PSG vs Istanbul Basaksehir Ditunda Setelah Erdogan Menelepon

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Paris Saint-Germain vs Istanbul Basaksehir di Parc des Princes, Rabus (9/12/2020) dinihari WIB ditunda. Penyebabnya adalah ofisial wasit keempat berkata rasial terhadap asisten pelatih tim tamu, Pierre Webo.

Pertandingan yang belum genap 15 menit terpaksa dihentikan setelah wasit keempat, Sebastian Coltescu mengeluarkan kata rasial. Ia menyebut Pierre Webo sebagai pria kulit hitam.

Mendengar perkataan tersebut Pierre Webo tidak terima dan melancarkan protes. Tindakan ini diikuti oleh seluruh pemain hingga akhirnya mereka meninggalkan lapangan.

Setelah tertunda hampir setengah jam, kedua kesebelasan sempat kembali ke lapangan. Tapi tidak lama berselang mereka kembali pergi. UEFA telah menetapkan pertandingan akan dilanjutkan pada Kamis (10/12/2020) dinihari WIB di tempat yang sama.

Sementara itu, Sky Sport Italia melaporkan aksi walk out pemain Istanbul Basaksehir ternyata atas perintah presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Jurnalis Sky Sport Italia, Alessandro Alciato menyebut sang presiden telah menelepon klub yang sahamnya dia kuasai itu.

Alessandro Alciato menyebut salah satu pemain Istanbul mendatangi para penggawa PSG dan mengatakan “Erdogan memerintahkan kami untuk tidak kembali ke lapangan”.

Di sisi lain, laga lanjutan yang akan dimulai pukul 17.55 waktu Paris tidak menentukan lagi. Apa pun hasilnya, PSG dipastikan lolos ke 16 besar Liga Champions menemani RB Leipzig, yang dinihari tadi mengalahkan Manchester United 3-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Presiden Turki Kutuk Wasit Rumania yang Bertindak Rasial

gamespool
Presiden Turki Kutuk Wasit Rumania yang Bertindak Rasial 6

Football5star.com, Indonesia – Presiden Turki, Recep Erdogan turut angkat bicara terkait insiden rasial yang terjadi pada laga PSG vs Istanbul Basaksehir di Stadion Parc des Princes, Rabu (9/12/2020).

Dikutip Football5star.com dari Urdupoint, Erdogan mengutuk tindakan rasial yang dilakukan wasit ke-4 asal Rumania, Sebastian Coltescu. Erdogan pun meminta pihak UEFA untuk melakukan investigasi dan memberikan hukuman kepada Coltescu.

Wasit Rasial Laga PSG vs Istanbul Akui Sebut Webo Sebagai Orang Negro

“Saya mengutuk keras pernyataan rasis terhadap Pierre Webo dari tim teknis Basaksehir dan saya yakin UEFA akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ucap Erdogan.

“Kami berdiri tanpa syarat melawan rasisme dan diskriminasi dalam olahraga dan semua bidang kehidupan.” tambah Erdogan.

Insiden rasial ini berawal dari adu mulut antara asisten pelatih Basaksehir, Pierre Webo dengan Coltescu. Wasit asal Rumania itu kemudian meminta wasit utama, Ovidiu Hategan memberikan kartu merah kepada Webo.

Yang menjadi masalah, Coltescu meminta Hategan memberi kartu merah dengan menyebut Webo sebagai negro. Dalam rekaman pertandingan yang beredar, memang terdengar ucapan negro yang diucapkan oleh seseorang. Webo yang tak terima dengan pelecehan rasial tersebut protes keras kepada Hategan.

Hal sama juga dilakukan Demba Ba. Protes striker Istanbul ini kemudian membuat pemain kedua tim memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan. Coltescu sendiri mengakui bahwa dirinya memang mengucapkan panggilan negro kepada Webo.

