Manajer Semen Padang: Tim Ini Salah Satu yang Terbaik!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Semen Padang FC (SPFC), Effendi Syahputra, sangat berharap Liga 2 benar-benar bergulir karena timnya terbilang sudah sangat siap. Bahkan, dia menyebut timnya saat ini salah satu yang terbaik.

Seperti diketahui, kabar Liga 2 sampai saat ini memang masih belum menemui titik terang. Bila Liga 1 2021-22 direncanakan akan bergulir tengah Agustus nanti, kompetisi strata kedua sepak bola Indonesia itu masih belum ada kepastian.

Kondisi tersebut tentu berdampak kepada para kontestan, seperti SPFC. Namun, di tengah belum pastinya kompetisi, tim berjuluk Kabau Sirah itu terus menjalani persiapan.

Manajer Semen Padang: Tim Ini Salah Satu yang Terbaik!

“Kami menggelar latihan internal setiap pekan dan melakukan uji coba dengan tim lokal. Kalau melihat kontestan lain, 24 tim, kami termasuk salah satu yang siap,” ungkap Effendi Syahputra dalam kanal YouTube resmi Semen Padang.

“Kami masih terus latihan, per pekan uji coba latihan bersama, memang agak susah di PPKM cari klub selevel. Kami ajak Liga 3, uji coba untuk lihat mana kelemahan yang akan muncul di tim,” sambung dia.

Manajer Semen Padang: Tim Ini Salah Satu yang Terbaik!

Padahal, Effendi sangat yakin Semen Padang akan bicara banyak di Liga 2. Apalagi, mereka menargetkan untuk bisa menembus Liga 1 musim depan.

“Tim ini salah satu yang terbaik yang pernah saya tangani. Tentu kami berharap kompetisi bisa segera bergulir dan kami mampu mencapai target lolos ke Liga 1,” pungkas dia.

Nostalgia Hari Ini: Hantam Persiraja, Semen Padang Juara Liga Primer Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 24 Juni 2014, mungkin menjadi satu cerita manis dalam bagian perjalanan Semen Padang FC di kompetisi Indonesia. Sebab hari ini, sembilan tahun yang lalu mereka resmi didaulat menjadi juara Liga Primer Indonesia (LPI).

Keberhasilan tim berjuluk Kabau Sirah itu dipastikan saat menundukkan Persiraja Banda Aceh di Stadion Agus Salim, Padang, Minggu, 23 Juni 2014. Dalam partai melawan Persiraja, tim yang saat itu dinakhodai Suhatmam Imam tersebut memang tampil terengginas sejak menit-menit awal.

Bahkan, Semen Padang sudah unggul cepat lewat gol Ferdinand Sinaga menit ke-22. Tuan rumah bahkan hanya butuh dua menit untuk menambah gol melalui tendangan penalti Edward Wilson Junior. Edward lantas kembali menjebol gawang persiraja, tujuh menit jelang babak kedua berakhir.

Persiraja sendiri mencetak gol hiburan pada masa injury time. Sepakan jarak jauh Erik Saputra tak mengubah keadaan. Kabau Sirah tetap menang 3-1 atas Persiraja Banda Aceh.

Semen Padang pun dipastikan menjadi juara LPI meski masih menyisakan satu pertandingan lagi saat itu. Kemenangan tersebut membuat mereka mengumpulkan 43 poin, berselisih 10 angka dari Persema Malang yang kala itu ada di urutan kedua.

Pemuas Dahaga Semen Padang

Nostalgia Hari Ini: Hantam Persiraja, Semen Padang Juara Liga Primer Indonesia
Dok. Info Sumbar

Keberhasilan menjadi juara LPI jelas sangat istimewa bagi tim Kabau Sirah. Bukan tanpa sebab, itu merupakan gelar liga domestik perdana bagi tim kebanggaan The Kmers dan Spartacks sejak 1992.

Kali terakhir mereka berhasil menjadi kampiun ialah saat juarai Liga Indonesia yang masih bernama Piala Galatama, 1992. Total, Semen Padang sudah tiga kali juara liga, pertama pada 1983, lalu, 1992, dan terakhir 2011-12.

Menjadi juara LPI, Kabau Sirah berhak mewakili Indonesia pada pentas Asia musim berikutnya. Penampilan mereka pada AFC Cup 2013 pun tak buruk. Sukses jadi juara Grup E saat melawan Kitchee, Curchill Brothers, dan Warriors, Semen Padang mampu melaju hingga delapan besar.

Sayang, pada babak delapan besar, mereka takluk 1-2 secara agregat dari East Bengal. Kalah 0-1 di Kolkata, Semen Padang cuma main imbang 1-1 lawan East Bengal di Stadion Haji Agus Salim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Korsel Ini Batal Dinaturalisasi Indonesia?

Pemain Korsel Ini Batal Dinaturalisasi Indonesia? 11

Football5Star.com, Indonesia – Mimpi pemain asal Korea Selatan, Yu Hyun-koo untuk menjadi warga negara Indonesia tampaknya bakal pupus. Sebab, manajemen Semen Padang mengaku mungkin tak akan melanjutkan proses naturalisasi sang pemain karena memang beberapa hal, salah satunya soal prioritas.

Seperti diketahui, sebenarnya Yu Hyun-koo memang sempat menjadi salah satu nama yang bakal diajukan untuk menjadi WNI. Semen Padang menjadi sponsor naturalisasinya. Dia diharapkan bisa membela tim untuk Liga 2 2020.

Akan tetapi tampaknya proses naturalisasi eks pemain Sriwijaya FC itu masih menjadi mimpin. Manajer Semen Padang, Effendi Syahputra, menyebut kalau sampai saat ini naturalisasi itu tak menjadi prioritas skuat.

Pemain Korsel Ini Batal Dinaturalisasi Indonesia? Yu Hyun-koo, Semen Padang, Korea Selatan

“Saya anggap tidak menjadi prioritas utama saat ini buat klub karena kebutuhan lain yang perlu dibenahi untuk klub,” ungkap Effendi Syaputra, dikutip dari Antara.

“Saya pikir sulit untuk naturalisasi (Yu Hyun-koo) saat ini. Saya sudah dapat info valid soal itu. Kalau klub lain mau mencoba ya silakan,” sambung dia.

Effendi jua mengklarifikasi kalau Semen Padang lah yang ogah melanjutkan proses naturalisasi itu. Dia menyebut kalau memang saat ini memang sulit mengurus naturalisasi.

“Bolanya bukan di kita karena kita bantu untuk rekomendasikan tapi yang mengurus kan bukan kita. Ada agen khusus yang mengurus itu,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Semen Padang Tak Mau Lagi Bantu Proses Naturalisasi Yu Hyun-koo

Semen Padang Tak Mau Lagi Bantu Proses Naturalisasi Yu Hyun-koo 15

Football5star.com Indonesia – Klub Liga 2, Semen Padang, akhirnya mengurungkan niat membantu proses naturalisasi gelandang asal Korea Selatan, Yu Hyun-koo. Namun, tim beralias Kabau Sirah itu punya alasan kuat untuk membuat putusan tersebut.

Yu Hyun-koo, yang sempat bergabung dengan Semen Padang pada paruh musim Liga 1 2019, memang tengah menjajaki peluang menjadi WNI (Warga Negara Indonesia). Semula, klub siap membantu sekaligus memberi rekomendasi. Namun, niat itu akhirnya diurungkan.

Yoo Hyun-koo - Kalteng Putra - PSM Makassar - Piala Presiden
pssi.org

Manajer Semen Padang, Effendi Syahputra, mengaku pihaknya bukan tidak mau membantu proses naturalisasi Yu Hyun-koo. Akan tetapi, peluang pemain berpaspor Korea Selatan itu menjadi WNI dirasa cukup kecil.

“Saya anggap tidak menjadi prioritas utama saat ini buat klub karena kebutuhan lain yang perlu dibenahi untuk klub,” kata Effendi Syahputra seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews.

Effendi Syahputra mengatakan, pihak klub posisinya hanya membantu proses naturalisasi. “Saya pikir sulit untuk naturalisasi saat ini. Saya udah dapat info valid soal itu. Kalau klub lain mau mencoba, ya silakan,” katanya.

Kabar soal mundurnya Semen Padang dari rencana membantu Yu Hyun-koo sempat melebar. Alhasil, tak sedikit yang lantas mencibir pihak klub. Effendi Syahputra bilang, klub sudah berusaha maksimal tapi proses yang dihadapi memang rumit.

β€œKami bantu untuk rekomendasikan. Tapi yang mengurus kan bukan kami. Ada agen khusus yang mengurus itu,” kata dia melanjutkan.

Saat menjabat sebagai manajer tim, Effendi Syahputra mengaku tidak ada juga kesepakatan tentang proses naturalisasi Yu Hyun-koo. Dia juga meminta agar suporter memahami kondisi tersebut.

