Ryan Giggs Tendang dan Lempar Mantan Pacar dalam Keadaan Bugil

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ryan Giggs, mantan pemain Manchester United masuki babak baru dalam kasus kekerasan mantan pacarnya, Kate Greville. Ryan Giggs dalam temuan baru di kasusnya tersebut dituding menendang punggung lalu melempar mantan pacarnya itu dalam keadaan bugil keluar kamar hotel.

Dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Sabtu (25/7/2021), kejadian sadis itu terjadi di Hotel Stafford saat keduanya menginap. Insiden ini terjadi setelah Kate menuduh Giggs menggoda wanita lain. Tak terima dituduh main serong, Giggs disebut melakukan aksi kekerasan kepada Kate.

Ryan Giggs Tendang dan Melempar Mantan Pacar dalam Keadaan Bugil

“Ia menendang punggung Kate Greville kemudian melemparkannya keluar dari kamar hotel dalam keadaan telanjang. Setelah itu ia melemparkan tas Kate. Hal itu terjadi setelah Kate menuduh Giggs menggoda wanita lain,” tulis media Inggris tersebut.

Sebelumnya, Ryan Giggs juga dituduh melakukan aksi tak terpuji lainnya kepada Kate. Giggs misalnya disebut mengirim pesan ancaman kepada Kate jika keluar malam. Eks pelatih Wales itu juga akan memblokir kontak orang yang mencoba menghubungi Kate.

Tak itu saja, Giggs juga mengancam akan mengirim email ke rekan dan keluarga Kate terkait hubungan dan perilaku seksual keduanya. Selain itu, Giggs juga disebut membuang semua barang milik Kate jika dia ditanyai soal hubungan dengan wanita lain.

Saat Kate Greville memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Giggs. Perbuataan tak terduga terus dilakukan pria asal Wales itu. Giggs disebut sempat muncul di rumah dan tempat kerja Kate.

Seluruh tuduhan itu sudah dibantah oleh Ryan Giggs. Dia menyebut akan membawa tuduhan itu untuk melawan Kate di kasus pencemaran nama baik. Kasus kekerasan yang diduga dilakukan Giggs akan mulai disidangkan pada 24 Januari tahun depan di Manchester Crown Court.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs Terancam Masuk Bui karena Lukai Mantan Pacar

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain dan pelatih Manchester United, Ryan Giggs terancam masuk bui. Giggs diduga melakukan kekerasan fisik kepada mantan pacarnya, Kate Greville.

Dikutip Football5star.com dari The Guardian, Sabtu (29/5/2021), Giggs tidak hanay dikenai tuduhan tersebut. Pria asal Wales itu juga diduga melakukan pemukulan kepada suadara dari Kate serta mengontrol kelakuan mantan pacarnya itu.

Ryan Giggs Wales Gareth Bale ESPN

Pada Jumat (28/5) lalu, Giggs datang menghadiri sidang awal di pengadilan kota Manchester. Sidang hanya berlangsung 15 menit dan tidak ada pembelaan resmi yang diajukank Giggs. Hakim pun melanjutkan ke proses selanjutnya.

Giggs akan disidang untuk kasus ini pada 22 Januari 2022 dan akan berlangsung selama tiga minggu.

“Sangat disesalkan bahwa ini masih jauh dari masa depan, tetapi itulah yang terbaik yang dapat kami lakukan untuk kasus ini,” kata Hakim Nicholas Dean.

Pada November lalu, kepolisian kota Manchester mendapat panggilan darurat dari rumah Giggs di Worsley, Manchster. Seorang wanita berusia 30-an dikeluarkan dari rumah itu karena alami cedera.

Wanita itu ialah Kate Greville yang sudah berstatus mantan pacar Ryan Giggs. Tidak hanya Kate yang jadi korban, sang adik, Emma Greville yang berada di tempat kejadian perkara juga mengalami luka-luka.

Polisi kemudian menginterograsi Giggs dan menangkapnya. Polisi saat itu menduga Giggs melakukan pelecehan dan penyerang fisik kepada para korban. Sementara itu, pengacara Giggs, Lisa Robert membantah semua tuduhan terhadap kliennya.

Menurut Lisa, Giggs siap untuk menjalani sidang di Januari tahun depan demi membuktikan bagwa ia tak bersalah dan berharap bisa mengembalikan nama baiknya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Terlibat Masalah, Ryan Giggs Dibekukan dari Timnas Wales

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jelang Euro 2020, timnas Wales diguncang masalah serius. Mereka batal dipimpin sang pelatih, Ryan Giggs pada ajang empat tahunan itu.

Federasi Sepak Bola Wales (FAW) baru saja membebastugaskan Giggs untuk Euro 2020. Keputusan ini diambil lantaran sang nakhoda tersandung masalah hukum.

Legenda Manchester United harus menjalani proses persidangan akhir April mendatang. Dia terlibat kasus pemukulan terhadap dua orang wanita pada 2020 lalu.

ryan giggs wales @Crymu
@Cymru

“Federasi telah menyadari keputusan The Crown Prosecution Service untuk meneruskan dakwaan terhadap Ryan Giggs. Terkait keputusan itu FAW mengonfirmasi jika Robert Page yang akan berperan sebagai pelatih timnas untuk Euro 2020,” demikian pernyataan resmi federasi.

Adapun Ryan Giggs bersikeras dirinya tidak bersalah dan siap untuk membuktikan perkataannya. Di sisi lain, sang legenda juga mendoakan keberhasilan Robert Page di Euro yang akan berlangsung Juni mendatang.

“Saya sangat menghormati proses hukum dan paham soal keseriusan tuduhan itu. Saya akan mengatakan bahwa saya tidakk bersalah di pengadilan dan berharap bisa membersihkan nama baik saya,” ia menambahkan.

“saya juga turut mendoakan Robert Page, staf pelatih, seluruh pemain, dan suporter bisa meraih sukses di Euro nanti,” lanjut Ryan Giggs.

Keputusan FAW membebastugaskan Giggs tak lepas dari proses hukum yang akan dijalani bisa berlangsung berbulan-bulan. Bahkan bisa berbarengan dengan Euro 2020. Maka dari itu federasi tidak ingin ambil risiko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Gol Solo Run Ryan Giggs Benamkan Arsenal

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Gol Solo Run Ryan Giggs Benamkan Arsenal 13

Football5star.com, Indonesia – 14 April, 22 tahun silam menjadi salah satu momen penting dalam karier pesepak bola asal Wales, Ryan Giggs. Gol solo run yang ia cetak di babak semifinal Piala FA bemakan Arsenal dan membawa Manchester United ke babak final.

Musim 1998-99 memang musim paling istimewa bagi Ryan Giggs dan kolega. Gol Ryan Giggs yang gawang Arsenal di Villa Park menjadi pembuka untuk United meraih gelar pertama di rangkaian treble winner Manchester United musim itu.

Partai Manchester United vs Arsenal di Villa Park jadi partai ulangan babak semifinal Piala FA. Tiga hari sebelumnya, kedua bertemu dan hanya hasilkan skor tanpa gol di akhir laga. United sebenarnya bisa saja tak lakoni partai ulangan, andai gol Roy Keane di laga pertama tak dianulir oleh wasit David Elleray.

Nostalgia Hari Ini: Gol Solo Run Ryan Giggs Benamkan Arsenal
Getty Images

Arsenal musim itu tentu tidak seperti Arsenal musim ini. Pasukan Arsene Wenger menjadi rival terberat bagi Manchester United pada musim itu. Baik pelatih dan pemain kedua tim acapkali saling lemparkan psy war sebelum bertanding atau menjurus ke aksi brutal di tengah lapangan.

Partai ulangan babak semifinal Piala FA 1998-99 berlangsung panas sejak menit awal pertandingan. Arsenal mencoba untuk mempertahankan status gelar juara bertahan dan sebaliknya United ingin jadi juara baru di musim itu.

