Egy Maulana Vikri Sebut Pelatihnya di Lechia Gdansk Seperti Seorang Bos

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pesepak bola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, mengaku berterima kasih atas bimbingan yang diberikan mantan pelatihnya di Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec. Namun, Egy juga menyebut selama di Lechia, Stokowiec lebih sebagau figur bos ketimbang ayah.

Dalam dunia sepak bola, pelatih memang memiliki beragam karakter. Ada yang berkemampuan manajerial baik laiknya bos, ada pula yang mengedepanlan pendekatan personal seperti figur ayah. Nah, menurut Egy, Stokowiec merupakan tipe pelatih seperti seorang bos.

Witan Sulaeman Bakal Setim dengan Egy Maulana Vikri di Eropa?
Lechia.pl

“Tentu saja aku pikir dia seperti bos. Dia bisa memilih siapa yang bermain, menentukan bagaimana latihan hari itu, bisa membuat orang jadi lebih baik. Ya, dia seperti bos, dia bisa melakukan apa yang dia mau,” bilang Egy, seperti dikutip Football5star dalam wawancara dengan jurnalis Lechia.net, Karolina Jaskulska.

Memiliki pelatih yang berkarakter laiknya bos, Egy sebagai pemain muda tentunya merasakan betapa kerasnya Stokowiec. Namun, dia memakluminya. Apalagi, dia memetik banyak hal positif dari sikap keras Stokowiec terhadapnya.

“Ya, tapi aku pikir semua pelatih akan melakukan seperti itu. Dia akan lebih keras kepada pemain muda. Jika aku tak salah, dia mengatakan agar aku harus mengembangkan fisik, taktik, lebih percaya diri, jangan khawatir dan jangan takut, karena dia akan membantu,” sebut Egy menambahkan.

Egy Maulana Vikri Kaget Disambut Begitu Ramah di FK Senica

Egy Maulana Vikri Maklumi Keputusan Lechia Gdansk

Saat Egy Maulana Vikri harus pergi dari Lechia menyusul kontraknya yang tuntas pada tahun ini, Stokowiec pun ikut hengkang. Posisinya digantikan oleh Tomasz Kaczmarek.

Meski Stokowiec dinilai sudah gagal, Egy tetap merasa bersyukur karena sudah mendapatkan banyak pelajaran. Bahkan, sebelum keduanya sama-sama cabut, Stokowiec pun pernah berpesan.

“Dia mengatakan, ‘terima kasih, kamu sudah bekerja keras, sekarang kita lihat apa yang akan terjadi. Jangan berubah, tetap bekerja keras dalam latihan, suatu hari kamu akan mendapatkan kesempatan’,” bilang Egy mengulangi pesan dari sang pelatih.

Egy Maulana Vikri Piotr Stokowiec Lechia Gdansk - tvp-pl
TVP.pl

Egy memang tak pernah menyesali tiga tahun kebersamaanya dengan Lechia. Minimnya jam terbang di bawah asuhan Stokowiec tak lantas membuatnya berkecil hati. Pengalaman berharga selama di Lechia dijadikannya pelajaran agar lebih baik bersama klub barunya, FK Senica.

“Aku rasa itu normal (tak dipertahankan Lechia). Ini bagian dari sepak bola dan kita hanya perlu belajar dari hal itu. Aku ucapkan terima kasih untuk dukungan, kenangan, dan pengalaman. Semoga Lechia bisa merih hasil baik,” sebut pemain jebolan SKO Ragunan itu.

“Buatku, tim seperti keluarga. Mereka memberlakukan aku dengan baik karena tahu aku bukan dari Eropa. Mereka mebantuku, selalu bertanya apa aku ada masalah, apa butuh bantuan,” ucapnya memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Lechia Akhirnya Blak-Blakan Soal Acap Pinggirkan Egy Maulana Vikri

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec, menjelaskan alasan jarang memberikan tempat kepada Egy Maulana Vikri. Dia bilang kalau Egy memang sulit bersaing di skuatnya karena postur tubuhnya yang kurang untuk berduel.

Bergabung Lechia sejak 2018, Egy memang jarang mendapatka kesempatan main. Total, dia cuma mendapatkan 11 kali kesempatan mentas dengan seragam Lechia, 10 di Liga Ekstraklasa, dan sekali pada ajang Superpuchar Polski.

Musim 2020-2021, Egy Maulana Vikri pun cuma main selama tujuh kali, dan semuanya sebagai pemain pengganti. Padahal, tercatat pemain Timnas Indonesia itu berada dalam skuat Lechia sebanyak 26 kali.

Egy Maulana Vikri Lechia Gdansk vs Olimpia Grudziadz 2 - lechia-pl Pelatih Lechia Akhirnya Blak-Blakan Soal Acap Pinggirkan Egy Maulana Vikri

“Pada usia muda, bermain secara reguler sangat penting. Pemain muda tidak hanya dimainkan karena mereka berusia, tapi juga harus mempunyai kualitas. Selain itu, Liga Polandia juga bukan kompetisi yang mudah,” sebut Piotr Stokowiec dikutip dari Sportowe Fakty.

“Liga ini lebih mengutamakan fisik, Jadi, sebagian pemain akan menjalani masa sulit beradaptasi, seperti Egy. Betul, dia punya kemapuan bagus, tapi fisik sangat diutamakan di sini,” sambung pelatih Lechia itu.

Masa depan Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk memang di ujung tanduk. Kontraknya bakal berakhir 30 Juni 2021. Namun, sampai saat ini Lechia belum menunjukkan tanda-tanda memperpanjang masa bakti Egy.

“Kami mungkin akan mendatangkan sejumlah pemain berkualitas dalam bursa transfer ini. Kami memang punya pemain muda berbakat. Tapi, mereka belum siap main reguler,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Egy Maulana Vikri dkk Kalah di Laga Terakhir, Kemarahan Pelatih Meledak

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec, meluapkan kemarahannya terhadap Egy Maulana Vikri. Pasalnya, pada laga pamungkas Ekstraklasa musim ini, Lechia menelan kekalahan 1-2 dari Jagiellonia Bialystok, Minggu (16/5).

Padahal, andai saja Lechia Gdansk bisa menang di kandang Jagiellonia, peluang untuk masuk zona Eropa terbuka lebar. Sayangnya, kekalahan memaksa mereka harus puas finis di posisi ketujuh klasemen akhir.

Piotr Stokowiec Lechia Gdansk vs Jagiellonia - lechiapl
Lechia.pl

“Saya sangat geram dan marah setelah pertandingan, karena kami sebenarnya dekat dengan zona Eropa,” sesal Piotr Stokowiec, seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Lechia Gdansk.

Pada pertandingan terakhir musim 2020-21 tersebut, Stokowiec memberi kesempatan kepada Egy Maulana Vikri untuk tampil. Pemain asal Indonesia itu masuk pada menit ke-85 menggantikan Zarko Udovicic.

Egy Maulana Vikri tampil hingga 7 menit injury time babak kedua berakhir. Namun, kehadiran Egy dalam kondisi tim tertinggal 1-2 gagal memberi dampak positif. Lechia tak mampu menghindari kekalahan 1-2.

Lechia Gdansk vs Jagiellonia Byalistok - lechiapl
Lechia.pl

“Akhir-akhir laga bak roller-coaster. Emosi sangat tinggi dan masih membuat saya resah. Jadi, saya tak mau membuat kesimpulan sekarang. Sangat mengecewakan. Pada pertandingan terakhir ini, kualitas pemain di bangku cadangan sangat menentukan dan kami harus menerimanya karena itu menjadi pembeda,” bilang dia lagi.

Salah satu alasan Piotr Stokowiec menurunkan Egy Maulana Vikri memang karena minimnya stok pemain bernaluri serang tinggi di bangku cadangan. Apalagi, penyerang yang kerap diandalkan sebagai supersub, Lukasz Zwolinski, tengah cedera.

“Hari ini, kami khususnya kehilangan Lukasz Zwolinski. Kami seharusnya bisa mengandalkan dia untuk laga kali ini, tapi saya tak mau berandai-andai,” sebut Stokowiec memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Vikri Tak Main, Pelatih Lechia Kritik Lemahnya Penyelesaian Akhir

Egy Maulana Vikri Tak Main, Pelatih Lechia Kritik Lemahnya Penyelesaian Akhir 17

Football5star.com Indonesia – Lechia Gdansk cuma bisa bermain imbang 1-1 dengan Cracovia, Sabtu (8/5). Di laga tersebut, Egy Maulana Vikri cuma duduk di bangku cadangan. Pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, mengeluhkan lemahnya penyelesaian akhir lini depan.

