Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pertandingan Derbi Terpanas di Liga Indonesia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Pertandingan-pertandingan di Tanah Air memunculkan beberapa derbi terpanas Liga Indonesia. Bahkan, atmosfer jelang pertandingan sudah sangat mencekam hingga harus memperhatikan sejumlah faktor.

Pertandingan-pertandingan di bawah ini bukan sekadar memperebutkan kemenangan. Sebab, ada harga diri yang dipertaruhkan. Bahkan, hawa panasnya bukan cuma di dalam, tapi di luar lapangan.

Berikut ada lima pertandingan derbi terpanas di Liga Indonesia versi Football5Star.com:

Derbi Klasik

Derbi klasik di Indonesia ada beberapa pertandingan, tapi yang terpanas beberapa dekade terakhir ialah Persija vs Persib. Partai itu bahkan memakan sejumlah korban dari kalangan suporter.

Persib Depak Hariono, Dua Pemain Ini Akan Jadi Pengganti

Beberapa kali pertandingan Persija vs Persib ini digelar di luar kota, bahkan tanpa adanya penonton. Seperti musim lalu saat Persib Bandung harus menjamu Persija Jakarta jauh-jauh di Bali.

Banyak yang menyebut kalau partai ini tak bisa disematkan dengan label derbi. Tapi tetap saja, dengan atmosfer panas yang mengharuskan tiap pemain tim tamu menggunakan baracuda laiknya laga-laga derbi.

Super Derbi Jatim

Satu lagi derbi panas, yakni Super Derbi Jawa Timur antara Persebaya vs Arema FC, Persaingan sengit antara kedua tim dimulai pada 1992 ketika Arema FC dan Persebaya Surabaya dikelompokkan bersama di grup A pada trofi Utama 1992.

BREAKING, Persija vs Madura United dan Persebaya vs Arema Tanpa Penonton. derby terpanas Indonesia
Dok. Persebaya.id

Menurut data, Persebaya vs Arema sudah digelar 33 kali, Arema menang 16 laga, 12 milik Persebaya sedang lima di antaranya berakhir imbang. Meski begitu terakhir bersua, Persebaya menang 4-2 atas Arema di Piala Gubernur Jatim.

Pada pertandingan itu pula, terjadi kericuhan. Meski laga sudah dipindahkan ke Blitar dan tanpa penonton, nyatanya di luar stadion kerusuhan antarsuporter ini tak bisa terhindarkan.

Derbi Mataram

Derbi Mataram ini jua jadi yang terpanas di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Derby yang melibatkan PSIM Jogjakarta vs Persis Solo ini selalu nyaris berakhir dengan keributan beberapa pertemuan terakhir.

Pernyataan Suporter PSIM Terkait Kerusuhan di Laga Kontra Persis Solo

Tahun lalu contohnya. Pertandingan yang digelar di Stadion Mandala Krida, 21 Oktober 2019, berakhir dengan ricuh. Kemenangan Persis 3-2 atas PSIM itu berakhir rusuh. Ricuh bermula saat ada oknum suporter merangsek masuk ke lapangan dan mengejar pemain Persis.

Kerusuhan sempat meluas hingga ke luar stadion. Kendaraan yang berada di luar stadion jadi sasaran massa yang saat itu tak bisa dikendalikan.

Derbi Jakarta

Derbi Jakarta sempat menjadi buah bibir terutama pada era Divisi Utama. Persija yang memiliki basis pendukung merata melawan Persitara yang fansnya tak mau dianggap remeh.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pertandingan Derbi Terpanas di Liga Indonesia
Dok. Tempo

Pertandingan keduanya kerap menimbulkan beberapa kericuhan, bahkan hawa panas masih tercium sampai sekarang meski Persitara tak jua bisa kembali ke kasta teratas. Pertandingan keduanya pernah dijalani tanpa penonton pada 2010.

Menurut data Soccerway, keduanya terakhir bersua pada 22 Mei 2010. Saat itu, Persija menang 1-0 atas Persitara berkat gol semata wayang Serge Emaleu di Stadion Soemantri Brodjonegoro.

Derbi Tangerang

Terakhir, Derbi Tangerang salah satu yang terpanas di Indonesia antara Persita vs Persikota. Laga-laga ini selalu menghadirkan atmosfer panas dan merembet hingga ke luar lapangan.

derby terpanas Indonesia

Puncaknya saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang mengeluarkan fatwa haram sepak bola di wilayahnya pada 2012 lalu. Hal itu buntunt dari banyaknya korban berjatuhan imbas persaingan antara kedua kesebelasan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Komdis PSSI: Persija Didenda Rp 45 Juta, PSIM 2 Bulan Tanpa Penonton

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Komite Disiplin (Komdis) PSSI mmenelurkan beberapa keputusan tegas menanggapi berbagai peristiwa di Liga 1 maupun Liga 2. Mereka mendenda Persija Jakarta hingga menjatuhkan hukuman berat ke PSIM Yogyakarta.

Persija mendapatkan denda lantaran adanya pelemparan botol saat menjamu Semen Padang FC di Stadion Patriot, Bekasi, 16 Oktober lalu, Mereka akhirnya didenda Rp 45 juta oleh Komdis PSSI.

Denda dengan nilai serupa jua dijatuhkan kepada Semen Padang. Mereka dihukum dengan hal yang sama, yakni pelemparan botol kala Semen Padang menjamu Madura United, 20 Oktober lalu.

Pernyataan Suporter PSIM Terkait Kerusuhan di Laga Kontra Persis Solo

Hukuman berat dirasakan oleh PSIM usai melawan Persis Solo. Mereka mendapatkan hukuman tegas dari Komdis PSSI. Mereka dilarang disaksikan penonoton dalam dua bulan partai kandang pada kompetisi 2020 dan denda Rp 100 juta.

Hal itu setelah Komdis PSSI menilai oknum suporter PSIM sudah bertindak di luar batas. Mereka melakukan pelemparan, masuk ke lapangan, dan memukul wartawan.

