar gawang.

Kegagalan penalti Al-Haydos yang jadi titik penentu bagi timnas AS melewati Qatar pada semifinal tak terlepas dari perang urat syaraf yang dilakukan Turner. Dia mengaku kata-kata yang dilontarkan kepada kapten Al-Annabi itu tidak elok disampaikan dalam konferensi pers, tapi dia menganggap itu hal biasa pada laga dengan tensi tinggi.

“Aku hanya mencoba membuat dia tahu bahwa aku sudah tahu, aku sudah melihat penalti-penaltinya,” ujar Turner selepas pertandingan lawan Qatar. “Bahkan, sebelumnya, aku menirukan cara larinya saat kembali ke gawangku hanya untuk membuat dia kesal.”

Intimidasi Matt Turner sukses. Al-Haydos yang mencetak gol penalti panenka pada laga fase grup lawan Panama termakan kata-kata kiper berumur 27 tahun itu. Alih-alih mengulangi panenkanya, dia malah melepaskan tembakan melambung yang lantas melewati mistar gawang lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tajon Buchanan, Moncer di Piala Emas 2021, Diburu Klub-Klub Eropa

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran Piala Emas 2021 resmi berakhir. Timnas AS tampil sebagai juara dengan mengalahkan Meksiko pada final, Senin (2/8/2021) pagi WIB, dengan skor 1-0. Selain itu, ada juga beberapa penghargaan lain. Salah satunya, Pemain Muda Terbaik yang diraih Tajon Buchanan, pemain timnas Kanada.

Bukan tanpa alasan Buchanan terpilih sebagai yang terbaik di antara deretan pemain-pemain muda yang berkiprah pada gelaran Piala Emas 2021. Perannya besar dalam keberhasilan The Canucks lolos hingga semifinal. Saat 4 besar itu, dia bahkan mampu membuat gol yang mengakhiri ketangguhan Meksiko yang sebelumnya tak kebobolan.

Sebelum laga semifinal, pelatih Meksiko, Gerardo Martino, menyebut Buchanan sebagai salah satu pemain yang paling diwaspadai. “Pemain lain yang berbahaya adalah Buchanan, winger yang kadang mereka pasang dalam susunan lima pemain tengah atau winger saat main dengan tiga pemain depan,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Box Score News.

Lebih lanjut, Marino mengungkapkan karakteristik permainan Buchanan. “Dia itu gesit, seorang pemain yang dapat memberikan tusukan ke pertahanan lawan dan membuat petaka. Dia pemain yang sangat berbahaya di tim Kanada,” ujar pelatih yang sempat menangani Barcelona tersebut.

Tajon Buchanan bak Permata Terpendam

Sosok Buchanan bisa dikatakan sebagai permata terpendam di timnas Kanada. Kemunculan pemain berumur 22 tahun itu tak terlepas dari kondisi tim yang compang-camping sejak jelang hingga berkiprah di Piala Emas. Alphonso Davies harus absen karena cedera, Jonathan David pun tak ikut karena tak mendapatkan izin dari klubnya, Lille OSC.

Saat menjalani fase grup, dua penyerang tumbang sekaligus saat melawan AS. Ayo Akinola dan Cyle Larin cedera dan harus mengakhiri kiprah di Piala Emas 2021 lebih cepat. Saat itulah, kilau Buchanan kian mencuat ke permukaan. Permainan ciamiknya di sektor sayap kian terlihat jelas.

Sejak laga pertama melawan Martinik, performa Buchanan sudah memuaskan pelatih John Herdman. Padahal, dia dipasang di posisi yang biasanya diisi Davies, yakni wingback kiri dalam formasi 3-5-2. Pemain New England Revolution itu bahkan mampu menyumbang 1 assist.

“Dia tak cukup sering bermain sebagai wingback dalam kariernya. Namun, dia benar-benar menunjukkan kepada saya kematangan dalam semua momen pada pertandingan. Penampilannya sangat menonjol pada malam ini. Masa depannya sangat cerah,” kata Herdman dalam konferensi pers pascalaga.

Buchanan Buat Klubnya Sibuk

Seiring pernampilannya yang ciamik, Tajon Buchanan langsung menarik minat banyak klub Eropa. New England Revolution pun dibuat sibuk oleh tawaran yang mulai berdatangan. Hal itu diakui pelatih Bruce Arena yang bahkan sempat berbicara dengan mereka.

“Kami telah menerima banyak tawaran dengan jumlah uang yang besar,” kata Bruce seperti dikutip dari Vaughan Today. “Saya sudah berbicara dengan klub-klub dari empat negara Eropa yang tertarik kepadanya dan pemain-pemain kami lainnya. Namun, untuk saat ini, kami ingin mempertahankan mereka setidaknya pada tahun ini.

Bruce Arena membenarkan ada banyak klub Eropa yang meminati Tajon Buchanan.
thesunchronicle.com

Beberapa sumber menyebutkan, RC Lens (Prancis, FC Augsburg (Jerman), dan Club Brugge (Belgia) termasuk dalam deretan klub Eropa yang meminati Buchanan. Menurut Transfermarkt, nilai pasar pemain yang belakangan disebut The New Davies itu berada di angka 4 juta euro. Angka itu dua kali lipat dari valuasi akhir tahun lalu.

Mengenai ketertarikan banyak klub itu, Herdman tentu tak heran. “Tajon mampu membawa kegembiraan bagi para penonton dan fan di rumah. Setiap tim perlu pemain seperti itu. Setiap kelompok suporter menyukai pemain seperti itu,” kata dia. “Klub-klub itu juga tentu mau memburu fullback dengan penampilan sangat dewasa seperti dia.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Kesuksesan Timnas AS Juara Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas AS berhasil melakukan revans terhadap timnas Meksiko pada final Piala Emas 2021. Gol tunggal Miles Robinson pada menit ke-118 membawa tim asuhan Gregg Berhalter juara Piala Emas 2021 dan membalas kekalahan dengan skor sama pada final Piala Emas 2019.

Di samping jadi revans terhadap El Tri yang mengalahkan mereka pada dua tahun lalu, kesuksesan The Yanks kali ini diwarnai beberapa fakta dan catatan menarik. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta kesuksesan timnas AS juara Piala Emas 2021.

1. Timnas AS Juara dengan Tim C

Timnas AS pada Piala Emas 2021 diisi pemain-pemain lapis kedua dan ketiga.
Getty Images

Kesuksesan timnas AS juara Piala Emas 2021 bisa dikatakan sebagai kejutan dan di luar dugaan. Meskipun sudah 6 kali juara dan hanya kalah dari Meksiko dalam perolehan gelar, the Yanks datang tidak dengan kekuatan utama. Tak ada Christian Pulisic, Weston McKennie, Giovanni Reyna, Zack Steffen, dll. yang melanglang buana di Eropa.

Pelatih Gregg Berhalter hanya membawa pemain-pemain lapis kedua. Bahkan, oleh publik AS, The Yanks disebut turun dengan tim C alias lapis ketiga. Faktanya, hanya 9 dari 23 pemain di skuat AS yang mengoleksi caps dalam jumlah dua digit saat Piala Emas 2021 dimulai. Salah satunya kiper veteran Brad Guzan yang sudah berumur 36 tahun.

2. Sapu Bersih Kemenangan

Miles Robinson mencetak gol tunggal pada laga AS vs Meksiko dalam final Piala Emas 2021.
Getty Images

Meskipun turun tidak dengan kekuatan utama, timnas AS tampil luar biasa. Paul Arriola cs. mampu menyapu kemenangan dari fase grup hingga final. Mereka menggasak Haiti, Martinik, Kanada, Qatar, dan Meksiko. Tak satu pun yang mampu mencuri poin dari The Yanks. Hanya El Tri pada final yang anggup menahan mereka dalam 90 menit.

Ini bukan yang pertama bagi AS. Sebelumnya, mereka pernah dua kali menjuarai Piala Emas dengan menyapu bersih kemenangan tanpa melalui adu penalti. Hal itu dilakukan pada 2007 dan 2013. Menariknya, pada 2007, The Yanks juga mengalahkan Meksiko pada partai final dengan skor 2-1.

3. Hanya Kebobolan 1 Gol

Matt Turner tampil luar biasa bersama timnas AS sepanjang Piala Emas 2021.
Getty Images

Modal utama timnas AS juara Piala Emas 2021 tentu saja pertahanan kokoh. The Yanks adalah tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Dari fase grup hingga final, gawang The Yanks hanya kebobolan 1 gol. Bahkan, Almoez Ali dan Rogelio Funes Mori gagal menjaringkan si kulit bulat pada semifinal dan final.

Sosok yang paling fenomenal tentu saja kiper Matt Turner. Sepanjang turnamen, dia melakukan 23 penyelamatan terhadap 24 tembakan yang mengarah ke gawangnya. Satu-satunya gol yang bersarang di gawangnya juga berasal dari eksekusi penalti Emmanuel Riviere saat AS menang 6-1 atas Martinik.

4. Gelar Kedua Berhalter

Gregg Berhalter kini mengoleksi dua gelar juara bersama timnas AS.
Getty Images

Khusus bagi pelatih Gregg Berhalter, gelar juara Piala Emas 2021 kian membuktikan kelasnya sebagai pelatih jempolan. Mengambil alih tim pada awal Desember 2018 dari Dave Sarachan, dia mampu mengembalikan The Yanks ke jalur yang sesungguhnya sebagai salah satu kekuatan utama di Amerika Utara dan Tengah.

Juara Piala Emas 2021 juga jadi gelar kedua yang diraih Berhalter bersama The Yanks. Sebelumnya, pada 7 Juni 2021, dia membawa anak-anak asuhnya menjuarai Concacaf Nations League A. Pada final, mereka menang 3-2 atas Meksiko lewat perpanjangan waktu. Bedanya, The Yanks kala itu diperkuat Christian Pulisic cs.

5. Gelar Ke-7 AS di Piala Emas

Juara Piala Emas 2021 menjadi gelar ke-7 timnas AS di ajang ini.
Getty Images

Kemenangan 1-0 atas Meksiko pada final Piala Emas 2021 menambah koleksi gelar timnas AS di Piala Emas. Ini jadi gelar ke-7 The Yanks pada ajang internasional tertinggi di Amerika Utara dan Tengah tersebut. Sebelumnya, mereka juara pada 1991, 2002, 2005, 2007, 2013, dan 2017.

Satu hal yang menarik, The Yanks baru juara setelah perubahan format dan nama pada 1991. Sebelumnya, saat bernama Kejuaaraan Internasional Concacaf hingga disatukan dengan Kualifikasi Piala Dunia, prestasi terbaik mereka hanyalah runner-up pada 1989.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Menarik Final Piala Emas 2021, AS vs Meksiko

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran Piala Emas 2021 berakhir. Melalui perjuangan berat, timnas AS tampil sebagai juara. Pada final Piala Emas 2021, tim asuhan Gregg Berhalter menang 1-0 atas sang musuh bebuyutan, timnas Meksiko, dengan skor 1-0. Bek Miles Robinson jadi pahlawan The Yanks dengan gol sundulannya pada menit ke-118.

Laga final Piala Emas 2021 yang digelar di Stadion Allegiant berlangsung sengit sejak awal. Selain itu, laga AS vs Meksiko itu juga diwarnai beberapa catatan menarik. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik final Piala Emas 2021.

1. AS vs Meksiko ke-7 di Final Piala Emas

Sejak 1991, ini adalah kali ke-7 final Liga Emas mempertemukan dua tim terkuat di Amerika Utara dan Selatan, yakni AS dan Meksiko. Sebelum pada final Piala Emas 2021 ini, The Yanks dan El Tri bersua pada final Piala Emas 1993, 1998, 2007, 2009, 2011, dan 2019.

Bagi timnas AS, kemenangan kali ini adalah yang kedua atas Meksiko pada final. Sebelumnya, dalam 6 pertemuan terdahulu, mereka hanya menang pada 2007. Ketika itu, The Yanks menang 2-1. Kemenangan kali ini juga jadi revans atas kekalahan di final Piala Emas 2019 saat mereka takluk 0-1 di hadapan El Tri.

2. Final Ke-4 yang Tak Berakhir dalam 90 Menit

Partai AS vs Meksiko pada final Piala Emas 2021 harus berlangsung hingga perpanjangan waktu. Dalam 2×45 menit, kedua tim sama-sama gagal mencetak gol. Ini adalah kali-4 final Piala Emas tak berakhir dalam 90 menit. Sebelumnya, hal serupa terjadi pada final Piala Emas 1991, 2003, dan 2005.

Seperti pada final kali ini, saat final Piala Emas 1991 dan 2005 pun timnas AS yang tampil sebagai juara. Bedanya, pada dua final itu, The Yanks juara lewat adu penalti atas Honduras dan Panama. Adapun pada 2003, Meksiko yang tampil sebagai juara setelah menang atas Brasil berkat golden goal Daniel Osorno.

3. Kekalahan Ke-2 Meksiko di Final Piala Emas

Kekalahan pada final Piala Emas 2021 membuat timnas Meksiko kini dua kali jadi runner-up Piala Emas.
Getty Images

Bagi Meksiko, kekalahan pada final Piala Emas 2021 sangatlah menyesakkan. Kekalahan itu mencoreng rekor apik El Tri saat menjalani laga puncak pada ajang ini. Dalam 10 kesempatan, ini merupakan kekalahan kedua mereka. Menariknya, kekalahan pertama juga dialami dari timnas AS pada 2007. Kala itu, mereka kalah 1-2.

