Juergen Klopp Sebut Burnley Main Kasar, Ini Respons Sean Dyche

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Burnley, Sean Dyche, kecewa dengan pelatih Liverpool, Juergen Klopp yang menyebut beberapa pemainnya bermain kasar. Dyche merasa komentar Klopp itu sama sekali tidak perlu.

Liverpool berhasil menang 2-0 melawan Burnley, (21/8/21). Tapi Klopp kesal dengan dua pemain Burnley, Ashley Barnes dan Chris Wood, yang menurutnya bermain kasar.

“Anda melihat tekel keras Barnes dan Wood kepada Virgil van Dijk dan Joel Matip. Saya tidak yakin apakah kita menuju ke arah yang benar dengan keputusan semacam ini. Rasanya sepak bola kita seperti mundur 10-15 tahun ke belakang,” kata Klopp pasca laga.

Juergen Klopp Bahagia dengan Atmosfer Stadion Anfield - Burnley

Sean Dyche: Komentar Juergen Klopp Tidak Pantas

Dyche merasa kecewa dengan komentar Klopp, apalagi pelatih asal Jerman itu menyebut nama pemain. Dyche merasa pemain sudah bermain secara profesional.

“Kekecewaan saya adalah dia menyebut nama, sama sekali tidak perlu melakukan itu. Kami memiliki pemain profesional yang telah bekerja sangat, sangat keras dalam karier mereka untuk mencapai tempat yang mereka capai,” kata Dyche seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Juergen Klopp Konfirmasi Liverpool Tak akan Beli Pemain Mahal
VNExplorer

“Kekhawatiran saya adalah dia mempertanyakan bahwa sebuah tim seharusnya tidak melakukan semua yang mereka bisa untuk memenangkan pertandingan sesuai peraturan. yang jelas kami lakukan, karena tidak ada satu kartu pun.”

Klopp bahkan meminta para fans untuk “menonton pertandingan gulat” jika mereka tertarik untuk melihat laga seperti Liverpool vs Burnley. Dyche tak mau berkomentar banyak soal ucapan Klopp itu.

“Terserah dia. Komentarnya apa adanya. Itu bukan terserah saya. (Orang bisa) menggunakan kata-kata apa pun yang mereka inginkan untuk menggambarkan apa pun yang mereka inginkan, dan merasa cocok untuk melakukannya.” ujarnya.

Pelatih Burnley: Harry Kane 160 Juta Pounds? Itu Harga Sebuah Klub

gamespool
Pelatih Burnley: Harry Kane 160 Juta Pounds? Itu Harga Sebuah Klub 8

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Burnley, Sean Dyche, bingung saat mengetahui berita yang menyebut bahwa pemain Tottenham, Harry Kane akan direkrut dengan harga 160 juta pounds. Menurut, Dyche, harga itu setara dengan sebuah klub sepak bola.

Sebelumnya, laporan dari The Sun menyebut bahwa Chairman Tottenham, Daniel Levy telah setuju untuk menjual Kane ke Manchester City dengan harga 160 juta pounds dan akan mendapatkan gaji 400 ribu pounds per pekan. Tapi, kabar itu masih belum terkonfirmasi kebenarannya.

Pelatih Burnley Harry Kane 160 Juta Pounds Itu Harga Sebuah Klub 2
football.london

Jika itu benar terjadi, Kane akan menjadi pemain termahal dalam sejarah Premier League. Rekor saat ini dipegang oleh Paul Pogba saat dia dipulangkan oleh Manchester United dari Juventus dengan harga 89 juta pounds pada 2016.

Pelatih Burnley, Sean Dyche, mengeluarkan lelucon setelah mengetahui berita itu. Menurutnya, City berusaha untuk membeli sebuah klub sepak bola, bukan seorang pemain. Tapi, Dyche mengakui Kane merupakan pemain top.

“Sejujurnya, saya tidak tahu apakah mereka membeli klub atau pemain! Ketika saya mendengar itu, saya seperti, ‘benarkah?’ Tapi siapa yang tahu. Tapi dia pemain top,” ucap Sean Dyche seperti dikutip Football5Star.com dari talkSport.

Sean Dyche sendiri merasakan bagaimana susahnya menyakinkan pemain, apalagi untuk tim sekelas Burnley. Pada bursa transfer musim panas ini, Burnleu baru mendatangkan satu pemain, kiper Wayne Hennessey dari Crustal Palace dengan status free transfer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sean Dyche Anggap Wajar Pertengkarannya dengan Juergen Klopp

gamespool
Sean Dyche Anggap Wajar Pertengkarannya dengan Juergen Klopp 11

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Liverpool vs Burnley di Stadion Anfield, Jumat (22/1/2021) hadirkan tensi tinggi antar pemain dan kedua pelatih. Di duel yang dimenangkan oleh Burnely dengan skor 0-1 itu, Sean Dyche dan Juergen Klopp sempat bersitegang di jeda babak pertama.

Saat pertandingan babak pertama berakhir, Klopp sempat beradu pendapatan dengan cukup sengit dengan Dyche saat keduanya berpapasan ketika akan masuk ke lorong ganti pemain. Klopp dalam tayangan video yang beredar di sosial media bahkan sampai mengejar Dyche dan kembali berdebat sengit.

Usai pertandingan, Dyche mengaku bahwa apa yang terjadi dengan Klopp di jeda babak pertama adalah sesuatu yang wajar. Menurut Dyche, perdebatan dirinya dengan Klopp hanya ekspresi dari dua pelatih yang sama-sama menginginkan hasil terbaik.

“Anda tahu kami datang ke tempat ini dan kami diizinkan untuk bertarung dan mencoba untuk menang,” kata Dyche seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Sabtu (23/1).

“Itu saja yang terjadi. Itu hanya dua manajer yang berjuang untuk bisa memenangkan pertandingan. Tidak ada yang salah dengan itu,” tambah Dyche.

