Ruud Gullit Ungkap Perlakuan Tak Pantas Chelsea kepada Dirinya

gamespool
Ruud Gullit Ungkap Perlakuan Tak Pantas Chelsea kepada Dirinya 4

Football5star.com, Indonesia – Legenda Belanda, Ruud Gullit mengungkap perlakuan tak pantas yang pernah diterimannya dari klub Liga Inggris, Chelsea. Gullit bahkan menyebut Chelsea telah menikamnya dari belakang.

Gullit mengklaim bahwa ia dipecat dari Chelsea setelah pihak manajemen mendapat informasi salah mengenai dirinya. Pada 1996, Gullit berstatus sebagai pemain dan pelatih di Stamford Bridge.

skysport ruud gullit chelsea

Namun Gullit dipecat oleh manajemen The Blues sebelum laga leg kedua Piala Liga Inggris 1998. CEO Chelsea saat itu, Ken Bates sempat mengatakan bahwa Gullit dipecat karena kesombongannya. “Saya tidak suka dengan kesombongannya,” kata Bates saat itu.

Manajemen Chelsea juga dikatakan oleh Gullit sempat menuduhnya pergi ke Amsterdam, Belanda untuk berpesta miras. Hal itu dibantah oleh Gullit.

Gullit mengatakan bahwa saat itu ia pergi ke Belanda karena kondisinya ibundanya yang terkena penyakit kanker payudara.

“Saya pikir saya akan menemukan kebenarannya nanti (alasan saya dipecat). Saya sama sekali tidak mengerti mengapa saya dipecat saat itu,” kata Gullit kepada beIN Sports, Selasa (7/4/2021).

“Ibuku sakit, dia menderita kanker payudara. Aku sering pergi ke Belanda hanya untuk menemaninya. Jika kamu melihat ibumua di rumah sakit, karena penyakit kanker, itu sangat menyedihkan,” ungkapnya.

“Itu adalah pengalaman yang luar biasa untuk berada di sana dan saya ingin dia keluar secepat mungkin karena itu membuat semua orang depresi,”

“Jadi saya menghabiskan banyak waktu di Belanda. Mereka bilang saya dipecat karena saya di Amsterdam terlalu banyak berpesta atau apapun itu. Saya heran. Saya seperti ditusuk dari belakang dengan cara yang sulit dipercaya,” ungkapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Direkrut AC Milan, Ruud Gullit Pecahkan Rekor Transfer

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Direkrut AC Milan, Ruud Gullit Pecahkan Rekor Transfer 9

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 21 Maret, 34 tahun yang lalu, AC Milan memecahkan rekor transfer dengan merekrut Ruud Gullit dari PSV Eindhoven. Gullit langsung menjadi salah satu pemain kunci di masa keemasan Milan di tangan pelatih Arrigo Sacchi.

Gullit direkrut dengan harga 6 juta pounds pada 21 Maret 1987. Harga itu sudah cukup untuk mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Diego Maradona (5 juta pounds), saat dia pindah dari Barcelona ke Napoli pada 1984.

Wajar saja Gullit mendapatkan harga mahal, bersama PSV, dia berhasil meraih dua gelar Eredivisie beruntun, mencetak 53 gol dari 75 pertandingan di semua kompetisi. Performanya itu membuat dia meraih penghargaan Ballon d’Or 1987.

Nostalgia Hari Ini Direkrut AC Milan, Ruud Gullit Pecahkan Rekor Transfer
bein Sports

Saat datang ke Rossoneri, Gullit kesulitan untuk berkomunikasi dan belum biasa tinggal di negara lain. Namun performanya di lapangan sangat luar biasa. Di musim pertamanya dia bisa mencetak 13 gol dari 39 laga di semua kompetisi. Dia juga berhasil membawa Milan meraih Scudetto pertama sejak 9 tahun.

Pada musim keduanya, Rossoneri merekrut Frank Rijkaard dari Ajax, dan Marco Van Basten pulih dari cedera pergelangan kaki di musim pertamnya. Terciptalah trio Belanda yang membawa Milan menguasai Eropa.

Gullit sukses membawa Milan meraih juara European Cup pada musim 1988-89 walaupun gagal mempertahankan Scudetto. Gullit mencetak dua gol di final European Cup melawan Steaua Bucuresti.

Namun pada musim 1989-90, dia menderita cedera lutut kanan parah yang membuat dia harus menepi hampir sepanjang musim. Tapi Gullit mampu bermain di tiga laga terakhir Rossoneri, dua laga Serie A dan satu final European Cup, yang mana mereka menangkan 1-0 melawan Benfica.

Mulai Tersingkirkan

Ruud Gullit AC Milan These Football Times
These Football Times

Pada musim 1992-93, Gullit sudah jarang menjadi pilihan utama pelatih Fabio Capello dan puncaknya saat di final European Cup yang baru saja berubah forma menjadi Liga Champions musim itu melawan Marseille dimana Gullit tidak masuk ke dalam skuat karena UEFA hanya mengizinkan klub memainkan 3 pemain asing.

Ruud Gullit akhirnya dijual ke Sampdoria di musim berikutnya dan mampu kembali menemukan performa terbaiknya. Dia berhasil mencatatkan 17 gol dari 41 pertandingan di semua kompetisi dan membawa Il Samp meraih gelar Coppa Italia.

Performanya itu membuat Milan mendatangkannya kembali pada musim 1994-95. Namun lagi-lagi Gullit malah kembali bermasalah dengan kondisi fisiknya dan dia dikembalikan ke Sampdoria pada pertengahan musim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ruud Gullit: Saya Tetap Favoritkan Juventus Juara Serie A

gamespool
Ruud Gullit: Saya Tetap Favoritkan Juventus Juara Serie A 13

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Belanda, Ruud Gullit, masih yakin bahwa Juventus merupakan favorit untuk meraih Scudetto musim ini walaupun Inter yang berada di puncak klasemen. Gullit juga berbicara soal AC Milan yang mengalami penurunan performa.

Juventus baru saja ditahan imbang oleh Hellas Verona, 1-1 (28/2/21) setelah sebelumnya dikalahkan Porto di Liga Champions. Hasil itu membuat Inter bisa memperlebar jarak menjadi 10 poin jika mereka menang melawan Genoa hari ini. Tapi, Gullit menyebut bahwa Juventus masih favorit Scudetto.

skysport ruud gullit chelsea
Sky Sports

“Juventus tetap favorit saya untuk memenangkan gelar. Inter adalah pemimpin klasemen dan Milan bermain sangat baik sebelum dilanda cedera. Saya juga suka Lazio, mereka memiliki tim yang kuat dan mereka bisa pulih,” ucap Gullit seperti dilansir Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Mantan tim Gullit, AC Milan saat ini kesulitan dengan gagal meraih kemenangan di empat laga terakhirnya. Mereka juga akan bertemu lawan sulit, Manchester United di babak 16 besar Liga Europa.

“The Red Devils adalah tim yang kuat, tetapi dengan beberapa masalah. (Ole Gunnar) Solskjaer selalu berada di tepi jurang. Bandingkan sekarang dengan salah satu hari pertamanya sebagai pelatih Manchester United. Dia terlihat berusia 10 tahun. Selalu ada. kritik. Menjadi pelatih Manchester United setelah era Ferguson itu rumit,” kata Gullit.

Ruud Gullit melanjutkan, “Saya pikir cedera berdampak (bagi performa Milan), tapi saya senang melihat Milan saya di atas sana.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Del Piero: Juventus Harusnya Dapat Penalti, No Debat!

gamespool
Del Piero: Juventus Harusnya Dapat Penalti, No Debat! 17

Football5star.com, Indonesia – Juventus menelan kekalahan 1-2 saat hadapi FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2/2021). Pada laga yang berlangsung di Estádio do Dragão, keputusan wasit asal Spanyol, Carlos Del Cerro dipertanyakan sejumlah pihak karena tak memberi penalti kepada Juventus.

Pada pertandingan tersebut, Cristiano Ronaldo dijatuhkan bek Porto, Zaidu Sanusi saat akan menendang bola di area kotal penalti klub Portugal tersebut. Namun Del Cerro menganggap bahwa itu bukan pelanggaran. Ronaldo pun sempat kesal dan memaki karena tak mendapat hadiah penalti.

