Riccardo Montolivo Prediksi AC Milan akan Kalahkan Inter Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan nanti Serie A akan memanas dengan dihelatnya laga Derby della Madonnina antara Inter Milan vs AC Milan. Mantan kapten I Milan, Riccardo Montolivo memprediksi mantan timnya lah yang akan memenangkan pertandingan.

Terlepas dari krisis pemain di kubu Inter Milan, Riccardo Montolivo menilai permainan efektif AC Milan akan sangat menentukan pada laga kali ini. Dia juga memprediksi akan ada tiga sosok pembeda di lapangan, yaitu Hakan Calhanoglu, Zlatan Ibrahimovic, dan Gianluigi Donnarumma.

“Saya pikir kunci permainannya ada pada Calhanoglu. Akhirnya dia bermain di tengah dan tidak melebar. Menempatkannya di sayap adalah keputusan sia-sia, dia harus lebih dekat dengan gawang,” ujar Montolivo kepada Gazzetta dello Sport, Selasa (13/10/2020).

Riccardo Montolivo - AC Milan - Gennaro Gattuso - @ACMilan
@acmilan

“Kemudian saya juga harus mengatakan Donnarumma juga. Dia sekarang telah membuat kita hampir bosan karena terus membuat keajaiban. Dia juga akan jadi penentu pada Sabtu nanti,” tegasnya.

Pemain yang sampai saat ini belum menemukan klub baru juga percaya AC Milan akan mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-0. Untuk pencetak gol, ia percaya Calhanoglu dan Ibrahimovic akan melakukannya.

“Saya perkirakan laga nanti akan berakhir 2-0 untuk Milan dan gol berasal dari Calhanoglu dan Ibrahimovic,” imbuh mantan pemain Fiorentina.

Keyakinan Riccardo Montolivo cukup beralasan. Sejak Serie A bergulir lagi setelah pandemi covid-19, mereka belum tersentuh kekalahan. Termasuk tiga kemenangan pada tiga laga awal Serie A musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gagal Temukan Klub Baru, Riccardo Montolivo Putuskan Pensiun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain AC Milan, Riccardo Montolivo, akhirnya memutuskan pensiun. Keputusan ini diambil setelah dirinya belum juga menemukan klub baru musim ini.

Riccardo Montolivo sudah tak memiliki klub lagi sejak Juni lalu. Kontraknya bersama AC Milan diputus setelah ia tersingkir dari skuat I Rossoneri.

Sang gelandang memastikan bahwa ia sudah berhenti menjadi pesepak bola. Selanjutnya, ia akan melanjutkan hidup bersama keluarganya di Milan. Namun, ia belum tahu apakah melanjutkan karier di dunia sepak bola atau tidak.

riccardo montolivo (@OfficialMonto)
@OfficialMonto

“Saya berhenti bermain sekarang. Saya akan melanjutkan hidup di Milan bersama keluarga. Apa yang akan saya lakukan sekarang, saya tidak tahu. Saya sedang memikirkan hal itu,” kata Montolivo seperti dikutip Football5star dari Corriere dello Sport, Rabu (13/11/2019).

“Anda bisa katakan Milan memaksa saya untuk berhenti bermain. Saya bahkan tidak mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar setelah tujuh tahun bermain di sana,” tambahnya.

Apa yang dikatakan pemain berusia 34 tahun memang ada benarnya. Pernah menjabat sebagai kapten I Rossoneri, dirinya justru dicampakkan saat klub dibesut Gennaro Gattuso. Bahkan di musim terakhirnya ia sama sekali tidak diturunkan.

Sepanjang kariernya, pemain jebolan akademi Atalanta itu sudah tampil 348 pertandingan dan mengoleksi 25 gol di Serie A. Sementara bersama timnas Italia, ia mengoleksi 66 caps dan membantu Gli Azzurri tembus ke final Euro 2012.

Salam Perpisahan Penuh Amarah dari Montolivo untuk Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Selesai sudah perjalanan karier Riccardo Montolivo bersama AC Milan. Kontraknya bersama Milan resmi diputus pihak klub dan dipastikan ia akan bermain untuk klub baru musim depan.

Tanda-tanda kepergian Riccardo Montolivo dari San Siro memang sudah terlihat sejak awal musim. Hal tersebut tak lepas dari performanya yang menurun sejak musim lalu. Bahkan musim ini ia tidak sekali pun diturunkan Gennaro Gattuso di Liga Italia.

Akibat perlakuan tidak adil tersebut ia pun menumpahkan amarahnya. Ia mengaku sakit hati ban kapten yang ia emban selama empat musim dicopot dan pada musim ini ia tidak mendapat menit bermain semenit pun.

https://www.instagram.com/p/ByXtOSrjX-p/

“Tujuh musim bersama jersey kebanggaan ini dan empat tahun menjabat sabagai kapten. Kemudian mereka mengambil ban kapten dan saya tidak mengatakan sepatah kata pun. Saya tidak mendapatkan satu menit bermain di lapangan dan tidak mengatakan apa pun,” tulis Montolivo di Instagramnya, Jumat (7/6/2019).

“Saya tidak diberi kesempatan mengucapkan selamat tinggal di stadion saya dan saya tidak mengatakan apa pun. Sepanjang nafas ini saya ingin berteriak terima kasih untuk para fan. Terima kasih dari kapten dan seorang lelaki yang terluka tapi tetap akan menjaga kepalanya agar tetap di atas,” ia melanjutkan.

Kendati kecewa, sang gelandang menegaskan tidak akan melupakan I Rossonerri. “Sekarang luka ini sudah pulih dan saya akan terus mencintai Milan selamanya,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Banyak Pemain Cedera, Gattuso Panggil Montolivo

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, memutuskan untuk membawa Riccardo Montolivo jelang partai lanjutan Serie A melawan Udinese pada Senin (5/11). Ia memutuskan untuk membawa Montolivo karena banyaknya pemain yang saat ini menderita cedera.

Ketatnya persaingan di lini tengah Milan membuat Montolivo belum sekalipun dimainkan Gattuso musim ini. Pemain 33 tahun tersebut terakhir kali dimainkan pada partai melawan Atalanta pada akhir musim 2017-18.

Riccardo Montolivo - AC Milan - Gennaro Gattuso - @ACMilan
@ACMilan

“Riccardo selalu menjadi bagian dari tim ini. Ia selalu mengikuti sesi latihan dan selalu siap dimainkan apabila kami membutuhkannya. Saya memutuskan untuk membawanya ke Udine karena banyak pemain tak dapat dimainkan akibat menderita cedera,” ungkap Gattuso dikutip dari Calciomercato.

“(Lucas) Biglia mengalami masalah pada kakinya dan harus memulihkan kondisinya di rumah hingga hari Senin nanti. (Mattia) Caldara juga mengalami masalah yang sama. (Davide) Calabria dan Jack (Bonaventura) ada di kondisi yang kurang fit dan (Hakan) Calhanoglu butuh isritahat,” sambung pria 40 tahun tersebut.

