Prancis vs Finlandia: Panggung Antoine Griezmann

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia = Prancis vs Finlandia dilanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadi panggung untuk Antoine Griezmann. Pemain yang kembali memperkuta Atletico Madrid itu memborong dua gol kemenangan tim Ayam Jantan.

Pada babak pertama, Prancis dan Finlandia sama-sama melancarkan serangan yang membuat tempo pertandingan semakin meninggi.

Prancis vs Finlandia: Panggung Antoine Griezmann

Theo Hernandez yang menjalani debut bersama Prancis menciptakan peluang pada menit 11. Namun tendangan dari luar kotak penalti itu hanya melebar di sisi kanan gawang lawan.

Saat laga memasuki menit ke-20, Finlandia mencoba bangkit untuk membongkar pertahanan tim Ayam Janta. Memanfaatkan kelengahan tim lawan, pada menit ke-25, Griezmann mencetak gol pertama Prancis vs Finlandi. Skor 1-0 bertahan di babak petama Prancis vs Finlandia.

Prancis vs Finlandia: Panggung Antoine Griezmann

Prancis vs Finlandia di babak kedua

Pada babak kedua, anak asuh Didier Deschamps semakin dominan. Tim Ayam Jantan terus menekan untuk bisa menambah gol Prancis.

Hasilnya pada menit ke-53, Griezmann mencetak gol keduanya pada laga ini. Finlandia mencoba bangkit dan menggempur pertahanan tim Orange, namun tak membawakan hasil.

Prancis vs Finlandia: Panggung Antoine Griezmann

Hingga wasit meniupkan peluit, tak ada gol yang tercipta di laga ini. Pertandingan Prancis vs Finlandia berakhir dengan skor 2-0.

Susunan Pemain Prancis vs Finlandia:

Prancis: Hugo Lloris; Kurt Zouma, Raphael Varane, Presnel Kimpembe; Leo Dubois, Paul Pogba, Adrien Rabiot, Theo Hernandez; Anthony Martial, Griezmann, Karim Benzema.

Pelatih: Didieer Deschamps

Finlandia: Lukas Hradecky; Nikolai Alho, Leo Vaisanen, Paulus Arajuuri, Daniel O’Shaughnessy, Jere Uronen; Urho Nissila, Rasmus Schuller, Glen Kamara; Joel Pohjanpalo, Teemu Pukki.

Pelatih: Markku Kanerva

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Karim Benzema Ogah Pusingkan Tren Buruk Timnas Prancis

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kegagalan timnas Prancis memetik kemenangan dalam lima pertandingan terakhirnya tidak membuat Karim Benzema khawatir. Pemain berumur 33 tahun itu mengatakan bahwa rentetan hasil buruk Les Bleus bukanlah sesuatu yang patut dikhawatirkan.

Kegagalan membawa pulang poin penuh dari markas Ukraina pada Minggu (6/9) dinihari WIB semakin memperpanjang tren buruk timnas Prancis. Antoine Griezmann cs terakhir kali meraih kemenangan pada 16 Juni lalu. Ketika itu, mereka berhasil mengalahkan Jerman dengan skor tipis, 1-0, berkat gol bunuh diri Mats Hummels.

Karim Benzema - Timnas Prancis - ParisFans
Eurosport

“Saya tak khawatir dengan performa kami. Rentetan hasil buruk dalam lima pertandingan terakhir bukanlah sesuatu yang pantas dikhawatirkan walaupun kami tentu ingin memetik kemenangan di setiap pertandingan,” ujar Karim Benzema kepada Telefoot.

“Kami sendiri adalah penyebab utama di balik rentetan hasil buruk ini. Karena, kami seharusnya bisa menentukan tempo di setiap pertandingan. Kami juga adalah satu-satunya sosok yang bisa mengubah hal ini,” imbuh Benzema.

KARIM BENZEMA MINTA TIMNAS PRANCIS TAK TERJEBAK PERMAINAN LAWAN

Lebih lanjut, Benzema merasa gusar dengan kesultian rekan-rekannya mendikte tempo pertandingan dalam beberapa laga terakhirnya. Ia cukup kesal karena Les Bleus harus mengikuti tempo pertandingan yang didikte lawan.

“Kami tidak memiliki kesulitan berarti ketika sedang membangun serangan karena setiap pertandingan merupakan hal yang berbeda. Jika kami menguasai bola di lini belakang, maka kami harus bisa membangun serangan dengan cepat menggunakan umpan-umpan vertikal.”

Karim Benzema - Timnas Prancis - ParisFans
Novasports

“Kami tentu memiliki pemain yang sangat mumpuni untuk melakukan hal itu. Kami tak boleh lagi terjebak dalam tempo pertandingan yang ditentukan lawan di laga selanjutnya,” tuntas Benzema.

Rentetan hasil buruk dalam lima laga terakhir membuat Les Bleus bakal menghadapi Finlandia dengan motivasi berlipat. Laga melawan Finlandia rencananya akan digelar pada Rabu (8/9) dinihari di Stadion Groupama, Lyon.

 

Didier Deschamps Ungkap Penyebab Kegagalan Prancis Kalahkan Ukraina

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Didier Deschamps merasa sangat kecewa karena timnas Prancis kembali gagal memetik kemenangan di ajang Kualifikasi Piala Eropa 2022. Deschamps merasa sangat bertanggung jawab atas kegagalan Les Bleus mengalahkan Ukraina.

Laga Ukraina vs Prancis dinihari tadi berakhir dengan skor sama kuat, 1-1. Les Bleus terhindar dari kekalahan berkat gol Anthony Martial pada menit ke-50.

Didier Deschamps - Prancis - uefa. com
uefa.com

“Kami mengawali pertandingan dengan formasi 4-4-2. Sayangnya, rencana kami dengan formasi itu tak berjalan dengan baik. Di babak kedua, kami mengubah formasi dan langsung mendapatkan hasil,” ujar Deschamps seperti dikutip Football5Star dari laman resmi UEFA.

“Kami tahu ada beberapa zona yang dikuasai Ukraina sepanjang babak pertama dan kami harus menyesuaikan taktik permainan. Mereka benar-benar menyulitkan kami,” sambung pelatih berumur 52 tahun itu.

PUASA KEMENANGAN PRANCIS MASIH BELUM USAI

Kegagalan membawa pulang poin penuh dari markas Ukraina semakin memperpanjang puasa kemenangan timnas Prancis. Les Bleus kini gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.

Antoine Griezmann cs terakhir kali meraih kemenangan pada 16 Juni lalu. Ketika itu, mereka berhasil mengalahkan Jerman dengan skor tipis, 1-0, berkat gol bunuh diri Mats Hummels.

Didier Deschamps - Prancis - DAZN
DAZN

Setelah kemenangan tersebut, Les Bleus mulai kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Mereka ditahan oleh Hungaria, Portugal, Swiss, Bosnia-Herzegovina dan terakhir Ukraina.

Rentetan hasil buruk tersebut membuat Les Bleus bakal menghadapi Finlandia dengan motivasi berlipat. Laga melawan Finlandia rencananya akan digelar pada Rabu (8/9) dinihari di Stadion Groupama, Lyon.

Ukraina vs Prancis: Ayam Jantan Tak Lagi Jantan

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ukraina vs Prancis dalam lanjutan grup D babak kualifikasi Piala Dunia 2022, berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Pada laga yang berlangsung di NSC Olimpiyskiy, Minggu (5/9/2021), tim tamu sempat tertinggal terlebih dahulu.

Pada babak pertama, Ukraina sebagai tuan rumah langsung berinisiatif untuk membongkar pertanan Prancis. Sejumlah peluang berhasil didapat oleh Roman Yaremchuk dkk. Namun tak ada yang bisa membobol gawan Hugo Lloris.

 Ukraina vs Prancis

Terus ditekan, Prancis tidak ingin tinggal diam. Pogba sempat memberi umpan terukur kepada Griezmann yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Beruntung, percobaan Griezmann berhasil diselamatkan oleh Pyatov yang menjaga gawang Ukraina.

Pogba kembali menjadi pemain penting di awal babak pertama. Ia mengirimkan umpan kepada Martial, sayang sepakan pemain Manchester United itu masih melebar.

Tim tuan rumah akhirnya bisa mencetak gol terlebih dahulu di masa injury time babak pertama.

 Ukraina vs Prancis

Berawal dari Yaremchuk yang memberi umpan, Shaparenko sukses memanfaatkan peluang dengan tendangan ke pojok kanan gawang sehingga tak mampu diselamatkan Lloris.

Ukraina vs Prancis di Babak Kedua

Tertinggal satu gol di babak pertama, anak asuh Didier Deschamps langsung tancap gas di babak kedua. Sejunlah peluang emas berhasil mereka ciptakan.

Namun gol yang dinanti baru tercipta pada menit ke-50 lewat aksi dari Anthony Martial. Gol ini menjadi yang terakhir di babak kedua pertandingan Ukraina vs Prancis. Hasil imbang ini membuat tim Ayam Jantan belum juga meraih kemenangan di lima laga terakhir.

Ukraina vs Prancis

Susunan pemain kedua tim:

Ukraina: Andriy Pyatov, Mykola Matviyenko, Sergey Krivstov, Illia Zabarnyi, Oleksandr Tymchyk, Vitalli Mykolenko, Taras Stepanenko, Mykola Shaparenko, Andriy Yarmolenko, Viktor Tsyhankov, Roman Yaremchuk

Pelatih: Oleksandr Petrakov

Prancis: Hugo Lloris, Presnel Kimpembe, Kurt Zouma, Lucas Digne, Leo Dubois, Paul Pogba, Aurelien Tcouameni, Adrien Rabiot, Kingsley Coman, Anthony Martial, Antoine Griezmann

Pelatih: Didier Deschamps

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Didier Deschamps: Kylian Mbappe Tidak Alami Cedera Serius

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kylian Mbappe dipastikan tak akan membela timnas Prancis dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Ukraina dan Finlandia. Mbappe dicoret Les Bleus karena mengalami cedera betis.

