Hasil Italia vs Irlandia Utara: Gli Azzurri Pertahankan Rekor 100 Persen

gamespool
Hasil Italia vs Irlandia Utara: Gli Azzurri Pertahankan Rekor 100 Persen 5

Football5star.com Indonesia – Timnas Italia memulai perjalanan di grup C Pra-Piala Dunia 2022 dengan kemenangan 2-0 atas timnas Irlandia Utara. Domenico Berardi dan Ciro Immobile menjadi pencetak gol dalam laga Italia vs Irlandia Utara di Stadion Ennio Tardini, Jumat (26/3) dini hari WIB.

Hasil ini sekaligus membuat rekor timnas Italia tetap 100 persen setiap menjamu timnas Irlandia Utara. Kebetulan, dilkutip Football5star.com dari Twitter @OptaPaolo Irlandia Utara menjadi lawan paling sering dihadapi Gli Azzurri di kandang dengan raihan 7 kemenangan dari 7 laga.

Italia vs Irlandia Utara Pra Piala Dunia 2022 - Twitter @azzurri
Twitter @azzurri

Bermain di kandang sendiri, Italia tampil agresif sejak awal pertandingan. Anak asuh Roberto Mancini mengambil inisiatif menyerang dan mengurung daerah pertahanan Irlandia Utara.

Serangan bergelombang yang dilancarkan Italia langsung membuahkan hasil pada menit ke-14. Umpan terobosan Alessandro Florenzi diterima Domenico Berardi yang langsung melesakkan bola ke gawang dengan sepakan kaki kiri dari sudut sempit.

Gol cepat yang dicetak Domenico Berardi tak lantas membuat Gli Azzurri kendur. Bahkan, serangan mereka semakin agresif. Beberapa kali upaya tuan rumah menghasilkan peluang emas mencetak gol kedua meski masih bisa digagalkan kiper Bailey Peacock-Farrell.

Gol kedua yang dinanti timnas Italia akhirna lahir ketika pertandingan memasuk menit ke-39. Kali ini giliran Ciro Immobile yang mencatatkan nama di papan skor usai mengonversi assist matang dari Lorenzi Insigne.

Gol Ciro Immobile sekaligus menuntaskan perlawanan timnas Irlandia Utara pada separuh pertama pertandingan. Hingga wasit Ali Palabıyık asal Turki meniup peluit tanda babak pertama usai, skor 2-0 bertahan pada laga Italia vs Irlandia Utara.

Ciro Immobile Italia vs Irlandia Utara Pra Piala Dunia 2022 - Twitter @azzurri
Twitter @azzurri

Jual-Beli Serangan Pada Babak Kedua

Selepas turun minum, timnas Italia masih memeragakan permainan agresif. Hanya saja, Irlandia Utara mulai berani tampil terbuka dan meningkatkan intensitas menyerang demi mengejar deifisit dua gol.

Bahkan, pada menit ke-56 kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, dipaksa melakukan dua penyelamatan terhadap peluang Irlandia Utara. Aksi kiper AC Milan itu menggagalkan upaya beruntun Gavin Whyte dan Michael Smith untuk mencetak gol pertama tim tamu.

Keberanian tim tamu untuk tampil lebih menyerang membuat duel Italia vs Irlandia Utara menjadi lebih sengit pada babak kedua. Jual beli serangan kerap diperagakan kedua tim sepanjang paruh kedua.

Tiga menit jelang waktu normal babak kedua usai, timnas Irlandia Utara mendapat peluang emas lagi melalui Patrick McNair. Akan tetapi, bola hasil sepakannya masih melambung tipis di atas gawang Gianluigi Donnarumma.

Timnas Italia akhirnya bisa mengamankan gawangnya dari kebobolan sampai pertandingan tuntas. Dua gol yang tercipta pada babak pertama tetap bertahan dalam pertandingan Italia vs Irlandia Utara.

Berkat kemenangan ini, timnas Italia kini menempati peringkat kedua klasemen grup C Pra-Piala Dunia 2022 dengan tiga poin. Mereka cuma kalah selisih gol dari Swiss, yang pada saat bersamaan menang 3-1 atas Bulgaria.

SUSUNAN PEMAIN ITALIA vs IRLANDIA UTARA:

ITALIA (4-3-3): 21-Gianluigi Donnarumma; 16-Alessandro Florenzi, 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini, 13-Emerson Palmieri (Leonardo Spinazzola 75); 7-Lorenzo Pellegrini (Nicolo Barella 63), 5-Manuel Locatelli (Matteo Pessina 84), 6-Marco Verratti; 11-Domenico Berardi Federico Chiesa 75), 17-Ciro Immobile, 10-Lorenzo Insigne (Vincenzo Grifo 84)
Pelatih: Roberto Mancini

IRLANDIA UTARA (4-1-3-2): 1-Bailey Peacock-Farrell; 19-Michael Smith, 5-Jonny Evans, 20-Craig Cathcart, 14-Stuart Dallas; 17-Patrick McNair, 13-Corry Evans (George Saville 46), 8-Steven Davis, 16-Alistair McCann (Jordan Thompson 78); 18-Gavin Whyte (Shayne Lavery 63), 21-Josh Magennis (Kyle Lafferty 78)
Pelatih: Ian Baraclough

Kartu Kuning: George Saville 48, ordan Thompson 90 (Irlandia Utara)
Wasit: Ali Palabıyık (Turki)

Hasil Turki vs Belanda: Hat-trick Burak Yilmaz Hancurkan De Oranje

gamespool
Hasil Turki vs Belanda: Hat-trick Burak Yilmaz Hancurkan De Oranje 10

Football5star.com Indonesia – Timnas Belanda menderita kekalahan 2-4 di kandang timnas Turki, pada laga perdana Pra-Piala Dunia 2022 Zona Eropa grup G. Burak Yilmaz menjadi protagonis dengan torehan hat-trick dalam laga Turki vs Belanda di Stadion Olimpiade Ataturk, Kamis (25/3/2021) dini hari WIB

Bermain di kandang sendiri, Timnas Turki memang tampil dominan. Anak asuh Senol Gunes tersebut sudah unggul saat pertandingan memasuki menit ke-15.

Burak Yilmaz yang berdiri di luar kotak penalti menerima umpan dari Hakan Calhanoglu. Yilmaz menembakkan bola dengan keras hingga bersarang nyaman di gawang Belanda yang dikawal kiper Tim Krul.

Timnas Turki bahkan bisa menambah keunggulan pada menit ke-34. Pelanggaran Donyell Malen dengan menjatuhkan Okay Yokuslu berbuah penalti dari wasit Michael Oliver. Burak Yilmaz yang maju sebagai eksekutor berhasil membawa Turki unggul 2-0 atas Belanda.

Pada babak pertama ini, Belanda tak berdaya memendung tuan rumah. Dua gol Burak Yilmaz menjadi pembeda dalam duel Turki vs Belanda sampai paruh pertama usai.

Turki vs Belanda Pra-Piala Dunia 2022 - Twitter @IntChampionsCup
Twitter @IntChampionsCup

Selepas jeda, Turki tetap tampil agresif. Hasilnya, mereka kembali menambah keunggulan semenit setelah wasit meniup peluit tanda babak pertama dimulai. Kali ini, Hakan Calhanoglu mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan Umut Meras menjadi gol.

Timnas Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-75 lewat aksi pemain pengganti, Davy Klaassen. Gol diawali umpan lambung Memphis Depay yang disambar Klaassen guna mengoyak gawang Ugurcan Cakir.

