Kena Serangan Jantung, Begini Kondisi Terkini Robert Alberts

Kena Serangan Jantung, Begini Kondisi Terkini Robert Alberts 4

Football5star.com, Indonesia – Persib Bandung sempat dibuat cemas karena pelatih kepala, Robert Alberts, sempat mengalami serangan jantung pada Selasa (21/7) lalu. Robert pun sempat mendapat perawatan intensif dan diprediksi akan diizinkan pulang pada Jumat (24/7) esok.

Robert sebenarnya sudah mengeluhkan sakit di bagian dada semenjak Senin (20/7) lalu. Dokter tim Persib, Rafi Ghani pun langsung membawa Robert ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

” Hari Senin saya dan coach (Robert) langsung melakukan pemeriksaan karena apa yang dikeluhkan ciri-ciri gejala awal gangguan jantung,” ungkap Rafi seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi Persib.

Robert Alberts - Persib Bandung - Serangan Jantung - persib.co.id 2
persib.co.id

“Setelah pemeriksaan elektrokardiografi atau EKG di dokter spesialis jantung, dan saat itu hasilnya baik. Setelah pemeriksaan itu disarankan untuk pemeriksaan lanjutan. Rencana Selasa (22/7) jam 08.00, untuk pemeriksaan CT Scan jantung karena hari Senin penuh.”

“Namun, jam 04.30 saya dapat kabar coach Robert (kena) serangan jantung dan langsung dibawa ke RS Borromeus,” kara Rafi menambahkan.

Serangan jantung ini membuat Robert Alberts langsung mendapatkan perawatan intensif. Menurut Rafi, pihak RS Borromeus langsung memasang tiga buah balon dan satu ring ke jantung Robert.

“Dipasang tiga balon dan satu ring. Alhamdulillah setelah observasi kemarin hasilnya baik, saat ini sudah jauh membaik dan sudah pindah ke ruangan. Kalau melihat hasil secara umum sampai saat ini, besok juga sudah bisa pulang,” tandas Rafi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jelang Restart Liga 1, Robert Alberts Punya Pesan Penting untuk Pemain Persib

Jelang Restart Liga 1, Robert Alberts Punya Pesan Penting untuk Pemain Persib 8

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib, Robert Alberts jelang restart Liga 1 2020 pada Oktober mendatang meminta para pemainnya untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Hal ini penting agar dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan masih adanya ancaman di tengah pandemi virus corona. Menurut pelatih asal Belanda itu seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, contoh hidup sehat tidak semata ditunjukkan saat berlatih dan bertanding namun juga di kehidupan sehari-hari.

Robert Alberts - PSSI - persib.co. id 2
persib.co.id

“Kita harus mengikuti contoh protokol kesehatan yang seharusnya, seperti selalu menggunakan masker. Kita juga harus memberi contoh kepada orang lain tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya (dalam situasi saat ini),” ucap Robert.

“Sangat penting bagi kita semua untuk mengikuti prosedur kesehatan dan disiplin dalam perilaku. Kita tidak ingin ada yang terinfeksi, dan kita semua harus kembali dikarantina dan berhenti latihan,” tambahnya.

PSSI sebelumnya sudah memutuskan agar Liga 1 2020 bisa restart pada Oktober 2020. Bahkan, organisasi yang diketuai Iwan Bule tersebut sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) PSSI No. SKEP/53/VI/2020tanggal 22 Juni 2020 terkait kelanjutan kompetisi.

“Kita perlu melakukan kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi ‘New Normal’ dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,”

“Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah untuk kepentingan timnas ke depan, agar pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya,” ucap Iwan Bule.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pentingnya Tanggal Pasti Restart Liga 1 2020 Bagi Persib

Pentingnya Tanggal Pasti Restart Liga 1 2020 Bagi Persib 12

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengaku bahwa dirinya dan pemain Maung Bandung sangat menantikan tanggal pasti kapan restart Liga 1 2020 diumumkan oleh pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB). Pihak PSSI sendiri sebelumnya sudah memberi lampu hijau untuk Liga 1 kembali bergulir.

“Sekarang kita menunggu konfirmasi tanggal pasti liga akan dilanjutkan. Kemudian itu akan menjadi perhitungan dalam perencanaan, berapa pekan yang kita miliki sebelum lanjut bertanding,” ucap Robert Alberts seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, Minggu (21/6/2020).

Persib Bandung - Robert Alberts - PSBB - @persib_official 2
instagram.com/persib_official

“Kita juga harus membuat modul latihan yang tentunya berdasarkan prokotol kesehatan, tentang materi latihan seperti apa yang bisa kita lakukan, sekaligus melakukan pencegahan,” tambahnya.

Sementara itu, kapten Persib, Supardi mengatakan bahwa kembali bergulirnya Liga 1 2020 juga harus diimbangi dengan protokol kesehatan yang dipatuhi semua pihak.

“Alhamdulillah kalau benar akan kembali bergulir September ini. Itu yang diharapkan pecinta sepakbola saat ini. Saya berharap liga kembali bergulir, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, tentunya itu terpenting,” kata Supardi, Sabtu 20 Juni 2020.

Bergulirnya kompetisi juga diharapkan akan memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya pelaku dan penikmat sepakbola. Apalagi dalam situasi sulit ini banyak yang membutuhkan hiburan.

“Jadi, bergulirnya kompetisi ini bisa membuat semua pihak bahagia tentunya, apalagi pelaku sepakbola. Semoga kompetisi bergulir lancar tanpa kendala dan pandemi ini semoga cepat berakhir,” ucapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Fabiano Beltrame Rindu Dukungan Bobotoh di Stadion

Fabiano Beltrame Rindu Dukungan Bobotoh di Stadion 15

Football5star.com, Indonesia – Bek Persib Fabiano Beltrame mengaku bahwa dirinya saat ini rindu dengan atmosfer sepak bola, mulai dari dukungan para suporter, sesi latihan hingga keriuhan di ruang ganti pemain.

“Tapi tetap rindu ruang ganti, suasana latihan bersama dan pertandingan walau saat ini nyaman latihan di lapangan,” ucap Fabiano seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, Jumat (29/5/2020).

https://www.instagram.com/p/CAQVkbZHyk7/

Saat ini Fabiano tengah berada di Brasil. Dia memilih pulang dan berkumpul bersama keluarga setelah tim memutuskan tidak ada latihan bersama. Di Brasil, dia dapat berlatih mandiri dengan mudah karena ada lapangan depan rumahnya.

Menurut Fabiano, situasi di Brasil saat ini sudah jauh lebih baik. Beberapa daerah sudah mulai memperbolehkan warganya beraktivitas normal, meskipun, protokol kesehatan tetap dijalankan sebagai kewaspadaan.

“Banyak kota sudah berangsur membaik. Di kota saya hanya 30 kasus, tapi kami tetap berjaga untuk kesehatan,” kata Fabiano.

Di halaman Instagram pribadinya, Fabiano acapkali mem-posting foto diriya saat berlatih dan berkumpul bersama keluarganya di Brasil. Para pendukung Persib, bobotoh pun acapkali memberikan komentar atas postingan tersebut.

