Roy Keane Kagum dengan Penampilan Bukayo Saka

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bukayo Saka, pemain muda milik Arsenal tampil impresif di laga internasional. Bukayo Saka mencetak satu dari empat gol kemenangan Inggris atas Andorra di babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

Aksi dari Saka di laga Inggris vs Andorra ini pun membuatnya banjir pujian dari banyak pihak. Salah satunya datang dari eks pemain Manchester United, Roy Keane.

Roy Keane Kagum dengan Penampilan Bukayo Saka

Menurut Roy Keane, sebagai pemain muda, Saka mampu bangkit dari pengalaman tak enak di babak final EURO 2020. Menurut Roy Keane, sikap seperti ini sangat penting untuk dimiliki pemain muda.

“Sepak boal adalah tentang bagaimana si pemain menghadapi rasa kecewa dan kegagalan. Dia mengalami musim panas yang sulit dan bereaksi dengan baik. Sepertinya dia anak yang baik,” kata Roy Keane seperti dikutip Football5star.com dari HITC, Senin (6/9/2021).

Roy Keane Kagum dengan Penampilan Bukayo Saka

“Jelas hari ini menyenangkan untuknya hari ini. Dia telah mencetak gol dengan sundulan. Saya yakin dia akan menikmati kemenangan karena dia tidak mendapatkan banyak level terbaik di klub. Jadi dia bisa memanfaatkannya sebaik mungkin di tim nasional,” tambah Roy Keane.

Bukayo Saka Cetak 1 Gol ke Gawang Andorra

Saka menjadi salah satu pencetak gol kemenangan Inggris atas Andorra di babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Yang menjadi spesial, Saka mencetak gol itu tepat di hari ulang tahunnya ke-20.

Roy Keane Kagum dengan Penampilan Bukayo Saka

Usai pertandingan, Saka mengungkapkan kegembiraannya saat diwawancarai ITV.

“Ini adalah hadiah ulang tahun yang sempurna bagiku. Sangat senang dengan sambutan yang diberikan semua orang,” ujar pemain Arsenal tersebut.

“Ini benar-benar menunjukkan betapa bangganya mereka kepada saya dan saya pikir itu sangat berarti bagiku. Ini membuat saya ingin memberikan semua yang saya punya.” tambah Bukayo Saka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Roy Keane: Cristiano Ronaldo Tak akan Bawa MU Juara Premier League

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Roy Keane, tak yakin datangnya Cristiano Ronaldo bisa membawa Setan Merah juara Premier League. Menurut Keane, permasalahan terbesar United ada di lini tengah.

Ronaldo resmi kembali ke Old Trafford musim panas ini dari Juventus. Semua orang dan fans sangat antusias dengan kedatangannya dan yakin dia bisa mengakhiri puasa gelar Premier League sejak 2013. Tapi Keane tidak yakin.

Roy Keane Cristiano Ronaldo Tak akan Bawa MU Juara Premier League
@SquawkaNews

“Saya pikir ini adalah berita bagus untuk United, para fans, Premier League. Tidak ada keraguan dalam pikiran saya dia masih pemain kelas dunia. Dia orang yang pintar. Dia kembali ke United untuk memenangkan banyak hal,” ucap Keane seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Dia melanjutkan, “Saya tidak berpikir dia akan menjadi perbedaan dalam hal memenangkan trofi besar, Man United masih memiliki masalah yang sama dengan atau tanpa Ronaldo dan itu lini tengah, tetapi Piala FA atau Piala Liga lebih dari mungkin.”

“Dia akan menginginkan lebih dari itu. Dia akan membawa mentalitas pemenang ke ruang ganti… Dia menyesuaikan permainannya dan dia seorang pemenang.”

Roy Keane: Manchester United Belum Siap Meraih Gelar

Roy Keane Puji Langkah Manchester United di Bursa Transfer

Walaupun sudah merekrut Jadon Sancho, Raphael Varane dan Ronaldo, Keane percaya United belum siap untuk mengakhiri puasa gelar.

“Saya melihat banyak plus dan dia akan membuat mereka lebih baik, tentu saja, tetapi dalam gambaran yang lebih besar, saya masih tidak berpikir Man United siap untuk memenangkan gelar. Saya tidak berpikir mereka akan menutup celah secara tiba-tiba.”

Roy Keane Gelisah Belum Dapat Pekerjaan sebagai Pelatih

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane baru-baru ini mencatat 1,5 juta pengikut di platform, Instagram. Roy Keane pun diledek oleh mantan rekannya, Gary Neville bahwa ia bisa mendapat pekerjaan sebagai pelatih dengan memiliki pengikut yang jutaan di Instagram.

Mendapat ledekan seperti itu, Roy Keane lalu menyebut bahwa dirinya baru mengetahui bahwa dengan pengikut yang banyak dirinya bisa kembali mendapat pekerjaan sebagai pelatih.

Roy Keane Gelisah Belum Dapat Pekerjaan sebagai Pelatih

“Instagram bisa memberi saya pekerjaan. Jadi, jika saya mendapat lisensi pro dan semua pengalaman saya, Instagram akan memberi saya pekerjaan. Itu bagus. Seharusnya saya tahu hal ini bertahun-tahun lalu. Oh, Tuhan,” kata Roy Keane seperti dikutip Football5star.com dari Mail Online, Jumat (27/8/2021).

Keane saat ini memang belum mendapat pekerjaan sebagai pelatih. Setelah meninggalkan Ipswich Town pada 2011, Keane belum juga didekati klub untuk menjadi pelatih utama. Pada 2019, ia sempat menjadi asisten Martin O’Neill di Nottingham Forest.

Roy Keane Gelisah Belum Dapat Pekerjaan sebagai Pelatih

Roy Keane Mulai Gelisah

Diakui oleh Keane, bahwa dirinya sempat gelisah dengan kondisinya seperti sekarang. Hal ini diungkapnya menjawab pertanyaan dari Gary Neville soal sosok Keane selama lima tahun terakhir.

“Saya cukup puas dengan apa yang saya lakukan saat ini, tetapi saya memiliki hari-hari di mana saya gelisah seperti kebanyakan orang,”

Roy Keane Gelisah Belum Dapat Pekerjaan sebagai Pelatih

“Saya bertanya pada diri sendiri apakah saya ingin kembali sebagai pelatih tetapi secara realistis di mana klub yang ingin saya latih? kejuaraan atau di divisi utama,” tambahnya.

“Tidak mudah ketika saya masuk ke manajemen klub, tetapi ada sesuatu di sana yang membuat saya berpikir saya bisa menjadi pelatih yang baik. Itulah yang menarik saya untuk membuat saya kembali,” ungkap Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane Puji Langkah Manchester United di Bursa Transfer

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane memuji mantan klubnya, Manchester United di bursa transfer musim panas. Menurut Roy Keane, pemain yang direkrut Manchester United sudah cukup tepat dan memiliki kualitas yang dibutuhkan tim.

“Saya pikir beberapa penandatanganan yang mereka buat jelas fantastis, tidak ada keraguan kualitas yang mereka dapatkan,” kata Roy Keane seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Jumat (13/8/2021).

Roy Keane Bikin Bocah 10 Tahun Menangis

Pada bursa transfer musim panas ini, Manchester United telah merampungkan perekrutan Jadon Sancho dan Borussia Dortmund dan Raphael Varane dari Real Madrid.

Meski mampu mendapatkan Sancho dan Varane di bursa transfer musim panas ini, Roy Keane menyebut bahwa mantan timnya itu masih membutuhkan dua pemain di sektor tengah dan bek kanan.

“Tapi saya sangat khawatir dengan lini tengah, tim lain bisa meringsek masuk dan berhadapan dengan kiper United hanya dalam waktu satu menit. Saya juga masih tidak yakin dengan bek kanan (Aaron Wan-Bissaka),” tambah Roy Keane.