Dalam rilisnya, Komdis PSSI total memberikan 18 keputusan. Berikut Hasil Sidang Komdis PSSI 25 Oktober:

Persija Jakarta

  • Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
  • Pertandingan: Persija Jakarta vs Semen Padang FC
  • Tanggal kejadian: 16 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
  • Hukuman: Denda Rp. 45.000.000

Semen Padang FC

  • Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
  • Pertandingan: Semen Padang FC vs Madura United FC
  • Tanggal kejadian: 20 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
  • Hukuman: Denda Rp. 45.000.000

Persibat Batang

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: 5 (lima) Kartu Kuning dalam 1 (satu) pertandingan
  • Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

Persibat Batang

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran : Tim Persibat Batang tidak melamjutkan pertandingan
  • Hukuman: kalah 0- 3, pengurangan poin 9, dan denda Rp. 250.000.000

Ofisial PSPS Riau, Sdr. Haris Hami

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Menanduk pemain Persibat batang
  • Hukuman: Larangan duduk di bench dan masuk ruang ganti sebanyak 4 (empat) pertandingan

Ofisial Persibat Batang, Sdr. Eko Junianto

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Memukul wasit
  • Hukuman: Larangan beraktifitas di sepakbola di lingkungan PSSI selama 6 (enam) bulan

PSPS Riau

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
  • Hukuman: Denda Rp. 37.500.000

Persiraja Banda Aceh

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSMS Medan vs Persiraja Banda Aceh
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
  • Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

Persiraja Banda Aceh

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSMS Medan vs Persiraja Banda Aceh
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Bersama-sama mengerubungi, mendorong wasit hingga jatuh
  • Hukuman: Denda Rp. 75.000.000

PSCS Cilacap

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSCS Cilacap vs PSGC Ciamis
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb dan turun ke dalam lapangan
  • Hukuman: Denda Rp. 37.500.000

PSMS Medan

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSMS Medan vs Aceh Babel United FC
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Penyalaan flare
  • Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

Pemain Perserang Serang, Sdr. Ilham Zusril

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: Cilegon United FC vs Perserang Serang
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Tindakan tidak sportif dan melanggar fair play
  • Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan

Cilegon United FC

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: Cilegon United FC vs Perserang Serang
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb dan terlibat keributan dengan suporter lawan
  • Hukuman: Larangan masuk bagi supporter Perserang Serang pada saat 2 kali pertandingan
    home dan 2 kali pada pertandingan away.

Perserang Serang

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: Cilegon United FC vs Perserang Serang
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Terlibat keributan dengan suporter lawan
  • Hukuman: Larangan masuk bagi supporter Perserang Serang pada saat 2 kali pertandingan
    home dan 2 kali pada pertandingan away.

PSIM Jogja

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran : Suporter melakukan pelemparan, masuk ke lapangan dan memukul wartawan (photografer)
  • Hukuman: Larangan tanpa penonton selama 2 (dua) bulan pada saat laga home pada musim
    kompetisi 2020 dan denda Rp. 100.000.000

Pemain PSIM Jogja, Sdr. Raymond Ivantonius

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Memukul pemain lawan
  • Hukuman: Larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan

Pemain PSIM Jogja, Sdr. Achmad Hisyam

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Menendang pemain Persis Solo dan mengintimidasi wartawan (photografer).
  • Hukuman: Larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama 5 (lima) tahun

Pemain PSIM Jogja, Sdr. Aldaier Makatindu

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Mengintimidasi wartawan (photografer)
  • Hukuman: Teguran Keras

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tegas! Komdis PSSI Larang Hisyam Tolle Main Bola 5 Tahun

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Keputusan tegas diambil oleh Komite Displin (Komdis) PSSI. Mereka akhirnya menjatuhkan sanksi berat ke pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle dengan larangan bermain bola lima tahun.

Seperti diketahui, Achmad Hisyam Tolle belakangan menjadi perbincangan di media sosial akibat ulahnya yang menjurus brutal. Dia melakukan tendangan kungfu kepada pemain Persis Solo dalam laga PSIM vs Persis, Senin (21/10).

Tak cuma itu, usai melakukan tendangan kungfu, Achmad Hisyam Tolle mengintimidasi wartawan Goal Indonesia, Budi Cahyono. Hisyam Tolle menghampiri dan meminta foto-foto soal dirinya dihapus.

Kasus dengan Wartawan, PSIM dan Hisyam Tolle Harap Selesai Kekeluargaan

Komdis yang menerima laporan utuh akhirnya memberikan sanksi tegas buat Tolle. Dia dihukum larangan beraktivitas dalam sepak bola di lingkungan PSSI selama lima tahun.

Tak cuma Tolle, pemain PSIM lainnya, yakni Aldaeier Makatindu juga mendapat teguran keras. Hal itu setelah dia jua mengintimidasi wartawan dalam laga melawan Persis Solo 21 Oktober lalu.

PSIM sendiri mendapatkan hukuman tegas dari Komdis PSSI. Mereka dilarang disaksikan penonoton dalam dua bulan partai kandang pada kompetisi 2020 dan denda Rp 100 juta.

Hal itu setelah Komdis PSSI menilai oknum suporter PSIM sudah bertindak di luar batas. Mereka melakukan pelemparan, masuk ke lapangan, dan memukul wartawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kasus dengan Wartawan, Ini Harapan PSIM dan Hisyam Tolle

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle, kini tengah menjalani proses hukum terkait prilaku buruknya pada saat pertandingan melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin lalu (21/10/2019).

Pihak PSIM yang mendampingi Hisyam Tolle mengaku siap untuk menjalani proses hukum. Tolle sendiri resmi dilaporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atas dugaan perbuatan tak menyenangkan dan pelanggaran terhadap undang-undang pers. 

Hisyam Tolle pada saat pertandingan itu melakukan beberapa prilaku buruk. Salah satunya adalah pada saat ia mengintimidasi wartawan foto Budi Cahyono hingga mendorong wartawan itu. Intimidasi itu ia lakukan untuk menghapus foto dirinya saat melakukan tendangan “kungfu” kepada salah satu pemain Persis Solo.

Tolle pun pada pertandingan itu menunjukkan prilaku buruknya saat ia melakukan tendangan “kungfu” kepada salah seorang pemain Persis, Mochamad Shulton Fajar. Hal itu ia lakukan setelah ia mendapat kartu merah hingga memicu keributan lain.

PSIM melalui Asisten Manajer Agung Damar Kusumandaru mengaku siap untuk mendampingi Tolle lantaran kejadian masih berada di dalam lapangan pertandingan.

“Pasti kami akan mendampingi. Karena apa pun itu, dia masih jadi pemain PSIM, dan kejadian itu masih selama 90 menit pertandingan. Otomatis dia menjadi tanggung jawab PSIM, pasti kita akan mendukung,” ujar Agung, seperti dikutip Football5Star.com dari Krjogja.

