Kaleidoskop 2019: 5 Momen Dramatis Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kompetisi Liga 1 dan Piala Indonesia 2019 telah berakhir. Namun, berakhirnya dua kompetisi tersebut bukan berarti tak menyisakan cerita menarik di dalamnya.

Dari banyaknya cerita menarik tersebut, terdapat beberapa momen dramatis yang terjadi di kompetisi sepakbola nasional. Meski demikian, tak hanya dari level kompetisi, pada level tim nasional pun terjadi momen dramatis.

Momen-momen tersebut pun Football5Star.com rangkum dalam daftar di bawah ini.

INDONESIA JUARA PIALA AFF U-22
timnas indonesia piala aff u 22 reno Kompas
Kompas

Sukses membungkam Thailand dengan skor 2-1 pada laga final menjadikan Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja pada 26 Februari 2019.

Beberapa drama terjadi di pertandingan ini. Momen yang paling berkesan tentunya adalah ketika Skuat Garuda Muda berhasil membalikkan keadaan. Tertinggal satu gol justru membuat anak asuh Indra Sjafri terlecut hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Lebih lagi, Timnas Indonesia menyabet gelar juara dengan tanpa terkalahkan di semua laga Piala AFF U-22 2019.

POLEMIK FINAL PIALA INDONESIA
psm juara piala indonesia 2018 darije pegang piala
PSSI

Banyak drama yang terjadi pada sebelum hingga saat Final Piala Indonesia 2018/19 ini berlangsung. Mulai dari tensi tinggi di lapangan, hingga sebuah insiden yang terjadi di luar lapangan.

Sehari jelang laga leg kedua final Piala Indonesia dimulai tepatnya pada 28 Juli 2019, Persija Jakarta mengalami hal yang tidak mengenakkan ketika bus yang mereka tumpangi mendapat teror dari oknum suporter usai mereka menjalani uji coba lapangan Stadion Mattoangin, Makassar.

Akibat insiden tersebut, laga final leg kedua itu pun harus ditunda. Final leg kedua Piala Indonesia pun baru digelar pada 6 Agustus 2019 di Stadion Mattoangin. Hasilnya, PSM berhasil menang dengan skor 2-0.

Kemenangan 2-0 tersebut cukup untuk membuat Juku Eja mengangkat trofi Piala Indonesia setelah sebelumnya di leg pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, PSM hanya kalah dari Persija dengan skor 1-0.

ROLLER-COASTER BERNAMA TIRA-PERSIKABO
PS TIRA Persikabo tampil aneh pada Liga 1 2019.
liga-indonesia.id

Performa Tira-Persikabo di Liga 1 2019 bak roller coaster. Mereka pernah merasakan berada di puncak klasemen selama beberapa pekan, hingga bahkan juga tak terkalahkan dalam 13 pertandingan berturut-turut di putaran pertama.

Akan tetapi, semuanya berubah ketika Laskar Padjadjaran memasuki putaran kedua. Tercatat, skuat asuhan Rahmad Darmawan tersebut tak pernah menang dalam 17 pertandingan berturut-turut. Suatu hal yang mungkin jarang terjadi di kancah sepakbola di manapun.

DERBI JAWA TIMUR DI FINAL PIALA PRESIDEN

Derbi Jawa Timur tersaji dalam final Piala Presiden 2019. Persebaya Surabaya bertemu dengan rivalnya, Arema FC. Akan tetapi, bermain di kandang lebih dulu di Stadion Gelora Bung Tomo pada leg pertama tak membuat Bajol Ijo memanfaatkan momentum. Mereka justru hanya bermain imbang dengan skor 2-2.

Arema FC pun memanfaatkan momentum di leg kedua. Singo Edan sukses menang dengan skor 2-0 yang menjadikan mereka juara Piala Presiden 2019 dengan skor agregat 4-2.

DUA TIM PROMOSI KEMBALI TERDEGRADASI
Semen Padang dan Perseru Badak Lampung FC sama-sama terdegradasi dari Liga 1.
liga-indonesia.id

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2019 berjalan menarik saat memasuki pekan-pekan terakhir. Akan tetapi, petaka datang kepada tiga tim Liga 1 2019 yakni Kalteng Putra, Semen Padang dan Badak Lampung FC. Ketiga tim tersebut dipastikan harus terdegradasi ke Liga 2 setelah perolehan poin mereka tak mampu mengejar Tira-Persikabo yang berada di posisi 15 dengan 42 poin.

Sementara itu, secara dramatis tiga tim Liga 2 dipastikan promosi ke Liga 1 musim 2020 mendatang. Mereka adalah Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang dan juga Persik Kediri. Persik Kediri menjadi juara Liga 2 2019 setelah mengalahkan Persita Tangerang di laga final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hadiah Piala Indonesia Belum Cair Hingga Saat Ini?

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Para tim peserta terutama yang sukses menembus semifinal ternyata belum mendapatkan hadiah dari Piala Indonesia. Hal itu dikeluhkan salah satu semifinal, Borneo FC yang mengaku hingga saat ini belum mendapatkan hadiah.

Hal itu jelas sangat disayangkan. Padahal pagelaran turnamen tersebut sudah berakhir pada dua bulan lalu. Saat itu, PSM Makassar sukses keluar sebagai jawara setelah menundukkan Persija Jakarta dalam partai final.

Akan tetapi, ternyata uang hadiah dari para semifinalis hingga finalis belum jua diturunkan. Manajer tim Borneo FC, Dandri Dauri, menyebut kalau pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi terkait pemberian hadiah Piala Indonesia yang mencapai Rp 500 juta.

Didepak Persib, Mario Gomez Kini Jadi Dampak Besar Kemajuan Borneo FC

“Saya pikir tak hanya Borneo FC yang menunggu uang tersebut, tetapi juga kubu PSM, Persija dan Madura United juga membutuhkannya. Saya sendiri sudah beberapa kali menghubungi pihak pelaksana, tetapi tak ada jawaban memuaskan dari mereka,” bilang Dandri dalam laman resmi Borneo FC.

Tentu kondisi itu menurut Dandri sangat tak profesional. Apalagi, tim-tim yang berlaga di Piala Indonesia mengeluarkan kocek tak sedikit untuk melakukan perjalanan tandang dan lain-lainnya.

“Kami hanya meminta kepastian pada panitia soal uang hadiah tersebut. Saya tak tahu apakah tim lain juga ribut masalah ini atau tidak. Yang jelas dalam waktu dekat kami akan kembali mempertanyakan hal ini kepada panitia.” papar dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pesta Juara PSM Makassar Dimulai dengan Santap Siang di Rumah Wakil Presiden

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaPSM Makassar sukses meraih gelar Piala Indonesia setelah di final leg kedua mengalahkan Persija Jakarta 2-0. Pesta kemenangan pun siap digelar publik sepak bola Makassar.

Rabu (7/8/2019) siang waktu setempat seluruh pemain dan offisial tim berjuluk Juku Eja itu dijadwalkan akan menggelar pawai pesta kemenangan juara Piala Indonesia.

Rute pawai kemenangan PSM Makassar dimulai di lobby menara Bosowa sekitar pukul 11:30 WITA. Nantinya rombongan pemain dan offisial akan diarak menggunakan bus bertuliskan ‘Ewako’.

Rute pertama yang akan dituju oleh rombongan ialah rumah pribadi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau.

Di rumah pribadi Jusuf Kalla, pemain dan offisial tim akan santap siang bersama dan dijadwalkan melanjutkan pawai keliling kota Makassar. Konvoi tim Juku Eja akan dimulai pada pukul 13:00 WITA.

Pawai pesta kemenangan PSM Makassar akan diakhiri di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Berikut rute pawai pesta juara PSM Makassar siang nanti:

Start H. Bau – Cendrawasih – Arif Rate – Hasanuddin – Slamet Riyadi – Ahmad Yani – Bulusaraung – Masjid Raya – Bawakaraeng – R.A .Kartini – Botolempangan – Arif Rate – Cendrawasih – Kakatua TVRI – Ratulangi – Finish Rujab Gubernur Jalan Jendral Sudirman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bepe dan Rasa Penasaran di Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.comBambang Pamungkas masih belum bisa melepas rasa penasarannya di Piala Indonesia. Sudah nyaris semua trofi diambil legenda hidup Persija Jakarta itu, tapi gelar Piala Indonesia masih belum masuk ke dalam lemari pialanya.

Bepe, sapaan karibnya, sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyudahi rasa penasarannya itu. Apalagi, Macan Kemayoran -julukan Persija menang 1-0 atas PSM Makassar dalam leg pertama final Piala Indonesia 2018.

Akan tetapi sayang, dalam leg kedua Persija sama sekali tak berkutik. Skuad besutan Julio Banuelos tersebut takluk dua gol tanpa balas dari PSM. Bepe akhirnya gagal mempersembahkan trofi lain buat timnya.

bepe berharap liga indonesia sudah diatur
@bepe20

“Betul sekali, gelar Piala Indonesia adalah satu-satunya penghargaan baik secara tim maupun pribadi yang belum pernah kami raih,” ujar Bepe usai laga.

