Reaksi Roman Abramovich Lihat Gol Kai Havertz Jadi Sorotan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Reaksi pemilik Chelsea, Roman Abramovich, yang melihat gol dari Kai Havertz menjadi sorotan. Dia begitu lepas dan menikmati aksi Chelsea dalam final Liga Champions melawan Manchester City, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Seperti diketahui, Abramovich memang berinvestasi dan keluar banyak uang untuk Chelsea dalam mempersiapkan musim ini. Dia sempat memberi uang yang tak terbatas yang nilainya sampai 200 juta pounds buat Frank Lampard guna belanja pemain pada musim panas tahun lalu.

Namun demikian, uang investasinya sempat terasa sia-sia karena penampilan inkonsistensi Chelsea beberapa waktu lalu. Bahkan, Abramovich sampai harus mengeluarkan koceknya lagi saat memecat Frank Lampard dan menunjuk Thomas Tuchel.

Reaksi Roman Abramovich Lihat Gol Kai Havertz Jadi Sorotan

Akan tetapi, semua investasi taipan Rusia itu seakan klimaks saat melihat Chelsea angkat trofi Liga Champions. Reaksinya saat melihat Kai Havertz mencetak gol pun jadi sorotan.

https://www.youtube.com/watch?v=Cmo2813SKwo

Dalam beberapa tangkapan layar, Abramovich merayakan gol Havertz itu bersama kedua putranya, yakni Arkadiy dan Aaron. Dia juga merayakan gol itu bersama rekan-rekannya di kursi VVIP stadion.

Roman Abramovich seperti merayakannya dengan lepas. Dia tersenyum seakan menandakan uang investasinya membeli Havertz terbayar,” tulis BT Sport.

Reaksi Roman Abramovich Lihat Gol Kai Havertz Jadi Sorotan

Ini adalah kali kedua Abramovich menyaksikan Chelsea menjuarai Liga Champions, setelah 2012. Kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta, memuji andil Abramovich yang selalu memberi motivasi kepada pemain.

“Abramovich ialah pemilik yang punya ambisi membuat klub jadi pemenang dan berusaha mendapatkan yang terbaik buat Chelsea. Kami sangat bersyukur dia bersama kami,” ungkap Azplicueta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ogah Kritik Abramovich, Lampard Mengaku Bangga Bisa Latih Chelsea

gamespool
Ogah Kritik Abramovich, Lampard Mengaku Bangga Bisa Latih Chelsea 8

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Chelsea, Frank Lampard akhirnya buka suara terkait pemecatannya pada Januari 2021. Dalam pernyataan itu, Lampard mengaku sama sekali tidak kecewa meski harus dipecat dari pelatih Chelsea.

Frank Lampard pun ogah menyampaikan kritik kepada pemilik The Blues, Roman Abramovich. Menurut Lampard, dirinya sampai sekarang masih sangat senang dan luar biasa bisa melatih di Stamford Bridge.

Tindakan Rasial Terus Terjadi, Abramovich Siapkan Langkah Strategis

“Saya sangat menghargai kesempatan yang saya miliki untuk melatih Chelsea,” kata Lampard saat sesi tanya jawab untuk keperluan badan amal, Willow Foundation seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Sabtu (10/4/2021).

“Itu adalah waktu yang luas biasa. Semua orang tahu bagaimana perasaan saya kepada klub,” tambah Lampard.

Publik mengira Lampard akan mengkritik secara terbuka kepada Abramovic setelah pemecatannya. Nyatanya, Lampard menolak untuk menyampaikan kritik secara terbuka pada pria asal Rusia tersebut.

“Tidak ada yang ingin kehilangan pekerjaan mereka. Tetapi ketika Anda memasuki karier ini, hal itu bisa saja terjadi, tidak peduli seberapa baik Anda berpikir tentang diri sendiri,” ungkapnya.

Abramovich sendiri sempat mengatakan bahwa Lampard adalah pria dengan intergritas tinggi. Semenjak pernyataan dari milioner Rusia itu, Lampard juga tak pernah sekalipun menyampaikan pendapat miring kepada Abramovich.

Frank Lampard juga menampik soal rumor bahwa dirinya digadang-gadang bakal menjadi pelatih tim nasional Inggris U-21.

“Saya memiliki beberapa peluang yang muncul dalam enam minggu terakhir, dua bulan yang sangat bagus, tapi itu bukan hal yang benar. Rumor itu tidak sepenuhnya benar,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ada Tudingan Abramovich Diperintah Vladimir Putin untuk Kuasai Chelsea

gamespool
Ada Tudingan Abramovich Diperintah Vladimir Putin untuk Kuasai Chelsea 12

Football5star.com, Indonesia – Penulis asal Inggris, Catherine Belton dalam bukunya yang berjudul Putin’s People: How the KGB Took Back Russia and Then Took On the West, mengungkap dugaan adanya campur tangan presiden Rusia, Vladimir Putin sat Roman Abramovic mengusai Chelsea pada 2013.

Buku yang baru rilis pada April 2020 itu menyebutkan bahwa Abramovic mendapat perintah dari Putin untuk mengusai saham mayoritas di Chelsea. Ini bukan tudingan pertama.

Chelsea - Thomas Tuchel - Piala FA - @chelseafc

Pada 2018, miliarder Rusia, Sergei Pugachev di Pengadilan Tinggi Rusia juga menyebutkan hal sama. Menurut Pugachev dalam kesaksiannya, Putin memerintahkan langsung kepada Abramovich untuk membangun dinasti di The Blues.

Terkait tudingan tersebut, Abramovich seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Selasa (23/3/2021) dikabarkan akan mengambil langkah hukum kepada penulis Catherine Belton.

“Hari ini perwakilan hukum saya telah menjalankan proses hukum di Inggris terkait isi buku tersebut,” kata Abramovich.

“Buku tersebut berisi sejumlah pernyataan palsu dan fitnah tentang saya, termasuk pembelian saya dan aktivitas klub Chelsea,”

“Tindakan hari ini tidak bisa dianggap enteng. Tidak pernah ambisi saya untuk mendapatkan popularitas dari publik dengan cara seperti ini. Saya selalu enggan untuk berkomentar tentang masalah apapun, termasuk pernyataan menyesatkan tentang saya dan Chelsea,” paparnya.

Bagi Abramovich, isi buku tersebut sangat merusak reputasi dirinya dan citra Chelsea sebagai klub profesional.

“Jelas bawha tuduhan palsu itu memiliki efek yang merusak reputasi saya dan citra Chelsea sebagai klub profesional,”

Pada 2012, Abramovich juga sempat menempuh jalur hukum terkait tudingan seorang oligarki Rusia Boris Berezovsky. Ia menuding Abramovich melakukan intimidasi kepada mantan rekannya untuk menjual saham perusahaan minyak Sibneft. Dalam kasus itu, Abramovich menang di pengadilan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Rasialisme Tetap Marak, Abramovich Siapkan Langkah Strategis

gamespool
Rasialisme Tetap Marak, Abramovich Siapkan Langkah Strategis 16

Football5star.com, Indonesia – Pemilik Chelsea, Roman Abramovich sangat marah dengan tindakan rasial yang marak terjadi belakangan ini di Liga Inggris. Bek Chelsea, Reece James, dan tiga pemain Manchester United jadi korban rasis di sosial media.

“Saya terkejut dengan pelecehan rasial yang ditargetkan kepada Reece James di media sosial,” kata Abramovich seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Selasa (2/2/2021).

Reece James - Paulo Ferreira - Chelsea - Chelsea Independent

“Rasisme tidak memiliki tempat di klub kami maupun di masyarakat kami. Klub kami berkomitmen untuk memerangi rasisme, anti semit, dan semua bentuk diskriminasi,”

“Kami tidak dapat membiarkan ini terus berlanjut. Oleh karena itu, saya telah mengarahkan dewan untuk lebih meningkatkan upaya klub di hal tersebut dan saya secara pribadi akan mengarahkan lebih banyak dana untuk pekerjaan penting ini,”

Kata Abramovic, Chelsea harus bisa berbuat lebih banyak untuk menantang bentuk diskriminasi di lapangan hijau. Sementara itu, pemeritah Inggris lewat Sekretaris Kebudayaan, Oliver Dowden mengatakan bahwa akan ada peraturan hukum baru yang bisa menjerat pelaku rasis di sosial media.

“Pengalaman para pemain yang jadi korban rasial membuat saya akan membawa RUU ini melalui jalur parlemen,” kata Dowden.

Dalam aturan hukum tersebut, pemerintah Inggris bisa memberikan denda besar kepada perusahaan sosial media yang tidak bisa mencegah tindakan rasial.