Manchester United unggul terlebih dahulu lewat sepakan David Beckham pada menit ke-17. Skor ini bertahan hingga akhir babak pertama. Pada babak kedua, United masih mampu mempertahankan keunggulan hingga menit ke-60.

Namun pada menit ke-69, petaka untuk United tiba. Gawang United yang dikawal oleh Peter Schmeichel kebobolan lewat aksi brilian dari Dennis Bergkamp. Mampu menyamakan kedudukan membuat Arsenal terus menggempur pertahanan Red Devils.

Arsenal sempat mencetak gol kedua lewat aksi Nicolas Anelka. Akan tetapi gol itu dianulir karena penyerang Prancis itu terlebih dahulu berada di posisi offside. United bermain dengan 10 orang setelah kapten mereka, Roy Keane melakukan pelanggaran kepada Marc Overmars.

Solo Run Ryan Giggs Benamkan Arsenal

Kedua tim sama-sama tak mampu menambah gol di waktu normal. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Hanya bermain dengan 10 orang, permaian United justru lebih banyak merepotkan pertahanan Arsenal di babak tambahan waktu.

Pada menit ke-109, Patrick Viera membuat kesalahan umpan. Bola jatuh ke kaki Giggs. Pemain asal Wales itu lalu melakuan penetrasi ke jantung pertahanan tim Meriam London. Vieira mundur mencoba untuk mengawal pergerakan Giggs.

United membangun serangan dari kaki Giggs. Di sisi kanan, David Beckham naik tanpa kawalan pemain Arsenal, ia bisa bisa mendapat sodoran bola dari Giggs. Namun The Welsh Wizard memilih opsi untuk melewati sejumlah pemain Arsenal.

Patrick Vieira, Lee Dixon, dan Martin Keown kelimpungan ketika mengawal Giggs. Bahkan Keown sampai tersungkur karena konsentrasinya pecah dalam mengawal Yorke dan Giggs sekaligus.

Di jantung pertahanan Arsenal sudah menunggu Tony Adams. Tanpa berpikir panjang, Giggs lalu melepaskan sepakan keras ke atas gawang Arsenal tanpa mampu dihalau oleh David Seaman. Skor 2-1 bertahan hingga akhir babak tambahan waktu.

Gol solo run Giggs ini diakui oleh Arsene Wenger membuatnya sangat terguncang. Ia tak percaya United yang bermain dengan 10 orang mampu mengalahkan anak asuhnya.

“Aku masih bisa mendengar teriakan mereka setelah menang. Saya tidak percaya karena mereka bisa menang dengan 10 pemain. Setiap melihat rekaman tersebut, maka pertandingan tersebut menjadi trauma bagi kami dan hal positif bagi mereka. Gol itu yang menentukan akhir dari musim mereka,” kata Wenger.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Marcus Rashford Berambisi Ikuti Jejak Ryan Giggs dan Gary Neville

gamespool
Marcus Rashford Berambisi Ikuti Jejak Ryan Giggs dan Gary Neville 17

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, mengaku ingin mengikuti jejak legenda klubnya, Ryan Giggs dan Gary Neville. Yaitu, menghabiskan kariernya di The Red Devils.

Seperti Ryan Giggs dan Gary Neville, Rashford merupakan produk asli akademi Manchester United. Rashford menjalani debutnya pada 2016 lalu dan kini sudah berhasil mengoleksi 232 penampilan bersama tim utama The Red Devils.

“Buat saya pribadi, tak ada klub lain selain Manchester United. Semenjak kecil, saya hanya ingin bermain untuk klub ini. Saya tak pernah membayangkan momen bermain dengan seragam klub lain,” kata Marcus Rashford kepada Sky Sports.

Marcus Rashford - Manchester United - Ryan Giggs - Gary Neville - Eurosport
Eurosport

“Saya hanya ingin menunjukkan performa terbaik dan memberikan segalanya untuk klub ini. Semoga saya bisa bertahan lama di sini,” sambung Rashford.

Lebih lanjut, Rashford mengaku tak akan melupakan seluruh jasa The Red Devils. Pemain berumur 23 tahun itu mengaku sudah sangat sering dibantu Manchester United semenjak kecil.

“Semua hal yang terjadi dalam hidup saya saat ini tak lepas dari kontribusi Manchester Untied semenjak saya kecil. Keluarga saya tak memiliki mobil. Jadi, pihak klub selalu mengantar saya latihan di akademi dan kemudian memulangkan saya.”

“Ketika saya masih berusia enam atau tujuh tahun, keluarga saya mendapatkan akomodasi yang mencukupi dari pihak klub. Ketika saya berusia 11 tahun, ibu saya mendapat tempat tinggal baru. Ketika itu, keluarga saya sedang kesulitan mencari tempat tinggal,” tutup Rashford.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Begini Wajah Perempuan yang Diduga Dipukuli Ryan Giggs

gamespool
Begini Wajah Perempuan yang Diduga Dipukuli Ryan Giggs 21

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Ryan Giggs diduga melakukan tindakan kekerasan kepada mantan kekasihnya, Kate Greville. Wajah Kate tampak memar di bagian bibir.

Dikutip Football5star.com dari Mirror, Senin (16/11/2020), Kate untuk pertama kalinya keluar ke publik setelah kasus pertengkarannya dengan pelatih Wales tersebut. Menurut orang terdekat Kate, ini untuk pertama kalinya perempuan 36 tahun itu keluar berjalan dengan anjingnya setelah mengalami hal buruk dalam dua minggu terakhir.

Ryan Giggs Sudah Layak Melatih di Manchester United

“Kate telah melalui neraka dalam hidupnya. Ini adalah dua minggu terburuk dalam hidupnya. Mimpi yang benar-benar buruk,” ucap orang terdekat Kate.

“Kate tidak ingin membicarakan apa yang terjadi padanya, itu jelas membuat dirinya terguncang. Ia pernah putus asa sebelumnya tetapi semuanya sudah berakhir,”

Menurut kronologis sejumlah media di Inggris, aksi kekerasan yang dilakukan Giggs terjadi karena ia ketahuan Kate saat mengirim pesan mesra kepada wanita lain. Giggs menyangkal tuduhan penyerangan tersebut.

Ryan Giggs berdalih bahwa luka yang diderita Kate memang ia lakukan namun hal itu terjadi tak sengaja dilakukannya.

Kisah cinta Giggs sungguh berliku. Tidak seperti garis karirnya di Manchester United yang begitu setia, Ryan Giggs justru pernah terjerat hubungan perselingkuhan.

Kisah perselingkuhan Giggs mulai terendus media Inggris pada 2011 lalu. Pria asal Wales tersebut punya hubungan gelap dengan seorang wanita bernama Natasha. Hubungan gelap mereka sudah terjalin untuk waktu yang lama.

Menariknya, Natasha bukan sosok yang asing dalam keluarga Giggs. Sebab, Natasha adalah istri dari adik kandung Giggs yakni Rhodri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs Ditangkap Polisi karena Dituduh Aniaya Sang Kekasih

gamespool
Ryan Giggs Ditangkap Polisi karena Dituduh Aniaya Sang Kekasih 25

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Wales, Ryan Giggs dikabarkan ditangkap polisi karena tuduhan menganiaya sang kekasih, Kate Grenville. Giggs ditangkap pada Minggu malam waktu setempat di kediamannya (1/11/2020).

Menurut Football5Star.com dari Daily Star, Polisi mendapat panggilan ke rumahnya dengan laporang “gangguan”. Perwakilan Giggs memberi pernyataan bahwa legenda Manchester United itu tidak melakukan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan pada Giggs.

“Mr Giggs menyangkal semua tuduhan penyerangan yang dilakukan terhadapnya. Dia bekerja sama dengan polisi dan akan terus membantu mereka dalam penyelidikan yang sedang berlangsung,” kata perwakilan Giggs.