“Semen Padang tim besar dan terus berjalan tidak hanya karena satu pemain saja. Klub ini harus terus berjalan secara kolektif karena tidak ada satu orang yang lebih besar daripada klub ini,” kata Effendi memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Semen Padang Kembali ke Pelukan ISL

Nostalgia Hari Ini: Semen Padang Kembali ke Pelukan ISL 19

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, delapan tahun yang lalu Semen Padang akhirnya memutuskan kembali ke pelukan Indonesia Super League (ISL). Padahal, mereka sempat menjadi juara saat berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL).

Seperti diketahui, pada 2011 silam kompetisi Indonesia mengalami dualisme, yakni ISL dan IPL. ISL dinaungi oleh PT Liga Indonesia. Seang IPL dikelola oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo. Kala itu, Semen Padang dan beberapa tim lain sempat memilih main di IPL.

Bahkan, Kabau Sirah berhasil jadi juara IPL 2011-2012 setelah mengandaskan 3-1 Persiraja Banda Aceh. Tetapu kemudian usai juara, mereka justru balik kandang ke ISL. Alasannya, mereka menyebut kalau Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengesahkan ISL sebagai kompetisi resmi Indonesia.

Nostalgia Hari Ini: Semen Padang Kembali ke Pelukan ISL
dok antara

“ISL sudah legal, makanya kami pindah. Banyak klub-klub dengan strata tinggi di sana, sehingga kita lebih memilih pindah ke ISL,” kata Direktur Utama PT Kabau Sirah, Erizal Anwar saat itu dikutip dari Tempo, 28 September 2012.

Meski memang, dalam perjalanannya akhirnya Semen Padang kembali berkompetisi di IPL 2013. Mereka baru kembali main di ISL pada 2014 setelah melewati verifikasi dari PSSI.

Indonesia Ditimpa Dualisme

Keputusan Kabau Sirah main di IPL karena Ketum PSSI saat itu, Djohar Arifin Husein, menunjuk PT Liga Prima Indonesia sebagai operator resmi kompetisi. Apalagi, PSSI telah mencabut mandat PT. Liga Indonesia (PT LI) sebagai penyelenggara kompetisi profesional sebelum ini di Indonesia.

Pencabutan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: SKEP/21/JAH/VIII/2011 yang ditandatangani ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein pada 22 Agustus 2011. Lalu dibentuklah Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang akhirnya menjalankan Indonesia Super League.

KPSI sendiri dimotori oleh anggota Komite Eksekutif PSSI saat itu, La Nyalla Mattalitti. Digelar lah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia dan hasilnya klub tetap ingin bermain di ISL. SIngkatnya lahir lagi Join Comitte PSSI pada 2013 yang mengesahkan IPL dan IUSL sebagai kompetisi yang resmi. ISL diikuti 18 tim lalu IPL 16 tim.

Hingga akhirnya pada 2014, dua kompetisi digabungkan menjadi ISL 2014. Tapi, hanya ada empat tim dari IPL 2013 yang memenuhi verifikasi, yakni PSM Makassar, Semen Padang, Persijap Jepara, dan Persiba Bantul.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ternyata Ini yang Bikin Elie Aiboy Fasih Berbahasa Minang

Ternyata Ini yang Bikin Elie Aiboy Fasih Berbahasa Minang 22

Football5Star.com – Legenda Timnas Indonesia, Elie Aiboy, mengaku lumayan fasih saat ditanya bisa bahasa Minang. Ada beberapa hal yang membuatnya bisa berbahasa Padang, yakni salah satunya sang istri.

Nama pria yang kini berusia 41 tahun itu memang tak asing untuk publik sepak bola Padang. Dia pernah membela Semen Padang pada 1999-2002 silam usai memperkuat Persipura Jayapura.

Dari sana lah, Elie mengaku mulai belajar Bahasa Minang. Apalagi, sang istri jua dikenalnya saat dia memperkuat Semen Padang kala itu.

https://www.instagram.com/p/B0IL4BtJIc_/

“Ya karena memang setelah merantau saya tahu Indonesia besar sekali, saya sempat di sekolah atlet, saya juga bertemu Ismed sama Bepe, dari situ saya tahu ada Jawa, Padang. Setelah main bola dari Persipura ke Padang. Setelah di Padang saya dapat jodoh orang padang, belajar bahasa Minang, pandai sedikit lah,” ungkap Elie Aiboy dalam Youtube resmi Persija Jakarta.

Meski sudah pensiun, Elie sendiri tak bisa jauh-jauh dari sepak bola. Dia bahkan saat ini sudah memiliki lisensi kepelatihan B AFC berkat kekuatan tekadnya menjadi pelatih.

“Setelah pensiun saya ingin memang ingin jadi pelatih, 2016 saya ambil lisensi C di Malaysia, setelah itu saya melatih di Lampung klub Liga 3, lalu saya bawa tim lolos ke nasional. Setelah itu 2018 ambil (lisensi) B, saya pegang Liga 2 di Persewar Waropen, saya ingin terus di dunia sepak bola,” pungkas Elie Aiboy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sebelum ke Persija, 4 Klub Goda Riko Simanjuntak dengan Gaji Menggiurkan

Banner LFS Baru

Football5Star.comRiko Simanjuntak mengaku sebelum memutuskan gabung Persija Jakarta, ada empat klub yang coba merayunya dengan gaji tinggi. Tapi, dia akhirnya tetap bergabung dengan Persija pada 2018 lalu.

Riko memang sempat menjadi komoditas panas saat memperkuat Semen Padang. Di sana, dalam 44 pertandingan pemain asal Pematangsiantar itu sukses melesakkan dua gol dan enam assist.

Saat itu, Persija lantas datang untuk mengajak bergabung. Tapi, selain Macan Kemayoran ternyata ada empat klub lain yang merayu Riko dengan gaji lebih tinggi.

“Saya memang sejak kecil ingin bermain di Persija. Setelah habis kontrak di Semen Padang ditawari beberapa klub dan bahkan ada tawaran harga yang lebih tinggi dari Persija seperti Sriwijaya FC, Bhayangkara FC, Mitra Kukar, dan Arema,” ungkap Riko Simanjuntak dikutip Youtube Jebreeetmedia TV.

Sebelum ke Persija, 4 Klub Goda Riko Simanjuntak dengan Gaji Menggiurkan

Setelah itu, kata Riko, dirinya langsung berkonsultasi dengan kedua orang tuanya. “Namun, dalam hati kecil saya ya Persija karena memang impian dari kecil dan juga basis suporter yang besar. Akhirnya, saya pilih Persija,” sambung dia.

Apalagi bukan kali ini saja Macan Kemayoran berminat dengan jasa Riko Simanjuntak. Ketika memperkuat PS Bangka, pemain 28 tahun itu mengaku sempat diajak oleh Ferry Paulus untuk bergabung, 2015 silam.

“Saya lihat Persija yang bukan tim sembarangan. Saya lihat pemain-pemainnya top semua sehingga saya tak berani karena bukan siapa-siapa. Saya bilang, ‘Pak, bukan saya menolak rezeki. Saya belum siap’,” tutup dia.

Semenjak datang ke Jakarta, Riko Simanjuntak memang semakin menunjukkan kematangannya. Transfermarkt mencatat, pemain kelahiran 26 Januari 1992 itu sudah mencatatkan empat gol dan 40 assist dalam 88 penampilan resmi bersama Persija.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Awal Buruk Tapi Berakhir Indah buat Semen Padang

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Hari ini, 23 April dua tahun yang lalu merupakan awal perjalanan mimpi Semen Padang promosi ke Liga 1. Sebab, pada 23 April 2018 lalu, Liga 2 2018 resmi dimulai.

Semen Padang mengawali Liga 2 2018 sebenarnya dengan buruk. Tim berjuluk Kabau Sirah itu dibantai tiga gol tanpa balas oleh tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan.

Akan tetapi, kekalahan tersebut nyatanya tak membuat mereka begitu saja menyerah. Dimulai dari kemenangan di markas PSIR Rembang, Semen Padang bahkan sempat menjalani tujuh laga secara beruntun meraih kemenangan di Wilayah Barat.

Bahkan, pada ujung pertandingan Wilayah Barat, Kabau Sirah jua mampu membalaskan dendam ke Persis Solo. Mereka akhirnya berhak lolos ke fase delapan besar Liga 2 dengan status jawara Wilayah Barat. Tim yang kala itu dibesut Syafrianto Rusli berhasil mengumpulkan 39 poin dari 22 pertandingan.

Nostalgia Hari Ini: Awal Buruk Tapi Berakhir Indah buat Semen Padang
Tribun

Pada babak delapan besar, Kabau Sirah kembali melanjutkan kecermelangannya. Satu grup dengan Kalteng Putra, PSMP Mojokerto dan Aceh United, mereka keluar sebagai yang paling terbaik. Semen Padang berhasil meraih 10 poin, sama dengan Kalteng Putra tapi unggul head to head.