“Negro artinya hitam, hitam. Kamu tahu? Pemain hitam, pemain hitam. Saya mengatakannya, saya bilang itu,” ujar Coltescu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Timnas Turki Terancam Sanksi UEFA Gara-Gara Selebrasi ala Militer

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Turki terancam sanksi dari UEFA. Hal itu terjadi gara-gara selebrasi yang dilakukan setelah mereka menekuk Albania 1-0, Sabtu (12/10/2019) WIB, dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Juru bicara UEFA memastikan insiden itu akan diinvestigasi.

Setelah menang berkat gol tunggal Cenk Tosun pada injury time, para pemain timnas Turki merayakannya dengan melakukan hormat ala militer. Hal itu diulangi saat mereka berada di ruang ganti Stadion Sukru Saracoglu.

Selebrasi hormat ala militer itu patut diduga merupakan pesan politik. Itu dianggap sebagai dukungan skuat timnas Turki terhadap langkah pemerintah negerinya melakukan serangan kepada Kaum Kurdi yang berada di wilayah Suriah.

Para pemain timnas Turki melakukan hormat ala militer setelah menang atas Albania
thesun.co.uk

“Secara pribadi, saya tak melihat gestur itu, tapi mungkin memang berbau provokasi. Apakah regulasi UEFA melarang pesan-pesan politik dan religi? Ya, dan saya dapat menjamin kami akan menginvestigasi insiden tersebut,” ujar Philip Townsend, Direktur Komunikasi UEFA, seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Sebelum insiden dalam laga timnas Turki vs Albania itu, kasus serupa terjadi pada akhir pekan lalu di Bundesliga 2. Pemain St. Pauli, Cenk Sahin, menunjukkan dukungan terhadap rezim Recep Tayyip Erdogan yang memerangi Kaum Kurdi lewat unggahan di akun Instagram-nya.

Ulah Cenk Sahin menimbulkan kehebohan. Para ultras St. Pauli menuntut klub segera memutus kontrak pemain berumur 25 itu. Sementara itu, pihak manajemen mngutuk keras pesan politik yang disampaikan sang pemain.

Sementara Cenk Sahin belum mendapatkan sanksi nyata dari klubnya, patut dinantikan apakah timnas Turki dan Asosiasi Sepak Bola Turki akan mendapatkan sanksi dari UEFA terkait insiden melawan Albania.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mesut Oezil Gelar Pernikahan Mewah di Turki

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Mesut Oezil resmi menanggalkan status lajangnya. Jumat (7/6/2019), dia mempersunting kekasihnya, Amine Gulse, dalam sebuah acara pernikahan mewah di Hotel Four Seasons, Istanbul, Turki dengan dihadiri 300 tamu undangan.

Sesuai rencana, dalam acara pernikahan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertindak sebagai saksi. Foto-foto sang presiden saat mendampingi Mesut Oezil dan Amine Gulse menghiasi pemberitaaan soal pernikahan mewah tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hadir sebagai saksi nikah Mesut Oezil dengan Amnie Gulse.
fanatik.com.tr

Mesut Oezil dan Amine Gulse mulai menjalin asmara pada 2017. Merasa ada kecocokan, keduanya bertunangan setahun kemudian dan meresmikan hubungan dalam ikatan pernikahan selepas idulfitri 1440 Hijriyah.

Amine Gulse adalah seorang model. Dia merupakan pemenang Miss Turki 2014. Wanita kelahiran Swedia, 26 tahun silam itu, berhasil menaklukkan hati sang playmaker Arsenal yang sebelumnya sempat bergonta-ganti pacar.

Sebelum menikahi Amine Gulse, Mesut Oezil setidaknya pernah menjalin asmara dengan empat wanita. Pertama, Anna Maria Lagerblom. Mantan istri pemain Finlandia, Pekka Lagerblom, itu dipacarinya pada 2009 hingga 2010.

Oezil dan Amine berfoto bersama keluarga dan rekan dekat.
fanatik.com.tr

Lepas dari Anna Maria Lagerblom, pemain didikan FC Schalke 04 itu jatuh ke pelukan model seksi asal Venezuela, Aida Yespica, pada 2012. Namun, hubungan dengan a kekasih Matteo Ferrari tersebut tak berjalan lama.