Cedera tersebut dialami Mbappe ketika bermain pada partai melawan Bosnia dan Herzegovina, Kamis (2/9) dinihari WIB. Meski tidak mengalami cedera yang terlalu parah, Mbappe tak bisa membela panji Les Bleus dan akan menjalani proses pemulihan bersama tim medis Paris Saint-Germain (PSG).

Kylian Mbappe - Timnas Prancis - Breitbart
Breitbart

“Mbappe merasa ada sesuatu yang aneh di menit-menit akhir pertandingan kemarin,” ujar pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, dalam sesi jumpa pers jelang laga melawan Ukraina.

“Kami langsung melakukan serangkaian tes dan memastikan Mbappe tidak mengalami cedera parah yang membuatnya harus absen beberapa pekan atau beberapa bulan,” imbuh pelatih berumur 52 tahun itu.

CEDERA LAMA KYLIAN MBAPPE KEMBALI KAMBUH

Lebih lanjut, Deschamps mengatakan bahwa Mbappe mengalami cedera kambuhan. Mbappe kembali mengalami masalah betis yang sempat ia derita pada Mei 2021 lalu.

“Mbappe mengalami cedera yang sama seperti ketika ia membela klubnya pada Mei lalu. Cedera itu membuatnya tak bisa bermain pada partai Liga Champions melawan Manchester City.”

Kylian Mbappe - Timnas Prancis - Diario Sport
Diario Sport

“Meski tidak mengalami masalah yang terlalu serius, Mbappe dipastikan tak bisa bermain melawan Ukraina maupun Finlandia. Saya juga tak melihat keuntungan mempertahankannya di dalam skuat. Jadi, kami memutuskan untuk memulangkan Mbappe,” tuntas Deschamps.

Absennya Mbappe menjadi angin segar buat Kingsley Coman. Winger asal Bayern Munich itu kemungkinan bakal dipasang sebagai starter dan menambal lubang yang ditinggalkan Mbappe pada laga melawan Ukraina serta Finlandia.

Prancis Gagal Menang, Didier Deschamps Kecewa Berat

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah anak asuhnya gagal meraih poin penuh ketika menjamu Bosnia dan Herzegovina, Kamis (2/9) dinihari WIB. Akan tetapi, Deschamps tak mau terlalu lama bermuram durja karena perjalanan Les Bleus masih panjang.

Prancis harus puas dengan tambahan satu angka karena gagal mengalahkan Bosnia. Kartu merah yang diterima Jules Kounde pada menit ke-51 menjadi faktor utama di balik kegagalan Les Bleus mengalahkan Bosnia.

Didier Deschamps - Prancis - @sokaonline
twitter.com/sokaonline

“Tentu saja tugas kami semakin berat karena harus bermain dengan 10 pemain. Kami memiliki beberapa peluang, tapi ini bukanlah hasil yang ideal,” ungkap Didier Deschamps kepada M6.

“Tentu saja kami ingin meraih poin penuh. Tapi, tak ada pertandingan mudah di babak kualifikasi. Setidaknya, kami berhasil meraih satu poin dan sudah harus mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya,” imbuh Deschamps.

HUGO LLORIS SAYANGKAN KEGAGALAN PRANCIS

Kapten Les Bleus, Hugo Lloris, juga sangat kecewa dengan hasil pertandingan melawan Bosnia. Di mata Lloris, Les Bleus sudah tidak menunjukkan performa terbaik sebelum kartu merah Kounde.

“Sejujurnya, kami tak menunjukkan performa yang cukup bagus di pertandingan ini. Bahkan di babak pertama ketika masih bermain dengan 11 pemain, kami seharusnya bisa tampil lebih baik lagi,” tutur Lloris.

Didier Deschamps - Prancis - uefa. com 2
uefa.com

“Sayangnya, Jules Kounde mendapat kartu merah dan kami harus bermain dengan 10 pemain di babak kedua. Kartu merah itu mengubah jalannya pertandingan. Meski bermain dengan 10 pemain, kami masih mampu menciptakan beberapa peluang. Tapi, kami harus puas dengan tambahan satu angka.”

Meski gagal meraih poin penuh, Prancis tetap berhak menduduki puncak klasemen grup D dengan perolehan delapan angka. Unggul empat poin dari Ukraina yang mengintai di urutan kedua.

Prancis vs Bosnia: Kartu Merah Jules Kounde Nyaris Berbuah Petaka

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Prancis bisa bernafas lega karena kartu merah Jules Kounde tak membuat mereka menelan kekalahan atas Bosnia Herzegovina pada Kamis (2/9) dinihari WIB. Laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Prancis vs Bosnia berakhir dengan skor sama kuat, 1-1.

Tampil sebagai tim unggulan, Prancis langsung mendominasi jalannya pertandingan di menit-menit awal. Dalam 15 menit pertama, Les Bleus mendapat beberapa peluang lewat Karim Benzema dan Antoine Griezmann yang belum membuahkan hasil.

Prancis vs Bosnia - Jules Kounde - @equipedefrance
twitter.com/equipedefrance

Memasuki pertengahan babak pertama, Bosnia mulai bisa mengimbangi permainan Prancis. Mereka bahkan mampu mencuri keunggulan pada menit ke-36 melalui sepakan keras Edin Dzeko yang memanfaatkan kesalahan para pemain belakang Prancis.

Namun skor 1-1 tak bertahan lama. Empat menit setelah gol Dzeko, Griezmann berhasil menjebol gawang Bosnia dan membuat babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-1.

Prancis gagal mengawali babak kedua dengan baik. Pasalnya, mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah Jules Kounde melakukan pelanggaran keras kepada Sead Kolasinac pada menit ke-51. Tekel keras Koude membuat Kolasinac tak bisa melanjutkan pertandingan dan harus digantikan oleh Eldar Civic pada menit ke-54.

Bermain dengan 10 pemain sama sekali tak mengurangi semangat Prancis. Skuat besutan Didier Deschamps terus berusaha mendominasi pertandingan dan sempat mendapat sejumlah peluang di pertengahan babak kedua.

Prancis vs Bosnia - Jules Kounde - uefa. com 2
uefa.com

Asyik menyerang, Prancis hampir kembali kecolongan. Pada menit ke-80, Dzeko hampir mencetak gol keduanya ke gawang Lloris. Namun, kali ini sepakan keras Dzeko gagal menemui sasaran.

Skor 1-1 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Tambahan satu angka membuat Prancis semakin nyaman duduk di puncak klasemen grup D. Mereka kini memiliki koleksi delapan poin dari empat partai. Sementara itu, Bosnia tak beranjak dari peringkat keempat dengan perolehan dua poin.

SUSUNAN PEMAIN PRANCIS VS BOSNIA:

Prancis: 1-Hugo Lloris; 5-Jules Kounde, 4-Raphael Varane, 3-Presnel Kimpembe, 18-Lucas Digne; 6-Paul Pogba, 17-Jordan Veretout (2-Leo Dubois 54′), 8-Thomas Lemar (14-Aurelien Tchouameni 46′); 7-Antoine Griezmann (20-Kingsley Coman 76′), 19-Karim Benzema (9-Anthony Martial 76′), 10-Kylian Mbappe (11-Moussa Diaby 90′)

Pelatih: Didier Deschamps

Bosnia: 12-Ibrahim Sehic; 16-Anel Ahmedhodzic, 3-Dennis Hadzikadunic, 6-Sinisa Sanicanin; 4-Mateo Susic (15-Branimir Cipetic 64′), 10-Miralem Pjanic, 18-Amir Hadziahmetovic 13-Gojko Cimirot (21-Stjepan Loncar 72′), 5-Sead Kolasinac (2-Eldar Civic 54′); 23-Ermedin Demirovic (9-Smail Prevljak 72′), 11-Edin Dzeko

Pelatih: Ivaylo Petev

Kartu Kuning: Veretout 30′ – Hadziahmetovic 76′

Kartu Merah: Kounde 51′

Prediksi: Prancis vs Bosnia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Prancis vs Bosnia
PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
Prancis 2-0 Bosnia
Predictz
Prancis 2-1 Bosnia
Forebet
Prancis 2-1 Bosnia
Football5Star
Prancis 3-0 Bosnia

 

Stade de La Meinau, Jumat (2/9/2021) Pukul 23.30 WIB 

Football5Star.com, Indonesia – Prancis vs Bosnia menjadi salah satu laga di jeda internasional tengah pekan ini. Laga Prancis vs Bosnia menjadi lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Laga kedua tim akan berlangsung di Stade de La Meinau, Jumat (2/9/2021).

Pada pertemuan di markas Bosnia, Prancis hanya mampu meraih kemenangan 1-0 lewat gol tunggal yang dicetak oleh Antoine Griezmann. Tim tuan tamu tentu saja ingin membalas kekalahan di pertemuan pertama. Apalagi tim tuan rumah untuk laga nanti tak diperkuat Olivier Giroud yang tengah on fire bersama AC Milan.

Meski tanpa Giroud, Perancis tetap harus menunjukkan ketajaman saat meladeni Bosnia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa Grup D. Di klasemen, Les Bleus menguasai posisi puncak dengan 7 poin dari hasil 2 kali menang dan sekali imbang.

Bosnia sebagai tamu butuh kemenangan untuk bisa mengamankan posisi. Saat ini, Edin Dzeko dan kawan-kawan baru mengemas 1 poin, hasil sekali imbang dari 2 penampilan, dan berada di urutan kedua dari bawah.

Prancis vs Bosnia untuk Jaga Posisi di Klasemen

PePada laga Prancis vs Bosnia, tim tamu bakal berburu poin di kandang Perancis dengan masih menyisakan 4 pertandingan di fase grup. Ada sedikit asa bagi pasukan arahan Ivaylo Petev untuk mencuri angka dari kandang sang juara bertahan Piala Dunia.

Namun lini belakang Bosnia tetap wajib waspada pada lini depan tim Ayam Jantan. Dari 3 laga, Les Blues telah mencetak 4 gol, yakni 1 gol bersarang ke gawang Ukraina, 2 gol ke gawang Kazakhstan, serta 1 sisanya ke gawang Bosnia-Herzegovina dalam pertemuan pertama lalu.

