5 Pesepak Bola yang Sukses Mencetak Hat-trick Penalti

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Indonesia – Mencetak hat-trick dalam satu pertandingan, jelas menjadi pekerjaan sulit bagi seorang pesepak bola. Apalagi, catatan tiga gol dalam satu laga itu semuanya dikemas melalui titik putih.

Mencetak gol dari penalti memang kelihatannya mudah. Tapi, faktanya dalam tendangan 12 pas bukan cuma kemampuan yang jadi penentu, ada mental dari si algojo untuk mengeksekusi tendangan itu.

Apalagi kalau penalti tersebut bisa menentukan nasib timnya. Tapi ada tiga pemain yang malah berhasil mengemas hat-trick penalti dalam satu laga. Siapa saja?

Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya:

Marko Simic

Marko Simic sukses kembali menjadi pahlawan buat Persija Jakarta. Dia berhasil mencatatkan hat-trick dari titik putih saat Persija menang 4-0 atas Madura United di SUGBK, Jumat (14/12/2019).

https://www.instagram.com/p/B6A7QuID9Qs/

Simic mencetak hat-trick penaltinya menit 21′, 29′, dan 45’+2. Berkat catatan gemilangnya tersebut, Persija akhirnya dipastikan tak terdegradasi ke Liga 2.

Ronaldo Luis Nazario de Lima

Legenda Timnas Brasil itu juga pernah mencatatkan hat-trick penalti dalam kariernya. Hal itu dia catatkan saat Brasil menang 3-1 atas seteru utama, Argentina pada 2 Juni 2004 silam.

Saat itu, seluruh gol Brasil dilesakkan Ronaldo melalui titik 12 pas. Dia mencatatkan tiga gol itu menit ke-16, 67′, dan 90+3′.

Aritz Aduriz

Legenda hidup Athletic Bilbao itu sukses mencatatkan hat-trick penalti saat melawan Genk pada Liga Europa 4 November 2016 silam. Dia sukses memborong lima gol dalam kemenangan 5-3 Bilbao atas Genk.

Aduriz kala itu sukses mencetak gol titik putih pertamanya menit ke-24 saat Iker Muniain dilanggar dan sukses. Lalu penalti keduanya terjadi jelang turun inum setelah Raul Garcia dilanggar. Dia maju lagi dan sukses dengan baik. Hat-trick penaltinya dilengkapi pada masa injury time.

Josh Wright

Saat memperkuat Gillingham, Josh Wright sukses mencetak hat-trick penalti saat menang 3-2 atas Scunthorpe untuk mengejar promosi 11 Maret 2017 lalu. Dia bahkan sukses mencetak hat-trick penalti hanya dalam sebilan menit saja.

Kala itu, Gillingham tertinggal 0-2 hingga menit ke-77. Tapi, penalti pertama datang setelah Bradley Dack dijatuhkan Matt Crooks. Wright lantas jadi algojo dan sukses menjalankan tugasnya. Lima menit kemudian, Wright membuat Gillingham menyamakan kedudukan melalui titik putih. Bahkan hanya empat menit kemudian, Wright sendiri dijatuhkan oleh Harry Toffolo. Dia lantas kembali jadi eksekutor dan sukses melengkapi hat-trick penalti hanya dalam 9 menit yang membuat Gillingham menang 3-2 atas Scunthorpe.

Scott Fenwick

Pemain 29 tahun ini bahkan sukses mencetak hat-trick penalti dalam dua laga berturut-turut untuk tim Inggris, Chelmsford City. Bahkan, hal itu membuatnya sempat disarankan masuk dalam skuat Timnas Inggris hanya untuk menendang penalti.

Hat-trick pertama dari tendangan penalti datang dalam kemenangan 4-2 Chelmsford City atas Whitehawk, 9 April 2018. Dia juga sukses mencetak empat gol beberapa hari kemudian melawan East Thurrock United, yang tiga di antaranya melalui penalti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

73 Gol Mbappe Pecahkan Rekor Dunia

Banner Football Live Star

Footballstar.com, Indonesia – Kylian Mbappe seakan memiliki kebiasaan memecahkan rekor baru. Yang terbaru, ia resmi menjadi pemain dengan gol terbanyak ketika umurnya belum menginjak 20 tahun.