Asa Timnas Belanda sempat bangkit setelah bisa mencetak gol kedua semenit berselang. Kali ini gol dilesakkan penyerang Sevilla, Luuk De Jong, pada menit ke-76.

Akan tetapi, asa itu kembali menguap selepas Burak Yilmaz mencatat hat-trick pada menit ke-81. Bola hasil tendangan bebasnya dengan mulus melayang melewati pagar betis dan bersarang di gawang Tim Krul.

Pada injury time, De Oranje sebenarnya sempat mendapat hadiah penalti setelah Matthijs de Ligt dilanggar Ozan Kabak. Namun, Memphis Depay yang ditunjuk sebagai algojo gagal menceploskan bola ke gawang Turki.

Alhasil, pertandingan Turki vs Belanda berakhir dengan skor 4-2. Hasil ini membuat Turki untuk sementara memimpin klasemen grup G Pra-Piala Dunia 2022 dengan tiga poin dari satu kemenangan, sedangkan Belanda menghuni dasar klasemen.

Turki vs Belanda Pra-Piala Dunia 2022 - Twitter @@cakirugurcan96
Twitter @@cakirugurcan96

SUSUNAN PEMAIN TURKI vs BELANDA

Turki (4-1-4-1): 23-Ugurcan Cakir (PG); 2-Zeki Celik, 4-Caglar Soyuncu, 13-Umut Meras, 15-Ozan Kabak, 5-Okay Yokuslu, 19-Karaman (22-Kaan Ayhan 79′), 6-Ozan Tufan (14-Taylan Antalyali 64′), 10-Hakan Calhanoglu (16-Enes Unal 78′), 11-Yusuf Yazici (18-Caner Erkin 64′), 17-Burak Yilmaz (20-Deniz Turuc 90′).
Pelatih: Senol Gunes.

Belanda (4-2-3-1): 13-Tim Krul; 2-Kenny Tete (22-Denzel Dumfries 69′), 3-Matthijs De Ligt, 5-Owen Wijndal (12-Patrick van Aanholrt 82′), 17-Daley Blind (14-Ryan Gravenberch 82′), 8-Georginio Wijnaldum, 15-Marten de Roon (19-Luuk de Jong 62′), 21-Frenkie de Jong, 10-Memphis Depay, 11-Steven Berghuis, 18-Donyell Malen (6-Davy Klaassen 69′).
Pelatih: Frank de Boer

Wasit: Michael Oliver (Inggris)

Baru Awal Tahun, Park Hang-seo Sudah Kirim Ancaman kepada Shin Tae-yong

gamespool
Baru Awal Tahun, Park Hang-seo Sudah Kirim Ancaman kepada Shin Tae-yong 15

Football5star.com Indonesia – Pelatih timnas Vietnam, Park-Hang-seo, mulai menebar ancaman kepada timnas Indonesia yang diasuh koleganya, Shin Tae-yong. Bukan di Piala AFF, Vietnam justru siap menaklukkan timnas Indonesia dalam lanjutan Pra-PIala Dunia 2022 zona Asia.

Saat ini, Park-Hang-seo memang lebih memprioritaskan lanjutan Pra-Piala Dunia 2022 ketimbang memikirkan PIala AFF 2021. Apalagi, Piala AFF tahun ini baru akan berlangsung pada akhir tahun.

Park Hang-seo urung beradu taktik dengan Shin Tae-yong setelah timnas U-22 Vietnam batal ikuti Turnamen Toulon.
thethao247.vn

Sementara untuk lanjutan Pra-Piala Dunia 2022 zona Asia, timnas Vietnam tengah memimpin grup G mengungguli Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Vietnam berpeluang besar lolos ke babak ketiga Pra-Piala Dunia 2022 sekaligus ke Piala Asia 2023.

“Saya rasa ekspektasi para penggemar Vietnam semakin meningkat. Saya merasa bertanggung jawab. Kami memilki agenda Piala AFF tahun ini. Namun, hasrat terbesarnya bukan itu. Saya ingin meraih hasil baik pada tiga pertandingan sisa pada kualifikasi Piala Dunia 2022. Target kami adalah dua kemenangan lagi,” ucap Park-Hang-seo, dikutip Football5star.com dari Zingnews.

Timnas Vietnam Bidik Kemenangan atas Indonesia

Timnas Vietnam saat ini sudah menjalani lima pertandingan dengan hasil 3 kemenangan, 2 seri, dan belum terkalahkan. Mereka unggul dua poin dari Malaysia yang menguntit di peringkat kedua.

Dalam tiga pertadingan sisa di grup G, anak asuh Park-Hang-seo akan menghadapi Malaysia, Indonesia, dan Uni Emirat Arab. Satu-satunya pertandingan kandang dalam tiga jadwal tersisa Vietnam itu adalah menghadapi Indonesia.

Artinya, Park-Hang-seo mengisyaratkan bahwa target dua kemenangan dalam tiga laga sisa salah satunya adalah ketika menjamu anak asuh Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong - Timnas U-19 Indonesia - @pssi
pssi.org

Sementara satu kemenangan lain tentunya ketika melawat ke markas Malaysia, demi memperlebar jarak di klasemen grup G. Dengan dua kemenangan, peluang Vietnam untuk lolos ke babak terakhir Pra-Piala Dunia 2022 akan terbuka lebar.

“Timnas Vietnam belum pernah mencapai babak akhir Pra-Piala Dunia, jadi saya ingin meraihnya. Kami mendengar skema bahwa jadwal sisa kualifikasi akan digelar di tempat netral. Jika benar, itu bukan hal yang buurk. Sisa jadwal memang berat, tapi saya percaya diri menghadapi tantangan,” bilang Park-Hang-seo lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang Malaysia vs Indonesia: Rekor Wasit Untungkan Tuan Rumah

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Misi berat akan dijalani timnas Indonesia saat melawan Malaysia, Selasa (19/11/2019). Tanpa Simon Mcmenemy yang seharusnya masih memimpin tim, laga pun digelar di Stadion Bukit Jalil, markas sang lawan. Lalu, laga Malaysia vs Indonesia nanti akan diwasiti Alireza Faghani.

Faktor wasit membuat misi timnas Indonesia yang kini ditangani Yeyen Tumena kian berat. Itu karena timnas Malaysia punya rekor kandang apik saat dipimpin wasit Alireza Faghani.

Secara keseluruhan, dari empat laga yang dipimpin wasit asal Iran itu, Harimau Malaya memang hanya dua kali menang dan sisanya kalah. Namun, di kandang sendiri, mereka selalu menang dan mencetak tiga gol.

Alireza Faghani adalah wasit yang bertugas saat Malaysia menang 3-0 atas Myanmar di Bukit Jalil.
cafef.vn

Pada 20 Desember 2014, timnas Malaysia menang 3-2 atas Thailand di Bukit Jalil. Tim yang saat itu ditangani Dollah Saleh bahkan mampu unggul tiga gol terlebih dahulu berkat brace Safiq Rahim dan satu gol Indra Putra Mahayuddin.

Kemenangan saat diwasiti Alireza Faghani kembali dituai timnas Malaysia ketika menjamu Myanmar pada Piala AFF, 24 November 2018. Kali ini, mereka menang 3-0. Norshahrul Idlan Talaha membuka skor pada menit ke-24 yang lantas disusul brace Zaquan Adha.

Bagaimana dengan catatan timnas Indonesia saat dipimpin Alireza Faghani? Ternyata, laga melawan timnas Malaysia nanti adalah kesempatan pertama Tim Merah-Putih dipimpin wasit Iran berumur 41 tahun itu.

