Berstatus Putra Presiden, Kaesang Pangarep Dianggap Sosok Ramah oleh Pemain Persis

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Punya status putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, ternyata punya kesan positif dari para pemain Persis Solo. Salah satu pemain Persis, Sandi Sute, mengaku Kaesang sangat ramah, bahkan humoris.

Seperti diketahui, 2021 menjadi salah satu tahun paling istimewa buat suporter Persis Solo. Sebab salah satu putra daerahnya, Kaesang Pangarep, baru saja mengakuisisi saham tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu.

Kedatangan Kaesang sendiri memberi angin segar. Bersama dengan Erick Thohir, hingga Kevin Nugroho, putra Presiden Jokowi itu berhasil mendaratkan sejumlah nama-nama tenar, semisal Beto Goncalves, Abduh Lestaluhu, hingga Sandi Sute.

Berstatus Putra Presiden, Kaesang Pangarep Dianggap Sosok Ramah oleh Pemain Persis

Nama terakhir merasa terkesan dengan sosok Kaesang Pangarep. Meski statusnya salah satu orang penting di Indonesia, Kaesang tetap bersahaja dengan para pemain Persis. Hal itu membuatnya nyaman meski baru saja bergabung.

“Mas Kaesang adalah sosok yang sangat ramah kepada para pemain Persis termasuk saya. Selain itu dia juga sangat humoris dan sangat menghargai semua pemain yang ada,” ungkap Sandi Sute saat dihubungi oleh awak media.

Sandi Sute sendiri didatangkan oleh Persis Solo bersama rekannya di Persija Jakarta, Heri Susanto. Keduanya datang dengan status bebas transfer untuk sama-sama berjuang memenuhi ambisi Kaesang Pangarep membawa Laskar Sambernyawa promosi ke Liga 1 musim depan.

“Jujur saya merasa senang bisa bekerja sama dengan Mas Kaesang, pak Erick Thohir, dan Mas Kevin. Mudah-mudahan apa yang mereka inginkan di Persis ini bisa terwujud,” tutup dia.

Persis Solo Resmi Bajak Dua Pemain Persija Sekaligus

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persis Solo baru saja resmi membajak dua pemain Persija Jakarta sekaligus, yakni Sandi Sute, dan Heri Susanto. Kepergian Sandi dan Heri ke Persis diumumkan sendiri oleh Persija melalui laman resminya.

Sejatinya, baik Sandi dan Heri sempat menjadi andalan buat Persija saat menjuarai Piala Menpora 2021. Namun memang, kedua pemain itu tak selalu jadi yang utama. Heri dan Sandi sama-sama acap memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Nah, Persis Solo tampaknya melihat peluang untuk membajak kedua pemain itu dari Persija. Manajemen Macan Kemayoran pun akhirnya resmi melepas Sandi Sute dan Heri Susanto ke Persis secara permanen.

Perasaan Heri Susanto Usai Dijuluki Lord oleh Jakmania Persis Solo Resmi Bajak Dua Pemain Persija Sekaligus

“Persija mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi Sandi Sute dan Heri Susanto selama membela Persija. Saya berharap mereka bisa selalu bermain maksimal serta sukses di klub barunya,” ungkap Presiden Persija Jakarta, Mochamad Prapanca.

Kedangan Sandi dan Heri sendiri bikin skuat Persis kian mengerikan buat Liga 2 2021. Sebab, sebelum kedua pemain itu, Persis sudah berhasil mendaratkan sejumlah nama tenar jebolan Liga 1.

Mulai dari Wahyu Tri Nugroho, Ganjar Mukti, Marcell Januar, Rivaldi Bawuo, Miftahul Hamdi, Irfan Jauhari, Marinus Wanewar, hingga Alberto Goncalves. Jelas, akan sangat menarik menantikan kiprah Persis bertarung untuk Liga 2 2021. Sebab memang, bersama Kaesang Pangarep, Persis menargetkan promosi ke Liga 1 pada 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija Jakarta Setelah Lolos ke Final: Inilah Mentalitas Juara!

Persija Jakarta Setelah Lolos ke Final: Inilah Mentalitas Juara! 10

Football5Star.com, Indonesia – Para pemain Persija Jakarta tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah sukses melaju ke final Piala Menpora 2021. Salah satu pemain, Sandi Sute, mengaku kalau keberhasilan Persija lolos karena mentalitasnya yang bagus.

Memang, para pendukung Persija sempat dibuat gemetar saat laga melawan PSM Makassar berlanjut via adu penalti. Apalagi, eksekusi penalti Marko Simic dan Novri Setiawan sempat terbaca oleh Hilmansyah.

Namun demikian, mentalitas pemain Persija hingga aksi penyelematan Andritany Ardhiyasa akhirnya menuntaskan perlawanan PSM. Persija Jakarta pun menang 4-3 via adu penalti dan berhak lolos ke final Piala Menpora 2021.

Persija Jakarta Usai Lolos ke Final: Inilah Mentalitas Juara!

“Alhamdulillah Persija menang. Saya apresiasi kapten saya, Andritany. Dia luar biasa. Inilah mentalitas juara. Kami sangat-sangat bersyukur. Semoga di laga berikutnya bisa lebih baik lag,” ungkap Sandi Sute selepas pertandingan.

Hal senada jua disuarakan oleh pelatih Sudirman. Permainan tempo lambat yang diperagakan Persija dan PSM memang memaksa pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti. Karena memang menurut Sudirman, pemain kedua kesebelasan sama-sama kelelahan.

“Alhamdulillah pada adu penalti, sangat menegangkan, Persija ketinggalan 3 kali. Tapi alhamdulillah pemain-pemain saya, terutama Andritany. Dia harus diapresiasi karena mampu menahan tendangan-tendangan PSM. Persija bisa ambil keuntungan dari itu,” tutup Sudirman.

Saat ini Persija menantikan lawan di partai puncak antara PSS Sleman atau Persib Bandung. Final rencananya akan dihelat dua leg, yakni pada 22 April dan 25 April 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gelandang Persija Bangga Disandingkan dengan Gennaro Gattuso

gamespool
Gelandang Persija Bangga Disandingkan dengan Gennaro Gattuso 14

Football5star.com, Indonesia – Perbandingan dengan Gennaro Gattuso ternyata tak membuat gelandang bertahan andalan Persija Jakarta, Sandi Sute, tertekan. Ia malah merasa sangat senang karena bisa dibandingkan dengan legenda AC Milan tersebut.

Sandi diberi julukan sebagai Gattusonya Persija dari para suporter. Julukan tersebut diberikan kepada Sandi karena penampilan impresifnya sebagai gelandang pemutus serangan dalam tiga tahun terakhir.

“Pertama saya senang dengan julukan Gattuso tersebut. Apalagi saya sangat suka karakter permainannya,” kata Sandi Sute seperti dikutip football5star dari laman resmi Macan Kemayoran.

Sandi Sute - Persija - Gennaro Gattuso - @sandi.sute21
instagram.com/sandi.sute21

“Selain itu julukan tersebut jadi motivasi buat saya. Selama julukan itu baik, saya terima saja kan yang menilai orang lain,” sambung pemain berumur 28 tahun itu.

Lebih lanjut, Sandi mengatakan bahwa Gennaro Gattuso bukanlah satu-satunya gelandang bertahan yang menjadi sumber inspirasinya. Pemain asal Palu itu mengaku kerap memperhatikan cara bermain Bima Sakti, Ponaryo Astaman dan Hariono.