REKOR PERTEMUAN
Prancis vs Bosnia
TREN PERFORMA
Prancis vs Bosnia
STATISTIK MENARIK
  • Kedua tim sepanjang sejarah telah lima kali bertemu.
  • Pertemuan pertama kedua tim berakhir dengan skor imbang 1-1.
  • Di kompetisi internasional, kedua tim bertemu sebanyak tiga kali, di babak kualifikasi EURO 2010 dan kualifikasi Piala Dunia 2022.
  • Bosnia hanya mampu mencetak 3 gol ke gawang Prancis
  • Sedangkan Prancis dari lima pertemuan telah mencetak 7 gol.
PELATIH
  • Pertandingan Prancis vs Bosnia akan mempertemukan Didier Deschamps dengan Ivaylo Petev
  • Pada pertemuan pertama, Didier Deschamps meraih kemenangan 1-0 atas anak asuh Petev.
  • Ini jadi pertemuan kedua antara Deschamps dengan Petev.
WASIT
  • Pertandingan Prancis vs Bosnia akan dipimpin oleh wasit asal Swiss Sandro Schärer
  • Rekor Sandro Schärer: 2 kali menang, 1 imbang, 2 kalah.
  • Tercipta lebih dari 2 gol di 5 pertandingan yang dipimpin Sandro Schärer.
PEMAIN KUNCI

Prancis:

Top Scorer: Antoine Griezmann (2 gol)
Top Assist: Adrien Rabiot (1 assist)
Top Rating: Antoine Griezmann (7,67)

Bosnia:

Top Scorer: Miralem Pjanic (1 gol)
Top Assist: Edin Dzeko (1 assist)
Top Rating: Miroslav Stevanovic (6.69)

*Statistik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 versi Whoscored

BERITA KEDUA TIM
  • Prancis: N’Golo Kanté (cedera)
  • Bosnia: Hadžiahmetovic, Hadžikadunic, Sanicanin (cedera).
PRAKIRAAN FORMASI

Prancis vs Bosnia

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Deschamps Akui Ada yang Kurang dari Kylian Mbappe di Euro 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Prancis gagal total di Euro 2020. Laju Kylian Mbappe dkk terhenti di 16 besar setelah takluk dari Swiss lewat adu penalti.

Salah satu pemain yang disorot sepanjang Euro 2020 adalah Kylian Mbappe. Ia tidak begitu menonjol sepanjang turnamen. Bahkan jadi penyebab Prancis gagal lolos setelah eksekusi penaltinya ditepis Yann Sommer.

Kylian Mbappe Minta Maaf Eksekusi Penaltinya Gagal
Hello Nice World

Didier Deschamps mengakui bintang Paris Saint-Germain tidak maksimal. Tapi menurutnya sang bomber tetap jadi bagian penting di skuat.

“Dia punya determinasi yang dbutuhkan. Tapi dia tidak punya efisiensi yang kami harapkan, juga tidak diharapkan bahkan jika dia terlibat dalam lima dari tujuh gol kami,” ungkap nakhoda Prancis seperti dikutip Football5star dari L’Equipe, Sabtu (21/8/2021).

kylian mbappe

Didier Deschamps Kekalahan Lawan Swiss Sulit untuk Dijelaskan

“Dalam perdebatan apakah dia seharusnya dikeluarkan selama pertandigan, selalu ada dilema dengan pemain seperti dia. Dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan, sekali pun tidak ada di lapangan,” ia menambahkan.

Kylian Mbappe Jadi Biang Kerok

Kylian Mbappe langsung dicerca usai penaltinya gagal menembus jala Swiss. Padahal dia berperan sebagai penendang terakhir kala itu.

Usai Prancis tersingkir, banyak yang mengkritik pemain 22 tahun. Beberapa legenda Prancis seperti Zinedine Zidane, Nicolas Anelka, dan Emmanuel Petit, kompak mencibirnya.

Kylian Mbappe Diminta Mencontoh Cristiano Ronaldo

Mbappe dianggap sebagai pemain yang egois dan tidak mementingkan tim. Tapi kritikan tidak mempengaruhi performanya di lapangan.

Sekembalinya ke Paris Saint-Germain, eks AS Monaco kembali produktif. Ia mampu membawa PSG bertengger di puncak klasemen Ligue 1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prancis Ingin Olimpiade Masuk dalam Kalender FIFA

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tim sepak bola Prancis gagal total di Olimpiade Tokyo. Pada laga terakhir fase grup mereka dihancurkan tuan rumah Jepang empat gol tanpa balas.

Usai tersingkir presiden Induk Sepak Bola Prancis (FFF) Noel Le Graet, mengakui timnya kurang berpengalaman. Apalagi pemain yang dibawa Sylvain Ripoll mayoritas masih di bawah 22 tahun.

Noel Le Graet juga meminta ada perubahan besar pada Olimpiade mendatang. Ia mau cabang sepak bola masuk dalam kalender FIFA.

Noel Le Great
RMC

“Kami tidak bisa menghindari itu. kami tidak bisa memiliki tim U-21 di sini. saya memberi tip kepada para pemain, mereka memberikan segalanya, tapi mereka tidak cukup siap. Kami tidak memiliki siapa pun di U-21,” kata Le Graet kepada RMC Sport, Sabtu (31/7/2021).

“Beberapa pemain mengetahui bahwa mereka akan tersingkir malam sebelumnya. ini adalah hal-hal yang akan saya lihat dengan Infantino ketika dia datang ke Paris nanti.sangat penting bahwa Olimpiade harus masuk dalam kalender FIFA,” ia menambahkan.

Untuk diketahui, cabang sepak bola di Olimpiade memang tidak masuk dalam kalender FIFA. Sementara itu, kegagalan Les Blues sejatinya tidak mengejutkan.

Dalam sejarah Olimpiade, sepak bola pria Prancis memang kurang mentereng. Hal ini juga diakui presiden FFF.

“Tentu saja ini bukan masalah. Akan terlalu mudah jika kami memenangkan semua laga sepanjang waktu. Kadang kita menang,kadang kalah. Kami bahkan tidak lolos ke Olimpiade sejak 1996,” tutup Noel Le Great.

Nostalgia Hari Ini: Saat Pemain India Lawan Prancis Tanpa Alas Kaki

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Apa jadinya jika pemain sepak bola bertanding tanpa alas kaki atau sepatu bola. Mungkin akan sangat kesulitan, apalagi jika kondisi lapangan basah. Namun hal itu yang dilakoni para pemain India saat melawan Prancis pada 31 Juli 1948 silam.

Tepat hari ini, 31 Juli, 73 tahun silam, India melakoni pertandingan internasional pertama mereka di babak fase grup cabang sepak bola Olimpiade 1948 London. Saat itu, timnas India melawan Prancis di Stadion Cricklefield, London.

Dikutip Football5star.com dari Times of India, saat itu timnas India diperkuat pemain legenda mereka seperti kapten tim, Talimeren Ao, bek yang juga sekaligus bekerja sebagai tenaga medis. Lalu ada pemain lain seperti Sailen Manna, satu-satunya pemain dari Asia yang dinobatkan oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sebagai 10 kapten terbaik di dunia.

Nostalgia Hari Ini: Saat Pemain India Lawan Prancis Tanpa Alas Kaki
Sportskeeda

Menurut laporan pertandingan, kondisi cuaca di Stadion Cricklefield saat itu berawan dan basah. Lapangan stadion pun basah dan dingin. Laga ditonton oleh 17 ribu penonton. Pemain India yang sebagian besar tanpa alas kaki itu cukup kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang basah dan dingin.

Menariknya, permainan timnas India cukup merepotkan Prancis. Bahkan timnas India sempat mendapat dua kali hadiah penalti. Sayang dua eksekusi penalti itu gagal dikonversi menjadi gol oleh pemain India.

Prancis memimpin terlebih dahulu lewat gol Rene Courbin pada menit ke-30. Skor 1-0 bertahan di babak pertama. Pada babak kedua tepatnya pada menit ke-70, India berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Sarangapani Raman.

Striker kelahiran Bangalore tersebut sebelumnya gagal menjadi algojo penalti India. Namun pada menit akhir pertandingan, India harus telan pil pahit. Menit ke-89, Prancis unggul 2-1 lewat gol yang dicetak René Persillon. Skor 2-1 bertahan hingga akhir babak kedua.

Timnas India Diundang Raja Inggris

Pemain India yang tampil spartan tanpa alas kaki melawan Prancis di London tersebut menarik perhatian publik Inggris. Raja Inggris saat itu, Raja George VI bahkan sampai mengundang skuat India untuk makan malam bersama di Istana Buckingham.

Pada satu momen, Raja George VI yang penasaran atas kekuataan skuat India itu lalu meminta bek Sailen Manna untuk menggulung celananya dan menunjukkan kakinya.

Sang Raja seperti dikutip dari Times of India lalu bertanya kepada Manna, apakah kakinya terbuat dari baja. Meski tidak meraih hasil bagus di pertandingan pertamanya, aksi timnas India yang bertanding tanpa alas kaki itu menjadi kesan tersendiri bagi publik Inggris.

Menariknya, sebelum pertandingan melawan Prancis di London. Skuat India sebenarnya sempat mengenakan sepatu bot saat melakoni laga uji coba. Namun hal itu dilakukan karena lapangan basah karena hujan lebat.

Sebenarnya selama Olimpiade 1948 di London, timnas India memiliki kebijakan untuk para pemainnya menggunakan sepatu jika kondisi lapangan sangat basah karena hujan. Tapi jika kondisi lapangan kering, para pemain lebih memilih untuk bermain tanpa alas kaki dan menggunakan perban sebagai pelindung kakinya.

Dari 11 pemain yang turun melawan Prancis di Stadion Cricklefield, 8 pemain bertelanjang kaki dan hanya tiga pemain yang menggunakan sepatu sepak bola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gignac Masih Bernafsu Main di Olimpiade 2024

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Andre-Pierre Gignac gagal memberikan prestasi untuk timnas Prancis di Olimpiade Tokyo. Les Blues tersingkir dari fase grup.

