Mario Goetze Ungkap Alasan Teken Kontrak Baru hingga 2024 di PSV

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Di tengah ingar-bingar Kualifikasi Piala Dunia 2022, Mario Goetze diam-diam meneken kontrak baru dengan PSV Eindhoven. Pemain berumur 29 tahun itu akan tetap mengenakan jersi De Boeren hingga 2024. Sebelumnya, dia hanya diikat hingga akhir musim 2021-22.

Putusan Goetze meneken kontrak hingga 2024 tak terlepas dari satu alasan besar. Dia merasa tak punya alasan untuk buru-buru meningalkan PSV yang dibelanya sejak musim lalu. Pahlawan timnas Jerman di final Piala Dunia 2014 itu betah di tim asuhan Roger Schmidt dan bisa kembali bangkit.

Mario Goetze menandatangani kontrak baru yang membuatnya terikat dengan PSV eindhoven hingga 2024.
Getty Images

“PSV adalah klub hebat dan aku di sini bisa bekerja di bawah pelatih dan staf pendukung jempolan. Selain itu, energi yang menyertai tim kami sangat menyenangkan. Semuanya sungguh cocok dan itu sebabnya aku sangat senang melanjutkan karierku di sini,” urai Mario Goetze seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi PSV.

Lebih lanjut, Goetze maish tertantang untuk membangkitkan PSV. “Fondasi sudah diletakkan pada musim panas ini. Akan jadi tantangan besar bagi kami untuk mempertahankan level untuk 10 bulan ke depan. Namun, itulah targetku secara pribadi. Kami masih dapat berkembang lagi dan aku ingin jadi bagian dari itu,” kata dia penuh optimisme.

Mario Goetze Buat De Jong Lega

Putusan Mario Goetze memperpanjang kontrak hingga 2024 tentu saja disambut baik para petinggi PSV Eindhoven. Direktur Sepak bola John de Jong blak-blakan mengaku cemas bintang asal Jerman itu memilih hengkang pada musim panas ini. Pasalnya, ada banyak klub yang terang-terangan tertarik merekrutnya.

“Pada hari-hari terakhir bursa transfer, beberapa klub menunjukkan keseriusan merekrutnya. Beberapa di antara mereka tampil di Liga Champions. Namun, meski ingin bermain di sana (PSV tersisih pada babak play-off, Red.), Mario ternyata memilih tetap di PSV. Dia ingin merebut trofi bersama klub ini. Kami tentu saja sangat senang,” ujar De Jong.

Mario Goetze nyaman bermain di PSV Eindhoven.
Getty Images

Kubu PSV patut merasa lega. Pasalnya, Goetze adalah bagian penting dalam proyek yang sekarang ini diusung bersama Roger Schmidt. “Bukan rahasia lagi bahwa Mario adalah pemain penting bagi tim dan dia juga seseorang yang menyadari ambisi kami. Sangat penting bagi kami mempertahankan dia lebih lama,” kata De Jong.

Secara pribadi, Mario Goetze menemukan kembali sentuhan terbaiknya di PSV. Hingga saat ini, dia telah 35 kali tampil bersama De Boeren dengan mencetak 10 gol dan 10 assist. Sebelumnya, dia sempat terpuruk bersama Borussia Dortmund, salah satunya karena kondisi kesehatannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Benfica Terkesima oleh Satu Pemain PSV Eindhoven

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Benfica menang 2-1 atas PSV Eindhoven pada leg I play-off Liga Champions, Kamis (19/8/2021) dini hari WIB. Selepas pertandingan, pelatih Benfica, Jorge Jesus, mengungkapkan kekaguman terhadap pemain lawan, Cody Gakpo.

Kekaguman Jesus terhadap Gakpo terkait golnya pada menit ke-51 yang mengecilkan ketertinggalan PSV dan membuka kans lolos ke fase grup karena laga leg II akan digelar di Stadion Philips, Eindhoven. Jesus terkagum-kagum oleh gol Gakpo yang diawali solo run dari wilayah permainan PSV.

Begitu menerima bola di dekat garis tengah lapangan, Gakpo menggiring bola di sisi kiri. Dia terus melakukan drible, lalu cut inside hingga posisinya hampir tegak lurus dengan gawang Benfica. Lalu, dia melepaskan tembakan keras yang tak mampu ditahan kiper Odisseas Vlachodimos.

Aksi Cody Gakpo yang membuat gol balasan PSV Eindhoven dipuji Jorge Jesus.
hln.be

“Pemain itu pantas mendapatkan pujian tersendiri. Itu benar-benar gol yang sangat bagus,” urai Jorge Jesus memuji gol Cody Gakpo selepas pertandingan Benfica s PSV Eindhoven di Stadion Da Luz seperti dikutip Football5Star.com dari O Jogo.

Jesus juga mengakui gol Gakpo itu membuat dirinya agak kecewa meskipun Benfica tetap menang. “Gol tandang sekarang tak lagi dihitung, tapi kemenangan 2-0 tetap saja lebih baik dari 2-1. Pada fase ini, ketika menghadapi lawan-lawan seperti ini, faktor kandang dan tandang tak terlalu berpengaruh,” ujar dia.

Jesus Puji PSV Eindhoven

Lebih jauh, Jorge Jesus mengakui ketangguhan PSV Eindhoven. Menurut dia, timnya dipaksa bekerja sangat keras untuk menggapai kemenangan 2-1 pada leg I play-off Liga Champions di kandang sendiri. Para pemain As Aguias dipaksa mengeluarkan seluruh kemampuan untuk meladeni anak-anak asuh Roger Schmidt.

“PSV adalah tim kuat dengan kekuatan dahsyat dalam menyerang. Pada babak pertama, kami harus bertahan dengan baik dan mampu mencetak gol lewat serangan balik. Pada babak kedua, itu tak lagi berjalan. Pizzi, Rafa Silva, dan Roman Yaremchuk harus melakukan lebih banyak pekerjaan bertahan yang menguras tenaga mereka,” kata Jesus.

PSV Eindhoven diakui merepotkan Benfica oleh pelatih Jorge Jesus.
VNExplorer.net

Fakta itu membuat Jesus sangat mewaspadai lawatan ke markas PSV pada tengah pekan depan. Bermain di kandang sendiri, Cody Gakpo cs. tentu akan lebih terlecut dan bersemangat. Meskipun demikian, dia tetap yakin Benfica akan dapat lolos ke fase grup Liga Champions.

“Pada fase ini, siapa pun bisa menang, entah jadi tuan rumah atau tamu. Kami juga dapat menang di Eindhoven. Ini adalah kemenangan kelima (dari lima laga) kami dan diraih dari lawan yang sangat kuat. Kami yakin akan dapat memasuki fase grup,” ujar Jorge Jesus soal peluang Benfica di markas PSV Eindhoven.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Legenda Belanda Minta Noni Madueke Belajar dari Depay dan Bergwijn

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah nasihat dilontarkan Rene van de Kerkhof untuk winger muda PSV Eindhoven, Noni Madueke. Legenda sepak bola Belanda itu meminta sang pemain tak buru-buru pindah klub. Menurut dia, pemain asal Inggris itu harus belajar dari dua eks pemain De Boeren, Memphis Depay dan Steven Bergwijn.

Seiring performa apik yang ditunjukkan sejak musim lalu, Madueke kini dilirik banyak klub teras Eropa. Apalagi setelah dia tampil luar biasa pada Johan Cruijff Schaal dan kualifikasi Liga Champions. Sampai-sampai pelatih Roger Schmidt pun cemas akan segera kehilangan sang pemain andalan.

Tampil luar biasa bersama PSV Eindhoven membuat Noni Madueke diincar banyak klub besar Eropa.
Getty Images

Kegemilangan Madueke diakui Van de Kerkhof. Namun, menurut dia, tetap bertahan di PSV akan lebih baik. “Dia harus tinggal beberapa tahun lagi di PSV. Memphis Depay dan Steven Bergwijn harus jadi contoh bagi dia,” urai Van de Kerkhof seperti dikutip Football5Star.com dari Voetbal International.

Lebih lanjut, runner-up Piala Dunia 1974 dan 1978 itu mengungkapkan pelajaran dari kedua pemain itu bagi Madueke soal masa depannya. “Depay pergi terlalu awal dan lantas gagal di Manchester United. Bergwijn juga menjalani masa sulit di Tottenham Hotspur,” ujar dia.

Noni Madueke Disamakan dengan Robben

Bagi Rene van de Kerkhof, Noni Madueke tak perlu cemas akan kehilangan kesempatan. Dia yakin sang pemain akan tetap berada dalam radar klub-klub teras Eropa andai mampu menjaga performa. “Jika sabar dan terus berkembang di PSV, satu tempat di klub teras Eropa pasti akan jadi miliknya,” ucap dia lagi.

Van de Kerkhof tak ragu akan hal itu. Pasalnya, dia menilai Madueke punya kemampuan istimewa yang mengingatkan pada sosok-sosok winger hebat pada masa lalu. Secara khusus, pria berumur 69 tahun itu menyamakan sang pemain dengan Arjen Robben.

Gaya Main Noni Madueke disamakan dengan Arjen Robben oleh Rene van de Kerkhof.
Getty Images

Kesamaan yang dilihat van de Kerkhof terletak pada aksi Madueke sebagai pemain sayap. “Menusuk ke dalam (dengan cut inside), lalu melepaskan tembakan dengan kaki kiri seperti yang dilakukan saat lawan Midtjylland dan Ajax, Madueke bisa menjadi penerus Robben,” ucap sang legenda.

Noni Madueke tampil luar biasa pada musim ini. pemain berumur 19 tahun tersebut sudah mencetak 5 gol dan 1 assist dalam 7 laga resmi yang dilakoni PSV Eindhoven. Namun, dia tak bisa berbuat banyak saat De Boeren kalah 1-2 pada leg I play-off Liga Champions di kandang Benfica, Kamis (19/8/2021) dini hari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Play-off Liga Champions: AS Monaco dan PSV Tersandung

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dua tim tangguh, AS Monaco dan PSV Eindhoven, sama-sama gagal memetik hasil maksimal pada partai leg I babak play-off Liga Champions. Kedua tim tersebut menelan kekalahan tipis.

Monaco menelan kekalahan 0-1 ketika menjamu Shakhtar Donetsk di Stade Louis II pada Rabu (18/8) dinihari WIB. Gol semata wayang Shakhtar diciptakan oleh pemain 23 tahun asal Brasil, Pedrinho, pada menit ke-19.

Liga Champions - PSV - AS Monaco - uefa. com
uefa.com

Sehari berselang, giliran PSV yang menelan kekalahan. Skuat besutan Roger Schmidt menelan kekalahan 1-2 di ketika menyambangi markas raksasa Portugal, Benfica. Sepasang gol Benfica diciptakan oleh Rafa Silva (10′) dan Julian Weigl (42′). Sementara, gol tunggal De Boeren dicetak Cody Gakpo pada menit ke-51.