Kate Greville-giggs-Football5star.com_TWITTER

Pelatih Wales itu sudah menjalani interogasi dan dilepaskan dari kantor polisi dengan jaminan. Pihak kepolisian Manchester bahwa sang kekasih menderita cedera minor.

“Polisi dipanggil pada pukul 10.05 pada hari Minggu (waktu setempat) untuk melaporkan adanya ‘gangguan’. Seorang wanita berusia 30-an menderita luka ringan tetapi tidak membutuhkan perawatan apa pun,” ujar juru bicara kepolisian Manchester.

Pihak Federasi Sepak Bola Wales (FAW) enggan berkomentar terkait kasus yang menimpa pelatihnya ini.

“FAW mengetahui dugaan insiden yang melibatkan pelath timnas pria, Ryan Giggs. FAW tidak akan memberi komentar lebih lanjut untuk saat ini,” tulis peryataan FAW.

Giggs dikabarkan sedang berada di Hotel Football, Manchester, karena ingin menonton laga Manchester United vs Arsenal. Dia lalu pergi ke Hotel Stock Exchange, sebelum pulang ke rumahnya di Worsley. Ryan Giggs dan Kate Greville dikabarkan sudah berpacaran selama 3 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ryan Giggs: Cavani akan Beri Dampak Seperti Bruno Fernandes

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ryan Giggs adalah salah satu legenda Manchester United yang senang dengan kehadiran Edinson Cavani. Ia menilai sang bomber akan memberi dampak positif untuk tim.

Hingga saat ini Edinson Cavani belum dimainkan. Ini lantaran dirinya baru bergabung dengan tim pada Senin lalu. Dia juga masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisik karena sudah lama tidak bermain.

Jika sudah fit, bomber asal Uruguay diyakini Ryan Giggs akan memberi dampak luar biasa layaknya Bruno Fernandes. Keyakinannya ini tak lepas dari pengalamannya yang pernah memimpin Wales menghadapi Uruguay dalam sebuah laga ujicoba.

Manchester United memulai musim 2018/2019 dengan sangat lambat. Ryan Giggs yakin di laga Chelsea vs MU, United akan tampil mengejutkan - Football5star - brila.net
brilla

“Saya menghadapi Cavani di pertandingan kedua saya sebagai pelatih Wales dan dia lebih baik dari Luis Suarez pada laga itu. Kualitas seperti dia tidak banyak dimiliki orang. Dia memang sudah lama tidak bermain jadi butuh waktu untuk mengembalikan sentuhannya,” ujar Giggs seperti dilansir Daily Mail, Jumat (23/10/2020).

“Anda mendapatkan penyerang tengah yang tepat yang bisa memimpin pemain lain. Kami punya Rashford dan Martial yang kadang bermain di sayap, kadang sebagai penyerang tengah. Dan dia masuk sebagai penyerang tengah, seorang target man,” ia menambahkan.

Selain karena kualitas, pelatih Wales ini juga melihat eks pemain Paris Saint-Germain sebagai sosok berpengalaman. “Dia punya pengalaman. Saya lihat dia akan melakukannya seperti Bruno Fernandes. Dia akan membuat pemain lain menjadi lebih baik,” tutup Ryan Giggs.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs Sudah Layak Melatih di Manchester United

gamespool
Ryan Giggs Sudah Layak Melatih di Manchester United 32

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Mark Hughes menilai bahwa saat ini Ryan Giggs sudah memiliki kapasitas untuk melatih di Old Trafford.

Menurut Hughes, bersama Wales, Giggs berada di level yang berbeda dibanding saat ia jadi pelatih sementara di United menggantikan David Moyes. Pengangkatan Giggs sebagai pelatih sebenarnya sudah diprediksi sejak awal. Hal ini dikarenakan Giggs, pada musim itu, menjabat peran sebagai player-manager.

ryan giggs wales @Crymu

“Saya pikir Ryan berada di tempat yang baik dalam karier manajemennya,” ucap Hughes seperti dikutip Football5star.com dari bbc, Minggu (11/10/2020).

“Dia sedang dalam tren naik. Dia mungkin bisa lebih mendapat kesempatan dibanding saat van Gaal pergi. Mungkin saat itu, CV-nya kurang lengkap untuk bertahan di sana. Tapi saat ini, maka tidak alasan untuk tidak memasukkannya dalam bingkai United,” tambahnya.

“Dia adalah pemain yang fantastis sepanjang kariernya dan dia memiliki peluang bagus untuk mempelajari permainan dari sisi lain. Jelas dia mendapat bimbingan dari Si Alex selama bertahun-tahun,”

Komentar dari Mark Hughes ini tak lama setelah beredar rumor bahwa Ed Woodward disebut-sebut akan memecat Ole Gunnar Solskjaer dari kursi pelatih.

“Ryan bekerja sangat dekat van Gaal selama beberapa tahun yang menurut saya merupakan keputusan tepat dari klub saat itu. Sayangnya kemudian ketika van Gaal pergi, klub lebih memilih nama besar (Jose Mourinho),” ucap Hughes.

Saat menjalani debut menjadi pelatih sementara United, Giggs mengantarkan Red Devils menang 4-0 atas Norwich. Di laga kedua, United kalah 0-1 dari Sunderland. Saat itu Giggs mengakui bahwa pemain United memandang remeh tim lawan.

“Anda tidak boleh meremehkan lawan seperti mereka yang berada dalam performa terbaiknya. Meski kami tampil jauh lebih baik namun mereka layak meraih kemenangan. Aku terpukul dan sedikit kecewa dengan beberapa pemain.” ungkap Giggs saat itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs Yakin Edinson Cavani Tak akan Flop di Manchester United

gamespool
Ryan Giggs Yakin Edinson Cavani Tak akan Flop di Manchester United 36

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Wales, Ryan Giggs, yakin Edinson Cavani tidak akan gagal di Manchester United. Karena Giggs pernah bertemu dia saat Wales melawan Uruguay.

Cavani hampir dipastikan akan didatangkan oleh Manchester United secara gratis. Namun banyak yang mengkhawatirkan transfer ini karena United tak memiliki pengalaman bagus dalam merekrut pemain-pemain asal Amerika Latin.

Sebut saja Alexis Sanchez, Angel Di Maria, dan Falcao. Bahkan jauh sebelum mereka, mantan rekan tim Cavani, Diego Forlan juga flop saat berkostum United. Namun Giggs yakin kasus Cavani akan berbeda.

Oscar Tabarez - Edinson Cavani - Matias Vecino - Timnas Uruguay - The National
The National

“Cavani tidak akan bermasalah dengan klub. Saya pikir dia punya pengalaman untuk mengatasinya. Mata akan langsung tertuju padanya dan dia harus segera berlari. Tekanan akan terus berlanjut,” ucap Giggs seperti dilansir Football5Star.com dari talkSPORT.

legenda United itu melanjutkan “Pertandingan kedua saya sebagai manajer Wales adalah melawan Uruguay dan Cavani mencetak gol. Saya sangat terkesan dengan dia dan tingkat pekerjaannya. Kami memiliki orang Amerika Selatan yang gagal: Falcao, Di Maria, Sanchez… tetapi Edinson Cavani dengan work rate-nya, Anda mengharapkan dia untuk langsung membuat dampak.”

The Red Devils saat ini memang tidak memiliki penyerang murni setelah ditinggal Romelu Lukaku tahun lalu. Mereka hanya memiliki Anthony Martial yang notabene bukan penyerang murni, dan Odion Ighalo sebagai pelapis/

“Saya pikir United membutuhkan penyerang tengah dan membutuhkan target man untuk mencetak gol dan membuat perbedaan. Semoga Cavani bisa melakukan itu,” ujar Ryan Giggs.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs: Pakai Nomor 11, Greenwood akan Cetak 2 Gol Tiap Laga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mason Greenwood kini mewarisi nomor keramat di Manchester United. Ia akan memakai nomor 11 milik sang legenda, Ryan Giggs.

