5 Fakta Menarik Laga Pembuka Piala Eropa Sejak 1980

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran EURO 2020 akan segera bergulir. Laga Turki vs Italia di Stadio Olimpico, Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB akan jadi pembukanya. Bagi timnas Italia, ini merupakan kali kedua mereka menjalani laga pembuka Piala Eropa. Sebelumnya, mereka membuka Piala Eropa 1988 dengan mengimbangi sang tuan rumah, Jerman Barat, 1-1.

Ada banyak catatan yang tertoreh dalam laga pembuka Piala Eropa sejak fase grup diberlalukan pada 1980. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik dari sekian banyak fakta tersebut. Di antaranya menyangkut skor akhir dan hasil yang diperoleh tim yang berstatus tuan rumah.

Hanya Sekali Piala Eropa Dibuka Juara Bertahan

Partai pembuka Piala Eropa hampir selalu dilakoni tim yang berstatus tuan rumah. Tak terkecuali pada EURO 2020 yang digelar dengan banyak tuan rumah. Italia yang akan menghadapi Turki termasuk salah satu tuan rumah. laga nanti akan digelar di Stadion Olimpico yang biasanya menjadi markas AS Roma dan Lazio.

Anomali hanya terjadi sekali, yaitu pada Piala Eropa 1980. Digelar di Italia, bukan Gli Azzurri yang memjalani laga pembuka. Laga perdana justru dilakoni sang juara bertahan, yakni Cekoslowakia. Menariknya, sang lawan adalah Jerman Barat yang dikalahkan pada final EURO 1976.

Tak Pernah Berakhir Tanpa Gol

Michel Platini mencetak gol tunggal pada menit ke-78 laga pembuka Piala Eropa 1984 melawan Denmark.
Getty Images

Bersiaplah menanti gol pada laga Turki vs Italia pada pembukaan EURO 2020 nanti. Pasalnya, sejak 1980, laga pembuka tak pernah berakhir tanpa gol. Setidaknya 1 gol selalu tercipta pada laga-laga tersebut. Total, dalam 10 edisi tercipta 20 gol pada laga pembuka. Artinya, rata-rata tercipta 2 gol. dari 20 gol itu, 15 di antaranya dicetak pada babak kedua.

Dalam 10 edisi Piala Eropa terdahulu, tercatat hanya 3 kali laga pembuka hanya menghasilkan 1 gol. Itu terjadi untuk kali pertama pada 1980 ketika Jerman Barat menang atas Cekoslowakia. Empat tahun berselang, Prancis menang 1-0 atas Denmark. Adapun kali ketiga adalah saat Rep. Cheska menang 1-0 atas Swiss pada EURO 2008.

Selalu Berakhir dengan Skor Ketat

Gol Dimitri Payet pada menit ke-89 membawa timnas Prancis menang 2-1 atas Rumania pada laga pembuka Piala Eropa 2016.
telegraph.co.uk

Menjalani laga pembuka EURO 2020, timnas Italia harus waspada. Meskipun tengah menunjukkan tren sangat bagus bersama pelatih Roberto Mancini, Gli Azzurri tak bisa terlalu berharap untuk menuai kemenangan besar saat menghadapi timnas Turki di Stadion Olimpico nanti.

Itu karena laga-laga pembuka Piala Eropa pada 10 edisi sebelumnya selalu berakhir ketat. Tak ada tim yang menang dengan margin lebih dari 1 gol. Sebanyak 3 laga berkesudahan 2-1, 3 laga berakhir 1-0, dan bahkan 4 laga usai dengan skor imbang 1-1.

Tuan Rumah Hampir Selalu Menang

Timnas Portugal secara mengejutkan kalah 1-2 dari timnas Yunani pada laga pembuka Piala Eropa 2004.
Getty Images

Timnas Italia bisa mengusung optimisme tinggi saat menghadapi Turki pada laga pembuka EURO 2020 nanti. Pasalnya, mereka berstatus tuan rumah. Sejak 1984 ketika tuan rumah menjalani laga perdana Piala Eropa, hasil akhir hampir selalu memihak sang tuan rumah. Rinciannya, 3 menang, 4 seri, dan 2 kalah.

Tuan rumah yang kalah pada laga pembuka EURO adalah Portugal dan Swiss. Pada Piala Eropa 2004, Seleccao das Quinas secara mengejutkan takluk 1-2 dari Yunani. Gol balasan sang tuan rumah pun baru tercipta pada menit terakhir. Empat tahun kemudian, Der Nati mengikuti langkah serupa dengan kalah 0-1 dari Rep. Cheska.