Juventus - Antonio Cassano - FC Porto - Cristiano Ronaldo - Eurosport

Keputusan Del Cerro ini kemudian dipertanyakan empat legenda sepak bola dunia. Arsene Wenger, Ruud Gullit, Fabio Capello, dan Alessandro Del Piero menganggap Juventus harusnya mendapat penalti dari pelanggaran Sanusi.

“Itu jelas penalti, tanpa argumen apapun,” kata Del Piero dan Fabio Capello seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

“Dengan peraturan yang ada, harusnya ada penalti itu. Wasit memang banyak berlari, itu benar, tapi jelas itu adalah penalti,” ucap Del Piero.

Peryataan senada juga diungkap oleh Ruud Gullit dan Arsene Wenger di beIN Sports.

Sementara itu, pelatih Juventus, Andrea Pirlo mengaku gusar dengan hasil yang diraih tim asuhannya. Tak seharusnya Juventus kalah dalam situasi semacam ini.

“Kalau kamu langsung kebobolan satu menit setelah kickoff, dengan cara yang aneh seperti itu, wajar bila akhirnya rasa percaya diri para pemain menghilang. Apalagi lawannya jago bertahan,” kata Pirlo.

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk laga ini, tapi kebobolan di menit pertama dengan cara seolah-olah memberi hadiah kepada Porto jelas membuat segalanya jadi sulit,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pemain Berdarah Indonesia, Pascal Struijk, Bakal Bikin Belanda Menyesal

gamespool
Pemain Berdarah Indonesia, Pascal Struijk, Bakal Bikin Belanda Menyesal 21

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek Chelsea dan timnas Belanda, Khalid Boulahrouz, mengatakan bahwa pemain berdarah Indonesia, Pascal Struijk, memiliki potensi untuk menjadi bek terbaik di masa depan. Boulahrouz pun yakin perkembangan Struijk sebagai pemain belakang bakal bikin menyesal timnas Belanda.

Sejak menjalani debut bersama Leeds United pada Desember 2019, Pascal Struijk tak pernah sekalipun dipanggil oleh dua pelatih timnas Belanda, Ronald Koeman dan Frank de Boer. Struijk memiliki kans membela Orange karena ia memiliki paspor Belanda meski lahir di Belgia.

Tolak Perkuat Timnas Indonesia, Pascal Struijk Digoda Belgia Pemain Keturunan Indonesia, Pascal Struijk Jadi Eksperimen Marcelo Bielsa

Struijk bahkan tak pernah sekalipun dipanggil untuk membela tim junior Belanda. Kabar terbaru menyebutkan bahwa saat ini ia tengah mengurus paspor Belgia guna bisa dipanggil Robert Martinez ke timnas Belgia.

Rumor yang berkembang di media Belgia, Robert Martinez akan memanggil Struijk pada jeda internasional, Maret 2021.

“Saya pikir saat ini dia berada di tangan pelatih hebat (Marcelo Bielsa). Dia secara fisik lebih kuat di sana, banyak mendapat kesempatan bermain. Seluruh tim Leeds sangat berkembang dan kuat. Di Belgia, ia bisa dibutuhkan sebagai seorang bek kanan,” kata Boulahrouz seperti dikutip Voetbalzone, Selasa (9/2/2021).

“Jika Anda melihat Wesley Hoedt misalnya juga merupakan bek tengah kiri, saya kira dia sedikit melewatkannya. Struijk bermain di Liga Inggris hampir setiap minggu,” tambah Boulahrouz.

Tak hanya Boulahrouz yang yakin Struijk bakal menjadi pemain belakang terbaik di masa depan. Legenda Belanda, Ruud Gullit juga memiliki pendapat yang sama.

“Itu sangat istimewa (penampilan Struijk di Liga Inggris). Para mantan pemain akademi Ajax saat ini memiliki tempat terbaik di banyak klub. Ada Mitchel Bakker di PSG, Sven Botman, dan sekarang bocah itu lagi,” kata Gullit.

Pada 2016 hingga 2018, pemain berdarah Indonesia itu sempat membela tim akademi Ajax. Sebelumnya ia juga menimba ilmu di tim akademi ADO Den Haag. Darah Indonesia dimiliki Struijk dari sang ibu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Menanti Putra Ruud Gullit Unjuk Skill di Depan Publik Indonesia

gamespool
Menanti Putra Ruud Gullit Unjuk Skill di Depan Publik Indonesia 25

Football5star.com, Indonesia – Beberapa waktu lalu, Football5star menurunkan artikel tentang peluang putra legenda Paolo Maldini, Daniel Maldini tampil di Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. Ternyata tak hanya Daniele dengan status anak legenda sepak bola yang bakal unjuk skill di depan publik Indonesia.

Putra legenda sepak bola lainnya, Maxim Gullit juga memiliki kans untuk tampil di depan publik Indonesia. Dari namanya tentu kita sudah tahu bahwa Maxim adalah anak dari Ruud Gullit, legenda sepak bola Belanda. Maxim tidak hanya memiliki darah dari Gullit.

Menanti Anak Ruud Guliit Unjuk Skill di Depan Publik Indonesia2
vi.nl

Sang ibu, Estele adalah keponakan dari legenda sepak bola Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff. Perfomance Maxim beberapa waktu ke belakang sendiri jadi sorotan media Belanda. Maxim sendiri, Jumat (30/10/2020) baru jalani laga debut di kompetisi Eropa bersama AZ Alkmaar di laga Liga Europa melawan Rijeka.

Memang pada laga debutnya tersebut, Maxim tidak bermain lama. Ia baru dimasukkan pelatih AZ, Arne Slot pada menit ke-90 menggantikan Martins Indi. Meski begitu, hal tersebut tak mengurangi kekaguman publik Belanda dengan Maxim.

“Hebat, hebat, saya sangat bangga pada diri saya sendiri. Sungguh sangat senang. Saya belum mendapat kabar dari ayah (Ruud Gullit). Tapi saya yakin saya mendapat banyak pesan darinya,” ucap Maxim usai laga seperti dikutip dari vi.nl

Pemain berusia 19 tahun ini mengawali kariernya di Amsterdamsche FC. Tidak seperti sang ayah dan kakeknya, Maxim berposisi sebagai seorang bek. Pada tahun lalu, Maxim tercatat sudah melakoni 3 pertandingan bersama Belanda U-19.

Tidak hanya bisa menjadi bek tengah, Maxim juga bisa ditempatkan sebagai seorang wing back. Kemamapuan ini yang membuat pelatih Belanda U-19, Peter van der Veen cukup percaya dengan kemampuan Maxim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ruud Gullit Takut Van de Beek akan Senasib dengan Davy Klaassen

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Keberadaan Donny van de Beek di Manchester United membuat legenda Belanda, Ruud Gullit, penasaran. Ia masih belum tahu apakah pemain jebolan Ajax Amsterdam bisa sukses di Inggris atau tidak.

Ruud Gullit juga khawatir Donny van de Beek akan senasib dengan pemain Belanda lain yang gagal total di Inggris seperti Davy Klaassen. Apalagi menurutnya permainan mereka sangat mirip.

“Saya penasaran dengan Donny di Manchester United dan yang langsung terlintas dalam pikiran saya adalah dia harus hati-hati agar tidak menjadi Davy Klaassen kedua,” ujar Gullit seperti dikutip Football5star dari Telegraaf, Rabu (16/9/2020).

DCZAPzXXkAE1Y2z
@everton

“Donny adalah salinan Davy yang lebih muda dalam hal permainan. Davy memilih Everton tapi permainan dari keduanya bekerja paling baik di tim yang ofensif dan oleh karena itu akan lebih muda bagi Donny di United daripada Davy di Everton,” pungkasnya.

Dengan skema yang diterapkan Ole Gunnar Solksjaer di United, mantan asisten pelatih timnas Belanda yakin Van de Beek bisa berkembang. Tapi sang gelandang sepertinya harus bermain di luar posisi favoritnya karena sudah ada Bruno Fernandes di sana.

“United memainkan permainan yang membuat Donny bisa berkembang, tapi pada saat yang sama dia tetap bergantung pada pemain lain yang ada di sekitarnya. Dan bisakah dia bermain di posisi favoritnya? Saya tidak tahu karena sudah ada Bruno Fernandes yang tampil luar biasa,” tutup Ruud Gullit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ruud Gullit Senang Lihat Serge Gnabry Intimidasi Neymar

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Serge Gnabry tampil spartan pada final Liga Champions, Senin (24/8/2020) dinihari WIB. Pada laga di stadion Da Luz, Portugal, dia beberapa kali berhadapan langsung dengan Neymar.