Satu pemain yang kini sudah sembuh dan mulai berlatih adalah Andrea Conti. Namun, Gattuso tak ingin terburu-buru memainkan pria 24 tahun itu.

“Conti sudah cukup lama tak bermain. Sekitar 14 atau 15 bulan. Saya tak ingin terburu-buru memainkannya. Ia masih harus terus berlatih dan memulihkan kondisinya. Setelah itu, saya akan memainkannya sebagai pemain pengganti di empat atau lima pertandingan sebelum memasangnya selama 90 menit.”

Tak Terpakai Lagi, Milan Segera Putus Kontrak Montolivo

Banner Football Live Star Baru-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Situasi Riccardo Montolivo di AC Milan kian tak menentu. Jarangnya sang pemain mendapat kepercayaan Gennaro Gattuso musim lalu membuat pihak klub menimbang untuk memutus kontrak mantan kaptennya itu.

Kabar ini terbilang mengejutkan karena Montolivo masih menyisakan satu tahun kontrak. Seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, Milan mengisyaratkan untuk mencoret sang gelandang. Isu ini semakin kencang setelah namanya tidak disertakan dalam tur pramusim ke Amerika Serikat.

Akan tetapi, Milan masih berupaya untuk menunggu tawaran yang datang dari klub lain. Ini dilakukan agar mereka tetap mendapat uang hasil penjualan Montolivo.

DNpqR1VXUAASQsl
@acmilan

Apabila tidak ada klub yang menawar pemain 33 tahun itu, I Rossoneri siap memecat sang pemain. Sementara itu, Montolivo diyakini kecewa dengan sikap Milan kepadanya. Hal ini terjadi karena ia baru mendapat kabar tersebut setelah namanya dicoret dari tim.

Situasi semakin runyam karena manajemen dan pelatih tidak memberitahunya secara langsung. Ia justru mengetahui pencoretannya itu dari manajer tim.

Montolivo didatangkan Milan dari Fioentina pada Juni 2012 lalu. Ia langsung menjadi pilihan utama di lini tengah Milan selama beberapa musim. Namun, semua berubah sejak musim lalu ketika klub mendatangkan 11 pemain baru.

Selain itu, masalah cedera juga menghambat kariernya. Montolivo beberapa kali mengalami cedera cukup parah hingga membuatnya absen lama. Besar kemungkinan, ia akan kembali ke Atalanta atau Werder Bremen.

Gol di Masa Injury Time Gagalkan Kemenangan Milan

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – AC Milan gagal meraih poin penuh di kandang Atalanta, Minggu (13/5/2018). I Rossoneri gagal memanfaatkan keunggulan setelah tuan rumah mencetak gol penyeimbang di di masa injury time.

Walau bertindak sebagai tamu, Milan tidak segan-segan bermain menyerang dan mengurung pertahanan Atalanta. Bahkan pada menit kedelapan mereka nyaris unggul ketika Mattia Caldara salah mengantisipasi bola.

Beruntung bola sapuannya melenceng tipis dari gawang Etrit Berisha. Memasuki 20 menit laga, tuan rumah secara perlahan berhasil menguasai permainan. Peluang pertama pun didapat melalui tendangan keras Musa Barrow yang masih bisa ditepis Gianluigi Donnarumma.

Pemain yang tengah naik daun itu lagi-lagi mengancam gawang Milan pada menit 30. Namun, upaya kerasnya dari sisi sayap kembali dimentahkan Donnarumma. Walau memeragakan permainan terbuka, kedua tim gagal mencetak gol pada babak pertama.

Nihil gol di paruh pertama membuat kedua tim mempertahankan tensi pertandingan di 45 menit kedua. Atalanta nyaris membuka skor saat Marten De Roon mendapat dua peluang emas beruntun. Tapi ia gagal mengalahkan Donnarumma yang tampil menawan di bawah mistar.

Football5star
zimbio.com

Selalu mengalami kebuntuan justru membuat tuan rumah kecolongan. Ironisnya hal itu diakibatkan oleh mantan pemainnya, Franck Kessie. Tendangan kerasnya ke gawang bekas klubnya membuka skor pada laga tersebut.

Kedudukan 1-0 untuk Milan nyatanya membuat laga berjalan keras. Wasit pun harus mengeluarkan dua kartu merah untuk dua pemain dari kedua klub. Protes keras yang dilakukan Rafael Toloi membuat sang pengadil tidak berpikir panjang untuk mengusirnya.

Setelah itu, giliran Riccardo Montolivo, yang notabene pemain jebolan akademi Atalanta, yang dikartu merah. Baru dimasukkan pada babak kedua, gelandang senior ini hanya berada selama 20 menit di lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain tuan rumah.

Akan tetapi, kemenangan Milan yang sudah di depan mata buyar setelah Andrea Masiello mencetak gol dengan kepalanya di masa injury time. Tambahan satu angka membuat raihan poin kedua tim masih berjarak satu angka.

Milan saat ini berada di peringkat enam dengan 61 poin. Sedangkan Atalanta berada tepat di bawahnya meraih 60 angka.

Susunan Pemain:

Atalanta (3-4-1-2): 1-Etrit Berisha; 5-Andrea Masiello, 13-Mattia Caldara, 3-Rafael Toloi; 21-Timothy Castagne (Hans Hateboer 80’), 15-Marten De Roon, 11-Remo Freuler, 8-Robin Gosens; 4-Bryan Cristante (Nicolas Haas 70’); 99-Musa Barrow (Josip Ilicic 54’), 10-Papu Gomez
Pelatih: Gian Piero Gasperini

AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma; 20-Ignazio Abate, 19-Leonardo Bonucci, 13-Alessio Romagnoli, 68-Ricardo Rodriguez; 5-Giacomo Bonaventura (Fabio Borini 83’), 21-Lucas Biglia (Riccardo Montolivo 46’), 79-Franck Kessie; 8-Suso (Manuel Locatelli 77’), 7-Nikola Kalinic, 10-Hakan Calhanoglu
Pelatih: Gennaro Gattuso

Montolivo Akui Milan Sedang Alami Masalah

Football5star.com, Indonesia – Setelah pekan ke-20, AC Milan hanya mampu bercokol di peringkat ke-11 klasemen sementara Serie A dengan mengemas 28 poin. Berjarak 12 angka dengan posisi keempat yang ditempati Lazio. Riccardo Montolivo, gelandang I Rossoneri, mengakui ada masalah di dalam tubuh klubnya.

Montolivo menilai Milan saat ini sulit untuk menemukan keseimbangan dan keluar dari kondisi problematis yang sedang dialami. Dalam sepuluh pertandingan terakhir di Serie A, klub besutan Gennaro Gattuso itu hanya mampu menang tiga kali.