Tampil di kandang sendiri, Lechia Gdansk sempat ketinggalan lebih dahulu lewat gol Cornel Rapa pada menit ke-25. Lechia baru bisa membalas pada menit ke-69 berkat gol sundulan Flavio Paixao.

Lechia Gdansk vs Stal Mielec, Flavio Paixao, Egy Maulana Vikri - @lechiagdanskSA
Twitter @lechiagdanskSA

Piotr Stokowiec, yang memasukkan nama Egy Maulana Vikri ke dalam daftar pemain cadangan, merasa penampilan tim pada babak pertama tidak maksimal.

“Kami ingin menang, tapi keinginan kadang tak sesuai kemampuan. Pada babak pertama kami bermain buruk. Mungkin tekanan ingin menang menjadi alasan. Kami tampil seperti sedang mendorong bus naik ke tebing,” bilang Piotr Stokowiec.

Butuh Gol, Tapi Egy Maulana Vikri Tetap Dicadangkan

Sementara pada babak kedua, Lechia Gdansk yang bisa lebih menguasai permainan tetap saja bermain kurang efektif. Hanya satu gol yang dicetak dari sejumlah kesempatan yang diraih.

“Pada babak kedua, kami tak kehilangan determinasi. Tim berubah, bermain lebih berani dalam mengambil risiko. Beginilah seharusnya bermain ketika ingin meraih sesuatu. Namun, kami menciptakan sejumlah kesempatan, melepas 15 tembakan, sayang tak cukup jumlah tebakan tepat sasaran. Kualitas penyelesaian akhir lemah,” bilang Stokowiec lagi.

Egy Maulana Vikri Lechia gdansk - instagram @egymaulanavikri
Instagram @egymaulanavikri

Piotr Stokowiec sebenarnya punya kesempatan mengubah taktik, khususnya sektor depan, pada babak kedua. Namun, dia masih belum memberi kesempatan Egy Maulana Vikri untuk tampil dan menjadi solusi.

Lima pemain yang masuk pada babak kedua adalah Rafal Pietrzak, Omran Haydary, Mateusz Zukowski, Michal Nalepa, dan Zarko Udovicic. Sayang, spekulasinya tak sepenuhnya berhasil. Hanya satu gol yang diciptakan oleh Flavio Paixao hasil umpan Mateusz Zukowski.

“Kami coba menyegarkan tim dengan pergantian. Saya menurunkan pemain-pemain bernaluri serang tinggi. Zukowski, Pietrzak, dan Udovicic. Pada akhirnya, kami bermain dengan dua striker dan berharap hadirnya gol dari skema umpan silang. Saya juga memasukkan Nalepa yang jangkung. Kami mengambil risiko untuk bisa menang. Tapi, kami tak berhasil,” ucap Piotr Stokowiec memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Lechia Gdansk Kritik Mentalitas Egy Maulana Vikri

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec, melancarkan kritik kepada Egy Maulana Vikri yang belum berkembang di Polandia. Sebenarnya, Stokowiec menyebut kalau Egy punya potensi tapi mentalitasnya masih harus diperbaiki.

Seperti diketahui, Egy sebenarnya diberikan kesempatan kembali bermain dengan seragam Lechia akhir pekan lalu. Namun, dia tak bisa membantu banyak karena Lechia harus takluk tiga gol tanpa balas dari Lech Poznan.

Itu merupakan pertandingan perdana Egy Maulana Vikri bersama Lechia sejak November lalu. Pelatih Piotr Stokowiec menyebut Lechia sebenarnya memiliki barisan pemain muda potensial. Selain Egy, ada pula Filip Koperski, hingga Mateusz Zukowski. Namun mereka tak bisa berkembang baik.

Egy Maulana Vikri Seakan Tunjukkan Kualitasnya kepada Pelatih Lechia lechia gdasnk Para Pemain Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri Cetak Gol dan Assist, Egy Maulana Vikri Disorot Media Asing

“Duet Koperski dan Żukowski, serta Koperski dan Egy Maulana masih di belakang kualitas Kałuziński dan Biegański di pertandingan terakhir,” kata Stokowiec dalam laman resmi Lechia Gdansk.

“Mereka adalah pemain yang menjanjikan, tetapi belum siap. Mereka masih bisa berkembang dengan peluang menjadi pemain yang bagus,” sambung dia.

Sebenarnya, ini sudah memasuki musim ketiga Egy Maulana Vikri bersama Lechia. Kontrak Egy pun akan selesai musim panas nanti. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Egy akan memperpanjang kontraknya bersama Lechia.

“Kesimpulannya kualitas para pemain dan bangku cadangan yang fleksibel sangat penting. Itu membuat perbedaan, Anda ingin memenangkan gelar, maka kualitas ini sangat penting. Kami berusaha melenyapkannya dengan berbagai cara agar pemain bisa bersaing secara adil,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Egy Maulana Vikri dan Kenny Saief Diyakini Bisa Jadi Pembeda Lechia Gdansk

gamespool
Egy Maulana Vikri dan Kenny Saief Diyakini Bisa Jadi Pembeda Lechia Gdansk 25

Football5star.com Indonesia – Kekalahan 0-1 di markas Pogon Szczecin disambut kecewa fan Lechia Gdansk. Menurut sebagan fan, pelatih Piotr Stokowiec seharusnya mencoba kombinasi Egy Maulana Vikri dan Kenny Saief, yang diyakini bisa menghadirkan perbedaan di tubuh Lechia.

Kekalahan dari Pogon Szczecin menjadi noda pertama Lechia Gdansk setelah melaluilima pertandingan tanpa kalah dan hanya sekali seri. Akibat tak bisa membawa pulang poin dari markas Pogon Szczecin, Lechia gagal mendekati tiga besar klasemen Ekstraklasa.

Lechia Kalah, Egy Maulana Vikri Duduk Manis di Bangku Cadangan
Lechia.pl

Pada pertandingan tersebut, pelatih Piotr Stokowiec memainkan Kenny Saief sebagai pengganti Rafal Pietrzak pada menit ke-62. Sementara Egy Maulana Vikri masih terus hanya menjadi penghuni bangku cadangan.

Bagi Saief, laga melawan Pogon Szczecin menjadi penampilan ke-16 di Ekstraklasa musim ini. Sebanyak 14 kali dia tampil sebagai starter dengan torehan satu gol. Namun, dalam empat laga terakhir dia hanya main dua kali sebagai pengganti.

Berbeda dengan Egy yang baru 5 kali tampil pada musim ini dan keseluruhan sebagai pengganti. Bahkan dalam 12 laga terakhir Lechia, Egy 11 kali masuk skuat tapi hanya menghagatkan bangku cadangan.

Piotr Stokowiec Diminta Kasih Kesempatan untuk Egy Maulana Vikri

Menyusul kekalahan di markas Pogon Szczecin, beberapa fan menyuarakan agar pelath Piotr Stokowiec mencoba kombinasi Egy Maulana Vikri dan Kenny Saief.

Menurutnya, keberadaan Egy dan Saief di sektor tengah, khususnya sebagai penyerang sayap, bisa saja menghadirkan perbedaan dalam permainan tim.

Lechia Gdansk vs Sokol Ostroda, Egy Maulana Vikri 2 @twitter @lechiagdanskSA
Twitter @LechiagdanskSA

Opini itu disuarakan fan melalui komentar di salah satu artikel yang dimuat media Polandia, Trojmiasto. Menurutnya, pelatih Piotr Stokowiec dikenal sering membuat perubahan keliru dan terlalu konservatif.

“Dengan hasil yang tak disenangi, Zarko Udovic minta bermain, lalu Saief dan Egy mungkin bisa menghadirkan perbedaan. Apa yang sudah terjadi, terjadilah. Tak banyak waktu untuk mengejar hasil imbang. Dusan Kuciak, Conrado, dan Mario Maloca, terbaik. Namun, pelatih PS sangatlah buruk,” tulis penggemar Lechia Gdansk dengan username pohasali sobie przez kwadrans.

Kritik semacam ini bukan hanya sekali atau dua kali disuarakan fan Lechia Gdansk. Dalam beberapa artikel Trojmiasto tentang Lechia, beberapa kali penggemar menyinggung nama Egy Maulana Vikri untuk dberi kesempatan unjuk gigi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Lechia Gdansk Akan Dipecat, Bisa Jadi Kabar Baik buat Egy Maulana

Pelatih Lechia Gdansk Akan Dipecat, Bisa Jadi Kabar Baik buat Egy Maulana 29

Football5Star.com, Indonesia – Klub Polandia, Lechia Gdansk, kabarnya akan segera memecat pelatihnya, Piotr Stokowiec, menyusul rangkaian hasil negatif. Ini bisa menjadi sebuah kabar baik buat Egy Maulana Vikri yang jarang dapat kesempatan di bawah Stokowiec.

