Rodrigo de Paul: Simeone Salah Satu Pelatih Terbaik Dunia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Rodrigo de Paul senang bisa berlabuh di Atletico Madrid. Apalagi di sana ia akan ditangani pelatih yang juga legenda Argentina, Diego Simeone.

Rodrigo de Paul adalah pengagum Diego Simeone. Dia pun ingin belajar banyak hal dari sang pelatih.

“Luar biasa memiliki salah satu pelatih terbaik di dunia. Luar biasa apa yang telah dia lakukan dalam kariernya. Saya akan belajar banyak darinya dan dia banyak memotivasi saya,” ungkap De Paul kepada Marca, Rabu (28/7/2021).

diego simeone atletienglish
@atletienglish

“Kami melihat dan merasakan sepak bola dengan cara yang sama. Saya percaya bisa bermain 100 persen setiap pertandingan dan bekerja keras untuk bersaing untuk tempat utama,” ia menambahkan.

Atletico Madrid menggaet pemain 27 tahun dengan mahar 35 juta euro dan dikontrak selama lima tahun ke depan. LaLiga bukanlah kompetisi baru untuknya.

Pada 2014 ia pernah memperkuat Valencia. Tapi era pertamanya di Spanyol gagal dan membuatnya pindah ke Udinese dua tahun kemudian.

Kembali ke LaLiga untuk kedua kali, De Paul tidak mau gagal lagi. Dengan dukungan rekan barunya di Atletico ia merasa lebih percaya diri.

“Ini adalah klub raksasa, tapi orang-orang membuatnya terasa seperti keluarga. Ini adlaah mimpi saya, atau salah satu mimpi saya untuk dayang ke sini dan melanjutkan perkembangan saya di klub yang indah ini,” tutup Rodrigo de Paul.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Rodrigo De Paul akan Beri Dampak Besar di Atletico

gamespool
Rodrigo De Paul akan Beri Dampak Besar di Atletico 7

Football5star.com, Indonesia – Diego Simeone merasa sangat senang dengan keberhasilan Atletico Madrid mendatangkan Rodrigo De Paul. Simeone yakin De Paul akan bisa mencetak banyak gol bersama Los Rojiblancos.

De Paul didatangkan Atletico dengan banderol 35 juta Euro. Performa gemilang De Paul bersama Udinese dalam lima tahun terakhir menjadi alasan utama di balik ketertarikan Los Rojiblancos.

“Rodrigo De Paul mengawali kariernya sebagai winger kiri. Bersama Udinese, De Paul sudah menunjukkan peningkatan luar biasa dan akan cocok bermain di sini bersama Koke, (Hector) Herrera dan (Thomas) Lemar,” ungkap Diego Simeone kepada Marca.

Rodrigo De Paul - Atletico Madrid - World In Sport
Sportslens

“Kami membutuhkan pemain yang bisa membangun serangan dan mengontrol tempo. Sehingga, para winger dan striker bisa fokus menyerang.”

“Sekarang, tak semua tim memiliki para gelandang yang bisa mencetak gol. Spanyol di Euro 2020 menjadi salah satu tim besar yang kehilangan gelandang pencetak gol. Marcos Llorente memang bisa mencetak 12 gol musim lalu. Tapi, saya yakin tugasnya akan semakin mudah dengan kehadiran De Paul,” ujar Simeone.

Atletico merupakan klub Spanyol kedua yang dibela De Paul. Pada periode 2014 hingga 2016 lalu, De Paul sempat membela panji Valencia.

Akan tetapi, De Paul gagal menunjukkan performa terbaiknya bersama Valencia. De Paul hanya mampu mencetak dua gol dan empat assist dari 44 penampilan di semua kompetisi. Setelah gagal di Valencia, De Paul mampu menunjukkan performa gemilang di Udinese. Ia berhasil mengoleksi 34 gol dan 36 assist dari 184 penampilan di semua kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sosok Kunci di Balik Kepindahan Rodrigo De Paul ke Atletico Madrid

gamespool
Sosok Kunci di Balik Kepindahan Rodrigo De Paul ke Atletico Madrid 10

Football5star.com, Indonesia – Rodrigo De Paul mengatakan bahwa Diego Simeone merupakan alasan utama di balik kepindahannya ke Atletico Madrid. De Paul merasa sangat terhormat karena bakal bermain di bawah komando Simeone musim depan.