Serge Gnabry seperti mendapat tugas khusus dari Hansi Flick. Ia lebih sering berduel dengan Neymar di lini tengah. Bahkan tidak jarang pula sang winger menjatuhkan pemain termahal dunia tersebut.

Cara ini ternyata mendapat sambutan positif dari legenda Belanda, Ruud Gullit. Menurutnya, apa yang dilakukan mantan pemain Arsenal sudah sangat bagus. Bahkan itu menjadi momen kunci pada laga Paris Saint-Germain vs Bayern Munich dinihari tadi.

gullit-morata-chelsea
zimbio

“Bagi saya momen kunci dalam pertandingan ini adalah saat Serge memberikan tendangan kecil kepada Neymar. Itu adalah momen kuncinya,” ujar Ruud Gullit seperti dikutip Football5star dari Bein Sports, Senin (24/8/2020).

“Itulah saat di mana mereka ingin  pergi ‘hei sekarang kami pergi untuk itu’. dan saya menyukainya ketika dia melakukan itu karena itulah yang dibutuhkan. Anda butuh sedikit agresivitas dan intimidasi dan dia melakukannya,” ia menambahkan.

Tercatat tiga kali Serge Gnabry menjatuhkan bintang Paris Saint-Germain. Permainannya itu sempat memancing emosi para penggawa Les Parisien.

Bahkan beberapa pemain seperti Leandro Paredes dan Angel Di Maria sempat terlibat cekcok dengan Niklas Suele serta Leon Goretzka. Beruntung, kejadian tersebut tidak berbuntut panjang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Tae-yong atau Milla Belum Jelas, PSSI Kini Hubungi Ruud Gullit

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – PSSI mengakui saat ini sudah menghubungi Ruud Gullit untuk kemungkinan menjadi pelatih Timnas Indonesia. Padahal, Luis Milla atau Shin Tae-yong yang sudah digadang-gadang belum juga jelas.

Seperti diketahui, PSSI sudah menggelar pertemuan kepada Milla dan Tae-yong. Nama terakhir bersua dengan Mochamad Iriawan dan rekan-rekan di Malaysia. Sedang Luis Milla sudah menemui PSSI di Manila, Filipina, beberapa waktu lalu.

Akan tetapi memang, belakangan dilaporkan Shin Tae-yong menolak tawaran Indonesia karena sudah ditawar klub China. Sedang, Milla dianggap tak mau menargetkan gelar juara yang membuat PSSI ragu.

Ruud Gullit , Belanda (nu.nl)
Ruud Gullit , Belanda(nu.nl)

Kini, nama Gullit dimunculkan PSSI ke permukaan. “Kami sudah mengontak Gullit sejak sepekan yang lalu. Namun belum ada respons dari dirinya,” ungkap Mochamad Iriawan dikutip dari Antara.

Menarik melihat sepak terjang Gullit. Semasa jadi pelatih, legenda AC Milan dan Chelsea itu pernah menangani Newcastle United, Feyenoord, La Galaxy, hingga terakhir jadi asisten pelatih Belanda.

Mochamad Iriawan menyebut masih akan menunggu kabar Ruud Gullit selama sebulan ke depan. “Mudah-mudahan ada kabar,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gullit: Zidane Tidak Perlu Kembali Latih Real Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Keputusan Zinedine Zidane untuk kembali menangani Real Madrid tidak bisa diterima semua orang. Salah satunya adalah mantan pemain tim nasional Belanda, Ruud Gullit yang justru heran terhadap keputusan Zizou merapat lagi ke Santiago Bernabeu.

“Bagiku, sangat aneh melihat Zidane rela kembali ke Real Madrid. Dia bisa menjadi legenda dengan warisan yang ia tinggalkan. Tapi kenapa dia justru kembali? Dia tidak akan mampu mengulangi kesuksesannya di masa lalu. Kali ini akan terasa sulit.

Performa Zidane menjadi sorotan menyusul kekalahan telak Real Madrid dari Paris Saint-Germain di Liga Champions belum lama ini. Bertandang ke Prancis, Los Blancos digulung 0-3 oleh Angel Di Maria dkk.

gullit-morata-chelsea
zimbio.com

Zidane sempat meraih kesuksesan pada masa jabatan pertamanya melatih Real Madrid. Tiga gelar Liga Champions dalam tiga musim beruntun jadi catatan istimewa yang belum pernah dilakukan pelatih mana pun. Setidaknya sejak format terbaru diberlakukan.

Pada pertengahan 2018, mantan kapten tim nasional Prancis itu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih. Sepeninggal Zidane, Real Madrid justru berantakan. Dua pelatih yang dipercaya mengembalikan performa, Julen Lopetegui dan Santiago Solari, gagal jalankan tugas.

Gullit pun heran terhadap motivasi Zidane kembali menerima tawaran melatih Real Madrid. Menurutnya, Zizou seperti mengubur dirinya sendiri dalam lubang kenangan yang ia tinggalkan sebelumnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Legenda Belanda Soroti Penampilan Matthijs De Ligt di Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Belanda, Ruud Gullit, ikut menyoroti penampilan Matthijs de Ligt. Ia mengatakan bahwa sang bek masih harus banyak belajar lagi untuk mencapai level tertinggi.

Performa Matthijs de Ligt memang sedang disorot setelah Juventus mengalahkan Napoli 4-3 akhir pekan lalu. Tiga gol Napoli saat itu berawal dari kesalahan mantan kapten Ajax Amsterdam itu. Sebelumnya ia bahkan tidak dimainkan saat Juve menang 1-0 atas Parma.

Melihat situasi tersebut, Ruud Gullit mengaku bahwa performa buruk De Ligt sejauh ini tak lepas dari tekanan tinggi yang diterima. “Dia membawa banyak tekanan. Menang adalah hal wajib yang harus dilakukan, baik di Liga Italia atau kompetisi lainnya,” katanya kepada Telegraph, Selasa (3/9/2019).

gullit-morata-chelsea
zimbio

“Matthijs harus menelan semua itu dan dia harus melanjutkan permainan. Dia harus lebih percaya diri lagi karena dia sudah membuktikan kualitasnya bersama Ajax. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana meningkatkan level permainannya ke tingkat yang berbeda dari sebelumnya,” ia melanjutkan.

Lebih lanjut, legenda AC Milan tidak khawatir dengan karier bek 19 tahun itu bersama Juventus. Ia bahkan membandingkan awal karier sang bek yang juga berjalan buruk saat pertama kali menapaki karier profesional di Ajax.

“Saya tahu De Ligt 100 persen. Dia akan melewati semua ini. Saat masih berusia 17 tahun dan tampil untuk tim senior Ajax dia juga memulainya dengan buruk. Tapi setelah itu dia menjadi seorang pemimpin,” tutup Gullit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Talenta Muda Sepak Bola Berambut ala Ruud Gullit

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Ada kesamaan yang dimiliki Ruud Gullit, Carlos Valderrama, dan Rene Higuita. Ketiga bintang sepak bola era 1990-an itu memiliki rambut kriwil kribo yang dibiarkan panjang.

Gaya rambut itu sempat tak populer beberapa lama hingga kemudian antara lain muncul David Luiz, Marcelo, dan Matteo Guendouzi. Juga pemain berambut kribo macam Marouane Fellaini dan Axel Witsel. Kini gaya rambut itu dimiliki beberapa pemain muda berbakat yang diprediksi akan menjadi bintang masa depan.

Berikut ini, Football5Star.com menyajikan lima talenta muda sepak bola yang memiliki gaya rambut ala Ruud Gullit tersebut. Tiga di antaranya merupakan pemain dari negara asal sang bintang, yakni Belanda.

1. Xavi Simons

Xavi Simons berambut ala Ruud Gullit dan kini membela PSG setelah lama di Barcelona.
beinsports.com

Sosok pemain berumur 16 tahun ini menyita perhatian baru-baru ini saat memutuskan pindah dari Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG). PAdahal, dia sudah lama menimba ilmu di La Masia, akademi ternama milik El Barca.