Menurut Sandi, ketiga pemain tersebut turut membangun karakter permainannya saat ini. “Permainan saya juga terinspirasi dari tiga gelandang bertahan lokal senior tersebut. Ketiganya juga membentuk karakter permainan saya saat ini.”

Sandi memang sudah menjadi pemain andalan Persija semenjak 2017 lalu. Selama tiga tahun membela panji Macan Kemayoran, Sandi berhasil mengemas 105 penampilan di semua kompetisi. Tak hanya itu, Sandi juga memiliki andil besar di balik keberhasilan Persija menjuarai Liga 1 pada musim 2017 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lebaran Ala 2 Bintang Persija di Tengah Pandemi Corona

banner matrix 1
Lebaran Ala 2 Bintang Persija di Tengah Pandemi Corona 18

Football5star.com, Indonesia – Bek sayap Persija Jakarta, Ismed Sofyan mengaku perayaan Idul Fitri tahun ini sangat spesial, meskipun pandemi COVID-19 belum juga mereda di Tanah Air. Alasannya tentu ia bisa menjalani puasa Ramadan secara penuh di Aceh serta berlebaran di kampung halamannya tersebut.

Sebelumnya, Ismed sudah meninggalkan ibu kota Jakarta untuk pulang ke kampung halamannya di Aceh sejak tim Persija diliburkan pada Maret. Ia mengaku beruntung bisa menjalani ibadah di Aceh.

Apalagi di kampungnya, Tualang Cut, nuansa Ramadan tetap bisa dirasakan seperti tahun-tahun sebelumnya, termasuk menjalani salat Idul Fitri.

“Alhamdulilah kemarin puasa sebulan penuh berjalan lancar ditambah lagi di tempat saya, Aceh Tamiang, kampung Tualang Cut, semua aktivitas nomal termasuk ibadah tentunya. Pastilah senang bisa berpuasa dan berlebaran di rumah. Sekali lagi ini berkah Ramadan,” ujar Ismed di situs resmi klub.

Ismed melanjutkan, di kampung halamannya ada beberapa makanan khas Aceh yang pas disantap saat lebaran. Salah satu yang paling khas adalah lontong sayur khas Aceh.

“Biasa di sini makanan khasnya lontong, tapi sedikit berbeda dengan Jakarta. Hampir sama tapi kemasannya berbeda. Di sini pakai mie, tauco ditambah bumbu kacang. Sedangkan lauknya biasanya rendang,” tutupnya.

Sandi Sute Lebaran di Rumah

Sandi Sute - Sergio Farias - Persija Jakarta - @sandi.sute21
@sandi_sute21

Sementara itu, gelandang Persija, Sandi Sute, memilih berdiam diri saat lebaran, sebagaimana yang diperintahkan oleh pemerintah untuk tidak pergi ke mana-mana terlebih dahulu.

Sandi hanya berkumpul bersama keluarganya yang ada di rumah saat ini. Hal itu ia lakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan keluarganya di tengah pandemi virus corona yang sudah banyak memakan korban jiwa.

“Kemarin saya hanya berlebaran dengan keluarga inti di rumah saja. Memang sedikit berbeda dibandingkan di tahun sebelumnya tapi tetap khidmat. Saya harap semua masyarakat Indonesia khususnya Jakmania juga bisa mentaati aturan ini,” ujar Sandi.

Gelandang bernomor 39 ini juga berbagi cerita tentang menu lebaran yang memang sudah menjadi ciri khas di kampung halamannya, Palu. Ada beberapa menu, salah satunya adalah Buras. “Salah satunya Buras yang bentuknya seperti lontong. Lalu ketupat ditambah daging goreng maupun ayam. Di sini bermacam-macam lah,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sandi Sute Kenang Momen Manis Bersama Sang Istri di Stadion

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Persija, Sandi Sute, memaknai Hari Kartini ini untuk berterima kasih kepada sang istri Anggun Pratiwi Kambay. Ia menyatakan pasangan hidupnya itu selalu menjadi penyemangat terlebih saat berlaga di lapangan hijau.

Setiap 21 April menjadi hari spesial bagi seluruh perempuan tanah air. Tepat pada tanggal tersebut menjadi hari lahir pahlawan perempuan Indonesia, RA Kartini.

Sandi Sute ungkapkan bahwa istrinya selalu memotivasinya baik di luar maupun didalam lapangan.

https://www.instagram.com/p/B7wBpO1lCio/

“Istri saya selalu ada ketika ada masalah apapun. Dia selalu memotivasi di dalam dan luar lapangan. Di saat semua orang berkata saya tidak bisa, ia mengatakan sesungguhnya saya bisa. Hal ini tentu memotivasi saya,” ujar Sute seperti dilansir Football5Star.com dari laman Liga Indonesia.

Sandi Sute mengutarakan kalimat yang kerap diungkapkan sang istri. selalu menyampaikan bahwa Sute fokus ke lapangan, sedangkan luar lapangan menjadi beban istri.

“Yang paling saya ingat istri berkata, saya berjuang di lapangan biar istri dan anak-anak berdoa untuk kemenangan,” ujar Sute.

Sute pun memiliki memori manis dengan sang istri yang tidak jarang hadir langsung di stadion. Salah satu pertandingan yang paling diingatnya adalah saat melawan Bali United 2018 lalu. 

“Istri dan anak-anak sering hadir di stadion saat kandang maupun tandang. Yang paling teringat saat 2018 lalu di Bali. Saya mencetak gol melawan Bali United dan menjadi salah satu kemenangan penting untuk menjadi juara. Setelah mencetak gol saya melihat istri dan anak saya ada di tribun,” kata Sute.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Persija: Tidak Ada yang Namanya Pemain Bintang di Sini

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, buka suara soal insiden yang dilakukan Sandi Sute. Menurutnya itu bukanlah karena tekanan banyak pemain bintang di Persija.

Apa yang dilakukan Sandi saat kecewa diganti bisa jadi perwujudan dari ketatnya lini tengah Persija. Persaingan lini tengah Macan Kemayoran memang sangat padat. Selain Sandi, ada pula Evan Dimas, Marc Klok, Rohit Chand, Tony Sucipto, Ramdani Lestaluhu, hingga pemain muda Adrianus Dwiki Arya.

Kendati begitu, Farias membantah kalau hal itu karena tekanan banyak pemain bintang. Timnya saat ini disebutnya punya kualitas yang sama. Tak ada yang diistimewakan, semuanya sesuai dengan taktik dan kebutuhan.

Sandi Sute - Sergio Farias - Persija Jakarta - @sandi.sute21

“Tidak ada pemain bintang di sini. Semua pemain sama. Yang bintang di sini presiden kita. Saya katakan kepada pemain kita bisa menang di dalam berapa detik tapi kita bisa kalah juga dalam beberapa detik,” ungkap Sergio Farias kepada wartawan.

“Kami tahu kami tak punya pemain bintang tapi punya pemain pintar yang tahu apa yang harus dilakukan di lapangan dan kerjakan apa yang diminta pelatih,” sambung dia.

Kejadian yang dilakukan Sandi Sute menurutnya sudah angin lalu. Si pemain jua sudah meminta maaf. Kini, semua tim dalam satu visi untuk membawa Macan Kemayoran kembali berjaya.

“Ada sedikit kesalahan soal Sandi tapi dia sudah minta maaf dengan direksi, pengurus dan Jakmania. Sudah clear masalah ini,” tutup Farias.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bepe Minta Maaf Atas Noda Kecil Persija di Awal Liga 1

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, meminta maaf atas noda kecil tim di awal Liga 1. Sebagai manajer, kesalahan yang dilakukan oleh pemain lain merupakan tanggung jawabnya.