DSF1Cf6W4AA juD
twitter (@acmilan)

Sisanya, Milan meraih hasil imbang tiga kali dan sisanya kalah empat kali. Montolivo mengatakan bahwa para pemain harus bekerja keras untuk menemukan hasil terbaik di lapangan.

“Tidak ada yang mengharapkan begitu banyak masalah. Keinginan saya sesuai dengan keinginan Milan. Tujuan kami adalah untuk mengatasi kesulitan tersebut. Dan menemukan konsistensi yang kami lewatkan di tahun 2017,” ujar Montolivo dikutip dari Football Italia, Kamis (11/1/2018).

“Kami telah kehilangan banyak kesempatan di liga, yang di atas akan kuat. Coppa Italia dan Liga Europa merupakan tujuan nyata bagi kami. Akan sangat menyenangkan untuk memenangi dua kejuaraan tersebut,” sambungnya.

“Kami tidak mengharapkan semua hambatan ini. Tapi bila anda belum siap menghadapi kesulitan tertentu, apa yang terjadi pada kami adalah hasilnya.”

Selanjutnya, Milan akan berkunjung ke Stadion Sant’Elia, menghadapi Cagliari pada pekan ke-21 Serie A, Senin (22/1/2018).

 

AC Milan Imbang, Montolivo Mendua

Football5star.com, Indonesia – Gelandang AC Milan, Riccardo Montolivo, mengaku bahagia bisa kembali memperkuat Rossoneri di lapangan. Namun, ia juga kecewa dengan hasil imbang melawan AEK Athens.

Milan bermain imbang 0-0 melawan AEK pada matchday keempat Grup D Liga Europa di Stadion Spyros Louis, Athena, Jumat (3/11/2017) dinihari WIB.

Dari segi penguasaan bola, Milan unggul dengan raihan 58 persen. Namun, Rossoneri hanya melepaskan delapan tembakan yang dua di antaranya tepat sasaran.

AEK sendiri lebih banyak mengancam gawang AC Milan yang dijaga Gianluigi Donnarumma. Tim asuhan Manolo Jimenez itu melepaskan empat peluang emas dari 14 percobaan.

“Aku kurang memiliki kepercayaan diri karena aku tidak bermain dalam beberapa saat, tapi aku cukup senang dengan penampilanku. Aku kecewa dengan hasil seri, kami tidak siap menghadapi tugas di babak pertama. Kami seharusnya melakukan lebih banyak dan kami perlu menunjukkan karakter yang lebih. Kami bermain lebih baik di babak kedua dan kami pantas mencetak gol, tapi kami harus berbuat lebih banyak,” kata Montolivo di situs resmi klub.

DNp58RxWkAEpzGk
Twitter AC Milan

“Kami harus memperbaiki mental tim. Kami memainkan terlalu banyak bola panjang, padahal kami seharusnya memindahkan bola lebih cepat dan dengan lebih percaya diri,” Montella menambahkan.

Meski imbang, Milan tetap memimpin klasemen Grup D Liga Europa dengan raihan delapan poin. Rossoneri unggul dua poin dari AEK yang menduduki peringkat kedua.

Montolivo Tuntut Menit Bermain Lebih Banyak di Milan

Football5Star.com, Indonesia – Jelang laga menghadapi AEK Athena, Jumat (3/11/2017) Riccardo Montolivo menuntut waktu bermain lebih banyak di AC Milan. Hal ini ia ungkapkan setelah dirinya jarang diberi kepercayaan oleh pelatih Vincenzo Montella. Padahal ia adalah kapten tim musim lalu.

Kedatangan 11 pemain baru nyatanya membuat nama Montolivo mulai terpinggirkan di skuat I Rossoneri. Ia pun hanya bermain lima kali musim ini di semua kompetisi. Tentu jumlah ini sangat memprihatinkan untuk pemain berusia 32 tahun itu.

“Jika bermain, saya akan memberikan semuanya. Ini adalah masa yang sulit karena saya tidak bermain di banyak pertandingan. Saya ingin menjadi bagian tim dan membantu Milan, tapi pelatih punya keputusan lain dan harus dihormati,” ujar Montolivo yang dilansir Football Italia, Rabu (1/11/2017).

montella and montolivo
corrieredellosport.it

Mantan pemain Fiorentina ini pun bertekad ingin menunjukkan kualitasnya saat diturunkan. Ia sejauh ini sudah berusaha memberikan yang terbaik saat sesi latihan dan membuktikan keputusan Montella salah.

“Tugas pemain untuk membuktikan dalam latihan bahwa pelatih salah dan meyakinkannya kembali. Yang jelas saya berharap bisa bermain lebih sering. Kalau dia tidak memilih saya, maka Montella punya pertimbangan lain dan saya melakukan sesuatu,” sambungnya.

Milan akan bertandang ke Yunani untuk melawan tuan rumah AEK Athena. Pada pertandingan pertama di San Siro, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Hal ini membuat Montella mau tidak mau harus memenangkan pertandingan.

Immobile Hat-Trick, Lazio Bantai AC Milan

Football5star.com, Indonesia – Lazio menang telak dengan skor 4-1 atas AC Milan dalam laga lanjutan Serie A di Stadion Olimpico pada Minggu (10/9/2017). Ciro Immobile menjadi bintang utama berkat hat-trick yang diciptakannya.

Sejak menit pertama, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Fabio Borini hampir saja mencetak gol pada menit ke-5, tetapi tendangan volinya masih melebar.

Pada menit ke-18, giliran Lazio yang mengacam gawang Milan. Namun, tendangan Immobile masih mampu diamankan oleh kiper Gianluigi Donnarumma.

Petaka bagi Milan lahir pada menit ke-37. Wasit menunjuk titik putih setelah Frank Kessie melanggar Luis Alberto. Immobile yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa Lazio unggul 1-0.

Kala gawang Rosonerri kembali bergetar lima menit berselang. Memaksimalkan operan Senad Lulic, Immobile mencetak gol keduanya. Skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Baru tiga menit babak kedua berjalan, mantan penyerang Borussia Dortmund tersebut melengkapi hat-trick nya. Ia sukses mengelabui Donnarumma, sekaligus memperlebar keunggulan Lazio menjadi 3-0.

Dua menit kemudian, Luis Alberto menambah duka Il Diavolo. Sebuah umpan matang dari Immobile berhasil dimaksimalkan olehnya. Lazio 4, Milan 0.

Milan sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Riccardo Montolivo pada menit ke-56. Tetapi, hingga laga berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Hasil ini membuat Lazio naik ke peringkat ketiga klasemen sementara Serie A dengan total raihan tujuh poin dari tiga pertandingan. Sedangkan, Milan harus rela turun ke posisi keenam dengan enam poin.

SUSUNAN PEMAIN

Lazio (3-5-2): Srakosha; Wallace (Bastos 15′), De Vrij, Radu (Felipe 80′); Basta, Parolo, Lucas, Milinkovic-Savic, Lulic (Lukaku 65′); Alberto, Immobile.

