Selamatkan Nyawa Eriksen, Kjaer dan Tim Medis Denmark Dapat Penghargaan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bek AC Milan, Simon Kjaer dan tim medis Denmark mendapatkan penghargaan UEFA President’s Award 2021. Penghargaan itu diberikan karena mereka berhasil bertindak cepat untuk menyelamatkan nyawa Christian Eriksen.

Seperti yang diketahui, Eriksen kolaps karena serangan jantung di laga Denmark vs Finlandia pada babak grup Euro 2020. Kjaer bertindak cepat untuk memberi penolongan pertama sebelum tim medis Denmark mengambil alih beberapa detik kemudian.

Nyawa Eriksen terselamatkan dan kini sudah masuk ke masa pemulihan walaupun kemungkinan besar belum bisa kembali bermain tahun ini.

Ahli Jantung Ragukan Christian Eriksen Bisa Kembali Bermain

Kapten Denmark itu dinilai atas reaksinya dan “kualitas kepemimpinan yang luar biasa” yang ditampilkan pada saat itu, karena dia tidak hanya menempatkan Eriksen dalam posisi pemulihan dan memulai CPR, dia juga menggunakan para pemain untuk melindungi Eriksen dari media dan menenangkan rekan timnya.

“Tahun ini, Penghargaan Presiden melampaui sepakbola. Ini berfungsi sebagai pengingat penting dan abadi tentang betapa berharganya hidup dan menempatkan segala sesuatu dalam hidup kita ke dalam perspektif yang paling jelas,” ucap presiden UEFA, Aleksander Ceferin seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

“Saya juga ingin mengirimkan harapan terbaik saya kepada Christian Eriksen dan keluarganya saat dia melanjutkan pemulihannya,” tambah Ceferin.

Simon Kjaer: Tim Beraksi Sebagai Satu Kesatuan

Simon Kjaer dan Tim Medis Denmark Raih UEFA President Award 2021
Daily Star

Kjaer mengatakan bahwa timnas Denmark bereaksi dengan baik setelah kejadian itu dan bersyukur bisa menjadi kapten tim.

“Tim bereaksi sebagai satu kesatuan…sebagai sebuah tim, kami melakukan upaya maksimal untuk tetap bersatu dan mencoba melewati situasi itu dan membantu sebisa mungkin,” kata Kjaer.

Dia melanjutkan, “Saya mencoba memimpin tim di dalam dan di luar lapangan, dalam setiap aspek kehidupan, sebagai pesepakbola, ketika kami bersama. Saya pikir itu salah satu hak istimewa terbesar yang saya miliki dalam karir saya.”

Simon Kjaer Tak Merasa Jadi Pahlawan Walau Selamatkan Nyawa Eriksen

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Simon Kjaer menyelamatkan nyawa Christian Eriksen pada Euro 2020 lalu. Ia lah orang pertama yang menolong sang rekan saat kolaps akibat serangan jantung.

Apa yang dilakukan kapten Denmark menuai pujian dari banyak pihak. Tidak sedikit pula yang melabelinya sebagai pahlawan pada laga Denmark vs Finlandia di stadion Parken.

Akan tetapi Kjaer menolak disebut sebagai pahlawan. Ia mengaku hanya melakukan apa yang harus dilakukan sebagai sesama manusia.

simon kjaer-denmark-torcedores
torcedores.com

“Saya bukan pahlawan, saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan, tanpa berpikir, seperti yang dilakukan orang lain,” ujar Kjaer seperti dilansir Footballitalia, Kamis (19/8/2021).

“Itu adalah hari bersejarah bagi semua orang Denmark, pertandingan pertama Euro di kandang sendiri. Lalu apa yang terjadi, terjadi. Itu adalah upaya tim, jelas kami akan melakukan hal yang sama jika dia lawan kami,” tegasnya.

Simon Kjaer Senang Christian Eriksen Baik-Baik Saja

christian eriksen-inter-fcin1908it
fcin1908it

Christian Eriksen akhirnya selamat. Kondisinya telah kondusif lagi. Tapi untuk kembali merumput, terutama bersama Inter Milan, sangat sulit.

Kjaer tidak tahu apa yang akan terjadi dalam karier rekannya itu. Yang terpenting baginya eks Ajax Amsterdam baik-baik saja.

Simon Kjaer dan Tugas Beratnya Saat Eriksen Kolaps di Lapangan_

“Satu-satunya hal yang paling penting sekarang adalah Christian baik-baik saja sekarang. Itulah yang terpenting untuk kita semua,” imbuhnya.

