Pemenuhan Janji Farfan kepada Guerrero

Football5Star.com, Indonesia – Ada kisah menarik di balik kesuksesan Peru lolos ke Piala Dunia 2018. Selain penuntasan penantian selama 36 tahun, itu juga merupakan pemenuhan janji terhadap sang kapten, Jose Paolo Guerrero. Hal itu ditegaskan winger Jefferson Farfan usai laga leg II play-off Piala Dunia 2018 melawan Selandia Baru, Kamis (16/11/2017) WIB.

https://twitter.com/JogaBonitoUSA/status/930992465217314816

“Aku sudah menjanjikan ini kepada Paolo, sahabatku,” ungkap Farfan dengan terharu kepada usai pertandingan seperti dikutip El Bocon. Sebelumnya, begitu berhasil mencetak gol pertama Peru ke gawang Selandia Baru, mantan pemain FC Schalke 04 itu merayakannya dengan membentangkan kostum bernomor punggung 9 milik sang kapten yang tak bisa bermain. Saat itu, dia pun tak kuasa menahan keharuannya.

Para pemain Peru dengan kaus bergambar Paolo Guerrero.
elbocon.pe

Laga di Stadion Nasional Lima itu memang khusus didedikasikan untuk Guerrero. Saat menjalani pemanasan, para penggawa La Blanquirroja mengenakan kaus dengan foto dan nama Paolo Guerrero. Lalu, saat pertandingan memasuki menit ke-9, para pendukung tuan rumah meneriakkan julukan pemain yang pernah membela Bayern Munich dan Hamburger SV tersebut, yakni Predator.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi sang pemain yang harus absen dalam dua laga play-off menghadapi Selandia Baru tersebut. Penyerang berumur 33 tahun itu harus absen karena dinyatakan positif doping oleh FIFA. Sampel urine sang pemain usai laga melawan Argentina, 5 Oktober lalu, dinyatakan positif mengandung zat terlarang. Gara-gara itu, dia pun lantas dijatuhi skors sementara selama satu bulan per 3 November 2018.

Lengkap! Inilah Daftar 32 Tim Peserta Piala Dunia 2018

Football5Star.com, Indonesia – Peserta Piala Dunia 2018 akhirnya lengkap. Peru menjadi peserta terakhir yang memastikan berlaga di Rusia 2018. Kemenangan 2-0 atas Selandia Baru pada leg II play-off antarbenua membuat Peru menggenapkan 32 tim yang lolos karena pada leg I kedua bermain imbang tanpa gol.

Keberhasilan lolos itu memiliki catatan tersendiri. Inilah kali pertama Peru berlaga di putaran final Piala Dunia setelah 36 tahun! Kali terakhir La Blanquirroja berpartisipasi di Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol. Kala itu, mereka tersisih di putaran pertama.

Panama, salah satu debutan di Piala Dunia 2018.
bleacherreport.com

Selain Peru, peserta lain yang telah lama absen dari Piala Dunia adalah Mesir. kali terakhir The Paraoh berpartisipasi di Piala Dunia 1990. Saat itu, mereka secara mengejutkan mampu menyulitkan dua tim besar Eropa, Inggris dan Belanda, walaupun akhirnya tersingkir di fase grup.

Sementara itu, di antara 32 tim peserta, terselip dua debutan. Keduanya adalah Islandia dan Panama. Selama ini, kedua tim tersebut hanyalah penggembira di regional masing-masing.

Di luar empat tim tersebut, sebanyak 20 tim merupakan peserta pada gelaran sebelumnya, yakni di Brasil 2014. Di antara mereka adalah Rusia, sang tuan rumah, Jerman, sang juara, dan Argentina, sang runner-up.

Berikut ini adalah daftar lengkap 32 tim peserta Piala Dunia 2018, lengkap dengan data partisipasi terakhir di ajang terakbar itu.

AFRIKA

MAROKO (kali terakhir tampil: 1998)
MESIR (kali terakhir tampil: 1990)
NIGERIA (kali terakhir tampil: 2014)
SENEGAL (kali terakhir tampil: 2002)
TUNISIA (kali terakhir tampil: 2006)

ASIA

AUSTRALIA (kali terakhir tampil: 2014)
IRAN (kali terakhir tampil: 2014)
JEPANG (kali terakhir tampil: 2014)
KOREA SELATAN (kali terakhir tampil: 2014)
ARAB SAUDI (kali terakhir tampil: 2006)

EROPA

BELGIA (kali terakhir tampil: 2014)
DENMARK (kali terakhir tampil: 2010)
INGGRIS (kali terakhir tampil: 2014)
ISLANDIA (debutan)
JERMAN (juara bertahan, kali terakhir tampil: 2014)
KROASIA (kali terakhir tampil: 2014)
POLANDIA (kali terakhir tampil: 2006)
PORTUGAL (kali terakhir tampil: 2014)
PRANCIS (kali terakhir tampil: 2014)
RUSIA (tuan rumah, kali terakhir tampil: 2014)
SERBIA (kali terakhir tampil: 2010)
SPANYOL (kali terakhir tampil: 2014)
SWEDIA (kali terakhir tampil: 2006)
SWISS (kali terakhir tampil: 2014)

AMERIKA SELATAN

ARGENTINA (kali terakhir tampil: 2014)
BRASIL (kali terakhir tampil: 2014)
KOLOMBIA (kali terakhir tampil: 2014)
PERU (kali terakhir tampil: 1982)
URUGUAY (kali terakhir tampil: 2014)

AMERIKA TENGAH & UTARA

KOSTA RIKA (kali terakhir tampil: 2014)
MEKSIKO (kali terakhir tampil: 2014)
PANAMA (debutan)

Gli Azzurri Gagal Lolos, PM Italia Kunjungi Swedia, Ada Apa?

Football5star.com, Indonesia – Paolo Gentiloni, Perdana Menteri Italia, dijadwalkan akan menuju Swedia, selang beberapa hari setelah tim nasional negara tersebut mengalahkan Gli Azzurri pada babak play-off Piala Dunia 2018.

Kunjungan tersebut bukan untuk membahas kondisi sengitnya persaingan kedua negara untuk mendapatkan satu tiket ke Rusia. Melainkan, ada agenda pertemuan petinggi negara Uni Eropa dalam sektor pekerjaan dan pertumbuhan.

Sebelumnya, salah satu ritel perabot kenamaan milik Swedia, IKEA, menyindir Timnas Italia atas kekalahan tersebut. Melalui iklan mereka yang dipasang melalui akun twitter resmi @IKEAITALIA, mereka mempromosikan sebuah bangku panjang.

https://twitter.com/IKEAITALIA/status/930513855956115457

Unggahan bergambar kursi panjang berwarna coklat tersebut diiringi dengan narasi “Jadi Gian Piero akan kehilangan kursi (kepelatihan) nya. Jangan khawatir, kami sudah siapkan satu untuknya.”

Hal itu dinilai merupakan sindiran kepada pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura. Meski pada akhirnya mantan pelatih Torino tersebut juga dipecat dini hari tadi waktu setempat (16/11/2017).

Di sisi lain, sebelum kunjungan diplomatik tersebut, penasehat kedutaan besar Swedia di Italia, Sara Dahlsten, mengutarakan bahwa tak ada hubungan kenegaraan yang rusak akibat sindiran dan persaingan timnas mereka tersebut.

Ia mengatakan Italia dan Swedia masih berteman dan dirinya mengaku terkejut Gianluigi Buffon dkk bisa kalah di babak play-off.

“Kami menantikan kedatangan Paolo Gentiloni dan berjanji bahwa tidak ada yang rusak, kami berteman,” ungkapnya.

Manajer Irlandia Akui Timnya Kalah Kelas dari Denmark

Football5Star.com, Indonesia – Martin O’Neill, pelatih timnas Rep. Irlandia, mengakui timnya kalah kelas dari Denmark dalam laga leg II play-off Piala Dunia 2018. Pada laga yang berlangsung di Stadion Aviva, Rabu (15/11/2017) dinihari WIB itu, Irlandia dibantai 1-5 oleh sang lawan. Hasil itu mengubur impian anak-anak asuh O’Neill untuk berlaga di Piala Dunia 2018.

“Kami benar-benar kalah. Tak ada kesangsian soal itu,” ucap O’Neill kepada RTE usia pertandingan. “Memulai dengan baik, cerita sangat mungkin berbeda andai peluang James (McClean) menjadi gol. Sangat mungkin itu jadi pembeda yang sangat besar dalam pertandingan.”