Pada laga terakhir fase grup, Prancis dibantai tuan rumah Jepang empat gol tanpa balas. Usai pertandingan Andre-Pierre Gignac mengaku hasil ini sangat menyakitkan.

Bomber Tigres mengatakan kegagalan negaranya tak lepas dari persiapan yang minim. Berbanding terbalik dengan Jepang yang punya persiapan panjang.

Prancis Menang Tipis, Andre-Pierre Gignac Jadi Bintang

“Kami seharusnya tidak mencari-cari alasan. Jepang bermain di kandang, mereka sudah sangat siap, mereka memutuskan untuk membawa pemain papan atas,” kata bomber 36 tahun seperti dikutip Football5star dari RMC Sport, Kamis (29/7/2021).

“Secara kolektif mereka sangat kuat. Mereka sudah bermain bersama sejak Juni dan memainkan tujuh pertandingan ujicoba. Tidak ada rahasia dalam sepak bola, mereka sudah bermain bersama untuk waktu yang lama, berbeda dengan kami,” ia menambahkan.

Gagal total di Olimpiade Tokyo, mantan striker Marseille ingin balas dendam pada Olimpiade 2024 yang akan berlangsung di Paris. Ia berharap pada umurnya yang akan menginjak 39 tahun nanti masih bisa membela negaranya di olahraga multi event itu.

“Saya hanya berharap pada Olimpiade 2024 saya masih bisa bermain dan klub lebih lunak dengan pertandingan Olimpiade. Saya datang untuk memberikan segalanya, untuk melewati putaran pertama dan membawa medali untuk Prancis,” tutup Andre-Pierre Gignac.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Babak fase grup cabang sepak bola Olimpiade 2020 telah merampungkan pertandingan akhir. Dua tim besar tersingkir di laga terakhir dari grup A dan C Olimpiade 2020. Prancis dan Argentina mengikuti jejak Jerman dari grup D yang tersingkir dari babak fase grup.

Di grup A Olimpiade 2020 pada pertandingan terakhir tercipta banyak gol. Pada laga tuan rumah Jepang melawan Prancis, skor akhir ialah 4-0. Di luar dugaan, Prancis harus bertekuk lutut dari Jepang dan pulang dari ajang Olimpiade 2020.

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Membutuhkan kemenangan di partai terakhir, Prancis hancur lebur oleh Jepang. Empat gol kemenangan Jepang dicetak oleh Takefusa Kubo, Hiroki Sakai, Koji Miyoshi dan Daizen Maeda. Hasil ini membuat Jepang keluar sebagai juara grup A.

Jepang ke babak perempat final didamping oleh Meksiko yang dipartai terkahir mengalahkan Afrika Selatan dengan skor telak 3-0. Di babak perempat final, Jepang akan bersua Selandia Baru sedangkan Meksiko melawan Korea Selatan.

Sedangkan di grup C Olimpiade 2020, Spanyol yang melawan Argentina di Saitama Stadium 2002 meraih hasil imbang 1-1. Bagi tim Matador, hasil ini sudah cukup untuk mereka melaju ke babak perempat final. Namun tidak bagi Argentina.

Karena hasil imbang ini membuat anak asuh Fernando Batista tersebut harus pulang lebih awal. Hal itu lantaran pesaing terdekat mereka, Mesir mampu meraih kemenangan 2-0 atas Australia. Meski Argentina dan Mesir memiliki poin sama, tapi Mohamed El Shenawy dkk lolos ke perempat final karena unggul agresifitas gol.

Pada babak perempat final, Mesir akan ditantang oleh Brasil pada 31 Juli mendatang. Sedangkan Spanyol menghadapi Pantai Gading di Miyagi Stadium.

Hasil pertandingan terakhir grup A dan C Olimpiade 2020:

Grup A:

Prancis 0-4 Jepang: (Kubo 27′, Sakai 34′, Miyoshi 70′, Maeda 90+1′)

Afrika Selatan 0-4 Meksiko 0-3: (Vega 18′, Luis Francisco Romo 45+1′,
MHenry Martín 60′)

Grup C:

Australia 0-2 Mesir (Rayyan 44′, Hamdy 85′)

Spanyol 1-1 Argentina (Mikel Merino 66′) (Tomás Belmonte 87′)

Klasemen akhir grup A Olimpiade 2020:

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Klasemen akhir grup C Olimpiade 2020:

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Andre Pierre-Gignac Ingin Terus Buktikan Bahwa Dirinya Belum Habis

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Andre Pierre-Gignac mencetak catatan apik di ajang Olimpiade 2020 yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Andre Pierre-Gignac ukir 4 gol di dua laga Prancis di babak fase grup A.

Pada pertandingan melawan Afrika Selatan pada Minggu (25/7/2021), Andre Pierre-Gignac cetak hat-trick dan memberi satu assist untuk gol kemenangan Prancis yang diukir oleh Teji Savanier. Sebelum di laga pertama saat Prancis kalah 1-4 dari Meksiko, Gignac juga mencetak satu gol lewat eksekusi penalti.

Prancis Menang Tipis, Andre-Pierre Gignac Jadi Bintang
sky sport

Mampu menjadi top scorer sementara di Olimpiade 2020 membuat pemain berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa karier dirinya di sepak bola belum berakhir.

“Siapa bilang saya sudah selesai? Saya belum selesai. Pada hari saya memburuk, kaki saya tidak merespons dan saya tidak memiliki gairah untuk sepak bola. Saya akan berhenti, tetapi sampai akhir karier, saya akan terus mencetak gol,” ucap mantan pemain Marseille itu seperti dikutip Football5star.com dari AS, Senin (26/7).

Soal tiga gol yang dicetaknya ke gawang Afrika Selatan, Andre Pierre-Gignac menyebut bahwa pertandingan memang berlangsung sangat sulit.

“Babak pertama memang berlangsung cukup rumit di mana tidak banyak permainan yang membahayakan. Namun di babak kedua tercipta 7 gol. Setiap kali mereka mencetak gol, kami akan berusaha untuk membalas,” ucapnya.

Di pertandingan terakhir grup A Olimpiade 2020, Prancis akan hadapi tuan rumah Jepang. Kemenangan wajib diraih oleh anak asuh Sylvain Ripoll jika ingin lolos dari babak fase grup.

“Kami ingin meraih kemenangan pada partai itu. Semoga Meksiko akan melakukan tugasnya seperti yang mereka lakukan saat melawan kami,” tutup pemain yang saat ini bermain untuk klub Meksiko, Tigres UANL.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Olimpiade 2020: Tiga Tim Kuat Petik Kemenangan Pertama

gamespool
Olimpiade 2020: Tiga Tim Kuat Petik Kemenangan Pertama 62

Football5star.com, Indonesia – Hujan gol mewarnai pekan kedua cabor sepak bola di Olimpiade 2020. Tak cuma banyak gol, pekan kedua Olimpiade juga diwarnai oleh kemenangan perdana Spanyol, Jerman serta Prancis.

Spanyol berhasil mengalahkan Australia berkat gol semata wayang Mikel Oyarzabal di menit ke-81. Sementara, Jerman harus susah payah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 3-2. Tiga gol Die Mannschaft dicetak oleh Nadiem Amiri (11′), Ragnar Ache (43′) serta Felix Uduokhai (75′).

Prancis juga harus bekerja ekstra keras untuk memetik kemenangan pertamanya. Andre-Pierre Gignac berhasil mencetak hat-trick dan membawa Les Bleus mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 4-3.

Jepang menjadi satu-satunya tim yang berhasil meraih dua kemenangan. The Samurai Blue berhasil mengalahkan Meksiko dengan skor 2-1 berkat gol Takefusa Kubo dan Ritsu Doan. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan posisi Jepang di puncak klasemen grup A dengan perolehan enam poin.

Jerman - Olimpiade 2020 - @fifacom
twitter.com/fifacom
HASIL LENGKAP PEKAN KEDUA OLIMPIADE 2020:

Grup A:

  • Prancis 4-3 Afrika Selatan (Andre-Pierre Gignac 57′, 78′, 88′, [p], Teji Savernier 90+2′ – Kobamelo Kodisang 53′, Evidence Makgopa 72′, Teboho Mokoena 81′)
  • Jepang 2-1 Meksiko (Takefusa Kubo, 6′, Ritsu Doan 11′ [p] – Roberto Alvarado 85′)

Grup B:

  • Selandia Baru 2-3 Honduras (Liberato Cacace 10′, Chris Wood 49′ – Luis Palma 45+1′, Juan Obregon 78′, Rigoberto Rivas 87′)
  • Rumania 0-4 Korea Selatan (Marius Marin 27′ [bd], Lee Dong-keyong 59′, Lee Kang-in 84′, 90′)

Grup C:

  • Mesir 0-1 Argentina (Facundo Medina 52′)
  • Australia 0-1 Spanyol (Mikel Oyarzabal 81′)

Grup D:

  • Brasil 0-0 Pantai Gading
  • Arab Saudi 2-3 Jerman (Sami Al-Najei 30′, 50′ – Nadiem Amiri 11′, Ragnar Ache 43′, Felix Uduokhai 75′)
KLASEMEN BABAK GRUP:

Grup A:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Jepang 2 6
2 Meksiko 2 3
3 Prancis -2 3
4 Afrika Selatan -2 0

Grup B:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Korea Selatan 3 3
2 Honduras 0 3
3 Selandia Baru 0 3
4 Rumania -3 3

Grup C:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Spanyol 1 4
2 Australia 1 3
3 Argentina -1 3
4 Mesir -1 1

Grup D:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Brasil 2 4
2 Pantai Gading 1 4
3 Jerman -1 3
4 Arab Saudi -2 0

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Olimpiade Tokyo: Meksiko Hancurkan Prancis

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kejutan langsung tersaji pada laga pertama Olimpiade Tokyo di cabang sepak bola pria. Meksiko secara mengesankan menang 4-1 atas Prancis.

Sebagai salah satu tim kuat dunia dan melahirkan banyak pemain muda berbakat, Prancis nyatanya tak bisa berbuat banyak. Mereka tampil di bawah tekanan sepanjang pertandingan.

