Arema vs PSIS: Pratama Arhan Gemilang, Singo Edan Angkat Koper

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Arema harus menyudahi perjalanannya di Piala Menpora 2021. Menghadapi PSIS Semarang, Selasa (30/3/2021) mereka dipaksa menyerah 2-3.

Sejak wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai kedua tim langsung menerapkan permainan terbuka. Cara ini membuahkan hasil untuk Arema.

Sukses melewati seorang pemain, tendangan Dedik menyentuh kaki bek PSIS hingga membuat bola berbelok arah ke gawang.

Ketika babak pertama akan berakhir 1-0, Komarudin mengejutkan Singo Edan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang sontekannya sukses menyamakan kedudukan.

Tempo pada babak kedua tetap terjaga. Setelah mencatatkan beberapa peluang, PSIS Semarang akhirnya berbalik unggul pada menit ke-62.

Gol kali ini dicetak oleh wonderkid mereka, Pratama Arhan. Tendangan bebas penggawa timnas U-19 Indonesia dari sudut sempit tak mampu dibendung Utam.

Akan tetapi keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Pelanggaran yang dilakukan bek PSIS terhadap Kushedya Yudo membuat wasit menunjuk titik putih. Dedik Setiawan yang maju sebagai algojo melengkapi bracenya pada laga ini.

Laskar Mahesa Jenar lagi-lagi mengejutkan Arema pada menit terakhir. Adalah pemain pengganti, Riyan Ardiansyah, yang memastikan kemenangan 3-2 PSIS pada masa injury time.  

Tambahan tiga poin membuat PSIS bertengger di puncak klasemen Grup A dengan tujuh poin dan melaju ke babak selanjutnya. Adapun bagi Arema kekalahan ini jadi pertanda berakhirnya perjalanan mereka di Piala Menpora 2021.

Susunan Pemain:

Arema (4-3-3): 1-Utam Rusdiana; 12-Rizky Dwi, 5-Bagas, 44-Ikhwan, 33-Didik; 19-Hanif Sjahbandi, 92-Dave, 8-Bruno; 41-Dendi Santoso, 11-Feby Eka, 27-Dedik Setiawan

Pelatih: Kuncoro

PSIS Semarang (4-3-3): 30-Jandia Eka Putra; 46-Fredyan, 27-Safrudin, 5-Wahyu, 19-Dewangga; 11-Pratama Arhan, 44-Eka Febri, 16-Fingki Pasamba; 79-Fandi Eko Utomo, 22-Hari Nur Yulianto, 95-Komarudin

Pelatih: Dragan Djukanovic

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: PSIS Juara Liga Indonesia 1998-99

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pada 9 April 1999, tepat 21 tahun yang lalu, publik sepak bola Indonesia dikejutkan dengan PSIS Semarang yang berhasil menjadi juara Liga Indonesia yang pada saat itu disebut Ligina pada musim 1998-99. Mengapa dikejutkan? Karena pada saat itu PSIS sama sekali tidak diunggulkan untuk menjadi juara.

Pada saat itu sistem liga tidak seperti saat ini. Liga memiliki 3 divisi, divisi barat, tengah dan timur. Masing-masing divisi mempunyai dua grup kecuali divisi timur hanya satu grup. Ada 28 tim yang ikut berkompetisi. 2 tim terbaik dari masing-masing grup akan masuk ke babak 10 besar, sedangkan 4 tim terburuk dari 5 grup tersebut akan masuk ke babak play-off degradasi.

PSIS tergabung dalam grup 4 divisi tengah, bersama Persebaya, Barito Putra, Persema, dan Gelora Dewata. PSIS sebenarnya tampil buruk dengan hanya meraih dua imbang dan satu kalah dalam tiga laga awal. Tetapi dia bisa memenangkan tiga pertandingan dari enam pertandingan sisa. PSIS lolos sebagai runner-up dengan perolehan 11 poin, hanya berjarak satu poin dari posisi ketiga Barito Putra.