Dalam delapan kesempatan lain, Meksiko selalu tampil sebagai juara, yakni pada 1993, 1995, 1998, 2003, 2009, 2011, 2015, dan 2019. Pada delapan kesuksesan itu, hanya sekali El Tri merebut gelar dengan harus melalui perpanjangan waktu, yakni pada 2003 saat menghadapi Brasil.

4. Final Ke-5 dengan Gol Tunggal

Partai AS vs Meksiko pada final Piala Emas 2021 berakhir 1-0 berkat gol tunggal Miles Robinson pada menit ke-118. Sepanjang sejarah, ini merupakan kali ke-5 final Piala Emas hanya berhias satu gol. Sebelumnya, hasil 1-0 juga terjadi pada final Piala Emas 1998, 2003, 2013, dan 2019.

Pada empat kesempatan terdahulu, justru El Tri yang lebih sering juara, yakni pada 1998, 2003, dan 2019. Pada 1998 dan 2019, mereka menang atas timnas AS, sedangkan pada 2003 mengungguli Brasil. Adapun pada 2013, seperti kali ini, kemenangan 1-0 dibukukan The Yanks. Ketika itu, mereka menang atas Panama.

5. Meksiko Unggul pada Final Piala Emas 2021

Timnas AS kalah dalam sejumlah statistik dari Meksiko meskipun menang pada final Piala Emas 2021.
Getty Images

Dari segi permainan, timnas AS ternyata tidaklah dominan meskipun menang pada final Piala Emas 2021. Paul Arriola dkk. kalah dalam banyak hal. Sepanjang laga, penguasaan bola mereka hanya mencapai 40% alias kalah 20% dari El Tri. Soal jumlah umpan pun kalah jauh. The Yanks hanya 409, sedangkan El Tri mencapai 736.

Timnas AS juga kalah dalam jumlah tembakan yang dilepaskan. Sepanjang pertandingan, Gyasi Zardes dkk. hanya melepaskan 14 tembakan. Sementara itu, sang lawan mampu melepaskan 17 tembakan. Namun, hal terpenting, dari 14 tembakan itu, The Yanks mampu mencetak 1 gol, sedangkan El Tri gagal total.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Aksi Heroik Alfredo Talavera, Kiper Meksiko di Final Piala Emas 2021

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Aksi heroik ditunjukkan Alfredo Talavera, kiper timnas Meksiko di pertandingan final Piala Emas 2021 melawan Amerika Serikat di Allegiant Stadium, Senin (2/8/2021).

Pada pertandingan tersebut, Alfredo Talavera lakukan aksi menawan menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Pada menit ke-72, Amerika Serikat mendapat peluang lewat sepakan tendangan bebas yang dieksekusi Kellyn Acosta.

Bola mengarah kepada Gyasi Zardes namun ia kehilangan kontrol bola. Dari belakang, kapten timnas Amerika Serikat, Paul Arriola datang lepaskan tendangan. Dengan sigap, Alfredo Talavera menahan bola dengan badannya. Gawang Meksiko pun selamat dari kebobolan.

Aksi kiper berusia 38 tahun ini mendapat banyak pujian dari warganet di laman sosial media. Sayangnya di babak ekstra time, lewat skema yang hampir sama, Talavera harus kebobolan pada menit ke-116 lewat sundulan Miles Robinson. Hasil yang membuat Meksiko gagal mempertahankan gelar Piala Emas 2021.

Kiper kelahiran La Barca, 18 September 1982 ini mengawali karier sepak bolanya di Guadalajara pada 2000. Menariknya, sebelum menjadi seorang kiper, Talavera justru memulai kariernya sebagai seorang striker.

Aksi Heroik Alfredo Talavera, Kiper Meksiko di Final Piala Emas 2021
ESPN

Akan tetapi karena postur tubuhnya yang besar membuat pelatih tim lokal yang dibela Talavera memindahkannya sebagai seorang kiper. Pindah posisi menjadi seorang kiper rupanya membuat perjalanan karier Talavera lebih baik.

Pada usia 16 tahun, ia masuk ke Guadajalara dan meninggalkan orang tuanya di La Barca. Di Guadajalara, kualitas Talavera sebagai seorang kiper semakin terasah meski ia belum bisa mendapat panggung karena berada di bawah bayang-bayang seniornya, Oswaldo Sánchez.

Lima tahun kemudian, Oswaldo Sánchez mengalami cedera dan Talavera mendapat panggungnya di sepak bola Meksiko. Oswaldo beberapa tahun kemudian memuji juniornya itu sebagai kiper paling bagus di Meksiko.

“Saya pikir yang paling lengkap dari Talavera, Ochoa dan Corona adalah Talavera. Dia adalah kiper yang memiliki kaki kuat, bagus dalam permainan udara dan memiliki reaksi serta reflek sangat bagus,” ucap Oswaldo kepada ESPN.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil AS vs Meksiko: Miles Robinson Bawa The Yanks Lakukan Revans

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas AS melakukan revans atas kekalahan pada dua tahun lalu dari Meksiko. Partai AS vs Meksiko pada final Piala Emas 2021 di Stadion Allegiant berkahir 1-0. Gol tunggal tercipta pada menit ke-118 melalui sundulan bek The Yanks, Miles Robinson.

Pertandingan kedua tim dengan rivalitas kuat ini berlangsung ketat sejak menit pertama. Perebutan bola dan benturan fisik jadi warna yang dominan. Peluang emas pertama didapatkan Meksiko lewat sepak pojok pada menit ke-11. Sundulan Rogelio Funes Mori meluncur deras, tapi masih dapat digagalkan tangan kiri kiper Matt Turner.

Memasuki menit ke-26, kesalahan di lini belakang Meksiko membuat Sebastian Lletget mampu merebut bola dan melakukan tusukan ke dalam kotak penalti. Dia lantas memberikan umpan ke sebelah kanan yang disambar Paul Arriola dengan tendangan kerasnya. Namun, bola hanya menghantam tiang gawang.

El Tri mendapatkan dua peluang lawan. Keduanya melalui aksi Funes Mori. Namun, kedua peluang itu mampu diamankan oleh Turner dengan baik. Memasuki menit ke-41, kapten Hector Moreno harus meninggakan lapangan karena cedera setelah mendarat dengan satu kaki selepas duel udara dengan Gyasi Zardes. Dia digantikan Carlos Salcedo.

Hingga wasit Said Martinez menyudahi babak pertama, skor laga AS vs Meksiko tetap 0-0. Kedua tim sama-sama gagal mencetak gol meskipun ada 16 tembakan yang dilepaskan dan 6 di antaranya tepat mengarah ke gawang.

Tetap Tanpa Gol

Memasuki babak kedua AS vs Meksiko, pertarungan ketat kembali tersaji. Seperti pada babak pertama, El Tri lebih menguasai permainan. Tim asuhan Gerardo Martino lebih sering menguasai bola dan melakukan serangan. Namun, berkali-kali peluang yang didapatkan tetap gagal berbuah gol karena penyelesaian akhir yang buruk.

Pada 10 menit babak kedua, Oberlin Pineda setidaknya punya peluang emas. Namun, dua aksinya di dalam kotak penalti hanya berbuah tendangan gawang karena tembakannya yang hanya menyamping dari gawang AS yang dikawal Matt Turner.

Melewati menit ke-60, timnas AS mulai menaikkan tekanan. Berkali-kali, kombinasi Matthew Hoppe dan Gyasi Zardes mendapatkan peluang melepaskan tembakanberbahaya. Berkali-kali pula mereka membuat pertahanan Meksiko kelabakan dan terpaksa membuang bola yang berbuah tendangan sudut.

Peluang emas didapatkan pada menit ke-75. Berawal dari tendangan bebas Kellyn Acosta, bola yang meluncur ke kotak penalti gagal disambar Zardes. Namun, Arriola mampu menjangkau bola. Dia melepaskan tembakan keras dari jarak dekat, tapi gagal berbuah gol karena diblok kiper Alfredo Talavera.

Robinson Tentukan Kemenangan AS

Kegagalan kedua tim mencetak gol dalam 90 menit membuat pertandingan harus berlanjut pada babak perpanjangan waktu. Ini adalah kali keempat final Piala Emas tak berakhir dalam 90 menit alias harus melalui perpanjangan waktu. Sebelumnya, itu terjadi pada Piala Emas 1991, 2003, dan 2005.

Setelah melalui drama menegangkan dan pertarungan sengit dengan saling serang, gol akhirnya tercipta. Berawal dari tendangan bebas Kellyn Acosta, Miles Robinson merobek jala gawang Meksiko dengan sundulannya pada menit ke-118. Kedudukan laga AS vs Meksiko pun berubah menjadi 1-0.

El Tri coba membalas gol Robinson. Dalam tiga menit sisa perpanjangan waktu, Hector Herrera dkk. coba melakukan tekanan bertubi-tubi. Namun, pertahanan kokoh timnas AS tak mampu mereka jebol hingga akhirnya wasit Said Martinez mengakhiri pertandingan. Kedudukan AS vs Meksiko tetap 1-0.

Bagi timnas AS, kemenangan ini membawa mereka merengkuh gelar ke-7 pada gelaran Piala Emas. Terakhir, mereka juara pada 2017 setelah mengalahkan Jamaika. Kemenangan ini juga jadi revans atas kekalahan dari Meksiko pada final Piala Emas 2019.

Susunan Pemain AS vs Meksiko

Amerika Serikat (4-3-3): 1-Matt Turner, 2-Reggie Cannon (20-Shaquel Moore 65), 12-Miles Robinson, 16-James Sands, 21-George Bello (3-Sam Vines 65), 19-Eryk Williamson (6-Gianluca Busio 87), 23-Kellyn Acosta, 17-Sebastian Lletget (10-Christian Roldan 66), 7-Paul Arriola (8-Nicholas Gioacchini 87), 9-Gyasi Zardes, 13-Matthew Hoppe (24-Henry Kessler 120)
Pelatih: Gregg Berhalter

Meksiko (4-3-32-3-1): 1-Alfredo Talavera, 1-Luis Rodriguez, 2-Nestor Araujo, 15-Hector Moreno (3-Carlos Salcedo 42, 19-Gilberto Sapulveda 106), 23-Jesus Gallardo, 6-Jonathan dos Santos (14-Erick Gutierrez 76), 4-Edson Alvarez, 16-Hector Herrera, 17-Jesus Corona (5-Osvaldo Rodriguez 91), 11-Rogelio Funes Mori (9-Alan Pulido 106), 10-Oberlin Pineda (24-Rodolfo Pizarro 76)
Pelatih: Gerardo Martino

K. Kuning: Acosta 113 – Herrera 7, Gallardo 114, Alvarez 117
K. Merah:
Wasit: Said Martinez

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Misi Khusus Jonathan dos Santos di Final Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jonathan dos Santos, gelandang timnas Meksiko, punya misi khusus pada final Piala Emas 2021 melawan timnas AS, Senin (2/8/2021) pukul 07.30 WIB. Laga AS vs Meksiko nanti jadi kesempatan emas baginya untuk menyamai prestasi sang kakak, Giovani dos Santos.

Andai Meksiko juara, itu akan jadi gelar ketiga bagi Jonathan. Sebelumnya, dia juga menjuarai Piala Emas bersama El Tri pada 2015 dan 2019. Tiga gelar juara itu akan membuat dia menyamai prestasi Giovani yang juara pada 2009, 2011, dan 2015. Kakak-beradik tiga kali juara Piala Emas akan jadi torehan istimewa sepanjang masa.

Jonathan dan Giovani dos Santos bisa menjadi kakak-beradik pertama yang 3 kali juara dan mencetak gol pada 2 final Piala Emas.
Getty Images

Tak hanya itu, Jonathan juga berpeluang menyamai prestasi lain Giovani di Piala Emas, khususnya partai final. Syaratnya, dia harus menjebol gawang timnas AS pada final di Stadion Allegiant nanti. Itu jadi keharusan untuk menyamai sang kakak yang mencetak gol pada dua final, yakni pada 2009 dan 2011.

Saat ini, Jonathan dos Santos baru mencetak gol pada satu final. Seperti diketahui, dia jadi pahlawan kemenangan Meksiko saat menjuarai Piala Emas 2019. Pada laga final, gol tunggalnya saat laga berjalan 73 menit membawa El Tri mengalahkan AS.

Jonathan dos Santos Sedang Berduka

Mencetak gol pada lebih dari satu final Piala Emas adalah hal langka. Sejak 1991, baru tiga pemain yang mampu melakukan hal itu. Selain Giovani dos Santos, dua pemain lainnya adalah landon Donovan dan Andres Guardado. Donovan pada final edisi 2007 dan 2011, sedangkan Guardado pada 2007, 2011, dan 2015.

Dalam upaya menyamai prestasi sang kakak, Jonathan akan turun dengan emosi berbeda. Saat ini, dia masih dalam suasana duka karena sang ayah, Zizinho, meninggal dunia hanya beberapa jam sebelum Meksiko melawan Kanada pada semifinal lalu. Zizinho meninggal setelah terpapar COVID-19.