Seperti diketahui, Persija belakangan disorot lantaran Sandi Sute yang mengamuk usai digantikan Evan Dimas. Dia akhirnya dihukum karena tindakannya kala melawan Borneo FC, di SUGBK, akhir pekan lalu.

Sandi akhirnya dihukum manajemen Macan Kemayoran dua pertandingan. Bepe, sapaan karibnya, bicara soal hukuman yang diberikan kepada Sandi Sute. Dia turut meminta maaf karena jua bertanggung jawab atas kesalahan pemain Persija yang lain.

Sandi Sute - Bambang Pamungkas - Persija Jakarta - @sandi.sute21 2
instagram.com/sandi.sute21

“Satu hal yang tidak kalah penting, popularitas akan selalu dibarengi dengan sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik dan positif bagi generasi di bawah kita,” tulis Bepe dalam laman pribadinya.

“Dan apa yang Sandi Sute lakukan kemarin, sudah barang tentu bukan menjadi sebuah contoh yang baik. Untuk itu, sebagai manajer dalam hal ini mewakili seluruh tim Persija Jakarta, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” sambung dia.

Dia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran berharga, bukan hanya untuk Sandi Sute. “Namun juga pemain-pemain Persija yang lain, dan terlebih lagi bagi pesepak bola muda Indonesia di mana pun mereka berada, bahwa: ‘Orang-orang hebat bukanlah mereka yang mampu mengendalikan orang lain, namun mereka yang mampu mengendalikan diri sendiri’,” tutup Bepe.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Apa yang Dilakukan Sandi Sute Gambaran Ketatnya Lini Tengah Persija

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Manajer tim Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, bicara soal yang dilakukan Sandi Sute beberapa waktu lalu. Dia menyebut apa yang dilakukan Sandi perwujudan dari ketatnya lini tengah Persija.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sandi terlihat tak puas usai ditarik keluar oleh Sergio Farias dalam laga melawan Borneo FC. Dia melampiaskannya dengan membanting botol minuman di pinggir lapangan sebelum masuk ke dalam lorong pemain.

Atas tindakannya itu, manajemen Persija Jakarta akhirnya mengambil sikap. Mereka secara resmi memberi hukuman dua pertandingan buat eks Borneo FC itu.

Sandi Sute - Sergio Farias - Persija Jakarta - @sandi.sute21

“Tekanan dalam sebuah pertandingan memang tidak ringan, apalagi di pertandingan perdana. Semua pemain tentu ingin bermain, menunjukkan jika ia layak untuk diberi kepercayaan, dan memberikan yang terbaik bagi tim, termasuk Sandi Sute. Apa lagi persaingan di lini tengah Persija boleh dikatakan sangat sengit, semua pemain tentu ingin memikat hati pelatih,” bilang Bepe dalam laman pribadinya.

Akan tetapi, Bepe menyebut apapun alasannya yang dilakukan Sandi bukan sesuatu yang bisa dikatakan benar. Sandi Sute, menurutnya pemain penting Persija, sama seperti penggawa lain.

“Dan oleh karena itu atas dasar rasa kebersamaan, saling menghormati, dan mendahulukan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi maka manajemen harus menegakkan aturan yang berlaku, dan sudah disepakat. Yaitu dengan memberikan sanksi disiplin,” papar Bambang.

Persaingan lini tengah Macan Kemayoran memang sangat padat. Selain Sandi, ada pula Evan Dimas, Marc Klok, Rohit Chand, Tony Sucipto, Ramdani Lestaluhu, hingga pemain muda Adrianus Dwiki Arya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andai Terus Paksa Main Lawan Borneo, Sandi Sute Bisa Dapat Hal Buruk

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain Persija Jakarta, Sandi Darma Sute, akhirnya minta maaf secara terbuka di media sosialnya usai sikapnya kala melawan Borneo FC, 1 Maret lalu. Tetapi, andai Sandi terus memaksa main bisa saja mendapatkan hal buruk.

Sandi ditarik keluar ketika laga melawan Borneo FC baru berjalan 20 menit dan posisinya digantikan oleh Evan Dimas. Dia terlihat tak puas dengan keputusan tersebut dan melampiaskannya dengan membanting botol minuman di pinggir lapangan sebelum masuk ke dalam lorong pemain.

Atas tindakannya itu, manajemen Persija Jakarta akhirnya mengambil sikap. Mereka secara resmi memberi hukuman dua pertandingan buat eks Borneo FC itu.

Sandi Sute - Bambang Pamungkas - Persija Jakarta - @sandi.sute21

Usai dihukum, Sandi Sute kemudian mengucapkan permintaan maaf di Instagram pribadinya. “Saya Sandi Sute memohon maaf atas sikap dan tingkah yg saya lakukan pada pertandingan perdana antara Persija vs Borneo FC. Atas nama pribadi saya mengatakan bahwa semuanya spontan terjadi. Karena saya begitu semangat untuk membela tim, saya terkejut pelatih menggantikan saya di menit menit awal,” tulis Sandi.

“Semuanya terjadi secara spontan, secara pribadi saya ingin memberikan kontribusi kepada tim, secara tim saya ingin Persija dengan hasil yang terbaik di laga pertama. Dan 3 poin sudah kita raih,” papar dia.

Untuk itu, Sandi sendiri menerima hukuman yang diberikan dari manajemen Persija. “Saya menerima segala konsekuensi atas apa yang sudah saya lakukan. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi saya pribadi untuk lebih baik lagi ke depannya,” ujar Sandi.

Hal itu mendapatkan banyak pembelaan dari rekan sesama pemain maupun Persija sendiri. Pembina Persija, Ardhi Tjahjoko bahkan menyebut sikap Sandi sangat gentlemen.

Paling menyentuh komentar dari eks pemain Persija, Osas Saha. Dia menyebut kalau mungkin yang terjadi di atas lapangan sudah diatur oleh yang di Atas. Bisa saja, Sandi mendapat hal buruk andai memaksa main.

“Kita tidak tahu rencana Tuhan. Mungkin kalau kamu tetap bermain di lapangan, sesuatu buruk terjadi. Tetap sabar dan percaya kamu yang terbaik Habib!” tulis Osas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija Berikan Hukuman Berat buat Sandi Sute

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Manajemen Persija Jakarta akhirnya mengambil sikap atas aksi kurang terpuji Sandi Sute pada partai melawan Borneo FC akhir pekan lalu. Melalui manajer tim, Bambang Pamungkas, Macan Kemayoran resmi mengumumkan hukuman yang diberikan kepada Sandi.

Sandi ditarik keluar ketika laga melawan Borneo FC baru berjalan 20 menit dan posisinya digantikan oleh Evan Dimas. Sandi terlihat tak puas dengan keputusan tersebut dan sempat membanting sebuah botol minuman di pinggir lapangan sebelum masuk ke dalam lorong pemain.

“Atas dasar rasa kebersamaan, saling menghormati, dan mendahulukan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi, maka manajemen memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berupa skorsing sebanyak 2 pertandingan,” kata Bambang Pamungkas seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi Liga 1.

Sandi Sute - Bambang Pamungkas - Persija Jakarta - @sandi.sute21 2
instagram.com/sandi.sute21

Lebih lanjut, Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, berharap hukuman yang diretima Sandi bisa menjadi pelajaran untuk para pemain lainnya. Ia pun mengaku tak ingin melihat insiden serupa terjadi di masa depan.

“Semoga kejadian ini yang terakhir kali, dan dapat menjadi pembelajaran tidak hanya bagi Sandi Sute, namun juga pemain yang lain,” kata Bepe menambahkan.