Nostalgia Hari Ini PSIS Juara Liga Indonesia 1998-99
ForzaPSIS

Laskar Mahesa Jenar lalu lolos ke babak 10 besar dan tergabung di grup A. Mereka lagi-lagi bertemu dengan Persebaya. Selain itu juga ada Semen Padang, Persikota Tangerang, dan Petrokimia Putra. Berbeda dengan babak awal yang memakai sistem kandang-tandang. Di babak 10 besar akan selalu bermain di tempat netral dan Jakarta yang menjadi tuan rumahnya. Pasukan Ali Sunan dkk. berhasil meraih 2 kali menang, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah. Mereka lagi-lagi lolos ke semi final sebagai runner-up dengan perolehan 7 poin.

Pada laga semi final, PSIS harus menghadapi tuan rumah Persija Pusat yang menjadi juara grup B. Persija sangat jauh diunggulkan mengingat mereka sebagai tuan rumah dan rekor mereka hanya kalah satu kali sepanjang musim. Tetapi Laskar Mahesa Jenar secara mengejutkan menang 1-0 lewat gol dari pemain asing mereka Ebanda Timothy.

Tapi sayang kemenangan itu harus dibayar mahal oleh suporter PSIS karena sebelum pertandingan ada 11 orang suporter meninggal dalam dua kecelakaan yang berbeda. Peristiwa itu dinamai Tragedi Lenteng Agung.

Karena peristiwa itulah, partai final yang sebelumnya akan diadakan di Jakarta, harus dipindah jauh ke Stadion Klabat, Manado.

Babak Final

Nostalgia Hari Ini PSIS Juara Liga Indonesia 1998 99 ForzaPSIS
ForzaPSIS

Barulah tepat pada hari ini 21 tahun yang lalu, 9 April 1999, partai Final Liga Indonesia musim 1998-99 diadakan. PSIS lagi-lagi harus bertemu dengan Persebaya.

Persebaya jauh diunggulkan pada saat itu, bagaimana tidak. Mereka sudah bertemu total tiga kali dalam babak sebelumnya dan PSIS sama sekali belum pernah menang. Jangankan menang, PSIS bahkan sama sekali belum bisa mencetak gol ke gawang kiper Persebaya, Hendro Kartiko, yang pada saat itu merupakan kiper Timnas. Bajul Ijo pada saat itu juga diisi oleh pemain bintang seperti Aji Santoso, Anang Ma’ruf, Uston Nawawi, Bejo Sugiantoro, dll.

Tapi, PSIS berhasil menahan gempuran dari pemain-pemain bintang Persebaya, sampai puncaknya pada menit ke-89. Agung Setyabudi mengirim umpan jauh ke ‘Maradona dari Purwodadi’ Tugiyo, lalu Tugiyo berhasil menceploskan bola ke gawang Hendro Kartiko. Skor 1-0 bertahan hingga akhir, dan PSIS dinobatkan menjadi Juara untuk pertama kalinya sejak tahun 1987 era perserikatan.

Skuad Pas-pasan

Jika dibandingkan dengan skuad Persebaya, skuad Laskar Mahesa Jenar jauh dari kata bagus. Bahkan bisa dibilang PSIS terselamatkan karena pada saat itu klub Arseto Solo baru saja dibubarkan. Ada 3 pemain bintang Arseto Solo yang bergabung ke PSIS, yaitu Agung Setyabudi, I Komang Putra, dan Ali Sunan yang dinobatkan sebagi kapten.

Tetapi menurut Agung Prasetyo kunci dari keberhasilan PSIS adalah kekompakan.

“Saat itu PSIS mainnya kompak. Gajian sering telat, tapi pemain tetap kompak. Tidak ada gaji ya tidak ada latihan bareng, sebagai bentuk protes saja. Tapi kami bisa membuktikannya di lapangan,” ucap Agung.

