Bernd Leno Dapat Kode Keras dari Mikel Arteta

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bernd Leno harus berhati-hati dan meningkatkan performanya jika ingin tetap mempertahankan posisi sebagai kiper utama Arsenal. Selepas laga Arsenal vs Norwich City pada pekan ke-4 Liga Inggris, Sabtu (11/9/2021), manajer Mikel Arteta sudah memberikan kode keras kepada kiper timnas Jerman tersebut.

Pada laga lawan Norwich, Leno diparkir oleh Arteta. Dia sepertinya dinilai sebagai salah satu titik lemah yang berakibat kekalahan beruntun pada tiga laga awal Premier League musim ini. Sebagai gantinya, Aaron Ramsdale dipercaya tampil. Putusan itu berbuah manis. The Gunners clean sheet dan meraih kemenangan pertama.

Arteta memang diplomatis menjawab pertanyaan soal pilihan memasang Ramsdale ketimbang Leno. Namun, dalam kata-katanya sangat jelas dia menyanjung dan puas terhadap performa Ramsdale. Secara implisit, manajer asal Spanyol itu tak menutup kemungkinan eks kiper Sheffield United itu mengambil alih peran Leno secara permanen.

Aaron Ramdale membawa Arsenal menang dan tak kebobolan dalam dua laga musim ini.
Getty Images

“Saya pikir dia sangat bagus. Bukan hanya dari sisi teknis, melainkan juga dalam menularkan energinya. Chemistry-nya dengan para pemain lini belakang, reaksinya, saya kira sungguh top,” urai Mikel Arteta seperti dikutip Football5Star.com dari Football London.

Lebih lanjut, Arteta berkata, “Kami punya dua kiper fantastis. Jangan pernah lupakan semua yang telah dilakukan Bernd untuk kami dan betapa bagusnya dia sebagai kiper. Hari ini, saya harus membuat putusan dan berpikir bahwa Aaron adalah sosok yang tepat. Seperti pada posisi lain, kami harus memutuskan dan hari ini begitulah putusannya.”

Bernd Leno Sudah Kebobolan 9 Gol

Menilik performa apik Aaron Ramsdale, Mikel Arteta mengindikasikan Bernd Leno tak akan lagi mendapat jaminan tampil sebagai starter. Apalagi, faktanya, Leno selalu kebobolan dalam harus 9 kali memunut bola dari gawangnya, sementara Ramsdale selalu clean sheet dalam dua laga.

“Saya ingin melihat bagaimana mereka tampil. Sekarang ini, kami butuh performa dan memenangi pertandingan. Siapa pun yang memberikan performa lebih baik, mampu menularkan lebih banyak kepercayaan diri, dan lebih dapat diandalkan, dialah yang akan bermain,” ujar Arteta tanpa tedeng aling-aling.

Bernd Leno tak lagi mendapat jaminan tempat di skuat utama Arsenal dari Mikel Arteta.
Getty Images

Pernyataan itu jadi ancaman tersendiri bagi Leno. Andai tak mamperbaiki perfromanya, dia sangat mungkin tersisih ke bangku cadangan dan dilepas pada akhir musim nanti. Perlu diingat, kontrak eks kiper Bayer Leverkusen itu akan habis pada 30 Juni 2023. Artinya, bila tak puas, The Gunners kemungkinan besar menjualnya pada akhir musim 2021-22.

Bernd Leno diangkut Arsenal pada 1 Juli 2018 dengan harga 25 juta euro dari Leverkusen. Hingga kini, dia sudah menjalani 120 pertandingan di berbagai ajang dengan kebobolan 143 gol dan hanya 43 kali clean sheet. Musim lalu, Arteta menunjukkan kepercayaan kepada sang kiper dengan rela melepas Emiliano Martinez yang jadi pahalwan di final Piala FA 2019-20 ke Aston Villa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Berkat Aubameyang, Mikel Arteta Urung Cetak Rekor Lebih Buruk

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Arsenal akhirnya memutus start buruk di Liga Inggris musim ini. Sabtu (11/9/2021), gol Pierre-Emerick Aubameyang membawa The Gunners menang 1-0 atas Norwich City. Kemenangan itu membuat manajer Mikel Arteta bisa bernapas lega. Pasalnya, dia hampir saja mencetak rekor lebih buruk.

Seperti diketahui, Arsenal memasuki musim ini dengan buruk. Mereka selalu menelan kekalahan dan gagal mencetak gol dalam tiga pekan awal. Sepanjang sejarah, itu adalah catatan terburuk yang diraih pada tiga pekan awal. Sebelumnya, mereka sempat tak mencetak gol dalam 3 laga awal pada 1904-05 dan 1953-54, tapi sempat sekali seri.

Gol tunggal Pierre-Emerick Aubameyang menghindarkan Mikel Arteta dari rekor lebih buruk di Arsenal.
Getty Images

Gol Aubameyang memutus rekor itu. Andai kembali gagal mencetak gol saja, itu akan jadi rekor baru. Gagal mencetak gol dalam 4 partai awal akan jadi coreng hitam lebih tebal di wajah Arteta. Adapun raihan kemenangan memastikan The Gunners memiliki start lebih baik dari beberapa musim lain.

Setidaknya, tim asuhan Arteta urung mengikuti kisah musim 1907-08 dan 1912-13. Ketika itu, The Gunners hanya meraih 1 hasil imbang dalam 4 pekan awal Liga Inggris. Catatan lebih buruk dibuat pada 1923-24 saat mereka menelan empat kekalahan beruntun.

Mikel Arteta Dibayangi Deja Vu 1921-22

Meskipun demikian, Mikel Arteta tak boleh berpuas diri. Apalagi, Arsenal hanya menang 1-0 atas Norwich. Peracik taktik asal Spanyol itu harus membuka lembaran sejarah The Gunners tepat satu abad ke belakang ketika jabatan manajer dipegang Leslie Knighton. Ada kisah yang agak mirip dengan saat ini.

Pada musim 1921-22, seperti musim ini, The Gunners juga mengawali musim dengan tiga kekalahan beruntun. Bedanya, mereka tidak nirgol. Dalam tiga laga itu, mereka selalu mencetak gol. Pada pekan ke-2, bahkan 2 gol yang mampu dibuat di gawang lawan.

Kisah Leslie Knighton pada 1921-22 di Arsenal harus jadi peringatan buat Mikel Arteta.
Getty Images

Setelah tiga kekalahan beruntun itu, The Gunners memetik kemenangan 1-0 atas Preston North End di Stadion Highbury. Satu-satunya gol dilesakkan Henry Albert White. Namun, setelah itu, mereka mengalami kekalahan beruntun dari Manchester City. Sempat imbang dan menang atas Everton, mereka malah menuai empat kekalahan beruntun.

Mikel Arteta tentu harus mengindari deja vu seabad lalu itu. Dia harus memastikan kemenangan atas Norwich bukan hanya “perhentian sesaat”, melainkan benar-benar start baru Arsenal. Apalagi, dua laga mendatang di Premier League tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi Burnley dan Tottenham Hotspur. Patut dicatat, The Gunners tak menang dalam 2 lawatan terakhir ke markas The Clarets. Adapun laga lawan Spurs tidak pernah mudah bagi mereka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cristiano Ronaldo Resmi Pakai Nomor 7 di Manchester United

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Teka-teki soal nomor punggung Cristiano Ronaldo di Manchester United akhirnya terjawab tuntas. Jumat (3/9/2021) dini hari WIB, manajemen Red Devils memastikan sang megabintang mengenakan nomor 7 meskipun pada awal musim didaftarkan sebagai milik Edinson Cavani.

Seperti dilaporkan Manchester Evening News, pihak Man. United memang menginginkan Ronaldo kembali mengenakan nomor yang sudah menjadi identitasnya tersebut. Namun, itu terhalang dua hal. Pertama, nomor itu sudah dipakai Cavani sejak musim lalu. Kedua, Premier League melarang pergantian nomor pada tengah musim.

Cristiano Ronaldo dipastikan mengambil alih nomor 7 dari Edinson Cavani di Manchester United.
Twitter @ManUtd

Sesuai peraturan yang berlaku, Ronaldo hanya bisa mengambil nomor 7 andai Cavani pergi atau mengambil nomor lain yang kosong. Kemungkinan itu akhirnya terbuka setelah Red Devils melepas Daniel James ke Leeds United. Cavani mengambil nomor 21 peninggalan James, sementara nomor punggung 7 diberikan kepada CR7.

Soal perubahan nomor itu, Cavani tak ambil pusing. “Itu nomor yang bagus. Aku juga memaki nomor itu di timnas (Uruguay). Namun, sejujurnya, aku meyakini bahwa nomor yang dipakai adalah hal lebih berkaitan dengan urusan di luar lapangan,” ucap dia seperti dikutip Football5Star.com dari Metro.

Cristiano Ronaldo Dilepas Timnas Portugal

Cristiano Ronaldo pun tahu diri. Dia berterima kasih kepada eks penyerang Paris Saint-Germain tersebut. “Aku tak yakin soal kemungkinan memiliki jersi bernomor 7 lagi. Jadi, aku sudah seharusnya berterima kasih banyak kepada Edi atas gestur luar biasa ini,” kata CR7.

Hampir bersamaan dengan pengumuman nomor punggungnya di Manchester United, Cristiano Ronaldo juga meninggalkan skuat timnas Portugal yang akan menjalani laga melawan Qatar dan Azerbaijan. Pelatih Fernando Santos setuju melepas sang bintang yang tak akan bisa main melawan Azerbaijan pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 karena akumulasi kartu kuning.

Cristiano Ronaldo dilepas lebih awal dari timnas Portugal oleh pelatih Fernando Santos.
Globeandmail.com

Ronaldo memang membutuhkan cukup banyak waktu untuk bisa bergabung dengan rekan-rekannya di Man. United. Pasalnya, pemerintah Inggris menolak permohonan pengecualian bagi sang megabintang terkait protokol COVID-19 untuk pendatang dari Portugal. Dia tetap harus menjalani isolasi mandiri setidaknya selama 5 hari.

Hal itu sangat penting karena Cristiano Ronaldo diproyeksi menjalani debut kedua bersama manchester United pada Sabtu (11/9/2021) saat menjamu Newcastle United. Andai baru pulang dari timnas Portugal pada 7 September selepas lawan Azerbaijan, dia tentu tak akan bisa dimainkan saat Red Devils menjamu The Magpies.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cristiano Ronaldo Tak Sabar Bermain di Old Trafford Lagi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo akhirnya resmi menjadi bagian skuat Manchester United lagi. Dia diikat kontrak berdurasi 2 tahun dengan opsi perpanjangan 1 tahun setelah diangkut dari Juventus dengan transfer senilai 15 juta euro dengan klausul tambahan yang bisa mencapai 8 juta euro.

Kembali ke Man. United, Ronaldo tentu saja berbunga-bunga. Megabintang asal Portugal itu pun mengaku sudah gatal untuk kembali memakai jersi Red Devils dan bermain di Stadion Old Trafford. Kali terakhir dia melakukannya pada 16 Mei 2009. Ketika itu, Man. United imbang tanpa gol dengan Arsenal.