“Saya rasa, mewakili PSIM kami mohon maaf. Kami berharap situasi ini bisa dirembug secara kekeluargaan,” tutur Agung lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bakar Mobil Polisi Saat Rusuh PSIM vs Persis, Oknum Suporter Ditangkap

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Polresta Yogyakarta resmi menetapkan satu tersangka dalam kerusuhan setelah laga PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo pada Senin (21/10/2019) lalu.

Sebelumnya, pertandingan antara PSIM melawan Persis berujung rusuh setelah tim tuan rumah kalah 3-2 dari Persis Solo. Usai laga, beberapa mobil termasuk satu mobil kepolisian dibakar oleh oknum suporter di luar stadion.

Polresta Yogyakarta pun sebelumnya telah menetapkan 3 tersangka. Kini, mereka menetapkan tersangka baru berinisial AR (18) warga Kasihan Bantul, ia terlibat membakar mobil dinas milik Wakapolresta Yogyakarta.

Saat diintrogasi, AR (18) mengaku mendapat intimidasi dari para suporter lainnya untuk membakar mobil polisi tersebut. Bermodalkan korek api, ia pun mengaku terpaksa membakar lantaran takut dengan para suporter lainnya.

“Saya diintimidasi suporter lainnya yang berada di belakang. Saya suruh bakar, karena takut saya langsung bakar mobil dengan korek api,” kata AR kepada penyidik di Mapolresta Yogyakarta, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Krjogja.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Sutikno mengatakan, AR ditangkap saat bersembunyi di rumah kekasihnya di Dagaran Tegalrejo Yogyakarta. Polisi juga mengamankan sepeda motor jenis matic dan korek api.

“Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif oleh penyidik, tersangka dapat diamankan. Ini juga berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan tiga orang tersangka sebelumnya,” ungkap Sutikno.

Meski telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, Polresta Yogyakarta terus melakukan penyelidikan kasus perusakan dan pembakaran mobil dinas itu. “Kita masih kembangkan kasus ini. Kemungkinan masih adanya pelaku lain yang belum tertangkap,” pungkasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

BOPI Mengutuk Keras Insiden yang Terjadi di Laga PSIM vs Persis

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengutuk keras insiden yang terjadi dalam laga PSIM Yogyakarta vs Persis Solo, di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10). Mereka mengeluarkan pernyataan tegas untuk mengusut insiden itu.

Seperti diketahui, dalam laga PSIM vs Persis itu terjadi beberapa kericuhan menjelang laga berakhir. Beberapa oknum suporter tuan rumah bahkan sampai masuk ke dalam lapangan mengejar pemain tamu.

Tak cuma itu, Achmad Hisyam Tolle yang mendapat kartu merah jua bertindak tak sportif. Dia melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Persis Solo.

PSIM vs Persis
Sebuah mobil dibakar di parkiran Mandala Krida. (Foto: Satriyo Wicaksono/krjogja.com)

Akibat kericuhan, mobil patroli kepolisian sempat dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab. Mengenai hal itu BOPI mengeluarkan enam butir pernyataan terkait laga PSIM vs Persis.

Berikut pernyataan BOPI:

  1. BOPI menyesalkan masih terjadinya yel-yel dan nyanyian berbau rasisme dalam pertandingan tersebut.
  2. BOPI mengutuk keras terjadinya insiden kekerasan dan kerusuhan di dalam pertandingan maupun di luar stadion yang dilakukan oleh segelintir oknum pendukung PSIM, yang mengakibatkan kerusakan beberapa kendaraan operasional Kepolisian Daerah DIY dan sejumlah fasilitas publik lainnya.
  3. BOPI menyesalkan kurang sigapnya operator kompetisi dan Panpel pertandingan mengantisipasi kejadian tersebut mengingat potensi kerusuhan sudah ramai dibicarakan sejak beberapa waktu sebelumnya.
  4. BOPI meminta ketegasan pihak operator kompetisi untuk menjatuhkan sanksi bagi pihak-pihak yang bertanggungjawab, dan kepada pihak federasi untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak pelaku pelanggaran peraturan dan hukum sepakbola profesional.
  5. BOPI menuntut jaminan dari operator kompetisi bahwa insiden serupa tak akan terulang di sisa musim kompetisi, mengingat tensi kompetisi sepak bola nasional diperkirakan semakin meninggi menjelang berakhirnya kompetisi Liga 1 dan babak 8 besar Liga 2.
  6. BOPI memperingatkan semua yang terlibat di kompetisi sepak bola profesional Indonesia untuk tetap menjaga suasana aman, nyaman, menghibur dan profesional di sisa musim ini. Kompetisi sepak bola profesional harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya menjadi ajang perseteruan fisik dan bertindak anarkis antara satu sama lain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

LIB Sebut Insiden di Laga PSIM vs Persis Memalukan

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya buka suara soal laga PSIM Yogyakarta vs Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10) lalu. Mereka bahkan menilai laga PSIM vs Persis yang berbuntut kericuhan itu memalukan.

Seperti diketahhui, dalam laga PSIM vs Persis itu terjadi beberapa kericuhan menjelang laga berakhir. Beberapa oknum suporter tuan rumah bahkan sampai masuk ke dalam lapangan mengejar pemain tamu.

Tak cuma itu, Achmad Hisyam Tolle yang mendapat kartu merah jua bertindak tak sportif. Dia melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Persis Solo. Bahkan, Hisyam Tolle jua merampas kamera wartawan yang sedang bekerja di Stadion Mandala Krida.

Pernyataan Suporter PSIM Terkait Kerusuhan di Laga Kontra Persis Solo

“Kami kecewa dan menyesal dengan insiden memalukan di pertandingan PSIM versus Persis. Berikutnya, akan kami proses sesuai dengan tugas dan wewenang kami,” bilang Manajer kompetisi LIB, Asep Saputra, dalam laman resmi Liga.

Dalam konteks insiden yang terjadi pada PSIM lawan Persis, LIB langsung memberikan laporan secara resmi ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Laporan awal telah dikirimkan setelah pertandingan berlangsung.

“Setelah itu, kami kirimkan laporan dari matchcom ke Komdis PSSI. Dalam 2 x 24 jam laporan komprehensif akan kami kirimkan ke Komdis,” tutup dia.