Bagi Dyche, yang terpenting saat ini ialah kemenangan 1-0 Burnley atas Liverpool. Ia sangat senang dengan penampilan anak asuhnya. Menurut Dyche, pemain Burnley menunjukkan rasa percaya diri yang luar biasa.

“Kami tidak kekurangan kepercayaan. Kami terkadang melakukan itu. Kami hampir menang di sini musim lalu. Itu tidak berarti kami akan menang malam ini. Tapi pada akhirnya kami bisa melakukan itu dan melakukannya dengan cara yang kami bisa,” ungkap Dyche.

Kekalahan dari Burnley membuat Liverpool tertahan di posisi keempat klasemen Liga Inggris dengan 35 poin, selisih lima angka dari Manchester United di puncak klasemen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Burnley Kalahkan Liverpool Bukti Kegilaan Premier League

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Burnley tampil luar biasa di Anfield. Menghadapi tuan rumah Liverpool, Jumat (22/1/2021) dinihari WIB anak asuh Sean Dyche menang 1-0.

Gol semata wayang di Anfield dicetak oleh Ashley Barnes lewat titik putih tujuh menit jelang laga berakhir. Hasil ini sekaligus jadi kekalahan perdana Liverpool di Anfield dalam tiga tahun terakhir.

Sementara bagi Sean Dyche, mengalahkan Liverpool di Anfield jadi kegilaan lain untuk anak asuhnya. Sebab pada dua laga terakhir mereka selalu menelan kekalahan.

sean dyche burnley
mirror

“Ini benar-benar perubahan dari para pemain, Banyak upaya harus dilakukan untuk mpenampilan ini ketika Anda bermain di lapangan seperti ini. Jadi saya sangat senang. Itu penalti yang pantas menurut saya,” kata pelatih Burnley kepada BBC, Jumat (22/1/2021).

“Kegilaan dari cerita Premier League adalah kami baru saja kalah dalam dua pertandingan. bahkan dengan penampilan yang bagus dan tiba-tiba cerita sangat berbeda. Itulah kompleksitas berada di Premier League. ceritanya berubah di setiap hasil,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pelatih asli Inggris menilai kemenangan Burnley ini sangat pantas didapat. Terlebih tuan rumah tidak memberi tekanan berarti untuk timnya.

“Liverpool memiliki peluag tapi tidak ada peluang emas. Selain upaya Divock Origi dan penyelamatan Nick Pope di sisi kirinya, tidak banyak peluang dari mereka. Sangat menyenangkan melihat itu,” tutup Sean Dyche.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Burnley Minta Maaf soal Pesawat yang Membawa Spanduk White Lives Matter

gamespool
Burnley Minta Maaf soal Pesawat yang Membawa Spanduk White Lives Matter 18

Football5Star.com, Indonesia – Laga Premier League antara Manchester City vs Burnley diwarnai aksi tidak terpuji yang terjadi saat laga baru saja dimulai. Sebuah pesawat terbang di atas Stadion Etihad dengan membawa spanduk bertuliskan ‘White Lives Matter Burnley’.

“Burnley Football Club mengutuk keras pada pihak yang bertanggung jawab atas pesawat yang membawa spanduk bernada ofensif di atas Stadion Etihad. Kami secara tegas menyatakan pihak yang bertanggung jawab tersebut tidak akan diterima di Turf Moor, tulis pernyataan Burnley seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

The Clarets melanjutkan, “hal seperti ini tidak merepresentasikan Burnley Football Club dan kami akan bekerja bersama pihak berwajib untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab serta bakal memberinya hukuman seumur hidup (tidak boleh datang ke Stadion).”

Pihak klub Burnley menegaskan bahwa mereka mendukung aksi gerakan ‘Black Lives Matter‘ dan sekaligus meminta maaf kepada pihak Premier League dan Manchester City.

Burnley Minta Maaf soal Pesawat yang Membawa Spanduk White Lives Matter
Mirror

“Kami mendukung penuh inisiatif Premier League untuk gerakan ‘Black Lives Matter‘. Semua pemain dan staf kami ikut berlutut pada saat kick off melawan Manchester City. Kami minta maaf kepada Premier League, Manchester City, dan semua pihak yang mempromosikan Black Lives Matter,” tulis Burnley.

Sang kapten, Ben Mee, mengatakan bahwa dia merasa malu karena sikap dari sebagian suporter klubnya itu.

“Saya malu melihat sebagian kecil fans kami memutuskan untuk menaruh itu di sekitar Stadion. Itu benar-benar melenceng dari poin yang kami coba capai sebagai komunitas sepakbola, sebagai pemain. Sangat memalukan. Hal buruk ini tidak mewakili mayoritas fans kami, ucap Mee.

Pelatih, Sean Dyche juga mendukung pernyataan dari Mee dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung karena spanduk itu.

“Ini sangat tak bisa dimaafkan. Anda tak mau itu dikaitkan dengan seluruh kota, para warga kota Burnley, atau klub. Saya tahu klub langsung memberi pernyataan dan saya hanya bisa meminta maaf sebagai manajer klub,” kata Dyche.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tahan Manchester United, Manajer Burnley Lanjutkan Tren Apik

Football5Star.com, Indonesia – Hasil apik dituai Burnley saat melawat ke Stadion Old Trafford, Rabu (30/1/2019) dini hari WIB. Anak-anak asuh Sean Dyche berhasil menahan Manchester United dengan skor 2-2. Mereka hampir saja menang andai tak ada gol penyeimbang dari Victor Lindelof pada injury time.

Hasil imbang itu jadi catatan khusus bagi Sean Dyche. Manajer Burnley itu meneruskan catatan apik setiap kali timnya melakoni laga pada Selasa waktu setempat di Premier League. Kini, dia menuai tiga kemenangan dan dua kali imbang dalam lima laga yang digelar Selasa.