Meksiko yang mengandalkan Henry Martin dan Jesus Angulo sudah menekan sejak babak pertama. Adapun Prancis bertumpu pada Florian Thauvin dan Andre-Pierre Gignac.

meksiko vs prancis
@COM_Mexico

Namun, rapatnya pertahanan Les Blues membuat tidak ada gol yang tercipta. Tensi pertandingan berubah drastis pada babak kedua.

Prancis yang mengandalkan Andre-Pierre Gignac mulai berani menyerang. Akan tetapi di sinilah awal bencana untuk Les Blues.

Meksiko membuka keunggulan melalui Alexis Vega pada awal babak kedua. Dan memasuki menit ke-55 giliran Sebastian Cordova yang membuat Paul Bernardoni memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya.

Tertinggal 0-2 Les Blues mulai berbenah. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69 lewat eksekusi penalty Gignac.

Berhasil memperkecil ketinggalan membuat Pierre Kalulu dkk lebih percaya diri. Namun, berbagai upaya yang didapat selalu menuai kegagalan.

Sebaliknya, Meksiko yang mempertahankan tempo mampu menambah dua gol pada 10 menit terakhir. Uniknya dua gol pamungkas itu dicetak oleh dua pemain pengganti, yakni Uriel Antuna dan Eduardo Aguirre.

Menang 4-1 Meksiko kokoh di puncak klasemen Grup A. sedangkan Prancis terbenam di dasar klasemen. Posisi keduanya masih bisa berubah mengingat masih ada Jepang dan Afrika Selatan yang baru akan bertanding malam nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daftar Pemain Tim Grup A Olimpiade 2020: Jepang Andalkan Pemain Real Madrid

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cabang sepak bola Olimpiade 2020 akan mulai dipertandingkan pada 21 Juli 2021. Ada 16 negara yang berpartisipasi di ajang Olimpiade 2021. Dari 16 tim itu dipecah menjadi empat grup, grup A sampai grup D.

Pada ajang Olimpiade Rio 2016, tim tuan rumah Brasil yang berhasil meraih medali emas. Di final mereka mengalahkan Jerman yang harus puas dengan medali perak. Sedangkan untuk medali perunggu di Olimpiade 2016 diraih oleh Nigeria.

Cabang sepak bola Olimpiade menjadi ajang untuk sejumlah pemain muda unjuk skill. Sejumlah pemain bintang juga tercatat menjadi jebolan ajang Olimpide, seperti Romario yang menyabet gelar top scocer di Olimpiade 1988. Hernan Crespo, Ivan Zamorano hingga Serge Gnarby juga pernah meraih catatan yang sama dengan Romario.

Di Olimpiade 2021, tim tuan rumah Jepang tergabung di grup A bersama Afrika Selatan, Meksiko dan Prancis. Di grup ini, Jepang besar kemungkinan bisa lolos dari babak fase grup. Satu-satunya ancaman terbesar mereka tentu saja Prancis.

Sebagai tuan rumah, Jepang mengandalkan bintang muda mereka, Takefusa Kubo serta striker milik PSV, Daizen Maeda. Sementara Prancis, sayangnya tak bisa menurunkan Eduardo Camavinga karena tak mendapat izin dari Rennes.

Sementara dua tim lain, Meksiko dan Afrika Selatan juga tak bisa dipandang sebelah mata lantara kedua negara ini memiliki catatan cukup impresif di ajang Olimpiade. Meksiko misalnya di Olimpiade 2012 berstatus peraih medali emas.

Berikut daftar pemain negara peserta Olimpiade 2020 di Grup A:

Jepang:

Kiper: Keisuke Osaka, Kosei Tani, Zion Suzuki.

Bek: Hiroki Sakai, Yuta Nakayama, Ko Itakura, Maya Yoshida, Reo Hatate, Takehiro Tomiyasu, Daiki Hashioka, Ayumu Seko, Koki Machida.

Daftar Pemain Tim Grup A Olimpiade 2021: Jepang Andalkan Pemain Real Madrid

Gelandang: Wataru Endo, Takefusa Kubo, Koji Miyoshi, Ritsu Doan, Kaoru Mitoma, Yuki Soma, Ao Tanaka.

Penyerang: Daizen Maeda, Ayase Ueda, Daichi Hayashi.

Pelatih: Hajime Moriyasu

Prancis:

Kiper: Paul Bernardoni, Stefan Bajic, Dimitry Bertaud.

Bek: Melvin Bard, Anthony Caci, Ismael Doukoure, Pierre Kalulu, Clement Michelin, Timothee Pembele, Modibo Sagnan.

Daftar Pemain Tim Grup A Olimpiade 2021: Jepang Andalkan Pemain Real Madrid

Gelandang: Alexis Beka Beka, Jeremy Gelin, Enzo Le Fee, Teji Savanier, Florian Thauvin, Lucas Tousart.

Penyerang: Andre-Pierre Gignac, Randal Kolo Muani, Arnaud Nordin, Isaac Lihadji, Nathaniel Mbuku.

Pelatih: Sylvain Ripoll

Meksiko:

Kiper: Guillermo Ochoa, Sebastian Jurado, Luis Malagon.

Bek: Cesar Montes, Johan Vasquez, Jesus Alberto Angulo, Jorge Sanchez, Vladimir Lorona, Adrian Mora, Luis Romo.

Daftar Pemain Tim Grup A Olimpiade 2021: Jepang Andalkan Pemain Real Madrid

Gelandang: Diego Lainez, Sebastian Cordova, Carlos Rodriguez, Roberto Alvarado, Uriel Antuna, Joaquin Esquivel, Fernando Beltran, Erick Aguirre, Jesus Ricardo Angulo.

Penyerang: Henry Martin, Alexis Vega, Eduardo Aguirre.

Pelatih: Jaime Lozano

Afrika Selatan:

Kiper: Ronwen Williams, Mondli Moto, Sifiso Mlungwana.

Bek: James Monyane, Katlego Mohamme, Luke Fleurs, Thendo Mukumela, Sibusiso Mabiliso, Tercious Malepe.

Daftar Pemain Tim Grup A Olimpiade 2021: Jepang Andalkan Pemain Real Madrid

Gelandang: Teboho Mokoena, Kamohelo Mahlatsi, Nkosingiphile Ngcobo, Thabo Cele, Fagrie Lakay, Sipho Mbule, Goodman Mosele.

Penyerang: Evidence Makgopa, Luther Singh, Lyle Foster, Kobamelo Kodisang.

Pelatih: David Notoane

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Zidane Peringatkan Mbappe: Egomu akan Tenggelamkan Kariermu

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zidane Zidane angkat bicara soal performa Kylian Mbappe bersama timnas Prancis di Euro 2020. Sang legenda menilai bintang Paris Saint-Germain terlalu egois.

Zinedine Zidane pun memberi peringatan keras untuk Kylian Mbappe. Ia mengatakan masalah ego akan sangat berbahaya untuk masa depannya.

Bahkan bukan tidak mungkin itu akan membuat karier pemain 21 tahun akan tenggelam. “Saya tidak suka berbicara secara terbuka tentang pemain,” kata mantan pelatih Real Madrid seperti dikutip Football5star dari Opera News, Senin (5/7/2021).

Toni Kroos - Zinedine Zidane - Real Madrid - Sportstar
Sportstar

“Tapi Kylian harus segera memperbaiki sesuatu yang berbahaya untuk kariernya. Hal itu adalah ego. Prancis punya banyak legenda besar yang tidak pernah menunjukkan ego seperti itu. Saya takut jika dia terus seperti itu dia akan tenggelam,” ia menambahkan.

Nama Kylian Mbappe jadi buah bibir usai Prancis tersingkir dari Euro 2020. Ini tak lepas dari kegagalannya mengeksekusi penalti melawan Swiss di babak 16 besar. Pada babak adu penalti itu hanya dirinya yang gagal mencetak gol.

Tidak hanya soal kegagalan penalti, performa bintang Paris Saint-Germain selama Euro 2020 juga mengecewakan. Digadang-gadang akan bersinar, ia justru gagal mencetak gol maupun assist.

Padahal dalam empat pertandingan tersebut Mbappe selalu dimainkan sebagai starter oleh Didier Deschamps. Torehannya bahkan kalah jauh dari striker yang baru comeback, Karim Benzema, yang mampu mencetak empat gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kylian Mbappe Ingin Seperti Neymar, tapi Tak Punya Kualitas

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kylian Mbappe terus disalahkan usai Prancis tersingkir dari Euro 2020. Bomber Paris Saint-Germain jadi satu-satunya pemain yang gagal mengeksekusi penalti melawan Swiss di 16 besar.

Kali ini kritikan datang dari legenda Prancis, Emmanuel Petit. Ia mengatakan Kylian Mbappe mulai terlihat egois di lapangan dan ingin menjadi seorang pemimpin.

Bagi Emmanuel Petit, sikap ini seakan membuktikan sang bintang ingin seperti Neymar. Tapi dia tidak punya kualitas selayaknya rekan di Paris Saint-Germain.

Emmanuel Petit, Timnas Prancis 1998
standard.co.uk

“Dia punya ekspresi yang tidak terlihat positif bagi saya. Saya punya kesan bahwa dia ingin seperti Neymar, bahwa dia ingin melakukan apa yang dilakukan rekannya itu di lapangan. Tapi dia tidak punya kualitas untuk itu,” sindir Petit kepada RMC Sport, Senin (5/7/2021).

“Saya juga mendapat kesan bahwa lawannya sudah menganalisis kualits utamanya, yaitu kecepatan. Padahal kualitas sebenarnya dari Mbappe adalah bermain dengan spontanitas, bukan untuk mengambil alih sosok pemimpin di lapangan,” ia menambahkan.

Di sisi lain, pemain yang membawa Prancis juara dunia 1998 silam tidak menutup mata ada masalah lain dalam diri bomber 21 tahun. Salah satunya tingkat kebugaran.

