Gembiranya Mantan Pemain Manchester City Lihat Kondisi Miris MU

gamespool
Gembiranya Mantan Pemain Manchester City Lihat Kondisi Miris MU 4

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester City, Shaun Wright-Phillips mengakui senang dengan kondisi Manchester United saat ini. United saat ini berada di bawah City di papan klasemen Liga Inggris 2020-21.

Kedua tim akan saling baku hantam di Etihad Stadium Senin (8/3/2021) dinihari. Menurut Wright-Phillips, laga kedua tim tersebut menjadi sangat penting untuk mengukuhkan kejayaan Manchester City atas United musim ini.

Gembiranya Mantan Pemain Manchester City Lihat Kondisi Miris MU
Sky Sport

“Sudah lama United menjadi kekuatan yang dominan tetapi perasaannya adalah waktu kami telah tiba, ketika kamu mulai memenangkan sejumlah gelar,” kata Wright-Phillips seperti dikutip Football5star.com dari Mirror, Minggu (7/3/2021).

“Itulah yang dilakukan skuat City beberapa tahun lalu dengan City saat ini menjadi nomor 1 dan United menjadi nomor 2 di kota Manchester. Dan begitulah yang terjadi pada derby nanti,” tambah mantan Pemain Manchester City itu.

Kemenangan atas United bagi Manchester City memiliki makna ganda. Kemenangan tentu akan memperlebar jarak mereka dengan United. Saat ini City terpaut 14 poin dari United. Selain itu, tiga poin di markas sendiri melawan United akan membuat mereka menyamai rekor kemenangan beruntun sebanyak 22 kali milik Real Madrid.

Jika mampu kandaskan United akhir pekan nanti, itu artinya City masih bisa mengejar rekor kemenangan beruntun milik dua tim Eropa lainnya, Bayern Munich dengan 22 kemenangan beruntun pada musim lalu dan Ajax 1995 saat dilatih Louis van Gaal dengan 25 kemenangan beruntun.

Meski memiliki kans untuk itu, Pep Guardiola mengaku tak mau hal tersebut menjadi beban anak asuhnya. Pelatih asal Catalan itu mengaku untuk saat ini dirinya hanya fokus melawan Manchester United.

“Manchester United! Hanya itu yang kami pedulikan sekarang,” kata Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ada Peran Anak Ian Wright Saat Leicester City Juara Premier League

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah fakta menarik diungkap bek Danny Simpson terkait kesuksesan Leicester City juara Premier League 2015-16. Menurut dia, ada perann Shaun Wright-Phillips di sana. Secara khusus, dia mengungkapkan peran anak Ian Wright itu terkait dirinya.

Danny Simpson berada dalam situasi sulit di Leicester City pada musim 2015-16. Masa depannya tak terjamin di sana. Dia pun dipersilakan pergi. Namun, keteguhan hati dan dukungan dari Shaun Wright-Phillips mengubah semuanya. Dia justru kemudian jadi bagian penting kesuksesan The Foxes.

“Musim itu sungguh aneh bagiku. Musim panas itu, sebelum dia (Claudio Ranieri) datang, klub mengatakan kepadaku bahwa aku tak sering bermain dan (Ritchie) De Laet masihlah bek kanan utama. Klub mengatakan, ini mungkin saatnya bagiku untuk pindah,” urai Simpson membuka kisahnya dalan Podcast The Beautiful Game seperti dikutip Football5Star.com dari Leicester Mercury.

Bek yang kini memperkuat Huddersfield Town itu melanjutkan kisahnya. “Akan tetapi, tak seperti saat QPR mengatakan hal itu, kali ini aku bergeming. ‘Tidak, aku tak akan pergi. Aku tak akan melakukan hal itu lagi. Aku mungkin hanya main 15 kali musim itu. Namun, saat tak main, aku sudah bekerja baik. Aku akan terus berjuang dan tak akan pergi,'” kata dia.

Seperti diramalkan Shaun Wright-Phillips, Danny Simpson jadi andalan Claudio Ranieri di Leicester City.
leicestermercury.co.uk

Simpson lantas mengungkapkan peran Shaun Wright-Phillips. Menurut dia, eks pemain Chelsea dan Manchester City tersebutlah yang memberi keyakinan lebih kuat untuk bertahan di Leicester. Hal itu terkait kedatangan Ranieri.

“Aku berkawan akrab dengan Shaun Wright-Phillips. Dia meneleponku dan mengatakan dirinya mendengar aku akan pergi. Dia memintaku bertahan setidaknya hingga Januari. Jika tak berubah, ada bursa transfer Januari dan aku bisa pindah,” ujar Simpson.