Rep. Irlandia untuk kali ke-4 secara beruntun absen di Piala Dunia.
thesun.co.uk

Secara khusus, pria berumur 65 tahun itu menyesalkan dua gol awal Denmark yang tercipta karena keteledoran para pemainnya. “Kami kebobolan dua gol yang benar-benar ceroboh dalam rentang waktu dua menit. Setelah itu, jalan kami menjadi sangat panjang,” keluh dia. “Dalam laga yang sangat penting, segalanya berubah drastis ketika kita tertinggal 1-2 dari seharusnya unggul 2-0.”

Meskipun demikian, mantan manajer Celtic FC tersebut yakin David Meyler cs. tak akan terlarut dalam kekalahan. “Bukan hal yang sangat sulit bagi kami untuk bangkit dari ini. Kami bisa kembali bangkit!” tegas O’Neill lagi.

Kegagalan melewati adangan Denmark membuat Irlandia memperpanjang masa absen dari putaran final Piala Dunia. Kali terakhir mereka tampil adalah di Piala Dunia 2002. Saat itu, Robbie Keane cs. berhasil lolos dari fase grup, tapi terhenti di babak 16-besar oleh Spanyol. Imbang 1-1 selama 120 menit, mereka lantas kalah 2-3 dalam adu penalti.

Eriksen: Seharusnya Kami Mencetak Lebih Banyak Gol

Football5Star.com, Indonesia – Christian Eriksen, playmaker timnas Denmark, mengaku sangat bahagia atas performanya di Stadion Aviva, Rabu (15/11/2017) dinihari WIB. Maklum saja, dia berhasil mencetak hat-trick ke gawang tuan rumah, Rep. Irlandia, sekaligus membawa Denmark lolos ke Piala Dunia 2018. Bahkan, menurut dia, seharusnya mereka bisa mencetak lebih banyak gol.

Meskipun sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-6 lewat tandukan Shane Duffy, Eriksen mengatakan timnya tidak limbung. Itu karena mereka datang ke Dublin dengan keyakinan tinggi. Hasil leg I play-off Piala Dunia 2018 di kandang sendiri tidak jadi patokan karena sebenarnya mereka mampu membuat banyak peluang. Hanya ketangguhan Darren Randolph yang membuat jala gawang Irlandia gagal dibobol waktu itu.

Christian Eriksen tampil gemilang di Stadion Aviva.
politiken.dk

Menurut penggawa Tottenham Hotspur itu, mereka yakin akan bisa mencetak gol di kandang lawan. “Ketika akhirnya bisa membuat gol balasan, kami tahu harus bekerja lebih keras. Gol tambahan membuat kami makin percaya diri,” ungkap dia seperti dikutip Politiken. “Lalu, saat mereka goyah, tercipta begitu banyak ruang dan seharusnya kami bisa membuat lebih banyak gol.”

Terkait hat-trick yang diciptakannya, Eriksen mengaku sangat senang dan hal itu sepertinya akan membekas sangat lama di benaknya. “Aku luar biasa senang hari ini, tepat pada pertandingan ke-75 (bersama timnas),” kata dia.

Tentu tak akan bisa dilupakan begitu saja. Pasalnya, inilah hat-trick pertama Eriksen sepanjang karier profesionalnya. Sudah begitu, hat-trick ini pun memastikan Tim Dinamit lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Hat-Trick Eriksen Bawa Denmark ke Piala Dunia 2018

Football5Star.com, Indonesia – Christian Eriksen tampil gemilang dalam laga leg II play-off Piala Dunia 2018, Rabu (15/11/2017) dinihari WIB. Tampil di kandang lawan, Stadion Aviva milik Rep. Irlandia, dia tampil gemilang dengan mencetak hat-trick yang membawa Denmark menang 5-1. Hasil itu pun memastikan Denmark berlaga di putaran final Piala Dunia 2018.

Datang dengan hanya bermodal hasil imbang 0-0 pada leg I di kandang sendiri, langkah Tim Dinamit sempat meragukan. Hanya enam menit setelah wasit Szymon Marciniak memulai pertandingan, gawang Kasper Schmeichel dijebol oleh tandukan Shane Duffy.

Itu memaksa Eriksen cs. untuk memburu gol. Kebuntuan pecah ketika sebuah akselerasi menawan striker Pione Sisto di sisi kanan pertahanan Irlandia berhasil membuahkan gol pada menit ke-29. Sodoran bola Sisto ke kotak penalti berhasil didorong Andreas Christensen. Bola sempat membentur tiang dan Cyrus Christie sebelum menjebol gawang Darren Randolph.

https://twitter.com/YedIin/status/930530654655254528

Setelah itu, pertandingan menjadi milik Eriksen. Tiga kali tendangan keras pemain Tottenham Hotspur tersebut menggetarkan jala gawang Randolp. Pada menit ke-32, menerima umpan dari Nicolai Jorgensen, sepakan kaki kanan Eriksen dari luar kotak penalti membuahkan gol ketiga Denmark.

Memasuki babak kedua, Eriksen kembali beraksi. Kali ini, tendangan kaki kirinya tepat di luar kotak penalti yang menaklukkan Randolp pada menit ke-63. Sepuluh menit kemudian, mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut melengkapi hat-trick-nya lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan Ashley Ward.

Keunggulan Denmark bertambah pada menit terakhir lewat eksekusi penalti Nicklas Bendtner. Denmark pun menang 5-1 dan lolos ke Rusia 2018. Ini juga menjadi kemenangan terbesar Tim Dinamit atas Irlandia. Sebelumnya, kemenangan terbesar mereka adalah 4-1 yang dibukukan pada 13 November 1985.

https://www.youtube.com/watch?v=B_Nou3KIiWs

Susunan Pemain:

Rep. Irlandia (4-5-1): 23-Darren Randolph, 2-Cyrus Christie, 20-Shane Duffy, 3-Ciaran Clark (9-Shane Long 71), 17-Stephen Ward, 13-Jeffrey Hendricks, 22-Harry Arter (7-Aiden McGeady 46), 18-David Meyler (14-Wesley Hoolahan 46), 10-Robbie Brady, 11-James McClean, 8-Daryl Murphy
Pelatih: Martin O’Neill

Denmark (3-4-1-2): 1-Kasper Schmeichel, 6-Andreas Christensen, 4-Simon Kjaer, 12-Andreas Bjelland, 20-Yussuf Poulsen (21-Andreas Cornelius 70), 8-Thomas Delaney, 7-William Kvist, 17-Jens Larsen (5-Peter Ankersen 54), 10-Christian Eriksen, 9-Nicolai Jorgensen (11-Nicklas Bendtner), 23-Pione Sisto
Pelatih: Ange Hareide

K. Kuning:
K. Merah:

Maradona: Italia Terjebak Perangkap Swedia

Football5star.com, Indonesia – Diego Maradona, legenda sepak bola dunia, menilai bahwa Timnas Italia terjebak dalam perangkap Timnas Swedia pada pertemuan kedua babak play-off Piala Dunia 2018. Alhasil, Gli Azzurri hanya bisa bermain imbang 0-0 dan dipastikan gagal lolos karena kalah agregat (0-1).

Menurut Maradona, pasukan Giampiero Ventura hanya bisa memainkan bola-bola lambung. Hal itu tentu yang diinginkan Swedia, terlebih mereka punya dua bek tengah berpostur tinggi yaitu Andreas Granqvist dan Victor Lindelof.

Diego Maradona (zimbio.com)
zimbio.com

Selain itu, Maradona sedih karena Italia akan absen pada Piala Dunia 2018 mendatang di Rusia. Baginya, itu seperti sebuah kehilangan dalam dunia sepak bola.

“Saya menyesal bahwa Italia tidak berhasil mencapai Piala Dunia,” ujar Maradona melalui akun facebook pribadinya, Selasa (14/11/2017).

“Timnas Italia selalu menghadirkan bakat tertentu dalam turnamen. Saya melihat pertandingan tersebut dan tampaknya Italia bermain dengan bola lambung seperti yang diinginkan Swedia. Mereka (Swedia) menginginkan hal itu karena memiliki dua bek tengah yang besar,” sambungnya.

“Kompetisi semakin ketat dan semakin tertutup setiap saat. Sangat menyedihkan bahwa Italia, salah satu yang hebat, telah keluar dari Piala Dunia di Rusia.”