Setahun kemudian, Mesut Oezil memacari penyanyi Mandy Capristo. Lagi-lagi, hubungan tersebut tak langgeng. Mandy Capristo memutuskan jalinan cinta pada 2014. Dia menuding eks pemain timnas Jerman itu menjalin hubungan dengan wanita lain.

Belakangan diketahui, wanita ketiga di antara keduanya adalah Melanie Rickinger, pacar bek Christian Lell. Selepas putus dari Mandy Capristo, setahun lamanya dia memacari Melanie Rickinger.

Pada 2015, Mesut Oezil dan Mandy Capristo berbaikan. Kali ini, hubungan mereka berjalan lebih lama, yakni hingga 2017. Namun, Tuhan tak menakdirkan mereka menyatu. Pada akhirnya, Amine Gulse yang menjadi istri eks pemain Real Madrid itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mesut Oezil Lagi-Lagi Tunjukkan Kedekatannya dengan Erdogan

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Mesut Oezil sepertinya memiliki hubungan erat dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Minggu (19/5/2019), playmaker Arsenal itu bersama kekasihnya, Amine Gulse, terbukti berbuka puasa di istana sang Presiden.

Mesut Oezil dan Amine Gulse diterima Erdogan di Istana Dolmabahce, Istanbul. Keduanya menjadi tamu istimewa jelang perayaan Hari pemuda dan Olahraga Turki. Menurut laporan Deutsche Welle, ada beberapa atlet lain yang juga diundang sang presiden.

Mesut Oezil dan Amine Gulse saat menghadiri jamuan buka puasa bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
ahvalnews.com

Terlepas dari hal tersebut, kehadiran mantan pemain timnas Jerman itu menunjukkan adanya kedekatan dengan Erdogan. Pada kesempatan buka puasa bersama itu, sang playmaker tampak semringah. Demikian pula dengan sang kekasih yang akan dinikahi pada bulan depan itu.

Tahun lalu, jelang Piala Dunia 2018, Mesut Oezil bersama Ilkay Guendogan menuai protes dari orang-orang Jerman karena berfoto dengan Erdogan dalam sebuah acara di London. Hal itu pun bereskalasi hingga mantan pemain Real Madrid itu menyatakan mundur dari timnas Jerman selepas Piala Dunia.

Menariknya, setelah mengambil putusan itu, pemain yang sekarang berumur 30 tahun tersebut semakin mesra dengan Turki, negara leluhurnya. Dia antara lain tak sungkan memakai kalung dengan lambang bulan-bintang khas Turki.

Lalu, Mesut Oezil pun mengundang Erdogan menghadiri pernikahannya dengan Amine Gulse. Hal itu bahkan sudah dikonfirmasi Kantor Kepresidenan Turki. Tak hanya diundang, sang presiden bahkan kabarnya diminta menjadi saksi nikah dalam proses ijab-kabul nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guendogan Ungkap Alasan Tak Ikuti Oezil

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Menghadapi kasus yang sama, Ilkay Guendogan mengambil langkah berbeda dari Mesut Oezil. Tak seperti rekannya itu, dia tetap siap membela timnas Jerman meski merasakan sakit hati yang sama atas hujatan terkait foto bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Hal itu kembali ditegaskan Guendogan dalam wawancara dengan Funke Media Group, Senin (27/8/2018). Dia justru perlu menunjukkan komitmen itu untuk membungkam para pengkritik dan orang-orang yang meragukan kesungguhan dirinya.

Ilkay Guendogan tetap siap membela timnas Jerman.
wn.de

“Aku masih bangga membela timnas Jerman. Jadi, andai kembali dipanggil, aku tak punya alasan apa pun untuk tidak menerimanya,” ujar dia seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Mengenai perbedaan sikapnya dengan Oezil, Guendogan menunjuk karakter yang memang berbeda. Sejak awal, kata dia, dirinya tak pernah bersembunyi dari persoalan foto dengan Erdogan yang menghebohkan itu.