Di samping itu, manajer Burnley itu kini selalu berhasil menuai hasil imbang dalam tiga lawatan terakhir ke Old Trafford. Sebelum ini, dia membawa Burnley imbang 0-0 pada musim 2016-17 dan 2-2 pada musim berikutnya.

Sepanjang kiprahnya sebagai manajer, Sean Dyche telah empat kali melawat ke Old Trafford. Dari empat lawatan itu, hanya sekali dia kalah. Itu dialami dalam lawatan pertamanya pada 11 Februari 2015. Burnley yang ditanganinya takluk 1-3 dari anak-anak asuh Jose Mourinho.

Meskipun berhasil meneruskan tren bagus di Old Trafford, Sean Dyche tetap memendam kekecewaan. Pasalnya, hasil imbang 2-2 itu membuat dia tetap tak pernah menang atas Manchester United. Kini, dia hanya menuai empat hasil imbang dan empat kekalahan dalam delapan kesempatan.

Sean Dyche menilai Manchester United tak pantas dapatkan penalti saat menghadapi Burnley.
standard.co.uk

Secara khusus, dia kecewa oleh putusan wasit memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah pada menit ke-86. Menurut dia, Jesse Lingard sengaja menjatuhkan diri saat berduel dengan Jeff Hendrick.

“Saya sungguh tak suka ketika ada sentuhan di bahu, tapi mereka lantas jatuh. Namun, beginilah sepak bola modern,” keluh Sean Dyche selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari BBC.

Ole Gunnar Solskjaer yang Terus Banjir Pujian

Football5star.com, Indonesia – Pujian untuk Caretaker Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, seakan tak bisa berhenti. Kali ini datang dari Manajer Burnley, Sean Dyche.

Sejak dilatih Ole Gunnar Solskjaer, United berhasil bangkit. Paul Pogba dan kawan-kawan sukses meraih delapan kemenangan beruntun (enam di Liga Inggris dan dua di Piala FA).

Berkat hasil itu, United berada di posisi enam klasemen. Setan Merah cuma terpaut tiga angka lagi dari Chelsea di posisi empat (batas akhir Liga Champions).

Ole Gunnar Solskjaer manchester united
Getty Images

“Tampaknya dari luar, Ole Gunnar Solskjaer mencoba memberikan lebih banyak kebebasan pada timnya,” kata Dyche di Soccerway.

“Lebih banyak energi tampaknya telah menghampiri para pemain. Saya pikir itu adalah keterampilan sendiri. Saya pikir mungkin itulah yang telah dia lakukan. Dia memberikan perasaan yang berbeda kepada tim dengan caranya sendiri.”

“Tapi saya pikir mereka telah merespons dan mereka memberikan kinerja yang baik. Tampaknya ada sedikit lebih banyak percikan, bukan perubahan taktis besar-besaran, tetapi hanya percikan positif di dalam tim,” Dyche menambahkan.

Pada Rabu (30/1/2019) dini hari WIB, United akan menjamu Burnley di Old Trafford. Kemenangan jadi harga mati bagi Ole Gunnar Solskjaer dan pasukannya demi mengejar Chelsea.

Dyche Masih Tunggu Kabar Soal Cedera Pope

Football5star.com, Indonesia – Burnley mendapat kabar buruk pada jeda pramusim kali ini. Kiper mereka, Nick Pope, mengalami cedera bahu usai bertabrakan dengan rekan setimnya, James Tarkowski saat menghadapi Aberdeen.

Menanggapi soal ini, manajer The Clarets, Sean Dyche, masih memantau perkembangan kondisi anak asuhnya tersebut. Meski demikian, ia sudah memperkirakan jika cedera yang menimpa kiper 26 tahun tersebut terjadi cukup parah.

SeanDycheBurnleyvManchesterCityPremierNDgMGh8jYMBl
zimbio.com

“Nick mengalami cedera bahu. Kami masih menunggu kabar terbaru soal ini. Tapi, sepertinya itu adalah cedera parah jika dilihat dari gelagatnya saat ditarik ke pinggir lapangan,” kata Dyche dikutip dari SkySports.

Absennya Pope di atas lapangan langsung membawa keuntungan bagi sang lawan. Tak lama kemudian, Gary Mackay-Steven mencetak gol dari kotak penalti setelah Tarkowski dianggap menahan bola dengan tangan.

Akan tetapi, Burnley bisa terhindar dari kekalahan setelah pada menit ke-80, Sam Vokes berhasil menyamakan keunggulan. Kedudukan kuat satu gol pun bertahan hingga pertandingan yang berlangsung di Pittodrie Stadium tersebut selesai.

“Sepertinya hasil ini cukup adil untuk kedua tim. Terlebih jika melihat Aberdeen juga bermain cukup baik hari ini. Bisa dibilang, pertandingan tadi berjalan ideal dari segi permainan yang dipertunjukkan oleh kedua klub,” lanjutnya.

Dyche Bangga Pope Masuk Skuat Inggris

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Penampilan gemilang Nick Pope musim ini berhasil membuatnya masuk ke dalam daftar pemain Inggris di Piala Dunia. Pemain 26 tahun itu sukses menyingkirkan Joe Hart dalam perebutan tempat terakhir di posisi penjaga gawang The Three Lions.

Manajer Pope di Burlney, Sean Dyche, mengaku bangga terhadap pencapaian anak asuhnya. Ia pun mengatakan Pope pantas masuk ke skuat Gareth Southgate karena bermain luar biasa musim ini.  Pope berhasil bermain gemilang dan mampu menggantikan posisi Tom Heaton  dengan sempurna.

Nick Pope (www.old.football5star.com)
scroll.in

“Nick bermain dengan sangat baik musim ini. Pemanggilannya pun seakan menjadi bukti terhadap kualitas permainannya musim ini,” ujar Dyche dikutip footballl5star.com dari Lancashire Telegraph.

“Dia tidak hanya mampu menggantikan Tom Heaton yang cedera. Namun, ia juga membuat Heaton kesulitan untuk mendapatkan tempatnya kembali. Kualitasnya juga telah dibuktikan dengan gelar pemain terbaik kami musim ini dan keikutsertaannya di Piala Dunia,” lanjut pria 46 tahun itu.