Sangat mungkin, Jonathan akan tampil dengan semangat berlipat untuk meraih gelar juara dan memberikan persembahan khusus bagi mendiang ayahnya. Dia sudah membuktikan itu saat semifinal. meskipun terpukul oleh berita duka, dia tetap bermain dan membawa El Tri menang 2-1.

Para pemain timnas Meksiko pun memberikan dukungan penuh bagi gelandang berumur 31 tahun itu. Setelah gol Orbelin Pineda, mereka merayakannya dengan mengerubungi Jonathan. Setelah pertandingan, Hector Herrera yang mencetak gol penentu kemenangan 2-1 juga cukup lama memeluk sang gelandang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Amerika Serikat Waspadai Ketajaman Rogelio Funes Mori

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Amerika Serikat akan melawan Meksiko di final Piala Emas 2021. Pertemuan ini akan berlangsung di Allegiant Stadium, Senin (2/8/2021). Di atas kertas, Meksiko lebih diunggulkan dibanding Amerika Serikat.

Menurut pelatih Amerika Serikat, Gregg Berhalter, anak asuhnya akan berusaha memberikan yang terbaik di final Piala Emas 2021. Menurut Gregg, semua pemain di tim sudah siap untuk bisa meraih gelar juara yang terakhir di rasakan Amerika Serikat pada 2017.

Qatar vs Amerika Serikat - Piala Emas 2021 - @goldcup

“Ada banyak hal yang disukai dari tim ini. Itu dimulai dengan pola pikir mereka yang tidak pernah puas, selalu ingin berkembang dan selalu ingin menjadi lebih baik,” kata Gregg Berhalter seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Concacaf, Minggu (1/8).

“Hal kedua yang paling menonjol adalah bagaimana mereka saling mendukung dan atmosfer yang mereka ciptakan di tempat latihan. Kami telah melihat para pemain saling mendukung. Ini adalah bulan yang luar biasa dan kami ingin menutupnya dengan gelar juara,” tambahnya.

Soal kekuataan tim lawan, Gregg Berhalter menyoroti striker Meksiko, Rogelio Funes Mori. Menurutnya, Funes Mori ialah salah satu pemain hebat dan menjadi yang terbaik di Piala Emas 2021.

“Dia pemain hebat. Dia salah satu pemain terbaik di turnamen sejauh ini. Dia mematikan di kotak penalti dan secara keseluruhan pemain yang bagus. Jadi bagi kami ini adalah tantangan,” ucapnya.

“Kami harus berani dan berduel secara fisik dengannya. Jika kami melakukannya, kami bisa membatasi soal peluang yang bisa ia dan tim Meksiko ciptakan,”

Di ajang Piala Emas 2021, Rogelio Funes Mori menjadi salah satu bomber andalan timnas Meksiko. Bersama Orbelín Pineda, pemain yang pernah bermain di Benfica itu sudah mencetak 3 gol, selisih 1 gol dengan top scorer sementara, Almoez Ali, pemain Qatar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Meksiko Lebih Diunggulkan Juara, Gerardo Martino Ogah Sesumbar

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gerardo Martino, pelatih timnas Meksiko tak mau membusungkan dada meski anak asuhnya lebih diunggulkan menjadi juara Piala Emas 2021. Di partai final Piala Emas 2021, Meksiko akan menghadapi rival utamanya, Amerika Serikat pada Senin (2/8/2021).

“Saya akan menyoroti keinginan para pemain untuk berada di sana, tampil dan bermain di partai final dan tentu saja bahwa tim ini akan terus berkembang dari segi permainan. Ini adalah tim yang penuh komitmen,” kata Gerardo Martino seperti dikutip Football5star.com dari laman Concacaf, Minggu (1/8).

Hasil Meksiko vs Kanada

Amerika Serikat di Piala Emas 2021 menurunkan pemain yang berbeda dengan tim saat mereka bermain di babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun bagi Martino, hal itu bukan masalah besar bagi anak asuhnya.

“Saya tidak berpikir ada perbedaan dalam sepak bola mereka. Tim yang diasuh Gregg (Berhalter) memiliki cara bermain yang pasti. Saya percaya tidak ada perbedaan. Ada pemain yang akan bermain besok juga melawan kami beberapa waktu lalu. Saya berharap gaya pemain mereka tak berubah,” kata Gerardo Martino.

Pertandingan final Piala Emas 2021 menjadi yang ke-11 bagi timnas Amerika Serikat dan kedelapan bagi timnas Meksiko. Rekor pertemuan kedua tim: Amerika Serikat menang 21 kali, 14 kali imbang dan Meksiko meraih 38 kali kemenangan.

Kedua tim pertama kali bertemu di final Piala Emas terjadi pada 25 Juli 1993. Meksiko berhasil menghajar Amerika Serikat dengan skor 4-0. Kemenangan terbesar di final Piala Emas tercipta pada 2009. Meksiko menghajar Amerika Serikat dengan skor 5-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta AS vs Meksiko di Final Piala Emas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Final idaman akhirnya terjadi pada Piala Emas 2021. Timnas AS akan bersua sang juara bertahan, timnas Meksiko. Laga AS vs Meksiko akan tersaji di Stadion Allegiant, Senin (2/8/2021) pukul 07.30 WIB. The Yanks lolos ke final setelah mengalahkan Qatar, sedangkan El Tri menaklukkan Kanada.

Pertemuan AS vs Meksiko adalah pertarungan dua tim yang sangat mendominasi Piala Emas. Sejak 1963, kedua tim ini adalah yang tersukses. El Tri mengemas 11 gelar juara, sedangkan The Yanks sudah 6 kali juara. Khusus sejak format dan dinamai Piala Emas pada 1991, hanya pada 2000 final tak diwarnai kehadiran salah satu tim ini.

Pertemuan The Yanks dengan El Tri pada final pun bukan sesuatu yang baru. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik pertarungan kedua tim saat bersua pada final Piala Emas.

1. AS Inferior terhadap Meksiko

Laga AS vs Meksiko pada final Piala Emas 2021 bukanlah yang pertama. Sejak 1991, ini bahkan merupakan yang ke-7. Ini adalah pertemuan tersering pada final Piala Emas. Di belakangnya ada AS vs Panama dan Meksiko vs Brasil yang sama-sama tersaji sebanyak dua kali.

Dari 6 pertemuan terdahulu, Meksiko unggul jauh dari AS. El Tri tercatat membukukan 5 kemenangan dan hanya 1 kali kalah. Pertemuan terakhir terjadi pada final Piala Emas 2019. Adapun satu-satunya kemenangan The Yanks terjadi pada Piala Emas 2007. Ketika itu, mereka kalah menang 2-1 atas El Tri.

2. El Tri Dua Kali Bantai The Yanks

Dalam enam edisi terdahulu AS vs Meksiko pada final Piala Emas, skor besar pernah dua kali terjadi. Kedua-duanya adalah kemenangan besar El Tri. Itu terjadi pada Piala Emas 1993 dan 2009. Dua kemenangan itu juga jadi yang terbesar pada partai puncak Piala Emas.

Pada final Piala Emas 1993, Meksiko menang 4-0 berkat gol-gol Ignacio Ambriz, Zague, Guillermo Cantu, dan bunuh diri Desmond Armstrong. Adapun pada 2009, El Tri membantai The Yanks 5-0. Gol-gol Meksiko saat itu dibuat oleh Gerardo Torrado, Giovani Dos Santos, Carlos Vela, Jose Castro, dan Guillermo Franco.

3. Hanya Dua Kali AS vs Meksiko Tanpa Clean Sheet

Laga AS vs Meksiko pada final Piala Emas sudah terjadi pada 1993, 1998, 2007, 2009, 2011, dan 2019. Dari 6 pertemuan tersebut, hampir selalu ada tim yang clean sheet. Menariknya, hanya El Tri yang mampu tak kebobolan. Pengecualian terjadi dua kali saja.

Anomali pertama terjadi pada Piala Emas 2007. Ketika itu, timnas AS tampil sebagai juara setelah menang 2-1 atas Meksiko. Sementara itu, anomali kedua terjadi pada edisi 2011. Kali ini, El Tri yang menang atas The Yanks. Mereka menang dengan skor 4-2.

4. Rata-Rata Tercipta 3,33 Gol

Para penggila sepak bola bisa berharap terjadi banyak gol pada final Piala Emas 2021. Pasalnya, dalam 6 edisi terdahulu AS vs Meksiko pada ajang ini rata-rata tercipta 3,33 gol. Tiga kali di antaranya diwarnai setidaknya 4 gol, yaitu pada 1993, 2009, dan 2011. Pada tiga laga tersebut, El Tri mencetak setidaknya 4 gol.

Akan tetapi, bisa jadi laga nanti juga berakhir dengan skor tipis. Soalnya, tiga pertemuan lain AS vs Meksiko pada 1998, 2007, dan 2019 memang berakhir dengan selisih 1 gol saja. Pada 1998 dan 2019, El Tri menang 1-0, sedangkan pada 2007 The Yanks menang 2-1.

5. Hanya Satu Pencetak Brace

Pablo Barrera adalah satu-satunya pemain yang mencetak brace dalam laga AS vs Meksiko pada final Piala Emas.
deseret.com

Tercipta 20 gol dalam 6 pertemuan AS vs Meksiko pada final Piala Emas. Ada 16 pemain yang mencetak gol pada laga The Yanks vs El Tri. Dari 16 pemain itu, hanya empat pemain yang mencetak lebih dari 1 gol. Mereka adalah Andres Guardado, Giovani dos Santos, Pablo Barrera, dan Landon Donovan.

Satu hal yang menarik, hanya satu pemain yang mencetak brace. Dia adalah Barrera. Adapun Guardado, Dos Santos, dan Donovan mencetak gol dalam dua partai final. Barrera melakukannya pada final Piala Emas 2011. Brace-nya membawa Meksiko menang 4-2 atas AS.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Menarik Final Piala Emas Sepanjang Sejarah

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran Piala Emas 2021 sudah memasuki babak final. Timnas AS dan Meksiko akan saling berhadapan pada final Piala Emas, Senin (2/8/2021) pagi WIB. The Yanks lolos setelah menang 1-0 atas Qatar pada semifinal. Sementara itu, El Tri menaklukkan Kanada dengan skor 2-1.

Kelolosan AS dan Meksiko menegaskan dominasi kedua tim tersebut di kawasan Amerika Utara dan Tengah. Khususnya, tentu saja di Piala Emas. Sejak format dan nama baru diberlakukan sejak 1991, hanya sekali gelar juara tak diraih kedua tim tersebut.

Di samping dominasi AS dan Meksiko, masih ada banyak catatan menarik yang tertoreh pada final Piala Emas sejak 1991. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik final Piala Emas sepanjang masa.

1. Baru 9 Tim yang Lolos ke Final Piala Emas

Jamaika jadi tim ke-9 yang lolos ke final Piala Emas saat menghadapi Meksiko pada edisi 2015.
zimbio.com

Gelaran Piala Emas sudah diikuti oleh 30 tim. Itu termasuk 7 tim yang berstatus undangan. Dari jumlah tersebut, baru 9 tim yang mampu lolos ke final Piala Emas. Mereka adalah Meksiko, AS, Jamaika, Brasil, Panama, Honduras, Kolombia, Kosta Rika, dan Kanada.

Dari 9 tim tersebut, AS paling sering lolos ke final. Final pada Piala Emas 2021 adalah yang ke-12 bagi The Yanks. Berikutnya ada Meksiko yang tahun ini menjalani final ke-9. Kedua tim itu tentu saja pernah juara. Selain mereka, tim-tim lain yang memenangi laga final sejak 1991 hanya Kanada pada 2000.

2. Hampir Selalu Ada AS atau Meksiko

Pertemuan AS dengan Meksiko pada final Piala Emas 2021 tidaklah mengejutkan. Sejak 1991, hampir selalu ada salah satu dari kedua tim itu pada laga final. Bahkan, termasuk tahun ini, final AS vs Meksiko telah terjadi sebanyak 7 kali dari 16 final. Pertemuan pertama mereka di final terjadi pada 1993.

Satu-satunya anomali terjadi pada Piala Emas 2000. Ketika itu, Kanada dan Kolombia yang bertarung pada partai final. Pada gelaran kali ini, Meksiko dan AS bahkan gagal lolos ke semifinal. Kedua tim tangguh di kawasan Concacaf itu sama-sama tersungkur pada perempat final.

3. Hanya 3 Kali Tak Selesai dalam 90 Menit

Dari 15 final Piala Emas terdahulu sejak 1991, hampir semuanya selesai dalam 90 menit. Hanya tiga kali laga final harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Dua laga bahkan harus ditentukan pemenangnya lewat drama adu penalti. Sisanya, 12 final selesai dalam 90 menit.

Satu final ditentukan oleh golden goal pada Piala Emas 2003 ketika Meksiko menang 1-0 Brasil. Golden goal dibuat Daniel Osorno pada menit ke-97. Adapun dua adu penalti dilakoni AS pada final Piala Emas 1991 dan 2005 menghadapi Honduras dan Panama. Dua laga itu berakhir 0-0 dalam 120 menit. The Yanks lantas memenangi dua final itu dengan kemenangan 4-3 dan 3-1 pada adu penalti.