Kekalahan Lechia 1-3 dari klub kasta kedua Polandia, Puszcza Niepolomice di babak 16-besar Piala Polandia, 9 Februari lalu memang disebut jadi penyebab. Manajemen Lechia Gdansk kabarnya sudah mulai kehilangan kesabaran dengan Piotr Stokowiec.

Sebab, ini merupakan hasil minor Lechia dalam tiga pertandingan terakhirnya. Mereka tak merai satu pun kemenangan sejak 22 Januari. Itu membuat Stokowiec kini mendapat tekanan. Dia dituntut mundur atau Lechia memecatnya.

“Saya memahami para penggemar dan kepahitan mereka. Saya sendiri prihatin dengan situasi ini. Saya memikirkannya sebelum latihan, setelah latihan. Namun, saya harus mengatakan bahwa saya bangun di pagi hari dan dengan tenang melihat ke cermin,” ujar Stokowiec dikutip Lechianet.

“Saya bukan pelatih yang lebih buruk daripada saat saya mulai bekerja di Lechia. Saya akan melakukan apa saja untuk mengeluarkan tim dari krisis ini. Saya sudah memiliki pengalaman seperti itu, karena ketika saya datang ke sini, tim berada dalam krisis yang lebih buruk,” sambung dia.

Egy Maulana Vikri Seakan Tunjukkan Kualitasnya kepada Pelatih Lechia lechia gdasnk Para Pemain Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri Cetak Gol dan Assist, Egy Maulana Vikri Disorot Media Asing

Andai Piotr Stokowiec dipecat, bisa jadi kabar bagus buat Egy Maulana Vikri. Dia sebenarnya sudah duduk di bangku cadangan dalam empat pertandingan beruntun Lechia di Liga Polandia.

Padahal Egy beberapa kali membuktikan kualitasnya. Saat mentas bersama Lechia II melawan Sokol Zblewo, Minggu (7/2/2021) dalam partai uji coba, Egy tampil istimewa. Dia sukses mencatatkan dua gol dan dua assist dalam kemenangan enam gol tanpa balas Lechia II atas Sokol Zblewo.

Ini bukan kali pertama pemain Indonesia tersebut mencoba membuktikan kualitasnya kepada Piotr Stokowiec. Saat Lechia melakoni laga persahabatan melawan Olimpia Grudziadz, Januari lalu, Egy juga membuktikan aksinya. Dia berhasil mencetak gol perdana buat tim senior, sekaligus assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Egy Maulana Vikri Seakan Tunjukkan Kualitasnya kepada Pelatih Lechia

Egy Maulana Vikri Seakan Tunjukkan Kualitasnya kepada Pelatih Lechia 33

Football5Star.com, Indonesia – Egy Maulana Vikri seakan membuktikan kualitasnya karena belum juga dilirik oleh pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec. Hal itu setelah dia menjadi bintang kemenangan Lechia Gdansk II dalam sebuah partai uji coba, akhir pekan lalu.

Memang, musim ini Egy kurang mendapatkan kepercayaan tampil di tim utama Lechia Gdansk pada Liga Ekstraklasa. Dia sebenarnya sudah duduk di bangku cadangan dalam empat pertandingan beruntun Lechia di Liga Polandia.

Akan tetapi, pelatih Piotr Stokowiec tak juga memberinya kesempatan tampil. Namun, Egy tampak tak menyerah begitu saja. Dia seakan membuktikan kualitasnya saat dilempar ke tim cadangan Lechia.

Saat mentas bersama Lechia II melawan Sokol Zblewo, Minggu (7/2/2021) dalam partai uji coba, Egy tampil istimewa. Dia sukses mencatatkan dua gol dan dua assist dalam kemenangan enam gol tanpa balas Lechia II atas Sokol Zblewo.

Ini bukan kali pertama pemain Indonesia tersebut mencoba membuktikan kualitasnya kepada Piotr Stokowiec. Saat Lechia melakoni laga persahabatan melawan Olimpia Grudziadz, Januari lalu, Egy juga membuktikan aksinya. Dia berhasil mencetak gol perdana buat tim senior, sekaligus assist.

Lechia Gdansk vs Wisla Plock Egy Maulana Vikri - lechia-pl

Sejak gabung 2018 lalu, Egy Maulana Vikri memang jarang mendapatkan tempat di skuat utama Lechia Gdansk. Pada musim 2020-2021 saja, Egy cuma main lima pertandingan bersama Lechia bahkan kalau ditotal jumlahnya hanya 62 menit di lapangan.

Kini, Egy sudah memasuki musim ketiga atau terakhirnya bersama Lechia Gdansk. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kalau tim Polandia tersebut bakalan memberi kontrak anyar buat lulusan Diklat Ragunan itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ulah Gelandang 18 Tahun Tak Diampuni, Egy Maulana Vikri Bisa Diuntungkan

gamespool
Ulah Gelandang 18 Tahun Tak Diampuni, Egy Maulana Vikri Bisa Diuntungkan 40

Football5star.com Indonesia – Gelandang muda Lechia Gdansk, Jakub Kaluzinski, mendapat teguran keras dari pelatih Piotr Stokowiec. Bahkan, Stokowiec mengatakan tak akan memaafkan Kaluzinski. Situasi ini bisa menjadi berkah bagi pemain Indonesia, Egy Maulana Vikri.

Jakub Kaluzinski memang membuat kesalahan ketika diganjar kartu merah oleh wasit kala Lechia Gdansk menjamu Jagiellonia, Minggu (31/1/2021) WIB. Kartu merah keluar pada menit ke-36, ketika Lechia dalam posisi tertinggal satu gol.

Lechia Gdansk vs Jagiellonia Jakub Kaluzinski - lechiapl
Lechia.pl

Semula, pemain berusia 18 tahun itu hanya mendapat kartu kuning akibat pelanggaran. Namun, reaksi protesnya yang dinilai berlebihan membuat wasit langsung memberikan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Kartu merah yang diterima Jakub Kaluzinski dianggap menjadi salah satu pemicu kekalahan Lechia Gdansk. Jagiellonia bisa mencetak gol kedua enam menit jelang pertandingan usai demi mengunci kemenangan 2-0. Sementara sampai laga tuntas, Egy Maulana Vikri masih tak diberi kesempatan bermain dari bangku cadangan.

Lechia Gdansk vs Wisla Plock Egy Maulana Vikri - lechia-pl
Lechia.pl

Piotr Stokowiec mengaku kesal dengan insiden yang berujung kekalahan pada laga perdana putaran kedua Ekstraklasa itu. Dia menurunkan Jakub Kaluzinski karena dalam regulasi yang berlaku, diharuskan setiap klub memberi kesempatan kepada pemain muda di Ekstraklasa.

“Merujuk pada kartu merah untuk Jakub Kaluzinski, kami memperkenalkan pemain muda. Ada juga peraturan tentang pengenalan pemain muda ke Ekstraklasa. Dibutuhkan sedikit kesabaran dan niat baik. Saya pikir wasit juga harus berpartisipasi dalam pengenalan pemain muda dan memperhitungkannya,” bilang Piotr Stokowiec.

Tak Ada Maaf untuk Jakub Kaluzinski

Lechia Gdansk vs Jagiellonia Jakub Kaluzinski 1 - lechiapl
Lechia.pl

Meski memaklumi darah muda yang masih bergejolak di dalam diri Jakub Kaluzinski, Stokowiec tetap tak memberlakukan toleransi. Dia bahkan tak akan mengampuninya sebagai bagian dari pembelajaran. Sikap itu bisa menjadi sinyal sejumlah pemain muda lain untuk mendapat kesempatan. Termasuk Egy Maulana Vikri.

“Dia adalah pemain muda yang tidak memiliki pengalaman dan mudah untuk menegur pemain tersebut. Dia tidak berperilaku sebagaimana mestinya dan saya tidak akan memaafkannya. Tapi, situasi ini tidak selalu jelas, terutama karena itu adalah kartu kuning kedua. Jadi, dia mungkin bisa menunjukkan pemahaman yang lebih dari hal ini,” bilang Stokowiec lagi.