Pihak Manchester United pun sangat berang dengan tindakan rasial yang dialami Marcus Rashford, Anthony Martial dan Axel Tuanzebe.

“Semua orang di Manchester United sangat muak dengan pelecehan rasial yang diterima para pemain,”

“Kami sangat mengutuknya dan sangat menggembirakan melihat fans lain juga mengutuk seragan rasial itu di media sosial,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ramai-Ramai Mengutuk Pemecatan Frank Lampard

gamespool
Ramai-Ramai Mengutuk Pemecatan Frank Lampard 23

Football5star.com Indonesia – Tindakan Chelsea memecat Frank Lampard memicu beragam reaksi. Tidak sedikit yang mendukung Lampard sekaligus mengutuk kebijakan yang diambil Chelsea.

Sebagian pihak menilai, memecat Frank Lampard setelah pencapaian apik musim lalu dinilai tidak masuk akal. Apalagi, sejak ditunjuk menggantikan Maurizio Sarri pada awal musim 2019-20, Lampard memang dinilai cukup berhasil.

Maurizio Sarri - Chelsea - Juventus - Goal
Goal

Bagaimana tidak, saat pertama duduk di kursi manajer Chelsea, Frank Lampard tak dibekali keleluasaan transfer. Pasalnya, saat itu Chelsea sedang dalam periode hukuman tak boleh beraktivitas pada bursa transfer.

Bermodal skuat yang ada, termasuk memulangkan beberapa pemain yang dipinjamkan di klub lain, Frank Lampard membawa Chelsea menempat empat besar klasemen akhir Liga Inggris. Final Piala FA pun bisa dicapainya.

Sejak saat itu, puja dan puji menghampiri mantan gelandang timnas Inggris tersebut. Akan tetapi, ekspektasi manajemen Chelsea justru kian meninggi pada musim ini. Terlebih sejak Chelsea bisa kembali jor-joran belanja pemain.

Frank Lampard Terboros

Frank Lampard Lega Timo Werner dan Kai Havertz Cetak Gol Lagi
football.london

Apalagi, Frank Lampard termasuk boros dalam pembelian pemain baru. Lebih dari 200 juta poundsterling dihabiskan untuk membeli 6 pemain bintang. Termasuk memboyong Kai Havertz dari Bayer Leverkusen senilai 71 juta poundsterling, dan Ben Chilwell dari Leicester City seharga 45 juta poundsterling.

Belanja Chelsea pada awal musim 2020-21 menjadi yang tertinggi sejak era kepemilikan taipan asal Rusia, Roman Abramovich. Bahkan melebihi belanja Antonio Conte pada awal musim 2017-18 dengan total 186 juta poudsterling.

Sial bagi Lampard, ekspektasi tinggi pemilik Chelsea berbanding terbalik dengan proses adaptasi para bintang baru. Penampilan Kai Havertz, Timo Werner, Hakim Ziyech, Ben Chilwell, Thiago Silva, hingga Edouard Mendy, masih belum konsisten.

Frank Lampard - Chelsea - Transfer - Sports Illustrated
Sports Illustrated

Musim ini, Chelsea menderita 6 kekalahan dalam 19 pertandingan di Liga Inggris. Termasuk tren negatif dalam 8 pertandingan terakhir, dengan hanya mencatat 2 kemenanan, 1 seri, dan 5 kali kalah. The Blues kini terpuruk di papan tengah, tepatnya posisi ke-9 dengan 29 poin.

Situasi itu yang memicu Roman Abramovich mengambil keputusan memecat Frank Lampard pada Senin (25/1/2021). Namun, terlepas dari tren negatif yang sedang dilalui Chelsea di Liga Inggris, dukungan untuk Lampard justru mengalir dari kolega. Tak sedikit pula yang mengutuk kebijakan Chelsea.

Dukungan Mengalir untuk Frank Lampard

“Keputusan yang benar-benar mengejutkan dari @ChelseaFC untuk memecat Frank Lampard. Kalian memulai dari mana? Membalikkan prediksi dengan menempati 4 besar musim lalu dan lolos secara mengesankan ke babak gugur @ChampionsLeague musim ini. Membeli beberapa pemain bagus yang akan memuaskan dalam kurun waktu tertentu. Ini kegilaan!” kritik mantan striker Liverpool, Michael Owen, melalui twitter-nya @themichaelowen.

Hal senada juga disampaikan eks bomber timnas Inggris, Gary Lineker. “Frank Lampard akan dipecat oleh @ChelseaFC hari ini. Benar-benar menggelikan setelah penampilan buruk pertamanya. Tentunya selalu butuh waktu mengingat begitu banyak pemain baru yang masuk ke klub. Kesabaran menjadi hal baik yang jarang dikenali dalam olahraga ini. Mereka tidak pernah belajar”.

Tidak kalah keras kritik yang dilontarkan John Hartson. Mantan penyerang timnas Wales itu menyebut, Lampard sudah membuat pencapaian yang apik sejak ditunjuk menangani Chelsea pada musim lalu.

“Frank Lampard mengambil alih saat Chelsea dalam situasi larangan transfer. Dia membawa klub ke Liga Champions dan final Piala FA. Musim ini berjarak 5 poin dari posisi ke-4. Kondisi ini tidak akan merusak Frank sama sekali, dia akan segera kembali. Butuh lebih banyak waktu. Ini jelas keputusan yang buruk,” sebut Hartson dikutip Football5star.com dari cuitan twitter @JohnHartson10.

Pemecatan Lampard Langkah Tepat?

Terlepas dari ramainya dukungan untuk Frank Lampard, faktanya Chelsea memang sedang dalam situasi sulit. Bahkan, selama periode Roman Abramovich, rasio kemenangan Frank Lampard menjadi yang terendah. Bersama Lampard, The Blues mencatat rasio 52,4% kemenangan, hanya lebih baik dari Andre Villas-Boas dengan 47,5%.

Frank Lampard - Liga Inggris - Chelsea - Metro
Metro.co.uk

Sebagai perbandingan, rasio kemenangan Jose Mourinho pada periode pertama menangani Chelsea mencapai 67,03%. Sedangkan Antonio Conte, Maurizio Sarri, Avram Grant, Carlo Ancelotti, hingga sebelumnya ada nama Claudio Ranieri, memiliki rasio di atas 60%.

Paling memprihatinkan adalah rerata poin per pertandingan yang dicapai Frank Lampard sebagai manajer Chelsea. Sejak musim lalu, dia hanya mencatat 1,67 poin per laga, terendah di antara manajer tetap Chelsea pada era Premier League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Abramovich Habiskan Lebih dari 2,1 Triliun Rupiah untuk Pecat Manajer

gamespool
Abramovich Habiskan Lebih dari 2,1 Triliun Rupiah untuk Pecat Manajer 28

Football5star.com Indonesia – Frank Lampard resmi dipecat Chelsea. Sejak dimiliki Roman Abramovich, 10 kali surat pemutusan hubungan kerja (PHK) dikeluarkan untuk menendang manajer. Bahkan, total kompensasi yang dibayarkan mencapai 110 juta poundsterling (sekitar Rp2,1 triliun).

Memang, semenjak Roman Abramovich membeli Chelsea dari Ken Bates pada 2003, berbagai prestasi mampu ditorehkan. Sebanyak 16 trofi major disabet The Blues, termasuk gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya.

Roman Abramovich - Chelsea - Sven-Goran Eriksson - Football London
Football London

Namun, tumbal yang dibutuhkan dari prestasi tersebut pun tidak kecil. Total, ada 9 nama yang berstatus manajer tetap, pernah di-PHK oleh Roman Abramovich. Tidak termasuk manajer interim atau karteker. Bahkan, ada yang lebih dari sekali dipecat, yakni Jose Mourinho.

Selain Jose Mourinho yang mendapat surat PHK dua kali, manajer-manajer lain yang pernah dipecat Roman Abramovich antara lain Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, Carlo Ancelotti, Andre Villas-Boas, Roberto Di Matteo, Antonio Conte, Maurizio Sarri, hingga yang terbaru Frank Lampard.

Dikutip Football5star.com dari cuitan jurnalis finansial sepak bola, Kieran Maguire, Roman Abramovich sudah mengeluarkan total 110 juta poundsterling. Angka itu menjadi biaya yang dikeluarkan sebagai kompensasi mengeluarkan 9 surat PHK.

Angka tersebut pun di luar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk beberapa manajer interim atau karteker semisal Ray Wilkins, Guus Hiddink, Rafael Benitez, atau Steve Holland.