Pope sebenarnya juga menjadi bagian dari skuat Inggris yang bermain di laga persahabatan melawan Belanda dan Italia pada bulan Maret lalu. Namun, ia tidak dimainkan di kedua laga tersebut.

Bersama The Clarets musim ini, mantan penjaga gawang Charlton Athletic itu berhasil mencetak 18 clean sheet. Ia juga menjadi bagian vital dari tim Burnley yang sukses finis di peringkat ke-7 Premier League dan berhasil lolos ke Liga Europa musim depan.

Imbangi City, Bos Burnley: Pemain Menunjukkan Kualitas

Football5Star.com, Indonesia – Burnley kembali melanjutkan tren kejutan musim ini. Terbaru mereka baru saja menahan imbang Manchester City 1-1 di Turf Mor Stadium, Sabtu (3/2/2018). Bagi pelatih Sean Dyche, hasil tersebut didapat berkat pemainnya yang menunjukkan kualitas tim.

City sejatinya mampu mendominasi permainan dengan mencetak banyak peluang, baik melalui Sergio Aguero, Raheem Sterling, maupun Bernardo Silva. Namun, hanya tendangan Danilo saja yang bersarang ke gawang Burnley.

Dyche pun mengaku sempat berpikir akan kembali menderita kekalahan. Namun, dengan apa yang diperlihatkan anak asuhnya pada babak kedua membuatnya kembali percaya Burnley bisa meraih angka.

SeanDycheBurnleyvManchesterCityPremierNDgMGh8jYMBl
zimbio.com

“Saya sangat bangga bisa menahan tim kuat seperti City. Kami mengalami kekalahan 3-0 dan 4-1 di dua laga sebelumnya dan harus melakukan perubahan hari ini. Tapi tim tidak bermain baik sesuai harapan pada babak pertama,” ujar Dyche kepada BBC, Sabtu (3/2/2018).

“Babak kedua City memulai pertandingan dengan baik dan sangat percaya diri. Sementara kami mempertontonkan kualitas di area 16 sehingga mencetak gol yang fantastis. Kami tidak bermain dominan, tapi mampu memanfaatkan kelemahan lawan,” sambungnya.

Pada laga pekan ke-25 ini, Burnley banyak dibantu oleh penampilan gemilang Nick Pope di bawah mistar. Tercatat ia sukses menghalau delapan peluang The Citizen. Salah satunya tentu saja peluang yang didapat Sergio Aguero di penghujung babak pertama dan Raheem Sterling di babak kedua.

Kendati Kalah, Pelatih Burnley Puji Daya Juang Pemainnya

Football5Star.com, Indonesia – Burnley harus menyerah 0-1 dari Manchester United di Turf Mor Stadium, Sabtu (20/1/2018). Kendati kalah, pelatih Sean Dyche memuji permainan anak asuhnya yang menunjukkan daya juang selama 90 menit.

Menurutnya hasil ini terjadi karena timnya kurang beruntung dalam memanfaatkan beberapa peluang yang ada. Tapi ia tetap bangga dengan apa yang ditunjukkan Scott Arfield dkk. Kalah dengan skor tipis dari klub sebesar MU tidak terlalu mengecewakan baginya.

“Performa kami dilapangan sangat membanggakan dan pemain sangat bagus mengantisipasi pertandingan. Skor ini tidak membuat saya terlalu kecewa karena lawan yang kami hadapi adalah tim besar dengan kekuatan uang melimpah,” kata Dyche kepada BBC, Sabtu (20/1/2018).

SeanDycheBurnleyvManchesterUnitedPremierG3QvSyu3zHql
zimbio.com

“United menemukan momen mencetak gol sementara kami tidak. Itulah yang menjadi perbedaan. Walaupun laga ini sangat sulit, saya senang dengan performa tim. Kami harus terus bermain seperti ini untuk kembali ke jalur kemenangan,” sambungnya.

The Clarets sejatinya berhasil memaksa laga di babak pertama berakhir imbang tanpa gol dan membuat permainan United tidak berkembang. Namun, gol yang dicetak Anthony Martial di menit ke-54 tak bisa disamakan oleh Ashley Barnes dkk hingga wasit meniup pluit panjang.

Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun yang dialami Burnley. Sebelumnya mereka secara bergantian dikalahkan oleh Liverpool, Manchester City, dan Cristal Palace. Dengan hasil ini posisi mereka turun ke peringkat delapan setelah digeser Leicester City.

Roy Hodgson Anggap Manajer Burnley Pantas Tangani Tim Nasional Inggris

Football5star.com, Indonesia – Mantan manajer tim nasional Inggris, Roy Hodgson, berbicara sosok yang tepat untuk mengangani tim Tiga Singa suatu hari nanti. Saat ini, tim juara Piala Dunia 1966 tersebut sedang berada di bawah kendali Gareth Southgate. Namun demikian, Hodgson menganggap manajer Burnley, Sean Dyche juga memiliki kapabilitas untuk membesut tim nasional.

Hodgson meletakkan jabatannya sebagai manajer timnas usai gelaran Euro 2016 silam. Tugasnya pun untuk sementara diambil alih oleh Southgate hingga pada akhirnya meneken kontrak sebagai manajer permanen pada November tahun itu.

rooneyhodgson getty
gettyimages

Pernyataan Hodgson cukup masuk akal. Pasalnnya Burnley yang ditangani manajer lokal dengan peringkat tertinggi musim ini. The Clarets duduk di peringkat ketujuh dengan mengantongi 34 angka. Sementara tim peringkat pertama hingga keenam, semuanya dibesit oleh manajer asing.

“Menjadi manajer timnas bukan masalah sejauh mana kapasitas orang itu dalam melatih. Tapi, jika memang FA merasa cocok, mereka akan menunjuknya. Menurutku, karakter itu ada di dalam diri Sean,” papar pria berusia 70 tahun tersebut.