Meskipun demikian, sosok Alireza Faghani sebetulnya tidaklah asing bagi para pemain timnas Indonesia. Pasalnya, wasit Malaysia vs Indonesia itu pernah menjadi legiun wasit asing pada gelaran Liga 1 2017. Kala itu, dia memimpin enam pertandingan yang melibatkan Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, PS TNI, Madura United, Bali United, Semen Padang, Barito Putera, Arema Malang, dan Bhayangkara FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Vietnam Sering Dirugikan Wasit Ini, Angin Segar untuk Indonesia?

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Perangkat pertandingan Indonesia vs Vietnam pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2022, Selasa (15/10/2019), telah didetapkan. Pertandingan tersebut akan dipimpin wasit Turki Al Khudair dari Arab Saudi dengan dibantu Muhammad Maki Al-Abakri dan Khalaf Zaid Al Shammari.

Penunjukan Turki Al Khudair mendapatkan respons negatif dari media-media Vietnam. Ada dua hal yang menjadi sorotan. Pertama, dia tergolong royal dalam mengeluarkan kartu. Sepanjang kariernya, dia telah mengeluarkan 250 kartu kuning dan 16 kartu merah. Lalu, dia pun telah memberikan 36 penalti.

Khusus penalti jadi sorotan kedua media Vietnam. Pasalnya, tercatat dua kali timnas Vietnam dirugikan terkait hal tersebut. Pada Piala AFF 2018, Turki Al Khudair tak menghadiahkan penalti saat Nguyen Cong Phuong disikut oleh bek Malaysia, Shahrul Saad.

Turki Al Khudair saat memimpin laga timnas U-23 Vietnam melawan Korea Selatan.
baomoi.com

Lalu, pada Januari silam, timnas U-23 Vietnam diganjar penalti kontroversial saat menghadapi Korea Selatan. Namun, penalti itu mampu diselamatkan oleh kiper Bui Tien Dung.

Terlepas dari hal tersebut, sebetulnya timnas Vietnam tak perlu ketar-ketir oleh penunjukan Al Khudair untuk laga melawan Indonesia nanti. Faktanya, The Golden Stars Warriors tak pernah kalah dalam dua laga yang dipimpin wasit ini.

Meskipun tak dihadahi penalti oleh wasit arab Saudi tersebut, timnas Vietnam menang 2-0 atas timnas Malaysia. Adapun satu laga lain, yakni melawan Afghanistan pada 28 Maret 2017 pada ajang Kualifikasi Piala Asia 2019 berakhir imbang 1-1.

Bagaimana dengan tuan rumah? Laga Indonesia vs Vietnam adalah kali pertama Tim Merah Putih diwasiti Turki Al Khudair.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ambisi Besar Beto Goncalves di Laga Indonesia vs Vietnam

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Striker Beto Goncalves tak sabar menanti laga Indonesia vs Vietnam dalam lanjutan Pra-Piala Dunia 2022. Dia sudah gatal untuk mewujudkan ambisi besarnya pada laga itu bagi timnas Indonesia yang tengah terpuruk.

Pada Pra-Piala Dunia 2022, timnas Indonesia belum mampu meraih poin. Tim asuhan Simon McMenemy selalu kalah dalam tiga laga yang telah dilakoni. Terakhir, Tim Merah Putih dihajar lima gol tanpa balas saat melawat ke kandang timnas UEA.

Menghadapi Vietnam, striker naturalisasi dari Brasil itu ingin mengubah nasib Indonesia. “Tiga laga terakhir, Indonesia gagal meraih poin. Itu sangat mengecewakan,” kata Beto Goncalves seperti dikutip Football5Star.com dari The Thao 24/7.

Beto Goncalves tak berkutik saat timnas Indonesia dihajar 0-5 oleh timnas UEA
thethao247.vn

Pemain yang telah berumur 38 tahun itu menambahkan, “Semoga saja pada laga berikut akan ada kesempatan bagi Indonesia untuk keluar dari situasi saat ini. Aku ingin mencetak gol ke gawang Vietnam.”

Sejauh ini, Beto Goncalves telah mengemas dua gol pada ajang Pra-Piala Dunia 2022. Kedua gol itu dijaringkan pemain Madura United tersebut ke gawang Malaysia pada laga pertama timnas Indonesia dalam ajang ini.

Tentu saja, Beto Goncalves tahu betul misi mewujudkan ambisinya pada laga Indonesia vs Vietnam tak akan mudah. “Vietnam adalah tim yang sangat bagus. Mereka kompak, disiplin, dan punya pertahanan kokoh. Untuk mendobrak pertahanan itu, kami harus bekerja sangat keras,” ucap dia lagi.

Laga Indonesia vs Vietnam akan digelar pada Selasa (15/10/2019). Sepak mula direncanakan berlangsung pada pukul 18.30 WIB. Kali ini, Beto Goncalves dkk. menjamu lawan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

UEA vs Indonesia: 5 Pemain Lawan yang Patut Diwaspadai McMenemy

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan kembali menjalani laga lanjutan Pra-Piala Dunia 2022. Kamis (10/10/2019) pukul 23.00 WIB, anak-anak asuh Simon McMenemy dijadwalkan menghadapi timnas UEA di Stadion Al Maktoum, Dubai.

Setelah mengalami kekalahan dari Malaysia dan Thailand di kandang sendiri, laga nanti sangat penting bagi timnas Indonesia. Kemenangan jadi harga mati untuk dapat terus merenda mimpi tampil di putaran final Piala Dunia 2022.

Akan tetapi, tiga angka tentu saja akan sangat sulit diraih Tim Garuda. Meskipun kesulitan, timnas UEA mampu menang 2-1 atas Malaysia di kandang lawan pada pertandingan pertama. Secara khusus, Evan Dimas dkk. harus mewaspadai lima pemain berbahaya tuan rumah. Berikut ini, Football5Star.com mengulas kelima pemain tersebut.

1. Ali Mabkhout

Ali Mabkhout adalah pemain tersubur di skuat timnas UEA saat ini.
straitstimes.com

Di skuat timnas UEA, Ali Mabkhout adalah pemain termahal dan tersubur. Menurut Transfermarkt, pemain depan berumur 29 tahun itu memiliki nilai jual sebesar 4 juta euro. Adapun koleksi golnya hingga kini mencapai 51 gol dari 76 pertandingan.

Hal yang membuat pemain ini patut diwaspadai tentu saja ketajamannya. Malaysia telah menjadi bukti kegarangan pemain Al Jazira ini. Dua golnya membalikkan keadaan menjadi 2-1. Bila ditarik ke belakang, dia ternyata hanya dua kali absen mencetak gol dalam delapan laga terakhir Al Abyad.

2. Ahmed Khalil

Ahmed Khalil kembali dipanggil ke timnas UEA jelang laga lawan timnas Indonesia dan Thailand.
foxsportsasia.com

Inilah pemain dengan jumlah caps terbanyak di skuat tim asuhan Bert van Marwijk. Hingga saat ini, Ahmed Khalil telah turun dalam 103 pertandingan. Dia pun pemain tersubur kedua di bawah Ali Mabkhout. Sepanjang kiprahnya bagi Al Abyad, dia telah mencetak 47 gol.

Sejak timnas UEA ditangani Van Marwijk, Ahmed Khalil memang belum pernah bermain. Dia selalu absen dalam tiga laga yang telah dilakoni timnya. Khusus saat menghadapi Malaysia, dia absen karena alasan personal. Kini, menghadapi timnas Indonesia dan Thailand, dia kembali memperkuat Al Abyad.