“Saya punya naluri dan saya melakukan apa yang harus saya lakukan secara otomatis. Ini pertama kalinya terjadi pada saya dan saya berharap itu yang terakhir,” tutup bek AC Milan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Simon Kjaer Tak Jadi Kapten AC Milan

gamespool
Simon Kjaer Tak Jadi Kapten AC Milan 13

Football5star.com, Indonesia – Stefano Pioli memastikan Simon Kjaer tak akan menjadi kapten AC Milan pada musim 2021-22. Ban kapten Rossonerri tetap menjadi milik Alessio Romagnoli.

Para pendukung AC Milan sempat meminta Kjaer diangkat menjadi kapten menggantikan Romagnoli. Permintaan ini dilayangkan setelah Kjaer menunjukkan aksi heroik bersama timnas Denmark di Euro 2020.

“Alessio Romagnoli akan tetap menjadi kapten kami musim depan. Tapi, setiap tim harus memiliki lebih dari satu kapten dan kami akan membahas mengenai posisi wakil kapten bersama dengan para pemain,” ujar Stefano Pioli dikutip football5star dari laman Football Italia.

Simon Kjaer - AC Milan - Football FanCast
Football FanCast

“Saya juga sudah bicara dengan Simon Kjaer. Dia baru saja mengalami momen yang sangat mendebarkan dan banyak orang yang kagum dengan kekuatan mentalnya. Saya akan bicara lagi dengannya dalam beberapa hari ke depan, dia butuh istirahat setelah tampil di Euro 2020,” sambung Pioli.

Satu pemain yang kemungkinan diangkat menjadi wakil kapten Rossonerri adalah Zlatan Ibrahimovic. Pria berpaspor Swedia itu merupakan salah satu pemain yang sudah mengikuti sesi latihan pramusim AC Milan.

Meski sudah hadir, Ibrahimovic belum bisa mengikuti sesi latihan. Menurut Pioli, Ibrahimovic akan pulih dan bisa mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya dalam beberapa pekan ke depan.

“Saya hampir setiap hari bicara dengan Ibrahimovic. Sekarang, dia sudah mulai kembali ke kondisi terbaik dan akan bisa berlari dalam dua atau tiga pekan ke depan,” tuntas Pioli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simon Kjaer: Saya Bangga, Tapi Juga Sedih karena Tak Masuk Final

gamespool
Simon Kjaer: Saya Bangga, Tapi Juga Sedih karena Tak Masuk Final 17

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Denmark, Simon Kjaer, mengakui dia bangga atas penampilan timnya di sepanjang Euro 2020. Tapi dia juga mengaku sedih karena Denmark harus kalah sebelum laga final melawan Inggris, (8/7/21).

Denmark takluk 2-1 melawan Inggris di babak semifinal setelah bisa unggul terlebih dahulu lewat Mikkel Damsgaard. Tapi bisa dibalas oleh gol bunuh diri dari Kjaer sendiri dan Harry Kane mencetak gol lewat bola rebound dari penalti pada babak tambahan. Kjaer bangga atas performa Denmark di Euro 2020 dimana mereka berhasil menembus semifinal.

Simon Kjaer Saya Bangga, Tapi Juga Sedih karena Tak Masuk Final 2
@MilanEye

“Saya kira, perlahan-lahan saat kami menjauh dari ini (Euro 2020), kami akan memerhatikan beberapa hal. Sungguh sulit untuk menerima semuanya, tapi ini adalah perjalanan yang luar biasa,” ucap Kjaer seperti dikutip Football5Star.com, dari DR1.

Bek AC Milan itu melanjutkan, “Ini lebih dari apa yang saya harapkan. Saya bangga, namun juga saya kecewa karena kami tidak berhasil melaju ke final.”

Rasa kekecewaan juga dirasakan oleh pencetak gol Denmark, Mikkel Damsgaard. Pemain Sampdoria itu kecewa karena timnya sudah memberikan segalanya, tapi tidak membuahkan hasil.

“Saya hanya sangat kecewa, dan saya berdiri di sini dengan perasaan kosong di tubuh saya. Kami telah memberikan semua yang kami miliki sepanjang turnamen, jadi perasaan yang sangat mengecewakan untuk berdiri di sini tanpa mendapatkan apa pun dari pertandingan seperti ini,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Simon Kjaer: Semifinal Saja Tidak Cukup untuk Denmark

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Denmark menuai sejarah di Euro 2020. Untuk pertama kalinya sejak 1992 Simon Kjaer dkk mampu menginjakkan kaki di semifinal lagi.