“Aku melakukan hal berbeda karena aku memang pribadi yang benar-benar berbeda. Aku sejak awal ingin menjelaskan soal itu,” terang pemain berdarah Turki tersebut. “Ideku pula untuk bertemu dan berbicara dengan presiden kami, Frank-Walter Steinmeier.

Soal putusan Oezil tak lagi mau membela timnas Jerman, penggawa Manchester City itu menaruh hormat. Namun, dia juga menyesalkan. Menurut dia, rekannya itu masih dibutuhkan dan pantas mendapatkan perpisahan yang lebih baik.

Adapun mengenai foto dengan Erdogan yang menghebohkan dan membuat mereka berdua tersudut, Guendogan tak lagi terlalu ambil pusing. Dia hanya menyesalkan foto itu digunakan oleh orang-orang secara politis sehingga keluar dari konteksnya.

Timnas Jerman akan menghadapi sang juara dunia, Prancis, dalam laga Nations League pada 6 September mendatang. Namun, sejauh ini, pelatih Joachim Loew belum mengungkap pemain-pemain yang akan direkrutnya. Tak terkecuali soal peluang Guendogan masuk ke timnya nanti.

Aksi Bela Oezil Mulai Menjamur di Jerman

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Mesut Oezil sudah memutuskan pensiun dari timnas Jerman. Tapi dampak dari keputusannya itu masih menyisakan berbagai tanggapan dari banyak pihak. Salah satunya adalah aksi sekelompok fans yang membela dirinya.

Sebelumnya, Oezil mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional melalui surat terbuka. Di dalamnya ia menulis keputusan mundur disebabkan oleh tindakan diskriminasi yang ia terima dari publik Jerman dan asosiasi sepak bolanya (DFB).

Atas dasar ketidakadilan itu pula ratusan orang turun ke jalan di kota Berlin. Menggunakan kaus bertuliskan ‘I am Oezil’para fans memenuhi pusat ibu kota Jerman itu.

Juergen Klopp, Ilkay Guendogan, Mesut Oezil
mirror.co.uk

Tidak hanya dipenuhi masa yang menggunakan jersey timnas Jerman, warga keturunan Turki juga ambil bagian dalam aksi ini. Mereka bahkan membawa bendera Turki sebagai tanda persaudaraan dua negara. Jika kritik terhadap pemain kesayangannya itu tidak mereda, mereka mengaku akan melanjutkan aksihnya di Gelsinkirchen, kota yang dihuni banyak imigran Turki.

Bukan tanpa alasan jika aksi tersebut dibanjiri warga keturunan Turki. Seperti yang diketahui, Oezil mendapat kritik keras sejak bertemu presiden Recep Tayyep Erdogan beberapa waktu lalu.

Pemain Arsenal itu pun mengakui bahwa fotonya bersama sang presiden menjadi salah satu alasannya memilih pensiun dini dari timnas. Apalagi DFB jadi salah satu yang paling keras mengecam pertemuan tersebut.

Di sisi lain, apa yang dialami Oezil ini kembali membuka tabir para pesepak bola keturunan yang ada di Jerman. Sebelum nya, Jerome Boateng, Ilkay Guendogan, serta Gerald Asamoah juga pernah menerima tindakan diskriminatif.

Jadi Bahan Perbincangan, Erdogan Turun Tangan Bela Oezil

Football5star.com, Indonesia – Kasus yang menimpa Mesut Oezil belakangan ini sangat menyita publik dunia. Tidak hanya soal sepak bola, beberapa aspek seperti kemanusiaan dan politik juga terlibat dalam masalah yang berujung dengan pensiunnya sang pemain dari tim nasional Jerman.

Masalah bermula ketika Oezil berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Kontroversi kemudian berkembang ke isu nasionalisme. Hingga puncaknya, pemain Arsenal tersebut dianggap biang keladi kegagalan Die Manschaft di Piala Dunia 2018.

oezil erdogan football5star twitter @akparti
twitter.com/akparti

Merasa bertanggung jawab soal kisruh yang terjadi, Erdogan pun akhirnya buka suara. Dirinya pun turun tangan membela sang pemain yang juga masih memiliki darah Turki dari garis ibu tersebut.