Lakukan Tendangan Kungfu & Intimidasi Wartawan, Ini Pernyataan Hisyam Tolle

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle mengeluarkan pernyataannya terkait prilaku buruknya pada saat laga PSIM melawan Persis Solo, Senin lalu (21/10/2019).

Pada laga tersebut, Hisyam Tolle tak bisa mengontrol emosinya baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Di dalam lapangan, ia sampai mendapat dua kartu kuning atau kartu merah oleh wasit yang memimpin pertandingan akibat keributannya dengan pemain Persis.

Lebih lanjut, Hisyam Tolle pun kedapatan melakukan tendangan kungfu pada saat setelah ia dikartu merah. Tolle yang sudah ke luar lapangan tiba-tiba berlari dan menyerang salah satu pemain Persis, Mochamad Shulton Fajar. Prilaku buruk Tolle itu pun memicu keributan besar di Stadion Mandala Krida yang menggelar pertandingan itu.

https://www.instagram.com/p/B34O3PzgAHq/

Tak hanya sampai disitu, kedapatan ia dipotret oleh seorang wartawan pada saat melakukan prilaku buruknya itu, Tolle mengintimidasi seorang wartawan foto. Lukas Budi Cahyono, seorang pewarta foto didorongnya dan meminta Budi menghapus file foto saat menendang pemain Persis.

Permintaan Maaf Hisyam Tolle

Atas segala prilaku buruknya tersebut, eks pemain PSM Makassar dan Borneo FC itu pun akhirnya mengeluarkan pernyataan. Melalui akun sosial media instagram-nya, Tolle meminta maaf secara terbuka.

“Assalamu’alaikum wr wb. Saya pribadi mau menyampaikan perihal tentang kejadian kemarin pada saat pertandingan PSIM v Persis,” tutur Tolle, dikutip Football5Star.com dalam instagram story-nya.

“Pertama-tama, saya memohon maaf atas prilaku saya yang buruk sebagai pesepakbola profesional. Khususnya saya meminta maaf kepada pemain Persis Solo yang bersangkutan dan juga kepada wartawan,” katanya.

Dirinya pun siap untuk menerima konsekuensi apapun atas prilaku buruknya. Sekaligus ia juga tak membenarkan apa yang ia lakukan sendiri. Namun, secara terbuka ia meminta maaf terhadap pemain Persis, Mochamad Shulton Fajar, pewarta foto Lukas Budi Cahyono dan juga semua pecinta sepak bola Indonesia yang kecewa.

“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran yang berharga buat saya untuk kedepannya. Tak ada pembelaan sama sekali atas prilau buruk saya. Dan saya pun siap menerima konsekuensi apapun itu terhadap prilaku saya,” tulis Tolle.

“Saya salah dan saya mengakui kesalahan saya. Sekali lagi saya meminta maaf kepada semuanya yang kecewa dan sakit hati atas prilaku buruk saya,” tuturnya mengakhiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Rusuh PSIM vs Persis, Polisi Pikir Ulang Izin Pertandingan di Yogyakarta

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Polresta Yogyakarta selaku pihak kepolisian mengaku akan pikir ulang jikalau ada lagi pertandingan sepak bola yang digelar di Yogyakarta. Hal itu berkaitan dari kerusuhan di laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo, Senin kemarin (21/10/2019).

Laga antara PSIM kontra Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta berakhir ricuh setelah pertandingan usai. Hal itu buntut dari kekalahan tuan rumah atas tamunya dengan skor 3-2. Di luar stadion, satu mobil kepolisian dan beberapa mobil lainnya menjadi sasaran amukan massa dengan dibakar.

Buntut dari kerusuhan tersebut, polisi pun akan mengevaluasi izin dan pengamanan untuk pertandingan sepak bola berikutnya khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sementara sanksi dari kerusuhan itu, pihak kepolisian menyerahkan seluruhnya kepada PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia.  

“Sanksi dan sebagainya termasuk ranah dari PSSI. Polisi berkaitan izin kegiatan, tentu ini jadi bahan pertimbangan,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, Selasa (22/10/2019) seperti dikutip Football5Star.com dari laman Krjogja

Sebelumnya, Polresta Yogyakarta telah mengamankan total 51 orang perihal kerusuhan di dalam dan di luar Stadion Mandala Krida.

Dari 51 orang tersebut, 3 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Parahnya, 3 tersangka tersebut adalah remaja yang masih sangat muda. Masing-masing tersangka berinisial HKC (15), FR (16), dan NCS (18), seluruhnya warga Kecamatan Kasihan, Bantul. Ketiganya masih didalami apakah termasuk dalam kelompok suporter atau tidak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pernyataan Suporter PSIM Terkait Kerusuhan di Laga Kontra Persis Solo

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Suporter PSIM Yogyakarta mengeluarkan pernyataan mereka terkait kerusuhan yang terjadi di laga PSIM kontra Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin kemarin (21/10/2019).

Laga antara PSIM kontra Persis Solo berakhir ricuh setelah pertandingan usai. Hal itu buntut dari kekalahan tuan rumah atas tamunya dengan skor 3-2. Di luar stadion, satu mobil kepolisian dan beberapa mobil lainnya menjadi sasaran amukan massa dengan dibakar.

Presiden kelompok suporter Brajamusti, Muslich Burhanuddin yang mewakili suporter PSIM menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait insiden tersebut. Ia mengakui banyak kesalahan yang terjadi meski sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami sampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Yogyakarta, pihak Pemkot Yogya, Pemprov DIY, pihak Polresta, pihak BPO sebagai pengelola stadion juga kepada manajemen PSIM,” ujar Muslich Burhanuddin, Selasa (22/10/2019) seperti dikutip Football5Star.com dari Krjogja.

Pernyataan Suporter PSIM Terkait Kerusuhan di Laga Kontra Persis Solo
Jawa Pos

Thole, sapaan akrabnya, mengatakan sebelumnya suporter sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang demi kelancaran dan keamanan sebelum pertandingan digelar. Namun menurut dia, kondisi di lapangan yang panas sore kemarin membuat massa tak terkendali dan akibatnya terjadi insiden yang tak diinginkan. 

“Secara keseluruhan kita sudah adakan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang sebelum pertandingan kemarin dan kita juga all out memberikan dukungan. Tetapi kejadian di dalam stadion saat tensi pertandingan meningkat menjadikan situasi tidak kondusif,” tutur Thole.