Seperti pada Euro 1992, laju Tim Dinamit tidak ada yang menyangka. Lolos ke putaran final setelah pengunduran diri Yugoslavia ternyata berujung juara.

Mengusung misi yang hampir sama, Simon Kjaer berharap Denmark kembali menginjakkan kaki di final. Karena menurutnya semifinal saja tidak cukup.

simon kjaer-football-italia
football-italia.net

“Target kami adalah pergi ke Wembley. Saya akan berbohong jika saya mengatakan itu sudah cukup bagi kami untuk mencapai semifinal,” kata sang kapten seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Senin (5/7/2021).

“Kami bertarung dengan gigi dan kuku kami. Kami bisa memainkan permainan yang lebih baik karena kami meninggalkan terlalu banyak inisiatif untuk lawan kami. Tapi untuknya kami berhasil mengambil langkah dan mempertahankan diri,” ia menambahkan.

Di semifinal Denmark akan menghadapi tim kuat Inggris pada Kamis (8/7/2021) dinihari WIB. Masih memiliki persiapan selama tiga hari, bek andalan AC Milan menegaskan para pemain ingin memulihkan diri terlebih dulu.

“Sekarang kami berpikir tentang pemulihan karena dalam empat hari kami akan memiliki pertandingan lain yang sangat penting untuk dimainkan,” sambung Simon Kjaer.

Kesuksesan Denmark menginjakkan kaki di semifinal memang mengejutkan. Sebab pada dua laga pertama fase grup mereka kalah dari Finlandia dan Belgia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penghormatan Curva Nord Inter Milan untuk Simon Kjaer

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Christian Eriksen hanya butuh satu momen untuk bangkit dan jadi andalan Inter Milan. simon Kajer juga butuh satu momen guna mendapat penghormatan tinggi dari Curva Nord, pendukung setia La Beneamata.

Sabtu lalu Simon Kjaer jadi pahlawan. Ia menolong nyawa Christian Eriksen yang kena serangan jantung di tengah lapangan.

Simon Kjaer dan Tugas Beratnya Saat Eriksen Kolaps di Lapangan

Sang kapten dengan cekatan menahan lidah Eriksen agar tak tertelan. Dia juga memerintahkan rekan yang lain untuk membuat barikade agar sang rekan tidak disorot media. Hingga akhirnya Kjaer menenangkan istri rekannya itu yang sudah menangis tersedu-sedu.

Beruntung, upaya Kjaer beserta tim medis dan pemain lainnya berhasil menyelamatkan nyawa Eriksen. Apa yang dilakukan bek AC Milan membuat namanya dipuja-puji.

Dia tidak lagi hanya dianggap sebagai bek hebat dan kapten berwibawa. Tapi juga pahlawan dan sosok pemimpin sebenarnya.

Bahkan sikap heroik sang kapten telah membuat rivalitas Inter Milan dan AC Milan mencair. Fan Inter, tanpa sungkan memberi penghormatan tinggi untuk bintang rival mereka.

“Hormat untuk Kjaer. Pria dan yang kapten yang hebat,” demikian spanduk dari Curva Nord yang terpampang di salah satu sudut kota Milan.

Curva Nord yang selama ini dikenal pedas dalam mengritik sesuatu, mampu menomorsekiankan rivalitas Inter Milan dan AC Milan atas nama kemanusiaan. Mereka memuji Simon Kjaer setinggi langit yang telah menyelamatkan nyawa pemain pujaan mereka, Christian Eriksen.

Banyak yang berpendapat apa yang dilakukan bek 35 tahun sebagai makna sepak bola yang sebenarnya. Bahwa di atas rivalitas masih ada kemanusiaan. Dan Curva Nord menjawab pendapat tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Perasaan Simon Kjaer Masih Hancur Saat Laga Denmark vs Finlandia Lanjut

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Simon Kjaer jadi salah satu faktor penting selamatnya nyawa Christian Eriksen. Dia adalah orang pertama yang menolong rekannya itu.

Sesaat setelah Christian Eriksen pingsan, Simon Kjaer bergerak cepat untuk memastikan lidah rekannya itu tidak tertelan. Dia juga mengubah posisi badan sang rekan.

Setelah itu, pertandingan Denmark vs Finlandia di stadion Parken ditunda. Beberapa lama berselang kedua tim sepakat untuk melanjutkan laga.