“Pernyataan dan pendirian yang dikeluarkan oleh Oezil merupakan bentuk penghormatan terhadap negara nenek moyang. Apresiasi dari kami bahkan tidak cukup untuk menanggapi apa yang sudah ia lakukan,” kata Erdogan.

“Aku ingin mengucapkan selamat kepadanya. Itu karena isu rasialis yang menimpa dirinya, telah membawanya menjadi salah satu pemain hebat yang pernah ada di dunia. Itu merupakan sesuatu yang luar biasa,” lanjutnya.

Tidak hanya dari sang presiden, Oezil juga mendapatkan dukungan dari beberapa menteri di Turki. Salah satu sumbangsing jebolan akademi Schalke tersebut terhadap timnas Jerman adalah satu trofi Piala Dunia pada 2010 silam.

 

Oezil: Kritik Soal Foto Bareng Erdogan Tak Masuk Akal

Banner Football Live Star Baru-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Mezut Oezil, berkomentar soal kritik yang dilayangkan terhadapnya usai berfoto dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan. Menurutnya, itu bagian dari haknya.

Beberapa waktu lalu, Oezil kedapatan berfoto bersama Erdogan ketika sang presiden berkunjung ke London untuk keperluan kenegaraan. Tak hanya dirinya,ada pemain berdarah Turki lain yakni Ilkay Gundogan yang ikut berfoto.

Juergen Klopp, Ilkay Guendogan, Mesut Oezil
mirror.co.uk

“Seperti yang aku bilang, ibuku selalu berpesan untuk tidak melupakan nenek moyang kami. Aku punya dua hati yakni Jerman dan Turki. Jadi, sama sekali tidak ada hubungannya soal politik,” kata Oezil dikutip Independent.

“Bagiku, itu hanyalah rasa hormat yang ditujukan untuk pemimpin tertinggi bangsa ibuku. Aku hanyalah seorang pemain bola jadi, tidak ada titipan politik yang aku bawa di sini,” lanjut mantan gelandang Real Madrid tersebut.

Kejadian tersebut langsung mendapat respon keras dari DFB selaku badan tertinggi sepak bola Jerman. Isu yang diangkat adalah soal nasionalisme dan pencampuradukkan politik ke dalam ranah olahraga, khususnya sepak bola.

“Meskipun media Jerman menampilkan opini berbeda, hal itu tidak mengurangi rasa hormatku terhadap tempat dimana aku tinggal sekarang. Jadi, apakah Turki atau Jerman, tidak akan merubah sikapku sama sekali,”pungkasnya.

Klopp Bela Guendogan dan Oezil yang Temui Erdogan

Football5star.com, Indonesia – Kontroversi pertemuan dua pemain Jerman, Ilkay Guendogan dan Mesut Oezil, dengan presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan, beberapa waktu lalu membuat pelatih Liverpool, Juergen Klopp ikut berkomentar.

Seperti yang diketahui, Guendogan dan Oezil, yang memiliki darah Turki, sempat pulang ke negara leluhurnya beberapa pekan sebelum Piala Dunia dihelat. Tak lama, beredar foto keduanya dengan Erdogan yang kemudian menimbulkan amarah warga Jerman.

Sementara itu, Klopp mengatakan tidak ada yang salah dengan pertemuan tersebut. Menurutnya, Oezil dan Guendogan berhak pulang ke kampung halamannya. Ia juga meyakini mereka tidak memiliki kepentingan apa pun dalam pertemuan dengan Erdogan.

juergen klopp (twitter @premierleague)
@premierleague

“Jelas sekali kritik kepada mereka tidak beralasan. Banyak orang di negara ini mempertahankan toleransi. Dan yang lain sebaiknya tetap diam dan jangat tanyakan apa-apa lagi pada mereka,” kata Klopp seperti dikutip Football5star.com dari Bild, Kamis (19/7/2018).