“Terlepas dari masalah yang berkaitan dengan fisiknya dan mungkin pikirannya, saya melihat otak Mbappe telah dipengaruhi sesuatu. Dia harus berpikir dan meregenerasi dirinya sendiri,” tutup Emmanuel Petit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Prancis di EURO 2020 Mirip dengan Tim di Piala Dunia 2002

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Prancis harus angkat koper dari EURO 2020. Anak asuh Didier Deschamps tersebut terdepak di babak 16 besar EURO 2020 setelah dikalahkan Swiss lewat babak adu penalti.

Mantan pemain timnas Prancis, Emmanuel Petit sangat prihatin dengan kondisi tim Ayam Jantan di EURO 2020. Petit bahkan menyebut bahwa kondisi Prancis di EURO 2020 sangat mirip dengan tim Ayam Jantan di Piala Dunia 2002.

Timnas Prancis di EURO 2020 Mirip dengan Tim di Piala Dunia 2002

Berstatus juara Piala Dunia 1998, Prancis datang ke Korea-Jepang dengan kondisi internal tim yang berantankan. Prancis tersingkir di babak fase grup tanpa sama sekali mencetak gol. Hal sama juga pernah terjadi di skuat Ayam Jantan pada Piala Dunia 2010.

“Saya tidak begitu mengerti apa yang terjadi pada timnas Prancis di laga melawan Swiss,” kata Petit seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (2/7/2021).

“Selama pertandingan kami hanya bagus bermain selama 20 menit setelah Hugo Lloris gagalkan penalti. Setelah itu, kami tampak tak percaya diri dan bukan seperti tim yang bagus,”

“Tapi kemudian ada satu insiden, Pogba kehilangan bola untuk gol kedua Swiss dan seketika Prancis runtuh. Kami kehilangan segalanya. Konsentrasi, semangat tim dan keinginan. Yang terburuk, kami mulai bertarung di lapangan antara kami sendiri,”

“Ada bentrok besar antara Rabiot dengan Pogba yang kehilangan plot, setelah Swiss mencetak gol kedua dan sejak saat itu kami tidak memiliki kendali dan kepercayaan diri,” ungkap Petit.

Emmanuel Petit pun menyinggung soal kondisi internal tim sebelum EURO 2020, seperti konflik antara Kylian Mbappe dan Olivier Giroud. Eks pemain Arsenal itu juga menyebut soal keributan antara keluarga Rabiot, Mbappe dan Pogba setelah pertandingan selesai.

“Kami terlihat sangat jauh dari tim pemenang Piala Dunia. Itu mengingatkan saya pada tim kami pada tahun 2002. Sangat disayangkan hal ini kembali terjadi pada kami,” tutup Petit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ada 200.000 Orang Mendesak Laga Prancis vs Swiss Diulang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sejumlah fan Prancis yang tidak puas dengan hasil kekalahan atas Swiss di babak 16 besar EURO 2020 melakukan tindakan yang terbilang nyeleneh. Sejumlah fan membuat petisi untuk mengulang pertandingan Prancis vs Swiss.

Dasar para fan tak menerima kekalahan dari Swiss ini ialah tuduhan bahwa kiper Swiss, Yann Sommer melanggar aturan saat babak adu tendangan penalti. Fan yang membuat petisi ini menyebut kiper Swiss itu berdiri tidak di garis saat Kylian Mbappe melakukan tendangan penalti.

Ada 200.000 Orang Mendesak Laga Prancis vs Swiss Diulang

“Selama babak adu penalti Prancis vs Swiss, kiper Sommer tidak berdiri di jalurnya saat Mbappe melakukan tembakan. Kami meminta pembatalan hasil pertandingan dan mengulang pertandingan Prancis vs Swiss,” bunyi keterangan petisi tersebut seperti dikutip Football5star.com dari RTL, Jumat (2/7/2021).

Tentu saja dasar tuduhan dari fan Prancis ini keliru. Sejumlah foto saat pertandingan Prancis vs Swiss menunjukkan bahwa tumir Yann Sommer tepat berada garis saat melakukan babak adu tendangan penalti.

Meski begitu, tercatat petisi ini telah ditandangani oleh 200ribu orang. Ini bukan kali pertama fan Prancis beraksi seperti ini saat tim Ayam Jantan tersingkir. Di EURO 2016 saat dikalahkan Portugal, sejumlah fan Prancis juga membuat petisi dan menuduh wasit melakukan penipuan di laga tersebut.

Langkah anak asuh Didier Deschamps terhenti di EURO 2020 setelah kalah adu penalti dengan Swiss. Sempat unggul 3-1, Prancis kebobolan dua gol dan membuat laga harus dilanjutkan sampai babak adu penalti.

Di babak tos-tosan, Kylian Mbappe jadi satu-satunya penendang Prancis yang gagal menaklukan Yann Sommer. Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Noël Le Graët mengaku sangat berang dengan kekahalahn tersebut.

“Ketika Anda memimpin 3-1 sepuluh menit sebelum akhir, Anda harus menang,” kata Le Great dengan nada kesal. “Tentu saja ini jadi keanehan dalam sepak bola. Semua orang pasti membicarakan hal ini,” tambah Le Great.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pogba: Gagal Penalti Jadi Pelajaran Berharga untuk Mbappe

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kylian Mbappe jadi biang kegagalan Prancis di Euro 2020. Eksekusi penaltinya saat melawan Swiss di 16 besar gagal berbuah gol hingga membuat Les Blues angkat koper.

Kegagalan Kylian Mbappe ini sempat jadi sorotan mengingat dia bintang utama Prancis. banyak pula harapan yang dibebankan di pundaknya.

Bagi Paul Pogba, kegagalan bintang Paris Saint-Germain tak sedikitpun melunturkan kehebatannya. Ia justru menganggap kegagalan itu jadi pelajaran untuk sang rekan bangkit dan menjadi lebih kuat.

Kylian Mbappe Minta Maaf Eksekusi Penaltinya Gagal
Hello Nice World

“Ketika Anda memiliki pemain hebat Anda berharap pada hal-hal hebat. Semua orang menunggunya untuk melihat dia mencetak lima, menjadi top skorer di Euro,” kata Pogba kepada El Chiriguito, Kamis (1/7/2021).

“Tapi dia menciptakan peluang untuk dirinya sendiri, dia melakukan tugasnya, memberikan segalanya dan juga jiwanya di lapangan. Itu yang paling penting. Dia pemain hebat dan kegagalan ini akan jadi pelajaran berharga agar dia kembali lebih kuat,” ia menambahkan.

Harapan melihat Kylian Mbappe bersinar di Euro 2020 hanya tinggal harapan. Prancis bukan hanya tersingkir di babak 16 besar. Sang mega bintang tak mampu mencetak satu gol pun dalam empat pertandingan.

Walau begitu, Paul Pogba tak menyalahkannya. Menurut pemain Manchester United tersingkirnya Les Blues tanggung jawab semua pemain.

“Tidak ada biang keladinya. Kami semua berada di kapal yang sama. Sepak bola memang seperti itu. Terkadang luar biasa, kadang juga kejam. Anda harus menerima itu,” tutup sang gelandang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hungaria Ejek Kegagalan Prancis, Jerman, dan Portugal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tidak ada lagi perwakilan Grup F di perempat final Euro 2020. Sebagai grup neraka, tiga perwakilannya di 16 besar seperti Prancis, Jerman, dan Portugal sudah kalah.

Prancis secara mengejutkan takluk di tangan Swiss lewat adu penalti. Sementara Jerman dilumat Inggris dua gol tanpa balas. Adapun Portugal tak bisa berbuat banyak kala bersua Belgia.

Gagalnya ketiga negara yang pernah merasakan juara Piala Eropa memunculkan banyak meme di media sosial. Yang paling banyak tentu saja status grup neraka yang sudah tak tersisa lagi di Euro 2020.

Kegagalan mereka menembus perempat final rupanya mendapat perhatian khusus dari pelatih Hungaria, Marco Rossi. Ia menyindir Portugal, Jerman, dan Prancis di Instagram.

Dalam unggahan di Instagram, Marco Rossi siap menyambut ketiga lawannya di Grup F itu di pantai. Dia juga mengedit foto Kylian Mbappe, Manuel Neuer, dan Cristiano Ronaldo yang sedang membawa koper.

Sedangkan Rossi sendiri menanti kedatangan mereka di tepi pantai dengan pakaian latihan lengkap seolah-olah siap memberi latihan tambahan kepada Mbappe, Neuer, dan Ronaldo. “Sampai jumpa di pantai,” sindir sang nakhoda.

Hongaria memang tersingkir dari fase grup. Tapi performa mereka tidak mengecewakan. Adam Szalai mampu menahan imbang Prancis dan nyaris mengalahkan Jerman pada laga terakhir fase grup di Allianz Arena.

Legenda Prancis Kagumi Mental Penggawa Swiss

gamespool
Legenda Prancis Kagumi Mental Penggawa Swiss 92

Football5star.com, Indonesia – Bixente Lizarazu menyayangkan kegagalan Prancis melaju ke perempat final Euro 2020. Menurut Lizarazu, Les Bleus tersingkir karena tak bisa mengimbangi kekuatan mental para penggawa Swiss.

Swiss memang tampil luar biasa pada partai melawan Prancis dinihari tadi. Skuat besutan Vladimir Petkovic berhasil bangkit dari ketertinggalan 3-1 dan memastikan tempat di babak delapan besar lewat babak adu penalti.

“Prancis tidak mendominasi pertandingan ini. Mereka tampil kurang meyakinkan sepanjang babak pertama. Di babak kedua, mereka tampil lebih baik berkat kombinasi Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan Karim Benzema,” ujar Bixente Lizarazu kepada Telefoot.

Prancis - Swiss - uefa. com 2
uefa.com

“Pemain Swiss pantas mendapat pujian tinggi. Mereka memiliki kekuatan mental yang luar biasa dan tetap mempertahankan gaya bermainnya meski sempat tertinggal dua gol,” sambung Lizarazu.

Lebih lanjut, Lizarazu juga mempertanyakan konsisi fisik para penggawa Prancis. Ia melihat Paul Pogba cs sudah terlihat kelelahan di babak kedua.