Terpilihnya Mason Greenwood sebagai pemilik nomor 11 membuat Ryan Giggs senang. Menurutnya sang wonderkid pantas memakai nomor tersebut. Tidak sampai di situ, ia juga memprediksi pemain akademi Manchester United itu akan mencetak dua gol di tiap pertandingan.

“Dia hampir mencetak lebih banyak gol daripada saya, jadi tidak ada tekanan dalam hal itul. Saya tidak berpikir dia akan merasakan tekanan dengan nomor punggungnya itu,” ujar Giggs kepada The Sun, Senin (14/9/2020).

giggs manchester united tottenham hotspur goal celebration football5star eurosport com
eurosport

“Dia pemain yang brilian yang menurut saya dia akan mencetak dua gol setiap pertandingan. Dia adalah ancaman besar. Dia bermain sebagai sayap kanan, tapi pada akhirnya saya pikir dia akan digeser sebagai penyerang engah,” sambungnya.

Legenda Manchester United yang kini menjabat sebagai pelatih timnas Wales juga percaya Greenwood akan terus berkembang. Apalagi di tim Setan Merah saat ini ada pemain-pemain bintang seperti Paul Pogba dan Bruno Fernandes yang akan membantunya.

“Dia harus menemukan cara untuk terus berkembang. Saya yakin dia akan melakukannya karena dia sangat sulit dihentikan, baik dengan kaki kiri atau kanan. Pergerkannya bagus dan dia berada di tim dengan lini serang terbaik seperti Paul Pogba dan bruno Fernandes,” tutup Ryan Giggs.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kendala Bahasa Bikin Giggs Belum Bicara dengan Zidane Soal Bale

gamespool
Kendala Bahasa Bikin Giggs Belum Bicara dengan Zidane Soal Bale 43

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional Wales, Ryan Giggs mengaku bahwa dirinya sampai saat ini belum berbicara dengan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane soal masa depan Gareth Bale. Mantan pemain Manchester United itu menyebut faktor bahasa jadi kendala terbesarnya.

“Saya belum berbicara dengan Zidane. Bahasa Prancis dan Spanyol saya tidak terlalu bagus. Saya juga tahu bahwa bahwa bahasa Inggris Zidane tidak begitu baik juga.” ucap Giggs seperti dikutip Football5star.com dari marca, Senin (31/8/2020).

Gareth Bale hanya 15 menit bermain pada leg I babak 16-besar Liga Champions melawan Manchester City.

“Saya hanya memantau situasinya. Ketika Gareth masuk ke pemusatan pelatihan, saya akan berbicara dengannya seperti yang selalu saya lakukan,” tambah Giggs.

Gareth Bale sendiri masuk ke skuat Wales jelang pertandingan UEFA Nations League melawan Finlandia dan Bulgaria pada September nanti.

Masa depan eks pemain Tottenham Hotspur itu di Real Madrid memang masih abu-abu. Pihak El Real sempat dikabarkan akan segara bertemu dengan agen Bale, Jonathan Barnett soal kondisi ini.

Sebelumnya, Zidane sudah menegaskan ia sudah tak butuh Bale di dalam skuadnya musim depan dan ingin winger 31 tahun itu segera hengkang. Tapi, tak ada klub lain yang menginginkannya.

Dikutip dari halaman transfermarkt, harga Bale tak terlalu mahal untuk pemain dengan nama besar sepertinya, yakni 32 juta euro atau setara dengan Rp520,5 miliar. Namun kendala gaji yang membuat klub lain enggan merekrut Bale.

Dengan kontrak Bale masih tersisa hingga 2022, Bale bisa terus menikmati gaji besar tanpa dimainkan di Real Madrid.

Gaji Bale mencapai 14,5 juta euro per musim alias Rp251 miliar. Jumlah tersebut sangat besar bahkan untuk ukuran di Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kevin De Bruyne Perpaduan Ryan Giggs dan Steven Gerrard

dinasti
Kevin De Bruyne Perpaduan Ryan Giggs dan Steven Gerrard 47

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Wayne Rooney punya penilaian tersendiri untuk pemain Manchester City, Kevin De Bruyne. Menurut Rooney, permainan De Bruyne mengingatkannya pada Ryan Giggs dan juga Steven Gerrard.

“Kevin De Bruyne mengingatkan saya kepada Steven Gerrard. Ia berani, menguasai lapangan dan selalu mengambil resiko,” ucap Rooney seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Senin (3/8/2020).

Pemain Kolombia Buka Aib Wayne Rooney dan Steven Gerrard

“Dia gelandang tengah yang luas biasa dengan permainan dan kontrol bola yang sangat brilian,” tambahnya.

Tidak hanya seperti Gerrard, De Bruyne juga memiliki kemampuan seperti seorang Ryan Giggs. Secara visi permainan, De Bruyne disebut Rooney memiliki kemiripan degan pemain asal Wales tersebut.

“Saat saya bermain dengan Ryan Giggs, ia tahu di mana saya akan berada. Ia akan melepas umpan yang bagus. De Bruyne melakukan itu. Dia bisa memberi umpan dari celah terkecil. Tentu saja hal itu memudahkan pemian lain untuk mencetak gol,” ucap Rooney.

Pujian untuk penampilan pemain asal Belgia itu tidak hanya datang dari Rooney. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola pun sempat melontarkan pujian kepada anak asuhnya setelah tak menjadi pemain terbaik Liga Inggris musim ini versi Football Writers’s Association (FWA).

Menurut Pep, apa yang diberikan De Bruyne untuk City musim ini sudah sangat besar dan fantastis.

“De Bruyne berbicara buat dirinya sendiri dengan apa yang dia berikan kepada tim kami dan ke Premier League. Tidak perlu lagi mengatakan betapa dirinya adalah pemain yang fantastis,” ucap Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs: Manchester United Butuh Tiga Pemain Lagi untuk Musim Depan

gamespool
Ryan Giggs: Manchester United Butuh Tiga Pemain Lagi untuk Musim Depan 51

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Ryan Giggs, mengungkapkan bahwa mantan klubnya harus membeli tiga pemain lagi untuk bisa bersaing musim depan. Apalagi United akan bermain di Liga Champions.

The Red Devils berhasil finis di posisi ketiga di Premier League musim ini. Dengan begitu pasukan Ole Gunnar Solskjaer akan bermain di Liga Champions musim depan. Giggs mengatakan bahwa masuknya United ke kompetisi teratas Eropa itu akan menjadi kunci untuk menarik pemain.

Ryan Giggs Prediksi Vietnam yang Duluan ke Piala Dunia dibanding Indonesia
Goal

“Itu sangat berperan dalam menarik pemain-pemain. Beberapa pemain akan memilih klub yang bermain di Liga Champions. Dan itu juga akan membantu mempertahankan para pemain juga. Saat para penonton kembali (ke stadion), malam Liga Champions di Old Trafford akan terasa spesial,” ucap Giggs seperti dikutip Football5Star.com dari The Sun.

Giggs juga percaya bahwa mantan rekannya, Solskjaer sanggup untuk melatih United musim depan. Asalkan mereka membeli tiga pemain berkualitas.

“Ole mulai membentuk tim yang menyenangkan. Dia berkata bahwa timnya sedikit kelelahan. Setelah lockdown, dia bermain dengan tim yang sama kurang lebih, yang mana dia harus melakukan itu karena mereka sedang dalam tren yang positif, jadi sulit untuk merubah,” ujar Ryan Giggs.

Pelatih timnas Wales itu melanjutkan, “mereka butuh tiga pemain menurut saya untuk bisa masuk starting XI, untuk bisa bersaing di Liga Inggris dan Liga Champions musim depan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

MU Disarankan Beli Striker Haus Gol Demi Kejar Man City

gamespool
MU Disarankan Beli Striker Haus Gol Demi Kejar Man City 55

Football5star.com, Indonesia – Legenda timnas Wales, Ryan Giggs, merasa tak yakin Manchester United akan bisa mengejar Manchester City dalam waktu dekat. Menurut Giggs, The Red Devils harus bisa mendatangkan penyerang haus gol apabila ingin mengejar The Cityzens.