Performa apik pasukan Syafrianto Rusli itu berlanjut hingga ke babak semifinal. Bermain dalam dua leg, Semen Padang sebenarnya kalah dalam partai pertama usai Ryan Kurnia jadi penentu kemenangan Persita.

Nostalgia Hari Ini: Awal Buruk Tapi Berakhir Indah buat Semen Padang
Dok. Kompas

Akan tetapi, pada pertandingan kedua mereka bangkit dengan menang 3-1 berkat gol Novrianysha, Afriansyah dan Irsyad Maulana. Semen Padang berhasil melaju ke final dengan agregat 3-2 atas Persita.

Meski akhirnya kalah 0-2 dari PSS SLeman di partai puncak, tapi setidaknya awal buruk kekalahan dari Persis Solo diakhiri dengan promosi ke Liga 1 2019. Sayang memang, Kabau Srah cuma mampu bertahan semusim di Liga 1 karena kembali terdegradasi musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lepas Tiga Pemain Kunci, CEO Semen Padang Minta Maaf

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – CEO Semen Padang, Hasfi Rafiq, mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para suporter setelah melepas tiga orang pemain kuncinya. Tiga nama yang dilepas adalah Irsyad Maulana, Leo Guntara, dan Dedi Gusmawan.

Kediga nama itu akan bermain untuk PSM Makassar di Liga 1 musim 2020 mendatang. Tak hanya itu, ketiganya juga akan merasakan atmosfer kompetisi Asia bersama Juku Eja di ajang Piala AFC.

“Kami managemen memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua suporter setia tim dan masyarakat pecinta bola Sumatera Barat karena terpaksa harus melepas ketiga pemain kita tersebut,” ungkap Hasfi Rafiq seperti dikutip dari Goal.

Hasfi Rafiq - Semen Padang - @semenpadangfcid
instagram.com/semenpadangfcid

“Mudah-mudahan dimasa yang akan datang mereka bisa kembali bergabung dengan Semen Padang tercinta,” sambungnya menambahkan.

Lebih lanjut, Hasfi juga mengatakan kalau keputusan ini diambil agar karier dari ketiga pemain itu bisa berkembang. Menurutnya, PSM merupakan tim yang cocok untuk ketiganya karena akan ikut serta di kompetisi Asia musim depan.

“Kita tentunya ingin mereka semakin sukses dan berprestasi bermain bersama PSM. Apalagi saat ini mereka akan bermain di AFC Cup dan Liga 1. Kita berharap mereka terus berkembang.”

“Mereka pergi untuk kembali. Kita juga sudah sepakat, pintu tim akan terus terbuka untuk kedatangan mereka untuk kembali membela Semen Padang,” tandas Hasfi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Momen Dramatis Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kompetisi Liga 1 dan Piala Indonesia 2019 telah berakhir. Namun, berakhirnya dua kompetisi tersebut bukan berarti tak menyisakan cerita menarik di dalamnya.

Dari banyaknya cerita menarik tersebut, terdapat beberapa momen dramatis yang terjadi di kompetisi sepakbola nasional. Meski demikian, tak hanya dari level kompetisi, pada level tim nasional pun terjadi momen dramatis.

Momen-momen tersebut pun Football5Star.com rangkum dalam daftar di bawah ini.

INDONESIA JUARA PIALA AFF U-22
timnas indonesia piala aff u 22 reno Kompas
Kompas

Sukses membungkam Thailand dengan skor 2-1 pada laga final menjadikan Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja pada 26 Februari 2019.

Beberapa drama terjadi di pertandingan ini. Momen yang paling berkesan tentunya adalah ketika Skuat Garuda Muda berhasil membalikkan keadaan. Tertinggal satu gol justru membuat anak asuh Indra Sjafri terlecut hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Lebih lagi, Timnas Indonesia menyabet gelar juara dengan tanpa terkalahkan di semua laga Piala AFF U-22 2019.

POLEMIK FINAL PIALA INDONESIA
psm juara piala indonesia 2018 darije pegang piala
PSSI

Banyak drama yang terjadi pada sebelum hingga saat Final Piala Indonesia 2018/19 ini berlangsung. Mulai dari tensi tinggi di lapangan, hingga sebuah insiden yang terjadi di luar lapangan.

Sehari jelang laga leg kedua final Piala Indonesia dimulai tepatnya pada 28 Juli 2019, Persija Jakarta mengalami hal yang tidak mengenakkan ketika bus yang mereka tumpangi mendapat teror dari oknum suporter usai mereka menjalani uji coba lapangan Stadion Mattoangin, Makassar.

Akibat insiden tersebut, laga final leg kedua itu pun harus ditunda. Final leg kedua Piala Indonesia pun baru digelar pada 6 Agustus 2019 di Stadion Mattoangin. Hasilnya, PSM berhasil menang dengan skor 2-0.

Kemenangan 2-0 tersebut cukup untuk membuat Juku Eja mengangkat trofi Piala Indonesia setelah sebelumnya di leg pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, PSM hanya kalah dari Persija dengan skor 1-0.

ROLLER-COASTER BERNAMA TIRA-PERSIKABO
PS TIRA Persikabo tampil aneh pada Liga 1 2019.
liga-indonesia.id

Performa Tira-Persikabo di Liga 1 2019 bak roller coaster. Mereka pernah merasakan berada di puncak klasemen selama beberapa pekan, hingga bahkan juga tak terkalahkan dalam 13 pertandingan berturut-turut di putaran pertama.

Akan tetapi, semuanya berubah ketika Laskar Padjadjaran memasuki putaran kedua. Tercatat, skuat asuhan Rahmad Darmawan tersebut tak pernah menang dalam 17 pertandingan berturut-turut. Suatu hal yang mungkin jarang terjadi di kancah sepakbola di manapun.

DERBI JAWA TIMUR DI FINAL PIALA PRESIDEN

Derbi Jawa Timur tersaji dalam final Piala Presiden 2019. Persebaya Surabaya bertemu dengan rivalnya, Arema FC. Akan tetapi, bermain di kandang lebih dulu di Stadion Gelora Bung Tomo pada leg pertama tak membuat Bajol Ijo memanfaatkan momentum. Mereka justru hanya bermain imbang dengan skor 2-2.

Arema FC pun memanfaatkan momentum di leg kedua. Singo Edan sukses menang dengan skor 2-0 yang menjadikan mereka juara Piala Presiden 2019 dengan skor agregat 4-2.

DUA TIM PROMOSI KEMBALI TERDEGRADASI
Semen Padang dan Perseru Badak Lampung FC sama-sama terdegradasi dari Liga 1.
liga-indonesia.id

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2019 berjalan menarik saat memasuki pekan-pekan terakhir. Akan tetapi, petaka datang kepada tiga tim Liga 1 2019 yakni Kalteng Putra, Semen Padang dan Badak Lampung FC. Ketiga tim tersebut dipastikan harus terdegradasi ke Liga 2 setelah perolehan poin mereka tak mampu mengejar Tira-Persikabo yang berada di posisi 15 dengan 42 poin.

Sementara itu, secara dramatis tiga tim Liga 2 dipastikan promosi ke Liga 1 musim 2020 mendatang. Mereka adalah Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang dan juga Persik Kediri. Persik Kediri menjadi juara Liga 2 2019 setelah mengalahkan Persita Tangerang di laga final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Semen Padang vs Borneo FC: Pesut Etam Gagal Raih 3 Poin

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Borneo FC gagal memenuhi target kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Semen Padang pada lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion Haji Agus Salim, Selasa (17/12/2019) sore WIB.

Pada laga ini, Borneo FC sempat mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-50. Akan tetapi, Rendy Oscario berhasil dengan cermat menepis sepakan eksekusi penalti Matias Conti.

Menang 6-0 dari Bali United adalah Rekor Terbesar Borneo FC Sejak Klub Berdiri

Meski gagal, Borneo FC tak menyerah. Dan akhirnya Pesut Etam mendapatkan keunggulan lewat sundulan Conti pada menit 73. Ia berhasil memaksimalkan umpan terukur hasil eksekusi tendangan bebas Renan da Silva.

Semen Padang yang tak mau malu di depan pendukung mendapatkan hadiah penalti pada menit 76 setelah Ulul Azmi melanggar M. Rifqi di kotak terlarang. Vanderlei Francisco yang maju sebagai eksekutor berhasil mengoyak gawang tim tamu.