“Papa selalu sehat. God Bless,” tulis pemain muda Persib, Julius Josel Omkarsba di postingan terbaru Fabiano.

“Keluarga Harmonis,” tulis bobotoh lainnya. “Kapan balik ke Indonesia lagi,” tambah bobotoh.

Bergulirnya kembali Liga 1 2020 masih tanda tanya besar. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts sendiri mengusulkan kompetisi kembali dilanjutkan. Menurut pelatih asal Belanda itu bakal banyak keuntungan jika liga dilanjutkan.

“Saya pikir ada banyak harapan dari orang-orang yang terlibat di sini, bukan hanya PSSI,” kata Robert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persib Kumpulkan Pemain Jika Situasi Pandemi Sudah Membaik

banner matrix 1
Persib Kumpulkan Pemain Jika Situasi Pandemi Sudah Membaik 19

.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akan mengumpulkan seluruh pemainnya jika situasi pandemi COVID-19 di seluruh dunia, khususnya Indonesia telah membaik.

Rencananya apabila pemain Persib sudah berkumpul, dirinya bersama jajaran manajemen akan mendiskusikan perihal sikap dan kebijakan klub dalam menggelar latihan bersama kembali.

“Saya harap pada 4 Juni nanti situasi bisa lebih baik, lalu aturan bepergian baik lokal maupun internasional dicabut. Kemudian, kami akan duduk bersama dengan manajemen Persib dan berdiskusi tentang sikap dan kebijakan klub dalam menggelar kembali latihan di Bandung,” ujar Robert seperti dilansir dari laman resmi klub.

Robert Rene Alberts - Rene Mihelic - Persib Bandung

Keinginan pelatih asal Belanda itu segera mengumpulkan pemain bukan berarti meremehkan COVID-19. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa kesehatan dan keselamatan semua pihak menjadi yang utama saat menggelar latihan.

Maka dari itu, ketegasan akan kebijakan keselamatan latihan nanti menjadi prioritas utama agar terhindar dari tertularnya virus berbahaya tersebut.

“Pasti akan banyak prosedur yang perlu dilalui. Kami tidak bisa begitu saja memanggil pemain ke sini tanpa memastikan aturannya. Setelah semua siap, termasuk fasilitas latihannya, baru kami panggil pemain untuk datang ke Bandung,” kata dia.

Robert juga tak bisa menjamin anak-anak asuhnya kembali menemukan momentum seperti saat awal bergulirnya Liga 1 apabila PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) melanjutkan kompetisi pada Juli.

Menurutnya, tidak adanya kompetisi berdampak pada seluruh klub. Mereka harus memulai dari awal segala persiapan untuk bermain di level kompetisi..

“Dan jika kami masih ada di level yang sama, jangan lupakan, pemain seperti (Wander) Luiz sempat terpapar virus, bagaimana dia merasakan itu dan bagaimana dia kembali ke bentuk permainannya,” kata dia.

“Jadi menarik untuk dinanti, bagaimana dampak dari pandemi ini ketika kami memulai lagi (kompetisi),” ujarnya menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persib Siapkan 2 Program Latihan di Bulan Ramadan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengatakan bahwa ia telah menyiapkan dua program latihan bagi anak-anak asuhnya yang dikhususkan selama bulan Ramadan.

“Semua pemain Persib tetap akan mendapat program latihan tentang apa saja yang harus dilakukan selama di bulan yang baik ini,” ujar Robert Alberts seperti dilansir di laman resmi klub.

Ia mengatakan ada dua program yang telah disiapkan yakni bagi pemain yang menjalani puasa maupun pemain yang tidak. Kondisi ini ditunjukkan agar kebugaran para pemain Persib tetap terjaga.

Menurutnya, Ramadan tahun ini memang agak berbeda akibat pandemi COVID-19. Sehingga tak ada latihan bersama seperti yang rutin dilakukan, para pemain menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing.

“Tentu saja kami tak lupa, pekan depan Ramadan akan dimulai. Kami sudah menyiapkan dua program, yaitu program latihan bagi pemain yang berpuasa dan mereka yang tidak berpuasa,” kata dia.

Nick Kuipers - Persib Bandung - Belanda - persib.co. id 2
persib.co.id

Robert pun berharap para pemainnya, baik mereka yang muslim atau bukan, untuk tetap berlatih sehingga kebugarannya tetap terjaga dengan baik. Dengan begitu, apabila pemain kembali dikumpulkan mereka dalam kondisi fit.

“Mereka tetap berada di kondisi yang optimal. Tetap di rumah untuk memutus penyebaran virus. Tetap sehat untuk semuanya,” kata dia.

Persib sendiri bertengger di puncak klasemen Liga 1 sebelum adanya pandemi corona covid-19. Dari tiga pertandingan yang dilalui, Maung Bandung mengoleksi sembilan poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Tak Jamin Persib Konsisten

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, tak bisa menjamin bahwa anak-anak asuhnya akan tampil gemilang seperti kondisi awal di tiga pertandingan pembuka Liga 1. Sebab, para penggawa Maung Bandung rehat dalam waktu yang lama.

Dalam tiga pertandingan itu, Persib mampu menyapu bersih laga dan menjadi satu-satunya tim yang meraup poin sempurna. Mereka pun berhak bertengger di puncak klasemen sementara Liga 1 2020.

Namun, karena pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia membuat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru mesti menangguhkan kompetisi. Apabila kondisi berangsur membaik, federasi akan memulai lagi kompetisi pada 1 Juli.

“Sampai saat ini (sebelum kompetisi berhenti) sepertinya kami menggunakan formula yang benar. Saya tidak bisa menjanjikan klub akan sama seperti kemarin,” ujar Robert Alberts seperti dilansir Antara.

Wander Luiz - Persib Bandung - COVID-19 - persib.co. id

Meski tak menjamin Persib bisa melanjutkan tren gemilang, sebagai pelatih ia akan berupaya maksimal mengembalikan kondisi tim pada level yang sama seperti sebelumnya.

“Tapi apa yang bisa saya janjikan di saat tahu kapan liga bergulir, kami akan lakukan sebisa mungkin untuk menjadi seperti di level yang sama,” kata dia.

“Jika liganya sudah mulai (lagi), kita bisa melihat seberapa bagus kami,” ujarnya menambahkan.

Saat ini Persib sedang diliburkan dan akan kembali dikumpulkan setelah ada kejelasan dari operator liga. Di samping itu, salah satu pemain mereka yakni Wander Luiz tengah berjuang melawan COVID-19 setelah mengonfirmasi positif tertular.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Persib Kangen Bobotoh dan Atmosfer Stadion

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengaku sangat merindukan suasana stadion saat timnya tengah berlaga, terutama sorak-sorai serta nyanyian pendukung yang membakar semangat.

“Pertandingan itulah yang kami rindukan, karena inilah sepak bola. Ini hidup kami, dan tentunya interaksi dengan suporter di stadion. Suporter pun merindukan hadir di stadion,” ujar Robert seperti dilansir Antara.

Robert Alberts - Arema - Persib - persib.co. id 2
persib.co.id

Namun, gemuruh stadion yang dirindukan itu mesti ditanam dalam-dalam, kala PSSI dan PT LIB harus menghentikan kompetisi akibat pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia.