Kegagalan tersebut mengulangi catatan buruk pada 1958 silam. Saat itu, Italia harus gagal lolos setelah kalah dari Timnas Irlandia Utara dengan skor 1-2 di babak play-off.

Buffon: Kami Harus Selamatkan Sejarah Sepak Bola Italia!

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Italia, Gianluigi Buffon, mengingatkan urgensi laga leg II play-off Piala Dunia 2018 melawan Swedia. Menurut dia, itu adalah laga yang sangat penting. Bukan hanya bagi para pemain, melainkan juga bagi bangsa Italia dan sejarah Gli Azzurri. Kegagalan akan mencoreng sejarah besar Italia.

“Tekanan (di laga ini) sangatlah tinggi. Kami tahu betul betapa penting pertandingan melawan Swedia ini. Aku yakin kami bisa membalikkan keadaan. Aku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini. Kadang berakhir bagus, kadang sebaliknya,” tutur Buffon dalam konferensi pers jelang laga melawan Swedia di Stadion San Siro seperti dikutip Tuttosport, Minggu (12/11/2017).

Gianluigi Buffon tak bisa cegah gol Swedia pada leg I play-off Piala Dunia 2018.
firenewsfeed.com

Di samping itu, kiper Juventus tersebut menegaskan, laga leg II play-off adalah ajang pembuktian diri bagi Gli Azzurri. Maklum, mereka terus mendapatkan kritik. Terutama setelah kekalahan di kandang lawan pada leg I dengan skor 0-1. Sebagian publik sepak bola Italia bahkan pesimistis mereka bisa membalikkan keadaan dan lolos ke Piala Dunia 2018.

“Tak ada lagi kata-kata yang perlu dilontarkan. Kini adalah saatnya bagi kami memberikan jawaban berupa fakta di lapangan. Sebuah jawaban yang akan membuat orang-orang kembali memberikan dukungan penuh kepada kami. Ini saatnya pembuktian!” tandas kiper berumur 39 tahun tersebut.

Italia akan menjalani laga krusial di San Siro. Kekalahan pada leg I di Swedia membuat Buffon cs. berada di ujung tanduk. Apalagi fakta sejarah menunjukkan tim yang kalah 0-1 pada leg I play-off Piala Dunia Zona Eropa selalu gagal melangkah ke putaran final. Korban terbaru adalah Irlandia Utara yag disingkirkan Swiss, Senin (13/11/2017) dinihari WIB. Jonny Evans dkk. tersingkir setelah kalah 0-1 pada leg I dan hanya bermain imbang tanpa gol pada leg II.

Swiss Lolos ke Piala Dunia 2018, Lichtsteiner Sanjung Petkovic

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, menyanjung pelatih Vladimir Petkovic sebagai faktor utama keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018. Dia menyebut mantan pelatih Lazio itu sebagai sosok yang mampu memberikat stabilitas performa, baik secara teknis maupun nonteknis.

“Kohesi yang terbangun di bawah Petkovic dalam beberapa tahun terakhir ini sungguh luar biasa,” ungkap Lichtsteiner usai Swiss menahan imbang Irlandia Utara, Senin (13/11/2017) dinihari WIB, seperti dikutip Watson. “Petkovic telah membuat kami menjalani kompetisi dengan baik. Dia selalu mampu menemukan kata-kata yang tepat dan membawa optimisme kepada tim.”

Ricardo Rodriguez menyapu bola dari garis gawang Swiss.
blick.ch

Menurut bek senior Juventus tersebut, berkat sentuhan pelatih berumur 54 tahun itu, Swiss jadi lebih matang. Hal itu pula yang menjadi faktor penentu dalam laga di St. Jakob-Park. “Pertandingan ini sangatlah melelahkan secara mental bagiku. Tidaklah mudah menerima kenyataan harus menjalani play-off setelah memenangi 9 dari 10 pertandingan,” kata dia. “Kami telah tampil dengan sangat dewasa.”

Der Nati memastikan lolos ke Piala Dunia 2018 berkat hasil imbang 0-0 pada leg II play-off melawan Irlandia Utara di kandang sendiri. Itu karena mereka menang 1-0 di kandang lawan tiga hari sebelumnya.

Pertandingan di St. Jakob-Park nyaris berakhir drama tak mengenakkan bagi tuan rumah. Pada menit terakhir injury time, sebuah serangan lawan nyaris berbuah gol. Untung saja, Ricardo Rodriguez mampu menyapu bola hasil sundulan Jonny Evans tepat di atas garis gawang. Pada leg I, Rodriguez pula yang menjadi pahlawan Der Nati lewat gol tunggalnya dari titik penalti.

Italia Jalani Misi Melawan Sejarah

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Italia akan menjalani misi melawan sejarah saat menjamu Swedia pada leg II play-off Piala Dunia 2018, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB. Itu karena Italia mengalami kekalahan 0-1 pada leg I di kandang lawan.

Sepanjang sejarah play-off Piala Dunia, khusus untuk sesama tim Eropa, tak pernah ada tim yang mampu lolos saat mengalami kekalahan 0-1 pada leg I. Sejak Piala Dunia 1958, tercatat tujuh kali hal itu terjadi dan tiket ke putaran final selalu digenggam pemenang leg I.

Tim yang hampir membalikkan keadaan pada leg II adalah Belanda. Di play-off Piala Dunia 1986, Oranje harus bertemu musuh besarnya, Belgia. Di kandang lawan pada leg I, mereka kalah 0-1 gara-gara gol Franck Vercauteren. Pada leg II di De Kuip, Rotterdam, Oranje mampu unggul 2-0 lebih dulu pada menit ke-72. Itu berkat gol Peter Houtman pada menit ke-60 yang disusul torehan gol Rob De Wit, 12 menit kemudian.

Tandukan Georges Grun yang menyingkirkan Belanda.
laprovince.be

Akan tetapi, harapan lolos ke Meksiko 1986 sirna hanya lima menit jelang laga usai. Gol Georges Grun ke gawang Hans van Breukelen adalah penyebabnya.

Setelah itu, hampir semua pemenang leg I dengan skor 1-0 mengulangi kemenangan pada leg II. Anomali hanya terjadi di play-off Piala Dunia 2010. Ketika itu, Prancis hanya bermain imbang 1-1 dengan Rep. Irlandia pada leg II yang berlangsung di kandang sendiri.

Meskipun demikian, Gli Azzurri bukannya tak didukung sejarah. Mereka tetap bisa optimistis karena selalu lolos dalam dua kesempatan terdahulu menjalani play-off Piala Dunia. Mereka pun selalu memenangi leg II yang kebetulan selalu berlangsung di kandang sendiri.

Di play-off Piala Dunia 1962, Italia menang 6-0 atas Israel di kandang sendiri. Sebelumnya, di kandang lawan, Gli Azzurri menangguk kemenangan 4-2. Adapun di play-off Piala Dunia 1998, Italia bisa memenangi leg II di kandang sendiri dengan skor 1-0 meski pada leg I hanya imbang 1-1 dengan Rusia.

Hasil-Hasil Play-Off Piala Dunia dengan Skor 1-0 pada Leg I

Piala Dunia 1986

  • Belgia vs Belanda (1-0, 1-2), agregat 2-2, Belgia lolos berkat gol tandang

Piala Dunia 2002

  • Belgia vs Rep. Cheska (1-0, 1-0), Belgia lolos dengan agregat 2-0
  • Austria vs Turki (0-1, 0-5), Turki Lolos dengan agregat 6-0

Piala Dunia 2006

  • Norwegia vs Rep. Cheska (0-1, 0-1), Rep. Cheska lolos dengan agregat 2-0

Piala Dunia 2010

  • Rep. Irlandia vs Prancis (0-1, 1-1), Prancis lolos dengan agregat 2-1
  • Portugal 1-0 Bosnia-Herzegovina (1-0, 1-0), Portugal lolos dengan agregat 2-0

Piala Dunia 2014

  • Portugal vs Swedia (1-0, 3-2), Portugal lolos dengan agregat 4-2

Anggap Swedia Main Kasar, Johansson: Terserah Kata Bonucci!

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Timnas Swedia, Jakob Johansson, menanggapi pernyataan bek Timnas Italia, Leonardo Bonucci secara sinis. Sebelumnya, Kapten AC Milan tersebut menilai Swedia menginginkan adanya perkelahian pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, Sabtu (11/11/2017).

Bonucci juga bahkan mengkritik wasit yang memimpin laga tersebut, Cuneyt Cakir, yang menurutnya kurang tegas dalam menentukan kebijakan.

