Alessio Dionisi Kecewa Gagal Curi Poin pada Laga Ke-1000 Jose Mourinho

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Alessio Dionisi, pelatih Sassuolo, kecewa berat setelah anak-anak asuhnya kalah 1-2 di markas AS Roma, Senin (13/9/2021) dini hari WIB. Dia merasa timnya tak pantas kalah pada laga ke-1000 Jose Mourinho sebagai pelatih itu.

Sassuolo kalah secara dramatis pada lawatan ke Stadio Olimpico. Gol penentu kemenangan Roma dicetak Stephan El Shaarawy pada injury time. Lalu, yang lebih menyesakkan, gol penyeimbang 2-2 yang dibuat anak asuh Dionisi dianulir wasit setelah mendapat masukan dari petugas VAR.

Sassuolo kalah menyesakkan di markas AS Roma.
Getty Images

“Kami membawa pulang performa hebat. Saya ikut senang untuk Mourinho. Ini pertandingan bagus, tapi kami pantas meraih hasil lebih baik,” urai Alessio Dionisi kepada DAZN seperti dikutip Football5Star.com dari Roma News. “Saya ulangi, kami tak pantas meraih hasil ini. Perbedaan individual tak terlihat di lapangan.”

Hal serupa diungkapkan Dionisi saat konferensi pers pascalaga. “Mereka memang bagus, tapi hasil akhir tidaklah tepat. Kedua tim sama-sama mencetak peluang. Kami pantas mendapatkan hal yang lebih baik dari ini,” kata pelatih berumur 41 tahun yang menangani Sassuolo sejak 1 Juli lalu tersebut.

Alessio Dionisi Tetap Optimistis

Perasaan tak pantas menderita kekalahan pada laga ke-1000 Jose Mourinho membuat Alessio Dionisi tetap optimistis. Dia tak mau membahas hal-hal buruk dari permainan yang ditunjukkan Domenico Berardi cs. di Stadio Olimpico. Dia ingin publik lebih fokus pada performa apik timnya.

“Saya tak mau bicara soal episode-episode negatif dari pertandingan tadi. Saya lebih suka bicara soal performa yang sangat bagus. Ini pertandingan luar biasa. Kami tahu bahwa kami dapat berbuat lebih baik, tapi tentu saja tak boleh puas dengan hasilnya,” ucap Dionisi lagi.

Alessio Dionisi kecewa oleh kekalahan dari AS Roma tapi puas pada performa Sassuolo.
Getty Images

Di samping performa di lapangan, ada hal lain yang membuat Dionisi optimistis menatap masa depan Sassuolo. Itu adalah sikap yang ditunjukkan Berardi atas kekalahan dari Roma. “Para pemain sangat kecewa dan saya senang melihatnya. Kami berada di jalur yang tepat, hanya perlu mencapai keseimbangan. Saya sangat optimistis,”kata dia.

Kekalahan 1-2 dari Roma jadi kekalahan pertama yang ditelah Alessio Dionisi bersama Sassuolo. Sebelumnya, I Neroverdi merebut kemenangan 3-2 di markas Hellas Verona, lalu imbang 0-0 saat menjamu Sampdoria. Berikutnya, Sassuolo akan menjamu Torino pada giornata ke-4 Serie A, akhir pekan nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

10 Fakta dari 1000 Pertandingan Jose Mourinho sebagai Pelatih

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Jose Mourinho mencapai milestone istimewa saat AS Roma menjamu Sassuolo di Stadio Olimpico, Senin (13/9/2021) dini hari WIB. Partai Roma vs Sassuolo adalah laga ke-1000 yang dilakoninya sebagai pelatih. Pertandingan itu berakhir 2-1 bagi I Giallorossi berkat gol Stephan El Shaarawy pada injury time.

Melakoni 1000 pertandingan bukan hal mudah. Perlu konsistensi dan keteguhan luar biasa. Hanya sedikit pelatih yang mampu mencapai milestone itu. Mourinho jadi pelatih ke-48 yang melakukannya. The Special One juga merupakan orang Portugal kedua yang melakukannya setelah Fernando Santos.

Tentu saja, banyak fakta yang mewarnai 1000 pertandingan yang telah dilakoni Mourinho sebagai pelatih. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 10 fakta di antaranya.

1. Jose Mourinho Raih 640 Kemenangan

Jose Mourinho meraih kemenangan ke-640 saat AS Roma menekuk Sassuolo.
Getty Images

Dari 1000 pertandingan yang telah dilakoni sejak September 2000 bersama Benfica, Jose Mourinho total mengemas 640 kemenangan. Jumlah itu dicapai berkat kemenangan Roma atas Sassuolo.

The Special One meraih kemenangan pertama pada pertandingan ke-4 bersama Benfica. Pada 15 Oktober 2000, As Aguias menang 1-0 atas Belenenses pada ajang Liga Portugal berkat gol Carlos Marchena.

2. Tangani 9 Klub di 4 Negara

Mourinho menjalani 1000 pertandingan bersama 10 klub di 4 negara. Dia memulai karier kepelatiahnnya di tiga klub Portugal, yaitu Benfica, Uniao de Leiria.

Berikutnya, dia melanglangbuana ke tiga negara. The Special One menangani Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur di Inggris, Inter Milan dan AS Roma di Italia, serta Real Madrid di Spanyol.

3. Hadapi 184 Lawan

Liverpool adalah lawan yang paling sering dihadapi Jose Mourinho dalam 1000 pertandingan pertamanya sebagai pelatih.
Getty Images

Ada sebanyak 184 klub yang dihadapi Jose Mourinho dalam rentetan 1000 pertandingan yang telah dilakoninya di berbagai ajang. Lawan pertama yang dihadapinya adalah Boavista di Liga Portugal pada 23 September 2000.

Sementara itu, lawan yang paling sering dihadapinya adalah Liverpool. Dia melawan The Reds dalam 31 kesempatan. Di belakang Liverpool ada Barcelona yang dihadapi dalam 27 laga.

4. Paling Banyak di Premier League

Meskipun berasal dari Portugal, Mourinho melakoni paling banyak laga di Premier League. Dari 1000 laga yang telah dijalani hingga saat ini, sebanyak 362 di antaranya adalah laga-laga di kasta tertinggi kompetisi Liga Inggris tersebut.

Secara total, dia melakoni 443 laga di kancah Liga Inggris. Itu berasal dari tambahan 81 laga di Piala FA, Piala Liga, dan Community Shield.

5. Adu Taktik dengan 302 Pelatih

Jose Mourinho paling sering beradu taktik dengan Pep Guardiola.
Getty Images

Sepanjang 21 tahun melatih dan telah menjalani 1000 laga, Mourinho telah beradu taktik dengan 302 pelatih. Pelatih pertama yang dihadapinya adalah Jaime Pacheco (Boavista), sedangkan lawan ke-302 adalah Alessio Dionisi (Sassuolo).

Dari 302 pelatih tersebut, Pep Guardiola adalah sosok yang paling sering dihadapi Mourinho. Mereka telah bersua sebanyak 25 kali. Berikutnya ada Mark Hughes yang dihadapi dalam 20 pertandingan.

6. Mourinho Turunkan 340 Pemain

Melakoni 1000 pertandingan, tentu saja Jose Mourinho melibatkan begitu banyak pemain. Menurut Transfermarkt, ada 340 yang telah dipakai Mourinho sejak di Benfica hingga AS Roma.

Di antara 340 pemain itu, Ricardo Carvalho adalah pemain yang paling sering diturunkan oleh Mourinho. Bek asal Portugal itu 292 kali dimainkan The Special One di tiga klub, yakni FC Porto, Chelsea, dan Real Madrid.

7. Mourinho Lakoni 28 Final

Jose Mourinho menjalani final pertama di Piala UEFA 2002-03 melawan Celtic FC.
Getty Images

Dari 1000 pertandingan yang telah dilakoni sejak September 2000, Jose Mourinho melakoni 28 di antaranya pada final di berbagai ajang. Dari jumlah itu, The Special One meraih 16 kemenangan dan 12 kali kalah.

Final pertamanya adalah di Piala UEFA 2002-03 saat FC Porto menang 3-2 atas Celtic FC. Sementara itu, final terakhir dalam 1000 laga yang dilakoninya adalah ketika Manchester United kalah 0-1 dari Chelsea di Piala FA 2017-18.

8. Tak Beruntung di Piala Super Eropa

Jose Mourinho tak dinaungi keberuntungan saat melakoni laga di Piala Super Eropa. Dari 12 kekalahan di final, tiga di antaranya adalah pada ajang ini. Semuanya dijalani saat tim asuhannya berstatus juara Europa League/Piala UEFA.

Kekalahan pertama dialami bersama FC Porto pada 2003. Mereka kalah 0-1 dari AC Milan. Berikutnya, Chelsea kalah adu penalti dari Bayern Munich pada 2013. Lalu, Manchester United takluk 1-2 dari Real Madrid pada 2017.

9. Mourinho Belanjakan 1,7 Miliar Euro

Paul Pogba jadi pembelian termahal Jose Mourinho hingga saat ini.
Getty Images

Dalam 21 tahun berkarier dan sudah melakoni 1000 laga, Jose Mourinho terbilang aktif di bursa transfer. Dia total telah membeli 146 pemain untuk 9 klub yang ditanganinya dengan membelanjakan dana 1,7 miliar euro.

Dari 146 pemain yang dibeli Mourinho, hanya 38 yang didapatkan secara gratis. Adapun pembelian termahalnya adalah Paul Pogba yang diboyong dari Juventus ke Manchester United dengan dana 105 juta euro pada 2016.

10. Kemenangan Terbesar atas Levante

Dari 1000 pertandingan yang telah dilakoni dari September 2000, Mourinho meraup kemenangan terbesar atas Levante dengan skor 8-0. Kemenangan tersebut dibukukan bersama Real Madrid di Copa del Rey 2010-11.

Sementara itu, kekalahan terbesar dialami The Special One pada laga El Clasico saat Madrid menghadapi Barcelona di Santiago Bernabeu pada 29 November 2010. Ketika itu, Los Blancos takluk 0-5.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kalah Lagi, Massimiliano Allegri Ingin Juventus Ulangi Kisah Musim 2015-16

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Juventus masih belum menunjukkan tajinya di pentas Serie A 2021-21. Bertandang ke San Paolo, Sabtu (11/9/2021), tim asuhan Massimiliano Allegri ditekuk 1-2 oleh Napoli. Sempat unggul berkat gol Alvaro Morata, mereka harus gigit jari karena Matteo Politano dan Kalidou Koulibaly bergantian membobol gawang Wojciech Szczesny.

Kekalahan dari Napoli itu membuat I Bianconeri hanya memetik 1 poin setelah kompetisi berjalan 3 giornata. Untuk sementara, di classifica Serie A, Giorgio Chiellini dkk. terpaku di posisi ke-14. Posisi mereka masih bisa tergeser oleh 6 klub lain yang belum menjalani laga giornata ke-3.

Gol Kalidou Koulibaly membuat Juventus takluk 1-2 di kandang Napoli.
tuttosport.com

Menurut Opta, ini salah satu start terburuk Juventus di Serie A. Dalam 52 musim terakhir, ini adalah kali kedua I Bianconeri hanya mengemas 1 poin dari tiga laga awal. Mereka mengulangi kisah musim 2015-16. Kebetulan, Allegri pula yang kala itu berada di kursi pelatih.