Unggul Lebih Dulu Pasti Tak Kalah

Ada satu fakta menarik yang patut disimak timnas Italia dan timnas Turki yang akan menjalani laga pembuka EURO 2020. Mereka harus berlomba untuk mencetak gol terlebih dahulu. Faktanya, dalam 10 edisi sebelumnya, tim yang unggul lebih dulu selalu terhindar dari kekalahan. Enam di antaranya malah memetik kemenangan.

Anomali hampir tersaji pada laga pembuka Piala Eropa 2012 saat Polandia melawan Yunani. Polandia yang unggul terlebih dahulu nyaris kalah. Kedudukan 1-1 ketika kiper Polandia, Wojciech Szczesny dikartu merah dan Yunani mendapatkan penalti pada menit ke-69. Namun, eksekusi Giorgios Karagounis mampu ditahan Przemyslaw Tyton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Bintang Top Eropa yang Absen dari EURO 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – EURO 2020 akan berlangsung tiga hari lagi. Ajang internasional terakbar di Eropa ini sejatinya jadi panggung para pemain terbaik yang ada di Benua Biru. Namun, tak sedikit bintang yang dipastikan tak berpatisipasi pada perhelatan kali ini.

Banyak faktor yang membuat sejumlah bintang Eropa tak dapat berlaga di EURO 2020. Ada yang memang tak jadi pilihan pelatih untuk masuk daftar 26 pemain, ada yang karena terpaksa absen gara-gara cedera. Faktor terakhir ini bahkan memaksa pemain harus dicoret hanya beberapa hari jelang pembukaan Piala Eropa.

Sejumlah bintang yang absen itu sebenarnya jadi andalan tim-tim besar dalam beberapa tahun terakhir. Berikut ini, Football5star.com merangkum lima bintang top yang absen dari EURO 2020.

1. Sergio Ramos (Spanyol)

Sergio Ramos - Luis Enrique - Real Madrid - Spanyol - Euro 2020 - RT
rt.com

Keikutsertaan Sergio Ramos di Euro kali ini sudah menjadi tanda tanya sejak kompetisi 2020-21 belum berakhir. Maklum saja ia mengalami cedera lutut dan memaksanya menepi selama tiga bulan.

Jelang kompetisi berakhir, kondisi Ramos sudah mulai membaik. Tapi pelatih Spanyol, Luis Enrique, tidak berani mengambil risiko terkait kondisi sang kapten.

Dan benar saja, saat hari pengumuman, tidak ada nama Sergio Ramos dalam daftar 26 pemain yang dipanggil Luis Enrique. Bukan hanya itu, sang bos juga tidak memanggil pemain Real Madrid yang selama ini jadi langganan timnas seperti Marco Asensio, Isco, Dani Carvajal, dan Nacho Fernandes.

2. Virgil van Dijk (Belanda)

Virgil van Dijk absen dari timnas Belanda di EURO 2020 karena masih belum pulih dari cedera.
nu.nl

Musim 2020-2021 adalah mimpi buruk bagi Virgil van Dijk. Kompetisi baru berjalan tiga pertandingan, bek Liverpool sudah tumbang. Ia diterjang Jordan Pickford pada Derby Mersyside.

Kapten timnas Belanda pun harus mengakhiri musim 2020-2021 secara prematur. Celakanya, cedera ligamen yang dialami juga berpengaruh ke timnas Belanda.

Tak bermain selama semusim membuat Van Dijk memutuskan mundur dari De Oranje. Ia terpaksa mengubur impian main di Euro demi penyembuhan cedera dan mengembalikan tingkat kebugaran.

3. Trent Alexander-Arnold (Inggris)

Baru Kembali Bermain, Trent Alexander-Arnold Alami Cedera
Twitter @brfootball

Trent Alexander-Arnold adalah salah satu korban dari laga uji coba jelang Euro 2020. Nama bek Liverpool sebelumnya masuk dalam skuat Inggris. Tapi uji coba melawan Austria jadi momok untuknya.

Bek 22 tahun mengalami cedera paha. Dia sempat ditarik keluar pada laga Inggris vs Austria. Setelah tim medis melakukan pemeriksaan, Trent Alexander-Arnold dipastikan menepi selama empat pekan.

Bintang Liverpool pun dipastikan absen dari Euro 2020. Posisinya akan digantikan oleh Ben White, yang tampil spektakuler bersama Brighton musim 2020-21.

4. Zlatan Ibrahimovic (Swedia)

Dua Kali Pamer Gaya Ninja, Zlatan Ibrahimovic Makin Tua Makin Jadi
skanaa.com

Salah satu alasan kenapa Euro 2020 sangat ditunggu adalah untuk melihat kembalinya Zlatan Ibrahimovic. Ya, bomber gaek sebelumnya sudah memutuskan pensiun dari timnas Swedia.