Atletico resmi mengumumkan kedatangan De Paul pada Selasa (13/7) dinihari WIB. Pemain timnas Argentina itu ditebus dengan banderol 35 juta Euro dari Udinese dan sudah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun.

“Saya tentu saja merasa sangat senang karena akan mendapat kesempatan bermain di bawah komando Diego Simeone. Menurut saya, Simeone merupakan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola,” tutur Rodrigo De Paul dikutip football5star dari laman resmi Los Rojiblancos.

“Sepak bola merupakan bagian penting dalam hidup saya dan menjadi salah satu pemain Simeone merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar.”

“Selain itu, saya juga sudah sangat lama mengagumi sosok Simeone. Saya sangat sering memperhatikan permainan Simeone ketika ia masih memperkuat timnas Argentina,” sambung De Paul.

Atletico merupakan klub Spanyol kedua yang dibela De Paul. Pemain berusia 27 tahun itu sempat memperkuat Valencia pada periode 2014 hingga 2016. Pengalaman bermain di Spanyol membuat De Paul yakin tak akan mengalami kesulitan berarti musim depan.

“Saya sudah sangat mengenal gaya bermain Atletico karena beberapa tahun lalu sempat bermain di Spanyol. Tak cuma itu, saya juga memiliki banyak teman di Spanyol. Jadi, saya tidak akan kesulitan beradaptasi,” tandas De Paul.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Rodrigo De Paul Merapat, Siapa yang akan Dilepas Atletico Madrid?

gamespool
Rodrigo De Paul Merapat, Siapa yang akan Dilepas Atletico Madrid? 14

Football5star.com, Indonesia – Atletico Madrid mengumumkan kedatangan Rodrigo De Paul pada Selasa (13/7) dinihari WIB. Pemain timnas Argentina itu diangkut Los Rojiblancos dari Udinese dengan banderol 35 juta Euro dan diikat dengan kontrak berdurasi lima tahun.

De Paul merasa bangga karena bakal memperkuat Atletico musim depan. Ia pun yakin bakal bisa menunjukkan performa terbaiknya karena baru saja membawa Argentina menyabet gelar Copa America.

“Saya merasa sangat senang karena dipercaya menjadi anggota skuat juara bertahan Liga Spanyol,”ujar Rodrigo De Paul dikutip football5star dari laman resmi Atletico.

Rodrigo De Paul - Atletico Madrid - Daily Advent
Daily Advent

Tentu saja saya sadar dengan seberapa besarnya tanggung jawab yang saya pikul musim depan. Ini adalah langkah yang sangat besar dalam karier saya.”

“Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengambil langkah baru karena saya baru saja menjadi juara Copa America. Hal tersebut membuat saya percaya diri akan bisa memenuhi ekspektasi para pendukung Atletico,” sambung pemain 27 tahun tersebut.

De Paul merupakan pemain kedua yang didatangkan Atletico di bursa transfer tahun ini. Beberapa hari lalu, Los Rojiblancios sudah resmi mendatangkan winger muda asal Brasil, Marcos Paulo.

Setelah mendatangkan De Paul dan Paulo, Atletico wajib melepas beberapa pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangannya. Beberapa nama yang dilaporkan masuk daftar jual Los Rojiblancos adalah Hector Herrera, Saul Niguez, dan Sime Vrsaljko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Transfer Rodrigo De Paul ke Atletico Segera Usai

gamespool
Transfer Rodrigo De Paul ke Atletico Segera Usai 18

Football5star.com, Indonesia – Direktur Udinese, Pierpaolo Marino, mengatakan bahwa proses kepindahan Rodrigo De Paul ke Atletico Madrid akan usai dalam waktu dekat. Namun, ia mengatakan bahwa kedua tim belum mencapai kata sepakat.

Atletico Madrid memang menjadi klub terdepan dalam perburuan tanda tangan De Paul. Los Rojiblancos dilaporkan sudah melempar tawaran sebesar 35 juta Euro plus bonus tiga juta Euro.

“Proses negosiasi antara kedua tim masih belum selesai. Tapi, kini proses negosiasi sudah mulai memasuki tahap akhir,” ujar Pierpaolo Marino dikutip football5star dari laman Football Italia.

Rodrigo De Paul - Atletico Madrid - The Sun
The Sun

Lebih lanjut, Marino memastikan Udinese tak akan menghalangi niat De Paul pindah tahun ini. Ia pun memastikan Udinese bakal mendaratkan pengganti De Paul dalam waktu dekat.