Di laga lainnya, wakil Moldova, Sheriff Tiraspol, berhasil membuat kejutan berkat kemenangan telak atas raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb, Mereka memetik kemenangan dengan skor 3-0 berkat brace Adama Traore serta satu gol Dimitris Kolovos.

Sehari setelah laga tersebut, giliran Young Boys yang berhasil menciptakan kejutan. Bermain dengan 10 pemain semenjak menit ke-25, klub asal Swiss itu berhasil memetik kemenangan atas juara Hungaria, Ferencvaros, dengan skor 3-2.

Partai leg II babak play-off Liga Champions rencananya akan digelar pada Rabu (25/8) serta Kamis (26/8). Enam klub yang lolos akan melengkapi kuota 32 tim yang akan dibagi ke dalam delapan grup. Sementara, tim-tim yang tak lolos akan berlaga di fase grup Liga Europa.

Liga Champions - PSV - AS Monaco - @BSC_YB
twitter.com/BSC_YB
HASIL LEG I BABAK PLAY-OFF LIGA CHAMPIONS:

Rabu (18/8):

  • AS Monaco 0-1 Shakhtar Donetsk (Pedrinho 19′)
  • Red Bull Salzburg 2-1 Brondby (Karim Adeyemi 56′, Brenden Aaronson 90′ – Mikael Uhre 4′)
  • Sheriff Tiraspol 3-0 Dinamo Zagreb (Adama Traore 45′, 80′, Dimitris Kolovos 54′)

Kamis (19/8):

  • Young Boys 3-2 Ferencvaros (Meschak Elia 16′, Vincent Sierro 40′, Ulisses Garcia 65′ – Franck Boli 14′, 82′)
  • Benfica 2-1 PSV (Rafa Silva 10′, Julian Weigl 42′ – Cody Gakpo 51′)
  • Malmo 2-0 Ludogorets (Veljko Birmancevic 36′, Jo Inge Berget 61′)

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Inter Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Achraf Hakimi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Inter Milan akhirnya hampir mendapatkan pengganti Achraf Hakimi di posisi wingback kanan. Dia adalah pemain PSV dan timnas Belanda, Denzel Dumfries.

Nerazzurri menjual Achraf Hakimi ke Paris Saint-Germain dengan harga 60 juta euro belum termasuk bonus. Inter lalu mencari pengganti pemain timnas Maroko itu pada bursa transfer ini.

Beberapa nama diincar, seperti Hector Bellerin dan Nahitan Nandez. Namun pilihan Inter akhirnya jatuh ke Denzel Dumfries. Menurut laporan dari pakar transfer Fabrizio Romano, Dumfries sudah sepakat untuk bergabung dengan Inter.

Makedonia Utara vs Belanda EURO 2020, Denzel Dumfries - Twitter @EURO2020
@EURO2020

“Denzel Dumfries akan bergabung dengan Inter dari PSV Eindhoven, kesepakatan lisan dicapai antara klub dan here we go!” kicau Romano seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitternya.

Dia melanjutkan, “Persyaratan pribadi juga disetujui. Inter berencana untuk menjalani tes medis dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan kepindahan tersebut.”

Sky Sports Italia melaporkan bahwa Inter akan membayar 12 juta euro ke PSV dengan bonus 2,5 juta euro. Dumfries mendapatkan 23 caps untuk timnas Belanda. Dia bermain di PSV sejak 2018, mencatatkan 124 penampilan, mencetak 16 gol dan 20 assist.

Inter Milan Masih akan Incar Pemain Lagi

Edin Dzeko tetap fokus untuk AS Roma meskipun dirumorkan akan pindah ke klub lain.
calcionews24.com

Beberapa laporan menyebut bahwa Inter mengincar tiga pemain setelah mereka menjual Romelu Lukaku ke Chelsea dengan harga 115 juta euro. Satu wingback dan dua penyerang.

Untuk wingback mereka hampir dipastikan mendapatkan Dumfries dan untuk penyerang, mereka hampir dipastikan mendapatkan Edin Dzeko dari AS Roma.

Nerazzurri masih mengincar satu penyerang lagi. Duvan Zapata, Dusan Vlahovic, Joaquin Correa adalah nama-nama yang diincar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

PSV Ogah Lepas Noni Madueke

gamespool
PSV Ogah Lepas Noni Madueke 25

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSV Eindhoven, Roger Schmidt, memastikan tak akan melepas Noni Madueke dalam waktu dekat. Schmidt mengaku tak bisa kehilangan pemain kunci beberapa hari jelang pekan pertama Liga Belanda.

Madueke mencuri perhatian berkat performa gemilangnya dalam laga Piala Super Belanda akhir pekan lalu. Pemain berpaspor Inggris itu berhasil mencetak dua gol ke gawang Ajax dan membawa PSV menang telak dengan skor 4-0.

“Saat ini, kami sudah tidak bisa kehilangan pemain kunci. Sepanjang musim panas ini, kami sudah kehilangan Donyell Malen, Pablo Rosario dan akan melepas Denzel Dumfries,” ungkap Roger Schmidt dikutip Football5star dari laman Football Oranje.

Noni Madueke - PSV - Roger Schmidt - Football London
Football London

“PSV adalah klub yang sangat cocok untuk perkembangan Madueke. Dia masih sangat muda, akan mendapat jam terbang reguler dan mencetak banyak gol serta membuat para suporter senang. Saya rasa, dia masih merasa nyaman di sini,” imbuh Schmidt.

MADUEKE INGIN BAWA PSV MAIN DI LIGA CHAMPIONS

Madueke merasa senang karena berhasil mencuri perhatian berkat performa gemilang pada laga melawan Ajax akhir pekan lalu. Ia pun merasa terhormat karena dikaitkan dengan beberapa klub besar Eropa.

Akan tetapi, Madueke mengaku belum memiliki niat berganti klub dalam waktu dekat. Ia ingin membawa De Boeren tampil menawan di Liga Belanda musim ini dan menembus fase grup Liga Champions

.

Noni Madueke - PSV - Roger Schmidt - CaughtOffside
CaughtOffside

“Saya sangat senang bisa mendapat kesempatan bermain di sini. Saya merasa sangat dihargai oleh banyak orang. Tapi, fokus saya saat ini adalah membawa PSV menembus fase grup Liga Champions,” tutur Madueke.

Madueke sudah menjadi bagian tim utama De Boeren semenjak musim 2019-20 lalu. Madueke berhasil membayar tuntas kepercayaan manajemen De Boeren dan kini memiliki koleksi 13 gol serta sembilan assist dari 40 penampilan di semua kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Noni Madueke, Pengekor Sancho yang Bikin Spurs Menyesal

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Noni Madueke sungguh luar biasa. Menghadapi AFC Ajax pada Johan Cruijff Schaal, Minggu (8/8/2021) dini hari WIB, dia membuat brace yang membuka kemenangan 4-0 bagi PSV Eindhoven. Gol pertamanya bahkan dicetak saat laga belum genap berjalan 2 menit. Tak heran bila pujian lantas membanjir.

Kapten PSV, Marco van Ginkel, menilai Madueke kian dapat diandalkan dan timnya sungguh beruntung memiliki pemain berumur 19 tahun itu. Adapun pemain senior Ajax, Daley Blind, menyebut sang winger adalah sosok yang jadi pembeda dalam laga Johan Cruijff Schaal.

Berbekal kecepatan dan giringan bolanya, Madueke mengacak-acak pertahanan Ajax. Dia membuat Nicolas Tagliafico dan Lisandro Martinez seperti bek kemarin sore. “Aku selalu coba bergerak ke luar dan ke dalam. Saat aku menguasai bola, para bek harus menerka ke mana aku akan bergerak,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari NU.

Performa apik Madueke pada laga lawan Ajax tersebut tidaklah mengherankan. Sebelumnya, dalam tiga laga kualifikasi Liga Champions, dia sudah membuat 2 gol dan 1 assist bagi De Boeren. Lalu, musim 2020-21, kiprahnya pun sudah mampu memikat banyak klub besar. Rumor transfer dirinya sudah beredar sejak Januari silam.

Noni Madueke Ikuti Jadon Sancho

Bukalah jendela, lihatlah keluar, dan luaskan cakrawala. Jangan takut mengikuti langkah orang-orang sukses. Itulah yang dilakukan Noni Madueke, winger PSV Eindhoven. Kisahnya bersama De Boeren diawali dari pengamatan terhadap Jadon Sancho yang sukses bersama Borussia Dortmund.

Musim panas 2018, saat masuh berumur 16 tahun, Madueke membuat putusan besar. Dia menampik tawaran Manchester United dan berkelana ke Belanda, bergabung dengan PSV Eindhoven setelah 4 tahun menimba ilmu di akademi Tottenham Hotspur. Sesuai umurnya, dia bergabung dengan tim U-17 De Boeren. Dia mengaku terinspirasi Sancho.

Noni Madueke gabung PSV Eindhoven setelah melihat kisah sukses Jadon Sancho di Borussia Dortmund.
psv.nl

“Sancho telah membuka mata talenta-talenta lain,” ujar Noni Madueke pada 2020 dalam wawancara dengan Voetbal International. “Setahun setelah dia pergi ke Dortmund, aku pindah dari Spurs ke PSV. Rencanaku waktu itu adalah bekerja seperti yang kuinginkan.”

Lebih lanjut, Madueke menjelaskan, “Di Inggris, sangat sulit bagi talenta muda masuk tim utama, terutama di klub besar. Skuatnya sangat besar dan hanya ada sedikit ruang bagi pemain muda. Mereka sering hanya berada di tim cadangan untuk waktu lama atau dipinjamkan. Hanya ada sedikir peluang untuk menerobos. Ini sangat berbeda dengan di Belanda.”

Diincar Banyak Klub Besar

Talenta Noni Madueke saat di Inggris sebetulnya sudah terlihat. Buktinya, Manchester United, Chelsea, dan Celtic FC berebut mendapatkan sang bocah dari Tottenham Hotspur. Namun, cakrawala yang terbuka setelah melihat Sancho telah membuat dia berpikir lain. Dia memutuskan PSV sebagai jalan hidupnya.

Pilihannya tidaklah keliru. Meskipun tak semelesat Sancho di Borussia Dortmund, Madueke mampu menunjukkan kemajuan pesat bersama PSV. Hanya enam bulan di tim U-17, dia dipromosikan ke tim U-19 yang ditangani Ruud van Nistelrooy. Setahun kemudian, dalam umur belum genap 18 tahun, dia menjalani debut di Eredivisie.

Memasuki musim 2020-21, Madueke resmi masuk ke skuat utama De Boeren yang diasuh Roger Schmidt. Bersama pelatih asal Jerman itu, kesempatan kian terbuka. Sepanjang musim, dia hanya 10 kali absen pada ajang Eredivisie. Itu pun, 7 laga di antaranya harus dilewatkan karena dia cedera.