Cristiano Ronaldo dan para fan Manchester United kini dilanda nostalgia kesuksesan pada 2003 hingga 2009.
independent.co.uk

“Manchester United adalah klub yang selalu memiliki tempat istimewa di hatiku. Aku sungguh terkesan oleh begitu banyaknya pesan setelah pengumuman Jumat lalu. Aku tak sabar lagi menanti bermain di Old Trafford yang penuh sesak dan bertemu para fan lagi,” kata Cristiano Ronaldo seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

Tak hanya itu, Ronaldo juga ingin mengulang kisah manis. Pada periode pertamanya dari 2003 hingga 2009, dia meraih 10 trofi bersama Red Devils. “Aku sangat menantikan untuk bergabung dengan tim setelah laga internasional dan kuharap kami akan mendapatkan musim yang sangat sukses,” ucap dia.

Cristiano Ronaldo Langsung Turun Lawan Newcastle?

Cristiano Ronaldo memang tak bisa langsung bergabung dengan skuat Manchester United. Saat ini, dia tengah bergabung dengan timnas Portugal yang akan menjalani lanjuutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Mereka akan melawan Irlandia pada 2 September dan Azerbaijan pada 7 September.

Jika tak ada aral melintang, Ronaldo akan bergabung dengan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer jelang laga lawan Newcastle United yang dijadwalkan berlangsung pada 11 September mendatang. Secara kebetulan, laga itu akan berlangsung di Stadion Old Trafford.

Para fan Manchester United akan bisa langsung bertemu kangen dengan Cristiano Ronaldo di Stadion Old Trafford pada 11 September nanti.
Getty Images

Sudah bisa dibayangkan betapa besar antusiasme para fan Manchester United jelang laga lawan Newcastle tersebut. Sejak Jumat lalu, ketika CR7 dikabarkan kembali, mereka langsung dilanda euforia. Nyanyian bagi sang megabintang bergema di banyak sudut kota.

Adapun bagi Newcastle, andai langsung dipercaya turun pada laga itu, Ronaldo akan jadi kabar buruke. Selama membela Man. United, CR7 terbukti bak azimat saat menghadapi The Magpies. Dalam 11 pertemuan, mereka tak pernah kalah dan hanya 1 kali imbang. Sang megabintang pun mampu membuat 6 gol dan 5 assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Klub LaLiga dan Premier League Larang Pemain Perkuat Negara di Zona Merah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Covid-19 yang masih jadi ancaman membuat klub-klub LaLiga dan Premier League waspada. Sebab awal September akan ada jeda internasional.

Artinya, seluruh pemain akan pulang ke negaranya masing-masing guna memperkuat timnas. Awal September akan dilangsungkan kualifikasi Piala Dunia di berbagai konfederasi maupun sekadar uji coba.

Sosok Misterius Ini Ramal Brasil Hancurkan Argentina 5-1

Tidak ingin mengambil risiko terkait kesehatan para pemain, klub-klub dari LaLiga dan Premier League melarang pemainnya pulang. Terutama bagi negaranya yang berada di zona merah.

Premier League jadi yang pertama mengeluarkan pelarangan. “Klub Liga Inggris hari ini dengan suara bulat memutuskan untuk tidak melepas pemain di laga internasional yang dimainkan di negara-negara zona merah,” demikian pernyataan resmi Premier League.

“Keputusan klub didukung oleh liga dan ini berlaku untuk hampir 60 pemain dari 19 klub Premier League yang akan melakukan perjalanan ke 26 negara zona merah di jeda internasional kali ini,” sambung peryataan tersebut.

mctominay
theshillongtimes

Mereka bisa saja memperkuat negaranya yang bertanding di zona merah. Namun, pemerintah Inggris memberlakukan peraturan ketat. Setiap pemain diwajibkan isolasi mandiri selama 10 hari setibanya di Inggris.

Langkah Liga Inggris kemudian diikuti Liga Spanyol. Pemain-pemain yang berasal dari LaLiga banyak berasal dari Amerika Latin. Dan di sana masih banyak negara yang termasuk dalam zona merah covid-19.

Sikap Premier League Sesuai dengan Keputusan FIFA

Banyak yang menyebut jika langkah dua kompetisi top Eropa itu melanggar peraturan induk sepak bola dunia, FIFA. Dalam peraturannya memang disebutkan pihak klub wajib melepas pemain memperkuat tim nasional.

memphis depay-FCBarcelona
@FCBarcelona

Akan tetapi selama pandemi covid-19, FIFA merevisi peraturan tersebut. Mereka memperbolehkan klub pemilik melarang pemainnya pulang ke negara zona merah.

Keputusan ini diambil untuk mengurangi risiko penyebaran covid-19. “Kami mengikuti FIFA untuk tidak mengizinkan pemain yang diharuskan dikarantina saat kembali dari tugas internasional,” lanjut pernyataan Premier League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukaku: Secara Taktik dan Teknis, Serie A Lebih Baik dari Premier League

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain baru Chelsea, Romelu Lukaku, memberi perbedaan antara Serie A dan Premier League. Menurut Lukaku, Serie A lebih baik secara teknik dan taktis daripada Premier League yang hanya mengandalkan intensitas.

Lukaku kembali ke Chelsea setelah direkrut dari Inter dengan harga 115 juta euro. Kini dia sudah merasakan bermain di Serie A dan Premier League. Dia membeberkan perbedaan kedua liga top eropa itu.

Romelu Lukaku - Inter Milan - Chelsea - Manchester Evening News

“Italia secara taktik dan teknis adalah liga yang lebih baik tetapi di sini di Inggris, ini semua tentang intensitas. Itulah yang membuat perbedaan, tetapi itu tidak masalah bagi saya karena saya sudah berada di sini selama delapan tahun dan saya tahu apa itu semua,” kata Lukaku seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Dia melanjutkan, “Ini tidak seperti saya pemain baru yang datang dan tidak tahu apa yang diharapkan. Saya tahu liga (Inggris), saya telah mencetak cukup banyak gol di sini, tetapi masa lalu adalah masa lalu dan sekarang kami harus menatap ke depan.”

Alasan Romelu Lukaku Kembali ke Chelsea

romelu lukaku-chelsea-WorldWideChels
worldwidechels

Lukaku sangat menikmati masanya di Italia. Dia berhasil membawa Inter meraih Scudetto, mencetak lebih dari 20 gol per musim, dan menjadi Pemain Terbaik Serie A musim lalu. Selain itu dia juga dicintai banyak fans Inter dan penampilannya kerap dipuji oleh media-media Italia. Tapi dia memilih untuk kembali ke Chelsea. Dia membeberkan alasannya.

“Saya tidak benar-benar berbicara tentang ambisi pribadi saya tetapi mereka bersandar pada ambisi klub. Itu sebabnya saya kembali,” ujar pemain timnas Belgia itu.

Dia melanjutkan, “Chelsea ingin terus menang, terus berkembang sebagai klub dan sangat mendominasi di Inggris dan Eropa. Itu adalah sesuatu yang saya inginkan dan saya di sini sekarang, jadi terserah saya untuk membantu tim mencapai potensinya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nagelsmann Sindir Klub-klub Premier League yang Habiskan Uang Banyak

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bayern Munich, Julian Nagelsmann, sedikit menyindir klub-klub Premier League yang bisa berbelanja banyak di musim panas ini. Nagelsmann menegaskan bahwa Bayern tak bisa melakukan itu saat ini.

Bayern saat ini baru merekrut Dayot Upamecano dengan harga sekitar 45 juta euro. Sebagai perbandingan ada 8 klub Premier League yang mengeluarkan uang lebih banyak dari Bayern saat ini, dan salah satunya adalah klub promosi, Norwich.

Raphael Varane - Paul Pogba - Manchester United - The Times
The Times

Nagelsmann menyebut Bayern tidak bisa dengan mudah menghabiskan banyak uang musim panas ini seperti klub-klub Premier League.

“Tidak mudah menghabiskan banyak uang, kami tidak berada di Premier League,” ucap Nagelsmann seperti dikutip Football5Star.com dari The Sun.

Dia melanjutkan, “Jika memungkinkan maka mungkin kami akan mendapatkan pemain baru. Jika tidak, tidak apa-apa juga dan kami akan bekerja dengan pemain yang kami miliki di skuat kami.”

Julian Nagelsmann: Skuat Kami Sudah Cukup Bagus

Julian Nagelsmann - Bayern Munich - Josip Stanisic - @imiasanmia
twitter.com/imiasanmia

Nagelsmann mengatakan bahwa timnya masih mungkin untuk merekrut pemain lagi sebelum bursa transfer ditutup. Tapi jika itu tidak terjadi, dia tak masalah karena dia mengklaim skuat Die Roten saat ini sudah cukup bagus.

“Kami masih akan melakukan apa yang mungkin dilakukan di bursa transfer dan jika ada keputusan maka mungkin Anda akan mendengarnya,” kata mantan pelatih RB Leipzig itu.

Dia melanjutkan, “Kami memiliki skuat yang bagus, tim yang bagus. Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan sekarang untuk musim ini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

5 Noktah Merah Manchester City dari Kekalahan Lawan Tottenham

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City memulai kiprah pada gelaran Premier League 2021-22 dengan buruk. Bertandang ke markas Tottenham Hotspur, tim asuhan Pep Guardiola takluk 0-1. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Ederson Moraes pada laga itu dicetak Son Heung-min pada menit ke-55.

Kekalahan itu menjadi pukulan bagi The Cityzens yang berusaha mempertahankan gelarnya dengan menjadikan Jack Grealish sebagai pemain Inggris termahal dan terus membidik Harry Kane. Menariknya, Tottenham tak diperkuat Kane pada pertandingan pekan pertama Premier League tersebut.

Gol tunggal Son Heung-min membuat Tottenham Hotspur menang atas Manchester City pada pekan pertama Premier League 2021-22.
rfi.fr

Di balik kekalahan itu, setidaknya ada lima noktah merah. Pertama, ini adalah kali pertama Man. City gagal menang pada pekan pertama dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, dalam 10 musim beruntun dari 2011-12 hingga 2020-21, The Cityzens selalu menang.

Sebelum ini, Man. City gagal menang pada partai pekan pertama Premier League musim 2010-11. Ketika itu, tim asuhan Roberto Mancini imbang 0-0 di kandang Tottenham. Adapun kekalahan terakhir pada pekan pertama dialami musim 2008-09 saat anak-anak asuh Mark Hughes takluk 2-4 dari Aston Villa.

Kemandulan Manchester City

Noktah merah kedua, kekalahan dari Tottenham Hotspur membuat Manchester City menelan kekalahan dalam tiga laga beruntun. Sebelumnya, tim asuhan Guardiola juga kalah 0-1 dari Chelsea pada final Liga Champions dan Leicester City pada laga Community Shield.

Kalah tiga kali beruntun tanpa mencetak gol bukan hal biasa bagi The Cityzens. Kali terakhir hal itu terjadi pada Maret 2007 di bawah asuhan Stuart Pearce. Mereka kalah 1-0 dari Wigan Athletic di Premier League, lalu takluk 0-2 dari Blackburn Rovers di Piala FA dan kembali tersungkur 0-1 di Premier League, kali ini dari Chelsea.