PSIS saat ini bermain di Liga 1 Indonesia, setelah mereka berhasil promosi dari Liga 2 pada tahun 2017.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ingin Pulang, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Terjebak di Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSIS, Dragan Djukanovic harus menunda keinginan pulang ke negara asalnya Serbia. Sebab, saat ini Pemerintah Serbia menerapkan kebijakan lockdown karena wabah virus corona.

 “Saya masih menunggu waktu sampai dewan di Serbia membuka penerbangan internasional untuk pulang. Saya tentunya ingin tinggal dekat dengan keluarga saya saat ini, tapi kondisinya seperti ini apa boleh buat,” ucap Djukanovic seperti dikutip Football5Star.com dari Ayo Semarang.

Walaupun begitu, pelatih PSIS itu selalu berkomunikasi dengan keluarganya untuk mengetahui kabar mereka. Beberapa aplikasi dia gunakan seperti whatsapp, viber maupun skype untuk melakukan panggilan video.

Ingin Pulang, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Terjebak di Indonesia
ayosemarang.com

Djukanovic juga mengungkapkan bahwa beberapa tempat transit menuju kampung halamannya memiliki situasi yang sama.

”Sebagian negara yang jadi tempat transit menuju Serbia memiliki situasi yang sama. Bandaranya ditutup, seperti Turki, Emirates dan lainnya,” kata Djukanovic

Sebagai yang diketahui Pemerintah Serbia melakukan lockdown dan jam malam sejak 15 Maret lalu. Kebijakan tersebut akibat adanya pandemi virus corona yang semakin mewabah di kawasan tersebut.

Sejak menjadi pelatih kepala PSIS musim ini, Djukanovic baru melakoni tiga partai resmi di Liga 1. Dari total pertandingan tersebut, Djukanovic menorehkan dua kali kemenangan dan satu kali kekalahan. Enam poin tersebut sebenarnya membuat PSIS memiliki start yang bagus di awal musim ini. Namun karena adanya wabah virus corona menyebabkan kompetisi Liga 1 dihentikan sementara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Baru Bermain Dua Tahun di Indonesia, Penyerang Asing PSIS Ingin Jadi WNI

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang PSIS asal Brasil, Bruno Silva mengaku ingin menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dia berkata bahwa ini adalah suatu kehormatan dalam karirnya untuk bisa memperkuat Indonesia.

“Saya ingin menjadi WNI, dan tertarik membela Timnas Indonesia. Bagi saya jika bisa memperkuat Indonesia, itu adalah suatu kehormatan dan sangat luar biasa untuk karir saya. Tapi saya tahu harus ada prosedur yang cukup panjang untuk dilalui,” ungkap Bruno Silva seperti dikutip Football5Star.com dari AyoSemarang.com.

Baru Bermain Dua Tahun di Indonesia, Penyerang Asing PSIS Ingin Jadi WNI
@silva_bruno91

Sementara itu, CEO PSIS, Yoyok Sukawi menerangkan keinginan Bruno Silva untuk menjadi WNI bukan hal yang mudah. Terlebih lagi persyaratan saat ini menjadi WNI cukup rumit dan memakan waktu lama.

“Untuk jadi WNI, ada dua jalan sebetulnya. Pertama, jika dipanggil timnas Indonesia, tapi sekarang PSSI tidak ada kebijakan seperti itu. Bruno di Indonesia menetap kemungkinan baru dapat dua tahun, kurang beberapa tahun lagi, sehingga tidak semudah itu menjadi WNI,” tandasnya.

Adapun menurut peraturan Kemenkumham permohonan naturalisasi untuk seorang WNA pada waktu mengajukan permohonan minimal sudah bertempat tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut.

Saat ini Bruno Silva suah menginjak usia 28 tahun. Kemungkinan paling cepat Bruno bisa jadi WNI pada usia 31 tahun dengan catatan dirinya menetap terus-menereus di Indonesia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain PSIS Lelang Jersey untuk Perangi Virus Corona

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Sejumlah pemain PSIS melelangkan jersey mereka untuk didonasikan untuk bantuan bencana nasional Covid-19. Beberapa pemain diantaranya adalah Alfeandra Dewangga dan M Rio Saputro.