3. Omar Abdulrahman

Omar Abdulrahman sudah diturunkan Bert van Marwijk saat melawan timnas Malaysia.
khaleejtimes.com

Lama dibekap cedera, Omar Abdulrahman kembali bermain untuk timnas UEA saat menang 2-1 atas timnas Malaysia, bulan lalu. Dia masuk menggantikan Khalil Ibrahim Al Hammadi pada menit ke-73. Menghadapi timnas Indonesia, tentu saja kondisi gelandang serang ini sudah jauh lebih baik dan mungkin saja turun sebagai starter.

Omar Abdulrahman sudah lama dikenal sebagai pemain dengan skill mumpuni. Dia bahkan sempat dijuluki Lionel Messi-nya UEA. Julukan tersebut tentu saja tak dipandang sebelah mata. Seklub di Al Jazira, dia akan jadi penyokong pergerakan Ali Mabkhout di lapangan.

4. Khalfan Mubarak

Khalfan Mubarak merupakan playmaker lawan yang harus diwaspadai timnas Indonesia.
sportskeeda.com

Seperti Ali Mabkhout dan Omar Abdulrahman, Khalfan Mubarak juga bermain untuk Al Jazira. Posisinya adalah sayap kanan. Pada pertandingan melawan timnas Malaysia, dia tak berada di skuat asuhan Bert van Marwijk. Namun, dia selalu turun pada dua laga sebelumnya.

Ketiadaan saat melawan Malaysia mungkin membuat Khalfan Mubarak tak jadi sorotan. Padahal, playmaker Al Jazira ini termasuk sosok istimewa. Mei silam, dia ganjar penghargaan Pemain Terbaik UEA. Itu membuktikan kelasnya di atas lapangan. Tak heran bila nilai pasarnya ditaksir berada dikisaran 2,5 juta euro.

5. Ali Salmin

Ali Salmin jadi tameng di lini tengah timnas UEA.
championat.asia

Umurnya memang baru 24 tahun, tapi posisinya di timnas UEA sudah sangat vital. Dialah andalan Al Abyad di lapangan tengah. Meskipun bertubuh mungil -tingginya hanya 169 cm- dia selalu jadi andalan di posisi gelandang bertahan. Termasuk saat mereka menang 2-1 atas timnas Malaysia.

Ali Salmin tercatat baru 21 kali tampil membela timnas UEA. Namun, hanya tiga kali dia tak tampil sebagai starter. Sepanjang 2019, pemain Al Wasl ini hanya sekali tak tampil penuh dalam delapan laga yang dilakoninya bersama Al Abyad. Ketangguhan pemain ini di lini tengah akan jadi tantangan bagi lini tengah dan depan timnas Indonesia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

UEA vs Indonesia: Striker Tuan Rumah Yakin Tekuk Tim Garuda

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Optimisme ditunjukkan striker muda, Ali Saleh, jelang laga timnas UEA vs Indonesia pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2022. Dia yakin tim asuhan Bert van Marwijk akan tampil lebih baik dari laga pertama melawan Malaysia pada bulan lalu.

Ali Saleh sadar betul performa timnas UEA belum sesuai harapan. Saat melawan timnas Malaysia, mereka tertinggal lebih dulu meskipun akhirnya mampu menang 2-1. Namun, dia optimistis performa lebih baik akan mampu ditunjukkan saat laga timnas UEA vs Indonesia.

“Melawan Malaysia memang bukan penampilan terbaik kami. Namun, hal terpenting adalah kami mampu merebut tiga poin dalam memulai kualifikasi. Aku yakin kami akan lebih berkembang,” ungkap Ali Saleh seperti dikutip Football5Star.com dari The National.

Ali Saleh dan rekan-rekannya berlatih jelang laga timnas UEA vs Indonesia pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2022
thenational.ae

Keyakinan striker berumur 19 tahun itu didasarkan pada pengertian yang kian terjalin di antara para pemain. Dari pertandingan ke pertandingan, dia menilai hal itu kian meningkat dan akan jadi kunci pada laga timnas UEA vs Indonesia nanti.

Meskipun demikian, Ali Saleh tetap memasang kewaspadaan tinggi. Dia tak mau meremehkan tim asuhan Simon McMenemy. Dalam pandangannya, tim-tim dari Asia Tenggara telah menunjukkan kemajuan pesat belakangan ini.

“Pertandingan pertama memberi kami kepercayaan diri. Kami cukup percaya diri menghadapi laga kali ini,” ucap Ali Saleh lagi. “Indonesia adalah tim kuat. Kami harus coba menampilkan yang terbaik dan berharap dapat meraih kemenangan.”

Pertandingan timnas UEA vs Indonesia pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2022 akan dihelat di Stadion Al Maktoum milik klub Al Wasl, Kamis (10/10/2019). Menurut rencana, sepak mula pertandingan tersebut akan dilakukan pada pukul 23.00 WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

UEA Minta Para Suporter Penuhi Stadion dan Teror Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Jelang pertandingan timnas UEA vs Indonesia pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2022, Asosiasi Sepak Bola UEA meminta para suporter memenuhi stadion. Mereka ingin Stadion Al Maktoum yang berkapasitas 15.000 pentonton penuh sesak.

Menciptakan atmosfer menakutkan bagi timnas Indonesia memang menjadi salah satu prioritas Asosiasi Sepak Bola UEA. Mereka bahkan langsung berkoordinasi dengan klub-klub untuk memfasilitasi para suporter yang ingin menyaksikan laga timnas UEA vs Indonesia.

Mohammed Hazzam Al Dhaheri berharap para ekspatriat ikut mendukung timnas UEA saat melawan Indonesia.
emaratalyoum.com

Tak hanya itu, pihak UEA juga mengundang para ekspatriat untuk ikut serta memeriahkan laga timnas UEA vs Indonesia. Tentu saja, para ekspatriat itu diharapkan dapat memberikan dukungan kepada tim asuhan Bert van Marwijk.

“Kami mengundang semua orang. Kami telah menghubungi banyak klub ekspatriat dan mengatakan bahwa hari ini, ini adalah tim mereka karena kita tinggal bersama di negeri ini. Selain itu, tahun ini merupakan Tahun Toleransi,” ungkap Mohammed Hazzam Al Dhaheri, Sekjen Asosiasi Sepak Bola UEA, seperti dikutip Football5Star.com dari The National.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, “Kerumunan besar tentu akan menolong tim dalam partai yang sangat penting. Saya tahu itu dan saya yakin para pemain pun merasakan hal serupa sehingga akan bermain sebaik mungkin di stadion.”

Mohammed Hazzam Al Dhaheri menilai laga timnas UEA vs Indonesia adalah tantangan besar. Pasalnya, ini merupakan laga kandang pertama Omar Abdulrahman cs. pada perhelatan Pra-Piala Dunia 2022. Dia sangat berharap kesuksesan dapat diraih bukan hanya di lapangan, melainkan di luar lapangan dengan stadion yang disesaki para suporter.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Simon McMenemy “Like” Unggahan Soal Petisi Kembalikan Luis Milla

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan beruntun timnas Indonesia dari timnas Malaysia dan Thailand pada Pra-Piala Dunia 2022 membuat pelatih Simon McMenemy dalam tekanan besar. Para suporter Garuda Nusantara menyerukan pemecatan pelatih asal Skotlandia itu. Tak sedikit pula yang menginginkan PSSI memanggil kembali Luis Milla.