4. Total 35 Gol dalam 15 Final Terdahulu

Jonathan dos Santos jadi pemain ke-30 yang mencetak gol di final Piala Emas.
bostonglobe.com

Sejak 1991, telah tercipta 35 gol dalam 15 laga final Piala Emas. Dari 35 gol itu, hanya 3 gol yang berasal dari eksekusi penalti dan satu gol bunuh diri. Satu-satunya gol bunuh diri dibuat Desmond Armstrong pada final Piala Emas 1993 ketika Meksiko menang 4-0 atas AS.

Meskipun lebih sering tampil di final, The Yanks ternyata bukanlah tim dengan koleksi gol terbanyak. Mereka hanya mengemas 9 gol. Itu terpaut jauh dari Meksiko yang mengemas 22 gol, termasuk gol bunuh diri Armstrong. Adapun Jamaika dan Kanada sama-sama mencetak 2 gol.

5. Prestasi Istimewa Andres Guardado

Andres Guardado mencetak gol ketiganya di final Piala Emas saat melawan Jamaika pada 2015
oregonlive.com

Dari 30 pemain yang pernah mencetak gol pada final Piala Emas, Andres Guardado punya prestasi istimewa. Gelandang timnas Meksiko tersebut adalah yang tersubur dengan koleksi 3 gol pada partai puncak. Uniknya, ketiga gol itu dibuat pada tiga final.

Guardado mencetak gol pertamanya pada final saat Meksiko kalah 1-2 dari AS pada partai puncak Piala Emas 2007. Empat tahun kemudian, dia kembali mencetak gol saat El Tri menang 4-2 atas The Yanks. Adapun gol ketiga dibuat pada final edisi 2015 kala El Tri menang 3-1 atas Jamaika.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Amerika Serikat vs Meksiko

cover USA vs Meksiko
Prediksi: Amerika Serikat vs Meksiko 51
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
Amerika Serikat 1-2 Meksiko
Predictz
Amerika Serikat 1-2 Meksiko
Forebet
Amerika Serikat 0-1 Meksiko
Football5Star
Amerika Serikat 0-2 Meksiko

 

Allegiant Stadium, Senin (2/8/2021) Pukul 07.00 WIB 

Football5Star.com, Indonesia – Partai final Piala Emas 2021 hadirkan laga impian antara favorit juara, Amerika Serikat vs Meksiko. Laga Amerika Serikat vs Meksiko berlangsung di Allegiant Stadium, Senin (2/8/2021). Laga ini menjadi partai ulangan final Piala Emas 2019, di mana El Tri mampu meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 1-0 pada saat itu.

Meksiko berhasil meraih tiket ke final Piala Emas 2021 setelah mengalahkan Kanada lewat laga yang berlangsung cukup dramatis. Gelandang Atletico Madrid, Hector Herrera menjadi pahlawan untuk El Tri lewat golnya di masa perpanjangan waktu. Laga cukup sengit juga harus dijalani oleh Amerika Serikat yang jumpa tim undangan, Qatar.

Amerika Serikat butuh waktu 89 menit untuk bisa menciptakan satu gol ke gawang Qatar. Kemenangan 1-0 atas Qatar memuat anak asuh Gregg Berhalter menjadi final ke-11 di Piala Emas. Jelang partai melawan Meksiko, Berhalter menyebut bahwa anak asuhnya sudah sangat siap untuk bisa membalas memori buruk di 2019.

Sementara itu, pealtih Gerardo Martino cukup percaya diri jelang bersua Amerika Serikat. Selain catatan impresif El Tri jika menghadapi Amerika Serikat di ajang Piala Emas. Martino juga memiliki catatan sama bagusnya. Rekor Martino vs Amerika Serikat: 2 kali menang, 0 imbang, 1 kalah.

REKOR PERTEMUAN
head to head USA vs Meksiko
Prediksi: Amerika Serikat vs Meksiko 52
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir USA vs Meksiko
Prediksi: Amerika Serikat vs Meksiko 53
STATISTIK MENARIK
  • Tercipta 35 gol di 15 final Piala Emas sebelumnya.
  • Pertandingan final Piala Emas 2021 menjadi yang ke-11 bagi timnas Amerika Serikat dan kedelapan bagi timnas Meksiko.
  • Rekor pertemuan kedua tim: Amerika Serikat menang 21 kali, 14 kali imbang dan Meksiko meraih 38 kali kemenangan.
  • Kedua tim pertama kali bertemu di final Piala Emas terjadi pada 25 Juli 1993. Meksiko berhasil menghajar Amerika Serikat dengan skor 4-0.
  • Lima tahun kemudian, Amerika Serikat vs Meksiko kembali terulang di final Piala Emas. Meskiko menang dengan skor 1-0.
  • Kemenangan terbesar di final Piala Emas tercipta pada 2009. Meksiko menghajar Amerika Serikat dengan skor 5-0.
  • 25 Juni 2011, Meksiko kembali meraih kemenangan atas Amerika Serikat di final Piala Emas dengan skor 4-2.
  • Sepanjang Piala Emas 2021, anak asuh Gregg Berhalter menciptakan 12 gol dari babak fase grup hingga semifinal.
  • Sedangkan anak asuh Gerardo Martino sepanjang Piala Emas 2021 menciptakan 9 gol.
PELATIH
  • Pertandingan Amerika Serikat vs Meksiko akan mempertemukan Gregg Berhalter dengan Gerardo Martino.
  • Rekor Martino vs Amerika Serikat: 2 kali menang, 0 imbang, 1 kalah.
  • Laga ini menjadi pertemuan keempat Berhalter melawan Meksiko. Di tiga laga sebelumnya, ia hanya meraih 1 kemenangan dan mengalami 2 kekalahan.
  • Tercipta lebih dari 2 gol di tiga pertandingan terakhir kedua pelatih.
WASIT
  • Pertandingan Amerika Serikat vs Meksiko akan dipimpin oleh wasit asal asal Honduras, Said Martínez.
  • Martinez telah 2 kali memimpin laga pada perhelatan Piala Emas 2021. Hanya tercipta 1 gol dalam 2 pertandingan tersebut.
  • Amerika Serikat dan Meksiko sama-sama pernah diwasiti oleh Martinez di Piala Emas 2021. Hasilnya kedua tim sama-sama meraih kemenangan.
  • Dari 2 pertandingan yang dipimpin oleh Said Martinez di Piala Emas 2021, ia telah mengeluarkan 9 kartu kuning.
PEMAIN KUNCI

Amerika Serikat

Top Scorer: Daryl Dike, Gyasi Zardes (2 gol)
Top Assist:-
Top Rating: –

Meksiko

Top Scorer: Rogelio Funes Mori, Orbelín Pineda (3 gol)
Top Assist: –
Top Rating:

*Statistik di Piala Emas 2021

BERITA KEDUA TIM
  • Amerika Serikat:
  • Meksiko:
PRAKIRAAN FORMASI

line up USA vs Meksiko
Prediksi: Amerika Serikat vs Meksiko 54

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Hasil Meksiko vs Kanada: Hector Herrera Bawa El Tri Ulangi Final 2019

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia- Partai semifinal Piala Emas 2021 antara Meksiko vs Kanada di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Jumat (30/7/2021) berhasil dimenangkan oleh El Tri dengan skor 2-1. Hasil ini membuat Piala Emas 2021 mengulang partai final 2019 yang mempertemukan Amerika Serikat vs Meksiko.

Pada babak pertama pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Meksiko sebagai juara bertahan langsung menekan pertahana timnas Kanada. Menit ke-10, Hector Herrera mendapat peluang emas. Sayang sepakan pemain Atletico Madrid itu belum bisa membobol gawang Maxime Crepeau.

Hasil Meksiko vs Kanada

Memasuki menit ke-17, gantian Kanada memiliki peluang. Tesho Akindele berhasil mencuri bola dari pemain Mekisko. Ia kirimkan umpan kepada Stephen Eustáquio. Namun tembakan Eutaguio masih melambung di atas mistar gawang Talavera.

Menit ke-42, tensi tinggi permainan membuat pemain kedua tim saling cekcok. Hal ini berawal dari jatuhnya Jesus Corona di dalam area kotak penalti. Namun wasit Daneon Parchment dari Jamaika tak menganggap itu sebagai pelanggaran.

Namun keputusan Parchment diubah setelah melihat VAR. Meksiko mendapat hadiah penalti dan Orbelin Pineda mampu menuntaskan tugasnya sebagai algojo. Meksiko unggul 1-0 di babak pertama.

Pada babak kedua, pertandingan masih berlangsung dengan tensi tinggi. Pemain kedua pemain saling tackle. Kanada pada menit ke-57 mampu menyamakan kedudukan lewat akselerasi Tajon Buchanan yang lolos dari jebakan offside. Sepakan Buchanan dari dalam kotak penalti tak bisa diantisipasi oleh Alfredo Talavera.

Meksiko mendapat peluang emas setelah mendapat hadiah penalti kedua. Sayangnya sepakan dari Carlos Salcedo bisa diantispasi oleh Crepeau. Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak kedua.

Laga pun dilanjutkan dengan masa perpanjangan waktu. Di menit ke-98, Hector Herrera berhasil jadi pahlawan Meksiko lewat sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti.

Skor ini bertahan hingga akhir pertandingan Meksiko vs Kanada. El Tri pun melaju ke partai final melawan Amerika Serikat pada Allegiant Stadium pada 1 Agutus 2021.

Susunan pemain Meksiko vs Kanada:

Meksiko: 1. Alfredo Talavera, 21. Luis Rodríguez, 3. Carlos Salcedo, 15. Héctor Moreno, 23. Jesús Gallardo, 6. Jonathan dos Santos, 4. Edson Álvarez, 16. Héctor Herrera, 17. Jesus Corona, 11. Rogelio Mori, 10. Orbelin Pineda

Pelatih: Gerardo Martino

Kanada: 16. Maxime Crépeau, 15. Doneil Henry, 2. Alistair Johnston, 4. Kamal Miller, 22. Richie Laryea, 7. Stephen Eustáquio, 14. Mark-Anthony Kaye, 12. Tajon Buchanan, 21. Jonathan Osorio, 24. Tesho Akindele, 10. Junior Hoilett

Kartu kuning: Junior Hoilett, Tajon Buchanan, Doneil Henry

Pelatih: John Herdman

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Piala Emas 2021: Mimpi Qatar Dihancurkan Gyasi Zardes

gamespool
Piala Emas 2021: Mimpi Qatar Dihancurkan Gyasi Zardes 61

Football5star.com, Indonesia – Mimpi Qatar untuk melaju ke laga final Piala Emas 2021 diakhiri oleh tim tuan rumah, Amerika Serikat, pada Jumat (30/7) pagi WIB. Laga semifinal Piala Emas antara Qatar vs Amerika Serikat berakhir dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Gyasi Zardes.

Kedua tim mengawali pertandingan dengan inisiatif menyerang. Baik Qatar maupun Amerika Serikat sama-sama mendapat peluang yang belum membuahkan hasil dalam 15 menit pertama pertandingan.

Memasuki menit ke-20, Qatar mulai mengontrol jalannya tempo pertandingan. Dimotori Akram Afif dan Almoez Ali, skuat besutan Felix Sanchez berhasil merepotkan barisan pertahanan Amerika Serikat.

Di 10 menit terakhir paruh pertama, Amerika Serikat berusaha menandingi intensitas serangan Qatar. Akan tetapi, Matthew Hoppe cs kesulitan menciptakan peluang berarti dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Qatar vs Amerika Serikat - Piala Emas 2021 - @USMNT
twitter.com/USMNT

Selepas turun minum, Qatar kembali membombardir lini belakang Amerika Serikat. Pada menit ke-61, Qatar mendapat peluang emas setelah Akram Afif dijatuhkan James Sands di kotak terlarang.

Namun, Qatar gagal membuka keunggulan karena eksekusi penalti Hassan Al-Haydos melambung di atas gawang kawalan Matt Turner. Kegagalan penalti Qatar langsung membakar semangat para penggawa Amerika Serikat. The Stars and Stripes langsung keluar menyerang dan mulai menciptakan beberapa peluang.

Pada menit ke-85, Amerika Serikat akhirnya berhasil membuka keunggulan lewat sontekan pemain pengganti, Gyasi Zardes. Skor 1-0 bertahan hingga wasit asal Kosta Rika, Juan Gabriel Calderon, membubarkan pertandingan.

Kemenangan ini membuat Amerika Serikat menjadi tim pertama yang sukses mengamankan tempat di partai puncak Piala Emas 2021. Ini merupakan kali ke-13 The Stars and Stripes melaju ke laga final Piala Emas.