Akan tetapi, performa apik yang ditunjukkan selama berseragam AC Milan membuat Ibrahimovic berpikir untuk comeback ke timnas. Keinginan itu disambut baik oleh pelatih Swedia, Janne Andersson.

Ibra benar-benar kembali dan sempat bermain pada kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Giorgia dan Kosovo. Tapi setelah itu pemain 39 tahun kembali berkutat dengan cedera. Ia pun harus menerima kenyataan absen dari Euro karena cedera itu.

5. Marco Reus (Jerman)

Olaf Thon menyebut Marco Reus kalau pada zaman dahulu bisa dihukum karena tak mau membela timnas Jerman.
kicker.de

Timnas Jerman kembali memanggil beberapa pemain veteran seperti Mats Hummels dan Thomas Mueller. Tapi pemain senior lainnya seperti Marco Reus tidak turut serta dalam 26 pemain pilihan Joachim Loew.

Kapten Borussia Dortmund memilih fokus untuk mengembalikan kondisi fisiknya. Keputusan ini cukup mengejutkan sebab dia tampil luar biasa bersama Dortmund dan jarang mengalami cedera.

Akan tetapi, ia yang paham dengan kondisi fisiknya memutuskan mundur dari Euro. “Setelah melalui proses yang rumit, melelahkan, dan di akhir musim yang sukses, saya telah memutuskan bersama dengan Joachim Loew untuk tidak pergi ke Euro,” tulisnya di Instagram.

“Ini keputusan sulit karena saya selalu bangga saat bisa bermain membela negara. Tapi setelah musim yang sangat intens bagi saya pribadi dan mencapai tujuan saya di Dortmund, saya memutuskan untuk memberi tubuh saya waktu untuk pulih,” lanjutnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daftar Tuan Rumah Euro 2020 dan Jadwal Pertandingan Fase Grup

gamespool
Daftar Tuan Rumah Euro 2020 dan Jadwal Pertandingan Fase Grup 16

Football5star.com, Indonesia – Euro 2020 akan berjalan dengan sistem yang cukup unik. Pasalnya, UEFA sebagai pihak penyelenggara memutuskan untuk menggelar ajang Piala Eropa tahun ini di 11 stadion berbeda yang terletak di seluruh penjuru Eropa.

Hal ini membuat beberapa negara akan menyandang status tuan rumah di ajang Euro 2020 nanti. Beberapa negara yang dipercaya menjadi tuan rumah antara lain adalah Inggris, Italia, Belanda dan Jerman. Awalnya, ada 13 kota yang jadi tuan rumah. Namun, Brussels dan Dublin lantas dicoret karena alasan berbeda. Lalu, Spanyol mengganti Bilbao dengan Sevilla.

Satu negara tuan rumah yang mendapat perhatian khusus adalah Azerbaijan. Pasalnya, ini merupakan kali pertama mereka menggelar ajang sebesar Piala Eropa. Tak cuma itu, lokasi Azerbaijan yang terletak di perbatasan antara Eropa dan Asia juga dinilai bakal menyulitkan beberapa tim peserta.

Euro 2020 - Jadwal Euro 2020 - TeT International Develeopment
TeT International Develeopment

Berikut adalah daftar stadion yang akan menggelar laga Euro 2020:

GRUP A:

  1. Stadio Olimpico, Roma, Italia
    • Kapasitas: 70.634
  2. Stadion Olimpiade, Baku, Azerbaijan
    • Kapasitas: 68.700

Jadwal Pertandingan Grup A:

TanggalPertandinganStadionJam
12 Juni 2021Turki vs ItaliaOlimpico02.00 WIB
12 Juni 2021Wales vs SwissStadion Olimpiade Baku20.00 WIB
16 Juni 2021Turki vs WalesStadion Olimpiade Baku23.00 WIB
17 Juni 2021Italia vs SwissOlimpico02.00 WIB
20 Juni 2021Swiss vs TurkiStadion Olimpiade Baku23.00 WIB
20 Juni 2021Italia vs WalesOlimpico23.00 WIB

GRUP B:

  1. Stadion Kretovsky, Saint Petersburg, Rusia
    • Kapasitas: 68.134
  2. Stadion Parken, Copenhagen, Denmark
    • Kapasitas: 38.065

Jadwal Pertandingan Grup B:

TanggalPertandinganStadionJam
12 Juni 2021Denmark vs FinlandiaStadion Parken23.00 WIB
13 Juni 2021Belgia vs RusiaStadion Krestovsky02.00 WIB
16 Juni 2021Finlandia vs RusiaStadion Krestovsky20.00 WIB
17 Juni 2021Denmark vs BelgiaStadion Parken23.00 WIB
22 Juni 2021Rusia vs DenmarkStadion Parken02.00 WIB
22 Juni 2021Finlandia vs BelgiaStadion Krestovsky02.00 WIB

GRUP C:

  1. Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Belanda
    • Kapasitas: 54.990
  2. Arena Nationala, Bucharest, Rumania
    • Kapasitas: 55.600

Jadwal Pertandingan Grup C:

TanggalPertandinganStadionJam
13 Juni 2021Austria vs Makedonia UtaraArena Nationala23.00 WIB
14 Juni 2021Belanda vs UkrainaJohan Cruijff Arena02.00 WIB
17 Juni 2021Ukraina vs Makedonia UtaraArena Nationala20.00 WIB
18 Juni 2021Belanda vs AustriaJohan Cruijff Arena02.00 WIB
22 Juni 2021Makedonia Utara vs BelandaJohan Cruijff Arena23.00 WIB
22 Juni 2021Ukraina vs AustriaArena Nationala23.00 WIB

GRUP D:

  1. Stadion Wembley, London, Inggris
    • Kapasitas: 90.000
  2. Hampden Park, Glasgow, Skotlandia
    • Kapasitas: 51.886

Jadwal Pertandingan Grup D:

TanggalPertandinganStadionJam
13 Juni 2021Inggris vs KroasiaWembley20.00 WIB
14 Juni 2021Skotlandia vs Rep. CheskaHampden Park20.00 WIB
18 Juni 2021Kroasia vs Rep. CheskaHampden Park23.00 WIB
19 Juni 2021Inggris vs SkotlandiaWembley02.00 WIB
23 Juni 2021Kroasia vs SkotlandiaHampden Park02.00 WIB
23 Juni 2021Rep. Cheska vs InggrisWembley02.00 WIB

GRUP E

  1. La Cartuja, Sevilla, Spanyol
    • Kapasitas: 60.000
  2. Stadion Kretovsky, Saint Petersburg, Rusia
    • Kapasitas: 68.134

Jadwal Pertandingan Grup E:

TanggalPertandinganStadionJam
14 Juni 2021Polandia vs SlovakiaStadion Krestovsky23.00 WIB
15 Juni 2021Spanyol vs SwediaLa Cartuja02.00 WIB
18 Juni 2021Swedia vs SlovakiaStadion Krestovsky20.00 WIB
20 Juni 2021Spanyol vs PolandiaLa Cartuja02.00 WIB
23 Juni 2021Slovakia vs SpanyolLa Cartuja23.00 WIB
23 Juni 2021Swedia vs PolandiaStadion Krestovsky23.00 WIB

GRUP F:

  1. Alllianz Arena, Munich, Jerman
    • Kapasitas: 70.000
  2. Puskas Arena, Budapest, Hungaria
    • Kapasitas: 67.215

Jadwal Pertandingan Grup F:

TanggalPertandinganStadionJam
15 Juni 2021Hungaria vs PortugalPuskas Arena23.00 WIB
16 Juni 2021Prancis vs JermanAllianz Arena02.00 WIB
19 Juni 2021Hungaria vs PrancisPuskas Arena20.00 WIB
19 Juni 2021Portugal vs JermanAllianz Arena23.00 WIB
24 Juni 2021Portugal vs PrancisPuskas Arena02.00 WIB
24 Juni 2021Jerman vs HungariaAllianz Arena02.00 WIB

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Euro 2020 tinggal hitungan hari. Para negara peserta telah mengumunkan para pemain yang akan tampil di ajang empat tahunan ini. Sejumlah nama pemain muda diprediksi akan bersinar di Euro 2020.

Phil Foden (Inggris)

Gelandang milik Manchester City jadi andalan Pep Guardiola di musim ini. Meski gagal antarkan City menjadi juara Liga Champions, Foden berperan besar menjadi nyawa bagi permainan Manchester City di Liga Inggris.

Di level tim nasional, Foden menjalani debutnya di tim senior pada September lalu saat Inggris melawan Islandia di UEFA Nationas League. Pada 18 November 2020 di Stadion Wembley, Foden mencetak gol debutnya untuk INggris saat melawan Islandia.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Phil Foden

Sejumlah pihak menganggap gaya main Foden sangat mirip dengan Andres Iniesta dan Zinedine Zidane. Ia mampu menyeimbangkan permainan tim di lini tengah. Sebagai pemain muda, kedewasaan Foden juga layak diancungi jempol.

