Turki Tampil Sangat Buruk di Euro 2020, Ini Kata Sang Pelatih

gamespool
Turki Tampil Sangat Buruk di Euro 2020, Ini Kata Sang Pelatih 4

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Turki, Senol Gunes, menejelaskan mengapa performa timnya sangat buruk di Euro 2020. Gunes menyebut bahwa kekalahan di laga pertama melawan Italia mempengaruhi keseluruhan performa timnya.

Turki digadang-gadang bakal menjadi tim kuda hitam di Euro 2020. Namun, Burak Yilmaz cs tampil sangat buruk. Mereka kalah di 3 laganya, kebobolan 8 gol dan hanya mencetak 1 gol, dan tentu saja sudah dipastikan tersingkir dari kompetisi. Gunes menyebut bahwa alasan mengapa timnya seperti ini sepanjang turnamen karena kekalahan 3-0 di laga pertama.

steven zuber-swiss vs turki-WhoScored
WhoScored

“Kami tidak cukup bagus sepanjang turnamen. Pertandingan pertama (lawan Italia) memiliki efek yang negatif pada para pemain saya. Itu bisa terjadi. Tapi, para pemain itu akan bermain untuk Turki selama bertahun-tahun dan mereka akan sukses seperti sebelumnya,” ucap Senol Gunes seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Hakan Calhanoglu meminta maaf kepada para fansnya karena penampilan Turki di Euro 2020 sama sekali tidak sebaik yang diharapkan. Dia juga berjanji Turki akan tampil lebih baik di Piala Dunia 2022.

“Kami punya target besar sebelum turnamen. Kami sangat bekerja keras. Kami meminta maaf karena perjalanan kami tidak sesuai yang diharapkan. Kami mendapatkan pengalaman. Kami harus mengambil pelajaran,” ujar Calhanoglu.

Pemain AC Milan itu melanjutkan, “Kami masih punya Piala Dunia di depan kami. Kami berada di jalur yang benar dan harus melupakan turnamen ini. Tentu saja negara kami sedih, kami sekali lagi meminta maaf.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Senol Gunes: Permainan Turki Jauh dari yang Diharapkan

gamespool
Senol Gunes: Permainan Turki Jauh dari yang Diharapkan 8

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Turki, Senol Gunes, sangat kecewa dengan penampilan timnya melawan Italia di laga pembuka Euro 2020, Sabtu (12/6/21). Gunes menyebut bahwa permainan Turki jauh dari yang diharapkan..

Turki harus kalah dengan skor 3-0 lewat gol bunuh diri Merih Demiral, Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne. Bukan hanya kalah, Turki bahkan sama sekali tak mencatatkan satu tendangan ke arah gawang dari 3 percobaan. Sedangkan Italia punya 24 percobaan, 8 mengarah ke gawang.

Gunes kecewa bukan hanya karena skornya, tapi juga karena permainan Turki jauh dari yang diharapkan dan dia berharap bisa memainkan sepak bola yang lebih baik.

Senol Gunes Permainan Turki Jauh dari yang Diharapkan
Cumhuriyet

“Pertandingan ini tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Mereka lebih dominan dari kami dan memiliki begitu banyak penguasaan bola dan ini memberi keuntungan bagi lawan kami. Setelah kami kebobolan di babak kedua, kami kehilangan konsentrasi dan kehilangan kendali permainan,” ucap Gunes seperti dikutip Football5Star.com dari The Toronto Sun.

Gunes melanjutkan, “Kami dapat mengatakan secara teknis, kami menghadapi tim Italia yang sangat kuat. Saya tidak puas dengan skornya, tetapi saya mengharapkan kami memainkan sepak bola yang lebih baik.”

The Crescent-Star masih bisa menebus kekalahannya di dua laga selanjutnya melawan Wales dan Swiss.

“Ini bukan hari kami. Kami mulai kehilangan bola dan tidak bisa maju. Italia lebih baik, kami kalah dari tim yang lebih baik. Ini adalah turnamen. Kami memiliki dua pertandingan lagi. Kami akan mempersiapkan diri untuk pertandingan lawan Wales,” ujar Seno Gunes.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Euro 2020: Senol Gunes Sesumbar Turki akan Tumbangkan Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Senol Gunes menatap laga pembuka Euro 2020 dengan percaya diri. Tanpa ragu dia menyebut Turki bisa mengalahkan tuan rumah Italia, Sabtu (12/6/2021) dinihari WIB.

Senol Gunes punya alasan kuat kenapa dia berani sesumbar. Salah satu faktor utamanya adalah keberadaan beberapa pemainnya yang berkarier di Serie A.