Skor jadi imbang 1-1 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Semen Padang: 21-Rendy Oscario; 26-Roni Rosadi, 55-M. Rifqi, 44-Syaeful Anwar, 15-Leo Guntara; 19-Manda Cingi (31-Rosad Setiawan 84′), 4-Yu Hyun Koo (7-Rudi 67′), 10-Dedi Hartono, 99-Vanderlei Francisco, 78-Mariando Uropmabin (6-Fridolin Yoku 46′); 9-Karl Max Barthelemy.

Borneo FC: 31-Gianluca Pandeynuwu; 2-Aljufri Daud (87-Makarius Suruan 73′), 23-Juan Alsina, 19-Javlon Guseynov, 4-Wildansyah; 14-Ambrizal Umanailo (80-Ulul Azmi 65′), 38-M. Ikhsan, 28-Terens Puhiri (90-M. Sihran 59′), 10-Renan da Silva, 26-Ilham Syah; 9-Matias Conti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajemen Kalteng Putra Cuma Bisa Minta Maaf

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Indonesia – Manajemen kalteng Putra cuma bisa meminta maaf usai terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Mereka berjanji akan berjuang untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia lagi.

Seperti diketahui, Laskar Isen Mulang sebenarnya baru saja promosi ke Liga 1 pada 2019. Hal itu mereka dapatkan usai meraih peringkat ketiga pada Liga 2 2018 usai menaklukkan Persita Tangerang.

Akan tetapi, sepanjang kiprah di Liga 1 penampilan mereka kurang begitu mencolok. Mereka memang sempat mengejutkan usai melaju ke semifinal Piala Presiden. Tetapi, hingga pekan ke-32, mereka cuma mampu meraih 8 kemenangan di Liga 1 dan berada di dasar klasemen.

https://www.instagram.com/p/B5-fPTOAKpw/

“Kami dari jajaran manajemen klub Kalteng Putra FC meminta maaf sebesar-besarnya atas kegagalan tim di musim ini,” tulis pernyataan resmi Kalteng Putra di Instagram.

Imbuh mereka, “Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk kembali memberikan prestasi bagi seluruh pendukung setia Kalteng Putra FC dimana pun berada.”

Pasukan Gomes Oliveira itu dipastikan terdegradasi lantaran baru mengemas 31 poin saja. Perolehan poin mereka tak akan bisa mengejar Persela Lamongan di zona aman.

Selain mereka, Semen Padang dan Badak Lampung jua dipastikan terjerembab ke Liga 2. Sementara, Persik Kediri, Persiraja Banda Aceh, dan Persita Tangerang akan menggantikan posisi mereka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ungkapan Pelatih Setelah Semen Padang Dipastikan Degradasi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Semen Padang FC (SPFC) dipastikan terdegradasi dari Liga 1. Mereka terpaksa harus turun kasta ke Liga 2 musim depan setelah perolehan poin mereka tak memungkinkan untuk mengejar pesaing lainnya di posisi yang lebih tinggi di klasemen.

Kepastian terdegradasinya Semen Padang setelah mereka kalah dengan skor 2-0 dari tuan rumah PSIS Semarang pada Jum’at (13/12/2019). Selain itu, pertandingan dari tim lainnya pun mempengaruhi posisi mereka di klasemen. Yakni pada saat Persija Jakarta menang 4-0 atas Madura United. SPFC pun dipastikan tak mampu mengejar poin dari Persija.

Usai pertandingan, Pelatih SPFC, Eduardo Almeida pun menyampaikan permintaan maafnya. Ia meminta maaf kepada seluruh suporter Semen Padang lantaran tak bisa mengangkat tim dari jurang degradasi.

“Selamat untuk PSIS yang memenangi pertandingan ini. Dan yang terpenting, saya minta maaf kepada seluruh suporter Semen Padang atas hasil ini dan juga kegagalan memenuhi target,” ujar Almeida, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Liga-indonesia.id.

Meski demikian, Eduardo Almeida mengaku para pemainnya sudah tampil maksimal meskipun harus menerima kekalahan dari PSIS Semarang.

“Semua pemain sudah melakukan segalanya dan tampil maksimal,” sambungnya.

Sebelum pertandingan, pelatih yang baru masuk di putaran kedua itu masih yakin skuadnya mampu menghindari degradasi dengan mengalahkan PSIS sambil berharap Persija terpeleset saat menjamu Madura United. Namun semua harapan runtuh ketika Persija menang dan SPFC pun mengalami kekalahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ungkapan Pilu Jandia Eka Putra Setelah Semen Padang Terdegradasi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Semen Padang FC dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Hal tersebut didapat setelah mereka kalah dari PSIS Semarang dengan skor 2-0 pada Jum’at (13/12/2019).

Selain itu, hasil pertandingan lainnya pun turut mempengaruhi nasib klub berjuluk Kabau Sirah itu. Persija Jakarta memastikan kemenangan dengan skor 4-0 atas Madura United di waktu yang sama, yang juga memastikan Persija lolos dari jurang degradasi. Akan tetapi, lolosnya Persija menjadikan Semen Padang yang justru terjerumus jurang degradasi.

Meski Liga 1 2019 masih tersisa dua laga, namun Kabau Sirah dipastikan sudah tak bisa mengejar poin untuk keluar dari zona degradasi.

Ungkapan pilu dari terdegradasinya Semen Padang pun datang dari mantan pemain, Jandia Eka Putra. Jandia yang merupakan penjaga gawang dari PSIS Semarang yang juga notabene lawan dari Semen Padang mengungkapkan kesedihannya. Selain itu, ikatan emosionil Jandia yang juga mantan pemain dari klub kebanggaan masyarakat Minang itu pun masih melekat.

“Semen Padang adalah mantan klub dan yang membesarkan nama saya. Tapi, saya harus profesional, bekerja demi keluarga. Di mana jersey yang saya pakai, itu yang akan saya bela mati-matian,” ungkap Jandia Eka Putra, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Bola.com.

“Bukan saya yang bikin Semen Padang turun, tapi semua tim. Perasaan nggak enak hati, tapi mau bagaimana saya harus profesional. Itulah sepak bola, saya tak bisa bicara apa-apa lagi,” ujar Jandia.

Disisi lain, kiper berusia 32 tahun itu pun juga mendo’akan agar Kabau Sirah kembali berjuang untuk masuk ke Liga 1 lagi.

“Semoga ke depannya lebih baik lagi. Mungkin nasibnya kurang bagus, dari materi pemain sudah bagus, belum dikasih rezeki saja oleh Tuhan. Harus bangkit dan tahun depan bisa kembali ke Liga 1,” harapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil PSIS vs Semen Padang: Kalah, Kabau Sirah Degradasi ke Liga 2

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Semen Padang dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan setelah mereka kalah dari PSIS Semarang, Jum’at (13/12/2019). Bermain di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Kabau Sirah kalah dengan skor 2-0 dari Laskar Mahesa Jenar.

Selain itu, faktor pertandingan lainnya juga mempengaruhi terdegradasinya dari Liga 1 2019. Yakni pada laga lainnya Persija Jakarta menang dengan skor 4-0 atas Madura United. Kemenangan Persija atas Madura membuat poin dari Macan Kemayoran tak mampu lagi terkejar oleh Semen Padang.

Tanda-tanda kekalahan Semen Padang telah muncul pada saat pertandingan memasuki menit ke-33. Flavio Beck Junior mendapatkan hukuman kartu merah langsung dari wasit setelah melakukan pelanggaran keras.

PSIS Semarang pun mampu membuka keunggulan mereka pada menit ke-45 jelang babak pertama berakhir. Jonathan Eduardo dijatuhkan di kotak penalti oleh pemain Semen Padang yang membuat wasit menunjuk titik putih. Bruno Silva yang mengeksekusi penalti pun sukses menjebol gawang Rendy Oscario.

Jelang akhir pertandingan, satu pemain Semen Padang, Agung Prasetyo kembali mendapat kartu merah dari wasit setelah melakukan pelanggaran keras.

Hari Nur Yulianto menambah keunggulan PSIS yang membuat Kabau Sirah makin terbenam. Tepatnya pada menit 90+6, sepakan Hari Nur setelah menerima umpan dari Bruno Silva kembali menjebol gawang Rendy Oscario.

Hingga pertandingan usai, Semen Padang tak mampu menyamakan kedudukan. Mereka dipastikan degradasi dengan menghuni posisi 18 klasemen. Sementara itu kemenangan ini membuat PSIS Semarang tembus ke 10 besar klasemen.

SUSUNAN PEMAIN KEDUA TIM

PSIS (3-4-3): 30. Jandia Eka Putra (GK); 27. Safrudin Tahar, 15. Frendi Saputra, 4. Wallace Costa; 16. Finky Pasamba, 46. Fredyan Wahyu, 29. Septian David, 92. Bayu Nugroho; 22. Hari Nur Yulianto, 14. Jonathan Eduardo, 91. Bruno Silva.

