Arsenal Serius Dekati Putra Mantan Pemain Porto

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Arsenal dikabarkan tengah mendekati winger milik klub Liga Portugal, Pacos Ferreira, Matchoi Djalo. Pemain berusia 18 tahun itu menjadi salah satu target utama anak asuh Mikel Arteta di bursa transfer musim panas.

Dikutip Football5star.com dari Football London, Selasa (27/7/2021), kubu Arsenal menargertkan dalam waktu cepat untuk bisa mendapatkan pemain yang berposisi sebagai winger kanan tersebut.

Arsenal Serius Dekati Putra Mantan Pemain Porto
The Sun

Kubu Arsenal kabarnya telah menyepakati nilai transfer Djalo yakni sebesar 1 juta poundsterling. Pada usia 16 tahun 122 hari, Djalo menjadi pemain termuda yang tampil di Liga Portugal.

Pada Agustus 2019, Matchoi Djalo yang juga anak dari gelandang Portugal, Bobó Djalo bermain di Liga Portugal saat masuk sebagai pemain pengganti di laga melawan Benfica.

Sebagai seorang pemain muda, Djalo dianggap memiliki kemampuan cukup menjanjikan. Bersama Pacos Ferreira, Djalo telah mencetak 1 gol dari 8 pertandingan di semua kompetisi.

Djalo lahir 10 April 2003. Ia memang produk asli akademi Pacos de Ferreira. Sang ayah, Bobó Djalo ialah mantan gelandang bertahan Porto di era 80-an.

Kariernya sang ayah di Porto memang berjalan tidak mulus. Bobo Djalo yang merupakan kelahiran Guinea-Bissau dianggap cukup sukses saat bermain untuk Boavista pada musim 1990 hingga 1997.

Tidak seperti sang ayah yang lebih membela Guinea-Bissau, Matchoi Djalo kabarnya lebih memilih untuk membela timnas Portugal. Saat ini, Djalo sudah memiliki 2 penampilan untuk timnas U-17 Portugal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dipinjamkan Berkali-kali, Marko Grujic Akhirnya Resmi Dilepas Liverpool

gamespool
Dipinjamkan Berkali-kali, Marko Grujic Akhirnya Resmi Dilepas Liverpool 6

Football5Star.com, Indonesia – Liverpool akhirnya resmi menjual pemainnya, Marko Grujic ke Porto setelah dipinjamkan empat kali ke berbagai klub. Grujic sebenarnya adalah pembelian pertama Juergen Klopp sebagai pelatih The Reds, namun pembelian pertamanya itu bisa dibilang gagal.

Marko Grujic direkrut oleh Liverpool pada Januari 2016 dari Crvena Zvezda. Perekrutan sebenarnya berjalan alot karena sang ayah menolak Grujic yang saat itu berusia 20 tahun untuk pindah ke Liverpool. Asisten Klopp, Zeljko Buvac, bahkan harus terbang ke Belgrade untuk meyakinkannya.

Grujic saat itu direkrut dengan harga 5,1 juta pounds dan langsung kembali dipinjamkan ke Crvena Zvezda dan tampil apik dengan mengantarkan timnya juara liga dan masuk ke daftar Tim Terbaik Liga Serbia musim itu.

Namun, setelah berkostum Liverpool, Grujic terus menerus dipinjamkan. Pertama ke Cardiff City, lalu ke Hertha Berlin, dan terakhir ke Porto. Klub terakhir, Porto akhirnya memutuskan untuk mempermanenkan pemain timnas Serbia itu dengan harga 10,5 juta pounds menurut laporan Football5Star.com dari BBC. Musim lalu, Grujic bermain 36 kali di semua kompetisi untuk Porto dan mencetak 2 gol.

“Semua orang di Liverpool FC berterima kasih kepada Marko atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya di masa depan,” tulis pernyataan Liverpool di laman resminya.

Marko Grujic hanya bermain total 16 kali bersama Liverpool dan mencetak 1 gol di Piala Liga. Walaupun direkrut 6 tahun lalu, Grujic hanya bermain untuk Liverpool satu musim penuh pada musim pertamanya, 2016-17.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Saat Kuda Hitam Jadi Juara Liga Champions

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Saat Kuda Hitam Jadi Juara Liga Champions 11

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 26 Mei, 17 tahun yang lalu, FC Porto secara mengejutkan berhasil menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan AS Monaco. Ya, Porto saat itu dilatih oleh Jose Mourinho.

Di awal musim 2003-04, mungkin tak ada yang menyangka bahwa Porto dan AS Monaco bisa melaju ke babak final, walaupun Porto sendiri baru menjadi juara UEFA Cup di musim sebelumnya. Karena saat itu masih ada Real Madrid dengan Los Galacticos-nya. Ada Arsenal yang pada musim yang sama meraih Invincible. Belum lagi, Manchester United dan AC Milan.

Namun kedua klub yang sama-sama dilatih oleh pelatih muda, Jose Mourinho dan Didier Deschamps mampu menyingkirkan pesaing-pesaing beratnya itu. Monaco bisa menyingkirkan Real Madrid dan Porto bisa menyingkirkan Manchester United.

Jose Mourinho menjuarai Liga Champions bersama FC Porto pada 2003-04.
telegraph.co.uk

Jalannya Pertandingan

Laga final diadakan di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen dengan jumlah penonton 53 ribu pada 26 Mei 2004. Walaupun keduanya kuda hitam, Porto lebih diunggulkan dari segi sejarah, mengingat mereka merupakan juara bertahan UEFA Cup dan pernah juara European Cup pada 1987. Sedangkan ini pertama kalinya Monaco bermain di final Liga Champions dan kedua kalinya di kompetisi Eropa setelah final Piala Winners 1992.

Tapi Monaco justru memulai laga dengan lebih baik. Sang kapten Ludovic Giuly memaksa Vitor Baia melakukan penyelamatan gemilang. Namun, Giuly harus diganti pada menit ke-22 karena menderita cedera.

Porto mencetak gol pada menit ke-38. Paulo Ferreira memberi umpan lambung ke kotak penalti dan bisa dikontrol oleh Carlos Alberto. Pemain asal Brasil itu langsung melepaskan tembakan masuk ke gawang Flavio Roma. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Kabar Terbaru Benni McCarthy, Andalan Jose Mourinho di Lini Serang Porto
The Scottish Sun

Pada babak kedua, Mourinho secara mengejutkan mengganti pencetak gol Alberto dengan Dmitri Alenichev di menit ke-55. Namun pergantian itu terbukti jitu. Pada menit ke-71, lewat serangan balik, Alenichev memberi umpan ke Deco dan dia berhasil memasukkan bola.

Lalu pada menit ke-75, lagi-lagi lewat serangan balik, Alenichev berhasil mendapatkan bola liar dan melepaskan tembakan voli ke gawang Roma. Laga akhirnya berakhir dengan skor 3-0 dan Porto meraih gelar Liga Champions keduanya.

Sampai artikel ini ditulis, Porto masih menjadi satu-satunya klub di luar top 4 league (Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga) yang bisa menjadi juara Liga Champions pada abad ke-21.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Chelsea vs Porto: Gol Salto Taremi Tak Bisa Bawa Timnya Lolos

gamespool
Chelsea vs Porto: Gol Salto Taremi Tak Bisa Bawa Timnya Lolos 15

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada babak perempat final Liga Champions leg kedua yang mempertemukan Chelsea vs Porto. Laga berakhir dengan skor 1-0 untuk Porto. Namun mereka gagal lolos ke semi final karena kalah aggregat 2-1.

The Blues hampir kebobolan pada menit ke-10 setelah Edouard Mendy salah memberi umpan. Jesus Corona langsung melepaskan tembakan, tapi bisa diblok oleh Thiago Silva.

Chelsea memakai strategi pertahanan rapat dengan lima bek dan itu benar-benar membuat Porto kesulitan bahkan untuk menyentuh bola di kotak penalti lawan. Namun, serangan balik Chelsea juga kurang maksimal.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Mason Mount membuang dua peluang serangan balik bagus. Yang pertama pada menit ke-55. Dia gagal mengeksekusi dengan sempurna umpan dari Ben Chilwell di kotak penalti.

Yang kedua pada menit ke-57, dimana dia sudah berhasil masuk ke kotak penalti, namun tendangannya bisa diblok oleh Wilson Manafa.

Porto mendapatkan peluang pada menit ke-64. Jesus Corona memberi umpan lambung cantik dan bisa ditanduk oleh Mehdi Taremi. Tapi Mendy berhasil mengamankan.

Chelsea kembali dapat peluang emas di penghujung laga. Christian Pulisic berhadapan satu lawan satu dengan Agustin Marchesin. Tapi sang kiper memenangkan duel.

Chelsea vs Porto Skor Kacamata, The Blues Lolos ke Semi Final
@ChampionsLeague

Porto akhirnya bisa membongkar pertahanan Chelsea. Umpan lambung dari Nanu berhasil disambar Taremi dengan tendangan salto dan masuk ke gawang Mendy.

Laga berakhir dengan skor 1-0 dan Chelsea berhak lolos dengan agregat 2-1. Pemenang dari laga ini akan bertemu antara pemenang dari laga Liverpool vs Real Madrid.

Susunan Pemain Chelsea vs Porto

Chelsea (3-4-1-2): 16-Edouard Mendy; 28-Cesar Azpilicueta, 6-Thiago Silva, 2-Antonio Ruediger; 24-Reece James, 5-Jorginho, 7-N’Golo Kante, 21-Ben Chilwell; 19-Mason Mount (22-Hakim Ziyech), 10-Christian Pulisic; 29-Kai Havertz (18-Olivier Giroud).