Roy Keane Puji Langkah Manchester United di Bursa Transfer
Mirror

“Saya masih memiliki perasaan United akan mengeluarkan uang dari kantong mereka dalam beberapa minggu ke depan. Saya masih berpikir, mereka membutuhkan seseorang di sektor tengah,”

Roy Keane Kritik Mental Pemain United

Musim lalu, Keane sempat menyampaikan kritik pedas terkait mental para pemain Manchester United. Kritik itu disampaikan Keane saat United hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Arsenal di pekan-pekan akhir Liga Inggris musim lalu.

“Saya menggaruk-garuk kepala dengan United. Kekhawatiran saya saat menonton mereka hari ini, Manchester United hampir kehilangan kepercayaan bahwa mereka bisa memenangkan pertandingan,” kata Keane saat itu.

Roy Keane Kesal dengan Kelakukan Duo Chelsea di Timnas Inggris_

“Ini Manchester United, Anda sedang melihat Arsenal yang kehilangan beberapa pemain, ada kesempatan untuk mereka mengambil permainan,”

“Secara keseluruhan perfomance mereka tidak memiliki intensitas seperti itu. Ada kekurangan kualitas yang nyata pada hari ini dari United dan kurangnya keyakinan serta keinginan untuk pergi dan membawa poin dari Arsenal,” urai Keane.

“Tapi tiba-tiba saat mereka berada di posisi puncak, orang-orang mulai berkata, apakah skuat ini bisa bersaing dengan Manchester City? Dan sepertinya para pemain memiliki ketakutan dengan tantangan tersebut. Saya rasa kita belum siap untuk itu,” tutup mantan pelatih Sunderland tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Legenda Arsenal Kecam Perlakuan Fan Leicester kepada Roy Keane

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Ian Wright mengecam fan Leicester City saat pertandingan melawan Manchester City di ajang Community Shield, Minggu (8/8/2021). Sejumlah fan Leicester kedapatan melecehkan Roy Keane yang menjadi pundit di ITV.

Dikutip Football5star.com dari Daily Mail, menurut legenda Arsenal, perlakuan fan Leicester City kepada Roy Keane tidak bisa diterima. Setelah pertandingan, Wright tampak marah kepada para penggemar Leicester.

Leicester vs Manchester City Iheanacho Beri Mimpi Buruk ke Mantan Timnya

Diungkapkan oleh Ian Wright, bahwa dirinya mendengar sejumlah fan Leicester memanggil Roy Keane dengan sebutan yang tak layak.

“Biarkan saya menjelaskan, karena para penggemar Leicester tahu betapa saya menghormati mereka, pemiliknya yang terus membesarkan Leicester dan apa yang mereka lakukan,” kata legenda Arsenal tersebut.

“Tapi saya harus mengatakan soal insiden pada hari ini saat kami melakukan pekerjaan sebagai pundit. Beberapa penggemar Leicester memanggil Roy dengan sebutan, Irish C. Itu kata-kata yang saya dengar, dan mereka tahu apa arti kata-kata itu,”

Roy Keane Bikin Bocah 10 Tahun Menangis

“Saya harus mengatakan bahwa hal tersebut sangat mengecewakan di hari yang fantastis untuk Leicester City,” tambah Ian Wright.

“Leicester, dan para penggemar setianya tidak akan bertingkah seperti itu. Anda yang mengatakan hal itu tidak mewakili Leicester,”

Pihak Leicester City pun pro aktif terhadap ucapan Ian Wrigth. Lewat akun Twitter resmi mereka, The Foxes meminta bantuan Wrigth untuk mengidentifikasi suporter yang mengejek Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Daripada ke Arsenal, Maddison Lebih Baik Tetap di Leicester

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Leicester City diganggu berita soal kepergian salah satu pemain kuncinya, James Maddison. Sang gelandang menjadi incaran Arsenal musim panas ini.

Bukan kali ini saja Jamed Maddison diisukan hengkang. Setelah sukses membawa Leicester City juara Community Shield, namanya kembali dikaitkan dengan Arsenal.

Situasi ini pun membuat legenda Manchester United, Roy Keane, angkat bicara. Menurutnya sang gelandang lebih baik bertahan daripada ke London Utara.

Solskjaer Akui Dirinya Selalu Ribut dengan Roy Keane

“Mungkin dia menyukai sedikit perubahan, mungkin juga suka dengan gemerlapnya London. Saya tidak tahu. Jangan menipu diri sendiri. Leicester punya skuat yang bagus,” kata Roy Keane seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Minggu (8/8/2021).

“Jika dia meninggalkan Leicester saya tidak berpikir Arsenal sebagai pilihan yang tepat. Jika saya adalah dia, saya akan duduk diam dan bermain untuk klub sekarang,” ia menambahkan.

Legenda Manchester United ingin Maddison mencontoh langkah rekan setimnya, Jamie Vardy. Sang bomber berani menolak tawaran Arsenal dan lebih memilih bertahan bersama The Foxes.

Padahal Vardy ditawari gaji dua kali lipat di klub yang bermarkas di stadion Emirates. Namun, ia tidak pergi karena merasa Leicester City adalah klub ideal untuknya.

“Vardy punya kesempatan untuk pergi ke sana. Tapi dia menolaknya. Dia bisa saja mendapatkan uang yang lebih banyak dan dia menolaknya. Itu yang harus dilakukan James,” tutup Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane Bikin Bocah 10 Tahun Menangis

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane selama ini dikenal sebagai pesepak bola yang tak kenal kompromi, liar dan berani melawan siapapun. Pun saat gantung sepatu dan menjadi seorang komentator sepak bola, Roy Keane berani mengutarakan hal apapun tanpa kompromi.

Namun ternyata hal itu tidak dirasakan oleh penggemar Keane, Darragh Money. Bocah 10 tahun itu mengatakan bahwa ia bersama keluarganya bertemu Keane di pantai Youghal, Irlandia. Darragh kemudian meminta Keane untuk berfoto bersama.

Roy Keane Bikin Bocah 10 Tahun Menangis

Ajakan foto bersama dari peggemarnya itu diterima dengan baik oleh Keane. Mantan pemain Manchester United itu pun berfoto bersama dengan Darragh dan keluarganya.

Ayah Darragh, Eddie Morey seperti dikutip Football5star.com dari Mirror, Kamis (22/7/2021) lewat akun Instagramnya mengatakan bahwa Roy Keane adalah legenda yang begitu baik kepada anak-anaknya.

“Roy Keane, sang legenda, kembali untuk memanggil anak-anak untuk berfoto dan kemudian membelikan mereka es krim juga,” tulis Eddie.

“Anak-anak begitu bahagia dan Darragh menangis karena akhirnya bertemu dengan idolanya,” tambah Eddie.

Saat ditanya soal apa yang disukai Darragh dari Keane, bocah 10 tahun itu mengaku bahwa ia suka dengan karakter mantan pelatih Sunderland tersebut.

“Dia sarkastik dan saya menyukainya dan dia juga pemain hebat. Dia orang yang baik secara pribadi,” ucap Darragh.

“Beberapa orang berpikir dia kasar ketika mereka melihatnya di TV, tetapi dia adalah teman yang baik,” tambah bocah yang saat ini berlatih di klub St Mary tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Membelot dari Irlandia Jadi Alasan Grealish Dicibir Roy Keane?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane mengeluarkan kritik pedas pada Jack Grealish usai Inggris kalah dari Italia di final Euro 2020. Ia mempertanyakan keberdaan sang gelandang yang tak berani ambil penalti.

Kritikan Roy Keane sudah dijawab Jack Grealish. Ia menyebut para algojo penalti dipilih langsung oleh pelatih. Dia juga mengaku sangat siap jika dipercaya. Tapi Gareth Southgate memilih pemain lain.

Kisruh pemain beda generasi kini melebar. Mantan pemain timnas Inggris, Trevor Sinclair, menilai cibiran itu karena rasa sakit hati legenda Irlandia pada bintang Aston Villa yang membelot dari negaranya.

jack grealsih-irlandia-goal
goal.com

“Saya percaya pada Jack. Saya tidak berpikir dia akan meredup setelah ini. Dia adalah pemain yang terus berkembang. Ketika Anda ingin membuat nama untuk diri sendiri saat itulah Anda melangkah,” kata Trevor Sinclair kepada Talksport, Jumat (16/7/2021).