“Mereka tidak terlihat berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, saya tetap mengira Prancis terlihat lebih segar di babak tambahan. Sayangnya, hal itu tidak cukup dan pertandingan akhirnya ditentukan melalui babak tos-tosan,” tandas Lizarazu.

Keberhasilan menyingkirkan Les Bleus membuat Swiss bakal menantang Spanyol di babak perempat final. Laga tersebut rencananya akan digelar pada Jumat (2/7) malam WIB di Stadion Kretovsky, Saint-Petersburg.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prancis vs Swiss: Les Bleus Tersingkir Secara Dramatis

gamespool
Prancis vs Swiss: Les Bleus Tersingkir Secara Dramatis 97

Football5star.com, Indonesia – Prancis gagal melaju ke perempat final Euro 2020 setelah ditaklukkan Swiss di Arena Nationala, Bucharest, pada Selasa (29/6) dinihari WIB. Laga Prancis vs Swiss musti ditentukan lewat adu penalti setelah skor 3-3 tak berubah di waktu normal dan babak tambahan.

Tampil sebagai tim unggulan, Prancis malah dibuat kerepotan oleh intensitas permainan Swiss. Pada menit ke-16, Swiss berhasil mencuri keunggulan melalui Haris Seferovic yang menanduk umpan silang Steven Zuber.

Selepas gol Seferovic, Les Bleus mencoba bangkit. Namun, mereka kesulitan membongkar rapatnya lini pertahanan Swiss. Sementara itu, Swiss mampu sesekali menyerang. Akan tetapi, mereka juga tak mampu menciptakan peluang berarti.

Meski saling jual beli serangan, tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 0-1 tak berubah hingga wasit menyudahi paruh pertama.

Prancis vs Swiss - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Selepas turun minum, Prancis kembali direpotkan oleh intensitas permainan Swiss. Pada menit ke-54, Swiss mendapat hadiah penalti setelah Steven Zuber dilanggar Benjamin Pavard. Beruntung untuk Les Bleus, eksekusi penalti Ricardo Rodriguez berhasil diselamatkan Hugo Lloris.

Tiga menit berselang, Prancis berhasil menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan umpan Kylian Mbappe. Pada menit ke-59, Benzema berhasil mencetak gol keduanya dan membawa Prancis unggul. Kali ini, ia menanduk umpan Antoine Griezmann.

Dua gol Benzema berhasil meningkatkan kepercayaan diri para penggawa Prancis. Pada menit ke-75, Prancis berhasil mencetak gol ketiganya. Kali ini, giliran Paul Pogba yang menjebol gawang Yann Sommer melalui sepakan melengkung dari luar kotak penalti.

Prancis vs Swiss - Euro 2020 - uefa. com 3
uefa.com

Enam menit berselang, Swiss berhasil memperkecil ketertinggalan. Lagi-lagi melalui sundulan Haris Seferovic yang kali ini memaksimalkan umpan Kevin Mbabu. Pada menit ke-89, Swiss berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan pemain pengganti, Mario Gavranovic yang memanfaatkan kelengahan para pemain belakang Prancis. Skor 3-3 bertahan hingga waktu normal usai.

Di babak tambahan, kedua tim tetap saling menyerang dan memiliki sejumlah peluang. Akan tetapi, tak ada gol yang tercipta dan laga harus ditentukan melalui adu penalti. Yann Sommer menjadi pahlawan Swiss setelah menahan penalti Mbappe. Kegagalan penalti Mbappe membuat Swiss berhasil lolos ke babak perempat final.

Di babak delapan besar Euro 2020, Swiss akan menantang Spanyol yang sukses menyingkirkan Kroasia. Laga tersebut rencananya akan digelar pada Jumat (2/7) malam WIB di Saint Petersburg, Rusia.

PRANCIS VS SWISS:

Prancis: 1-Hugo Lloris; 4-Raphael Varane, 5-Clement Lenglet (20-Kingsley Coman 46′, 26-Marcus Thuram 111′), 3-Presnel Kimpembe; 2-Benjamin Pavard, 6-Paul Pogba, 13-N’Golo Kante, 14-Adrien Rabiot; 7-Antoine Griezmann (17-Moussa Sissoko 88′); 10-Kylian Mbappe, 19-Karim Benzema (9-Olivier Giroud 94′)

Pelatih: Didier Deschamps

Swiss: 1-Yann Sommer; 13-Ricardo Rodriguez (18-Admir Mehmedi 87′), 5-Manuel Akanji, 4-Nico Elvedi; 14-Steven Zuber (16-Christian Fassnacht 79′), 10-Granit Xhaka, 8-Remo Freuler, 3-Silvan Widmer (2-Kevin Mbabu 73′); 23-Xherdan Shaqiri (19-Mario Gavranovic 73′); 7-Breel Embolo (11-Ruben Vargas 80′), 9-Haris Seferovic (22-Fabian Schaer 97′)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Kartu kuning: Varane 30′, Coman 88′, Pavard 91′ – Elvedi 33′, Xhaka 76′, Akanji 108′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ludovic Giuly: Prancis akan Menang dengan Nyaman

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Prancis akan menghadapi Swiss pada 16 besar Euro 2020, Selasa (29/6/2021) dinihari WIB. Mantan pemain Les Blues, Ludovic Giuly, menatap laga ini dengan percaya diri.

Prancis memang unggul segalanya dari Swiss. Mereka berstatus juara dunia dan dihuni mayoritas pemain yang sama seperti Piala Dunia 2018 lalu.

Dan bagi Ludovic Giuly tidak ada alasan untuk anak asuh Didier Deschamps tidak menang. Bahkan dengan percaya diri dia mengatakan negaranya akan menang dengan nyaman.

Kabar Terbaru Ludovic Giuly, "Korban Pertama" Lionel Messi di Barcelona

“Saya pikir pertandingan ini tim kami akan menang dengan nyaman. Ini merupakan momen yang tepat untuk menegaskan bahwa ini Euro kami,” tegas Giuly seperti dikutip Football5star dari laman resmi UEFA, Senin (28/6/2021).

“Babak penyisihan grup sangat sulit dan banyak menguras tenaga. Tapi kami bisa melaluinya dengan baik,” sambung pemain yang bawa Barcelona juara Liga Champions.

Keyakinan Ludovic Giuly kian bertambah dengan menterengnya lini serang Prancis. Ya, Les Blues memiliki trio mematikan dalam diri Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, dan Karim Benzema.

Walau begitu mantan kapten AS Monaco mengakui kerja sama ketiganya belum begitu terlihat karena mereka baru bergabung.

“Lini depan kami mengerikan. Ada trio Benzema, Mbappe, dan Griezmann di sana.. mereka baru bermain dalam tiga pertandingan jadi perlu untuk beradaptasi lagi. Tapi ketiganya menularkan kualitas dalam tim. Kita hanya perlu memberi sedikit waktu pada mereka,” tutup Ludovic Giuly.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Michel Platini Bawa Prancis Raih Gelar Perdana

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Michel Platini mengantarkan Prancis meraih gelar perdana di kompetisi EURO. Gelar perdana ini dipersembahkan Michel Platini di ajang EURO 1984. Hari ini, 27 Juni, 37 tahun lalu, Prancis kalahkan Spanyol di final EURO 1984.

Prancis pada EURO 1984 merupakan tuan rumah. Sebelum Prancis ditetapkan menjadi tuan rumah, Jerman Barat pun mencalonkan diri sebagai tuan rumah. Namun pada pertemuan Komite Eksekutif UEFA pada 10 Desember 1981, Prancis ditetapkan sebagai tuan rumah EURO 1984 dengan suara bulat.

Nostalgia Hari Ini: Michel Platini Bawa Prancis Raih Gelar Perdana

EURO 1984 jadi kompetisi pertama Prancis setelah absen di lima perhelatan EURO. Pada edisi pertama EURO 1960, Prancis menduduki peringkat keempat. Setelah itu, tim Ayam Jantan absen di EURO 1964, 1968, 1972, 1976 dan 1980 di Italia.

Sebagai tuan rumah, Prancis pun memiliki modal cukup baik setelah di Piala Dunia 1982 di Spanyol menjadi peringkat empat. Tim Prancis saat itu diisi sejumlah pemain terbaik, utamanya di sektor tengah. Di sana, ada nama Luis Fernández, Jean Tigana hingga sang kapten, Michel Platini.

Platini jadi andalan untuk pelatih Michel Hidalgo di lini depan Prancis di perhelatan EURO 1984. Beban untuk jadi pemain andalan bisa dibayar lunas oleh Platini dengan torehan gol.

Pada babak fase grup saja, Platini mampu menorehkan 7 gol. Saat itu Prancis tergabung di grup 1 bersama Denmark, Belgia dan Yugoslavia. Gol perdana Platini dicetaknya saat Prancis menang 1-0 atas Denmark di laga pertama grup 1 EURO 1984 yang berlangsung pada 12 Juni 1984 di Parc des Princes, Paris.

Platini mengamuk pada partai kedua melawan Belgia. Ia mencetak hat-trick dan mengantarkan tim Ayam Janta menang 5-0. Dua gol Prancis lainnya dicetak oleh Alain Giresse dan Luis Fernández.

Tapi itu bukan hat-trick pertama Platini pada ajang ini. Tiga hari setelah mengalahkan Belgia, Platini kembali mencetak hat-trick pada laga terakhir melawan Yugoslavia pada 19 Juni 1984 di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne.

Platini Semakin Tak Terkejar

Prancis lolos ke babak semifinal dan harus berhadapan dengan Portugal. Pada laga ini, Michel Platini menjadi pahlawan setelah golnya di menit ke-119 membawa Prancis menang 3-2 atas Portugal. Platini pun saat itu semakin tak terkejar menduduki daftar top scocer EURO 1984.

Di partai final, Spanyol siap melawan Prancis. Pertandingan berlangsung di Parc des Princes, Paris. Spanyol cukup merepotkan bagi pertahanan Prancis. Pelatih Spanyol saat itu, Miguel Muñoz mencoba untuk bisa meredam agresivitas Platini.