Chelsea Paling Merugi, Frank Lampard Terboros

Masih dilansir data yang dirilis Kieran Magure, Chelsea sejak format Premier League digulirkan pada 1992, menjadi tim yang paling merugi. Total 797 juta poundsterling (sekitar Rp15,2 triliun) kerugian The Blues hingga 2020 lalu. Angka tersebut melebihi Manchester City yang merugi hingga 636 juta poundsterling (Rp 12,1 triliun) dan berada di urutan kedua.

Bahkan, di antara pengeluaran yang memicu kerugian Chelsea, yang tertinggi adalah pada masa Frank Lampard. Pada musim ini saja, Chelsea menggelontorkan lebih dari 200 juta poundsterling untuk membeli 7 pemain bintang. Termasuk 71 juta poundsterling untuk memboyong Kai Havertz dari Bayer Leverkusen.

Pengeluaran tersebut melonjak dari pembelanjaan tertinggi sebelumnya yang dikeluarkan Antonio Conte pada awal musim 2017-18 sekitar 186 juta poundsterling. Tak heran dengan pengeluaran sebesar itu, apa yang dicapai Frank Lampard pada musim ini jauh dari ekspektasi hingga berujung pemecatan.

Bahkan, selama periode Roman Abramovich berkuasa, rasio kemenangan Frank Lampard menjadi yang terendah. Bersama Lampard, The Blues mencatat rasio 52,4% kemenangan, hanya lebih baik dari Andre Villas-Boas dengan 47,5%.

Frank Lampard dengan Jose Mourinho  Chelsea vs Tottenham Hotspur  laga ke-1000 The Blues pada era Roman Abramovich. (thesun.co.uk)
thesun.co.uk

Sebagai perbandingan, rasio kemenangan Jose Mourinho pada periode pertama menangani Chelsea mencapai 67,03%. Sedangkan Antonio Conte, Maurizio Sarri, Avram Grant, Carlo Ancelotti, hingga sebelumnya ada nama Claudio Ranieri, memiliki rasio di atas 60%.

Paling memprihatinkan adalah rerata poin per pertandingan yang dicapai Frank Lampard sebagai manajer Chelsea. Sejak musim lalu, dia hanya mencatat 1,67 poin per laga, terendah di antara manajer tetap Chelsea pada era Premier League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Resmi Dipecat Chelsea, Frank Lampard Jadi Tumbal ke-10 Roman Abramovich

gamespool
Resmi Dipecat Chelsea, Frank Lampard Jadi Tumbal ke-10 Roman Abramovich 33

Football5star.com Indonesia – Kemenangan 3-1 atas Luton pada babak keempat Piala FA ternyata tak bisa menyelamatkan karier Frank Lampard di Chelsea. Pada Senin (25/1/2021), Chelsea mengumumkan memecat Lampard dari posisi manajer.

Keputusan itu diambil Chelsea menyusul rentetan hasil minor yang diraih, terutama di pentas Liga Inggris. Bagaimana tidak, dalam delapan pertandingan terakhir, The Blues cuma meraih 2 kemenangan dan menderita 5 kekalahan.

Frank Lampard - Chelsea - Transfer - Sports Illustrated
Sports Illustrated

“Ini keputusan berat, dan tidak mudah dilakukan oleh pemilik serta jajaran direksi. Kami berterima kasih kepada Frank untuk apa yang telah dicapai selama menangani klub. Akan tetapi, hasil dan performa belakangan ini gagal memenuhi ekspektasi klub,” bunyi pernyataan Chelsea dikutip Football5star.com dari laman resmi klub.

Di antara kekalahan itu dialami dari klub-klub pesaing di papan atas seperti Everton, Arsenal, Manchester City, hingga Leicester City. Akibatnya, Chelsea yang sempat bertengger di posisi dua teratas kini terlempar ke papan tengah, tepatnya peringkat ke-9 dengan 29 poin.

Alhasil, Frank Lampard yang sudah 18 bulan menangani Chelsea, kini harus lengser. Kontrak berdurasi tiga tahun sejak menggantikan Maurizio Sarri, tak bisa dituntaskan.

“Klub saat ini berada di papan tengah dan tak ada indikasi ada perkembangan. Bukan masa yang baik untuk berpisah denga legenda seperti Frank. Namun, setelah melalui pertimbangan diputuskan bahwa sekarang saatnya klub untuk berkembang dan meraih hasil baik,” sambung pernyataan tersebut.

Roman Abramovich - Chelsea - Shropshire Star
Shropshire Star

Frank Lampard bukan manajer pertama Chelsea yang pernah mendapat surat pemutusan hubungan kerja (PHK) dari Roman Abramovich. Sejak taipan asal Rusia itu mengakuisisi The Blues pada 2003, sudah 10 kali dia mendepak manajer, di luar yang berstatus interim dan karteker. Bahkan, Jose Mourinho pernah dua kali menjadi tumbal.

“Ini keputusan sulit karena saya punya hubungan personal yang baik dengan Frank. Saya juga menghormati dia. Dia pria dengan integritas dan etos kerja tinggi. Namun, dalam situasi saat ini kam percaya keputusan ini yang terbaik, mengganti manajer,” ujar Roman Abramovich.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Frank Lampard Ogah Dapat Perlakuan Khusus dari Roman Abramovich

gamespool
Frank Lampard Ogah Dapat Perlakuan Khusus dari Roman Abramovich 37

Football5star.com, Indonesia – Kegemilangan karier Frank Lampard sebagai pemain Chelsea ternyata tak membuatnya besar kepala. Lampard berharap kiprahnya di masa lalu tak membuat Roman Abramovich memberikan perlakuan spesial kepadanya.

Buruknya performa The Blues dalam tujuh laga terakhir membuat posisi Lampard berada dalam bahaya. Ia wajib mengembalikan Chelsea ke performa terbaiknya andai ingin terus bertahan di Stamford Bridge.

“Kedatangan Roman Abramovich ke Chelsea beberapa tahun lalu sangat-sangat berarti buat karier saya. Saya bisa saja menjalani karier yang berbeda bersama tim lain,” kata Frank Lampard dikutip dari laman resmi The Blues.

Frank Lampard - Roman Abramovich - Chelsea - Eurosport
Eurosport

“Tapi, saya beruntung karena memiliki pemilik klub yang mendatangkan banyak pemain baru dan mengubah sejarah kami. Kedatangan Abramovich benar-benar mengubah hidup saya.”

“Saya tentu sangat memahami kesuksesan saya bersama Chelsea di masa lalu. Tapi, hal itu tidak seharusnya membuat saya mendapatkan perlakuan spesial sebagai pelatih,” sambung Lampard.

Lebih lanjut, Lampard tak mau terlalu memikirkan mengenai badai kritik yang menerpa Chelsea. Ia hanya fokus menjalani pekerjaannya dengan baik dan menilai bahwa memikirkan mengenai kritik hanya membuang-buang waktu.

“Yang saya ingin lakukan saat ini adalah berkonsentrasi secara penuh terhadap tanggung jawab di sini. Saya tak bisa mengontrol apa yang terjadi di luar saya. Selain itu, saya juga tak akan mengandalkan apa yang terjadi di masa lalu,” tuntas Lampard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Frank Lampard: Roman Abramovich Telah Mengubah Karier Saya

gamespool
Frank Lampard: Roman Abramovich Telah Mengubah Karier Saya 41

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Frank Lampard, mengucapkan terima kasih kepada bos besarnya, Roman Abramovich, yang telah mengubah kariernya di dunia sepak bola. Lampard merasa dirinya selalu didukung sejak menjadi pemain dan sekarang menjadi pelatih Chelsea.

Laga melawan Tottenham, Minggu (21/11/20) akan menjadi laga ke-1000 The Blues dibawah kepemilikan Roman Abramovich. Pengusaha Rusia itu mengambil alih Chelsea pada 2003 dan merubah klub itu menjadi klub besar dengan total 16 gelar major.

Roman Abramovich - Chelsea - Sven-Goran Eriksson - Shropshire Star
Shropshire Star

“Saya pasti selalu merasakan dukungannya selama bertahun-tahun. Sebagai pemain ketika dia pertama kali datang ke klub dan seiring berlalunya waktu. Saya sangat berterima kasih kepadanya setelah melakukan apa yang telah dia lakukan untuk klub karena itu mengubah karier saya sebagai pemain. Sekarang saya cukup beruntung bisa bekerja di klub fantastis ini sebagai pelatih,” kata Lampard seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports.