Pelatih: Thomas Tuchel.

Porto (4-3-3): 1-Agustin Marchesin; 18-Wilson Manafa (31-Nanu), 19-Chancel Mbemba, 3-Pepe, 12-Zaidu Sanusi; 27-Sergio Oliveira (50-Fabio Vieira), 16-Marko Grujic (9-Mehdi Taremi), 8-Mateus Uribe; 17-Jesus Corona (7-Luis Diaz), 11-Moussa Marega (30-Evanilson), 25-Otavio.

Pelatih: Sergio Conceicao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Data dan Fakta Menarik Jelang Kick Off, Chelsea vs Porto

gamespool
Data dan Fakta Menarik Jelang Kick Off, Chelsea vs Porto 19

Football5star.com, Indonesia – Anak asuh Thomas Tuchel memiliki kans lebih besar untuk bisa melaju ke babak semifinal Liga Champions musim ini. Berbekal kemenangan dua gol tanpa balas di leg pertama, laga Chelsea vs Porto di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Rabu (13/4/2021) bisa dibilang sebagai laga mudah untuk tim tuan rumah.

Apalagi The Blues sebelum laga melawan Porto juga meraih kemenangan telak 4-1 atas Crystal Palace di Liga Inggris akhir pekan lalu. Kondisi mental Timo Werner dkk berada di kondisi paling bagus untuk menghadapi wakil Portugal tersebut.

FC Porto - Sergio Conceicao - Chelsea - Liga Champions - uefa. com
uefa.com

Sejumlah data dan fakta menarik jelang kick off Chelsea vs Porto coba dikumpulkan oleh Football5star.com, berikut ulasannya:

6 – Chelsea telah memenangkan enam dari sembilan pertandingan melawan Porto di Liga Champions. Pada musim 2015-16 pada babak fase grup, Chelsea juga mengalahkan Porto di laga kandang dan tandang.

2004/05 – Musim ini jadi musim pertama Chelsea di latih oleh Jose Mourinho, mantan pelatih Porto. Saat jumpa Porto di musim itu, Chelsea menang 3-1 di Stamford Bridge.

14 gol – Jumlah gol yang dicetak oleh Chelsea selama babak fase grup Liga Champions musim ini, termasuk meraih kemenangan 3-0 atas Rennes di Stamford Bridge dan 4-0 atas Sevilla.

11 – Rekor Chelsea melawan klub asal Portugal adalah 11 kali kemenangan, 1 kali imbang dan 2 kali kalah.

24 – Laga dinihari nanti menjadi pertandingan ke-24 Porto di arena Liga Champions atau selisih 1 laga dengan Real Madrid dan Barcelona.

6 – Porto telah kalah enam kali dari 16 pertandingan di Liga Champions dan meraih 1 kali imbang.

0 – Porto belum pernah meraih kemenangan atas klub Liga Inggris pada laga tandang. 3 kali imbang dan 17 kali kalah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Thomas Tuchel: Kami akan Tetap Mainkan Permainan Terbaik Lawan Porto

gamespool
Thomas Tuchel: Kami akan Tetap Mainkan Permainan Terbaik Lawan Porto 23

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, tak mau lengah di laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Porto, (14/4/21). Tuchel janji Chelsea tetap akan menampilkan performa terbaiknya walaupun sudah unggul dalam hal aggregat.

The Blues berhasil menang 2-0 di leg pertama lewat gol dari Mason Mount dan Ben Chilwell. Mereka akan kembali bertemu di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu ini. Tuchel meminta para pemainnya untuk fokus pada laga besok dan lupakan hasil pada leg pertama.

“Penting untuk memainkan permainan terbaik lagi. Dalam hal beradaptasi dengan hasil, lebih mudah bagi Porto karena mereka tahu apa yang harus mereka lakukan untuk lolos. Jika kami mulai beradaptasi, kami bisa dengan mudah kehilangan akal,” ucap Tuchel seperti dilansir Football5Star.com dari The Guardian.

Chelsea - West Brom - Thomas Tuchel - BBC
BBC

Tuchel melanjutkan, “Apa artinya? Bahwa cukup kalah 1-0? Bagus untuk mendapatkan hasil imbang, atau lebih baik memiliki kemenangan 1-0 untuk kami. Mengapa kami harus masuk ke dalam pemikiran ini? Inilah tantangannya, untuk tidak kehilangan akal. Lupakan hasil kemarin, kami harus menyampaikannya. Jika tidak, Anda tidak dapat mengharapkan hasil apa pun.”

N’Golo Kante

N’Golo Kante masih tak mampu bermain selama 90 pasca cedera yang dialaminya di jeda internasional. Dia hanya bermain sebagai pemain pengganti di dua laga terakhir. Tuchel berharap Kante bisa bermain penuh di laga nanti, tapi dia tak mau ambil risiko.

“Saya sangat senang ketika dia memberi tahu saya bahwa dia akan bepergian bersama kami pekan lalu ke Seville. Rencananya adalah dia kembali melawan Crystal Palace. Dia cukup kuat untuk membantu kami dalam 15 atau 20 menit terakhir. Sisi negatifnya adalah dia kurang tidur setelah masalah perjalanan kembali dari Seville. Dia kehilangan beban kerja dalam pelatihan,” kata Tuchel.

Thomas Tuchel melanjutkan, “Keesokan harinya dia menderita karena bepergian. Kami memutuskan untuk memainkannya dari bangku cadangan melawan Palace. Biasanya sulit membayangkan laga seperti ini tanpa Kante. Pada saat yang sama kami harus berhati-hati, kami tidak mau mengambil risiko dengan situasi cederanya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pemain Andalan FC Porto Kemungkinan Absen Lawan Chelsea

gamespool
Pemain Andalan FC Porto Kemungkinan Absen Lawan Chelsea 27

Football5star.com, Indonesia – Pelatih FC Porto, Sergio Conceicao, kembali dibuat pusing karena pemain andalannya, Sergio Oliveira, belum tentu bisa dimainkan melawan Chelsea. Conceicao mengatakan Oliveira masih belum fit karena baru saja sembuh dari cedera.

Oliveira tak bermain pada partai leg I pekan lalu karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Absennya Oliveira membuat FC Porto kesulitan menciptapakan peluang berarti ke gawang Chelsea dan akhirnya menelan kekalahan dengan skor 0-2.

“Terkait Sergio Oliveira, kami akan terus memantau kondisinya dan baru akan mengambil keputusan beberapa jam jelang kick-off,” ujar Sergio Conceicao dikutip football5star dari laman Football London.

Sergio Oliveira - Sergio Conceicao - FC Porto - Chelsea - Jornal de Noticias
Jornal de Noticias

Oliveira sebenarnya tidak mengalami cedera yang terlalu parah. Pemain berusia 28 tahun itu sempat bermain selama 23 menit pada partai Liga Portugal akhir pekan lalu. Namun, Conceicao ogah mengambil risiko dengan menurunkan Oliveira sebagai starter.

“Di pertandingan sebelumnya, saya sudah mengatakan kalau Oliveira belum bisa bermain selama 90 menit karena dia mengalami masalah kecil. Memainkannya sebagai starter merupakan sesuatu yang cukup berbahaya,” tandas Conceicao.

Oliveira merupakan pemain andalan FC Porto sepanjang musim 2020-21. Penggawa timnas Portugal itu tampil impresif dengan catatan 19 gol dan tujuh assist dari 41 penampilan di semua kompetisi.

Juventus merupakan korban keganasan Oliveira di Liga Champions musim ini. Ya, Oliveira merupakan sosok yang mengakhiri perjalanan Juventus di Eropa berkat dua gol yang ia cetak ke gawang Wojciech Szczesny pada partai babak 16 besar beberapa pekan lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Kekalahan dari Chelsea Tak Bikin Gelandang FC Porto Patah Semangat

gamespool
Kekalahan dari Chelsea Tak Bikin Gelandang FC Porto Patah Semangat 31

Football5star.com, Indonesia – Gelandang FC Porto, Matheus Uribe, tak mau terlalu berkecil hati setelah timnya ditaklukkan Chelsea pada Rabu (8/4) dinihari WIB. Uribe malah merasa sangat bangga dengan perjuangan tak kenal lelah Porto.

FC Porto memang mendominasi jalannya laga melawan Chelsea. Jesus Corona cs berhasil mencatat 12 tembakan berbanding enam milik The Blues. Meski terus ditekan, Chelsea berhasil keluar sebagai pemenang lewat gol Mason Mount dan Ben Chilwell.

“Kami memang tidak mendapatkan pengalaman manis di pertandingan ini. Tapi, kami patut berbangga atas pejuangan selama 90 menit. Kami sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik,” ujar Matheus Uribe dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Matheus Uribe - FC Porto - Chelsea - uefa. com
uefa.com

“Kami kehilangan fokus dan Chelsea berhasil mencetak dua gol. Mereka tampil sangat efektif di pertandingan ini. Tentu, segala hal bisa terjadi selama 90 menit,” sambung Uribe.

Berbeda dengan Uribe, Marko Grujic malah mengaku tak habis pikir dengan kekalahan FC Porto. Pemain asal Serbia itu masih tidak terima dengan kegagalan timnya mencetak gol ke gawang Edouard Mendy.

“Ini adalah hasil yang sangat sulit diterima. Karena, kami mencatat delapan tembakan selama babak pertama. Sementara, mereka cuma memiliki satu tembakan dan berhasil mencetak gol,” tutur Grujic.