Hanya mengantongi 1 poin dan terpuruk di papan bawah tentu mencemaskan bagi para pendukung I Bianconeri. Namun, optimisme bisa tetap dijaga dengan melihat pengalaman musim 2015-16. Kala itu, meskipun terseok-seok dengan meraup 6 poin dalam 6 pekan awal, mereka tetap merebut Scudetto pada akhir musim.

Massimiliano Allegri Tak Panik

Kesuksesan Juventus juara pada musim itu sungguh di luar perkiraan. Boleh dibilang, mereka melawan kemustahilan. Pasalnya, kala itu, Inter Milan menjalani start luar biasa dengan menyapu bersih kemenangan dalam 5 giornata awal. Toh, kegeniusan Massimiliano Allegri mampu mengubah situasi. Pada tengah musim, poin mereka sama dengan Inter dan hanya terpaut 2 poin dari Napoli yang memuncaki classifica.

Mungkin karena itu pula Allegri tak panik. Peraih 6 Scudetti itu tetap bersikap positif. Dia tak menunjuk kambing hitam meskipun kiper Wojciech Szczesny melakukan blunder-blunder fatal dan berkontribusi besar pada start buruk Juventus. Pelatih berumur 54 tahun itu yakin badai akan sgera berlalu dan kapal I Bianconeri akan melaju mulus.

Massimiliano Allegri mengantar Juventus meraih Scudetto musim 2015-16 meskipun hanya meraup 1 poin dalam 3 laga awal Serie A.
legaseriea.it

Secara tersirat, Allegri menginginkan deja vu, mengulang kisah 2015-16. “Di sepak bola, ketika tak menang, Anda sebaiknya diam dan bekerja. Hal terpenting adalah mencari kemenangan pertama. Tentu akan bagus bila itu dimulai di Liga Champions,” kata Massimiliano Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Akan ada saatnya segala sesuatu berjalan lebih baik bagi kami.”

Tengah pekan nanti, Juventus akan memulai kiprah pada fase grup Liga Champions dengan menyambangi markas Malmo FF. Setelah itu, I Bianconeri akan menjamu AC Milan pada giornata ke-4 Serie A. Menilik musim 2015-16, Allegri membangkitkan Juventus dengan kemenangan di kandang Manchester City dan Genoa. Akankah deja vu terjadi?

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tiga Janji Franck Ribery untuk Salernitana

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Teka-teki soal masa depan Franck Ribery akhirnya terjawab. Senin (6/9/2021), pemain asal Prancis itu memastikan tetap bermain di Serie A. Dia bergabung dengan klub promosi, Salernitana. Legenda Bayern Munich itu diikat kontrak 1 tahun dengan opsi perpanjangan 1 tahun.

Ribery tentu saja semringah. Setelah kontraknya tak diperpanjang Fiorentina, dia memang sangat ingin tetap melanjutkan kariernya di Italua. Dia pun sempat dikait-kaitkan dengan beberapa klub. Salah satunya adalah Hellas Verona. Namun, pada akhirnya, Salernitana yang jadi pelabuhan baru karier sang winger gaek.

Franck Ribery akan berusaha segera meningkatkan kondisi fisiknya.
Getty Images

Bergabung dengan tim promosi bukan berarti Ribery hanya akan menanti masa pensiun yang tak akan menunjukkan kinerja luar biasa. Dia tak ragu mengungkapkan tiga janji. Pertama, dia berjanji membantu Salernitana memenuhi target musim ini, yaitu bertahan di Serie A.

“Kami punya target penting, yaitu menyelamatkan diri dari degradasi. Kuharap mampu membantu tim menembus garis finis ini secepat mungkin,” urai Franck Ribery pada perkenalannya seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Salernitana.

Franck Ribery Siap Bantu Para Pemain Muda

Demi mewujudkan target itu, Ribery mengunglapkan janji kedua. Ini terkait kondisi fisiknya. Dia berjanji untuk segera mencapai level kebugaran yang dibutuhkan agar bisa segera memberikan kontribusi di lapangan bagi Salernitana. Apalagi, Serie A sudah bergulir sejak beberapa pekan lalu.

“Aku tahu Serie A adalah kompetisi yang sangat sulit dan berharap secepatnya mencapai kondisi fisik bagus. Aku selalu berlatih mandiri, tapi berlatih dengan tim tentu berbeda. Mulai besok, aku siap untuk pelatih dan berharap mampu menemukan ritme yang tepat secepatnya,” ujar dia.

Franck Ribery siap membantu para pemain muda Salernitana mencapai level lebih tinggi.
Getty Images

Adapun janji ketiga Ribery adalah membantu pemain-pemain muda Salernitana untuk mencapai level berikutnya. Tentu saja dengan membagikan pengalaman selama berpuluh tahun bergulat di sepak bola profesional dan membela tim-tim papan atas di beberapa kompetisi Eropa.

“Aku siap membantu rekan-rekan setim, terutama mereka yang lebih muda. Aku belum begitu mengenal tim ini. Namun, hal terpenting, kami punya tim kuat yang tetap padu, terutama saat menghadapi masa-masa sulit,” kata Franck Ribery yang jadi pemain Prancis ke-11 dalam sejarah Salernitana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Banner Gamespool Football5Star

Szczesny Blunder, Juventus Menyesal Tak Rekrut Donnarumma?

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Juventus hanya menuai hasil imbang 2-2 pada giornata pertama Serie A 2021-22. Sempat unggul 2-0, tim asuhan Massimiliano Allegri hanya meraih 1 poin karena dua blunder Wojciech Szczesny membuat Udinese menyamakan kedudukan.

Hasil pada pekan pertama Liga Italia itu lantas memunculkan satu pertanyaan. Apakah Juventus menyesal tak merekrut Gianluigi Donnarumma? Setelah tak memperpanjang kontrak di AC Milan, kiper timnas Italia itu memang sempat santer akan diangkut I Bianconeri. Namun, pada akhirnya, dia bergabung dengan Paris Saint-Germain.

Gianluigi Donnarumma sebetulnya hampir jadi milik Juventus.
VNExplorer.net

Menurut Tuttosport, transfer Donnarumma ke Juventus sebetulnya hampir terwujud. Kegagalan terjadi karena tiga hal mendasar. Pertama, pengunduran diri Fabio Paratici dari posisi direktur olahraga. Sosok ini diketahui telah melakukan kontak dengan agen Donnarumma, Mino Raiola.

Pembicaraan Paratici dengan Raiola sudah hampir mencapai kesepakatan kontrak. Sudah ada kesepahaman di antara kedua belah pihak. Donnarumma pun punya keinginan bergabung dengan I Bianconeri. Semuanya berantakan dan tak berlanjut setelah Paratici mundur.

Juventus Ingin Jaga Struktur Gaji

Faktor kedua adalah perpanjangan kontrak Szczesny. Pada Februari 2020, I Bianconeri memberikan kontrak baru bagi kiper Polandia tersebut. Dia diikat hingga 30 Juni 2024. Untuk melepas sang kiper, I Bianconeri menghadapi kendala. Sang pemain enggan pindah. Lalu, dengan gaji bersih 6,5 juta euro per tahun, sedikit klub yang sanggup merekrutnya.

Situasi itu membuat Juventus berhati-hati. Mereka tak ingin menciptakan masalah dengan kemungkinan konflik antara Szczesny dan Gianluigi Donnarumma. Ini juga akan jadi dilema bagi pelatih Massimiliano Allegri seperti yang kini dialami Mauricio Pochettino di PSG dengan Donnarumma dan Keylor Navas di skuatnya.

Federico Bernardeschi dan Federico Chiesa akan habis kontrak pada 2022.
Getty Images

Adapun faktor ketiga terkait masalah finansial. I Bianconeri sangat mewaspadai perubahan besar secara drastis pada struktur gaji. Pasalnya, Donnarumma bergaji 10 juta euro. Itu akan memancing para pemain lain untuk meminta kenaikan gaji secara signifikan saat negosiasi perpanjang kontrak.

Hal itu sangat diwaspadai Juventus karena ada sejumlah bintang yang akan habis kontrak pada 2022. Mereka adalah Cristiano Ronaldo, Federico Chiesa, Paulo Dybala, Alvaro Morata, Federico Bernardeschi, dan Juan Cuadrado. Di antara mereka, hanya Dybala dan Ronaldo yang memiliki gaji di atas 10 juta euro per musim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Serie A Giornata Pertama Menggila, Langsung 6 Kartu Merah dalam Sehari

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Serie A musim 2021-2022 sudah dimulai. Giornata pertama telah menyelesaikan seluruh pertandingannya.

Laga pertama yang berlangsung hari Sabtu berjalan sebagaimana mestinya. Inter Milan sebagai juara bertahan tampil mengesankan lewat kemenangan empat gol tanpa balas atas Genoa.

serie a
football-italia.net

Tensi pertandingan meningkat drastik pada hari kedua. Minggu (22/8/2021) wasit sangat royal mengeluarkan kartu. Terutama kartu merah.

Bayangkan saja, hanya dalam satu hari ada enam kartu merah langsung yang dikeluarkan sang pengadil dari sakunya. Banjir kartu merah diawali oleh laga Bologna vs Salernitana.

Pertandingan di Renato Del’Ara memang penuh intensitas. Kedua tim silih berganti mencetak gol sebelum tuan rumah menang 3-2.

serie a
violanation

Perhatian bukan hanya tertuju pada hasil laga. Tapi juga kerasnya pertandingan yang membuat wasit mengeluarkan tiga kartu merah.

Serie A Membara

Salernitana jadi tim pertama Minggu kemarin yang pemainnya diusir. Pemain tersebut adalah Stefan Strandberg. Strandberg sekaligus jadi pemain pertama Salernitana yang mendapat kartu merah di Serie A setelah Gennaro Gattuso.

Setelah itu dua bintang Bologna bernasib serupa. Mereka adalah Roberto Soriano dan Jerdy Schouten. Membaranya Renato Del’Ara berlanjut ke ibu kota.

serie a
violanation

Laga AS Roma vs Fiorentina menghasilkan dua kartu merah untuk masing-masing tim. Pertama didapat kiper La Viola, Bartlomiej Dragowski.

Laga baru berjalan 17 menit ia sudah menghantam kaki Tammy Abraham di luar kotak penalti. Pada awal babak kedua giliran bintang Roma, Nicolo Zaniolo, yang diusir wasit.

Nicolo Zaniolo sekaligus jadi pemain terakhir Minggu kemarin yang diganjar kartu merah. Setelah di tempat berbeda yang digelar pada waktu yang bersamaan bomber Napoli, Victor Osimhen, juga dikeluarkan pada pertengahan babak pertama.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Roma Menang, Jose Mourinho Cetak Rekor di Liga Italia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah torehan rekor dibuat Jose Mourinho saat AS Roma menang 3-1 atas Fiorentina pada giornata pertama Serie A 2020-21, Senin (23/8/2021) dini hari WIB. Kemenangan I Giallorossi menjadikan The Special One sebagai pelatih yang paling cepat mencapai kemenangan ke-50 sejak era 3 poin untuk kemenangan pada 1994-95.

Mourinho hanya butuh 77 laga untuk meraih kemenangan ke-50. Sebelumnya, Mourinho merebut 49 kemenangan dalam 76 laga Serie A bersama Inter Milan pada 2008-09 dan 2009-10. Dari 76 laga itu, Mou hanya mengalami 8 kekalahan dan 19 kali imbang.