Hukuman yang diterima Sandi membuat sang pemain takkan ikut serta dalam dua partai lanjutan Persija di ajang Liga 1. Dua partai yang akan dilewatkan oleh Sandi ialah laga kandang melawan Persebaya Surabaya (7/3) serta pertandingan tandang di markas Bhayangkara FC (14/3).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sandi Sute Mengamuk, Begini Kata Sergio Farias

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, buka suara soal ditarik keluarnya Sandi Sute pada partai Liga 1 2020 melawan Borneo FC, Minggu (1/3) sore WIB. Menurut Farias, Sandi ditarik keluar karena tak memberikan kontribusi berarti di atas lapangan.

Sandi ditarik keluar ketika laga baru berjalan 20 menit dan posisinya digantikan oleh Evan Dimas. Sandi terlihat tak puas dengan keputusan tersebut dan sempat membanting sebuah botol minuman di pinggir lapangan sebelum masuk ke dalam lorong pemain.

“Gelandang kita tak berfungsi dan Sandi Sute terus berada di belakang. Makanya saya lakukan modifikasi taktik di babak pertama tadi,” ungkap Sergio Farias di sesi jumpa pers pasca pertandingan.

Sandi Sute - Sergio Farias - Persija Jakarta
Kenza Emeraldy

“Masuk Evan dan kita ada transisi yang bagus serta bisa dorong Rohit (Chand) dan (Marc) Klok ke depan. Kita mulai agresif lagi,” sambung Farias menambahkan.

Lebih lanjut, Farias juga enggan mempermasalahkan amarah yang ditunjukkan Sandi. Ia mengaku tak melihat aksi Sandi yang membanting botol minuman dan menyerahkan masalah ini kepada manajemen Persija.

“Saya tadi fokus ke lapangan. Untuk Sandi, nanti itu urusan sama manajemen. Pastinya semua pemain ingin main dan ada beberapa hal yang bisa terjadi di atas lapangan.”

“Yang penting, tim kita sudah main kompak untuk kemenangan ini dan kita mulai dengan baik di kompetisi,” tandas Farias.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gelandang Persija Jakarta Menuju China

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Indonesia – Gelandang Persija Jakarta, Sandi Darman Sute, menuju Hainan, China, untuk berlibur bersama keluarganya. Rencananya dia akan di sana beberapa hari sebelum kembali berlatih di Persija pada 10 Januari mendatang.

Sandi Sute menjadi salah satu dari 14 pemain yang sudah diperpanjang kontraknya bersama Persija Jakarta. Nyatanya, andil pemain asal Palu itu bersama Macan Kemayoran memang sangat baik.

Pemain 27 tahun itu tampil dalam 26 pertadingan dengan mengemas satu gol dan dua assist. Penampilannya sebagai jangkar juga lebih bersih musim ini. Dia sama sekali tak menerima kartu merah seperti musim-musim sebelumnya.

Sandi Sute - Persija Jakarta - Football5star

Jelas, dalam masa libur yang singkat ini Sandi Sute ingin memanfaatkannya dengan berkumpul bersama keluarga. Dia mengajak keluarganya untuk berlibur ke Hainan, China.

“Saya lima hari berada di sini. Saya mau memanfaatkan waktu liburan bersama keluarga di Hainan. Agendanya juga banyak mengunjungi beberapa tempat wisata di sini,” ungkap Sandi dalam laman resmi klub.

Selain mengunjungi Hainan, gelandang bernomor punggung 45 ini juga akan menikmati liburan di kampung halamannya di Palu, Sulawesi Tengah.

“Rencananya setelah lima hari di sini langsung lanjut lagi liburan di kampung halaman (Palu). Langsung pulang kampung kumpul bersama keluarga besar,” tutur eks pemain Bali United tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

3 Kali Ganti Pelatih, Mental Pemain Persija Tak Terganggu

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Persija Jakarta yang musim ini sudah tiga kali berganti pelatih tak memengaruhi mental para pemainnya. Justru, ada angin segar di balik kedatangan Edson Tavares yang diharapkan mampu membangkitkan semangat skuat.

Seperti diketahui, Tavares merupakan pelatih ketiga Persija hanya dalam setengah musim Liga 1 2019. Sebelum dia ada Ivan Kolev dan Julio Banuelos yang sudah tercelat dari posisinya sebagai juru taktik.

Tentu, seringnya berganti pelatih bisa mengganggu fokus pemain Macan Kemayoran. Tapi menurut pemain Persija, Sandi Sute, pergantian juru taktik justru bikin suasana tim lebih bergairah. Ada optimisme di dalam skuat Macan Kemayoran.

Edson Tavarez ies

“Pasti semua pelatih dan pemain punya filosofinya masing-masing. Tapi harapannya bisa bawa perubahan untuk Persija dan bisa lebih bagus lagi,” ungkap Sandi Sute kepada wartawan.

Tentu, beban berat kini dipikul oleh Tavares. Dia dituntut untuk segera membawa Persija bangkit ke jalur yang semestinya. Apalagi sampai saat ini, Macan Kemayoran masih duduk di urutan ke-14 dengan 20 poin, cuma berselisih satu angka dari zona merah.

“Semoga pelatih baru ini membawa angin segar, membawa yang terbaik buat Persija ke depan. Supaya kehadiran pelatih bisa membuat kami termotivasi, bangkit lagi, semangat lagi, semoga ada perubahan. Insya Allah,” tutup dia.

Sepak terjang Tavares terbilang panjang sebagai juru taktik. Dia pernah menangani Vietnam, Oman, hingga teranyar Yokohama FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sandi Sute Senang Metode Pelatih Baru Persija

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Persija Jakarta, Sandi Sute, mengaku terbantu dengan metode yang diterapkan pelatih baru, Julio Banuelos. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pelatih asal Spanyol tersebut lebih modern dibandingkan pelatih sebelumnya.

Sandi Sute mengatakan, datangnya Banuelos ke dalam klub jadi penambah motivasi di tengah perjuangan mengarungi kompetisi. Macan Kemayoran belum meraih satu kemenangan pun dari tiga pertandingan Liga 1 yang sudah dilewati sejauh ini.

Persija Jakarta meraih hasil imbang pada laga perdana melawan Barito Putera. Kemudian kalah dalam dua laga beruntun ketika menghadapi PSIS Semarang dan Bali United. Kondisi tersebut membuat manajemen klub bergerak cepat dengan memecat Ivan Kolev dari kursi kepelatihan.

Julio Banuelos - Persija Jakarta - Liga 1 -
persija.id

“Latihan dengan Julio sangat bagus dan sangat berbeda dengan sebelumnya. Banyak pola latihan yang berubah juga dari Julio berikan dimana kami sering bermain dengan bola,”ujar Sandi Sute dikutip dari situs resmi klub.

“Kami diberikan contoh melalui video terkait apa saja yang akan dilakukan sebelum latihan. Ini mempermudah pemain karena pemain punya gambaran sebelum menjalani latihan apalagi penjelasannya juga sangat baik,”tambahnya.

Banuelos ditunjuk menangani Persija Jakarta hingga akhir musim. Nantinya, ia akan dibantu Eduardo Perez bertindak sebagai asisten. Duet dua pelatih asal Spanyol tersebut diharapkan bisa mendongkrak posisi Macan Kemayoran di klasemen yang saat ini terdampar di peringkat ke-17.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Diunggulkan, Sandi Sute Ngotot Ingin Menang di Bali

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta harus menyambangi markas Bali United dengan kondisi lelah setelah dua laga tandang beruntun sebelumnya. Hingga memasuki pekan ketiga, Sandi Sute dkk belum juga bisa menggelar pertandingan di kandang sendiri.