SUSUNAN PEMAIN QATAR VS AMERIKA SERIKAT:

Qatar: 22-Meshaal Barsham; 2-Ro-Ro, 15-Bassam Al-Rawi, 16-Boualem Khoukhi, 3-Abdelkarim Hassan, 14-Homam Ahmed; 10-Hassan Al-Haydos (20-Abdullah Al-Ahrak 72′), 12-Karim Boudiaf, 6-Abdulaziz Hatem (7-Ahmed Alaaeldin 88′); 19-Almoez Ali, 11-Akram Afif (9-Mohammed Muntari 77′)

Pelatih: Felix Sanchez

Amerika Serikat: 1-Matt Turner; 20-Shaquell Moore (2-Reggie Cannon 63′), 16-James Sands, 12-Miles Robinson, 3-Sam Vines; 6-Gianluca Busio (10-Cristian Roldan 63′), 23-Kellyn Acosta, 17-Sebastian Lletget; 7-Paul Arriola (19-Eryk Williamson 81′), 11-Daryl Dike (9-Gyasi Zardes 63′), 13-Matthew Hoppe (8-Nicholas Gioacchini 81′)

Pelatih: Gerard Berhalter

Kartu Kuning: Boudiaf 40′ – Moore 62′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jejak Tim Undangan pada Semifinal Piala Emas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuat kejutan besar pada Piala Emas 2021. Datang sebagai tim undangan, Al-Annabi mampu menembus semifinal setelah mengalahkan El Salvador pada perempat final dengan skor 3-2. Selain lolos ke semifinal Piala Emas, tim asuhan Felix Sanchez juga tampi mengesankan.

Meskipun demikian, kelolosan Qatar ke semifinal bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tim undangan menembus 4 besar bukanlah hal baru. Sebelumnya, beberapa tim berstatus undangan juga mampu melakukan hal serupa. Bahkan, bisa dikatakan, lolos ke semifinal adalah tradisi bagi tim-tim dengan status itu.

Duel semifinal sesama tim undangan terjadi pada Piala Emas 2000 ketika Peru melawan Kolombia.
Getty Images

Sebelum Qatar pada edisi kali ini, sudah ada enam tim undangan yang meramaikan pentas Piala Emas. Mereka adalah Brasil, Kolombia, Peru, Korea Selatan, Ekuador, dan Afrika Selatan. Dari keenam tim itu, hanya Ekuador dan Afrika Selatan yang gagal menembus semifinal. Brasil malah tiga kali lolos ke babak 4 besar Piala Emas.

Lalu, bagaimana rekam jejak tim undangan saat berlaga pada semifinal? Ternyata tidak bagus. Dari empat tim, hanya Brasil dan Kolombia yang mampu lolos ke final. Dua tim lainnya, yaitu Peru dan Korsel, kandas pada babak ini. Pada Piala Emas 2000, Peru disingkirkan Kolombia, sedangkan Korsel disisihkan Kosta Rika pada 2002.

Brasil Tim Undangan Tersukses

Dari tim-tim undangan yang pernah mewarnai Piala Emas, Brasil adalah yang tersukses. Tiga kali berpartisipasi pada 1996, 1998, dan 2003, Selecao selalu mampu lolos ke semifinal. Dari tiga kesempatan itu, mereka juga dua kali lolos ke final. Hanya pada 1998 mereka gagal karena dikalahkan Amerika Serikat.

Berbeda dengan Brasil, Kolombia hanya dua kali lolos ke semifinal Piala Emas dalam tiga partisipasi. Mereka melakukannya pada 2000 dan 2005. Adapun pada 2003, Los Cafeteros tersisih pada perempat final setelah dikalahkan Brasil. Dari dua kesempatan lolos ke final, Los Cafeteros hanya melaju ke final pada 2000 dengan mengalahkan Peru.

Timnas Brasil selalu masuk semifinal Piala Emas dalam 3 kesempatan jadi tim undangan.
Getty Images

Meskipun demikian, tak satu pun dari Brasil dan Kolombia yang kemudian tampil sebagai juara. Pada Piala Emas 1996, Brasil takluk 0-2 dari Meksiko. Empat tahun berselang, Kolombia kalah dengan skor yang sama dari Kanada. Adapun Brasil pada 2003 kembali takluk dari Meksiko. Kali ini dengan skor 1-0 lewat golden goal Daniel Osorno.

Ini tentu saja jadi tantangan tersendiri bagi timnas Qatar yang lolos ke semifinal Piala Emas 2021. Mereka dituntut bisa menyamai atau bahkan melebihi jejak Brasil dan Kolombia. Namun, misi itu dipastikan sulit karena Al-Annabi harus menghadapi timnas AS yang sepanjang sejarah hanya sekali kalah pada babak 4 besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Menarik Semifinal Piala Emas Sepanjang Masa

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran Piala Emas 2021 sudah memasuki tahap akhir. Jumat (30/7/2021) pagi WIB, empat tim akan berjibaku pada babak semifinal Piala Emas 2021. Timnas Qatar menghadapi AS, sedangkan Meksiko melawan Kanada. Mereka akan memperebutkan dua tiket ke partai puncak.

Sepanjang sejarah, babak semifinal baru dikenal sejak format dan nama kompetisi diubah jadi Piala Emas pada 1991. Dalam 15 gelaran sebelumnya, telah tertoreh banyak catatan menarik. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik semifinal Piala Emas sepanjang masa.

1. Semifinal Piala Emas Tanpa AS dan Meksiko

Timnas Meksiko disingkirkan Kanada pada perempat final Piala Emas 2000.
Getty Images

Timnas AS dan Meksiko adalah penguasa sepak bola di kawasan Amerika Utara dan Tengah. Keduanya tercatat sebagai tim terkuat. Hal itu juga terbukti pada gelaran Piala Emas. Sejak 1991, babak semifinal selalu diwarnai kehadiran salah satu atau bahkan kedua tim tersebut.

Anomali hanya terjadi sekali, yaitu pada Piala Emas 2000. Ketika itu, meskipun lolos sebagai juara grup, AS dan Meksiko tersisih pada perempat final. The Yanks takluk 1-2 dalam adu penalti lawan Kolombia setelah imbang 2-2. Sementara itu, El Tri ditaklukkan Kanada dengan skor 1-2.

2. AS Hampir Selalu Ada

Timnas AS hanya gagal lolos ke semifinal Piala Emas 2000 karena disisihkan Kolombia pada perempat final.
Getty Images

Timnas AS adalah tim yang paling sering lolos ke semifinal Piala Emas. Hingga edisi tahun ini, mereka sudah lolos 16 kali ke babak ini. Satu-satunya kegagalan The Yanks adalah pada 2000. Ketika itu, mereka disingkirkan Kolombia lewat adu penalti pada perempat final.

Seperti dapat diduga, tim lain yang sering lolos ke semifinal adalah Meksiko. Tahun ini adalah kali ke-13 mereka berada di 4 besar. El Tri hanya gagal lolos pada Piala Emas 2000, 2002, dan 2005. Pada tiga gelaran tersebut, langkah mereka selalu terhenti pada perempat final.

3. Dominasi Skor 1-0

Sejak edisi 1991, telah berlangsung 30 pertandingan pada babak semifinal Piala Emas. Dari 30 pertandingan itu, skor 1-0 jadi yang paling dominan. Tercatat, 10 kali atau sepertiga laga semifinal berakhir dengan skor ini. Disusul kemudian dengan skor 2-1, yaitu sebanyak 7 kali.

Dari 30 pertandingan semifinal dalam 15 edisi Piala Emas, lebih dari setengahnya diwarnai clean sheet oleh salah satu atau bahkan kedua tim. Total ada 17 pertandingan. Rinciannya, 16 kali diwarnai satu tim yang tak kebobolan dan 1 kali diwarnai clean sheet dari kedua tim alias berakhir 0-0.

4. Dua Keistimewaan Landon Donovan

Landon Donovan adalah satu-satunya pemainyang mencetak gol pada tiga semifinal Piala Emas.
Getty Images

Sepanjang sejarah semifinal Piala Emas telah tercipta 69 gol yang dicetak oleh 58 pemain. Dari 69 gol itu, ada 5 gol penalti dan 1 gol bunuh diri. Adapun di antara 58 pemain yang mencetak gol, Landon Donovan dari timnas AS punya dua catatan istimewa.

Donovan adalah pemain dengan koleksi gol terbanyak pada semifinal Piala Emas. Dia total mengemas 3 gol. Itu sama dengan pemain Meksiko, Luis Salvador. Selain jadi pencetak gol terbanyak, Donovan juga pemain pertama yang mencetak gol pada dua semifinal, yakni pada 2007 dan 2013. Jejaknya lantas diikuti Roman Torres (Panama) dan Clint Dempsey (AS).

5. Rekor Kemenangan dan Prestasi Luis Salvador

Dalam 30 pertandingan semifinal Piala Emas sejak 1991 hingga 2019, kemenangan terbesar dibukukan timnas Meksiko pada 1993. Saat itu, El Tri menang telak 6-1 atas Jamaika. Laga-laga lain pada semifinal tak ada yang mendekati skor tersebut. Margin terbesar hanyalah 2 gol yang terjadi 9 kali.

Rekor kemenangan terbesar yang dibukukan Meksiko atas Jamaika juga diwarnai prestasi istimewa Luis Salvador. Pada laga itu, dia mencetak 3 gol. Sepanjang sejarah, penyerang El Tri itu tercatat sebagai pemain pertama dan satu-satunya yang mampu mencetak hat-trick pada semifinal Piala Emas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Meksiko vs Kanada

Prediksi: Meksiko vs Kanada - Piala Emas Concacaf
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Meksiko 1-0 Kanada
Sportskeeda
Meksiko 2-1 Kanada
WhoScored
Meksiko 2-0 Kanada
FOOTBALL5STAR
Meksiko 3-0 Kanada

Stadion NRG, Jumat (30/7/2021) Pukul 09.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Tiket berlaga di babak final Piala Emas Concacaf menjadi motivasi terbesar Meksiko ketika menghadapi Kanada. Laga Meksiko vs Kanada rencananya akan digelar di Stadion NRG pada Jumat (30/7) pagi WIB.

Meksiko merupakan salah satu tim yang tampil impresif di Piala Emas Concacaf. Dalam empat laga, El Tri berhasil mencatat tiga kemenangan dan sekali imbang. Tak cuma itu, Meksiko juga belum kebobolan satu gol pun selama gelaran Piala Emas.

Tapi, Kanada bukanlah tim yang bisa diremehkan Meksiko. Pasalnya, Kanada juga tampil impresif dan sukses mencatat tiga kemenangan dan cuma sekali kalah. Kanada berhasil mencetak 10 gol dari empat laga.

Dalam lima pertemuan terakhir, Meksiko sama sekali tak pernah menelan kekalahan atas Kanada. El Tri berhasil kemenangan dan sekali imbang. Football5star memprediksi Meksiko bakal melanjutkan dominasinya dan mengalahkan Kanada dengan skor 3-0. 

REKOR PERTEMUAN

head to head Meksiko vs Kanada

TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Meksiko vs Kanada
Prediksi: Meksiko vs Kanada 78
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Meksiko berhasil mencatat empat clean sheet dari empat laga Piala Emas 2021.
  • Meksiko mencetak tujuh gol dari empat laga Piala Emas 2021.
  • El Tri tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhirnya (empat menang, satu imbang).
  • Kanada gagal mengalahkan Meksiko dalam lima pertemuan terakhirnya (satu kalah, empat imbang).
  • Kanada baru mencatat satu clean sheet dari empat laga Piala Emas 2021.
  • Kanada hanya menelan satu-satu kekalahan dalam lima pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.
PELATIH
  • Laga Meksiko vs Kanada kali ini merupakan pertemuan kedua antara Gerardo Martino dengan John Herdman.
  • Dalam pertemuan sebelumnya, Martino berhasil mengalahkan Herdman.
  • Rekor Herdman vs Meksiko: satu kalah.
  • Rekor Martino vs Kanada: satu menang.
WASIT
  • Laga Meksiko vs Kanada kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Jamaika, Daneon Parchment.
  • Rekor Meksiko ketika diwasiti Parchment: satu menang.
  • Rekor Kanada ketika diwasiti Parchment: satu menang.
PEMAIN KUNCI
MEKSIKO:

Top Skorer: Rogelio Funes Mori (3 gol)
Top Assist: Luis Alfonso Rodriguez dan Hector Herrera (@2 assist

KANADA:

Top Assist: Stephen Eustaquio (@2 gol)
Top
Assist: Junior Hoilett (2 assist)

Statistik di Piala Emas 2021 menurut fbref.com

BERITA KEDUA TIM
  • Meksiko: Tidak ada pemain absen.
  • Kanada: Tidak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Meksiko vs Kanada

Bisa Apa Timnas Qatar Hadapi Timnas AS di Semifinal Piala Emas 2021?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar akan menjalani semifinal Piala Emas 2021, akhir pekan nanti. Al-Annabi akan menghadapi timnas AS di Stadion Q2, Jumat (31/7/2021) pukul 06.30 WIB. Mereka akan melampaui jejak Korea Selatan pada 2002 andai mampu lolos ke final. Pertanyaannya, mampukah mereka menaklukkan The Yanks?

Tak bisa disangkal, menghadapi AS adalah tantangan berat bagi Qatar. The Yanks adalah salah satu tim terkuat di Amerika Utara dan Tengah. Lalu, sejak 2005, hanya sekali The Yanks gagal lolos ke final. Itu terjadi pada Piala Emas 2015. Ketika itu, mereka takluk 1-2 dari Jamaika pada semifinal.

Dari segi prestasi, Qatar jelas tertinggal jauh. Juara Piala Asia 2019 adalah satu-satunya prestasi Al-Annabi. Sebelumnya, jangankah juara, sekadar lolos ke semifinal pun mereka tak pernah. Capaian terbaik mereka adalah menembus perempat final pada 2011.