Kemenangan AS Roma atas Fiorentina membawa Jose Mourinho torehkan rekor baru.
Getty Images

Pada pentas Serie A, Mourinho selalu mengalami 4 kekalahan per musim. Namun, dia tak pernah mengalami dua kekalahan dari tim yang sama. Pada 2008-09, empat tim yang mengalahkan Inter asuhan Mou adalah AS Roma, Catania, Juventus, dan Sampdoria. Musim berikutnya ada Cagliari, Napoli, Atalanta, dan AC Milan.

Dari 50 kemenangan yang diraih Mourinho di Serie A, rentetan terpanjang dibukukan pada November hingga Desember 2008. Ketika itu, I Nerazzurri membukukan delapan kemenangan beruntun atas Reggina, Udinese, Palermo, Juventus, Napoli, Lazio, ChievoVerona, dan Siena.

Jose Mourinho Ukir Rekor di Tiga Liga

Menjadi peraih 50 kemenangan tercepat sepertinya sudah jadi tradisi Jose Mourinho. Sebelum di Serie A, The Special One lebih dulu melakukan hal tersebut di Premier League dan LaLiga. Di Premier League, dia hanya butuh 63 pertandingan, sementara di LaLiga hanya perlu 62 laga.

Mengenai rekor itu, Mourinho memberikan tanggapan menarik. “Tolong jangan tunjukkan rekor-rekor buruk saya, cukup yang bagus-bagus saja,” ujar Mourinho seperti dikutip Football5Star.com dari unggahannya di Instagram yang menunjukkan cuitan Opta Paolo soal rekor yang baru diukirnya di Serie A.

Jose Mourinho baru kali ini memenangi laga giornata pertama Serie A.
Getty Images

Satu hal yang menarik, kemenangan AS Roma atas Fiorentina adalah kemenangan pertama yang diraih Mourinho saat menjalani giornata pertama Serie A. Pada dua musim di Inter Milan, dia hanya meraih hasil imbang. Pada 2008-09, I Nerazzurri diimbangi Sampdoria dengan skor 1-1. Hal itu terulang pada musim berikutnya kala menjamu Bari.

Setelah menghajar Fiorentina, AS Roma akan kembali berlaga di Serie A pada Senin (30/8/2021) dini hari WIb. Tim asuhan Jose Mourinho dijadwalkan melawat ke markas tim promosi, Salernitana. Itu akan jadi pengalaman baru bagi The Special One karena sebelumnya tak pernah menghadapi I Granata.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tragis! Gagal Dapat Investor Baru, Chievo Dibubarkan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chievo mengalami nasib tragis. Klub tradisional Italia terpaksa dibubarkan karena mengalami kesulitan finansial.

Chievo memang sudah bermasalah sejak Juni lalu. Mereka gagal membayar utang dan pajak yang telah tertunggak beberapa lama. Upaya mendapatkan investor baru juga tak membuahkan hasil.

Awalnya klub yang telah dinyatakan bangkrut itu didegradasi dari Serie B ke Serie D. Namun, itu bukan akhir dari derita klub asal Verona.

Chievo Verona - Serie A - Serie B - napolivalciolive. com
napolivalciolive

Pihak administrasi Italia, CoViSoc menilai klub tersebut tidak bisa mmeberikan bukti stabitilias keuangan tim untuk mengarungi musim 2021-2022. Atas masalah ini mereka sempat mengajukan banding ke CONI.

Akan tetapi banding tidak membuahkan hasil. Klub yang bermarkas di satadion Marc Antonio Bentegodi diberi waktu dua bulan untuk mencari investor baru,

Demi mempertahankan eksistensi, manajemen menunjuk sang legenda, Sergio Pellissier, untuk mencari investor baru. Sayang, upanya gagal.

chievo-sergio pellissier (@ChievoFR)
@ChievoFR

Sergio Pellissier sudah mendatangi banyak pengusaha di Italia. Namun, tidak ada yang tertarik untuk melikuidasi The Flying Donkies.

Sampai waktu yang ditentukan, rival sekota Hellas Verona tak kunjung mendapat investor. Pellissier pun memastikan klub yang dicintai itu telah dibubarkan. Dalam unggahan di Instagram, ia mengucapkan selamat tinggal.

Chievo dalam Kenangan

Nama Chievo Verona tidak bisa dianggap enteng. Di kancah sepak bola Italia mereka pernah mengejutkan pada awal 2000-an.

Di tangan Luigi Del Neri klub asal Verona merangsek ke papan atas. Baru promosi ke Serie A mereka langsung menembus kompetisi Eropa setelah menjalani musim mencengangkan.

chievo
skysport

Musim 2001-2022 Simone Perotta dkk mengamankan posisi kelima dan berhak tampil di Piala UEFA (Sekarang Liga Europa). Klub juga bertahan di kasta tertinggi Serie A selama enam musim beruntun.

Dari materi pemain, The Flying Donkies dikenal sebagai pencetak pemain jempolan. Ya, fenomena mereka turut melambungkan banyak nama seperti Simone Perotta, Cristiano Lupatelli, Nicola Legrottaglie, Bernardo Corradi, hingga Massimo Marazzina.

Sekarang, semua kejayaan itu tinggal kenangan saja. Tapi semoga, Chievo tidak hanya tinggal nama dan bisa kembali berdiri pada masa depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Danilo Pakai Nomor 6 di Juventus, Antara Persembahan dan Tradisi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Danilo, bek kanan Juventus, sejak didatangkan dari Manchester City pada 2018-19 selalu mengenakan nomor 13. Namun, untuk musim 2021-22, pemain asal Brasil itu memutuskan untuk memakai nomor lain, yakni 6. Nomor itu sudah dipakainya pada beberapa laga pramusim tim asuhan Massimiliano Allegri.

Pemain jebolan Santos itu bisa leluasa memilih nomor 6 di Juventus karena memang tanpa pemilik. Sejak Sami Khedira mengakhiri kontraknya dengan Juventus pada 2019-20, nomor itu tak ada yang memakai. Sepanjang musim lalu, tak ada pemain I Bianconeri yang mengambil nomor peninggalan gelandang bertahan asal Jerman tersebut.

Danilo memberikan persembahan kepada Gaetano Scirea dengan memakai nomor 6 di Juventus.
Instagram @daniluiz2

Bagi pemain Brasil berumur 30 tahun itu, nomor 6 baru kali ini dipakainya. Di klub-klub sebelumnya, memakai nomor 22, 4, 2, 23, dan 3. Sementara itu, di timnas Brasil, dia mengenakan nomor 2, 14, dan 4. Lalu, mengapa dia pada musim ini mengambil nomor peninggalan Khedira?

“Bukan sebuah pilihan biasa. Ini adalah persembahan untuk mereka yang berkeringat dan berjuang untuk jersi ini, selalu dengan kerja keras dan fair di dalam pikiran. Kami siap untuk musim baru, bagaimana dengan kalian?” urai Danilo seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Ungkapan Harapan Danilo

Secara tersirat, Danilo memakai nomor 6 di Juventus sebagai persembahan untuk Gaetano Scirea, bek legendaris I Bianconeri dan timnas Italia. Pada awal Agustus, hal ini pun sudah sempat diungkap La Gazzetta dello Sport. Dalam sejarah I BIanconeri, Scirea memang dianggap sebagai pemakai nomor 6 paling terkenal.

Akan tetapi, menurut La Gazzetta dello Sport, persembahan untuk Scirea bukan satu-satunya alasan sang pemain memilih nomor 6 pada musim 2021-22. Pergantian nomor itu juga dinilai sebagai ungkapan harapan eks pemain Real Madrid tersebut kepada allenatore Massimiliano Allegri.

Danilo dimainkan sebagai gelandang bertahan saat Juventus melawan Barcelona pada Trofeo Joan Gamper.
Getty Images

Mengambil nomor yang tanpa pemilik pada musim lalu itu, sang pemain menyiratkan keinginan dan kesiapan bermain di posisi lain. Harapannya pun diterima dengan baik oleh sang pelatih. Pada laga Trofeo Joan Gamper melawan Barcelona, dia tak dimainkan sebagai bek kanan, tapi sebagai gelandang bertahan.

Selain itu, bila diperhatikan, pergantian nomor pada musim ini membuat Danilo melanjutkan sebuah tradisi. Sejak meninggalkan FC Porto pada akhir musim 2014-15, dia selalu melakukan pergantian nomor setiap dua tahun. Secara kebetulan, bersama Madrid dan Manchester City, dia hanya bergabung selama 2 musim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bersama di AS Roma, Begini Reaksi Jose Mourinho dan Tammy Abraham

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – AS Roma telah resmi mendatangkan Tammy Abraham dari Chelsea. Striker asal Inggris itu diplot sebagai pengganti Edin Dzeko yang memilih hengkang ke Inter Milan. Di Roma, Abraham akan bersua muka lama, pelatih Jose Mourinho yang dulu pernah dikenalnya semasa di Chelsea.

Mourinho dan Abraham ternyata punya satu kesamaan. Mereka sama-sama datang ke Chelsea pada 2004. Bedanya, Mourinho datang untuk jadi manajer tim utama, sedangkan Abraham untuk memulai kiprahnya di Akademi Chelsea. Umur sang striker kala itu baru menginjak 7 tahun.

Tammy Abraham tak sabar memulai kerja sama dengan Jose Mourinho di AS Roma.
thesun.co.uk

Meskipun demikian, mereka tak pernah bekerja bersama-sama. The Special One tak sempat memberikan debut kepada sang striker. Mereka hanya sempat bersama-sama di tempat latihan Chelsea, Cobham. Itu karena Abraham sempat diajak berlatih dengan tim utama The Blues.

“Beruntunglah aku pernah beberapa kali berlatih dengan dia meskipun tak pernah bermain untuk dia di tim utama,” ujar Tammy Abraham seperti dikutip Football5Star.com dari AS Roma TV. “Aku mengenal dia. Dia itu sungguh karakter yang sangat penting, sudah menjuarai banyak turnamen besar dan melatih para pemain terbaik dunia.”

Mourinho Tahu Karakter Tammy Abraham

Kembali bersua di AS Roma sebagai pemain dan pelatih, Abraham sungguh tak sabar untuk menjalin kerja sama yang tak terwujud semasa di Chelsea. “Memiliki dia sebagai manajer sungguh menginspirasi. Saat ini, aku sangat menantikan untuk memulai,” ucap dia.

Bagaimana dengan Mourinho? The Special One ternyata sudah lama memantau Tammy Abraham meskipun kala itu sang pemain berada di Akademi Chelsea. Walaupun tak pernah bekerja sama, sang pelatih mengaku sudah tahu dan paham karakter striker barunya di AS Roma itu.

Tammy Abraham dan Jose Mourinho menguak masa lalu di Chelsea.
thesun.co.uk

“Saya sudah tahu Tammy saat dia masih kecil. Ketika saya di Chelsea, dia itu cuma bocah bertubuh kecil dan tak pernah bermain untuk saya. Meskipun begitu, saya tahu mentalitasnya,” ujar Jose Mourinho sambil menunjuk putusan sang striker meninggalkan Chelsea dan melakoni petualangan baru di Italia.

Karakter dan mentalitas jadi hal yang membuat Mourinho yakin terhadap Abraham. Dalam pandangannya, pemain berumur 23 tahun yang sempat melesat saat Chelsea ditangani Frank Lampard itu bisa diandalkan untuk jadi pengganti Dzeko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dipilih Kaio Jorge, Ini Riwayat Nomor 21 di Juventus

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kaio Jorge, pemain muda asal Brasil, telah resmi menjadi bagian skuat Juventus. Musim ini, dia akan memakai jersi nomor 21 di Juventus. Dia mengaku salah satu faktor yang melatarbelakangi pemilihan nomor itu karena pernah dipakai Andrea Pirlo, Gonzalo Higuain, dan Zinedine Zidane.