“Aku juga tidak bisa membeberkan alasan mengapa dia bisa mendapat pekerjaan itu. Tapi, aku punya intuisi kuat jika suatu hari bisa saja dia akan melatih tim nasional Inggris,” lanjutnya.

Tahun ini, agenda besar tengah menunggu Inggris. Mereka harus berjuang di ajang sepak bola terakbar, Piala Dunia 2018 di Rusia. Sejak menjadi juara pada 1966 silam, prestasi terbaik mereka hanya sampai ke perempat final apda edisi 1970, 1986, 2002, dan 2006. Bahkan, Inggris sempat tiga kali tidak lolos ke putaran final yakni pada 1974, 1978, dan 1994.

Dyche Nilai Manchester City Menang dengan Bantuan Wasit

Football5star.com, Indonesia – Manajer Burnley, Sean Dyche, mengeluhkan kepemimpinan wasit Graham Scott dalam laga putaran ketiga Piala FA melawan Manchester City di Stadion Etihad pada Sabtu (6/1/2018). Burnley dipastikan tersingkir dari Piala FA setelah kalah 1-4.

The Clarets tidak gentar meski bermain di kandang lawan. Mereka bahkan berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 berkat gol dari Ashley Barnes.

Jalannya laga baru berubah di babak kedua. Tuan rumah sukses membalikkan situasi melalui gol dari Sergio Aguero (2), Leroy Sane, dan Bernardo Silva.

sergio aguero, manchester city

“Saya pikir kami bermain sangat baik sebelum mereka mencetak gol pertama. Itu adalah gol yang sangat meragukan. Kemudian, kami seperti kehilangan semangat,” kata Dyche seperti yang dikutip BBC.

Untuk diketahui, Manchester City berhasil mencetak gol penyeimbang setelah Ilkay Guendogan mengeksekusi tendangan bebas sebelum wasit meniup peluit sehingga para pemain Burnley tidak siap untuk mengantisipasi bola. Dyche menilai bahwa gol itu seharusnya dianulir.

“Para pemain kami berada tidak jauh dari wasit untuk mempertanyakan apakah ia akan meniup peluit atau tidak. Kemudian, pemain Manchester City (Guendogan) menendang bola ke ruang yang seharusnya bisa dijaga oleh pemain kami,” tutur pria berusia 46 tahun tersebut.

“Ini adalah pertandingan yang unik. Hasil akhir tidak menggambarkan jalannya pertandingan. Ada banyak hal positif dari permainan kami,” ujar dirinya.

Dyche Akui Burnley Sengaja Main Negatif Demi Poin

Football5star.com, Indonesia – Manajer Burnley, Sean Dyche, merasa sangat senang setelah berhasil menahan imbang Manchester United dengan skor 2-2 dalam laga Boxing Day pada Selasa (26/12/2017).

Bertandang ke Stadion Old Trafford, Burnley berhasil membuka keunggulan ketika laga baru berjalan tiga menit melalui Ashley Barnes. Pada menit ke-36, Steven Defour membuat skor menjadi 2-0 hingga turun minum.

Sayang, di babak kedua, The Clarets tidak mampu memepertahankan keunggulan. Dua gol dari Jesse Lingard (53′, 90+1′) memastikan laga berakhir tanpa pemenang.

steven defour, burnley, manchester united

Meski sebenarnya berpeluang besar meraih poin penuh, Dyche mengaku sudah puas dengan hasil imbang ini.

“Kami merasa sangat bangga atas hasil ini. Kami memang telah berencana untuk bertahan dan melakukan hal-hal yang tidak indah untuk ditonton. Bagaimanapun, ketika kami mencetak gol cepat, kami tidak bersantai dan berhasil mencetak gol kedua,” ucap Dyche seperti yang dikutip Sky Sports.

“Mereka sangat mendominasi di babak kedua. Mendapatkan satu poin tetaplah hasil yang memuaskan,” tutur dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, Dyche tak lupa memberikan pujian kepada Defour yang mencetak gol melalui tendangan bebas. Menurutnya, itu adalah sebuah gol indah.

“Itu adalah tendangan fantastis. Di hari lain, tendangan itu akan memberikan kami kemenangan. Mereka (Manchester United) adalah tim besar, jadi secara keseluruhan kami tetap merasa senang dengan satu poin ini,” kata Dyche.

Dituding Diving, Bernardo Silva Berang

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang serang Manchester City, Bernardo Silva, berang karena dituding melakukan diving oleh manajer Burnley, Sean Dyche (tengok: Dyche Pertanyakan Penalti Manchester City). Menurut dia, saat merangsek ke kotak penalti The Clarets, dirinya memang diterjang kiper Nick Pope.

“Itu jelas-jelas penalti,” tegas Bernardo seperti dikutip Manchester Evening News, Sabtu (21/10/2017). “Dia (Pope) mengganjalku. Aku merasakan itu dengan jelas. Aku belum melihat tayangan ulang, tapi aku pikir itu memang penalti.”

Cara jatuh Bernardo dianggap Sean Dyche berlebihan.
thetimes.co.uk

Ketika ditanya soal cara jatuhnya yang terlihat dramatis dan seperti dibuat-buat, mantan pemain AS Monaco itu kembali menegaskan kata-katanya. “Seperti sudah kukatakan, dia menerjangku dan ankle-ku tertekuk. Itu cukup sakit dan bagiku, itu memang penalri!” tegas dia lagi.

Bernardo merasa kesal karena dianggap melakukan diving dalam insiden yag mengawali pesta tiga gol The Citizens ke gawang Burnley. Dyche malah menuding dia bersandiwara. Tak hanya itu, dia mengatakan bahwa anaknya jauh lebih kuat dan jujur dari pemain berumur 23 tahun itu.

https://www.youtube.com/watch?v=uqixFJzIyg8

“Jika saya bermain dengan anak saya di taman, dia tak akan jatuh dengan seperti itu,” cetus manajer berumur 46 tahun itu. “Itu yang dinamakan pura-pura. Ada seni tersendiri jatuh seperti itu, dengan tangan di udara.”