Lebih lanjut, provokasi yang dilakukan oleh para pemain Persis Solo dianggapnya menjadi salah satu penyebab emosi penonton tak terkontrol. Hingga akhirnya banyak penonton yang turun ke lapangan dan kerusuhan pun terjadi.

“Juga terjadi provokasi yang dilakukan beberapa pemain lawan yang membuat emosi penonton makin tidak terkontrol. Akhirnya ada yang turun ke lapangan. Ini benar-benar di luar kendali kita sebagai pengurus,” tutur dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Polisi Tangkap 51 Orang, 3 Remaja Jadi Tersangka Kerusuhan PSIM vs Persis

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Buntut dari kerusuhan di laga PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo, Polisi menangkap puluhan orang yang diduga sebagai provokator.

Polresta Yogyakarta mengamankan total 51 orang perihal kerusuhan di dalam dan di luar Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, dimana tempat PSIM vs Persis dihelat.

Dari 51 orang tersebut, 3 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Parahnya, 3 tersangka tersebut adalah remaja yang masih sangat muda. Masing-masing tersangka berinisial HKC (15), FR (16), dan NCS (18), seluruhnya warga Kecamatan Kasihan, Bantul. Ketiganya masih didalami apakah termasuk dalam kelompok suporter atau tidak.

“Tersangka diamankan pagi tadi 3 orang, dua di bawah umur dan satu dewasa. Hari ini penyidik masih bekerja, kalau layak ditahan, akan dilakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, Selasa (22/10/2019) dikutip Football5Star.com dari Krjogja.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah bom molotov hasil dari penyisiran di sejumlah lokasi sebelum dan seusai pertandingan berlangsung. Barang bukti tersebut juga masih didalami milik siapa dan akan dipakai untuk apa.

“Kami sedang pelajari CCTV di lokasi yang kedapatan molotov itu. Ada molotov di luar pagar stadion, itu malam setelah peristiwa, jadi setelah olah TKP kami menyisir di luar pagar dan mendapati itu,” ujar Yuliyanto.

Laga antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo memang sudah panas sejak sebelum pertandingan dimulai. Puncaknya, kerusuhan pecah seusai laga yang berkesudahan dengan kemenangan tim tamu Persis Solo dengan skor 3-2. Di luar stadion, tercatat satu unit mobil polisi dibakar, tiga mobil lainnya dirusak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sultan Hamengkubuwono X Akan Larang Pertandingan Sepak Bola di Yogyakarta

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Gubernur sekaligus Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyebut kemungkinan dirinya akan melarang PSIM Yogyakarta menggunakan Stadion Mandala Krida. Tak hanya itu, Sultan pun menyebut bahwa lebih baik tak ada sepak bola di Yogyakarta.

Hal tersebut merupakan buntut dari kerusuhan di laga dan pascalaga PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo. Laga itu sendiri dihelat di Stadion Mandala Krida, Senin sore (21/10/2019). Laga Derby Mataram yang berakhir dengan kemenangan Persis Solo dengan skor 3-2 itu diwarnai insiden kerusuhan di dalam dan juga di luar stadion.

Sultan mengungkap rasa kecewa dengan insiden yang terjadi di Stadion Mandala Krida kemarin. Menurut Ngarsa Dalem, aksi beringas yang dilakukan pendukung PSIM tak mencerminkan masyarakat Yogyakarta yang berbudi luhur. 

“Saya sangat prihatin ya, kenapa alasannya tidak jelas para pendukung PSIM harus melakukan kekerasan dan pengrusakan pada aset-aset negara. Saya nggak ngerti, kenapa jadi orang yang beringas. Katanya orang Jogja ini berbudi luhur tapi kenapa keluarnya kekerasan,” tutur Sri Sultan HB X, Selasa (22/10/2019), dikutip Football5Star.com dari laman Krjogja.

Sultan pun menyebut bahwa yang terjadi kemarin adalah bukan laga sepak bola, melainkan pertunjukkan kekerasan. Untuk itu, ia pun mulai memikirkan untuk melarang pertandingan sepak bola ada di Yogyakarta.

“Ya kalau seperti ini, bukan sepakbola yang kita tonton tapi pertunjukan kekerasan-kekerasan yang kita tonton. Ya lebih baik tidak usah ada sepak bola saja di Jogja karena hanya akan membangun budaya orang tidak beradab,” tutur Sultan tegas. 

Sultan bahkan menyiratkan memberikan warning agar tak lagi memberikan ijin penyelenggaraan sepakbola di Yogyakarta termasuk penggunaan Stadion Mandala Krida.

“Sayapun akan berpikir kalau Mandala Krida dipakai, kan gitu,” kata orang nomor satu di DIY ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Asisten Pelatih Persis Terkena Pukul Hingga Pelipisnya Berdarah

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Asisten pelatih Persis Solo, Choirul Huda, terkenal pukulan oknum ofisial dalam laga melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019). Dia bahkan harus menjalani perawatan akibat hal tersebut.

Seperti diketahui, dalam laga PSIM vs Persis beberapa kejadian memang tercipta. Mulai dari oknum suporter yang turun ke lapangan dan mengejar pemain Persis Solo, hingga tendangan kungfu Achmad Hisyam Tolle.

Bahkan, salah satu yang menjadi korban ialah Choirul Huda. Coach Irul, sapaan karibnya, dipukul oleh salah satu orang yang diduga merupakan tim ofisial PSIM hingga pelipusnya berdarah.

Rusuh PSIM v Persis Solo reno Jawa Pos

“Selama pertandingam kami sedikit dilempari. Akhirnya saat mau bubar malah pada menyerbu pemain Persis,” bilang manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, dikutip dari Jawa Pos Radar Solo.

Langgeng sendiri tak tahu soal insiden Hisyam Tolle yang menendang pemainnya. Sebab, saat itu situasi di stadion memang sudah tak terkendali. Semuanya menyelamatkan diri.

“Soalnya pas suporter masuk, kami semua (pemain, pelatih dan manajemen Persis) langsung mengamankan diri. Yang saya tahu coach Choirul Huda mengalami pukulan hingga berdarah di depan matanya,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Komdis PSSI Tunggu Laporan LIB Soal Laga PSIM vs Persis

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Komite Disiplin (Komdis) PSSI masih menunggu laporan PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal laga PSIM Yogyakarta vs Persis Solo, di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10). Mereka belum bisa berkomentar apapun saat ini.