“Kami tahu kekuatan Italia, tapi juga tahu kelemahan mereka. Kami sangat menyadari prestise dan tradisi mereka, lolos ke hampir semua kompetisi. Tapi itu akan sulit diperjuangkan dalam hal teknis, taktis, dan fisik. Saya ingin melihat kualitas pemain saya ditampilkan,” kata Gunes, Jumat (11/6/2021).

senol gunes hakan calhanoglu footballitalia
football-italia.net

“Bagus juga kami memiliki pemain yang berkarier di Serie A saat ini karena mereka tahu bagaimana segala sesuatunya bekerja di sana dan pendekatan yang diambil. Ini adalah pertandingan dua tim kuat dan saya yakin Turki bisa menang,” ia menambahkan.

Di Euro 2020 ini Turki membawa semangat Piala Dunia 2002 silam. Di mana ketika itu mereka berhasil menembus semifinal dan meraih peringkat ketiga.

Dan kebetulan pelatih saat itu adalah Senol Gunes. “Kami bukan favorit untuk memuncaki grup ini, tapi saya ingin mencapai final dan memainkannya melawan Italia,” ungkapnya.

“Perjalanan kami di sepak bola internasional benar-benar dimulai dengan semifinal Piala Dunia 2002 dan semua orang ingin menang. Tapi saya yakin kami terus belajar dari turnamen ini,” tutup nakhoda 69 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Besiktas Isyaratkan Bintangnya Merapat ke Liverpool

Football5Star.com, Indonesia – Performa bintang andalan Besiktas, Anderson Talisca, menuai decak kagum musim ini, hingga banyak klub besar ingin meminangnya. Tapi pelatih Senol Gunes mengisyaratkan sang pemain segera merapat ke Liverpool.

Talisca sejatinya pemain pinjaman Besiktas dari Benfica. Kendati demikian, ia mampu menunjukkan kelasnya bersama raksasa Turki tersebut dengan gelontoran 14 gol dan tujuh assist musim ini. Walau begitu, Gunes mengaku timnya tidak akan mempermanenkan status gelandang serangnya itu.

Ia mengatakan bahwa Talisca sudah tidak bersama tim sejak beberapa waktu lalu. Bahkan pemain Brasil tersebut bukan penggawa Besiktas lagi musim depan.

“Talisca sudah menghilang sejak beberapa waktu lalu. Saya meminta maaf untuk itu karena dia tidak akan bersama lagi dengan tim. Saya sebenarnya berharap sebaliknya, tetapi sudah ada kesepakatan yang terjadi soal masa depannya,” ujar Gunes seperti dilansir Daily Mail, Minggu (20/5/2018).

Football5star
zimbio.com

Walau tidak mengatakan secara langsung ke mana tim yang akan dituju, mantan pelatih Timnas Turki itu berujar bahwa pemain 24 tahun tersebut akan menjadi rival Cenk Tosun di Premier League.

Adapun Tosun sudah memperkuat Everton sejak Januari lalu. Seperti yang diketahui, The Toffees merupakan rival sekota Liverpool selama ini, sehingga apa yang dikatakan Gunes memperkuat anggapan Talisca akan bermain di Anfield musim depan.

“Dia mungkin akan menjadi rival Cenk Tosun di Premier League. Sejauh ini hanya itu yang bisa saya katakan,” tutupnya.

Gunes: Bayern dan Besiktas Beda Kelas

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Besiktas, Senol Gunes, mengaku sangat kecewa dengan kekalahan timnya dari Bayern Munich. Namun, Gunes mengakui, Besiktas memang kalah kelas dari Der Bavarians.

Bayern menang telak 5-0 atas tamunya Besiktas pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (21/2/2018) dinihari WIB.

mueller bayern besiktas twitter @HomeBayern
Getty Images

Der Bavarians diuntungkan dengan kondisi Besiktas yang kehilangan Domagoj Vida sejak menit 16. Wasit mengusirnya karena dianggap sebagai orang terakhir yang menjatuhkan Robert Lewandowski.

Unggul jumlah pemain membuat Bayern leluasa melancarkan serangan. Hasilnya, Bayern mampu unggul satu gol berkat gol Thomas Mueller (43′). Setelah turun minum, Bayern menggelontorkan empat gol lain untuk melengkapi kemenangan mereka. Gol-gol tersebut dicetak Kingsley Coman (53′), Mueller (55′) dan Lewandowski (79′ & 88′).

“Bayern lebih baik dari kami hari ini. Kami ingin bermain lebih baik, tapi ketika kami harus bermain dengan 10 orang sejak 15 menit pertama, kami kesulitan. Kami ambruk dalam hal stamina dan sikap,” kata Gunes di situs resmi klub.

“Bayern benar-benar memanfaatkannya di babak kedua. Kami tidak memiliki dorongan dalam menyerang. Kami mencoba menutup celah di belakang, tapi kami gagal melakukannya. Kartu merah itu mematahkan perlawanan kami hari ini. Anda bisa melihat ada perbedaan kelas,” Gunes menambahkan.

Hasil tersebut membuat Bayern berpeluang besat lolos ke perempat final Liga Champions. Kekalahan dengan selisih empat gol pada leg kedua di Vodafone Stadyumu, 14 Maret 2018, tetap cukup membawa The Bavarians ke babak delapan besar.