Manchester City selalu kalah dan tak mencetak gol dalam 3 laga beruntun.
Getty Images

Tak mencetak gol dalam tiga laga beruntun jadi noktah merah ketiga. Man. City mengulang kisah musim 2015-16. Pada Maret 2016, The Cityzens secara mengejutkan gagal mencetak gol dalam tiga laga beruntun. Mereka imbang 0-0 dengan Norwich City di Premier League dan Dynamo Kyiv di Liga Champions. Lalu, mereka kalah 1-0 dari Manchester United di Premier League.

Kegagalan mencetak gol tersebut menegaskan kerinduan Manchester City terhadap sosok bomber ulung. Musim lalu, mereka sudah merasakan hal itu. Kini, hal serupa kian terasa. Tak heran bila banyak olok-olok terlontar bahwa dibanding Tottenham Hotspur, mereka lebih membutuhkan Harry Kane.

Pil Pahit Guardiola

Noktah merah keempat khusus terkait manajer Pep Guardiola. Kekalahan Manchester City dari Tottenham Hotspur menjadi kekalahan kedua yang dialami sang manajer pada pekan pertama liga. Sebelumnya, satu-satunya kekalahan dialami pada musim pertamanya, yakni saat menangni Barcelona pada 2008-09.

Ketika itu, Barcelona secara mengejutkan tumbang 0-1 dalam lawatan ke markas Numancia gara-gara gol Mario Martinez Rubio pada menit ke-13. Setelah itu, dia selalu membawa timnya menang saat menjalani laga pekan pertama dalam sebelas musim beruntun hingga akhirnya Tottenham kembali memberikan kekalahan serupa.

Guardiola kini empat kali beruntun selalu kalah di kandang Tottenham Hotspur.
Getty Images

Noktah merah kelima juga masih bagi Guardiola. Kekalahan pada laga pembuka Premier League 2021-22 membuat dia kini selalu membawa tim asuhannya kalah dalam empat lawatan beruntun ke markas Tottenham Hotspur. Sebelumnya, Manchester City dua kali takluk 0-2 dan sekali kalah 0-1. Kemenangan terakhir direbut pada musim 2018-19 dengan skor 1-0.

Kini, Tottenham jadi salah satu tim yang paling menakutkan bagi Guardiola. Dia sudah menelan 5 kekalahan dari 14 pertemuan. Jumlah kekalahan dari Tottenham sama dengan yang diderita dari Liverpool. Hanya ada dua tim lain yang lebih menakutkan bagi Guardiola. Mereka adalah Manchester United (6 kali kalah) dan Chelsea (9 kali kalah).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Ketika Premier League Bukan Lagi “Punya” Inggris

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 15 Agustus 2011, boleh dibilang menjadi sebuah hari bersejarah buat kompetisi strata teratas sepak bola Inggris, Premier League. Sebab, saat itu untuk kali pertama kalau kompetisi itu bukan lagi milik Inggris semata.

Hal itu setelah pada 15 Agustus 2011, Swansea City menjadi tim non-Inggris pertama yang bermain di Premier League. Hal itu setelah mereka mengunjungi markas Manchester City pada partai pembuka musim 2011-12.

Meskipun berbasis di Wales, Swansea telah bermain di sistem liga Inggris sejak didirikan pada 1912. Dari 1981 hingga 1983, mereka bermain di papan atas Inggris, mengikuti jejak sesama tim sesama Wales Cardiff City, yang menghabiskan tiga periode berbeda di Divisi Pertama, yakni 1921-29, 1952-57, dan 1960-62. Tetapi tidak ada klub dari luar Inggris yang mencapai papan atas sejak pembentukan Premier League pada 1992.

Nostalgia Hari Ini: Ketika Premier League Bukan Lagi "Punya" Inggris
City Til I Die

Namun demikian, semuanya berubah pada 2011. Kesuksesan tersebut terjadi usai Swansea menyelesaikan musim pada Divisi Championship 2010-11 di tempat ketiga, kemudian mengalahkan Nottingham Forest dan Reading dalam laga play-off promosi.

Sayangnya, debut Swansea City di Premier League berakhir buruk. Mereka dihujani empat gol tanpa balas oleh Manchester City. The Swans sempat menahan Manchester City pada paruh pertama. Namun, pertahanan mereka berantakan usai turun minum.

Edin Džeko (57′), Sergio Agüero (68′, 90’+1), dan David Silva (71′) secara bergantian mencetak gol ke gawang mereka. Saat itu, pada akhirnya Man City sukses memenangkan liga dan Swansea City selesai di urutan kesebelas.

Mengapa Swansea Bisa Main di Premier League?

Nostalgia Hari Ini: Ketika Premier League Bukan Lagi "Punya" Inggris

Sebenarnya, tim-tim Britania Raya memiliki liganya masing-masing seperti Irlandia Utara dan Skotlandia. Namun, Wales menjadi satu-satunya negara yang klubnya mentas di piramida kompetisi Inggris.

Swansea, bersama dengan Cardiff City, Newport County, Wrexham dan Merthyr Town memilih berkompetisi di Inggris. Padahal, pada 1992 sempat muncul pembentukan Liga Premier Welsh. Namun, klub-klub tersebut tetap ingin bermain di kompetisi Inggris.

Nostalgia Hari Ini: Ketika Premier League Bukan Lagi "Punya" Inggris

Cardiff, Swansea, dan Newport juga diizinkan main di Piala FA. Mereka dulunya berada di bawah Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) hingga 2012. Mereka pun lantas menyeberang ke FA Inggris. Sedang, tim-tim seperti Wrexham dan Merthhyr Town tetap berada di bawah otoritas FAW.

Swansea dan Cardiff City adalah dua klub Welsh yang paling konsisten bermain di kasta teratas sepak bola papan atas Inggris. Swansea City agak menonjol setelah menjuarai Piala Liga 2013. Hal itu bikin mereka menjadi tim Wales pertama yang lolos ke kompetisi Eriopa melalui jalur itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dirumorkan Ingin Pindah ke Premier League, Ini Pernyataan Real Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Media Spanyol, Mundo Deportivo, mengeluarkan berita sensasional yang menyebut bahwa Real Madrid mencari kemungkinan untuk pindah ke Premier League. Real Madrid langsung mengeluarkan pernyataan soal hal itu.

Mundo Deportivo menyebut bahwa Madrid terlibat konflik dengan presiden La Liga, Javier Tebas. Hal itu membuat presiden Florentino Perez memikirkan untuk mencoba bergabung ke liga luar Spanyol dengan Premier League menjadi tujuan utama.

Media yang berbasis di Catalan itu melaporkan bahwa Tebas sangat menentang proyek Liga Super Eropa yang digagas Florentino Perez dan Madrid juga menolak dana investasi dari CVC Capital Partners yang membuat Tebas semakin geram.

Florentino Perez - Real Madrid - Liga Super Eropa - Marca
El Chiringuito

Perjanjian dengan CVC, yang membuat perusahaan menginvestasikan 2,1 miliar euro di La Liga dengan imbalan sekitar 10% dari pendapatan hak siar televisi. Madrid menjadi salah satu dari empat klub yang menolak investasi itu.

Namun, Real Madrid langsung mengeluarkan pernyataan bahwa berita itu adalah berita bohong, tidak masuk akal dan mustahil.

“Mengingat informasi yang diterbitkan hari ini oleh surat kabar Mundo Deportivo, di mana dikatakan bahwa klub kami mempelajari kemungkinan pindah dari La Liga ke Premier Keague, Real Madrid ingin menegaskan bahwa informasi ini sepenuhnya salah, tidak masuk akal dan tidak mungkin dan hanya bermaksud mengganggu,” tulis pernyataan Real Madrid seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

Los Blancos sendiri akan memulai laga perdana mereka di La Liga 2021-22 pada Minggu dini hari (15/8/21) melawan Alaves.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Manajer Brentford: Kami Takkan Pernah Lupakan Malam Gila Ini

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Thomas Frank, manajer Brentford, dilanda kebahagiaan luar biasa setelah timnya menang 2-0 atas Arsenal, Sabtu (14/8/2021) dini hari WIB, pada pekan pertama Premier League 2021-22. Dia menyebut malam itu sungguh gila dan sempurna sehingga akan tetap dikenang sepanjang masa.

Menjamu The Gunners di Stadion Brentford Community di bawah tatapan 16.479 penonton, The Bees tampil apik. Baru 22 menit laga berjalan, Sergi Canos menjebol gawang Bernd Leno setelah menerima umpan dari Ethan Pinnock. Pada babak kedua, tepatnya menit ke-73, Christian Noogard mencetak gol kedua dengan sundulannya.

Brentford secara mengejutkan menang 2-0 atas Arsenal pada laga perdana di kasta teratas Liga Inggris dalam 74 tahun.
standard.co.uk

“Ini malam bersejarah dan sungguh gila kami membuka Premier League dengan mengalahkan Arsenal. Stadion penuh, performa top. Luar biasa. Siapa pun yang datang ke sini tak akan pernah melupakan itu,” urai Thomas Frank seperti dikutip Football5Star.com dari Witney Gazette. “Dan saya bangga menjadi bagiannya.”

Bagi Frank, The Bees memang pantas meraih kemenangan. “Saya punya keyakinan terhadap para pemain ini. Meskipun saya tahu kami akan menghadapi Arsenal, sebuah klub dengan para pemain luar biasa, saya merasa akan kecewa bila kami tak mampu mengalahkan mereka,” kata manajer asal Denmark itu.

Thomas Frank Puji Suporter Brentford

Kemenangan atas Arsenal itu memang bersejarah. Pasalnya, itulah laga pertama Brentford di kasta tertinggi sepak bola Inggris dalam 74 tahun. Dalam kemenangan itu, Frank tak lupa memberikan pujian kepada para suporter The Bees yang telah memberikan dukungan luar biasa.

“Saya pikir kami memang pantas memenangi permainan. Para fan begitu bergairah. Mereka menciptakan atmosfer yang sukar dipercaya. Mungkin kami punya 100 fan di luar London Barat. Sekarang, kami mungkin memiliki lebih banyak lagi,” ucap Frank.

Thomas Frank berbagi kebahagiaan dengan seorang fan cilik setelah Brentford mengalahkan Arsenal.
standard.co.uk

Pria berumur 47 tahun itu tak berbasa-basi. Buktinya, dia berbagi kegembiraan dengan seorang bocah yang berada di bangku tribune yang berdekatan dengan tepi lapangan. Dia begitu lepas dan antusias berbagi kebahagiaan dan euforia dengan sang bocah.

Thomas Frank sadar, kemenangan atas Arsenal hanyalah awal perjalanan. Namun, dia tetap akan merayakan malam gila nan bersejarah itu. “Malam ini, kami perlu merayakan kemenangan dan berbangga hati dan saya akan meminum segelas atau dua gelas anggur,” kata dia dengan penuh suka cita.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Arsenal Dipermalukan Brentford 0-2, Ini Kata Mikel Arteta

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Arsenal memulai langkah di Premier League dengan buruk. Tim asuhan Mikel Arteta ditaklukkan tim promosi, Brentford. Bertandang ke markas lawan, The Gunners takluk 0-2 oleh gol dari Sergi Canos pada menit ke-22 dan Christian Noogard berselang 51 menit kemudian.