Robert memahami betul keputusan yang diambil federasi bahwa penangguhan kompetisi ini untuk kebaikan bersama. Ia pun meminta para pendukung Persib untuk mengikuti semua arahan guna memutus rantai penularan.

“Hanya masa depan yang bisa menjawab bagaimana kita bisa kembali melakukan hal itu lagi. Ini masa sulit tidak hanya bagi Persib, Asia Tenggara, tapi juga mendunia,” ujarnya.

“Penting buat kita untuk tetap mengikuti anjuran tetap di rumah, beli makanan, alat keperluan rumah atau antiseptik secukupnya,” kata dia menambahkan.

Jika kompetisi berjalan normal, Persib harusnya tampil di kandang Persita Tangerang pada, 5 April 2020. Pertandingan itu merupakan laga keempat Persib pada kompetisi Liga 1 2020.

Terakhir, Maung Bandung tampil yakni menjamu PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, 15 Maret 2020 lalu, dan membuat mereka menyapu bersih tiga laga awal.

“Biasanya ada pertandingan di setiap akhir pekan, bukan hanya di Indonesia, tapi secara global. Semakin hari anda menyadari pertandingan tidak akan datang dalam waktu dekat,” kata dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

3 Penalti di Laga Arema FC vs Persib Jadi Sorotan Robert Alberts

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung sukses mendulang poin penuh saat mereka bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (8/3/2020). Maung Bandung menang dengan skor 2-1 atas Singo Edan.

Dalam pertandingan tersebut, terjadi 3 penalti yang diberikan oleh wasit Aprisman Aranda yang memimpin pertandingan. Dua penalti dihadiahkan kepada Persib, sementara satu untuk Arema FC.

Dari tiga penalti tersebut, hanya dua yang berhasil menjadi gol. Adalah penalti dari Elias Aldarete dari Arema FC yang berhasil menjadi gol pada menit ke-45+3, serta Wander Luiz dari Persib pada menit ke-77. Sementara itu, satu penalti lainnya dari Persib yang dieksekusi oleh Geoffrey Castillion gagal menjadi gol.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Albers pun mengomentari terkait laga ini yang diwarnai 3 kali penalti. Menurutnya, semua penalti yang terjadi masih dalam hal yang wajar dan dalam kendali wasit.

“Laga yang jarang terjadi karena ada tiga penalti dan tidak ada keraguan terhadap penalti tersebut jadi saya pikir pertandingan masih berada di bawah kendali wasit,” ujar Robert usai pertandingan, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Republikbobotoh.

Robert pun mengapresiasi wasit Aprisman Aranda yang menurutnya memimpin pertandingan dengan baik. Wasit pun dinilainya mampu mengambil keputusan tegas dalam setiap insiden yang terjadi di lapangan.

“Seperti yang saya katakan di awal, wasit bisa mengendalikan pertandingan dan dia memberikan tiga penalti di pertandingan. Saya rasa itu bagus karena wasit tidak ragu-ragu memberikan penalti, dia bisa menguasai pertandingan. Itu baru fair play,” kata Robert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Merasa Takut, Persib Justru Senang dengan Teror dari Suporter Arema

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga penuh gengsi akan dilakoni oleh Persib Bandung kala mereka bertandang ke markas Arema FC pada Minggu (8/3/2020) mendatang. Pertemuan tersebut diprediksi akan berlangsung panas mengingat rivalitas dari kedua tim.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts pun mengomentari terkait potensi timnya mendapatkan teror dari suporter tuan rumah. Namun, Robert justru menanggapi santai potensi teror tersebut.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, teror yang dilakukan oleh para suporter tuan rumah merupakan bagian dari sebuah pertandingan. Robert justru menyebut teror dari suporter tuan rumah bukanlah sebuah tekanan.

“Itu hanya bagian dari permainan, hanya atmosfer yang bagus di stadion dan itu bukan tekanan,” ungkap Robert, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Republikbobotoh.

Bahkan, pelatih yang juga pernah menangani Arema tersebut mengatakan para pesepakbola justru senang dengan atmosfer pertandingan yang panas. Hal itu bisa berdampak positif kepada mental dari para pemain.

“Pesepakbola senang bermain di atmosfer seperti itu. Jadi itu positif,” tutur Robert.

Persib sendiri tengah dalam tren positif setelah pada laga pembuka di Liga 1 2020 lalu mereka berhasil mengandaskan perlawanan Persela Lamongan. Pada laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, 1 Maret lalu, Maung Bandung sukses menang dengan skor telak 3-0.

Sementara itu, Singo Edan di bawah asuhan pelatih Mario Gomez juga mendapatkan hal positif pada laga pembuka lalu. Bertandang ke markas Tira Persikabo, Arema FC menang dengan skor 2-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Bocorkan Rencana Launching Persib

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengatakan bahwa timnya akan segera melangsungkan launching skuat jelang bergulirnya Liga 1. Menurut Robert, acara launching Maung Bandung akan digelar pada tanggal 25 Februari mendatang.

Tak hanya membocorkan soal rencana launching tim, Robert juga membocorkan wacana untuk menggelar pertemuan dengan manajemen Maung Bandung. Menurutnya, rapat internal tersebut akan digelar pada tanggal 26 Februari nanti.

“Kami akan melakukan pertemuan tim pada tanggal 26. Karena kami sudah tahu kapan liga akan dimulai dan akan resmi diumumkan pada tanggal 25,” kata Robert Alberts seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Republik Bobotoh.

Robert Alberts - Persib Bandung - Launching - @persib_official
instagram.com/persib_official

“Dan tim kami juga akan dilaunching pada tanggal 25, jadi tanggal 26, kami, pemain dan official akan bertemu untuk membicarakan apa target yang akan dituju,” kata Robert menambahkan.

Persib sendiri nampaknya sudah takkan mendaratkan pemain anyar di bursa transfer kali ini. Kini, Maung Bandung sedang fokus mempersiapkan fisik para pemain lewat berbagai partai uji coba.

Pada Kamis (20/2) sore tadi, Maung Bandung kembali melakoni lawan uji coba. Kali ini, Esteban Vizcarra cs memutuskan untuk menjajal kemampuannya melawan tim Liga 2, PSCS Cilacap. Namun, Persib harus menelan pil pahit setelah takluk dengan skor 1-3.

Selepas partai melawan PSCS, Persib akan kembali kembali ke Bandung dan menjajak kekuatan Persikabo 1973. Rencananya, laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Jumat (21/2) esok.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persib Tak Memiliki Banyak Uang untuk Datangkan Pemain?

Banner E-Magazine Januari 2020

Football5Star.com, Indonesia – Geliat Persib Bandung di bursa transfer jelang kompetisi 2020 mendatang boleh dibilang tak terlalu agresif. Baru ada beberapa pemain yang datang ke skuat Maung Bandung saat ini.

Sejauh ini, Persib total baru mendatangkan sebanyak 3 pemain. Mereka diantaranya adalah Beni Oktovianto, Victor Igbonefo dan juga Teja Paku Alam.

Tak terlalu agresifnya Persib di bursa transfer ini pun memunculkan pertanyaa. Maung Bandung yang biasanya selalu aktif dan banyak mendatangkan pemain kini justru berbanding terbalik. Lantas, apa penyebabnya?