Seperti diketahhui, dalam laga PSIM vs Persis itu terjadi beberapa kericuhan menjelang laga berakhir. Beberapa oknum suporter tuan rumah bahkan sampai masuk ke dalam lapangan mengejar pemain tamu.

Tak cuma itu, Achmad Hisyam Tolle yang mendapat kartu merah jua bertindak tak sportif. Dia melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Persis Solo. Bahkan, Hisyam Tolle jua merampas kamera wartawan yang sedang bekerja di Stadion Mandala Krida.

Ricuh, Pemain PSIM Lakukan Tendangan Kungfu ke Pemain Persis Solo

Hal itu tentunya membuat PSIM dan Hisyam Tolle kini menghadapi sanksi berat dari Komdis PSSI. Tapi, ketika dikonfirmasi Komdis PSSI belum bisa berkomentar banyak.

“Karena kami belum terima laporan dari PT LIB,” ujar Wakil Ketua Komdis PSSi, Umar Husein, singkat saat dihubungi Football5Star melalui pesan instan.

PSIM vs Persis
Sebuah mobil dibakar di parkiran Mandala Krida. (Foto: Satriyo Wicaksono/krjogja.com)

Di luar stadion, beberapa video viral beredar adanya kisruh usai laga PSIM vs Persis. Satu unit mobil polisi yang berjaga dibakar oleh oknum suporter yang tak bertanggung jawab.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hisyam Tolle: Tekel Keras, Pukul Pemain PON, Hingga Tendangan Kungfu

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Achmad Hisyam Tolle belakangan menjadi perbincangan di media sosial akibat ulahnya yang menjurus brutal. Dia melakukan tendangan kungfu kepada pemain Persis Solo dalam laga PSIM vs Persis, Senin (21/10).

Sebenarnya, bukan kali ini saja Hisyam Tolle bersikap tak profesional. Dia beberapa kali melakukan tindakan kurang terpuji dengan klub-klub sebelumya. Saat membela PSM Makassar, dia bahkan memukul pemain PON Sulsel, Irfan Arfandi, saat uji coba 16 Agustus 2016 silam.

Pelatih PSM kala itu, Robert Alberts, bahkan gerah dengan sikap eks pemain Persiba Balikpapan itu. “Sikap Tolle pada laga ini sangat tidak bagus dan saya sangat kecewa dengan tindakan yang memukul pemain lawan. Apalagi hanya pertandingan uji coba,” bilang Robert saat itu.

achmad Hisyam Tolle Sulselgemaid
Sulselgemaid

Mantan rekannya di Persiba Balikpapan, Iqbal Samad, jua pernah memberi nasihat buat Hiysam Tolle. Kala itu dia memang dicap karena perilakunya yang kurang baik.

“Saya dengar kabar di klub sebelumnya ia pemain yang malas dan bengal. Di sini saya tekankan ke dia agar bisa jaga tingkah lakunya. Apalagi, kemarin Pak Bambang bilang sama saya,” papar Iqbal Samad pada 2017.

Akun Instagram Hisyam Tolle jua pernah diserang oleh fans PSM Makassar ketika membela Borneo FC. Hal itu setelah dia melancarkan tekel keras menjurus kasar kepada Guy Junior saat Borneo FC melawan PSM Makassar, 19 Oktober 2018.

Pada 2018 lalu, Hisyam Tolle pernah dicoret PSS Sleman karena alasan sikap. Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro, menyebut kalau pencoretan eks pemain PSM Makassar itu bukan cuma soal teknik tapi kepribadian pemain di luar lapangan.

“Untuk Tolle selain teknik kami juga melihat psikis, sisi emosionalnya dan pertimbangan-pertimbangan lainnya,” ujar Seto.

https://www.instagram.com/p/B34xK5Xg-nO/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Seorang Wartawan Dicekik & Dipukuli oleh Suporter di laga PSIM vs Persis

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Seorang wartawan foto koran lokal di Yogyakarta mendapatkan kejadian naas ketika dirinya meliput laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019).

Wartawan fotografer bernama Guntur Arga menjadi korban pemukulan saat mengabadikan momen evakuasi anak di tribune sisi barat sebelah utara Stadion Mandala Krida.

Guntur menjelaskan, kondisi saat itu sudah sangat chaos. Saat ia mendekat ke tribune sisi barat tersebut, Guntur justru mendapatkan intimidasi dari para suporter dengan cara dicekik dan dipukul beramai-ramai.

“Gas air mata saat itu sudah ditembakkan, kondisi chaos. Aku melihat ada petugas damkar (pemadam kebakaran) mau mengevakuasi anak-anak di tribun pojok barat sebelah utara. Setelah motret itu, aku diintimidasi, lalu tiba-tiba ada yang mencekik aku dari belakang lalu dipukul ramai-ramai,” ungkap wartawan Guntur Arga, dikutip Football5Star.com dari laman Krjogja

Seorang Wartawan Dicekik & Dipukuli oleh Suporter di laga PSIM vs Persis
Suara.com

Dirinya pun mengaku mendapat pukulan sebanyak lima kali di bagian kepala belakang. Sebelumnya, ia pun sempat dicekik oleh seseorang.

“Sebelum dipukul itu saya dicekik dulu. Saya cuma lihat satu orang berkostum suporter tapi yang lainnya tidak tahu karena dari belakang,” tutur dia. 

Akibat lima pukulan di kepala bagian belakang, Guntur mengalami luka memar yang membuatnya terasa pusing. “Pusing ini rasanya sampai sekarang. Mudah-mudahan tidak apa-apa tapi ya disayangkan sekali karena saya tugas berdasar kerja jurnalistik, ada kode etiknya juga,” pungkas dia.

Sementara itu Pewarta Foto Indonesia (PFI) yang menjadi organisasi profesi menaungi fotografer jurnalistik menyayangkan insiden yang terjadi. Menurutnya, wartawan bertugas secara profesional dan berusaha untuk netral. Wartawan pun dilindungi oleh undang-undang ketika bekerja.