Namun, Johansson mengatakan terserah Bonucci mau berkata apa. Ia beranggapan mantan pemain Juventus itu bebas untuk berargumen. Hal yang utama baginya adalah Swedia saat ini unggul atas Italia.

“Terserah Bonucci, dia bisa mengatakan apapun yang dia mau,” ujar Johansson dikutip dari Football Italia, Minggu (12/11/2017).

Timnas Swedia Vs Timnas Italia (zimbio.com)2
zimbio.com

“Untuk saat ini kami berada di depan. Bagi saya itu adalah permainan yang bagus dalam segala hal,” imbuh pemain Aek Athena tersebut.

Pada pertemuan pertama di markas Swedia, Stadion Friends Arena, Johansson mencetak satu-satunya gol dan membawa negaranya menang dengan skor 1-0. Kemenangan tersebut membuat langkah tim asal Skandinavia itu untuk bermain di Piala Dunia 2018 semakin terbuka.

Hasil imbang saja sudah cukup bagi Swedia untuk lolos ke Rusia. Sedangkan Gli Azzuri, harus menang dengan lebih dari satu gol jika ingin meneruskan tradisi tampil di ajang empat tahunan tersebut.

 

 

Gelandang Swiss Utamakan Keluarga Ketimbang Timnas

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Swiss dipastikan tak diperkuat oleh gelandang Fabian Frei saat menjalani laga leg II play-off Piala Dunia 2018 melawan Irlandia Utara. Frei dipastikan absen dalam laga di St. Jakob-Park, Basel, itu karena ada anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Frei meninggalkan skuat Swiss pada Jumat malam. Awalnya, dia direncanakan kembali bergabung jelang pertandingan. Namun, itu tak dilakukan karena pelatih Vladimir Petkovic menilai lebih penting bagi penggawa 1.FSV Mainz 05 itu untuk tetap bersama keluarganya.

“Dia ditawari untuk bergabung kembali pada hari pertandingan. Namun, dalam pembicaraan bersama, kami memutuskan bahwa Fabian harus tetap bersama keluarganya pada masa sulit ini. Dia harus tetap menemani kerabatnya,” terang Petkovic seperi dikutip Blick, Sabtu (11/11/2017).

Fabian Frei saat leg I laga play-off melawan Irlandia Utara.
blick.ch

Saat melawat ke Belfast pada laga leg I, Frei hanya menjadi pemain cadangan. Dia baru dimasukkan pada menit ke-83. Namun, untuk laga leg II, dia diproyeksi menjadi starter. Kini, dengan kepastian pemain berumur 28 tahun itu absen, Petkovic sepertinya akan kembali berpaling kepada Valon Behrami untuk menjadi andalan di lini tengah.

Swiss saat ini berada di atas angin karena berhasil memenangi leg I di kandang lawan. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Meskipun demikian, kemenangan mereka di Belfast diwarnai hal kurang sedap. Pasalnya, gol tunggal mereka berasal dari hadiah penalti kontroversial yang lantas dikonversi dengan baik oleh Ricardo Rodriguez.

Ventura Diminta Untuk Segera Belajar Dari Kesalahan

Football5star.com Indonesia – Presiden Italian National Olympic Committee (CONI), Giovanni Malago, meminta kepada pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, untuk segera belajar dari kesalahan saat kalah dari Timnas Swedia, Sabtu (11/1/2017).

Bertanding di Stadion Friends Arena, Gli Azzuri, kalah tipis dengan skor 0-1 pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018.

Giovanni Malago (the sport digest)
thesportdigest.com

Malago mengatakan Italia tidak menampilkan permainan yang baik dalam laga tersebut. Atas dasar itu ia berharap Ventura untuk memperbaiki performa tim sebelum pertemuan kedua di Stadion San Siro, Rabu (15/11/2017).

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah permainan yang bagus, atau hasil yang bagus. Tapi saya pikir saat ini kita harus berpikiran sehat,”  kata Malago dikutip dari Football Italia, Minggu (12/11/2017).

“Mereka yang bertanggung jawab di pertandingan itu harus belajar dari semua kesalahan yang dibuat. Semua itu tidak berjalan dengan benar. Buat tim menjadi solid dari sekarang sampai Senin malam,” tegas pria berusia 58 tahun tersebut.

Malago juga menilai akan menjadi aib bagi negaranya jika Italia harus absen pada Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. Namun, dirinya masih percaya Ciro Immobile dkk bisa mengatasi laga tersebut. Ia juga akan datang langsung ke stadion untuk memberi dukungan.

“Saya akan hadir langsung berada di stadion karena saya percaya, sekarang dan lebih dari sebelumnya. Anda tentunya harus berada di sana pada saat-saat sulit,” ujarnya.

Catatkan Clean Sheet Kontra Denmark, O’Neill Sanjung Randolph

Football5star.com, Indonsia – Pelatih Timnas Irlandia, Martin O’Neill, memuji penampilan penjaga gawangnya, Darren Randolph, saat pertandingan menghadapi Timnas Denmark pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, Minggu (12/11/2017).

Timnas Denmark Vs Timnas Irlandia (fifa.com)1
fifa.com

Randolph bermain baik di laga tersebut dan membuat timnya mampu tidak kebobolan serta menahan imbang Denmark di markas lawan, Stadion Telia Parken.

Kiper asal Middlesborugh tersebut mampu membuat dua penyelamatan gemilang secara beruntun di babak pertama. Pada menit ke-12 ia mampu menepis tendangan keras pemain Denmark, Jens Stryger Larsen.

Setelah itu ia juga mampu menghalau sepakan dari Andreas Cornelius yang memanfaatkan bola muntah. Menurut O’Neill, Randolph banyak memberikan kontribusi bagi timnya. Selain itu, Ia menilai para pemainnya juga tampil apik dalam laga tersebut.

“Darren Randolph telah bermain dengan sangat baik. Tapi secara keseluruhan kami mampu membatasi pergerakan Swedia, meski kami harus bermain lebih kreatif. Jelas kami tidak bisa mencetak gol, tapi kami masih punya peluang,” ujar O’Neill seusai pertandingan, Minggu (12/11/2017).

Sejak menjalani debut pada 2012, Randolph telah bermain untuk Timnas Irlandia dalam 27 pertandingan. Dari keseluruhan kesempatan tersebut, ia sudah menciptakan 11 kali clean sheet.

Selanjutnya, Irlandia akan menjamu Denmark di Stadion Aviva, Dublin, pada leg kedua, Rabu (15/11/2017). The Boys in Green harus meraih kemenangan jika ingin tampil pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Imbang Kontra Irlandia, Pelatih Denmark Soroti Rumput Stadion

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Denmark, Aage Hareide, mengomentari rumput di kandang sendiri, Stadion Telia Parken saat laga menghadapi Timnas Irlandia pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, Minggu (12/11/2017).

Menurutnya, hal itu membuat timnya kesulitan dalam mengembangkan permainan sehingga hanya bisa bermain imbang tanpa gol.

Aage Hareide Vs Timnas Irlandia (zimbio.com)
zimbio.com

Hareide mengatakan bahwa kondisi rumput di stadion memang berubah sebelum pertandingan tersebut. Hal itu karena kondisi cuaca yang berbeda di kawasan Nordik pada November. Namun, ia menilai kesalahan utama tentu ada pada timnya.

“Rumput berubah sebelum pertandingan kualifikasi terakhir kami di kandang. Kami tahu tidak banyak yang rumput yang bisa tumbuh pada November di wilayah Nordik. Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri bahwa kami tidak membuat gol,” ujar Hareide seusai pertandingan, Minggu (12/11/2017).

“Kami mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dalam pertandingan. Kami berjuang untuk menemukan tempat di antara pertahanan Irlandia,” sambungnya.

“Pada saat yang sama, Irlandia sangat mahir dalam mempertahankan dirinya sendiri. Mereka mungkin termasuk negara terbaik di Eropa untuk itu. Kami tidak akan menyalahkan siapapun untuk hasil buruk tersebut,” pungkas pelatih berusia 64 tahun tersebut.

Selanjutnya, Denmark akan menjalani leg kedua di kandang Irlandia, Stadion Aviva, Rabu (15/11/2017). Hasil seri dengan minimal mencetak satu gol saja sudah cukup membuat Christian Eriksen dkk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

 

Denmark Ditahan Imbang Irlandia Tanpa Gol di Kandang Sendiri

Football5star.com, Indonesia – Timnas Denmark hanya mampu bermain imbang menghadapi Timnas Irlandia pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018. Bermain di kandang sendiri, Stadion Telia Parken, Minggu dini hari waktu setempat (12/11/2017), hasil skor kacamata mereka dapatkan.