Pelatih Denmark Puji Para Pemainnya yang Masih Mampu Bermain di Babak Kedua - Kasper Hjulmand
Mirror

Kjaer turut bertanding lagi. Tapi hati dan pikirannya sudah tidak di lapangan. Saat itu ia hanya memikirkan Christian Eriksen.

Hal ini diakui pelatih Denmark, Kasper Hjulmand. Melihat perasaan sang kapten yang masih hancur, ia memutuskan untuk menariknya keluar. Peran sang kapten kemudian digantikan oleh Jannik Vestergaard.

“Kjaer sangat, sangat tersentuh dengan kejadian itu. dia dan Eriksen berteman sangat baik. dia ingin mencoba untuk terus bermain,” ujar Kasper Hjulmand.

“Tapi itu tidak mungkin untuknya. Perasaan Kjaer benar-benar menguasai dirinya. Ini sangat bisa dimengerti,” sambung sang pelatih.

Selain tim medis, Simon Kjaer adalah pahlawan di stadion Parken. Sang kapten bukan hanya membuat lidah Christian Eriksen tidak tertelan.

Dia juga meminta rekan setim membuat barikade yang mengelilingi Eriksen agar tidak tersorot media. Bek tangguh AC Milan juga menenangkan Sabrina, istri gelandang Inter Milan, yang tak kuasa menahan air mata.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Simon Kjaer dan Tugas Beratnya Saat Eriksen Kolaps di Lapangan

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Apresiasi layak dialamatkan untuk para pemain Denmark, Finlandia, wasit Anthony Taylor, dan tim medis saat Christian Eriksen alami kolaps tak sadarkan diri di pertandingan Denmark vs Finlandia, Minggu (13/6/2021). Pujian khusus bisa dialamatkan untuk kapten Denmark, Simon Kjaer.

Apa yang dilakukan Simon Kjaer saat Eriksen kolaps? Ia menjadi orang pertama yang melakukan pertolongan pertama saat Joakim Maehle memberikan tanda kepada tim medis untuk masuk ke dalam lapangan.

Simon Kjaer dan Tugas Beratnya Saat Eriksen Kolaps di Lapangan__

Dari sejumlah foto di sosial media, Twitter, Kjaer tampak menarik lidah dari Eriksen agar tidak tertelan. Sekedar informasi, Lidah tertelan merupakan kondisi yang sangat berbahaya.

Jika saluran pernapasan terhalang oleh lidah terlalu lama, aliran udara dari hidung dan mulut tidak akan mengalir ke dalam paru-paru. Akibatnya, seseorang akan kesulitan bernapas, pasokan oksigen ke paru-paru dan jantung berkurang, kemudian bisa berujung pada kematian.

Apa yang dilakukan Simon Kjaer membuktikan ketenangannya sebagai seorang kapten. Tak berhenti di situ, setelah memberikan pertolongan itu, Kjaer menghampiri Sabrina Kvist Jensen, pasangan Eriksen yang sebelumnya tampak histeris dan ditenangkan oleh kiper Kasper Schmeichel.

Simon Kjaer tampak memeluk Sabrina dan menenangkan perempuan kelahiran Tommerup, Denmkar yang masih shock melihat kondisi pasangannya tersebut. Apa yang dilakukan Kjaer ini pun mendapat pujian dari sejumlah warganet di halaman sosial media, Twitter.

UEFA mengkonfirmasi kondisi pemain Denmark, Christian Eriksen sudah stabil. Menurut pihak UEFA, saat ini Eriksen sudah berasa di rumah sakit.

“Eriksen telah dipindahkan ke rumah sakit dan telah stabil,” tulis akun Twitter resmi UEFA.

Laga Denmark vs Finlandia sendiri saat ini sudah kembali berlangsung. Dan kabar terbaru dari agen Eriksen, bahwa pemain Inter Milan itu sudah bisa berkomunikasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juventus vs AC Milan: Harapan I Rossoneri ke Liga Champions

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Simon Kjaer menatap laga Juventus vs AC Milan dengan percaya diri. Dia yakin laga ini akan jadi jalan timnya menuju Liga Champions musim depan.

Saat ini Juventus dan AC Milan sama-sama mengoleksi 69 poin. Tapi Juve berada di urutan keempat karena unggul head to head. Sedangkan Milan baru saja turun ke urutan kelima seiring kemenangan Napoli atas Spezia.