Milan (4-3-3): Donnarumma; Calabria, Musacchio, Bonucci, Rodriguez; Kessie, Biglia, Montolivo; Suso (Bonaventura 73′), Cutrone (Calhanoglu 55′), Borini (Kalinic 55′).

AC Milan: Montolivo Akan Kejutkan Semua Orang

Football5star.com, Indonesia – Agen asal Italia Giovanni Branchini mengaku yakin kliennya yakni gelandang AC Milan Riccardo Montolivo akan mengejutkan semua orang musim depan. Ia percaya karier Montolivo belum habis.

“Montolivo akan sangat berguna bagi Pelatih Vincenzo Montella musim depan,” kata Branchini kepada Gazzetta dello Sport. Montolivo sempat cedera parah musim lalu. Ia cukup lama tak bermain. Pemain 32 tahun itu baru bisa kembali fit dan membela AC Milan di akhir musim.

“Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari sekedar cedera, Montolivo membayar harga mahal untuk kegagalan periode gelap dalam sejarah Milan,” ucap Branchini.

Montolivo gabung Milan pada 2011. Ia telah membela Rossoneri dalam 132 pertandingan dan mencetak tujuh gol. Enam tahun membela Milan, Montolivo baru berhasil menyumbangkan satu gelar yakni Piala Super Italia (2016).

“Montolivo datang setelah kepergian Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva dan seperti pemain lain, kemampuan Montolivo dipertanyakan. Penggemar tidak rasional dalam pemikiran mereka, mereka menginginkan hasil dan hiburan.”

“Bayangkan dari posisi playmaker, dia harus beradaptasi menjadi gelandang bertahan. Tapi, saya yakin dia akan menjadi kejutan yang menyenangkan bagi semua orang musim depan,” ujar Branchini menambahkan.

Musim depan persaingan di lini tengah Milan cukup ketat. Montolivo harus bersaing dengan Franck Kessié, José Sosa, Manuel Locatelli, Andrea Bertolacci dan Hakan Çalhanoğlu.

Liga Italia: AC Milan Tunjukkan Karakter Hebat

Football5star.com, Indonesia – Kapten AC Milan Riccardo Montolivo mengaku bangga dengan permainan timnya saat melawan Atalanta. Di mata Montolivo, imbang adalah hasil yang adil.

AC Milan bermain 1-1 ketika melawat ke markas Atalanta pada pertandingan pekan ke-36 Serie A, di Stadio Atleti Azzurri d’Italia, Bergamo, Minggu (14/5/2017) dinihari WIB. Atalanta unggul lebih dulu melalui gol Andrea Conti pada menit ke-44. Milan baru bisa menyamakan skor melalui Gerard Deulofeu pada menit ke-87.

“Ini adalah poin yang sangat berharga dan perlombaan ke Eropa terbuka lebar. Kami memiliki dua pertandingan sulit di depan dan kami harus memenangkan keduanya. Kekalahan hari ini akan mempersulit rencana kami, tapi kami membawa pulang satu poin dan percaya bahwa kami bisa melakukannya sampai akhir. Ini poin yang sangat penting,” kata Montolivo di situs resmi klub.

“Kami menunjukkan karakter hebat di babak kedua, mungkin di babak pertama kami terlalu dalam dan tidak dapat bermain agresif. Kami kebobolan gol yang sebenarnya bisa dihindari. Di babak kedua, kami bermain lebih tinggi dan menciptakan beberapa peluang. Tapi, kami harus memperbaiki umpan akhir,” Montolivo menambahkan.

Hasil ini membuat AC Milan tetap menempati peringkat keenam dengan 60 poin di klasemen sementara. Mereka terpaut enam angka dari Atalanta di urutan kelima, atau batas akhir zona Liga Europa.

AC Milan: Comeback Gemilang Montolivo

Football5star.com, Indonesia – Kapten AC Milan Riccardo Montolivo mengaku sangat bahagia bisa kembali membela Rossoneri. Dalam laga comeback-nya, Montolivo tampil cukup baik.

AC Milan bermain 1-1 ketika melawat ke markas Atalanta pada pertandingan pekan ke-36 Serie A, di Stadio Atleti Azzurri d’Italia, Bergamo, Minggu (14/5/2017) dinihari WIB. Atalanta unggul lebih dulu melalui gol Andrea Conti pada menit ke-44. Milan baru bisa menyamakan skor melalui Gerard Deulofeu pada menit ke-87.

“Aku benar-benar lelah. Tidak mudah untuk bermain sepanjang pertandingan setelah tujuh bulan absen. Anda tidak terbiasa dengan jarak dan tekanan ini, tapi rekan-rekan sangat membantuku,” kata Montolivo di situs resmi klub.

“Aku mencoba membantu tim dan memimpin rekan-rekan. Di lini tengah, pelatih memintaku memberikan dorongan kepada pemain lain. Kami datang ke sini untuk memenangkan pertandingan, tapi kami membawa pulang poin positif.”

“Ini adalah akhir musim, ini tidak akan mudah. Kami akan menghadapi dua tim yang tidak memiliki target lagi, tapi kami tidak boleh berpikir mereka tidak akan bertarung. Itu akan berarti kalah sebelum memulai pertandingan,” Montolivo menambahkan.

Hasil ini membuat AC Milan tetap menempati peringkat keenam dengan 60 poin di klasemen sementara. Mereka terpaut enam angka dari Atalanta di urutan kelima, atau batas akhir zona Liga Europa.

Liga Italia: AC Milan Yang Begitu Spesial Untuk Riccardo Montolivo

Football5star.com, Milan —  Riccardo Montolivo sudah memperkuat sebanyak tiga klub di sepanjang kariernya sebagai pesepakbola. Dia menyebut AC Milan yang paling spesial.

Montolivo merupakan pemain jebolan akademi Atalanta. Dia memperkuat tim senior La Dea di rentang tahun 2003 sampai 2006.

Setelah itu, Montolivo pindah ke Fiorentina. Bersama La Viola, dia menjalani tujuh musim di Liga Italia. Dia bermain sebanyak 219 pertandingan dengan jumlah sumbangan 17 gol.

Milan menjadi klub Montolivo yang terakhir. Dia sudah memperkuat tim asal kota mode itu dalam empat musim terakhir.

Di musim ini, Milan tampil menjanjikan. Dengan deretan pemain muda, tim besutan Vincenzo Montella itu mampu menyodok di posisi lima klasemen. Mereka mengumpulkan sebanyak 33 poin hasil dari 17 kali bermain.

Soal Milan, Montolivo memberikan pujian. Suasana kekeluargaan di skuat I Diavolo Rosso disebutnya merupakan yang terbaik di antara klub-klub yang dia bela sebelumnya.

“Saya pikir ada atmosfer spesial di sini, di Milan, yang mungkin tidak saya temukan di tim lain yang pernah saya bela,” kata Montolivo di Football Italia.