Kekalahan tersebut sangat menyesakkan bagi Arteta. Selepas pertandingan, dia mengaku sangat kecewa karena anak-anak asuhnya benar-benar buruk. Bukan hanya gagal meraih poin, mereka juga tak mampu menampilkan permainan apik. Padahal, kedua hal itu jadi target yang ditetapkan sebelumnya.

“Tentu saja kami sangat kecewa memulai musim dengan seperti ini. Kami bukan hanya gagal meraih hasil, melainkan juga menunjukkan performa yang kami inginkan,” urai Mikel Arteta selepas laga seperti dikitip Football5Star.com dari Football London.

Arsenal menelan kekalahan 0-2 dari Brentford pada pekan pertama Premier League 2021-22.
standard.co.uk

Salah satu faktor yang membuat Arsenal tersungkur adalah kinerja buruk di lini depan seiring ketiadaan Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang. Arteta tak memungkiri hal itu. Namun, dia tak mau menjadikan ketidakhadiran kedua penyerang andal itu sebagai dalih.

“Saya tak tahu kapan mereka akan kembali. Namun, yqng pasti, saya tak mau mencari-cari alasan. Kami punya tim yang masih cukup baik untuk bermain sesuai dengan yang kami inginkan dan meraih hasil berbeda,” ujar Arteta.

Mikel Arteta Yakin Arsenal Bisa Lebih Baik

Kekalahan dari Brentford membuat para fan Arsenal meradang. Banyak di antara mereka yang bahkan menilai Mikel Arteta sudah tak pantas lagi menangani The Gunners. Tagar #ArtetaOut bergaung kencang dan sempat menjadi trending topic di Twitter. Kemarahan pun terarah pula kepada Edu lewat tagar #EduOut.

Menyikapi hal itu, Arteta meminta maaf. Namun, dia jiga meminta para fan tak lantas balik kanan dan meninggalkan para pemain berjuang sendirian. Apalagi, The Gunners akan menjalani dua partai berat melawan sesama raksasa Liga Inggris, yaitu Chelsea dan Manchester City.

Arsenal diyakini Mikel Arteta bisa bermain lebih baik lagi dengan skuat yang ada saat ini.
Getty Images

“Pertama-tama, saya berterima kasih kepada mereja atas dukungan yang diberikan kepada tim. Lalu, saya meminta maaf atas hasil yqng diraih. Kami tahu persis bahwa kami harus lebih baik lagi. Kami akan menjalani dua laga besar dan butuh penampilan berbeda untuk meraih hasil berbeda pula,” kata Arteta.

Manajer asal Spanyol itu juga memastikan tak akan merengek-rengek untuk membeli pemain baru. Dia yakin Arsenal masih memiliki skuat yang kuat dan kompetitif. Tugasnya kini hanyalah untuk membuat para pemain Arsenal menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.

“Fokus saya adalah kepada para pemain yang kami punya saat ini. Kami harus coba membuat mereka bermain sebagus mungkin dan membuat tim memgeluarkan yang terbaik. Kami juga harus mencari cara meraih kemenangan dan itu harus dilakukan pada laga berikutnya,” ucap Arteta lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Romelu Lukaku Kembali, Chelsea Dibuai Kisah Sukses Drogba dan Luiz

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Romelu Lukaku akhirnya kembali ke pangkuan Chelsea. Setelah 2.570 hari membela Everton, Manchester United, dan Inter Milan, penyerang asal Belgia itu dipastikan kembali mengenakan jersi keagungan The Blues.

Chelsea harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memulangkan Lukaku. The Blues menyerahkan uang 115 juta euro kepada Inter Milan. Itu 3,25 kali dari harga sang striker saat dilepas ke Everton pada 30 Juli 2014. Dia juga jauh melampaui David Luiz yang dipulangkan dari Paris Saint-Germain pada 2016-17 dengan tebusan 35 juta euro.

David Luiz jadi pemain terakhir sebelum Romelu Lukaku yang kembali ke Chelsea dan langsung juara Premier League.
Getty Images

Satu hal yang menarik, kepulangan Lukaku membuat para pendukung The Blues dibuai sebuah cocoklogi. Berdasarkan cocoklogi itu, The Blues akan bisa juara Premier League musim 2021-22. Pasalnya, itulah yang terjadi pada dua pemain terakhir sebelum Lukaku yang juga dipulangkan The Blues.

Jelang musim 2014-15, Chelsea membeli Didier Drogba dari Galatasaray seharga 2,25 juta. Hasilnya, The Blues jadi juara Premier League dengan unggul 8 poin atas Manchester City. Hal itu terulang saat David Luiz dipulangkan dari PSG. Kali ini, The Blues juara dengan keunggulan 7 poin dari Tottenham Hotspur.

Romelu Lukaku Pemain Ke-13

Di samping David Luiz dan Didier Drogba, pemain lain yang pulang dan lantas berkontribusi membawa Chelsea juara adalah Nemanja Matic. Kembali ke Stamford Bridge pada 1 Januari 2014, dia gagal membawa The Blues juara karena tertinggal 4 poin dari Man. City. Namun, dia lantas membawa The Blues juara pada 2014-15 dan 2016-17.

Rentetan hasil bagus yang ditunjukkan para pemain yang kembali, terutama Luiz dan Drogba, membuat para pendukung Chelsea punya harapan besar kepada Romelu Lukaku. Apalagi, sang striker baru saja membawa Inter Milan mengakhiri puasa gelar selama satu dekade di Serie A.

Graeme Le Saux kembali ke Chelsea setelah dua tahun sebelumnya juara Premier League bersama Blackburn Rovers.
Getty Images

Akan tetapi, bila merujuk pada keseluruhan pemain yang kembali, para fan Chelsea tak bisa jemawa. Lukaku adalah pemain ke-13 yang kembali ke Stamford Bridge. Selain Luiz, Drogba, dan Matic, sembilan pemain lainnya adalah Graeme Le Saux, Nigel Spackman, Steve Wicks, Alan Hudson, John Hollins, Peter Osgood, Charlie Cooke, Allan Harris, dan Alex Cheyne.

Dari ke-9 pemain yang kembali itu, tak ada yang kemudian menjuarai Liga Inggris bersama Chelsea. Kisah paling tragis tentu Graeme Le Saux yang dipulangkan pada 1997-98. Dua musim sebelumnya, bek kiri eksplosif tersebut justru membuat kejutan besar dengan menjadi bagian penting Blackburn Rovers saat juara Premier League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Andai Beli Harry Kane Pun, Man. City Takkan Tersandung FFP

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City pada awal musim ini sudah mengeluarkan 117,5 juta euro di bursa transfer. Total uang itu dikeluarkan untuk mendatangkan Jack Grealish dari Aston Villa. Meskipun demikian, The Cityzens dikabarkan masih memburu Harry Kane yang dibanderol di atas 100 juta euro.

Andai Kane mampu didatangkan, Man. City akan mengeluarkan uang lebih dari 200 juta euro. Masalahnya kemudian, apakah itu akan membuat mereka tersandung masalah financial fair play? Ternyata tidak. Itulah penjelasan Kieran Maguire, pakar dari University of Liverpool Football Finance.

“Transfer pada masa-masa sekarang cenderung dilakukan dengan pembayaran bertahap. Kita tidak tahu berapa deposit awalnya, mungkin 50%. Ini berkaitan dengan penerapan FFP. Jika seorang pemain dikontrak 6 tahun, sesuai aturan akuntasi, biayanya dibagi ke dalam enam tahun,” urai Kieran Maguire seperti dikutip Football5Star.com dari Forbes.

Lebih lanjut, Maguire mengatakan, itu membuat transfer besar yang dilakukan tak akan secara signifikan berpengaruh terhadap kondisi keuangan klub sesuai panduan FFP. “Pengaruhnya kecil saja pada neraca untung dan rugi untuk klub seperti City yang meraih pendapatan total sekitar 690 juta dolar AS. Itu bukan beban yang terlalu besar untuk dipikul.”

Manchester City Punya Pendapatan Besar

Dalam menilai aktivitas sebuah klub, Kieran Maguire memperingatkan bahwa orang tak bisa hanya melihat pada pengeluaran gaji dan transfer. Harus dilihat pula pendapatan klub yang bersangkutan. Bila tak besar pasak dari tiang, pengeluaran sebesar apa pun tak akan masalah.

“Betul, 300 juta dolar AS adalah angka yang besar. Namun, itu tak akan jadi tantangan yang besar bagi mereka (Manchester City),” ujar Maguire sambil menunjuk keberhasilan The Cityzens menjuarai Premier League, lolos ke final Liga Champions, dan melepas Sergio Aguero yang bergaji besar.

Lebih lanjut, Maguire menilai tak ada masalah dengan pengelolaan finansial Man. City meskipun kerap digunjingkan dan dipersoalkan banyak orang. Tekanan berat baru dialami pada 2020 akibat pandemi COVID-19. Dia pun melihat satu sisi bagus dari The Cityzens.

“Pengeluaran jangka panjang Manchester City memang besar, tapi mereka selalu mencapai break even setiap tahun sebelum mengalami kerugian besar pada 2020. Dari sudut pandang finansial, City juga melakukan satu hal yang bagus, yaitu selalu rutin menjual pemain,” kata Maguire lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Paul Dickov Samakan Samuel Edozie dengan Bintang Man. City

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Samuel Edozie memesona pada masa pramusim yang dijalani Manchester City. Dia selalu mencetak gol dalam tiga laga uji tanding. Hal itu tak lepas dari pengamatan legenda The Cityzens, Paul Dickov. Tak tanggung-tanggung, Dickov menyamakan sang pemain muda dengan salah satu bintang, Riyad Mahrez.

Dickov melihat kesamaan gaya main Edozie dengan Mahrez. Sebagai winger, keduanya punya kemampuan mengelabui fullback lawan dengan pergerakan tak terduga. Mengingat sang pemain baru berumur 18 tahun, Dickov mengaku takjub.

Samuel Edozie disamakan dengan Riyad Mahrez oleh Paul Dickov.
Getty Images

“Dia tak takut berduel dengan fullback lawan. Dia menggunakan kecepatannya, lalu bergerak ke dalam untuk melewatinya. Untuk seseorang yang begitu muda, itu kepintaran yang luar biasa dalam permainan,” urai Paul Dickov soal Samuel Edozie seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Manchester City.

Lebih lanjut, Dickov mengatakan, “Ada kesamaan dengan Riyad Mahrez saat dia menguasai bola. Dia membingungkan lawan dan pergerakannya tak terduga. Satu menit dia bergerak ke dalam, lalu tiba-tiba bergerak ke luar. Dia selalu membuat fullback bertanya-tanya.”

Samuel Edozie Pantas Diandalkan

Melihat kemampuan yang ditunjukkan saat pramusim, Samuel Edozie dinilai Paul Dickov bisa diandalkan oleh Pep Guardiola. Terutama untuk laga lawan Leicester City pada ajang Community Shield, akhir pekan nanti. Apalagi, sang manajer sudah mengisyaratkan akan menurunkan tim kedua pada laga pembuka musim tersebut.