“Di babak sebelumnya, kami sudah menunjukkan kualitas terbaik kepada seluruh dunia. Kami tentu akan berusaha mati-matian untuk membalikkan situasi pada partai leg kedua pekan depan,” tandas Grujic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Sergio Conceicao Tak Habis Pikir FC Porto Gagal Jebol Gawang Chelsea

gamespool
Sergio Conceicao Tak Habis Pikir FC Porto Gagal Jebol Gawang Chelsea 35

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan atas Chelsea pada Rabu (8/4) dinihari WIB membuat pelatih FC Porto, Sergio Conceicao, pusing tujuh keliling. Ia merasa timnya tak pantas kalah karena bermain bagus selama 90 menit.

FC Porto memang mendominasi jalannya laga melawan Chelsea. Jesus Corona cs berhasil mencatat 12 tembakan berbanding enam milik The Blues. Meski terus ditekan, Chelsea berhasil keluar sebagai pemenang lewat gol Mason Mount dan Ben Chilwell.

“Hasil ini sebenarnya kurang pantas buat kami. Tapi, Chelsea berhasil menjadi pemenang karena mampu mencetak gol. sementara, kami kerap membuang peluang,” ujar Sergio Conceicao dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Sergio Conceicao - FC Porto - Chelsea - uefa. com 2
uefa.com

“Kami bermain cukup bagus selama 90 menit. Kami bertahan dengan baik dan mampu beberapa kali membahayakan lini pertahanan lawan. Sayangnya, kami gagal mencetak gol meski punya sejumlah peluang,” sambung Conceicao.

Lebih lanjut, Conceicao juga merasa cukup takjub dengan kedalaman skuat milik Chelsea. Namun, ia tetap menegaskan bahwa timnya bermain jauh lebih baik ketimbang The Blues.

“Mereka memiliki kedalaman skuat yang luar biasa. Mereka mampu memasukkan pemain sekaliber Christian Pulisic, Thiago Silva dan N’Golo Kante. Mereka memiliki senjata yang jauh lebih hebat.”

“Tapi, kami merupakan tim yang tampil lebih baik di pertandingan ini. Saya tak mau terlalu memikirkan performa kami karena pada akhirnya hal terpenting adalah gol,” tandas Conceicao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

FC Porto vs Chelsea: Dua Penggawa Timnas Inggris Unjuk Gigi

gamespool
FC Porto vs Chelsea: Dua Penggawa Timnas Inggris Unjuk Gigi 39

Football5star.com, Indonesia – Dua penggawa timnas Inggris, Mason Mount dan Ben Chilwell menjadi bintang kemenangan Chelsea atas FC Porto pada Kamis (8/4) dinihari WIB. Gol Mount dan Chilwell membuat partai Liga Champions antara FC Porto vs Chelsea berakhir dengan skor 0-2.

Tampil sebagai tim unggulan, Chelsea langsung berusaha mengontrol ritme permainan. Namun, The Blues malah nyaris kecolongan. Pada menit ke-12, FC Porto nyaris mencuri keunggulan lewat Matheus Uribe. Namun, sepakan volinya melayang tipis di atas gawang Edouard Mendy.

Memasuki pertengahan babak pertama, Chelsea mulai nyaman mengontrol tempo permainan. Pada menot ke-32, Mason Mount berhasil membawa Chelsea unggul setelah memanfaatkan umpan kiriman Jorginho.

Gol Mount membuat FC Porto langsung keluar menyerang. Dragoes mengurung lini belakang Chelsea di lima menit terakhir paruh pertama. Namun, mereka gagal menyamakan kedudukan dan skor 0-1 tak berubah hingga turun minum.

Ben Chilwell - Mason Mount - FC Porto vs Chelsea - Liga Champions - uefa. com
uefa.com

Selepas masa jeda, FC Porto kembali mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-51, Moussa Marega mendapat kesempatan emas setelah lolos dari perangkap off-side. Namun, tembakannya bisa diblok Mendy. Lima menit berselang, giliran Luis Diaz yang mengancam. Tapi, sepakannya melenceng tipis.

Memasuki pertengahan babak kedua, FC Porto masih terus menekan lini pertahanan Chelsea. Namun, permainan disiplin para penggawa The Blues membuat tim tuan rumah mulai kesulitan menciptakan peluang berarti.

Asyik menyerang, FC Porto malah kembali kecolongan. Pada menit ke-85, The Blues berhasil menggandakan keunggulan melalui aksi solo Ben Chilwell yang melewati dua pemain FC Porto sebelum menceploskan bola ke dalam gawang Agustin Marchesin.

Skor 0-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Chelsea sukses melangkahkan satu kaki ke babak semifinal Liga Champions. Pekan depan, kedua tim akan menjalani partai leg kedua di Stadio Ramon Sanchez Pizjuan.

SUSUNAN PEMAIN FC PORTO VS CHELSEA:

FC Porto: 1-Agustin Marchesin; 18-Wilson Manafa (85-Francisco Conceicao 83′), 19-Chancel Mbemba, 3-Pepe, 12-Zaidu Sanusi; 17-Jesus Corona, 8-Matheus Uribe, 16-Marko Grujic, 25-Otavio (50-Fabio Vieira 83′), 7-Luis Diaz; 11-Moussa Marega (29-Toni Martinez 83′)

Pelatih: Sergio Conceicao

Chelsea: 16-Edouard Mendy; 28-Cesar Azpilicueta, 4-Andreas Christensen, 2-Antonio Ruediger; 24-Reece James (6-Thiago Silva 80′), 5-Jorginho, 17-Mateo Kovacic (33-Emerson Palmieri 90′), 21-Ben Chilwell; 11-Timo Werner (10-Christian Pulisic 65′), 19-Mason Mount (7-N’Golo Kante 79′); 29-Kai Havertz (18-Olivier Giroud 65′)

Pelatih: Thomas Tuchel

Kartu Kuning: Mbemba 63′, S. Conceicao 74′, Grujic 79′

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Prediksi: FC Porto vs Chelsea

cover Porto vs Chelsea
Prediksi: FC Porto vs Chelsea 47
GamesPools GIF
Prediksi: FC Porto vs Chelsea 48
PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
Porto 1-2 Chelsea
Predictz
Porto 0-1 Chelsea
Forebet
Porto 1-2 Chelsea
Football5Star
Porto 0-1 Chelsea

Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Kamis (8/4/2021) Pukul 01.30 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions akan mempertemukan FC Porto vs Chelsea di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Kamis (8/4/2021). Tim tamu tengah berada di kondisi kurang menguntungkan.

Akhir pekan lalu, anak asuh Thomas Tuchel itu menelan kekalahan telak 2-5 dari West Brom di Liga Inggris. Kekalahan ini mencoreng catatan 14 tanpa kalah The Blues. Hasil berbeda justru dialami Porto. Klub Portugal ini memetik kemenangan tipis 2-1 di kompetisi lokal.

Pada musim 2015-16 saat kedua tim bertemu di babak fase grup Liga Champions,Chelsea dan Porto saling mengalahkan. The Blues juga memiliki catatan cukup apik jika bersua Porto. Chelsea lima kali mengalahkan Porto dan hanya 2 kali.

Dari 8 pertemuan terakhir kedua tim, Cheslea cetak 12 gol sedangkan Porto hanya 7 gol. Selain itu, Thomas Tuchel juga memiliki catatan 2 kemenangan jika bertemu Porto. Sedangkan Sérgio Conceição belum pernah menang jika bertemu dengan klub asal Inggris.

REKOR PERTEMUAN
head to head Porto vs Chelsea
Prediksi: FC Porto vs Chelsea 49
TREN PERFORMA
GamesPools GIF
Prediksi: FC Porto vs Chelsea 50
Lima Laga Terakhir Porto vs Chelsea
Prediksi: FC Porto vs Chelsea 51
STATISTIK MENARIK
  • Chelsea lima kali mengalahkan Porto dan hanya 2 kali.
  • Dari 8 pertemuan terakhir kedua tim, Cheslea cetak 12 gol sedangkan Porto hanya 7 gol.
  • Thomas Tuchel sempat membawa Chelsea tanpa terkalahkan di 14 pertandingan terakhir.
  • Pada musim 2015-16 saat kedua tim bertemu di babak fase grup Liga Champions,Chelsea dan Porto saling mengalahkan.
PELATIH
  • Pertandingan Porto vs Chelsea akan mempertemukan Sérgio Conceição dengan Thomas Tuchel
  • Sérgio Conceição belum pernah menang jika bertemu dengan klub asal Inggris.
  • Rekor Tuchel vs Porto: 2 menang, 0 imbang, 0 kalah.
WASIT
  • Pertandingan Porto vs Chelsea akan dipimpin oleh wasit Slavko Vinčić
  • Rekor Slavko Vinčić: 3 kali tuan rumah menang, 1 kali imbang, 1 kali tuan rumah kalah.
  • Tercipta lebih dari 2 gol dari 5 pertandingan terakhir yang dipimpin oleh Slavko Vinčić.
PEMAIN KUNCI

Porto

Top Scorer: Sergio Oliviera (5 gol)
Top Assist: Corona (2 assist)
Top Rating: Sergio Oliviera (8.6)

Chelsea

Top Scorer: Olivier Giroud (6 gol)
Top Assist: Timo Werner (2 assist)
Top Rating: César Azpilicueta (7.57)

*Statistik di Liga Champions menurut Whoscored

BERITA KEDUA TIM
  • Porto: Mouhamed Mbaye, Iván Marcano (cedera)
  • Chelsea: Christian Pulisic, N’Golo Kanté (cedera)
PRAKIRAAN FORMASI

line up Porto vs Chelsea
Prediksi: FC Porto vs Chelsea 52

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pemain Chelsea Harus Berdarah-Darah untuk Kalahkan Porto

gamespool
Pemain Chelsea Harus Berdarah-Darah untuk Kalahkan Porto 56

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Porto, Paulo Futre mengaku muak dan marah dengan rumor yang menyebutkan penggawa Chelsea memandang remeh mantan klubnya itu. Kedua tim akan bersua di perempat final Liga Champions.