“Saya pikir ada fakta lain antara Roy Keane dengan Jack Grealish. Dia sepertinya kecewa karena Jack meninggalkan timnas Irlandia lalu memperkuat Inggris. saya pikir ada masalah pribadi di situ,” ia menambahkan.

Untuk diketahui, pemain 25 tahun memang lahir dan besar di Inggris. Tapi dia punya darah Irlandia dari kakek dan neneknya.

Jack Grealish sejatinya melalui level usia muda di timnas Irlandia. Mulai dari U-17, U-18, hingga U-21. Tapi sejak 2015 ia menolak panggilan tim senior karena lebih memilih The Three Lions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Roy Keane Pertanyakan Kejantanan Sterling dan Grealish

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane, mantan pemain Manchester United sampaikan kritik pedas kepada dua pemain timnas Inggris, Raheem Sterling dan Jack Grealish yang tidak mengambil penalti di final EURO 2020 melawan Italia di Stadion Wembley, Senin (12/7/20210 dinihari WIB.

Menurut Roy Keane, dua pemain itu seharusnya tidak berdiam diri dan membiarkan pemain muda seperti Bukayo Saka menjadi eksekutor. “Jika Anda Sterling atau Grealish, Anda tidak bisa duduk di sana dan membiarkan anak kecil berjalan di depan Anda,” kata Roy Keane seperti dikutip Football5star.com dari ITV.

Jack Grealish Saya Ingin Ambil Penalti, Tapi Pelatih Sudah Buat Keputusan

“Anda tidak bisa duduk berdiam di sana dan melihat seorang pemain 19 tahun melakksanakan tugas, padahal Anda telah memainkan lebih banyak permainan, dan lebih banyak pengalaman,” tambah Roy Keane.

“Sterling memenangkan trofi, saya tidak mengatakan dia tidak siap. Gareth mungkin berpikir Anda akan berada di urutan keeenam atau ketujuh. Tapi Anda tidak duduk di sana. Itu pasti sulit diterima,”

“Kau harus menghadapi anak muda itu dan berkata, dengarkan aku, biarkan aku maju lebih dulu darimu,” ungkap Roy Keane.

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate sendiri mengatakan bahwa dirinya yang memilih eksekutor penalti di babak final EURO 2020. Menurut Southgate, ia memutuskan dengan mempertimbangkan siapa yang akan mengambil penalti berdasarkan latihan para pemainnya.

Sementara itu, Frank Lampard mengaku tak setuju jika Raheem Sterling harus mengambil penalti. Menurtu Lampard, pemain Manchester City itu bukanlah penendang penalti.

“Saya tidak yakin Raheem benar-benar seorang eksekutor penalti. Dan saya pikir Anda harus memberi pujian sebanyak-banyaknya untuk tim ini,” tutup Lampard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jagokan Inggris ke Semifinal, Roy Keane Ragu Three Lions Bisa Juara

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane, mantan pemain Republik Irlandia dan Manchester United meyakini bahwa Inggris akan bisa melewati Ukraina di babak perempat final EURO 2020. Menurut Roy Keane, Inggris saat ini berada di kondisi terbaik untuk bisa melaju ke babak empat besar.

Roy Keane pun menyebut bahwa Gareth Southgate bisa membangkitkan mental para pemain Inggris untuk bisa bermain spartan dan melaju sampai babak semifinal EURO 2020. Akan tetapi Keane tak mau berspekulasi pasukan Three Lions bisa menjadi juara.

Ruslan Malinovskyi - Inggris - The Telegraph
The Telegraph

“Saya tidak akan melihat terlalu jauh ke depan. Saya pikir kepribadian Gareth adalah bantuan besar untuk tim Inggris ini. Tanpa diragukan lagi. Dia sangat tenang dan dengan beberapa wawancara dengan para pemain, Anda bisa melihat ketenangan itu,” ucap Roy Keane seperti dikutip Football5star.com dari ITV, Sabtu (3/7/2021).

“Laga berikutnya selalu game tersulit. Fakta bahwa mereka menjaga clean sheet. Mereka memiliki kekuataan yang cukup dalam dengan pemain di bangku cadangan,” tambah Keane.

“Gareth harus fokus memilih tim terbaik untuk membuat mereka melewati batas dan dia melakukan pekerjaan yang brilian sejauh ini. Saat ini mereka berada di rute berbahaya untuk dilalui,”

Roy Keane juga menyebut bahwa striker timnas Inggris, Harry Kane bisa menjadi penentu laga melawan Ukraina. Menurutnya, torehan satu gol pemain Spurs itu bisa membuatnya bangkit.

“Kane bisa bangkit dan berlari sekarang dengan gol yang ditorehkannya,”

Laga Ukraina vs Inggris akan berlangsung di Stadio Olimpico, Rome pada 3 Juli 2021 dengan Felix Brych dari Jerman yang akan jadi pengadil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Portugal Tersingkir, Joao Felix Dicap Penipu oleh Roy Keane

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Portugal, juara bertahan EURO tersingkir di babak 16 besar EURO 2020. Portugal dikalahkan Belgia lewat gol tunggal Thorgan Hazard. Tersingkirnya Portugal membuat Roy Keane menyampaikan kritik pedas kepada salah satu pemain yakni Joao Felix.

Menurut Roy Keane, lini depan Portugal saat menghadapi Belgia sangat buruk. Sorotan Keane ditujukan kepada penampilan Joao Felix. Menurut Roy Keane, Joao Felix seperti tak memiliki target saat bermain untuk Portugal di EURO 2020.

Portugal Tersingkir, Joao Felix Dicap Penipu oleh Roy Keane_

“Saya benar-benar kesal ketika mereka disebut memiliki banyak pemain berkualitas. Tidak ada alasan untuk bersandar dan melesat dari target,” ungkap Roy Keane seperti dikutip Football5star.com dari ITV, Senin (28/6/2021).

“Joao Felix datang, pemain ini adalah penipu. Dia datang dan negara membutukan Anda untuk mencapai target. Lantas dia melakukan apa? 100 juta poundsterling? tambah Roy Keane.

Bahkan Roy Keane menyebut bahwa seandainya dirinya adalah Cristiano Ronaldo, ia akan mengejar Joao Felix ke ruang ganti dan memarahinya.

“Jika saya adalah Ronaldo, saya pasti akan mengejarnya ke ruang ganti dan memarahinya,” tambah Keane.

Felix jalani laga pertama di EURO 2020 pada babak 16 besar. Di babak fase grup, ia tidak pernah dimainkan oleh pelatih Fernando Santos. Felix di laga melawan Belgia masuk pada menit ke-56.

Namun perfomance pemain Atletico Madrid ini jauh dari harapan. Ia tidak memiliki kontribusi lebih hingga Portugal tak mampu bisa memenangkan pertandingan melawan Belgia. Di babak perempat final, Belgia akan menantang Italia pada 2 Juli 2021 di Allianz Arena.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Roy Keane Sebut Dua Pemain Inggris Tidak Punya Akal Sehat

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane sampaikan kritik pedas untuk dua pemain Chelsea di timnas Inggris, Mason Mount dan Ben Chilwell yang positif Covid-19 setelah berinteraksi cukup lama dengan pemain Skotlandia, Billy Gilmour.

Billy Gilmour positif Covid-19 setelah pertandingan melawan Inggris di EURO 2020. Setelah pemain Chelsea itu positif Covid-19, vonis sama juga didapat oleh Mount dan Chilwell. Roy Keane meminta dua pemain itu bisa lebih berpikir dengan akal sehat.

Roy Keane Kesal dengan Kelakukan Duo Chelsea di Timnas Inggris
bbc

“Saya pikir satu-satunya hal yang saya kritisi adalah mengapa Anda ingin berbicara lebih lama dengan pemain lawan. Saya tidak peduli apakah dia rekan setima Anda atau bukan. Bicara selama lebih dari 20 menit?” ucap Roy Keane seperti dikutip Football5star.com dari ITV, Rabu (23/6/2021).

“Saya sangat jarang berbicara dengan siapapun selama lebih dari lima menit setelah pertandingan di mana Anda baru saja berperang melawannya. Mengapa Anda ingin mengobrol dengan seseorang selama itu?” tambah Keane.