Penyerang Paris Saint-Germain ini mencetak 73 gol sejak pertama kali debut pada Februari 2015 bersama AS Monaco. Pemain yang berulang tahun pada 20 Desember lalu ini terakhir kali mencetak gol saat ditahan imbang Bordeaux pada 2 Desember 2018. Saat itu, ia mencetak satu dari dua gol PSG.

Capaian pemain kelahiran Bondy ini mengalahkan nama-nama tenar lainnya. Sebut saja Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Pemain Juventus itu hanya mencetak 21 gol sampai berusia 20 tahun. Sedangkan La Pulga mencetak 30 gol. Pemain yang paling dekat dengan catatan Mbappe adalah Ronaldo Luiz Nazario da Lima yang mencetak 59 gol. Di bawah Ronaldo Nazario, ada Michael Owen dengan 51 gol.

PSG - Kylian Mbappe - Ligue 1 - Squawka
Squawka

Karier Mbappe semakin mengilap ketika ia memutuskan hijrah dari Monaco menuju PSG. Di PSG, ia bermain dengan nama-nama tenar lain seperti Neymar Jr. dan Edinson Cavani. Ia memenangkan empat gelar bersama PSG sejak pertama kali bergabung di musim lalu. Musim ini, ia telah mencetak 16 gol bersama PSG,

Karier cemerlang Mbappe tak hanya terjadi di level klub. Bersama Timnas Prancis, ia telah mendapatkan satu gelar Piala Dunia 2018. Bersama dengan Antoine Griezmann dan Olivier Giroud, ia membawa Timnas Prancis menjadi jawara dunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Higuain Jadikan Ronaldo Panutan

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Sangat lazim bila pesepak bola memiliki idola. Bagi Gonzalo Higuain, ia mengidolakan mantan pemain Brasil, Ronaldo Luiz Nazario da Lima. Sebagai sesama penyerang, Pipita mengakui bahwa ia banyak menduplikasi cara bermain mantan juru gedor Inter Milan tersebut.

“Di sepanjang hidupku, aku mengidolakan Ronaldo. Saya berusaha meniru apapun dari dia. Dia tak bisa dibandingkan dengan pemain lain dan aku tak pernah bisa melebihi capaiannya,” ungkapnya dilansir Football5star dari Gazzetta dello Sport.

Ronaldo memang layak menjadi idola semua orang. Di sepanjang kariernya, pria berusia 42 tahun ini mendapatkan 3 gelar Ballon d’Or. Tiga gelar individual yang membuktikan kelasnya sebagai seorang pesepak bola. Di level Internasional, pemain yang sempat dikenal di Indonesia dengan sebutan “Si Kuncung” ini memberikan dua gelar Piala Dunia. Dua gelar prestisius yang ia berikan untuk Brasil diraih di tahun 1994 dan 2002. Meskipun di Piala Dunia 1994, tak sekalipun ia bermain.

Meskipun mengidolakan Ronaldo, ia merasa ada nama lain yang membuatnya kagum. Dua nama yang sempat bermain bersama Higuain di Timnas Argentina dan di Real Madrid.

Gonzalo
Goal.com

“Pemain paling berbakat yang pernah bermain bersamaku adalah Lionel Messi dan Guti Hernandez. Semua orang tahu semuanya tentang Leo dan sebuah kehormatan bisa bermain bersamanya. Tapi, Guti adalah pemain yang paling membuatku terkejut,” ungkapnya memuji kedua rekannya.

Higuain memang pernah bermain bersama Guti saat keduanya masih sama-sama bermain di Real Madrid. Selama tiga tahun dari tahun 2007 hingga 2010 keduanya bahu membahu untuk Los Blancos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ronaldo Minta Wasit Lebih Melindungi Neymar

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang timnas Brasil, Neymar, mendapat cemoohan karena aksi nya yang dinilai berlebihan ketika menerima tekel dari lawan. Bagi Ronaldo Luis Nazario, aksi Neymar itu adalah bentuk perlindungan diri dari serangan pemain lawan.