Salah satu peluang emas yang Denmark miliki yaitu melalui sepakan dari luar kotak penalti Christian Eriksen yang masih dimentahkan oleh kiper Irlandia, Darren Randolph, pada menit ke-33. Setelah itu, Pione Sisto yang menerima bola muntah gagal memanfaatkannya menjadi gol. Tendangannya hanya mampu menyamping tipis di sebelah kiri gawang Randolph.

Timnas Denmark Vs Timnas Irlandia (fifa.com)
fifa.com

Satu-satunya peluang emas Irlandia di laga tersebut ialah melalui bek sayap mereka, Cyrus Christie pada menit ke-39. Menyisir dari sisi kiri kotak penalty lawan, Christie yang tinggal berhadapan dengan kiper, tendangannya masih mampu dihalau oleh Kasper Schmeichel.

Hasil imbang ini membuat Denmark harus menang atau meraih hasil seri dengan mencetak minimal satu gol pada leg kedua di kandang Irlandia jika ingin lolos ke Piala Dunia.

Sedangkan pasukan Martin O’Neill justru mempunyai kans yang lebih baik untuk tampil di kompetisi empat tahunan tersebut. Pasalnya, mereka akan bertindak sebagai tuan rumah di pertemuan kedua yang berlangsung Rabu (15/11/2017).

Namun, Irlandia patut waspada karena Denmark bisa saja mengulang kembali pencapaian pada 1985. Bertemu dalam babak kualifikasi Piala Dunia di Stadion Lansdowne Road, Dublin, Danish Dynamite berhasil menang dengan skor 4-1.

Selain itu, Denmark juga berhasil meraih hasil imbang pada pertemuan terakhir di markas Irlandia, Stadion Dublin, dengan skor 1-1 pada 1993 lalu dalam babak kualifikasi Piala Dunia 1994.

https://www.youtube.com/watch?v=uoHi07sN_-0

 

Susunan Pemain:

Denmark (4-3-3): Kasper Schmeichel, Peter Ankersen, Simon Kjaer, Andreas Bjelland, Jens Stryger Larsen, Thomas Delaney, Christian Eriksen, Wiliam Kvist, Andreas Cornelius (Yussuf Pulsen 64’), Nicolai Joergensen, Pione Sisto (Nicklas Bendtner 73’).
Pelatih: Aage Hareide.

Irlandia (4-2-3-1): Darren Randolph, Stephen Ward, Ciaran Clark, Shane Duffy, Cyrus Christie, Callum O’Dowda, Harry Arter (Gleen Whelan 88’), James McClean, Jeff Hendrick (Conor Hourihane 90’), Robert Brady, Daryl Murphy (Shane Long 74’).
Pelatih: Martin O’Neill.

Kartu Kuning:
Kartu Merah:

Makna Lain Kemenangan Swedia Bagi Lindelof

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Swedia berhasil menang 1-0 atas Italia dalam laga pertama play-off Piala Dunia 2018, Sabtu (11/11/2017) dinihari WIB. Kemenangan itu membuka kans tim asuhan Janne Andersson untuk berlaga di Rusia 2018. Namun, khusus bagi bek Victor Lindelof, ada makna lain di balik kemenangan tersebut.

Bagi Lindelof, itu merupakan pembuktian diri di hadapan manajer Manchester United, Jose Mourinho. Maklum, pria asal Portugal itu memang hadir di Stadion Friends Arena. Dia duduk berdekatan dengan striker Zlatan Ibrahimovic yang masih dalam proses pemulihan cedera.

“Kupikir, aku telah memenangi pertandingan ini dengan mengalahkan para penyerang mereka (Italia),” ungkap Lindelof usai pertandingan kepada Aftonbladet.

Jose Mourinho dan Zlatan Ibrahimovic di Stadion Friends Arena.
aftonbladet.se

Mengenai kehadiran Mourinho, mantan bek Benfica itu mengaku sudah tahu, namun tak tahu persis misi yang diusung sang manajer. “Dia hanya mengatakan akan datang dan menonton. Mungkin karena ada dua pemainnya yang saling berhadapan (dia dan Matteo Darmian),” terang dia. “Rasanya, itu pertandingan yang memang bagus untuk dilihat.”

Meskipun tidak tampil istimewa, Lindelof bisa cukup percaya diri. Pasalnya, dia mampu membuat tiga interception, tiga clearance, dan sekali memblok tendangan pemain lawan. Setidaknya, itu membuktikan dirinya bisa diandalkan untuk mengawal pertahanan Swedia.

Sejak diboyong pada awal musim, Lindelof memang kesulitan menembus tim inti Man. United. Di mata Mourinho, bek tengah Swedia itu tak cepat beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris.Hingga kini, dia baru lima kali turun membela Red Devils. Dari jumlah itu, hanya dua kali dia tampil di Premier League. Itu pun hanya sebagai pemain pengganti.

Tidak Mungkin Italia Absen di Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Timnas Italia, Lorenzo Insigne, mengatakan tak mungkin negaranya akan absen pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Untuk itu, ia meminta rekan-rekannya untuk tampil semaksimal mungkin menghadapi Timnas Swedia pada pertemuan kedua babak play-off di Stadion San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB.

Lorenzo Insigne, Timnas Italia (zimbio.com)
zimbio.com

Sebelumnya di leg pertama yang berakhir dini hari tadi waktu setempat, Sabtu (11/11/2017), Gli Azzuri kalah tipis dengan skor 0-1. Insigne mengharapkan timnya untuk tetap tenang karena dirinya yakin Italia masih bisa untuk meneruskan tradisi hadir di ajang empat tahunan tersebut.

“Siapa pun yang akan tampil pada hari Senin harus tampil 200 persen. Tidak mungkin Italia absen di Piala Dunia. Kami semua setuju bahwa kami harus tetap tenang,” ujar Insigne seusai pertandingan, Sabtu (11/11/2017).

“Kami juga harus bekerja keras dan kemudian memberikan 300 persen pada hari Senin nanti,” imbuh pemain Napoli tersebut.

Di laga tersebut, Insigne tampil sekitar 14 menit. Ia diturunkan oleh pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, pada menit ke-76 menggantikan Marco Veratti. Sebelumnya sang pelatih menanyakan terlebih dahulu kepadanya apakah siap menggantikan pemain asal klub Paris Saint-Germain tersebut.

“Pelatih bertanya apakah saya merasa siap untuk menggantikan Verratti. Saya bilang iya, karena berseragam Timnas adalah hal yang penting,” ungkapnya.

Berbekal kekalahan 0-1, Gli Azzurri harus menang dengan selisih dua gol untuk membalikkan keadaan dan lolos ke Rusia 2018. Sepanjang sejarah, Italia hanya dua kali tak berpartisipasi di putaran final Piala Dunia. Itu dialami pada 1930 dan 1958.

Kalah dari Swedia, Italia Kritik Kinerja Pengadil Lapangan

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, mengkritik kebijakan wasit asal Turki, Cuneyt Cakir yeng memimpin laga timnya kontra Timnas Swedia pada leg pertama play-off Piala Dunia 2018, Sabtu (11/11/2017).

Menurutnya, hasil imbang bisa mereka raih jika sang pengadil lapangan bisa lebih adil dalam memilih kebijakan. Pasalnya, dalam laga tersebut, Italia dikalahkan Swedia dengan skor 0-1 di Stadion Friends Arena.

Cuneyt Cakir (zimbio.com)
zimbio.com

“Hasil imbang adalah minimum yang bisa kami targetkan untuk mempertimbangkan dua pertunjukan tersebut. Saya ulangi, pada tingkat ini, wasit harus lebih memperhatikan,” tegas Ventura seusai pertandingan, Sabtu (11/11/2017).

Tak hanya sang allenatore, pemain bertahan Gli Azzuri, Leonardo Bonucci juga mengomentari secara pedas berbagai keputusan wasit yang dianggapnya tidak tegas. Kapten AC Milan itu bahkan menyatakan Cuneyt Cakir hampir membuat adanya perkelahian dalam lapangan.

“Wasit seharusnya lebih baik menghukum keinginan Swedia yang ingin mengubah laga ini menjadi perkelahian. Tapi mengingat situasinya, kami telah membalas pukulan dengan pukulan,” ujar Bonucci.