Mengakhiri musim dengan 9 gol adan 8 assist, Madueke langsung menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Sebut saja, Borussia Dortmund, AC Milan, Chelsea, Liverpool, dan Bayer Munich. Dia juga menarik perhatian manajer Leeds United, Marcelo Bielsa.

Diminta Schmidt Bertahan

Bahkan, Noni Madueke membuat Tottenham Hotspur “menyesal” dan menginginkannya kembali. Hal itu dikonfirmasi jurnalis Football London, Alastair Gold. Dia mengatakan, di antara sekian banyak target untuk lini serang, winger PSV Eindhoven itu salah satu yang diinginkan untuk direkrut kembali.

Kubu De Boeren sebetulnya tak menutup pintu rapat-rapat. Namun, Madueke masih tetap setia. Dia tak memikirkan pindah klub dalam wkatu dekat ini. Hal itu sempat disampaikan saat menanggapi ketertarikan Dortmund untuk jadi pengganti Sancho, sosok yang membuat dia berani berkelana meninggalkan Inggris.

Roger Schmidt ingin Madueke bertahan lebih lama di PSV. (Getty Images)
Getty Images

“Aku tak mau bohong, tentu saja aku sudah mendengar rumor itu. Sungguh terhormat dihubungkan dengan klub itu dan mereka memandangku sebagai suksesor Jadon, seorang pemain hebat. Namun, aku tak mau terlalu jauh mengurusi hal ini. Aku lebih fokus pada melakukan hal terbaik pada saat ini. Soal masa depan, kita lihat saja nanti,” kata Madueke kepada ESPN.

Toh, ucapan sang pemain tak lantas membuat pelatih Roger Schmidt tenang. Dia tahu, cepat atau lambat, Noni Madueke akan meninggalkan PSV. Saking gusar, selepas laga Johan Cruiff Schaal, dia berujar, “Menurut saya, dia masih sangat muda dan merasa sangat nyaman di PSV. Di sini, dia berkembang dengan sempurna. Akan baik bagi dia dan klub seandainya dia tetap bertahan di sini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marco van Ginkel: Noni Madueke Luar Biasa!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Noni Madueke tampil luar biasa saat PSV Eindhoven menang 4-0 atas AFC Ajax pada ajang Johan Cruijff Schaal, Minggu (8/8/2021) dini hari WIB. Dia membuat dua gol pada laga itu. Performa apiknya dipuji kapten Marco van Ginkel.

Madueke membuat dua gol dengan aksi individual menawan. Baru dua menit berselang dari tiupan peluit awal laga dari wasit Bjorn Kuipers, dia membobol gawang Remko Pasveer. Dia melakukan akselerasi di sisi kanan, lalu cut inside dan diakhiri tendangan keras kaki kiri yang berbuah gol.

Aksi hampir serupa dilakukan pada menit ke-29. Menerima umpan Eran Zahavi yang bergerak di sisi kanan, dia menggiring bola dengan kecepatan tinggi. Begitu memasuki kotak penalti, pemain berumur 19 tahun itu melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya yang berbuah gol kedua.

Aksi Madueke jadi perhatian banyak orang, tak terkecuali Van Ginkel. “Madueke telah memulai musim dengan sangat bagus meskipun dia juga sudah menunjukkan banyak momen hebat pada musim lalu,” ujar dia kepada ESPN seperti dikutip Football5Star.com dari NU.

Noni Madueke Sudah Cetak 3 Gol

Dalam pandangan Van Ginkel, Noni Madueke kian menunjukkan perkembangan pesat dan akan jadi aktor penting di PSV Eindhoven. “Dia makin matang saja dan kini juga mampu menjadi penentu. Sungguh menyenangkan dia bermain untuk kami,” ucap kapten De Boeren itu.

Pujian Van Ginkel bukan basa-basi. Faktanya, Madueke selalu jadi andalan pelatih Roger Schmidt. Pemain asal Inggris itu pun sudah menunjukkan kontribusi luar biasa. Dalam empat pertandingan resmi yang dilakoni De Boeren dia sudah mencetak 3 gol dan 1 assist.

https://twitter.com/soufianepeak/status/1422625364577226759

Pada pertandingan pertama menjamu Galatasaray, Madueke membuat 1 assist dalam kemenangan 5-1. Giliran PSV menjamu klub asal Turki itu, dia menjadi pembuka skor dalam kemenangan 2-1. Dia lagi-lagi menjadi pencetak gol pertama pada laga berikutnya menjamu FC Midtjylland yang berbuah kemenangan 3-0.

Meskipun begitu, Noni Madueke tak mau menepuk dada. “Mungkin ini salah satu laga terbaikku. Aku senang bisa jadi pembeda. Namun, kami juga bermain sangat baik secara kolektif,” kata pemain yang musim lalu mencetak 9 gol dan 8 assist dalam 32 pertandingan di semua ajang tersebut setelah laga Johan Cruijff Schaal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ajax Dibantai PSV, Begini Dalih Erik ten Hag

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – AFC Ajax menelan pil sangat pahit pada laga pembuka musim. Tim asuhan Erik ten Hag dibantai 0-4 oleh PSV Eindhoven dalam laga Johan Cruijff Schaal, Minggu (8/8/2021) WIB. Gawang yang dikawal Remko Pasveer dibobol dua kali oleh Noni Madueke dan masing-masing sekali oleh Yorbe Vertessen dan Mario Goetze.

Selepas pertandingan, Ten Hag mengakui keunggulan PSV. Dia menilai tingkat kebugaran para pemain Ajax memang berbeda dengan sang lawan. Menurut dia, itu jadi faktor utama yang membuat mereka tak bisa berbuat banyak meskipun mampu tampil apik pada babak pertama.

AFC Ajax dibantai 0-4 oleh PSV Eindhoven pada ajang Johan Cruyff Schaal.
Getty Images

“Pertahanan tidak terkoordinasi apik pada gol kedua, lalu tim jadi begitu rapuh. Kami harus memperbaikinya. Ini juga berkaitan dengan fisikalitas. Kami belum siap untuk itu,” urai Erik ten Hag kepada ESPN seperti dikutip Football5Star.com dari Nederlandse Omroep Stichting.

Ten Hag lantas menunjuk Davy Klaassen yang diganti pada awal babak kedua. “Dia memang salah satu pemain yang secara fisik belum siap,” ujar eks pelatih Bayern Munich II itu. “Namun, setelah kartu merah, kami juga harus memperbaiki sektor kiri. Itu sebabnya saya mengganti dia dengan Devyne Rensch.”

Erik ten Hag Tetap Puji Timnya

Terlepas dari hal itu, Erik ten Hag tetap memberikan apresiasi penuh kepada anak-anak asuhnya. Dia menilai Ajax sudah berusaha maksimal untuk meraih haisl terbaik. Namun, tertinggal 2 gol dan kehilangan Nicolas Tagliafico yang diganjar kartu merah jadi kendala besar untuk membalikkan keadaan pada babak kedua.

“Setelah kartu merah, kami melakukan segalanya untuk membalikkan keadaan dengan 10 pemain. PSV mungkin akan jatuh dan gemeter dengan adanya gol balasan. Lalu, kemudian skor malah jadi 3-0,” kata Ten Hag soal perjuangan yang dilakoni Dusan Tadic cs. pada laga Johan Cruijff Schaal.

Para pemain Ajax dinilai Erik ten Hag sudah melakukan yang terbaik saat lawan PSV.
Getty Images

Kondisi fisik para pemain Ajax memang berbeda dengan PSV Eindoven pada laga Johan Cruijff Schaal. Pasalnya, bagi Godenzonen, ini adalah pertandingan resmi pertama, sedangkan bagi De Boeren adalah yang keempat. Sebelumnya, tim asuhan Roger Schmidt sudah tiga kali bermain pada kualifikasi Liga Champions lawan Galatasaray dan FC Midtjylland.

Setelah laga pada Johan Cruijff Schaal, tim asuhan Erik ten Hag akan melakoni laga berikutnya melawan NEC Nijmegen pada pekan pertama Eredivisie, Minggu (15/8/2021) dini hari WIB. Adapun PSV akan kembali bermain pada Rabu (11/8/2021) dini hari WIB pada leg II putaran III Kualifikasi Liga Champions di kandang FC Midtjylland.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Johan Cruijff Schaal: Ajax Dipermalukan PSV 4-0!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di ajang Johan Cruijff Schaal yang mempertemukan Ajax vs PSV Eindhoven. Ajax yang berstatus sebagai juara Eredivise dan KNVB Beker musim lalu secara mengejutkan dibantai 4-0 di kandang sendiri, Johan Cruyff ArenA.

Hanya butuh satu menit, PSV langsung mencetak gol. Noni Madueke melakukan skill individu brilian, cut inside dari sisi kanan, melewati dua pemain dan berhasil mencetak gol.

Ajax punya peluang emas pada menit ke-4. Umpan lambung dari Dusan Tadic bisa ditanduk oleh Steven Berghuis, tapi sunduoannya bisa ditepis Joel Drommel dan bola membentur mistar gawang.

Ajax menyamakan kedudukan pada menit ke-12. Dusan Tadic memberi umpan ke Sebastian Haller dan dia hanya tinggal melakukan tap-in. Tapi, VAR menganulir gol karena Tadic berada pada posisi offside.

PSV justru kembali mencetak gol walaupun terus ditekan Ajax. Lagi-lagi Madueke. Eran Zahavi memberi umpan ke Madueke yang kini melepaskan tembakan dengan kaki kanannya dan masuk ke gawang Remko Pasverr.

Ajax semakin frustasi. Pada menit ke-40, Nicolas Tagliafico melakukan tekel keras dan berkelahi dengan salah satu pemain PSV. Wasit Bjorn Kuipers lalu memberi pemain timnas Argentina itu kartu merah.

Babak pertama Ajax vs PSV berakhir dengan skor 2-0.

Pada babak kedua, PSV membiarkan Ajax lebih sering menguasai bola dan memanfaatkan serangan balik melawan 10 orang.

Tapi penyelesaian para pemain PSV kurang maksimal. Beberapa peluang dari Madueke dan Zahavi tak ada yang membahayakan gawang. Namun, Ajax yang menguasai penguasaan bola pun jarang mengancam gawang kiper Joel Drommel.

Madueke juga sedikit frustasi. Pada menit ke-71, dia mendapatkan peluang emas setelah dia melepaskan tembakan dari kotak penalti, tapi Pasveer berhasil menepis tendangannya. Itu adalah kesempatan terakhir Madueke sebelum dia ditarik keluar.

PSV Eindhoven akhirnya berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-75. Yorbe Vertessen menusuk dari sisi kanan, melakukan one-two dengan Cody Gakpo dan berhasil memasukkan bola ke gawang.

Mario Goetze ikut berpesta. Pada menit ke-89, pemain asal Jerman itu melakukan cut inside dan melepaskan tembakan dengan kaki kanannya.