“Untuk saat ini, De Paul masih menyandang status pemain Udinese. Wajar De Paul ingin hengkang di usia 27 tahun karena ingin mencari pengalaman baru. Ketika ia hengkang, kami akan langsung mendapatkan penggantinya,” sambung Marino.

Proses kepindahan De Paul ke Atletico memang hanya menunggu lampu hijau dari Udinese. Pasalnya, sang pemain dilaporkan sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Los Rojiblancos. Kabarnya, De Paul bakal mendapatkan gaji sebesar 3,5 juta Euro per musimnya.

Atletico bukanlah satu-satunya klub yang siap mengangkut De Paul dari Udinese. Penggawa timnas Argentina itu dilaporkan juga menjadi bidikan Arsenal, AC Milan dan Leeds United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Milan akan Korbankan Jens Petter Hauge Demi Rodrigo De Paul

gamespool
Milan akan Korbankan Jens Petter Hauge Demi Rodrigo De Paul 22

Football5star.com, Indonesia – AC Milan dikabarkan ikut dalam perburuan Rodrigo De Paul. Klub kota mode bahkan siap mengorbankan salah satu pemainnya.

Gazzetta dello Sport melaporkan nama Jens Petter Hauge akan dicantumkan dalam klausul kontrak kapten Udinese tersebut. AC Milan juga akan memberikan sejumlah uang untuk memperlancar negosiasi.

Disebutkan angka 30 juta euro ditambah Jens Petter Hauge akan disodorkan Milan pada Udinese. Kendati pihak Udinese belum buka suara, tawaran ini sangat menggiurkan.

rodrigo de paul - ac milan - jens petter hauge
tuttomercatoweb.com

Selain mendapatkan dana segar, klub asuhan Luca Gotti juga tidak perlu repot-repot mengeluarkan dana untuk mencari pengganti Rodrigo De Paul. Sebab ada Hauge yang bisa didapuk sebagai suksesor.

Situasi bintang Argentina di Dacia Arena memang tidak menentu. Beberapa waktu lalu De Paul mengaku ingin pindah ke klub yang lebih besar. Manajemen juga tidak keberatan melepasnya jika ada klub yang berani membayar tak kurang dari 40 juta euro.

Nama De Paul juga sudah menjadi incaran banyak klub. Mulai dari Inter Milan dan AC Milan di Italia, hingga Liverpool di Inggris.

Sementara itu, keputusan Milan mengorbankan Jens Petter Hauge tak lepas dari strategi Stefano Pioli yang jarang memberinya kesempatan main. Padahal performa pemain 21 tahun itu tidak terlalu buruk. Terbukti dia sudah mencetak lima gol dari 25 penampilan di semua ajang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Udinese Siap Lepas Rodrigo de Paul, Siapa Berminat?

gamespool
Udinese Siap Lepas Rodrigo de Paul, Siapa Berminat? 26

Football5star.com, Indonesia – Direktur Udinese, Pierpaolo Marino, mengatakan bahwa timnya siap melepas Rodrigo de Paul pada bursa transfer musim panas 2021. Ia pun yakin De Paul akan bisa meraih kesuksesan bersama klub barunya.

De Paul sudah menjadi incaran klub-klub besar Eropa semenjak bursa transfer musim panas 2020. Akan tetapi, tak ada klub yang bisa memenuhi permintaan Udinese dan De Paul akhirnya bertahan bersama La Zebrette pada musim 2020-21.

“Rodrigo de Paul memiliki karakteristik permainan yang tak sangat dibutuhkan klub-klub besar Eropa,” ujar Pierpaolo Marino dikutip football5star dari laman Football Italia.

Rodrigo de Paul - Udinese - Stopandgoal
Sportlens

“Saya tentu masih ingin mempertahankan De Paul. Tapi, saya yakin De Paul akan bisa membawa klub barunya mencapai level yang lebih tinggi,” sambung Marino.

De Paul sendiri sebelumnya sudah mengungkapkan niatnya untuk tetap bertahan bersama Udinese. Ia merasa sangat nyaman tinggal di Italia Utara dan tak berniat pindah klub.

“Saya tak tahu kapan hari terakhir saya bermain untuk Udinese. Satu hal yang pasti adalah, saya akan memberikan penampilan terbaik untuk klub ini hingga hari tersebut datang.”