Dewa menulis diakun instagramnya yang melelang jersey Timnas U-19. Jersey itu dia gunakan saat AFC dan AFF 2019, hasil lelang 100 persen akan didonasikan dalam rangka memerangi Covid-19.

Lelang jersey tersebut dibuka mulai Rp 1 juta dengan kelipatan 100 ribu dilaksanakan sampai Sabtu (4/4/2020) pukul 12:00 WIB. Pembeli dengan harga tertinggi akan dihubungi via DM dan wajib melakukan transfer 1×24 jam.

https://www.instagram.com/p/B-cD8oul7Gn/

“Jadi jersey yang saya lelang yang saya pernah gunakan pada saat piala AFF dan piala AFC 2019. Untuk Covid-19 di Indonesia saya menanggapi untuk tidak panik saat virus ini meningkat. Tetap tenang dan tetap jaga kerbesihan,kesehatan dan tetap lakukan olahraga,” ujar Dewa seperti dikutip Football5Star.com dari AyoSemarang.com.

Sementara itu, bek PSIS M. Rio juga melelang jersey PSIS miliknya. Lewat akun official PSIS ia melelang jersey Match Worn PSIS Semarang 2017 yang digunakan membawa Laskar Mahesa Jenar promosi ke Liga 1 pada tahun tersebut.

“Jersey ini sangat berharga buat saya dan saya kenakan saat perebutan juara ketiga di Liga 2 2017 agar kami bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional,” ucap Rio.

PSIS sudah menerapkan libur untuk para skuadnya selama dua minggu dari Senin (23/3/2020).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSIS Ungkap Penyebab Timnya Kalah Dari Persipura

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – PSIS Semarang Takluk 2-0 dari Persipura Jayapura dalam pertandingan pertama Liga 1 pada Minggu sore (1/3/2020) di Stadion Klabat, Manado.

Gol Persipura diciptakan oleh sang kapten Boas Solossa pada menit 55 dan Gunansar Mandowen pada menit 88.

Pelatih PSIS, Dragan Djukanovic, mengatakan bahwa kekalahan timnya dikarenakan Persipura lebih kuat dan punya kualitas. Banyaknya miss-komunikasi dan kurangnya konsentrasi juga merupakan salah satu faktor kekalahan Laskar Mahesa Jenar.

“Miss komunikasi dan beberapa pemain yang melakukan kesalahan ini yang akan saya koreksi di pertandingan selanjutnya. Ada kesempatan bagi kita tadi untuk meraih kemenangan, tapi tidak bisa dimanfaatkan.” Ucap Djukanovic seperti dikutip Football5Star dari ayosemarang.com.

Hasil Persipura vs PSIS Boas Cetak Gol, Persipura bekap PSIS
Manado Post

Salah satu pemain PSIS, Hari Nur Yulianto juga kecewa atas hasil yang didapat, sehingga membuat PSIS gagal mendapatkan poin.

“Kita Kecewa tidak bisa bawa poin. Tapi segera kita lupakan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.” kata Hari.

Dia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa wasit yang kerap merugikan timnya.

“Saya protes dua kali kepada wasit, yang pertama karena harusnya PSIS mendapat penalti. Tadi ada momen yang secara jelas kami harus dapat penalti kalau mengikuti aturan. Yang kedua saya protes soal offside, ada momen saat Boaz offside di babak kedua. Saya protes karena situasinya memang harus penalti dan offside,” ucapnya.

Dengan kekalahan ini, Tim asal Semarang tersebut masih belum bisa mengalahkan Persipura dalam 3 pertemuan terakhir. Musim lalu PSIS hanya meraih hasil seri 0-0 dan kalah 3-1 melawan tim Mutiara Hitam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil Persija vs PSIS: Perpanjang Napas Banuelos

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta akhirnya sukses meraih kemenangan 2-1 atas PSIS Semarang di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (15/9/2019). Hasil Persija vs PSIS ini seakan memperpanjang nasib Julio Banuelos yang sempat diancam dipecat andai skuatnya kalah lagi.