“Sekalipun saya harus jujur, Atalanya merupakan tim yang mengorbitkan saya dari tim muda. Jadi, mereka mempunyai tempat yang spesial di hati saya.”

“Saya juga merasa bahagia di Florence, baik di dalam atau di luar lapangan. Tapi di Milan, ada atmosfer kekeluargaan yang tak saya temukan di klub lain,” imbuhnya.

Liga Italia: AC Milan Yang Begitu Spesial Untuk Riccardo Montolivo

Football5star.com, Milan —  Riccardo Montolivo sudah memperkuat sebanyak tiga klub di sepanjang kariernya sebagai pesepakbola. Dia menyebut AC Milan yang paling spesial.

Montolivo merupakan pemain jebolan akademi Atalanta. Dia memperkuat tim senior La Dea di rentang tahun 2003 sampai 2006.

Setelah itu, Montolivo pindah ke Fiorentina. Bersama La Viola, dia menjalani tujuh musim di Liga Italia. Dia bermain sebanyak 219 pertandingan dengan jumlah sumbangan 17 gol.

Milan menjadi klub Montolivo yang terakhir. Dia sudah memperkuat tim asal kota mode itu dalam empat musim terakhir.

Di musim ini, Milan tampil menjanjikan. Dengan deretan pemain muda, tim besutan Vincenzo Montella itu mampu menyodok di posisi lima klasemen. Mereka mengumpulkan sebanyak 33 poin hasil dari 17 kali bermain.

Soal Milan, Montolivo memberikan pujian. Suasana kekeluargaan di skuat I Diavolo Rosso disebutnya merupakan yang terbaik di antara klub-klub yang dia bela sebelumnya.

“Saya pikir ada atmosfer spesial di sini, di Milan, yang mungkin tidak saya temukan di tim lain yang pernah saya bela,” kata Montolivo di Football Italia.

“Sekalipun saya harus jujur, Atalanya merupakan tim yang mengorbitkan saya dari tim muda. Jadi, mereka mempunyai tempat yang spesial di hati saya.”

“Saya juga merasa bahagia di Florence, baik di dalam atau di luar lapangan. Tapi di Milan, ada atmosfer kekeluargaan yang tak saya temukan di klub lain,” imbuhnya.

Montolivo: Pemulihanku Lambat, Tapi…

Football5star.com, Indonesia – Kapten AC Milan Riccardo Montolivo mengungkapkan pemulihan cederanya berlangsung lambat. Namun, ia mengaku sangat puas dengan proses yang berjalan.

Montolivo diprediksi akan absen sampai akhir musim nanti, setelah mengalami cedera ligamen pada Oktober lalu. Meski absen dari lapangan, pemain 31 tahun itu mengaku selalu memantau permainan timnya.

“Soal cederaku, ini masih tahap awal. Belum juga dua bulan. Ini baik-baik saja. Aku sangat puas, tetapi ini membutuhkan waktu. Pemulihanku berjalan perlahan-lahan,” kata Montolivo kepada Milan TV.

Milan menang 2-1 atas Crotone di San Siro, akhir pekan lalu. Gianluca Lapadula jadi pahlawan kemenangan Rossoneri lewat golnya di akhir laga.

“Crotone? Kami menderita, itu lebih sulit dari yang diprediksi. Kami tahu mereka akan datang untuk memainkan jenis permainan yang mereka inginkan. Tim bekerja dengan baik dan selalu fokus sampai menit terakhir.”

“Sentuhan Lapadula memberi kami tiga poin. Itu bukan pertandingan terbaik, tapi dengan karakter, kami mencapai kemenangan. Lapadula? Aku melihat dia saat masih berlatih dan aku bisa melihat keinginan dan tekadnya.”

“Aku senang bahwa dia membuktikan kemampuannya saat ini. Tim ini sangat kompetitif,” Montolivo menambahkan.

AC Milan: Montolivo Sesali Kritik Berlebihan di Media Sosial

Football5star, Indonesia – Riccardo Montolivo, belakangan sering mendapat kritik dari netizen seusai mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang memaksanya absen hingga akhir musim ini.

Montolivo dianggap tak mampu tampil baik bersama Milan. Sebagian Milanisti menganggap cedera sang pemain menjadi berkah tersendiri bagi tim.

Sementara, Juventini juga turut mencemooh Montolivo pada laga Italia melawan Jerman beberapa waktu lalu.

“Media sosial memang sangat bebas. Internet adalah dunia tanpa aturan. Itu akan sangat berguna, tapi Anda harus juga memakai akal sehat,” tuturnya kepada La Repubblica.

“Saya respek akan kritik tapi beberapa kali melihat sesuatu yang tak pantas terlihat di media sosial,” tambah dia.

Terlepas dari itu Montolivo mengaku mendapat dukungan yang sangat banyak dari para pelaku olahraga, mulai dari musuh hingga teman-temannya sendiri.

“Saya mendapat pesan positif dari kapten Timnas Rugbi dan Basket Italia, Sergio Parisse serta Luigi Datome,” tuturnya.

“Bahkan Gianluigi Buffon juga memberikan dukungan. Notabene yang merupakan musuh dari Milan. Ini menjadi sebuah kehormatan,” pungkas dia.

Berita Bola: Montella: Fabregas Tak Cocok untuk AC Milan

Football5star.com, Indonesia – Kabar ketertarikan terhadap gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, disikapi dingin oleh Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella. Menurutnya, Milan saat ini tak butuh Fabregas.

Menurut Montella, karakter bermain seperti Fabregas tidak sesuai dengan gaya yang diterapkannya di Milan. Padahal, semula Milan kabarnya sangat bernafsu mengamankan jasa gelandang Spanyol itu pada Januari mendatang.

Pasalnya, mereka baru saja kehilangan gelandang andalan sekaligus sang kapten, Riccardo Montolivo. Montolivo sendiri dikabarkan harus absen sekitar 6 bulan. Praktis, tak ada pemain yang bisa mengatur lini tengah I Rossoneri.

Kebetulan, Fabregas sendiri tengah kesulitan tampil di skuat utama Chelsea. Dia sering terpinggirkan sejak Antonio Conte ambil alih kursi manajerial. Namun ternyata, Montella membantah kabar tersebut. Bahkan, dia bilang tak sama sekali meminati Fabregas.

“Milan tak butuh Fabregas. Kami mencari pemain yang memiliki karakteristik seperti Montolivo, yang bisa mengatur irama tim,” kata Montella dikutip Football Italia.

Menurutnya, Fabregas dipercaya belum bisa mengemban tugas tersebut. Untuk itu, Montella lebih memilih memanfaatkan pemain yang ada.

“Fabregas? Saya pikir dia tak memiliki beberapa atribut yang kami butuhkan,” pungkas dia.

Montolivo: Terima Kasih Atas Ancaman Kematiannya

Kapten AC Milan Riccardo Montolivo ‘berterima kasih’ atas semua ancaman mati yang ia terima. Gelandang Tim Nasional Italia juga itu mengaku bersyukur banyak mendapat dukungan tulus dari fans terkait cederanya.