Lechia Gdansk Piotr Stokowiec Egy Maulana Vikri Ekstraklasa - sportowefakty
sportowefakty

Selain Jakub Kaluzinski, Piotr Stokowiec juga sempat memberikan debut kepada gelandang muda lain, Jan Bieganski. Meski performa pemain berumur 18 tahun yang baru diboyong dari GKS Tychy itu belum memuaskan, Stokowiec masih punya pembelaan.

“Sulit untuk menilai debut pemain baru, terlebih kami bermain 10 orang. Bieganski memiliki masa depan dan kami mempertimbangkannya dengan pemikiran ini,” urai Stokowiec.

Dengan adanya regulasi pemain muda di Ekstraklasa, kesempatan untuk Egy Maulana Vikri yang masih berusia 20 tahun tentunya semakin besar. Jika pemain muda lokal yang dipercaya Piotr Stokowiec gagal menunjukkan konsistensi dan bahkan berulah seperti Jakub Kaluzinski, Egy bisa mendapatkan celah untuk unjuk gigi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Lechia Gdansk Isyaratkan Masa Depan Egy Maulana Vikri Makin Gelap

gamespool
Pelatih Lechia Gdansk Isyaratkan Masa Depan Egy Maulana Vikri Makin Gelap 45

Football5star.com Indonesia – Pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec, memaparkan rencana transfer klub pada musim dingin ini. Dalam rencana itu, secara tak langsung dia pun memberi isyarat bahwa masa depan Egy Maulana Vikri semakin kelam di Lechia.

Seperti diketahui, kontrak Egy akan berakhir pada musim panas tahun ini. Artinya, masa bakti pemain timnas Indonesia itu tersisa sekitar setengah tahun lagi di klub yang bermarkas di Stadion Energa tersebut.

Lechia Gdansk Piotr Stokowiec Egy Maulana Vikri Ekstraklasa - sportowefakty
Sportowefakty

Alih-alih memerhatikan kontrak Egy Maulana Vikri yang segera kedaluwarsa, Piotr Stokowiec justru mengungkap rencana mendatangkan pemain baru. Menariknya, pemain-pemain bidikan Lechia Gdansk itu memiliki posisi yang juga biasa diemban Egy.

“Setiap bursa transfer, ruang ganti butuh dua atau tiga pemain baru untuk menyegarkan tim. Kami sedang mencari tambahan pemain di posisi sayap dan sisi pertahanan. Kami juga memantau pemain-pemain di posisi nomor 10 (gelandang serang/playmaker). Mereka harus lebih baik dari pemain yang kita miliki sekarang,” ucap Piotr Stokowiec, dikutip Football5star.com dari lechia.gda.pl.

Egy Maulana Vikri Gagal Mendapat Kepercayaan Pelatih

Dalam pernyataannya itu, Piotr Stokowiec mengisyaratkan bahwa nama-nama incaran itu akan diplot sebagai pemain utama, bukan sekadar pelapis. Situasi itu jelas tak baik bagi masa depan Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk.

Pada musim ini saja, Egy baru dimainkan lima kali sebagai pengganti di Ekstraklasa. Dengan total waktu bermain hanya 60 menit, sebagian besar pemain jebolan SKO Ragunan itu dipasang sebagai pemain sayap kanan.

Egy Maulana Vikri Lechia Gdansk Wisla Plock Ekstraklasa. (gol24.pl)
gol24.pl

Total sejak musim 2018-19, Egy baru tampil dalam 9 pertandingan. Masing-masing 8 dalam ajang Ekstraklasa dan satu di Piala Super Polandia. Hanya sekali dia tampil sejak awal pertandingan, sisanya sebagai pengganti. Total waktu bermainnya pun cuma 117 menit di lapangan.

Tak heran jika spekulasi bahwa Egy Maulana Vikri akan dilepas Lechia Gdansk pun semakin menguat. Pelatih Piotr Stokowiec sejauh ini belum juga menaruh kepercayaan besar terhadap pemain berusia 20 tahun tersebut. Bahkan, justru memilih mendatangkan pemain baru di posisi Egy.

“Saya harus akui kami memang sedang mengamati beberapa pemain. Kami juga memiliki banyak tawaran. Saya tak mau bicarakan nama individu, tapi saya bisa pastikan bahwa rencana itu ada,” bilang Piotr Stokowiec memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Reaksi Pelatih Lechia Gdansk Usai Egy Maulana Vikri Cs Tutup Tahun dengan Pesta Gol

gamespool
Reaksi Pelatih Lechia Gdansk Usai Egy Maulana Vikri Cs Tutup Tahun dengan Pesta Gol 50

Football5star.com Indonesia – Lechia Gdansk memutus rentetan empat kekalahan beruntun dengan hasil positif. Bertandang ke markas Cracovia Krakow, pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, girang karena rekan-rekan Egy Maulana Vikri Cs. bisa menutup tahun dengan pesta gol 3-0, Minggu (20/12/2020) WIB.

Sebelumnya, Lechia Gdansk melewati tren buruk dengan empat kekalahan beruntun dari Piast Gliwiche (0-2), Lech Poznan (0-1), Legia Warszawa (0-2), dan Wisla Plock (0-1). Situasi itu membuat Piotr Stokowiec sempat berang, terlebih setelah kekalahan dari tim papan bawah, Wisla Plock.

Lechia Gdansk Piotr Stokowiec Egy Maulana Vikri Ekstraklasa - sportowefakty
Sportowefakty

Kemarahan Piotr Stokowiec direspons positif oleh seluruh rekan setim Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk. Hasilnya, pertandingan melawan Cracovia Krakow di Stadion Cracovii im, yang sekaligus menjadi penutup tahun, bisa dimenangkan dengan skor meyakinkan.

Lechia Gdansk pesta tiga gol tanpa balas yang masing-masing dicetak Rafal Pietrzak pada menit ke-14, Maciej Gajos menit ke-81, dan Jaroslav Mihalik pada injury time. Hasil yang membuat Piotr Stokowiec girang sekaligus puas.

“Saya katakan setelah pertandingan melawan Wisla Plock bahwa kami tak bisa terus bermain seperti itu. Saya senang karena kami bisa memegang kata-kata. Saya puas melalui pertemuan, dengan determinasi, komitmen, dan juga kedisiplinan taktik. Ini seharusnya tim bermain,” ucap Piotr Stokowiec, dikutip Football5star.com dari Lechia.net.

Egy Maulana Vikri Masih Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Pada laga ini, Piotr Stokowiec kembali memasukkan nama Egy Maulana Vikri di dalam daftar susunan pemain. Namun, Egy hanya duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan bersama beberapa rekan lain.

Egy Maulana Vikri Lechia Gdansk @lechiagdanskSA
Twitter @@lechiagdanskSA

Tak cuma itu, Piotr Stokowiec pun terkesan pelit melakukan pergantian pemain. Hanya tiga pemain yang masuk pada babak kedua, itupun setelah memasuki menit ke-88.

“Kami tak ingin menghilangkan ritme permainan tim, seperti kesalahan yang pernah kami lakukan dengan line-up, rotasi, dan sistem. Hari ini kami menunjukkan stabilitas. Saya tak mau mengusik tim, karena tak ada yang harus diubah,” bilang dia lagi.

Khusus bagi Egy Maulana Vikri, ini kali ketiga dia berada di bangku cadangan dalam lima pertandingan terakhir, termasuk ketika Lechia menderita empat kekalahan beruntun.

Total pada musim ini, Egy Maulana Vikri baru diturunkan sebanyak lima pertandingan Ekstraklasa dan semuanya sebagai pengganti. Selain itu, dia juga enam kali masuk daftar susunan pemain tapi tak diturunkan.

Lechia Gdansk, berkat kemenangan atas Cracovia Krakow, kni menempati peringkat ketujuh klasemen Ekstraklasa dengan 19 poin. Setelah ini, kompetisi akan memasuki libur musim dingin dan lanjut lagi pada akhir Januari 2021. Jagiellonia Bialystok akan jadi lawan berikutnya Lechia pada Jumat (30/1/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Vikri Diabaikan, Pelatih Marah-marah Lechia Gdansk Kalah Lagi

gamespool
Egy Maulana Vikri Diabaikan, Pelatih Marah-marah Lechia Gdansk Kalah Lagi 55

Football5star.com IndonesiaLechia Gdansk di luar dugaan kalah 0-1 saat menjamu tim papan bawah Ekstraklasa, Wisla Plock, Selasa (15/12/2020). Pada laga ini, pelatih Piotr Stokowiec kembali mengabaikan pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri.