Laga Ajax vs PSV Eindhoven berakhir dengan skor 4-0. Ini adalah gelar Johan Cruijff Schaal ke-12 PSV, terbanyak dalam ajang ini, mengalahkan Ajax yang baru memenangkan trofi ini 9 kali.

Susunan Pemain Ajax vs PSV:

Ajax (4-3-3): 32-Remko Pasveer; 12-Noussair Mazraoui, 2-Jurrien Timber, 21-Lisandro Martinez (Lisandro Magallan), 31-Nicolas Tagliafico; 8-Ryan Gravenberch, 6-Davy Klaassen (15-Devyne Rensch), 17-Daley Blind (18-Jurgen Ekkelenkamp); 23-Steven Berghuis (9-Danilo), 22-Sebastian Haller (7-David Neres), 10-Dusan Tadic

Pelatih: Erik ten Hag

PSV (4-3-3: 16-Joel Drommel; 29-Phillip Mwene (3-Jordan Teze), 5-Andre Ramalho Silva, 28-Olivier Boscagli, 31-Philipp Max (35-Fredrik Oppegaard); 8-Marco van Ginkel, 27-Mario Goetze, 6-Ibrahim Sangare (14-Davy Propper); 23-Noni Madueke (24-Armando Obispo), 7-Eran Zahavi (53-Yorbe Vertessen), 11-Cody Gakpo

Pelatih: Roger Schmidt

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sneijder: PSV Eindhoven Belum Bisa Saingi Ajax di Eredivisie

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – PSV Eindhoven tampil apik pada babak kualifikasi Liga Champions. Tim asuhan Roger Schmidt menyingkirkan Galatasaray dan menang 3-0 pada leg I babak III atas Midtjylland. Namun, itu tak mengesankan bagi Wesley Sneijder.

Meskipun menampilkan permainan apik dalam tiga laga pada babak kualifikasi Liga Champions, PSV dinilai Sneijder masih bukan tandingan AFC Ajax di Eredivisie. Dia yakin De Boeren tak akan mampu bersaing dengan Godenzonen untuk jadi landskampioen.

PSV Eindhoven memenangti tiga laga beruntun pada kualifikasi Liga Champions.
Twitter @psv

“PSV sepertinya punya keuntungan karena sudah menjalani tiga laga resmi. Dengan kualitas yang dimiliki, mereka akan sangat menyulitkan Ajax,” urai Wesley Sneijder seperti dikutip Football5Star.com dari Voetbal Primeur.

Akan tetapi, Sneijder melihat ada satu hal yang akan jadi pembeda. “Persaingan akan ketat, tapi Ajax jauh lebih kuat soal kedalaman skuat. PSV masih harus melakukan sesuatu dalam hal ini. Apalagi jika (Denzel) Dumfries dan (Mohamed) Ihattaren pergi,” ujar dia.

Sneijder Tunggu Konsistensi PSV Eindhoven

Keraguan Wesley Sneijder terhadap PSV Eindhoven bukan hanya itu. Dia pun meragukan kemampuan De Boeren dalam menjaga konsistensi permainan. Musim lalu, mereka sempat tampil bagus pada awal musim, tapi kemudian terpuruk.

Musim ini, Sneijder menilai PSV punya modal bagus. “Saya sangat penasaran soal posisi mereka dibandingkan dengan Ajax. Saat ini, PSV sudah bagus dan bermain bagus. Mereka tentu saja lebih meningkat dibanding musim lalu,” ucap Sneijder lagi.

PSV Eindhoven gagal menang atas AFC Ajax pada tiga pertemuan musim 2020-21.
thesun.co.uk

Keraguan Sneijder juga tak terlepas dari hasil pertemuan PSV dengan Ajax musim lalu. Tim asuhan Schmidt tak menang dalam 3 pertemuan dengan anak-anak asuh Erik ten Hag. Di Eredivisie, dua pertemuan berakhir imbang, sedangkan di KNVB Beker, Ajax menang 2-1.

Untuk membuat Sneijder lebih yakin, PSV harus mampu menaklukkan Ajax. Kesempatan terbuka pada Minggu (8/8/2021) dini hari WIB. Kedua klub teras Eredivisie itu akan bersua pada ajang Piala Super Belanda yang dikenal dengan nama Johan Cruyff Schal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bintang PSV Ingin Ukir Sejarah di Olimpiade 2020

gamespool
Bintang PSV Ingin Ukir Sejarah di Olimpiade 2020 45

Foothall5star.com, Indonesia – Gelandang serang PSV Eindhoven, Ritsu Doan, berambisi membawa Jepang meraih medali emas di Olimpiade 2020. Doan memiliki mimpi untuk mencatatkan namanya di dalam buku sejarah The Samurai Blue.

Sepanjang sejarah Olimpiade, Jepang memang belum berhasil meraih emas dari cabang olah raga sepak bola. Kini, The Samurai Blue memiliki peluang emas untuk meraih medali emas pertamanya karena memiliki pemain-pemain muda berbakat dan tampil sebagai tuan rumah.

“Meraih medali emas di olah raga individual merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Tapi, kami juga ingin membawa Jepang meraih medali emas pertamanya di cabang olah raga sepak bola,” ujar Ritsu Doan dikutip Football5star dari laman resmi FIFA.

Ritsu Doan - Olimpiade 2020 - Associated Press
Associated Press

“Saya tak mau membandingkan prestasi kami dengan atlet-atlet di cabang olah raga lain. Saya ingin mencatat pencapaian spesial dan mencatat sejarah baru bersama timnas Jepang,” sambung pemain berumur 23 tahun itu.

The Samurai Blue merupakan salah satu tim terbaik di babak grup Olimpiade 2020. Mereka berhasil melaju ke babak perempat final dengan rekor tiga kemenangan dari tiga pertandingan.

Catatan gemilang tersebut tidak membuat skuat The Samurai Blue besar kepala. Pelatih kepala, Hajime Moriyasu memastikan bahwa anak asuhnya belum memastikan tempat di babak semifinal meski tampil menawan di fase grup.

“Tiga kemenangan di babak grup tidak membuat kami sudah mendapatkan satu tempat di babak semifinal. Kami akan tetap tampil dengan kerendahan hati, melakukan beberapa penyesuaian serta berusaha menunjukkan performa terbaik,” tutur Moriyasu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cetak Hat-trick Lawan Galatasaray, Eran Zahavi Justru Puji Gol Mario Goetze

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – PSV Eindhoven tampil gemilang pada leg I Kualifikasi II Liga Champions. Menjamu Galatasaray, anak-anak asuh Roger Schmidt menang telak 5-1. Eran Zahavi mencetak hat-trick, sementara Mario Goetze membukukan brace. Adapun satu-satunya gol balasan sang tamu dibuat Emre Kilinc.

Mencetak 3 gol, Zahavi mengaku sulit memilih gol terbaiknya malam itu. Dia kemudian malah membahas gol Goetze pada menit ke-51 yang menjadikan kedudukan 3-1. Secara tersirat striker asal Israel itu menyebut gol tersebut sebagai yang terbaik pada laga PSV vs Galatasaray di Stadion Philips.

https://twitter.com/IFAST24/status/1417939910665850886

Gol itu diawali Goetze yang menguasai bola di sisi kiri. Dia lantas memberikan bola kepada rekannya sementara dia berlari ke kotak penalti. Sang rekan meneruskan umpan kepada Zahavi yang dengan cerdik mengirimkan bola dengan tumitnya tepat ke arah Goetze. Tanpa kesalahan, Goetze melepaskan tembakan yang mengoyak jala gawang lawan.

“Sulit memilih gol terbaik karena setiap gol itu istimewa,” ujar Eran Zahavi kepada RTL7 seperti dikutip Football5Star.com dari Voetbal International. “Tapi, gol yang dibuat Mario itu indah. Itu adalah gol dari kerja tim. Sungguh serangan yang manis.”

Eran Zahavi Senang Main bersama Goetze

Bagi Eran Zahavi, gol itu membuktikan kelas Mario Goetze. Secara pribadi, dia mengaku sangat senang dan terbantu oleh keberadaan bintang asal Jerman itu di PSV Eindhoven sejak musim lalu. “Main bersama Mario itu sungguh menyenangkan. Dia membuat hidupku jauh lebih mudah,” kata sang striker.

Sementara itu, soal kemenangan besar atas Galatasaray, Zahavi tak mau jemawa. Dia mengingatkan, PSV belum lolos ke babak berikutnya. “Hal terpenting, hari ini kami membuat sebuah langkah besar dalam permainan dan semangat tim. Hasil ini bagus, tapi hanya bagian pertama. Kami tak akan merayakannya dulu,” ujar pemain Israel itu.

Eran Zahavi memimpin PSV Eindhoven gasak Galatasaray 5-1 pada leg I Kualifikasi II Liga Champions.
nu.nl

Meskipun demikian, PSV tentu saja punya keuntungan besar setelah memetik kemenangan 5-1 itu. Pasalnya, andai pada leg II kalah 0-4 pun, mereka tak akan langsung tersisih. Seiring penghapusan aturan gol tandang, laga leg II akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu andai agregat 5-5 dalam 90 menit.

Musim lalu, PSV absen dari Liga Champions. Mereka hanya berkiprah di Liga Europa. Memulai perjalanan dari Kualifikasi III, langkah Eran Zahavi cs. terhenti pada babak 16 besar setelah kalah agregat 4-5 dari Olympiakos. Mereka kalah 2-4 pada leg I di kandang lawan dan hanya menang 2-1 di kandang sendiri pada leg II.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Jalan Panjang PSV ke Babak Grup Liga Champions

gamespool
Jalan Panjang PSV ke Babak Grup Liga Champions 51

Football5star.com, Indonesia – Raksasa Belanda, PSV Eindhoven, harus melewati tantangan berat demi menjadi wakil kedua Belanda di babak grup Liga Champions 2020-21. Mereka akan menantang raksasa asal Turki, Galatasaray, di babak kualifikasi kedua.

Andai berhasil mengalahkan Galatasaray, PSV akan kembali menghadapi lawan berat di ronde ketiga babak kualifikasi. Mereka akan menantang pemenang laga Celtic vs Midtjylland.

PSV bukanlah satu-satunya tim besar yang harus melewati jalan berliku untuk mencapai babak grup Liga Champions. Tim-tim lain seperti Benfica, AS Monaco, hingga Shakhtar Donetsk juga harus menghadapi lawan-lawan tangguh di ronde ketiga babak kualifikasi.

Tim-tim yang lolos dari ronde ketiga babak kualifikasi tak bisa langsung tampil di fase grup Liga Champions. Mereka harus terlebih dahulu melewati babak play-off sebelum memastikan tempat di fase grup. Babak play-off rencananya akan digelar pada Agustus 2021 mendatang.