Selain pernah dipakai para bintang itu, ada banyak kisah yang mewarnai riwayat nomor 21 di Juventus. Nomor ini untuk kali pertama dipakai oleh striker Michele Padovano pada musim 1995-96. Namun, itu bukan satu-satunya nomor yang dipakai Padovano. Dia juga sempat memakai nomor 9, 11, 15, dan 16.

Zinedine Zidane jadi pemain bintang pertama yang memakai nomor 21 di Juventus.
Getty Images

Musim berikutnya, nomor itu dipilih Zinedine Zidane yang direkrut dari Girondins Bordeaux. Itu jadi nomor baru bagi Zizou yang sebelumnya memakai nomor 7 di Bordeaux, nomor 10 di timnas Prancis, dan nomor 11 di AS Cannes. Di Juventus, nomor 7 sudah dimiliki Angelo Di Livio, sedangkan nomor 10 adalah milik sang ikon, Alessandro Del Piero.

Hal yang menarik, sepeninggal Zidane pada 2001, nomor 21 tetap dikuasai pemain asal Prancis. Hal itu berlaku hingga musim 2006-07. Pada kurun 2001 hingga 2006, nomor tersebut dipakai bek tangguh Lilian Thuram. Adapun pada 2006-07 jadi milik Olivier Kapo yang pulang setelah dipinjamkan semusim ke AS Monaco.

Nomor 21 di Juventus Jarang Dipakai Pemain Italia

Fakta menarik lain, nomor 21 di Juventus lebih sering dipakai stranieri ‘pemain asing’. Kaio Jorge jadi stranieri ke-8 yang memakai nomor tersebut. Selain Zidane, Thuram, dan Kapo, stranieri lain yang pernah memakai nomor ini adalah Zdenek Grygera, Paulo Dybala, Benedikt Hoewedes, dan Higuain.

Adapun pemain lokal Italia hanya ada tiga orang yang memilih nomor ini saat membela Juventus. Di samping Padovano pada 1995-96, dua pemain lain adalah Andrea Pirlo dan Carlo Pinsoglio. Dari ketiga pemain itu, hanya Pirlo yang memakainya lebih dari semusim, yakni dari 2011-12 hingga 2014-15.

Carlo Pinsoglio adalah satu dari hanya tiga pemain Italia yang memakai nomor 21 di Juventus.
Getty Images

Pinsoglio memang hanya semusim memakai nomor itu, yakni pada 2018-19. Musim sebelumnya, dia memakai nomor 16, adapun dua musim setelahnya mengenakan nomor 31. Lalu, pada musim 2021-22, dia berpindah ke nomor 23. Namun, putusan Pinsoglio membuat nomor 21 dipakai oleh pemain dari semua posisi, dari kiper hingga striker.

Fakta terakhir yang tak kalah menarik, di Juventus, nomor 21 hanya semusim tanpa pemilik. Itu terjadi pada musim 2020-21. Sepeninggal Higuain yang hengkang ke Inter Miami milik David Beckham, nomor itu tak ada yang memakai hingga datang Kaio Jorge pada 2021-22.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lukaku: Secara Taktik dan Teknis, Serie A Lebih Baik dari Premier League

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain baru Chelsea, Romelu Lukaku, memberi perbedaan antara Serie A dan Premier League. Menurut Lukaku, Serie A lebih baik secara teknik dan taktis daripada Premier League yang hanya mengandalkan intensitas.

Lukaku kembali ke Chelsea setelah direkrut dari Inter dengan harga 115 juta euro. Kini dia sudah merasakan bermain di Serie A dan Premier League. Dia membeberkan perbedaan kedua liga top eropa itu.

Romelu Lukaku - Inter Milan - Chelsea - Manchester Evening News

“Italia secara taktik dan teknis adalah liga yang lebih baik tetapi di sini di Inggris, ini semua tentang intensitas. Itulah yang membuat perbedaan, tetapi itu tidak masalah bagi saya karena saya sudah berada di sini selama delapan tahun dan saya tahu apa itu semua,” kata Lukaku seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Dia melanjutkan, “Ini tidak seperti saya pemain baru yang datang dan tidak tahu apa yang diharapkan. Saya tahu liga (Inggris), saya telah mencetak cukup banyak gol di sini, tetapi masa lalu adalah masa lalu dan sekarang kami harus menatap ke depan.”

Alasan Romelu Lukaku Kembali ke Chelsea

romelu lukaku-chelsea-WorldWideChels
worldwidechels

Lukaku sangat menikmati masanya di Italia. Dia berhasil membawa Inter meraih Scudetto, mencetak lebih dari 20 gol per musim, dan menjadi Pemain Terbaik Serie A musim lalu. Selain itu dia juga dicintai banyak fans Inter dan penampilannya kerap dipuji oleh media-media Italia. Tapi dia memilih untuk kembali ke Chelsea. Dia membeberkan alasannya.

“Saya tidak benar-benar berbicara tentang ambisi pribadi saya tetapi mereka bersandar pada ambisi klub. Itu sebabnya saya kembali,” ujar pemain timnas Belgia itu.

Dia melanjutkan, “Chelsea ingin terus menang, terus berkembang sebagai klub dan sangat mendominasi di Inggris dan Eropa. Itu adalah sesuatu yang saya inginkan dan saya di sini sekarang, jadi terserah saya untuk membantu tim mencapai potensinya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tak Lagi Jadi Wakil Kapten Juventus, Leonardo Bonucci Hanya Tertawa

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Beberapa waktu lalu, pelatih Massimiliano Allegri sudah menetapkan hierarki di tim Juventus. Secara mengejutkan, dia mencopot Leonardo Bonucci dari posisi wakil kapten. Posisi itu kini diisi Paulo Dybala. Mengenai hal itu, Bonucci tak ambil pusing. Dia bahkan menilai itu hanya lelucon dari sang allenatore.

“Aku menertawakan itu,” kata Leonardo Bonucci dalam acara penghargaan di Viterbo seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Soalnya, pelatih (Allegri) suka membuat lelucon seperti itu. Hal yang penting bagiku adalah fakta di lapangan. Lagi pula, Allegri sering berkata, biarkan saja gosip tertiup angin.”

Massimiliano Allegri disebut Leonardo Bonucci suka membuat candaan yang terlihat serius.
Getty Images

Soal hierarki di dalam tim, Bonucci menilai hal itu tak ditentukan oleh ban kapten. Secara pribadi, jikapun benar tak masuk jajaran pemain yang dipercaya sebagai pemimpin, dia akan tetap mengambil tanggung jawab sebagai pemain senior di tim.

“Aku tahu hal yang bisa kuberikan di lapangan dan di ruang ganti. Aku adalah salah satu pemimpin dan targetku hanya memikirkan soal permainan di lapangan. Pelatih tahu bisa selalu mengandalkanku, dengan ban kapten ataupun tidak. Aku sudah tahu hal yang harus kulakukan di ruang ganti dan lapangan,” kata Bonucci lagi.

Leonardo Bonucci Tetap Waspadai Inter

Selain bicara soal hierarki di skuat I Bianconeri musim ini, Leonardo Bonucci juga membahas peta persaingan di Serie A. Bagi bek timnas Italia itu, walaupun sudah ditinggal Achraf Hakimi dan Antonio Conte serta potensial kehilangan Romelu Lukaku, Inter Milan tetap favorit kuat.

“Inter tetaplah tim yang diburu semuanya. Namun, (AS) Roma, (AC) Milan, dan Lazio juga bisa mengganggu. Dalam pertarungan, sering kali pembedanya adalah hal-hal kecil, detail,” ujar Bonucci lagi. “Tentu saja, banyaknya pemain hebat yang berpindah tim akan mengubah peta persaingan juga.”

Leonardo Bonucci tak butuh ban kapten untuk jadi pemimpin di tim Juventus.
Getty Images

Terlepas dari hal itu, Bonucci menilai Juventus dalam kondisi bagus untuk kembali merebut Scudetto yang sempat sembilan kali secara beruntun dibawa pulang ke Stadion Allianz. Salah satu faktor yang membangkitkan keyakinannya adalah kedatangan kembali Allegri.

“Allegri sangat bersemangat dan kami siap mengambil kembali hal yang hilang dari kami. Kondisi saat ini sudah sangat bagus untuk membuat kami menjalani musim yang hebat,” ucap Bonucci penuh keyakinan meskipun dalam laga Trofeo Joan Gamper dihajar Barcelona tiga gol tanpa balas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Luigi De Canio: Tanpa Hakimi dan Lukaku, Inter Masih Bisa Juara

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kekuatan Inter Milan musim ini dipastikan berkurang. Bek kanan Achraf Hakimi sudah bergabung dengan Paris Saint-Germain, lalu bomber Romelu Lukaku tengah dalam proses akhir kembali ke Chelsea. Meskipun demikian, I Nerazzurri diyakini Luigi De Canio masih cukup kuat untuk mempertahankan Scudetto.

Jelang Serie A 2021-22, De Canio menilai peta persaingan tak terlalu berubah. Dalam pandangannya, Juventus dan Inter tetap kandidat terkuat untuk meraih Scudetto musim ini. Walaupun skuat I Nerazzurri tak sekuat musim lalu, eks pelatih Udinese itu menilai kekuatan yang ada masih setara dengan I Bianconeri.

Luigi De Canio menilai kekuatan Inter Milan tanpa Achraf Hakimi dan Romelu Lukaku tetap setara Juventus.
tuttojuve.com

“Tahun lalu, Juventus dan Inter Milan adalah tim yang harus dikalahkan. Hal itu juga akan berlaku pada musim ini. Namun, saya tak tahu apakah mereka akan bisa melesat cepat,” urai Luigi De Canio seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Soal Inter yang ditinggal Hakimi dan akan kehilangan Lukaku, De Canio mengatakan, “(Simone) inzaghi memang tak punya pengalaman seperti (Antonio) Conte, tapi Inter bisa tetap bersaing untuk merebut Scudetto. Patut diingat, semua yang dibelanjakan musim lalu bukan hanya untuk menjuarai liga.”

Luigi De Canio Ramal Napoli Jadi Kuda Hitam

Atas dasar itu, menurut De Canio, kepergian Hakimi dan Lukaku tak akan serta-merta membuat kekuatan Inter Milan menurun drastis. “Untuk bersaing di Eropa, ini memang sebuah langkah mundur bagi Inter. Namun, mereka masih bisa bersaing untuk menjuarai Serie A.”

Lalu, tim mana yang potensial mengganggu persaingan Juventus dengan Inter dalam perebutan Scudetto? De Canio secara mengejutkan tak menyebut AC Milan yang musim lalu tampil apik atau AS Roma yang melakukan pembenahan serius dengan mendatangkan Jose Mourinho.

Luciano Spaletti dipercaya Luigi De Canio akan membuat Napoli lebih bagus pada musim ini.
legaseriea.it

De Canio justru menilai Napoli sebagai kuda hitam yang bisa membuat kejutan besar. “Napoli tak terlalu berubah. Saya kira mereka tak akan berubah. Itu membuat skuat mereka jadi lebih padu dan tanpa mengecilkan (Gennaro) Gattuso, mereka kini diperkaya oleh pelatih dengan kualitas dan pengalaman luar biasa,” kata pelatih berumur 63 tahun itu.