Dalam karier 17 tahun sebagai pesepak bola, Bepe sudah memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi dalam level klub. Mulai dari dua gelar Liga Indonesia, Piala Presiden, Malaysia Premier League, Piala FA Malaysia, hingga Piala Malaysia.

“Juara Liga Indonesia pernah, pemain terbaik Liga Indonesia pernah, top scorer Liga Indonesia pernah, pemain terbaik Copa Indonesia pernah, hanya juara Piala Indonesia yang belum pernah,” sambung dia.

Padahal, Bepe sangat mengidam-idamkan trofi ini sebagai penutup karier 17 tahunnya. Namun apa daya, PSM Makassar menurutnya pantas meraih trofi pertamanya ini setelah 19 tahun menunggu.

“Seandainya tadi Persija Jakarta menjuarai Piala Indonesia, akan menjadi penutup yang luar biasa bagi karier saya. Tapi, saya belum tentu pensiun,” pungkas Bepe.

Bepe: Akhirnya PSM Makassar Juara Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Striker Persija Jakarta Bambang Pamungkas memberikan ucapan selamat atas keberhasilan PSM Makassar mengalahkan timnya di leg kedua final Piala Indonesia, Selasa (6/8/2019).

Menurut pemain yang akrab disapa Bepe tersebut, penantian publik sepak bola Makassar selama 19 tahun akhirnya terbayar lunas.

“Setelah 19 tahun menunggu, PSM Makassar juara lagi. Namun secara keseluruhan, permainan kedua tim sudah baik,” kata Bepe seperti dikutip www.old.football5star.com dari antaranews.

Sekedar informasi, PSM terakhir meraih gelar juara pada 2000 dengan memenangi Liga Bank Mandiri. Gelar Piala Indonesia ini juga gelar pertama untuk PSM, setelah terakhir kali dimenangi Persibo Bojonegoro pada 2012.

Terkait hasil pertandingan, suami dari Tribuana Tungga Dewi tersebut sepakat dengan pernyataan pelatih Persija, Julio Banuelos. Pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa permainan Persija berubah setelah kartu merah Sandi Sute.

Persija Jakarta - Bambang Pamungkas - PSSI - Football5star - persijaid

“Seperti kata pelatih, memang sulit bermain dengan 10 pemain dan kami telah berusaha dengan baik,” tambahnya.

Meski cukup kecewa dengan hasil di final Piala Indonesia. Bepe mengatakan bahwa skuat Persija sudah melupakan kekalahan dan fokus pada laga Liga 1 berikutnya.

“Kami telah melupakan hasil ini dan fokus untuk laga ke depan,” tutup Bepe.

Persija Jakarta setelah pertandingan melawan PSM Makassar akan melakoni laga kandang melawan Bhayangkara FC pada 8 Agustus 2019. Setelah melawan Bhayangkara, Persija akan jalani laga tandang ke markas Madura United pada 16 Agustus 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Best Eleven Piala Indonesia Versi Football5star

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Piala Indonesia sudah selesai diselenggarakan. PSM Makassar keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1.

Final Piala Indonesia kali ini berlangsung dalam dua leg. Leg pertama berlangsung dua pekan lalu di Stadion Gelora Bung Karno. Persija yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil meraih kemenangan 1-0.

Adapun leg kedua berlangsung di Stadion Andi Mattalata, Selasa (6/8/2019). Di kandang sendiri, PSM Makassar sukses membalikkan keadaan hingga meraih kemenangan 2-0.

Sepanjang turnamen, PSM dan Persija memang tampil menjanjikan. Mereka beberapa keluar dari lubang jarum sampai akhirnya melaju ke babak final.

Konsistensi ini pula yang membuat kedua klub menyumbang pemain terbanyak dalam best eleven versi Football5star kali ini. Dari kubu sang juara ada empat pemain yang layak masuk.

PSM Makassar - Bhayangara FC - Football5star
pssi.org

Mereka adalah Mark Klok, Zulham Zamrun, Abdul Rahman, dan kapten tim, Wiljan Pluim. Keempat pemain ini memang jadi aktor kunci di balik kesuksesan klub berjuluk Juku Eja meraih trofi pertamanya. Sementara dari Persija ada tiga pemain. Ketiganya adalah Andritany Ardhiyasa, Bruno Matos, serta Marko Simic.

Untuk posisi pelatih, sudah bisa dipastikan menjadi milik juru taktik PSM, Darije Kalezic. Belum genap semusim membesut Wiljan Pluim dkk, ia sudah sukses membawa klub kebanggaan warga Makassar menyudahi penantian 18 tahun juara.

Best XI Piala Indonesia: Andritany Ardhiyasa (Persija); Abdul Rahman (PSM Makassar), Fachrudin Aryanto (Madura United), Jaimerson (Madura United), Jaylon Guseynov (Borneo FC); Wiljan Pluim (PSM Makassar), Mark Klok (PSM Makassar), Bruno Matos (Persija Jakarta); Zulham Zamrun (PSM Makassar), Marko Simic (Persija Jakarta), Amido Balde (Persebaya Surabaya)

Pelatih: Darije Kalezic

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Julio Banuelos: Kartu Merah Sandi Sute Mengubah Semuanya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persija Jakarta Julio Banuelos mengatakan bahwa kekalahan anak asuhnya di leg kedua final Piala Indonesia melawan PSM Makassar, Selasa (6/8/2019) tak lepas dari kartu merah yang diterima Sandi Sute.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, kartu merah yang diterima Sandi Sute pada menit ke-33 mengubah keseluruhan skema permainan yang ia rencanakan.

“Kartu merah cepat memberikan pengaruh kepada tim,” kata pelatih berusia 48 tahun tersebut seperti dikutip dari antaranews.

Padahal kata Banuelos, secara keseluruhan permainan tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut sudah cukup baik. Sandi Sute mendapat kartu merah setelah melakukan tekel dua kaki kepada gelandang PSM, Wiljan Pluim.

Sandi Sute - Persija Jakarta - Kalteng Putra - Tirto
Tirto

Sebelumnya, sandi Sute juga sempat terlibat insiden dengan Pluim pada menit ke-16. Ia kedapatan kamera tengah menginjak kaki Pluim. Beruntung tindakannya tak diketahui wasit sehingga lolos dari hukuman kartu.

Akibat keluarnya Sandi, praktis permainan Persija menjadi pincang. Dua gol pun bersaranga ke gawang Persija.

Dua gol kemenangan PSM Makassar dicetak oleh Aaron Evans dan Zulham Zamrun. Kemenangan 2-0 membuat PSM menang agregat 2-1 setelah di leg pertama kalah 0-1 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Makassar vs Persija Jakarta: Menangi Gelar, Wiljan Pluim Langsung Umbar Ambisi Lain

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Wiljan Pluim menilai timnya layak memenangi trofi Piala Indonesia setelah memenangi laga PSM Makassar vs Persija Jakarta. Kapten tim beralias Juku Eja itu juga langsung mengumbar ambisi untuk memenangi gelar-gelar lainnya.

Pertandingan PSM Makassar vs Persija yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019), berhasil dimenangi tim tuan rumah. Skuat asuhan Darije Kalezic menuai kemenangan 2-0 pada laga leg kedua final Piala Indonesia.

Kemenangan tersebut membuat PSM berhak atas status juara dengan keunggulan agregat akhir 2-1. Sebelumnya, mereka mengalami kekalahan 0-1 di Jakarta.

Kepastian tersebut juga membuat PSM bisa mengakhiri penantian selama 19 tahun untuk dapat kembali memenangi trofi. Terakhir, mereka menjadi kampiun terjadi pada 1999-20 di pentas Liga Indonesia.

Menurut Wiljan Pluim, PSM pantas atas kesuksesan tersebut, terlebih setelah melakukan banyak kerja keras dalam tiga tahun terakhir. Termasuk mengalami sejumlah kegagalan di ajang lain.

Bahkan, kemenangan di partai PSM Makassar vs Persija Jakarta tersebut dijadikannya sebagai motivasi. Khususnya, untuk bisa menuai lebih banyak keberhasilan di kompetisi domestik lainnya.

“Saya pikir PSM Makassar layak memenangi trofi. Dalam tiga tahun terakhir banyak hal yang tidak mengenakan buat kami,” kata Wiljan Pluim seperti dikutip Football5star.com dari Antara.

“Kami ingin menikmati kemenangan dan euforia ini. Kemudian, kami akan kembali berjuang untuk memenangi trofi lainnya,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B00e2sFFMKp/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Akhiri Penantian Gelar Hampir Dua Dekade, Ini Kata Pelatih PSM Makassar

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Darije Kalezic memuji upaya besar CEO Munafri Arifuddin dan semua pemainnya setelah laga PSM Makassar vs Persija Jakarta. Ia juga bangga dapat turut memberikan kontribusi membuat tim berjulukan Juku Eja sukses memenangi trofi Piala Indonesia

Pertandingan PSM Makassar vs Persija yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019), berhasil dimenangi tim tuan rumah. Skuat asuhan Darije Kalezic menuai kemenangan 2-0 pada laga leg kedua final Piala Indonesia.