Skill bocah asal Belanda ini dinilai mendekati dua bintang besar sepak bola, Lionel Messi dan Xavi Hernandez. Tak hanya itu, dia juga sudah sangat menjual. Saat ini, dia sudah dikontrak Nike dan akun Instagramnya punya 1,7 juta pengikut. Lalu, dia pun sudah berada di bawah naungan superagen Mino Raiola.

2. Ethan Ampadu

Ethan Ampadu dipinjamkan Chelsea ke RB Leipzig pada musim 2019-20.
eurosport.com

Potongan rambut pemain timnas Wales berumur 18 tahun ini tidak terlalu mirip Ruud Gullit karena lebih condong rasta ala Bob Marley. Dia adalah pemain didikan Exeter City yang lantas digadang-gadang jadi pemain masa depan Chelsea.

Pada umur 16 tahun, pemain kelahiran 14 September 2000 ini melakoni debut bersama Chelsea. Setahun kemudian, dia bahkan sudah menjalani laga pertamanya bersama timnas Wales. Kini, dia dipinjamkan ke RB Leipzig selama semusim.

3. Tahith Chong

Tahith Chong yang berambut ala Ruud Gullit jadi talenta harapan Manchester United.
manchestereveningnews.co.uk

Lahir pada 4 Desember 1999, Tahith Chong bergabung dengan akademi ternama milik Feyenoord pada umur 10 tahun. Namun, pemain berambut ala Ruud Gullit itu lantas pindah ke Manchester United pada 2016 karena merasa Feyenoord tak punya rencana bagus untuk dirinya.

Nama Tahith Chong yang berkebangsaan Belanda saat mulai diikutkan dalam latihan tim utama Manchester United pada musim lalu. Akhirnya, dia mendapatkan debut saat Red Devils ditangani Ole Gunnar Solskjaer. Pada musim yang sama, bersama tim reserve Man. United, dia dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi antartim reserve di Premier League.

4. Joshua Zirkzee

Joshua Zirkzee talenta Belanda berambut ala Ruud Gullit di Bayern Munich.
onefootball.com

Seperti halnya Tahith Chong dan Xavi Simons, Joshua Zirkzee juga berasal dari Belanda. Dia sempat setahun menimba ilmu di Feyenoord sebelum dicomot Bayern Munich pada 2017. Dia juga sempat menjadi bidikan dua klub Premier League, Arsenal dan Everton.

Saat ini, Joshua Zirkzee menjadi salah satu andalan tim Bayern Munich II yang baru promosi ke Liga 3 Jerman. Kemampuannya yang apik membuat jajaran manajemen Die Roten tak mau melepas dia meskipun diinginkan kembali oleh ADO Den Haag yang mendidiknya selama beberapa tahun.

5. David de la Vibora

David de la Vibora diikat kontrak profesional dalam umur 16 tahun oleh Real Madrid.
elespanol.com

Bek kelahiran 3 Januari 2003 ini adalaha fenomena tersendiri. Dalam usia belia, dia sudah membuat banyak klub teras Eropa terpikat. Juventus, Manchester United, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Paris Saint-Germain adalah beberapa klub teras yang menginginkan jasanya.

Akan tetapi, De la Vibora tetap setia kepada Real Madrid. Pada Februari lalu, dia diberi kontrak profesional oeh klub berjuluk Los Blancos karena jadi talenta paling menonjol di tim yang dibelanya. Gaya rambut ala Ruud Gullit jadi salah satu ciri khasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

LEGENDA: Ruud Gullit, Dikagumi Ma’ruf Amin Merambah E-Sports

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola era 1980an hingga 1990an terdapat pesepak bola asal Belanda yang menarik perhatian dunia. Selain memiliki permainan yang tidak kenal lelah dan tendangan keras, penampilannya mudah dikenali karena memiliki ciri khas dengan rambut gimbalnya.

Pemain tersebut memiliki ketururan Suriname, sebuah negara di Amerika Selatan dan bekas jajahan Belanda. Sosok tersebut bernama Ruud Gullit, kelahiran Amsterdam, Belanda, pada 1 September 1962.

Membicarakan Ruud Gullit sulit untuk tidak membicarakan sepak terjangnya bersama dua pesepak bola Belanda lainnya yaitu Marco van Basten dan Frank Rijkaard.

Salah Satu Trio Belanda di AC Milan

Gullit ditransfer oleh AC Milan dari PSV Eindhoven berhasil memecahkan rekor transfer saat itu pada tahun 1987. Bersama Marco van Basten dan Frank Rijkaard, Ruud Gullit dikenal sebagai trio legendaris Belanda yang memperkuat klub Italia, AC Milan.

Skuat AC Milan bersama trio Belanda tersebut dikenal sebagai salah satu tim terbaik yang pernah dimiliki Milan sehingga dijuluki sebagai The Dream Team. The Dream Team itu dibesut oleh Arrigo Sacchi berhasil memenangkan berbagai gelar juara seperti 3 gelar Scudetto dan 2 gelar Liga Champions.

Ruud Gullit AC Milan These Football Times
thesefootballtimes.co

Berkat torehan tersebut, federasi sepak bola Eropa (UEFA) menobatkan skuat The Dream Team AC Milan itu sebagai tim terbaik sepanjang masa.

Kedigdayaan skuat Milan itu bahkan diakui oleh berbagai kalangan. Salah satunya Wakil Presiden terpilih yaitu Ma’ruf Amin. “Saya paling senang bola kaki, sejak zaman dulu zaman AC Milan, zaman namanya trio Belanda. Mereka hebat,” kata Ma’ruf Amin dilansir Media Indonesia, Rabu (12/12/2018) dikutip Football5star.com.

Tergabung dalam skuat The Dream Team AC Milan dapat dikatakan sebagai puncak karier Gullit di level klub. Sementara di level internasional, Gullit merupakan kapten tim nasional Belanda yang memenangkan Piala Eropa 1988 dan juga anggota timnas Belanda di Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1992 yang sangat terkenal dengan Total Football. Sedangkan gelar individu juga berhasil diraihnya seperti penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1989.

Memasuki masa pensiun, Gullit seperti kebanyakan mantan pesepak bola melanjutkan kariernya sebagai manajer. Kiprah di dunia manajerial diawali ketika masih aktif bermain untuk klub Inggris, Chelsea. Gullit merangkap sebagai pemain sekaligus manajer atau dikenal sebagai player-manager.

Ketika itu Gullit menggantikan Glenn Hoddle yang meninggalkan Chelsea untuk membesut timnas Inggris pada tahun 1996. Selanjutnya ia menukangi beberapa klub seperti Newcastle United dan klub asal negaranya, Feyenoord.

Merambah Dunia E-Sports

Sepak terjang Gullit ternyata tidak berakhir di dunia sepak bola. Dilansir Reuters, pria berusia 56 tahun itu merambah dunia e-sports dengan nama akademi Team Gullit. Akademi e-sports yang dibangun Gullit juga menawarkan pelatihan dan analisis untuk calon pemain profesional e-sports.

Ruud Gullit Esports reuters
reuters.com

Di dunia e-sports, Gullit menemukan pengalaman menarik, ia mengatakan bahwa anak-anak saat ini lebih mengenal dari dunia video game buka dari sepak bola. “Ketika saya bertemu anak-anak saat ini, mereka mengenal saya dari Playstation, bukan dari sepakbola,” ujar Ruud Gullit.

Dunia e-sports dinilai Gullit sangat menjanjikan, bahkan tingkat popularitas e-sports berhasil mengalahkan Divisi Dua Liga Belanda, serta para professional e-sports layaknya pesepak bola memiliki manajer.

“Di Belanda semua tim Eredivisie memiliki pemain e-sports, ada kompetisi dan ditonton oleh lebih banyak orang di TV daripada divisi kedua Belanda. Eksposurnya sulit dipercaya. Itu akan menjadi lebih besar dan lebih besar. Saya menyadari betapa seriusnya itu. Para pemain memiliki manajer, pelatih, mereka memiliki segalanya,” ujar Ruud Gullit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gullit Percaya Van Dijk Bisa Menangi Ballon d’Or Tahun Ini

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda tim nasional Belanda, Ruud Gullit, mendukung juniornya, Virgil van Dijk untuk memenangi Ballon d’Or tahun ini. Menurutnya, jika bek Liverpool tersebut berhasil memenangi trofi bola emas tersebut maka itu akan menjadi inspirasi generasi muda Belanda.