“Pada Januari lalu, banyak media yang berspekulasi mengenai masa depan saya. Tapi, saya langsung bertemu direktur klub dan mengatakan saya tak ingin pergi kemana-mana,” tutur De Paul.

De Paul berhasil mencuri perhatian publik Eropa berkat penampilan gemilangnya bersama Udinese dalam empat setengah tahun terakhir. Pemain timnas Argentina itu tercatat berhasil menyumbang 30 gol dan 28 assist dari 168 penampilan di semua kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Diincar Inter Milan, Rodrigo De Paul Tak Mau Paksakan Kehendak

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Rodrigo De Paul menjadi incaran banyak klub musim ini. Inter Milan jadi yang terdepan untuk mendapatkan bintang Udinese tersebut.

Akan tetapi kubu Inter Milan sepertinya harus lebih bersabar. Kendati membuka peluang hengkang, dia tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan.

Pemain asal Argentina berujar akan pindah saat waktunya sudah tepat. Apalagi dia sosok ambisius yang ingin memenangkan trofi dan tampil di Liga Champions. Tapi dia tidak mau memaksakan diri untuk meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya itu.

rodrigo de paul leeds live
Leeds Live

“Saya tipe orang yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih tinggi. Bermain di babak perempat final atau semifinal Liga Champions akan menimbulkan perasaan yang gila,” ujar De Paul seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Minggu (27/12/2020).

“Saya yakin cepat atau lambat ketika Anda bekerja dengan baik Anda mampu meraih target tersebut. Saya harus bersiap untuk momen itu. Tapi saya tidak mau memaksakan apa pun. Saya akan meninggalkan Udinese pada waktu yang tepat,” ia menambahkan.

Bukan kali ini saja Rodrigo De Paul dikaitkan dengan Inter Milan. Musim panas 2018 lalu ia juga nyaris hengkang ke Giuseppe Meazza. Tapi kesepakatan urung tercapai karena I Nerazzurri tak mampu menyanggupi banderol yang dipatok Udinese.

Dan musim ini klub asuhan Antonio Conte kembali mendekati De Paul. Tapi terwujudnya transfer ini akan bergantung pada penjualan Christian Eriksen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Atletico Madrid Dapat Kode dari Gelandang Timnas Argentina

gamespool
Atletico Madrid Dapat Kode dari Gelandang Timnas Argentina 33

Football5star.com, Indonesia – Gelandang timnas Argentina, Rodrigo de Paul, tak malu-malu mengakui mimpinya untuk dilatih Diego Simeone di Atletico Madrid suatu hari nanti. De Paul mengatakan bahwa Los Rojiblancos memiliki gaya bermain yang cocok dengannya.

De Paul menjadi salah satu nama yang kerap dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa pada bursa transfer musim panas 2020. Akan tetapi, De Paul harus puas tetap bertahan di Udinese karena tak ada klub besar yang berani menebusnya.

“Saya tentu ingin kembali bermain di Spanyol dengan reputasi yang saya miliki saat ini. Liga Spanyol merupakan kompetisi yang sangat indah. Selain itu, Liga Spanyol juga menjadi salah sati kompetisi terbaik di dunia,” ungkap Rodrigo de Paul dikutip dari laman Football Italia.

Rodrigo de Paul - Argentina - Atletico Madrid - @rodridepaul 0 diego simeone
instagram.com/rodridepaul

“Saya tahu akan ketertarikan Atletico Madrid. Dengan pelatih sekaliber Diego Simeone, tentu saja mereka menarik perhatian saya. Saya yakin akan cocok dengan gaya bermain mereka,” kata De Paul menambahkan.

Lebih lanjut, De Paul mengatakan bahwa ia memiliki mentalitas yang bakal membuatnya cocok bermain di Atletico. Pasalnya, De Paul dibesarkan di Argentina dengan mentalitas serupa dengan filosofi milik Simeone.

“Bagi mereka, setiap latihan terasa seperti pertandingan resmi. Saya tumbuh besar di Argentina dengan mentalitas serupa.”

“Atletico adalah klub yang sangat besar dan selalu bersaing untuk mendapatkan gelar-gelar bergengsi. Jika suatu hari nanti saya bisa pindah ke sana, tentu saja saya akan merasa sangat senang,” tutup De Paul.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Dua Bintang Udinese Siap Hengkang, Siapa Berminat?