“Kedua pemain itu harusnya bisa sedikit menggunakan akal sehatnya,” tegas eks pemain Manchester United tersebut.

Positifnya duo Chelsea di timnas Inggris itu juga membuat Gary Neville sampaikan kritiknya. Menurut mantan Roy Keane tersebut, sangat aneh dua pemain tersebut bisa terkena Covid-19, ada hal penuh kontradiksi yang menurut Neville bisa diatasi.

“Ini adalah situasi yang aneh, sungguh. Mereka telah menghabiskan 120 detik terlalu lama di ruang yang cukup terbuka, itu penuh dengan kontradiksi bagi saya. Tetapi kita harus bisa mengatasi itu,”

“Terus terang, saya tidak mengerti sama sekali. Ada tim yang berkeliling, terbang dengan pelatih dalam jarak selama berjam-jam dan kemudian dua pemain kami telah divonis positif,” tambah Neville.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Roy Keane Tak Menyesal Pernah Cederai Ayah Erling Haaland

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Semasa bermain Roy Keane dikenal sebagai sosok yang tanpa kompromi. Mantan kapten Manchester United memang sering menerapkan permainan keras.

Salah satu keganasan yang dilakukan Roy Keane terjadi 2001 silam. Pada derbi Manchester itu ia menerjang gelandang Manchester City, Alf-Inge Haaland.

Tendangan keras tersebut membuat ayah Erling Haaland terpental seketika dan meringis kesakitan. Ketika mengenang memori tersebut, Keane rupanya tak pernah menyesal. Dia juga mengaku takkan pernah minta maaf atas apa yang telah dilakukan.

roy keane dailymail
dailymail.co.uk

“Bisakah saya memberi tahu Anda sesuatu? Saya tidak pernah menyesali apa pun yang telah saya lakukan di lapangan sepak bola. Tidak pernah,” kata Keane kepada Micah Richard di Sky Bet, Rabu (9/6/2021).

“Saya juga tidak menyesal melakukan tekel itu ke Haaland. Tentu saja tidak. Apakah saya melukai dia? Tentu saja. Tapi saya tidak akan pernah minta maaf untuk itu,” ia menambahkan.

Kendati dikenal pemain yang lugas dan tak segan-segan menekel lawan, pria Irlandia menegaskan bahwa dia tidak pernah mau menyakiti lawannya. Tapi hal tersebut tak bisa dihindari di lapangan.

“Saya tidak pernah pergi ke sana untuk melukai pemain dalam hidup saya. Apakah saya pergi untuk menyakiti mereka? tentu saja, karena ketika Anda mengejar bola di lapangan ada kemungkinan seseorang akan terluka,” tutup Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane: Ngapain Jordan Henderson di Timnas Inggris?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jordan Henderson dimainkan sebagai pemain pengganti saat Inggris menghadapi Romania pada laga uji coba, Minggu (6/6/2021). Keberadaan sang gelandang rupanya dicemooh oleh legenda Manchester United, Roy Keane.

Roy Keane heran kenapa Gareth Southgate berani menurunkan kapten Liverpool. Padahal dia sudah tidak bermain selama tiga bulan karena cedera.

Menurut legenda Irlandia, Henderson masih butuh banyak waktu untuk bermain lagi. Apalagi di level timnas.

Inggris Raih Kemenangan, Roy Keane Damprat Pemain United dan Liverpool

“Saya tidak berpikir Jordan harus bermain jika dia tidak bisa fit. Dia belum menendang bola dalam tiga setengah bulan, dia tidak dalam keadaan yang bagus,” ujar Kean seperti dikutip Football5star dari Mirror, Senin (7/6/2021).

“Mereka ingin dia berkeliling, untuk apa? Apakah dia melakukan trik kartu, apakah dia menyanyikan lagu, apakah dia mengerjakan kuis di malam hari? Untuk apa dia di sana? Dia tidak ingin menjadi pemandu sorak, dia ingin bermain. Sangat jelas dia belum siap,” ia menambahkan.

Jordan Henderson bisa saja mencetak gol di stadion Riverside lewat titik putih. Tapi eksekusi yang diambil gagal membuahkan gol.

Terlepas dari kegagalan itu, legenda Manchester United khawatir menit bermain yang diberikan Gareth Southgate akan jadi bumerang.

“Dia tidak fit, jika dia tidak bisa bermain hari ini selama 45 menit dalam permainan yang tidak begitu intesn secara fisik atau mental, bagaimana dia akan bermain dalam beberapa minggu di Euro? Mereka bercanda dengan pemainnya sendiri,” tutup Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Solskjaer Akui Dirinya Selalu Ribut dengan Roy Keane

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengakui bahwa dirinya sebenarnya memiliki hubungan yang baik dengan Roy Keane. Namun Solskjaer menyebut ia dan Keane lebih sering bertengkar saat menjadi pemain.

“Berkali-kali. Saya dan Roy adalah teman baik, kami cukup sering berbicara. Tapi kami memang pernah bertengkar. Aku pada akhirnya lebih sering memintanya untuk menjauh,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Fourfour Two, Sabtu (29/5/2021).

Selain Pochettino, Roy Keane Jadi Kandidat Kuat Pengganti Solskjaer

“Aku melakukan itu karena untuk membela diri sendiri. Karena satu-satunya cara dia bisa menghormatimu adalah jika kau membela dirimu sendiri,” tambah pelatih asal Norwegia tersebut.

“Ada satu periode empat atau lima minggu ketika saya berada di tim. Roy dalam latihan selalu berteriak dan berteriak. Karena dia selalu menuntut 100 persen dari apa yang dia yakini,”

“Jadi saya akan pergi ke Steve McClaren (asisten pelatih MU saat itu) dan berkata, sialan Steve, saya selalu di tim yang sama setiap hari,”

“Ia lalu menjawab, Ini adalah perkembangan mental bagi Anda untuk membela diri sendiri melawan Roy. Anda telah melakukannya, jadi Anda telah lulus,” ucap Solskjaer.

Roy Keane pernah disebut pengamat sepak bola, Paul Merson lebih memiliki sikap ketegasan dibanding Solskjaer sebagai pelatih.

“Dapatkah Anda membayangkan Roy Keane sebagai manajer di Old Trafford dan dewan direksi mengatakan mereka tidak membeli pemain baru? Dia akan menjadi gila. Dia akan menendang apapun dan itulah yang akan dilakukan manajer top,” kata Paul Merson.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bayangkan Jika Roy Keane Menjadi Pelatih di Manchester United

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pengamat sepak bola asal Inggris, Paul Merson mengkritik sikap dan ketegasan dari seorang Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Bagi Merson, Solskjaer merupakan tipikal pelatih yang tak ingin dibenci atau mendapat kritik dari pemainnya sendiri.

Keinginan tak dibenci dan dikritik ini menurut Merson menjadi pelatih asal Norwegia tersebut justru membuat United seperti kehilangan ruhnya sebagai tim besar.

Ole Gunnar Solskjaer diprediksi Roy Keane tak akan bertahan lebih lama di Manchester United.

“Mereka belum memenangkan liga selama delapan tahun dan itu bisa dengan mudah berubah menjadi sembilan tahun ke depan. Itu tentu menjadi kekhawtiran bagi publik United,” ungkap Merson seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport, Jumat (28/5/2021).

“Ini sulit karena Solskjaer hebat untuk klub. Dia pria yang baik,” Merson kemudian membandingkan seandainya jika Roy Keane yang menjadi pelatih United.

“Dapatkah Anda membayangkan Roy Keane sebagai manajer di Old Trafford dan dewan direksi mengatakan mereka tidak membeli pemain baru? Dia akan menjadi gila. Dia akan menendang apapun dan itulah yang akan dilakukan manajer top,”

“Tapi dengan Solskjaer, saya tidak melihat itu terjadi. Dia senang bekerja dengan apa yang dimilikinya. Dia bersyukur berada di sana,” kata Paul Merson.

Mantan pemain Arsenal itu juga menyampaikan kritik pedas terkait taktik Solskajaer di partai final Liga Europa melawan Villarreal.