Terkait hal itu, ada satu hal menarik. Pada Selasa (10/9/2019) pukul 23.00 WIB, akun Twitter @indostransfer mengunggah tangkapan layar dari petisi Bring Back Luis Milla di laman change.org. Tak dinyana, unggahan tersebut ternyata diberi tanda “like” oleh Simon McMenemy.

Simon McMenemy Menyukai Unggahan Soal Petisi Kembalikan Luis Milla ke timnas Indonesia.

Hal tersebut menimbulkan tanda tanya. Adakah itu berarti dia menyetujui ide Luis Milla kembali menangani timnas Indonesia? Ataukah dia hanya ingin menandai unggahan itu untuk kemudian ditelusuri hasil petisi tersebut. Bukan apa-apa, petisi itu ternyata kurang peminat.

Berdasarkan penelusuran Football5Star.com, petisi “Bring Back Luis Milla” dibuat Factasia Football pada Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, hingga Rabu (11/9/2019) pukul 08.25 WIB, baru ada 238 orang yang menandatangani petisi itu.

Petisi Bring Back Luis Milla.
change.org

Tiga hari sebelumnya, petisi serupa juga muncul. Adrian Saghara membuat petisi dengan tajuk “Kembalikan Luis Milla”. Hasilnya, hingga Rabu (11/9/2019) pukul 08.25 WIB, hanya 15 orang yang menunjukkan dukungannya.

Hasil kedua petisi itu menyiratkan kegamangan publik sepak bola Indonesia soal sosok pelatih yang pantas menangani Garuda Nusantara. Namun begitu, Simon McMenemy tak dapat bernapas lega. Tuntutan agar dia mundur sudah bergema dengan sangat kencang.

Petisi SimonOut
change.org

Setidaknya, tengoklah petisi “#SimonOut” yang dibuat Pasukan Garuda revolution pada Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 21.00 WIB. Hingga Rabu (11/9/2019), petisi ini sudah memperoleh 41.711 dukungan. Sekitar 30.000 dukungan didapatkan pada 30 menit pertama.

Terlepas dari petisi-petisi yang muncul itu, Simon McMenemy dipastikan harus bekerja keras untuk laga-laga ke depan. Dua kekalahan kandang adalah modal buruk bagi timnas Indonesia pada Pra-Piala Dunia 2022 Zona Asia. Apalagi, lawan berikut yang harus dihadapi adalah timnas Uni Emirat Arab asuhan Bert van Marwijk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dituntut untuk Mundur, Begini Jawaban Simon McMenemy

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Simon McMenemy, buka suara soal tuntutan untuk mundur usai skuatnya takluk dalam laga Indonesia vs Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/9/2019). Dia mengaku kecewa dengan hal tersebut.

Seperti diketahui, Skuat Garuda tak berdaya di SUGBK. Gelontoran gol dari dwi gol Supachok Sarachat dan Theerathon Bunmathan membuat seisi SUGBK terbungkam. Indonesia vs Thailand akhirnya berakhir untuk kemenangan tim tamu tiga gol tak berbalas.

Dalam laga itu, teriakan dari suporter Indonesia yang menginginkan Simon McMenemy mundur menggema. Bahkan, Simon sempat menanggapinya dengan bertepuk tangan. Usai pertandingan, Simon buka suara soal itu.

“Kecewa tentu saja. Semua orang punya opini. Saya mewakili 250 juta penduduk dan mungkin semuanya tak sependapat dengan saya. Sepak bola memang seperti ini,” ungkap Simon kepada wartawan usai laga.

Simon tak menampik kalau Thailand tampil lebih baik dalam laga di SUGBK. Apalagi, mereka diperkuat dua pemain dari Liga Jepang, yakni Chanatip Songkrasin dan Theerathon Bunmathan.

“Thailand datang dengan dua pemain terbaik di Liga Jepang. Keduanya memang bagus. Kami kalah lawan Malaysia hampir bemain bagus. Kami saat ini awalnya punya semangat untuk bangkit. Tapi, Thailand memang tim besar,” pungkas dia,

Saat ini, Indonesia berada di dasar klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka tanpa sekalipun menang dari dua laga dan sudah kebobolan enam gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tanaboon Kesarat Soroti Rekor Indonesia vs Thailand di Jakarta

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Menatap laga Indonesia vs Thailand pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2022, Selasa (10/9/2019), gelandang bertahan Tanaboon Kesarat tak mau jemawa. Secara khusus, dia menilai lawatan ke Jakarta adalah tantangan tersendiri. Dia tahu persis rekor buruk timnya di sini.

“Statistik menunjukkan kami tak pernah menang di kandang Indonesia dalam sebelas tahun terakhir. Tentu saja banyak pemain di tim tahu betul statistik ini,” urai Tanaboon Kesarat seperti dikutip Football5Star.com dari Thairath Online.

Timnas Thailand kalah 1-2 dari timnas Indonesia pada lawatan terakhir tiga tahun lalu.
foxsportsasia.com

Kemenangan terakhir Changsuek, julukan timnas Thailand, di kandang timnas Indonesia diraih pada 16 Desember 2008. Bersua pada leg I semifinal Piala AFF, mereka menang 1-0 berkat gol tunggal Teerasil Dangda. Setelah itu, dua laga Indonesia vs Thailand di Jakarta selalu berakhir kekalahan 1-2 bagi tim tamu. Laga terakhir berlangsung di Bogor.

Meskipun demikian, hal tersebut tak dijadikan beban. Pemain berumur 25 tahun itu justru menilai hal tersebut sebagai motivasi tersendiri. “Pelatih telah menyuruh kami untuk berjuang keras. Kami sudah melakukan persiapan dengan baik dan ingin menghibur para fan pada laga nanti,” kata dia lagi.

Tanaboon Kesarat yakin pertandingan Indonesia vs Thailand nanti akan berjalan sengit. Dia sangat mewaspadai motivasi berlipat anak-anak asuh Simon McMenemy. Menurut dia, kekalahan 2-3 dari timnas Malaysia pada laga pertama pasti akan menyengat Beto Goncalves cs. untuk meraih tiga poin pada laga nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Indonesia vs Thailand: Gelandang Tim Tamu Yakin Curi 3 Poin

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Optimisme tinggi ditunjukkan timnas Thailand dalam lawatan ke kadang timnas Indonesia. Gelandang Sivakorn Tiatrakul yakin tim asuhan Akira Nishino akan mampu mencuri tiga poin dari laga Indonesia vs Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu.

Meskipun hanya menuai satu poin dari laga sebelumnya melawan timnas Vietnam, timnas Thailand dinilai tak bermain buruk oleh Sivakorn Tiatrakul. Bahkan, menurut dia, andai tampil seperti pada laga itu, Changsuek, julukan timnas Thailand, akan mampu menaklukkan tim asuhan Simon McMenemy.

Sivakorn Tiatrakul mewaspadai dukungan suporter tuan rumah dalam laga Indonesia vs Thailand.
fathailand.org

“Aku yakin, andai mampu mempertahankan standar dari laga melawan Vietnam dan melengkapinya dengan gol, kami punya peluang besar untuk mengoleksi tiga poin dari laga nanti,” ujar Sivakorn Tiatrakul seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Thailand.

Pemain Chiangrai United itu tak pesimistis meskipun harus menghadapi tekanan suporter timnas Indonesia yang dikenal luar biasa. Menurut dia, itu adalah hal biasa. Hal terpenting, kata dia, timnas Thailand tetap menjaga konsentrasi di lapangan.