Padahal, Piotr Stokowiec sejatinya melakukan beberapa eksperimen pada pertandingan di Stadion Energa hari ini. Kapten sekaligus bomber andalan asal Portugal, Flavio Paixao, ditempatkan di bangku cadangan bersama Egy Maulana Vikri.

Egy Maulana Vikri Lechia Gdansk @lechiagdanskSA
lechia.pl

Piotr Stokowiec justru memberikan debut kepada pemain mdua berumur 19 tahun, Mateusz Żukowski, dan langsung dipasang sebagai starter. Nama mengejutkan lain adalah Egzon Kryeziu yang dipasang sebagai jangkar di lini tengah.

Padahal, di posisi tersebut sebenarnya Lechia Gdansk memiliki Egy Maulana Vikri yang secara jam terbang lebih matang ketimbang Mateusz Żukowski. Keputusan memasang dua pemain muda itu yang membuat Piotr Stokowiec mendapat sorotan tajam.

Eksperimen itu dinilai berisiko karena Lechia Gdansk sebenarnya dituntut menang pada laga kandang terakhir tahun ini. Benar saja, Lechia dihukum oleh gol tunggal Wisla Plock yang dilesakkan Dusan Lagator pada menit ke-65 dan tak mampu membalasnya.

Setelah kebobolan oleh gol pertama Dusan Lagator di Ekstraklasa, Piotr Stokowiec melunak dan menurunkan Flavio Paixao bersama Jaroslav Mihalik dan Jakub Arak. Sementara, sang pelatih tetap saja mengabaikan Egy Maulana Vikri dan membiarkannya tetap duduk manis di bangku cadangan.

Piotr Stokowiec Geram dan Pasang Badan

Terkait eksperimen berisiko yang dilakukan, Piotr Stokowiec pun coba membuat pembelaan. Dia menyebut, keputusan memainkan Mateusz Żukowski dan Egzon Kryeziu, serta mencadangkan Flavio Paixao dan Egy Maulana Vikri, sudah masuk ke dalam pertimbangan matang.

Lechia Gdansk vs Wisla Plock Piotr Stokowiec Egy Maulana Vikri Ekstraklasa - sportowefakty
Sportowefakty.wp.pl

“Saya tak mau menghakimi perorangan, tapi saya juga tak mau menyalahkannya (Egzon Kryeziu). Dia bermain karena merupakan pemain muda yang tengah berkembang,” ujar Stokowiec, dikutip Football5star.com dari laman resmi Lechia Gdansk.

Kekalahan dari tim yang dianggap salah satu terlemah di Ekstraklasa musim ini pun membuat Piotr Stokowiec tak bisa menahan emosi. Bagaimana tidak, ini menjadi kekalahan beruntun keempat bagi Lechia Gdansk.

“Ketika saya mengatakan setelah pertandingan sebelum bahwa saya marah, sekarang saya sangat geram. Saya ulangi sekali lagi, Lechia tak bisa dan tak akan bermain seperti itu. Saya tak bisa membayangkan situasinya jadi seperti ini. Saya bertanggung jawab,” bilang Stokowiec lagi.

Akibat empat kekalahan beruntun, Lechia Gdansk kini berkutat di peringkat ke-10 klasemen sementara Ekstraklasa dengan koleksi 16 poin. Mereka terpaut 13 angka dari penghuni puncak klasemen, Legia Warszawa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Lechia Gdansk Mulai Percaya Kemampuan Egy Maulana Vikri

Pelatih Lechia Gdansk Mulai Percaya Kemampuan Egy Maulana Vikri 58

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec, tampaknya mulai percaya dengan kemampuan Egy Maulana Vikri. Hal itu setelah dia memasukkan Egy ke dalam tim inti yang beruji tanding internal.

Egy memang sudah mulai terbiasa dengan iklim sepak bola di Polandia semenjak diturunkan dalam partai uji coba melawan Wisla Plock. Kala itu, Egy bahkan diberi kepercayaan bermain selama 60 menit di sana.

Meski sempat tak diturunkan dalam dua laga awal Lechia Gdansk di Ekstraklasa musim ini, Egy mulai mendapat kepercayaan. Hal itu terlihat saat pelatih Piotr Stokowiech memberi Egy Maulana Vikri menit bermain dalam tiga laga terakhir Lechia Gdansk.

Baru-baru ini, pemain Timnas Indonesia itu masuk ke dalam tim inti yang beruji coba internal. Dia berada di tim putih yang menang 6-4 atas tim merah. Dalam tim putih, terdapat sejumlah pemain inti Lechia Gdansk. Mulai dari Mateusz Zukowski, Bartosz Kopacz, Rafal Pietrzak, Jaroslaw Kubicki, hingga sang striker, Flavio Paixao.

https://www.instagram.com/p/CF7H8amF-zf/

Jelas ini bisa menjadi sinyal kalau Egy Maulana Vikri bisa saja turun sebagai starter perdana musim ini. Sebab, kabarnya tim putih tersebut merupakan skuat yang dipersiapkan saat Lechia Gdansk yang akan melawan Pogon Szczecin, 20 Oktober mendatang.

Saat ini, Lechia Gdansk sendiri berada di urutan kelima klasemen Liga Eksraklasa. Mereka sukses meraih sembilan poin dari lima laga hasil tiga kemenangan dan dua kalah.

Sejatinya, Egy Maulana Vikri dan Lechia akan menghadapi Wisla Krakow akhir pekan lalu. Tapi partai tersebut terpaksa ditunda akibat pandemi COVID-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Egy Maulana Vikri Hilang dari Skuat Lechia Gdansk, Ternyata Hal Buruk Menimpanya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Egy Maulana Vikri menghilang dari skuat Lechia Gdansk dalam tiga pertandingan terakhir. Ternyata, penyebab menghilangnya pemuda asal Indonesia itu adalah hal buruk yang dialaminya, yakni cedera.

Egy sejatinya selalu berada di skuat Lechia Gdansk sejak kembali dari SEA Games 2019 di Filipina. Namanya selalu dibawa Pelatih Piotr Stokowiec dalam laga melawan Slask Wroclaw, Pias Gliwice, dan Lech Poznan.

Namun, nama Egy mendadak hilang saat Lechia melawat ke markas Korona Kielce (3/1/2020). Terkait hal itu, Piotr Stokowiec akhirnya buka suara. Ternyata, Egy mengalami cedera jelang pertandingan melawan Korona Kielce.

“Michal Nalepa absen karena kartu, sedangkan Egy Maulana Vikri mengalami cedera minor. Dia cedera sebelum pertandingan menghadapi Korona Kielce,” bilang Piotr Stokowiec seperti dikutip Football5star.com dari Sportowefakty.

Egy Maulana Vikri mengejar bola saat Lechia Gdansk vs Wisla Krakow.

Mengenai durasi Egy harus absen membela Lechia akibat cederanya itu, Stokowiec belum bisa memastikan. Namun, diperkirakan pemain timnas Indonesia itu tak perlu menunggu lama untuk kembali.

“Cedera minor itu membuat dia harus absen setidaknya satu sampai dua pekan,” sebut Piotr Stokowiec menjelaskan.

Menariknya, hasil yang dicatat Lechia Gdansk baik saat ada Egy di skuat atau tidak, ternyata sama. Saat ada Egy, Lechia mencatat sekali imbang, satu kemenangan, dan juga satu kekakalahn.

Begitu pula ketika Egy Maulana Vikri cedera dan harus absen. Lechia Gdansk menang di kandang Korona Kielce, kalah saat menjamu Legia Warszawa, dan imbang 4-4 di markas Zaglebie Lubin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Egy Maulana Vikri Ultimatum Soal Kemampuan Bersaing di Tim

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Lechia Gdansk mendatangkan sekitar 9 pemain baru pada bursa transfer Januari 2020. Hal itu membuat Pelatih Piotr Stokowiec mulai menebar ultimatum untuk para pemainnya, termasuk Egy Maulana Vikri, agar bisa menghadapi persaingan di dalam tim.

Sebelum kedatangan para pemain baru itu, posisi Egy sejatinya masih belum nyaman. Dia baru bermain sekali di Ekstraklasa atau kasta teratas Liga Polandia pada musim 2019-2020.

Egy Maulana Vikri lebih sering dimainkan di tim kedua Lechia Gdansk. Padahal, cukup sering juga pemain asal Sumatera Utara itu berada di dalam daftar susunan pemain Lechia Gdansk untuk laga Ekstraklasa. Akan tetapi, dia urung diturunkan lagi oleh Piotr Stokowiec.