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts menyebut pihak manajemen memang memiliki batasan anggaran untuk mendatangkan pemain. Padahal, banyak pemain bagus yang ingin didatangkan namun tak cocok dari segi harga.

Meskipun begitu, Robert Alberts tetap berusaha mencari pemain yang memang bisa memberi kontribusi terbaik bagi skuatnya di musim depan.

“Kami juga mencari pemain yang bisa memberi kontribusi terbaik bagi tim dengan harga yang bisa kami jangkau dan itu bukan dalam kendali saya tapi manajemen,” ujar Robert, Rabu (22/1/2020) seperti dikutip Football5Star.com dari laman Republikbobotoh.

“Kami mencari pemain yang tersedia dan harus masuk dalam anggaran tersebut. Itu logis dan normal, dan kami selalu berdiskusi dengan pihak manajemen soal setiap kemungkinan. Itu kenyataannya,” 

Baru-baru ini, Persib memang banyak dikaitkan dengan beberapa nama beken. Diantaranya adalah Bruno Matos, Ilija Spasojevic dan juga Irfan Bachdim. Akan tetapi, hingga kini mereka tak kunjung juga resmi merapat ke skuat Maung Bandung.

Lebih lagi, Robert Alberts juga harus segera bergerak cepat untuk mencari pengganti Ezechiel N’Douassel yang merapat ke Bhayangkara FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diajukan Agen ke Persib, Beni Oktovianto Pernah Dipantau Robert Alberts

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Calon pemain anyar Persib Bandung, Beni Oktavianto tinggal selangkah lagi untuk resmi bergabung. Beni hanya tinggal menunggu hasil tes medis yang telah ia lakukan beberapa waktu lalu.

Beni Oktavianto merupakan pemain kelahiran 23 Oktober 1998. Dari segi usia, tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi Persib memiliki penyerang lokal berusia muda.

Namun, kualitas dari Beni sebagai penyerang masih menjadi perdebatan. Kiprahnya yang selama ini hanya malang melintang di tim Liga 2 seperti Persik Kediri dan Persiba Balikpapan pun menjadi alasan. Meski demikian, Beni mengaku optimistis untuk diterima di Persib.

Diajukan Agen ke Persib, Beni Oktovianto Pernah Dipantau Robert Alberts
Tribun Kaltim

“Saya belum teken kontrak karena masih menunggu hasil tes medis. Tapi, saya optimistis diterima di Persib,” ujar Beni, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Bola.com.

Menurut Beni, tak perlu ada rasa takut untuk bersaing meski Persib memiliki skuat mentereng yang diisi nama-nama bintang. Beni tak khawatir lantaran pelaith pasti berlaku adil untuk melihat kemampuan semua pemain.

“Ya, saya siap bersaing. Pelatih pasti melihat kemampuan semua pemain. Tidak membedakan pemainnya. Jadi saya tidak boleh takut menghadapi ketatnya persaingan di dalam tim,” ungkap Beni.

Karir Beni ternyata pernah menjadi pantauan dari pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Beni mengaku pernah bertemu dengan Robert saat ajang trofeo Battle of Borneo yang digelar pada 2018 lalu. Saat itu, Beni masih bersama Persiba Balikpapan, sedangkan Robert melatih PSM Makassar.

“Saat itu Robert datang bersama PSM ikut tampil di trofeo Battle of Borneo,” ucap Beni.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Dipastikan Takkan Berseragam Persib Bandung

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memastikan kalau Makan Konate takkan menjadi bagian dari timnya di musim 2020 mendatang. Menurut Robert, Konate sudah sepakat membela klub lain.

Dalam beberapa pekan terakhir, Konate memang dirumorkan akan kembali membela panji Persib. Hal ini tentu tak lepas dari tak diberikannya perpanjangan kontrak kepada Konate dari manajemen Arema FC.

Kontrak dari Konate sendiri sudah habis pada bulan Desember lalu. Ia pun sempat meminta kenaikan gaji dari manajemen Singo Edan. Manajemen Arema pun enggan memenuhi permintaan Konate dan siap melepasnya.

Makan Konate - Persib Bandung - Robert Alberts - @aremafcofficial 2
instagram.com/aremafcofficial

“Banyak spekulasi yang beredar di internet terkait kedatangan pemain, pemain yang tidak bergabung, saya sendiri sudah berbicara secara personal dengan Konate, salah satu pemain favorit saya,” ungkap Robert Alberts lewat unggahannya di Instagram.

“Saya juga baru saja menyampaikan kepadanya di awal musim ini. Saya menanyakan ketertarikannya untuk bergabung dan saya lakukan itu beberapa kali. Tapi dia sudah sepakat dengan klub lain. Itu diluar kendali saya,” sambung Robert menambahkan.

Persib bukanlah klub yang asing untuk Makan Konate. Pemain asal Mali itu sempat membela Maung Bandung di tahun 2014 lalu. Ketika itu, Konate berhasil membawa Persib merengkuh gelar juara Liga Super Indonesia.

Selepas Persib, Konate juga sempat bermain untuk Sriwijaya FC dan terakhir Arema FC. Musim lalu, Konate berhasil tampil apik bersama Arema dengan catatan 16 gol dan 11 assist dari total 33 penampilannya di Liga 1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Buka Suara Terkait Sindiran Hariono

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku tak terlalu mempermasalahkan sindiran dari Hariono selepas partai melawan PSM Makassar sore tadi. Menurutnya, Hariono melontarkan sindiran karena sedang berada dalam kondisi emosional.

Partai melawan PSM memang menjadi laga terakhir Hariono bersama Persib. Pria 34 tahun itu pun sempat menyindir Robert di pidato yang ia lontarkan seusai pertandingan. Menurutnya, Robert adalah sosok yang tidak menginginkannya di Persib.

“Hariono sedang emosional ketika berbicara di depan umum dan itu tidak apa-apa, apapun bisa diekspresikan,” ujar Robert Alberts di sesi jumpa pers selepas laga.

Robert Alberts - Hariono - Persib Bandung - persib.co. id
persib.co.id

Menurut Robert, setiap klub memang mau tak mau harus melepas sosok yang menjadi pemain legendaris mereka. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah bagian dari dunia sepak bola yang tak dapat dihindari.

“Sama seperti di Chelsea ketika (John) Terry dan (Frank) Lampard harus bermain di klub lain setelah lama bermain di klub itu,” kata Robert.

“Itu normal tapi kami harus meregenerasi tim. Kontraknya usai dan ketika dia tidak dapat perpanjangan kontrak, itu hal biasa di sepakbola profesional. Pemain lain masih punya ikatan kontrak, jadi itu kasus yang berbeda,” tandas pria asal Belanda itu.

Dalam laga melawan PSM sore tadi, Hariono berhasil tampil gemilang. Pria 34 tahun itu sukses mencetak satu gol dan satu assist yang membawa Persib meraih kemenangan telak dengan skor 5-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Bocorkan Pemain Bidikan Persib Musim Depan

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Meski Liga 1 2019 belum usai, sejumlah pemain nampaknya telah menjadi bidikan Persib Bandung untuk melakoni musim mendatang.