Hukuman penalti dari wasit atas insiden tersebut membuat Man. City membuka keran gol lewat eksekusi sempurna nan bersejarah Sergio Aguero. Selanjutnya, Nicolas Otamendi dan Leroy Sane membuat dua gol tambahan yang membuat The Citizens menang 3-0. Hasil itu membuat Bernardo cs. kian kokoh bertengger di puncak klasemen Premier League.

Dyche Pertanyakan Penalti Manchester City

Football5star.com, Indonesia – Manajer Burnley, Sean Dyche, mempertanyakan penalti yang didapatkan oleh Manchester City. Mereka kalah 0-3 dalam laga lanjutan Premier League yang digelar di Stadion Etihad pada Sabtu (21/10/2017).

Burnley sempat memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah, sebelum akhirnya Manchester City mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-30. Wasit Roger East menunjuk titik putih setelah kiper Nick Pope menjatuhkan Bernardo Silva di dalam kotak terlarang. Sergio Aguero yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan tugasnya.

Gol pembuka dari Aguero membuat The Citizens bermain semakin nyaman. Merekapun sukses menambah keunggulan melalui Nicolas Otamendi (73′) dan Leroy Sane (75′).

Dyche mengeluhkan keputusan wasit. Menurutnya, Manchester City tidak pantas mendapatkan hadiah penalti.

“Sebuah keputusan seperti itu tidak akan membantu Anda (memenangi laga). Semua tentu bisa melihat terdapat kontak antara kedua pemain, tetapi tidak berat. Melompat sangat tinggi setelah kontak seperti itu sungguh hal yang menarik,” ujar Dyche kepada Sky Sports.

“Untuk bisa meraih kemenangan, Anda membutuhkan banyak hal berpihak kepada Anda, seperti keputusan wasit dan atmosfer laga,” tutur dirinya.

Kendati demikian, pria berusia 46 tahun itu tetap mengakui bahwa skuat asuhan manajer Pep Guardiola pantas meraih poin penuh.

“Mereka adalah tim yang tangguh dan pantas menjadi pemenang dalam laga ini,” kata Dyche.

Saat ini, Manchester City berada di peringkat pertama klasemen Premier League dengan total raihan 25 poin dari sembilan laga. Sedangkan, The Clarets menempati peringkat kesembilan dengan 13 poin.

Legenda Arsenal ingin Manajer Burnley Gantikan Wenger

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Ian Wright, berpendapat bahwa Sean Dyche merupakan manajer yang tepat untuk menjadi suksesor Arsene Wenger.

Kontrak Wenger bersama The Gunners memang baru akan berakhir pengujung musim 2018-19. Namun, beberapa pihak sudah mulai mencoba memprediksi sosok penggantinya.

Wright, yang pernah membela Arsenal dari tahun 1991 hingga 1998, mengklaim bahwa Dyche memiliki kualitas untuk menggantikan Wenger. Hanya saja, ia pesimistis manajemen klub bersedia memberikan jabatan tersebut kepada Dyche.

Sebagai informasi, pria berusia 46 tahun tersebut berhasil membawa Burnley promosi ke Premier League sebanyak dua kali dalam empat tahun terakhir.

“Saya percaya bahwa ia harus mengambil langkah ke tahap yang lebih tinggi. Pertanyaannya, apakah mereka (manajemen Arsenal) akan memberikan pekerjaan tersebut kepada Sean?” ucap Wright seperti yang dikutip Mirror.

“Ia jelas memiliki kecerdasan dalam mengatur pertahanan timnya, tetapi saya tidak yakin ia bisa mendapatkan pekerjaan tersebut,” tutur dirinya.

Menariknya, Wright juga mengklaim bahwa Dyche berpeluang untuk menangani tim nasional Inggris di masa mendatang jika tak kunjung mendapatkan tawaran dari klub-klub ternama.

“Kita sangat kehilangan manajer yang cukup berkualitas dalam menangani Inggris. Jika ia bisa terus mempertahankan level pekerjaannya, maka ia bisa saja diminta mengambil pekerjaan tersebut,” kata Wright.

Selama 21 tahun menangani Arsenal, Wenger berhasil menjuarai tiga titel Premier League dan tujuh Piala FA.

Burnley Tak Ingin Buru-buru Lepas Incaran Manchester United dan Liverpool

Football5star, Indonesia – Manajer Burnley, Sean Dyche, tidak ingin terburu-buru melepas Michael Keane yang menjadi target Manchester United dan Liverpool.

Keane merupakan jebolan akademi Manchester United. Burnley meminjam bek yang kini berusia 24 tahun itu pada September 2014 sebelum memermanenkan statusnya pada Januari 2015.

Sejak bergabung dengan Burnley, Keane menjadi andalan di jantung pertahanan. Performa impresifnya bersama The Clarets membuat Keane dikabarkan masuk daftar incaran Manchester United dan Liverpool.

“Satu hal yang kami tahu bahwa kami berada di posisi yang kuat. Dia memiliki satu tahun kontrak. Jika tidak ada yang terjadi dan cocok untuk kami, situasi akan terus berjalan dan dia akan terus bermain untuk kami,” ujar Keane, seperti dikutip dari Burnley.

“Kami akan melihat dan menunggu apa yang akan terjadi pada musim panas ini. Faktanya adalah semua pihak berada dalam satu tujuan. Saya, agen dia, dia, keluarganya dan klub kami,” tutur Dyche.

Keane mencatatkan dua gol dan satu assist dari 39 penampilan bersama Burnley dari berbagai kompetisi sepanjang musim 2016-17.

Manchester United melepas Michael Keane ke Burnley hanya dengan banderol 2,2 juta pounds. Namun, harga jual Keane dipastikan melonjak dan diprediksi bisa mencapai angka 25-30 juta pounds.