Sang juara bertahan seharusnya bisa menggelar laga kandang melawan Bali United. Namun, pihak kepolisian merekomendasikan agar sebaiknya pertandingan digelar di luar Jakarta karena kondisi politik. Akhirnya, opsi pertukaran status kandang menjadi langkah alternatif yang disetujui kedua belah pihak.

Kondisi ini diakui terhitung merugikan bagi tim ibu kota. Dari segi kebugaran dan psikologis, para pemain Macan Kemayoran jelas tidak diunggulkan di laga nanti. namun, gelandang Persija, Sandi Sute, berharap hal itu tidak menjadi alasan untuk gagal meraih kemenangan.

Persija Jakarta vs Bali United - Liga 1 - baliutd. com 2

“Untuk target, semua pemain pastinya ingin menang karena pertandingan itu sangat penting untuk kami. Memang tidak mudah untuk mengalahkan mereka di kandang Bali United,” kata Sandi saat konferensi pers jelang pertandingan.

“Kami yakin, kami hanya butuh dukungan dan doa dari suporter, Jakmania khususnya. Mohon doanya semoga diberikan kemudahan dan kelancaran,” katanya melanjutkan.

Hingga memasuki pekan ketiga, Persija Jakarta masih tercecer di posisi ke-17 atau dua terbawah. Kondisi ini disebabkan hasil minor pada dua pertandingan awal Liga 1 2019. Tim ibu kota mengantongi hasil imbang pada laga perdana di kandang Barito Putera, dan kalah dari PSIS di Magelang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sandi Sute Tak Panik Soal Kondisi Persija Jakarta

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta tak meraih satu kemenangan pun selama April 2019. Dari empat pertandingan, Sandi Sute dkk menelan tiga kekalahan dan satu hasil imbang. Hasil terkini adalah tim ibu kota takluk dari Ceres Negros 2-3, di SUGBK pada Selasa (23/4/2019).

Menanggapi hasil minor ini, Sandi Sute mengaku tidak panik. Menurutnya, Persija Jakarta sudah pernah ada di posisi serupa musim lalu. Saat itu, tim ibu kota kalah dari Home United di Piala AFC 2018 (2-3), Madura United di Liga 1 (0-2), Home United (1-3), dan Persela Lamongan (0-2).

Pemain kelahiran Palu tersebut pun berharap situasi ini segera berakhir. Dalam waktu dekat, ada Becamex Binh Duong yang akan dihadapi oleh Persija dalam ajang Piala AFC 2019. Tim asuhan Ivan Kolev akan menyambangi Stadion Binh Duong, 1 Mei mendatang.

Sandi Sute - Persija Jakarta - Kalteng Putra - @Persija_JKT

Twitter @Persija_Jkt

“Memang dalam beberapa pertandingan terakhir kami meraih hasil yang kurang maksimal. Namun, bagaimana caranya para pemain harus bangkit. Beberapa tahun sebelumnya kami sudah pernah ada di situasi seperti ini,” kata Sandi Sute ketika ditemui usai latihan di Lapangan PSAU TNI Angkatan Udara, Minggu (28/4) sore.

“Semoga para pemain segera bangkit apalagi bertanding di kandang lawan tidak akan mudah. Intinya, semua harus kerja keras. Tapi memang keberuntungan belum berpihak kepada tim, yang penting jangan terlena.” Lanjut mantan gelandan Bali United tersebut.

Persija Jakarta masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup G Piala AFC 2019. Tim ibu kota butuh keajaiban untuk bisa lolos ke fase selanjutnya seperti musim lalu.  

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kalteng Putra Tuntut Sandi Untuk Minta Maaf Secara Langsung

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Manajemen Kalteng Putra, mengaku sangat kecewa dengan sikap Sandi Sute yang memutuskan untuk terus bertahan di Persija Jakarta. Manajemen klub pun menuntut Sandi untuk datang ke Palangkaraya dan meminta maaf secara langsung.

Pada (3/1) lalu, Kalteng mengumumkan bahwa mereka telah sepakat untuk mendatangkan Sandi Sute dari Persija Jakarta dengan status free transfer. Namun, Sandi langsung mengatakan bahwa dirinya tetap akan bertahan di Persija setidaknya hingga akhir musim 2019 nanti.

Hal itu tentunya membuat pihak Kalteng Putra meradang. Pasalnya, mereka telah memberikan DP (down payment) kepada sang pemain sebesar 50 % dari nilai kontraknya. Selain itu, Sandi juga sudah setuju untuk menandatangani kontrak selama satu tahun di Palangkaraya.

Sandi Sute - Persija Jakarta - Kalteng Putra - Tirto
Tirto

“Pada hari Kamis tanggal 3 Januari 2019 pukul 06.30 WIB, Tanpa ada paksaan dan dalam keadaan sadar, Sandi menandatangani kontrak bersama Kalteng Putra selama 1 tahun. Niat kami mengontrak Sandi adalah untuk merangkul bukan ‘membajak’. Tujuan kami khususnya untuk memajukan dan mengangkat persepakbolaan di Kalimantan Tengah Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, tanah berkah dan umumnya untuk memberi warna bagi persebakbolaan tanah air,” tulis keterangan Kalteng Putra. melalui akun Instagram resminya.

“Sebagai ‘Orang Timur’ yang sopan dan santun, harus bisa menyelesaikan secara baik. Sandi diterima di Kalimantan Tengah secara baik-baik, jadi harus secara baik-baik pula datang ke Palangkaraya dan meminta maaf secara langsung kepada CEO Kalteng Putra dalam waktu segera, tidak cukup hanya meminta maaf lewat sosial media, WhatsApp atau telepon,” tutupnya.

Sandi Sute Nyatakan Tetap di Persija Jakarta

Football5star.com,Indonesia – Setelah sempat menyatakan pamit lewat media sosial, Sandi Sute memutuskan bertahan di Persija Jakarta. Lagi-lagi, lewat akun Instagram-nya, pemain kelahiran Palu tersebut merevisi pernyataannya pada Kamis (3/1) pagi.

Sandi jadi bahan perbincangan soal masa depannya di Persija. Kabar tersebut sempat membuat direktur klub, Gede Widiade, meradang karena merasa tidak ada koordinasi.

Belakangan, pemain yang bersangkutan menyatakan ada kesalahpahaman antara dirinya dengan manajemen. Kabarnya, presiden klub, Ferry Paulus, turun tangan langsung untuk mencegah kepergiannya.

“Saya ingin mengklarifikasi terkait berita yang beredar belakangan ini. Ini hanya miskomunikasi antara saya dengan pihak manajemen,” bukanya dalam video tersebut.

https://www.instagram.com/p/BsLb2ZEFmDI/

“Mohon maaf atas berita selama ini karena pada intinya saya tetap di Persija Jakarta, dengan sisa kontrak satu tahun,” sambung Sandi.

Sebelumnya, pemain bernomor punggung 29 tersebut dikabarkan telah menemui kata sepakat dengan Kalteng Putra. Bahkan, tim promosi tersebut sudah kadung mengunggah gambar sang pemain di akun Instagram resmi klub.

Persija Jakarta memang tengah melakukan perombakan besar-besaran jelang mengarungi kompetisi musim depan. Pasalnya, mereka akan kembali berjuang di kancah Asia, usai lolos ke babak kualifikasi Liga Champions Asia.

Beberapa pemain yang sudah menyatakan pamit di antaranya adalah Asri Akbar dan Gunawan Dwi Cahyo. Demikian pula nasibnya dengan Renan Silva dan Rudi Widodo yang kontraknya berakhir pada penghujung Desember 2018.