Montolivo dipastikan absen selama enam bulan ke depan untuk pemulihan cedera lutut kirinya. Ia mengalami cedera saat membela Timnas Italia menghadapi Spanyol. Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, lutut Montolivo mengalami benturan cukup keras.

“Terima kasih yang tulus kepada semua orang yang telah berbagi pikiran untukku. Mulai dari Fans, rekan-rekan, profesional,” kata Montolivo di akun facebooknya.

“Rasanya indah, pada waktu yang berat ini, menerima begitu banyak kasih sayang.”

“Dan juga belaian sayang untuk semua orang yang berharap tibia dan fibula saya patah, pecahnya semua ligamen saya dan kematian untuk saya.”

“Saya berharap hidup ini dapat membuat Anda tumbuh dalam hal pendidikan dan menghormati manusia lain,” Montolivo menambahkan.

Montolivo telah memainkan semua laga bersama Rossoneri musim ini di Serie A. Milan akan menerima kompensasi ganti rugi sejumlah uang dari Timnas Italia terkait cedera Montolivo.

AC Milan: Montolivo Absen 6 Bulan

Kabar buruk mendatangi AC Milan. Kapten Riccardo Montolivo dipastikan absen selama enam bulan ke depan untuk pemulihan cedera lutut kirinya.

Montolivo mengalami cedera saat membela Timnas Italia menghadapi Spanyol. Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, lutut Montolivo mengalami benturan cukup keras.

“Milan mengumumkan bahwa Riccardo Montolivo telah menjalani operasi medis pada Sabtu pagi untuk rekonstruksi lutut kiri anterior ligamennya,” tulis pernyataan resmi klub.

“Dokter bedah Profesor Dokter Herbert Schoenhuber puas dengan hasil operasi. Pemulihan memakan waktu lima sampai enam bulan, kecuali jika timbul komplikasi,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Montolivo telah memainkan semua laga bersama Rossoneri musim ini di Serie A. Milan akan menerima kompensasi ganti rugi sejumlah uang dari Timnas Italia terkait cedera Montolivo.

Berita Bola: Prandelli Minta Valencia Datangkan Kapten AC Milan

Baru saja tivba, pelatih baru Valencia, Cesare Prandelli, sudah membuat pemintaan terkait aktivitas trasfer. Keinginan awalnya adalah memboyong mantan anak didiknya, Riccardo Montolivo.

Prandelli berharap bisa membawa kapten AC Milan itu ke Mestalla pada Januari 2017. Montolivo merupakan pemain kesayangan Prandelli saat berkolaborasi bersama Fiorentina. Mereka kemudian berpisah. Prandelli ditunjuk menjadi timnas Italia, dan Montolivo kemudian bergabung dengan Milan.

Prandelli sendiri sudah merekomendasikan Montolivo kepada Presiden Valencia, Peter Lim. Dia yakin bahwa eks anak didiknya tersebut bakal membuat lini tengah Los Che semakin kuat dan membentuk kolaborasi maut bersama Dani Parejo.

Peluang untuk menggaet Montolivo cukup besar karena situasi sang pemain di San Siro sedang tak nyaman. Dia masih belum bisa diterima fans terkait hasil minor pada musim lalu. Sebagai kapten, Montolivo dianggap pemain yang paling bertanggung jawab.

Valencia sendiri sudah menyiapkan dana sebesar 10 juta euro untuk bisa membawa Montolivo ke Mestalla.

“Salah satu pemain yang saya ajukan untuk direkrut adalah Riccardo (Montolivo). Dia adalah pemain yang memiliki kualitas dalam meningkatkan motivasi bermain. Saya sangat mengenal dia,” sebut Prandelli seperti dilansir situs resmi klub.

Prandelli dikontrak Valencia selama dua tahun. Dia didatangkan untuk menggantikan posisi Pako Ayestaran yang dipecat. Tugas pertama eks pelatih Galatasaray tersebut adalah membangkitkan kembali motivasi bermain Parejo cs lantaran mengalami sejumlah hasil minor.

Berita Bola: Legenda Milan Bela Montolivo

Legenda AC Milan Massimo Ambrosini membela Kapten Rossoneri Riccardo Montolivo. Ia menilai, kritikan kepada Montolivo sudah kelewatan.

Fans Milan di San Siro kerap mencemooh penampilan Montolivo musim ini. Ambrosini pun langsung pasang badan dan membela yuniornya tersebut.

“Ini sangat sulit, tapi Montolivo menunjukkan dia memiliki kepribadian untuk menghadapi kritikan. Menurut pendapat saya, beberapa kritik yang ditujukan kepadanya benar-benar berlebihan,” kata Ambrosini kepada MilanNews.

“Realita dan skuat yang dimiliki Milan tidak membantunya, dan ia dihukum oleh para kritikus untuk hal-hal lain.”

“Sekarang dia sudah tampil dalam dua atau tiga pertandingan di mana tampaknya dia seperti tenang kembali dan kembali ke level permainannya,” Ambrosini menambahkan.

Dari enam pertandingan di Serie A, Milan sendiri sudah meraih tiga kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Rossoneri kini bertengger di peringkat enam klasemen.

Berita Bola: Milan Bungkam Lazio, Montolivo Terima Cemoohan Fans

Gelandang AC Milan Riccardo Montolivo menerima cemoohan fans Rossoneri saat mengalahkan Lazio. Montolivo mengakui ada sejumlah pendukung Milan yang kurang menyukainya.

Milan menang 2-0 atas tamunya Lazio dalam lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di San Siro, Rabu (21/9/2016) dinihari WIB. Dalam laga tersebut, Montolivo yang bermain 90 menit sebagai kapten Milan mendapat cemoohan dari fans Rossoneri.

“Pendukung di San Siro menuntut banyak. Beberapa fans tidak menyukaiku dan aku tidak pernah bisa melakukan hal yang benar di mata mereka. Tidak ada yang bisa aku lakukan tentang hal itu,” kata Montolivo kepada Mediaset Premium.

Terlepas dari cemoohan itu, Montolivo mengaku bahagia dengan kemenangan Milan. Gol Rossoneri dalam laga tersebut dicetak Carlos Bacca dan M’Baye Niang.

“Itu adalah pertandingan yang seimbang. Lazio memiliki kualitas dan di babak kedua kita melihatnya.”

“Kami melakukannya dengan baik. Kami seimbang, praktis dan klinis, dan kami harus terus seperti ini,” Montolivo menambahkan.

Dengan kemenangan tersebut, Milan naik ke peringkat tiga Serie A dengan sembilan poin. Rossoneri tertinggal satu poin dari Napoli di puncak klasemen.

AC Milan: Montolivo: Vincenzo Montella Adalah Pelatih Modern

Gelandang AC Milan, Riccardo Montolivo, memberikan pujian kepada pelatih Vincenzo Montella yang menurutnya dapat membawa klub meraih kesuksesan.