Kini, posisi Egy semakin terancam dengan kehadiran setidaknya 9 pemain baru. Belum lagi beberapa nama yang dipromosikan dari Lechia Gdansk II. Di antara pemain-pemain baru, bahkan sudah ada beberapa yang langsung menembus tim utama.

Sebut saja Conrado, Kristers Tobers, Ze Gomes, hingga Lukasz Zwolinski. Sementara Egy Maulana Vikri justru masih setia di bangku cadangan dalam dua pertandingan awalnya pada tahun ini. Soal kondisi itu, Piotr Stokowiec lantas mengultimatum para pemainnya.

Egy Maulana Vikri berpeluang main karena masuk skuat Lechia Gdansk yang bertandang ke kandang Wisla Plock.

“Saya memang mengharapkan transfer karena sudah menantikan ini sejak lama. Sekarang yang terpenting adalah para pemain harus memiliki kemampuan bersaing kompetitif di dalam tim. Saya senang karena terlihat persaingan meningkat sejak pekan lalu,” ucap Piotr Stokowiec, dikutip Football5star.com dari laman resmi Lechia Gdansk.

Meski begitu, Piotr Stokowiec masih membuka kemungkinan adanya perubahan komposisi di tim utama. Karenanya, masih ada peluang Egy Maulana Vikri atau pemain muda lain untuk bermain di tim utama.

“Pekan yang sulit dalam hal organisasi permainan. Banyak pemain baru datang yang memicu kebingungan untuk hal positif,” bilang Piotr Stokowiec lagi.

Pada laga akhir pekan ini di Ekstraklasa, Lechia Gdansk akan megnhadapi Lech Poznan. Apakah Egy akan dimainkan?’

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Vikri Dicoret Pelatih Lechia Gdansk, Digantikan Pemain Afganistan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kandas sudah harapan Egy Maulana Vikri untuk tampil bersama Lechia Gdansk saat melawan Piast Gliwice, Sabtu (15/2/2020). Pasalnya, nama Egy dicoret dari daftar susunan pemain yang dibawa oleh pelatih Piotr Stokowiec. Tempatnya digantikan pemain baru Lechia Gdansk asal Afganistan, Omran Haydary.

Egy Maulana Vikri sejatinya langsung masuk dalam daftar susunan pemain Lechia Gdansk pada laga pertama Ekstraklasa tahun ini. Padahal, dia belum lama kembali ke Polandia setelah membela timnas Indonesia di SEA Games 2019.

Egy-Maulana-Vikri-Dicoret-Pelatih-Lechia-Gdansk-Diganti-Pemain-Afganistan-Omran-Haydary-trojmasto-l
trojmasto.pl

Meski tak diturunkan pada pertandingan di kandang Slask Wrocllaw, Sabtu (8/2/2020), harapan Egy akan segera diberi jam terbang lebih pada 2020 sempat membuncah. Sial bagi Egy, namanya justru dicoret lagi dari daftar susunan pemain Lechia Gdansk dalam laga kandang melawan Pias Gliwice.

Pelatih Piotr Stokowiec justru memasukkan nama pemain baru asal Afganistan, Omran Haydary, ke dalam daftar susunan pemain Lechia Gdansk. Haydary yang bisa beroperasi sebagai gelandang serang, penyerang sayap, hingga striker, akan mengenakan seragam bernomor punggung 8.

Selain Omran Haydary, Pelatih Piotr Stokowiec juga kembali memasukkan nama-nama yang baru didatangkan pada Januari tahun ini. Sebut saja Conrado dan Kriters Tobers yang pada laga sebelumnya dimainkan penuh sejak awal. Lalu, ada pula Lukasz Zwolinski dan Ze Gomes.

Masuknya Omran Haydary sekaligus menjadi ancaman untuk peluang Egy Maulana Vikri bisa bermain reguler sebagai starter. Pasalnya, Pelatih Lechia Gdansk Piotr Stokowiec sudah berencana memainkan Haydary sebagai penyerang sayap, peran yang diemban Egy ketika dimainkan.

“Kami mempertimbangkan Haydary bermain lebih sebagai sayap. Mungkin ke depannya kami akan mematangkan formasi 4-3-3 dengan Flavio Paixao sebagai penembak utama sekaligus kapten tim,” ucap Piotr Stokowiec seperti dilansir Football5star.com dari lechia.gda.pl.

Jika performa Omran Haydari dan pemain baru lain, Lukasz Zwolinski, bisa mentereng, tentu sinyal bahaya buat Egy Maulana Vikri. Harapannya untuk segera mendapat kepercayaan bermain reguler semakin terancam.

Skuat Lechia Gdansk vs Piast Gliwice (Sewaktu-waktu bisa berubah tergantung pelatih)

KIPER
12 Dusan Kuciak
1 Zlatan Alomerović

BELAKANG
2 Kristers Tobers
20 Conrado
22 Filip Mladenović
23 Mario Maloca
25 Michał Nalepa
30 Paweł Żuk
55 Filip Dymerski
77 Rafał Kobryń

TENGAH
7 Maciej Gajos
8 Omran Haydary
9 Patryk Lipski
11 Jaroslav Mihalik
17 Ze Gomes
32 Kacper Urbanski
88 Jakub Kałuziński

DEPAN
24 Łukasz Zwoliński
28 Flavio Paixao

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Berpeluang Jadi Starter Lagi Bersama Lechia Gdansk

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, berpeluang kembali jadi starter bersama Lechia Gdansk saat melawan Rakow Czestochowa di Stadion Rakow, Minggu (18/8/2019) malam nanti. Sebab, Lechia tak bisa diperkuat dua pemain sayapnya.

Dikutip dari Trojmiasto, Lechia kemungkinan tak akan memainkan Zarko Udovicic dan Lukas Haraslin di markas Rakow. Sebab, Udovicic terkena akumulasi kartu sedang Haraslin menepi lantaran cedera.

Kehilangan dua pemain utamanya membuat Pioter Stokowiec merasa gundah. Tapi dia menyebut sudah menyiapkan pengganti dua pemain itu dalam laga melawan Rakow.

Rapor Merah untuk Egy Maulana Vikri pada Debut Starter Lechia Gdansk - lechia-pl
lechia.pl

“Udovicic dan Haraslin adalah pemain penting. Kami sangat kehilangan mereka. Tetapi, kesiapan pemain lain bisa memberikan warna baru dalam permainan. Kami akan tetap memberikan kemampuan terbaik,” keluh Pelatih Lechia, Piotr Stokowiec dikutip Trojmiasto.

Kondisi ini bisa menjadi kesempatan buat Egy untuk kembali mentas sebagai starter. Sebelumnya, dia jua sempat menjadi pemain utama kala Lechia melawan Wisla Krakow, Minggu (28/7/2019.

Egy mendapat kesempatan unjuk gigi bersama tim senior kala bermain selama 45 menit melawan Krakow. Beberapa aksinya disorot, salah satunyan melakukan nutmeg pemain Krakow, Maciej Sadlok dalam pertandingan tersebut.

Tentu, andai benar mendapatkan kesempatan starter, Egy harus membuktikan kemampuan sesungguhnya. Sebab, sebelumnya banyak media Polandia yang mengkritik debut starternya bersama Lechia Gdansk.

Egy Maulana Vikri Berpeluang Main Lawan Wisla Plock

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Egy Maulana Vikri sepertinya mulai menuai kepercayaan pelatih Piotr Stokowiec. Setelah dimainkan saat Lechia Gdansk melawan Wisla Krakow, dia kembali berpeluang tampil pada pekan ke-3 Ektraklasa melawan Wisla Plock pada Minggu (4/8/2019) pukul 20.00 WIB.

Kemungkinan itu terbuka setelah Egy Maulana Vikri termasuk dalam skuat yang dibawa Piotr Stokowiec ke markas Wisla Plock. Dalam unggahan di akun resmi Lechia Gdansk, pemain pujaan publik sepak bola Indonesia itu tampak bersama para pemain yang telah berada di kota tempat laga akan dimainkan.

Keberadaan pemain kelahiran 7 Juli 2000 itu di skuat Lechia Gdansk menunjukkan keyakinan Piotr Stokowiec tak goyah meskipun ada kritik dari mantan pelatih klub itu. Akhir Juli lalu, Boguslaw Kaczmarek, eks pelatih Lechia Gdansk, menyebut sang pemain belum pantas tampil di Ekstraklasa.

Secara khusus, Kaczmarek menunjuk fisik pemain timnas Indonesia itu yang lemah karena memang tak tertempa baik saat berada di tanah air. Menurut dia, itu jadi handicap besar bagi sang pemain untuk bermain di Eropa.