Sejak awal laga Persija vs PSIS, tuan rumah memang langsung tancap gas. Tapi sayangnya sampai menit ke-20, tak ada satu pun tendangan ke gawang yang dilepaskan oleh Persija.

Menit 30, Riko Simanjuntak merangsek masuk ke dalam kotak penalti PSIS. Namun umpannya masih bisa dipotong bek tim tamu.

PSIS gantian mengancam menit ke-40 melalui tendangan bebas Septian David Maulana. Sayang, eksekusinya masih bisa diamankan oleh Andritany Ardhiyasa.

Persija akhirnya mampu memecah kebuntuan menit ke-45’+2. Wasit Oki Dwi Putra melihat ada pelanggaran di kotak terlarang. Simic yang menjadi algojo akhirnya mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Paruh pertama, Macan Kemayoran unggul 1-0 atas PSIS. Usai jeda, Persija kembali tancap gas. 10 menit babak kedua berjalan, pasukan Julio Banuelos mampu menggandakan kedudukan.

Berawal dari kemelut di depan gawang Jandia Eka Putra, bola liar langsung disambar Rohit Chand. Persija unggul 2-0 atas PSIS.

Gol itu membuat PSIS tersentak. Menit ke-63, Septian David Maulana sukses membuat Andritany Ardhiyasa memungut bola dari gawangnya. Septian mampu memanfaatkan bola liar depan gawang Andritany dengan bola chip.

Tiga menit berselang, Persija kembali mendapatkan peluang emas melalui Joan Tomas Campasol. Mendapat umpan dari Ramdani Lestaluhu, dia melepaskan sepakan keras tapi masih membentur tiang gawang.

Memasuki 10 menit terakhir waktu normal, Persija terus mencari gol tambahan. Salah satunya menit ke-86 melalui Joan Tomas. Sayang tendangannya hanya menyamping tipis di sisi kiri gawang Jandia.

Hingga peluit panjang, skor 2-1 untuk Persija tak berubah. Ini adalah kemenangan pertama Persija dalam lima pertandingan terakhir.

Susunan pemain

Persija (4-3-2-1): 26-Andritany Ardhiyasa; 28-Rezaldi Hehanusa, 2-Xandao, 6-1Maman Abdurrahman, 16-Tony Sucipto; 18-Joan Tomas, 32-Rohit Chand, 7-Ramdani Lestaluhu (17-Fitra Ridwan 70′); 11-Novri Setyawan, 25-Riko Simanjuntak; 9-Marko Simic.

Pelatih: Julio Banuelos

PSIS (3-5-2): 30-Jandia Eka Putra; 15-Frendi Saputra, 42. Ganjar Mukti, 17-M Rio Saputro; 46-Fredyan Wahyu, 92-Bayu Nugroho (10-Komarudin 43′), 44-Eka Febri (Claudio Marini 75′), 31-Heru Setyawan, 29-Septian David Maulana; 22-Hari Nur, 14-Jonathan Cantillana (6-Tegar Infantri 46′)

Pelatih: Bambang Nurdiansyah

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSIS Menang Tipis Atas Barito Putera

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas tamunya Barito Putera pada lanjutan pertandingan Liga 1 Indonesia di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (13/10/2018) sore WIB.

Gol tunggal kemenanan tuan rumah tercipta pada menit keenam. Adalah Hari Nur Yulianto yang mencatatkan namanya di papan skor. Ia berhasil memanfaatkan umpan matang dari Bruno Silva.

Usai gol ini, PSIS masih mendapat beberapa peluang di babak kedua. Akan tetapi, penyelesain akhir Jandia Eka Putra dan kawan-kawan kurang oke.

Barito coba bangkit di babak kedua. Serangan demi serangan dibangun Samsul Arif dan kawan-kawan. Namun, usaha mereka tak membuahkan hasil. Hingga laga usai, skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSIS Semarang.