Maka dari itu Simon Kjaer ingin I Rossoneri tampil bagus. Apalagi target mencapai Liga Champions masih terbuka lebar. Namun, ia sadar tiga poin di stadion Allianz bukan perkara mudah untuk digapai.

Simon Kjaer - AC Milan - Genoa = MilanLive
@MilanLive

“Kami maju dengan keinginan untuk memenangkan pertandingan ini dan mencapai target kami yang selalu ingin lolos ke Liga Champions,” ujar Kjaer kepada Milan TV seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Sabtu (8/5/2021).

“Saya memiliki perasaan positif. Saya merasakan lapar dan keinginan untuk menyerang permainan dan menang untuk mencapai tujuan kami. Tapi saya sadar itu tidak akan mudah,” sambung kapten timnas Denmark.

Serie A yang masih menyisakan empat pertandingan lagi memang membuat persaingan di zona Liga Champions memanas. Pasalnya ada lima tim yang memperebutkan tiga tempat tersisa.

Yang paling menarik tentu saja Atalanta, Juventus, dan AC Milan. Ketiga tim ini sama-sama mengoleksi 69 poin. Apalagi di giornata terakhir nanti, I Rossoneri akan bertemu dengan Atalanta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simon Kjaer Lega AC Milan Akhiri Paceklik Kemenangan di San Siro

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Simon kjaer bangga AC Milan kembali meraih kemenangan di San Siro, Minggu (18/4/2021). Kali ini tiga angka diraih atas Genoa dengan skor 2-1.

Ini jadi kemenangan pertama AC Milan dalam enam laga kandang terakhir. Sebelumnya mereka hanya meraih tiga kali imbang dan menelan tiga kekalahan.

Tak pelak, mengalahkan Genoa 2-1 membuat Simon Kjaer lega. Bahkan menurutnya nilai dari kemenangan ini melebihi tiga poin.

ac milan vs genoa-SerieAFFC
@SerieAFFC

“Hasil ini terhitung lebih dari tiga poin. Tidak normal bagi saya kami bermain tanpa kemenangan kandang dalam enam pertandingan. Kami sedikit menderita di babak kedua dan kami harus mematikan permainan lebih awal,” kata sang bek kepada DAZN, Minggu (18/4/2021).

“Ini satu langkah maju dibandingkan dengan beberapa pertandingan terakhir. Kami terus kebobolan, ada periode lain ketika semuanya berjalan dengan baik,” ia menambahkan.

Terlepas dari tiga poin di San Siro, ada hal lain yang membuat Kjaer sedikit jengkel. Yakni kegagalannya mencetak gol pada menit terakhir. Padahal itu bisa jadi gol perdananya untuk Milan di Serie A musim ini.

“Saya lebih suka mencetak gol. Upaya saya beberapa kali membentur tiang gawang. tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, menang adalah hal yang paling penting,” tutup Simon Kjaer.

AC Milan unggul lebih dulu lewat Ante Rebic. Lalu, Genoa sempat menyamakan kedudukan oleh gol Mattia Destro sebelum tiga angka tuan rumah dipastikan gol bunuh diri Gianluca Scamacca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Christian Eriksen Sindir Simon Kjaer: Dia Main di Klub yang Salah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Christian Eriksen mulai jadi andalan Inter Milan musim ini. Menurut pengakuannya, kebangkitan ini tak lepas dari andil bintang AC Milan, Simon Kjaer.

Christian Eriksen dan Simon Kjaer sama-sama berasal dari Denmark. Di luar lapangan, mereka memang berteman baik dan kerap membantu satu sama lain.

Ketika bintang Inter Milan kesulitan beradaptasi, Kjaer lah yang membantunya. Bantuan kapten timnas Denmark akhirnya membuahkan hasil. Sang kapten pula yang membantunya belajar bahasa Italia.

Christian Eriksen - AC Milan - Inter - ESPN
ESPN

“Saya sudah bermain dengannya untuk waktu yang lama dan saya sangat mengenalnya di dalam dan luar lapangan. Dia membantu saya menyesuaikan diri,” kata eks Tottenham Hotsur kepada TV2 Sport, Selasa (16/3/2021).

“Saya memahami banyak dalam bahasa Italia dan mengetahui bahasanya dari dia. Itu membuat saya memahami apa yang diinginkan pelatih. Sejujurnya saya belum terlalu banyak berlatih bahasa Italia,” ia menambahkan.

Sudah dibantu banyak oleh Kjaer, Eriksen justru menyindir kompatriotnya itu. Dengan sedikit bercanda dia menyebut sang bek bermain untuk klub yang salah.