Montella ditunjuk sebagai pelatih Milan untuk menggantikan Sinisa Mihajlovic yang dipecat pada pengujung musim lalu.

Menurut Montolivo, Montella telah membawa perubahan positif kepada permainan Rossoneri. Ia meyakini mereka dapat terus semakin membaik seiring dengan berjalannya waktu.

“Semuanya berjalan dengan baik,” ujar Montolivo seperti yang dikutip oleh Football Italia.

“Sekali pun kami tidak puas dengan hasil pertandingan melawan Napoli, dalam hal performa kami bermain dengan baik. Kami tahu masih ada banyak aspek yang harus kami tingkatkan.”

“Kami semua tersedia untuk pelatih. Ia adalah seorang peramu taktik yang modern. Jadi, akan membutuhkan waktu sebelum kita melihat gaya bermainnya, tetapi kami berada di trek yang tepat.”

“Montella meminta kami untuk fokus terhadap penguasaan bola dan mengontrol pertandingan. Kami tahu apa yang harus kami lakukan ketika bola berada di kaki kami.”

“Dalam beberapa pertandingan awal, kami telah memberikan identitas terhadap permainan kami. Sekarang, target kami adalah untuk bermain konsisten selama 90 menit,” tambah dirinya.

Il Diavolo saat ini berada di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan total raihan tiga poin dari dua pertandingan. Pada Minggu (11/9) mendatang, mereka akan menjamu Udinese di Giuseppe Meazza dalam laga lanjutan Serie A.

Berita Terkini: Montolivo Sambut Kehadiran Montella Di AC Milan

Gelandang AC Milan, Riccardo Montolivo, menjelaskan bahwa mereka merasa senang dengan kehadiran pelatih baru, Vincenzo Montella.

Seperti yang kita ketahui, Milan memecat Sinisa Mihajlovic di pengujung musim 2015-16 karena permainan mereka dianggap tidak atraktif. Sebagai penggantinya, manajemen menunjuk Montella, yang pernah menangani Fiorentina dan Sampdoria.

Milan telah memulai latihan pra-musim bersama Montella. Menurut Montolivo, latihan pra-musim berjalan dengan lancar sejauh ini. Ia menjelaskan bahwa para pemain mampu memahami permintaan sang pelatih anyar.

“Impresi pertama kami terhadap Montella sangat positif. Tim ini terbuka untuk menerima konsepnya terhadap sepak bola. Jelas bahwa latihan pra-musim selalu sulit, tetapi seluruh skuat memberikan respon yang baik terhadap permintaan pelatih,” terang Montolivo seperti yang dikutip oleh Football Italia.

“Ia selalu membuat timnya bermain dengan baik dan mengeluarkan kualitas terbaik dari para pemain. Menurutku, pendekatannya terhadap permainan sangat jelas. Ia ingin kami menguasai lapangan tanpa mementingkan peran individu, menguasai bola, dan membuat lawan mengejar bola,” tambah dirinya.

Pemain berusia 31 tahun tersebut juga mengatakan bahwa Rossoneri siap untuk memberikan penampilan yang berbeda di musim 2016-17 mendatang.

“Tujuannya sekarang adalah untuk menciptakan semangat tim. Menurutku, kami telah memiliki hal tersebut dari musim lalu, tetapi kami tidak cukup konsisten. Kami sempat bermain dengan baik dan para fans menyukainya,” jelasnya.

Berita Bola: Montella Harus Temukan Konsistensi Milan

Pelatih baru AC Milan dinilai mempunyai tugas utaka di musim ini. Dia harus bisa menemukan konsistensi bermain Rossoneri.

Di musim lalu, Milan masih tampil naik turun. Oleh karena itu, mereka hanya mampu finis di posisi ketujuh klasemen akhir.

Ambisi untuk meraih tiket Liga Champions pun gagal total. Sebelum musim berakhir, Sinisa Mihajlovic pun dipecat karena gagal mencapai target yang sudah ditentukan.

Milan lalu menunjuk Montella untuk menjadi pelatih yang baru, Penggawa Milan, Riccardo Montolivo, bilang bahwa satu tugas sudah menanti Montella. Dia disebut wajim menemukan spirit tim agar bisa terus tampil konsisten.

Di musim lalu, Milan acapkali tampil naik turun. Beberapa kali, mereka tersandung saat berhadapan dengan klub yang di atas kertas bisa mereka taklukkan.

Soal Montella, para pemain Milan menangkan kesan yang positif. Hal itu seperti diungkapkan oleh Montolivo.

“Kesan pertama Montella sangat positif. Tim menerima konsepnya tentang sepak bola. Jelas latihan pramusim selalu berat, tapi skuat mampu menjawab permintaan pelatih,” kata Montolivo di Football Italia.

“Montella selalu me,mbuat tim ini bermain bagus dan mendapatkan kualitas terbaik dari para pemainnya. Saya pikir pendekatan pada pertandingan jelas: mengisi ruang terlepas dari peran satu orang individu, penguasaan bola, dan membuat lawan mengejar bola.”

“Misinya sekarang adalah untuk membangun spirit tim. Saya pikir ini merupakan komponen yang telah ada untuk meraih gelar di musim lalu, tapi masih kurang konsisten. Ada beberapa pertandingan yang kami mainkan dengan bagus dan menjadi hari yang luar biasa untuk fans kami,” imbuhnya.

“Kalau Pertandingan Tinju, Milan Pasti Sudah Menang Angka”

AC Milan gagal menjadi juara Coppa Italia setelah kalah melawan Juventus. Kapten Rossoneri, Riccardo Montolivo, menyebutkan bahwa tim Merah Hitam akan menang angka andai laga final melawan Bianconeri adalah pertandingan tinju.

Di pertandingan yang berlangsung di stadion Olimpico, Roma, Minggu (22/5) dini hari WIB, Milan menelan kekalahan 0-1 saat berduel melawan Juve. Gol kemenangan The Old Lady itu dicatatkan oleh Alvaro Morata di menit ke-110.

Selama melakoni pertandingan melawan Juve, Milan dicatat oleh Whoscored mampu menorehkan sebanyak 57 persen penguasaan bola. Mereka juga membukukan sebanyak 20 kali percobaan tapi hanya 3 yang mencapai sasaran.

Atas penampilan Milan itu, Montolivo memang mengakui bahwa tim asal kota mode itu memang kurang efektif saat menyelesaikan peluang. Sisi itulah yang lantas dijadikan bahan evaluasi agar bisa tampil lebih baik lagi di musim depan.

“Ini mengecewakan. Jika ini merupakan pertandingan tinju, kami sudah menang angka,” kata Montolivo seperti dilansir oleh Rai Sports.

“Sialnya, Anda membutuhkan momen final seperti itu untuk menyelesaikan peluang dan kami kalah akan hal itu di hari ini. Juve merupakan tim yang lebih tajam.”