Futre pun meminta mantan timnya tersebut bisa membuktikan di lapangan bahwa mereka bisa mengalahkan tim London Biru tersebut.

Chelsea vs Sheffield United- Man City - Piala DA - @chelseafc 2

“Para pemain Chelsea merayakan ketika mereka mendengar bahwa mereka telah bermain dengan Porto. Bagaimana saya tahu? Ada pers Inggris yang memberi tahu saya,” kata Futre seperti dikutip Football5star.com dari Sports Witness, Selasa (23/3/2021).

“Para pemain Porto harus berlari tidak seperti pada laga sebelumnya saat melawan mereka. Apa kamu tahu kenapa? Mereka pikir mereka sudah memenangkan pertandingan. Mereka merayakannya,”

“Ketika saya berbicara dengan orang itu, saya merasa jijik dan saya akan memberikan apa saja untuk memenangkan laga melawan Chelsea,”

“Para pemain Porto harus mati-matian di lapangan. Mereka pikir sudah berada di semifinal. Mereka merayakannya di pagi hari ketika tahu bertemu dengan Porto. Mereka mungkin bisa lewat, tapi mereka harus berdarah-darah untuk melakukan itu,”

Sementara itu, pelatih Thomas Tuchel sempat mengaku bahwa ia memang senang dengan berjumpa Porto di perempat final Liga Champions.

“Pertama-tama saya senang dengan hasil drawing ini kami tidak melawan tim Inggris karena Liga Champions adalah tentang itu. Saya lebih suka bermain dengan tim dari negara lain,” kata Tuchel.

“Kami memiliki leg kedua di kandang yang terasa bagus, untuk memulai dengan pertandingan tandang dan kemudian mungkin sedikit mengambil keuntungan untuk diselesaikan di kandang,” tambah pelatih asal Jerman tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Thomas Tuchel Lebih Senang Jumpa Porto Ketimbang Tim Inggris

gamespool
Thomas Tuchel Lebih Senang Jumpa Porto Ketimbang Tim Inggris 60

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel mengaku cukup senang dengan hasil drawing babak perempat final Liga Champions. Skuat asuhan Tuchel di babak perempat final akan berjumpa wakil Portugal, FC Porto.

Menurut Thomas Tuchel seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Sabtu (20/3/2021), bertemu Porto lebih baik bagi Chelsea ketimbang harus bertemu dengan tim Inggris lainnya.

Kegagalan Juventus melewati adangan FC Porto pada babak 16 besar disesalkan Fabio Capello.

“Pertama-tama saya senang dengan hasil drawing ini kami tidak melawan tim Inggris karena Liga Champions adalah tentang itu. Saya lebih suka bermain dengan tim dari negara lain,” kata Tuchel.

“Kami memiliki leg kedua di kandang yang terasa bagus, untuk memulai dengan pertandingan tandang dan kemudian mungkin sedikit mengambil keuntungan untuk diselesaikan di kandang,” tambah pelatih asal Jerman tersebut.

“Jelas banyak orang yang sekarang mungkin akan menjadi kami favorit melawan Porto, namun untuk tidak akan banyak membantu kami karena Anda dapat melihat mereka saat bermain di Turin,”

Chelsea sendiri menurut mantan pemain, Joe Cole menjadi salah satu tim yang cukup difavortikan di Liga Champions musim ini. Menurut Cole, semenjak dilatih Tuchel, The Blues menjadi tim yang kompak.

“Semua orang pasti menginginkan Porto. Mereka mengalahkan tim seperti Juventus yang sangat malang pada malam itu. Porto memang bagus. Mereka tim yang kompak. Mereka bermain sangat mirip dengan tim Diego Simeone,” kata Joe Cole.

“Pepe luar biasa untuk mereka tetapi dia sudah 38 tahun. Bisakah kita melihat terulangnya semifinal Chelsea vs Liverpool pada 2007?” tambahnya.

“Chelsea dengan kecepatan yang mereka jalani saat ini dan skuat yang dimiliki, mereka pasti menjadi favorit di sana. Di bawah Tuchel, mereka terlihat lebih atletis dan kokoh. Mereka seperti bersatu dan itu sangat penting,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mourinho Kegirangan Porto Tendang Juventus dari Liga Champions

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan FC Porto melenggang ke perempat final Liga Champions dengan menyingkirkan Juventus tidak hanya membuat fansnya senang. Tapi juga pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho.

Seperti diketahui, FC Porto menyingkirkan Juventus dengan agregat 4-4. Mereka berhak lolos karena unggul aturan gol tandang.

Sebagai klub yang turut membesarkan namanya, Jose Mourinho ikut kegirangan. Menurutnya laga di stadion Allianz sebagai malam luar biasa untuk pasukan Sergio Conceicao.

FCPorto
@FCPorto

“Saya selalu merasakan hubungan emosional dengan masa lalu saya dan Porto adalah periode penting di masa lalu saya,” kata pelatih Tottenham Hotspur seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Kamis (11/3/2021).

“Saya selalu sangat bahagia saat masa lalu saya ikut bahagia. Itu adalah malam yang luar biasa untuk Porto dan saya sangat senang untuk semua orang di sana,” sambung nakhoda berjuluk The Special One.

Bagi raksasa Portugal, dalam dua edisi terakhir keikutsertaannya di Liga Champions, mereka selalu berhasil menembus perempat final.

Sementara itu, sudah menjadi rahasia umum jika nama Jose Mourinho menjulang ketika menukangi klub yang bermarkas di stadion Do Dragao itu. Dia menggoreskan tinta emas kala membawa klub menjuarai Liga Champions 2004 silam.

Sejak kesuksesan itu nama Mourinho langsung melejit. Dia kemudian meraih kesuksesan lain bersama klub-klub besar seperti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, hingga Manchester United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Akhir Era Cristiano Ronaldo di Juventus

gamespool
Akhir Era Cristiano Ronaldo di Juventus 68

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo telan pil pahit. Dua musim beruntun, ia hanya mampu antarkan Juventu di babak 16 besar Liga Champions. Dinihari tadi, Rabu (10/3/2021), Ronaldo tak mampu bawa Juventus singkirkan Porto yang hanya bermain dengan 10 pemain.

Publik mulai mempertanyakan apakah ini menjadi akhir era Ronaldo di Juventus? Menilik ke tiga musim ke belakang khusus di Liga Champions, ia memang melempem. Ronaldo hanya mampu catatkan 14 gol bersama Juventus di tiga musim Liga Champions.

Juventus vs Porto Mimpi I Bianconeri untuk Juara Liga Champions Kembali Kandas

Pembelian Ronaldo dengan bandrol 100 juta euro pada 2018 tentunya dimaksudkan manajemen Juventus agar ia mampu membawa titel juara Liga Champions. Namun kemudian, ekspektasi itu tak mampu dipenuhi CR7. Faktanya, malah sejak kedatangan Ronaldo, Juventus gagal melewati babak perempat final Liga Champions.

Permainan Ronaldo memang buruk di laga melawan Porto dinihari tadi. Ia sama sekali tak menciptakan satu peluang pun. Meski memang ia berperan di gol Juventus yang dicetak Federico Chiesa. Namun untuk ukuran seorang Ronaldo, hal itu masih sangat kurang.

Secara statistik, kerja Ronaldo di partai melawan Porto juga tak seberapa dibanding rekannya yang lain seperti Chiesa ataupun Juan Cuadrado. Nama terakhir malah melepaskan 11 tembakan dari 22 usaha Juventus dinihari tadi.

Maka tak mengherankan kemudian jikan Andrea Pirlo usai pertandingan menyoroti kontribusi Ronaldo. Pirlo kesal karena pemain Portugal ada andil kesalahan pada gol kedua Porto yang dicetak Sergio Olivera lewat free kick.

“Belum pernah terjadi sebelumnya mereka (Ronaldo dan Rabiot) berbalik. Mungkin mereka merasa tendangan bebas yang diambil sangat jauh sehingga tidak bahaya,” kata Pirlo dikutip dari Football Italia.

“Itu adalah kesalahan, biasanya tidak terjadi. Para pemain tidak merasa itu adalah situasi berbahaya dan kebobolan gol,” ujarnya.

Gagal di Liga Champions, Cristiano Ronaldo juga harus bersiap Juventus urung raih gelar Scudetto musim ini. Maka mungkin saatnya ia memikirkan untuk mengakhiri masa baktinya di Juventus untuk mencari klub baru di penghujung karier.

Fakta Ronaldo dikalahkan Corona

Salah satu pemain Porto yang jadi sorotan saat singkirkan Juventus ialah pemain asal Meksiko, Jesús Manuel Corona. Meski ia tak cetak gol, Corona mencatat sejarah tersendiri dengan menjadi pemain Meksiko pertama yang singkirkan Ronaldo di kompetisi Eropa.

Dikutip dari ESPN, sebelum Corona, sejumlah pemain asal Meksiko di klub Eropa berusaha untuk membuat malu Ronaldo di Liga Champions namun gagal. Ada Rafael Marquez, Guillermo Franco, Carlos Vela hingga Hector Herrera.