Berita Bola: Manajer Burnley Kagum Dengan Daya Juang Man. United

Football5star.com, Indonesia – Manajer Burnley, Sean Dyche, mengaku kagum dengan semangat juang para penggawa Manchester United yang begitu gigih dalam mengincar kemenangan.

Dalam laga lanjutan Premier League yang digelar di Stadion Old Trafford pada Sabtu (29/10), Burnley berhasil menahan imbang Man. United dengan skor 0-0.

Statistik mengungakpkan bahwa skuat tuan rumah melepaskan 37 percobaan tendangan. Hal ini membuat Dyche merasa bahwa para pemain Man. United patut mendapatkan apresiasi tersendiri.

“Ini adalah laga yang sulit karena sekali pun para pemain bertahan anda bermain dengan baik, dengan para pemain sebaik yang dimiliki oleh Man. United, mereka dapat tetap menggangu dan menemukan berbagai cara untuk melukai anda,” ujar Dyche seperti yang dikutip laman resmi Man. United.

“Dalam opini saya, mereka membuka permainan kami, mengawasi kami, memberikan umpan, mencoba membongkar pertahanan, mencoba bermain cerdik di dalam kotak penalti dan mereka adalah sebuah tim top.”

“Secara personal, sebagai seorang manajer, saya harus memberikan kredit kepada mereka karena mereka tidak pernah berhenti berusaha untuk memenangi pertandingan,” tambah dirinya.

Hasil ini membuat Man. United gagal memperbaiki posisinya di klasemen sementara Premier League. Mereka justru harus rela turun ke peringkat kedelapan karena tersalip oleh Watford yang unggul agresivitas gol. Mereka tertinggal delapan poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen. Sementara, Burnley tengah menempati peringkat ke-13.

Liga Inggris: Manajer Burnley Anggap Herrera Tak Pantas Dikartu Merah

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Ander Herrera diusir dari lapangan akibat kartu kuning kedua pada menit ke-68 laga melawan Burnley. Menariknya, Manajer Burnley, Sean Dyche, menilai Herrera tak layak mendapat kartu merah itu.

Pernyataan Dyche cukup menarik. Pasalnya, tentu saja dia senang timnya dengan kartu merah untuk pemain Man United sehingga bisa menahan imbang 0-0 di Old Trafford, Sabtu (29/10). Namun, kenyataannya dia justru membela Herrera.

Dyche menilai kartu merah yang diterima Herrera terlalu kejam. Wasit Mark Clattenburg disebutnya terlalu terburu-buru memberi Herrera kartu kuning kedua yang berarti kartu merah.

Intinya, Dyche merasa Herrera tak pantas menerima kartu kuning kedua saat dia dianggap melanggar Dean Marney. Dyche meyakini Herrera tak sengaja melanggar Marney karena dalam kondiri terpeleset sehingga menabrak Marney.

Herrera sendiri mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-68. Praktis, pada 20 menit terakhir laga, Man United harus bermain dengan 10 pemain.

“Saya kira kartu merah itu terlalu berlebihan. Wasit terburu-buru dalam memberikan kartu kuning kedua,” sebut Dyche seperti dilansir Sportsmole.

“Saya melihat Herrera tak sengaja melanggar karena dia terpeleset sehingga mengenai pemain saya. Tapi, wasit memang sangat sulit memastikan antara terpeleset dan sengaja melanggar,” imbuh Dyche.

Dalam laga tersebut, Man United sebenarnya mampu melepaskan 37 tendangan ke gawang. Namun, mereka tak bisa membobol gawang Burnley yang dijaga Tom Heaton.

Berita Bola: Apresiasi Perjuanga Man. United, Dyche Puji Aksi Heaton

Football5star, Indonesia – Manajer Burnley, Sean Dyche, tetap memberi acungan jempol terhadap Manchester United meski berhasil ditahan imbang timnya dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Sabtu (29/10). Tak lupa, Dyche menyanjung tinggi performa kiper sekaligus kapten timnya, Tom Heaton.

Man. United dipaksa bermain seri tanpa gol di depan para pendukungnya sendiri ketika menjamu Burnley. Setan Merah bahkan harus tampil 10 pemain setelah Ander Herrera diusir wasit.

Kendati demikian, sepanjang laga, Man. United tetap memiliki sejumlah peluang emas. Akan tetapi, Heaton yang tampil di bawah mistar gawang Burnley menunjukkan performa gemilang.

“Itu (laga kontra Man. United) sangat sulit,” kata Dyche, seperti dilansir BBC.

“Saya pikir, United dihuni para pemain kelas dunia dan bahkan mampu menekan kami ketika tampil 10 pemain. Kami lebih terlihat kebingungan ketika mereka bermain 10 orang dibanding 11 orang,” imbuhnya.

“Tom (Heaton) memiliki keyakinan dari dalam diri sendiri bakal mampu menghalau bola masuk ke gawang. Dia memiliki para pemain bagus di depannya dan itu hal yang bagus untuk penjaga gawang,” ujar Dyche.

Liga Inggris: Burnley Ogah Lepas Bek Terbaiknya ke Chelsea

ek Burnley, Michael Keane, santer dikabarkan tengah dibidik Chelsea. Namun, pihak Burnley menegaskan tak akan menjual pemain 23 tahun itu dalam waktu dekat.

Dalam beberapa waktu terakhir, The Blues memang kabarnya menjadikan Keane sebagai buruan utama pada musim dingin nanti. Hal ini melihat dari rapuhnya lini belakang Chelsea beberapa laga terakhir.

Antonio Conte bahkan dikabarkan siap untuk menggelontorkan dana besar untuk mengamankan jasa bek muda Irlandia itu.

Akan tetapi, keinginan mereka tampaknya bakal bertepuk sebelah tangan. Sebab, Burnley menengaskan tak akan melego beknya itu Januari nanti.