“Dari performanya terlihat bahwa dia dapat menjadi starter pada laga nanti. Kita bicara soal seseorang yang menaklukkan pengawalnya dan dia mampu melakukan itu. Dia juga bisa mencetak gol, sesuatu yang diinginkan Pep dari para winger-nya.” ujar Dickov.

Pria berumur 48 tahun itu tahu persis persaingan di sektor sayap Man. City sangat ketat. Namun, dengan performa selama pramusim yang sangat tajam dan memukau, Edozie patut diberi kesempatan. Apalagi ketika para pemain utama belum dapat diturunkan.

“Jangan salah, persaingan sangat ketat di posisinya (karena ada banyak pemain yang lebih berpengalaman). Namun, dengan pengalaman mencetak gol-gol dan kepercayaan diri yang ditunjukkan, dia akan bisa tampil bagus memasuki musim ini,” kata Dickov lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Romelu Lukaku Dijual Inter, Man. United Ikut Dapat Uang

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United kini tengah bersiap mendapatkan rezeki tak terduga. Red Devils akan ikut mendapatkan untung bila Inter Milan melepas Romelu Lukaku ke Chelsea. Manajemen klub itu mungkin saja berharap transaksi di atas 130 juta euro itu berhasil.

Saat ini, Chelsea tengah berusaha mendatangkan kembali Lukaku ke Stamford Bridge. Tak tanggung-tanggung, The Blues menyiapkan uang 120 juta euro untuk striker andalan timnas Belgia itu. Namun, Inter masih mematok harga 130 juta euro.

Romelu Lukaku bergabung dengan Inter Milan dari Manchester United pada 2019.
thetimes.co.uk

Menurut Manchester Evening News, Man. United akan mendapatkan bagian setidaknya 5 juta euro (sekitar Rp85 miliar). Pasalnya, saat Red Devils melepas sang striker pada 2019 ada klausul mengenai bagian uang jika sang pemain lantas dijual Inter.

Sejauh ini, prospek transfer Lukaku masih terbilang kecil. Inter Milan sudah dua kali menampik tawaran yang disodorkan Chelsea. Sang pemain pun mengindikasikan keinginan tetap membela klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Meazza tersebut. Namun, The Blues belum mundur.

Lain Romelu Lukaku, Lain Wilfried Zaha

Selain Romelu Lukaku, transfer lain yang dinanti-nantikan oleh Manchester United adalah Wilfried Zaha. Red Devils juga akan mendapatkan bagian uang jika pemain timnas Pantai Gading tersebut hengkang dari Crystal Palace. Sesuai kesepakatan, persentasenya bahkan lebih besar.

Zaha dilepas Red Devils ke Crystal Palace pada 2015 dengan harga hanya 6 juta pounds. Namun, manajemen Man. United dengan cerdik menyertakan klausul penjualan masa depan sebesar 25 persen dari harga yang disepakati nantinya.

Manchester United juga akan mendapatkan bagian uang jika Wilfried Zaha dijual Crystal Palace.
Getty Images

Zaha masih terikat kontrak dengan The Eagles hingga akhir musim 2022-23. Namun, sang pemain sudah berkali-kali mengutarakan keinginan hengkang dari Selhurst Park. Everton dan Tottenham Hostpur dikabarkan sangat meminati sang pemain.

Akan tetapi, keinginan Zaha hengkang terkendala harga. CEO Steve Parish sudah menegaskan Palace hanya mau melepas dia dengan harga 40 juta pounds. Harga tinggi itu salah satunya karena mereka harus menyerahkan 25% dari deal itu kepada Man. United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gemilang pada Pramusim, Samuel Edozie Dipuji Guardiola

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City telah menyelesaikan rentetan laga pramusim. Rabu (4/8/2021) dini hari WIB, tim asuhan Pep Guardiola menang 4-1 atas Blackpool. Winger berumur 18 tahun, Samuel Edozie, kembali mencetak gol.

Dalam laga lawan Blackpool, Edozie mencetak gol pertama Man. City. Laga baru berjalan 3 menit, dia menjebol gawang lawan. Itu membuat dia selalu mencetak gol dalam 3 laga pramusim The Cityzens, sama dengan Riyad Mahrez.

Samuel Edozie selalu mencetak gol dalam 3 laga pramusim Manchester City.
thesun.co.uk

Performa apik Edozie membuat Guardiola senang. “Dia adalah talenta muda dengan kualitas istimewa. Dia sering menusuk ke kotak penalti untuk mencetak gol. Itu pentinf bagi seorang winger,” ujar dia sperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Melihat ketajamannya, Edozie jadi harapan baru Man. City untuk jadi mesin gol baru sepeninggal Sergio Aguero. Apalagi, dia mampu bermain sebagai striker meskipun aslinya winger. Namun, Guardiola tak mau mengarbit pemain berumur 18 tahun itu.

Samuel Edozie bisa Unjuk Gigi Lawan Leicester

Pep Guardiola menekankan, para pencinta Manchester City harus bersabar. “Dia memang pemain muda hebat dengan kecepatan bagus. Kami harus sabar. Dia perlu lebih banyak waktu untuk bermain bagus dan ini sangatlah penting,” kata dia.

Kesempatan berikut bagi Edozie untuk unjuk gigi akan datang pada Sabtu (7/8/2021). Hari itu, Manchester City akan menghadapi Leicester City pada ajang Community Shield. Pekan lalu, Guardiola sudah mengisyaratkan akan menurunkan tim lapis kedua.

Merujuk rencana Guardiola, Edozie kemungkinan jadi andalan di sayap pada laga nanti. Di posisi itu, selain saat pramusim, dia cukup memesona saat membela tim U-18 dan U-23 pada musim lalu. Dalam 42 laga, dia mampu mengemas 10 gol dan 8 assist.

Samuel Edozie bergabung dengan akademi Man. City pada 2019 dari Millwall. The Cityzens mengalahkan Chelsea yang sempat mengutus Ruben Loftus-Cheek untuk merayu. Kala itu, Edozie juga dibidik Bayern Munich, RB Leipzig, dan Borussia Dortmund.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Paul Pogba Ingin Jajal Petualangan Baru

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Keinginan merekrut Paul Pogba dari Manchester United ternyata mendapat sambutan hangat. Menurut RMC Sport, gelandang berumur 28 tahun itu siap menjajal petuangan baru bersama klub yang musim lalu hanya jadi runner-up Ligue 1 tersebut.

Saat ini, kontrak Paul Pogba hanya bersisa satu musim. Artinya, Manchester United harus melepasnya sekarang jika tak ingin sang pemain pergi dengan bebas transfer pada akhir musim nanti. Kesempatan terbuka karena PSG berminat memboyong pemain yang sempat membela Juventus itu.

Akan tetapi, hingga saat ini Les Parisiens belum mengajukan penawaran resmi untuk Pogba. Mereka seperti masih menimbang-nimbang transfer sang gelandang. Kini, seiring sinyal positif yang diberikan sang pemain, mereka kemungkinan akan bergerak lebih cepat.

Dari kubu Red Devils, manajer Ole Gunnar Solskjaer sudah angkat bicara. Pria asal Norwegia itu masih menginginkan Pogba jadi bagian skuat timnya untuk musim ini. Dia mengaku sangat senang bisa bekerja sama dengan gelandang andalan timnas Prancis tersebut dan tak pernah ada masalah.

Paul Pogba Bisa Lengkapi Tim Impian PSG

Andai benar-benar mengajukan penawaran resmi untuk Paul Pogba kepada manajemen Manchester United, Les Parisiens kian menegaskan ambisi besar pada musim ini. Klub yang dipimpin Nasser Al-Khelaifi tersebut seperti hendak membangun tim impian demi merajai Eropa.

Sebelumnya, Les Parisiens sudah mendatangkan tiga pemain hebat. Kiper Gianluigi Donnarumma digaet secara bebas transfer dari AC Milan, bek Sergio Ramos didatangkan juga dengan bebas transfer dari Real Madrid, sedangkan bek kanan Achraf Hakimi dibeli dari Inter MIlan dengan dana 71 juta euro.

Mereka melengkapi keberadaan sejumlah bintang besar yang telah terlebih dahulu merapat ke Paris. Sebut saja Kylian Mbappe, Neymar, Marquinhos, Marco Verratti, dan Angel Di Maria. Bila Pogba merapat, kekuatan tim asuhan Mauricio Pochettino musim ini dipastikan kian dahsyat.

Meskipun demikian, bicara soal pergerakan di bursa transfer, Manchester United juga tak kalah sigap. Hingga saat ini, mereka sudah memastikan kedatangan dua pemain bintang. Jadon Sancho didatangkan dari Borussia Dortmund. Lalu, Raphael Varane digaet dari Real Madrid. Kehadiran mereka bisa saja membuat Paul Pogba berubah pikiran dan memilih bertahan di Old Trafford.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mikel Arteta Santai Arsenal Kalah pada Laga Pertama Pramusim

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Mikel Arteta tak dapat menutupi kekecewaannya setelah Arsenal takuk 1-2 dari Hibernian pada laga pertama pramusim, Rabu (14/7/2021) dini hari WIB. Namun, manajer The Gunners itu tak terlalu ambil pusing. Dia menilai kekalahan itu sebagai sebuah kewajaran.

Di Stadion Easter Road, Arsenal tertinggal lebih dulu dua gol dari Hibernian. Martin Boyle menjebol gawang Arthur Okonkwo pada menit ke-21. Pada babak kedua, Daniel Mackay menggandakan keunggulan tuan rumah saat memasuki menit ke-69. Adapun satu-satunya gol The Gunners dicetak Emile Smith Rowe saat laga bersisa 8 menit.

Arteta tak mau berlebihan menyikapi kekalahan di markas Hibernian itu. Meskipun ada rasa kecewa dan kesal, manajer asal Spanyol itu masih dapat memaklumi hal tersebut karena Arsenal baru memasuki tahap awal pramusim. Para pemain, menurut dia, belum mencapai kondisi ideal.

“Saya selalu kecewa ketika kami kalah. Namun, ini hanyalah pertandingan pertama. Kami bermain dengan banyak pemain muda dan baru menjalani empat sesi latihan,” urai Mikel Arteta seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Arsenal. “Kami sudah berlatih sangat keras dan Anda bisa lihat para pemain agak lebih ringan.”

Arteta juga menilai The Gunners hanya kurang beruntun. “Saya kira kami kebobolan gol pertama karena kebetulan. Lalu, gol kedua mereka juga jelas-jelas offside. Kami menciptakan banyak peluang, tapi gagal mencetak gol. Inilah gunanya pramusim. Kami dapat melakukan hal yang belum bagus saat latihan dan memperbaikinya,” ujar dia.

Mikel Arteta Tatap Laga Lawan Rangers FC

Atas dasar itu, Mikel Arteta tak mau mengkritik Pierre-Emerick Aubameyang cs. Eks asisten Pep Guardiola di Manchester City itu tetap mengapresiasi kerja keras para pemain Arsenal. Dia mengingatkan, laga lawan Hibernian hanyalah awal dari rangkaian pramusim yang dilakoni The Gunners.

“Para pemain dudah bekerja dengan sangat keras dan Anda bisa melihat sebagian dari mereka belum dalam kondisi terbaik. Namun, itu wajar saja karena kami masih pada awal pramusim. Saya senang melihat beberapa pemain muda melukan debut di sini. Kami akan terus bekerja,” ucap Arteta lagi.