Lampard melanjutkan, “Saya benar-benar sangat berterima kasih atas apa yang telah dibawa Roman Abramovich ke klub. Dan bagian dari kesepakatan saya adalah melakukan yang terbaik untuk membuat kami kembali memperjuangkan gelar.”

Mantan pelatih Derby County itu mengenang pengalamannya saat Abramovich membeli Chelsea dan langsung membawa The Blues menjadi juara.

“Saya ingat hari-hari awal era Roman Abramovich dan mungkin banyak fans lain yang mendukung ketika seorang pemilik baru datang, menghabiskan sejumlah uang dan kami menjadi sukses dengan cepat. Tapi saya pikir Anda bisa melihat bagaimana kami mempertahankannya selama periode waktu tertentu,” kata Frank Lampard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Abramovich Tak Izinkan Pemain Chelsea Membelot ke Tottenham

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan bomber Chelsea, Carlton Cole, membeberkan rahasia besar terkait Roman Abramovich. Ia mengatakan sang pemilik klub tak pernah mengizinkan pemainnya membelot ke Tottenham Hotspur.

Carlton Cole pernah merasakan itu. Dia pernah hampir bergabung ke Tottenham Hotspur. Segalanya pun sudah siap, mulai dari tes medis hingga keberangkatannya menuju London Utara.

Tapi di tengah perjalanan ia disuruh kembali oleh Roman Abramovich. Ketika itu pemilik klub asal Rusia menyebut jika dia tidak pernah berbisnis dengan The Lilywhites.

carlton cole-chelsea-dailymail
dailymail.co.uk

“Saya hampir bergabung dengan Tottenham. Saya pergi dan melakukan tes medis dan segalanya. Abramovich mengetahuinya dan dia berkata ‘Anda harus kembali, Anda tidak bergabung dengan mereka’,” kata Cole kepada Talksport, Senin (7/9/2020).

“Dia berkata lagi ‘Anda tidak bisa pergi ke Spurs, saya tidak berbisnis dengan mereka, saya punya alternatif untuk Anda’. Saya kemudian kembali ke Stamford Bridge bersama paman dan ayah saya,” ia menambahkan.

Kegilaan sang pemilik klub tidak sampai di situ. Dia kemudian meminta Carlton Cole memperpanjang kontraknya di Chelsea dan menjalani masa peminjaman ke CSKA Moskow.

“Kami kemudian berbicara. Saya tanya padanya ‘ke mana saya akan pergi?’. Dia kemudian bilang ‘saya akan memberi Anda kontrak baru tapi Anda harus pergi ke CSKA Moskow’,” imbuh mantan pemain Persib Bandung.

Pada akhirnya Cole tak pernah merapat ke CSKA Moskow. Ia memilih tetap di Inggris untuk memperkuat Aston Villa sebagai pemain pijaman 2004 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roman Abramovich Keluarkan Rp1,7 Triliun untuk Sebuah Lukisan

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, baru-baru ini diketahui telah mengeluarkan banyak uang untuk sebuah lukisan. Seperti dilansir Sputnik News, pria asal Rusia itu telah mengeluarkan 120 juta dolar AS (sekitar Rp1,7 triliun) dalam sebuah lelang lukisan bersejarah yang dilakukan pada dua bulan lalu.

Tentu saja bukan lukisan sembarangan yang dibeli Roman Abramovich dalam lelang tersebut. Lukisan tersebut adalah karya Edvard Munch yang berjudul “The Scream”. Lukisan itu menggambarkan seseorang berteriak di tengah jembatan dengan latar merah.

“The Scream” dibuat Edvard Munch pada 1893 hingga 1910. Ada empat buah yang dibuat Munch. Dua dibuat dengan tinta, dua dengan pastel. Lukisan yang dibeli Abramovich adalah salah satu dari keempat seri tersebut. Tak heran bila dia harus mengeluarkan Rp1,7 triliun untuk mendapatkannya.

Lukisan The Scream karya Edvard Munch dibeli Roman Abramovich.
widewalls.com

Lelang lukisan “The Scream” karya Edvard Munch dilakukan di New York pada 2 Mei silam. Penawaran awal untuk karya ikonik nan fenomenal tersebut dipatok pada angka 50 juta dolar AS (sekitar Rp697 miliar). Artinya, Abramovich jadi pemenang dengan menyodorkan tawaran 58% lebih tinggi dari penawaran awal.

Dalam lelang tersebut, Roman Abramovich ikut serta melalui telepon dengan menutupi identitasnya. Lelang hanya berlangsung 15 menit. Dari tujuh orang penawar, hanya satu yang bertahan dalam kurun waktu itu. Dia adalah sang pemilik Chelsea.

Roman Abramovich dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Rusia. Berdasarkan daftar yang dirilis Forbes pada April lalu, dia ada di posisi ke-10 orang terkaya di Rusia. Kekayaannya berjumlah 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp156,8 triliun). Adapun posisi orang terkaya di Rusia saat ini dipegang Vladimir Potanin. Kekayaannya mencapai 19,7 miliar dolar AS (sekitar Rp274,7 triliun).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Intip Jet Pribadi Mewah Roman Abramovich Seharga Rp1,1 Triliun

terassd
Intip Jet Pribadi Mewah Roman Abramovich Seharga Rp1,1 Triliun 52

Football5Star.com, Indonesia – Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, ternyata memiliki jet pribadi mewah dengan harga fantastis, 66 juta pounds atau setara Rp1,1 Triliun. Pesawat itu berjenis Boeing 767-33A modifikasi dengan julukan ‘The Bandit’.

Pengusaha asal Rusia itu membelinya pada 2004, setahun setelah Abramovich membeli The Blues. Dia menyimpan The Bandit di Bandara Stansted, London. Apa yang membuat jet pribadi ini sangat mahal?

Intip Jet Pribadi Mewah Roman Abramovich Seharga Rp1,1 Triliun
The Sun

Ada ruang makan yang menakjubkan di pesawat dengan ruang untuk 30 tamu untuk makan malam dan minum wine. Lalu juga ada dapur, tempat kerja, dan kamar tidur yang juga merupakan bagian dari modifikasi pesawat. Interiornya terbuat dari logam mulia dan kayu halus dan juga ada hiasan emas.

Abramovich yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia jelas butuh keamanan yang ketat. Soal keamanan, The Bandit punya sistem keamanan yang sama seperti Air Force One milik presiden Amerika Serikat. The Bandit memiliki sistem anti-balistik yang dirancang untuk melawan rudal balistik yang ditembakkan ke pesawat.

Intip Jet Pribadi Mewah Roman Abramovich Seharga Rp1,1 Triliun
The Sun

Walaupun Abramovich memiliki The Bandit, dia sebenarnya bisa memilih jet pribadi lainnya. Karena ternyata dia memiliki 3 jet pribadi mewah. Diantaranya ada Boeing 767-300 seharga 55 juta pounds dan Boeing 767-700 seharga 60 juta pounds.

Kedua pesawat itu juga memiliki ruang kerja dan kamar tidur. Kedua pesawat itu juga sama mewahnya karena memiliki hiasan emas pada interiornya. Tapi mereka tidak secanggih The Bandit. Yang pasti Roman Abramovich punya banyak pilihan jika ingin mondar-mandir dari Inggris ke Rusia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lampard: Sejak Ada Abramovich, Tugas Pelatih Semakin berat

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Frank Lampard, mengatakan kehadiran Roman Abramovich di dunia sepak bola telah meningkatkan level sepak bola. Hal tersebut tak lepas dari ekspektasi tinggi yang selalu dimiliki sang pemilik klub.

Roman Abramovich selama ini dikenal sebagai pemilik klub yang tak segan-segan memecat pelatih yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi. Terbukti, pelatih-pelatih top sudah menjadi korbannya seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, maupun Luis Felipe Scolari.

Frank Lampard mengakui bahwa dia juga terus dihantui pemecatan oleh Abramovich. Ia juga menganggap tugas pelatih saat ini semakin berat karena keberadaan pria Rusia tersebut.

Manchester City - Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya - Sheikh Mansour - Al Bawaba
Fox Sports

“Pekerjaan pelatih menjadi jauh lebih intens selama 20 tahun terakhir. Terutama di era Roman Abramovich karena ada harapan tinggi yang membawa kami selalu berada dalam tekanan tinggi,” kata legenda The Blues seperti dikutip Football5star dari Daily Mail, Minggu (5/4/2020).

“Pada prakteknya, ini membuat beberapa keputusan sulit untuk pelatih, yang membutuhkan pemain yang sangat kuat dengan kepribadian yang kuat juga,” sambungnya.