Di bawah asuhan Luciano Spalletti, Napoli memang terlihat menjanjikan. Sepanjang pramusim, I Partenopei meraup hasil sempurna dalam empat laga. Victor Osimhen cs. menang 1-0 atas Pro Vercelli, menggasak Bayern Munich 3-0, lalu membekap Wisla Krakow dan Ascoli dengan skor identik, 2-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri: Inter Milan Tetap Calon Juara

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri, pelatih Juventus, tetap mewaspadai Inter Milan dalam perburuan Scudetto musim ini. Apa pun dinamika yang terjadi di skuat saat ini, I Nerazzurri diyakini akan tetap kuat dan berpeluang mempertahankan gelar juara Liga Italia.

Setelah juara pada musim lalu, dinamika luar biasa terjadi di Inter Milan. Mula-mula, allenatore Antonio Conte mundur. Lalu, ancaman eksodus melanda. Achraf Hakimi dilepas ke Paris Saint-Germain. Romelu Lukaku kian dekat dengan kepulangan ke Chelsea. Lautaro Martinez pun mulai dikaitkan dengan Tottenham Hotspur.

Massimiliano Allegri tak ambil pusing menyikapi kekalahan Juventus dari barcelona pada Trofeo Joan Gamper.
Getty Images

Dinamika itu membuat banyak pihak ragu Inter dapat mempertahankan Scudetto. Namun, hal itu tak berlaku bagi Allegri. Pelatih yang baru kembali ke Juventus itu tetap meyakini kemampuan tim yang kini diasuh Simone Inzaghi untuk merebut kembali gelar juara Serie A musim ini.

“Siapa pun yang menjadi juara biasanya selalu jadi favorit,” urai Massimiliano Allegri kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Pada 21 Agustus, kami sama-sama punya 0 poin. Anda harus coba meraih 90 poin untuk memenangi kompetisi.”

Inter Milan Tak Terkalahkan pada Pramusim

Kewaspadaan Massimiliano Allegri terhadap Inter Milan bukan basa-basi. Setidaknya, itu juga didukung fakta pada pramusim. Hingga saat ini, tim asuhan Simone Inzaghi belum terkalahkan. Setelah imbang 2-2 dengan Lugano, mereka menggasak Crotone 6-0 dan menaklukkan Parma 2-0.

Melihat deretan lawan yang dihadapi, hasil yang dituai Inter memang terbilang wajar. Namun, patut dicatat, Inzaghi belum bisa menurunkan susunan pemain terbaiknya. Tengok saja, di lini depan, Martin Satriano selalu tampil sebagai starter dalam tiga uji tanding. Adapun Lautaro Martinez baru turun saat lawan Parma.

Inter Milan menang 2-0 atas Parma pada laga pramusim.
Getty Images

Di samping itu, Inter juga terus menambal kekurangan yang ada di skuat. Guna mengantisipasi kepergian Romelu Lukaku, I Nerazzurri kian gencar melakukan pendekatan terhadap striker AS Roma, Edin Dzeko. Kabar yang beredar menyebutkan, pemain asal Bosnia & Herzegovina itu tinggal selangkah lagi gabung Inter.

Inter Milan dijadwalkan memulai langkah mempertahankan gelar juara Serie A pada Sabtu (21/8/2021) dengan menjamu Genoa. Sebelumnya, Samir Handanovic dkk. akan melakoni satu uji tanding. Sepekan sebelum laga giornata pertana, mereka akan menghadapi jagoan Ukraina, Dynamo Kyiv.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tahan Penalti Gareth Bale, Mike Maignan Berbunga-bunga

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kegembiraan dirasakan Mike Maignan walaupun AC Milan hanya imbang tanpa gol dalam laga persahabatan lawan Real Madrid, Senin (9/8/2021) dini hari WIB. Pasalnya, dia mampu menjaga gawang I Rossoneri tak kebobolan. Dia bahkan menggagalkan eksekusi penalti Gareth Bale.

Secara pribadi, Maignan mengaku puas atas penampilannya melawan Madrid. Dia mampu menunjukkan ketangguhannya di bawah mistar. Sebelum menepis eksekusi penalti Gareth Bale, dia juga mementahkan tendangan keras David Alaba dari luar kotak penalti.

“Ini laga persahabatan, tapi seperti pertandingan Liga Champions karena kami menghadapi lawan di Liga Champions. Ini pertandingan yang sangat ketat. Kami tak mampu mencetak gol, tapi juga tak kebobolan. Ini sangatlah penting,” urai Mike Maignan kepada Milan TV seperti dikutip Football5Star.com dari Sempre Milan.

Maignan lebih lanjut mengatakan, “Musim lalu, tim ini lolos secara pantas ke Liga Champions dan sekarang kami harus siap menjalaninya. Namun, pertama-tama, kami perlu mempersiapkan diri untuk liga. Dari pertandingan ke pertandingan, kami kian siap. Hari ini, aku menyelamatkan penalti, tapi menolong tim adalah hal terpenting.”

Mike Maignan Tak Hadapi Kendala

Didatangkan dari Lille OSC sebagai pengganti Gianluigi Donnarumma yang menolak perpanjangan kontrak, Mike Maignan memikul ekspektasi besar. Para tifosi I Rossoneri tentu berharap dia tampil sesolid atau bahkan lebih baik dari Donnarumma.

Sejauh ini, Maignan mampu memberikan jawaban apik. Dalam tiga pertandingan pramusim, dia tak kebobolan. Saat melawan OGC Nice dan Valencia, dia tampil sebagai starter, tapi lantas digantikan Ciprian Tatarusanu pada awal babak kedua. Adapun saat lawan Madrid, dia dipercaya pelatih Stefano Pioli untuk tampil penuh.

Mike Maignan tak merasa terkendala dalam proses adaptasinya di AC Milan.
milanreports.com

Menurut Maignan, itu tak terlepas dari adaptasi yang tak terkendala. “Aku sehari-hari mulai bicara bahasa Italia. Itu membuatku dapat mengerti semua instruksi yang diberikan kepadaku. Bagiku, itu sangatlah penting. Aku sudah berlatih selama dua pekan, menjalani tiga laga, dan aku merasa kian baik dari pekan ke pekan,” ucap dia.

Ujian berikut akan dihadapi Mike Maignan pada Minggu (15/8/2021) dini hari WIB. Hari itu, AC Milan dijadwalkan menjalani uji tanding terakhir melawan Panathinaikos. Setelah itu, tim asuhan Pioli akan menjalani laga giornata pertama Serie A melawan Sampdoria.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AC Milan Incar Eks Pemain Ajax, Olivier Giroud Berbunga-bunga

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – AC Milan belakangan ini dirumorkan tengah melakukan pendekatan kepada winger Chelsea, Hakim Ziyech. Menanggapi kabar tersebut, striker Olivier Giroud girang bukan kepalang. Dia menyambut baik jika eks pemain AFC Ajax itu merapat ke San Siro.

Sangat dimengerti bila Giroud berbunga-bunga mendengar kabar ketertarikan Milan merekrut Ziyech. Bukan apa-apa, mereka sempat semusim berkolaborasi di Chelsea. Bersama The Blues, mereka jadi bagian tim saat menjuarai Liga Champions 2020-21 dengan mengalahkan Manchester City pada partai final.

Olivier Giroud senang bila kembali seklub dengan Hakim Ziyech.
Getty Images

Giroud akan sangat senang bila kembali seklub dengan Ziyech. “Kami punya hubungan sangat baik meskipun hanya main bersama dalam beberapa laga saja. Akan menyenangkan bila bisa bermain dengan dia lagi,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Voetbal Primeur.

Lebih lanjut, striker Prancis yang baru diboyong Milan itu mengungkapkan, “Ziyech pemain fantastis dengan kaki kiri luar biasa. Dia berpengalaman dan punya teknik bagus. Semakin banyak pemain bangus ada di tim, tentu kami lebih berpeluang meraih trofi. Aku akan sangat senang menyambut dia.”

Ziyech Tertarik Ikuti Olivier Giroud

Harapan Olivier Giroud sepertinya tak akan bertepuk sebelah tangan. Menurut La Gazzetta dello Sport, pemain timnas Maroko itu tertarik mengikuti jejak koleganya yang lebih dulu merapat ke AC Milan. Apalagi, mereka sama-sama sulit mendapatkan tempat di tim utama Chelsea musim lalu.

Sepanjang musim lalu, Ziyech memang turun dalam 39 pertandingan yang dilakoni Chelsea pada berbagai ajang. Namun, dia hanya tampil 1.900 menit alias rata-rata tampil 48,7 menit per laga. Kedatangan Thomas Tuchel sebagai pengganti Frank Lampard tak lantas mengubah nasibnya.

Hakim Ziyech tak jadi pemain andalan Thomas Tuchel di Chelsea.
Getty Images

Menilik prospek tampil sebagai starter, mungkin saja Ziyech menyusul Olivier Giroud ke Milan meskipun masih terikat kontrak dengan Chelsea hingga 2025. Apalagi, The Blues juga sebetulnya perlu melepas beberapa pemain karena skuat yang terlalu gemuk.

Bila jadi menyeberang ke Milan, Hakim Ziyech akan jadi penyeberang ketiga dari Chelsea sejak musim lalu. Seperti diketahui, sebelum Giroud pada awal musim ini, bek Fikayo Tomori terlebih dahulu merapat ke San Siro pada Januari lalu sebagai pemain pinjaman dan lantas dibeli permanen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Barzagli: Tudingan kepada Cristiano Ronaldo Omong Kosong Belaka!

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Andrea Barzagli, eks bek tengah Juventus, heran mendengar tudingan-tudingan miring yang terarah kepada Cristiano Ronaldo. Dia menilai tudingan itu mengada-ada dan tak sesuai dengan realitas di lapangan hijau.

Meskipun jadi mesin gol utama dalam tiga musim terakhir, Ronaldo tetap dipandang sebagian pihak bukan sebagai pemain penting di Juventus. Mereka menilai megabintang asal Portugal itu tak mengedepankan kepentingan tim, dan dalam dua musim terakhir mengganggu gaya main yang diinginkan pelatih.

Andrea Barzagli menilai Cristiano Ronaldo tidak mementingkan diri sendiri saat berada di lapangan.
calcioweb.eu

“Mereka mengatakan ini dan itu soal dia (Ronaldo). Misalnya, dia hanya bermain untuk mengejar rekor demi rekor pribadi,” urai Andrea Barzagli seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Sesuai pengamatan saya, itu sama sekali tidak benar.”

Pria yang baru saja didapuk sebagai asisten pelatih timnas U-10 hingga U-15 Italia itu menambahkan, “Faktanya, dia selalu hadir pada pertandingan-pertandingan penting. Tentu saja, itu bukan berarti dia dapat sendirian membawa tim menang. Anda harus membangun tim di belakang dia.”

Rumor Transfer Cristiano Ronaldo Terus Beredar

Bagi Barzagli, Cristiano Ronaldo akan tetap jadi sosok penting di Juventus bersama pelatih yang baru kembali, Massimiliano Allegri. Dia menilai CR7 tetaplah pemain luar biasa seperti yang dulu dihadapinya. “Satu-satunya striker yang jadi mimpi buruk bagi saya adalah Ronaldo,” kata dia.

Ucapan Barzagli tidak mengada-ada. Secara khusus, Allegri pernah mengungkapkan hal serupa walaupun dengan nada berbeda. Kala itu, dia meminta Ronaldo bukan hanya jadi mesin gol, tapi juga pemimpin dan teladan bagi para pemain lain di skuat yang didominasi pemain muda.