Almoez Ali masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Emas 2021.
Getty Images

Meskipun demikian, bukan berarti Qatar tak punya kans untuk mengalahkan AS pada semifinal Piala Emas 2021 nanti. Tim asuhan Felix Sanchez Bas punya cukup modal untuk membuat kejutan besar. Modal utama mereka tentu saja lini depan yang apik. Dari empat semifinal, merekalah tim tertajam dengan torehan 12 gol.

Dalam empat pertandingan dari fase grup hingga perempat final, Al-Annabi selalu mencetak setidaknya 2 gol. Striker Al-Annabi, Almoez Ali, juga sekarang berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak. Striker Al Duhail itu telah mengemas 4 gol. Dua di antaranya dicetak ke gawang El Salvador pada perempat final lalu.

Ali juga merupakan salah satu pemain dengan kontribusi terbaik pada Piala Emas 2021. Dia total berkontribusi pada 5 gol timnya. Selain mencetak 4 gol, dia juga membuat 1 assist. Itu sama dengan rekannya di lini depan, Akram Aziz. Bedanya, Aziz membuat 2 gol dan 3 assist bagi timnas Qatar.

Timnas Qatar Hanya kalah dari Meksiko

Abdulaziz Hatem jadi senjata rahasia Qatar dari lini kedua.
Getty Images

Di Piala Emas 2021, statistik penyerangan timnas Qatar hanya kalah dari Meksiko. Di antaranya dalam jumlah tembakan akurat dan penciptaan peluang emas. Al-Annabi melepaskan 6,5 tembakan akurat per laga, sedangkan El Tri melepaskan 6,8 tembakan akurat per laga.

Lalu, dalam empat pertandingan, Qatar membukukan 13 peluang emas. Itu hanya terpaut 2 peluang emas dari yang dibukukan Meksiko. hal serupa juag terlihat pada kegagalan menciptakan peluang emas. Al-Annabi melewatkan 10 peluang, sedangkan El Tri melewatkan 12 peluang.

Modal lain Qatar adalah ketajaman lini kedua. Mereka punya gelandang Abdulaziz Hatem yang telah mencetak 3 gol. Gol-gol itu pun dicetak pada tiga pertandingan beruntun, yakni menghadapi Grenada, Honduras, dan El Salvador. Di daftar pencetak gol terbanyak, hanya ada satu gelandang lain yang mencetak 3 gol, yakni Stephen Eustaquio (Kanada).

Keberadaan Hatem membuat Qatar punya opsi lain ketika Ali kesulitan membobol gawang lawan. Apalagi, mereka juga punya para pemberi umpan apik. Selain Akram Aziz, masih ada bek kanan eksplosif, Pedro Miguel. Jika Afif sudah membuat 3 assist, Miguel sudah membukukan 2 assist.

Akram Afif Harus Bangkit

Akram Afif harus tampil dalam performa terbaik saat timnas Qatar melawan AS pada semifinal Piala Emas 2021.
concacaf.com

Satu hal yang jadi masalah bagi timnas Qatar jelang semifinal Piala Emas 2021 adalah penurunan performa Akram Afif. Pada laga lawan El Salvador, dia memang berkontribusi besar pada gol pertama Al-Annabi yang dicetak Ali pada menit ke-2. Namun, setelah itu, penampilannya menurun. Sering kali dia gagal menguasai bola dengan baik.

Melawan timnas AS yang punya pertahanan apik, Qatar tentu saja membutuhkan performa prima Afif. Tak bisa disangkal, dialah lokomotif serangan Al-Annabi. Kemampuannya menjemput bola, melewati lawan, dan melepaskan umpan-umpan akurat ke depan jadi senjata utama tim asuhan Sanchez.

Statistik membuktikan peran besar Afif bagi Qatar pada perhelatan Piala Emas 2021. Selain memimpin dalam perolehan assist, pemain berumur 24 tahun itu juga memuncaki daftar pembuat umpan kunci per laga dan pembuat peluang emas terbanyak. Dia rata-rata membuat 4,5 umpan kunci dan sudah menciptakan 5 peluang emas.

Pada semifinal Piala Emas 2021, kontribusi besar Akram Afif sangat dibutuhkan Qatar. Pemain Al Sadd itu harus tampil seperti saat lawan Grenada dan Honduras. Ketika itu, dia tampil luar biasa dan menjadi bintang lapangan. Dia akan sangat menentukan dalam membongkar pertahanan The Yanks yang baru kebobolan 1 gol. Andai kembali jeblok, sulit bagi Al-Annabi meneruskan kejutan di Piala Emas 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Semifinal Piala Emas 2021: Qatar vs AS, Meksiko vs Kanada

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran Piala Emas 2021 telah menyelesaikan babak perempat final. Timnas Qatar, Meksiko, Kanada, dan AS melaju setelah mengalahkan lawan masing-masing. Adapun dua laga pada semifinal Piala Emas 2021 adalah Qatar vs AS dan Meksiko vs Kanada.

Laga Qatar vs AS pada semifinal Piala Emas 2021 akan jadi catatan sejarah tersendiri. Ini merupakan kali pertama Al-Annabi bertemu The Yanks. Hal yang menarik kedua tim lolos dengan keunggulan margin 1 gol atas lawan masing-masing pada perempat final. Qatar menaklukkan El Salvador 3-2, sedangkan AS menang atas Jamaika 1-0.

Menilik hasil perempat final, pertarungan Qatar vs AS akan menjanjikan partai seru. Apalagi, kedua tim memiliki status istimewa. Al-Annabi adalah tim undangan yang tampil sensasional. Tim asuhan Felix Sanchez hingga perempat final tercatat sebagai tim tersubur dengan torehan 12 gol. Dalam 4 laga, mereka selalu mencetak setidaknya 2 gol.

Adapun timnas AS adalah tim yang dalam dua gelaran sebelumnya selalu menembus final. Bedanya, The Yanks juara pada Piala Emas 2017, tapi hanya runner-up pada gelaran dua tahun berikutnya. Selain finalis dua gelaran sebelumnya, AS juga tuan rumah Piala Emas kali ini.

Menanti Kejutan Dua Kuda Hitam

Menilik kiprah apik timnas Qatar, kejutan mungkin saja tercipa pada semifinal Piala Emas 2021. Selain tak diperkuat para bintang yang main di klub-klub teras Eropa, timnas AS juga tak meyakinkan. Dalam 4 laga, The Yanks tercatat tiga kali menang dengan skor 1-0. Satu-satunya kemenangan besar dituai saat melawan Martinik dengan skor 6-1.

Kejutan juga patut diharapkan hadir dari timnas Kanada yang akhirnya kembali mencicipi semifinal Piala Emas setelah selalu gagal dalam 6 gelaran beruntun dari 2009 hingga 2019. Tim asuhan John Herdman pun tampil cukup meyakinkan. Sebelum kalah 0-1 dari AS pada matchday III, mereka menang 4-1 atas Martinik dan Haiti. Pada perempat final, mereka pun sanggup menaklukkan Kosta Rika dengan skor 2-0.

Langkah luar biasa timnas Qatar akan diuji timnas AS pada semifinal Piala Emas 2021.
Getty Images

Akan tetapi, untuk membuat kejutan, The Canucks harus melawan sejarah. Bukan apa-apa, mereka sangat inferior terhadap sang lawan para semifinal Piala Emas 2021, timnas Meksiko. Dalam 11 pertemuan terdahulu, mereka hanya 1 kali menang. Sisanya, 2 kali imbang dan 8 kali kalah. Mereka tak menang dalam 9 pertemuan terakhir. Pada Piala Emas 2019, The Canuks juga kalah 1-3 dari El Tri.

Meksiko pun sudah menunjukkan performa apik pada gelaran Piala Emas 2021. Tampil sebagai juara bertahan, tim asuhan Gerard Martino punya satu keistimewaan. El Tri adalah satu-satunya tim yang belum kebobolan. Setelah imbang 0-0 dengan Trinidad & Tobago, mereka menang 3-0 atas Guatemala, 1-0 atas El Salvador, dan 3-0 atas Honduras.

Jadwal Semifinal Piala Emas 2021 (Jumat, 30 Juli 2021)

Qatar vs AS (Stadion At&T, Houston, pukul 06.30 WIB)
Meksiko vs Kanada (Stadion State Farm, Austin, pukul 09.00 WIB)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Perempat Final Piala Emas 2021: Sang Tamu dan 3 Jagoan Amerika Utara Melaju

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Babak perempat final Piala Emas 2021 jadi ajang unjuk gigi tim-tim dari Amerika Utara. Timnas Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat melaju ke semifinal setelah mengalahkan lawan masing-masing. Mereka ditemani timnas Qatar yang berstatus tim undangan.

Qatar jadi tim pertama yang memastikan lolos ke semifinal. Pada perempat final Piala Emas 2021 di Stadion Farm State, Florida, Al-Annabi menang 3-2 atas El Salvador, Minggu (25/7/2021) pagi WIB. Tim asuhan Felix Sanchez bahkan lebih dulu unggul 3-0 saat laga berjalan 55 menit.

Kejutan timnas Qatar terus berlanjut dengan melewati El Salvador pada perempat final Piala Emas 2021.
Getty Images

Kesuksesan Qatar menembus semifinal Piala Emas 2021 jadi catatan tersendiri. Sebagai tim undangan dari Asia, mereka menyamai langkah Korea Selatan pada 2002. Ketika itu pun, Taeguk Warriors mampu menembus 4 besar. Namun, lantas gagal ke final karena kalah 1-3 dari Kosta Rika.

Di stadion yang sama, Meksiko menyusul Qatar ke semifinal. Tim asuhan Gerardo Martino secara meyakinkan menang 3-0 atas Honduras. Ketiga gol El Tri tercipta pada babak pertama. Ini meneruskan tradisi El Tri lolos ke 4 besar. Kali terakhir mereka gagal lolos ke babak ini pada Piala Emas 2005 saat terhenti pada perempat final.

Timnas AS Disulitkan Jamaika

Keesokan harinya, giliran timnas Kanada yang merebut tiket ke semifinal. Pada perempat final Piala Emas 2021, tim asuhan John Herdman yang tak diperkuat Jonathan David dan Alphonso Davies menang 2-0 atas salah satu tim unggulan, Kosta Rika.

Bagi Kanada, kesuksesan kali ini memutus sebuah tradisi buruk. Kali terakhir mereka lolos ke 4 besar pada Piala Emas 2007. Setelah itu, mereka empat kali terhenti pada perempat final dan tiga kali tersisih pada fase grup. Kini, The Canucks membidik prestasi 21 tahun silam. Pada Piala Emas 2000, mereka tampil sebagai juara dengan mengalahkan Kolombia 2-0.

Gol tunggal Matthew Hoppe membawa timnas AS lolos ke semifinal Piala Emas 2021.
Getty Images

Berbeda dengan Qatar, Meksiko, dan Kanada yang terbilang mulus lolos ke semifinal, timnas AS justru kesulitan. Anak-anak asuh Gregg Berhalter dibuat frustrasi oleh Jamaika yang tampil luar biasa. Mereka harus menunggu hingga menit ke-83 untuk mendapatkan gol tunggal kemenangan 1-0. Matthew Hope menjebol gawang Jamaika dengan sundulannya.

Bagi Sam’s Army, ini adalah untuk kali ke-11 mereka menembus semifinal secara beruntun. Kali terakhir mereka gagal menebus babak ini pada Piala Emas 2000. Ketika itu, mereka kalah adu penalti 1-2 dari Kolombia setelah imbang 2-2 dalam 120 menit.

Hasil Perempat Final Piala Emas 2021

Qatar 3-2 El Salvador (Almoez Ali 2, 55-p, Abdulaziz Hatim 6 – Joaquin Rivas 63, 66)
Meksiko 3-0 Honduras (Rogelio Funes Mori 26, Jonathan Dos Santos 31, Oberlin Pineda 38)
Kosta Rika 0-2 Kanada (Junior Hoilett 18, Stephen Eustaquio 68)
Amerika Serikat 1-0 Jamaika (Matthew Hoppe 83)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Luar Biasa! Qatar Lolos ke Semifinal Piala Emas 2021

gamespool
Luar Biasa! Qatar Lolos ke Semifinal Piala Emas 2021 93

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar secara luar biasa berhasil lolos ke semifinal Piala Emas 2021 setelah mengalahkan El Salvador 3-2 di perempat final, (25/7/21). Qatar akan bertemu pemenang antara Amerika Serikat atau Jamaika di semifinal.

Berstatus sebagai tim invitation di Piala Emas 2021 nampaknya tak menyurutkan Qatar untuk tampil maksimal di kompetisi. Sejak awal Qatar sudah tampil luar biasa dengan berhasil menjadi juara grup D walaupun berada di pot 4 saat drawing. Hasil itu membuat tim asuhan pelatih Felix Sanchez bertemu El Salvador yang menjadi runner-up Grup A di perempat final.

Bermain di stadion State Farm, Qatar berhasil mencetak dua gol cepat dari Almoez Ali dan Abdulaziz Hatem pada menit ke-2 dan menit ke-8. Mereka bahkan bisa unggul 3-0 pada menit ke-55 setelah Ali kembali mencetak gol, kali ini lewat titik putih.