Nostalgia Hari Ini: Michel Platini Bawa Prancis Raih Gelar Perdana

Di lini belakang, Munoz menempatkan Ricardo Gallego dan Salva di jantung pertahanan serta full back Santiago Urquiaga di sisi kanan dan José Antonio Camacho di sisi kiri. Taktik ini berbukti ampuh dengan Urquiaga beberapa kali mengirimkan umpan crossing yang membahayakan lini belakang Prancis.

Pada babak pertama, Spanyol mampu membuat lini depan Prancis tak berkutik. Petaka untuk tim Matador datang pada babak kedua, menit ke-53, Platini mencetak gol pembuka Prancis. Sekaligus membawa namanya menjadi top scorer EURO 1984 dengan torehan 9 gol.

Gol Platini ini meruntukan mental pemain Spanyol. Hingga akhirnya di masa injury time babak kedua, umpan Jean Tigana disambut dengan tendangan chip Bruno Bellone dan membuat Prancis mengunci gelar pertamanya di kompetisi EURO.

“Ini adalah gelar pertama yang dimenangkan oleh Prancis sebagai tim. Jadi ini adalah momen luar biasa untuk sepak bola Prancis dan olahraga Prancis secara keseluruhan,” ucap Michel Platini usai pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang Lawan Swiss, Prancis Diterpa Badai Cedera

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jelang lawan Swiss di babak 16 besar EURO 2020, kabar kurang sedap datang dari tim Ayam Jantan, Prancis. Jelang lawan Swiss, sejumlah pemain Prancis mengalami cedera.

Seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (25/6/2021), pemain Prancis, Thomas Lemar mengalami cedera tibia setelah bertabrakan dengan Mike Maignan dalam sesi latihan.

Portugal vs Prancis, Karim Benzema 1 - Twitter @EURO2020

Akibat cedera yang dialaminya, pemain Atletico Madrid tersebut harus dibawa keluar oleh tim dokter dan mendapatkan perawatan. Lemar jadi pemain kelima dari skuat Prancis yang mengalami cedera.

Sebelumnya Didier Deschamps juga harus kehilangan Lucas Digne, Lucas Hernandez, Marcus Thuram dan Ousmane Dembele akibat cedera. Nama terakhir bahkan harus pulang lebih awal dari EURO 2020.

Ousmane Dembele harus menjalani operasi dan menepi selama 4 bulan. Cedera itu didapat oleh Dembele saat membela Prancis melawan Hungaria di babak fase grup.

Dikutip dari Sport berdasarkan laporan media Prancis L’Equipe, Dembele cedera paha kanan. Kehilangan sejumlah pemain tentu jadi hal kurang menguntungkan bagi Prancis jelang lawan Swiss di babak 16 besar EURO 2020.

Prancis vs Swiss di babak 16 besar EURO 2020 akan berlangsung di Arena Națională, Bucharest pada 28 Juni 2021. Prancis sebagai juara grup F sedangkan Swiss berstatus tim peringkat ketiga terbaik.

Prancis mencatatkan 16 kemenangan sementara Swiss 12 kemenangan. 10 partai Prancis vs Swiss berakhir dengan skor imbang. Pertemuan Prancis vs Swiss di babak 16 besar EURO 2020 jadi kali ketiga kedua negara bersua di kompetisi EURO.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prancis vs Swiss: Der Nati Lawan yang Alot

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Prancis vs Swiss di babak 16 besar EURO 2020 akan berlangsung di Arena Națională, Bucharest pada 28 Juni 2021. Prancis sebagai juara grup F sedangkan Swiss berstatus tim peringkat ketiga terbaik.

Peringkat kedua tim di babak fase grup tentu membuat Prancis lebih diunggulkan dibanding Swiss. Tim berjuluk Der Nati ini jadi peringkat ketiga terbaik setelah hanya mampu meraih satu kemenangan, satu hasil imbang dan menderita satu kekalahan di grup A.

Prancis vs Swiss: La Nati Lawan yang Alot

Jelang partai 16 besar melawan Prancis, kubu Swiss sendiri berada di kondisi kurang baik di internal tim. Hasil di fase grup A memicu kritik tajam dari publik sepak bola Swiss. Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic mengakui ada hal di internal tim yang harus bisa diselesaikan sebelum melawan Prancis.

“Kami memiliki satu atau beberapa hal yang tidak relevan dan bisa memicu polemik. Tapi kami dengan cepat akan menyelesaikan masalah internal ini dan bertindak dengan tepat,” ucap Petkovic seperti dikutip Football5star.com dari Nau.ch, Kamis (24/6/2021).

Dengan kondisi internal seperti itu, Prancis harusnya bisa dengan mudah mengalahkan Swiss. Namun catatan kedua pertandingan kedua tim menunjukkan hal cukup berbeda.

Swiss Tak Mudah Dikalahkan

Pertemuan pertama Prancis vs Swiss terjadi pada sudah cukup lama yakni 12 Februari 1905 pada partai uji coba. Saat itu Prancis menang tipis 1-0. Swiss merupakan lawan yang cukup alot untuk Prancis.

Prancis mencatatkan 16 kemenangan sementara Swiss 12 kemenangan. 10 partai Prancis vs Swiss berakhir dengan skor imbang. Pertemuan Prancis vs Swiss di babak 16 besar EURO 2020 jadi kali ketiga kedua negara bersua di kompetisi EURO.

Prancis vs Swiss: La Nati Lawan yang Alot

Di pertemuan pertama pada ajang EURO 2004, Prancis mampu mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 di babak fase grup B. Tiga gol Prancis saat itu dicetak oleh Zinedine Zidane dan Thierry Henry.

Pertemuan kedua terjadi di EURO 2016 di mana Prancis jadi tuan rumah. Pada laga kedua ini, Swiss mampu menahan imbang tanpa gol tuan rumah, hasil yang membawa Swiss kala itu lolos ke babak 16 besar sebagai runner up grup A.

Yang juga menarik dari pertemuna Prancis vs Swiss adalah jumlah yang gol yang tercipta. Prancis dan Swiss pernah sama-sama mencetak gol telak. Swiss misalnya pernah mengalahkan Prancis dengan skor 5-2 pada 23 April 1911.

Swiss juga pernah memasukan 6 gol ke gawang Prancis pada 12 Oktober 1960. Sementara Prancis paling besar memasukkan 5 gol ke gawang Swiss pada Piala Dunia 2014. Saat itu tim Ayam Jantan menang 5-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pekan Ketiga Euro 2020: Dramatis di Laga Pamungkas

gamespool
Pekan Ketiga Euro 2020: Dramatis di Laga Pamungkas 114

Foothball5star.com, Indonesia – Jerman, Prancis dan Portugal berhasil lolos secara dramatis ke babak 16 besar Euro 2020. Ketiga tim tersebut berhasil lolos setelah sepasang partai pamungkas di grup F berakhir dengan skor 2-2.

Tambahan satu poin membuat Jerman berhasil finis di posisi kedua grup F. Prancis melaju sebagai pemuncak klasemen dan Portugal menjadi salah satu tim peringkat tiga terbaik.

Sementara itu, Ukraina yang menelan kekalahan atas Austria tetap berhasil melaju ke babak 16 besar. Kepastian tersebut didapati setelah Slowakia menelan kekalahan telak ketika menghadapi Spanyol pada Rabu (23/6) malam WIB..

Babak 16 besar Piala Eropa rencananya akan digelar pada 26 hingga 29 Juni 2021. Nantinya, delapan tim yang sukses meraih kemenangan di babak 16 besar akan diadu di babak perempat final yang akan digelar pada 2 dan 3 Juli 2021.

HASIL PERTANDINGAN PEKAN KETIGA BABAK GRUP EURO 2020:

Minggu (20/6):

  • Italia 1-0 Wales (Matteo Pessina 39′)
  • Swiss 3-1 Turki (Haris Seferovic 6′, Xherdan Shaqiri 26′, 68′)

Senin (21/6):

  • Ukraina 0-1 Austria (Christpoh Baumgartner 21′)
  • Makedonia Utara 0-3 Belanda (Memphis Depay 24′, Gini Wijnaldum 51′, 58′)

Selasa (22/6):

  • Rusia 1-4 Denmark (Artem Dzyuba 70′ [p] – Mikkel Damsgaard 38′, Yussuf Poulsen 59′, Andreas Chrisstensen 79′, Joakim Maehle 82′)
  • Finlandia 0-2 Belgia (Lukas Hardecky 74′ [bd], Romelu Lukaku 81′)

Rabu (23/6):

  • Swedia 3-2 Polandia (Emil Forsberg 2′, 59′, Victor Claesson 90+3′ – Robert Lewandowski 61′, 84′)
  • Slowakia 0-5 Spanyol (Martin Dubravka 30′ [bd], Aymeric Laporte 45+3′, Pablo Sarabia 56′, Ferran Torres 67′, Juraj Kucka 71′ [bd])

Kamis (24/6):

  • Portugal 2-2C Prancis (Cristiano Ronaldo 30′ [p], 60′ [p] – Karim Benzema 45+2′ [p], 47′)
  • Jerman 2-2 Hungaria (Kai Havertz 66′, Leon Goretzka 84′ – Adam Szalai 11′, Andras Schaefer 68′)
KLASEMEN AKHIR BABAK GRUP EURO 2020:

Grup A:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Italia* 7 9
2 Wales* 1 4
3 Swiss* -1 4
4 Turki -7 0

Grup B:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Belgia* 6 9
2 Denmark* 1 3
3 Finlandia -2 3
4 Rusia -5 3

Grup C:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Belanda* 6 9
2 Austria* 1 6
3 Ukraina* -1 3
4 Makedonia Utara -6 0

Grup D:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Inggris* 2 7
2 Kroasia* 1 4
3 Rep Cheska* 1 4
4 Skotlandia -4 1

Grup E:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Swedia* 2 7
2 Spanyol* 5 5
3 Slowakia -5 3
4 Polandia -2 1

Grup F:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Prancis* 1 5
2 Jerman* 1 4
3 Portugal* 1 4
4 Hungaria -3 2

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]