Dalam beberapa musim terakhir, striker memang menjadi salah satu permasalahan utama Manchester United. Kehadiran Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic pun gagal membuat The Red Devils mengejar perolehan Manchester City di kompetisi domestik.

Saat ini, Manchester United memang sudah memiliki empat orang striker dalam sosok Marcus Rashford, Mason Greenwood, Anthony Martial, dan Odion Ighalo. Namun, Giggs merasa keempatnya belum cukup untuk membawa The Red Devils kembali berjaya di Inggris.

Ryan Giggs - Manchester united - Manchester City - Yahoo Sport
Yahoo Sport

“Menurut saya, mereka membutuhkan seorang striker. Mereka membutuhkan seseorang yang bisa memaksimalkan setiap crossing dan mencetak 25 gol setiap musimnya,” ujar Ryan Giggs kepada Goal.

“Untuk bisa mengejar City, mereka masih membutuhkan setidaknya tiga atau empat pemain tambahan. Tapi, duet Bruno Fernandes dan Paul Pogba tentu cukup menjanjikan,” sambung Giggs.

Lebih lanjut, Giggs juga mendukung wacana Manchester United untuk mendatangkan Jack Grealish dari Aston Villa. Menurut Giggs, Grealish memiliki karakteristik sempurna untuk menjadi andalan The Red Devils.

“Musim ini, Jack Grealish sudah bermain seperti pemain United. Dia selalu ingin menguasai bola dan sukses membuat pemain-pemain lawan melakukan pelanggaran,” tandas Giggs.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs Lebih Pilih Louis van Gaal Ketimbang Sir Alex Ferguson soal Hal Ini

gamespool
Ryan Giggs Lebih Pilih Louis van Gaal Ketimbang Sir Alex Ferguson soal Hal Ini 59

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Wales, Ryan Giggs, mengatakan bahwa Louis van Gaal lebih berperan dalam karier kepelatihannya ketimbang Sir Alex Ferguson. Giggs menjadi assisten selama van Gaal melatih Manchester United.

Giggs bermain sepanjang kariernya bersama Sir Alex Ferguson, tapi bekerja bersama van Gaal telah memberikan wawasan yang berharga tentang pelatihan dan taktik.

“Jelas saya memiliki manajer internasional yang berbeda, tetapi itu hanya waktu yang singkat. Itulah mengapa saya berbicara soal Louis, tentang kepelatihan saya. Saya berbicara tentang dia karena itu adalah peran kepelatihan pertama saya, sedangkan ketika Anda bermain, Anda tidak tahu persiapannya,” ucap Giggs seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Ryan Giggs Lebih Pilih Louis van Gaal Ketimbang Sir Alex Ferguson soal Hal Ini
Evening Standard

Giggs melanjutkan, “Anda tidak tahu apa yang pelatih lihat dalam video. Pemain punya waktu tujuh atau delapan menit melihat lawan, tapi staf kepelatihan melihatnya berjam-jam. Jadi itu adalah hal yang berbeda, walaupun Anda bekerja sangat lama dibawah pelatih yang sama.”

Mantan pemain timnas Wales itu mengatakan bahwa bersama Sir Alex, dia lebih belajar soal manajemen. Berbeda dengan van Gaal.

“Itu lebih seperti manajemen pemain dan beberapa hal yang Sir Alex lakukan sudah saya pelajari. Sedangkan dengan Louis, saya diajarkan mengapa Anda bisa bermain dengan sistem yang berbeda, apa alasannya. Itu adalah pengalaman yang sangat baik,” kata Giggs.

Ryan Giggs sempat menjadi pelatih Interim Manchester United selama 4 laga menggantikan David Moyes sebelum menjadi asisten Louis van Gaal. Dia saat ini menjadi pelatih timnas Wales sejak 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Legenda Sepak Bola dengan Statistik Buruk

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tak bisa dipungkiri, statisik gol Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo membuat semua pecinta sepak bola geleng-geleng. Keduanya seperti mesin yang tak bisa berhenti mencetak gol.

Tapi, ada juga beberapa pemain hebat yang membuat kita terkagum-kagum, meski jarang mencetak gol. Football5star merangkum 5 legenda sepak bola dengan statistik gol buruk.

Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:

1 Zinedine Zidane

Nomor kostum 5 hanya dikenakan Zinedine Zidane saat memperkuat Real Madrid.
Getty Images

Sepanjang 17 tahun karier profesionalnya, Zidane cuma mencetak 117 gol. Itu artinya, pemain asal Prancis itu mencetak tak lebih dari 7 gol tiap musim.

Tapi, Zidane adalah contoh klasik dimana Anda tak bisa menilai pemain dari statistik. Kalau tak percaya lihat saja deretan prestasi individunya. Ia menyabet semua gelar yang ada dari Ballon d’Or sampai Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.

Untuk benar-benar mengerti kehebatan Zidane, Anda harus melihat bagaimana dia bergerak di lapangan. “Ketika Zidane berada di lapangan, 10 rekan setimnya tiba-tiba menjadi lebih baik,” ujar striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic.

2 Ryan Giggs

Tak Ada Nama Cristiano Ronaldo dalam Daftar Rekan Tim Terbaik Ryan Giggs
Getty Images

Giggs adalah legenda Manchester United. Dia bermain selama 24 tahun, tapi cuma mencetak 161 gol. Jika dirata-rata, pria asal Wales itu juga mencetak tak lebih dari 7 gol tiap musim.

Namun, yang harus Anda ingat, Giggs adalah pemain yang tak tergantikan di era United mendominasi Liga Inggris selama dua dekade.

“Jika Giggs adalah orang Prancis, maka saya dan Robert Pires akan duduk di bangku cadangan,” puji Zidane.

3 Dennis Bergkamp

dennis bergkamp-orange football club
orange football club

Sebagai striker, statistik gol Bergkamp benar-benar payah. Rata-rata ia hanya mencetak 10 gol tiap musim di Arsenal. Jadi, apa hebatnya Bergkamp?

“Jika Anda tak mengerti kehebatan Bergkamp, Anda tak mengerti sepak bola. Bergkamp adalah rekan setim terbaik yang pernah saya miliki. Dia selalu menghormati permainan, meski dia sebenarnya bisa melakukan banyak hal,” kata legenda The Gunners, Thierry Henry.

4 Juan Roman Riquelme

Proven Quality
Getty Images

Riquelme salah satu legenda sepak bola lainnya yang punya statistik gol buruk. Rata-rata ia hanya mencetak 5 gol tiap musim. Ini belum lagi ditambah kecepatan larinya yang sangat buruk.

Tapi ketika Anda melihat Riquelme di masa jayanya, Anda seperti melihat orkestra di lapangan. Ia bisa mengendalikan 90 menit permainan sesuai kemauannya.

5 Andres Iniesta

andres iniesta-claudio marchisio
Getty Images

Dalam 674 pertandingan bersama Barcelona, Iniesta cuma mencetak 57 gol. Itu sama saja dengan rata-rata 3 gol per musim.

Namun, Iniesta tak perlu mencetak gol untuk memberi dampak dalam pertandingan. Ia bisa membaca semua pergerakan bola dan mengontrolnya dengan mudah.

Dan ketika mencetak gol, Iniesta melakukannya di panggung terbesar seperti final Piala Dunia 2010.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Odion Ighalo Ingin Bermain dengan Tiga Legenda Manchester United Ini

terassd
Odion Ighalo Ingin Bermain dengan Tiga Legenda Manchester United Ini 70

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Manchester United, Odion Ighalo, mengungkapkan bahwa dia ingin sekali bermain dengan tiga legenda Manchester United. Yaitu, Ryan Giggs, David Beckham, dan Paul Scholes.