Dengan hasil ini, PSIS naik ke peringkat 13 klasemen Liga 1 dengan 30 poin. Adapun Barito di terpaku posisi tujuh klasemen dengan 36 angka.

Susunan Pemain

PSIS Semarang: 30- Jandia Eka Putra (GK), 13- Fauzan Fajri, 27- Safrudin Tahar, 25- Petra Planic, 23- Gilang Gonarsa, 55- Ibrahim Conteh, 7- M Yunus, 12- Nerius Alom, 10 – Komarudin, 91- Bruno Silva, 22- Hari Nur Yulianto (C)

Barito Putera: 33- Dian Agus, 28- Jajang Sukmara, 2- Aaron Evans, 5- M Rifqi, 55- Dandi Maulana, 24- Fajar Handika, 10- Douglas Packer, 18- Gavin Kwan Adsit, 17- Paulo Sitanggang, 7- Matias Cordoba, 9- Samsul Arif

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Zah Rahan Bikin Assist Dalam Debut, Madura United Kalahkan PSIS

Football5star.com, Indonesia – Madura United meraih kemenangan 1-0 atas PSIS Semarang dalam uji coba di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (11/3/2018). Pelatih Madura United, Milomir Seslija, memberikan debut bagi dua pemain barunya, Zah Rahan Krangan dan Alberto Antonia de Paul.

Performa dua pemain tersebut cukup memikat. Bahkan, Zah Rahan memberikan andil untuk terciptanya gol Madura United pada menit ke-13 karena mantan pemain Persipura Jayapura tersebut memberikan assist sehingga Raphael Maitimo mencetak satu-satunya gol dalam laga tersebut.

Tak cuma itu. Zah Rahan juga beberapa kali memperlihatkan aksi individu yang membuat barisan pertahanan PSIS kocar-kacir. Beruntung, Mahesa Jenar (julukan PSIS), hanya kebobolan satu gol.

Namun Zah Rahan tidak bermain penuh. Milomir hanya memberikan waktu selama 75 menit untuk pemain asal Liberia tersebut merumput di hadapan suporter Madura United. Sementara itu menit bermain Beto lebih pendek karena pemain asal Brasil tersebut hanya tampil selama 47 menit sebelum digantikan oleh Cristian Gonzales.

Menanggapi hasil tersebut, pelatih PSIS Subangkit, mengaku tidak terlalu memikirkannya. Dia mengaku uji coba tersebut dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana perkembangan timnya yang berstatus promosi untuk menghadapi Liga 1 musim 2018.

Diakuinya, nama besar Madura United membuat pasukannya agak grogi. Ini terlihat dari permainan pada menit-menit awal di mana PSIS kerap melakukan kesalahan mendasar.

“Pemain saya masih grogi sehingga banyak salah passing pada menit-menit awal. Namun pada babak kedua setelah pemain asing masuk, PSIS bisa bangkit. Mereka bermain lebih tenang,” ujar Subangkit.

Memang, pada paruh pertama runner-up Liga 2 2017 tersebut tidak menurunkan Bruno Silva dan Peter Planic. Dua pemain tersebut, yang baru pulih dari cedera, diturunkan pada babak kedua.

Gagal Lawan PSIS, Madura United Batal Pemusatan Latihan Di Semarang

Football5star.com, Indonesia – Madura United batal mengadakan pemusatan latihan di Semarang. Pasalnya, rencana untuk menggelar uji coba melawan PSIS Semarang tidak jadi digelar akibat tak ada izin.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro, yang mengatakan hal tersebut. Padahal, tim besutan Milomir Seslija tersebut sudah memiliki agenda untuk laga persahabatan melawan PSIS pada 11 Maret sekaligus pemusatan latihan di kota tersebut.

“Kami baru mendapatkan kabar tentang izin mereka yang tidak turun. Masih akan ada penjadwalan ulang apakah tetap menjalani pertandingan uji coba away,” ungkap Haruna, seperti dikutip dari situs resmi klub.