Timnas Brasil berhak lolos ke perempat final Piala Dunia 2018 setelah menumbangkan Meksiko dengan skor 2-0. Neymar menjadi bintang pada laga itu dengan mengemas satu gol dan satu assist. Namun, pada laga itu Neymar terlibat keributan dengan pemain Meksiko, Miguel Layun.

Kedua pemain terlibat perebutan bola di luar lapangan dan Layun tertangkap kamera menginjak pergelangan kaki Neymar. Aksi itu sontak membuat Neymar berguling-guling sambil memegangi kakinya. Alih-alih mendapat simpati, apa yang dilakukan oleh Neymar justru mendapat kritik dari pengamat sepak bola yang menilai itu sebagai hal berlebihan.

Lain demikian dengan Ronaldo Luis Nazario yang memilih membela Neymar. Menurut top scorer Piala Dunia 2002 itu, Neymar adalah pemain yang mengerti bagaimana caranya untuk menghindari cedera karena terjangan lawan.

neymar brazil vs japan football5star inews.co .uk
inews.co.uk

“Ada banyak cara menyaksikan dan mengartikan sepak bola. Saya tak setuju dengan semua opini soal Neymar yang berakting,” ujar Ronaldo dilansir Football5Star.com dari Goal.

“Dia adalah pemain yang cerdas dan tau bagaimana caranya melindungi diri dari tekel lawan,” kata eks pemain Barcelona dan Real Madrid itu.

Stasiun televisi di Swiss, RTS, mencatat Neymar menghabiskan waktu 14 menit untuk berguling-guling di lapangan sejak fase grup hingga babak 16 Besar. Namun Ronaldo meminta wasit lebih melindungi Neymar dari tekel keras.

“Saya menilai wasit tak cukup melindungi Neymar. Saat ada pemain yang terus menjegal saya, saya tentu merasa tak diperlakukan adil. Semua kritik kepadanya tak masuk akal,” ucap legenda Brasil itu.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Ronaldo Tak Yakin Neymar Bahagia di PSG

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Brasil, Ronaldo Luis Nazario, ikut memanaskan isu transfer Neymar dari Paris Saint-Germain (PSG) ke Real Madrid. Ronaldo tak yakin jika juniornya di timnas Brasil itu bahagia bermain di PSG saat ini.

Neymar santer dikabarkan bakal kembali ke Liga Spanyol. Penyebabnya, Neymar dikabarkan tak bahagia di PSG karena Liga Prancis kurang kompetitif. Real Madrid jadi klub yang paling gencar dikaitkan dengan eks pemain Barcelona itu.

neymar (zimbio.com)1
zimbio.com

Legenda Brasil yang pernah bermain untuk Barcelona dan Real Madrid, Ronaldo Luis Nazario, ikut buka suara soal Neymar. Ronaldo mengatakan, kehadiran Neymar membuat Liga Prancis khususnya menjadi lebih banyak diperhitungkan.

“Neymar telah memberikan banyak hal kepada Prancis, juga Ligue 1,” ujar Ronaldo dilansir Football5Star.com dari ESPN.

Semua orang di dunia membicarakan PSG dan Liga Prancis sejak kedatangan Neymar. Dia pemain yang sangat hebat dan dibicarakan banyak orang,” kata dia.

Akan tetapi, Ronaldo tak yakin bila Neymar bahagia berada di PSG. Ronaldo hanya bisa menunggu perkembangan terbaru sambil membuat spekulasi soal itu.

“Apakah bergabung dengan PSG adalah keputusan tepat? Neymar hampir setahun di Prancis, sayang dia bermasalah dengan cedera. Saya tak yakin dia bahagia di Paris, namun begitulah hidup. Kita hanya bisa menunggu dan mencari kabar terbaru,” tutur eks pemain Inter Milan itu.

Berita Terkini: Andre Gomes Terinspirasi Karier Dua Legenda Real Madrid

Meski sudah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Barcelona, Andre Gomes justru memberikan pujian kepada pelatih dri kubu rival. Gelandang asal Portugal itu tak sungkan mengakui peran penting entrenador Real Madrid Zinedine Zidane, dalam perjalanan kariernya.

Sebelumnya, sang pemain memang dihubungkan sangat dekat dengan Madrid sebelum El Barca secara mendadak mengumumkan transfernya. Selepas bergabung dari Valencia ke Barcelona, Gomes mengungkapkan dua inspirasi penting dalam karier sepak bolanya.