Kalteng Daratkan Bintang Persija dan Persebaya

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Kalteng Putra serius dalam menatap Liga 1 2019. Tim berjuluk Ela Mikeh ini meresmikan tiga pemain baru. Dua pemain yang didatangkan ke Kalteng Putra adalah dua pemain kunci untuk klub lama mereka di musim lalu.

Ketiga pemain tersebut adalah Wasyiat Hasbullah, Ferinando Pahabol, dan Sandi Sute. Ketiga pemain tersebut resmi bergabung dengan Kalteng Putra pada 3 Januari 2019 setelah diumumkan lewat akun Instagram resmi Kalteng Putra, @kaltengputra_id.

https://www.instagram.com/p/BsKMDyGhF5M/
https://www.instagram.com/p/BsKFZrzhGXv/
https://www.instagram.com/p/BsKCF_ghuR8/

Dari ketiga pemain tersebut, hanya Wasyiat yang bukan pemain utama. Mantan pemain PSM Makassar tersebut hanya menjadi pemanas bangku cadangan. Di Liga 1 2018, pemain yang dua musim berseragam Juku Eja itu hanya bermain lima kali dengan catatan 330 menit bermain.

Sandi Sute - Persija Jakarta - Palu - Football5star
persija.id

Sementara dua pemain lain, Pahabol dan Sandi merupakan pemain kunci di klub lamanya. Dalam data yang tertulis dalam situs resmi Persebaya, Pahabol tercatat bermain sebanyak 17 kali dengan 14 kali masuk sejak menit pertama. Situs resmi Liga Indonesia mencatat, mantan pemain Persipura Jayapura ini mencetak tiga gol dan tiga assist.

Sementara untuk Sandi, ia adalah jangkar di lini tengah Macan Kemayoran. Ia yang menjaga kedalaman ketika dua gelandang Persija lainnya, Rohit Chand dan Ramdani Lestaluhu membantu serangan. Keluarnya Sandi kembali memunculkan rumor bergabungnya salah satu gelandang milik PSM, Rasyid Bakrie.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Latihan Perdana Sebentar Lagi, Persija Ditinggal Sandi Sute

Football5star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari tim juara Liga 1 2018, Persija Jakarta. Empat hari jelang latihan perdana tim, Macan Kemayoran ditinggal salah satu penggawa terbaiknya, Sandi Sute.

Dalam unggahan terbaru di Instagram pribadinya, pemain yang bersangkutan mengucapkan terima kasih sekaligus permintaan maaf. Lewat pesan terbuka, pemain 26 tahun tersebut pamit dari Persija.

“Mungkin, tahun ini kita tidak berjodoh lagi. Saya berharap, tahun-tahun yang akan datang, kita bisa bersama-sama lagi. Semoga kita semua selalu sehat dan berjumpa lagi. Amin, kalian keluargaku,” tulisnya.

https://www.instagram.com/p/BsJ8EJDFY0O/
instagram.com/sandi.sute21

“Awal datang ke sini tahun 2017, bulan Januari karena Ferry Paulus. Terima kasih banyak, Pak. Sudah mewujudkan mimpi dan cita-cita saya sejak kecil bermain di tim besar seperti Persija,” sambungnya.

Keputusan ini mengundang reaksi keras dari direktur klub, Gede Widiade. Ia mengaku tidak ada komunikasi dari sang pemain soal hengkangnya Sute. Pengusaha asal Jawa Timur tersebut menambahkan, pemain yang bersangkutan masih terikat kontrak satu tahun lagi.

“Saya juga kaget kenapa Sandi keluar, padahal masih ada satu tahun lagi kontraknya. Tidak bisa seperti itu, dia minta gaji sekian kami sanggupi. Tapi kenapa tiba-tiba dia putuskan keluar,” ujar Gede dikutip dari BolaSport. 

Keputusan ini jelas membuat sedih para pendukung tim ibu kota. Banyak yang menyayangkan Sandi memilih meninggalkan Jakarta demi lain. Terlihat dari banyaknya komentar yang membanjiri kolom di laman Instagram-nya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2018: 5 Kontroversi di Sepak Bola Indonesia

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia tak bisa lepas dari kontroversi. Khususnya di Tahun 2018. Ada banyak kejadian kontroversi yang terjadi di Indonesia.

Salah satunya adalah ketika Vladimir Vujovic dan Sandi Sute yang bermain di pekan pertama Liga 1 2018. Keduanya memiliki beban hukuman yang sejatinya membuat mereka absen di pekan pertama.

Kontroversi di sepak bola Indonesia ditutup dengan pengaturan skor yang kembali terungkap di Indonesia. Komisi Disiplin pun telah mengeluarkan vonis.

Football5star.com erikut ini telah merangkum 5 kejadian kontroversial di sepak bola Indonesia selama 2018.

Vladimir Vujovic dan Sandi Sute di Laga Pertama Liga 1 2018

Football5star - Bolacom
Bolacom

Kontroversi pertama di sepak bola Indonesia terjadi di partai pembuka Liga 1 2018. Saat itu, juara bertahan, Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta. Pertandingan itu menuai kontroversi ketika kedua kesebelasan memainkan dua pemain yang mendapatkan hukuman di kompetisi musim sebelumnya. Vladimir Vujovic mendapatkan hukuman tak boleh bermain lima pertandingan dan saat itu baru menjalani dua pertandingan.

Sementara tiu, di tim Persija Jakarta, ada Sandi Sute yang terkena kartu merah di laga pamungkas Liga 1 2017. Keduanya bisa bermain di partai pembuka Liga 1 2018 dan pihak PSSI pun telah memberikan pembelaannya dan menyatakan keduanya telah sah untuk bermain.

Perseteruan Gomez dan Manajemen Persib

Kalah dari PSMS, Mario Gomez Curiga pada Pemain
vikingpersib.co.id

Dalam sebuah klub, hubungan yang harmonis antara pelatih dan manajemen menjadi sebuah hal yang wajib. Namun hal itu tak terlihat dalam tubuh Persib Bandung. Hubungan antara Mario Gomez dan manajemen Persib Bandung tak berjalan mulus dan berakhir dengan tidak diperpanjangnya kontrak Gomez sebagai pelatih.

Umuh Muchtar, lewat Pikiran Rakyat sempat membeberkan salah satu alasan tidak harmonisnya hubungan kedua belah pihak itu yang bermula dari gaji. “Mario Gomez minta naik gaji, dituruti oleh Pak Glenn. Gajinya naik 50 persen, kalau tidak salah. Lalu Fernando Soler juga ikut-ikutan meminta kenaikan gaji, sudah dituruti juga, naik 20 persen, tapi fernando Soler tidak mau. Dia memaksa ingin kenaikannya sama seperti Mario Gomez,” ucap Umuh dikutip Football5star dari Pikiran Rakyat.

Kontrak Luis Milla Tak Diperpanjang

Ratu Tisha - PSSI - Luis Milla
Pribadi

Tidak berlanjutnya kontrak Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia menjadi salah satu keputusan paling nyeleneh yang dikeluarkan PSSI. Dianggap gagal memenuhi target menggapai empat besar Asian Games 2018, kontrak Milla diputus hanya beberapa minggu menjelang Piala AFF 2018 bergulir.

Publik pun dibuat kesal dengan keputusan PSSI, karena ujungnya, penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018  sangat buruk dan gagal melaju di babak semifinal Piala AFF 2018. Selepas Piala AFF 2018, PSSI pun menunjuk Simon McMenemy sebagai juru taktik Timnas Indonesia. Bima Sakti yang sebelumnya membesut Timnas Indonesia pun ditunjuk sebagai Timnas U16 Indonesia.