Cadangan: 1. Joko Ribowo (GK), 3. Soni Setiawan, 17. M. Rio Saputro, 44. Eka Febri, 77. Andreas Crismanto, 6. Tegar Infantrie, 10. Komarudin.

Pelatih: Bambang Nurdiansyah.

SEMEN PADANG (4-4-2): 21. Rendy Oscario (GK); 26. Roni Rosadi, 55. Muhammad Rifqi, 44. Syaeful Anwar, 15. Leo Guntara; 4. Yu Hyunkoo, 6. Fridolin Kristof, 10. Dedi Hartono, 87. Flavio Beck Junior; 9. Dany Karl Max, 99. Vanderlei Francisco.

Cadangan: 24. Achmad Iqbal (GK), 22. Agung Prasetyo, 90. Boas Atururi, 7. Rudi, 19. Manda Cingi, 31. Rosad Setiawan, 78. Mariando Uropmabin.

Pelatih: Eduardo Almeida.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil Barito Putera vs Semen Padang: Laskar Antasari Takluk

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Barito Putera vs Semen Padang yang dihelat Stadion Demang Lehman, Jumat (6/12/2019) berhasi dimenangkan Semen Padang dengan skor 3-0. Dua gol Kabau Sirah dicetak oleh Vanderlei Francisco dan satu gol lagi dicetak oleh Flavio Beck.

Sejak babak pertama, permainan terbuka langsung tunjukkan permainan terbuka. Barito sempat mengancam pertahanan Semen Padang. Malah pada menit ke-10, Semen Padang langsung unggul lewat Vanderlei Fransisco.

Berawal dari tendangan keras dari Karl Max, bola rebound berhasil dimanfaatkan oleh Vanderlei untuk mencetak gol pemecah kebuntuan. Skor 1-0 bertahan di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Barito Putera berupaya menekan lini belakang Semen Padang. Namun sejumlah peluang yang didapat gagal dikonversi menjadi gol. Malah Kabau Sirah pada menit ke-79 berhasil kembali unggul 2-0 lewat gol Vanderlei Francisco. Pada menit ke 84, Flavio Beck memperbesar keunggulan tuan ruah menjadi 3-0.

Susunan pemain kedua tim:

Barito Putera: Aditya Harlan, Dandi Maulana, Donny Haroid, Roni Beroperay, Andri Ibo, Bayu Pradana, Kosuke Uchida, Francisco Torres, Rafael da Silva, Samsul Arif, Yakob Sayuri

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Djadjang Nurdjaman

Semen Padang: Rendy Oscario, Syaeful Anwar, Roni Rosadi, Dedi Gusmawan, Dedi Hartono, Leo Guntara , Yoo Hyun-goo, Fridolin Kristof , FlΓ‘vio Beck, Vanderlei Francisco, Karl Max

Kartu kuning: Yoo Hyun-goo

Kartu merah:

Pelatih: Eduardo Almeida

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bali United Juara, Stefano Cugurra Teco Pecahkan Rekor

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Bali United secara resmi merengkuh gelar juara Liga 1 2019 usai mengalahkan 2-0 Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Senin (2/12). Stefano Cugurra Teco sukses memecahkan rekor pribadi.

Sebelum laga, Serdadu Tridatu memang cuma membutuhkan hasil imbang saja untuk mengunci gelar. Tapi, mereka berhasil menang 2-0 berkat dwi gol dari Ilija Spasojevic.

Gol pertama Spaso terjadi menit ke-50. Dia sukses menyundul bola usai meneruskan umpan Yabes Roni dari sisi kiri. Kemudian gol kedua tercipta lima menit jelang laga bubaran.

https://www.instagram.com/p/B5kVC1SjN2h/

Spaso sukses meneruskan umpan matang dari Paulo Sergio dari sisi kanan. Dengan mudahnya, eks penyerang Persib Bandung itu mencocor bola di depan gawang.

Hasil itu membuat perolehan Bali United tak akan mungkin bisa dikejar. Mereka berhasil mengumpulkan 63 poin. Borneo FC di urutan kedua hanya maksimal bisa meraih 60 poin dalam lima laga tersisa.

Sementara, Semen Padang kian sulit untuk bangkit di Liga 1 2019. Mereka kian terbenam di dasar klasemen dengan cuma mengumpulkan 28 angka dari 30 laga.

Bali United akhirnya dipastikan juara. Keberhasilan Bali United juara jelas tak lepas dari tangan dingin Stefano Cugurra Teco. Teco mengukir rekor tersendiri. Dia menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangi Liga Indonesia dua musim beruntun.

https://www.instagram.com/p/B5kWuILjIAd/

Teco, cuma kalah dari kompatriotnya, Jacksen F Tiago soal koleksi gelar. Jacksen sudah tiga kali menjadi juara, yakni dua bersama Persipura Jayapura dan sekali dengan Persebaya Surabaya.

Bali United juara

Susunan Pemain:

Semen Padang (4-3-3): 21-Rendy Oscario; 15-Leo Guntara, 27-Dedi Gusmawan, 44-Syaiful Anwar, 35-Muhammad Rifqi (19-Manda Cingi 46′); 6-Fridolin Yoku (4-Yoo Hyun-koo 60′), 87-Flavio Beck Junior, 10-Dedi Hartono; 78-Mariando Uropmabin (9-Karl Max Berthelemy 55′), 99-Vanderlei Francisco, 88-Irsyad Maulana

Pelatih: Eduardo Almeida

Bali United (4-3-3): 59-Wawan Hendrawan, 24-Ricky Fajrin, 43-Willian Pacheco, 13-Gunawan Dwi Cahyo, 22-Dias Angga; 14-Fadil Sausu (4-Ahmad Agung 72′), 6-Brwa Nouri, 90-Paulo Sergio; 87-Stefano Lilipaly (18-Kadek Agung Widnyana 80′), 9-Ilija Spasojevic, 11-Yabes Roni (10-Irfan Bachdim 67′)

Pelatih: Stefano Cugurra

Jadwal Live TV Liga 1 Hari Ini: Penentuan Gelar Bali United Hingga Derbi Jatim

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Jadwal live tv Liga 1 2019 pada Senin (2/12/2019) bakal menyajikan sejumlah partai seru, salah satunya penentuan gelar Bali United. Mereka akan dijamu Semen Padang dan akan tayang langsung di Indosiar.

Seperti diketahui, Serdadu Tridatu hanya butuh satu poin saja dari lawatannya ke Padang untuk memastikan gelar juara. Sebab, saat ini mereka sudah berbeda 15 poin dari pesaing terdekat, Borneo FC dalam Liga 1 yang tersisa lima laga saja.

Dalam partai lain, Borneo FC sendiri akan menghadapi laga tandang berat. Mereka bakal dijamu oleh PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta. Laga nanti bakal live tv di O Channel.

Persebaya vs Madura United - Liga 1 - persebaya. id

Ada pula partai Derbi Jatim yang bakal digelar hari ini, yakni Madura United vs Persebaya Surabaya. Keduanya akan saling sikut dalam laga di Stadion Gelora Ratu Pamelingan dan bakal tayang langsung di Indosiar.

Tira-Persikabo yang baru saja memecat Rahmad Darmawan bakal meneruskan kiprahnya saat menghadapi Barito Putra di Bogor. Laga rencananya akan tayang live di Vidio.com.

Berikut Jadwal Live TV Liga 1 hari ini:

PSM Makassar vs Borneo FC, kick-off 15:30 WIB Live O Channel
Semen Padang vs Bali United, kick-off 16:00 WIB live Indosiar
Madura United vs Persebaya Surabaya, kick-off 18:30 WIB, live Indosiar
Tira-Persikabo vs Barito Putera, kick-off 18:30 WIB, live Vidio.com

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Di Ambang Juara, Bali United Tak Mau Besar Kepala Sebelum Laga

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Bali United tak mau besar kepala sebelum laga melawan Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Senin (2/12) sore nanti. Padahal, mereka cuma butuh satu poin saja untuk memastikan diri meraih gelar juara Liga 1 2019.

Seperti diketahui, saat ini Serdadu Tridatu berada di puncak klasemen dengan 60 poin. Mereka unggul 15 angka dari seteru terdekat, Borneo FC di urutan kedua dengan 45 poin. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan lima partai lagi, Bali United cuma butuh satu angka saja untuk mengunci gelar juara.

Kendati demikian, pasukan Stefano Cugurra Teco itu enggan terbuai dengan fakta di ambang juara. Mereka hanya ingin fokus mencuri poin di Padang.

Teco - Bali United - Stadion Wibawa Mukti
baliutd.com

“Kami akan bekerja keras dan fokus untuk mendapatkan poin di sini,” ungkap Teco dikutip dari Antara.

Bali United sendiri sukses menang 4-1 dalam pertemuan pertama melawan Semen Padang. Tapi, fakta itu tak membuat mereka terlena. Teco, mengingatkan pasukannya belum mendapatkan gelar. Jadi dia berharap semuanya harus fokus di Padang.