Akhir Era Cristiano Ronaldo di Juventus
Sky Sport

Marquez misalnya saat bersua Ronaldo di semifinal Liga Champions 2007-08, tak mampu membantu Barcelona. Saat itu Barca disingkirkan Manchester United.

Lalu ada Guillermo Franco, dua kali bersua Ronaldo, Franco tak berkutik. Pertama saat Villarreal jumpa Manchester United di babak fase grup Liga Champions 2007-08.

Masih di musim yang sama, Carlos Vela yang membela Arsenal juga tak bisa meredam kehebatan Ronaldo. Terakhir ada Hector Herrera di musim 2019-20 saat membela Atletico Madrid. Saat itu Herrera hanya mampu membawa Atletico menahan imbang Juventus yang diperkuat Cristiano Ronaldo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Sergio Conceicao: Porto Tak Pernah Berhenti Percaya

gamespool
Sergio Conceicao: Porto Tak Pernah Berhenti Percaya 72

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Porto, Sergio Conceicao, mengungkapkan bahwa laga melawan Juventus di Liga Champions akan masuk ke dalam sejarah klub. Conceicao sangat senang atas perjuangan para pemainnya di laga itu.

Porto secara luar biasa berhasil menyingkirkan Juventus dari babak 16 besar Liga Champions (10/3/21). Mereka kalah di leg kedua dengan skor 3-2, namun mereka lolos karena unggul jumlah gol tandang (agg. 4-4). Pada leg kedua, Porto bermain dengan 10 orang selama satu jam, tapi mereka tetap berhasil mencetak 2 gol dan membuat Dragones unggul gol tandang.

Para pemain Juventus dinilai Pirlo sudah berjuang keras saat menghadapi FC Porto.
Getty Images

“Pertandingan ini ditandai dalam sejarah klub. Para pemain menghormati para penggemar dengan semangat yang mereka miliki. Para pemain berhasil mendapatkan esensi dan DNA sejati dari FC Porto. Tekad dan semangat pengorbanan mereka yang luar biasa menyentuh saya,” ucap Conceicao seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Conceicao melanjutkan, “Saya memiliki sekelompok pemain pemberani yang menafsirkan apa yang kami inginkan dengan cara terbaik, melawan tim hebat dengan pemain level yang sangat tinggi. Kami menderita tetapi juga menciptakan kesulitan untuk Juventus. Kami adalah tim yang nyata.”

Mantan pemain Inter, Lazio, dan Parma itu mengucapkan selamat kepada para pemainnya dan mengatakan bahwa Porto tidak pernah berhenti percaya walaupun harus bermain dengan 10 orang.

“Selamat kepada para pemain, mereka melakukan pekerjaan yang fantastis. Setelah kartu merah (Mehdi) Taremi, kami menunjukkan DNA FC Porto. Kami tidak pernah berhenti percaya, ini adalah DNA sebenarnya dari FC Porto,” kata Sergio Conceicao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Federico Chiesa: Juventus Pantas Lolos ke Perempat Final

gamespool
Federico Chiesa: Juventus Pantas Lolos ke Perempat Final 76

Football5Star.com, Indonesia – Winger Juventus, Federico Chiesa, percaya bahwa timnya pantas lolos ke perempat final Liga Champions setelah tersingkir melawan Porto. Apalagi Juve banyak sekali memiliki peluang pada laga itu.

Bianconeri secara dramatis tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions setelah menang 3-2 (agg 4-4), Rabu (10/3/21). Namun Porto berhak lolos ke babak selanjutnya karena unggul aggretivitas gol tandang. Juventus padahal bermain melawan 10 orang selama satu jam pada laga itu. Chiesa yang berhasil mencetak brace di laga tersebut mengungkapkan kekecewaannya.

Federico Chiesa Juventus Pantas Lolos ke Perempat Final
The Guardian

“Saya tidak mengambil sesuatu yang positif dari malam ini. Saya ingin lolos dan ada penyesalan besar, karena setelah babak pertama, kami melakukan cukup banyak untuk pantas lolos, dari banyak peluang hingga tendangan Juan Cuadrado membentur mistar, ”kata Chiesa seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sport Italia.

Chiesa melanjutkan, “Saat Anda tidak lolos, Anda harus menganalisis apa yang terjad. Tetapi saya merasa di babak kedua kami memiliki mentalitas yang berbeda dan pantas untuk lolos.”

Dengan begini di sisa musim Juve hanya bermain di Serie A dan Coppa Italia dimana mereka berhasil masuk ke babak final. Chiesa meminta para rekan timnya untuk fokus ke dua kompetisi itu.

“Kami ingin berada di perempat final, tapi sayangnya tidak, jadi sekarang kami fokus pada Serie A dan Coppa Italia.” ucap Federico Chiesa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Juventus vs Porto: Mimpi I Bianconeri untuk Juara Liga Champions Kembali Kandas

gamespool
Juventus vs Porto: Mimpi I Bianconeri untuk Juara Liga Champions Kembali Kandas 79

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Juventus vs Porto. Laga berjalan dramatis, Porto bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54. Namun Dragoes berhasil menahan laga 2-1 dan memaksa laga sampai extra time. Sergio Oliviera berhasil mencetak gol di extra time walaupun berhasil dibalas dan membuat Porto unggul gol tandang.

Agustin Marchesin melakukan penyelamatan brilian pada menit ke-2. Juan Cuadrado memberi umpan lambung ke Alvaro Morata, namun sundulannya bisa ditepis Marchesin.

Giliran Porto dapat dua peluang emas sekaligus pada menit ke-6. Tendangan Mehdi Taremi berhasil diblok Leo Bonucci di depan gawang, bola kembali mengarah ke arahnya dan dia langsung menyundul bola, tapi membentur mistar gawang.

Dragones dapat penalti pada menit ke-17 Merih Demiral karena melanggar Taremi di kotak terlarang. Sergio Oliveira yang menjadi algojo sukses mengeksekusi tendangan.

Marchesin kembali menyelamatkan gawang Porto pada menit ke-26 Morata kembali berhasil mendapatkan umpan lambung dari Cuadrado, kali ini dia melakukan kontrol dan menendang bola, tapi Marchesin kembali mengamankan.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Juventus mencetak gol pada menit ke-48. Cristiano Ronaldo menerima umpan dari tengah dan dia membiarkan Federico Chiesa yang bergerak dari kiri menendang bola dan masuk ke gawang Marche.

Porto harus bermain dengan 10 orang apda menit ke-54. Mehdi Taremi mendapatkan kartu kuning kedua karena dia membuang bola setelah wasit meniup peluit karena Moussa Marega berada pada posisi offside.

Chiesa mendapat peluang emas pada menit ke-57 setelah dia berhasil melewati kiper Marche, namun Pepe langsung meng-cover pergerakan Chiesa dan memaksa bola membentur tiang gawang.

Namun pada menit ke-62, Chiesa akhirnya berhasil mencetak gol lagi. Cuadrado memberi umpan lambung dan mantan pemain Fiorentina itu sukses menyundul bola masuk ke gawang.

Alvaro Morata berhasil mencetak gol pada menit ke-90. Namun gol dianulir karena dia berada pada posisi offside. Dua menit kemudian giliran Cuadrado dapat kesempatan, namun tendangan kaki kirinya membentur mistar gawang.

Babak kedua berakhir dengan skor 2-1. Laga dilanjutkan ke babak tambahan.

Extra Time

Babak pertama kedua tim sama-sama punya peluang, namun tidak ada yang membahayakan gawang masing-masing kiper.

Porto cetak gol di babak kedua dan Sergio Oliviera lagi-lagi. Kali ini lewat tendangan bebas, Oliviera dengan cerdik menendang bola ke bawah pagar betis Juve dan meluncur ke gawang Wojciech Szczesny.

Namun, Juve membalas pada menit ke-116! Federico Bernardeschi memberi umpan lewat sepak pojok dan bisa ditanduk oleh Adrien Rabiot.

Laga Juventus vs Porto berakhir dengan skor 3-2 (agg. 4-4), Porto berhasil lolos lewat aggretivitas gol tandang.

Susunan Pemain Juventus vs Porto:

Juventus (4-4-2): 1-Wojciech Szczesny; 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci (4-Matthijs de Ligt), 28-Merih Demiral, 12-Alex Sandro; 22-Federico Chiesa (33-Federico Bernardeschi), 5-Arthur (44-Dejan Kulusevski), 25-Adrien Rabiot, 8-Aaron Ramsey (14-Weston McKennie); 9-Alvaro Morata, 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Andrea Pirlo.

Porto (4-4-2): 1-Agustin Marchesin; 18-Wilson Manafa, 19-Chancel Mbemba, 3-Pepe, 12-Zaidu Sanusi (7-Luis Diaz); 17-Jesus Corona, 27-Sergio Oliveira (6-Mamadou Loum), 8-Mateus Uribe (16-Marko Grujic), 25-Otavio (32-Malang Sarr); 11-Moussa Marega (29-Antonio Martinez), 9-Mehdi Taremi.

Pelatih: Sergio Conceicao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Sergio Conceicao: Juventus Investasikan Banyak Uang Demi Juara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – FC Porto akan tandang ke Juventus pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (10/3/2021) dinihari WIB. Pelatih Sergio Conceicao mengaku tak gentar menghadapi tuan rumah.

Porto mengantongi kemenangan 2-1 pada leg pertama. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke perempat final.

Sergio Conceicao mengakui laga di stadion Allianz tidak akan mudah untuk anak didiknya. Tapi ia percaya bisa meraih hasil memuaskan.