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Direktur Udinese, Pierpaolo Marino, mengaku sudah siap melepas dua bintangnya, Rolando Mandragora dan Rodrigo de Paul dalam waktu dekat. Selain kedua nama tersebut, Marino juga siap melepas Seko Fofana.

“Rolando Mandragora diminati banyak klub. Sementara, Rodrigo de Paul memiliki mental juara. Dia dan Seko Fofana bisa hengkang dalam waktu dekat,” ungkap Pierpaolo Marino seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

“Apabila ketiganya hengkang, maka kami akan berusaha mendatangkan pemain-pemain dari luar negeri. Karena, kami tak mampu membayar tingginya gaji yang diminta oleh pemain asli Italia,” sambung Marino.

Rolando Mandragora - Rodrigo de Paul - Udinese - @rodridepaul
instagram.com/rodridepaul

Satu nama yang dipastikan Marino akan bertahan di Udinese adalah penjaga gawang, Juan Musso. Menurutnya, Udinese baru bersedia melepas Musso selepas kompetisi musim 2020-21.

“Juan Musso kemungkinan masih bisa bertahan di sini hingga akhir musim depan untuk melengkapi proses pendewasaan diri. Sebenarnya, dia memiliki harga pasaran yang cukup tinggi. Tapi, kami tak mau melepas semua pemain kunci,” ujar Marino.

Mandragora, De Paul dan Musso memang menjadi penggawa Udinese yang mampu menunjukkan penampilan menonjol musim ini. Mandragora sendiri sempat mengutarakan niatnya untuk kembali ke Juventus untuk menggantikan posisi Miralem Pjanic.

“Tentu akan sulit untuk melakukan hal itu (menggantikan Pjanic). Tapi, saya akan senang hati mencobanya. Saat ini, saya memang masih memiliki kontrak bersama Udinese. Tapi, saya selalu senang ketika dikaitkan dengan tim-tim besar,” kata Mandragora beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Kontroversi Copa America 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Sulit dalam sebuah turnanmen sepak bola suatu pertandingan akan berjalan normal. Keputusan janggal bisa saja terjadi yang menimbulkan perdebatan, meskipun perangkat teknologi mutakhir telah diaplikasikan guna mendukung berjalannya kompetisi.

Keputusan aneh nan sulit dinalar akal sehat juga mewarnai kejuaraan sepak bola antar negara Amerika Selatan, Copa America 2019, yang telah berlangsung sejak 14 Juni hingga 7 Juli mendatang.

Dari keputusan wasit yang tidak memuaskan suatu pihak, penggunaan tayangan ulang untuk membantu wasit dalam mengambil suatu keputusan, atau bahkan venue pertandingan yang dikeluhkan.

Football5star.com merangkum hal-hak yang menjadi bahan perbincangan kejuaraan Copa America 2019.

1. VAR di Laga Klasik Brasil vs Argentina di Semifinal

Duel klasik semifinal Copa America 2019 yang mempertemukan tuan rumah Brasil melawan rival mereka, Argentina diwarnai dengan sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Laga antara Brasil melawan Argentina menyulut perdebatan terkait kepemimpinan wasit di laga tersebut.

argentina brasil copa america var trome
trome.pe

Roddy Zambrano, wasit yang memimpin laga tersebut menjadi perbincangan karena dianggap tidak mengecek VAR mengenai pelanggaran yang terjadi di kotak penalti Brasil. Tidak tanggung-tanggung, keputusan Zambrano mendapat pernyataan keras dari kapten Tango, Lionel Messi. Striker asal Barcelona menilai Zambrano melindungi Brasil agar lolos ke final Copa America.

“Selama Copa America 2019, kami melihat pelanggaran dan handball dihukum oleh wasit tetapi Argentina tidak mendapatkannya saat melawan Brasil. CONMEBOL harus melihat hal ini tetapi saya ragu mereka akan melakukannya,” kata Lionel Messi.