“Beginilah di Burnley. Ini merupakan bentuk sama-sama saling menghormati bahwa orang lain mengamati beberapa pemain kami tapi juga Keane tak dijual!” kata Manajer Burnley, Sean Dyche dikutip Sky Sports.

Keane memang tampil lumayan apik sejauh ini. Dalam enam laga di Premier League, dia sukses mencatatkan rataan per laga 0,8 tekel, 1,7 intersep, dan 8,5 sapuan bola.

“Dia memang saat ini bermain bagus. Sekali lagi, dia tak akan kami jual,” tandas dia.

Keane sendiri kabarnya bakal dibanderol oleh Burnley sekitar 25 juta pounds. Mungkin, harga itu bisa saja naik andai sang pemain bisa menunjukkan terus permainan apiknya.

Berita Terkini: Sean Dyche Ungkap Kunci Kemenangan Burnley atas Liverpool

Selepas Hull City pada pekan perdana mampu membungkam juara bertahan Leicester City, pada Sabtu (20/8) giliran tim promosi lain, Burnley yang memetik kemenangan atas tim kuat Liverpool.

Liverpool harus merasakan kekalahan pertama yang cukup cepat di Premier League musim ini. Baru pekan kedua, The Reds dibungkam oleh klub promosi, Burnley dengan skor 0-2, Sabtu (20/8).

Hasil yang sangat menyakitkan karena Liverpool sangat mendominasi permainan pada laga ini. Namun, penguasaan bola unggul tak jaminan memenangi laga. Setidaknya itu yang dikatakan manajer Burnley, Sean Dyche. Dia mengungkapkan kunci kemenangan timnya.

“Adalah mitos pada sepak bola modern bahwa mendominasi penguasaan bola bisa memenangi Anda laga. Leicester City membuktikannya musim lalu,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Liverpool punya enam gelandang di waktu yang bersamaan. Jika saya melakukan itu Burnley mungkin bisa mendominasi. Tapi, kami memprioritaskan penetrasi dan berhasil,” tambah dia.

Hasil ini jelas memuaskan bagi Burnley yang merupakan juara Divisi Championship musim lalu. Sementara bagi Liverpool, hasil ini memperlihatkan bahwa masalah mereka masih juga sama dari musim ke musim.

Burnley Dipastikan Kembali ke Kasta Teratas Liga Inggris

Liga Inggris musim ini sudah menelurkan satu tim degradasi dan satu promosi. Adalah Burnley yang menjadi tim pertama promosi langsung ke kasta teratas Liga Inggris musim depan.

Klub yang dilatih Sean Dyche tersebut akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Aston Villa. Kebetulan, beberapa pekan lalu The Villans sudah dipastikan turun kasta ke Divisi Championship.

Kepastian Burnley promosi langsung didapat usai mengalahkan Queens Park Rangers dengan skor 1-0, Senin (2/5). Gol kemenangan The Clarets – julukan Burnley-, dicetak oleh Sam Vokes.

Meski Divisi Championship masih menyisakan satu laga lagi. Tapi, hasil tim-tim lain tak memengaruhi promosi langsung Burnley. Pasalnya, Middlesbrough dan Brighton & Hove Albion yang terpaut dua angka di belakang Burnley, akan saling berhadapan pada pekan terakhir.

Ini jelas menjadi pencapaian menawan bagi Burnley. Apalagi, mereka hanya semusim bermukim di Divisi Championship selepas terdegradasi pada akhir musim lalu. Dengan etos kerja yang tinggi, Burnley akhirnya kembali berkompetisi dengan klub elite Inggris.

Dari 45 laga yang telah dilakoni, Joey Barton cs mampu mengemas 90 angka hasil dari 25 menang, 15 seri, dan hanya 5 kali kalah.

“Ini hasil yang luar biasa. Kami kembali ke kasta tertinggi setelah hanya semusim berada di Championship. Kini kami telah promosi, tapi kami masih memiliki target lain,” jelas Dyche seperti dilansir situs resmi kub.

Usai memastikan promosi langsung, Burnley memang tak puas diri. Mereka menargetkan bisa menjuarai Divisi Championship 2015-16. Pada laga pamungkas, Burnley akan bertandang ke markas Charlton Athletic.

Sempat Repotkan Arsenal, Manajer Burnley Bangga

Manajer Burnley, Sean Dyche, merasa bangga dengan penampilan anak-anak asuhnya meski kalah 2-1 dari Arsenal pada hari Sabtu (30/1).

Dalam laga putaran keempat Piala FA yang digelar di Emirates Stadium tersebut Arsenal memang unggul terlebih dahulu lewat Calum Chambers pada menit ke-19. Namun, Burnley berhasil memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan lima menit menjelang jeda berkat Sam Vokes. Beruntung bagi Arsenal, Alexis Sanchez mampu mencetak gol kemenangan pada menit ke-53.

Dyche mengaku kecewa karena Burnley harus tersingkir dari Piala FA, tetapi ia senang dengan performa yang ditampilkan oleh para pemainnya.

“Kami bermain lebih baik dibandingkan ketika menjalani laga Premier League di sini musim lalu. Ketika itu, secara taktik kami terlalu menghormati mereka, tetapi hari ini lebih tentang kami,” ujar Dyche seperti yang dikutip oleh BBC.

“Kami ingin mengkombinasikan permainan dan membuat mereka tidak nyaman. Kami berhasil melakukannyaIni adalah laga yang ketat dan kami memiliki beberapa peluang bagus.”

“Saya sangat senang dengan perkembangan yang telah ditunjukkan para pemain, tetapi kami tidak cukup baik dan sangat kecewa karena tidak berhasil lolos ke putaran selanjutnya,” tambah Dyche.

Berkat hasil ini, The Gunners berhak melaju ke putaran kelima dan satu langkah lebih dekat untuk mempertahankan trofi yang mereka raih dalam dua tahun terakhir secara berturut-turut tersebut.