Arsenal kalah 1-2 dari Hibernian pada laga pertama pramusim 2021-22.
thesun.co.uk

Kini, setelah kalah dari Hibernian, Arteta menatap laga pramusim berikutnya melawan Rangers FC pada akhir pekan nanti. Dia tak sabar menantikan pertemuan dengan tim arahan Steven Gerrard tersebut karena punya kenangan tersendiri. Dia pun tetu saja berharap para pemain The Gunners dapat tampil lebih baik.

“Itu akan jadi pertandingan yang sangat bagus, terutama bagi saya pribadi karena saya pernah bermain di sana. Itu (Stadion Ibrox) juga betul-betul tempat istimewa. Saya sangat menentikan pertandingan tersebut,” kata eks gelandang Everton dan Arsenal itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Steve Bruce Bangga Newcastle Cetak 3 Gol Lawan Man. City

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Newcastle United memang kalah dalam laga menjamu Manchester City, Sabtu (15/5/2021) dini hari WIB. Namun, ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan manajer Steve Bruce. Itu terkait ketajaman Joelinton cs.

Di Stadion St. James’ Park, Newcastle mampu mencetak 3 gol meskipun harus gigit jari karena kebobolan 4 gol. Itu sesuatu yang bisa dikatakan istimewa. Mencetak banyak gol ke gawang Manchester City adalah hal mahasulit.

“Kami senang dapat mencetak tiga gol melawan mereka. Itu tak sering terjadi dengan tim mana pun,” kata Steve Bruce selepas laga Newcastle United vs Manchester City seperti dikutip Football5Star.com dari The Northern Echo.

Newcastle United jadi tim kedua yang mencetak lebih dari 2 gol ke gawang Manchester City musim ini.
Getty Images

Sepanjang musim ini, Newcastle adalah tim kedua yang mampu mencetak lebih dari 2 gol saat menghadapi Manchester City. Sebelumnya, hanya Leicester City yang mampu melakukan itu saat menang 5-2 di Stadion Etihad pada pekan ke-2 Premier League.

Newcastle juga sudah sangat lama tak mencetak banyak gol saat melawan Man. City. Kali terakhir mereka mencetak lebih dari 2 gol adalah pada 24 Oktober 2004. Kala itu, the Magpies menang 4-3 di St. James’ Park. Setelah itu, mereka paling banter hanya mencetak 2 gol dalam 31 pertemuan beruntun.

Bruce Kritik Lini Pertahanan

Steve Bruce kecewa Newcastle United kebobolan 4 gol dari Manchester City.
Getty Images

Meskipun demikian, tentu saja Steve Bruce juga kecewa berat. Pasalnya, tiga gol yang dijaringkan Joelinton cs. sia-sia belaka. Mencetak tiga gol tapi gagal menuai poin adalah tamparan keras. Dia pun tak ragu mengkritik lini pertahanan timnya.

“Hal yang perlu kami lakukan adalah bertahan dengan lebih baik,” ujar Bruce. “Kami harus berhenti kebobolan seperti yang terjadi tadi. Kami punya pemain-pemain yang dapat menyerang dan serangan balik kami bagus. Namun, kami harus bertahan lebih baik untuk meraih sesuatu lawan Man. City.”

Hal yang membuat Steve Bruce tambah kecewa, Newcastle sempat dua kali unggul, yaitu saat skor 1-0 dan 3-2. Namun, pertahanan yang buruk membuat mereka gagal menuai poin. “Kami mempu dua kali unggul dan seharusnya mampu bertahan lebih baik,” kata dia lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Momen Paling Dramatis Dalam Sejarah Premier League

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Momen Paling Dramatis Dalam Sejarah Premier League 80

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 13 Mei, 9 tahun yang lalu, Manchester City berhasil menjadi juara Premier League lewat momen yang sangat dramatis. Mungkin momen paling dramatis dalam sejarah Premier League.

Ya, Sergio Aguero berhasil mengunci gelar Premier League untuk City, 100 detik sebelum laga terakhir melawan Queens Park Rangers berakhir. Yang semakin membuat dramatis, itu adalah gelar liga pertama City dalam 44 tahun! Gol itu juga menggagalkan rival sekota mereka, Manchester United untuk menjadi juara.

Jalannya Pertandingan

Nostalgia Hari Ini Momen Paling Dramatis Dalam Sejarah Premier League
The Indian Express

13 Mei 2012, pekan terakhir Premier League musim 2011-12. Sebelum ini, dua tim sama-sama mengumpulkan poin yang sama di puncak klasemen, 86 poin. Manchester City dan Manchester United. Tapi, City berada di puncak karena memiliki selisih gol lebih baik, selisih 8 gol.

Laga terakhir, City akan melawan QPR, dan United akan berhadapan dengan Sunderland. The Cityzens jelas lebih diunggulkan untuk juara, jika City berhasil menang dengan selisih satu gol, United harus menang dengan skor minimal 9-0, yang mana itu hampir mustahil.

Semua berjalan lancar untuk City. United sudah unggul 1-0 lewat gol Wayne Rooney sebelum laga berjalan 20 menit, tapi Pablo Zabaleta berhasil mencetak gol pada menit ke-39.

Namun tepat setelah sepak mula babak kedua, Joleon Lescott melakukan blunder dan Djibril Cisse berhasil memanfaatkan itu dan berbuah gol.

Angin segar datang pada menit ke-55 setelah Joey Barton terkena kartu merah langsung karena menyikut Carlos Tevez, tapi City malah kebobolan 10 menit kemudian lewat James Mackie.

Nostalgia Hari Ini Momen Paling Dramatis Dalam Sejarah Premier League
Premier League Archive

QPR praktis memakai taktik parkis bis setelah itu dan nampaknya City gagal menjadi juara setelah mereka tak bisa mencetak gol sampai menit ke-90.

Laga United vs Sunderland sudah berakhir dengan skor 1-0 dan para pemain dan fans United di Stadium of Light menunggu kabar dari Manchester. Beberapa pemain United bahkan sudah melakukan selebrasi karena tahu City masih dalam keadaan tertinggal.

Tapi, pada menit ke-90+2, David Silva melepaskan umpan dari tendangan penjuru dan bisa ditanduk oleh Edin Dzeko, 3 menit lagi sebelum laga berakhir, City perlu mencetak satu gol lagi.

Momen itu terjadi pada menit ke-93, detik ke-20. Sergio Aguero meminta bola dan keluar dari kotak penalti. Dia memberi umpan ke Mario Balotelli dan masuk ke kotak penalti. Balotelli lalu kembali memberi umpan ke Aguero, dia melewati Taiwo dan menendang bola masuk ke gawang Kenny. Suasana di Etihad Stadium pecah, para pemain, staf pelatih dan fans bersuka cita merayakan gol. Laga berakhir dengan skor 3-2.

“Gelar ini untuk para fans, mereka layak mendapatkannya. Sepakbola sungguh luar biasa. Saya belum pernah melihat hari terakhir seperti ini. Kami layak menjuarai liga,” kata pelatih City, Roberto Mancini.

Dengan begitu, City berhasil meraih gelar Premier League pertamanya atau gelar Liga Inggris ketiga sepanjang sejarah klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Fakta Menarik Gelar Premier League Kelima Manchester City

gamespool
Fakta Menarik Gelar Premier League Kelima Manchester City 84

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City berhasil meraih gelar Premier League kelima atau gelar Liga Inggris ketujuh mereka setelah Manchester United kalah dari Leicester 2-1, Rabu (12/5/21). Ada beberapa fakta menarik soal hasil ini.

The Cityzens sebenarnya bisa mengunci gelar lebih cepat pekan lalu melawan Chelsea. Namun mereka justru kalah 2-1 di kandang sendiri dan di pekan yang sama, United berhasil mengalahkan Aston Villa 3-1.

Dengan begitu, perburuan gelar juara dilanjutkan sampai pekan ke-36. City bermain melawan Newcastle, Sabtu (15/5/21). Namun, United yang bermain lebih dahulu hari ini kalah 2-1 dan itu otomatis membuat jumlah poin mereka sudah tak bisa melampaui jumlah poin City di puncak klasemen. Berikut fakta-fakta menarik gelar juara Manchester City:

Terbanyak Kedua

Manchester City baru menjadi juara Liga Inggris 7 kali dan itu menempatkan mereka sejajar dengan Aston Villa di posisi kelima peraih gelar juara terbanyak, di bawah Everton, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United.

Namun 5 gelar Liga Inggris City diraih setelah tahun 1992 atau pada era Premier League. Itu menjadikan City peraih gelar Premier League terbanyak kedua di bawah Manchester United yang meraih 13 gelar semuanya saat dilatih Sir Alex Ferguson.

Comeback

Sebelum pertengahan musim, tak ada yang menyangka Manchester City bakal meraih gelar juara musim ini. Sebelum Natal 2020, City memiliki selisih 8 poin dari puncak klasemen dan berada pada posisi ke-8.

Itu merupakan posisi terendah dimana sebuah tim bisa menjadi juara di akhir musim sepanjang sejarah Premier League. Dan terendah di Liga Inggris semenjak Liverpool pada musim 1981-82. Saat itu, The Reds berhasil menjadi juara walaupun berada di posisi ke-12 saat Natal.

Pep Guardiola

Borussia Dortmund vs Manchester City Akhirnya, Pep Guardiola ke Semi Final
@alfutb0l

Guardiola lagi-lagi berhasil menambah koleksi trofinya. Guardiola kini memiliki 31 trofi, dimana diantaranya adalah 9 gelar liga yang dia dapatkan dalam 12 tahun dia melatih klub divisi teratas, bersama Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.

Guardiola juga menjadi pelatih pertama dalam sejarah Premier League yang memenangkan 3 gelar dalam 5 musim pertamanya. Pertama kalinya di Liga Inggris sejak Kenny Dalglish bersama Liverpool (1985-86, 1987-88, 1989-90).

Old Trafford

Kekalahan Manchester United melawan Leicester di Old Trafford juga membuat rekor tersendiri. Itu ke-6 kalinya dalam sejarah Premier League laga yang menentukan gelar juara terjadi di Old Trafford.

Dari 6 itu, bahkan 3 diantaranya bukan Manchester United yang keluar sebagai juara. Arsenal berhasil menjadi juara di sana pada musim 2001-02 setelah mengalahkan United 1-0. Lalu pada 2017-18, City berhasil meraih gelar juara setelah United kalah di Old Trafford 1-0 melawan West Brom.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari ini: Manchester City Terdegradasi ke Divisi II

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 3 Mei 1998 bisa dibilang menjadi salah satu sejarah terburuk yang menjadi bagian dalam perjalanan Manchester City di Liga Inggris. Hari ini, 23 tahun yang lalu rival sekota Manchester United itu dipastikan terdegradasi ke Divisi II.

Melihat pasukan Pep Guardiola yang belakangan muncul dominan di sepak bola Inggris, sulit rasanya membayangkan kalau klub itu pernah terdegradasi. Namun, itulah yang terjadi. Pada 3 Mei 1998, Manchester City dijadwalkan bertandang ke markas Stoke City dalam lanjutan kompetisi strata kedua Inggris.