Terlebih, Semen Padang saat ini membutuhkan kemenangan. Mereka masih terjerembab di dasar klasemen dengan 28 poin berbeda tiga angka dari Persela Lamongan yang ada di zona aman, yakni posisi 15.

“Kalau tidak kami dapatkan di sini (gelar juara), maka akan kami lakukan di Bali,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Surabaya vs Semen Padang: Sama Kuat di Batakan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga Persebaya Surabaya vs Semen Padang digelar di tempat netral, yaitu Stadion Batakan, Kalimantan, Kamis (28/11/2019). Pertandingan sengit ini pun berakhir imbang 1-1.

Kendati berlangsung di tempat netral, laga ini berlangsung panas pada babak pertama. Persebaya yang berstatu sebagai tuan rumah berhasil unggul lebih dulu ketika laga berjalan 10 menit.

Akselerasi Diogo Campos membuatnya mencetak gol pembuka. Ia dengan cerdik mengelabui barisan pertahanan lawan sebelum menceploskan bola ke gawang.

Gol ini membuat pertandingan menjadi lebih hidup. Semen Padang yang mencoba mengejar ketinggalan akhirnya membuahkan hasil 12 menit berselang. Lolos dari jebakan offside, Vanderlei sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Skor 1-1 sekaligus menutup babak pertama. Pada babak kedua, tempo pertandingan tidak menurun. Semen Padang nyaris membalikkan keadaan lewat tendangan keras Dedi Hartono. Namun, Miswar Saputra berhasil menepis bola.

Tidak lama berselang giliran Bajul Ijo yang mencoba peruntungan. Tapi tendangan Irfan Jaya kali ini masih belum menemui sasaran.

Kendati jual beli serangan terus dilakukan kedua tim, mereka gagal mencetak gol kemenangan hingga laga berakhir. Hasil imbang ini membuat Semen Padang belum beranjak dari dasar klasemen dengan 28 poin. Sementara Persebaya Surabaya naik satu peringkat ke urutan 10 dengan 39 angka.

Susunan Pemain:

Persebaya Surabaya (4-3-3): 33-Miswar Saputra; 2-Novan Setya Sasongko, 23-Hansamu Yama, 5-Otavio Dutra, 14-Ruben Sanadi; 28-Aaron Williams, 27-Fandi Eko Utomo (Rendi Saputra 55’), 88-Slamat; 41-Irfan Jaya (Misbakus Solihin 71’), 7-David da Silva, 90-Diogo Campos

Pelatih: Aji Santoso

Semen Padang (4-3-3): 12-Teja Paku Alam; 15-Guntara, 44-Anwar, 27-Dedi Gusmawan, 26-Rosadi; 87-Flavio Beck Junior, 19-Manda Cingi (Karl Marx 19’) , 4-Yoo Hyun Goo (Yoku 73’); 10-Dedi Hartono, 88-Irsyad Maulana (Uropmabin 74’), 99-Vanderlei

Pelatih: Eduardo Almeida

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Semen Padang vs Kalteng Putra: Kabau Sirah Naik, Kalteng Tersungkur

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Semen Padang sukses meraih kemenangan kala mereka menjamu Kalteng Putra di Stadion H. Agus Salim, Kamis (21/11/2019). Kabau Sirah menang tipis dengan skor 1-0.

Kalteng Putra sebenarnya mengawali laga dengan inisiatif menyerang. Beberapa kali Ferinando Pahabol dan Eydison Soares melakukan pergerakan berbahaya ke pertahanan Semen Padang.

Akan tetapi, Semen Padang mampu menguasai permainan sejak pertandingan memasuki menit ke-20. Tembakan on target berhasil dicatatkan Flavio Beck Junior pada menit ke-20, namun bola masih bisa ditangkap oleh Reky Rahayu.

Vanderlei Francisco melakukan tembakan akrobatik pada menit ke-27. Namun sayang bola masih jauh dari gawang Kalteng Putra.

Saat babak pertama hampir usai, Semen Padang berhasil mencetak gol tepatnya di menit ke-43. Sepakan keras Flavio Beck Junior meluncur deras ke pojok gawang Kalteng Putra. Babak pertama pun ditutup dengan hasil 1-0 untuk Semen Padang.

https://www.instagram.com/p/B5INbgVjsMn/

Memasuki babak kedua, tak banyak peluang yang berpotensi menjadi gol yang terjadi. Kabau Sirah masih menguasai permainan untuk mencetak gol kedua mereka.

Menit ke-80, Flavio Beck Junior kembali mengancam Laskar Isen Mulang. Akan tetapi tembakannya kali ini masih jauh melambung di atas gawang.

Irsyad Maulana mendapat peluang emas di menit ke-90. Penetrasi dirinya mendapatkan situasi one on one dengan Reky Rahayu. Namun sayang, tembakannya justru masih melenceng dari gawang.

Hingga laga usai, skor 1-0 untuk kemenangan Semen Padang tak berubah. Dengan hasil ini, Kabau Sirah naik satu strip ke posisi 17 klasemen Liga 1 2019 sementara dengan 27 poin, menyingkirkan Kalteng Putra yang kini berada di dasar klasemen dengan 26 poin.

SUSUNAN PEMAIN KEDUA TIM

SEMEN PADANG (3-5-2): 12. Teja Paku Alam (GK); 26. Roni Rosadi, 55. Muhammad Rifqi, 27. Dedy Gusmawan; 4. Yu Hyunkoo, 15. Leo Guntara, 19. Manda Cingi, 10. Dedi Hartono, 87. Flavio Beck Junior; 78. Mariando Uropmabin, 99. Vanderlei Francisco.

Cadangan: 21. Rendy Oscario (GK), 90. Agung Prasetyo, 90. Boas Atururi, 6. Fridolin Kristof Yoku, 31. Rosad Setiawan, 88. Irsyad Maulana, 9. Dany Karl Max.

Pelatih: Eduardo Almeida.

KALTENG PUTRA (4-4-2): 53. Reky Rahayu; 4. Onorionde Kughegbe, 33. Rafael Bonfim, 3. Wasyiat Hasbullah, 26. Kevin Gomes; 44. I Gede Sukadana, 24. Fajar Handika, 28. Yan Pieter Nasadit, 34. Takuya Matsunaga; 11. Ferinando Pahabol, 89. Eydison Soares.

Cadangan: 18. Davit Ariyanto (GK), 22. Bhudiar Muhammad, 19. Dendi Maulana, 7. Dadang Apridianto, 77. Pandi Lestaluhu, 51. Maldini Pali, 14. Michael Rumere.

Pelatih: Gomes De Oliviera

Cara Semen Padang Manfaatkan Jeda Internasional

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, mengaku akan menggembleng fisik anak asuhnya selama jeda internasional pekan ini. Selain itu, ia juga mempersiapkan anak asuhnya jelang partai krusial melawan Kalteng Putra pekan depan.

Semen Padang saat ini memang kembali menghuni posisi buncit di klasemen Liga 1. Namun, mereka hanya terpaut tiga poin dari Badak Lampung yang berada di zona aman. Hal ini membuat laga melawan Kalteng Putra menjadi sangat krusian untuk Karl Max cs.

“Kita memiliki waktu yang panjang untuk persiapan, dan kita melakukan persiapan dengan sangat hati-hati untuk berjuang meraih tiga poin,” ujar Eduardo Almeida seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi Liga 1.

Semen Padang - Eduardo Almeida - @semenpadangfcid
instagram.com/semenpadangfcid

“Tim kita saat ini mendapatkan waktu yang lama untuk persiapan sehingga dapat meningkatkan hal-hal yang perlu kita tingkatkan dalam latihan yang akan membantu kita dalam memenangkan pertandingan,” katanya menambahkan.

Meskipun Semen Padang dihadapkan pada tugas yang cukup berat, Almeida masih yakin bisa membawa Laskar Kabau Sirah keluar dari zona degradasi. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan apabila Semen Padang mampu meraih setidaknya dua atau tiga kemenangan di laga tersisa.

“Jarak kita dengan zona aman hanya tiga poin. Jika kita meraih kemenangan dalam satu atau dua laga kita bisa keluar dari sana. Jadi kita tetap percaya kita bisa keluar dari zona sulit ini,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tavares Terkesan oleh Profesionalisme Novri Setiawan

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, terkesan dengan sikap Novri Setiawan saat melawan Semen Padang FC, Kamis (7/11). Menurutnya, Novri sangat profesional saat menghadapi tim dari tanah kelahirannya dengan seragam lawan.

Pemain berusia 25 tahun itu memang merupakan kelahiran Padang. Tapi, sudah sejak 2015 lalu dia membela Macan Kemayoran dengan segala kondisinya. Dia juga mengantarkan Persija meraih gelar juara Liga 1 2018 dan Piala Presiden 2018.