Kemenangan tersebut membuat PSM berhak atas status juara dengan keunggulan agregat akhir 2-1. Sebelumnya, mereka mengalami kekalahan 0-1 di Jakarta.

Kepastian tersebut juga membuat PSM bisa mengakhiri penantian hampir dua dekade atau selama 19 tahun untuk dapat kembali memenangi trofi. Terakhir, mereka menjadi kampiun terjadi pada 1999-20 di pentas Liga Indonesia.

Sebagai pelatih, Darije Kalezic mengaku turut senang karena bisa membantu dan memberikan kontribusi mendulang kesuksesan tersebut. Ia juga tidak lupa mengapresiasi semua pemainnya.

“Munafri Arifuddin (CEO PSM) juga telah bekerja keras bertahun-tahun agar bisa memenangi trofi. Saya juga ikut bahagia bisa membawa trofi ke Makassar,” kata Darije Kalezic seperti dikutip Football5star.com dari Antara setelah laga PSM Makassar vs Persija Jakarta.

“Saya tidak bisa memuji individu pemain. Bagitu pun dengan semua pemain yang tidak terpilih dan masih berada di bangku cadangan. Semua pemain bagus dan patut mendapat apresiasi,” ujarnya.

https://www.instagram.com/p/B00e2sFFMKp/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Makassar vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Melemah karena Hal Ini

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Darije Kalezic mengungkapkan faktor utama yang membuat timnya bisa menang di laga PSM Makassar vs Persija Jakarta. Tim beralias Juku Eja pun keluar sebagai kampiun Piala Indonesia.

Pertandingan PSM Makassar vs Persija yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019), berhasil dimenangi tim tuan rumah. Skuat asuhan Darije Kalezic menuai kemenangan 2-0 pada laga leg kedua final Piala Indonesia.

Kemenangan tersebut membuat PSM berhak atas status juara dengan keunggulan agregat akhir 2-1. Sebelumnya, mereka mengalami kekalahan 0-1 dari tim beralias Macan Kemayoran di Jakarta.

Kepastian tersebut juga membuat PSM bisa mengakhiri penantian selama 19 tahun untuk dapat kembali memenangi trofi. Terakhir, mereka menjadi kampiun terjadi pada 1999-20 di pentas Liga Indonesia.

Darije Kalezic menilai kartu merah yang diberikan kepada Sandi Sute di babak pertama telah melemahkan kekuatan Persija.

“Persija mendapat banyak kartu kuning untuk bisa menghentikan pergerakan kami. Mereka tahu, mereka lemah setelah keluarnya kartu merah,” ujar Darije Kalezic seperti dikutip Football5star.com dari Antara.

“Sepanjang 90 menit, tidak ada ancaman berbahaya pertahanan kami. Saya ingin memberikan pujian kepada pemain, staf, fan, dan semuanya atas apa yang telah dilakukan hari ini,” katanya.

https://www.instagram.com/p/B00e2sFFMKp/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

5 Fakta Menarik PSM Makassar Sang Juara Piala Indonesia 2018

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – PSM Makassar sukses meraih gelar Piala Indonesia 2018 setelah di final leg kedua melawan Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan 2-0 di Stadion Andi Mattalata, Selasa (6/8/2019).

Laga final yang sempat tertunda karena terjadinya insiden pelemparan bus tim Persija Jakarta ini berlangsung ketat sejak menit awal pertandingan. Tensi tinggi membuat pemain kedua tim tunjukkan determinasi tinggi.

Dua gol PSM yang dicetak oleh Aaron Evans dan Zulham Zamrun membuat tim berjuluk Juku Eja tersebut menang agregat 2-1 dari Persija Jakarta. Selama perhelatan Piala Indonesia 2018 yang berlangsung sejak 8 Mei 2018 tersebut, terdapat fakta-fakta menarik menganai sang juara PSM Makassar.

Berikut 5 fakta PSM Makassar sang juara Piala Indonesia 2018 untuk pembaca setia Football5star.com

‘Diuntungkan’ Sidrap United

Sidrap United merupakan lawan pertama PSM Makassar di Piala Indonesia 2018. Sedianya pertandingan dua yang berasal dari Sulawesi Selatan berlangsung pada 19 Juli 2018.

Namun pertandingan PSM Makassar vs Sidrap United dibatalkan. Sebelum laga berlangsung, Sidrap United mundur dari kompetisi Liga 3 Sulawesi Selatan. Karena mundur dari Liga 3, maka otomatis Sidrap pun tak ikut serta di Piala Indonesia.

Kepastian mundurnya Sidrap United saat itu dipastikan oleh Sekretaris PSM Andi Widya Syadzwina yang mendapat surat langsung dari pihak PSSI.

“Sidrap United mengundurkan diri dari kompetisi liga 3. Karena itu, pertandingan tgl 19 Juli 2018 dinyatakan secara resmi dibatalkan melalui surat PSSI yang baru saja diterima PSM,” jelas Andi.

Susah payah taklukan klub Liga 3

PSM bertemu wakil Liga 3 Persiter Ternate di babak 64 besar Piala Indonesia. Bermain di Stadion Kia Raha pada 22 Desember 2018, PSM susah payah untuk mengalahkan Persiter.

Bahkan tim besutan Darije Kalezic tersebut harus memenangkan pertandingan lewat babak adu penalti. Pada waktu normal, PSM berhasil ditahan imbang 3-3 oleh Persiter.

Munafri Arifuddin - PSM Makassar - Piala Indonesia - @PSM_Makassar

PSM bisa dikatakan beruntung bisa kalahkan Persiter. Asisten PSM, Syamsuddin Batola mengakui bahwa skuat Juku Eja susah payah untuk bisa kalahkan Persiteer.

“Kami bersyukur bisa lolos dari hadangan mereka. Mereka memainkan tempo cepat yang membuat pemain lakukan blunder,” kata Syamsuddin.

Rekor 9 gol

Saat bertemu Perseru Serui di babak 16 besar Piala Indonesia 2018, Juku Eja berhasil menciptakan rekor tersendiri. Pada leg pertama di Stadion Andi Mattalatata 16 Februari 2019, PSM menang besar 9-0.

Ini jadi rekor kemenangan terbesar di Piala Indonesia 2019. 9 gol kemengan PSM dicetak oleh Eero Markkanen (empat gol), Zulham Zamrun (hattrick), Ferdinand Sinaga, dan Bayu Gatra.

https://www.instagram.com/p/Bt8DwAUHFSo/

Sembilan gol ini menjadikan Juku Eja untuk kali pertama menciptakan gol terbanyak dalam babak pertama (7 gol di babak pertama)n pada kompetisi resmi.

Selain itu, PSM juga berhasil catatkan empat gol dalam hanya waktu 7 menit. Empat gol tersebut dicetak oleh Zulham Zamrun (hattrick) dan gol ketiga Markkanen pada menit ke-36.

Tak puas dengan menang 9-0, di leg kedua PSM kembali menang besar atas Perseru. Di leg kedua yang berlangsung pada 20 Februari 2019, PSM menang 3-0.

Lolos dari lubang jarum

PSM Makassar bisa dikatakan benar-benar dipayungi Dewi Fortuna di Piala Indonesia 2019. Bagaimana tidak bertemu Bhayangkara FC di babak perempat final, PSM hampir angkat koper dari turnamen ini.

Pada leg pertama yang berlangsung pada 27 April 2018, PSM takluk 2-4 dari Bhayangkara FC. Bermain di Stadion PTIK, PSM langsung kebobolan pada menit ke-11.

Muhammad Nur Iskandar membuat tim berjuluk The Guardian unggul cepat. Limat menit kemudian, Dendy Sulistyawan membuat PSM semakin terpuruk dengan tertinggal 2-0.

Wiljan Pluim sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-40. Namun gol dari Vendry Mofu membuat PSM kembali tertinggal di babak kedua. Meski sempat Zulham Zamrun memperkecil ketertinggalan, gol dari Herman Dzumafo membuat PSM kalah telak.

Darije Kalezic mengakui bahwa anak asuhnya kalah mental saat itu. Ia melihat pemain PSM kalah fisik dan mental hingga akhirnya bisa kalah telak.

“Sebenarnya, kami memulai pertandingan dengan baik, Anda semua juga bisa lihat sendiri. Secara fisik danmental tidak bagus karena banya kesalahan yang dilakukan.”

“Mungkin ada beberapa momen yang mana kami kurang tenang. Gol ketiga mereka jelas meruntuhkan mental para pemain,” kata pelatih asal Swiss itu.

Beruntung kemudian pada leg kedua, PSM berhasil menjaga gawang mereka tidak kebobolan. Pada leg kedua, Juku Eja secara brilian mampu menang 2-0 atas Bhayangkara.

Juara comeback

Bisa dikatakan secara keseluruhan PSM tidak sekedar menjadi juara Piala Indonesia 2019. PSM Makassar juga bisa dikatakan sebagai juaranya comeback di perhelatan yang terakhir dihelat pada 2012 ini.