“Sekarang kami harus menggaris bawahi itu dan mengevaluasi ke mana kami harus pergi setelah ini. Saya pikir, tim sudah mengerahkan segala kemampuan,” imbuhnya.

Akibat kekalahan ini, Milan sudah dipastikan tidak akan meraih tiket ke Liga Europa musim depan.

Montolivo: Sekarang Waktu Terbaik Untuk Kembali Raih Gelar!

Gelandang sekaligus kapten AC Milan, Riccardo Montolivo, sangat percaya diri jelang laga final Coppa Italia kontra Juventus, Minggu (22/5) dini hari nanti. Dia yakin, Milan punya kemampuan tersendiri untuk mengalahkan Juventus di partai puncak.

“Ini adalah kesempatan besar karena merupakan laga final bagi kami. Saya percaya pada tim ini meski Juventus lebih difavoritkan. Kami punya kemampuan untuk memberikan mereka masalah,” ujar Montolivo, dilansir Football Italia.

“Saya ingin mengatakan kepada fans kami percaya diri untuk meraih kemenangan. Kami telah sangat terlatih dan siap untuk laga nanti,” ucap pemain berusia 31 tahun itu.

Milan akan melakoni laga sulit menghadapi kampiun Serie A musim ini, Juventus. Terlebih, La Vecchia Signora punya ambisi untuk mengulangi pencapaian mereka musim lalu, yakni menyapu bersih semua gelar di kancah domestik.

Meski begitu, Montolivo menilai timnya siap tampil maksimal untuk mengalahkan Juventus. Pasalnya, Milan berpeluang tampil di Liga Europa musim depan jika mampu meraih predikat juara Coppa Italia.

Pertemuan nanti menjadi yang ketiga bagi Milan dan Juventus. Pada dua pertemuan sebelumnya di Serie A, Juventus berhasil meraih kemenangan 1-0 saat bermain di Juventus Stadium dan menang 2-1 ketika bertandang ke San Siro.

Montolivo: Mihajlovic Turut Andil Dalam Kemenangan Atas Sampdoria

Gelandang AC Milan, Riccardo Montolivo, merasa senang bisa mengalahkan Sampdoria di bawah asuhan pelatih anyar, Cristian Brocchi, dalam lanjutan Serie A di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (17/4). Akan tetapi, Montolivo menilai, kemenangan itu tidak lepas dari peran mantan pelatihnya, Sinisa Mihajlovic.

Brocchi ditunjuk sebagai pelatih Milan, Selasa (12/4). Dia menggantikan Mihajlovic yang akhirnya dipecat meski belum satu musim menangani I Rossoneri.

Kemenangan pun diraih ketika menyambangi markas Sampdoria berkat gol tunggal Carlos Bacca pada menit ke-71. Hasil itu belum mengangkat Milan dari posisi keenam klasemen sementara dengan perbedaan jarak tujuh poin dengan Fiorentina yang menempati lima besar.

Langkah manajemen Milan memecat Mihajlovic disinyalir membuat sejumlah pemain merasa kecewa. Akan tetapi, Montolivo menyambut positif ide-ide baru yang coba diterapkan Brocchi.

“Kami gembira, karena disamping pergantian manajemen, kami membutuhkan kemenangan setelah banyak meraih hasil negatif,” ujar Montolivo, seperti dilansir Mediaset Premium.

“Kami belum lama berlatih dengan Brocchi dan itu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan konsepnya. Dia memiliki ide-ide baru,” sambungnya.

“Ide siapa di balik kemenangan ini? Ada banyak ide dari Brocchi dan Mihajlovic di sana,” kata Montolivo.

“Kami gembira dengan pendekatan kami dalam permainan karena memiliki sikap yang tepat dan pantas mendapatkan kemenangan. Ada lima laga tersisa dan Lazio sangat dekat dengan kami,” imbuhnya.

Montolivo dan Balotelli Siap Tampil Hadapi Juventus

Sempat diisukan tak bisa bermain melawan Juventus, Riccardo Montolivo ternyata sudah kembali berlatih bersama skuat AC Milan. Bahkan, Montolivo diproyeksi akan bisa tampil pada laga yang berlangsung di San Siro pada Sabtu malam (9/4). Tak cuma Montolivo, striker Mario Balotelli pun berpeluang dipercaya menjadi starter.

Montolivo sebelumnya sempat bermasalah dengan cedera otot sehingga banyak pihak yang meragukannya bisa tampil kontra I Bianconeri -julukan Juventus-. Akan tetapi, kapten Milan itu bisa cepat pulih dan menurut Sky Sport Italia, bahkan sudah siap dimainkan guna mencuri poin dari pemuncak klasemen sementara Serie A itu.

Montolivo sendiri sudah siap jika diberi kesempatan tampil. Namun, dia pun sadar semua putusan ada di tangan pelatih Sinisa Mihajlovic. Jika Mihajlovic enggan mengambil risiko, posisi Montolivo bisa saja digantikan gelandang muda Manuel Locatelli.

“Kondisi saya sudah semakin membaik, tapi anda juga harus mengerti bahwa ada risiko yang harus dihadapi. Semua akan dievaluasi hingga jelang pertandingan,” bilang Montolivo kepada Milannews.it.

Mihajlovic pun tak cemas jika akhirnya Montolivo tak memenuhi syarat kebugaran untuk tampil kontra Juventus. Pasalnya, Locatelli memang sudah disiapkan untuk mengisi pos yang kelak ditinggal sang kapten.

“Jika Montolivo tidak bisa bermain, Locatelli yang akan masuk. Jika saya melihat pemain yang bisa memberikan garansi, saya akan memainkannya. Locatelli mungkin tak 100 persen siap, tapi dia punya prospek karier yang hebat di masa depan. Saya berharap Riccardo akan bisa bermain, tapi jika tidak, Locatelli sudah siap,” bilang Mihajlovic.

Sky Sport Italia juga mengklaim, selain Montolivo, Keisuke Honda dan Juraj Kucka juga sudah siap kembali membela Milan. Namun, M’Baye Niang dan Andrea Bertolacci dipastikan absen akibat cedera dan skorsing. Hal serupa dengan Jeremy Menez, yang diberi izin pulang menemui keluarga karena alasan personal.

Dengan absennya Niang dan Menez, Balotelli punya peluang besar untuk mengisi peran sebagai pendamping Carlos Bacca di lini depan. Kabar ini jelas baik untuk Balotelli setelah mendapat tekanan untuk bisa membuktikan kepantasannya bertahan di San Siro.

Skuat Milan menghadapi Juventus:
Donnarumma, Diego Lopez, Livieri; Abate, Alex, Antonelli, Calabria, De Sciglio, Ely, Mexes, Romagnoli, Zapata; Bonaventura, Honda, Jose Mauri, Kucka, Locatelli, Montolivo, Poli; Bacca, Balotelli, Boateng, Luiz Adriano