Selain kekalahan, hal yang merugikan Italia di laga tersebut adalah dikartu kuningnya gelandang andalan mereka, Marco Veratti.

Akibatnya, pemain Paris Saint-Germain tersebut harus absen karena mendapatkan akumulasi kartu pada pertemuan kedua nanti di Stadion San Siro, Selasa (14/11/2017). Tentunya ini sedikit merugikan Italia yang ingin menang di leg kedua dan berambisi menjaga tradisi tampil di Piala Dunia 2018.

 

 

Tanpa Cahill, Australia Bermain Imbang Kontra Honduras

Football5star.com, Indonesia – Tanpa diperkuat Tim Cahill, Timnas Australia hanya bermain imbang menghadapi Timnas Honduras pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, di Stadion Olimpico Metropolitano, Sabtu (11/11/2017).

Hasil imbang tanpa gol tersebut membuat Socceroos harus menang pada pertemuan kedua yang berlangsung di Stadion ANZ, Rabu (15/11/2017). Jika meraih hasil seri dengan kebobolan di kandang sendiri maka dipastikan mimpi mereka untuk lolos ke Piala Dunia di Rusia nanti akan sirna.

Timnas Honduras Vs Timnas Australia (twitter @FIFAcom)
fifa.com

Bermain di hadapan ribuan pendukung lawan, pasukan Ange Postecoglou menekan sejak awal pertandingan. Berbagai peluang mampu mereka raih salah satunya di babak pertama.

Tomi Juric yang berhasil mengelabui bek lawan kemudian tinggal berhadapans satu lawan satu dengan kiper Honduras, Donis Escobar. Namun sayang tendangan datarnya hanya mampu melebar tipis di sisi kiri gawang.

Nyaris tak ada peluang berarti yang mampu diciptakan oleh Hondouras. Satu-satunya harapan untuk mencetak gol ada melalui penyerang mereka, Anthony Lozano.

Dengan situasi yang tinggal berhadapan dengan kiper, Lozano terlalu lama menguasai bol sehingga mampu ditekel secara bersih oleh bek Australia. Timnas Negeri Kangguru kembali gagal memanfaatkan peluang yang terjadi di babak kedua.

Jackson Irvine dengan pergerakan cantiknya mampu menembus pertahanan dan melepaskan tendangan dari kotak penalty Honduras. Akan tetapi, kali ini kiper lawan, Donis Escobar dapat mengamankan peluang tersebut.

Skor 0-0 kemudian bertahan hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan.

https://www.youtube.com/watch?v=Vx22jdgbpXI

Susunan Pemain:

Honduras (4-2-3-1): Donis Escober, Brayan Beckeles, Johny Palacios, Henry Figueroa, Emilio Izaguirre, Alfredo Antonio Mejia, Jorge Claros, Carlos Lanza (Michaell Chirinos 60’), Alexander Lopez (Mario Martinez 66’) Romell Quioto, Anthony Lozano (Carlos Costly 74’).
Pelatih: Jorge Luis Pinto.

Australia (3-5-2): Mathew Ryan, Bailey Wright, Trent Sainsbury, Mattew Jurman, Aziz Behich, Aaron Mooy, Massimo Luongo, Mile Jedinal, Joshua Risdon (Milos Degenek 84’), Jackson Irvine (Tom Rogic 74’) Tomi Juric (Nikita Rukavtsya 89’).
Pelatih: Ange Postecoglou.

Kartu Kuning: Brayan Beckeles (19), Johny Palacios (38), Joshua Risdon (39), Matthew Jurman (47), Trent Saisbury (48), Jorge Carlos (78), Massimo Luongo (87), Mario Martinez (90).

Kartu Merah: –

 

Penyerang Swedia Anggap Pemain Italia Lakukan Provokasi

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Timnas Swedia, Marcus Berg, kesal dengan perlakuan pemain Timnas Italia pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, di Stadion Friends Arena, Sabtu (11/11/2017). Menurutnya, para pemain Gli Azzuri mencoba untuk memancing emosinya sehingga mendapatkan kartu merah.

Sebelumnya di babak pertama ketika laga baru berjalan dua menit, Berg melayangkan protes berlebihan terhadap wasit sehingga mengakibatkan kartu kuning ia dapatkan.

Marcus Berg Vs Timnas Italia1 (zimbio.com)
zimbio.com

Setelah itu, penyerang berusia 31 tahun tersebut sering dilanggar oleh para pemain Italia. Hal itu menurutnya merupakan provokasi untuk memancing emosinya agar mendapatkan kartu kuning kedua.

Di sisi lain, Ia menilai laga tersebut sangatlah sulit karena menghadapi trio bek Italia yang tangguh yaitu Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini. Namun untungnya, Swedia mampu  menciptakan gol dan menang dengan skor 1-0.

“Itu adalah pertandingan yang sulit. Seperti yang sudah kami duga, dengan tiga bek utama yang tangguh. Kami tahu situasinya,” kata Berg seusai pertandingan, Sabtu (11/11/2017).

“Saya mendapat kuning pertama setelah 15 detik, jadi saya harus mengubah cara saya bermain. Saya pikir mereka mencoba membuat saya mendapatkan kartu kuning kedua di babak kedua. Tapi wasit tidak melakukan hal itu,” imbuh pemain bernomor punggung sembilan tersebut.

Pertemuan kedua nanti akan berlangsung Selasa (14/11/2017), di Stadion San Siro, Milan. Italia akan tanpa diperkuat Marco Veratti yang mendapatkan larangan bermain karena akumulasi kartu di laga tersebut.

Kalahkan Italia, Swedia Jaga Asa Lolos Ke Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Timnas Swedia menjaga asa lolos ke Rusia setelah mengalahkan Timnas Italia pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018 di Stadion Friends Arena, Sabtu (11/11/2017). Kemenangan tersebut diraih melalui gol tunggal dari Jakob Johansson.

Kedua tim bermain saling jual beli serangan. Di menit-menit awal pertandingan, Italia sempat tertekan oleh permainan cepat Swedia. Namun, perlahan-lahan Ciro Immobile dkk. berhasil keluar dari tekanan.

Timnas Swedia Vs Timnas Italia (fifa.com)
fifa.com

Bahkan dalam pertandingan tersebut, tim tamu unggul dalam penguasaan bola yaitu 64%. Namun soal peluang, tuan rumah lebih unggul yaitu  mencatatkan tiga tendangan yang mengarah ke gawang, sedangkan Italia hanya dua.

Swedia akhirnya mencetak satu-satunya gol di pertandingan ini pada babak kedua melalui Jakob Johansson pada menit ke-61. Gelandang asal klub Aek Athens tersebut sejatinya baru dimasukkan di menit ke-57 menggantikan Albin Ekdal.

Kendati beberapa peluang tercipta bagi kedua tim, hingga wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan skor 1-0 akhirnya menjadi hasil pertandingan terebut.

Italia tanpa diperkuat gelandang andalannya, Marco Verratti, pada pertemuan kedua nanti di Stadion San Siro, Milan. Pemain Paris Saint-Germain tersebut mendapatkan. akumulasi kartu kuning setelah melanggar keras Marcus Berg di laga tersebut

Swedia juga harus tetap waspada jelang pertemuan kedua nanti. Pasalnya, selama bertandang ke markas Italia, mereka hanya bisa menang satu kali, yaitu pada 1983 di babak kualifikasi Piala Eropa.

Selain itu, Swedia juga punya catatan buruk kala menghadapi Italia di San Siro. Selama tiga kali mengunjungi stadion tersebut, mereka selalu kalah bahkan belum pernah mencatatkan gol di sana. Di sisi lain, ini bisa menjadi modal bagi pasukan Gli Azzuri untuk mengembalikan keadaan dan lolos ke Piala Dunia 2018.