“Apa pun ceritanya, tidak ada yang bisa mengambil keuntungan dalam masalah ini. Kami tidak lupa keduanya memiliki darah Turki walaupun mereka lahir dan besar di Jerman. Mereka tidak melakukan apa-apa yang menyebabkan seseorang dirugikan. Jadi hentikan ini semua,” ia menegaskan.

Kebersamaan pemain Manchester City dan Arsenal itu bersama Erdogan disinyalir menjadi penyebab keduanya jarang mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia 2018. Bahkan pelatih Joachim Loew tidak pernah menjadikan Guendogan sebagai starter di Rusia.

Loew Pertanyakan Cemooh Fans pada Guendogan

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Jerman, Joachim Loew, sangat menyayangkan cemoohan fans kepada gelandang andalannya, Ilkay Guendogan. Menurutnya, pendukung Der Panzer tidak berhak mencemooh pemainnya di lapangan.

Guendogan masuk sebagai pemain pengganti saat menghadapi Arab Saudi di Leverkusen, Sabtu (9/6/2018) dinihari WIB. Alih-alih mendapat sambutan meriah, fans justru menyambutnya dengan sangat dingin.

Ia disoraki seisi stadion karena beberapa waktu lalu terlihat mengunjungi Turki dan menyempatkan diri berfoto dengan Presiden negara leluhurnya itu, RecepTayyip Erdogan. Kejadian ini pula yang disinyalir menjadi penyebab amukan pendukung Jerman.

football5star
@FIFAWorldCup

“Gundogan merupakan anggota tim nasional. Cemooh yang mereka lontarkan padanya tidak membantu siapa pun,” kata Loew seperti dilansir Football5star.com dari laman resmi UEFA, Minggu (10/6/2018).

Gelandang Manchester City itu tidak sendiri saat melakukan sesi foto dengan Erdogan. Rekan senegaranya, yang juga berdarah Turki, Mesut Oezil, juga ikut serta dalam acara tersebut.

Banyak yang menduga bahwa kehadiran Guendogan dan Oezil ke Istanbul sebagai bagian kampanye politik Erdogan. Namun, isu tersebut dibantah oleh mereka berdua.

Mereka mengaku bahwa kepulangan ke Turki murni ingin mengunjungi sanak keluarga yang masih menetap di sana. Adapun pertemuan dengan Erdogan terjadi secara tidak sengaja karena mereka bertemu dalam sebuah acara amal.

Ini bukan pertama kalinya Guendogan dan Oezil menginjakkan kakinya di Turki. Sebelumnya mereka kerap pulang ke negara sekuler itu untuk berbagai kepentingan.

Guendogan: Aku Sangat Terpukul!

Football Live Star Football5star.com, Indonesia – Gelandang timnas Jerman, Ilkay Guendogan, mengaku sangat terpukul oleh reaksi orang-orang terkait fotonya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia menilai tekanan publik Jerman sungguh berlebihan.

“Beberapa reaksi yang muncul benar-benar memukulku. Terutama hinaan-hinaan personal. Aku paham bahwa mereka menilai hal yang kulakukan tidaklah bagus,” kata Guendogan, Selasa (5/6/2018), seperti dikutip Football5Star.com dari Bild.

Ilkay Guendogan saat timnas Jerman menghadapi Austria.
foxsports.co.th

Pemain yang kini membela Manchester City tersebut menegaskan, tindakannya hanyalah basa-basi, bukan sebuah pernyataan politik seperti yang ditafsirkan banyak pihak. Bagaimanapun, kata dia, dirinya harus menghormati pemimpin dari negara leluhurnya.

“Karena akar Turki yang ada, kami masih memiliki ikatan kuat dengan Turki. Namun, itu berarti bahwa kami mengatakan Tuan (Frank-Walter) Steinmeier bukan presiden kami dan Nyonya (Angela) Merkel bukan kanselir kami. Itu sama sekali bukan sebuah pernyataan politik!” tandas pemain berumur 27 tahun itu.

Lebih jauh, Guendogan merasa sangat terganggu oleh siulan para fans timnas Jerman saat melawan Austria. Dia berharap hal itu tak terulang saat menghadapi Arab Saudi, Kamis (7/6/2018).