Ighalo sudah sering sekali menyebut bahwa dia adalah fans dari Manchester United. Alasan Ighalo memilih tiga pemain yang memenangkan treble pada tahun 1999 itu adalah karena sebagai seorang penyerang, anda pasti akan mendapatkan kenikmatan jika mempunyai tiga orang itu dibelakang anda.

Odion Ighalo Ingin Bermain dengan Tiga Legenda Manchester United Ini
Goal

“Jika anda punya Ryan Giggs dari kiri, David Beckham dari kanan, dan Paul Scholes ditengah, lalu apa lagi yang butuh penyerang lakukan? Pada saat anda melihat Beckham mengumpan bola, yang kamu butuhkan hanyalah gerakan kaki atau kepala anda dan tap in. Giggs dari kiri melakukan magic-nya. Itu adalah tim yang hebat,” ucap Ighalo seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Ighalo juga mengingat ingat kenangannya saat menonton Manchester United di musim 1998-99.

“Itu adalah tahun yang luar biasa dan sangat bagus bagi para penggemar untuk menonton musim kemenangan treble. Kami tidak melakukan memenangkan treble lagi sejak itu. Seseorang dapat menceritakan kisah itu kepada anda, tetapi ketika anda menontonnya, anda melihatnya, itu jauh lebih baik daripada seseorang yang memberi tahu anda,” ujar Ighalo.

Odion Ighalo saat ini merupakan pemain pinjaman dari Shanghai Shenhua sejak Januari lalu. Dengan performa impresifnya musim ini, bukan tidak mungkin The Red Devils akan mempermanenkannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tak Ada Nama Cristiano Ronaldo dalam Daftar Rekan Tim Terbaik Ryan Giggs

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Website resmi Manchester United merilis daftar rekan tim terbaik Ryan Giggs sepanjang 24 tahun karir profesionalnya di Manchester United. Yang mengejutkan tak ada nama Cristiano Ronaldo dan Nemanja Vidic dalam daftar.

Ryan Giggs bergabung ke akademi United pada tahun 1987 dan berhasil masuk tim senior pada tahun 1990. Selama 24 tahun karirnya di Old Trafford, dia mencetak 963 penampilan dan 25 major trofi.

Tentu dalam karirnya Giggs bermain dengan pemain-pemain hebat lainnya di United. Website resmi Manchester United merilis best XI rekan terbaik Ryan Giggs.

Tak Ada Nama Cristiano Ronaldo dalam Daftar Rekan Tim Terbaik Ryan Giggs
The Sun

Di lini tengah ada legenda United lainnya Paul Scholes yang membuat total 479 penampilan bersama United. Lalu ada rekan klub dan bisnis Giggs, Gary Neville dengan 436 penampilan. Pemain Irlandia, Roy Keane juga masuk dalam daftar tersebut.

Banyak yang berharap Cristiano Ronaldo akan masuk ke dalam daftar dan akan ditaruh pada posisi gelandang sayap, tetapi yang masuk adalah rekan Giggs dari class of ’92, David Beckham dan Nicky Butt.

Cristiano Ronaldo sendiri hanya bermain bersama Giggs selama 6 tahun. Dia masuk ke United tahun 2003 untuk menggantikan David Beckham yang pada saat itu pindah ke Real Madrid di posisi sayap kanan.

Selain itu juga tidak ada nama Nemanja Vidic yang menghabiskan 8 tahun bersama Giggs. Rio Ferdinand dan Mikael Silvestre yang mengisi lini pertahanan.

Pemain lainnya yang masuk ke dalam formasi adalah kiper Peter Schmeicel, bek kiri Denis Irwin, penyerang Wayne Rooney dan Ole Gunnar Solskjaer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cristiano Ronaldo Bakal Ikuti Jejak Legenda Manchester United

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Manchester United, Dimitar Berbatov mengatakan bahwa bintang Juventus, Cristiano Ronaldo bisa mengikuti jejak dari legenda United, Ryan Giggs untuk urusan bermain hingga usia tua.

Menurut Berbatov, melihat kondisi pemain Portugal tersebut. Ronaldo bukan tidak mungkin akan terus menedang bola hingga usia 40 tahun seperti yang dilalukan oleh Giggs saat membela Red Devils.

ryan giggs wales @Crymu
@Cymru

“Ronaldo berkata bahwa dia ingin terus bermain di level tertinggi. Saya yakin ia bisa melakukan hal itu. Ryan Giggs bermain untuk United di usia 40 tahun dan saat Anda punya pelatih yang paham, itu akan bisa saja terjadi,” kata Berbatov seperti dikutip Football5star.com dari Mirror, Sabtu (8/2/2020).

“Bintang asal Portugal itu masih berapi-api dan rasanya senang bisa melihatnya, dan Zlatan Ibrahimovic yang telah berumur 38 tahun, tampil dengan brilian,” tambahnya.

Cristiano Ronaldo sendiri baru merayakan ulang tahun ke-35 beberapa waktu lalu. Eks pemain United itu pun mengaku belum berpikir untuk mengakhiri karier di sepak bola.

“Aku akan bermain hingga berumur 40 tahun,” kata Cristiano Ronaldo seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Aku hanya akan berhenti bila tak lagi punya gairah.”

Pada dua tahun silam, CR7 juga mengutarakan pendapat sama. Ia merasa kemampuannya masih bisa terus bermain di lapangan hijau.

“Aku masih punya banyak waktu tersisa. Aku dapat terus bermain hingga umurku 41 tahun,” ujar dia jelang final Liga Champions melawan Liverpool. “Aku merasa baik-baik saja, bahagia, dan tak ada keluhan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

MU Belum Temukan Posisi Ideal untuk Bruno Fernandes

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bruno Fernandes sudah menjalani debutnya bersama Manchester United saat menghadapi Wolverhampton Wanderers di Premier League. Kendati tampil cukup apik, ia diyakini belum menemukan posisi ideal.

Hal ini diungkapkan oleh legenda Manchester United, Ryan Giggs. Menurut Giggs, Kelebihan Bruno Fernades yang bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah membuat pelatih Ole Gunnar Solskjaer bingung menempatkannya di mana.

“Saya melihat kualitas yang dimilikinya. Saya pikir pelatih perlu mencari tahu apa posisi terbaiknya. Saat bermain di belakang striker saya pikir itu bukan posisi terbaiknya. Ketika dia bermain lebih dalam, dia tampil sedikit lebih bagus,” ujar Ryan Giggs dalam program Premier League Porductions, Senin (3/2/2020).

Manchester United memulai musim 2018/2019 dengan sangat lambat. Ryan Giggs yakin di laga Chelsea vs MU, United akan tampil mengejutkan - Football5star - brila.net
Brila

“Di situlah Anda ingin melihatnya, bermain dengan bola dan mengaturnya. Tapi Anda juga tahu ketika dia sedikit lebih dalam dia bisa memberikan passing luar biasa. Dia punya visi untuk kemudian melakukan passing seperti itu,” ia menambahkan.

Pada laga debut di Old Trafford akhir pekan lalu, pemain asal Portugal ditempatkan sebagai gelandang bertahan. Hasilnya cukup membanggakan karena dia mampu melepaskan lima tendangan ke gawang dan jadi pemain MU yang paling banyak melepaskan tembakan.

Tak ayal, bintang 28 tahun didapuk sebagai man of the match pada laga tersebut. Walau begitu, Giggs tetap menganggap dia belum menemukan posisi ideal.

“Saya pikir dia ingin menemukan posisi terbaiknya terlebih dulu. Sebentar lagi usianya akan menginjak 30 tahun tapi Anda bisa melihat kualitas yang dia punya,” tandas pelatih timnas Wales tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ryan Giggs Sebut Paul Pogba Inkonsisten dan Layak untuk Dibuang

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih dan pemain Manchester United Ryan Giggs menyebut bahwa pemain Prancis Paul Pogba sudah seharusnya angkat koper dari Stadion Old Trafford. Hal itu karena Pogba dianggap Giggs sudah inkonsisten sebagai pemain profesinal.