“Villarreal tidak memiliki kaki di tim mereka. Mereka bermain hanya untuk satu hal, menurut saya itu adu penalti. Tetapi Solskjaer memasukkan Fred dan meninggalkan Donny van dek Beek di pinggir lapangan,” kata Merson.

“Fred memainkan banyak pertandingan musim ini dan apakah Solskjaer berpikir dia harus menurunkannya agar terkesan adil? Dan dia tidak berpikir dia harus memainkan van de Beek karena di jarang bermain?”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Mulutmu Harimaumu, Roy Keane!

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Di bahasa Indonesia ada pepatah, mulutmu harimaumu. Pepatah ini mengandung arti agar kita selalu waspada dan berhati-hati dengan ucapan diri sendiri. Namun sepertinya pepatah ini tak berlaku untuk mantan kapten Manchester United, Roy Keane.

23 Mei 2002, Roy Keane buat ulah jelang kick off Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Publik sepak bola mengenal kejadian ini dengan istilah insiden di Saipan.

Tahun 2002 memang bukan tahun yang menyenangkan untuk Keane. Di level klub, ia gagal membawa Setan Merah untuk meraih gelar juara. Masih untung negaranya, Republik Irlandia lolos ke Piala Dunia 2002. Setidaknya Keane masih bisa tampil di ajang terakbar ini.

Nostalgia Hari Ini: Mulutmu Harimaumu, Roy Keane
The Guardian

Sayangnya, suasana hati Keane yang mudah meledak dan mulutnya yang tak bisa dikontrol membuat dirinya harus pulang lebih awal sebelum pertandingan di mulai. Keane saat itu juga berstatus kapten di timnas Republik Irlandia.

Di Piala Dunia 2002, Republik Irlandia bermarkas di kota Saipan, Jepang. Tiba di lokasi, Keane gusar dengan kondisi fasilitas latihan. Ia begitu geram karena fasilitas latihan tak seperti yang dibayangkannya.

Dikutip Football5star.com dari The Guardian, Minggu (23/5/2021), Keane kesal dengan alat-alat olahraga yang memenuhi standar. Ia bahkan mengatakan bahwa tempat latihan seperti tempat parkiran mobil. Pelatih Republik Irlandia saat itu, Mick McCarthy masih mencoba bersabar dengan tingkah anak asuhnya tersebut.

Sehari setelah marah dengan kondisi tempat latihan, Keane kembali buat ulah di sesi latihan. Dalam sesi latihan, Keane malah bertengkar dengan rekan setimnya. Tak tanggung-tanggung, Roy Keane bertengkar dengan dua pemain sekaligus, Packie Boner dan Alan Kelly.

Keane lalu keluar dari tempat latihan dan meminta PSSI-nya Republik Irlandia untuk segera memulangkannya. Namun karena tiket pesawat tak didapat, Keane mulai melunak dan tetap bertahan.

Mick McCarthy pun meledak

Pelatih Republik Irlandia, Mick McCarthy berpikir setelah Keane mereda dan tak jadi pulang, suasana timnya akan kembali kondusif. Sayang seribu sayang, tak ada yang bisa menebak suasana hati Roy Keane.

Sehari setelah pertengkaran dengan rekan satu timnya, Keane melakukan wawancara dengan media Irlandia, Irish Times. Dalam wawancara itu, Keane menumpahkan segala unek-uneknya, mulai dari tempat latihan hingga suasana tim di ruang ganti.

Nostalgia Hari Ini: Mulutmu Harimaumu, Roy Keane
Daily Mail

Wawancara itu pun bikin Mick McCarthy meledak. Di ruang ganti, McCarthy lalu menunjukkan wawancara Keane kepada pemain lainnya. Ia marah besar kepada Keane. Kemarahan McCarthy malah dianggap angin lalu oleh Keane. Ia malah menegaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah fakta yang harus diketahui publik.

Tak hanya itu, menurut mantan rekannya, Niall McQuinn, Keane yang berbicara selama 10 menit setelah McCarthy marah justru membuat kondisi makin runyam. Keane mengeluarkan sanggahan yang berisi kata-kata yang pedas dan menjatuhkan harga diri McCarthy sebagai pelatih.

Sanggahan ini pun menjadi akhir bagi Keane di Piala Dunia 2002. Dalam wawancara dengan BBC, McCarthy mengakui bahwa anak asuhnya itu telah menjatuhkan harga dirinya.

“Saya tak bisa dan tak akan menoleransi penghinaan seperti itu yang diarahkan kepada saya, jadi saya mengirimnya pulang,” kata McCarthy.

Roy Keane pun mengemas koper dan pulang ke Manchester, delapan hari sebelum pertandingan Piala Dunia 2002 dimulai. Apakah Keane menyesal? Tentu tidak.

“Saya melakukan pekerjaan sia-sia dengan meminta beberapa orang memperbaiki beberapa hal tentang perjalanan ini. Dimulai dari fasilitas latihan dan lain-lain,” ucap pemain dengan julukan Human Dynamo tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Roy Keane Sebut Dean Henderson Belum Layak Gantikan De Gea

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Manchester United, Roy Keane mengatakan bahwa kiper Dean Henderson belum memiliki kapasitas untuk bisa menggantikan posisi kiper utama, David de Gea.

Menurut Keane, Henderson menjadi salah satu penyebab Manchester United mengalami kekalahan dari Liverpool, Jumat (14/5/2021). Keane menegaskan Henderson belum bisa jadi kiper utama United.

Roy Keane Anggap Dirinya Terlalu Baik kepada Semua Orang

“Kami sedang membangun kiper dan bertanya apakah dia akan menjadi kiper nomor satu di masa depan untuk United. Tetapi sepertinya mereka gagal. Maguire adalah kerugian bagi mereka. Tapi itu kesalahan anak kecil, tidak ada hubungannya dengan Maguire,” ucap Keane seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Dia (Henderson) terlihat sangat kecil untuk bisa gagalkan pemain lawan cetak gol, itu kekhawatiran saya untuk Henderson,” tambahnya.

“Dia memiliki mentalitas yang baik, tempreman yang bagus, kaki yang baik, tetapi saya telah melihat beberapa gol yang terjadi baru-baru ini dan dia terlihat sangat kecil. Dia tampak kecil di sana,”

“Kami mengatakan dia perlu diberi kesempatan bermain dan malam ini, dia mungkin melihatnya dan mengatakan bahwa malam ini bukan pertandingan terbaiknya,”

Roy Keane menegaskan bahwa dengan fisik Dean Henderson saat ini, ia tak yakin kiper berusia 24 tahun itu bisa gantikan David de Gea.

“Tapi Anda harus memberi permainan karena mereka tidak bisa kembali kepada De Gea, meski Dean juga bukan alternatif jawabannya. Masalah fisiknya yang kecil merupakan masalah terbesar di masa depan,” tutup Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane: Aksi Suporter Serius dan Ini Baru Permulaan!

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dua mantan kapten Manchester United, Roy Keane dan Gary Neville satu suara mendukung aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh suporter jelang pertandingan melawan Liverpool, Minggu (2/5/2021) waktu setempat.

Menurut Roy Keane, aksi unjuk rasa para suporter ini sangat serius dan ini baru permulaan. Dikatakan Keane, yang menjadi dasar para suporter turun aksi hinggga membuat laga melawan Liverpool ditunda ialah kecintaan kepada klub.

5 Tuntutan Massa Aksi untuk Manajemen Manchester United

“Kepemimpinan klub tidak cukup baik. Saat mereka melihat pemiliknya, para suporter merasa ini hanya tentang menghasilkan uang. Suporter United telah melihat Glazer dan berpikir waktu ini harus diakhiri,” kata Keane seperti dikutip Football5star.com dari The Guardian, Senin (3/5).

“Mereka melakukannya karena mereka cinta pada klub. Beberapa orang tidak setuju dengan itu, tetapi terkadang Anda harus diam agar orang lain memperhatikan. Ini akan menyebar ke seluruh dunia,” tambah Keane.

“Saya jamin, aksi para suporter ini sangat serius dan ini baru permulaan dari mereka,” tegas Roy Keane.