Lebih lanjut, Frank Lampard juga membandingkan tekanan yang didapat pelatih sekarang dengan pelatih-pelatih Chelsea dua dekade lalu. Ia menganggap para pendahulunya itu tidak akan merasakan apa yang dirasakan juru taktik The Blues di bawah kendali Abramovich.

“Saya tidak berpikir pelatih chelsea 25 tahun lalu akan membutuhkan kualitas yang sama dengan yang dibutuhkan sekarang. Kondisinya berbeda, sekarang ekpektasi pada kami sangat tinggi dan kami diharuskan menjadi juara,” tutup mantan juru taktik Derby County tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Ketika Chelsea Hanya Dihargai 1 Pounds

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Hampir dua dekade terakhir Chelsea menjelma jadi kekuatan baru di sepak bola Eropa. Hal ini tak lepas dari masuknya taipan Rusia bernama Roman Abramovich pada 2003 silam.

Roman Abramovich datang ke Chelsea membawa harapan baru dan tentu saja nasib baru. Dia menyulap The Blues sebagai tim kuat yang mampu menguasai sepak bola Inggris. Dan sampai saat ini klub London Barat terus diperhitungkan sebagai kandidat juara tiap musimnya.

Akan tetapi, tidak banyak banyak yang tahu bagaimana Chelsea sebelum kehadiran Roman Abramovich. Fan mereka sebelum milenium baru juga tidak semasif seperti sekarang.

ken bates-pinterest
Pinterest

Maklum saja, mereka dulu tak diperhitungkan di Premier League. Jangankan masuk ke empat besar, mereka justru beberapa kali bolak-balik ke Divisi Championship.

Kondisi The Blues ketika itu memang sangat berbeda. Mereka tidak punya pemain yang mumpuni, juga tidak memiliki kekuatan finansial seperti sekarang.

Strategi Ambil Untung Ken Bates

Cerita berawal pada 1982 silam. Chelsea mengalami masalah keuangan hebat. Mereka dituntut untuk membayar utang sebesar 1,85 juta Pounds, nilai yang cukup besar ketika itu.

Jika tak mampu melunasi utang sampai tenggat waktu yang ditentukan, klub terancam terkena denda hingga pengurangan poin. Pemilik saat itu, Brian Mears pun tak punya cara lain selain menjual klub kesayangannya ke orang lain.

Brian Mears tidak punya kriteria muluk dalam mencari investor baru. Yang penting baginya, sang penerus mampu melunasi beban utang klub.

Dan pada 2 April 1982, Ken Bates datang membawa penawaran. Ia bersedia melunasi seluruh utang klub asal bisa mendapatkan klub yang bermarkas di Stamford Bridge dengan harga hanya 1 pounds. Dan tanpa pikir panjang, Mears bersedia melepas sahamnya kepada Bates.

Bates pun memulai era baru di Chelsea. Hal pertama yang menjadi targetnya adalah membawa klub naik kasta ke First Division (sekarang Premier League).  Target tersebut akhirnya terlaksana semusim kemudian. Namun, pada 1988 The Blues harus kembali ke Divisi Championship.

ken bates roman abramovich chelsea dailymail
Daily Mail

Ken Bates kembali menata ulang klub dari titik nol. Satu-persatu masalah berhasil ia selesaikan, sepreti utang-piutangnya dengan pihak bank, hingga memasukkan saham klub ke bursa efek London.

Cara ini berdampak bagus untuk Chelsea. Perlahan tapi pasti mereka mampu menarik minat pemain-pemain top Eropa seperti Gianfranco Zola, Gianluca Vialli, hingga Ruud Gullit.

Kepemimpinan Bates akhirnya berakhir 2003 silam. Ia mendapat keuntungan besar saat melepas sahamnya kepada Roman Abramovich. Bayangkan saja, membeli dengan harga cuma 1 pounds, Ken Bates sukses melepas klubnya itu di angka 140 juta pounds.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola memang menjadi salah satu pilihan bagi para pebisnis kaya untuk melakukan investasi. Sebut saja nama seperti Sheikh Mansour, investor Manchester City yang sudah memberikan dana lebih dari 1 miliar Poundsterling untuk The Cityzens.

Selain Sheikh Mansour, ada juga beberapa nama pengusaha kaya lainnya yang berinvestasi di dunia sepak bola. Berikut www.old.football5star.com sudah merangkum 5 pemilik klub sepak bola terkaya:

1. SHEIKH MANSOUR (MANCHESTER CITY)
Manchester City - Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya - Sheikh Mansour - Al Bawaba
Al Bawaba

Sheikh Mansour merupakan pengusaha asal Uni Emirat Arab (UEA) yang memiliki saham mayoritas Manchester City. Pria 49 tahun itu juga merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan UEA dan memiliki total kekayaan senilai 22 miliar Dollar.

Pada tahun 2008, Mansour resmi menjadi pemilik saham mayoritas Manchester City. Gelontoran dana dari Mansour membuat Manchester City mampu mendatangkan banyak pemain bintang dan menjadi salah satu klub yang disegani di Inggris.

Semenjak diambil alih oleh Mansour, Manchester CIty juga mulai berhasil meraih sejumlah trofi bergengsi. Diantaranya ialah empat gelar Liga Inggris, dua Piala FA, dan lima Piala Liga Inggris.

2. ROMAN ABRAMOVICH (CHELSEA)
Manchester City - Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya - Sheikh Mansour - Al Bawaba
Fox Sports

Roman Abramovich bukanlah nama yang asing di telinga para pecinta sepak bola. Pria asal Rusia ini sudah menjadi pemilik saham mayoritas Chelsea semenjak tahun 2003 silam.

Menurut laporan dari Forbes, Abramovich memiliki total kekayaan senilai 11,3 Miliar Dollar. Angka didapatkan Abramovich berkat bisnisnya di bidang tambang serta investasi di Rusia.

Gelontoran dana dari Abramovich sukses membuat Chelsea menjadi salah satu klub tersukses di Inggris. Di bawah Abramovich, The Blues berhasil meraih lima gelar Liga Inggris, lima Piala FA, tiga Piala Liga Inggris, dua Liga Europa, dan satu Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Roman Abramovich Beli Chelsea Berkat Rayuan Eks Manchester City

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Manchester City, Sven-Goran Eriksson, mengakui bahwa dirinya merupakan sosok yang membuat Roman Abramovich membeli Chelsea. Menurutnya, ketika itu, Abramovich sempat memiliki wacana untuk membeli Tottenham Hotspur.

Di dalam pandangan Eriksson, Tottenham bukanlah tim yang tepat untuk Abramovich. Larena ia harus mengubah komposisi tim secara total. Sementara, komposisi tim milik The Blues sudah baik dan Abramovich tak perlu melakukan perubahan besar-besaran.

“Saya pertama kali bertemu Roman Abramovich di sebuah kasino pada tahun 2003. Ketika itu, dia ingin membeli sebuah klub di Moskow. Lalu, kami pergi ke Moskow dan saya berusaha meyakinkannya untuk membeli Dynamo (Moskow) karena mereka punya fasilitas terbaik,” ungkap Sven-Goran Eriksson dikutip dari Daily Mail.

Roman Abramovich - Chelsea - Sven-Goran Eriksson - Shropshire Star
Shropshire Star

“Lalu, Abramovich mengubah pikirannya dan ingin membeli klub di London. Ketika itu, ia bimbang memutuskan untuk membeli Tottenham Hotspur atau Chelsea.”

“Saya pun membujuknya untuk membeli Chelsea. Karena, ia harus mengubah satu tim agar membuat Tottenham menjadi tim juara. Sementara, dia hanya harus mengubah setengah tim di Chelsea,” ujar Eriksson menambahkan.

Abramovich resmi menjadi pemilik Chelsea pada tahun 2003 silam. Selama 16 tahun memimpin The Blues, Abramovich berhasil membawa Chelsea meraih lima gelar Premier League, satu Liga Champions, dua Liga Europa, lima Piala FA serta tiga Piala Liga Inggris. Tak hanya itu, ia juga berhasil membuat The Blues menjadi salah satu klub terkaya di dunia sepak bola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juarai Liga Europa, Maurizio Sarri Segera Bertemu Roman Abramovich

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Maurizio Sarri mengakhiri musim pertamanya bersama Chelsea dengan manis. Dia membawa klub milik Roman Abramovich menjuarai Liga Europa dengan menaklukkan Arsenal 4-1 di Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB.

Setelah menutup musim, Maurizio Sarri mengaku akan segera bertemu Roman Abramovich. Namun, dia tak mengisyaratkan hal itu sebagai langkah meminta izin untuk hengkang ke Juventus seperti yang belakangan ini dirumorkan banyak media massa.