“Dia memang telanta hebat tapi dia inkonsisten. Kembali cederanya Pogba tentu saja membuat kecewa dan frustasi seorang pelatih. Harus ada keputusan tegas untuk Pogba,” kata Giggs seperti dikutip Football5star.com dari goal, Minggu (5/1/2020).

Paul Pogba - Manchester United - talkSPORT 2
talkSPORT

“Saya merasa kasihan dengan Ole Gunnar Solskjaer karena dia terus menjawab pertanyaan soal Pogba. Menurut saya, United sedang dalam permainan bagus tanpa Pogba,” tambahnya.

Menurut Giggs, pelatih tentu saja frustasi jika terus mendapat anak asuhnya mengalami cedera dan terus dirumorkan akan hengkang. Hal ini yang dirasakan oleh Solskjaer untuk kasus Pogba.

Giggs tak menampik bahwa Pogba adalah tipikal pemain yang tidak dimiliki oleh pemain United. Tenaga dan skill eks pemain Juventus itu masih cukup dibutuhkan oleh tim Red Devils.

“Jika Pogba fit, Anda tidak bisa untuk tidak memainkannya karena United tidak memiliki pemain seperti dia. Biarkan kualitas yang seharusnya membuktikan di lapagan,” tutup Giggs.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Satu Grup dengan Italia, Ryan Giggs Teringat Momen Buruk

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional (timnas) Wales Ryan Giggs mengaku langsung teringat dengan momen buruk karena satu grup dengan Italia di Euro 2020.

Wales di hasil undian grup Euro 2020 satu grup dengan Italia, Swiss, dan Turki. Giggs berharap bahwa momen buruk di 2016 tidak kembali ia rasakan bersama skuat Wales.

Selebrasi provokatif Gareth Bale bersama timnas Wales dinilai bodoh oleh Dimitar Berbatov.

“Kami ingin mengambil peluang seperti pada tahun 2016. Itu tidak mudah, Anda harus mendapatkan momentum seperti yang kami lakukan di Perancis,” kata Giggs seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Minggu (1/12/2019).

Giggs berharap bahwa pada Juni 2019 nanti, para penggawa Wales memiliki para pemain dengan kondisi kebugaran yang sangat bagus.

“Anda berharap bahwa pada Juni nanti, Anda memiliki sekelompok pemain yang bugar untuk dipilih dan jika kami memiliki itu kami cocok untuk siapa pun,” ucapnya.

Terkait tim-tim lain seperti Swiss dan Turki, Giggs mengaku tetap meanggapnya sebagai pesaing yang sangat berbahaya. Ia berharap anak asuhnya tidak hanya fokus pada Italia, tapi juga pada Swiss dan Turki.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ryan Giggs Bingung Tanggapi Kelolosan Wales ke Piala Eropa 2020

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Wales akhrinya menggenapi 20 tim yang lolos ke Piala Eropa 2020 lewat babak kualifikasi. Kepastian ini didapat setelah anak asuh Ryan Giggs menang 2-0 atas Hungaria.

Wales memang butuh poin penuh untuk memastikan lolos. Aaron Ramsey jadi pahlawan kemenangan negaranya lewat dua gol yang dicetak pada masing-masing babak.

Lolosnya Wales ke Piala Eropa tahun depan tentu jadi capaian tersendiri untuk Ryan Giggs. Berstatus sebagai legenda, ia belum pernah membawa negaranya mentas di turnamen paling akbar di Eropa ketika masih jadi pemain.

wales euro 2020
@Cymru

“Tidak ada yang lebih baik dari ini. Sangat luar biasa. Dari tempat kami berada di musim panas, semua pujian untuk para pemain pantas mereka dapat. Hari ini jadi hari terbaik saya,” kata Giggs kepada BBC, Rabu (20/11/2019).

“Aaron Ramsey sudah menunjukkan kelasnya hari ini. Dia sempat absen lama karena cedera dan kami sangat merindukan kehadirannya di lapangan. Tapi dia membuktikannya hari ini. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” sambungnya.

Terkait keberhasilannya membawa Wales lolos ke Euro 2020 nanti, legenda Manchester United itu masih bingung dengan torehannya ini. Pasalnya ini kali pertama ia bertugas sebagai pelatih kepala.

“Sejujurnya saya belum memikirkan apa artinya torehan ini secara pribadi. Tapi yang pasti ada banyak kerja keras yang dilakukan selama ini dan saya dikelililingi oleh star terbaik,” tutup Ryan Giggs.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ronaldo Mengaku Dungu Jika Tak Belajar Dari Sosok Ini

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo tak ragu menyebut diri sendiri dungu jika tak belajar dari Ryan Giggs dan Paul Scholes. Ya, megabintang Juventus ini menyatakan bisa sehebat sekarang karena belajar dari pemain-pemain yang lebih dahulu hebat.

Karier Cristiano Ronaldo di dunia sepak bola mulai bersinar sejak bergabung bersama Manchester United. Ia berlabuh di Old Trafford pada 2003 setelah Sir Alex Ferguson memutuskan merekrutnya saat berusia 18 tahun dari Sporting CP.

Bersama Man United, Ronaldo sanggup mengemas 118 gol selama enam musim. Setelah itu, kariernya semakin bersinar dan melanjutkan petualangan bersama Real Madrid dan sekarang di Juventus.

Cristiano ronaldo
dailymail.co.uk

Baru-baru ini megabintang asal Portugal ini berhasil mencetak gol ke-700 dalam karier bersama klub dan timnas. Ia pun mengaku semua pencapaian besar dalam karier karena terus mengembangkan kemampuan dengan cara cerdas.

“Saya bisa berkembang dengan menggunakan otak. Jika Anda cukup cerdas, Anda akan melihat dan menjadikan orang yang lebih baik sebagai contoh,” kata Ronaldo dikutip Football5star.com dari France Football.

“Hal itulah yang saya lakukan ketika berada di Manchester United bersama Ryan Giggs, Paul Scholes, Ruud van Nistelrooy, dan Rio Ferdinand. Jika Anda tidak belajar dari sosok seperti mereka itu, Anda dungu,” ucapnya.

Ronaldo merupakan pemain yang sudah menyicipi banyak gelar bergengsi bersama Man United, Madrid, dan Juventus. Baik itu gelar Liga Inggris, Liga Spanyol, mau pun Liga Italia. Ia juga empat kali mengangkat trofi Liga Champions.

Terkait pencapaian pribadi, Ronaldo sudah memenangi begitu banyak perhargaan dan memecahkan banyak rekor. Bahkan, ia adalah pemain berstatus pemegang lima titel pemain terbaik dunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ronaldo: Pelajaran Terbaik Aku Dapatkan di Manchester United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo datang ke Manchester United di usia yang cukup muda yakni 18 tahun. Dari sanalah namanya kemudian berkibar sebagai salah satu pesepak bola terbaik sejagat.

Namun, di balik kesuksesannya, Ronaldo juga punya sosok panutan. Sebagai orang asing yang baru datang ke negara lain, ia harus bisa beradaptasi dengan kultur setempat. Hal-hal yang seperti itu ia pelajari dari deretan nama senior seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, hingga Rio Ferdinand.

Dalam sebuah wawancara bersama France Football, ia membeberkan semua yang dipelajari di Manchester United. Menurutnya, bakat saja tidak cukup untuk menjadikannya salah satu pemain terbaik di muka bumi.

Cristiano Ronaldo
mirror.co.uk

“Jika Anda cukup pintar, tentu akan ada sosok yang dijadikan panutan. Tentunya mereka harus yang lebih baik dari Anda. Aku melihat itu ada dalam diri pemain seperti Giggs, Scholes, Van Nistelrooy, Rio Ferdinand,” katanya.

“Bodoh jika Anda tidak ingin belajar dari orang-orang seperti mereka. Tujuannya bukanlah untuk meniru, tetapi mengambil pelajaran dari mereka. Lalu mengadaptasikannya ke dalam diri Anda. Itulah gunanya kita harus belajar dari yang terbaik,” lanjut Ronaldo.