“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras insiden itu. Fotografer bertugas secara profesional, mengabadikan semua moment foto pertandingan dan berusaha netral. Sangat menyayangkan sekali kejadian menimpa teman-teman yang ada di lapangan. Kami bekerja juga dilindungi oleh undang-undang,” tutur Ketua PFI Jogja, Talchah Hamid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hisyam Tolle Intimidasi Wartawan, Rebut Kamera & Minta Hapus Foto

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle nampak tak bisa mengontrol diri ketika ia melakukan sejumlah prilaku buruk pada saat timnya bertanding dengan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019).

Di dalam lapangan, Hisyam Tolle mendapat dua kartu kuning atau kartu merah dari wasit yang memimpin pertandingan. Hal itu ia dapat setelah berseteru dengan pemain Persis Solo.

Amarah Tolle bukan hanya itu, ketika ia keluar lapangan setelah dikartu merah, ia justru melakukan prilaku buruk lainnya. Seorang pemain Persis Solo yang tengah berbincang dengan wasit di tepi lapangan tiba-tiba ia kejar lalu ditendang dengan tendangan kungfu. Hal yang dilakukan Tolle itu pun memicu keributan lain di laga tersebut.

Tak hanya sampai disitu, di luar lapangan, Hisyam Tolle ternyata mengintimidasi seorang wartawan yang juga eks Media Officer Persis Solo, Lukas Budi Cahyono. Dengan nada emosi, Hisyam Tolle mendorong dan meminta Budi menghapus file foto saat menendang pemain Persis, Mochamad Shulton Fajar. Dua rekan Tolle, Hendika Arga dan Aldaier Makatindu turun tangan coba menenangkan.

”Kamera saya sempat diambil Tolle. Lalu saya bilang ke dia, jangan di sini (pinggir lapangan) hapus fotonya. Biar lebih aman karena kondisi ricuh. Lalu saya diajak Arga ke ruang ganti sambil dia menenangkan Tolle bersama Aldaier,” kata Budi Cahyono, seperti dikutip Football5Star.com dari Jawa Pos.

Budi mengaku kecewa atas sikap Tolle. Namun ia pun mengalah dengan menghapus sejumlah foto yang menampilkan prilaku buruk Tolle tersebut.

“Di ruang ganti, Tolle meminta semua foto yang ada gambarnya di kamera dihapus. Untungnya kamera saya tidak rusak,” tutur Budi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Selain Lakukan Tendangan Kungfu, Ini Sederet Kontroversi Hisyam Tolle

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle tiba-tiba menjadi perbincangan hangat jagat maya pascapertandingan PSIM vs Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin sore (21/10/2019).

Achmad Hisyam Tolle melakukan tindakan tak terpuji pada laga tersebut. Dirinya melakukan tendangan kungfu kepada salah seorang pemain Persis Solo. Tindakan tersebut ia lakukan setelah ia dikeluarkan wasit lantaran mendapat kartu merah.

Beberapa saat setelah ia dikeluarkan karena kartu merah, Hisyam Tolle yang sudah melepas bajunya tiba-tiba berlari dari arah bangku cadangan PSIM. Ia berlari kencang lalu meloncat sambil melakukan tendangan kungfu ke pemain Persis Solo.

https://www.instagram.com/p/B34O3PzgAHq/

Akibatnya, pertandingan pun sempat dihentikan sesaat hingga akhirnya kondisi laga tak memungkinkan untuk dilanjutkan. Wasit Zetman Pangaribuan menghentikan pertandingan di menit pertambahan waktu babak kedua.

Ternyata, prilaku Hisyam Tolle bukan baru terjadi kali ini saja. Dirinya tercatat sudah beberapa kali melakukan tindakan tak terpuji hingga indisipliner. Football5Star.com melakukan penelusuran terkait track record buruk karir dari sang pemain.

Berkelahi dengan Alfin Tuassalamony & Manahati Lestusen

achmad hisyam tolle persebaya reno Sindo News
Sindo News

Saat masih berbaju Persebaya Surabaya beberapa tahun lalu, ia sempat terlibat insiden perkelahian dengan beberapa pemain lainnya. Hisyam Tolle berkelahi dengan Alfin Tuassalamony dan Manahati Lestusen yang notabene adalah rekan satu timnya sendiri.

Dikutip dari laman Tribun Timur, kejadian itu terjadi pada latihan internal Persebaya di Lapangan Brigif 1 Marinir Sidoarjo. Tolle melakukan pelanggaran keras terhadap Alfin. Tak terima, Alfin mendatangi Tolle. Keduanya pun terlibat baku hantam. Melihat Alfin tengkar dengan Tolle, Lestusen datang dan mendorong badan Tolle. Ketiga pemain ini pun sempat baku pukul selama beberapa saat.

Indisipliner di Persiba Balikpapan

achmad hisyam tolle persiba reno Jawa Pos
Jawa Pos

Bersikap indisipliner, Tolle sempat diminta latihan terpisah dari pemain lainnya. Ia pun dijatuhi hukuman dari manajemen Persiba karena indisipliner tersebut. Tak lama kemudian, ia mengundurkan diri dari Persiba Balikpapan.

Dipecat PSS Sleman

Tolle dipecat oleh PSS Sleman. Pelatih PSS, Seto mengatakan pemecatan tersebut adalah hasil evaluasi dari tim pelatih dan manajemen. Ini bukan hanya soal teknik, tapi juga kepribadian pemain di luar lapangan.

“Untuk Tolle, seperti yang saya bilang tadi. Selain teknik, kita juga lihat psikis, sisi emosionalnya dan pertimbangan-pertimbangan lainnya,” tutur Seto seperti dikutip dari Tribun Timur.

Adu Mulut dengan Pemain PSM

https://www.instagram.com/p/BpIwCcWH-Xp/
Instagram robertrenealbers

Hisyam Tolle pernah beradu mulut dengan pemain PSM saat ia masih berkostum Borneo FC pada musim 2018 lalu. Insiden itu terjadi setelah ia melanggar keras pemain PSM, Guy Junior. Guy ditekel keras olehnya. Meski terkena bola, ia juga melibas kaki dari Guy Junior.

Tolle yang notabene adalah orang Makassar dan mantan pemain PSM itu bukannya merasa bersalah dengan pelanggarannya yang dilakukan, ia justru memasang muka menantang ke Guy Junior.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lakukan Tendangan Kungfu kepada Pemain Persis, Hisyam Tolle Dihujat

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle tiba-tiba mendapat hujatan dari warganet di akun sosial media instagram pribadinya. Kejadian tersebut setelah ia bertanding kontra Persis Solo, Senin (21/10/2019).