Juventus - Antonio Cassano - FC Porto - Cristiano Ronaldo - The National
The National

“Kami akan memiliki pendekatan yang sama di pertandingan terakhir, melihat lawan dan diri kami sendiri. Kami ingin meraih hasil positif,” kata mantan pemain Lazio seperti dilansir Football Italia, Selasa (9/3/2021).

Di sisi lain, sang pelatih juga sadar jika Porto kalah kelas dibanding Juventus. Baginya tuan rumah telah menginvestasikan banyak uang untuk menjuarai Liga Champions musim ini.

Kendati demikian, hal tersebut tidak akan membuat timnya ciut. Dia percaya, jika Porto bermain dengan identitas tim yang sesungguhnya mereka bisa mengejutkan Si Nyonya Tua.

“Juventus menginvestasikan banyak uang untuk memenangkan Liga Champions. Tapi kami akan tetap memainkan permainan yang mencerminkan identitas kami,” ia menambahkan.

“Saya melihat pertandingan terakhir mereka dan saya siap menyaksikan tim yang sangat kompetitif dengan banyak pemain kuat di setiap lini. Itu tidak diragukan lagi. Tapi kami juga punya skuat yang bagus,” tutup Sergio Conceicao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Nostalgia Hari Ini: Jose Mourinho Perkenalkan Dirinya kepada Dunia

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Jose Mourinho Perkenalkan Dirinya kepada Dunia 87

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 9 Maret, 17 tahun yang lalu, Jose Mourinho memperkenalkan dirinya kepada Dunia bersama timnya Porto. Mourinho saat itu berhasil menyingkirkan United dari Liga Champions musim 2003-04.

Seperti yang diketahui, momen itu adalah salah satu momen ikonik pertama Mourinho. Momen dimana Jose Mourinho berlari dari bangku cadangan ke tiang corner Old Trafford saat timnya berhasil mencetak gol penentu.

Musim sebelumnya, Mourinho berhasil membawa Porto menjadi juara UEFA Cup. Namun, sama sekali tidak akan ada yang menyangka mereka bakal menjadi juara Liga Champions, apalagi saat mereka bertemu Manchester United di babak 16 besar.

Jalannya Pertandingan

Nostalgia Hari Ini Jose Mourinho Perkenalkan Diri kepada Dunia
fcporto.pt

Porto berhasil mengalahkan United pada leg pertama dengan skor 2-1 di Estadio do Dragao. Mereka hanya butuh setidaknya hasil imbang di leg kedua untuk bisa lolos ke babak perempat final.

Bermain di hadapan 67 ribu penonton di Old Trafford, tentu saja Dragoes akan lebih tertekan. United mengandalkan Ruud van Nistelrooy di depan dan Paul Scholes bermain di belakangnya.

Scholes sudah beberapa kali mengancam, salah satunya lewat tendangan bebas yang melebar. Van Nistelrooy juga sempat lolos dari jebakan offside, namun Jorge Costa mampu menghalanginya.

Barulah serangan United berbuah hasil pada menit ke-32. Ryan Giggs berhasil memberi umpan lambung kepada Scholes yang berhasil menanduk bola masuk ke gawang Vitor Baia. Skor 1-0 dan United bisa lolos dengan agretivitas gol tandang.

Porto setelah itu mendapatkan peluang, Eric Djemba-Djemba melakukan blunder dan bola didapatkan oleh Carlos Alberto, tapi tendangannya bisa ditepis Tim Howard. Scholes sempat mencetak gol lagi sebelum babak pertama berakhir, namun dianulir karena menurut hakim garis, dia berada pada posisi offside.

Jose Mourinho menjuarai Liga Champions bersama FC Porto pada 2003-04.
The Telegraph

Pada babak kedua, laga berjalan lebih stagnan. Kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang, terutama Porto yang harus mencetak gol supaya tidak tersingkir dari kompetisi.

Dan momen itu terjadi tepat di penghujung laga. Lewat tendangan bebas, Benni McCarthy melepaskan tembakan yang bisa ditepis oleh Howard, namun bola liar mengarah ke Costinha yang berhasil menceploskan bola. Seluruh Old Trafford langsung terdiam dan Mourinho langsung berselebrasi dengan para pemainnya di ujung lapangan.

Laga berakhir dengan aggregat 3-2. Porto berhasil lolos ke perempat final dan akhirnya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan AS Monaco 3-0 di partai final. Kemampuan Jose Mourinho yang bisa membawa Porto menjadi juara Liga Champions membuatnya dilirik banyak klub.

Uniknya, Liverpool yang sebenarnya paling tertarik untuk mendatangkannya. Namun akhirnya Jose Mourinho lebih memilih Chelsea, and the rest is history.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Sergio Conceicao Kecewa Juventus Bisa Curi Gol Tandang

gamespool
Sergio Conceicao Kecewa Juventus Bisa Curi Gol Tandang 91

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Porto, Sergio Conceicao, kecewa timnya kebobolan saat melawan Juventus di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, (18/2/21). Mantan pemain Inter itu kecewa karena Porto sebenarnya menguasai pertandingan selama 70 menit sebelum akhirnya kebobolan.

Porto berhasil menang dengan skor 2-1 di kandang melawan Bianconeri. Mereka bermain cukup apik sampai akhirnya kebobolan oleh Federico Chiesa pada menit ke-82. Tentu saja karena hal itu Juve jadi memiliki bekal 1 gol tandang untuk laga leg kedua yang akan diadakan bulan depan di Turin.

Sergio Conceicao Kecewa Juventus Bisa Curi Gol Tandang - Federico Chiesa
Sports Finding

“Sangat mengecewakan kami kebobolan gol itu, karena selama 71 menit kami membuat Juve diam dan menetralisir mereka secara defensif. Kami menekan semua kekuatan Juve, termasuk Adrien Rabiot di tengah, sementara Chiesa sangat pandai memotong ke dalam dan mengambil pemain. Ronaldo luar biasa di dalam kotak penalti,” ucap Conceicao seperti dilansir Football5Star.com, dari Sky Sport Italia.

Conceicao mengakui timnya membuat kesalahan pada gol Chiesa dan hal itu tidak boleh terjadi di pertandingan melawan tim sekelas Juventus.

“Porto secara strategi luar biasa malam ini, tetapi kami baru setengah jalan. Kami harus sekuat ini di setiap momen pertandingan untuk mencapai perempat final. Kami melakukan dua atau tiga kesalahan di gol yang kami kebobolan. Ada permainan lain yang harus dimainkan, kami harus melanjutkan di level ini, tetap fokus setiap saat, karena pada kesalahan sekecil apa pun, Anda berisiko kebobolan,’ kata Conceicao.

Sergio Conceicao melanjutkan, “Itulah yang terjadi, karena selama sekitar 70 menit Juve tidak menciptakan satu peluang pun. Moussa Marega berhasil memblokir Rabiot, kami memblokir pemain Juve lainnya untuk menghentikan mereka menciptakan permainan dari belakang. Penampilan kami tidak spektakuler, karena kami harus lebih bertahan daripada menyerang, tetapi pada level ini melawan Juve, itulah yang harus Anda lakukan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Andrea Pirlo: Kebobolan Cepat Buat Pemain Kehilangan Kepercayaan Diri

gamespool
Andrea Pirlo: Kebobolan Cepat Buat Pemain Kehilangan Kepercayaan Diri 95

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Andrea Pirlo menyayangkan gol pertama yang diciptakan Porto ke gawang timnya di laga Liga Champions, Kamis (18/2/21). Pirlo menyebut gol itu membuat para pemainnya kehilangan kepercayaan diri.

Juventus harus takluk di leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Porto dengan skor 2-1. Porto langsung mencetak gol pada menit pertama setelah Rodrigo Bentancur salah memberi umpan back pass dan dipotong oleh Mehdi Teremi.

“Ketika Anda kebobolan gol setelah satu menit, yang juga aneh, wajar saja para pemain akan kehilangan kepercayaan diri, terutama melawan tim yang tahu bagaimana caranya bermain bertahan,” ucap Pirlo seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Andrea Pirlo Kebobolan Cepat Buat Pemain Kehilangan Kepercayaan Diri
The Irish Sun

Pirlo melanjutkan, “Porto segera mendapatkan permainan di jalur yang mereka inginkan. Dengan daftar pertandingan yang padat, itu normal Anda tidak selalu dapat mempertahankan fokus dan tempo yang tepat, tetapi itu seharusnya tidak terjadi di babak 16 besar Liga Champions.”

Bukan hanya kalah, Juventus juga mendapatkan kabar buruk lainnya. Giorgio Chiellini menderita cedera di laga itu dan digantikan oleh Merih Demiral. Matthijs de Ligt juga terlihat kesakitan di penghujung laga dan Danilo terkena suspensi.

“Matthijs De Ligt baru saja mengalami kram. Chiellini memiliki masalah di betisnya dan Morata tidak dalam kondisi yang baik sebelumnya, lalu sakit di bagian akhir juga, jadi kita lihat,” kata Pirlo.

Pasukan Andrea Pirlo akan kembali bermain di Serie A melawan Crotone, Selasa (23/2/21). Sedangkan leg kedua babak 16 besar akan diadakan pada 10 Maret.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Porto vs Juventus: Ronaldo Mandul, I Bianconeri Takluk pada Leg Pertama

gamespool
Porto vs Juventus: Ronaldo Mandul, I Bianconeri Takluk pada Leg Pertama 98

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada babak 16 besar Liga Champions leg pertama yang mempertemukan Porto vs Juventus. Bianconeri takluk dengan skor 2-1.