Dia menambahkan, “Shaun (berdasar pengalamannya ditangani Raineri di Chelsea) mengatakan kepadaku, ‘Claudio akan menyukaimu. Dia menyukai para bek. Ini serius. Tundukkan kepalamu dan kamu pada akhirnya akan bermain.'”

Panggilan Tak Terduga Ranieri

Danny Simpson menuruti kata-kata Swight-Phillips. Namun, dia tak menyangka ucapan sahabatnya itu benar-benar akan jadi kenyataan. Pasalnya, pada awal musim itu, dia didemosi ke tim U-23 Leicester. Di sana pun, dia tak mendapatkan kesempatan bermain.

Dalam situasi yang membuat putus asa itu, sebuah kejutan datang. “(Asisten manajer) Steve Walsh memanggilku dan berkata bahwa Claudio ingin bicara denganku. Aku terkejut, ‘Apa yang sudah kulakukan sekarang?’ Aku diikutkan dalam latihan tim utama Leicester dan aku berlari seperti orang gila, coba meraih perhatian. Aku merasa seperti anak-anak yang coba masuk tim Manchester United,” urai pemain didikan akademi MU itu.

Danny Simpson jadi bagian penting Leicester saat juara Premier League 2015-16 berkat saran Shaun Wright-Phillips.
espn.com

Itu jadi sebuah awal baru bagi Danny Simpson sekaligus momen krusial yang membuat Leicester City lantas juara Premier League. “Dia (Ranieri) memanggilku. Dia menyukai sikapku dan berkata, ‘Mungkin saya sudah membuat kesalahan. Saya kira kamu bisa membantu. Teruslah lakukan yang telah kamu lakukan dan mungkin kamu akan bermain.'”

Kesempatan itu datang setelah Leicester kalah dari Arsenal dengan skor 2-5. “Pekan berikutnya, aku berada di tim. Kami menyerang dari fullback dengan aku dan Christian Fuchs. Aku tak pernah menoleh ke belakang lagi sejak itu,” kata Simpson.

Hal yang dialami bek yang kini berumur 33 tahun itu kemudian sungguh tak terbayangkan. Dia tiba-tiba saja jadi andalan Leicester City. Dia berujar, “Setelah itu, aku bermain pada semua laga, kecuali sekali saja. Aku harus berjuang untuk masuk tim dan syukurlah aku memutuskan bertahan karena itu adalah masa terbaik dalam hidupku.”

Tentu saja, di balik putusan penting itu, ada peran yang tak kecil dari Shaun Wrgiht-Phillips. Tanpa saran dari anak Ian Wright itu, sangat mungkin Danny Simpson tetap tak terlalu yakin soal masa depannya di Leicester City.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Shaun Wright-Phillips: Hazard Harus Putuskan Masa Depannya dengan Hati-Hati

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Salah satu target Real Madrid di bursa tranfer, Eden Hazard, didesak mantan pemain Chelsea, Shaun Wright-Phillips agar membuat keputusan masa depannya dengan hati-hati.

Eden Hazard disarankan memutuskan masa depannya dengan tepat, apakah akan bertahan di Stamford Bridge atau hengkang ke Real Madrid.

Shaun Wright-Phillips yang sempat memperkuat Chelsea selama 3 tahun menjelaskan bahwa Hazard berpeluang memenangkan gelar juara apabila hengkang ke Real Madrid. Namun, akan menjadi pemain utama klub apabila bertahan di Stamford Bridge.

“Apakah dia ingin memenangkan trofi atau dia ingin menjadi pemain utama Chelsea. Pertanyaan itu hanya dia yang bisa menjawab,” kata Shaun Wright-Phillips.

Shaun Wright Phillips Chelsea Eden Hazard Standard
standard.co.uk

Hazard sebelumnya dikabarkan telah membuat keputusan dan telah memberitahukan kepada klub. “Saya sudah membuat keputusan dan mengkomunikasikan hal tersebut ke Chelsea dua pekan lalu,” Hazard.

Akan tetapi, Shaun Wright-Phillips yakin sulit bagi Hazard dalam membuat keputusan terkait masa depannya.

“Ini keputusan yang sulit karena Chelsea adalah klub yang luar biasa, dengan basis penggemar serta pemilik yang luar biasa. Segala sesuatu mengenai klub ini luar biasa tapi itu sulit untuk Hazard,” kata Wright-Phillips kepada American Gambler.

Eden Hazard di musim 2018-19 berhasil mencetak 16 gol dan 15 assist dari 37 pertandingan. Berkat catatan assistnya, Hazard mendapatkan penghargaan Premier League Playmaker of the Season.

Catatan assist yang ditorehkan Hazard mengalahkan catatan assist yang dibuat Ryan Fraser bersama Bournemouth dengan 14 assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]