Kritik itu rupanya tak digubris Piotr Stokowiec. Faktanya, Egy Maulana Vikri masuk skuat ketika Lechia Gdansk bermain di kandang Brondby pada leg II kualifikasi Liga Europa. Lalu, sekarang pun dia dibawa ke markas Wisla Plock.

Bila dicermati, kepercayaan Piotr Stokowiec terhadap wonderkid Indonesia itu pada musim ini meningkat pesat dibanding musim lalu. Sejak laga Piala Super Polandia, pemain kelahiran Medan itu tercatat hanya sekali tak masuk skuat. Itu adalah saat timnya menjamu Brondby pada leg I kualifikasi Liga Europa.

Kini, kita tunggu saja apakah malam nanti Egy Maulana Vikri akan diberi kesempatan bermain seperti saat lawan Wisla Krakow? Ataukah dia akan kembali jadi penghias bangku cadangan seperti kala melawat ke kandang Brondby?

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kritik Egy Maulana Vikri, Eks Pelatih Lechia Sindir Sepak Bola Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Eks pelatih Lechia Gdansk, Boguslaw Kaczmarek, ikut berkomentar soal penampilan Egy Maulana Vikri yang tampil bersama tim senior melawan Wisla Krakow, Minggu (28/7/2019). Dia menyebut Egy sangat payah dalam hal fisik yang sangat dipengaruhi oleh kualitas sepak bola Indonesia.

Egy mendapat kesempatan unjuk gigi bersama tim senior kala bermain selama 45 menit melawan Krakow. Beberapa aksinya disorot, salah satunyan melakukan nutmeg pemain Krakow, Maciej Sadlok dalam pertandingan tersebut.

Kendati demikian, media-media Polandia malah menyebut eks pemain Persab Brebes tersebut tampil kurang maksimal. Banyak momentum yang bikin Egy harusnya bermain leboh menggigit. Hal itulah yang juga jadi dasar Kaczmarek melancarkan kritik tajam kepada pemain muda Indonesia itu.

Egy Maulana Vikri terpaksa ditarik pelatih Piotr Stokowiec karena cedera.
Egy mendapat kritik tajam dari eks pelatih Lechia.

Menurut sosok yang pernah tangani Lechia 2012-2013 tersebut, Egy punya fisik yang lemah. Hal itu sangat dipengaruhi oleh iklim sepak bola Indonesia yang buruk.

“Saya sering mengobrol dengan teman dari Belanda. Mereka tahu betul pemain dari Indonesia sejak lama. Mereka menelaah dan tahu betul kualitasnya karena memang liga di sana kurang mencukupi,” ungkap Kaczmarek dikutip dari przegladsportowy.pl.

Kompetisi sepak bola Indonesia menruut pelatih 69 tahun tersebut tak bisa bersaing. Makanya, pemain-pemain dari Indonesia dianggap memiliki fisik yag lemah karena fasilitas tak mendukung.

“Liga Indonesia lemah, dan persiapan fisik para pesepak bola ke tingkar Eropa rata-rata tidak mencukupi. Ini sama halnya dengan Egy,” papar dia.

Dalam pertandingan perdana di Liga, harusnya Egy tampil membuktikan diri. “Tapi, dia kurang memberi sesuatu. Dia kurang memberikan penilaian yang baik dari publik,” tutup Kaczmarek.

Egy Maulana Vikri Main Sebabak, Ini Alasan Pelatih Lechia Gdansk

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Egy Maulana Vikri menjalani laga pertama sebagai starter bersama Lechia Gdansk pada Minggu (28/7/2019). Namun, dalam laga melawan Wisla Krakow di Stadion Energa itu, dia hanya dimainkan sebabak oleh pelatih Piotr Stokowiec.

Saat babak kedua dimulai, Egy Maulana Vikri tak lagi berada di lapangan. Posisinya sebagai winger kanan digantikan Jaroslaw Kubicki. Dari pengamatan sekilas, pergantian itu terlihat sebagai perubahan taktik karena posisi asli Kubicki adalah gelandang tengah.

Aksi impresif Egy Maulana Vikri saat dipercaya jadi starter pada laga Lechia Gdansk vs Wisla Krakow.
gol24.pl

Ternyata ada alasan khusus di balik putusan Piotr Stokowiec menarik pemain timnas Indonesia tersebut. Dia sama sekali tak punya rencana pergantian pemain lebih awal. Namun, cedera yang dialami sang pemain pada babak pertama memaksa dia melakukan hal itu.

“Egy Maulana saat ini berada di rumah sakit. Dia dibawa ke sana saat jeda pertandingan. Saya tak tahu apakah dia mengalami cedera di mata atau ada gegar. Saya berharap semuanya baik-baik saja,” kata Piotr Stokowiec selepas pertandingan Lechia Gdansk vs Wisla Krakow seperti dikutip Football5Star.com dari Onet Sport.

Pada pertandingan tersebut, Egy Maulana Vikri bukan satu-satunya pemain muda yang diturunkan sang pelatih. Ada tiga pemain muda lain yang juga ditampilkan sebagai starter. Mereka adalah Rafal Kobryn yang berumur 19 tahun, Adam Chrzanowski (20 tahun), dan Tomasz Makowski (20 tahun).

Ketiga pemain muda itu punya nasib lebih baik dari Egy Maulana Vikri. Pasalnya, mereka dipercaya tampil hingga pertandingan berakhir. menilik hal itu, sangat mungkin sebenarnya Piotr Stokowiec juga berencana menurunkan pemain kelahiran 7 Juli 2000 itu hingga akhir. Namun, cedera yang dialami pada babak pertama membuyarkan hal itu.

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

GALERI: Egy Maulana Vikri Saat Kali Pertama Jadi Starter Lechia Gdansk

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Egy Maulana Vikri menorehkan catatan baru dalam petualangannya di kancah sepak bola Eropa. Minggu (28/7/2019), dia untuk kali pertama tampil sebagai starter bersama Lechia Gdansk kala menjamu Wisla Krakow pada lanjutan Ekstraklasa Polandia.

Egy dipercaya tampil selama 45 menit oleh pelatih Piotr Stokowiec yang oleh beberapa media setempat disebut melakukan eksperimen besar. Pada awal babak kedua, pemain timnas Indonesia tersebut digantikan Jaroslaw Kubicki.

Kepercayaan yang diberikan Stokowiec terbilang mengejutkan. Pasalnya, dia hanya memberikan sedikit jam terbang kepada pemain berumur 19 tahun itu pada musim lalu. Total, hanya 10 menit dia bermain pada gelaran Ekstraklasa 2018-19.

Rinciannya, Egy tampil 8 menit pada pekan ke-20 melawan Gornik Zbarze. Lalu, dua menit pada pekan ke-37 menghadapi Jagiellona Bialystok. Adapun pada Piala Super Polandia 2019, dia dimasukkan pada menit akhir pertandingan.

Sayangnya, meskipun diberi kesempatan tampil selama satu babak, pemain kelahiran 7 Juli 2000 itu gagal memberikan kontribusi besar. Lechia Gdansk bahkan harus puas dengan hasil imbang tanpa gol. Itu membuat mereka masih terpaku pada posisi ke-10 klasemen sementara Ekstraklasa dengan dua poin dari dua pertandingan.

Terlepas dari hal itu, tampil 45 menit pada ajang Ekstraklasa adalah langkah maju dalam kiprah Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk. Bukan tak mungkin, pelatih Stokowiec akan kembali memberikan kepercayaan serupa pada pertandingan-pertandingan mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

Alasan Pelatih Lechia Gdansk Berani Pasang Egy Maulana Vikri Sebagai Starter

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Egy Maulana Vikri untuk pertama kali tampil sebagai starter bersama Lechia Gdansk di Liga Polandia (Ekstraklasa). Terkait debut Egy sebagai starter, pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, menyuarakan pendapatnya.

Keputusan pelatih Piotr Stokowiec memasang Egy Maulana Vikri sebagai starter dalam pertandingan Lechia Gdansk vs Wisla Krakow di Stadion Energa, Minggu (29/7/2019), memang mengejutkan. Pasalnya, sejak bergabung dengan Lechia Gdansk pada awal musim 2018-2019, baru kali ini Egy dipasang sejak menit pertama.

Sebelumnya, Egy Maulana Vikri hanya beberapa kali ditampilkan sebagai pengganti jelang pertandingan berakhir. Sebut saja saat Lechia melawan Górnik Zabrze (22/12/2018). Lalu ketika Lechia bertemu Jagiellonia pada pekan pamungkas Ekstraklasa musim lalu. Terakhir pada ajang Piala Super Polandia 2019.