2. Keikutsertaan Qatar dan Jepang sebagai Tim Tamu

CONMEBOL kerap mengundang tim tamu dalam keikutsertaan Copa America. Tak terkecuali pada Copa America 2019. Qatar dan Jepang mendapat kehormatan menjadi tim tamu pada kejuaraan antar negara Amerika Selatan itu.

japan qatar copa america dna india
dnaindia.com

Namun, pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo mengatakan bahwa seharusnya Copa America menjadi kejuaraan yang eksklusif hanya dapat diikuti oleh negara-negara Amerika Latin. Pernyataan Berizo soal partisipasi Qatar dan Jepang disampaikan setelah timnya ditahan imbang oleh Qatar dengan skor 2-2.

“Saya pikir akan masuk akal untuk memainkan Copa America bersama tim-tim dari seluruh Amerika. Apakah Anda bertanya kepada saya tentang tim-tim undangan, bukan? Tentang Qatar dan Jepang? Saya pikir kita harus membayangkan keseluruhan Copa America, dengan Amerika Tengah dan Utara bermain di turnamen yang sama,”

“Saya tidak pernah melihat Eropa mengundang tim mana pun dari Amerika Latin untuk berpartisipasi. Jangan salah paham, mungkin terdengar sedikit aneh saat ini, hanya setelah bermain lawan Qatar. Tapi saya yakin Copa America harusnya dimainkan oleh semua tim Amerika dalam satu turnamen yakni anggota CONCACAF dan CONMEBOL,” tegas pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo.

3. Messi Keluhkan Kondisi Lapangan

Striker Argentina, Lionel Messi, keluhkan kondisi lapangan di Brasil yang dikatakannya sulit untuk mengendalikan bola dan menyebabkannya tidak dapat mengeluarkan penampilan terbaiknya.

lionel messi copa america yahoo sport
sports.yahoo.com

Sepanjang Copa America 2019, dari lima laga yang telah dijalani striker Barcelona itu baru berhasil mencetak satu gol. Jauh dari harapan dari seorang striker sebagai predikat salah satu striker terbaik di dunia.

Satu-satunya golnya yang dicetak pun berasal dari titik penalti kala melawan Paraguay. Ia mengakui bahwa tidak akan memainkan penampilan terbaik sekaligus menyalahkannya kondisis lapangan.

“Saya tidak akan mendapatkan yang terbaik dari Copa America. Sulit untuk mengontrol bola dan membawanya. Bola itu tampak seperti kelinci, ia masuk ke semua tempat, yang bisa kita lakukan hanyalah beradaptasi. Pantulannya, kamu butuh waktu lebih lama untuk mengontrol,” jelas Messi soal kondisi lapangan.

4. Copa America 2019 Minim Penonton

Panitia Copa America prihatin dengan minimnya tingkat kehadiran penonton pada pertandingan-pertandingan kejuaran sepak bola Amerika Selatan itu. Laga Brasil melawan Bolivia terlihat banyak ruang kosong di tribun dan pertandigan Cile atas Jepang yang berkahir dengan skor 4-0.

Copa America NBC Sports
nbcsports.com

Dikabarkan suporter kesulitan membeli tiket untuk pertandingan Brasil dan Komite Penyelenggara Lokal ternyata memegang beberapa tiket yang kemudian tidak terjual.

“Kami akan menyempurnakan ini untuk membuat proses pengembalian lebih cepat,” bunyi pernyataan Komite Penyelenggaraan Lokal.

Bahkan, buruknya proses penjualan tiket menyebabkan tiga pertandingan di awal kejuaran hanya dipenuhi penonton di bawah 20.000 suporter, yakni pertandingan Peru vs Venezuela, Uruguay vs Ekuador dan Qatar vs Paraguay.

Minimnya jumlah kehadiran suporter menjadi perhatian serius Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, yang dinilai banyaknya pemain hebat di dunia sepak bola tidak dapat disaksikan langsung di Stadion.

5. Seekor Merpati Tekel Rodrigo de Paul

Rodrigo De Paul tersungkur saat membela Argentina menghadapi Venezuela. Pemain asal Bintang Udinese itu berusaha mempertahankan bola ketika dua pemain Venezuela berusaha untuk merebutnya.

Rodrigo De Paul mendapati bahwa seekor merpati juga menghalangi pergerakannya ketika mencoba menggiring bola. Tersungkurnya de Rodrigo Paul akibat seekor merpati mendapatkan perhatian dari warganet. Seorang suporter menilai kejadian tersebut pertanda Albiceleste akan memenangkan pertandingan.