“Aku sudah terbiasa disiuli para fans lawan. Namun, ketika disiuali fans tim sendiri, itu sungguh sulit diterima. Kita lihat saja bagaimana nanti di Leverkusen (saat lawan Arab Saudi),” keluh dia.

Meskipun merasa terpukul dan terganggu oleh reaksi negatif yang timbul dari foto bersama Erdogan itu, Guendogan tak mau menyerang balik. Dia menilai itu bagian dari kebebasan berekspresi yang sangat dijunjung tinggi Jerman. Satu-satunya yang membuat dia tak bisa terima adalah hinaan-hinaan personal yang dialamatkan kepadanya.

Bertemu Erdogan, Oezil dan Guendogan Terancam Tak ke Rusia

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Timnas Jerman mungkin tak diperkuat Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan di Piala Dunia 2018 nanti. Gara-garanya, kedua gelandang tersebut bertemu dan berfoto dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (14/5/2018).

Mengingat pertemuan itu terjadi di tengah upaya Erdogan untuk kembali terpilih pada pemilihan umum yang akan datang, Oezil dan Guendogan dituding telah menjadi “monyet sirkus”. Banyak pihak di Jerman yang mengecam hal itu. Pasalnya, mereka menilai Erdogan sebagai diktator.

Kecaman juga dikeluarkan pihak Deutscher Fussball Bund (DFB). Presiden Reinhard Grindel langsung mengeluarkan pernyataan via akun Twitter-nya.

“DFB tentu saja menghormati situasi istimewa pemain-pemain kami yang berlatar belakang sebagai imigran. Namun, sepak bola dan DFB menjunjung tinggi nilai-nilai yang tak cukup dihormati oleh Tuan Erdogan,” ungkap Grindel seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

Mesut Oezil berfoto dengan Presiden Turki.
Twitter @Akparti

Lebih lanjut, penerus Wolfgang Niersbach tersebut mengatakan, “Sungguh bukan hal yang bagus bagi pemain internasional kami untuk membiarkan diri dieksploitasi untuk pertunjukan kampanye pmilihannya. Ini jelas tidak membantu upaya-upaya integrasi yang dilakukan DFB.”

Manajer timnas Jerman, Oliver Bierhoff, juga mengeluarkan reaksi keras. Dia menegaskan, pihaknya akan memanggil kedua pemain berdarah Turki tersebut untuk memberikan klarifikasi.

“Saya masih tak menyangsikan komitmen Mesut dan Ilkay untuk bermain bagi timnas Jerman dan bagaimana mereka telah menjunjung nilai-nilai kami,” urai mantan striker ulung itu. “Mereka tak sadar arti simbolis dari foto-foto itu. Namun, kami tidak bisa mendukung itu dan akan mendiskusikannya dengan mereka.”

Ilkay Guendogan bersama Presiden Turki.
Twitter @Akparti

Terkait kontroversi yang muncul, Guendogan memberikan penjelasan. Dia mengatakan, dirinya bersama Oezil, Cenk Tosun, dan beberapa atlet lain menghadiri sebuah acara di London yang digelar sebuah yayasan. Acara itu untuk mendukung para pelajar Turki di luar negeri. Di situlah mereka bertemu Erdogan.

“Kami bertemu Presiden Turki di sela-sela acara. Mengingat hubungan yang sulit di antara kedua negara, Kami tak mengunggah apa pun di media sosial. Namun, apakah kami harus berlaku tak sopan kepada presiden negara leluhur kami dan keluarga kami?” beber gelandang Manchester City itu.

Mantan penggawa Borussia Dortmund itu pun menegaskan, mereka tak ingin menyatakan dukungan politik melalui foto-foto yang lantas beredar luas itu. “Sebagai pemain timnas Jerman, kami memegang teguh nilai-nilai yang dijunjung DFB dan sepenuhnya sadar akan tanggung jawab kami. Sepak bola, bukannya politik, adalah hidup kami,” tambah dia.