Para pemain anyar tersebut diproyeksikan sebagai “penambal” lubang yang selama ini menjadi kekurangan Persib di kompetisi musim 2019. Tentunya, para pemain baru ini didatangkan sebagai pengganti dari para pemain sebelumnya yang gagal mencapai target juara yang dicanangkan di awal musim lalu.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts menyebut pihaknya telah mengontak beberapa pemain untuk bergabung. Robert bahkan berkata para pemain anyar tersebut akan datang pada awal Januari 2020 mendatang.

“Kami melihat pemain untuk penguatan tim jadi beberapa pemain baru akan bergabung bersama kami pada tanggal 9 Januari,” ujar Robert Alberts, Jum’at (20/12/2019) seperti dikutip Football5Star.com dari laman Simamaung.

Total, Robert membocorkan bahwa mereka tengah memantau sebanyak lima pemain baru. Lima pemain tersebut terinci dari empat pemain lokal dan juga satu pemain asing. Namun, Robert masih enggan memebeberkan secara rinci nama-nama dari para pemain tersebut.

“Untuk saat ini kami memantau empat pemain baru dan kami juga mencari pemain asing baru, karena Kevin akan pergi, jadi kami harus mengisi tempatnya yang kosong. Jadi total akan ada lima pemain yang kami cari dan mereka tentu akan kami uji,” ujarnya.

Pria asal Belanda itu pun meminta agar semua pihak menunggu para pemain anyar datang pada Januari mendatang. Untuk saat ini, Persib masih memikirkan untuk mengakhiri musim 2019 yang tinggal tersisa satu pertandingan lagi.

“Tunggu saja, mereka akan datang Januari nanti ketika pemain berkumpul lagi. Yang pertama ialah merampungkan dulu musim ini dan kami baru melihat musim depan. Pemain juga mayoritas masih terikat kontrak jadi tidak harus terlalu dipikirkan,” katanya.

Persib Bandung sendiri akan menghadapi PSM Makassar pada laga terakhir di Liga 1 2019. Pertandingan itu akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada Minggu besok (22/12/2019).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persib Depak Hariono, Dua Pemain Ini Akan Jadi Pengganti

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kontrak dari Hariono dipastikan tak akan diperpanjang oleh manajemen Persib Bandung. Kompetisi Liga 1 2019 pun menjadi musim terakhir bagi Hariono untuk membela panji Maung Bandung.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts membeberkan beberapa hal mengapa pihaknya enggan untuk menyertakan nama Hariono untuk musim depan. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah regenerasi dari tim.

Robert menyebutkan, usia Hariono yang telah menginjak 35 tahun pada musim mendatang disebut tak akan lagi efektif bagi permainan Maung Bandung. Lebih lagi, ada beberapa pemain muda yang harus diberikan jam terbang untuk mengembangkan permainannya.

Persib Depak Hariono, Dua Pemain Ini Akan Jadi Pengganti
Liga-indonesia.id

Pelatih asal Belanda itu pun mencontohkan dua pemain muda yang berada di skuat Persib. Mereka adalah Gian Zola Nasrulloh daan Beckham Putra Nugraha. Keduanya disebut harus memiliki jam terbang lebih untuk bisa dalam level permainan terbaik mereka. Menilik ke belakang, keduanya memang terbilang minim waktu bermain selama berada di Persib.

“Hariono usianya sudah 36 tahun musim depan (35 Tahun musim depan, 2 Oktober 1985, Red.) dan kontraknya akan selesai. Lalu masih ada pemain yang akan datang, juga ada Zola dan Beckham. Ini waktunya tim untuk regenerasi, talenta baru harus dimunculkan, semua pemain harus berkontribusi,” ujar Robert Alberts pada Jum’at (20/12/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari laman Republikbobotoh.

Robert pun berkata bahwa hal yang terjadi sekarang ini merupakan hal yang lumrah. Tim-tim lain pun disebutnya sering melakukan hal serupa demi proses regenerasi dari skuatnya.

“Ini terjadi di setiap klub dan ini normal. Kami juga harus memaksimalkan pemain muda untuk muncul ke permukaan karena mereka tidak banyak mendapat menit bermain tahun ini,” ujarnya.

Keputusan untuk Persib yang tak akan memperpanjang kontrak dari Hariono tentunya menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, sang pemain merupakan pribadi yang sangat loyal selama ia membela panji Maung Bandung. Kesetiaan Hariono bersama Persib pun berakhir tak manis lantaran keputusan dari tim pelatih dan manajemen klub.

Pemain yang karib disapa Mas Har tersebut telah membela Persib sejak tahun 2008 lalu. Kala itu, ia merupakan salah satu “gerbong” yang dibawa oleh pelatih Jaya Hartono yang sebelumnya membesut Deltras Sidoarjo. Hariono datang bersama pemain-pemain tenar seperti Airlangga Sucipto, Waluyo dan pemain asing Hilton Moreira.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Alasan Besar Persib Enggan Memperpanjang Kontrak Hariono

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung secara mengejutkan dengan memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak dari salah seorang pemain mereka, Hariono.

Keputusan untuk Persib yang tak akan memperpanjang kontrak dari Hariono tentunya menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, sang pemain merupakan pribadi yang sangat loyal selama ia membela panji Maung Bandung.

Pemain yang karib disapa Mas Har tersebut telah membela Persib sejak tahun 2008 lalu. Kala itu, ia merupakan salah satu “gerbong” yang dibawa oleh pelatih Jaya Hartono yang sebelumnya membesut Deltras Sidoarjo. Hariono datang bersama pemain-pemain tenar seperti Airlangga Sucipto, Waluyo dan pemain asing Hilton Moreira.

Kontrak Hariono pun dipastikan akan habis pada akhir musim kompetisi Liga 1 2019 ini. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts pun membeberkan alasan besar mengapa pihaknya tak akan menyodorkan kontrak baru kepada pemain yang identik dengan nomor punggung 24 itu.

Robert berkata, Persib saat ini membutuhkan regenerasi skuat dan akan memunculkan talenta-talenta baru dari para pemain muda lainnya. Mas Har yang telah genap berusia 34 tahun itu pun disebut tak lagi cocok masuk dalam rangka skuatnya di musim depan.

“Hariono bisa berkontribusi di klub lain. Dia memiliki pribadi yang baik dan juga merupakan pemain yang bagus. Tetapi kami ingin memunculkan talenta baru,” ujar Robert pada Jum’at (20/12/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari laman Republikbobotoh.

Tim pelatih dan manajemen Persib pun telah melakukan diskusi pada Jum’at (20/12/2019) siang. Salah satu hasilnya adalah pembicaraan mengenai kontrak dari Hariono yang telah diputuskan untuk tak diperpanjang.

“Kami sudah melakukan diskusi, Hariono tidak akan mendapat perpanjangan kontrak. Bukan kami (tim pelatih) yang memutus kontraknya,” papar Robert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts: Gol Tak Terduga dari Ghozali Bikin Kami Menang

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Ghozali Siregar menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol pada saat Persib Bandung bertandang ke markas Borneo FC, Rabu (11/12/2019).