“Pada pertandingan sepak bola mana pun, bermain sebagai tim tamu tidaklah mudah. Hal itu berlaku pada laga kali ini. Kami harus menghadapi suporter tuan rumah yang kukira akan sangat banyak,” urai Sivakorn Tiatrakul. “Jadi, kami harus konsentrasi, fokus, dan sebaik mungkin bermain sebagai sebuah tim.”

Pemain berumur 25 tahun itu juga meyakini armada Changsuek dalam kondisi bagus saat laga Indonesia vs Thailand nanti karena tak punya kendala terkait adaptasi dengan kondisi cuaca dan lapangan di Jakarta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Indonesia vs Thailand: Faktor Wasit Tak Untungkan Tim Tamu

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan kembali menjalani laga Pra-Piala Dunia 2022 dengan menghadapi timnas Thailand, Selasa (10/9/2019). Sebuah angin segar datang bagi anak-anak asuh Simon McMenemy karena laga Indonesia vs Thailand akan dipimpin wasit Ma Ning dari Tiongkok.

Penunjukan Ma Ning sebagai wasit laga Indonesia vs Thailand jadi kabar baik bagi tuan rumah karena satu hal. Tim Gajah-Gajah Perang tak punya rekor bagus saat dipimpin wasit berumur 40 tahun tersebut.

Sebelum laga lawan timnas Indonesia, timnas Thailand sudah dua kali diwasiti Ma Ning. Dua-duanya berkahir kekalahan. Dua-duanya diwarnai empat gol dari lawan. Dua-duanya berkahir tanpa gol bagi Tim Gajah-Gajah Perang.

Timnas Thailand dibantai 0-4 oleh timnas Uruguay dalam laga yang dipimpin Ma Ning pada Maret 2019.
foxsportsasia.com

Laga pertama timnas Thailand yang dipimpin Ma Ning adalah saat melawan Irak pada Pra-Piala Dunia 2018. Dalam pertandingan yang berlangsung di kandang lawan pada 11 Oktober 2016 itu, Tim Gajah-Gajah Perang takluk 0-4 oleh quattrick dari Mohannad Abdul Rahem.

Kekalahan telak tersebut pun diwarnai satu kartu merah. Pada menit ke-69, Koravit Namwiset diusir sang wasit dari lapangan. Bek tengah Gajah-Gajah Perang itu dikeluarkan dari lapangan karena dinilai melakukan pelanggaran berat.

Tiga tahun berselang, kekalahan identik dialami timnas Thailand saat kembali dipimpin wasit Tiongkok itu. Kali ini saat menghadapi timnas Uruguay dalam turnamen China Cup 2019. Dalam laga yang berlangsung pada 25 Maret silam itu, gawang Gajah-Gajah Perang bergiliran dijebol oleh Matias Vecino, Gaston Pereiro, Cristhian Stuani, dan Maxi Gomez.

Patut dinantikan apakah rekor buruk Gajah-Gajah Perang bersama Ma Ning itu akan berlanjut atau tidak dalam laga Indonesia vs Thailand nanti. Satu hal yang pasti, meskipun kecil saja, ini jadi modal berharga bagi tuan rumah yang pada laga pertama kalah 2-3 dari timnas Malaysia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

FAM Laporkan PSSI ke AFC Terkait Insiden Laga Indonesia vs Malaysia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Football Association of Malaysia (FAM) menunjukkan kesungguhan dalam merespons kerusuhan yang terjadi pada laga Indonesia vs Malaysia. Sabtu (7/9/2019), perwakilan mereka yang dipimpin Sekjen Stuart Ramalingam dikabarkan sudah menghadap AFC untuk melaporkan insiden tersebut.

Sejak awal, pihak FAM memang bertekad membawa kasus penyerangan oleh suporter timnas Indonesia ke FIFA dan AFC. Begitu timnas Malaysia kembali tiba di Kuala Lumpur pada Jumat (6/9/2018), Ramalingam sudah menegaskan kembali sikap tersebut. Dia menilai PSSI telah lalai dalam menghelat pertandingan Indonesia vs Malaysia.

“Tidak ada tempat di sepak bola untuk hooliganisme dan gangsterisme dalam bentuk apa pun,” ujar Ramalingam seperti dikutip Football5Star.com dari The Star. “FAM benar-benar kecewa atas gangguan suporter selama pertandingan.”

Para suporter timnas Malaysia diarahkan polisi saat meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno.
thestar.com.my

Lebih lanjut, dia mengatakan, “Fair play dan profesionalime telah ditunjukkan para pemain dan ofisial kedua tim di lapangan. Namun, pertandingan dinodai oleh insiden-insiden di luar lapangan.”

Mengenai kericuhan tersebut, FAM menilai PSSI tak dapat cuci tangan begitu saja. “Kejadian itu berarti tuan rumah telah gagal memenuhi janji umum dan gagal pula mengontrol perilaku para suporter sebelum, selama, dan sesudah laga,” ucap Ramalingam lagi.

Pria berumur 42 tahun itu tak menampik upaya yang dilakukan PSSI untuk menjaga keamanan tim dan para suporter Malaysia. Namun, hal itu dinilai tak cukup karena kericuhan tetap saja terjadi.

“Meskipun polisi melakukan pengaawalan dari bandara ke stadion dan sebaliknya, terutama untuk 300 suporter yang diangkut dengan enam bus, situasi tetap kaos,” urai Ramalingam lagi.

Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada Kamis (5/9/2019), berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu. Dua kali unggul lewat gol Beto Goncalves, Tim Garuda harus bertekuk lutut setelah Mohamadou Sumareh mencetak gol penentu kemenangan pada injury time.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tan Cheng Hoe Minta Suporter Malaysia Tak Balas Dendam

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pengalaman tak menyenangkan didapatkan para suporter timnas Malaysia saat lawatan ke kandang timnas Indonesia, Kamis (5/9/2019). Mereka mendapatkan sambutan tak bersahabat pada laga Pra-Piala Dunia 2022 itu. Mengenai hal itu, pelatih Tan Cheng Hoe berharap mereka tak menyimpan dendam.

Sang pelatih berharap para suporter timnas Malaysia tak melakukan aksi pembalasan ketika menjamu timnas Indonesia. Dia mengingatkan, rivalitas tak boleh mengikis persaudaraan sebagai bangsa serumpun.

“Untuk pada suporter, bagi saya ini hanyalah pertandingan sepak bola. Kita negara Asia Tenggara adalah serumpun. Di lapangan, kita adalah lawan. namun, di luar, kita adalah kawan,” ujar Tan Cheng Hoe setiba kembali ke Kuala Lumpur, Jumat (6/9/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Berita Harian.

Sementara itu, mengenai kemenangan 3-2 yang diraih atas timnas Indonesia, Tan Cheng Hoe tak ingin timnas Malaysia terbuai. Dia mengingatkan, setiap pertandingan pada Pra-Piala Dunia 2022 sangatlah penting.

“Pemain harus meningkatkan lagi prestasi karena kalau dilihat, kami masih belum dalam permainan terbaik. Setiap pertandingan adalah penting dan ini merupakan pengalaman terbaik untuk beraksi pada pentas yang lebih tinggi,” ujar dia.

Pelatih berumur 51 tahun itu menambahkan, “Kami harus teruskan momenpum dan para pemain tak boleh terbuai oleh tiga poin ini. Sikap pantang menyerah membuat kami menang dan ini tentu jadi awal yang baik.”