Susunan Pemain:

Swedia (4-4-2): Robin Olsen, Ludwig Augustinsson, Andreas Granqvist, Victor Nilsson Lindeloef, Emil Krafth (Gustav Svensson 83’), Viktor Claesson, Sebastian Larsson, Albin Ekdal (Jakob Johansson 57’), Emil Forsberg, Marcus Berg (Isaac Kiese Thelin 74’), Ola Toivonen
Pelatih: Janne Anderson

Italia (3-5-2): Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Matteo Darmian, Marco Veratti (Lorenzo Insigne 76’), Daniele De Rossi, Marco Parolo, Antonio Candreva, Andrea Belotti (Eder 65’), Ciro Immobile
Pelatih: Giampiero Ventura

Kartu Kuning: Marcus Berg (2), Marco Veratti (29)
Kartu Merah: –

https://www.youtube.com/watch?v=-xSowzR80Kg

Manajer Irlandia Utara: Swiss Menang Karena Hadiah Wasit

Football5star.com, Indonesia – Manajer timnas Irlandia Utara, Michael O’Neill, mengecam keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Timnas Swiss saat bertemu pada leg pertama play-off Piala Dunia 2018, Jumat (10/11/2017). Akibatnya, mereka kalah 0-1 di kandang sendiri, Stadion Windsor Park.

Menurut O’Neill bola menyentuh bahu bukan tangan pemainnyaa, Corry Evans. Jika dilihat dalam tayangan ulang, pernyataan sang manajer ada benarnya.

Michael O'Neill, Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

O’Neill beranggapan bahwa wasit di laga tersebut, Ovidiu Hategan, harusnya lebih cermat mengambil keputusan karena kejadian tersebut tepat berada didepannya. Ia juga menambahkan kekalahan tersebut tentu merugikan Irlandia Utara.

“Sangat mengejutkan untuk berpikir bahwa wasit dapat memberikan penalti dalam situasi itu. Dia berada di jarak lima atau enam meter dari insiden tersebut, ini ada dalam pandangannya,” kata O’Neill kepada Sky Sports, Jumat (10/11/2017).

“Bola yang menyentuh Corry lebih banyak di bagian sandaran bahunya daripada lengan. Ini luar biasa. Sungguh sangat membingungkan. Itu jelas bukan penalti dan sangat mengecewakan untuk hasil di babak kualifikasi Piala Dunia ini,” imbuh pria berusia 48 tahun tersebut.

Pertemuan kedua nanti akan berlangsung di kandang Swiss, Stadion St. Jakob Park, Senin (13/11/2017). Irlandia Utara wajib menang dengan selisih dua gol jika ingin lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Tentu bukan hal mudah karena Irlandia Utara belum pernah menang saat melawat ke kandang tuan rumah Piala Dunia 1954 tersebut.

Petkovic Harap Swiss Lebih Efisien Di Pertemuan Kedua

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Swiss, Vladimir Petkovic, berharap anak asuhnya mempertahankan performa dan tampil lebih efisien menghadapi Timnas Irlandia Utara pada pertemuan kedua di babak play-off Piala Dunia 2018. Leg kedua nanti akan berlangsung di Stadion St. Jakob Park Basel, Senin (13/11/2017).

Pada pertemuan pertama yang baru saja berakhir dini hari tadi waktu setempat, Jumat (10/11/2017), Swiss menang tipis dengan skor 1-0. Bermain dengan menguasai jalannya pertandingan, satu-satunya gol diciptakan oleh gelandang mereka, Ricardo Rodriguez melalui titik putih.

Vladimir Petkovic Vs Timnas Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

Petkovic mengaku agak ragu terhadap hadiah penalti yang diberikan kepada Swiss. Pasalnya, jika dilihat dalam tayangan ulang, bola seperti mengenai bahu bukan tangan pemain lawan, Corry Evans.

Kendati demikian, ia menilai timnya pantas menang karena bermain lebih menyerang dalam laga tersebut. Petkovic juga mengharapkan permainan serupa akan tersaji di pertemuan kedua nanti.

“Sekarang butuh pemulihan cepat, dalam tiga hari kami akan kembali ke lapangan. Hukuman penalti memang agak kasar, tapi kami pantas menang,” ujar Petkovic seusai pertandingan, Jumat (10/11/2017).

“Kami bertahan dengan baik dan kami menekan dengan sangat tinggi. Hal itu membuat Irlandia Utara tidak bisa keluar dari pertahanan. Kami bermain kira-kira seperti orang Jerman saat itu, Saya mengharapkan permainan serupa di Basel dan kami harus efisien lagi. Seperti kami bermain menyerang hari ini,” harapnya.

 

Xhaka Akui Kesulitan Irlandia Utara Tak Bermain Menekan

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Timnas Swiss, Granit Xhaka, mengaku kesulitan saat menghadapi Timnas Irlandia Utara pada babak play-off Piala Dunia 2018 di Stadion Windsor Park, Jumat (10/11/2017). Kesulitan itu menurutnya karena pasukan Michael O’Neill tak bermain menekan.

Kendati tampil di hadapan ribuan pendukungnya sendiri, Irlandia Utara justru bermain bertahan. Penguasaan bola sepenuhnya dikendalikan oleh Swiss dengan persentasi sebesar 67%. Selain itu, tuan rumah juga nyaris tak menciptakan peluang yang membahayakan gawang tim tamu.

Ricardo Rodriguez Vs Timnas Irlandia Utara fifa.com
fifa.com

Satu-satunya gol di laga tersebut diciptakan oleh bek sayap Swiss, Ricardo Rodriguez, melalui titik putih. Menurut Xhaka, ia senang dengan kemenangan tersebut dan bangga rekan-rekannya telah menunjukkan permainan agresif.

Selanjutnya, ia berharap Swiss mampu memanfaatkan gairah kemenangan tersebut pada pertemuan kedua yang berlangsung, Senin (13/11/2017), di kandang sendiri, Stadion St. Jakob Park.

“Bagian yang sulit adalah mereka tidak bermain menekan. Di bagian sayap kami harus sedikit lakukan hal yang lebih tepat. Dengan gairah ini kami harus bertindak di pertemuan kedua,” ujar Xhaka seusai pertandingan, Jumat (10/11/2017).

“Dukungan para fans ada di seluruh laga kualifikasi. Kami bangga bahwa kami telah menunjukkan karakter agresif. Kami melakukannya dengan baik, tidak pernah membiarkan sesuatu yang berbahaya mendekati gawang kami,” imbuh pemain Arsenal tersebut.

Swiss Kalahkan Irlandia Utara di Windsor Park

Football5star.com, Indonesia – Timnas Irlandia Utara gigit jari setelah dikalahkan Timnas Swiss di kandang sendiri, Stadion Windsor Park, pada babak play-off Piala Dunia 2018, Jumat (10/11/2017). Satu gol tunggal dari Ricardo Rodrigeuez pada menit ke-58 membuat Swiss menang dengan skor 1-0.

Bermain di kandang sendiri, pasukan Michel O’Neill justru lebih inferior. Mereka kalah dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang. Hanya enam tendangan yang dilakukan oleh Johny Evans dkk namun tak ada yang menuju sasaran.

Sebaliknya, Swiss yang bertindak sebagai tim tamu justru menguasai jalannya pertandingan. Total penguasaan bola sebesar 63% mereka dapatkan. Bermain dengan penguasaan bola lebih membuat Granit Xhaka dkk punya empat tendangan yang on target.

Ricardo Rodriguez Vs Timnas Irlandia Utara (fifa.com)
fifa.com

Petaka bagi Irlandia Utara datang di menit ke-57. Gelandang mereka, Corry Evans dianggap oleh wasit melakukan hand ball di kotak penalti. Alhasil, Swiss berhak mendapatkan tendangan penalti yang sukses dieksekusi oleh Ricardo Rodriguez.

Gol itu merupakan satu-satunya di laga tersebut. Hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan, Swiss menang dengan skor 1-0.

Hasil tersebut tentunya membuat langkah Irlandia Utara untuk bermain di Piala Dunia kian berat. Pasalnya, dengan kebobolan satu gol di kandang membuat mereka harus menang dengan minimal dua gol dan tanpa kebobolan di pertemuan kedua nanti.

Sedangkan kemenangan tersebut membuat langkah Swiss untuk menuju Rusia kian terbuka lebar. Hasil imbang cukup untuk Granit Xhaka dkk untuk bisa lolos ke ajang tertinggi antar negara tersebut. Pertemuan kedua akan berlangsung di Stadion St. Jakob Park, Basel, Senin (13/11/2017).

Susunan Pemain:

Irlandia Utara (4-3-3): Michael McGovern, Conor Mclaughin, Gareth McAuley, Jonny Evans, Chris Brunt, Corry Evans (George Saville 65’), Oliver Norwood, Steven Davis, Josh Magennis, Kyle Lafferty (Conor Washington 78’), Stuartd Dallas (Jamie Ward 52’).
Pelatih: Michael O’Neill

Swiss (4-2-3-1): Yann Sommer, Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Fabian Schaer, Stephan Lichsteiner, Denis Zakaria, Granit Xhaka, Steven Zuber (Admir Mehmedi 87’), Blerim Dzemaili (Fabian Frei 83’), Xerdan Shaqiri, Haris Seferovic (Breel Embolo 77’).
Pelatih: Vladimir Petkovic.