Virgil van Dijk tampil sebagai salah satu bek terkemuka di Eropa sepanjang musim 2018/19. Ia berhasil membawa Liverpool bersaing dalam perburuan gelar juara Premier League dengan Manchester City hingga pekan terakhir. Selain itu, ia juga berkontribusi membawa The Reds juara Liga Champions keenam.

Gullit menganggap, seandainya Van Dijk memenangi Ballon d’Or, maka hal itu adalah tanda bahwa pemain yang bersangkutan memang disorot penampilannya. Selain itu, trofi bola emas tersebut bisa menjadi tambahan motivasi baginya dalam membela timnas Belanda.

Virgil van Dijk - Ryan Babel - Ballon D'Or -

“Dia harus tampil lebih baik bersamaan dengan itu. Menurutku, dia melakukannya dengan sangat baik bersama Liverpool. Dia seperti jawaban dari doa mereka selama ini. Tetapi, untuk level tim nasional, dia harus bisa lebih baik daripada sekarang,” katanya seperti dikutip dari AS.

Van Dijk berhasil membawa Belanda ke partai final UEFA Nations League 2019. Namun, pada fase puncak, mereka gagal mengalahkan Portugal. De Oranje takluk dari Cristiano Ronaldo dkk dengan skor tipis 0-1 beberapa pekan lalu.

Sepanjang musim 2018/19, Van Dijk tampil dalam 50 pertandingan di semua ajang untuk Liverpool. Dalam kurun waktu tersebut, ia turut menyumbang enam gol di sejumlah kompetisi. Empat di Liga Inggris dan dua di Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mustahil Jika Matthijs de Ligt Gabung ke Manchester United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda timnas Belanda, Ruud Gullit, mengatakan bahwa Matthijs de Ligt tak akan bergabung ke Manchester United pada musim 2019-20 mendatang. Menurutnya, De Ligt hanya akan bergabung ke tim yang bermain di Liga Champions.

Hingga saat ini, Matthijs de Ligt belum juga menentukan klub yang akan ia perkuat pada musim 2019-20 mendatang. Barcelona, Bayern Munich, Juventus, Paris Saint-Germain dan Manchester United dikabarkan siap menggelontorkan dana besar untuk menampung remaja 19 tahun itu.

“Saya rasa, De Ligt tak akan bergabung ke Manchester United karena mereka tak akan bermain di Liga Champions musim depan. De Ligt hanya akan bergabung ke tim yang bermain di Liga Champions,” kata Ruud Gullit dikutip dari Goal.

Matthijs de Ligt - Manchester United - Ruud Gullit - Fox Sports
Fox Sports

Dalam kesempatan yang sama, Ruud Gullit juga mengaku tetap mendoakan De Ligt agar bisa bergabung ke klub yang sesuai. Menurutnya, sang pemain mendapatkan pilihan yang sangat sulit untuk melanjutkan kariernya saat ini.

“Akan cukup sulit untuk De Ligt untuk memilih klub mana yang akan ia perkuat. Selain itu, klub-klub Eropa juga akan kesulitan untuk mendatangkannya. Salah satu faktornya adalah, adanya beberapa klub yang sedang menjalani hukuman larangan transfer. Saya berharap dia akan datang ke tim yang tepat,” tutur pria 56 tahun itu.

Saat ini Matthijs de Ligt sedang menjalani masa liburan. Pada musim lalu, ia berhasil membawa Ajax meraih gelar Eredivisie dan KNVB Boeker serta melaju hingga ke babak semifinal Liga Champions. Di level internasional, ia berhasil membawa timnas Belanda melaju hingga ke babak final UEFA Nations League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gullit Tak Permasalahkan Lampard Miskin Pengalaman

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan manajer Chelsea, Ruud Gullit, tidak mempermasalahkan Frank Lampard yang belum berpengalaman melatih The Blues. Akan tetapi, Gullit menekankan bahwa Lampard harus didukung dengan staf pelatih yang berpengalaman.

Chelsea baru saja mengonfirmasi melepas Maurizio Sarri yang berhasil membawa The Blues menjuarai Liga Europa dan menempati peringkat ketiga Liga Inggris. Frank Lampard digadang menjadi suksesor manajer asal Italia itu.

Lampard dapat dikatakan miskin pengalaman dalam menukangi sebuah klub, namun Gullit menilai hal tersebut bukan menjadi sebuah alasan. Ia menambahkan bahwa dirinya ketika dahulu menukangi The Blues juga belum memiliki jam terbang mumpuni.

Ruud Gullit , Belanda (nu.nl)
nu.nl

“Chelsea mempercayai saya ketika belum memiliki pengalaman  sebagai manajer. Terbukti saya mampu memberikan gelar. Terpenting adalah Chelsea harus memberikan staf pelatih berpengalaman untuk Lampard. Itu hal yang sangat berarti untuknya jika ditunjuk menjadi manajer.” jelas Ruud Gullit.

Gullit menilai sosok Lampard yang telah mengenal The Blues baik luar maupun dalam dapat dinilai sebagai keuntungan. Serta, kini The Blues membutuhkan sosok yang memahami sejarah klub. Sebab itu, Lampard sosok yang ideal di matanya.

Chelsea butuh orang yang tahu sejarah klub. Pengalaman tidak terlalu dibutuhkan saya pikir untuk menjadi manajer,” kata Ruud Gullit.

Frank Lampard baru menukangi satu klub sepanjang karier manajerialnya, yakni dengan membesut klub Championship, Derby County. Pria berusia 40 tahun dapat dikatakan suskes dengan membawa Derby hingga lolos ke babak final Play-off, meski harus mengakui keunggulan Aston Villa dengan skor 2-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dua Eks Manajer Chelsea Dukung Lampard sebagai Pengganti Sarri

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaChelsea baru saja mengonfirmasi kepergian Maurizio Sarri pada Minggu (16/6/2019). Menyusul kepastian tersebut, kursi manajer The Blues saat ini belum diisi oleh siapa pun. Dua mantan manajer Chelsea, Roberto Di Matteo dan Ruud Gullit nilai Frank Lampard akan sukses bersama The Blues jika menggantikan Sarri.

Sarri berhasil membawa Chelsea menjuarai Liga Europa dan finis ketiga di Liga Inggris, tetapi gagal mendapatkan dukungan dari suporter The Blues. Sarri sempat mendapatkan kecaman saat beberapa laga meraih hasil minor.

Sementara, Lampard saat ini menukangi Derby County menjadi kandidat kuat sebagai pengganti Sarri. Selain itu, Ruud Gullit dan Roberto Di Matteo, mantan manajer The Blues menilai dan berikan dukungan Lampard merupakan sosok yang tepat sebagai suksesor Sarri.

skysport ruud gullit chelsea
sky sports

“Dia pasti sosok yang tepat, dia punya kepribadian. Saya mengikuti Derby musim lalu dan dia memainkan sepakbola yang sangat bagus, dia memiliki semua pengalaman di dunia,”

“Ini sangat cocok, apakah itu sekarang atau tidak? Hanya waktu yang tahu. Anda tidak bisa mengatakannya terlalu dini, Anda harus memberi orang kesempatan. Dia punya semua alat dan itu akan membuat banyak orang senang jika dia adalah manajer berikutnya,” kata Di Matteo kepada Sky Sports dikutip Football5star.com.

Sementara, Gullit yang sempat menukangi The Blues sejak tahun 1996 hingga 1998 juga sampaikan dukungannya kepada Frank Lampard. Gullit nilai Lampard hanya membutuhkan staf pelatih yang berpengalaman untuk meraih kesuksesan bersama The Blues.

Ruud Gullit menambahkan bahwa Frank Lampard yang mempunyai pengetahuan akan sejarah klub dapat menjadi nilai lebih untuk meraih kesuksesan bersama Chelsea.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gaya Main Frenkie de Jong Disebut Mirip Zinedine Zidane

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda timnas Belanda, Ruud Gullit, ternyata sangat mengagumi kegemilangan dari Frenkie de Jong di lini tengah Ajax. Menurutnya, Frenkie de Jong memiliki gaya bermain yang mirip dengan Zinedine Zidane.