El Salvador berhasil cepat bangkit dengan mencetak dua gol cepat dari Joaquio Rivas pada menit ke-63 dan ke-66. Tapi Qatar berhasil menahan gempuran serangan El Salvador di sisa laga dan laga berakhir dengan skor 3-2.

Qatar nantinya akan bertemu pemenang dari laga Amerika Serikat vs Jamaika yang baru akan dimainkan Senin pagi, (26/7/21). Laga semifinal akan diadakan di stadion Q2, Austin, pada Jumat, 30 Juli mendatang. Dari braket lainnya, ada Meksiko yang berhadapan dengan Honduras dan Kosta Rika berhadapan dengan Kanada.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Abdulaziz Hatem Jelang Qatar vs El Salvador: Kami Tak Bodoh!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar akan menjalani laga perempat final Piala Emas 2021, Minggu (25/7/2021) pukul 06.30 WIB. Al-Annabi dijadwalkan menghadapi El Salvador di Stadion State Farm, Florida. Jelang laga Qatar vs El Salvador itu, gelandang Abdulaziz Hatem menegaskan timnya tak akan berlaku bodoh.

Sebelum ini, pada 4 Juli lalu, Qatar juga berhadapan dengan lawan yang sama. Ketika itu, mereka menang 1-0 dalam uji tanding saat melakukan pemusatan latihan di Kroasia. Hasil laga itulah yang dibicarakan Hatem. Dia memastikan Al-Annabi tak akan bodoh dengan terlena oleh kemenangan pada uji tanding tersebut.

“Kami mampu mengalahkan lawan yang sama pada laga persahabatan sebelum turnamen ini ketika kami melakukan pemusatan latihan di Kroasia. namun, kami tak akan terkecoh dengan berpikir laga nanti akan sama dengan partai persahabatan itu,” ujar Abdulaziz Hatem seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA).

Hatem sepenuhnya sadar, El Salvador yang akan dihadapi nanti akan sangat berbeda. “Ini waktu dan suasana yang berbeda,” kata dia. “Kami akan menghadapi tim solid yang bermain dengan pintar. Tugas kami nanti tak akan lebih mudah dibanding laga-laga pada fase grup.”

Abdulaziz Hatem Sudah Cetak 2 Gol

Meskipun demikian, Abdulaziz Hatem tetap optimistis untuk laga Qatar vs El Salvador nanti. “Kami mampu lolos ke perempat final melalui penampilan solid pada fase grup. Kami berharap tampil lebih baik seiring laju turnamen. Laga lawan Honduras tentu saja jadi dorongan moral bagi skuat kami,” urai dia.

Performa Hatem pada fase grup sudah terbilang baik. Dia mampu mencetak 2 dari 9 gol timnas Qatar, sama dengan koleksi Akram Afif dan Almoez Ali. Dia membuka pesta gol 4-0 saat Al-Annabi melawan Grenada. Lalu, kala menghadapi Honduras, dia mencetak gol yang membuat skor 2-0 pada menit akhir injury time.

Di lini tengah Qatar, Hatem adalah salah satu pemain yang sangat diandalkan pelatih Felix Sanchez Bas. Dia tak pernah absen dalam 18 pertandingan terakhir Al-Annabi. Kali terakhir dia hanya berada di bangku cadangan sepanjang laga ketika Qatar menang 6-0 atas Afganistan pada 5 September 2019.

Menghadapi El Salvador pada perempat final Piala Emas 2021, Hatem dipastikan sangat penasaran. Pasalnya, dia mendapat pengalaman pahit saat melawan tim asuhan Hugo Perez itu pada uji tanding. Laga baru berjalan 20 menit, dia diusir Ivan Bebek karena melakukan hal tak sportif kepada Walmer Martinez setelah terjadi duel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Felix Sanchez Soal Perempat Final Piala Emas: Kami Sudah Sama-Sama Tahu

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Qatar, Felix Sanchez Bas, memasang kewaspadaan tinggi jelang perempat final Piala Emas 2021 melawan El Salvador. Dia menilai kedua tim sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing karena baru-baru ini pernah beruji tanding.

Pada awal Juli silam, tepatnya 4 Juli 2021, Qatar dan El Salvador menjalani uji tanding di Pula, Kroasia. Itu adalah pertemuan pertama sepanjang sejarah. Hasilnya, Al-Annabi menang 1-0 lewat gol Almoez Ali meskipun sejak menit ke-20 bermain dengan 10 orang karena Albulaziz Hatem diganjar kartu merah oleh wasit.

Timnas Qatar dan El Salvador sudah bertemu pada sebuah uji tanding sebelum perempat final Piala Emas 2021.
today.in-24.com

Menurut Sanchez, pertemuan di Kroasia itu akan jadi referensi bagi kedua tim untuk laga perempat final Piala Emas 2021. Meskipun hanya laga persahabatan, ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh kedua tim. Hal inilah yang membuat dia memasang kewaspadaan tinggi.

“Kami sebelumnya pernah menghadapi mereka sebelum turnamen ini, yaitu saat pemusatan latihan di Kroasia. Jadi kami tahu lawan kami, mereka juga tahu kami. Laga persahabatan memang hanya uji coba. Namun, melalui laga itu, kami belajar banyak soal mereka,” urai Felix Sanchez seperti dikutip Football5Star.com dari The Peninsula.

Tim Kejutan di Perempat Final Piala Emas 2021

Felix Sanchez juga sudah mengamati permainan El Salvador selama gelaran Piala Emas 2021. “El Salvador pada turnamen ini telah bermain bagus. Bahkan, pada laga terakhir melawan Meksiko, mereka juga bagus. Untuk laga nanti, mereka akan kuat dan kami harus mempersiapkan diri dengan baik,” kata dia.

Timnas Qatar adalah tim kejutan di perempat final Piala Emas 2021. Tampil sebagai tim undangan yang berada di pot 4 pada pembagian grup, mereka malah tampil sebagai juara Grup D. Al-Annabi imbang 3-3 dengan Panana pada laga pertama, lalu menang 4-0 atas Grenada dan menaklukkan Honduras 2-0.

Membukukan 9 gol dalam 3 laga Grup D, Qatar juga menjadi tim tersubur. Akram Afif cs. unggul 1 gol atas dua tim yang lolos dari Grup B, Amerika Serikat dan Kanada. Namun, mereka tak bagus soal pertahanan. Seperti Kanada, mereka sudah kebobolan 3 gol. Itu hanya lebih baik dari Honduras.

Dalam hal yang satu ini, tim asuhan Felix Sanchez kalah dari El Salvador. Dalam 3 laga Grup A, anak-anaka suh Hugo Perez hanya kebobolan 1 gol. Satu-satunya gol itu diderita saat kalah 0-1 dari Meksiko pada laga pamungkas yang jadi penentuan juara grup.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Perempat Final Piala Emas 2021: Qatar Terhindar dari Meksiko

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Komposisi perempat final Piala Emas 2021 akhirnya terisi. Setelah melakoni fase grup, delapan tim memastikan lolos ke 8 besar. Mereka adalah timnas Meksiko, El Salvador, Amerika Serikat, Kanada, Kosta Rika, Jamaika, Qatar, dan Honduras.

Dari delapan tim yang lolos ke perempat final, empat di antaranya memang unggulan utama yang berada di pot 1 saat pembagian grup. Mereka adalah Meksiko, Amerika Serikat, Kosta Rika, dan Honduras. Dari keempat tim itu, hanya Honduras yang gagal lolos sebagai juara grup.

Sudah memastikan lolos berkat kemenangan pada dua laga awal melawan Grenada dan Panama, Honduras gagal mengamankan posisi puncak. Romell Quioto dkk. dikudeta timnas Qatar yang tampil luar bisa sejak laga pertama. Mereka takluk 0-2 pada laga yang berlangsung di Stadion BBVA, Houston, Rabu (21/7/2021) pagi WIB.

Bagi Qatar, kesuksesan lolos sebagai juara grup terbilang mengejutkan. Sebagai tim undangan, Al-Annabi hanya berada di pot ke-4 saat pembagian grup. Status juara grup juga membawa Akram Afif dkk. terhindar dari salah satu lawan kuat, Meksiko. Pada perempat final, mereka hanya akan menghadapi El Salvador.

Big Match di Perempat Final Piala Emas 2021

Hasil akhir di Grup D itu juga membuat satu big match tersaji pada perempat final Piala Emas 2021. Meksiko dan Honduras akan saling bunuh untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Pertemuan kedua tim ini akan sangat menarik karena sama-sama berstatus unggulan dan berada di pot ke-1 pada pembagian grup.

Dua lain yang akan tersaji pada babak 8 besar Piala Emas 2021 adalah Amerika Serikat vs Jamaika dan Kosta Rika vs Kanada. Kepastian dua laga ini dipastikan oleh hasil pertemuan Kosta Rika dengan Jamaika pada laga pamungkas Grup C, Rabu (21/7/2021) pagi WIB. Kemenangan 1-0 membuat Kosta Rika lolos sebagai juara grup dan terhindar dari AS.

Big match Meksiko vs Honduras akan tersaji pada perempat final Piala Emas 2021.
Getty Images

Dari 8 tim yang lolos ke perempat final Piala Emas 2021, empat tim tak mengalami kekalahan pada fase grup. Mereka adalah Meksiko, AS, Kosta Rika, dan Qatar. Namun, hanya AS dan Kosta Rika yang sempurna. Mereka lolos ke 8 besar dengan menyapu bersih 9 poin dari tiga pertandingan.

Di Grup B, timnas AS menang 1-0 atas Haiti dan Kanada serta menggasak Martinik 6-1. Sementara itu, di Grup C, Kosta Rika menang 3-1 atas Guadeloupe, 2-1 atas Suriname, dan 1-0 atas Jamaika. Namun, Sam’s Army bukanlah yang tersubur meskipun mampu mencetak 8 gol. Mereka kalah dari Qatar yang mengemas 9 gol dalam tiga laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juarai Grup D, Timnas Qatar Tembus Perempat Final Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar meneruskan kiprah sensasional di Piala Emas 2021. Rabu (21/7/2021) pagi WIB, tim asuhan Felix Sanchez Bas menang 2-0 atas timnas Honduras. Kedua gol Al-Annabi dicetak Homam Ahmed pada menit ke-25 dan Abdulaziz Hatem saat injury time memasuki menit ke-4.

Bermain di bawah tekanan penonton yang mayoritas mendukung sang lawan, timnas Qatar tak ciut. Mereka bahkan tampil lebih mengancam sepanjang babak pertama. Sepuluh kali Akram Afif dkk. melepaskan tembakan yang tujuh di antaranya tepat mengarah ke gawang Luis Lopez. Sementara itu, Honduras hanya melepaskan 1 tembakan.

Dari tujuh tembakan itu, Qatar mendulang 1 gol. Lewat sebuah serangan, Homam Ahmed lolos di sisi kiri dan melepaskan tendangan dari sudut cukup sempit tanpa mampu dijangkau Lopez. Setelah itu, Al-Annabi berpeluang mencetak gol. Namun, Lopez tampil luar biasa.

Lopez secara gemilang menggagalkan peluang Almoez Ali dalam situasi satu lawan satu di dalam kotak penalti. Lalu, pada menit ke-41, dia menepis penalti Akram Afif dan memblok tendangan keras Homam Ahmed yang menyambar bola muntah.

Pada babak kedua, jalannya pertandingan berubah. Honduras yang tertinggal lebih berani melakukan serangan. Berkali-kali Jerry Bengtson cs. mampu melepaska tendangan-tendangan berbahaya. Namun, berkali-kali pula kiper Meshaal Barsham mampu menggagalkannya.

Timnas Qatar Ikuti jejak Korsel

Memasuki menit akhir injury time, justru Qatar yang kembali mencetak gol. Lewat sebuah serangan balik cepat, Abdelkarim Hatim menjebol gawang Luis Lopez setelah menerima umpan Homam Ahmed. Kemenangan 2-0 itu membuat Al-Annabi lolos ke perempat final Piala Emas 2021 sebagai juara Grup D.

Hasil laga lawan Honduras membuat timnas Qatar mengikuti jejak timnas Korea Selatan. Pada Piala Eras 2002, Taeguk warriors asuhan Guus Hiddink juga mampu lolos dari fase grup. Mereka bahkan kemudian lolos ke semifinal setelah menang adu penalti 4-2 atas Meksiko. Namun, mereka lantas kalah 1-3 dari Kosta Rika.

Untuk menyamai prestasi Korsel, timnas Qatar masih membutuhkan satu kemenangan lagi, yakni pada perempat final. Mereka harus melakukannya saat menghadapi timnas El Salvador. Sesuai undian, Al-Annabi sebagai juara Grup D memang harus bertemu runner-up Grup A yang ditempati El Salvador setelah kalah dari Meksiko pada laga terakhir.

Meskipun masih perlu satu kemenangan lagi untuk menyamai prestasi Korsel, Qatar sudah meraih hasil lebih baik. Patut dicatat, pada gelaran Piala emas 2002, Korsel gagal meraih kemenangan pada fase grup. Mereka takluk 1-2 dari Amerika Serikat dan seri 0-0 dengan Kuba. Park Ji-sung cs. lolos ke 8 besar berkat keunggulan selisih gol.