Jadwal Mundur Persija Jakarta

Persija Selebrasi Juara Liga 1 2018_Foto Media Persija (3)
mediapersija

Persija Jakarta menjadi salah satu klub di Liga 1 2018 yang jadwal pertandingannya sering mundur. Mundurnya jadwal Macan Kemayoran yang pertama dilatarbelakangi oleh jadwal mereka di Piala AFC, ketika mereka melawan Perseru Serui di pekan keenam. Seharusnya, Persija harus melawat ke Serui pada 6 April 2018, namun diundur hingga 3 Juli 2018.

Pertandingan lain yang mundur adalah ketika melawan Persib Bandung pada 28 April. Pertandingan itu molor karena tak keluarnya rekomendasi dari Kepolisian. Jadwal tersebut berdekatan dengan Hari Buruh pada 1 Mei 2018.

Pengaturan Skor di Liga 2 2018

Komisi Disiplin (Komdis PSSI) memutuskan memberikan hukuman untuk PS Mojokerto Putra dan Krisna Adi Darma - Football5star - Kampiun Id
Kampiun Id

Isu pengaturan skor kembali menyeruak di sepak bola Indonesia. Kini, kasus itu merembet ke Liga 2 2018. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memutus bersalah PS Mojokerto Putra dan Krisna Adi Darma karena mereka dianggap terlibat dalam pengaturan skor.

Berdasarkan rilis resmi yang dikeluarkan PSSI, PS Mojokerto Putra tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia musim 2019. Hukuman untuk Krisna Adi lebih berat, yakni dihukum larangan beraktifitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sandi Sute Bersyukur Keluarga di Donggala Selamat dari Musibah

Football5star.com, Indonesia – Indonesia kembali berduka setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya, Jumat (28/9/2018). Musibah ini pun mengguncang hati bintang Persija Jakarta, Sandi Sute, yang berasal dari Palu.

Sandi sangat khawatir usai mendengar kabar itu selepas latihan. Terlebih sesaat musibah itu terjadi ia kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di Palu maupun Donggala.

Akan tetapi, kekhawatiran tersebut perlahan hilang setelah ia berhasil menghubungi keluarga di Donggala. Namun, ia masih belum bisa tenang karena keluarganya di Palu belum bisa dihubungi lewat telepon.

gempa dan tsunami palu @Sutopo PN
@Sutopo_PN

“Alhamdulillah keluarga di Donggala dan Wani dari istri selamat semua, akan tetapi rumah hancur di hantam tsunami. Tinggal tunggu kabar keluarga di Palu dan Taipa kampung halaman mengingat mereka belum bisa ditelepon,” tulis Sandi di instastory-nya, Sabtu (29/9/2018).

Gempa berkekuatan 7.7 SR yang mengakibatkan tsunami memporak-porandakan Palu dan sekitarnya. Pusat Vulaknologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat, kejadian terjadi pukul 17.02 WIB.

Dalam keterangannya, PVMBG menyebutkan, gempa bumi dengan episenter pada koordinat 119,85oBT; 0,18oLS, dan kedalaman 10 kilometer, diawali dengan kejadian gempa bumi awal dan diikuti oleh serangkaian kejadian gempa bumi susulan di daerah Kabupaten Donggala.

“Mohon do’anya buat keluarga saya dan masyarakat Palu yang terkena gempa. Semoga dalam lindurngan Allah SWT,” kata Sandi. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 800 jiwa menjadi korban.

Gelandang Persib Dihukum Komdis PSSI Usai Pukul Sandi Sute

Football5star.com – Persib Bandung harus mendapat kejutan jelang melawan PSIS Semarang, Minggu (8/7/3018) malam ini. Sebab, beberapa jam sebelum memulai pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), In-kyun Oh harus absen karena dihukum Komisi Disiplin PSSI.

Gelandang asal Korea Selatan itu mendadak mendapat hukuman dari Komdis PSSI usai terbukti melakukan pemukulan terhadap pemain Persija Jakarta, Sandi Sute, di Stadion PTIK, 30 Juni 2018 lalu. Dia lantas dikenahi hukuman berat, yakni sanksi dua pertandingan.

Itu artinya mantan pemain Mitra Kukar FC tersebut harus absen saat melawan PSIS dan Perseru Serui, 12 Juli mendatang. Tak hanya itu, In-kyun juga dijatuhi denda sebesar Rp 25 juta.

oh in kyun (vikingpersib.co.id)

“Merujuk kepada pada 49 ayat (1) d dan (2) Kode Disiplin PSSI, Sdr. Oh In-Kyun dihukum larangan bermain sebanyak dua (2) kali, pada pertandingan PERSIB vs PSIS Semarang, tanggal 8 Juli 2018, Perseru Serui vs PERSIB, tanggal 12 Juli 2018,” kutip website resmi klub Persib pada (8/7/2018) siang.

Tak hanya In-kyun, Fernando Soler pun turut mendapat hukuman dari Komdis PSSI. Asisten pelatih sekaligus penerjeman Roberto Carlos Mario Gomez itu dilarang mendampingi klub di bench pemain termasuk di ruang ganti saat pertandingan melawan PSIS, Perseru, dan Persela. Itu tersebab protes berlebihannya kepada wasit cadangan di laga melawan Persija. Ia juga didenda Rp. 25 juta atas kasusnya tersebut

“Merujuk kepada pasal 17 jo. pasal 41 ayat (1) Kode Displin PSSI, Sdr. Fernando Soler dihukum larangan masuk ke ruang ganti serta duduk di bench sebanyak tiga pertandingan, pada pertandingan Persib Bandung vs PSIS Semarang, tanggal 8 Juli 2018, Perseru Serui vs Persib Bandung, tanggal 12 Juli 2018, Persela Lamongan, tanggal 16 Juli 2018,” tandas pernyataan itu.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Pelatih Persija Buka Suara Soal Akumulasi Sandi Sute

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persija Jakarta, Stefano “Teco” Cugurra, tidak tahu menahu soal kartu merah Sandi Sute. Pada laga pamungkas musim lalu melawan Bhayangkara FC, ia meninggalkan lapangan lebih awal karena mendapat kartu merah.

Seharusnya, laga perdana musim ini menghadapi lawan yang sama, Sandi masih tidak bisa bermain. Kejadian ini membuat Teco heran. Pasalnya, sebelum pertandingan ia sudah memastikan kepada manajemen dan pemain yang bersangkutan bisa main.

SUGBK Persija v Song Lam
dok.mediapersija

“Setahu saya, semua pemain punya yang akumulasi musim lalu sudah selesai. Waktu saya tanya manajemen,  mereka bilang aman. Jadi, itulah sebabnya saya mainkan dia (Sandi),” ucap Teco usai latihan di Lapangan Sutasoma, Jakarta Timur, Selasa (27/3).

Kasus ini sempat menjadi pembicaraan publik sepak bola tanah air. Bahkan, pemain Bhayangkara FC, Vladimir Vujovic, mendapat larangan lima pertandingan musim lalu saat masih membela Persib Bandung.

Menurut hitungan, Vlado masih punya larangan tampil dalam tiga pertandingan. Namun, sama seperti Sandi, dirinya luput dari pengawasan dan bebas melenggang ke lapangan hijau.

Laga tersebut pun berakhir dengan skor kacamata. Kini, Persija menempati peringkat ke-12 klasemen sementara dengan tabungan satu poin. Teci dan anak asuhnya punya kesempatan menambah poin saat jamu Arema FC di SUGBK, pada Sabtu (31/3) malam.