Tahun ini, Ronaldo diprediksi kembali akan bertarung memperebutkan trofi Ballon d’Or. Kemungkinan, ia masih akan bersaing dengan Lionel Messi dan Virgil van Dijk. Sama seperti di ajang pemain terbaik Eropa dan dunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pernah Setim Bareng Ronaldo, Giggs Justru Jagokan Messi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Ryan Giggs baru saja mengeluarkan pernyataan yang bisa memantik pertikaian di media sosial. Ia menganggap Lionel Messi lebih baik dibandingkan Cristiano Ronaldo yang merupakan mantan rekan setimnya.

Messi dan Ronaldo masih akan bersaing dalam perebutan Ballon d’Or tahun ini. Keduanya masuk dalam daftar 50 kandidat pemenang yang dirilis oleh Football France beberapa waktu lalu.

Giggs menilai, apa yang diperlihatkan Messi jarang dimiliki pemain lain. Bahkan, manajer timnas Wales itu menyebut, La Pulga adalah tipe pemain langka yang hanya ada satu dalam satu generasi.

Ryan Giggs Wales Gareth Bale ESPN

“Jika ditanya antara Messi dan Ronaldo, tentu aku pilih nama pertama. Pemain seperti itu hanya ada satu kali di setiap generasi. Jadi, sebenarnya jawabannya sederhana. Kalau Ronaldo, aku pernah bermain dengannya dan memang ia tipe pekerja keras,” katanya seperti dikutip dari Sport English.

Giggs dan Ronaldo pernah menghabiskan enam musim membela Manchester United. Sejak 2003 hingga 2009, keduanya berhasil membawa Setan Merah menjuarai semua turnamen yang diikuti. Mulai level Community Shield, hingga Piala Dunia Antarklub.

Pada 2009, Ronaldo memutuskan pindah ke Real Madrid dan menjadi transfer termahal dunia pada saat itu. Sementara Giggs, tetap bertahan di Old Trafford hingga memutuskan gantung sepatu di akhir musim 2013/14.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniel James Dianggap Akting Saat Tak Sadarkan Diri di Lapangan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Wales Ryan Giggs menganggap Daniel James melakukan akting saat alami cedera karena bertabrakan dengan pemain Kroasia, Domagoj Vida. Giggs menyebut bahwa cedera yang dialami pemain Manchester United tidak parah.

Giggs bahkan tetap memainkan Daniel James, meski si pemain sempat tergeletak kaku saat bertabrakan dengan Vida di udara.

“Daniel James terjatuh karena cedera itu. Dan ia bertahan lama di lapangan. Saya pikir dia sedikit akting,” kata Giggs seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Senin (14/10/2019).

Ditambahkan oleh mantan winger United tersebut, pemeriksaan awal mengenai potensi gegar otak menurut tim medis tidak ditemukan. Karenanya ia tetap menyuruh Daniel James melanjutkan pertandingan.

“Akan tetapi staf medis sudah melihat cederanya. Secara mental, tak ada masalah dengan kondisinya. Dia baik-baik saja saat ini,” tambah Giggs.

Sementara Daniel James setelah pertandingan mengaku bahwa ia berada di kondisi baik-baik saja meski sempat kaku di tengah lapangan saat benturan tersebut.

“Saya baik-baik saja saat ini,” kata James singkat setelah pertandingan.

Pertandingan Wales vs Kroasia sendiri berakhir dengan hasil imbang 1-1. Hasil imbang ini membuat peluang Wales untuk lolos otomatis ke putara final Euro 2020 mengecil.

Wales harus bisa menang di laga melawan Azerbaijan dan Hungaria. Serta berharap Slowakia tidak mampu meraih kemenangan di dua laga sisa mereka. Saat ini Wales berada di peringkat 4 grup E kualifikasi Euro 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale Bermain dengan Kemarahan di Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gareth Bale mengaku bermain dengan kemarahan terutama saat masa depannya di Real Madrid mengalami ketidakpastian. Di samping itu, pelatih timnas Wales, Ryan Giggs, juga yakin Bale akan tetap menjadi aset berharga buat klub berjulukan Los Blancos.

Pada bursa transfer musim panas lalu, Gareth Bale sempat diyakini menjadi salah satu pemain yang akan hengkang dari Real Madrid. Bahkan, pelatih Zinedine Zidane sempat membebaskan pemain berusia 30 tahun jika ingin pergi dari Santiago Bernabeu.

Namun, faktanya Bale justru dipastikan tetap bertahan di Madrid. Bahkan, kariernya bersama klub raksasa Liga Spanyol itu seolah dapat terselamatkan setelah tampil gemilang sejauh musim ini.

Gareth Bale
Gettyimages.com

Ya, sejauh musim ini Bale telah mencetak dua gol dan dua assist di La Liga. Ia pun mengaku situasi soal masa depannya membuatnya bermain dengan kemarahan.

“Anda bermain dengan begitu banyak emosi. Termasuk kemarahan, namun saya tidak punya apa-apa untuk bisa menjernihkan pikiran,” kata Gareth Bale dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Saya hanya bisa berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Wales dan Real Madrid. Saya juga akan terus melakukannya,” ucapnya.

Bale saat ini tengah fokus bersama timnas Wales untuk menghadapi pertandingan di pentas kualifikasi Piala Eropa 2020. Ia akan kembali diandalkan menghadapi partai melawan Slovakia dan Kroasia.

Ryan Giggs - Gareth Bale - Wales - Propaganda
Propaganda.com

Sebagai pelatih, Ryan Giggs mengaku tidak terkejut dengan perubahan drastis yang terjadi dalam karier Bale di Madrid. Ia bahkan, yakin anak asuhnya mampu mempertahankan performa impresif dan tetap menjadi aset besar buat Los Blancos.

“Dalam sepak bola segala sesuatu dapat berubah dengan cepat. Sekarang ia bermain, dicintai, senang, dan semoga dapat mempertahankan apa yang dilakukannya di Madrid,” kata Giggs.

“Jika Gareth bisa berlatih dengan baik serta mendapatkan kesempatan bermain, ia selalu bisa membuat Anda tertarik. Karena ia bisa membalikkan keadaan, mencetak gol, dan ia adalah aset berharga,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B3cGCuvAfAd/

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Ryan Giggs Kritik Cara Ole Gunnar Solskjaer Melatih

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten dan pelatih sementara Manchester United Ryan Giggs sampaikan kritik kepada Ole Gunnar Solskjaer. Menurut Giggs, Solskjaer harus mampu merekrut pemain anyar untuk bisa mengubah kondisi Red Devil saat ini.

“Ia memang membeli tiga pemain, tetapi ia harus merekrut tujuh bahkan delapan pemain anyar untuk mengubah keadaan ini. Memang mereka tak bisa langsung mendapatkannya di satu jendela transfer,” kata Giggs seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Minggu (6/10/2019).

Diakui oleh Giggs bahwa saat ini budaya sepak bola telah banyak berubah dan seharusnya Solskjaer mampu beradaptasi dengan hal tersebut.

Manchester United dinilai Michael Owen tak akan dapat finis di 6-besar Premier League.
shoot.co_.uk

“Budaya sepak bola telah banyak berubah dan ia harus terus mencoba untuk beradaptasi. Ia memang memang membutuhkan banyak waktu,” tambah Giggs.

Manchester United sendiri akan menyambangi markas Newcastle United pada Minggu (6/10/2019) malam. Kemenangan jadi harga mati yang harus diraih oleh Harry Maguire cs. Saat ini Manchester United hanya mampu meriah 9 poin, start terburuk tim ini selama 30 tahun terakhir.

Parahnya lagi Mancheter United juga tumpul di lini depan dan kropos di lini belakang. Setelah membungkam Chelsea dengan tiga gol tanpa balas, Manchester United kesulitan untuk bisa menang lebih dari dua gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]