Memang, skuad tim berjulukan Laskar Sape Kerrab ini sudah memiliki agenda pemusatan latihan di Semarang dan akan mengakhirinya dengan pertandingan uji coba melawan PSIS. Pertandingan itu juga sebagai uji coba terakhir dengan atmosfer tandang sebelum kick-off Kompetisi Liga 1 2018.

Akibat kegagalan itu, Madura United untuk sementara belum merencanakan melakukan pemusatan latihan ke luar Madura. Sebagaimana disampaikan oleh Milomir, mereka akan tetap menjalani serangkaian latihan setelah mendapat liburan selama dua hari.

“Masih banyak hal yang harus dilakukan bersama-sama dengan tim ini sebelum kompetisi. Setelah libur, kami akan latihan lagi untuk terus meningkatkan kekuatan tim ini secara step by step,” ujar mantan pelatih Arema FC dan Persiba Balikpapan tersebut.

Awalnya, Madura United menjadwalkan pertandingan melawan klub Singapura, Hougang United FC, sebagai uji coba terakhir di kandang sebelum menjalani Liga 1. Pada pertandingan tersebut, Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan menang dengan skor 2-0 setelah meraih hasil minor dalam empat pertandingan pada Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim.

Namun, menyusul kegagalan bermain melawan PSIS dan gagal mendapatkan tim untuk melakoni uji tanding partai away, Haruna mengatakan bahwa Madura United akan mempertimbangkan untuk kembali menggelar pertandingan uji coba di Pamekasan pada tanggal yang sama (11 Maret).

Seru! Persebaya Dan PSIS Lancarkan Aksi Berbalas Pantun

Football5star.com, Indonesia – Aksi berbalas pantun dilakukan oleh dua klub legendaris Indonesia, Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang. Namun, aksi yang dilakukan tersebut tak dilakukan di lapangan hijau, melainkan melalui social media, twitter.

Terpantau melalui akun twitter kedua tim masing-masing melontarkan pantun sejak sebelum pertandingan pertama grup Y di babak delapan besar Liga 2.

PSIS melalui akun twitter resmi mereka @psisfcofficial mengeluarkan kicauan yang diunggah pada Selasa (14/11/2017). “Dua titik satu bintang, ngegolke sitik sing penting sesuk menang. ???? cc: @persebayaupdate #PSIS,”

Sehari kemudian, pantun tersebut dibalas melalui akun twitter resmi @persebayaupdate “Ke pasar beli bakwan, Pake sambel biar pedas, When Persebaya n Bonek become One, No one can stop us! ????, Bener gak rek? Cc: @psisfcofficial #KitaPersebaya #PersebayaDay #GreenForce #KamiHausGolKamu #Liga2,”

Pantun tersebut dibalas tepat sebelum pertandingan antara kedua tim tersebut. Laga antara kedua tim juga berjalan dengan seru dengan diwarnai aksi jual beli serangan. Hingga 90 menit berakhir, Bajul Ijo akhirnya menjadi pemenangnya melalui gol tunggal yang diciptakan oleh Irvan Jaya.

Setelah pertandingan, Persebaya kembali melontarkan pantun kepada PSIS. “Kue bolu kue donat, Dimakan saat hujan kilat, 3 poin hari ini Persebaya yang dapat, Tapi Kami yakin laga berikutnya @psisfcofficial lebih semangat #SenengSeduluran #KitaPersebaya #PersebayaDay #GreenForce #KamiHausGolKamu,”

Tentu aksi tersebut kembali dibalas oleh Laskar Mahesa Jenar. “Disana gunung disini gunung, di Semarang ada wingko babat. Perjuangan kalian sudah maksimal bung, tapi laga kali ini @persebayaupdate tampil lebih hebat. ???????? Bangkitlah Laskar Mahesa Jenar ???????? #PSIS,”

Aksi berbalas pantun tersebut jadi hal yang menarik di Liga Indonesia. Tensi pertandingan yang panas dinilai bisa diredam dengan cara yang kreatif dan bersifat positif.