Sandi Sute Kagumi Lini Tengah Arema FC

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta akan bertandang ke Stadion Kanjuruhan untuk menerima jamuan tim tuan rumah Arema FC dalam laga lanjutan Liga 1 2017. Pertemuan kedua tim akan menjadi laga spesial karena keduanya merupakan tim unggulan yang dihuni pemain-pemain berkualitas di segala lini. Salah satu sektor yang menonjol pada pertandingan besok adalah lini tengah.

Baik Arema FC atau Persija memiliki stok lini tengah melimpah. Singo Edan punya Esteban Vizcarra, Hendro Siswanto, hingga Ahmad Bustomi. Sementara tim tamu, datang dengan nama-nama seperti Rohit Chand, Fitra Ridwan, dan Sandi Sute.

Nama terakhir mengakui laga besok tidak akan berjalan mudah. Terlebih, jika melihat kekuatan lini tengah yang dimiliki tim tuan rumah.

“Saya akan berhadapan dengan senior saya seperti Esteban, Bustomi, dan lainnya. Mereka semua memiliki kualitas yang tidak main-main. Sebagai pemain, saya harus optimistis bisa memberikan yang terbaik untuk tim,” ujar Sandi.

Pemain kelahiran Palu tersebut berjanji akan mengerahkan kemampuan terbaiknya demi bisa mencuri poin dari Malang. Keinginan tersebut akan ia anggap sebagai kado manis bagi dirinya yang baru saja berulang tahun.

:”Saya harap besok malam kami bisa mencuri poin dari Arema, atau bahkan meraih kemenangan. Dengan begitu kami tidak akan pulang dengan tangan hampa karena kemarin saya baru ulang tahun,” lanjut pemain yang kini berusia 25 tahun tersebut.

Persija Siap Curi Poin di Kandang Bali United

Football5star.com, Indonesia – Bermodal tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima laga terakhir, Persija Jakarta siap curi poin saat bertandang ke markas Bali United pada laga lanjutan Liga 1,  Jumat (15/9/2017). Optimisme itu disampaikan gelandang tengah andalan Macan Kemayoran, Sandi Sute.

“Saya mewakili rekan-rekan, tentunya sudah siap menghadapi pertandingan melawan Bali United. Saya berharap tentunya semoga pertandingan besok berjalan lancar untuk kami. Mudah-mudahan target mencuri poin besok bisa kami wujudkan,” tegas Sandi saat konferensi pers jelang pertandingan, Kamis (14/9/2017).

Pertandingan tersebut akan menjadi laga spesial bagi Sandi karena selain pernah membela Bali United, Ia juga akan berhadapan dengan kapten Serdadu Tridatu, Fadil Sausu. Kedua pemain tersebut mempunyai keterikatan satu sama lain. Pasalnya, mereka adalah pemain yang sama-sama berasal dari Kota Pali, Sulawesi Tengah.

Tentu laga ini akan menjadi ajang reuni bagi kedua pemain yang kini akan bertemu sebagai lawan itu.

“Ya, saya tetap hormat pada Fadil Sausu yang merupakan pemain yang berasal satu kampung dengan saya. Saya juga melihat Fadil adalah pemain yang memiliki kualitas bagus,” ungkap pemain bernomor punggung 21 tersebut.

Head to Head antara Sandi dengan Fadil di lapangan hijau nanti, tentu akan menjadikan pertandingan tersebut semakin menarik.

“Kita lihat saja pembuktiannya di lapangan besok siapa yang akan mampu menguasai lapangan tengah,” ujar Sandi.

Gelandangnya Sering Mendapat Kartu, Ini Kata Pelatih Persija

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra, angkat suara mengenai gelandang tengahnya, Sandi Sute yang sering mendapat kartu dari wasit. Hingga pekan ke-20 Liga 1 2017 bergulir, Sandi sudah mengoleksi sepuluh kartu dengan rincian delapan kuning dan dua merah. Tidak ingin dirugikan oleh pemainnya sendiri, Stefano mengaku sudah memberikan saran kepada gelandang kelahiran Palu tersebut.

“Saya sudah bicara dengan Sandi. Dia pemain penting untuk tim ini dalam menjaga pertahanan. Setiap kali dia kena kartu pasti tim rugi. Dia harus menahan sedikit emosinya agar tidak terlalu bermain keras,” ungkap Teco saat konferensi pers di Stadion Patriot, pada Senin (14/8/2017).

Permainan keras yang sering diperagakan Sandi, dianggap Teco merupakan sesuatu yang wajar. Posisi tempat dia bermain, membuat Sandi mau tidak mau harus melakukan hal-hal yang dianggap perlu dilakukan.

Dia gelandang bertahan. Tugasnya harus marking, bertahan, dan menekan lawan. Itu yang membuatnya kadang-kadang lebih rentan mendapatkan kartu dari wasit,” lanjut Teco.

Musim ini, Sandi dua kali diusir wasit pada laga penting. Kartu merah pertama ia terima saat jumpa PSM di Stadion Andi Mattalatta, pada putaran pertama.  Ia diusir wasit di menit ke-72 akibat dianggap melanggar Titus Bonai. Kartu merah kedua ia terima ketika laga klasik melawan Persib Bandung, bulan lalu. Sandi dihadiahi kartu kuning kedua usai menarik gelandang Persib, Matsunaga Sohei.

Saat mengalahkan Persiba Balikpapan pekan lalu, mantan pemain Borneo FC tersebut juga sempat menerima kartu kuning dari wasit asal Kyrgystan, Rysbek Shekerbekov. Beruntung, wasit impor tersebut tidak sampai mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Sandi.

 

Sandi Sute Raja Kartu Liga 1

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang paling disorot selama separuh musim Liga 1 bergulir. Salah satunya adalah status Sandi Sute sebagai raja kartu di Liga 1 2017.

Sebenarnya, ada beberapa catatan positif ang diraih Persija. Rekor kemenangan 12 laga dan jumlah penonton terbanyak menjadi prestasi Macan Kemayoran sejauh ini. Namun, selain unggul dalam kedua rekor di atas, tim asuhan Stefano Cugurra juga menjadi tim yang paling banyak menerima kartu.

Tim yang kini bermarkas di Stadion Patriot tersebut, ada di peringkat keenam tim dengan raihan kartu terbanyak. Mereka menerima 42 kartu selama putaran pertama berlangsung.

Tim pengoleksi kartu terbanyak adalah PS TNI dengan 62 kartu. Diikuti PSM, Borneo, dan Persela di bawahnya. Sementara sang juara paruh musim, Madura United, ada di peringkat kelima dengan 43 kartu.

Meski hanya menduduki peringkat keenam dari 18 kontestan Liga 1, Persija menyumbang pemain dengan penerima kartu terbanyak. Sandi Sute adalah pemain yang paling sering dihadiahi kartu oleh wasit dengan sembilan kali. Ia menjadi pemain dengan kartu kuning terbanyak dengan tujuh kartu.

Selain menjadi pemain dengan kartu kuning terbanyak, Sandi juga merajai perolehan kartu merah. Ia menerima dua kali kartu merah dari wasit. Kedua kartu merah tersebut ia terima ketika melawan PSM Makassar dan Persib Bandung.

Sebagai pengoleksi kartu kuning terbanyak, Sandi tidak sendiri. Ia ditemani bek Mitra Kukar, Jorge Gotor, serta pemain PS TNI, Manahati Lestusen. Sementara di kategori kartu merah, Sandi Sute bersanding dengan kapten Arema FC, Johan Alfarizi.