Gol dari Ghozali tersebut pun membuat Persib menang dengan skor tipis 1-0 atas Borneo FC. Usai pertandingan, Pelatih Persib, Robert Rene Alberts pun mengapresiasi perjuangan para pemainnya.

Robert mengapresiasi para pemainnya lantaran menang di kandang Borneo FC merupakan suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Terbukti, selama laga berjalan, Maung Bandung mendapat gempuran habis-habisan dari Pesut Etam.

“Saya mengucapkan selamat untuk pemain dan tim karena target kami di setiap pertandingan adalah tiga poin dan kami bertandang ke markas Borneo. Kami tahu ini laga yang sulit karena mereka tim yang kuat di Indonesia,” ujar Robert Alberts pada sesi konferensi pers usai pertaandingan.

“Kami sejak awal sudah menduga akan ada banyak gempurang serangan dari Borneo karena mereka punya pemain dengan kemampuan individual yang bagus,” paparnya.

Meski demikian, pria asal Belanda tersebut cukup menyayangkan beberapa peluang emas Persib di babak pertama. Menurutnya, seharusnya ada gol lagi yang tercipta sehingga membuat Maung Bandung tenang bermain di babak kedua. Namun, gol “beruntung” dari Ghozali Siregar cukup membuat Persib puas membawa poin penuh di laga ini.

“Kami sebenarnya punya beberapa peluang di babak pertama tapi melewatkan banyak kans untuk mencetak gol,” kata Robert.

“Kami juga sedikit mendapat keuntungan lewat gol yang tidak terduga. Tapi memang sangat bagus Ghozali dalam memanfaatkan kesempatan itu dan itu gol yang penting,” ujarnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Berang Lantaran Persib Disebut Inkonsisten

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts cukup berang ketika timnya dinilai tampil inkonsisten. Hal tersebut ia ungkapkan pada sesi pre-match konferensi pers di Samarinda, Selasa (10/12/2019).

Persib sendiri akan menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda pada esok hari (11/12/2019). Pada sesi pre-match konferensi pers tersebut, Robert mendapat sebuah pernyataan dari awak media yang menganggap Maung Bandung tampil inkonsisten.

Mendapat pernyataan tersebut, Robert pun dengan lantang membela diri bahwa anak asuhnya sama sekali tak pernah tampil inkonsisten. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa memang pada saat laga melawan Persela Lamongan beberapa waktu lalu, anak asuhnya mengalami penurunan kualitas bermain. Saat itu, Persib kalah di kandang sendiri dengan skor 2-0 dari Persela.

“Saya sangat tidak setuju dengan mereka yang menilai kami tampil inkonsisten. Kami (memang) bermain buruk saat menghadapi Persela di kandang, dan kami kalah. Tidak sesuai ekspektasi dan harapan, itu menjadi pertandingan terburuk,” ujar Robert Alberts.

Pelatih asal Belanda itu pun melakukan pembelaan dengan mencontohkan penampilan Persib saat melawat ke kandang PSS Sleman. Di laga itu, ia menilai para pemainnya sudah tampil sangat baik. Pada laga melawan Bali United pun ia menyebut Supardi Nasir dkk tampil baik, meskipun harus kalah di laga itu.

“(Tetapi) Kami bermain baik di Sleman, dan juga bermain baik di beberapa pertandingan sebelumnya, di Bali juga (meski kalah). Kita kalah di sana karena waktu kick off yang terlalu malam, pukul 21:45. Memang itu bukan alasan, tapi selama ini kami melakukan tugas dengan baik,” tutur Robert.

“Kami juga melakukan beberapa kesalahan, tapi bukan berarti kami inkonsiten, karena kami bermain sepakbola dengan baik. Tapi seperti yang saya bilang tadi, kita (hanya) tampil buruk saat menghadapi Persela,” paparnya.

“Jadi saya tidak setuju jika ada yang menilai kami inkonsisten. Kami tampil konsisten selama ini tapi kami tidak bisa mencetak gol, seharusnya kita bisa lebih baik,” ujar Robert mengakhiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Puji Kualitas Lapangan Stadion Maguwoharjo

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – PSS Sleman bermain imbang kala mereka menjamu tamunya Persib Bandung pada laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (7/12/2019).

Elang Jawa ditahan imbang Maung Bandung dengan skor akhir tanpa gol. Meskipun menurunkan hampir seluruh skuat terbaiknya, kedua tim justru sama-sama kesulitan dalam hal mencetak gol.

Lebih lagi dengan kondisi hujan lebat yang terjadi selama pertandingan berlangsung. Kondisi hujan lebat tentunya mempengaruhi performa dari para pemain utamanya ketika mereka menggiring bola. Stamina akan terkuras lebih lantaran lapangan menjadi terasa lebih berat.

Meski demikian, sepanjang pertandingan lapangan Stadion Maguwoharjo sama sekali tak ada genangan yang membuat permainan terkendala. Sistem drainase dari lapangan berjalan sangat baik yang membuat pertandingan berjalan lancar.

Hal tersebut pun dipuji langsung oleh pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. Robert bahkan menyebut bahwa Stadion Maguwoharjo merupakan salah satu stadion terbaik di Indonesia dari segi kualitas lapangan.

“Prinsipnya menjadi suatu kebanggaan datang ke stadion di Sleman dan menurut opini saya ini lapangan terbaik di negara ini saat ini. Pemain menikmati bermain di lapangan ini,” ujar Robert pada sesi konferensi pers usai pertandingan.

Lebih lanjut, pria asal Belanda tersebut juga mengapresiasi suasana pertandingan yang diramaikan oleh kedua suporter dari masing-masing tim.

“Salah satu stadion terbaik dengan suasana yang sangat bagus dari suporter kedua kesebelasan sehingga membuat laga ini menjadi sangat menghibur,” paparnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Keluarga Meninggal Dunia, Persib Dapat Kabar Duka Jelang Lawan PSS

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung mendapat kabar duka jelang laga melawan PSS Sleman pada Sabtu besok (7/12/2019). Salah satu keluarga dari pemain Persib Supardi Nasir dikabarkan telah meninggal dunia.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Pada sesi konferensi pers Jum’at sore (6/12/2019), Robert berkata bahwa kakak dari Supardi telah meninggal dunia.

Kabar tersebut pun membuat Supardi harus pulang ke kampung halamannya di Pekanbaru. Ia pun diizinkan untuk pulang dan dipastikan tak akan ikut serta pada pertandingan kontra PSS nanti.

“Kakak dari Supardi meninggal dunia beberapa jam lalu, tidak terduga sebelumnya. Supardi langsung meminta untuk dibiarkan pulang ke Pekanbaru untuk menemui keluarganya,” ujar Robert Alberts kepada media.

Robert yang mewakili keluarga Persib Bandung pun menyatakan turut berbela sungkawa atas kabar duka tersebut. Menurutnya, Supardi lebih baik untuk pulang menengok keluarganya dibandingkan harus bermain sepakbola, karena keluarga lebih penting dari segalanya.

“Tentu dia harus berada di sana karena hidup lebih penting dari sepakbola. Jadi Supardi tidak akan berada bersama tim di laga ini. Tapi kami berharap Supardi dan keluarga bisa melewati ini dan kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya,” tutur Robert.