Menit pertama Juventus malah kebobolan lewat blunder. Rodrigo Bentancur memberi back pass kepada Wojciech Szczesny dan Mehdi Taremi berhasil memotong bola dan masuk ke gawang.

Juventus baru dapat kesempatan bagus pada menit ke-41, umpan lambung dari Bentancur menciptakan kemelut dan Adrien Rabiot berhasil melepaskan tendangan salto, tapi Agustin Marchesin berhasil menepis tendangan.

Babak pertama Porto vs Juventus berakhir dengan skor 1-0.

Setelah kebobolan pada menit pertama babak pertama, Juve kembali kebobolan di menit pertama babak kedua. Wilson Manafa melakukan penetrasi dan memberi umpan ke Moussa Marega yang berhasil memasukkan bola ke gawang Szczesny.

Porto hampir mencetak gol ketiga pada menit ke-51. Sergio Oliveira melakukan solo run dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, tapi bisa ditepis oleh kiper.

Juve dapat kesempatan pada menit ke-70. Cristiano Ronaldo memberi umpan ke Federico Chiesa yang tendangannya terdeflek Pepe, tapi Marchesin berhasil menepisnya.

Bianconeri akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-82. Adrien Rabiot memberi umpan cutback ke Chiesa yang dengan tenang memasukkan bola.

Drama terjadi di penghujung laga ketika Ronaldo dijatuhkan di kotak terlarang. Tapi wasit tidak menunjuk titik putih. Laga Porto vs Juventus berakhir dengan skor 2-1.

Susunan Pemain Porto vs Juventus

Porto (4-4-2): 1-Agustin Marchesin; 18-Wilson Manafa, 19-Chancel Mbemba, 3-Pepe, 12-Zaidu Sanusi; 17-Jesus Corona (6-Mamadou Ndiaye), 8-Mateus Uribe, 27-Sergio Oliveira (85-Chico Conceciao), 25-Otavio (7-Luis Diaz); 11-Moussa Marega (16-Marko Grujic), 9-Mehdi Taremi.

Pelatih: Sergio Conceciao.

Juventus (4-4-2): 1-Wojciech Szczesny; 13-Danilo, 3-Giorgio Chiellini (28-Merih Demiral), 4-Matthijs de Ligt, 12-Alex Sandro; 22-Federico Chiesa, 30-Rodrigo Bentancur, 25-Adrien Rabiot, 14-Weston McKennie (9-Alvaro Morata); 44-Dejan Kulusevski (8-Aaron Ramsey), 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Andrea Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Andrea Pirlo Samakan Porto dengan Atletico Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Andrea Pirlo pantang jemawa jelang Porto vs Juventus pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2/2021) dinihari WIB. Ia menilai tuan rumah sebagai lawan yang sangat tangguh.

Bagi Andrea Pirlo, kekuatan utama Porto berada di lini belakang yang kokoh. Bahkan menurutnya gaya permainan raksasa Portugal sama seperti Atletico Madrid.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Mereka adalah tim yang bertahan dengan baik. sangat kompak, gaya bermain seperti Atletico Madrid,” kata legenda Italia seperti dikutip Football5star dri Football Italia, Selasa (17/2/2021).

Andrea Pirlo menyebut kelolosan Juventus ke final Coppa Italia sesuai rencananya.
raisport.rai.it

“Ini akan membutuhkan kesabaran dan kami tidak bisa memaksakan permainan karena mereka punya pemain yang bagus untuk melakukan serangan balik,” sambungnya.

Ujian bagi Juventus kian berat di stadion do Dragao. Pasalnya mereka tidak akan diperkuat Leonardo Bonucci dan paulo Dybala. Belum lagi soal Alvaro Morata yang mulai kehilangan insting mencetak gol.

“Bonucci dan Dybala tidak tersedia untuk laga besok. Tapi mereka akan tetap pergi bersama kami karena mereka ingin bersama tim,” ia mengungkapkan.

“Morata tidak dalam periode terbaik, tapi kami tahu dia seperti apa. Terkadang dia mengalami masa di mana dirinya tidak melakukan tugas dengan baik. Dalam periode terakhir dia mengalami beberapa masalah tapi di senang,” tambah Pirlo.

“Secara keseluruhan dia baik-baik saja. Morata hanya perlu mencetak gol lagi,” tutup Andrea Pirlo.  

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Liga Champions: Tandang ke Porto, Ronaldo Pasang Target Tinggi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus akan tandang ke Porto pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2/2021) dinihari WIB. Pertandingan di stadion do Dragao sudah sangat dinantikan oleh Cristiano Ronaldo.

Berasal dari Portugal, Ronaldo sangat paham ancaman yang dimiliki Porto. Maka dari itu dia tidak ingin Juventus lengah.

Dia beharap Si Nyonya Tua fokus 100 persen demi meraih kemenangan. Apalagi ia menjadikan laga ini sebagai titik awal menuju final Liga Champions.

Gol Cristiano Ronaldo membawa Juventus menang atas Napoli pada Supercoppa Italia dan jadi gelar pertama Andrea Pirlo.
Getty Images

“Besok kami memiliki pertandingan yang sangat penting melawan tim yang sangat kuat. Saya hanya bisa berharap bahwa ini awal dari perjalanan panjang yang ingin kami tempuh hingga final,” tulis sang mega bintang di Twitter.

“Menghormati lawan, ambisi untuk meraih kemenangan dan fokus 100 persen adalah tujuan kami pada laga ini,” sambung kapten timnas Portugal.

Juventus patut jemawa pada laga kali ini. Sebab mereka tak pernah kalah kala bersua Porto. Dari enam pertemuan mereka meraih lima kemenangan. Bukan itu saja, dua lawatan terakhir ke do Dragao, gawang Juve tak pernah kebobolan.

Adapun Ronaldo juga punya memori indah kala tandang ke stadion do Dragao. Ia pernah mencetak gol spektakuler di sana.

Momen itu terjadi 2009 silam ketika pemain 36 tahun masih memperkuat Manchester United. Tendangan kerasnya dari tengah lapangan jadi penentu kemenangan Setan Merah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Porto vs Juventus: Memori Indah Conceicao Kalahkan Juve di Turin

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Porto vs Juventus pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2/2021) diinihari WIB sangat dinantikan oleh Sergio Conceicao. Sebagai pelatih, ini pertama kalinya dia menghadapi juara Italia.

Akan tetapi, semasa bermain Sergio Conceicao sudah beberapa kali menghadapi Juventus. Dari sekian pertandingan, ada satu memori indah yang masih dikenang hingga sekarang.

“Saya ingat gelar pertama saya didapat di Turin melawan Juve yang mememiliki Zinediene Zidane dan Alessandro Del Piero. Saya mencetak gol untuk Lazio dan menang 2-1,” kata pelatih Porto kepada Sky Sport Italia, Selasa (16/2/2021).

sergio conceicao youtube
youtube

“Italia adalah negara kedua saya dan saya sangat bahagia berada di sana. mungkin saya tidak terllalu senang dengan karier di Inter, tapi saya tetap memiliki kenangan yang indah,” ia menambahkan.

Sergio Conceicao menghabiskan waktu selama enam tahun di Italia. Ia memperkuat Lazio, Inter Milan dan Parma. Bersama Lazio lah ia mencapai kesuksesan dengan memenangkan enam gelar. Termasuk scudetto musim 1999-2000.

Dan sekarang berstatus sebagai pelatih FC Porto, pria 46 tahun mencoba peruntungannya kala menjamu Juventus yang diasuh Andrea Pirlo. Upaya tersebut tidaklah mudah, apalagi di Liga Portugal timnya lagi terseok-seok.

“Kami tidak melakukannya dengan baik di liga karena kami terlalu memberi banyak ruang untuk lawan. Tapi kami sudah jauh lebih kuat dalam bertahan dan menyerang di Liga Champions,” tutup Conceicao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Prediksi: Porto vs Juventus

cover Porto vs Juventus

GamesPools GIF

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Porto 1-2 Juventus
ScorePredictor
Porto 1-2 Juventus
Predictz
Porto 1-1 Juventus
FOOTBALL5STAR
Porto 0-3 Juventus
Stadion do Dragao, Kamis (18/2/2021) Pukul 03.00 Dinihari WIB (Vidio)

Football5Star.com, Indonesia – Stadion do Dragao akan membara saat menghelat laga Porto vs Juventus. Laga ini sangatlah penting untuk raksasa Italia.

Juventus harus menang guna mengembalikan kepercayaan diri. Ya, mereka baru saja menelan kekalahan dari Napoli di Serie A.

Andrea Pirlo telah menyiapkan skuat terbaiknya pada laga ini. Trio lini depan seperti Cristiano Ronaldo, Alvaro Morata, dan paulo Dybala siap dimainkan.

Adapun Porto masih penasaran dengan 16 besar Liga Champions. Maklum saja, perjalanan mereka selalu terhenti di 16 besar dalam dua musim terakhir.