Pernyataan tak jauh berbeda juga diungkap oleh rekan Roy Keane, Gary Neville. Menurut Neville, apa yang dilakukan suporter saat ini adalah konsekuensi dari tindakan para pemilik klub saat ikut-ikutan Liga Super League.

“Ini adalah konsekuensi dari tindakan pemilik Mancheter United dua pekan lalu. Ada ketidakpercayaan dan ketidaksukaan secara umum kepada pemilik, tetapi mereka tidak melakukan protes dua atau tiga minggu lalu,” kata Neville.

“Ada ketidakpuasan yang sangat besar di kalangan suporter. Mereka pada dasarnya ingin semua ini segara diakhiri. Keluarga Glazer telah tahan tahan banting dan keras kepala selama bertahun-tahun,” tambah Neville.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Pemain Liga Inggris Ramai-Ramai Hardik Son Heung-min

gamespool
Eks Pemain Liga Inggris Ramai-Ramai Hardik Son Heung-min 70

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Roy Keane ungkap rasa tidak sukanya kepada pemain Tottenham Hotspur asal Korsel, Son Heung-min. Haln ini lantaran aksi Son yang diduga lakukan diving saat berduel dengan Scott McTominay.

Menurut Keane, apa yang ditunjukkan Son pada laga Tottenham vs Manchester United, Senin (12/4/2021) dinihari WIB sangat memalukan. Menurut Keane, Son terlalu berlebihan saat duel dengan McTominay.

manchester united-SquawkaNews

“Saya kagum, sungguh. Ini sungguh aneh. Bagi pemain seperti Son yang berguling-guling seperti itu, itu sangat memalukan. Itu tidak mungkin pelanggaran,” ucapa Keane seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail.

“Agar adil, Marcus Rashford juga melakukannya dua menit sebelumnya, kedua pemain itu berguling-guling dan berteriak. Wasit berada di bawah tekanan besar, mereka meragukan setiap keputusan yang diberikan tapi jelas dia salah,” ungkap Keane.

Tentu saja Roy Keane berang dengan aksi Son ini. Akibat dari aksinya, gol pertama Manchester United yang dicetak oleh Edinson Cavani harus dianulir oleh wasit Chris Cavanagh.

Pernyataan sama soal aksi Son yang memalukan itu juga diungkap oleh eks pemain Manchester City, Micah Richards. Menurutnya, keputusan yang diambil oleh Cavanagh sungguh konyol dan merusak sepak bola.

“Itu keputusan yang sangat konyol dan itu merusak sepak bola. Jika Chris Kavanagh bisa pergi dan melihatnya lagi, saya tahu VAR akan menaruh kecurigaan dalam pikirannya unuk mengambil keputusan,”

Dalam tayangan ulang, tangan Scott McTominay memang mengenai wajah penyerang Korea Selatan itu, meski dengan sentuhan ringan. Hal ini kata Jamie Redknapp merupakan hal yang wajar di sepak bola.

“Apa yang harus Anda lakukan, lari dengan tangan ke bawah? Lengan Anda selalu terbuka saat bertanding. Anda selalu mencoba menggunakannya sebagai pengungkit,” ucap eks Liverpool itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dua Legenda Liga Inggris Beri Pujian untuk Jude Bellingham

gamespool
Dua Legenda Liga Inggris Beri Pujian untuk Jude Bellingham 74

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Roy Keane memuji penampilan gelandang muda Inggris, Jude Bellingham di pertandingan melawan San Marino pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Jumat (26/3/2021).

Menurut Keane, Bellingham adalah gelandang lengkap. Meski masih berusia masih sangat muda, Bellingham kata Keane mampu menunjukkan permainan apik dan tidak demam panggung.

Dua Legenda Liga Inggris Beri Pujian untuk Jude Bellingham
Sky Sports

“Bellingham terlihat seperti gelandang yang lengkap. Dia masih pemain muda yang bermain secara reguler di Jerman. Dia akan kecewa karena kehilangan kesempatan, tetapi pada usia 17 tahun, dia memiliki komposisi yang bagus,” kata Keane seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

Pernyataan Roy Keane ini juga diamini oleh mantan pemain Arsenal, Ian Wright. Menurut Wright, Jude Bellingham memiliki ketenangan sebagai pemain muda. Itu adalah modal yang cukup penting.

“Beberapa pemain ingin menghalaunya dengan cepat tapi dia memiliki ketenangan yang bagus. Pemain seperti dia yang dibutuhkan Inggris,” ucap Ian Wright.

“Anda tidak akan mengira dia berusia 17. Dia sangat pandai menunjukkan kemampuannya. Dia menunjukkan permainan dengan tingkat kenyamanan yang bagus,” kata pesepak bola perempuan Inggris, Eni Aluko.

Pemain Borussia Dortmund itu sendiri di laga melawan San Marino hanya bermain 45 menit. Namun penampilannya juga membuat pelatih Inggris, Gareth Southgate melontarkan pujian.

“Dia pemain yang kami pikir akan menjadi pemain internasional Inggris di masa depan,” kata Gareth Southgate.

“Bagi kami untuk membantu mengembangkannya, memasukkannya ke dalam permainan dan mencoba dan membawanya bersama tim, dengan perkembangan yang dia dapatkan di Dortmund juga,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane: Liverpool Butuh 30 Tahun Lagi untuk Juara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Liverpool dipermalukan Manchester City dalam lanjutan Premier League. Bermain di Anfield, Minggu (7/2/2021) mereka kalah 1-4.

Skor 1-4 juga menggambarkan permainan Liverpool yang cukup buruk. Hampir tidak ada peluang emas yang mereka ciptakan, terutama pada babak kedua. Belum lagi dua blunder yang dibuat Alisson kian melengkapi penampilan buruk tuan rumah.

Apa yang dilakukan anak asuh Juergen Klopp pun mendapat sorotan tajam dari legenda Manchester United, Roy Keane. Ia mengatakan The Reds sebagai juara bertahan yang buruk. Dan jika bermain seperti ini terus, Keane memprediksi mereka akan puasa gelar lagi selama 30 tahun.

Roy Keane gatal ingin menghajar David de Gea yang tampil buruk saat Manchester United melawan Tottenham Hotspur.
mirror

“Saya pikir mereka adalah juara yang buruk. Kita bicara tentang Liverpool, orang-orang terus mengatakan kepada saya bawah mereka adalah klub hebat dan besar. Saya tidak pernah mendapat kesan yang bagus dari grup ini,” kata sang legenda seperti dilansir Football Daily, Senin (8/2/2021).

“Tampil lah seperti juara, kalian adalah Liverpool FC. Jika kalian tampil seperti ini terus akan ada 30 tahun lagi bagi kalian untuk memenangkan gelar lainnya. Percayalah,” ia menambahkan.

Di sisi lain, pria Republik Irlandia menilai jika Juergen Klopp mulai mencari-cari alasan terkait performa buruk anak asuhnya.

“Dia mengatakan beberapa hari yang lalu bahwa Manchester City mendapat istirahat lebih karena virus pertandingan dibatalkan. Saya pikir mereka punya dua hari libur dan itu terus berlanjut. Dia mulai mengeluarkan alasan-alasan,” tutup Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane Sebut Pemain Manchester United Takut Jadi Juara

gamespool
Roy Keane Sebut Pemain Manchester United Takut Jadi Juara 81

Football5star.com, Indonesia – Hasil imbang tanpa gol Manchester United melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (31/1/2021) membuat anak asuh Ole Gunnar Solskjaer itu kini tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen Liga Inggris, Manchester City.

Mantan pemain Manchester United, Roy Keane mengatakan bahwa hasil imbang melawan Arsenal membuat skuat Red Devils seperti memiliki rasa takut untuk menjadi juara Liga Inggris musim ini.