City ketika itu memiliki peluang untuk hindari degradasi dengan meraih kemenangan dan berharap pesaing tergelincir. Saat itu, City tampil istimewa. Mereka menang 5-2 atas Stoke Gol-gol dicetak oleh Paul Dickov, Lee Bradbury, Kevin Horlock dan dua gol dari Shaun Goater.

Akan tetapi, kemenangan City itu terasa sia-sia. Karena, pada tempat lain pada lawan City, yakni Port Vale dan Portsmouth sukses meraih kemenangan. Hingga akhirnya City finis ketiga terbawah, satu poin dari zona aman.

Gonta-Ganti Manajer Tak Membantu

Pada 1998, City boleh dibilang melakukan beberapa kali pergantian manajer untuk bisa bertahan di Divisi Satu. Pemecatan manajer sudah terjadi sejak awal musim 1996-1997.

Alan Ball menjadi korban perdana yang dipecat oleh manajemen Manchester City. Dia lantas digantikan oleh Steve Coppell yang diharapkan bisa mengangkat moril The Cityzens. Namun, secara mengejutkan Coppell justru cuma beekerja beberapa pekan saja di City karena mengundurkan diri akibat tekanan besar.

Nostalgia Hari ini: Manchester City Terdegradasi ke Divisi Dua
Alex Livesey/Allsport

City lantas merekrut eks manajer Nottingham Forest, Frank Clark. The Cityzens saat itu sempat bangkit dan berada di posisi ke-14 klasemen. Namun, Clark juga nyatanya harus tercelat dari posisinya pada Februari 1998 akibat City kembali merosot ke jurang degradasi. Hingga akhirnya mantan manajer Everton, Joe Royle memegang kendali.

Musim berikutnya, City berhasil bangkit bersama Royle. Mereka langsung mendapatkan promosi kembali ke Divisi Satu pada 1999 dan kemudian ke Liga Premier pada 2000. Namun, dia lantas dipecat pada 2001 karena City kembali turun ke Divisi Satu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Norwich City, Tim Pertama yang Promosi ke Premier League 2021-22

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Hanya satu musim Norwich City berada di Divisi Championship. Musim depan mereka kembali berkompetisi di kasta tertinggi Liga Inggris, Premier League.

Kepastian promosi didapat setelah pesaing Norwich City, Swansea City dan Brentford  gagal menang pada pekan ke-42 Divisi Championship. Swansea hanya bermain imbang 2-2 melawan Wycombe.

Adapun Brentford tak mampu mencetak gol kala ditahan Millwall tanpa gol. Dengan menyisakan empat pertandingan lagi mustahil kedua tim melampaui perolehan The Canaries.

Saat ini anak asuh Daniel Farke nyaman di puncak klasemen dengan 90 poin. Mereka unggul 14 angka dari Swansea dan 16 poin dari Brentford di peringkat ketiga dan keempat.

Jika pun pada sisa kompetisi msuim ini Norwich selalu kalah, mereka tidak akan keluar dari dua besar sebagai zona promosi otomatis. Posisi Todd Cantwell dkk di puncak klasemen memang masih bisa digeser karena terpaut delapan poin dari Watford.

Di sisi lain, Norwich City baru akan bertanding dinihari nanti melawan Bournemouth. Dengan kepastian promosi ke Premier League musim depan, laga di Carrow Road bisa mengurangi beban tuan rumah.

Promosi ke Premier League saat Divisi Championship masih menyisakan empat pertandingan lagi, The Canaries mencatatkan rekor tersendiri. Ini jadi promosi tercepat mereka sejak 2004 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Hasil Liverpool vs Aston Villa: Akhirnya Menang Lagi di Anfield

gamespool
Hasil Liverpool vs Aston Villa: Akhirnya Menang Lagi di Anfield 95

Football5star.com IndonesiaTrent Alexander-Arnold mencetak gol dramatis pada duel Liverpool vs Aston Villa di Liga Inggris, Sabtu (10/4). Gol itu membawa Liverpool meraih kemenangan perdana di Anfield pada tahun ini.

Sebelumnya, Liverpool memang kesulitan meraih kemenangan justru setiap bermain di kandang sendiri. Total delapan pertandingan di Anfield tak membuahkan kemenangan, bahkan menderita 6 kekalahan beruntun.

Liverpool vs Aston Villa - Twitter @AVCOfficial
Twitter @AVCOfficial

Menjamu Aston Villa, tren negatif Liverpool terkesan akan berlanjut. Pasalnya, Aston Villa mampu memberi perlawanan sengit sejak awal pertandingan.

Bahkan, Aston Villa bisa menggebrak dengan mencetak gol pembuka ketika babak pertama tersisa dua menit. Gol dicetak Ollie Watkins usai memanfaatkan assist dari John McGinn.

Liverpool vs Aston Villa Ollie Watkins - Twitter @AVCofficial
Twitter @AVCOfficial

Tanda-tanda nasib sial Liverpool berlanjut ketika gol Roberto Firmino pada injury time babak pertama harus dianulir wasit. Gol dianulir VAR setelah sebelumnya Diogo Jota lebih dahulu berada di posisi offside.

Sampai babak pertama Liverpool vs Aston Villa berakhir, gol Ollie Watkins menjadi satu-satunya pembeda. Sinyal Liverpool bakal menderita kekalahan ketujuh beruntun mulai terlihat.

Akan tetapi, permainan dominan yang diperagakan anak asuh Juergen Klopp bisa membalikkan situasi. Mohamed Salah membuka kembali asa The Reds melalui gol yang diciptakan dengan sundulan pada menit ke-57.

Setelah gol balasan yang dicetak Mohamed Salah, Liverpool terus mendominasi. Sejumlah peluang terus diciptakan. Penguasaan bola tim tuan rumah juga mencapai 68 persen berbanding 32 persen milik Aston Villa.

Dewi fortuna akhirnya memihak Liverpool saat pertandingan memasuki injury time babak kedua. Bola tembakan Trent Alexander-Arnold dari luar kotak penalti melesak ke pojok gawang Aston Villa.

Gol itu sekaligus menjadi penentu hasil akhir laga Liverpool vs Aston Villa. Liverpool unggul 1-0 yang sekaligus menjadi kemenangan perdana di Stadion Anfield sepanjang 2021.

Liverpool juga berhak naik ke zona Liga Champions atau peringkat keempat klasemen Liga Inggris dengan 52 poin. Sementara, Aston Villa menempati urutan ke-10 dengan 44 poin.

SUSUNAN PEMAIN LIVERPOOL vs ASTON VILLA

LIVERPOOL (4-3-3): 1-Alisson Becker; 66-Trent Alexander-Arnold, 47-Nathaniel Phillips, 19-Ozan Kabak (Xherdan Shaqiri 89), 26-Andrew Robertson; 5-Georginio Wijnaldum (Thiago Alcantara 70), 3-Fabinho, 7-James Milner; 11-Mohamed Salah, 9-Roberto Firmino (Sadio Mane 75), 20-Diogo Jota
Pelatih: Juergen Klopp

ASTON VILLA (4-3-3): 26-Emiliano Martinez; 2-Matty Cash, 5-Tyrone Mings, 4-Ezri Konsa, 18-Matt Targett; 7
John McGinn, 19-Marvelous Nakamba (Ross Barkley 66), 6-Douglas Luiz; 15-Bertrand Traore (Anwar El-Ghazi 68), 11-Ollie Watkins, 17-Trezeguet (Jacob Ramsey 82)
Pelatih: Dean Smith

Wasit: Paul Tierney

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

David Moyes: West Ham United Bukan Kebetulan Berada di 4 Besar

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – West Ham United merangsek ke 4 besar klasemen sementara Premier League. Kemenangan 3-2 di kandang Wolverhampton Wanderers membuat mereka menggeser Chelsea dari posisi ke-4. Tim asuhan David Moyes unggul 1 poin atas The Blues.

Kesuksesan West Ham tak terlepas dari hasil yang diraih Chelsea. Akhir pekan lalu, The Blues secara mengejutkan takluk 2-5 saat menjamu West Bromwich Albion. Itu merupakan kekalahan pertama The Blues sejak ditangani Thomas Tuchel.

Lonjakan West Ham mengejutkan banyak orang. Tak sedikit pula yang menilai Jesse Lingard cs. hanya beruntung mampu bertengger di posisi ke-4 klasemen Premier League. Hal itu rupanya mengusik Moyes. Dia menegaskan, lonjakan timnya bukan kebetulan, melainkan buah kerja keras.

West Ham United menembus 4 besar Premier League setelah mengalahkan Wolverhampton Wanderers.
telegraph.co.uk

“Ini bukan keberuntungan. Kami sekarang harus mempertahankan posisi ini dengan delapan laga tersisa yang harus dilakoni,” kata David Moyes mengenai kesuksesan timnya menembus 4 besar Premier League seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi West Ham United.

Moyes memahami bila banyak orang terkaget-kaget. “Jujur saja, tak ada seorang pun yang pada awal musim berpikir kami akan berada di posisi ini,” ucap manajer yang sempat menangani Manchester United sepeninggal Sir Alex Ferguson tersebut

Moyes Ingin West Ham Bertahan

Para pemain West Ham United diminta David Moyes mampu mempertahankan posisi di 4 besar hingga akhir musim.
calciotoday.it

Mampu menggeser Chelsea dari posisi ke-4, David Moyes meminta West Ham United bertahan di sana hingga akhir musim. Dia menegaskan, kini adalah saatnya bagi Lingard dkk. untuk membuktikan diri dan membungkam pihak-pihak yang meremehkan mereka.

“Kami sudah berada di sini dan ingin membuktikan anggapan mereka itu salah. Kami ingin melakukan kerja bagus, bertahan di posisi ini, bersikap profesional, bermain bagus, dan mencetak gol saat kami bisa,” urai Moyes. “Tentu saja akan bagus jika para pemain dapat sedikir memudahkan manajer mereka di bangku cadangan.”

Meskipun demikian, David Moyes secara pribadi mengaku takjub oleh pencapaian West Ham United saat ini. “Ini memang seperti keajaiban. Kami masih bertahan. Kami memasuki April pada saat ini dan masih bersaing dengan klub-klub papan atas,” ucap dia berbunga-bunga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Marcos Alonso Angkat Bicara Soal Insiden Ruediger vs Arrizabalaga

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Marcos Alonso, bek kiri Chelsea, angkat bicara soal pertengkaran Antonio Ruediger dengan Kepa Arrizabalaga pada sesi latihan. Dia menilai hal tersebut bukanlah sesuatu yang negatif bagi tim. Sebaliknya, menurut dia, itu justru sebuah sinyal positif.

Seperti dilaporkan The Telegraph, Ruediger dan Arrizabalaga terlibat pertengkaran pada sesi latihan yang berlangsung pada Senin (5/4/2021). Gara-garanya, Ruediger dinilai Arrizabalaga melakukan tekel yang terlambat dalam sesi permainan 5 vs 5.

Menyikapi insiden tersebut, Alonso bersikap santai. “Hal-hal seperti ini biasa terjadi. Ini menunjukkan tingkat persaingan di dalam tim. Kita bisa melihat rasa lapar saat di arena latihan. Ini bagus bagi tim,” urai dia kepada beIN Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Football London.