Massimiliano Allegri dipercaya masih akan mengandalkan Cristiano Ronaldo di Juventus.
eurosport.com

Toh, rumor soal Ronaldo terus bergulir dan berganti dan waktu ke waktu. Baru-baru ini, Diario As mengungkapkan bahwa pemain dirikan akademi Sporting CP tersebut sangat ingin kembali ke Real Madrid yang ditinggalkannya pada 2018 setelah tiga kali beruntun menjuarai Liga Champions.

Sebelumnya, Cristiano Ronaldo santer dihubung-hubungkan dengan Paris Saint-Germain. Dia dikabarkan akan ditukar dengan striker Mauro Icardi. Hal itu sampai ditertawakan eks striker Juventus, Giuseppe Galderisi. Dia menyebut pertukaran itu konyol karena dua pemain sangat tak sebanding.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Presiden AC Milan: Di Italia Harusnya Stadion Boleh Diisi Penuh Penonton

gamespool
Presiden AC Milan: Di Italia Harusnya Stadion Boleh Diisi Penuh Penonton 81

Football5Star.com, Indonesia – Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, berharap Serie A membuka penuh kapasitas stadion untuk para fans pada musim ini. Scaroni menyebut bahwa pendapatan dari tiket stadion adalah salah satu yang terbesar bagi klub.

Pemerintah Italia setuju untuk membuka kapasitas stadion sampai 50 persen mulai musim ini. Namun, liga-liga Eropa lainnya seperti Premier League sudah membuka kapasitas stadion sampai 100 persen. Scaroni berharap itu juga terjadi di Italia.

“Pendapatan stadion menyumbang sekitar sepertiga dari pendapatan klub, jadi tidak memilikinya selama berbulan-bulan merupakan pukulan finansial yang besar. Milan mendapatkan 40 juta euro dari pendapatan stadion, Anda dapat memahami dampaknya terhadap keuangan kami,” ucap Paolo Scaroni seperti dikutip Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport

Paolo Scaroni Rangnick atau Pioli Saya Percayakan kepada Ivan Gazidis
acmilan.com

Scaroni melanjutkan, “Stadion harus kembali ke kapasitas penuh, seperti yang mereka lakukan di Inggris, Prancis atau Spanyol, dengan Green Pass diperlukan sebagai jaminan. Saya pikir kapasitas 50 persen tidak cukup karena kami masih akan menderita kerugian finansial,”

Scaroni meminta pemerintah setidaknya memberi bantuan finansial jika kapasitas stadion tidak bisa dimaksimalkan.

“Saya pikir kapasitas 50 persen tidak cukup karena kami masih akan menderita kerugian finansial. Setidaknya harus ‘benar-benar 50 persen’, itu yang sudah kami diskusikan dengan Presiden (FIGC) Gravina dan Dal Pino,” kata Scaroni.

Dia melanjutkan, “Kalau kami tidak bisa memastikan itu, maka kami akan membutuhkan bantuan keuangan dari Pemerintah, kami tidak mengerti mengapa kami tidak dapat memiliki hak yang sama dengan yang lain. Masih ada ketidakpastian, kami terhenti dalam hal tiket dan tiket musiman, kami harus tahu apa yang harus dilakukan minggu depan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri Minta Lebih dari Cristiano Ronaldo

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri, pelatih Juventus, masih akan mengandalkan Cristiano Ronaldo. Dia bahkan punya harapan lebih besar pada megabintang Portugal itu untuk memberikan kontribusi lebih besar, bukan sekadar mendulang gol demi gol.

Selama tiga musim membela Juventus bersama tiga pelatih berbeda, Ronaldo selalu jadi andalan dalam mencetak gol. Dalam tiga musim, dia mampu mengemas 100 gol. Musim lalu, dia bahkan merebut capocannoniere Serie A.

Musim ini, hal itu tak akan cukup. Pasalnya, Allegri terang-terangan meminta kontribusi lebih dari Ronaldo bagi Juventus di lapangan. Hal itu diungkapkan sang allenatore dalam konferensi pers pertamanya jelang musim 2021-22 dengan torehan 29 gol.

“Ronaldo adalah seorang juara, pemain luar biasa, dan sosok yang pandai. Kemarin, dia kembali dan saya berbicara dengan dia. Saya katakan kepada dia bahwa ini akan jadi tahun yang penting dan saya senang bertemu dia lagi,” urai Massimiliano Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Lebih lanjut, Allegri mengungkapkan, “Akan tetapi, saya juga katakan bahwa dia punya tanggung jawab lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya karena kami adalah tim yang berbeda… Dia telah mencetak 130 gol bagi Juve, tapi saya mengharap lebih banyak dari dia. Salah satunya soal pengalaman.”

Massimiliano Allegri Tak Istimewakan Ronaldo

Massimiliano Allegri tak secara detail mengungkapkan hal-hal selain gol yang diharapkan dari Cristiano Ronaldo. Namun, dengan kata kunci pengalaman, sangat mungkin dia berharap CR7 mampu menjadi salah satu pemimpin di tim dan menjadi pengubah keadaan saat tim menemui kebuntuan.

Di samping itu, Allegri sepertinya mengharapkan Ronaldo jadi agen perubahan di Juventus. Musim ini, ada banyak pemain muda yang sepertinya akan diandalkan sang allenatore dan CR7 diharapkan mampu mendorong mereka untuk tampil bagus.

Meskipun punya harapan besar, Allegri memastikan tak ada keistimewaan yang diberikan kepada Ronaldo. Eks pemain Real Madrid dan Manchester United itu tetaplah salah satu bagian dari skuat yang harus mengikuti aturan dari sang pelatih.

“Dia datang dengan motivasi dan kondisi bagus. Akan ada peraturan bagi semua pemain dan itu juga akan berlaku bagi dirinya,” ujar Allegri menegaskan posisi Ronaldo di Juventus yang sama dengan pemain-pemain lainnya.

Cristiano Ronaldo sudah kembali ke markas Juventus setelah menghabiskan masa liburan bersama keluarganya. Dia disambut meriah para tifosi I Bianconeri. Sebelumnya beredar rumor sang megabintang akan hengkang. Salah satunya menyatakan dia akan ditukar Mauro Icardi dari PSG.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nostalgia Hari Ini: Alexi Lalas Jadi Pemain Amerika Pertama di Serie A

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Serie A merupakan magnet bagi pesepak bola seluruh dunia. Para pemain dari semua negara belomba-lomba untuk mentas di sana.

Salah satunya Amerika Serikat. kendati bukan negara sepak bola, negeri Paman Sam telah melahirkan banyak pesepak bola hebat.

Saat ini ada Christian Pulisic, Giovanni Reyna, hingga Weston McKennie yang memperkuat raksasa Italia, Juventus. Berbicara soal pemain Amerika di Serie A, McKennie jelas bukan yang pertama.

Juventus vs Atalanta Liga Italia Serie A Weston McKennie - @juventusfc
@juventusfc

Sejauh ini Michael Bradley jadi kontingen Paman Sam yang tampil luar biasa. Dia memperkuat dua klub Serie A, AS Roma dan Chievo. Tiga musim di Liga Italia sang gelandang tampil 76 kali.

Akan tetapi Michael Bradley juga bukan orang pertama. Dalam sejarahnya, tidak banyak memang pemain Amerika yang berada di Serie A.

Sejauh ini hanya ada empat pemain yang bermukim di sana. Selain dua nama yang disebutkan di atas, ada pula Bryan Reynolds yang kini berseragam AS Roma dan legenda sekaliber Alexi Lalas.

Alexi Lalas lah yang menjadi Amerika Serikat pertama di Serie A. Dia datang pertama kali tepat pada hari ini 27 tahun silam.

Tak Pernah Main di Klub Profesional Sebelumnya

Lalas dikontrak Padova musim panas 1994 dan menjadikannya pemain Amerika pertama di kasta tertinggi sepak bola Italia. Padova punya alasan kuat menggaet pemain nyentrik itu.

Ia tampil luar biasa untuk Rutgers University dan membawa timnya menembus NCAA Championship Game dua tahun beruntun. Pada 1991 namanya dinobatkan sebagai First Team All American dan meraih penghargaan Hermann Torphy dan Missouri Athletic Club Player of the Year.

Kendati demikian Alexi Lalas tak kunjung bermain untuk klub profesional usai lulus universitas. Namun, namanya tetap jadi langganan timnas Amerika Serikat.

alexi lalas 1

Puncak popularitas Lalas terjadi di Piala Dunia 1994. Berlangsung di negaranya sendiri sang bek tampil lugas.

Sayang, Amerika tak mampu berbicara banyak di rumah sendiri. Mereka langsung tersingkir di fase knockout. Namun, Lalas bersinar lewat permainannya.

Ia kemudian dipinang Padova yang baru saja promosi ke Serie A. Dua musim di sana bek tangguh itu tampil 49 kali.

Kendati gagal membawa Padova bersaing di papan tengah Serie A, Alexi Lalas jadi fenomena di sana. Sebagai pemain Amerika Serikat pertama dia membuktikan diri mampu bersaing di kompetisi yang kala itu disebut-sebut yang terbaik dunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Edin Dzeko Muak Selalu Dirumorkan akan Hengkang dari AS Roma

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Striker senior Edin Dzeko sudah muak dirumorkan akan hengkang dari AS Roma. Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada niat untuk meninggalkan I Giallorossi. Apa pun yang terjadi dalam beberapa musim terakhir, kesetiannya tak luntur.

“Aku muak mendengar tentang Dzeko di sini dan Dzeko di sana. Aku hanya memikirkan Roma,” ujar Edin Dzeko selepas uji tanding AS Roma dengan Debrecen kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Salah satu bukti kesetiaan Dzeko adalah produktivitasnya yang tetap terjaga. Dalam laga melawan Debrecen yang berakhir 5-2, striker yang pernah menjuarai Bundesliga bersama VfL Wolfsburg itu mencetak 2 gol meskipun baru dimasukkan Mourinho pada awal babak pertama. Pada laga itu, Borja Mayoral yang tampil sebagai starter.

Permainannya pada laga itu pun membuat Mourinho terkesan. Menurut Roma News, The Special One sampai berbicara dengan Mayoral yang duduk di bangku cadangan untuk memerhatikan pergerakan Dzeko di lapangan yang dinamis dan penuh semangat.

Edin Dzeko Berharap AS Roma Jaga Konsistensi

Kemenangan atas Debrecen membuat AS Roma masih sempurna dalam menjalani laga-laga pramusim di bawah asuhan Jose Mourinho. Sebelumnya, Dzeko cs. menang besar 10-0 atas Montecatini dan hanya unggul 1-0 ketika menghadapi Triestina.

Dzeko menyambut apik tren apik I Giallorossi bersama Mourinho. Dia berharap hal itu bisa terus dipertahankan hingga memasuki musim baru di Serie A dan kompetisi-kompetisi lain. Bagi striker asal Bosnia & Herzegovina itu, kemenangan demi kemenangan pada pramusim sangat bagus bagi tim.

Edin Dzeko berharap AS Roma melanjutkan tren apik dalam pramusim bersama Jose Mourinho.
Getty Images

“Setiap pertandingan, seperti kata pelatih, adalah penting. Kami harus selalu bermain untuk meraih kemenangan. Hari ini, kami tampil bagus, aku pun mencetak dua gol,” ujar Dzeko. “Setiap kemenangan memberi Anda tambahan kepercayaan diri dan sikap positif. Kami harap bisa melanjutkan hal ini agar berada dalam 100% saat musim dimulai.”