PSIM Yogyakarta bertemu dengan Persis Solo dalam laga lanjutan Liga 2 2019 Wilayah Timur di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Pada pertandingan tersebut, Laskar Mataram yang bertindak sebagai tuan rumah kalah 3-2 dari Laskar Samber Nyawa.

Achmad Hisyam Tolle sendiri mendapat kartu merah dalam pertandingan tersebut. Ia mendapat dua kartu kuning yang berujung kartu merah yang diberikan oleh wasit Zetman Pangaribuan yang memimpin laga. Kartu merah itu ia dapat pada akhir-akhir pertandingan.

https://www.instagram.com/p/B3wiYocHCQ1/
Instagram Achmad Hisyam Tolle

Hisyam Tolle pun kedapatan melakukan tindakan tak terpuji di laga itu. Sesaat setelah ia keluar lapangan setelah mendapat kartu merah, Tolle yang nampak masih dalam luapan emosi tiba-tiba menyerang seorang pemain Persis Solo yang berada di lapangan.

Mantan pemain Borneo FC itu pun melakukan tendangan kungfu yang mengenai seorang pemain Persis Solo. Keributan pun sempat terjadi sebelum akhirnya wasit memilih untuk mengakhiri pertandingan meski seharusnya laga belum usai. Penghentian tersebut terjadi di menit 90+5.

Usai melakukan tendangan kungfu tersebut, kolom komentar di salah satu unggahan akun sosial media Instagram-nya pun mendapat serangan hujatan dari para warga net.

Mulai dari hujatan yang menyebut dirinya pemain tarkam (pemain di kompetisi antar kampung), hingga mengomentari prilaku kasarnya kepada pemain lawan.

https://www.instagram.com/p/B34O3PzgAHq/
instagram hisyam tolle
instagram hisyam tolle2

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ricuh, Hisyam Tolle Lakukan Tendangan Kungfu kepada Pemain Persis Solo

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga antara PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo berakhir ricuh. Pertandingan yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin sore (21/10/2019) itu bahkan tak berjalan hingga usai.

Wasit Zetman Pangaribuan yang memimpin pertandingan itu harus menghentikan laga setelah ricuhnya penonton dan juga para pemain dari kedua tim. Laga harus dihentikan di menit pertambahan waktu babak kedua.

Laga yang bertajuk Derby Mataram itu pun berakhir untuk kemenangan tim tamu Persis Solo dengan skor 3-2. Meski PSIM mencetak dua gol dari Cristian Gonzales, mereka tak mampu menghindari kekalahan atas tiga gol Persis yang diciptakan oleh Hapidin, Slamet Budiyono dan juga Nanang Asripin.

Dari banyaknya insiden kericuhan yang terjadi, satu insiden perkelahian antar pemain dari kedua tim itu ada yang terekam jelas.

Melalui sebuah video yang diunggah oleh akun instagram Jatengfootballfans, salah satu pemain PSIM tertangkap kamera tengah melakukan tendangan kungfu kepada salah seorang pemain Persis Solo.

Pemain PSIM tersebut diduga adalah Achmad Hisyam Tolle. Hiyam terlihat berlari dari arah bangku cadangan dan langsung mengarahkan tendangan ke salah seorang pemain Persis yang tengah berbincang dengan wasit.

https://www.instagram.com/p/B34O3PzgAHq/
Jatengfootballfans

“Aksi tidak terpuji dilakukan oleh pemain @psimjogja_official yaitu @achmadhisyamtolle.44 , dia menendang pemain persis solo yang lagi berbincang dengan salah 1 wasit, dan tiba-tiba dihajar dari belakang oleh Hisyam Tolle,” tulis akun Jatengfootballfans.

“Sangat disayangkan, sesama pemain profesional yang sama-sama cari makan dari sepakbola seharusnya tidak melakukan tindakan seperti ini!!!” tulis akun tersebut lagi.

Achmad Hisyam Tolle sendiri mendapat kartu merah pada pertandingan tersebut. Tak hanya dirinya, satu pemain PSIM lainnya, Raymond Tauntu juga mendapatkan kartu merah dari wasit.

Total, pada laga tersebut terjadi 2 kartu merah dan 8 kartu kuning sepanjang pertandingan PSIM vs Persis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil PSIM vs Persis: Dua Kartu Merah, Sweeping, dan Ricuh

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Laga Liga 2 2019 antara PSIM Yogyakarta vs Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10) berlangsung ricuh. Pertandingan PSIM vs Persis itu bahkan diwarnai dua kartu merah, hingga pertandingan terhenti.

Dalam laga itu, Persis memang unggul lebih dahulu menit ke-25. Hadipin mampu mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan keras yang membawa Laskar Sambernyawa unggul.

Akan tetapi, tujuh menit jelang turun minum tuan rumah mampu menyamakan kedudukan. Dialah Cristian Gonzales yang mampu memaksa laga PSIM vs Persis imbang hingga turun minum.

Usai jeda, Persis malah kembali unggul menit ke-58. Kali ini Slamet Budi bikin tuan rumah terdiam. Bahkan, mereka langsung unggul 3-1 menit 63 via Nanang Asripin.

https://www.instagram.com/p/B34O3PzgAHq/

Gonzales kembali mampu memperkecil kedudukan buat PSIM. Pada penghujung pertandingan, aroma panas mulai tercium. Hal itu diawali dari aksi Achmad Hisyam menit 90+3 yang dihanjar kartu merah karena melakukan tekel keras.

Semenit kemudian, bahkan T Raymon langsung diganjar kartu merah lantaran terlibat perseteruan. Bahkan, laga dihentikan sementara karena situasi tak kunjung kondusif pada masa injury time. Wasit yang memimpin akhirnya menyatakan laga selesai karena kian tak terkendali.

Bahkan, banyak suporter PSIM yang akhirnya masuk ke dalam lapangan. Mereka mengejar pemain Persis dan wasit yang memimpin pertandingan.

https://www.instagram.com/p/B34OU81C5jJ/

Sebelum laga memang aroma-aroma menegangkan sudah muncul. Bahkan dikutip dari Tribun Solo, banyak aksi sweeping yang dilakukan oleh suporter tuan rumah agar fans Persis tak memaksa ke Stadion Mandala.

Pasoepati sebelum laga PSIM vs Persis jua sudah menyatakan tak akan memberangkatkan suporter ke Yogyakarta untuk menghindari kericuhan.