Frenkie de jong merupakan salah satu alasan di balik keberhasilan Ajax menembus babak semifinal Liga Champions. Musim depan, pemain 21 tahun itu akan meninggalkan Amsterdam untuk bergabung ke Barcelona.

“de Jong adalah jiwa bebas yang tak ingin dikekang. Dia akan menantang lawan-lawannya dengan sangat maksimal. Adanya Frenkie di lini tengah memudahkan tugas dari para pemain Ajax karena ia tak terlalu sering kehilangan bola. Ia juga sangat suka menguasai bola,” kata Ruud Gullit kepada Goal.

Zinedine Zidane - Frenkie de Jong - Ruud Gullit - Ajax - Bleacher Report
Bleacher Report

“Jadi tak banyak pemain-pemain hebat yang bisa dibandingkan dengannya. Mungkin Zidane adalah sosok yang paling mendekati gaya bermain Frenkie. Sama-sama ingin terus menguasai bola serta bisa melewati lawan dengan mudah,” imbuh pria 56 tahun itu.

Kehadiran de Jong di Barcelona membuat masa depan Ivan Rakitic mulai dipertanyakan. Meskipun sang pemain mengaku tak ingin hengkang, media-media Spanyol terus memberitakan ketertarikan raksasa Inter Milan untuk mendatangkannya.

Di Camp Nou, De Jong akan mengisi posisi yang biasa ditempat oleh Sergio Busquets atau Ivan Rakitic. Ia juga memiliki kemiripan gaya bermain dengan Sergio Busquets yang kini sudah berusia 30 tahun dan mulai sering melakukan kesalahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ruud Gullit: Ronaldo Pemain Terbaik Sepanjang Masa

Football5star.com, Indonesia – Hat-trick yang diciptakan Cristiano Ronaldo saat membawa Juventus menang 3-0 atas Atletico Madrid 16 besar Liga Champions memunculkan pujian dari banyak pihak. Salah satunya adalah legenda asal Belanda, Ruud Gullit.

Tampil mengecewakan di leg pertama 16 besar Liga Champions di Wanda Metropolitano, Ronaldo mengamuk di leg kedua. Tidak tanggung-tanggung, ia langsung menyarangkan tiga gol pertamanya di kompetisi Eropa musim ini.

 Capaian ini pula yang melatarbelakangi Ruud Gullit memuji mantan bintang Real Madrid itu setinggi langit. “Apa dia pemain terbaik sepanjang masa? Saya pikir benar. Dia sudah memenangkan Piala Eropa bersama timnas Portugal. Dia bisa memenangkan apa pun yang dia mau,” ujar Gullit seperti dilansir Calcio Mercato, Kamis (14/3/2019).

gullit-morata-chelsea
zimbio.com

“DI Liga Champions dia sudah mengangkat piala di tiga klub dari tiga negara berbeda. Lima kali terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or. Banyak orang yang tidak berhenti membandingkannya dengan pemain lain, tapi yang jelas dia sudah memenangkan semua trofi yang dia mau. Fantastis,” sambungnya.

Selama ini Ronaldo memang selalu dibandingkan dengan mega bintang Barcelona, Lionel Messi. Tapi Ruud Gullit beranggapan Messi masih tertinggal dari rivalnya tersebut. Alasannya jelas, pemain berjuluk La Pulga itu belum memenangkan apa pun bersama timnas Argentina.

“Messi belum meraih apa pun bersama Argentina. Anda bisa menjulukinya sebagai manusia super, tapi juara adalah faktor yang sangat penting di sepak bola,” tutup mantan pemain AC Milan tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Keputusan Zidane Pergi dari Madrid Sudah Tepat

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane memutuskan untuk pergi dari Real Madrid setelah memenangkan gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih. Menurut Ruud Gullit, keputusan Zidane tersebut adalah keputusan yang benar.

Menurut Gullit, salah satu alasan menyebut keputusan Zinedine Zidane tepat adalah Cristiano Ronaldo. Ronaldo yang hengkang dari Real Madrid pada akhir musim lalu tentu akan membuat kekuatan Los Merengus, julukan Real Madrid tereduksi.

“Zidane cukup pintar untuk keluar dari sana (Real Madrid) tepat waktu ketika mereka kehilangan Ronaldo,” ujar Gullit dilansir Football5star dari Goal.

Real Madrid tersingkir dari Liga Champions setelah dihajar Ajax Amsterdam.
elpais.com

Cristiano tak hanya menjanjikan 50 gol dalam satu musim, namun ia juga menjanjikan gelar yang tak bisa diberikan pemain lainnya. Ruud Gullit merasa siapa pun pelatih yang datang setelah Zinedine Zidane tak bisa melakukan apa pun.

“Itulah intinya. Dan siapa pun yang datang setelah (Zidane) itu memiliki tugas yang sulit. Kamu tidak punya Ronaldo. Itu 50 gol yang tidak kamu miliki.”

Lebih khusus, mantan pelatih Chelsea ini mengkritik Santiago Solari. Sebagai pelatih, Solari tak memberikan perubahan apa pun dalam permainan Los Merengues.

“Dia (Solari) tidak membawa filosofi baru, taktik baru. Dia seharusnya tidak perlu takut. Dia tidak mengubah apa pun.

“Kamu bisa memperkuat lini pertahananmu, atau kamu menciptakan ruang dan memberikan para pemain kebebasan. Dia belum melakukannya. Permainannya masih sama dan gerakan yang sama. Jadi kita harus menyalahkannya (atas kekalahan dari Ajax Amsterdam),” beber Gullit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gullit Anggap Jawaban Sarri Soal Kepa Berbau Politis

Football5star.com, Indonesia – Ketegangan yang terjadi antara Maurizio Sarri dan Kepa Arrizabalaga mengundang perhatian dari mantan pemain Chelsea, Ruud Gullit. Ia meyakini bahwa jawaban sang pelatih terkait masalah tersebut berbau politis.

Seperti yang diketahui, insiden Sarri dan Kepa pada final Carabao Cup antara Chelsea melawan Manchester City mengundang perhatian dari banyak pihak. Banyak yang menganggap bahwa sang kiper tak menghormati pelatihnya.

Hal ini pula yang dirasakan Gullit. Ia mengatakan bahwa jawaban pelatih asal Italia yang mengatakan terjadi kesalahpahaman dengan Kepa hanya bualan belaka.

gullit-morata-chelsea
zimbio.com

“Respons Sarri sangatlah politis. Dia menjawab media dengan sangat politis dan ini dilakukan agar tidak terjadi kebingungan pada keesokan harinya. Tapi semua orang sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Reaksinya di lapangan sudah menjawab semuanya,” kata Gullit kepada BBC, Senin (25/2/2019).

“Setelah beberapa saat dia harus menerima kenyataan bahwa dia tidak ingin pergi. Kejadian ini tentu sangat gila. Dia harus tinggal di sana dan berkata ‘Anda harus pergi sekarang juga’,” tambah legenda Belanda tersebut.

Tidak hanya itu, mantan rekan setim Gianfranco Zola di Chelsea ini juga mengritik kepemimpinan kapten tim, Cesar Azpilicueta. Ia menyayangkan sikap Azpilicueta yang tidak peduli dengan masalah antara pelatih dan sang kiper.

“Kapten seharusnya menjadi penengah. Dia harus mengantar Kepa keluar demi kebutuhan tim,” tutup pria yang sukses membawa Chelsea meraih Piala FA 1997 silam ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ruud Gullit: Terlalu Dini bagi Chelsea untuk Memecat Maurizio Sarri

Football5Star.com, Indonesia – Maurizio Sarri makin tertekan di Chelsea. Kekalahan 0-2 dari Manchester United pada Babak V Piala FA membuat dia makin dibenci oleh para pencinta klub berjuluk The Blues itu. Tak sedikit yang meminta dia dipecat. Namun, Ruud Gullit tak setuju dengan tuntutan itu.

Ruud Gullit yang pernah menjadi pemain dan manajer Chelsea menilai terlalu dini untuk memecat Maurizio Sarri. Menurut dia, pria asal Italia tersebut masih harus diberi waktu untuk membuktikan kelasnya. Dia juga mengingatkan, skuat saat ini adalah warisan dari manajer sebelumnya.

“Saya ingin dia mendapatkan peluang yang adil. Saya kira terlalu dini untuk memecat dia. Ingat, (Jose) Mourinho juga punya masalah dengan skuat ini, dengan (Eden) Hazard,” terang Ruud Gullit, Selasa (19/2/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Football London.