Sebagai gantinya, Persib pun akan membuat I Made Wirawan menjadi kapten tim pada laga melawan PSS nanti.

“Jadi Made (I Made Wirawan) yang akan menjadi kapten dengan pengalaman dia,” kata Robert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Saja Kebingungan dengan Cara Main Persib

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung seperti kehilangan taji ketika mereka dikalahkan di kandang sendiri oleh Persela Lamongan pada Selasa (3/12/2019). Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Persib justru takluk dengan skor 2-0 dari Persela.

Hal itu tentunya tak sesuai dengan tren performa Persib di beberapa pertandingan terakhir. Sebelum kalah dari Bali United pada pekan lalu, Maung Bandung tampil trengginas dengan 7 laga tanpa kekalahan.

Namun, Maung Bandung seperti kehilangan taring ketika dikalahkan oleh tim yang notabene berada di papan bawah yakni Persela Lamongan. Akibat dari kekalahan ini pun membuat Persib terancam untuk keluar dari 10 besar klasemen.

“Tentunya sangat mudah untuk mengomentari pertandingan, sangat mengecewakan, anti-klimaks,” ujar Robert usai pertandingan.

“Kami sebenarnya bisa saja naik ke peringkat 4 (jika menang) dengan segala peluang yang dimiliki. Tapi yang terjadi kami menjauhkan jarak, dan mungkin sekarang kami ada di posisi 11 atau 12,” tuturnya.

Kekalahan ini pun malah membuat Pelatih Persib Robert Rene Alberts kebingungan sendiri. Anak asuhnya disebut tak memiliki agresifitas dalam menyerang dan bertahan sehingga membuat beberapa ruang untuk para pemain Persela berkembang.

“Saya bingung dengan cara main kita malam ini. Kami tidak bisa memainkan bola, tidak bermain agresif, tidak bisa menyerang cepat. Jadi sangat mudah bagi tim lawan karena kami tidak agresif. Mereka bisa mencetak gol dengan mudah pada menit 12 melalui free header, dan juga gol kedua lagi-lagi bunuh diri,” ucapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Buka Suara Terkait Gol Bunuh Diri Achmad Jufriyanto

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung secara mengejutkan kalah dari tamunya Persela Lamongan pada laga lanjutan Liga 1 2019, Selasa (3/12/2019). Maung Bandung kalah dengan skor 2-0 dari Laskar Joko Tingkir. Salah satu gol tersebut terjadi melalui gol bunuh diri dari Achmad Jufriyanto.

Hasil ini tentunya jauh dari harapan. Lebih lagi, mereka kalah di kandang sendiri dari tim Persela Lamongan yang tengah berada di zona degradasi. Dukungan bobotoh yang berada di Stadion Si Jalak Harupat justru tak membuat mereka meraih hasil positif.

Performa buruk Persib ditambah dengan kekecewaan saat bek Achmad Jufriyanto melakukan gol bunuh diri. Jupe, sapaan akrab sang pemain, melakukan gol bunuh diri pada menit ke-56.

Usai pertandingan, Pelatih Persib, Robert Rene Alberts pun buka suara terkait kekalahan dari Persela ini. Ia mengaku sangat kecewa lantaran anak asuhnya bisa melakukan gol bunuh diri dalam dua laga beruntun. Pada laga sebelumnya, Supardi Nasir juga melakukan gol bunuh diri saat melawan Bali United beberapa waktu lalu.

“Gol kedua (Persela) kembali kita melakukan bunuh diri, kami tidak bisa membantu tim kami untuk menang. Sangat tidak lazim biasanya mencetak dua gol bunuh diri di dua laga beruntun, itu membuat saya sangat kecewa,” ujar Robert usai pertandingan.

Pelatih asal Belanda tersebut pun mengaku sangat bingung dan kecewa dengan dua gol bunuh diri yang terjadi dalam dua laga beruntun.

“Dua gol bunuh diri ini membuat saya benar-benar kecewa untuk pertama kalinya di musim ini,” tuturnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sejumlah Pemain Pilar Persib Absen untuk Lawan Persela

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung dipastikan kehilangan tiga pemain pilarnya saat menjamu Persela Lamongan pada laga lanjutan Liga 1 2019, Selasa (3/12/2019) mendatang.

Tiga pemain tersebut diantaranya adalah Ezechiel N’Douassel, Dedi Kusnandar dan juga Achmad Jufriyanto. Ezechiel mendapat larangan bermain setelah dirinya terkena kartu merah saat laga melawan Bali United beberapa hari lalu.

Sementara itu, Dedi Kusnandar juga mendapat hukuman larangan bermain setelah dirinya terkena akumulasi kartu kuning. Achmad Jufriyanto hingga kini masih mengalami cedera yang disebut masih belum memungkinkan untuk bermain.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts pun mengkonfirmasi hal tersebut. Jupe, sapaan akrab sang pemain, disebut masih belum tentu bermain atau tidak karena masih dibekap cedera.

“Jupe kami belum tahu apakah sudah bisa bermain atau belum,” ujar Robert Alberts, Jum’at (29/11/2019).

Sebagai gantinya, ia akan menyiapkan beberapa pemain yang sesuai dengan ketiga pemain tersebut. Pada dua pertandingan sebelumnya, Robert lebih memilih Supardi Nasir untuk menggantikan posisi Achmad Jufriyanto di bek tengah.

Sementara itu, Dedi Kusnandar kerap kali bergantian bermain dengan Hariono ataupun juga Kim Kurniawan. Sedangkan absennya Ezechiel sudah sering diterapkan dengan strategi memasang false nine di depan kepada Esteban Vizcarra ataupun juga Kevin van Kippersluis.

“Jadi nanti kami akan lihat siapa yang siap, siapa yang fit, siapa yang siap bermain dengan motivasi penuh lagi,” tutur Robert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ezechiel Kartu Merah Lagi, Robert Alberts Pusing Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung terpaksa harus kembali kehilangan penyerang mereka, Ezechiel N’Douassel di laga berikutnya. Hal tersebut menyusul dari kartu merah yang ia dapat saat bertanding kontra Bali United, Kamis (28/11/2019).

Ezechiel N’Douassel diganjar kartu kuning kedua atau kartu merah oleh wasit Aprisman Aranda yang memimpin pertandingan. Kartu merah tersebut didapat setelah ia terlibat duel dengan bek Bali United, Leonard Tupamahu. Leonard pun juga mendapat ganjaran kartu kartu kuning kedua.

Dengan demikian, Ezechiel N’douassel dipastikan tak akan memperkuat Maung Bandung pada saat menjamu Persela Lamongan, Selasa (3/12/2019) mendatang.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts pun mengatakan absennya Ezechiel merupakan suatu kerugian bagi timnya. Terlebih, absennya Ezechiel bukanlah barang baru bagi tim Persib di musim ini.

“Tentunya bagus tadi melihat Eze kembali bermain tapi dia harus kembali absen lagi satu laga dan itu tidak bagus bagi tim. Jadi kami harus mulai berpikir untuk mengatasi situasi tersebut,” kata Robert Alberts usai pertandingan.

Meski begitu, Robert Alberts pun cukup mempertanyakan keputusan wasit Aprisman Aranda ketika memberikan kartu kuning kedua untuk kapten Timnas Chad itu. Pasalnya, wasit disebutnya tak melihat secara jelas insiden dari duel Ezechiel dengan Leonard Tupamahu.