REKOR PERTEMUAN

head to head Porto vs Juventus

TREN PERFORMA

Lima laga terakhir Porto vs Juventus

GamesPools GIF

STATISTIK MENARIK
  • Rekor kandang Porto musim ini: 12 menang, 2 imbang, 1 kalah.
  • Raksasa Portugal hanya mampu meraih hasil imbang pada 4 pertandingan terakhir.
  • Anak asuh Sergio Conceicao tak pernah kebobolan pada laga kandang di Liga Champions.
  • Rekor tandang Juventus musim ini: 9 menang, 4 imbang, 2 kalah.
  • Juve menyapu bersih 3 laga tandang Liga Champions musim ini dengan kemenangan.
  • Juve selalu cetak 2 gol atau lebih pada laga tandang Liga Champions musim ini.
  • Si Nyonya Tua tak pernah kalah saat berjumpa Porto.
  • Si Nyonya Tua selalu cleansheet ketika tandang ke stadion do Dragao.
PELATIH
  • Ini kali pertama Sergio Conceicao dan Andrea Pirlo bertemu.
  • Sergio Conceicao belum pernah menghadapi Juve.
  • Pirlo juga belum pernah melawan Porto.
WASIT
  • Laga Porto vs Juventus akan dipimpin wasit asal Spanyol, Carlos Del Cerro Grande.
  • Sepanjang 2021, tim berstatus tuan rumah belum pernah menang saat Carlos Del Cerro Grande memimpin pertandingan.
  • Cerro Grande baru sekali pimpin laga Juve dan hasilnya imbang.
  • Ini pertama kalinya wasit 44 tahun memimpin pertandingan Porto.
PEMAIN KUNCI

PORTO:

Top Scorer: Sergio Oliveira (4 gol)

Top Assist: Corona (2 assist)

Top Rating: Zaidu Sanusi (7,27)

JUVENTUS:

Top Scorer: Alvaro Morata (6 gol)

Top Assist: Juan Cuadrado (5 assist)

Top Rating: Alvaro Morata (7,81)

BERITA KEDUA TIM
  • Sergio Conceicao sudah bisa menurunkan Zaidu Sanusi sebagai starter.
  • Bek gaek, Pepe, akan mengawal lini belakang tuan rumah.
  • Moussa Marega dan Mehdi Taremi akan diandalkan sebagai ujung tombak.
  • Andrea Pirlo tetap mempertahankan skema 4-4-2 pada laga ini.
  • Federico Chiesa dan Weston McKennie kembali dipercaya sebagai starter.
  • Juve kehilangan Arthur, Juan Cuadrado, dan Aaron Ramsey yang alami cedera.
PRAKIRAAN FORMASI

line up Porto vs Juventus

Saat Cristiano Ronaldo Cetak Gol Spektakuler Lawan Porto 12 Tahun Lalu

gamespool
Saat Cristiano Ronaldo Cetak Gol Spektakuler Lawan Porto 12 Tahun Lalu 117

Football5Star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo akan bertemu Porto di babak 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2/21). Laga ini akan spesial untuknya, bukan hanya karena Porto merupakan rival mantan klubnya, Sporting, tetapi juga apa yang dia lakukan saat terakhir kali melawan mereka.

Laga leg pertama Porto vs Juventus akan diadakan di Estadio Do Dragao. Laga itu akan menjadi pertemuan ke-7 megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo melawan Porto. Tapi, Ronaldo sebenarnya tak memiliki rekor yang bagus saat bertemu Porto.

Ronaldo pertama kali bertemu Porto pada Januari 2003 saat memperkuat Sporting, saat itu dia menjadi pemain pengganti masuk pada menit ke-71. Sporting kalah 1-0. Pada pertemuan kedua bulan Juni, Ronaldo menjadi starter dan timnya kalah 2-0.

Dia pindah ke Manchester United pada musim depannya dan bertemu lagi pada babak 16 besar Liga Champions musim 2003-04. Salah satu pertandingan ikonik di Liga Champions di mana Porto lolos berkat gol Costinha di penghujung laga leg kedua dan pelatih Jose Mourinho berlari ke ujung lapangan. Ronaldo bermain di kedua leg sebagai pemain pengganti, pertemuan pertama United kalah 2-1 dan 1-1 di pertemuan kedua.

Ronaldo bertemu Porto kembali di perempat final Liga Champions musim 2008-09 dengan status pemain terbaik dunia. Tapi, status itu tak berlaku pada leg pertama, United tertahan imbang 2-2 di Old Trafford dan Ronaldo tak tampil begitu baik di laga itu.

Tapi Ronaldo menunjukkan kemampuannya saat leg kedua. United berhasil menang 1-0 berkat gol spektakuler Ronaldo pada menit ke-6. CR7 melepaskan tembakan keras dari jarak 40 meter dan masuk ke gawang Helton.

Gol itu merupakan yang pertama bagi Ronaldo dan juga kemenangan pertamanya melawan Porto setelah 6 pertandingan. Gol itu juga dinobatkan menjadi gol terbaik di penghargaan FIFA Puskas Award 2009. Cristiano Ronaldo tak pernah bertemu Porto lagi semenjak itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Nostalgia Hari Ini: Awal Kesempurnaan Jose Mourinho di FC Porto

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sudah hampir 20 tahun Jose Mourinho menyandang status sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Maklum saja, selama ini dia meraih banyak gelar.

Di balik sukses besar yang diraih bersama klub-klub top seperti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United, cerita kehebatan Jose Mourinho sudah dimulai sejak menukangi FC Porto.

Bukan perjalanan mudah pula untuk Mourinho menukangi FC Porto. Sudah bergabung sejak 1994 silam, ketika itu ia baru menjabat sebagai asisten Sir Bobby Robson.

mourinho bobby robson thesun
thesun.co.uk

Selama menjadi orang kedua, pria kelahiran Setubal sosok setia. Dia selalu mengikuti ke mana Sir Bobby Robson pergi. Mulai dari Sporting Lisbon, FC Porto, hingga ke Barcelona.

Menghabiskan waktu 10 tahun sebagai asisten Sir Bobby Robson, Mourinho akhirnya berani menentukan nasibnya sendiri. Sempat menukangi Benfica dan Leiria, dia kemudian memutuskan kembali ke klub yang pernah mempekerjakannya, Porto.

Tepat pada hari ini 19 tahun silam, Jose Mourinho ditujuk sebagai pelatih kepala raksasa Portugal. Ia menggantikan Octavio Machado yang dipecat pada musim dingin.

Mou, begitu sapaan akrabnya, mendapat tugas berat di stadion Do Dragao. Ia dituntut memperbaiki posisi di klasemen setelah merosot ke urutan kelima bersama Octavio Machado.

Jose Mourinho Juara Liga Champions

Ujian pertama Mou berjalan apik. Dia membawa Vitor Baia dkk menang 2-1 atas Maritimo. Peruntungan terus berlanjut hingga dia mencatatkan enam kemenangan beruntun.

Masuk di paruh musim saat tim berada di peringkat kelima, ia berhasil membawa Porto bertengger di urutan ketiga di akhir musim. Setelah itu, apa yang digapai Mourinho adalah sejarah.

Pada musim pertamanya menukangi Porto secara penuh, klub pemilik 29 gelar Liga Portugal menggila. Mereka meraih treble winner dengan memenangkan Liga Portugal, Piala Portugal, serta Piala UEFA.

jose mourinho pinterest
pinterest

Dewi fortuna kian lengket dengan Porto pada musim 2003-2004. Tidak ada yang membayangkan sebelumnya jika mereka mampu menutup musim dengan status juara Liga Champions.

Yang lebih mencengangkan, FC Porto menyingkirkan lawan-lawan hebat seperti Real Madrid dan Manchester United. Dan di final mereka mengandaskan perlawanan tim kejutan lainnya, AS Monaco, dengan skor 3-0.

Kesuksesan ini membuat nama Jose Mourinho dikaitkan dengan banyak klub top Eropa. Semusim kemudian ia pun menerima pinangan Chelsea. Dan ketika Porto mulai meredup seiring kepergian sang nakhoda, The Special One kian bersinar di perantauan hingga sekarang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

FC Porto vs Manchester City: The Cityzens Belum Terkalahkan

gamespool
FC Porto vs Manchester City: The Cityzens Belum Terkalahkan 125

Football5star.com, Indonesia – Matchday kelima babak fase grup C Liga Champions antara FC Porto vs Manchester City di Stadion Dragao, Rabu (2/12/2020) berakhir imbang tanpa gol. Hasil ini membuat The Cityzens masih belum terkalahkan di babak fase grup Liga Champions.

Pada babak pertama, Porto sebagai tuan rumah berinisiatif untuk membangun serangan. Anak asuh Sergio Conceicao itu berusaha untuk membobol gawang Manchester City yang dikawal Ederson.

FC Porto vs Manchester City

Memasuki pertengahan babak pertama, City berbalik menguasai permainan. Lini depan City beberapa kali mendapat peluang bagus untuk bisa mencetak gol. Sayangnya hingga akhir babak pertama tak ada gol yang tercipta.

Pada babak kedua, The Cityzens terus mengurung lini belakang FC Porto. Dominasi City terlihat jelas pada laga ini. Ferran Torres dkk mampu lepaskan 14 kali sepakan sedangkan tuan rumah hanya mampu lepaskan 2 sepakan.

Pada menit ke-80, Gabriel Jesus sempat mencetak gol sayangnya wasit menganulir gol tersebut setelah melihat VAR. Skor imbang tanpa gol ini bertahan hingga akhir babak kedua.

Susunan pemain kedua tim:

FC Porto: André Onana (Gk); Noussair Mazraoui, Perr Schuurs, Daley Blind, Nicolás Tagliafico; Edson Álvarez, Davy Klaassen, Ryan Gravenberch; Antony Santos, (c) Dušan Tadić, David Neres.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Sérgio Conceição

Manchester City: Ederson (Gk); João Cancelo, Rúben Dias, Eric García, Oleksandr Zinchenko; Rodri, (c) Fernandinho; Bernardo Silva, Raheem Sterling, Phil Foden; Ferrán Torres.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Pep Guardiola

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]