Bagaimana tidak setelah mampu comeback di leg kedua saat bertemu Bhayangkara FC. Hal sama kembali mereka ulangi bertemu Persija di partai puncak. Kalah 0-1 di Stadion GBK, PSM berhasil membayar lunas kekalahan itu dengan menang 2-0 atas tim Macan Kemayoran sore ini (6/8/2019).

PSM Makassar diyakini Darije Kalezic bisa membalikkan keadaan pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.

Sebelum melenggang ke partai final, PSM menyingkirikan Madura United di babak semifinal. Pada leg pertama PSM menang 1-0, sayangnya pada leg kedua mereka kalah 1-2 dari tim Laskar Sapeh Kerabb tersebut.

Selama perhelatan Piala Indonesia 2019, PSM total kemasukan 9 gol dan memasukkan 21 gol. Zulham Zamrun jadi top skor PSM di Piala Indonesia dengan torehan 7 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

https://www.youtube.com/watch?v=4-LLTwa5CgA

Zulham Zamrun, Dua Kali Raih Gelar Pemain Terbaik dalam Empat Tahun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – PSM Makassar berhasil menjuarai Piala Indonesia setelah menang 2-1 secara agregat atas Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Gelar PSM kian lengkap setelah dua pemainnya, yakni Zulham Zamrun dan Asnawi Mangkualam jadi yang terbaik dalam turnamen ini.

Penghargaan ini jelas sangat istimewa buat pemain asal Ternate tersebut. Sebab dalam kurun empat tahun terakhir, Zulham mampu dua kali meraih gelar pemain terbaik. Pada 2015 lalu, dia jua sukses menjadi yang terbaik saat membawa Persib Bandung juarai Piala Presiden.

Kala itu, Zulham Zamrun juga didapuk sebagai top skorer Piala Presiden 2015 dengan mencetak enam gol dalam tujuh pertandingan. Nah, uniknya, kali ini Zulham pun menjadi pencetak gol terbanyak. Bersama penyerang Persebaya Surabaya, dia mengemas 10 gol sepanjang turnamen.

Zulham memulai kariernya bersama Persiter Ternate dari 2005 hingga 2007 dengan mengemas 25 gol dalam 62 pertandingan. Setelahnya, dia berpindah-pindah klub, dari mulai Persigo Gorontalo, Pro Duta, Persela Lamongan, Mitra Kukar, Persib, hingga kini PSM.

Penampilan terbaiknya kala Zulham membela Mitra Kukar selama empat tahun. Dalam 82 pertandingan, dia mampu melesakkan 38 gol. Aksinya itu, membuatnya mulai mendapat panggilan Timnas Indonesia.

Pemain 31 tahun itu membuat debutnya buat Timnas Indonesia dalam pertandingan persahabatan melawan Arab Saudi, 7 Oktober 2011. Dia masuk sebagai pengganti.

Kariernya sempat meredup kala membela Persipura Jayapura. Pelatih Persipura kala itu, Osvaldo Lessa, jarang memberinya jam terbang dan lebih memilih Lancine Kone ketimbang Zulham.

Persib kemudian datang. Bak gayung bersambut, saudara kandung Zulvin Zamrun itu membayar kepercayaan Maung Bandung dengan pembuktian. Penampilan terbaiknya ada pada ajang Piala Presiden dengan mengemas enam gol dari tujuh laga.

https://www.instagram.com/p/9BPSQkrVLz/

Dia sempat tak percaya ketika pembawa acara menyebutnya sebagai pemain terbaik. Beberapa kali, dia sempat menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan tak salah dengar.

Selama membela Persib, Zulham tampil dalam 29 kali kesempatan dan mengemas 10 gol. Namun, pada awal musim 2017, Zulham terpaksa dicoret oleh Persib karena terkesan menggantung. Pemain 31 tahun itu sempat singgah di Mitra Kukar dan akhirnya bergabung dengan PSM hingga kini.

Fakta Menarik Zulham:

  1. Zulham dua kali menjadi momok menakutkan buat Persija kala berseragam PSM. Selain mencetak gol pada final, dia pernah menyelamatkan PSM dari kekalahan pada Liga 1 2018. Kala itu golnya menit 77, menggagalkan kemenangan Persija di Stadion Andi Mattalatta.
  2. Zulham sangat mengidolai Cristiano Ronaldo. Maka itu, selebrasi golnya selalu mengikuti gaya bintang Juventus tersebut.
  3. Zulham merupakan putra dari pemandu bakat Ternate, yakni Malik Zamrun.
  4. Total, Zulham sudah memperkuat sembilan klub semenjak membela Persiter Ternate sepanjang kariernya.
  5. Meski sudah memperkuat sembilan tim, tapi dia sama sekali belum pernah memperkuat klub Sumatera.

Tak Ada Sejarahnya Suporter PSM Bermusuhan dengan Jakmania

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Kejadian pelemparan oknum tak bertanggung jawab ke bus Persija Jakarta beberapa waktu lalu harus segera ditutup rapat. Sebab, dalam sejarahnya komunitas suporter PSM Makassar manapun tak pernah bermusuhan dengan pendukung Persija, the Jakmania.

Tragedi tersebut memang sempat membuat renggang hubungan suporter PSM dan Persija. Padahal, ratusan Jakmania yang sempat melakukan perjalanan ke Makassar sebelum laga ditunda, 28 Juli lalu, disambut dengan hangat oleh suporter PSM.

Demikian pula suporter PSM. Pada leg pertama 21 Juli lalu, suporter Juku Eja bahkan dengan aman dan nyaman berdampingan dengan Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) meski memang ada sedikit gesekan oknum. Namun intinya seperti ujar-ujar, tak ada gading yang tak retak.

the-jakmania-persija-okezone-football5star
Dok Okezone

“Saya mohon tidak ada apa-apa lah. Kemarin itu hanya gesekan yang kira-kira dilakukan oknum saja yang tak suka. Pada dasarnya, dalam sejarah the Jakmania dengan Maczman tak pernah bermusuhan,” ungkap Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko.

Skuad Persija sendiri mendapat sambutan hangat ketika sampai di Makassar, Senin (5/8). Mereka mendapat jamuan seperti laiknya tamu negara. Kondisi ini jelas membuat Persija merasa nyaman.

“Iya (merasa aman dan nyaman). Mental pemain juga sangat bagus. Insya Allah, kami fokus di lapangan, kami tetap dengan kekuatan penuh untuk mengambil kemenangan,” pungkas Ardhi.

PSM vs Persija: Tim Tamu Terharu Disambut Bak Tamu Negara

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Persija Jakarta mengaku terharu disambut bak tamu negara jelang melawan PSM Makassar, di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8). Hal ini seperti mencairkan suasana yang sebelumnya panas akibat pelemparan batu oknum tak bertanggung jawab ke bus Persija.

Laga PSM vs Persija memang sempat tertunda beberapa waktu lalu karena hal nonteknis. Namun kini panpel PSM Makassar tampaknya ingin memberi rasa nyaman buat skuad berjuluk Macan Kemayoran. Selain segi keamanan, mereka jua disambut dengan meriah setibanya di Makassar, Senin (5/8).

Manajer Persija, Marsma Ardhi Tjahjoko, menyebut kalau sepak bola sejatinya memang harus seperti ini. Apalagi laga sekelas PSM vs Persija terbilang sangat dinantikan seluruh pencinta sepak bola Indonesia.

Persija vs PSM final Piala Presiden

“Sangat bagus dan memang seharusnya sepak bola seperti ini. Sebenarnya musuh kan tidak ada. Jadi untuk kekeluargaan gitu, sama-sama dalam bidang olahraga kan, kita harus sportif. Saya terima kasih dengan penyambutan ini,” ungkap Ardhi kepada wartawan.

Ardhi menyebut skuad Persija cukup terkejut dengan penyambutan jelang final Piala Indonesia leg kedua ini. “Enggak (tahu). Kami dikasih tahu saat mau mendarat jadi di hotal ada penyambutan,” sambung dia.

Soal keamanan, lanjut Ardhi, sangat bagus. Dari mulai tiba hingga nanti pertandingan Ardhi menilai semuanya aman terkendali. Hal ini yang harus menjadi contoh panpel-panpel klub Indonesia lainnya.

“Saya mohon tak ada apa-apa lah. Kemarin itu hanya gesekan saja yang oknum lakukan. Mungkin tak suka,” tutup Ardhi.

Beri Keterangan ke Media, Wiljan Pluim Main Lawan Persija?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – PSM Makassar memberi sinyal bahaya buat Persija Jakarta jelang final leg kedua Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Mereka mengindikasikan akan memainkan kaptennya, Wiljan Pluim setelah hadir dalam sesi konferensi pers sebelum laga.

Wiljan Pluim memang dikhawatirkan tak bisa turun membela Juku Eja -julukan PSM- pada partai final Piala Indonesia. Penyebabnya adalah cedera otot yang dialaminya saat PSM Makassar menang 2-1 atas Persebaya Surabaya, Rabu (17/7/2019).