Berbeda dengan media massa yang mengangkat pertengakaran itu secara dramatis, Alonso menilai hal tersebut tak perlu dibesar-besarkan. Secara tak langsung, dia menegaskan tidak ada perpecahan dan disharmoni di skuat Chelsea. Pertengkaran Ruediger dengan Arrizabalaga hanyalah dinamika di tim.

“Itu bukan sesuatu yang baru. Itu selalu terjadi dan masih akan terjadi. Hal yang kami perlu lakukan sekarang adalah mengambil sisi positif dari hal tersebut dan bergerak maju guna mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” ujar Alonso.

Alonso Pastikan Kedua Rekannya Berdamai

Pertengkaran Antonio Ruediger dengan Kepa Arrizabalaga disebut Marcos Alonso tak berbuntut panjang.
eurosport.com

Marcos Alonso lebih jauh mengatakan, perselisihan antara Antonio Ruediger dan Kepa Arrizabalaga tak berbuntut panjang. Keduanya tak menyimpan dendam dan sudah berbaikan kembali. “Bahkan sebelum latihan berakhir pun semuanya sudah kembali baik,” kata dia.

Ucapan Alonso diperkuat laporan The Telegraph. Selepas latihan, Ruediger meminta maaf kepada Arrizabalaga di ruang ganti. Mereka lantas berpelukan sebagai tanda rekonsiliasi. Manajer Thomas Tuchel pun menilai permasalahan di antara kedua pemai sudah usai.

Chelsea saat ini tengah bersiap menjalani laga leg I perempat final Liga Champions. Marcos Alonso cs. dijadwalkan menghadapi FC Porto di kandang lawan pada Kamis (8/4/2021) dini hari WIB. Tim asuhan Tuchel dalam sorotan setelah dihajar 2-5 oleh West Bromwich Albion di kandang sendiri, akhir pekan lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester United vs Brighton: Greenwood Pimpin Comeback Setan Merah

gamespool
Manchester United vs Brighton: Greenwood Pimpin Comeback Setan Merah 105

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ke-30 Premier League yang mempertemukan Manchester United vs Brighton. The Red Devils menang 2-1 dengan Mason Greenwood berhasil mencetak gol penentu di menit ke-82.

Peluang pertama United datang pada menit ke-7. Bola hasil sapuan bek Brighton berhasil ditendang oleh Mason Greenwood, tapi membentur tiang gawang.

Brighton secara mengejutkan mencetak gol pada menit ke-12. Mantan pemain United, Danny Welbeck, yang berhasil mencetak gol lewat sundulan. Tandukan pertamanya berhasil ditahan oleh Dean Henderson, tapi bola kembali memantul ke kepalanya dan masuk ke gawang.

Brighton kembali dapat peluang pada menit ke-18. Umpan dari Pascal Gross berhasil ditanduk oleh Lewis Dunk, tapi Henderson berhasil menyelamatkan.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

United sangat kesulitan untuk menembus pertahanan Brighton. Peluang baru didapatkan pada menit ke-60 lewat Bruno Fernandes setelah mendapatkan umpan dari Paul Pogba, tapi Robert Sanchez dengan sigap menyelamatkan gawangnya.

Namun pada akhirnya United mencetak gol pada menit ke-62. Bruno memberi umpan ke Marcus Rashford di sisi kiri dan dia melepaskan tembakan akurat ke tiang jauh.

Greenwood punya peluang emas pada menit ke-76. Tendangan dari Bruno ditepis oleh Sanchez. Bola liar didapatkan Dan James dan dia memberi umpan ke Greenwood, tapi tendangannya melebar tipis dari gawang yang kosong.

Namun pada menit ke-82, Greenwood berhasil membawa timnya comeback. Pogba memberi umpan ke Greenwood yang berhasil menanduk bola masuk ke gawang.

Laga Manchester United vs Brighton berakhir dengan skor 2-1.

Susunan Formasi Manchester United vs Brighton

Manchester United (4-2-3-1): 26-Dean Henderson; 29-Aaron Wan-Bissaka, 2-Victor Lindelof, 5-Harry Maguire, 23-Luke Shaw; 17-Fred, 6-Paul Pogba (39-Scott McTominay); 11-Mason Greenwood, 18-Bruno Fernandes, 10-Marcus Rashford (21-Dan James); 7-Edinson Cavani (34-Donny van de Beek).

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer.

Brighton (3-4-1-2): 26-Robert Sanchez; 3-Ben White, 5-Lewis Dunk, 34-Joel Veltman; 13-Pascal Gross, 14-Adam Lallana (29-Andi Zeqiri), 8-Yves Bissouma, 15-Jakub Moder (16-Alireza Jahanbakhsh); 11-Leandro Trossard (10-Alexis Mac Allister); 9-Neal Maupay, 18-Danny Welbeck.

Pelatih: Graham Potter.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tekuk Everton, Thomas Tuchel Bungkam Fan Chelsea

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Thomas Tuchel berhasil membungkam sejumlah fan Chelsea saat menghadapi Everton, Selasa (9/3/2021) dini hari WIB. Dia menjawab keraguan mereka terhadap rotasi besar yang dilakukannya dengan kemenangan 2-0.

Saat menjamu Everton pada lanjutan Liga Inggris, Tuchel mengambil langkah berani. Dia melakukan rotasi. Tak tanggung-tanggung, ada lima perubahan yang dibuat dari susunan starting XI laga sebelumnya. Hal yang jadi sorotan adalah putusan mencadangkan Mason Mount dan Antonio Ruediger.

Langkah Tuchel melakukan rotasi besar menuai kritik. Sejumlah fan Chelsea terang-terangan tak suka melihat Mount ditepikan sang manajer. Pasalnya, sang gelandang serang tengah dalam performa apik.

Putusan Tuchel menurunkan Kai Havertz berbuah manis dengan performa sangat apik.
thesun.co.uk

“Kenapa Mason Mount tak main dari awal? Aku tak suka rotasi ini!” kata pemilik akun Twitter @cajj19. Sementara itu, pemilik akun @that_Petit_boy mencuit, “Wow, tak ada Mason Mount. Tuchel, kuharap kamu tahu apa yang kamu lakukan.”

Akan tetapi, di lapangan, Tuchel membuktikan putusannya tepat. Apalagi, Kai Havertz yang mengisi pos Mount tampil apik. Dua gol Chelsea di gawang Everton berasal dari kontribusi pemain asal Jerman itu. Gol pertama berasal dari tendangannya yang coba diblok bek Ben Godfrey. Lalu, gol kedua didapatkan setelah dia dijatuhkan Jordan Pickford di kotak penalti.

Tuchel Hanya Turunkan Pemain Terbaik

Soal rotasi besar yang dilakukan saat Chelsea menjamu Everton, Thomas Tuchel juga tak gegabah. Dia menegaskan, hal itu justru dilakukan demi memenangi laga atas The Toffees yang musim ini termasuk salah satu tim tangguh di Liga Inggris. Dia pun hanya menurunkan pemain yang betul-betul siap.

“Ini lagi-lagi adalah partai besar. Kami melakukan beberapa perubahan dengan memasukkan kaki-kaki dan pikiran-pikiran yang segar,” kata Tuchel selepas pertandingan kepada BT Sport seperti dikutip Football5Star.com dari Football London.

Thomas Tuchel menilai Kurt Zouma pantas bermain lawan Everton dengan mengisi pos Antonio Ruediger.
si.com

Tuchel lebih jauh mengatakan, “Untuk Kurt Zouma, hari ini dia betul-betul pantas bermain dan Toni (Ruediger), dalam pandangan pribadi saya, butuh istirahat karena telah bermain pada level konsentrasi tinggi.”

Tuchel juga menandaskan, setiap perubahan yang dilakukan terhadap timnya selalu punya dasar logis. Ini bukan masalah suka atau tidak suka. Selain itu, dia juga mengungkapkan tujuan lain, yaitu menanamkan kepercayaan kepada semua pemain.

“Selalu ada alasan untuk setiap perubahan dan Anda tak bisa mengatakan begitu saja, ‘Saya percaya pada kalian!’ Jika percaya kepada mereka, Anda harus membiarkan mereka bermain,” ujar Thomas Tuchel lagi. “Kami ingin menunjukkan kepada tim ini bahwa kami percaya pada semuanya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Duet Terbaik Itu Sekarang adalah Harry Kane dan Son Heung-min

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kolaborasi Gareth Bale dan Harry Kane memang menyita perhatian saat Tottenham Hotspur menang 4-1 atas Crystal Palace, Senin (8/3/2021) dini hari WIB. Kane membuat assist bagi dua gol Bale. Namun, ada catatan sejarah yang ditorehkan Harry Kane dan Son Heung-min pada laga itu.

Saat pertandingan memasuki menit ke-76 dan Tottenham unggal 3-1, Son Heung-min memberikan umpan manis yang lantas disambar Kane jadi gol keempat. Itu juga jadi gol keduanya pada laga tersebut. Sebelumnya, dia mencetak gol spektakuler lewat tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-49.

Kolaborasi Kane dengan Son pada laga itu adalah kali ke-14 yang membuahkan gol bagi Tottenham pada pentas Premier League musim ini. Rinciannya, 10 kali Son memberikan assist kepada Kane dan 4 kali Kane membuat assist bagi Son.

Statistik itu membawa Kane dan Son sebagai duet terbaik dalam semusim di Premier League. Mereka melewati duet legendaris Alan Shearer dan Chris Sutton. Pada musim 1994-95 saat membawa Blackburn Rovers juara, Shearer dan Sutton saling memberi assist dalam 13 kesempatan.

Sebelum Kane dan Son, rekor Shearer dan Sutton sempat coba dipatahkan Ryan Fraser dan Callum Wilson pada musim 2018-19. Namun, hingga musim berakhir, mereka hanya saling memberikan assist dalam 12 kesempatan. Itu tak terlepas dari cedera lutut yang membuat Wilson sempat 6 pekan absen membela Bournemouth.

Kane dan Son Intai Drogba-Lampard

Didier Drogba dan Frank Lampard saling memberi assist dalam 39 kesempatan sepanjang memperkuat Chelsea di Premier League.
mirror.co.uk

Tak hanya menggeser duet maut Alan Shearer dan Chris Sutton, Harry Kane dan Son Heung-min juga kini mengintai rekor lain. Itu terkait kolaborasi gol mereka di Liga Inggris. Secara total, kedua pemain itu sudah mengemas 34 gol.

Kane dan Son dapat menjadi duet dengan kombinasi gol terbanyak dalam sejarah Premier League. Saat ini, mereka hanya terpaut 2 gol dari duo Didier Drogba dan Frank Lampad saat membela Chelsea. Adapun di Tottenham, mereka sudah jauh meninggalkan rekor lama yang dipegang Darren Anderton dan Teddy Sheringham dengan 27 gol.

Harry Kane dan Son Heung-min sangat berpeluang menyamai atau bahkan melewati duo Drogba-Lampard. Pasalnya, masih ada 11 laga sisa yang akan dijalani Tottenham Hotspur pada musim ini. Jika terwujud, rekor kolaborasi mereka dalam semusim juga akan kian jauh meninggalkan Shearer dan Sutton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]