“Dengan begitu banyak hal pada tahun ini, dia menunjukkan level yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya pikir dia sudah dewasa dan dia adalah pemain yang nyata, pemain yang sangat bagus, pemain yang bertalenta,” kata rekan Foden di City, Aymeric Laporte.

Dejan Kulusevski (Swedia)

Permainan Juventus pada musim ini memang mengecewakan penggemar mereka. Namun tidak semua pemain Juventus tunjukkan permainan buruk, salah satunya Dejan Kulusevski. Di ajang Euro 2020, eks Parma ini bisa jadi salah satu pemain muda yang bakal bersinar.

Salah satu kelebihan dari Kulusevski ialah kreativitas membangun skema serangan. Ia juga memiliki kecepatan dan dribbling yang sangat bagus. Yang paling menarik dari pemain satu ini ialah fleksibilitasnya untuk dimainkan di berbagai posisi.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Dejan Kulusevski

Saat masih di Parma misalnya, ia memainkan empat peran berbeda mulai dari gelandang sentral, gelandang serang, winger kanan hingga menjadi penyerang tengah.

“Peran yang tepat bagi saya di Parma adalah sebagai seorang pemain sayap. Di akademi Atalanda, saya malah memulainya dari pemain belakang. Sejauh yang saya ketahui, saya juga bisa ditempatkan sebagai seorang trequartista,” kata Dejan Kulusevksi.

Ryan Gravenberch (Belanda)

Gelandang 19 tahun milik Ajax Amsterdam ini menjadi salah satu pemain muda yang dipanggil pelatih Frank de Boer. Selain Grevenberch, De Boer juga memanggil rekan Gravenberch di Ajax, Jurriem Timber.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Ryan Gravenberch

Keistimewaan pemain satu ini ialah postur tubuhnya yang tinggi menjulang namun memiliki keseimbangan dalam mengatur ritme permainan di lini tengah. Ia juga salah satu pemian Ajax yang musim ini terbanyak melemparkan umpan akurat.

Dari catatan Whoscored, keakuratan passing dari Gravenberch di Eredivisie musim ini mencapai 87 persen. Sedangkan di Liga Europa, keakuratannya mencapai 85 persen.

Karier Gravenberch di level tim Orange dimulai mulai dari level U-19 dan U-21. Di level tim muda itu, Gravenberch dianggap mampu mendikte permainan tim lawan dan memudahkan skema serangan tim yang dibelanya.

João Félix (Portugal)

Atletico Madrid menjadi kampium di LaLiga 2020-21 tak lepas dari permainan apik seorang João Félix. Meski Luis Suarez yang jadi bomber ganas dalam urusan mencetak gol, Felix berkontribusi berikan 7 gol dan 5 asisst di LaLiga.

Penampilan apik Felix ini seperti menjadi penembusan pemain 22 tahun tersebtu setelah di musim ini pertama alami kegagalan. Felix gagal di musim pertamanya juga tak lepas dari cedera yang ia alami dan adaptasi kompetisi LaLiga.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Joao Felix

Salah satu kelebihan dari Felix ialah kemampuannya bermain melebar lewat sayap kiri memanfaatkan naiknya bek kiri lawan. Kedua kaki Felix juga sama kuatnya dan ia acapkali melakukan cut inside, sebelum menendang atau melepaskan umpan ke pemain depannya.

Kemampuan Felix bermain sebagai second striker bisa menjadi sokongan kuat untuk lini depan Portugal di Euro 2020. Namun pilihannya apakah Fernando Santos berani mengoptimalkan Felix atau lebih memilih Bruno Fernandes yang memiliki peran tak jauh berbeda.

Mason Mount (Inggris)

Tak lengkap rasanya jika tidak memasukkan pemberi assist bagi gol Kai Havertz di final Liga Champions 2020-21, Mason Mount. Pemain berusia 22 tahun ini jadi salah satu nyawa bagi permainan The Blues di musim ini.

Gaya permainan Mount banyak diidentikkan dengan mantan pelatihnya, Frank Lampard. Tak hanya Lampard, Mount juga dianggap memiliki kemiripan dengan eks gelandang Manchester United, Paul Scholes. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Roy Keane.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Mason Mount

“Cara dia memainkan pertandingan, hampir seperti Paul Scholes. Bermain seperti anak kecil di jalanan, dan semuanya tampak menjadi sangat mudah baginya,” kata Roy Keane.