Gelandang asal Belanda itu dikabarkan harus menepi setidaknya dua pekan. Kini, dia diprediksi akan diturunkan Darije Kalezic untuk melawan Persija. Apalagi, dia juga turut hadir memberikan keterangan ke media.

Marc Klok - Wiljam Pluim - PSM Makassar - Piala Indonesia
Football5star.com

“Saya tidak sabar memainkan laga ini, meski juga agak kecewa dengan apa yang terjadi pekan lalu. Tapi akhirnya semua telah mempersiapkan diri, kami semua sangat siap untuk besok,” ungkap Pluim sebelum pertandingan seperti dikutip Football5star.com.

Pemain 31 tahun itu menyebut kalau kondisinya sudah mulai pulih. Kakinya sudah gatal kembali merumput. Apalagi, melawan Persija adalah partai final.

“Saya memang absen di dua laga, tapi saya juga mempersiapkan diri dengan baik dibantu oleh pelatih fisik. Jika tidak ada sesuatu yang menghalangi saya besok, saya akan siap 100 persen untuk bermain,” tutur dia.

Wiljan Pluim juga ingin di laga ini menjadi kesempatan terbaik untuk mempersembahkan gelar buat publik sepak bola Makassar. “Saya sangat berharap setelah tiga tahun, ini waktunya bagi saya memberikan trofi pertama bagi PSM,” ucap Pluim.

https://www.instagram.com/p/B0lUF2rAOX7/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Jalani Latihan Resmi, Persija Bantah Trauma Lawan PSM

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Persija Jakarta tak menjalani sesi latihan resmi di Stadion Andi Mattalatta, Senin (5/8) jelang lawan PSM Makassar dalam leg kedua final Piala Indonesia, Selasa (6/8). Namun, mereka membantah hal itu karena trauma pascateror lemparan batu oknum beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Macan Kemayoran -julukan Persija- mengalami teror usai melakukan latihan resmi 27 Juli lalu. Bus yang ditumpangi mereka dilempar batu oleh oknum tak bertanggung jawab sesaat setelah meninggalkan Stadion Andi Mattalatta saat itu.

Teror itu akhirnya membuat pertandingan PSM Makassar vs Persija Jakarta ditunda. Nah, pada kesempatan kali ini, pasukan besutan Julio Banuelos tak mengambil latihan resmi. Namun, mereka membantah masih trauma kejadian beberapa waktu lalu.

Persija Jakarta - Julio Banuelos - Arema FC 2
Dok. Ilhamsins

“Tidak ada masalah. Kenapa kami memilih untuk melakukan latihan resmi di Jakarta, karena waktu yang sangat mepet dari pertandingan melawan Arema FC dan harus tampil lagi esok,” ungkap Banuelos kepada wartawan.

Sekadar info, Persija baru saja menjamu Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada Sabtu (3/8/2019). Artinya, dalam jarak empat hari, mereka harus memainkan dua laga, di dua kota sekaligus.

“Maka itu, kami memilih lebih baik latihan di Jakarta dan saat datang ke sini (Makassar) tak perlu latihan resmi lagi. Tak ada masalah, masyarakat Makassar sangat baik, sangat harmonis. Tak ada kendala apa-apa,” tutup dia.

Persija sendiri membawa 18 pemain untuk tampil di Makassar. Beberapa pemain yang tak dibawa menghadapi laga PSM Makassar vs Persija Jakarta, salah satunya Shahar Ginanjar.

https://www.instagram.com/p/B0lUF2rAOX7/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSM: Suporter Kami Tak Berbahaya!

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mendinginkan situasi jelang menjamu Persija Jakarta dalam final leg kedua Piala Indonesia 2018 di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Dia menyebut kalau suporter PSM sudah dewasa dan sama sekali tak bahaya.

Suporter tim berjuluk Juku Eja itu belakangan memang disorot lantaran ulah oknum. Hal itu setelah bus yang ditumpangi Persija yang baru selesai melakukan latihan resmi ditimpuk batu hingga kacanya pecah.

Aksi tak terpuji dari oknum tersebut akhirnya membuat laga final leg kedua yang sejatinya dihelat 28 Juli lalu ditunda. Kalezic yakin pada laga esok suporternya sudah belajar dari tragedi kemarin.

PSM Makassar - Badak Lampung - Darije Kalezic - Liga 1 - baca.co. id
baca.co.id

“Fans kami saya pikir tak berbahaya kepada klub manapun di Indonesia. Itu hanya ulah satu orang saja. Fans kami sangat dewasa,” ungkap Kalezic kepada wartawan.

Menurutnya, laga nanti harus fokus kepada pertandingan di lapangan saja. Hal-hal nonteknis di luar lapangan harus bisa dihindari. Dia percaya kalau para suporter bisa menjaga nama baik Kota Makassar.

“Saya tak tahu siapa yang membuat laporan tak aman di sini. Jadi, jangan bilang suporter kami memberi rasa tak aman. Karena fans kami terbaik di Indonesia yang selalu dukung di mana saja,” tutup dia.

PSM sendiri memiliki modal kurang baik jelang final nanti. Mereka baru saja takluk 0-1 dari Bali United, Kamis (1/8/2019). Namun, PSM sangat tangguh kala bermain sebagai tuan rumah. Terakhir kali mereka takluk di markasnya itu pada 6 April 2018 lalu saat kalah 2-3 dari Persela Lamongan.

Ditanya Rencana Lawan PSM, Pelatih Persija Beri Jawaban Berkelas

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, memberi jawaban berkelas saat ditanya soal rencana formasinya jelang melawan PSM Makassar dalam final leg kedua Piala Indonesia, di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/5/2019). Dia menyebut kalau semua soal takti merupakan rahasia dapur tim.

Skuad berjuluk Macan Kemayoran memiliki modal kemenangan 1-0 atas PSM pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 21 Juli lalu. Namun sayang, pada laga terakhir Persija hanya meraih hasil iimbang 2-2 melawan Arema FC.

Jelang laga nanti, Banuelos ditanya soal rencana formasinya. Sebab, PSM jua memiliki modal kurang baik usai takluk 0-1 dari Bali United, Kamis (1/8/2019).

https://www.instagram.com/p/B0xy8nwDv6D/

“Tim pelatih selalu analisis setiap laga ya, dan kami bisa tahu kekurangan maupun kelebihan lawan. Tapi itu rahasia dapur, kita gak usah di-expose,” ungkap Banuelos sebelum laga.

Persija sendiri punya memori indah melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta. Mereka pernah menang 1-0 atas PSM di sana saat kompetisi Indonesia Soccer A via gol tunggal Emanuel Pacho Kenmogne. Namun tiga laga kemudian di Makassar, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

“Paling penting, kami tahu PSM memiliki pelatih yang bagus. Pemain mereka jua merata di semua lini. Yang jelas, kami akan memberikan segalanya pada laga nanti,” tutup dia.

Meski Persija punya memori bagus di Andi Mattalatta, PSM cukup tangguh kala bermain sebagai tuan rumah. Terakhir kali mereka takluk di markasnya itu pada 6 April 2018 lalu. Kala itu, mereka kalah 2-3 dari Persela Lamongan pada ajang Liga 1 2018.

Persija Bantah Sengaja Tak Bawa Shahar Karena Teror di Makassar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Persija Jakarta tak membawa Shahar Ginanjar saat melawan PSM Makassar dalam final leg kedua Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Namun, mereka membantah kalau sengaja tak membawa Shahar karena masalah teror beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Shahar merupakan salah satu pemain Persija yang menceritakan soal teror pelemparan batu oknum tak bertanggung jawab beberapa waktu lalu. Melalui Instagram story-nya, Shahar menggambarkan situasi yang terjadi.

Kini, kiper yang sejatinya pernah memperkuat PSM itu tak dibawa ke Makassar. Namun, Banuelos membantah keputusannya itu lantaran teror beberapa waktu lalu.

Kronologi Skuat Persija Diserang Oknum Suporter di Markas PSM 2 - Instagram @docbro
Instagram Docbro

“Kami datang ke Makassar untuk pertandingan. Yang paling penting, pertandingan tidak ada yang lain. Laga nanti final yang ditunggu-tunggu oleh semua. Masalah Shahar, biar kami saja yang tahu,” ungkap Banuelos kepada wartawan.

Persija sendiri membawa 18 pemain ke Makassar. Macan Kemayoran akan fokus ke dalam pertandingan. Mereka tak mau lagi terpengaruh isu-isu nonteknis.

“Persiapan kami sangat baik. Pemain sudah tahu betapa pentingnya pertandingan nanti. Kami siap memberikan yang terbaik dan meraih gelar juara,” tutup dia.

Skuad ibukota punya memori indah melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta. Mereka pernah menang 1-0 atas PSM di sana saat kompetisi Indonesia Soccer A via gol tunggal Emanuel Pacho Kenmogne. Namun tiga laga kemudian di Makassar, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

Tak Trauma Teror di Makassar, Persija: Mental Kami Kuat!

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, sangat percaya diri pasukannya bisa merengkuh gelar juara Piala Indonesia saat dijamu PSM Makassar dalam leg kedua di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Dia menyebut kalau pasukannya juga sama sekali tak ciut nyali meski sempat diteror.