“Saat ini, saya bahagia, tapi tentu saja saya juga perlu tahu apakah klub juga bahagia, apakah kami dapat lebih meningkat?” ujar Maurizio Sarri selepas final Liga Europa seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Roman Abramovich menyaksikan langsung Chelsea yang diasuh Maurizio Sarri mengalahkan Arsenal pada final Liga Europa.
standard.co.uk

Mantan pelatih Napoli itu menegaskan, pertemuan dengan pemilik atau petinggi klub tak melulu karena ada hal penting. Dia mengakui hal itu sebagai rutinitas setiap musim. “Saya kira itu normal saja. Saya harus berdiskusi dengan pemilik pada akhir setiap musim dengan setiap klub,” kata dia.

Sementara itu, mengenai masa depannya di Chelsea, Maurizio Sarri berujar, “Saya kira saya berhak tetap berada di sini. Namun, itu hanya pendapat saya dan tentu tidak cukup. Sekarang, saya harus berbicara dengan klub saya. Besok, saya akan bicara dengan klub, pemilik, direktur, Marina (Granovskaia). Saya tak tahu (dengan siapa lagi).”

Pembicaraan yang berisi evaluasi dan proyeksi dinilai sangat penting oleh mantan pegawai bank tersebut. Menurut dia, pada setiap akhir musim, harus ada kejelasan mengenai apa yang dapat dilakukan klub untuk pelatih dan pelatih untuk klubnya.

“Saya perlu bicara dengan klub. Demikian pula klub perlu berbicara dengan saya. Lalu, dalam beberapa hari, saya akan membuat putusan. Saya maih memiliki kontrak. Jadi, saat ini, saya tak bicara apa-apa lagi,” ucap Maurizio Sarri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ranieri Bandingkan James Pallotta dengan Roman Abramovich

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, membandingkan cara kerja presiden Roma, James Pallotta, dan pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Menurutnya banyak perbedaan mencolok yang terjadi antara kedua pemilik tersebut.

Kendati tidak mengatakan Pallotta lebih baik dari Abramovich, Ranieri mengaku bahwa presiden Roma itu lebih memiliki kedekatan emosional dengan para pemain dan pelatih. Hal inilah yang tidak dimiliki pemilik Chelsea.

Ia pun mengaku dari deretan pelatih Chelsea selama ini hanya dirinya yang sering bertemu dengan Roman Abramovich ketika masih menangani The Blues. Bahkan ia meyakini bahwa Maurizio Sarri sampai sekarang belum pernah bertemu dengan pria asal Rusia tersebut.

james pallotta
romapress.us

“Saya harus katakan ini, saya tahu para pendukung dan jurnalis mengatakan pemilik kami berada jauh di Amerika Serikat, tapi dia selalu ada untuk tim. Saya tidak menemukan banyak pemilik klub yang dekat dengan klubnya sepanjang karier saya. Maksudnya yang selalu ada bersama tim setiap saat,” kata Ranieri seperti dilansir AS, Jumat (17/5/2019).

“Mungkin saya orang yang lebih sering bertemu dengan Abramovich lebih sering dari pelatih Chelsea lainnya. Saya rasa Carlo Ancelotti hanya bertemu dengannya beberapa kali. Sedangkan Sarri, saya tidak yakin dia sudah bertemu dengannya,” imbuhnya.

Tidak ketinggalan, pelatih yang akan meletakkan jabatannya di Roma akhir musim ini mengatakan hanya pemilik Leicester City yang benar-benar peduli dengan para pemain.“Saya lebih sering bertemu pemilik Leicester City selama karier saya. Mereka benar-benar memikirkan klub, pemain, dan fansnya,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

David Luiz Yakin Roman Abramovich Masih Mencintai Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bek Chelsea, David Luiz, yakin pemilik klub, Roman Abramovich masih mencintai The Blues. Meski, pengusaha asal Rusia tersebut selama setahun terakhir tidak menyaksikan timnya berlaga di Stamford Bridge.

Dikabarkan, Roman Abramovich tidak sekalipun menyaksikan Chelsea berlaga akibat adanya permasalahan visa. Ketegangan antara Rusia dan Inggris membuat Abramovich mengalami masalah untuk memperbarui visa.

Berbagai laporan mengatakan akibat permasalahan yang dihadapi, membuat Abramovich berminat menjual klub yang telah dimilikinya sejak 2003. Namun, David Luiz memastikan Abramovich masih mencintai The Blues.

Berbicara kepada Daily Mail dikutip Football5star.com, David Luiz mengatakan bahwa meski tidak berada di Stamford Bridge, hati Abramovich masih bersama The Blues.

david luiz chelsea roman abramovich as
as.com

“Dia tidak di sini, tetapi hatinya ada di sini. Dia mencintai klub ini. Dia yang membangun Chelsea. Segala sesuatu di Chelsea berubah karena dia.”

Bahkan, David Luiz belum lama ini menjalin komunikasi dengan Abramovich dan meyakini bahwa pengusaha asal Rusia tersebut masih mencintai The Blues.

“Saya berkesempatan untuk berbicara dengannya minggu lalu, untuk menentukan masa depan saya. Dia mencintai klub dan semua yang ada di dalam klub ini.”

Lebih lanjut, Luiz mengungkapkan bahwa Abramovich masih memiliki semangat yang sama seperti awal-awal mengambil alih Chelsea.

“Dia masih berpikir dengan cara yang sama. Dia memiliki rasa lapar yang sama, berpikir tentang kemenangan. Dia tidak ingin kehilangan energi.” jelas David Luiz.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Petr Cech Akui Roman Abramovich Tak Restui Dirinya Hengkang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Petr Cech kembali mengenang detik-detik dirinya hengkang dari Chelsea ke Arsenal beberapa musim lalu. Ia mengatakan bahwa pemilik Chelsea, Roman Abramovich, tak mengizinkannya pergi.

Kiper berkebangsaan Republik Ceko ini meninggalkan Stamford Bridge pada 2015 lalu setelah kalah bersaing dengan Thibaut Courtois. Empat tahun hengkang dari Chelsea, ia sepertinya masih ingat bagaimana perbincangan terakhir dengan Roman Abramovich ketika itu.

Petr Cech mengakui bahwa sang pemilik klub tidak senang ketika mendengar dirinya akan hengkang. “Saya melakukan pertemuan di rumahnya. Kami duduk dan saya mengungkapkan alasan pergi. Saya sangat gugup ketika itu,” katanya seperti dilansir Daily Mail, Kamis (9/5/2019).

Arsenal - BATE - Cech - Liga Europa - Football5star
@OptaJoe

“Dia tidak senang mendengar itu dan tidak mengizinkan saya pergi. Tapi pada akhirnya dia paham bahwa saya sudah melakukan segalanya untuk Chelsea. Setelah itu dia menutup mata dan berkata ‘oke kamu boleh pergi’,” sambung sang kiper.

Musim ini adalah musim terakhir Cech berkarier sebagai pesepak bola. Ia sudah memutuskan pensiun musim depan. Namun, jelang akhir kariernya ia justru berpeluang menghadapi The Blues di final Liga Eruopa.

Kemungkinan ini bisa menjadi kenyataan andai Chelsea dan Arsenal berhasil mengalahkan Eintracht Frankfurt dan Valencia di semifinal. “Bermain melawan mereka di final akan sangat memungkinkan. Saya tidak tahu apa ini skenario dari tuhan ketika harus tampil di final yang sangat emosional melawan tim yang sudah membesarkan nama Anda,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Info Tak Akurat Buat Abramovich Batal Beli Arsenal

Football5Star.com, Indonesia – Roman Abramovich ternyata hampir saja jadi pemilik Arsenal. Sebelum akhirnya mengalihkan bidikan kepada Chelsea, taipan asal Rusia itu ternyata lebih berminat mengakuisisi The Gunners. Namun, hal itu urung terjadi karena kesalahan informasi.

Kisah tersebut terungkap dalam buku bertajuk “The Club” yang ditulis oleh Joshua Robinson dan Jonathan Clegg. Keduanya adalah penulis Wall Streets Journal. Buku ini pada intinya mengupas hal-hal yang membuat Premier League jadi liga paling disruptif.

Roman Abramovich bersama Alisher Usmanov yang jadi salah satu pemilik Arsenal saat ini.
eurosport.com

Dalam salah satu bagiannya, Robinson dan Clegg mengisahkan Abramovich pada 2003. Saat itu, sang taipan menyewa bank Swiss, UBS, untuk menganalisis sisi ekonomi klub-klub divisi teratas sepak bola Inggris. Salah satu temuan yang mereka dapatkan adalah bahwa Arsenal tak akan dijual.