Bahkan, Novri sempat disaksikan oleh keluarganya saat Persija main imbang 2-2 melawan Semen Padang di Stadion GOR Haji Agus Salim. Tapi, dia tetap menunjukkan performa terbaiknya untuk Persija,

Edson Tavares media persija

“Saya tahu di laga ini Novri disaksikan keluarganya. Ia bermain sangat baik hari ini. Saya pikir dia Salah satu pemain yang bermain baik di laga ini,” ungkap Tavares kepada wartawan.

Tavares sendiri mensyukuri hasil imbang di kandang Semen Padang meski gagal balas dendam. Dia berjanji akan memanfaatkan laga kandang Persija dengan meraih kemenangan untuk menyelamatkan Ismed Sofyan cs dari jurang degradasi.

“Yang terpenting di sini kami mendapatkan poin dan kami punya dua pertandingan tunda di kandang dan kami akan melakukan terbaik untuk mendapatkan kemenangan,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil Semen Padang vs Persija Jakarta: Berbagi Poin

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bermain di Stadion Haji Agus Salim, laga Semen Padang vs Persija Jakarta berakhir imbang 2-2, Kamis (7/11/2019). Gol Persija Jakarta dicetak oleh Marko Simic dan Ryuji Utomo sedangkan dua gol Semen Padang dicetak oleh Vanderlei Francisco dan Mariando Uropmabin.

Sejak menit awal babak pertama, kedua tim sama-sama mencoba untuk menguasai lapangan tengah. Persija mampu unggul pada menit ke-16 lewat aksi dari Marko Simic.

Wasit Oki Dwi sempat membuat pemain Persija berang. Dua pelanggaran yang dilakukan oleh Manda Cingi tak membuat wasit mengeluarkan kartu kuning kepadanya.

Tertinggal satu gol, Semen Padang berupaya untuk terus menekan lini belakang Macan Kemayoran untuk bisa menyamakan kedudukan. Akan tetapi baru pada menit akhir babak pertama, Kabau Sirah mampu mencetak gol.

Berawal dari serangan balik cepat, publik Stadion Haji Agus Salim bersorak setelah aksi Vanderlei Francisco membuat skor kembali sama kuat. Tiga menit kemudian, Semen Padang malah berbalik unggul 2-1.

Gol dari Mariando Uropmabin membuat Andritany harus memungut bol dari gawangnya untuk kali kedua. Skor 2-1 bertahan di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Persija berusaha untuk menyamakan kedudukan. Hasilnya pada menit ke-59, berawal dari sepak pojok Ryuji Utomo mampu Persija mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Sejumlah peluang yang didapat kedua tim tak mampu berbuah gol. Hingga wasit Oki Dwi meniup peluit akhir tak ada lagi gol yang tercipta. Skor 2-2 jadi hasil akhir pertandingan.

Susunan pemain kedua tim:

Semen Padang: 12. Teja Paku Alam; 55. Muhammad Rifqi, 15. Leo Guntara, 44. Syaeful Anwar, 26. Roni Rosadi, 19. Manda Cingi, Dedi Hartono, 4. Yu Hyun Koo, 87. Flavio Beck Junior, 78. Mariando Uropmabin, 99. Vanderlei Francisco, 10. Dedi Hartono

Kartu kuning: Roni Rosadi, Syaeful Anwar

Kartu merah:

Pelatih: Eduardo Almeida

Persija: 26. Andritany Ardhiyasa; 14. Ismed Sofyan, 2. Xandao, 19. Fachrudin Aryanto, 28. Rezaldi Hehanusa, 4. Ryuji Utomo, 11. Novri Setiawan, 45. Sandi Sute, 32. Rohit Chand, 9. Marko Simic, 94. Heri Susanto.

Kartu kuning: Ryuji Utomo, Rezaldi Hehanusa

Kartu merah:

Pelatih: Edson Tavares

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tuntaskan Dendam ke Tira-Persikabo, Persija Bakal Balas Semen Padang

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Persija Jakarta kini mengalihkan bidikan ke Semen Padang usai berhasil menuntaskan dendam ke Tira-Persikabo. Mereka jua punya misi serupa, yakni ingin membalas kekalahan beberapa waktu lalu saat melawan Semen Padang.

Laga Semen Padang versus Persija akan dihelat pada Kamis, 7 November 2019 mendatang di Stadion GOR Haji Agus Salim. Tentu, Persija ingin mengobati kekecewaan saat takluk 1-2 dari Semen Padang di Stadion Patriot, (16/10) lalu.

Pelatih Edson Tavares menyebut laga Semen Padang vs Persija pada putaran pertama lalu memang tak maksimal. Hal itu setelah banyaknya pemain yang absen. Tapi, dia menjamin dalam laga nanti Macan Kemayoran akan habis-habisan.

Edson Tavares Persija

“Pertandingan pertama Semen Padang versus Persija, jika mengingatnya, kami tak bermain buruk tanpa tujuh pemain. Novri, Ismed, Riko, Rezaldi, Feby dam dua lagi di timnas tak main,” ungkap Tavares kepada wartawan.

Ini sebenarnya menurut dia bukan sebuah alasan. Mereka mengaku kalah, tapi tentu dalam pertandingan Semen Padang vs Persija berikutnya, Tavares ingin membuktikan kemampuan tangan dinginnya.

“Kami akan mencoba keluar dari area berbahaya di klasemen. Kami hanya berjarak 4-5 poin dari posisi terakhir, ini berbahaya. Semen Padang juga begitu. Mereka akan berusaha meraih tiga poin dan melakukan yang terbaik, keluar dari kemungkinan degradasi, tentu nanti akan jadi laga yang menarik,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil Bhayangkara FC vs Semen Padang: Drama 4 Gol Berakhir Imbang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bhayangkara FC bermain imbang 2-2 dengan tamunya Semen Padang pada lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (2/11/2019) malam WIB.

Dengan hasil ini, Semen Padang masih terbenam di dasar klasemen dengan koleksi 23 poin. Sedangkan Bhayangkara berhasil naik ke peringkat 10 dengan perolehan 32 poin.

Vanderlei Francisco - Semen Padang - Persija - @semenpadangfcid
instagram.com/semenpadangfcid

Tuan rumah unggul lebih dulu pada menit 50. Adalah Anderson Salles yang sukses membobol gawang Semen Padang melalui eksekusi tendangan bebas.

Selang lima menit, Semen Padang berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan Muhammad Rifqi menyambut umpan sepak pojok Dedi Hartono. Skor jadi imbang 1-1.

Tim tamu membalikkan keadaan di menit 86. Memanfaatkan umpan silang Dedi Hartono, sundulan Flavio Beck Junior sukses menghujam gawang Bhayangkara yang dikawal Awan Setho Raharjo.

Bhayangkara yang tak mau kehilangan poin di kandang sendiri berhasil menyeimbangkan skor pada menit 88. Lewat skema sepak pojok, tandukkan Herman Dzumafo sukses melesat mulus ke dalam gawang Semen Padang. Skor jadi imbang 2-2 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Bhayangkara FC: 12-Awan Setho; 2-Putu Gede, 34-Anderson Salles, 4-Nur Hidayat, 28-Alsan Sanda; 23-Wahyu Subo Seto (8-M Hargianto 32′), 18-Adam Alis, 89-Lee Yujun; 33-Bruno Matos, 99-Herman Dzumafo, 17-Nur Iskandar.

Semen Padang: 12-Teja Paku Alam; 90-Boas Atururi, 55-M.Rifqi, 27-Dedy Gusmawan, 44-Syaeful Anwar; 10-Dedi Hartono, 4-Yu Hyun Koo, 15-Leo Guntara, 19-Manda Cingi, 87-Flavio Beck; 78-Mariando Uropmabin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Paul Munster: Pelatih Semen Padang Bingung Lihat Permainan Kami

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengaku tak mempermasalahkan kehadiran dari juru taktik Semen Padang, Eduardo Almeida pada partai melawan PSM. Ia pun yakin Almeida tak akan mendapatkan banyak informasi dari laga melawan PSM.

Semen Padang memang menjadi lawan berikutnya untuk Bhayangkara FC. Vendry Mofu dkk dijadwalkan akan melawat ke Stadion PTIK, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/11) mendatang.

Eduardo Almeida bukanlah satu-satunya perwakilan Semen Padang yang hadir di Stadion PTIK pada Selasa (29/10). Laskar Kabau Sirah juga mengirimkan Flavio Beck Junior untuk memantau permainan Bhayangkara FC.

Eduardo Almeida - Paul Munster - Bhayangkara FC - Semen Padang - Media Indonesia
Media Indonesia

“Saya tak khawatir dengan kehadiran pelatih Semen Padang. Karena di pertandingan ini kami melakukan tiga kali melakukan pergantian taktik. Mungkin dia sedikit kebingungan dengan penampilan kami,” ujar Paul Munster kepada awak media.