Ruud Gullit meminta Chelsea beri kesempatan yang adil kepada Maurizio Sarri.
sportfair.it

Lebih lanjut, legenda timnas Belanda itu menambahkan, “Jadi, berilah dia waktu untuk membangun timnya sendiri. Setelah itu, barulah kita boleh menilai dia.”

Meskipun demikian, Ruud Gullit mengakui Maurizio Sarri telah melakukan beberapa kesalahan. Salah satunya adalah perekrutan Jorginho. Dia menilai pemain tengah timnas Italia itu bukan sosok yang dibutuhkan The Blues.

“Kesalahan pertamanya adalah membawa Jorginho ke sini. Dia sudah memiliki gelandang bertahan terbaik, yakni (N’Golo) Kante, sang juara dunia. Kini, dia ingin memainkan keduanya,” jelas pria berumur 56 tahun itu. “Kante tak akan membuat gol-gol bagi Anda. Jadilah dia punya dua masalah besar sekaligus, bukan hanya di tengah, melainkan juga di belakang.”

Chelsea akan menjalani final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup pada Minggu (24/2/2019). Kabar yang beredar menyebutkan, Maurizio Sarri kemungkinan dipecat bila timnya gagal menaklukkan Manchester City.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gullit: Sarri Harus Kurangi Kebiasaan Kritik Pemain

Football5star.com, Indonesia – Kritikan Maurizio Sarri kepada Eden Hazard membuat mantan pemain Chelsea, Ruud Gullit, angkat suara. Ia meminta agar sang pelatih mengurangi kebiasaannya dalam mengritik pemain di media.

Sarri sebelumnya mengritik Hazard dengan mengatakan pemain andalannya itu bukan seorang pemimpin yang baik dan cenderung hanya mengandalkan kelebihan individualnya saja.

Akan tetapi apa yang disampaikan sang manajer di hadapan media dianggap berlebihan oleh Gullit. Ia meminta agar sang manajer bisa menahan diri dalam mengatakan sesuatu di hadapan umum.

gullit-morata-chelsea
zimbio.com

“Apa yang dikatakan Sarri di media beberapa hari lalu sangat berisiko. Bahkan jika apa yang dikatakan benar, ia tidak seharusnya mengungkapkan di depan umum seperti itu. Kadang sebagai pelatih Anda benar-benar ingin terbuka, baik atau buruk, untuk alasan yang benar,” kata Gullit kepada BBC, Minggu (27/1/2019).

“Pelatih mengharapkan respons dari pemain. Tapi jika apa yang dikatakan itu disalahartikan oleh mereka maka Anda akan menuai masalah serius. Dia tidak boleh seperti itu lagi karena satu-satunya pihak yang mendapat manfaat dari yang dia ucapkan adalah media,” ia menambahkan.

Adapun Hazard tidak terlalu memusingkan pendapat pelatihnya tersebut. Ia pun menolak menanggapi apa yang dikatakan Sarri dan memilih fokus dengan performanya di lapangan.

Di sisi lain, kritik pelatih asal Italia itu bisa saja menjadi “pemanis” jalan keluar winger Belgia dari Stamford Bridge. Seperti yang diketahui dia selama ini tengah dikaitkan dengan Real Madrid.

Gullit: Morata Striker Top dan Dibutuhkan Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Nama Alvaro Morata kerap dikritik karena performanya yang inkonsisten bersama Chelsea selama ini. Namun, anggapan tersebut tidak berlaku pada mantan penggawa The Blues, Ruud Gullit. Bahkan menurutnya Morata adalah striker top dan sangat dibutuhkan Chelsea.

Performa Morata memang sedang menanjak di dua laga terakhir, yang mana ia berhasil mencetak tiga gol. Ini pertama kalinya sang bomber mencetak gol secara back to back sejak November 2017 lalu.

Dengan makin moncernya performa pemain asal Spanyol itu, Gullit percaya bahwa dia lah striker yang dicari-cari Chelsea selama ini.

gullit-morata-chelsea
zimbio.com

“Saya sudah mendengar orang-orang bilang Chelsea kehilangan striker kelas dunia, tapi mereka sebenarnya sudah punya satu dalam diri Morata. Mereka butuh melihatnya dengan cara yang benar,” kata Gullit kepada BBC, Senin (5/11/2018).

“Cara mereka bermain sangat menyulitkan penyerang tengah mana pun. Jadi saya pikir sangat adil dengan alasan yang mengatakan Morata kesulitan mencetak gol sejak didatangkan dari Real Madrid,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, legenda sepak bola Belanda itu menegaskan bahwa striker 26 tahun tersebut hanya membutuhkan pelayanan yang bagus dari rekan setimnya untuk mencetak lebih banyak gol musim ini. Dengan kekuatan bola udara yang dimiliki, Gullit yakin Morata bisa lebih baik musim ini.

“Jika Anda memberikan Morata pelayanan yang bagus, dia akan tak terbendung di depan gawang. Kita bisa melihat itu ketika dia bermain di Juventus dan Madrid, di Chelsea dia mencetak lebih banyak gol melalui sundulan dan itu keuntungan untuknya,” tutupnya.

Milan Harus Juara Coppa Italia Untuk Siklus Baru

Football Live Star
Football5star.com, Indonesia – Ruud Gullit berharap AC Milan tampil habis-habisan untuk meraih gelar Coppa Italia. Menurut legenda timnas Belanda dan Milan tersebut, juara Coppa bisa menjadi siklus baru untuk kejayaan Rossoneri, julukan Milan.

Milan akan berhadapan dengan Juventus dalam partai puncak kompetisi tersebut. Duel akan berlangsung pada 9 Mei 2018.

“Segalanya sudah berubah. Para penggemar Milan harus sabar karena sepak bola seperti gelombang. Dalam sebuah momen anda bisa berada di langit dan pada momen lain anda jatuh,” ujar Gullit kepada Sky, seperti dikutip Football5star.com.

“Proyek Rossoneri sangat ambisius tetapi harus diakui, tidak mudah untuk kembali mendominasi dunia seperti yang pernah kami lakukan.”

“Ada alasan yang sederhana, Liga Champions tak lagi datang dari Italia. Saat ini Premier League atau Barcelona atau Real Madrid yang mendominasi.”

DYlcQj XcAATbp4

“Ini bukan hanya masalah uang tetapi pesonanya. Hanya ada satu klub Italia yang sejauh ini bekerja dengan baik, yakni Juventus. Mereka tahu bagaimana memiliki pemain dan itu merupakan rahasia untuk melawan arus.”

“Milan bisa memenangi Coppa dan siklus baru membutuhkan kemenangan, bahkan dalam sebuah turnamen yang tidak terlalu penting. Ini untuk mendapatkan momentum.”

Gullit tak memungkiri, Milan harus bekerja ekstra keras pada final nanti karena bertemu Juventus. Dia tak memungkiri Bianconeri sangat tangguh dan bisa kembali merengkuh scudetto yang sudah diraih selama enam musim terakhir.

Timnas Belanda Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018, Gullit Salahkan Lapangan Sintetis

Football5star.com, Indonesia – Timnas Belanda gagal lolos ke Piala Dunia 2018 karena menduduki posisi ketiga klasemen grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018. Legenda Tim Oranye, Ruud Gullit, menyalahkan faktor lapangan.

Timnas Belanda tampil buruk pada Kualifikasi Piala Dunia 2018. Skuat arahan Dick Advocaat itu menelan tiga kali kekalahan dalam 10 pertandingan pada fase grup. Hal itu membuat Belanda berada di posisi ketiga, di bawah Prancis dan Swedia. Belanda dan Swedia sama-sama mengoleksi 19 poin, namun Negeri Kincir Angin kalah agresivitas gol.

Karena kegagal itu, legenda timnas Belanda, Ruud Gullit, angkat bicara. Menurut Gullit, penyebab timnas Belanda gagal lolos adalah para pemain tak terbiasa bermain di lapangan sintetis. Sebab, hanya enam tim Liga Belanda yang menggunakan lapangan berumput sintetis.

“Saya sudah sering bilang, kami tidak bisa menggunakan lapangan seperti itu. Tetapi di Belanda saat ini sedang gencar promosi lapangan sintetis,” kata Gullit dilansir dari ESPN.