Seperti diketahui, laga PSM vs Persija dalam final leg kedua sebenarnya akan digelar pada Minggu (28/7/2019) lalu. Namun, partai itu terpaksa ditunda karena bus Persija sempat ditimpuk batu oleh oknum suporter yang bikin salah satu ofisial mengalami luka di bagian mata.

PSSI lantas memutuskan partai ini tetap digelar di Makassar pada Selasa, 6 Agustus nanti dengan penonton. Persija sendiri diakui sama sekali tak ciut nyali. Para pemain juga tak trauma dengan teror yang didapatkan beberapa waktu lalu.

Persija Jakarta vs Arema FC - Liga 1 - @aremafcofficial
Twitter: @aremafcofficial

“Tidak, tidak. Kami tidak memikirkan kejadian itu lagi. Mental pemain kami sangat kuat. Persija akan fokus dalam pertandingan di lapangan saja,” bilang Julio Banuelos saat ditemui usai laga.

Macan Kemayoran sendiri membawa bekal kurang baik jelang melawat ke Makassar. Mereka baru saja bermain imbang 2-2 melawan Arema FC di SUGBK, Sabtu (3/8). Padahal, Banuelos menurunkan nyaris semua kekuatan utamanya dalam partai itu.

“Ya memang kurang baik. Tapi saya pikir tak akan jadi masalah. Kami akan berjuang meraih kemenangan dan juara di sana,” tutup mantan asisten pelatih Leeds United itu.

Persija sendiri punya memori indah melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta. Mereka pernah menang 1-0 atas PSM di sana saat kompetisi Indonesia Soccer A via gol tunggal Emanuel Pacho Kenmogne. Namun tiga laga kemudian di Makassar, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

Prediksi Pelatih Arema Soal Juara Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, turut meramaikan final Piala Indonesia leg kedua antara PSM Makassar versus Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Menurutnya, pemenang ditentukan oleh tim yang menyadari kelemahan dan memperbaikinya.

Seperti diketahui setelah tertunda, PSSI mengonfirmasi final Piala Indonesia tetap digelar di Stadion Andi Mattalatta 6 Agustus nanti dengan penonton. Mereka berharap panpel PSM bisa memperbaiki kekurangan untuk menjamu Persija agar tak ada hal yang negatif terjadi lagi.

Saat ini, Macan Kemayoran di atas angin. Hal itu setelah pasukan Julio Banuelos tersebut menang 1-0 atas PSM kala bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada leg pertama.

PSM Makassar diyakini Darije Kalezic bisa membalikkan keadaan pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
PSSI.org

“Sangat sulit untuk memprediksi siapa yang akan juara. Hmm, Persija sangat bahaya dalam hal penyerangan. Tapi, mereka memiliki masalah pada lini pertahanannya, ini akan jadi sorotan yang bisa dimanfaatkan oleh PSM,” ungkap Milomir Seslija kepada wartawan.

Sedangkan, menurutnya PSM jelas bisa saja membalikkan kedudukan pada leg kedua nanti. Apalagi, skuad Juku Eja memiliki skuad yang lengkap antarlininya. Hanya saja, ada satu masalah pelik buat PSM.

“PSM sangat kuat di kandangnya. Mereka belum terkalahkan. Tapi, kapten mereka (Wiljan Pluim) masih diragukan bermain, ini akan jadi masalah dan menghambat penyerangan mereka,” papar dia.

Menurutnya, pemenang akan ditentukan oleh tim yang bisa disiplin dalam mengorganisir permainan. “Disiplin bakal jadi kunci. Tapi, saya sangat berharap pertandingan nanti akan jadi partai yang seru untuk disaksikan. Tak ada lagi kekerasan,” pungkas pelatih asal Bosnia Herzegovina tersebut.

PSM Bakal Kerahkan Suporter Tak Biasa Lawan Persija

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada final Piala Indonesia leg kedua, Selasa (6/8). ASN tersebut bakal mendukung PSM Makassar saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta.

Seperti diketahui, partai final leg kedua Selasa nanti merupakan laga tunda. Pertandingan ini harusnya digelar pada 29 Juli lalu tapi batal karena alasan keamanan. Kala itu, tim Macan Kemayoran menolak bertanding karena baru saja mendapatkan teror berupa pelemparan batu ke kaca bus yang ditumpangi.

PSM tampaknya tak akan kehilangan dukungan. Pemkot Makassar bahkan siap mengarahkan ASN untuk datang langsung ke Andi Mattalatta. Bahkan, ada surat edaran khusus dari pemkot.

piala indonesia-persija-psm-tribun

“Ada surat edaran Pemkot itu. Kami diimbau supaya mengerahkan dia punya suporter, terserah dinasnya mau itu internalnya atau keluarga di rumah,” bilang Sekretaris Kota Makassar, Muhammad Ansar, dikutip dari Detik.

Hal ini dilakukan, lanjut dia, agar menambah motivasi skuad besutan Darije Kalezic tersebut. Dia berharap PSM bisa menyudahi puasa gelar sejak musim 1999-2000 silam.

“Memberi semangat kepada tim kebanggaan, Dihimbau datang. Artinya, kalau dia berangkat jam 15.00 kan bisa dapat. Masih bisa, khusus hari itu saja, cuman 30 menit kan ASN kerja sampai 15:30,” tutup dia.

PSM sendiri mendapatkan modal kurang baik jelang menjamu Persija. Mereka harus takluk 0-1 dalam lawatannya ke markas Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis, 1 Agustus 2019 kemarin.

Polda Sulsel Gandeng Sembilan Polres Jelang Final Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pihak kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Selatan sudah memiliki cara khusus untuk mengamankan partai leg kedua final Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta pekan depan. Mereka mengaku sudah menggandeng sembilan Polres setempat untuk mengamankan laga panas nanti.

Seperti yang sudah diketahui, partai leg kedua final Piala Indonesia yang seharusnya digelar pekan lalu sempat ditunda oleh PSSI. Penundaan tersebut terjadi karena PSSI mengkhawatirkan keamanan dari Persija Jakarta yang mendapat sambutan kurang hangat dari publik Makassar.

“Semua sarana dan prasarana Polri akan kami keluarkan, dalam situasi tertentu kami siapkan nanti kendaraan berat seperti barakuda,” kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Hamidin dikutip dari laman Sulsel Ekspres.

Sembilan Polres yang nantinya akan ditugaskan di Stadion Mattoangin terdiri dari Polres Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, Polres Gowa, Polres Takalar, Polres Jenponto, Polres Pangkep, Polres Barru, dan Polres Parepare. Sembilan Polres tersebut dikabarkan akan menurunkan 4000 personil di partai nanti.

“Jadi nanti saya perintahkan para Kapolres bertanggung jawab di setiap pintu stadion, jadi setiap pintu akan dijaga satu Kapolres. Intinya pertandingan ini tidak boleh gagal lagi, semua benda-benda keras dilarang masuk,”  sambung Hamidi.

Jelang partai nanti, PSM tak mendapatkan modal yang positif. Pasalnya, pasukan Darije Kalezic harus mengakui keunggulan Bali United pada Kamis (1/8) lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Laga PSM Makassar vs Persija Jakarta Ditunda, Muncul Petisi Tuntut Ratu Tisha Mundur

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Keputusan penundaan laga final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta oleh PSSI berujung munculnya petisi. Petisi tersebut meminta Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, agar menanggalkan jabatannya.

Berdasarkan jadwal sebelumnya, laga PSM Makassar vs Persija Jakarta seharunya bergulir, Sabtu (27/7/2019), di Stadion Andi Mattalatta. Namun, sebelum pertandingan sempat terjadi insiden pelemparan batu ke arah bus yang membawa ofisial dan pemain Persija.

Sementara itu, mayoritas suporter PSM diketahui sudah memadati Stadion Andi Mattalatta. Bahkan, skuat berjulukan Juku Eja pun telah berada di stadion tersebut.

Akan tetapi, sesaat sebelum sepak mula, PSSI mengeluarkan keputusan menunda pertandingan leg kedua final Piala Indonesia. Keputusan itu diambil berdasarkan alasan keamanan yang dianggap tidak kondusif.

Petisi itu dibuat oleh Bahtiar Baso, seorang pecinta sepak bola Indonesia yang profesional dan anti mafia setelah penundaan laga PSM Makassar vs Persija Jakarta.

5 poin petisi:

  1. Sekjen PSSI ikut menyebar berita bohong (hoax) dalam suratnya yang menyatakan bahwa kondisi Makassar tidak aman dan tidak kondusif. Padahal, TNI dan Polri sudah menjamin keamanan dengan mengerahkan empat kali lipat pengamanan.
  2. Surat keputusan penundaan pertandingan 2 jam sebelum kick-off yang tidak sesuai dengan aturan regulasi PSSI sendiri dan dengan dalih yang tidak jelas.
  3. Sekjen PSSI tidak bertanggugjawab atas penundaan pertandingan ini. Tidak ada satu pun pihak dari PSSI yang hadir di Stadion untuk menyampaikan perihal keputusan penundaan pertandingan.
  4. Sekjen PSSI tidak memiliki itikad baik dan tidak menghormati masyarakat pecinta sepak bola khususnya yang berada di Kota Makassar.
  5. Kami meminta Sekjen PSSI mundur dari jabatannya karena gagal mengurus sepak bola Indonesia, tidak paham mengurus sepak bola Indonesia. Meminta kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk membentuk kepengurusan PSSI sesuai mekanisme yang ada.