Salah satu pergantinan taktik yang dilakukan oleh Munster adalah, menarik Hedipo Gustavo dan memasukkan penyerang veteran, Herman Dzumafo di masa turun minum. Menurut Munster, hal tersebut memang menjadi rencana cadangan milik Bhayangkara FC untuk mengalahkan PSM.

“Di masa turun minum, kami mengganti taktik. Kami mempunyai rencana cadangan karena kami tidak ingin bermain untuk imbang. Kami bermain untuk menang di setiap pertandingan. Saya ingin para pemain punya mental pemenang. Di pertandingan ini, para pemain punya mental pemenang,” ujar pria asal Irlandia Utara itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Komdis PSSI: Persija Didenda Rp 45 Juta, PSIM 2 Bulan Tanpa Penonton

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Komite Disiplin (Komdis) PSSI mmenelurkan beberapa keputusan tegas menanggapi berbagai peristiwa di Liga 1 maupun Liga 2. Mereka mendenda Persija Jakarta hingga menjatuhkan hukuman berat ke PSIM Yogyakarta.

Persija mendapatkan denda lantaran adanya pelemparan botol saat menjamu Semen Padang FC di Stadion Patriot, Bekasi, 16 Oktober lalu, Mereka akhirnya didenda Rp 45 juta oleh Komdis PSSI.

Denda dengan nilai serupa jua dijatuhkan kepada Semen Padang. Mereka dihukum dengan hal yang sama, yakni pelemparan botol kala Semen Padang menjamu Madura United, 20 Oktober lalu.

Pernyataan Suporter PSIM Terkait Kerusuhan di Laga Kontra Persis Solo

Hukuman berat dirasakan oleh PSIM usai melawan Persis Solo. Mereka mendapatkan hukuman tegas dari Komdis PSSI. Mereka dilarang disaksikan penonoton dalam dua bulan partai kandang pada kompetisi 2020 dan denda Rp 100 juta.

Hal itu setelah Komdis PSSI menilai oknum suporter PSIM sudah bertindak di luar batas. Mereka melakukan pelemparan, masuk ke lapangan, dan memukul wartawan.

Dalam rilisnya, Komdis PSSI total memberikan 18 keputusan. Berikut Hasil Sidang Komdis PSSI 25 Oktober:

Persija Jakarta

  • Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
  • Pertandingan: Persija Jakarta vs Semen Padang FC
  • Tanggal kejadian: 16 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
  • Hukuman: Denda Rp. 45.000.000

Semen Padang FC

  • Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
  • Pertandingan: Semen Padang FC vs Madura United FC
  • Tanggal kejadian: 20 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
  • Hukuman: Denda Rp. 45.000.000

Persibat Batang

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: 5 (lima) Kartu Kuning dalam 1 (satu) pertandingan
  • Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

Persibat Batang

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran : Tim Persibat Batang tidak melamjutkan pertandingan
  • Hukuman: kalah 0- 3, pengurangan poin 9, dan denda Rp. 250.000.000

Ofisial PSPS Riau, Sdr. Haris Hami

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Menanduk pemain Persibat batang
  • Hukuman: Larangan duduk di bench dan masuk ruang ganti sebanyak 4 (empat) pertandingan

Ofisial Persibat Batang, Sdr. Eko Junianto

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Memukul wasit
  • Hukuman: Larangan beraktifitas di sepakbola di lingkungan PSSI selama 6 (enam) bulan

PSPS Riau

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSPS Riau vs Persibat Batang
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
  • Hukuman: Denda Rp. 37.500.000

Persiraja Banda Aceh

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSMS Medan vs Persiraja Banda Aceh
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
  • Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

Persiraja Banda Aceh

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSMS Medan vs Persiraja Banda Aceh
  • Tanggal kejadian: 17 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Bersama-sama mengerubungi, mendorong wasit hingga jatuh
  • Hukuman: Denda Rp. 75.000.000

PSCS Cilacap

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSCS Cilacap vs PSGC Ciamis
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb dan turun ke dalam lapangan
  • Hukuman: Denda Rp. 37.500.000

PSMS Medan

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSMS Medan vs Aceh Babel United FC
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Penyalaan flare
  • Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

Pemain Perserang Serang, Sdr. Ilham Zusril

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: Cilegon United FC vs Perserang Serang
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Tindakan tidak sportif dan melanggar fair play
  • Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan

Cilegon United FC

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: Cilegon United FC vs Perserang Serang
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb dan terlibat keributan dengan suporter lawan
  • Hukuman: Larangan masuk bagi supporter Perserang Serang pada saat 2 kali pertandingan
    home dan 2 kali pada pertandingan away.

Perserang Serang

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: Cilegon United FC vs Perserang Serang
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Terlibat keributan dengan suporter lawan
  • Hukuman: Larangan masuk bagi supporter Perserang Serang pada saat 2 kali pertandingan
    home dan 2 kali pada pertandingan away.

PSIM Jogja

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran : Suporter melakukan pelemparan, masuk ke lapangan dan memukul wartawan (photografer)
  • Hukuman: Larangan tanpa penonton selama 2 (dua) bulan pada saat laga home pada musim
    kompetisi 2020 dan denda Rp. 100.000.000

Pemain PSIM Jogja, Sdr. Raymond Ivantonius

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Memukul pemain lawan
  • Hukuman: Larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan

Pemain PSIM Jogja, Sdr. Achmad Hisyam

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Menendang pemain Persis Solo dan mengintimidasi wartawan (photografer).
  • Hukuman: Larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama 5 (lima) tahun

Pemain PSIM Jogja, Sdr. Aldaier Makatindu

  • Nama kompetisi: Liga 2 2019
  • Pertandingan: PSIM Jogja vs Persis Solo
  • Tanggal kejadian: 21 Oktober 2019
  • Jenis pelanggaran: Mengintimidasi wartawan (photografer)
  • Hukuman: Teguran Keras

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Masalah KITAS Selesai, Eduardo Almeida Bisa Dampingi Semen Padang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Semen Padang asal Portugal Eduardo Almeida dipastikan bisa mendampingi anak asuhnya saat melawan Arema FC di lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, senin (28/10/2019).

Dikutip Football5star.com dari antaranews, Sabtu (26/10/2019) Eduardo harus terbang ke Singapura untuk mengurus masalah KITAS Ia pun dijadwalkan dari Singapura dan mendarat di Malang pada Sabtu pagi ini.

Vanderlei Francisco - Semen Padang - Persija - @semenpadangfcid
instagram.com/semenpadangfcid

“Hari ini saya mendarat di Malang dan akan bergabung dengan tim,” kata Eduardo. “Kita akan bekerja keras untuk bisa meraih poin di setiap laga yang tersisa,” tambahnya.

Kepastian Eduardo akan mendampingi Semen Padang juga sudah dikatakan oleh asisten pelatih Weliansyah saat memimpin skuatnya yang berjumlah 20 orang terbang ke Malang.

“Pelatih kepala akan menyusul ke Malang setelah masalah KITAS sudah selesai,” ucap Weliansyah.

Semen Padang saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen Liga 1 2019. Dengan 10 laga tersisa, kemenangan atas Arema FC wajib diraih oleh tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih MU Sebut Anak Asuhnya Beruntung Bisa Raih Kemenangan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Madura United (MU) Rasiman menyebut bahwa kemenangan anak asuhnya dari Semen Padang 2-1 di Stadion Haji Agus Salim dalam lanjutan Liga 1 2019, Minggu (20/10/2019) tak lepas dari keberuntungan.

Menurut Rasiman, skuat Semen Padang sepanjang pertandingan tunjukkan permainan yang sangat bagus. Mereka mampu menekan lini belakang MU sejak menit awal pertandingan.

“Semen Padang bermain sangat luar biasa. Mereka menekan kami sejak awal pertandingan. Kami akui cukup kesulitan untuk mengatasi permainan mereka,” ungkap Rasiman seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews.

“Kami beruntung bisa meraih kemenangan dan ini memang pertandingan yang cukup berat,” kata Rasiman.

Rasiman menyebut anak asuhnya sempat kehilangan konsentrasi di awal pertandingan. Akan tetapi, pemain MU mampu cepat mengubah itu dan mampu mempertahankan tiga poin.

“Kita kehilangan konsentrasi dan secara psikologis tentu tidak baik namun kami bisa mengubahnya dan mempertahankan kemenangan,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pemain MU, Diego Asis. Ia tak menampik bahwa Semen Padang menampilkan permainan yang sangat ketat sepajang 2×45 menit.

“Kita beruntung dan secara perlahan mampu menguasai jalannya pertandingan,” kata Asis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]