Sebagai seorang pemain tengah, Mount sendiri lebih suka berperan sebagai pemain nomor 8. Sebagai box to box midfielder, Mount menjalankan tugasnya dengan sangat baik di musim ini. Ia memiliki ketenangan,akurasi umpan dan mampu membaca pergerakan lawan. Hal itu yang ia tunjukkan di final Liga Champions.

Mount begitu apik membuat ruang di area padat dan lalu menciptakan peluang untuk bisa menjadi gol. Ia juga memiliki kemampuan dribel bola yang sangat baik, mampu menggeliat keluar dari ruang sempit dengan gerak kaki yang rapi dan kemudian melepaskan umpan terobosan yang ciamik ke rekannya di lini depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Hal Menarik yang akan Membuat EURO 2020 Sangat Berbeda

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Genderang perang EURO 2020 akan segera ditabuh per 11 Juni mendatang. Sejumlah hal menarik yang membuat perhelatan kali ini sangat berbeda dan istimewa. Gangguan pandemi COVID-19 adalah salah satu yang mewarnainya.

Stadion Olimpico di Roma dipilih sebagai tuan rumah pertandingan pembuka yang melibatkan Turki dan tuan rumah Italia. Awalnya turnamen ini akan dimainkan di 13 tempat. Namun dua tuan rumah kemudian mundur, yakni Brussel dan Dublin karena berbagai alasan.

Nah, ada sejumlah fakta menarik yang bikin EURO 2020 akan sangat dinantikan. Apa saja? Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya:

1. Pertama Digelar di 11 Negara

UEFA Resmi Ubah Beberapa Venue di Euro

Edisi ini akan menjadi yang pertama di mana suatu negara bukan satu-satunya atau tempat utama turnamen. Sebelas negara dipilih untuk menyelenggarakan turnamen ini dari 11 Juni hingga 11 Juli. Menurut situs resmi UEFA, hal ni dilakukan pertama kalinya untuk merayakan HUT ke-60.

UEFA menjelaskan bahwa London akan menggelar pertandingan final, semifinal, babak 16 besar dan tiga pertandingan penyisihan grup. Negara-negara yang menerima tiga pertandingan penyisihan grup dan satu perempat final adalah Baku, Munich, Roma, dan St. Petersburg. Kota-kota lain, yakni Amsterdam, Bilbao, Bukares, Budapest, Kopenhagen, dan Glasgow akan memiliki tiga pertandingan penyisihan grup dan pertandingan babak 16 besar.

2. Geser Tahun Gegara Pandemi

Ini Jadwal Pertandingan Penting Babak Fase Grup Euro 2020

Seperti dijelaskan sebelumnya, EURO kali ini terbilang menarik. Hal itu karena penyelenggaraannya 2021 tapi tetap memakai titel 2020. UEFA sendiri sebelumnya sempat menjelaskan beberapa alasan, salah satunya soal sponsor dari merchandise sudah terlanjut memproduksi dalam jumlah besar.

Turnamen musim panas ini memang terpaksa digeser setahun dari jadwal semula karena pandemi Covid-19. Awalnya, perhelatan ini akan digelar dari 12 Juni hingga 12 JUli 2020. Namun, pandemi yang tengah menjadi-jadi membuat rencana tak terealisasi. Dikutip dari The Athletic, UEFA bahkan harus mengeluarkan dana sekitar 275 juta euro atau tak kurang dari Rp4,5 trilun untuk memindahkan EURO dari 2020 ke 2021.

3. Satu Tim, 26 Pemain

Luis Enrique - Spanyol - Euro 2020

Dalam gelaran sebelumnya, UEFA hanya mengizinkan peserta membawa 23 pemain. Namun, pada EURO kali ini, tim diizinkan membawa 26 pemain untuk ke dalam turnamen. Perubahan itu diterapkan untuk mengurangi beban pemain setelah musim klub terkompresi karena pandemi virus corona.

Keputusan itu diambil oleh komite tim nasional UEFA pada April lalu dan langsung disetujui oleh Komite Eksekutif UEFA. Namun, 23 pemain akan tetap menjadi jumlah maksimum yang diizinkan di daftar susunan pemain untuk setiap pertandingan.

4. Dua Tim Debutan

Geser Tahun

Seperti dijelaskan sebelumnya, EURO kali ini terbilang menarik. Hal itu karena penyelenggaraannya 2021 tapi tetap memakai titel 2020. UEFA sendiri sebelumnya sempat menjelaskan beberapa alasan, salah satunya soal sponsor dari merchandise sudah terlanjut memproduksi dalam jumlah besar.