Kartu Kuning: Fabian Schaer (5), Corry Evans (57).

Kartu Merah:

https://www.youtube.com/watch?v=n5_qACi6-lU

Daniele De Rossi Berpeluang Lewati Rekor Andrea Pirlo

Football5star.com, Indonesia – Salah satu pemain senior di timnas Italia, Daniele De Rossi, selangkah lagi mengukir rekor untuk negaranya. Gelandang AS Roma tersebut berpeluang melewati jumlah penampilan Andrea Pirlo bersama tim nasional. Pelatih tim Azurri, Gian Piero Ventura, memanggil 24 pemain untuk laga play-off menghadapi Swedia akhir pekan nanti dan De Rossi salah satunya.

Sejak memulai debutnya bersama tim nasional 2004 silam, De Rossi sudah mencatatkan 166 penampilan, sama seperti Pirlo. Itu artinya, ia hanya butuh satu pertandingan lagi untuk melewati rekor sang maestro lini tengah.

balo squawka
squawka.com

Dari kurun waktu tersebut, De Rossi sukses menyarangkan 21 gol atas nama dirinya di berbagai pertandingan internasional. Jumlahnya bahkan sudah melewati perolehan Pirlo yang baru menyentuh angka 13.

Selama berkostum tim nasional, pemain kelahiran Roma tersebut sudah mencicipi atmosfer tiga Piala Dunia yakni 2006, 2010, dan 2014. Pencapaian terbaiknya untuk negara adalah saat menjadi juara pada edisi 2006 di Jerman, meski hanya tampil tiga kali sepanjang turnamen. Itu pun hanya sekali ia bermain penuh, yakni saat laga pembuka melawan Ghana.

Gol pertamanya di Piala Dunia hadir empat tahun kemudian di Afrika Selatan. Saat itu, De Rossi berhasil menyelamatkan Italia dari kekalahan melawan Paraguay di partai pembuka Grup F.

Florenzi Akan Buat Swedia Kesulitan Hadapi Italia

Football5star.com, Indonesia – Bek timnas Italia, Allesandro Florenzi, meminta rekan-rekannya untuk fokus menghadapi play-off yang akan menjadi penentu nasib mereka di Piala Dunia. Tim Azurri masih harus melewati hadangan Swedia agar bisa pastikan tempat di Rusia tahun depan. Untuk itu, pemain AS Roma tersebut berharap, timnya tidak meremehkan sang lawan. Pertandingan leg pertama akan berlangsung di Friends Arena, Solna, Swedia pada Sabtu (11/11/2017) dini hari WIB.

Swedia berhasil mengamankan tempat di babak play-off usai finis di peringkat kedua Grup A di bawah Prancis. Mereka berhasil memupuskan asa tim unggulan lain yakni Belanda untuk berlaga di gelaran empat tahunan tersebut. Hal inilah yang ingin Florenzi ingatkan kepada timnya.

Emil Forsberg-Swedia
Emil Forsberg (ibtimes.co.uk)

“Pertandingan nanti akan berjalan sulit. Namun, kami tidak pernah gentar menghadapi siapapun. Kami harus mendorong diri kami hinga mencapai level maksimal. Ditambah dengan kehadiran para pemain muda yang akan tampil dengan semangat tinggi,” ungkap Florenzi.

Florenzi tetap menganggap bahwa Swedia tidak kehilangan kekuatannya meski sudah tidak diperkuat Zlatan Ibrahimovic yang sudah pensiun dari tim nasional. Masih ada beberapa nama yang harus diwaspadai seperti John Guidetti, Victor Lindelof, hingga Emil Forsberg.

“Mereka dihuni oleh beberapa pemain berkualitas. Kita juga jangan lupa bahwa Swedia telah menyingkirkan tim kuat seperti Belanda. Ini tidak hanya sulit untuk kami, tapi juga untuk mereka,” pungkas Florenzi.

Lindelof: Silakan Italia Sesumbar Sesuka Mereka!

Football5Star.com, Indonesia – Bek tengah timnas Swedia, Victor Lindelof, tak ambil pusing terhadap segala sesumbar yang dilontarkan kubu Italia. Pemain Manchester United itu mempersilakan Italia mengatakan apa saja, tapi itu tak akan mengganggu konsentrasi timnya jelang pertemuan di babak play-off Piala Dunia 2018.

“Mereka bisa bicara sebanyak yang mereka inginkan. Itu bukanlah sesuatu yang membuat kami tertarik. Kami hanya fokus pada rencana kami,” terang Lindelof kepada Expressen, Senin (6/11/2017), saat ditanya soal sesumbar pelatih timnas Italia, Giampiero Ventura. “Kami punya keyakinan besar terhadap apa yang akan kami lakukan.”

Lindelof mengakui Gli Azzurri adalah lawan berat. Namun, dia yakin tim asuhan Janne Andersson tidak akan minder. Sebaliknya, mereka akan termotivasi oleh tantangan besar yang akan dihadapi dalam dua laga nanti.

Salah satu aksi Victor Lindelof bersama timnas Swedia.
givemesport.com

“Kami akan bertemu Italia yang bagus. Itu akan jadi laga yang sulit. Kami tahu persis hal itu. Namun, itu juga laga yang akan menyenangkan,” tambah bek berumur 23 tahun itu. “Mereka punya organisasi permainan yang bagus. Akan sangat sulit bagi kami mengalirkan bola di belakang mereka.”

Secara khusus, Lindelof juga mengakui timnya mendapat dukungan dari sang ikon yang telah pensiun dari timnas, Zlatan Ibrahimovic. “Kami berbicara banyak hal dan dia mendoakan kami untuk sukses (lawan Gli Azzurri),” ungkap dia.

Swedia dijadwalkan bertemu Italia dalam play-off Piala Dunia 2018. Mereka akan terlebih dahulu menjamu Gli Azzurri pada 10 November 2017. Tiga hari kemudian, giliran mereka yang bertamu ke Italia. Pemenang laga ini akan tampil di putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Pelatih Yunani Tuding FIFA Ingin Sulitkan Timnya

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Yunani, Michael Skibbe, meradang. Pasalnya, FIFA menjatuhkan skors kepada bek Kostas Manolas. Pemain belakang AS Roma tersebut dinyatakan tak boleh bermain pada laga leg I play-off Piala Dunia 2018 melawan Kroasia. Dalam pandangan Skibbe, putusan itu sungguh aneh dan tak bisa diterima. Dia menilai FIFA sengaja menyulitkan Yunani untuk lolos ke Rusia.

“Hal yang dilakukan FIFA ini tidaklah benar. Terkadang, FIFA membuat putusan-putusan ‘spesial’. Ini adalah salah satu putusan ‘spesial’ itu,” sungut Skibbe seperti dikutip Sport.de, Senin (6/11/2017).

FIFA menghukum Manolas karena dinyatakan sengaja mengulung-ulur waktu saat Yunani menang 2-1 atas Siprus agar mendapat kartu kuning dan absen pada laga terakhir menghadapi Gibraltar. Taktik itu diambil agar dia tak absen saat juara Piala Eropa 2004 tersebut menjalani laga play-off Piala Dunia 2018.

Kostas Manolas dihukum FIFA.
goal.com

Bagi Skibbe, putusan itu sungguh aneh karena hal yang dilakukan Manolas adalah sesuatu yang biasa dilakukan pemain mana pun. “Saya tak tahu bagaimana putusan itu dibuat. Kami telah unggul 2-1 lawan Siprus dan pada menit-menit terakhir, sudah biasa terjadi di tim mana pun di dunia untuk membiarkan pemain mengulur waktu agar mendapatkan kartu kuning,” kata dia.

Lebih lanjut, pelatih asal Jerman itu menambahkan, “Jadilah Manolas mendapatkan kartu kuning dan tak bermain saat lawan Gibraltar. Lalu, kini FIFA memutuskan untuk menghhukum dia empat pekan kemudian untuk sesuatu yang dilakukan semua pemain.”

Yunani akan menjalani laga pertama play-off Piala Dunia 2018 di kandang Kroasia pada 9 November. Adapun laga kedua akan dilangsungkan di Piraeus, tiga hari kemudian.