Timnas Malaysia akan kembali bertanding pada Selasa (10/9/2019). Tim asuhan Tan Cheng Hoe dijadwalkan menjamu timnas Uni Emirat Arab yang ditangani Bert van Marwijk di Stadion Bukit Jalil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pencetak Dua Gol Malaysia Ternyata Hampir Absen Lawan Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Nama Mahamadou Sumareh tiba-tiba jadi buah bibir. Itu tak terlepas dari kegemilangannya saat timnas Malaysia menang 3-2 atas timnas Indonesia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/9/2019). Dia mencetak dua gol ke gawang Andritany Ardiyasa.

Di balik kegemilangan tersebut, Mahamadou Sumareh ternyata hampir saja tak masuk skuat timnas Malaysia. Hingga akhir Agustus, dia masih bergulat dengan cedera pangkal paha. Saat Harimau Malaya menghadapi Yordania pada 30 Agustus lalu, dia pun masih absen.

Hal tersebut membuat pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, gusar. Dia mengakui arti penting pemain naturalisasi dari Gambia itu bagi timnya. “Saya harap dia dapat pulih secepatnya karena kita tahu Sumareh dapat memberikan pengaruh besar kepada tim,” kata sang pelatih pada 27 Agustus silam seperti dikutip Football5Star.com dari Berita Harian.

Mahamadou Sumareh baru dipastikan memperkuat timnas Malaysia lawan timnas Indonesia pada awal September 2019.
bharian.com.my

Mahamadou Sumareh baru dipastikan dapat bertolak ke Indonesia bersama skuat timnas Malaysia pada 1 September atau hanya empat hari sebelum laga berlangsung. Tan Cheng Hoe menyambut baik hal itu.

“Sudah tentu itu jadi sinyal baik dagi tim karena sepanjang membela timnas, Sumareh telah tampil baik dan selalu memberikan dampak besar. Saya harap dia pulih 100 persen sebelum lawan Indonesia. Kami butuh semua pemain dalam kondisi terbaik,” kata Tan Cheng Hoe.

Meskipun demikian, sang pelatih ternyata tak mau mengambil risiko besar terhadap pemain sayap milik Pahang FA tersebut. Buktinya, dia tak memasang sang pemain di starting XI timnas Malaysia saat menghadapi timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Mahamadou Sumareh baru dimasukkan pada menit ke-35 untuk menggantikan Hadin Azman. Hasilnya langsung terlihat. Semenit kemudian, dia mencetak gol penyeimbang 1-1. Pada babak kedua, tepatnya pada saat-saat terakhir injury time, dia mencetak gol penentu kemenangan Harimau Malaya atas Tim Garuda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Malaysia Psywar ke Timnas Indonesia, Ogah Gentar Main di SUGBK

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Kualifikasi Piala Dunia 2022 putaran kedua masih dihelat September nanti. Namun Malaysia sudah mengirimkan psy-war ke Timnas Indonesia dengan menyebut tak gentar bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Timnas Indonesia dan Malaysia berada dalam Grup G bersama Vietnam, Thailand, dan Uni Emirates Arab. Dua tim teratas dalam fase grup berhak melaju ke Putaran Ketiga dan lolos langsung ke Piala Asia.

Pada laga pertama, Skuad Garuda sudah akan menjamu Malaysia di SUGBK, 5 September mendatang. Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, menyebut kalau tandang ke Jakarta sama seperti ke tempat-tempat lainnya.

Timnas Malaysia NST
NST.com

“Yang terpenting bagi saya, pemain fokus ke pertandingan. Kualifikasi Piala Dunia ini ada di bawah FIFA dan saya rasa PSSI tahu regulasi yang berlaku, juga aturan FIFA,” bilang Tan dikutip dari Berita Harian Malaysia.

Tan sendiri pernah merasakan atmosfer SUGBK pada Piala AFF 2010. Kala itu, skuad Malaysia bahkan harus menumpangi kendaraan barracuda untuk keselamatan pemainnya.

“Tapi tak perlu khawatir soal keselamatan.Kami pernah terpaksa naik barracuda saat Piala AFF 2010, dan untuk kedua kalinya, saya rasa kita tak perlu takut atau gentar,” tutup dia.

Timnas Indonesia mendapatkan jatah menjalani dua laga kandang lebih dahulu. Setelah Malaysia, pasukan Simon McMenemy bakal menjamu Thailand pada 10 September.

Kiper Timnas UEA Tak Sepelekan Indonesia dan 3 Tim ASEAN Lain

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas UEA, Bert van Marwijk, memang tak secara spesifik menyebut timnas Indonesia sebagai salah satu lawan kuat pada fase grup Pra-Piala Dunia 2022. Namun, kiper Khalid Eisa secara implisit tetap memperhitungkan kekuatan tim asuhan Simon McMenemy.

Meskipun dinilai sebagai unggulan, timnas UEA dinilai Khalid Eisa tak boleh jemawa. Mereka sama sekali tak boleh menyepelekan timnas Indonesia dan tiga tim lain yang juga berasal dari kawasan ASEAN. Hal itu didasarkan pada perkembangan akhir-akhir ini.

Khalid Eisa meminta timnas UEA tak meremehkan tim-tim ASEAN yang akan dihadapi pada Pra-Piala Dunia 2022.
khaleejtimes.com

“Saat ini tidak ada tim kecil atau besar di Asia. Tim-tim Asia telah membuat lompatan besar dalam beberapa tahun terakhir dan kami telah menyaksikan perkembangan signifikan dalam aspek teknik dan fisik,” ucap Khalid Eisa, Sabtu (20/7/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Khaleej Times.

Lebih jauh, pemain Al Ain itu mengatakan, “Semua tim sekarang punya rencana bagus dan bekerja keras sehingga mampu berkompetisi. Semua tim punya ambisi sama kuat untuk meraih final.”

Atas dasar itu, kiper timnas UEA itu menekankan timnya harus hati-hati dan waspada. “Kami harus siap menghadapi tim mana pun dan meraih hasil terbaik apa pun keadaannya,” ungkap dia lagi.

Khalid Eisa dkk. akan memulai kiprah pada Pra-Piala Dunia 2022 dengan melawat ke kandang timnas Malaysia pada 10 September 2019. Setelah itu, kiper timnas UEA itu bersama timnya akan menjamu timnas Indonesia pada 10 Oktober 2019 dan melawat ke kandang Thailand lima hari kemudian.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Terkuak! Timnas Malaysia Ternyata Jeri Segrup dengan Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Hasil drawing Pra-Piala Dunia 2022 Zona Asia yang mempertemukan dengan timnas Indonesia ternyata membuat jeri timnas Malaysia. Hal itu terungkap lewat langkah awal yang dilakukan Presiden FAM Datuk Hamidin Mohd Amin begitu Malaysia dipastikan segrup dengan Indonesia.

Seperti diberitakan Kantor Berita Bernama, Datuk Hamidin mengaku langsung mengontak Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria. Dia meminta kepastian keamanan untuk para pemain dan ofisial timnas Malaysia saat bertandang ke Indonesia pada 5 September 2019. Hal itu didasarkan pada pengalaman tak mengenakkan akibat rivalitas yang sangat tajam.