Sebelumnya, PSSI telah menetapkan laga tunda tersebut untuk kembali dimainkan pada 6 Agustus 2019. Partai leg kedua final Piala Indonesia itu juga akan tetap dimainkan di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

Petisi yang dibuat pada Minggu (28/7/2019) malam tersebut, kini sudah didukung lebih dari 12 ribu orang.

https://www.instagram.com/p/B0dBO8Cg780/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tunda Final Piala Indonesia, Sekjen PSSI Bakal Dilaporkan ke Polisi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Seorang pengacara bernama Isdar Yusuf berniat melaporkan Ratu Tisha, Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI. Hal ini terkait penundaan leg kedua final Piala Indonesia.

Sejatinya, pertandingan PSM Makassar vs Persija Jakarta digelar di Stadion Mattoangin, Makassar, Minggu (28/7/2019) sore WIB. Namun, PSSI kemudian memutuskan menunda laga itu.

Penundaan itu disampaikan melalui sebuah surat yang ditandatangani Ratu Tisha. Dalam surat tersebut, Ratu Tisha menyebut bahwa pertandingan ditunda karena masalah keamanan dan kondusivitas di lapangan.

Hal ini membuat Isdar Yusuf yang berniat menonton pertandingan itu kecewa. Ia bahkan berniat melaporkan Ratu Tisha ke kepolisian.

Ratu Tisha - Hari Kartini - PSSI - @Bukalapak
@Bukalapak

“Kami advokat Makassar akan melaporkan Ratu Tisha, sehubungan dengan surat yang dikeluarkan yang menyatakan kondisi keamanan di Makassar tidak layak untuk menggelar pertandingan.” ujar Isdar dalam sebuah video.

“Padahal yang berhak menyatakan aman dan tidaknya adalah pihak kepolisian. Oleh karena itu, patut diduga itu adalah keterangan palsu.”

Seperti diketahui, sebelumnya bus Persija diserang dengan dilempari batu oleh beberapa oknum pendukung PSM. Tim besutan Julio Banuelos itu pun tampaknya juga meragukan pengamanan di stadion. Sebab itulah mereka tak mau pergi ke Stadion Andi Mattalatta Mattoanging.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi: Jadwal Leg Kedua Final Piala Indonesia Tetap di Makassar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Induk sepak bola Indonesia, PSSI, resmi menetapkan jadwal leg kedua final Piala Indonesia yang kemarin tertunda. Laga yang mempertemukan PSM Makassar vs Persija Jakarta ini dipastikan tetap berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

Kepastian ini terlampir dalam surat keputusan PSSI bernomor 2711/AGB/537/VII-2019. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa pertandingan akan dilangsungkan pada Selasa (6/8/2019) pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya federasi juga meminta agar manajemen PSM Makassar selaku tuan rumah bisa menyiapkan selalu sesuatu yang terkait persiapan dan pelaksanaan final leg kedua ini. Pertandingan ulang ini pun diharapkan bisa dilangsungkan sebagai mana mestinya.

PSM Makassar diyakini Darije Kalezic bisa membalikkan keadaan pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
pssi.org

Seperti yang diketahui, final leg kedua Piala Indonesia yang sebelumnya dijadwalkan pada Minggu (28/7/2019) terpaksa ditunda. Faktor keamanan menjadi alasan utama PSSI meniadakan pertandingan di Stadion Andi Matalatta kemarin.

Sehari sebelum pertandingan bus yang membawa tim Persija saat menjalani latihan di stadion dilempari batu oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Melihat gelagat ini federasi akhirnya menunda pertandingan tersebut beberapa jam sebelum kick off.

Setelah itu sempat beredar isu bahwa laga ulang ini akan berlangsung di tempat netral. Tapi wacana ini ditolak mentah-mentah oleh CEO PSM, Munafri. Berselang satu hari kemudian PSSI memastikan laga tetap berlangsung di Makassar.

Persija sudah mengantongi kemenangan 1-0 yang mereka dapat di leg pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno. Tapi posisi mereka belum benar-benar aman karena PSM bertekad membalikkan keadaan demi meraih gelar Piala Indonesia pertamanya sepanjang sejarah klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Polda Sulawesi Selatan Klaim Persija Tidak Mau Dikawal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Partai final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta resmi ditunda. Penundaan ini tak lepas dari insiden yang sebelumnya terjadi ketika bus pemain tim tamu dilempari batu oleh oknum suporter sehari sebelum laga berlangsung.

Sejatinya laga direncanakan tetap berlangsung sesuai jadwal. Tapi kemudian PSSI membatalkan pertandngan bergengsi ini karena alasan keamanan.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan pun menjadi sorotan. Mereka dianggap lalai dalam memberikan keamanan dan kenyamanan pada Persija Jakarta selaku tim tamu. Tudingan ini pun dijawab pihak Polda melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Dicky Sondani.

piala indonesia-persija-psm-tribun
makassar.tribunnews.com

“Ini menjawab ada pihak yang mengatakan situasi menjelang dan saat laga berlangsung tidak aman. Itu hoax. Kami sudah bekerja maksimal. Kami berhasil meredam kekecewaan penonton dan tidak ada yang berbuat kekacauan,” kata Dicky Sondani seperti dilansir Tribun Makassar, Minggu (28/7/2019).

“Soal pelemparan bus itu terjadi karena oknum suporter tidak mendapatkan tiket pertandingan. Kebetulan bus tim Persija lewat dan mereka melampiaskannya. Kenapa rombongan Persija tidak dikawal polisi? Itu berada di luar jadwal yang sudah ditetapkan mereka. Kami sudah berusaha maksimal,” sambungnya.

Pihak Polda Sulawesi Selatan juga menambahkan bahwa mereka sudah mengajukan diri untuk melakukan pengawalan pengamanan saat klub ibu kota melaksanakan latihan. Tapi pihak klub menolaknya.

“Mereka tidak mau dikawal, padahal Sabtu kemarin Polrestabes sedang amankan penjualan tiket yang ricuh karena banyaknya suporter,” tegasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=DBoZYwFDr8k&t=405s

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditunda, Ini 5 Opsi Leg II Final Piala Indonesia 2018-19

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Partai leg IIfinal Piala Indonesia 2018-19 antara PSM Makassar dan Persija Jakarta resmi ditunda oleh PSSI. Penundaan tersebut dilakukan menyusul insiden pelemparan batu terhadap bus tim tamu pada Sabtu (27/7/2019).

Penundaan itu pun menyisakan tanda tanya soal kelangsungan leg II final Piala Indonesia 2018-19. Persija cenderung enggan bertanding di Makassar. Sebaliknya, kubu PSM berkeras tak mau bila pertandingan dilaksanakan di luar Makassar.

Kini, bola berada di tangan PSSI. Menurut penuturan Deputi Sekjen Marshal Masita, putusan akan diambil setelah komisi disiplin melakukan sidang pada Senin (29/7/2019).

Sambil menunggu putusan final dari PSSI, berikut ini Football5Star.com menyajikan lima opsi yang mungkin diambil terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.

1. Tetap di Makassar dengan Penonton

Munafri Arifuddin selaku CEO PSM Makassar menjamin keamanan Persija Jakarta pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
Instagram @appi_mika

Sesuai pengundian, laga leg II final Piala Indonesia 2018-19 adalah milik PSM Makassar. Artinya, sangat masuk akal bila manajemen klub, dalam hal ini CEO Munafri Arifuddin, berkeras pertandingan harus berlangsung di Makassar. Idealnya pula, para pendukung Pasukan Ramang tetap diberi izin untuk memberikan dukungan di stadion.

Kini, dengan insiden pelemparan batu terhadap bus Persija oleh oknum suporter membuat tim lawan enggan berlaga di kandang Pasukan Ramang. Namun, opsi itu tetap terbuka andai pihak panitia pelaksana pertandingan mampu memberikan jaminan keamanan kepada tim Macan Kemayoran.

Tentu bukan hal mudah, tapi bukan hal yang mustahil juga. Hal terpenting, pihak keamanan dan kelompok-kelompok suporter PSM mampu memberikan jaminan keamanan secara nyata. Lalu, ada penindakan segera terhadap oknum-oknum yang berbuat kericuhan pada Sabtu lalu.

2. Di Makassar Tanpa Penonton

Seperti dituturkan Manajer Ardhi Tjahjoko segera setelah insiden pelemparan terhadap bus Persija terjadi, timnya hanya mau berlaga di Makassar jika pertandingan dilangsungkan tanpa penonton. Opsi ini tetap terbuka walaupun dalam Kode Disiplin PSSI, hukuman untuk pelemparan benda oleh penonton hanya berupa denda.