“Wasit tidak melihat itu tapi dia malah memberi pelanggaran kepada Bali. Itu sama seperti kartu yang diberikan, dia tidak benar-benar melihat kejadiannya,” tutur Robert.

“Jadi saya sedikit terkejut dengan keputusan itu. Dan berdasarkan penglihatan orang yang menyaksikan di televisi, itu bukan situasi yang layak untuk diberikan kartu merah atau kartu kuning kedua,” pungkasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Wasit Keliru Atas Kartu Merah Ezechiel N’Douassel

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mempertanyakan akan keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada salah seorang pemainnya, Ezechiel N’Douassel.

Insiden tersebut terjadi pada saat Persib dijamu tuan rumah Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis malam (28/11/2019). Saat itu, Ezechiel terlibat sebuah duel dengan bek Bali United, Leonard Tupamahu.

Setelah duel tersebut terjadi, wasit tiba-tiba menghentikan pertandingan dan menghampiri kedua pemain tersebut. Ezechiel dan Leonard pun diberi kartu kuning kedua lantaran dianggap berseteru. Kejadian itu pun mendapat komentar dari Robert Alberts.

Menurutnya, tak seharusnya Ezechiel diganjar kartu merah. Pasalnya, wasit tak melihat secara jelas insiden yang terjadi. Terlebih, Ezechiel dianggap tak melawan meski dilanggar dan diprovokasi oleh para pemain Bali United.

“Momen ini tentunya layak menjadi perdebatan dan orang-orang yang menyaksikan dari televisi tentunya punya opini berbeda. Tapi saya pikir wasit tidak sepenuhnya melihat insiden itu,” ujar Robert usai laga.

“Dan saya beri kamu contoh yang bagus, di babak kedua, ada insiden di belakang wasit, satu pemain Persib dan satu pemain Bali dan keduanya jatuh,” ungkapnya.

“Wasit tidak melihat itu tapi dia malah memberi pelanggaran kepada Bali. Itu sama seperti kartu yang diberikan, dia tidak benar-benar melihat kejadiannya,” tutur Robert lagi.

“Jadi saya sedikit terkejut dengan keputusan itu. Dan berdasarkan penglihatan orang yang menyaksikan di televisi, itu bukan situasi yang layak untuk diberikan kartu merah atau kartu kuning kedua,” pungkasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

4 Kali Menang dari Persib, Djanur Merendah

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman atau yang akrab disapa Djanur enggan melihat catatan positinya jika bertemu Persib Bandung.

“Dari semenjak saya masih melatih di Persib tidak pernah melihat statistik. Tidak bisa menjadi acuan. Kalian saja yang tahu rekor itu. Saya tidak ingin ungkit-ungkit,” kata Djanur saat jumpa pers laga Persib vs Barito Putera, Sabtu (23/11/2019).

Djanur juga menyebut bahwa anak asuhnya bakal kerja keras menghadapi Persib Bandung yang tengah on fire. Djanur berharap anak asuhnya bisa meraih poin, jika tidak bisa meraih tiga poin minimal meraih hasil imbang.

Robert Alberts
Ervan Satrio/Football5star.com

“Yang pasti, kami besok akan melakukan kerja berat karena Persib on fire. Saya tidak ingin meingat tren positif secara individu melawan Persib,”

“Kami akan kerja keras hadapi Persib. Berusaha tidak mengurangi kemenangan yang sudah saya raih sebelumnya,” tambahnya.

Jika menilik dari catatan statistik, Djanur bertemu Persib sebanyak lima kali dan berhasil meraih empat kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Beri Wejangan Jelang Laga Lawan Barito Putera

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, berharap anak asuhnya tidak terlalu jemawa jelang partai melawan Barito Putera akhir pekan nanti. Menurutnya, Persib masih harus menjalani ujian berat di sisa pertandingan Liga 1 musim ini.

Pekan lalu, Maung Bandung berhasil meraih kemenangan telak ketika menjamu Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat. Ketika itu, mereka berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-0 dan sukses merangkak ke posisi enam klasemen Liga 1.

“Kami tidak akan over confident. Kami tahu kami sekarang di posisi nomor enam. Tapi kami ingin terus memanjati tangga klasemen. Kami juga tahu di depan kami ada tujuh pertandingan dalam 28 hari. Jadi akan ada satu pertandingan dalam empat hari. Setiap empat hari,” kata Robert Alberts dikutip dari laman resmi Persib.

Robert Alberts - Persib - Barito Putera - @persib_official 2
instagram.com/persib_official

Lebih lanjut, Robert juga sudah memiliki strategi khusus untuk menghadapi padatnya jadwal pertandingan. Ia mengaku akan melakukan rotasi agar Febri Haryadi dkk bisa tetap fit di tujuh pertandingan Liga 1 tersisa.

“Ya, kami harus merotasi pemain. Karena kita memiliki banyak pemain yang sudah menyaku kartu kuning dan kami harus melakukan penyegaran setelah tur panjang,” beber Robert.

Persib sendiri tak bisa menurunkan skuat terbaiknya di partai melawan Barito Putera. Mereka tak akan bisa memainkan Ezechiel Ndouassel yang sedang menjalani hukuman skorsing akibat akumulasi kartu kuning.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jika Hal Ini Terjadi, Persib Persilakan Pemainnya Angkat Kaki

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Meski Liga 1 2019 masih menyisakan beberapa pertandingan lagi, Persib Bandung nampak sudah menatap untuk kompetisi mendatang.

Hal tersebut dibuktikan dengan pernyataan dari pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Robert berkata bahwa jikalau ada pemain yang sudah tidak betah berada di timnya, pemain tersebut pun dipersilakan untuk angkat kaki dari Persib.

Robert berkata demikian lantaran beberapa pemain memang akan habis kontraknya pada akhir tahun ini. Akan tetapi, jika para pemain yang habis kontraknya tersebut masih ingin berkomitmen bersama, pelatih asal Belanda itu membuka lebar segala kesempatan.

“Ya beberapa pemain akan habis kontraknya tahun ini. (Akan mengganti mereka atau tidak) saya belum tahu, kami harus lebih dulu bertanya kepada pemain, apakah mereka mau bertahan itu pertanyaan pertama,” kata Robert Alberts, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Republikbobotoh.

Akan tetapi, untuk saat ini belum ada pembahasan terkait status dari para pemain Maung Bandung. Pria berusia 65 tahun tersebut hanya berkata tegas jika ada pemain yang sudah tidak betah di berada di timnya.

“Jika pemain berkata dia tidak senang berada di (Persib) Bandung, mereka bisa pergi ke klub lain. Jadi itu adalah jawaban yang jelas. Itu langkah pertama bertanya pada pemain apa yang kamu rasakan tinggal di Bandung,” tuturnya.

Persib sendiri masih menyisakan 7 laga tersisa di Liga 1 2019. Terdekat, mereka akan menjamu Barito Putera pada tanggal 24 November mendatang. Kini, mereka bercokol di posisi 6 klasemen sementara. Maung Bandung menargetkan untuk bisa finish di posisi 5 besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]