“Seekor merpati dalam pertandingan ini adalah tanda bahwa Argentina akan menang,” ucap seorang warganet. Dan akhirnya laga perempat final melawan Venezuela pun dimenangkan oleh Argentina dengan skor 2-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gelandang Udinese Yakin Inter Masih Bisa Juara

Football5star.com, Indonesia – Meski mengalahkan Inter Milan pada pekan ke-17 Liga Italia, Sabtu (16/12/2017), gelandang serang Udinese, Rodrigo de Paul yakin kluh tersebut masih punya kans meraih Scudetto musim ini.

La Beneamata secara mengejutkan mengalami kekalahan perdana musim ini di ajang Serie A. Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri, Stadion Giuseppe Meazza, dari Udinese.

Serie A - Inter Milan vs Udinese
in.reuters.com

De Paul, berhasil mencetak satu gol melalui titik putih di laga tersebut pada menit ke-61. Gol itu membuat Udinese kembali unggul setelah di babak pertama bermain imbang dengan skor 1-1.

“Saya masih berpikir Inter bisa memenangkan Scudetto. Tapi kami mampu mengalahkan mereka secara fisik,” ujar De Paul dikutip dikutip dari Football Italia, Sabtu (16/12/2017).

Lebih lanjut ia berbicara tentang suasana stadion saat pertandingan tersebut. Namun, menurutnya, Zebrette memiliki mental yang kuat sehingga bisa mencuri tiga poin.

“Kami bekerja keras bahwa kami harus bermain sebagai tim. Hingga saat di sini kami  mengetahui kualitas kami dalam skuat. Dengan mentalitas yang baik untuk membawa pulang poin,” tutur pemain berusia 23 tahun itu.

Udinese menang dengan skor 3-1 di laga tersebut. Selain de Paul, Kevin Lasagna dan Antonin Barak menjadui penyumbang gol bagi klub Bianconeri. Sedangkan gol bagi Inter diciptakan oleh kapten mereka. Mauro Icardi.

Liga Italia: De Paul Minta Maaf Sudah Mencederai De Sciglio

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Udinese, Rodrigo De Paul, meminta maaf karena tekelnya telah membuat bek AC Milan, Mattia De Sciglio, mengalami cedera.

Saat menghadapi Milan, pemain asal Argentina itu lalu mendapatkan gol pertamanya di Serie-A. Namun, dia sempat muncul kontroversi karena kubu Milan merasa bahwa De Paul seharusnya dikeluarkan dari lapangan akibat tekel keras kepada De Sciglio.

“Pesan singkat? Saya menerima pesan dari teman dan kerabat dekat, itu merupakan gol pertama saya di Serie A,” ungkap De Paul..

“Tapi pertama-tama saya ingin mengklarifikasi sesuatu yang sangat saya pikirkan. Saya langsung meminta maaf kepada De Sciglio dan berharap dia bisa cepat sembuh. Saya ingin tegaskan kembali bahwa saya tidak mengatakan kata-kata yang buruk. Saya tidak memiliki niat untuk menyakiti dia. Saya selalu berusaha untuk merebut bola dan termasuk pada kejadian itu, niat saya tidak pernah berubah,” urainya.

De Paul didatangkan Udinese dari Valencia pada Juli 2016. Sebelumnya sejak awal 2016, dia menjalani masa peminjaman enam bulan di bekas klubnya, Racing Club.

“Saya sedang beradaptasi dengan liga Italia yang tidak mudah dan kalian harus menyesuaikan diri. Sekarang saya merasa lebih percaya diri, dan saat kalian diberikan kepercayaan, segalanya akan lebih mudah. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan pelatih dan cara ini membuat saya bisa bekerja dengan sebaiknya. Gol pertama di Serie A juga merupakan salah satu sumber kebahagiaan,” sebut pemain berusia 22 tahun itu.

De Paul, yang keluar dari Argentina untuk berlabuh di Valencia pada 2014, turut memaparkan mengenai perbedaan antara La Liga dan Serie A. “Serie A tidak hanya lebih taktis, seperti yang mereka selalu ucapka, namun juga keterlibatan fisik yang lebih mendominasi,” bilangnya.

Pemain sayap asal Argentina itu juga sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Watford, yang dimiliki oleh keluarga yang sama seperti Udinese. “Saya hanya tahu Udine dan Udinese. Saya memulai petualangan ini dan saat ini saya sudah bisa beradaptasi dengan lebih baik, saya benar-benar bisa bermain bersama mereka,” pungkas dia.