HASIL UNDIAN BABAK KUALIFIKASI KETIGA LIGA CHAMPONS:

Jalur Liga:

  • PSV (Belanda)/Galatasaray (Turki) vs Celtic (Skotlandia)/Midtjylland (Denmark)
  • Spartak Moscow (Rusia) vs Benfica (Portugal)
  • Genk (Belgia) vs Shakhtar Donetsk (Ukraina)
  • AS Monaco (Prancis) vs Rapid Wien (Austria)/Sparta Praha (Rep Cheska)

Jalur Juara:

  • Dinamo Zagreb (Kroasia)/Omonoia (Siprus) vs Legia Warsawa (Polandia) vs Flora Tallinn (Estonia)
  • Lincoln Red Imps (Gibraltar)/CFR Cluj (Rumania) vs Slovan Bratislava (Slowakia)/Young Boys (Swiss)
  • Olympiacos (Yunani)/Neftci (Azerbaijan) vs NS Mura (Slovenia)/Ludogorets (Bulgaria)
  • Kairat Almaty (Kazakhstan)/Crvena Zvezda (Serbia) vs Alashkert (Armenia)/Sheriff Tiraspol (Moldova)
  • Malmo (Swedia)/ HJK Helsinki (Finlandia) vs Rangers (Skotlandia)
  • Ferencvaros (Hungaria)/Zalgiris Vilnius (Lithuania) vs Slavia Praha (Rep Cheska)

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mario Goetze Enggan Tinggalkan PSV Eindhoven

gamespool
Mario Goetze Enggan Tinggalkan PSV Eindhoven 55

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Jerman, Mario Goetze, mengaku tak memiliki rencana pergi dari PSV Eindhoven tahun ini. Goetze berambisi menjadikan PSV sebagai wakil kedua Belanda di babak grup Liga Champions musim 2021-22.

PSV akan mengawali musim 2021-22 dengan pertandingan Kualifikasi Liga Champions melawan raksasa Turki, Galatasaray. Laga tersebut rencananya akan digelar pada 21 Juli dan 27 Juli 2021.

“Saya sama sekali tak memiliki keinginan untuk pergi dari sini dalam waktu dekat,” ujar Mario Goetze dikutip football5star dari laman Football Oranje.

Mario Goetze - PSV - Berliner Kurier
Berliner Kurier

“Kami memiliki peluang besar untuk menjadi wakil Belanda kedua di babak grup Liga Champions musim depan. Kami juga masih berpeluang untuk berkembang sebagai tim dan meraih gelar bergengsi. Itu merupakan hal terpenting untuk saya,” sambung Goetze.

Lebih lanjut, Goetze tak menyesali keputusannya hijrah ke Belanda. Ia merasa sangat bahagia karena memiliki pengalaman yang sangat menyenangkan dan berhasil mempelajari banyak ilmu baru.

“Saya sudah 10 tahun bermain di Jerman dan ingin mencari tantangan baru. Di sini, saya mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan. Selain itu, saya juga mendapat cukup banyak ilmu baru dari tim pelatih.”

“Pandemi Covid-19 dan menjadi ayah juga merupakan pengalaman yang cukup positif untuk saya pribadi. Hal tersebut membuat saya bisa melihat hal dengan perpektif berbeda,” tandas Goetze.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

PSV Siap Lepas Dua Bintang Timnas Belanda

gamespool
PSV Siap Lepas Dua Bintang Timnas Belanda 59

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSV Eindhoven, Roger Schmidt, mengaku sudah siap merelakan dua penggawa timnas Belanda, Denzel Dumfries dan Donyell Malen. Schmidt mengatakan bahwa Dumfries dan Malen sudah ingin hengkang semenjak musim panas 2020.

Dumfries dan Malen berhasil mencuri perhatian di Euro 2020. Menurut sejumlah laporan Belanda, sudah ada beberapa klub besar yang memantau permainan Dumfries dan Malen sepanjang Euro 2020.

“Saya tak yakin Denzel Dumfries dan Donyell Malen akan kembali ke PSV setelah selesai berlibur. Semenjak musim lalu, mereka sudah mengutarakan niat hengkang ke luar negeri,” ujar Roger Schmidt kepada Algemeen Dagblad.

Donyell Malen - Belanda - NRC
NRC

Lebih lanjut, Schmidt juga mengaku akan senang jika Dumfries dan Malen tak jadi meninggalkan PSV tahun ini. Akan tetapi, ia tak mau terlalu memaksa Dumfries dan Malen bekerja keras di sesi pramusim karena baru saja membela timnas Belanda.

“Jika keduanya tak jadi hengkang, maka kami akan mencari cara terbaik untuk memaksimalkan mereka. Keduanya akan mendapat tantangan yang cukup berat dalam hal kebugaran. Bukan cuma untuk Dumfries dan Malen, hal ini juga berlaku untuk Cody Gakpo. Mereka baru akan bergabung dalam beberapa pekan ke depan.”

“Tentu saja kami akan senang jika mereka memutuskan bertahan. Karena, kami akan memiliki cukup banyak opsi pemain untuk musim depan,” tutup Schmidt.

Selain Dumfries dan Malen, PSV juga dilaporkan siap melepas satu pemain muda lainnya, yakni Mohamed Ihattaren. Pemain berusia 19 tahun itu dilaporkan masuk radar Ajax dan Wofsburg.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wonderkid Belanda Siap Dilepas PSV Eindhoven

gamespool
Wonderkid Belanda Siap Dilepas PSV Eindhoven 63

Football5star.com, Indonesia – Direktur PSV Eindhoven, John de Jong, tak menutup pintu keluar bagi pemain muda berbakat asal Belanda, Mohamed Ihattaren pada bursa transfer mendatang. De Jong juga memberi indikasi kontrak Ihattaren tak akan diperpanjang.

Ihattaren berhasil menembus skuat utama PSV pada musim 2019-20 lalu. Akan tetapi, pemain 19 tahun itu kesulitan mendapat menit bermain reguler musim ini.

Sepanjang musim 2020-21, Ihattaren cuma mampu mencetak tiga gol dan dua assist dari 29 penampilan di semua kompetisi. Kehadiran Mario Goerze plus perselisihan dengan pelatih kepala, Roger Schmidt, ditengarai menjadi faktor utama di balik penurunan performa Ihattaren.

PSV - Mohamed Ihattaren - Belanda - Goal
Goal

“Kami belum ingin menyerah dengan nasib Mohamed Ihattaren. Kami baru akan mengibarkan bendera putih ketika Ihattaren sudah tak lagi bermain untuk PSV,” ujar John de Jong kepada De Telegraaf.

“Kami tentu akan terus membantu Ihattaren agar ia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Tapi, kami juga tak menutup peluang untuk menjualnya musim panas ini. Karena, kontrak Ihattaren akan habis pada musim panas 2022,” sambung De Jong.

Pernyataan De Jong semakin menegaskan rumor kepindahan Ihattaren ke juara Liga Belanda 2020-21, Ajax. De Godenzoden memang santer dirumorkan bakal mengangkut Ihattaren pada bursa transfer mendatang.

Jika serius ingin mendaratkan Ihattaren, maka Ajax harus mengucurkan dana yang tidak sedikit. Pasalnya, PSV memberi banderol 12 hingga 15 juta Euro untuk klub-klub yang ingin mendaratkan Ihattaren pada bursa transfer mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mario Goetze Dilaporkan Siap Tinggalkan PSV Eindhoven

gamespool
Mario Goetze Dilaporkan Siap Tinggalkan PSV Eindhoven 67

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Jerman, Mario Goetze, dilaporkan siap angkat kaki dari PSV Eindhoven pada bursa transfer musim panas 2021. Menurut Sky Sport, Goetze siap hengkang karena ingin bermain di liga yang lebih kompetitif.

Goetze didatangkan PSV pada bursa transfer musim panas 2020 dengan status free agent setelah kontraknya di Borussia Dortmund habis. Pemain berusia 28 tahun itu menandatangni kontrak berdurasi tiga tahun.

Kehadiran Goetze membuat PSV menjadi tim yang cukup diperhitungkan di Liga Belanda musim ini. Ia berhasil mencetak enam gol dan lima assist dari 22 penampilannya di semua kompetisi.

Mario Goetze - PSV Eindhoven - Sportnieuws
Sportnieuws

Catatan tersebut membuat PSV berhasil duduk di peringkat kedua klasemen Liga Belanda dengan perolehan 61 poin. Namun, mereka gagal unjuk gigi di kompetisi Eropa. Langkah PSV dihentikan oleh Olympiacos di babak 32 besar Liga Europa.

Kegagalan PSV unjuk gigi di Eropa menjadi salah satu faktor di balik keinginan Goetze untuk hengkang. Untuk melancarkan upanya keluar dari Stadion Phillips, Goetze dilaporkan Sky Sport sudah mengganti agennya.

Menurut laporan Sky Sport, Goetze kini tergabung ke dalam agensi olah raga bernama Lian Sports. Agensi tersebut juga turut menaungi Juergen Klopp dan Ralf Rangnick.

PSV Eindhoven dilaporkan tak akan mematok harga yang terlalu tinggi untuk Mario Goetze pada bursa transfer mendatang. Mereka kabarnya tak keberatan melepas pemain dengan banderol 15 hingga 20 juta Euro.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mino Raiola Tegaskan Wonderkid PSV Belum Pasti Gabung Ajax

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Mohamed Ihattaren, wonderkid PSV Eindhoven, belum pasti hengkang ke AFC Ajax pada musim depan. Hal itu ditegaskan superagen berpaspor Belanda dan Italia, Mino Raiola. Dia mengatakan, sejauh ini tak ada sodoran kontrak dari De Godenzonen.

Ihattaren saat ini masih terikat kontrak hingga 2022 di PSV. Namun, dia terlihat sudah tak betah dan kemungkinan hengkang pada akhir musim nanti. Rumor pun merebak. Dia dikabarkan bakal hengkang ke Ajax, klub rival De Boeren di Eredivisie. Belakangan, AZ Alkmaar juga dikait-kaitkan dengan sang pemain.

Akan tetapi, Raiola membantah ada tawaran dari kedua klub itu. “Saat ini tak ada. Saya tak menerima pendekatan dari kedua klub itu,” ujar Mino Raiola seperti dikutip Football5Star.com dari Voetbal Primeur.

Mohamed Ihattaren dipastikan Mino Raiola belum menentukan masa depannya.
ajaxshowtime.com

Lebih lanjut, Raiola tak dapat memastikan masa depan Ihattaren. “Dia hanya melakukan kontak dengan PSV. Jika dapat memprediksi masa depan, saya akan main Lotto atau pergi ke kasino. Saya tak tahu. Saat ini, tak ada perkembangan apa pun.”

Meskipun demikian, Raiola tak menutup kemungkinan Ihattaren meninggalkan PSV. “Semuanya bisa terjadi. Sebagai agen, saya harus siap menilai dan melihat jika sesuatu terjadi. Jika Anda bertanya sekarang, jawabannya tidak ada,” ucap dia.