Menariknya, kedua inspirasi itu berasal dari Madrid. Mereka adalah Ronaldo Luis Nazario da Lima dan Zidane.

“Ketika masih muda, saya sangat mengagumi Ronaldo Luis Nazario da Lima. Saat dia masih bermain di Barcelona kemudian pindah ke Internazionale Milan. Saya senang melihat cara dia bermain,” tuturnya kepada Barca TV.

“Zinedine Zidane merupakan tokoh yang sangat penting dalam karier saya. Saya menganggapnya sebagai contoh, seperti Andres Iniesta dan Xavi Hernandez jika di era modern,” tambah dia.

Gomes menganggap Zidane memberikan role model terbaik sejak lama sebagai seorang gelandang terbaik dunia pada eranya. Namun, kekaguman itu tak lantas melunturkan komitmen terhadap Barcelona. Sang pemain berjanji akan memberikan sesuatu yang spesial untuk para fan Barcelona.

“Saya akan berkembang pesat di sini. Saya berjanji akan bekerja keras, berkorban apapun demi menolong rekan-rekan setim. Karena itulah hal terpenting,” pungkasnya.

Berita Bola: Ronaldo Pernah Kepincut Tawaran Rangers

Sebuah fakta menarik terungkap mengenai mantan penyerang tim nasional Brasil Ronaldo Luis Nazario da Lima. Menurut agennya, Giovanni Branchini, Ronaldo sempat nyaris gabung Rangers FC pada 1997.

Saat meninggalkan Barcelona pada 1997, Ronaldo memang didekati beberapa klub, termasuk Rangers, Lazio, dan Inter Milan. Namun, klub terakhir yang sukses memboyong top skorer Piala Dunia 2002 itu dari Blaugrana.

Akan tetapi, Branchini mengaku saat itu tawaran dari Rangers sebenarnya lebih menggiurkan. Jika saja Inter yang sudah mengikuti Ronaldo sejak di Brasil gagal memenuhi klausul pelepasan dalam kontrak bersama Barcelona, bisa saja Rangers yang memenangi perburuan.

“Klausul dalam kontraknya adalah hal yang baru pada saat itu dan membuat cemas banyak klub. Ada tiga klub yang benar-benar tertarik, yaitu Inter, Lazio, dan Glasgow Rangers, yang terus bernegosiasi sepanjang waktu,” ucap Branchini dilansir Soccerway.

“Tawaran dari Rangers saat itu sangat luar biasa. Mereka mengatakan kepada kami, dia tidak harus bermain pada hari Sabtu di liga Skotlandia. Mereka sangat berambisi untuk memenangi Liga Champions dan akan memungkinkan Ronaldo untuk bermain di pertandingan Eropa saja,” sambungnya.

Namun, Inter keluar sebagai pemenanng karena berhasil menebus klausul pembelian pemain berjuluk Il Fenomeno itu.

“Inter sudah mengikuti dia sejak masih bermain di Brasil. Barcelona mengingkari kontrak baru dan Inter adalah klub pertama yang memenuhi klausul rilis, jadi dia pergi ke sana,” pungkas Branchini.

Ronaldo sendiri akhirnya berlabuh di Inter untuk lima musim ke depan sebelum balik ke Spanyol untuk membela Real Madrid.

Berita Bola: Pernah Main Bareng Zidane dan Simeone, Ini Tim yang Dijagokan Ronaldo

Legenda Brasil, Ronaldo Luis Nazario da Lima, pernah bermain satu tim dengan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dan entrenador Atletico Madrid, Diego Simeone. Namun, soal hasil final Liga Champions, Minggu (29/5) dini hari WIB, Ronaldo menjagokan Madrid juara.

Ronaldo pernah bermain bersama pelatih Atletico, Diego Simeone, saat keduanya sama-sama masih membela Inter Milan. Keduanya bahkan sukses mempersembahkan gelar Piala UEFA (sekarang Liga Europa) pada 1997-98.

Sementara, bersama entrenador Madrid, Zidane, Ronaldo pernah satu tim berseragam Los Blancos pada periode 2002-2006 dan sukses mempersembahkan satu gelar juara liga.