Berdasar temuan tersebut, Abramovich yang semula sangat berminat mengambil alih Arsenal akhirnya mundur. Dia kemudian mengalihkan perhatian kepada klub Kota London lainnya, Chelsea. Dia lantas mengeluarkan uang 140 juta pounds untuk mewujudkan hal itu.

Ternyata, berdasarkan pemaparan Robinson dan Clegg, temuan itu keliru. The Gunners justru siap menerima kedatangan investor baru pada waktu itu. Hal tersebut antara lain diungkapkan David Dein, mantan Vice Chairman Arsenal. Dia meyakini para pemilik The Gunners akan mau menerima tawaran yang diajukan Abramovich.

Fakta yang diungkap Robinson dan Clegg itu tentu pahit bagi para penggemar Arsenal. Pasalnya, bersama Abramovich, Chelsea lantas berjaya dengan meraih lima gelar juara Premier League. Mereka pun sanggup mendatangkan nama-nama besar. Sementara itu, The Gunners justru tak pernah lagi juara sejak jadi yang terbaik pada 2003-04.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Rencana Roman Abramovich Menjual Chelsea

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, dikabarkan tertarik menjual saham klub seharga 2 miliar pound atau setara Rp 37 triliun.

Taipan asal Rusia, Roman Abramovich, dikabarkan bakal menjual saham Chelsea yang kini ia miliki. Laporan dari Sunday Times Business yang dilansir Football5Star.com dari Mirror, Abramovich berencana menjual saham Chelsea seharga 2 milyar pound atau kurang lebih senilai Rp 37 T.

Abramovich ingin menjadikan Chelsea sebagai klub termahal dunia. Pengusaha berumur 51 tahun itu bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat yang dulu membantu pengusaha China mengakuisisi 13 persen saham Manchester City pada 2015. Abramovich berniat mengalahkan harga jual saham The Citizens yang kala itu bernilai 1,9 miliar pound.

Saham Chelsea dikabarkan sudah diminati oleh Sir Jim Ratcliffe, pengusaha terkaya di Inggris Raya sejak awal 2018. Kini dengan ketertarikan Abramovich menjual sahamnya, Ratcliffe kemungkinan akan segera menjadi pemilik baru The Blues.

roman abramovich zimbio
zimbio.com

Abramovich saat ini tengah berhadapan dengan kendala penolakan izin kerjanya di Inggris yang telah kedaluarsa pada Mei lalu. Permasalahan itu berdampak kepada pembangunan stadion baru Chelsea yang urung dilakukan hingga saat ini.

Pada bursa transfer musim panas lalu, Abramovich telah menggelontorkan banyak dana untuk berbelanja pemain. Chelsea mendatangkan gelandang Napoli, Jorginho, seharga 57 juta pound dan menjadikan Kepa Arrizabalaga sebagai kiper termahal dunia setelah diboyong dari Athletic Bilbao dengan nominal 71 juta pound.

Chelsea juga telah mengganti pelatih dari Antonio Conte menjadi Maurizio Sarri. Di bawah arahan Sarri, Chelsea cukup menjanjikan dengan meraih dua kemenangan dalam dua laga pertama Liga Inggris 2018-2019. Selanjutnya, Chelse akan berhadapan dengan Newcastle United di Stadion St James’ Park, Minggu (26/8/2018).

Selama di Chelsea, Sarri Dilarang Merokok

Banner Football Live Star Baru-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih baru Chelsea, Maurizio Sarri, selama ini dikenal memiliki kebiasaan merokok di lapangan dan ruang ganti pemain saat jeda. Namun, kebiasaan tersebut tampaknya tidak akan berlaku selama ia melatih klub London Barat.

Adalah pemilik klub, Roman Abramovich, yang melarang pelatih asal Italia itu merokok. Mirror melaporkan bahwa taipan Rusia tersebut tidak ingin sang pelatih memberi contoh buruk di hadapan anak asuhnya.

Selain itu, budaya sepak bola Inggris dan Italia juga sangat berbeda. Hingga saat ini, seorang pelatih di Liga Italia yang ketahuan menghisap rokok saat pertandingan masih kerap terlihat. Sebelum Sarri, Marcelo Lippi adalah orang yang selalu memamerkan kebiasaannya itu di pinggir lapangan.

Chelsea, Tiga Pemain, 120 juta pounds
zimbio.com

Hal berbeda terjadi di Inggris. Sejak kompetisi berubah menjadi Premier League, hampir tidak ada pelatih yang merokok selama laga. Hal ini tak lepas dari peraturan ketat yang dibuat FA.

Maka tak heran jika Abramovich memerintahkan pelatih barunya itu meninggalkan kebiasaan merokok saat pertandingan. Tentu menarik ditunggu apakah pelatih 59 tahun itu benar-benar bisa lepas dari rokok di stadion, mengingat selama mengasuh Napoli, ia mendapat kebebasan dari pemilik klub.

Ketika masih melatih Il Partinopei, Sarri memang mendapat keistimewaan. Ia dibuatkan ruang khusus agar bisa mengepulkan asap yang keluar dari mulutnya. Bahkan saat bertandang ke RB Leipzig di Liga Champions musim lalu, klub Bundesliga tersebut sampai menyiapkan area khusus rokok untuk Sarri.

Keuangan Klub Bergejolak, Abramovich Tolak Jual Chelsea

Football5Star.com, Indonesia – Klub kaya raya Inggris, Chelsea, saat ini tengah mengalami masalah keuangan. Kendati sedang bergejolak, Roman Abramovich selaku pemilik klub enggan menjual sahamnya.

Sky Sports mencium gelagat bahwa Abramovich sudah merencakan penjualan klub kepada pebisnis kaya asal Britania Raya, Jim Ratcliffe. Namun, isu tersebut ditampik oleh manajemen klub. Mereka bahkan menegaskan pria Rusia itu sama sekali tidak berpikir untuk menjual Chelsea.

Masalah keuangan The Blues bermula dari gagalnya rencana mereka untuk memugar stadion Stamford Bridge. Bengkaknya anggaran menjadi satu milyar pounds membuat Abramovich mengurungkan niatnya.

chelsea vs mu twitter @optajoe
@OptaJoe

Selain itu, kegagalan manajemen mendatangkan pemain yang diinginkan pelatih Antonio Conte sejak awal musim lalu juga memunculkan pertanyaan soal kekuatan transfer mereka. Banyak yang menduga bahwa klub asal London Barat itu tengah merampingkan neraca keuangan sehingga harus menekan pengeluaran klub.

Permasalahan Chelsea tidak sampai di situ. Juara Premier League musim 2016-2017 itu harus menerima kenyataan pahit karena gagal menembus zona Liga Champions musim ini. Kegagalan tersebut membuat pendapat klub dari segi komersil merosot tajam.

Tidak hanya itu, Abramovich juga sedang terkena masalah dengan keimigrasian Inggris. Ia ditolak masuk Inggris sejak Mei lalu karena visa kerjanya sudah kadaluarsa. Hingga saat ini, pria Rusia itu sedang mengurus kewarganegaraan Israel agar bisa masuk lagi ke Britania Raya.

Chelsea Tunda Pemugaran Stamford Bridge

Football5Star.com, Indonesia – Klub raksasa Premier League, Chelsea, mengumumkan penundaan pemugaran kandang mereka, Stamford Bridge. Masalah keuangan disinyalir menjadi alasan utama The Blues menangguhkan rencana tersebut.

Kabar ini terbilang mengejutkan karena mereka sudah mendapat izin sejak Maret lalu untuk memugar stadion kebanggaannya itu menjadi 60 ribu kursi. Namun, membengkaknya biaya menjadi 1 milyar pounds membuat manajemen kembali berpikir ulang.

“Tidak ada desain prakonstruksi dan perencanaan kerja yang akan terjadi. Klub tak bisa memastikan jangka waktu keputusan penundaan ini,” demikian pernyataan Chelsea dalam di situs resmi mereka, Jumat (1/6/2018).

The Blues memang sudah merencanakan pemugaran kandang mereka. Dengan animo fans yang semakin tinggi tiap tahunnya, kapastitas Stamford Bridge yang mencapai 45 ribu kursi dinilai tidak bisa menampung fans yang ingin mendukung tim kesayangannya bertanding.