Raiola Sempat Serang Schmidt

Mohamed Ihattaren dikabarkan tak punya hubungan baik dengan Roger Schmidt di PSV Eindhoven.
telegraaf.nl

Kemungkinan Mohamed Ihattaren meninggalkan PSV Eindhoven kian terbuka setelah terjadi konflik sebulan lalu. Kala itu, pelatih Roger Schmidt tak membawa sang pemain ke skuat saat lawan AFC Ajax. Pelatih asal Jerman itu menilai dia malas-malasan dan tak disiplin.

Keadaan makin keruh setelah Raiola ikut campur dengan menyerang Schmidt. “Saya tidak setuju dengan pernyataan atau putusan pelatih untuk mengeluarkan Ihattaren dari skuad. Saya pikir pelatih telah kehilangan arah ketika dia harus membenarkan alasannya kepada para pemain,” ucap dia seperti dikutip dari De Telegraaf.

Lebih lanjut, Raiola mengatakan, “Saya belum pernah melihat ini sebelumnya dan itu tidak masuk akal. Dari apa yang saya dengar, para pemain bahkan tidak menyetujuinya.”

Konflik dengan Schmidt tentu membuat peluang Mohamed Ihattaren bertahan di PSV Eindhoven kian kecil. Pasalnya, kesempatan main dipastikan bakal kian menipis. Sebagai agen, Mino Raiola tentu tak mau hal itu terjadi dan sangat mungkin mendorong kliennya mencari klub baru.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Persib Resmi Dapatkan Pemain Jebolan Akademi PSV Eindhoven

Persib Resmi Dapatkan Pemain Jebolan Akademi PSV Eindhoven 74

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung resmi mengumumkan kedatangan pemain baru mereka Minggu (21/3/21), Farshad Noor. Dia merupakan pemain timnas Afghanistan dan jebolan akademi PSV Eindhoven.

“PT Persib Bandung Bermartabat dengan ini menyampaikan kedatangan satu pemain asing bernama Farshad Noor. Pemain tim nasional Afghanistan ini dijadwalkan segera bergabung di Bandung,” tulis pernyataan Persib di laman resmi klub.

Noor merupakan pemain kelahiran Belanda dan bergabung ke akademi PSV saat usianya masih belia. Dia masuk ke Jong PSV pada 2013 dan bermain bersama mereka selama dua musim di Eerste Divisie.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu pindah ke tim Eredivisie, Roda JC pada 2015 dan bermain dua musim di sana. Terakhir dia bermain bersama tim Siprus, Nea Salamis, sebelum bergabung ke Persib dengan status free agent. Noor sempat bermain untuk timnas Belanda U-17, namun pada 2017 dia memutuskan untuk bermain bersama timnas Afghanistan.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengatan bahwa Noor akan bergabung ke dalam skuat di Sleman dan akan bermain di Piala Menpora 2021. Namun sebelum itu dia akan melakukan karantina terlebih dahulu.

“Dia dijadwalkan akan bergabung sekitar enam hari lagi, karena harus karantina terlebih dahulu,”  kata Teddy seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Persib akan bermain melawan Bali United di Piala Menpora 2021 pada Rabu (24/3/21).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Terima Hasil Imbang, Fan PSV Serang Pemain Ajax

gamespool
Tak Terima Hasil Imbang, Fan PSV Serang Pemain Ajax 78

Football5star.com, Indonesia – Laga bertajuk De Topper antara PSV kontra Ajax, Minggu (28/2/2021) di Philips Stadion berakhir imbang 1-1. Sempat unggul hingga menit akhir laga, PSV kebobolan pada masa injury time lewat eksekusi penalti Dusan Tadic.

Pertemuan kedua tim sepanjang sejarahnya memang selalu hadirkan tensi tinggi, baik antar pemain ataupun para suporter di tribun penonton. Meski pada laga akhir pekan lalu, kedua suporter tak bisa menonton langsung di dalam stadion, insiden tetap terjadi.

Tak Terima Hasil Imbang, Fan PSV Serang Pemain Ajax

Dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Selasa (2/3/2021), usai pertandingan, sejumlah suporter PSV melakukan serangan kepada striker Ajax, Dusan Tadic. Mereka menganggap Tadic jadi penyebab tim kesayanngan itu gagal meraih kemenangan.

Penalti yang diberikan wasit pada laga ini disebabkan handball pemain PSV, Denzel Dumfires. Saat Tadic akan mengeksekusi penalti, Dumfires sempat mengganggu dengan mengatakan pemain Kroasia itu sebagai sosok pengecut.

“Dia menyebut saya pengecut. Apa yang harus saya lakukan, cukup terima kasih karena memanggilku pengecut,” kata Tadic usai laga.

Namun rupanya insiden tak berhenti di situ. Insiden kekerasan kemudian terjadi saat skuat Ajx menuju bus tim. Sejumlah ultras PSV menuju ke bus tim Ajax. Mereka kemudian menunggu kehadiran Dusan Tadic.

Sejumlah orang yang diduga berasal dari Ultras PSV tertangkap kamera tengah berupaya melemparkan sejumlah benda tumpul ke arah Tadic. Bahkan sebuah koin sempat tepat mengenai kepalanya.

Hasil imnbang 1-1 membuat posisi Ajax tak berubah. Anak asuh Erik ten Hag itu masih bertengger di posisi puncak, sedangkan PSV masih di posisi kedua dengan selisih 6 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bagus Kahfi Datang, FC Utrecht Mulai Mencuat Saingi PSV dan Feyenoord

gamespool
Bagus Kahfi Datang, FC Utrecht Mulai Mencuat Saingi PSV dan Feyenoord 84

Football5star.com Indonesia – Kedatangan Bagus Kahfi mulai memunculkan efek positif bagi FC Utrecht. Semenjak diresmikan pada pekan lalu, Bagus mulai bisa membawa Utrecht bersaing dengan dua tim raksasa Belanda, PSV Eindhoven dan Feyenoord.

Persaingan yang dimaksud memang bukan dalam hal raihan trofi atau prestasi di lapangan hijau. FC Utrecht jelas tak sebanding dengan dua tim tersebut jika bicara soal raihan gelar.

Bagus Kahfi FC Utrecht 1 - Instagram @baguskahfiii
Instagram @baguskahfiii

PSV Eindhoven sudah mengoleksi 24 gelar Eredivisie, sedangkan Feyenoord dengan 15 gelar. Kedua tim cuma kalah dari klub paling berprestasi di Belanda, Ajax, yang sudah mengumpulkan 34 gelar juara.

Persaingan yang muncul sejak kehadiran Bagus Kahfi adalah terkait perkembangan pengikut di media sosial, khususnya instagam. Kemajuan Utrecht memang terbilang pesat di media sosial sejak mengumumkan perekrutan Bagus.

Sebelumnya, akun instagram FC Utrecht hanya memiliki pengikut 95.000. Bahkan, jumlah itu sudah termasuk pengikut asal Indonesia sejak rumor bergabungnya Bagus Kahfi mulai ramai.

Lalu, semenjak mengumumkan kedatangan Bagus Kahfi pada Jumat (5/2/2021), pengikut instagram FC Utrecht melonjak hingga 132.000. Hanya dalam kurun waktu sepekan. Jumlah itu diyakini masih akan terus meningkat, terlebih jika Utrecht lebh sering memuat konten tentang Bagus Kahfi.

Angka itu sekaligus membuta Utrecht mulai menjadi ancaman bagi PSV Eindhoven dan Feyenoord. Kedua tim hingga saat ini memiliki jumlah pengikut yang hampir sama. Feyenoord dengan 438.000 pengikut, cuma selisih 52.000 di bawah PSV. Sementara untuk klub terpopuler Belanda di media sosial masih dipegang Ajax dengan 5,5 juta pengikut.

Dampak Bagus Kahfi Lebih Besar Ketimbang Doan Van Hau

Bagus Kahfi Diresmikan FC Utrecht - Twitter @FCUtrecht
Twitter @FCUtrecht

FC Utrecht, jika sejauh ini bisa menambah 37.000 pengikut hanya dalam kurun sepekan, berpotensi mengejar PSV Eindhoven dan Feyenoord. Bahkan, dalam tiga bulan ke depan bukan mustahil Utrecht bisa mendekati atau bahkan melewati jumlah pengikut PSV dan Feyenoord di instagram.

Sekarang, interaksi di akun instagram Utrecht bahkan didominasi oleh warganet asal Indonesia. Dilansir Football5star.com dari Ad.nl, interaksi dari warganet Indonesia bahkan sudah menyasar unggahan selain Bagus Kahfi.

Komentar mereka seragam. Sebagian besar meminta pengelola akun instagram FC Utrecht lebih sering memberi info terbaru dari Bagus Kahfi. “Striker baru FC Utrecht sudah ‘mencetak gol’ di media sosial,” bunyi judul tulisan yang dimuat Ad.nl pada Kamis (11/2/2021).

Doan van hau sc heerenveen-nl
scheerenveen.nl

Bahkan, dampak yang dihadirkan Bagus disebut lebih terasa ketimbang saat bek Vietnam Doan Van Hau berkarier di SC Heerenveen pada 2019-20. Disebutkan Ad.nl, kedatangan Doan Van Hau hanya mengangkat jumlah pengikut instagram SC Heerenveen ke angka 64.500.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ajax vs PSV Eindhoven: De Joden Hempaskan De Boeren

gamespool
Ajax vs PSV Eindhoven: De Joden Hempaskan De Boeren 87

Football5star.com, Indonesia – Laga babak perempatfinal KNVB Cup antara Ajax vs PSV Eindhoven di Amsterdam ArenA, Kamis (11/2/2021) berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan De Joden. Dua gol kemenangan Ajax di laga bertajuk De Topper ini diborong oleh Sebastian Haller.

Pada babak pertama, Ajax langsung tunjukkan permainan dengan tempo cepat. Trisula lini depan Ajax, Antony, Dusan Tadic dan Sebastian Haller membuat repot lini belakang PSV. Sejumlah peluang mampu didapatkan oleh Ajax namun belum mampu membobol gawang Lars Unnerstall.

Ajax akhirnya mampu mencetak gol pada menit ke-19. Umpan terobosan dari Davy Klaassen tak mampu dihalau oleh para pemain bertahan PSV. Bola jatuh ke kaki Haller dan dengan tenang mampu menaklukkan Unnerstall. 1-0 Ajax memimpin.

Tak berselang lama, pada menit ke-24, Ajax kembali memimpin. Kesalahan dari pemain PSV, Pablo Rosario membuat pemain Ajax mampu merebut bola. Dusan Tadic kemudian melepaskan umpan crossing yang langsung dikonversi menjadi gol oleh Haller.

Pada babak kedua, PSV mencoba untuk mengejar ketertinggalan. Permainan dari sisi sayap coba dioptimalkan oleh anak asuh Roger Schmidt tersebut namun sayangnya tak mampu membobol gawang Ajax.