Kendati cukup dekat dengan keduanya, mantan striker timnas Brasil itu mengaku akan lebih mendukung Zidane yang menang. Alasannya, Ronaldo adalah mantan striker andalan Madrid dan tidak pernah berseragam Atletico.

Selain itu, Ronaldo juga tak suka dengan taktik yang selalu diterapkan Simeone. Menurutnya, permainan Atletico sangat membosankan di bawah kendali Simeone.

“Saya jatuh cinta kepada sepak bola yang indah. Simeone sangat temperamental, saya tak suka dengan taktiknya,” kata Ronaldo seperti dilansir As.

Kendati demikian, Ronaldo sendiri tak memungkiri andil Simeone di Atletico. Karena menurutnya, dengan taktik seperti itu, Fernando Torres cs sukses bermain tim, bukan individual.

“Timnya bermain baik, mereka ketat dan kompak. Mereka memiliki gaya bermain sendiri dan sulit dikalahkan,” papar dia.

Ronaldo juga sudah membuat prediksi terkait hasil di final. Dia tak merasa laga akan kembali ditentukan melalui babak perpanjangan waktu laiknya final dua tahun lalu di Lisbon yang dimenangkan Madrid dengan skor 4-1. Bagi Ronaldo, skor 2-0 pada waktu normal sudah akan menentukan pesta juara Madrid.

Dia juga meyakini, Cristiano Ronaldo bakal menjadi salah satu pencetak gol di laga itu. Dengan kata lain, Ronaldo akan mencatat rekor sebagai pemain pertama yang sanggup mencetak gol pada tiga laga final Liga Champions.

“Real Madrid akan menang 2-0 dan Cristiano Ronaldo bakal mencetak gol!” pungkas pria yang dijuluki Il Fenomeno itu.

Martial Dianggap Sebagai Titisan Ronaldo

Legenda Manchester United, Eric Cantona, memuji potensi yang dimiliki striker Anthony Martial. Bahkan, dia tak ragu menyebut penyerang muda Prancis itu sebagai titisan Ronaldo Luis Nazario da Lima, mantan penyerang terbaik timnas Brasil, karena dianggap memiliki banyak kemiripan.

Martial tiba di Man. United dari AS Monaco pada musim panas tahun lalu setelah dibeli seharga 36 juta pounds. Angka pembelian itu sempat membuat banyak pihak mengerutkan dahi. Pasalnya, harga Martial dianggap terlalu tinggi untuk pemain yang belum teruji di klub sebesar Man. United.

Namun, Martial menjawab keraguan dengan melesakkan 17 gol sepanjang musim ini. Sepak terjang Martial bersama Man. United membuat Cantona ikut terkesima. Kepada MUTV, pria yang kini sudah berumur 50 tahun itu tak ragu melantunkan pujian terhadap Martial.

“Martial sudah sangat dewasa untuk pemain seusianya. Saya pikir, dia adalah tipe pemain yang sama seperti Ronaldo. Memang, Ronaldo seorang pemain Brasil, tapi Martial sama kuat dengannya. Martial punya skill tinggi, berambisi mencetak gol dan punya visi baik,” puji Cantona seperti dilansir Sky Sports.

Cantona juga merasa, Man. United menjadi tempat yang pas bagi Martial untuk mengembangkan karier sepak bolanya. Apalagi, Man. United punya tradisi bagus dengan pemain muda.

“Manchester itu klub bagus untuk pemain muda ketika Anda berada di akademi dan juga ketika berusia 18, 19, atau 20 tahun. Pada usia itu, yang Anda butuhkan adalah bermain bagi tim yang hebat dan juga Anda perlu untuk bekerja bersama orang-orang yang akan membantu karena Anda masih muda, seperti yang dilakukan Cristiano Ronaldo dari Portugal, ketika dia datang bermain untuk Man. United dan untuk Sir Alex Ferguson,” papar Cantona.

“Kala itu, Ronaldo memiliki kesempatan untuk memenangi trofi, tetapi juga Ferguson membantu dia untuk menjadi pemain seperti dirinya sekarang ini. Dan saya pikir dia telah sangat cerdas dengan memilih Manchester United,” pungkasnya.