Arsenal vs Manchester United Laga Berakhir Tanpa Gol di Emirates

“Saya menggaruk-garuk kepala dengan United. Kekhawatiran saya saat menonton mereka hari ini, Manchester United hampir kehilangan kepercayaan bahwa mereka bisa memenangkan pertandingan,” kata Keane seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Ini Manchester United, Anda sedang melihat Arsenal yang kehilangan beberapa pemain, ada kesempatan untuk mereka mengambil permainan,”

“Secara keseluruhan perfomance mereka tidak memiliki intensitas seperti itu. Ada kekurangan kualitas yang nyata pada hari ini dari United dan kurangnya keyakinan serta keinginan untuk pergi dan membawa poin dari Arsenal,” urai Keane.

Keane tak menampik bahwa dalam beberapa pekan sebelumnya, United banyak mendapat pujian dari banyak pihak karena menyodok ke posisi puncak. Dan menurut Keane, ada rasa takut dari pemain United ketika sudah berada di posisi tersebut.

“Mereka mendapat pujian. Mereka punya kebiasaan memenangkan pertandingan sepak bola, bahkan jika mereka tidak bermain bagus,”

“Tapi tiba-tiba saat mereka berada di posisi puncak, orang-orang mulai berkata, apakah skuat ini bisa bersaing dengan Manchester City? Dan sepertinya para pemain memiliki ketakutan dengan tantangan tersebut. Saya rasa kita belum siap untuk itu,” tutup Roy Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kevin De Bruyne Merasa Aneh Main sebagai False Nine Lawan Chelsea

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Ada hal berbeda pada diri Kevin De Bruyne saat Manchester City menang 3-1 atas Chelsea, Minggu (3/1/2021) dini hari WIB. Gelandang serang asal Belgia itu dimainkan Pep Guardiola sebagai false nine.

Guardiola harus memutar otak karena Sergio Aguero tak dalam kondisi prima, sedangkan Ferran Torres dan Gabriel Jesus tak masuk skuat Manchester City saat melawat ke markas Chelsea. Pada akhirnya, dia memutuskan De Bruyne sebagai false nine dengan ditopang Bernardo Silva.

De Bruyne merasa aneh ditugasi sebagai false nine. “Awalnya, ini terasa aneh, tapi aku sudah melakukan ini beberapa kali dalam karierku,” kata dia selepas laga seperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Lebih lanjut, De Bruyne mengungkapkan, “Ada begitu banyak striker dan pemain depan yang tak masuk skuat. Pelatih memintaku menjalankan tugas ini dan aku coba melakukannya sebaik mungkin. Sungguh menyenangkan kami menang dengan cara ini.”

Menurut De Bruyne, The Cityzens perlu waktu 5 hingga 10 menit untuk menemukan ritme permainan. Secara pribadi, dia pun harus menyesuaikan diri dengan peran barunya. “Setelah itu, kami bermain sangat baik dan memanfaatkan peluang-peluang dengan tepat,” ucap dia.

De Bruyne Dipuji Roy Keane

Menjalani peran baru, Kevin De Bruyne bersinar. Dia memberikan assist bagi Phil Foden untuk membuka skor. Lalu, pemain yang sempat membela VfL Wolfsburg itu mencetak gol ketiga Manchester City saat laga berjalan 34 menit.

Performa apik De Bruyne itu dipuji eks kapten Manchester United, Roy Keane. Pria asal Irlandia itu tak ragu menyebut gelandang Belgia tersebut sebagai pemain berkelas dunia.

“Dia itu berkelas dunia dan kita melihat pada dirinya hari ini intelegensia sepak bolanya. Bermain dengan peran berbeda dari yang biasa dilakukannya, dia masih mampu menemukan ruang dan pengambilan putusannya luar biasa,” kata Keane kepada Sky Sports.

Keane menambahkan, “Saya pikir dia agak menurun pada musim ini. Saya kira dia tak dalam permainan terbaiknya. Namun, hari ini, saya pikir kita melihat permainan terbaiknya.”

Bukan hanya itu yang membuat Keane takjub kepada Kevin De Bruyne. Dia juga terpukau oleh sikap sang gelandang yang mengutamakan kebutuhan tim. “Dia menunjukkan diri sebagai pemain tim. Dia mengatakan, manajer meminta dalam beberapa hari terakhir untuk bermain di depan dan dia menjawab, ‘Baiklah.’ Itu menunjukkan dia pemain bagus,” ucap Keane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Chelsea Kalah Lagi, Roy Keane Bandingkan Lampard dengan Klopp

gamespool
Chelsea Kalah Lagi, Roy Keane Bandingkan Lampard dengan Klopp 87

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Roy Keane menganggap kondisi Frank Lampard sebagai pelatih Chelsea tengah mengalami tekanan sangat hebat usai The Blues kalah 1-3 dari Manchester City, Senin (4/1/2021).

Menurut Roy Keane, Lampard saat ini tidak memiliki waktu banyak untuk bisa memperbaiki kondisi Chelsea. Apapun alasan dan kondisi pemain Chelsea saat ini menurut Roy Keane, Lampard harus bisa segera memperbaiki hal tersebut.

Chelsea vs Man City - Frank Lampard - Liga Inggris - @premierleague 2
twitter.com/premierleague

“Saya tidak berpikir Frank akan mendapat banyak waktu. Ada tekanan besar tahun ini, Anda harus memberi pemain waktu untuk beradaptasi, utamanya mereka yang baru datang dari luar negeri,” kata Keane seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Tahun lalu dia mendapat tiket gratis, tetapi manajemen telah mengeluarkan uang dan itu menambah tekanan, tidak peduli siapa pelatihnya,”

Eks pemain timnas Irlandia itu pun menyebut di usia Lampard yang 42 tahun, Lampard tak akan mampu seperti seorang Juergen Klopp saat awal melatih Liverpool.

“Dia baru dalam hal ini (sebagai pelatih). Dia berumur 42 tahun. Klopp datang dari Dortmund dan memenangkan banyak gelar di sana. Dia melawan semua manajer terbaik saat ini, Ancelotti, Mourinho, Guardiola,”

“Para pelatih ini memiliki CV hebat. Lampard tidak akan mampu mendapatkan waktu seperti yang Klopp dapatkan,” tambah Keane.

Sebelum kalah dari City dengan skor 1-3, Chelsea memang menunjukkan penampilan yang tidak konsisten. Dari lima laga sebelum lawan City, anak asuh Frank Lampard itu hanya mampu meraih 1 kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juara Kelas Berat Sebut Roy Keane dan Cantona Bisa Jadi Petinju Hebat

gamespool
Juara Kelas Berat Sebut Roy Keane dan Cantona Bisa Jadi Petinju Hebat 91

Football5star.com, Indonesia – Juara kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua menyebut bahwa mantan kapten Manchester United, Roy Keane bisa menjadi seorang petinju sukses. Hal ini lantaran Keane, memiliki kepribadian yang tangguh.

“Jika saya memiliki pesepak bola yang bisa jadi petinju hebat ia adalah Roy Keane. Manchester United membutuhkan seseorang seperti dia, untuk masuk ke sana dan mengatakan apa adanya, tidak perlu omong kosong. Dalam tinju, itulah tipe orang yang perlu Anda miliki,” ucap Joshua seperti dikutip Football5star.com dari DAZN, Jumat (25/12/2020).

David de Gea ditantang Baku Pukul oleh Roy Keane

Selain Roy Keane, Joshua juga menyebut nama legenda United lainnya, Eric Cantona. Menurut Joshua, Cantona memiliki aura seorang juara.

“Eric Cantona juga masuk, dia memiliki aura seorang juara,” kata Joshua.

Apa yang diutarakan oleh juara kelas berat, Anthony Joshua soal Keane dan Cantona memang sesuai fakta di lapangan. Keduanya adalah mantan pemain Manchester United yang memiliki karakter tangguh dan pekerja keras.

Cantona dan Keane merupakan kapten United di era Sir Alex Ferguson yang memiliki hitam putih di lapangan hijau. Cantona misalnya dikenal dengan insiden tendangan kung fu sementara Keane memiliki cap sebagai pemain tempramental.

Sementara Anthony Joshua sendiri dalam beberapa pekan ke depan dijadwalkan akan kembali naik ke atas ring untuk melawan Tyson Fury. Pertarungan dua petinju Inggris itu direncakan akan berlangsung tahun depan.