“Orang-orang yang menyetujui lapangan sintetis biasanya memiliki kepentingan. Dan orang itu ada di KNVB (PSSI-nya Italia). Itu akan membuat mereka sulit dilawan,” tutur eks pemain AC Milan itu.

Faktor lain yang membuat timnas Belanda gagal adalah para pemain muda yang memilih hengkang ke luar negeri sebelum matang di negeri sendiri. Belanda bisa kehilangan wonderkid-nya lagi jika Justin Kluivert memutuskan untuk menerima pinangan Barcelona atau Manchester United.

Legenda Belanda Beberkan Kelemahan van Dijk

Football5Star.com, Indonesia – Harga selangit Virgil van Dijk nyatanya tak membuat dirinya dijuluki bek terbaik di dunia. Bahkan legenda Belanda, Ruud Gullit, membeberkan kelemahan pemain yang didatangkan dari Southampton ini.

Sejatinya, van Dijk yang dibeli dengan harga 75 juta pounds dari The Saints itu langsung sukses merebut hati para suporter The Reds. Melakoni debutnya di derby melawan Everton, ia sukses mencetak gol kemenangan yang memastikan langkah klubnya ke babak keempat Piala FA.

Namun hal itu tidak membuat Gullit terkesima. Baginya van Dijk memiliki masalah yang sangat mendasar terhadap egonya. Ia khawatir kepercayaan diri yang berlebihan sang pemain bisa menjadi bumerang tersendiri bagi kariernya ke depan.

virgil van dijk belanda
dailymail.co.uk

“Saya kira dia seorang bek yang sangat bagus, namun van Dijk punya satu kekurangan, yaitu sedikit berlebihan dalam menilai diri sendiri. Jadi, dia pikir dirinya jauh lebih hebat dari apa yang ia tunjukkan sekarang,” kata Gullit pada Ziggo Sport, Selasa (9/1/2018).

“Apabila dia terus fokus 100 persen, tidak banyak bicara, dan langsung memberikan respon di atas lapangan, saya kira dia akan menjadi seorang bek top di dunia,” sambung pria yang pernah bekerja sama dengan van Dijk ketika menjabat asisten pelatih Belanda.

Kemungkinan besar Juergen Klopp kembali menurunkan bek 27 tahun itu sejak menit awal ketika Liverpool menghadapi Manchester City, Minggu (14/1/2018). Ini tentu menjadi ujian sebenarnya van Dijk bersama The Reds

Gullit Minta Maaf Atas Video di Ruang Ganti Belanda

Football5Star.com, Indonesia – Setelah video di ruang ganti Timnas Belanda gempar di media sosial, Ruud Gullit akhirnya buka suara atas rekaman yang ia unggah itu. legenda Negeri Kincir ini pun meminta maaf atas kelalaiannya tersebut. Sebelumnya, Dick Advocaat sudah terlebih dahulu mengecam tindakannya.

Dalam video tersebut, terlihat para pemain sedang asyik melihat gawai masing-masing. Pertandingan melawan Bulgaria itu berhasil dimenangkan Belanda 3-1. Hasil ini pun membuka peluang Wesley Sneijder dan kolega menuju Piala Dunia Rusia 2018.

“Saya membuat rekaman tersebut dengan antusias tinggi karena kami memenangkan pertandingan. Namun, saya menyadari hal itu sangat salah dan seharusnya tidak saya lakukan,” kata Gullit dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan KNVB, Selasa (5/9/2017).

Pengakuan Gullit ini pun disambut baik oleh Advocaat yang sebelumnya berang dengan beredarnya video itu.”Saya tidak berpikir itu adalah ide yang bagus dari Ruud. Tapi kita harus mengapresiasi sikapnya yang langsung minta maaf. Dan kejadian ini sudah selesai,” ungkap sang pelatih.

Sebelumnya banyak yang mengecam tindakan pemilik 66 caps bersama De Oranje ini. Salah satu pengamat sepak bola Belanda bahkan menginginkan Gullit meletakkan jabatannya sebagai Asisten Pelatih. Ia dianggap telah menyebarkan kesucian ruang ganti pemain.

Sikap publik Belanda ini memang berbeda dari negara-negara lain. Sebagai perbandingan, di Amerika, wartawan diizinkan masuk ke ruang ganti pemain seusai laga untuk mewawancarai mereka.

Advocaat Kritik Gullit Terkait Video di Twitter

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Belanda, Dick Advocaat, mengaku sangat geram kepada asistennya, Ruud Gullit. Pasalnya, sang asisten diam-diam merekam suasana ruang ganti Oranje usai laga menghadapi Bulgaria pada Minggu (3/9/2017). Tak hanya merekam, Gullit lantas mengunggah video ruang ganti itu di akun Twitter-nya.

Dalam wawancara dengan reporter Jeroen Stekelenburg dari NOS usai laga, Advocaat terkejut saat diperlihatkan video ruang ganti unggahan Gullit. “Saya tak bisa membayangkan itu. saya pikir, ini sangat aneh,” ungkap Advocaat. “Apakah saya akan berbicara dengan Gullit (mengenai hal ini)? Sepertinya begitu.”

Dalam video yang diunggahnya, Gullit tak hanya menyajikan rekaman suasana ruang ganti di Amsterdam ArenA. Dia juga menutup videonya dengan pernyataan pendek terkait hasil pertandingan.

“Kami menang hari ini, 3-1 melawan Bulgaria. Itu permainan fantastis,” ucap mantan bintang AC Milan tersebut dalam bahasa Inggris.

Unggahan itu pun mendapat reaksi negatif. Ada yang merasa heran karena seorang asisten pelatih secara sadar dan sengaja mengunggah video di media sosial. Apalagi ini video ruang ganti tim. Ada pula yang mempersoalkan opini Gullit. Pasalnya, Belanda tak bermain secara fantastis. Lagi pula, hasil itu pun belum betul-betul menyelamatkan Oranje dari kemungkinan tak lolos ke Piala Dunia 2018.

Dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa Grup A, Belanda berhasil menang 3-1 atas Bulgaria. Namun, karena Swedia berpesta empat gol tanpa balas saat menghadapi Belarus, posisi Belanda belum berubah. Oranje hanya bisa lolos ke Rusia 2018 andai bisa memenangi dua laga sisa melawan Belarus dan Swedia. Itu pun wajib dengan skor telak.

Eks Pemain Chelsea Sebut Loftus-Cheek Masa Depan Timnas Inggris

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Chelsea, Ruud Gullit, mengagumi potensi yang dimiliki oleh Ruben Loftus-Cheek. Gullit memprediksi, Loftus-Cheek bakal menjadi andalan timnas Inggris pada masa yang akan datang.

Loftus-Cheek merupakan jebolan akademi Chelsea. Dia melakoni debut profesional bersama The Blues saat melawan Sporting CP dalam Liga Champions pada Desember 2014.

Kendati demikian, Loftus-Cheek jarang mendapat kesempatan bermain reguler di skuat utama Chelsea. Sejauh ini, pemain berusia 21 tahun itu baru mencatatkan 32 penampilan dengan koleksi dua gol dan lima assist bersama The Blues.

Loftus-Cheek terpaksa meninggalkan Stamford Bridge pada musim panas 2017. Dia hijrah ke Crystal Palace dengan status pinjaman selama semusim.

“Saya selalu menyukai dia (Loftus-Cheek), termasuk saat masih berada di Chelsea. Saya sudah melihat dia bermain (bersama Palace)),” kata Gullit, seperti dilansir Squawka.

“Dia sangat berpengaruh. Menurut saya, semakin banyak bermain, dia akan menjadi lebih baik. Dia tahu bagaimana menjalankan perannya dan membantu serangan,” sambung Gullit.

“Saya ingin dia berada di tengah dan menerima bola. Dia memiliki teknik, kuat dan merupakan pemain yang fantastis. Dia adalah salah satu pemain yang cerdas. Dia merupakan salah satu pemain masa depan Inggris. Saya benar-benar percaya kepada dia. Dia pemain yang bagus,” tandasnya.

Sayangnya, Loftus-Cheek belum mampu membantu Palace meraih hasil positif dalam dua pekan awal Premier League 2017-18. Tim asuhan Frank De Boer kalah 0-3 dari Huddersfield Town dan 0-2 dari Liverpool.