Edin Dzeko sudah 6 musim membela AS Roma. Sejak 2015, mencetak 119 gol dan 55 assist dalam 260 pertandingan di berbagai ajang. Berdasarkan kontrak terakhir yang ditandatangani pada 2019, penyerang yang juga sempat juara Premier League bersama Manchester City itu akan memasuki musim terakhirnya bersama I Giallorossi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Giuseppe Galderisi Ragu Masa Depan Paulo Dybala Ada di Juventus

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Eks penyerang Juventus dan timnas Italia, Giuseppe Galderisi, tak yakin Paulo Dybala masih punya masa depan di I Bianconeri. Meskipun diakui punya kemampuan apik, pemain asal Argentina itu menghadapi persaingan sangat ketat untuk mengisi lini serang tim asuhan Massimiliano Allegri.

Masa depan Dybala saat ini sedang jadi salah satu topik pembicaraan. Di tengah performanya yang menukik, salah satunya karena lama diganggu COVID-19, dia akan memasuki musim terakhirnya. Sesuai perpanjangan kontrak yang ditandatangani pada 2017, dia akan menjadi bagian skuat Juventus hingga 2022.

Saat ini, agen Dybala dikabarkan sudah merapat ke Turin guna membicarakan soal kontrak baru. Namun, menurut Galderisi, eks pemain Palermo itu harus betul-betul memikirkan kesempatan bermain. Di Juventus, kesempatan itu akan kian menipis karena keberadaan pemain-pemain lain yang juga menanjak.

“Bagi saya, dia memang termasuk salah satu pemain terbaik di dunia. namun, di Juventus juga ada (Dejan) Kulusevski, (Federico) Chiesa, dan (Alvaro) Morata,” ujar Giuseppe Galderisi soal Dybala seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Paulo Dybala Terancam Federico Chiesa

Secara khusus, Giuseppe Galderisi menyebut Chiesa sebagai pesaing terberat Paulo Dybala untuk masuk ke tim utama sebagai pendamping Cristiano Ronaldo. Perkembangan pesat anak Enrico Chiesa tersebut diakui luar biasa dan pasti tak luput dari pengamatan Allegri selaku allenatore baru Juventus.

“Saya bisa bilang, ini harusnya jadi tahunnya Chiesa dengan perubahan kecepatannya,” ujar Galderisi mengenai pemain yang tampil gemilang saat membawa timnas Italia juara EURO 2020 dengan mengalahkan timnas Inggris pada partai final.

Paulo Dybala akan sangat sulit bersaing dengan Federico Chiesa yang gemilang bersama timnas Italia di EURO 2020.
Twitter @JuveFC

Seperti halnya Dybala, Chiesa juga sebetulnya tak tampil menawan pada musim lalu di bawah asuhan Andrea Pirlo. Secara keseluruhan, dia hanya mencetak 15 gol dari 46 pertandingan. Adapun Dybala mengemas 5 gol dari 26 penampilan. Namun, La Joya tak punya kesempatan unjuk gigi di ajang lain karena tak masuk timnas Argentina yang menjuarai Copa America 2021 di tanah Brasil.

Hal lain yang membuat Chiesa ada di depan Dybala adalah kontribusi assist-nya. Musim lalu, dia total membukukan 11 assist dalam 46 laga. Di Juventus, dia hanya kalah dari Juan Cuadrado (19 assist), dan Alvaro Morata (12 assist). Artinya, dia sangat terlibat dalam permainan dan mampu menopang skema yang diterapkan pelatih.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Eks Timnas Italia: Bodoh kalau Juventus Mau Tukar Ronaldo dengan Icardi!

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Rumor soal masa depan Cristiano Ronaldo tak pernah berhenti bergulir. Belakangan, Juventus dikabarkan siap melakukan pertukaran dengan Paris Saint-Germain. Sang megabintang akan ditukar Mauro Icardi. Kabar itu langsung ditanggapi sinis oleh eks striker timnas Italia, Giuseppe Galderisi.

Bagi Galderisi, rumor pertukaran Ronaldo dengan Icardi adalah lelucon besar. Menurut dia, sangat bodoh bila Juventus mau melakukan hal itu. Pasalnya, kedua pemain itu tidak sebanding. Kerugian besar akan diderita I Bianconeri bila melepas Ronaldo dan mendapatkan Icardi.

Cristiano Ronaldo mencetak 40 gol pada musim lalu bagi Juventus di semua ajang.
juventus.com

“Icardi tak akan mencetak 40 gol untuk Anda,” kata Giuseppe Galderisi seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb. “Tentu saja, pernyataan Ronaldo selalu mengundang keingintahuan. Namun, akan butuh waktu berbulan-bulan untuk memindahkan dia ke klub lain.”

Galderisi yakin Ronaldo masih sosok luar biasa yang akan punya kontribusi besar bagi I Bianconeri. Apalagi, mereka kini kembali ditangani Massimiliano Allegri. “Bersama (Maurizio) Sarri, memang ada masalah dalam mengintegrasikan dia ke dalam sistemnya. Sekarangg, Allegri tahu lingkungan dan para pemain dengan lebih baik,” ujar dia.

Ronaldo Baru Sekali Cetak 40 Gol bagi Juventus

Berdasarkan statistik beberapa musim terakhir, ketajaman Cristiano Ronaldo dan Mauro Icardi memang jauh berbeda. Dalam 3 musim bersama I Bianconeri, Ronaldo mencetak 101 gol dari 133 pertandingan. Sementara itu, Icardi membukukan 50 gol dari 99 pertandingan bersama PSG dan Inter Milan.

Akan tetapi, Ronaldo tidak selalu mencetak 40 gol. Bagi I Bianconeri, dia baru melakukan hal tersebut pada musim lalu. Sebelumnya, kapten timnas Portugal itu hanya mencetak 37 gol pada musim 2019-20. Bahkan, pada musim pertamanya bersama I Bianconeri, dia hanya mengemas 28 gol.

Mauro Icardi mengalami penurunan ketajaman sejak bergabung dengan Paris Saint-Germain.
lentrepreneur.co

Toh, penilaian Galderisi soal Icardi sesuai fakta. Sejak bermain di level tertinggi pada 2012-13 bersama Sampdoria, dia memang tak pernah mampu membukukan 40 gol dalam semusim. Torehan tertingginya hanya 29 gol. Itu dilakukan pada 2017-18 bersama Inter Milan.

Satu-satunya nilai plus dari Icardi adalah usianya yang baru 28 tahun. Dia 8 tahun lebih muda dari Ronaldo. Artinya, andai ketajamannya bisa dilipatgandakan, dia akan berguna untuk jangka panjang. Beda halnya dengan Ronaldo di Juventus yang kemungkinan hanya bisa diandalkan untuk 1 hingga 2 musim ke depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jadi Pahlawan, Nicola Zalewski Berterima Kasih kepada Jose Mourinho

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – AS Roma hanya menang tipis 1-0 pada laga pramusim melawan klub Serie C, Triestina, Kamis (22/7/2021) dini hari WIB. Pemain muda Nicola Zalewski jadi pahlawan kemenangan tim asuhan Jose Mourinho dengan golnya saat laga babak kedua baru berjalan 4 menit.

Zalewski berada pada posisi yang tepat saat bola muntah dari kiper Triestina yang coba menahan tembakan Stephan El Shaarawy. Gol itu memutus kebuntuan yang gagal dilakukan susunan sebelas pemain pertama yang diturunkan pelatih Jose Mourinho.

Selepas pertandingan, Zalewski berterima kasih kepada Mourinho. Dia menilai golnya adalah buah dari kepercayaan The Special One yang menurunkannya pada awal babak kedua. Dalam pandangannya, kepercayaan seperti sangat penting bagi pemain muda seperti dirinya.

“Pelatih memberi kami kepercayaan sangat besar. Aku dan rekan-rekan dari tim Primavera bahagia. Kami coba membalas kepercayaanya dengan komitmen dan determinasi tinggi,” urai Nicola Zalewski selepas laga seperti dikutip Football5Star.com dari Roma News. “Kami melakukan segala yang diinginkan pelatih.”

Masih Clean Sheet bersama Jose Mourinho

Menurut Nicola Zalewski, tak ada insruksi khusus yang diberikan Mourinho pada laga AS Roma melawan Triestina. Sang allenatore hanya meminta para pemain menikmati permainan dan mengejar kemenangan. Soal taktik, eks manajer Tottenham Hotspur itu hanya menuntut intensitas dan tekanan tinggi terhadap lawan.

Gol tunggal pemain berumur 19 tahun itu membawa I Giallorossi menjaga hasil sempurna selama pramusim di bawah asuhan Mourinho. Mereka pun masih belum kebobolan. Sebelumnya, Roma menang besar 10-0 atas Montecatini, lalu menaklukkan Ternana pada tiga hari silam.

Itu menjadi modal awal yang baik sekaligus asa tersendiri bagi para pendukung AS Roma terhadap kepemimpinan Mourinho. Apalagi, I Giallorossi selanjutnya akan menjalani laga-laga pramusim lebih berat. Dari 26 Juli hingga 8 Agustus mendatang, mereka secara berturut-tutur akan menghadapi Debrecen, FC Porto, dan Real Betis.

Untuk laga melawan Debrecen, AS Roma dipastikan mendapat amunisi tambahan. Sang kiper baru, Rui Patricio, kemungkinan besar turun pada laga tersebut. Saat I Giallorossi melawan Triestina, kiper asal Portugal itu tak masuk skuat karena baru 2 hari mengikuti latihan di bawah arahan Jose Mourinho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Rawan Konflik Kepentingan, Calvarese Mundur Sebagai Wasit Serie A

Football5star.com, Indonesia – Serie A musim 2021-2022 akan kehilangan wasit berpengalaman. Gianpaolo Calvarese baru mengumumkan pengunduran dirinya.

Secara usia Gianpaolo Calvarese masih bisa memimpin Serie A musim 2021-2022. Dia kini berusia 45 tahun dan akan menjadi musim terakhirnya memimpin pertandingan Liga Italia.

Ada alasan lain yang membuat sang pengadil mengundurkan diri. Sky Sport Italia melaporkan keputusan ini diambil agar dia terhindar dari konflik kepentingan.

gianpaolo calvarese juventus vs inter
inter-news.it

Untuk diketahui, keluarga wasit 45 tahun baru-baru ini meluncurkan perusahaan yang menjual integrator vitamin alami. Perusahaan tersebut dilaporkan telah menjalin kerja sama dengan beberapa klub Serie A dan Serie B.

Akan tetapi tidak disebutkan klub mana saja yang dimaksud. Walau begitu situasi ini bisa menimbulkan konflik jika dia tetap menjadi wasit.

Ini menjadi pukulan lain bagi dunia perwasitan Italia. Pekan lalu dua pengadil Serie A seperti Federico La Penna dan Fabrizio Pasqua diskors karena memalsukan formulir.

Federico La Penna dan Fabrizio Pasua masing-masing diskors selama 13 bulan dan 16 bulan. Tapi hukuman bisa lebih ringan andai banding yang mereka ajukan dikabulkan.

Terkait Gianpaolo Calvarese, dia merupakan salah satu wasit pengalaman Italia. Ia sudah menjadi pengadil sejak 1993. Melakukan debut di Serie A pada 2009 silam ia sudah memimpin lebih dari 300 pertandingan di semua kompetisi.