Turnamen musim panas ini memang terpaksa digeser setahun dari jadwal semula karena pandemi Covid-19. Dikutip dari The Athletic, UEFA bahkan harus mengeluarkan dana sekitar 275 juta euro atau tak kurang dari Rp4,5 trilun untuk memintahkan EURO dari 2020 ke 2021.

Boleh 26 Pemain

Dalam gelaran sebelumnya, UEFA hanya mengizinkan peserta membawa 23 pemain. Namun, pada EURO kali ini, tim diizinkan membawa 26 pemain untuk ke dalam turnamen. Perubahan itu diterapkan untuk mengurangi beban pemain setelah musim klub terkompresi karena pandemi virus corona.

Keputusan itu diambil oleh komite tim nasional UEFA pada April lalu dan langsung disetujui oleh Komite Eksekutif UEFA. Namun, 23 pemain akan tetap menjadi jumlah maksimum yang diizinkan di daftar susunan pemain untuk pertandingan.

Tim Debutan

Dalam EURO 2020 ini, ada dua tim debutan yang turut ikut ambil bagian, yakni Finlandia dan Makedonia Utara. Sangat menarik menantikan kiprah kedua tim itu dalam EURO kali ini, terutama Finlandia.

Sebab, pasukan Markku Kanerva lolos ke EURO dengan menjadi runner-up Grup J. Mereka bahkan sukses menyingkirkan Yunani dan Bosnia-Herzegovina. Makedonia Utara sendiri lolos melalui fase play-off. Namun, kiprah Makedonia Utara patut dinantikan karena sempat mengalahkan 2-1 Jerman pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, Maret 2021

Wasit Wanita

Satu hal yang menarik dalam EURO 2020 ini ialah kehadiran wasit wanita pertama. Stephanie Frappart sudah resmi ditunjuk oleh UEFA sebagai wasit keempat dalam hajatan terbesar sepak bola Eropa itu. UEFA punya alasan menunjuk wasit perempuan asal Prancis itu.

Dalam kariernya, Freppart memang pernah memimpin beberapa laga penting, salah satunya partai Juventus vs Dynamo Kief pada Liga Champions. Dia juga pernah memimpin sejumlah laga di Ligue 1.

"Untuk pertama kalinya, seorang ofisial perempuan telah dipilih untuk Euro putra. Stephanie Frappart (Prancis), yang telah memimpin beberapa pertandingan di kompetisi klub pria dan tim nasional UEFA musim ini, akan bertindak sebagai wasit keempat pada pertandingan Euro tahun ini," kata UEFA.

Dalam EURO 2020 ini, ada dua tim debutan yang turut ikut ambil bagian, yakni Finlandia dan Makedonia Utara. Sangat menarik menantikan kiprah kedua tim itu dalam EURO kali ini, terutama Finlandia.

Sebab, pasukan Markku Kanerva lolos ke EURO dengan menjadi runner-up Grup J. Mereka bahkan sukses menyingkirkan Yunani dan Bosnia-Herzegovina. Makedonia Utara sendiri lolos melalui fase play-off. Namun, kiprah Makedonia Utara patut dinantikan karena sempat mengalahkan 2-1 Jerman pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, Maret 2021

5. Pertama dengan Wasit Wanita

stephanie Frappart

Satu hal yang menarik dalam EURO 2020 ini ialah kehadiran wasit wanita pertama. Stephanie Frappart sudah resmi ditunjuk oleh UEFA sebagai wasit keempat dalam hajatan terbesar sepak bola Eropa itu. UEFA punya alasan menunjuk wasit perempuan asal Prancis itu.

Dalam kariernya, Freppart memang pernah memimpin beberapa laga penting, salah satunya partai Juventus vs Dynamo Kief pada Liga Champions. Dia juga pernah memimpin sejumlah laga di Ligue 1.

“Untuk pertama kalinya, seorang ofisial perempuan telah dipilih untuk Euro putra. Stephanie Frappart (Prancis), yang telah memimpin beberapa pertandingan di kompetisi klub pria dan tim nasional UEFA musim ini, akan bertindak sebagai wasit keempat pada pertandingan Euro tahun ini,” kata UEFA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

5 Fakta Pelatih di EURO 2020 yang Pernah Main di Ajang Ini Sebelumnya

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran EURO 2020 akan dimulai sebentar lagi. Akhir pekan depan, pertandingan pertama akan digelar di Stadio Olimpico. Turki akan menantang Italia. Ada banyak hal menarik terkait penyelenggaraan kali ini. Salah satunya menyangkut para pelatih yang menangani 24 tim peserta.