Promotor Anthony Joshua, Eddie Hearn, mengonfirmasi pekan lalu bahwa Arab Saudi, Abu Dhabi, dan Qatar adalah pesaing utama untuk melakukan pertarungan pertama. Kemudian, Stadion Wembley menjadi pilihan duel kedua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Paul Pogba Tak Mungkin Bisa Bawa Manchester United Juara

gamespool
Paul Pogba Tak Mungkin Bisa Bawa Manchester United Juara 95

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Manchester United, Roy Keane kembali memberikan kritik pedas untuk pemain Red Devils usai hasil imbang tanpa gol melawan Manchester City. Paul Pogba yang kali ini jadi sasaran tembak Roy Keane.

Menurut Keane, penampilan Pogba di derbi Manchester, Minggu (13/12/2020) menunjukkan bahwa si pemain tidak mungkin untuk bisa membawa United meraih gelar juara.

Paul Pogba - Manchester United - Mino Raiola - Eurosport
Eurosport

“Apakah menurut Anda Paul Pogba akan membawa United meraih gelar juara? Anda selalu bilang ia adalah pemain berbakat. Namun semua itu tak ada gunanya tanpa keras dan hasrat,” ucap Keane seperti dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Senin (14/12).

“Pogba bahkan berlari saja tidak mau,” tambah eks pelatih Sunderland tersebut.

Keane pun mengaku heran dengan banyak fan United yang masih menganggap Pogba sebagai sosok pemain bagus. Menurut Keane, Pogba tidak pernah menunjukkan permainan yang konsisten semenjak di rekrut.

“Saya ingat ketika dia dibeli, saya pikir itu akan menjadi transfer yang hebat. Namun nyatanya hal itu tidak pernah tewujud,” kata Keane.

Lebih lanjut, Keane pun membandingkan antara Pogba dengan Kevin de Bruyne. Menurutnya, de Bruyne lebih mampu menunjukkan bahwa ia merupakan sosok penting untuk Manchester City.

“Kevin De Bruyne, dia membuat pemain lain di sekitarnya lebih baik karena itulah Anda ada di sana, untuk memberi dampak besar di klub,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane Kecam Keakraban Pemain Usai Derbi Manchester

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Derbi Manchester antara Manchester United vs Manchester City, Minggu (13/12/2020) dinihari WIB berakhir imbang tanpa gol. Usai pertandingan para pemain dari kedua kesebelasan menunjukkan keakraban mereka.

Pemandangan di Old Trafford ini rupanya tidak disenangi legenda Manchester United, Roy Keane. Ia mengecam keras keakraban mereka di lapangan.

Menurut Roy Keane, laga sekeras derbi Manchester tidak patut untuk menunjukkan kedekatan. Dia malah berharap kedua tim langsung meninggalkan lapangan usai pertandingan.

“Saya tidak pernah melihat banyak para pemain berpelukan dan mengobrol akrab setelah pertandingan derbi. Hentikan itu. Mereka harus masuk ke lorong pemain,” kata sang legenda seperti dikutip Football5star dari Football Daily, Minggu (13/12/2020).

“Semua orang sepertinya ingin berteman. Mereka harus ingat bertanding untuk meraih kemenangan bukan untuk berteman dengan semua orang,” sambung pria Republik Irlandia.

Saat wasit Chris Kavanagh meniup peluit tanda berakhirnya laga, beberapa pemain terlihat akrab. Seperti yang diperlihatkan dua bek timnas Inggris, Harry Maguire dan John Stones. Mereka bahkan terlibat percakapan yang cukup lama sambil melempar tawa.

Ada juga Fred dengan Ederson yang sama-sama dari Brasil. Sampai masuk lorong pemain keduanya terlihat ngobrol bersama.

Tidak hanya para pemain, di bench pelatih pemandangan serupa juga terjadi. Juru taktik Manchester City, Pep Guardiola, terlihat akrab dengan asisten pelatih Manchester United, Michael Carrick.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roy Keane: Edinson Cavani Masih Lapar dan Memiliki Kualitas

gamespool
Roy Keane: Edinson Cavani Masih Lapar dan Memiliki Kualitas 101

Football5star.com, Indonesia – Edinson Cavani jadi pahlawan Manchester United di laga melawan Southampton di Stadion St Mary, Minggu (29/11/2020). Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, Cavani mencetak dua gol untuk kemenangan 3-2 United.

Kontribusi Cavani pun mendapat pujian dari sejumlah pihak. Mantan kapten Manchester United, Roy Keane salah satunya. Menurut Keane, Cavani masih lapar dan memiliki kualitas bagus sebagai seorang striker.

Jadi Pahlawan Manchester United, Solskjaer Puja Puji Edinson Cavani

“Dia mencetak gol dengan dua sundulan dan memberikan kontribusi yang besar ketika masuk. Dia jelas masih memiliki kualitas, rasa lapar serta keinginan yang kuat,” ucap Keane seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Senin (30/11/2020).

Menurut Keane, semenjak kedatangannya Cavani memang diragukan banyak pihak. Ia datang dengan status bebas transfer setelah tak memperpanjang kontrak di PSG. Usianya pun sudah tergolong tua.

“Itu selalu menjadi pertaruhan ketika datang ke klub. Orang-orang meragukannya, mengapa dia datang ke klub, apakah dia memiliki rasa lapar dan keinginan kuat untuk tim? Tetapi pada akhirnya kami melihat bukti hari ini, dia bisa menjadi rekrutan besar untuk United,” kata Roy Keane.

Pujian juga diberikan pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer. Menurut pelatih asal Norwegia tersebut, Cavani adalah tipikal pemain yang sangat teliti dan dibutuhkan oleh tim.

“Dia memberikan dampak yang besar. Dia adalah pemain nomor 9 yang selalu bergerak, dia ingin berada di depan. Saya sangat senang kepadanya. Selama berada di tempat latihan, di ruang ganti, bahkan sampai saat makan, ia sangat teliti,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Liverpool Suka dengan Hinaan Roy Keane kepada Kyle Walker

gamespool
Eks Liverpool Suka dengan Hinaan Roy Keane kepada Kyle Walker 105

Football5star.com, Indonesia – Eks Liverpool, John Aldridge mengatakan bahwa kata-kata hinaan yang dikeluarkan oleh mantan kapten Roy Keana kepada bek Tottenham Kyle Walker cukup wajar. Aldridge menyebut bahwa Keane mengeluarkan hinaan tersebut bukan bertujuan negatif.

“Dia tidak melakukannya untuk mendapatkan perhatian. Roy bukan tipikal orang yang suka mengatakan hal kontroversial demi bisa pusat perhatian di media soal dan mendapat untung dari itu semua. Ia memiliki cukup banyak uang setelah karier gemilangnya di lapangan hijau,” kata Aldridge seperti dikutip Footballstar.com dari Independent.ie, Selasa (10/11/2020).

Roy Keane Anggap Juergen Klopp sebagai Sosok yang Sensitif

“Roy selalu menjadi pria yang memiliki pandangan kuat dan saya melihatnya pada saat bermain dengannya. Kami selalu bergaul dengan baik. Meskipun ia seorang Manchester United dan saya Liverpoo,” tambahnya.

Menurut Aldridge, Roy Keane bersama eks bek Liverpoo, Jamie Carragher adalah salah satu pengamat sepak bola terbaik di Inggris saat ini.

“Mereka adalah dua pakar terbaik di Sky, bersama dengan Graeme Souness,” ucapnya.

“Garry Neville juga bagus tapi dia tak semenarik Roy Keane. Anda tidak tahu apa yang akan Roy katakan dari satu menit ke menit berikutnya. Beberapa orang mungkin menganggap apa yang ia katakan terlalu berlebihan, tapi saya lihat dari mana ia berasal,”

Kyle Walker kena omel oy Keane atas penampilannya di laga Manchester City vs Liverpool. Bek The Citizens itu disebut Keane sebagai pemain idiot.

“Karena dia menghadapi seorang idiot. Kyle Walker, orang-orang bilang dia pemain yang bagus, tapi menurut saya tidak,” kata Keane kepada Sky Sports pada laga City kontra The Reds.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]