Lazio Menggila bersama Maurizio Sarri, Cetak 21 Gol dalam 2 Laga

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Lazio tampil menggila bersama Maurizio Sarri sebagai allenatore baru. Dalam dua laga, Luis Alberto cs. membukukan 21 gol. Sebanyak 11 pemain ikut andil dalam mencetak gol pada dua laga pramusim tersebut.

Pesta gol pertama dilakukan Lazio saat menjalani pemanasan pertama melawan Top 11 Radio Club 103. Anak-anak asuh Sarri memuaskan para tifosi dengan menjejalkan 10 gol tanpa balas. Luis Alberto dan Felipe Caicedo sama-sama mencetak brace. Adapun Felipe Anderson, Raul Moro, Lucas Leiva, Vedat Muriqi, Manuel Lazzari, dan Denis Vavro menjejalkan 1 gol masing-masing.

Tiga hari berselang, I Biancocelesti kembali berpesta gol. Kali ini, mereka menang 11-0 atas Fiori Barp Sospirolo. Seperti pada pertandingan pertama, Luis Alberto kembali menjadi bintang. Dia kali ini mampu mencetak hat-trick. Caicedo pun kembali mencetak brace. Hal yang sama dilakukan Muriqi.

Sementara itu, 4 gol lain pada laga lawan Fiori Barp Sospirolo itu dilesakkan Felipe Anderson, Elseid Hysaj, Adam Marusic, dan Jean-Daniel Akpa-Akpro. Sorotan tenu terarah kepada Hysaj yang sebelumnya dihujat Ultras Lazio gara-gara menyanyikan lagu “Bella Ciao” dalam perkenalan di hadapan rekan-rekan setimnya.

Armada Maurizio Sarri Jalani 5 Laga Pramusim

Dua laga itu jadi bagian dari 5 laga pramusim yang dijalani Lazio yang mulai ditangani Maurizio Sarri pada 9 Juli lalu. Tiga pertandingan pramusim lain tentu saja akan lebih berat. Pada 23 Juli mendatang, I Biancocelesti akan menghadapi klub Serie C, Triestina. Empat hari kemudian, mereka lagi-lagi bersua klub Serie C. Kali ini Padua.

Adapun laga yang akan menutup rangkaian pramusim Lazio adalah melawan salah satu klub Eredivisie, FC Twente Enschede. Laga itu menurut rencana akan digelar di kandang lawan, Stadion De Grolsch Veste, pada 8 Agustus 2021 malam WIB. Itu dua pekan sebelum laga giornata pertama Serie A 2021-22 melawan Empoli di kandang lawan.

Meskipun mampu mengemas 21 gol dalam 2 laga, itu ternyata bukanlah catatan terbaik dalam 2 laga pembuka pramusim. Dua musim lalu saja, Lazio bahkan lebih produktif. Ketika itu, tim asuhan Simone Inzaghi membukukan 30 gol berkat kemenangan 18-0 atas Auronzo dan 12-0 atas Top 11 Radio Club 103.

Satu hal yang patut dicatat, Lazio kala itu diperkuat semua pemain terbaik sejak awal karena tak diganggu agenda internasional. Sementara itu, pada pramusim 2021-22, sejumlah pemain absen karena masih menjalani liburan setelah berjibaku pada ajang internasional, terutama EURO 2020 dan Copa America 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gara-Gara Lagu, Elseid Hysaj Dihujat Ultras Lazio

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Elseid Hysaj harus bersiap menjalani musim tak mengenakkan bersama Lazio. Pasalnya, pemain yang baru direkrut dari Napoli tersebut terlibat perselisihan dengan ultras klub barunya itu. Dia bahkan mendapat hujatan dari tifosi I Biancocelesti yang dikenal cenderung fasis.

Pangkal perselisihan antara Hysaj dan ultras Lazio adalah lagu yang dinyanyikan sang pemain saat perkenalan di hadapan rekan-rekan setimnya. Seperti diunggah di akun Instagram Luis Alberto, pemain berdarah Albania tersebut menyanyikan lagu “Bella Ciao”.

Hysaj diduga memilih lagu itu karena dipakai pada serial Money Heist di Netflix. Masalahnya, dia Italia, lagu itu dikenal sebagai ‘lagu kebangsaan’ para penentang rezim Benito Mussolini pada 1940-an. Belakangan, lagu itu dianggap lagu kaum kiri oleh kaum kanan.

Sebagai bentuk protes dan hujatan, Ultras Lazio membentangkan spanduk besar di sebuah jembatan. Di sana tertulis, “Hysaj adalah cacing, Lazio itu fasis”. Tak berhenti di sana, Franco “Franchino” Costantino yang memimpin gerakan Ultras Lazio menilai kelakuan Hysaj tak dapat dimaafkan.

Lazio Bela Elseid Hysaj

“Sejarahnya, para fans kami memang ekstrem kanan dan saya mengatakan ini dengan penuh kebanggaan. Seseorang bernyanyi Bella Ciaco dengan memakai jersi Lazio itu jelas-jelas gila. Hysaj salah dan tak ada maaf bagi dia,” kata Franchino kepada Adnkronos seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Perselisihan itu pun mendapat perhatian dari manajemen Lazio. Mereka dengan tegas berada di belakang Hysaj dan menilai hujatan dari Ultras Lazio adalah bentuk permainan politik yang tak perlu ditanggapi lagi. Mereka sepertinya sudah jengah dengan cap klub fasis dari publik.

“Sudah jadi tugas klub untuk melindungi pemainnya dan menghindarkan dia dari situasi yang membuat dia dimanfaatkan untuk keperntingan pribadi dan politik. Dalam kasus ini, mereka sama sekali tak ada kaitannya dengan acara informal dan dalam konteks persahabatan,” urai manajemen I Biancocelesti.

Manajemen Lazio berharap Elseid Hysaj tak tertanggu oleh serangan yang dilancarkan ultras tersebut. Mereka meminta sang pemain dan para pemain lain untuk tetap menjaga atmosfer latihan yang bagus dan tenang seperti sebelum insiden itu terjadi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Serie A Bergemuruh Lagi, Stadion Kembali Terisi Penuh?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kabar menggemberikan datang dari Italia. Stadion akan kembali dibuka secara penuh untuk Serie A musim 2021-2022.

Kemungkinan ini disampaikan langsung oleh presiden Lega, Paolo Dal Pino. Ia berharap vaksinasi di Italia bisa dipercepat demi memuluskan rencana stadion dibuka secara penuh.

“Sepak bola adalah alat sosial yang penting, kami bekerja sama dengan pemerintah untuk mempercepat vaksinasi dan membawa semua orang kembali ke stadion,” kata Paolo Dal Pino kepada Corriere della Sera, Sabtu (17/7/2021).

paolo dal pino serie a sporteconomy
sporteconomy

“Sepak bola adalah industri yang menarik minat 38 juta orang. Lega dan FIGC telah mengirim surat ke institusi terkait yang meminta untuk mengizinkan stadion dengan kapasitas penuh mulai muism depan,” ia menambahkan.

Jika permintaan ini diizinkan pemerintah, maka Serie A akan jadi kompetisi kedua yang stadionnya dibuka secara total. Premier League lebih dulu menyetujui musim 2021-2022 seluruh fan bisa kembali ke tribun.

Lebih lanjut, Paolo Dal Pino menegaskan itu bukan sebuah kemustahilan. Dia sudah memikirkan cara jitu agar kembalinya fan ke stadion tidak berdampak buruk dalam penangan covid-19 di sana.

“Ini bukan permintaan gila, kami mendesak semua orang untuk divaksin karena hanya 45 persen dari populasi di atas 12 tahun yang melakukannya,” ujarnya.

“Fan dengan kartu hijau bisa mengakses tribun. Kami bisa memberikan kontribusi yang menentukan untuk melindungi seluruh negeri. Saya tidak melihat alasan di balik keputusan hanya setengah kapasitas. Kami berorientasi pada kapasitas penuh,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Chievo, Keledai Terbang yang Hampir Dipastikan Tenggelam

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chievo Verona memang bukan klub yang punya sejarah panjang di sepak bola Italia. Sebelum era 2000-an mereka tidak pernah merasakan Serie A.

Nama Chievo baru dikenal pada 2001-2002 saat mereka promosi ke Serie A. Itu pertama kali dalam sejarah klub berhasil menembus kasta tertinggi Italia.

Sebelumnya, klub yang bermarkas di stadion Marc Antonio Bentegodi selalu berkutat di divisi bawah. Mulai dari Serie B, Serie C, bahkan sampai Serie D.

chievo sky sport
skysport

Di kota Verona mereka kalah kelas dari saudara tuanya, Hellas Verona. Verona yang lebih berpengalaman di Serie A sampai menyematkan chants nyeleneh untuk sang tetangga.

Melihat tetangganya itu tak pernah berkompetisi di Serie A, fan Verona menciptakan sebuah chants sindiran. “Kalian akan promosi ke Serie A ketika keledai bisa terbang,” sebut mereka di banyak kesempatan.

Musim 2000-2001 Chievo tampil luar biasa di Serie B. Posisi ketiga klasemen berhasil diamankan dan itu berarti mereka berhak promosi ke Serie A.

Keberhasilan tersebut pun membuat fan teringat dengan chants tifosi Verona. Dan sejak saat itulah mereka menjuluki klub kesayangan dengan The Flying Donkeys, atau Keledai Terbang.

Musim pertama di Serie A bak cerita dongeng. Klub besutan Luigi Del Neri menggetarkan Italia dengan langsung menempati peringkat kelima dan berhak mentas di kompetisi Eropa.

Capaian luar biasa itu langsung melambungkan beberapa nama. Sebut saja Eugenio Corini, Cristiano Lupatelli, Massimo Marazzina, Bernardo Corradi, hingga Simone Perrotta.

Cukup lama mereka bertahan di Serie A sebelum akhirnya kembali ke Serie B musim 2007-2008. Tapi musim selanjutnya klub asal Verona sudah naik tahta lagi.

Kembali lagi ke kasta tertinggi untuk kedua kali, Chievo sudah berbeda. Tidak ada dongeng kedua untuk mereka. karena dari musim 2008-2009 hingga 2018-2019 klub hanya berjuang untuk menjauh dari zona degradasi.

Tak Terdaftar di Serie B dan Terancam ke Serie D

Dua musim terakhir di kasta kedua, klub yang pernah diperkuat Emanuele Giaccherini tidak tampil buruk. posisi keenam dan kedelapan bisa diamankan.

Dengan performa itu klub mencanangkan promosi musim depan. Sayang, kompetisi belum bergulir mereka sudah ditimpa masalah pelik.

Keuangan kacau balau. Hingga tenggat waktu yang ditentukan manajemen tidak bisa memberikan laporan keuangan. Alhasil nama Chievo Verona tak terdaftar untuk Serie B musim 2021-2022.  

Klub yang berdiri sejak 1929 diambang kebangkrutan. Mereka tidak mampu membayar utang yang terus membengkak dan menunggak pajak.

Mimpi buruk sudah menanti di depan mata. Beberapa media Italia menyebut Chievo akan mengawali musim 2021-2022 dari Serie D, kasta terendah dalam piramida sepak bola Italia.

Kendati demikian, Chievo belum kehilangan harapan. Mereka masih bisa mengajukan banding tahap ketiga untuk mempertahankan posisi di Serie B.

Akan tetapi, jika banding terakhir gagal lagi, Si Keledai Terbang akan tenggelam di dasar kompetisi profesional Negeri Pizza.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]