Baru pada menit ke-58, PSV akhirnya bisa memecah kebuntuan. Berawal dari umpan crossing pemain PSV, bek Jurrien Timber malah menyepak bola ke gawang sendiri. 2-1 PSV mengejar ketertinggalan.

Hingga 2×45 menit selesai tak ada lagi tambahan gol. Skor 2-1 untuk kemenangan De Joden atas De Boeren. Hasil ini membuat Ajax torehkan kemenangan ke-79 dari PSV di semua kompetisi sepanjang sejarah.

Susunan pemain Ajax vs PSV Eindhoven

Ajax: Maarten Stekelenburg, Noussair Mazraoui, Jurrien Timber, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico, Edson Álvarez, Davy Klaassen, Daley Blind, Antony, Sébastien Haller, Dušan Tadić

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Erik ten Hag

PSV: Lars Unnerstall, Olivier Boscagli, Jordan Teze, Denzel Dumfries, Philipp Max, Ibrahim Sangaré, Pablo Rosario, Mauro Júnior, Mohamed Ihattaren, Eran Zahavi, Donyell Malen

Kartu kuning: Jordan Teze

Kartu merah:

Pelatih: Roger Schmidt

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Negosiasi Kontrak Baru Tak Urungkan Niat Bintang PSV ke Inggris

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bintang PSV Eindhoven, Denzel Dumfries membuat pernyataan mengejutkan. Dalam sela-sela negosiasi kontrak baru, dia punya hasrat besar untuk pindah ke Premier League.

Denzel Dumfries sudah lama ingin hengkang dari Belanda. Premier League adalah tujuan utamanya. Dia sangat menyukai atmosfer di sana dan ingin merasakan kerasnya kompetisi Inggris.

Kendati demikian, keinginannya tersebut tidak akan memengaruhi fokus bersama PSV Eindhoven. Terlebih pihak klub telah menyodorkan kontrak baru.

denzel dumfries telegraaf
De Telegraaf

“Kami senang bernegosiasi untuk memperpanjang kontrak dan saat ini saya sepenuhnya fokus untuk PSV. Tapi saya juga memiliki karier sendiri dan ada hal-hal baru di depan mata,” kata Deznel Dumfries seperti dikutip Football5star dari Voetbal International, Jumat (15/1/2021).

“Transfer tidak terjadi karena pandemi dan saya senang di sini. Tapi saya juga siap untuk mengambil langkah berikutnya dan saya pikir Premier League cocok untuk saya. Saya ingin bermain di liga itu,” sambung penggawa timnas Belanda.

Kontrak Denzel Dumfries bersama PSV sejatinya masih menyisakan dua tahun lagi. Tapi pihak klub sudah bersiap memerpanjang masa baktinya.

Upaya klub yang bermarkas di stadion Phillips tentu tidak akan mudah. Selain karena keinginan bintang 24 tahun untuk hengkang, sudah ada klub yang tertarik meminangnya. Menariknya, kedua klub yang dimaksud berasal dari Premier League, yakni Newcastle United dan Arsenal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eredivisie Kian Bertabur Bintang, Kini Toby Alderweireld Merapat?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie, kian diminati pemain bintang. Setelah Sebastien Haller merapat ke Ajax Amsterdam, kali ini nama Toby Alderweireld yang disebut-sebut kembali ke Belanda.

Akan tetapi Toby Alderweireld takkan pulang ke Ajax. Dia dilaporkan tengah diminati raksasa lainnya, PSV Eindhoven. Kemungkinan ini disampaikan oleh seorang pundit asal Belanda, Mike Verweij.

Mike Verweij menyebut jika scout PSV Eindhoven, Jan Vennegoor of Hesselink, sudah menghubungi agen pemain Tottenham Hotspur itu. Namun, ia juga menyebut PSV masih harus bersaing dengan Ajax.

Jan Vertonghen - Toby Alderweireld - Marc Overmars - Ajax Amsterdam - ajaxlife.nl
ajaxlife.nl

“Jan Vennegoor of Hesselink sudah menelepon agen Toby. Situasinya juga sudah dikonfirmasi. Sudah menjadi rahasia umum Toby telah mencapai usia yang membuat dia ingin kembali. Dia juga punya hubungan luar biasa dengan Ajax,” ujar Verweij kepada De Telegraaf, Minggu (10/1/2021).

“Yang paling mencolok adalah pergerakan PSV. Mereka sudah bertanya tentang Toby. Itu akan menjadi bagus jika dia benar-benar ke sana. Apakah PSV akan mendapatkannya? Itu tergantung Ajax,” ia menambahkan.

Saat ini Toby Alderweireld sudah berusia 31 tahun. Dan sudah menjadi rahasia umum jika Eredivisie menarik minat pemain-pemain yang sudah melewati masa keemasan.Selain Sebastien Haller, awal musim ini Eredivisie baru kedatangan Mario Goetze.

Akan tetapi, situasi mereka berbeda dengan Alderweireld. Dia masih jadi pilihan utama Tottenham dan terikat kontrak hingga 2023 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mario Goetze Menyesal Lebih Pilih Guardiola Dibanding Klopp

gamespool
Mario Goetze Menyesal Lebih Pilih Guardiola Dibanding Klopp 97

Football5star.com, Indonesia – Pemain PSV Eindhoven, Mario Goetze mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyesal pernah meninggalkan Juergen Klopp untuk bisa dilatih oleh Pep Guardiola di Bayern Munich.

Mario Gotze hengkang dari Dortmund ke Bayern Munich pada 2013. Sayangnya di Bayern Munich, Goetze tak bisa memenuhi ekspektasi tinggi yang diberikan kepadanya. Goetze gagal total di Munich.

Mario Gotze Menyesal Lebih Pilih Guardiola Dibanding Klopp

“Saya ingin menantang diri saya sendiri untuk mengetahui filosofi Pep Guardiola,” kata Gotze seperti dikutip Football5star.com dari Algemeen Dagblad, Selasa (29/12/2020).

“Dengan Bayern, kami mencapai tiga semifinal Liga Champions dan Guardiola mengajari saya untuk melihat sepak bola dari posisi yang sangat berbeda di lapangan, ” tambahnya.

“Kalay dipikir-pikir, saya seharunya tinggal lebih lama dengan Klopp tapi jelas bukan kesalahan untuk pergi ke Bayern. Klopp adalah salah satu orang terpenting dalam hidup saya. Ada banyak kepercayaan di antara kami,” ungkapnya.

Selama bermain di Bayern, Gotze mencatatkan 114 pertandingan. Ia mampu memberikan 36 gol dan 24 asssit. Pada 2016, ia kembali ke Dortmund. Di musim keduanya bersama Dortmund, pemain 28 tahun itu mencetak 13 gol dari 75 penampilan di semua kompetisi.

Pada Oktober 2020, Gotze memutuskasn hijrah ke PSV. Sepanjang musim ini, Gotze telah mencatatkan empat gol dan tiga assist di Liga Belanda.

“Di PSV, saya dengan cepat menemukan kembali permainan terbaik saya. Saya senang sekarang, sangat bahagia. Saya sangat suka bermain di Belanda.” kata Mario Goetze.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ajax Jadi Semenjana Sejak Lepas Hakim Ziyech ke Chelsea

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – AFC Ajax saat ini memang masih memuncaki klasemen Liga Belanda. Tim asuhan Erik ten Hag dengan koleksi 34 poin unggul 1 angka atas PSV Eindhoven. Namun, di mata Ibrahim Afellay dan Pierre van Hooijdonk, kualitas De Godenzonen menurun sejak ketiadaan Hakim Ziyech.

Ajax melepas Ziyech ke Chelsea pada 1 Juli 2020. Pemain asal Maroko itu memang membuat De Godenzonen meraup uang 40 juta euro. Namun, penjualan sang pemain dinilai Afellay dan Van Hooijdonk telah menjadi bumerang bagi skuat asuhan Ten Hag.

“Itu tidaklah mengherankan ketika Anda melepas pemain terbaik ke Chelsea,” ujar Pierre van Hooijdonk seperti dikutip Football5Star.com dari Nederlandse Omroep Stichting saat menanggapi pendapat Theo Janssen yang menyebut Ajax kini kehilangan kreativitas.

Ibrahim Afellay dan Pierre van Hooijdonk menilai Ajax saat ini semenjana.
nos.nl

Afellay sependapat dengan Van Hooijdonk. “Donny van de Beek berutang kepada Hakim Ziyech soal kepindahannya. Sekarang ini ada terlalu banyak kesemenjanaan di Ajax,” kata eks pemain timnas Belanda itu.

Kehilangan Ziyech sebagai pemain kreatif tak mampu dikompensasi oleh De Godenzonen. Janssen mengakui Dusan Tadic, Nicolas Tagliafico, Mohamed Kudus, dan Antony sebagai pemain-pemain berkelas Eropa. Namun, kata dia, mereka kehilangan pemain nomor 10.

Ajax Bisa Digusur PSV

PSV Eindohen disebut Afellay dan Van Hooijdonk bisa mengakhiri dominasi Ajax di Liga Belanda.
nettavisen.no

Menatap tahun baru, Ajax akan menjalani laga pembuka nan berat. Mereka harus menjamu PSV yang sekarang jadi kekuatan menakutkan bersama pelatih Roger Schmidt. Afellay dan Van Hooijdonk bahkan sepakat De Godenzonen bisa terkapar di tangan De Boeren pada laga yang berlangsung pada 10 Januari nanti.

“Menurut saya, Ajax agak unggul dalam sejarah pertemuan. Namun, PSV sudah memepet. Kini, mereka bahkan bisa dikatakan sebagai tim favorit,” kata Pierre van Hooijdonk.

Sementara itu, mengenai laga Ajax vs PSV, Afellay berujar, “Saat ini, tentu saja PSV adalah favorit. Mereka punya lebih banyak kekuatan dan begitu lapar kemenangan.”

Menilik kondisi Ajax saat ini, Ibrahim Afellay bahkan tak ragu menyebut PSV berpeluang menjuarai Liga Belanda. Namun, dia menegaskan, hal itu hanya akan bisa diwujudkan bila Schmidt mampu menyeimbangkan permainan yang jomplang antara babak pertama dan kedua. Menurut Afellay, itu adalah handicap paling mencolok dari De Boeren musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Antisipasi Kepergian Jadon Sancho, Dortmund Bidik Penyerang Muda PSV

gamespool
Antisipasi Kepergian Jadon Sancho, Dortmund Bidik Penyerang Muda PSV 105

Football5star.com, Indonesia – Raksasa Jerman, Borussia Dortmund, dikabarkan mulai mengambil ancang-ancang untuk mengansitipasi kepergian Jadon Sancho. SportBild melaporkan Der BVB menjadikan penyerang muda PSV, Donyell Malen, sebagai kandidat pengganti Sancho.