Datuk Hamidin Mohd Amin langsung mengontak Sekjen PSSI begitu timnas Malaysia segrup dengan timnas Indonesia di Pra-Piala Dunia 2022 Zona Asia.
stadiumastro.com

Skuat timnas Malaysia memang pernah mendapatkan perlakuan tak mengenakkan pada final SEA Games 2011. Tim asuhan Ong Kim Swee kala itu harus diangkut ke hotel dengan kendaraan taktis barracuda karena diserang oleh para suporter timnas Indonesia. Pada pertandingan itu, Harimau Malaya Muda menang adu penalti 4-3 atas Garuda Muda setelah imbang 1-1 selama 120 menit.

Pengalaman itu rupanya terus menghantui timnas Malaysia setiap kali harus melawat ke Indonesia. Mereka menganggap datang ke kandang Garuda tak ubahnya menyambangi neraka. Tahun lalu, saat bersua pada semifinal Piala AFF U-16, FAM juga meminta jaminan keamanan kepada AFF dan PSSI ketika harus berlaga di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada semifinal.

Permintaan itu juga tak terlepas dari insiden yang melibatkan salah satu pemain timnas Malaysia, Amirul Ashfariq Hanifa. Saat bertolak ke Indonesia, dia mengunggah foto di Instagram dengan gambar bendera Indonesia yang terbalik. Hal itu dianggap penghinaan dan pelecehan oleh para suporter timnas Indonesia.

Demi Piala Asia 2023

Kini, timnas Malaysia kembali dihinggapi kecemasan. Apalagi, laga di kandang timnas Indonesia jadi laga pembuka mereka pada Pra-Piala Dunia 2022 Zona Asia. Langkah awal yang bagus sangat mereka perlukan karena pada pertandingan kedua, lima hari kemudian, anak-anak asuh Tan Cheng Hoe harus melawan tim terkuat di Grup G, timnas UEA.

Seperti diungkapkan Datuk Hamidin kepada Bernama, timnas Malaysia ditargetkan lolos ke babak berikutnya walaupun kemungkinan hanya sebagai salah satu dari empat runner-up terbaik. Target tersebut dicanangkan karena 12 tim yang lolos dari fase grup Pra-Piala Dunia 2022 Zona Asia dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

“Jika gagal, kami setelah ini harus ikut lagi drawing babak kualifikasi Piala Asia 2023. Ada kemungkinan kami menghuni grup yang lebih kuat karena mungkin saja kami bertemu tim-tim seperti Uzbekistan, Suriah, dan Oman,” urai Datuk Hamidin seperti dikutip Football5Star.com dari Bernama.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Malaysia Merasa Lucu Pra-Piala Dunia 2022 Seperti Piala AFF

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Hasil drawing Pra-Piala Dunia 2022 Zona Asia membuat pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, merasa lucu. Pasalnya, grup yang dihuni timnya jadi seperti pemanasan Piala AFF 2020. Selain segrup dengan UEA, Malaysia juga segrup dengan Vietnam, Thailand, dan Indonesia.

Di satu sisi, komposisi itu dinilai menguntungkan karena timnas Malaysia terhindari dari tim-tim kuat macam Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, keberadaan lawan-lawan yang juga berasal dari ASEAN membuat pertandingan-pertandingan yang dilakoni nanti akan sarat rivalitas dan sukar diterka hasilnya.

“Saya kita tak ada yang menyangka Malaysia akan berada di grup yang juga dihuni negara-negara ASEAN. Ini seperti turnamen nagara-negara ASEAN sebelum Piala AFF tahun depan,” ujar Tan Cheng Hoe, Kamis (18/7/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari New Straits Times.

Pertarungan timnas Malaysia vs Vietnam saat Pra-Piala Dunia 2022 nanti dirasa Tan Cheng Hoe seperti pemanasan Piala AFF.
tipbongdamoingay.mobi

Dalam pandangan pelatih berumur 51 tahun itu, laga-laga melawan sesama negara ASEAN pada Pra-Piala Dunia 2022 nanti akan sangat menarik dan sengit. Atmosfer pertandingan pun dipastikan panas, baik di dalam maupun luar lapangan.

“Bermain melawan tim-tim asal ASEAN, kita tahu rivalitas yang ada dan itu seperti derbi. Para fan akan senang menyaksikan laga-laga nanti dan pada saat bersamaan, kami juga tahu tak harus melakukan perjalanan jauh, tak ada perbedaan waktu, dan tak perlu penyesuaian khusus,” kata pelatih timnas Malaysia itu.

Soal ambisi, Tan Cheng Hoe menegaskan timnas Malaysia tentu saja membidik satu tiket ke babak selanjutnya. Dia ingin Harimau Malaya mengaum dan membuat kejutan.

“Kami tahu ini panggung terbesar di sepak bola, kualifikasi untuk lolos ke Piala Dunia. Saya ingin tim memanfaatkan peluang ini sebagai ajang unjuk gigi bagi mereka dan kami pun ingin meraih hasil apik,” jelas Tan Cheng Hoe lagi. “Setiap turnamen dan kompetisi akan berbeda. Tentu kami sudah mengenal tim-tim dari ASEAN, sementara UEA adalah tim terkuat dan favorit untuk lolos ke babak selanjutnya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bert van Marwijk Remehkan Timnas Indonesia di Pra-Piala Dunia 2022

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Bert van Marwijk sepertinya meremehkan kekuatan timnas Indonesia yang akan dihadapi timnas UEA pada Pra-Piala Dunia 2022. Saat mengomentari hasil drawing fase grup, dia sama sekali tak menyinggung tim asuhan Simon McMenemy.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu hanya membahas dua lawan yang dianggap tangguh, yakni Thailand dan Vietnam. Kedua tim itu dinilai paling potensial untuk mengganggu timnas UEA di Grup G. Adapun timnas Indonesia dan Malaysia tak masuk hitungan.

“Vietnam adalah tim kuat yang memainkan sepak bola menyerang. Mereka telah menunjukkan level permainan sangat bagus saat Piala Asia dan membuat banyak fan terkesan,” urai Bert van Marwijk seperti dikutip Football5Star.com dari Khaleej Times.

Timnas UEA asuhan Bert van Marwijk akan jadi lawan timnas Indonesia pada Pra-Piala Dunia 2022.
thethao247.vn

Sementara itu, soal timnas Thailand, pelatih yang pernah menangani timnas Belanda itu berujar, “Thailand juga salah satu tim terkuat di Asia. Namun, kami sudah tahu kekuatan dan kelemahan mereka karena sudah berjumpa pada kesempatan terakhir Pra-Piala Dunia.”

Meskipun demikian, kubu timnas UEA tidak mau gegabah. Peringatan keras disampaikan Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola UEA Abdullah Naser Al Junaibi. Meski menilai persaingan di grup cukup menguntungkan timnya, dia tak mau Omar Abdurrahman dkk. jemawa.

“Hasil undian terlihat bagus. Namun, sekarang ini tak ada yang namanya pertandingan mudah atau lawan mudah. Semua tim sama kuatnya. Contohnya, Thailand adalah salah satu tim yang paling meningkat dan berkembang di Asia. Kami harus fokus pada pembenahan diri sendiri,” kata Abdullah Naser Al Junaibi.

Guna mempersiapkan diri menjalani Pra-Piala Dunia 2022, timnas UEA saat ini tengah melakukan pemusatan latihan di Austria. Bert van Marwijk sejauh ini optimistis timnya siap meladeni setiap lawan di Grup G, termasuk timnas Indonesia.

“Saat ini, kami tengah bersiap di Austria dan harus melakukan segalanya yang mampu dilakukan untuk meraih sukses. Saya punya keyakinan terhadap kemampuan tim ini untuk meraih hasil yang diinginkan pada babak kualifikasi,” papar Bert van Marwijk lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]