Penutupan stadion atau sebagian stadion biasanya dilakukan dengan dua kondisi. Pertama, adanya sanksi dari PSSI terhadap suporter tuan rumah karena aksi kericuhan pada laga sebelumnya. Itu dialami suporter PSS pada awal musim Liga 1 2019. Kedua, panitia pelaksana pertandingan memutuskan laga tanpa penonton atas alasan keamanan dan kenyamanan.

3. Di Tempat Netral

Ardhi Tjahjoko meminta laga leg kedua final Piala Indonesia dijadwal ulang karena adanya serangan fan PSM Makassar terhadap tim Persija Jakarta.
Screenshot YouTube ANTV Sports Channel

Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, berharap pertandingan leg II final Piala Indonesia 2019 tak lagi digelar di Makassar. Demi keamanan dan keselamatan timnya, dia berharap pertandingan yang ditunda itu berlangsung di tempat netral.

Akan tetapi, opsi ini ditentang oleh CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin. Dia menegaskan, pertandingan harus tetap berlangsung di Makassar. Bahkan, dia menyatakan timnya enggan bermain bila pertandingan dilakukan di tempat netral.

Terlepas dari hal itu, PSSI bisa mengambil opsi ini sebagai jalan tengah. Hal ini pula yang diambil Conmebol pada leg II final Copa Libertadores 2018. Pertandingan Boca Juniors vs River Plate bahkan akhirnya digelar di Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid.

4. Di Jakarta dsk. dengan Penanganan Langsung PSSI

Bila panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar dianggap tak mampu, PSSI bisa saja mengambil alih sepenuhnya penanganan laga leg II final Piala Indonesia 2018-19. Dalam kontrol pusat, pertandingan bisa dilakukan di mana pun, termasuk di Jakarta atau stadion-stadion yang ada di sekitarnya demi memudahkan koordinasi dan pengawasan.

Bila opsi ini diambil, akan sangat masuk akal jika pertandingan digelar tanpa penonton. Ini untuk menjaga prinsip keadilan karena basis pendukung Persija lebih mungkin memenuhi stadion.

5. Laga Leg II Ditiadakan

PSSI telah menyatakan final Piala Indonesia 2018-19 digelar dengan sistem dua leg. Namun, dengan adanya insiden penyerangan terhadap tim tamu, bisa saja putusan ekstrem dibuat, yakni pembatalan pertandingan secara permanen. Artinya, sang juara ditentukan oleh hasil pada leg I.

Opsi ini terbilang ekstrem dan potensial menimbulkan polemik berkepanjangan karena dinilai menguntungkan salah satu klub. Namun, sebagai opsi, hal itu bisa saja diambil PSSI bila memang ada kondisi yang masuk kategori force majeure atau tidak ada titik temu di antara kedua pihak, dalam hal ini Persija Jakarta dan PSM Makassar terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

Ini Dia Enam Kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga leg kedua final Piala Indonesia 2018-19 antara PSM Makassar dan Persija Jakarta, Minggu (28/7/2019), bukan hanya akan menentukan sang juara. Laga tersebut juga akan jadi ajang perebutan gelar Pemain Terbaik Piala Indonesia.

Seperti diumumkan pada Sabtu (27/7/2019), enam kandidat pemain terbaik Piala Indonesia 2018-19 berasal dari kedua finalis. Tiga pemain dari Persija Jakarta, tiga pemain pula dari kubu PSM Makassar. Sesuai kriteria, pemain terbaik memang hanya akan dipilih dari tim yang lolos ke final.

Dari kubu Macan Kemayoran, tiga pemain yang masuk nominasi adalah Toni Sucipto, Riko Simanjuntak, dan Ismed Sofyan. Sementara itu, dari kubu Pasukan Ramang ada M. Rahmat, Zulham Zamrun, dan Rasyid Bakrie. Dari keenam nama tersebut, gelar pemain terbaik dipastikan jatuh ke tangan pemain lokal.

Zulham Zamrun dari PSM Makassar masuk kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19.
Twitter @PSM_Makassar

Keenam pemain tersebut dinilai memenuhi syarat untuk jadi pemain terbaik. Menurut Direktur Teknik PSSI yang juga Ketua Technical Study Group (TSG) Piala Indonesia 2018-19, Danurwindo, mereka punya kontribusi besar dan jadi role model.

“Selain itu pemain yang punya teknik, taktik, dan skill yang tinggi. Lalu menjadi pembeda di dalam tim, kehadirannya selalu jadi inspirasi tim dan cerdas dalam bermain,” kata Danurwindo seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi PSSI.

Lebih jauh, mantan pelatih timnas Indonesia tersebut mengungkapkan, “Pemain juga harus selalu bersikap fair play dan sikap di lapangan selalu fair. Serta membawa timnya ke puncak pertandingan final.”

Selain mengumumkan enam kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19, PSSI juga mengungkapkan tiga kandidat Pemain Muda Terbaik. Mereka adalah Asnawi Mangkualam dari PSM dan duo pemain Borneo FC, Terens Puhiri dan Ambrizal Umanailo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kronologi Insiden Bus Persija Diserang Hingga Jatuh Korban Luka

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Skuat Persija Jakarta mengalami perlakuan kurang menyenangkan dalam lawatan ke Makassar. Kronologi Persija diserang diawali saat bus yang mengangkut skuat tengah menuju Stadion Andi Mattalatta guna menjalani sesi latihan resmi, Sabtu (27/7/2019).

Sesi latihan itu merupakan rangkaian agenda pertandingan leg kedua final Piala Indonesia 2018-2019 di kandang PSM Makassar. Duel Persija Jakarta vs PSM Makassar rencananya digelar di Stadion Andi Mattalatta pada Minggu (28/7/2019) malam WIB.

Sehari jelang pertandingan puncak tersebut, sebuah insiden yang tak terduga melahirkan teror bagi skuat Persija. Dalam perjalanan dari tempat menginap menuju Stadion Andi Mattalatta pada sore hari, bus skuat Persija diadang sekelompok orang tak dikenal yang diduga merupakan oknum suporter PSM.

Kronologi Persija diserang, mereka memukul badan bus dan melempar benda keras ke arah kaca. Meski ada beberapa anggota TNI dan Polri yang mengamankan lokasi, tetap saja aksi penyerangan tak bisa dilerai.

Akibat aksi penyerangan tersebut, kaca bus pecah di beberapa bagian akibat lemparan beda keras. Video insiden pelemparan itu pun sempat diunggah gelandang Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu, di Instagram Story. “Astagfirullah,” tulis Ramdani di videonya.

Selain Ramdani Lestaluhu, beberapa pemain Persija lainnya juga sempat merekam aksi tersebut. Salahs atunya Sandi Sute. “Ei dilempar batu, besarnya batu. Ei tunduk-tunduk,” ujar salah seorang dalam video yang diunggah Sandi Sute di Instagram Story-nya.

Kronologi Bus Persija Diserang dan Dilempari

Kronologi Skuat Persija Diserang Oknum Suporter di Markas PSM 2 - Instagram @docbro

Insiden itu juga menyebabkan beberapa orang yang berada dalam bus terluka. “Ada yang luka enggak,” kata seorang personel TNI yang mengawal rombongan bus Persija. “Itu depan,” timpal pria lain.

Sementara, di Instagram story anggota tim medis Persija, Donny Kurniawan, memperlihatkan kondisi kaca bus Persija Jakarta yang pecah. Bukan hanya kaca bus, Masseur Persija Jakarta, Aditya Julistiawan atau yang kerap disapa Bento terkena timpukan batu sampai mendapatan perawatan di bagian mata sebelah kanannya.

Dalam instagram story-nya Donny Kurniawan juga sempat menceritakan bahwa hotel tempat tim Persija Jakarta sempat diteror. “Baru tau semalam ternyata diteror #tidurnyenyak,” tulis Donny.

Ketika rombongan sampai di Stadion Andi Mattalatta, ada pelemparan botol yang juga dilakukan oleh oknum pendukung PSM Makassar. Dilansir BolaSport.com, botol tersebut terlihat mengenai kepala dari videografer Persija Jakarta, Yudhistira.

Aksi teror pun diakui Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko sudah terjadi sejak sebelumnya. Bahkan, Ardhi mengaku ancaman yang diberikan sudah sangat mengerikan.

“Saya pikir ini bukan psy war lagi karena sudah mengancam nyawa. Dibilang kita kalau main, kalo menang, persija menang, tidak pulang. Terus, ada salah satu dicat, juga dibilang harus ada korban satu nyawa. Ini kan sudah tidak benar,” ujar Ardhi Tjahjoko, dikutip Footbal5star.com dari video yang diunggah ANTV.

Sejauh ini, belum diketahui siapa saja oknum suporter yang melakukan aksi kekerasan tersebut. Perihal status pertandingan leg kedua final Piala Indonesia 2018-2019, pihak operator pun belum membuat keputusan, apakah dilanjutkan atau ditunda.

https://www.youtube.com/watch?v=MgrRPw1Pq3Q
https://www.youtube.com/watch?v=4-LLTwa5CgA

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]