Berbeda dengan Korsel, timnas Qatar justru tak terkalahkan pada fase grup Piala Emas 2021. Mereka imbang 3-3 dengan Panama, menang 4-0 atas Grenada, dan menaklukkan Honduras 1-0. Pada ketiga pertandingan itu pun, tim asuhan Felix Sanchez Bas tak pernah tertinggal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Akram Afif Tampil seperti Lionel Messi di Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jago mencetak gol, jago pula membuat assist. Begitulah sosok Lionel Messi. Pada gelaran Copa America 2021, La Pulga tampil sebagai pencetak gol terbanyak dan pembuat assist terbanyak. Pada pentas Piala Emas 2021, sosok seperti La Pulga ada pada pemain timnas Qatar, Akram Afif.

Tergabung di Grup D bersama Panama, Grenada, dan Honduras, Qatar tampil apik. Dalam dua laga yang telah dilakoni, Al-Annabi selalu tampil atraktif dan menghibur. Mereka pun sangat subur. Tujuh gol telah dibuat anak-anak asuh Felix Sanchez Bas. Tiga gol di gawang Panama, empat gol di gawang Grenada.

Dalam tujuh gol itu, peran Afif sangat besar. Dia mencetak dua gol dan dua assist. Dalam dua laga, pemain berumur 24 tahun tersebut selalu mencetak satu gol dan satu assist. Itu masih ditambah satu aksinya yang berbuah penalti saat melawan Panama.

Kilau Afif sebetulnya tidaknya mengagetkan. Selama bertahun-tahun, bersama Almoez Ali, dia digadang-gadang sebagai pasangan emas di timnas Qatar seperti Tsubasa dengan Misaki pada serial kartun Kapten Tsubasa. Dua tahun lalu, dia pun terpilih sebagai Pemain Terbaik Asia 2019, mengalahkan Alireza Beiranvand dan Tomoaki Makino.

Itu tak terlepas dari performa apik saat timnas Qatar menjuarai Piala Asia. Sepanjang turnamen, dia memang hanya mengemas 1 gol. Namun, koleksi assist-nya luar biasa. Dia membuat 11 umpan berbuah gol dalam 7 pertandingan. Itu hampir 3 kali lipat dari pesaing terdekatnya yang hanya membuat 4 assist.

Pada tahun itu, Akram Afif juga mulai menunjukkan ketajamannya. Bersama Al Sadd asuhan Xavi Hernandez di Qatar Stars League 2019, dia mengemas 15 gol dan mengantar klubnya juara. Koleksi 15 gol membuat Afif jadi pencetak gol terbanyak bersama Yacine Brahimi dari Al Rayyan.

Akram Afif Ingin Jadi Inspirasi

Performa apik dan kesuksesan yang diraih sejauh ini sesuai dengan harapan Akram Afif. Sejak awal, dia memang ingin jadi inspirasi bagi generasi baru pesepak bola di negerinya. Hal itu disampaikan setelah dirinya resmi direkrut Villarreal dan dipinjamkan ke Sporting Gijon pada 2016. Dia menorehkan sejarah sebagai pemain Qatar pertama yang tampil di pentas LaLiga.

“Tentu saja sebuah kehormatan bagiku jadi pemain Qatar pertama di LaLiga. Aku mewakili negeriku, timnasku, Aspire (Academy), dan aku ingin menginspirasi generasai berikutnya pemain sepak bola Qatar untuk bermain di LaLiga atau liga-liga Eropa lainnya,” ungkap dia kala itu seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA).

Secara tidak langsung, Afif ingin meneruskan jejak apik keluarganya di sepak bola Qatar. Ayahnya, Hassan Afif, bukan pemain sembarangan. Sebelum jadi warga negara Qatar, dia adalah pemain timnas Somalia pada 1972 hingga 1980. “Ayahku dulu adalah salah satu pemain dengan skill terbaik di Doha dan jadi legenda di Al Gharafa,” kata dia.

Afif pun belum merasa puas. Dia sejak awal tahu misi utamanya adalah membuat tmnas Qatar tampil apik saat jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Berbekal pemain-pemain seangkatannya, dia yakin target itu akan terwujud. Apalagi, mereka selama bertahun-tahun ditangani oleh pelatih yang sama, yaitu Felix Sanchez Bas.

Afif Sempat Dihukum

Jadi figur yang jadi sorotan dan ingin jadi panutan, bukan berarti Akram Afif tidak pernah membuat masalah. Pada Februari lalu, dia mendapatkan hukuman karena komentar pedasnya terkait pertandingan yang dilakoni Al Sadd di semifinal Piala Qatar melawan Al Rayyan.

Akram mengkritik kepemimpinan wasit yang dinilai tak mampu mengamankan pemain dalam laga yang dimenangi Al Sadd dengan skor 1-0 itu. “Kami bermain me;awan 11 dan setengah pemain,” kata dia. “Aku dikasari berkali-kali dan dicederai tepat di depan wasit. Hal sama juga terjadi pada Hassan Al Haydos.”

Akram Afif sempat dihukum QFA karena mengkritik wasit.
al-sharq.com

Gara-gara itu, Afif dijatuhi hukuman oleh QFA. Selain dikenai larangan main dalam dua pertandingan, dia juga harus membayar denda 3.000 riyal (sekitar Rp12 juta). Toh, itu tak lantas membuat dia terpuruk. Sinarnya masih tetap kemilau. Pada pentas Piala Emas 2021, kiprah apiknya mampu mencuri perhatian dunia.

Rabu (21/7/2021) pagi WIB, performa gemilang Akram Afif akan kembali dinantikan para pencinta sepak bola ketika timnas Qatar berhadapan dengan Honduras. Al-Annabi hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke perempat final Piala Emas 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bantai Grenada, Timnas Qatar Buka Peluang ke 8 Besar Piala Emas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuktikan diri bukan anak bawang pada gelaran Piala Emas 2021. Minggu (18/7/2021) pagi WIB, tim asuhan Felix Sanchez Bas berpesta gol saat melawan Grenada. Mereka menang 4-0 di Stadion BBVA, Houston. Hasil itu membuat mereka berpeluang lolos ke babak 8 besar.

Pada babak pertama saja, Qatar mampu unggul 3-0. Abdulaziz Hatem, Akram Afif, dan Mohammed Muntari bergantian menjebol gawang Grenada yang dikawal Jason Belfon. Al-Annabi seharusnya bisa unggul lebih besar. Pada menit-menit akhir babak pertama, Afif dan Almoez Ali mendapatkan peluang emas.

Peluang terbaik didapatkan Ali pada menit ke-44. Berawal backpass tak sempurna pemain Grenada, Qatar melakukan serangan. Di kotak penalti, umpan manis Abdulaziz Hatim datang ke kaki Ali yang berdiri bebas di mulut gawang. Tinggal berhadapan dengan kiper dan gawang yang terbuka, dia malah gagal. Bola yang coba didorong ke dalam gawang justru melenceng.

Akan tetapi, Ali langsung membalas kegagalan memalukan itu saat laga Grenada vs Qatar memasuki babak kedua. Baru dua menit berjalan, dia menjebol gawang Belfon setelah menerima umpan silang di dalam kotak penalti. Dalam posisi tak terkawal, dia mampu menyelesaikan peluang dengan sempurna. Skor 4-0 bertahan hingga laga usai.

Timnas Qatar Hanya Butuh Hasil Imbang

Bintang timnas Qatar dalam laga melawan Grenada adalah Akram Afif. Seperti saat melawan Panama, dia mencetak 1 gol dan 1 assist. Selain menceploskan bola dengan tendangan lengkung dari luar kotak penalti, dia mengirim tendangan sudut yang disundul dengan baik oleh Mohammed Muntari.

Berkat kemenangan telak ini, timnas Qatar membuka peluang lolos ke perempat final. Mereka kini mengantongi 4 poin dari satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sebelumnya, mereka bermain sama kuat 3-3 dengan Panama pada matchday I. Al-Annabi hanya butuh hasil imbang pada laga terakhir untuk melangkah ke perempat final Piala Emas 2021.

Meskipun demikian, mereka akan menghadapi tantangan berat. Lawan terakhir mereka pada Grup D adalah Honduras yang sejak 2000 hanya 2 kali gagal lolos dari fase grup. Honduras juga menangguk kemenangan 4-0 atas Grenada pada matchday I.

Andai mampu lolos ke babak 8 besar, itu akan jadi catatan apik bagi timnas Qatar dalam persiapan mengarungi Piala Dunia 2022 di kandang sendiri. Sebelumnya, dua tahun lalu, mereka tak tampil memuaskan saat jadi tim undangan pada Copa America 2019. Mereka tersisih pada fase grup dengan hanya mengoleksi 1 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jalan Berkelok Rogelio Funes Mori Raih Cinta dari Para Pembenci

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Rogelio Funes Mori tampil gemilang saat timnas Meksiko menang 3-0 atas timnas Gautemala pada lanjutan Piala Emas 2021, Kamis (15/7/2021) pagi WIB. Penyerang berumur 30 tahun itu mencetak 2 dari 3 gol kemenangan El Tri.

Seharusnya, 2 gol yang mewarnai kemenangan atas Guatemala itu membuat Funes Mori disanjung segenap publik sepak bola Meksiko. Namun, faktanya tidaklah demikian. Justru polemik keberadaannya di skuat asuhan Gerardo Martino yang naik ke permukaan, menghiasi berbagai pemberitaan.

Funes Mori memang belum diterima oleh seluruh pencinta sepak bola Meksiko. Itu karena statusnya sebagai pemain naturalisasi. Sebagian pihak masih belum dapat menerima keberadaannya. Apalagi, kemunculannya diiringi pengasingan Javier Hernandez “Chicharito” dari El Tri oleh Martino.

Salah satu orang yang tak menyukai keberadaan Funes Mori adalah Luis Hernandez, penyerang legendaris Meksiko. Itu terang-terangan diungkapkan dalam sebuah cuitan pada awal Juni silam. “Ayo, Henry Martin, golkan! Sehingga mereka tak memanggil pemain asing,” ujar dia seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

Lebih jauh, Hernandez menilai Chicharito masih lebih baik dari Funes Mori. “Jika mereka memberi saya pilihan, seribu kali pun saya akan membawa Chicharito. Dia orang asli Meksiko dan performanya bagus,” kata dia kepada ESPN. “Saya pikir Chicharito saat ini punya ritme lebih baik dan tak perlu ada debat apa pun soal apakah dia lebih baik dari Funes Mori. Pemain dengan ritme terbaik pada saat ini jelas Chicharito.”

Funes Mori Jalani Prosedur Baku

Dua gol di gawang Guatemala jadi pembuktian tersendiri bagi Rogelio Funes Mori. Itu membuat dia kini mengemas 3 gol dalam 3 caps. Sebelumnya, dia mencetak gol ketika melawan Nigeria, 4 Juli lalu, pada debutnya sebagai pemain timnas Meksiko. Itu juga jadi tamparan keras bagi Hernandez dan golongan yang menentang keberadaannya.

Tidak mudah bagi Funes Mori menembus timnas Meksiko. Dibandingkan dengan beberapa pemain di Indonesia, dia bisa dikatakan menjalani prosedur baku. Dia sudah bermain di Liga MX sejak 2015 dan proses naturalisasinya dimulai pada 2019 ketika Martino datang.

Rogelio Funes Mori mencetak brace saat Meksiko menang 3-0 atas Guatemala pada Piala Emas 2021.
tudn.com

Prosesnya untuk bisa memperkuat El Tri pun sempat terhambat aturan FIFA. Pasalnya, dia pernah membela timnas junior Argentina. Bahkan, dia sempat tampil untuk tim senior La Albiceleste pada 2012. Sesuai aturan FIFA, dia tak dapat lagi memperkuat negara lain.

Titik terang didapatkan pada 2020 ketika FIFA mengubah aturan. Pemain-pemain di atas 21 tahun yang berubah kewarganegaraan tidak boleh membela negara barunya bila sudah mengantongi 3 caps bersama negara lama. Alhasil, Funes Mori pun dapat membela El Tri. Toh, lampu hijau baru benar-benar didapatkan jelang Piala Emas 2021.

Martino Puas Lihat Pemainnya Bersinar

Performa apik Rogelio Funes Mori saat Meksiko menang 3-0 atas Guatemala tentu saja membuat Gerardo Martino Semringah. Sebagai orang yang paling depan mendukung keberadaan striker berumur 30 tahun itu di skuat El Tri, dia sangat puas.

“Hal terpenting adalah kontribusi yang dapat diberikan Rogelio Funes Mori kepada tim dan memperkuat persaingan internal. Segala analisis harus didasarkan pada hal itu, yakni kontribusinya,” ucap Martino mencibir orang-orang yang tetap saja mempermasalahkan asal-usul sang striker.

Gerardo Martino memilih Rogelio Funes Mori bukan karena membenci Javier Hernandez Chicharito.
tudn.com

Martino menegaskan, putusan memilih Funes Mori ketimbang Chicharito, juga Carlos Vela, tidak didasari sentimen apa pun. Dia mendasarkan hal itu pada performa semata. Meskipun saat ini tak masuk skuat, karier Chicharito di timnas Meksiko belumlah usai.

“Javier tidak berada di daftar pemain karena kami memilih para penyerang tengah lain. Ada empat penyerang tengah yang dipilih dan Javier tak ada di sana. Namun, itu bukan berarti dia tak dapat dipilih pada kesempatan lain,” ujar Martino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]