Bila dicermati, tak sedikit sosok pelatih yang sebelumnya pernah berkiprah di EURO saat masih berstatus pemain. Mereka bahkan rata-rata adalah pemain andalan pada masanya. Pada kesempatan kali ini, Football5Star.com coba menyajikan 5 fakta menarik soal para pelatih tersebut.

Delapan Sosok Istimewa

Frank de Boer dan Roberto Mancini termasuk deretan pelatih di EURO 2020 yang pernah main di ajang ini.
espn.com

Berdasarkan penelusuran Football5Star.com, dari 24 pelatih yang akan berkiprah di EURO 2020, ada 8 orang yang sebelumnya pernah berkiprah di ajang ini sebagai pemain. Itu terbilang banyak karena mencapai 33 persen dari total pelatih pada gelaran kali ini.

Kedelapan sosok istimewa itu adalah Andriy Schevchenko, Luis Enrique, Stanislav Cherchesov, Paulo Sousa, Frank de Boer, Roberto Mancini, Didier Deschamps, dan Gareth Southgate. Mereka setidaknya tampil dalam 2 pertandingan EURO. Dari delapan sosok itu, hanya Cherchesov yang berposisi sebagai penjaga gawang.

Deschamps Buru Vogts

Didier Deschamps adalah kapten saat timnas Prancis juara Piala Eropa 2000.
uefa.com

Di antara para pelatih yang sebelumnya pernah main di pentas EURO, Didier Deschamps punya catatan istimewa. Dialah satu-satunya yang pernah juara. Dia jadi bagian saat timnas Prancis menjuarai ajang ini pada 2000 yang digelar di Belanda dan Belgia.

Pada perhelatan EURO 2020, Deschamps berpeluang mengulang prestasi itu dalam kapasitas sebagai pelatih. Andai sukses, dia akan menyamai legenda Jerman, Berti Vogts. Hingga saat ini, eks bek tangguh tersebut tercatat sebagai satu-satunya yang juara sebagai pemain dan pelatih. Sebagai pemain, dia juara pada 1972, sedangkan sebagai pelatih pada 1996.

Anomali Sousa

Paulo Sousa tercatat tampil pada dua edisi Piala Eropa, yaitu pada 1996 dan 2000. Dia turun dalam 6 pertandingan tanpa mampu mencetak gol. Semuanya bersama timnas Portugal. Prestasi terbaiknya adalah menjadi semifinalis pada 2000. Kala itu, Seleccao das Quinas disingkirkan Prancis oleh golden goal Zinedine Zidane dari titik penalti pada menit ke-117.

Pada gelaran EURO 2020, Sousa jadi anomali. Pasalnya, dia tidak menangani timnas negaranya. Seperti diketahui, sang juara bertahan masih diasuh pelatih senior, Fernando Santos. Adapun Sousa justru menangani timnas Polandia. Dia dipercaya menangani Robert Lewandowski cs. sejak 21 Januari 2021 sebagai pengganti Jerzy Brzeczek.

Dua Biang Kegagalan di EURO

Frank de Boer dua kali gagal mencetak gol dari titik penalti saat Belanda dikalahkan Italia pada semifinal EURO 2000.
Getty Images

Pentas EURO sesungguhnya bukan sesuatu yang menyenangkan bagi Gareth Southgate dan Frank de Boer. Sebagai pemain, mereka pernah menjadi biang kegagalan tim masing-masing. Menariknya, hal itu sama-sama terjadi pada partai semifinal.

Southgate menjadi biang kegagalan timnas Inggris saat menghadapi Jerman pada semifinal Piala Eropa 1996 di negeri sendiri. Dialah satu satunya pemain yang gagal mencetak gol saat adu penalti. Hal serupa dialami De Boer empat tahun kemudian saat Belanda melawan Italia. Bukan hanya gagal pada adu penalti, dia juga gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-39.

Lima Alumni EURO 1996

Gareth Southgate gagal membawa timnas Inggris ke final EURO 1996.
standard.co.uk

Dari delapan pelatih yang sebelumnya pernah main di EURO, lima orang di antaranya punya kesamaan. Mereka sama-sama alumni EURO 1996 yang digelar di Inggris. Mereka adalah Luis Enrique, Stanislav Cherchesov, Paulo Sousa, Didier Deschamps, dan Gareth Southgate.

Prestasi terbaik diraih Deschamps dan Southgate. Bersama tim masing-masing, keduanya lolos ke semifinal dan kalah adu penalti 5-6. Bedanya, Deschamps tak tampil membela timnas Prancis saat disingkirkan Rep. Cheska, sedangkan Southgate tampil penuh dan jadi biang kegagalan The Three Lions saat adu penalti lawan Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]