Egy Maulana Vikri Gagal Beri Kontribusi

Melawan Wisla Krakow pada pekan kedua Liga Polandia musim 2019-2020, Egy Maulana Vikri bermain sebagai penyerang sayap kanan. Piotr Stokowiec mempercayakan trisula lini depan Lechia Gdansk kepada Egy bersama Artur Sobiech dan Slawomir Peszko.

“Hal ini pentig bagi kami. Hari ini, kami memang ingin melihat bagaimana perkembangan beberapa pemain. Sekarang kami tahu apa yang harus dilakuka dalam latihan,” ucap Piotr Stokowiec, dikutip Football5star.com dari Twitter @LechiaGdanskSA.

Sayangnya, selama separuh babak dimainkan, Egy gagal memberi kontribusi gol atau assists. Alhasil, pemain berusia 19 tahun itu digantikan oleh Jarowslaw Kubicki pada awal babak kedua.

“Satu hal adalah kami perlu menguji kekuatan. Dua pemain harus menyadari bagaimana kekuatan mereka. Tes seperti ini sangat diperlukan dan menjadi panduan bagaimana kami harus bekerja dalam latihan,” urai Piotr Stokowiec lagi.

Egy Maulana Vikri Ukir Sejarah di Liga Polandia Bersama Lechia Gdansk - Twitter @_Ekstraklasa_

Lechia Gdansk pada akhirnya menuntaskan pertandingan tanpa bisa mencetak gol. Laga berakhir dengan skor imbang. Bagi Lechia, ini menjadi hasil imbang kedua beruntun dalam dua pekan perdana Liga Polandia 2019-2020. Sebelumnya pada pekan perdana, skor kacamata juga mewarnai laga melawan LKS Lodz.

“Saya tak menganggap kedua tim pantas menang. Pertandingan sangat ketat. Kami kurang imajinatif dalam beberapa situasi mencetak gol,” tegas Piotr Stokowiec memungkasi.

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Lechia Gdansk Isyaratkan Egy Maulana Vikri Main Pekan Ini

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Penantian Egy Maulana Vikri untuk kembali menaikmati atmosfer laga di Ekstraklasa Polandia kian mendekati akhir. Jumat (17/5/2019), Piotr Stokowiec, pelatih Lechia Gdansk, mengisyaratkan pemain asal Indonesia itu akan bermain pada pekan-pekan terakhir nan menentukan.

Bila tak ada aral, sangat mungkin Egy Maulana Vikri akan tampil pada Minggu (19/5/2019) ketika Lechia Gdansk menjamu Jagiellonia. Itu adalah pertandingan pekan ke-31 atau hanya dua laga jelang akhir kompetisi Ekstraklasa 2018-19.

“Dalam beberapa pertandingan, Egy sudah berada di tim utama Lechia. Ini menunjukkan bahwa dia berkembang, dia punya statistik bagus di tim kedua. Kami ingin dia bermain pada laga berikut,” ujar Piotr Stokowiec seperti dikutip Football5Star.com dari Radio Gdansk.

Keinginan menurunkan pemain timnas Indonesia itu pada laga melawan Jagiellonia bukan tanpa alasan. Piotr Stokowiec menilai pemainnya itu menunjukkan kemajuan pesat bersama Lechia Gdansk II.

“Egy menunjukkan kemajuan. Dia berkembang dengan sangat baik. Kunci dari segalanya adalah kesabaran. Kami akan melihat perkembangannya. Tidak ada target khusus untuk perkembangan Egy,” kata Piort Stokowiec lagi.

Egy Maulana Vikri sepanjang musim ini baru sekali berlaga di Ekstraklasa membela Lechia Gdansk. Itu pun hanya delapan menit. Dia menggantikan Luke Haraslin ketika timnya menang 4-0 atas Gornik Zabrze pada 22 Desember 2018. Setelah itu, dia tak lagi mendapat kesempatan tampil. tak terkecuali di ajang Piala Polandia yang akhirnya dimenangi klubnya itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Jadi Starter, Lechia Gdansk Malah Kalah

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Penyerang muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, akhirnya dimainkan sebagai starter di tim utama Lechia Gdansk. Akan tetapi, Egy gagal membawa tim asal Polandia itu menghindari kekalahan. Dalam laga uji coba melawan Karpaty Lviv (Ukraina) di Stadion Energa Gdansk, Lechia takluk 0-1, Minggu (9/9).

Jeda internasional memang dijadikan kesempatan oleh pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, untuk memberi kesempatan bermain kepada Egy. Sebelumnya, penyerang andalan Timnas U-19 Indonesia itu hanya bermain di tim cadangan Lechia.

Egy sempat dimasukkan ke dalam skuat utama Lechia yang tampil menghadapi Korona Kielce, Sabtu (1/9), di Ekstraklas. Meski begitu, jebolan sekolah sepak bola Ragunan itu tak memperoleh waktu bermain. Dia hanya menyaksikan dari bangku cadangan ketika rekan-rekannya memetik kemenangan 2-0 via brace Flavio Paixao.

Berjarak kurang dari dua pekan setelahnya, Stokowiec akhirnya menjajal Egy dalam uji coba melawan Karpaty. Tak tanggung-tanggung, Egy langsung diturunkan sebagai starter. Di laga ini, Stokowiec memang coba menjajal beberapa nama yang tidak tampil reguler di Ekstraklasa, dikombinasikan pemain muda.

Stokowiec menempatkan Egy, yang memakai nomor 10, di posisi penyerang kanan dalam formasi 4-3-3. Egy bersama Sławomir Peszko mendampingi penyerang utama, Artur Sobiech. Harapan Stokowiec adalah agar Egy bisa menularkan performa apiknya di tim cadangan Lechia dengan torehan 5 gol dan 4 assists.

“Egy akan menjalani debut di tim utama, tetapi harus menunggu momen yang tepat. Kita harus bersabar,” ucap Stokowiec seperti dikutip Football5star.com dari Wyborcza.pl beberapa waktu lalu.

Sial bagi Egy. Harapan untuk unjuk gigi urung terwujud dalam pertandingan yang disaksikan 9.437 penonton itu. Pasalnya, Lechia gagal mengembangkan permainan sejak awal laga. Bahkan, Karpaty mampu membuka skor pada menit ke-23 melalui eksekusi penalti Cristian Ponde. Aksi-aksi Egy pun tak begitu terlihat sepanjang babak pertama.

Pada paruh kedua, Egy masih mendapatkan kesempatan sampai akhirnya ditarik keluar pada menit ke-60. Poisisi Egy digantikan oleh Mateusz Żukowski, yang masuk bersama lima pemain muda lainnya. Lechia sampai akhir laga pun tak mampu mencetak gol penyeimbang. Hasil itu tentu bukan debut yang diharapkan bagi Egy. Namun, jam terbang yang diberikan Stokowiec berguna bagi pemuda berusia 18 tahun itu untuk proses adaptasinya di Eropa.

Setelah uji coba melawan Karpaty, Lechia akan bertarung menjaga posisi puncak klasemen Ekstraklasa menghadapi Wisla Krakow, Minggu (16/9). Jika kalah, poin 17 yang dikoleksi Lechia akan disamai oleh Wisla. Apakah Egy akan diberi kesempatan bermain pada laga penting itu? Hanya Stokowiec yang bisa menjawabnya.

SUSUNAN PEMAIN

Lechia Gdańsk: Zlatan Alomerović; Joao Nunes (Jakub Kapuściński 60), Błażej Augustyn, Steven Vitoria (Michal Nalepa 46), Mateusz Lewandowski (Bartosz Kuźniarski 60); Ariel Borysiuk (Adrian Petk 60) (Sebastian Rugowski 85), Rafał Wolski (Mateusz Sopoćko 46), Tomasz Makowski (Mateusz Cegiełka 60) (Marcel Wszołek 85) – Egy Maulana Vikri (Mateusz Żukowski 60), Artur Sobiech (Jakub Arak 60), Sławomir Peszko (Przemysław Macierzyński 60)

Karpaty Lviv: Mykyta Shevchenko – Artem Fedetsky, Oleksiy Kovtun, Oleg Borodai, Adi Mehremic, Dmytro Klyots, Nazar Verbny, William De Camargo, Kevin Méndez, Jorge Carrascal, Cristian Ponde


https://www.youtube.com/watch?v=wgKn8gaSS-Q