Chelsea, Tiga Pemain, 120 juta pounds
zimbio.com

Penundaan ini semakin menambah beban klub London Barat itu. Sebelumnya, pemilik klub, Roman Abramovich juga tersangkut masalah soal penolakan visa kerjanya di Inggris. Ia pun langsung mengupayakan status kewarganegaraan Israel agar bisa masuk lagi ke Britania Raya.

Sementara itu, pemilik enam trofi Liga Inggris itu juga dipusingkan dengan masa depan sang manajer, Antonio Conte. Kendati kabar pemecatan semakin gencar beredar, tapi mereka belum mendapat calon pengganti ideal.

Sejauh ini ada nama Maurizio Sarri yang menjadi favorit. Tapi Chelsea dikabarkan menolak membayar delapan juta pounds sebagai klausulnya. Selain itu, muncul pula sosok Laurent Blanc yang menjadi alternatif.

Menang dari Man. United, Chelsea Malah Ditinggal Direktur Teknik

Football5Star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Chelsea. Sehari setelah kemenangan krusial atas Manchester United, The Blues mengumumkan bahwa Direktur Teknik Michael Emenalo telah mengundurkan diri. Kabar tersebut terbilang mengejutkan karena Emenalo termasuk salah satu orang kepercayaan sang pemilik, Roman Abramovich, di klub itu.

“Ini merupakan putusan sangat sulit yang harus saya buat. Namun, saya yakin putusan ini baik bagi saya pribadi dan keluarga juga untuk klub,” ungkap Emenalo di situs resmi Chelsea, Senin (6/11/2017).

Pria asal Nigeria tersebut menambahkan, “Sebuah kehormatan bisa bekerja dengan beberapa orang terbaik di dunia olahraga dalam sepuluh tahun ini. Saya akan pergi dengan benar-benar bangga atas prestasi yang telah kami raih. Saya mendoakan Chelsea meraih kesuksesan lebih lanjut dan akan tetap memantau dari jauh.”

Roman Abramovich bersama Michael Emenalo.
wolexis

Tak diketahui secara pasti alasan pengunduran diri pria yang datang ke Stamford Bridge pada 2007 sebagai asisten Avram Grant tersebut. Selama ini, mantan pemain timnas Nigeria tersebut punya peran penting terkait transfer pemain dan pengembangan sektor junior Chelsea. Dia pula otak di balik strategi peminjaman sejumlah pemain muda ke klub-klub lain yang dikritik banyak pihak.

Dalam keterangan resminya, Chairman Chelsea Bruce Buck hanya mengisyaratkan sang direktur teknik menginginkan tantangan baru. “Dia punya peran sangat besar bagi klub ini dalam 10 tahun terakhir. Itu tercermin dari pencapaian kami,” kata Buck. “Kami sedih melepas dia, tapi mengerti keinginannya untuk pergi dan mencari tantangan-tantangan baru.”

Kepergian Emenalo dari Stamford Bridge usai kemenangan Chelsea atas Manchester United pun lantas memunculkan rumor. Menurut Daily Mirror, pria berumur 52 tahun itu akan menjadi direktur olahraga di AS Monaco. Di klub itu, dia akan mengisi pos yang ditinggalkan Antonio Cordon selepas bursa transfer musim panas lalu.

Abramovich Mulai Gerah Dengan Conte

Football5Star.com, Indonesia – Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, mulai bereaksi menjawab kritik Antonio Conte terhadap manajemen The Blues terkait transfer klub musim ini. Menurut sumber dari pihak klub, Abramovich mulai gerah mendengar keluhan Conte.

Conte tidak puas dengan pergerakan transfer klub yang dinilai kurang agresif. Padahal, The Blues sudah mendatangkan pemain mahal, seperti Alvaro Morata dan Tiemou Bakayoko. Hal ini pula yang membuat sang taipan tidak suka dengan mantan pelatih Juventus itu yang tertap mengkritik manajemen.

Kendati mengaku irit, The Blues saat ini sudah mengeluarkan dana 150 juta pounds untuk mendatangkan tiga pemain yang diincar Conte. “Total 150 juta pounds adalah uang pemilik klub untuk mendanai skuat musim ini. Itu dana yang tidak sedikit. Tapi kenapa dia masih mengeluh?,” jelas salah seorang sumber Chelsea, Minggu (20/8/2017).

Sebaliknya, pihak klub menuding Conte yang terlalu royal menjual pemain. Pria Italia tersebut memang telah melepas pemain kuncinya, Nemanja Matic, ke Man United. Selain itu, dia juga melepas beberapa pemain masa depan Tim London Barat tersebut seperti Nathan Ake dan Nathaniel Chalobah, dan Ruben Loftus-Cheek.

Kegerahan Abramovich pun semakin jadi setelah pelatih yang didatangkan ke Stamford Bridge musim lalu itu tidak ingin berdamai dengan strikernya, Diego Costa. Padahal, manajemen sudah memberi lampu hijau pada sang pemain agar bisa kembali ke skuat utama.

Liga Inggris: Sejak Era Abramovich, Chelsea Jadi Tim Inggris Paling Sukses

Football5star.com, Indonesia – Berkat tambahan satu gelar juara Premier League 2016-2017, Chelsea tercatat sebagai tim tersukses Inggris dengan koleksi trofi terbanyak sejak era Roman Abramovich.

Saat Abramovich datang ke Stamford Bridge pada Juni 2003 untuk mengakuisisi saham Ken Bates senilai 140 juta pounds, prestasi Chelsea melesat drastis. The Blues sukses meraup deretan trofi bergengsi.

Pria berusia 50 tahun itu mampu menghadirkan lima gelar juara Premier League, empat Piala FA, tiga Piala Liga Inggris, dan dua Community Shield. Di pentas Eropa, The Blues juga sukses meraih gelar juara Liga Champions 2011-2012 dilanjutkan trofi Liga Europa semusim berikutnya.

Total, sudah 14 gelar juara dihadirkan Abramamovich untuk Chelsea. Jumlah itu menjadikan pasukan London Biru sebagai klub tersukses di Inggris, mengungguli Manchester United yang hanya mengoleksi 12 trofi sejak invasi Abramovich ke sepak bola Inggris.

Khusus untuk trofi Premier League, Chelsea dan Manchester United sama-sama mengumpulkan lima, disusul Manchester City (2 trofi), Arsenal, dan Leicester City (1 trofi). Sementara untuk gelar Piala FA, Chelsea terbanyak dengan 4 trofi, mengungguli Arsenal (3), Manchester United (2) dan Manchester City, Liverpool, Wigan Athletic, serta Portsmouth (1).

Lalu untuk Piala Liga Inggris, Chelsea dengan tiga gelar masih kalah dari Manchester United (4 trofi), tapi unggul dari Manchester City (2) dan Tottenham, Liverpool, Birmingham City, Middlesbrough (1). Terakhir untuk gelar di Eropa, The Blues terbanyak dengan dua gelar, sedangkan Manchester United dan Liverpool masing-masing satu trofi Liga Champions.

Musim ini, Manchester United berpeluang menambah satu trofi Liga Europa karena akan tampil di final melawan AFC AJax pada 24 Mei. Namun, Chelsea pun masih mengantongi satu laga final Piala FA yang bisa menambah koleksi di lemari trofi Abramovich menjadi 15.

Liga Inggris: Chelsea Akan Aktif Belanja Pemain pada Januari 2017

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Bromwich Albion, Tony Pulis, merasa Chelsea akan membeli pemakin baru pada Januari 2017.

Chelsea memang sudah memiliki skuat yang komplet. Mereka baru saja mencatat rekor 12 kemenanga beruntun usai melumat Bournemouth dengan skor 3-0 pada laga Boxing Day di Stadion Stamford Bridge, Selasa (26/12).

Kemenangan itu membuat The Blues berhasil unggul tujuh poin dari rival terdekatnya, Manchester City, yang ada di posisi kedua klasemen sementara Premier League.

Meski begitu, Pulis yakin Conte pasti tidak akan berpuas diri dengan pencapaian hingga Natal. The Blues diyakini akan berbenah menambal sulam skuat dengan aktif pada bursa transfer musim dingin.

“Saya rasa Chelsea pasti akan berbelanja. Saya rasa Roman Abramovich bukanlah sosok yang suka berdiam diri, dan puas dengan apa yang dia miliki,” ujar Pulis.

Meski akan turut terjun di bursa transfer, Chelsea agaknya tak akan banyak membeli pemain baru. Pasalnya, skuat mereka saat ini terbilang sudah cukup gemuk.

“Bursa transfer nanti akan menjadi sebuah ajang yang menarik untuk tim-tim yang ada di posisi empat ataupn lima besar,” tandas Pulis.