Saat ini, Jadon Sancho memang masih terikat kontrak di Signal Iduna Park hingga musim panas 2023. Akan tetapi, Der BVB tak akan keberatan melepas Sancho apabila mendapat tawaran sebesar 120 juta Euro.

Salah satu klub yang dikabarkan siap menampung Sancho pada bursa transfer mendatang adalah Manchester United. The Red Devils memang sudah menjadikan Sancho sebagai bidikan utamanya semenjak bursa transfer musim panas lalu.

Donyell Malen - Jadon Sancho - PSV - Dortmund - Bein Sports
Bein Sports

Donyell Malen menjadi pilihan Dortmund untuk mengganti Sancho karena memiliki gaya bermain yang tak jauh berbeda. Meski berposisi asli sebagai penyerang striker, Malen juga bisa dimainkan sebagai winger kanan maupun kiri.

Musim ini, Malen berhasil menunjukkan performa terbaiknya untuk PSV. Pemain berusia 21 tahun itu berhasil mencetak 12 gol dan tiga assist dari 18 penampilannya di semua kompetisi.

Catatan tersebut membuat Malen memiliki statistik yang jauh lebih baik ketimbang Sancho. Ya, musim ini Sancho memang kesultian menunjukakn performa terbaiknya karena hanya mampu menyumbang tiga gol dan enam assist dari 14 penampilannya di semua kompetisi.

Performa buruk Sancho untungnya tidak terlalu mempengaruhi penampilan Dortmund di atas lapangan. Der BVB merupakan salah satu tim yang berhasil melaju ke babak 16 besar Liga Champions dan kini masih bersaing di papan atas klasemen Bundesliga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Inilah 18 Tim yang Sudah Lolos ke Babak 32-Besar Liga Europa

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Sebanyak 18 tim sudah memastikan lolos dari fase grup ke babak 32-besar Liga Europa setelah matchday V berlangsung pada Jumat (4/12/2020) dini hari WIB. Nama-nama besar seperti AC Milan, Tottenham Hotspur, Arsenal, AS Roma, dan PSV Eindhoven termasuk dalam 18 tim tersebut.

AC Milan memastikan lolos ke babak 32-besar setelah menang 4-2 atas Celtic FC. Tambahan 3 poin dari laga itu membuat I Rossoneri tak mungkin lagi tergeser dari posisi 2-besar Grup H karena Sparta Praha takluk 1-2 di kandang Lille OSC. Dengan koleksi 10 poin, tim asuhan Stefano Pioli unggul 4 angka atas Sparta dengan hanya satu pertandingan tersisa.

Gol tunggal Donyell Malen ke gawang Granada meloloskan PSV Eindhoven ke fase gugur Liga Europa.
ed.nl

Kepastian lolos ke babak-32 besar Liga Europa juga didapatkan Tottenham Hotspur di kandang LASK. Meskipun hanya imbang 3-3, tim asuhan Jose Mourinho tak akan bisa dibendung lagi. Memang benar, perolehan 10 poin mereka masih dapat disamai LASK. Namun, The Lilywhites unggul head to head karena menang 4-0 pada pertemuan pertama.

Sementara itu, PSV Eindhoven memastikan lolos berkat kemenangan 1-0 di kandang Granada. Raksasa Belanda itu memastikan diri melangkah ke babak 32-besar Liga Europa karena sudah unggul 4 angka atas PAOK. Itu tak terlepas dari kekalahan PAOK di kandang Omonia. Padahal, sebelumnya, Omonia belum meraih kemenangan.

Belum Ada Wakil dari Grup F

Napoli gagal memastikan tiket ke babak 32-besar Liga Europa setelah hanya imbang 1-1 di kandang AZ Alkmaar.
calciomercato.com

Hampir semua grup sudah meloloskan wakil ke babak 32-besar Liga Europa. Beberapa di antaranya bahkan sudah tak menyisakan lagi tiket ke fase gugur. Satu-satunya anomali adalah Grup F. Di grup ini, penentuan 2 tim yang lolos ke fase gugur akan ditentukan pada matchday terakhir.

Tiga tim masih berpeluang lolos ke babak 32-besar dari Grup F setelah dua laga pada matchday V sama-sama berakhir imbang. Napoli imbang 1-1 di kandang AZ Alkmaar, sedangkan Real Sociedad ditahan Rijeka 2-2 di kandang sendiri.

Ketiga tim yang masih berpeluang lolos adalah Napoli, AZ Alkmaar, dan Sociedad. Napoli dengan 10 poin memimpin klasemen sementara Grup F, sementara Sociedad dan AZ sama-sama mengumpulkan 8 poin. Pada matchday pamungkas, Napoli akan menjamu Sociedad, sedangkan AZ menjamu Rijeka.

Daftar Tim yang Lolos ke Babak 32-Besar Liga Europa

Grup A: AS Roma*
Grup B: Arsenal*
Grup C: Slavia Praha, Bayer Leverkusen
Grup D: Rangers, Benfica
Grup E: Granada, PSV Eindhoven
Grup G: Leicester City, Braga
Grup H: LOSC Lille, AC Milan
Grup I: Villarreal*
Grup J: Royal Antwerp, Tottenham Hotspur
Grup K: Dinamo Zagreb*
Grup L: Hoffenheim*, Crvena Zvezda
* Dipastikan lolos sebagai juara grup

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ricky Yacobi, Bikin PSV Terkejut Hingga Berubah Nama di Jepang

Ricky Yacobi, Bikin PSV Terkejut Hingga Berubah Nama di Jepang 116

Football5Star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia harus bangga pernah memiliki seorang Ricky Yacobi yang sangat melegenda pada masanya. Dalam perjalanan kariernya sebagai pemain, Ricky pernah bikin PSV Eindhoven terkaget-kaget, hingga jadi pioner pemain Indonesia di Jepang.

Semasa hidupnya, Ricky merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia pada era 80 dan 90-an. Dia bahkan pernah dipercaya mengemban ban kapten Timnas INdonesia saat masih berusia 23 tahun. Hal itu terjadi pada SEA Games 1987 silam.

Karier sepak bola Ricky dimulai pada 1979 saat membela PSMS Medan. Bersama tim kebanggaan masyarakat Medan itu, dia sukses besar dengan meraih dua gelar perserikatan, yakni 1983 dan 1985.

Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola

Penampilan istimewanya itu bikin Arseto Solo kepincut. Bersama Arseto, Ricky Yacobi, terbilang istimewa. Dia sukses melesakkan 23 gol dalam 41 pertandingan. Hal itu membuatnya sempat mendapatkan gelar top skorer Galatama dua kali sekaligus, yakni 1986–87, dan 1990.

https://www.youtube.com/watch?v=f5HhbsVczno

Muara penampilan istimewa sosok kelahiran 12 Maret 1963 itu tentu ke Timnas Indonesia. Aksi apiknya itu berlanjut saat mengantarkan Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987, hingga ke semifinal Asian Games 1986.

PSV Kaget dengan Aksi Ricky Yacobi

Salah satu penampilannya yang disorot, yaitu saat Timnas Indonesia beruji coba kontra PSV Eindhoven 1987 silam. PSV kala itu datang dengan nama-nama beken, seperti Ruud Gullit, Ronald Koeman, hingga Eric Gerets.

Sedang, Timnas Indonesia saat itu dilatih oleh Bertje Matulapelwa yang membawa sejumlah bintang. Sebut saja, Ricky Yacobi, Jaya Hartono, Rully Nere, hingga Ribut Waidi. Nah, dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu, Ricky Yacobi menjadi bintang.

PSV yang kala itu diunggulkan justru dibuat terkejut oleh dua gol Indonesia di babak pertama via Ricky Yacobi dan Jaya Hartono. PSV sempat berbalik unggul 3-2 di paruh kedua. Namun, Ricky Yacobi sukses menyamakan kedudukan via titik penalti menit ke-82.

Ricky Yacobi Pernah Bikin Ruud Gullit Kesal

Kabarnya, hasil imbang 3-3 itu membuat Ruud Gullit kesal. Sebab, Timnas Indonesia saat itu berhasil mencuri gol menit-menit akhir melalui Ricky. “Dalam pertandingan eksibisi melawan PSSI A di Stadion Utama, Gullit nampak kesal karena berhasil ditahan oleh para pemain kita dengan skor 3-3,” tulis buku Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno yang disusun oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dikutip dari GoodnewsfromIndonesia.

Ketertarikan Klub Jepang Hingga Berubah Nama

Penampilan istimewanya itu membuat klub Jepang, Matsushita Electric FC, kepincut dengan aksinya. Ricky Yacobi sendiri menjadi pemain Indonesia pertama yang mentas di Jepang.

Nah ada cerita unik dalam nama Ricky Yacobi dalam bagian kariernya ini. Sebetulnya, nama aslinya ialah Ricky Yacob. Namun, karena orang Jepang sulit mengucapkan kata dengan akhirnya huruf mati sepeti b, akhirnya nama dia berubah.

Meninggalnya Ricky Yacobi Jadi Pelajaran Legenda Timnas Indonesia Lain Kronologi Detik-Detik Meninggalnya Ricky Yacobi, Usai Cetak Gol Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola
Medan Selection

Dengan maksud memudahkan masyarakat Jepang memanggil namanya, Ricky akhirnya menambahkan akhiran i pada belakang namanya menjadi Yacobi. Sayangnya memang, cuaca yang dingin menghambat adaptasinya di sana. Dalam enam laga, Ricky hanya sanggup mengemas satu gol saja.

“Satu hal yang saya kagum dan saya salut, pemain-pemain di sana disiplinnya luar biasa. Kemudian fasilitasnya sangat luar biasa,” bilang Ricky Yacobi beberapa waktu lalu.

Sukses Pemain kenapa Tak jadi Pelatih?

Sukses menjalani karier sebagai pemain, Ricky Yacobi tak memilih menjadi pelatih dan memunculkan pertanyaan. Bahkan rekan seangkatannya, Bambang Nurdiansyah pun tak tahu alasan Ricky tak mau menjadi nahkoda tim. Meski memang, dia pernah tercatat sebagai Direktur Pembinaan Usia Dini era Edy Rahmayadi

Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola
Antara

“Saya kurang mengerti (soal Ricky tak jadi pelatih). Dia punya SSB. Dia bekerja di salah satu perusahaan sepatu dan kaos. Tapi dia memang memperhatikan pembinaan dengan beberapa kali terlibat pembinaan usia dini di grassroot,” ungkap Bambang Nurdiansyah kepada Football5Star.

Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat berkarakter. Ricky Yacobi disebutnya sosok yang berani kritis kalau menurutnya benar.

“Artinya dia pemain yang punya karakter, yang pasti dia orang yang keras. Dia akan mengatakan itu benar, salah, berhadapan dengan manajer. Dia kritis. Itu terjadi di timnas ketika manajemen diganti. Menyuarakan,” pungkas Banur.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]