“Simon Kjaer banyak membantu saya ketika saya tiba di Italia. Tapi jelas, dia bermain untuk klub yang salah. Bagaimana pun dia berada di kota yang tepat,” singgung Christian Eriksen.

Kebangkitan gelandang 28 tahun sebanding dengan menanjaknya performa Inter Milan. Saat ini mereka nyaman di puncak klasemen dengan keunggul sembilan angka dari AC Milan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simon Kjaer: Gol Franck Kessie Harusnya Sah

gamespool
Simon Kjaer: Gol Franck Kessie Harusnya Sah 41

Football5Star.com, Indonesia – Bek AC Milan, Simon Kjaer, mengklaim bahwa gol Franck Kessie melawan Manchester United harusnya tidak dianulir. Walaupun begitu, Kjaer puas dengan hasil yang didapatkan timnya.

Simon Kjaer berhasil mencetak gol sundulan di penghujung laga melawan Manchester United, (12/3/21). Gol itu menjadikan skor berubah 1-1 dan membuat Rossoneri memiliki keunggulan gol tandang untuk laga leg kedua pekan depan.

“Ini adalah hasil yang penting, kami memainkan pertandingan yang hebat. Kami menunjukkan kepribadian dan saya pikir kami mendominasi,” ucap Kjaer seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Kjaer melanjutkan, “Kami sadar akan kualitas mereka, dan kami menemukan ruang untuk memainkan sepakbola kami dengan sabar. Kami menunjukkan kepribadian, sekarang ada pertandingan lain yang menantang, tapi hari ini kami kuat.”

Pada babak pertama Milan sebenarnya mencetak gol lewat Franck Kessie. Namun gol dianulir VAR karena Kessie dianggap mengontrol bola dengan tangannya, namun menurut Kjaer itu seharusnya disahkan.

“Saya berbicara dengannya dan saya pikir itu adalah kesalahan untuk menganulir gol. Sayang sekali padahal itu bisa mengubah permainan,” ujar Simon Kjaer.

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli juga mengkonfirmasi bahwa Kessie tidak mengontrol bola dengan tangannya.

“Gol itu akan memberi kami lebih banyak kekuatan, terutama pada level mental. Franck yakin dia tidak menyentuh bola dengan tangannya, tapi wasit berpikir sebaliknya,” kata Pioli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pujian Setinggi Langit Simon Kjaer untuk Stefano Pioli

gamespool
Pujian Setinggi Langit Simon Kjaer untuk Stefano Pioli 45

Football5star.com, Indonesia – Bek Denmark, Simon Kjaer memberikan pujian untuk pelatihnya di AC Milan, Stefano Pioli. Menurut bek berusia 31 tahun tersebut, Pioli merupakan pelatih terbaik saat ini karena mampu berkomunikasi sangat baik dengan para pemain.

“Hal baik tentang Pioli adalah kemauan dirinya untuk mendengarkan pemain,” ucap Kjaer seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Selasa (17/11/2020).

Simon Kjaer - AC Milan - Liga Italia - @acmilan

“Setidaknya ada dialog. Itu membuatnya menjadi pelatih yang sempurna untuk saya,” tambahnya.

Menurut Kjaer, di kondisi sulit, Pioli tak sungkan untuk berbicara dengan para pemainnya untuk mendapatkan solusi. Hal ini yang membuat kondisi ruang ganti Milan sangat kondusif menurut Kjaer.

Dengan kondisi yang cukup kondusif seperti ini, Kjaer pun mengaku cukup optimis bahwa Milan di akhir musim ini akan mampu meraih gelar scudetto.

“Kami bisa meraih scudetto musim ini. Namun, kami tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai sebuah obsesi.”

“Kami hanya menjadikannya sebagai target karena itulah hal yang harus dilakukan klub seperti AC Milan, klub yang sejarahnya dipenuhi dengan trofi.” tambahnya.

Stefano Pioli sendiri saat ini tengah menjalani isolasi mandiri setelah positif terpapar Covid-19. Pada akhir pekan lalu, skuad Milan pun membatalkan latihan pada hari di mana Pioli dinyatakan positif untuk pertama kalinya. Namun pada Senin (16/11) waktu setempat, mereka sudah terlihat kembali menjalani sesi latihan.

Di awal kedatanganya, Stefano Pioli sempat diragukan mampu melatih Milan dengan mulus. Faktanya, hingga pekan ke-7 Serie A, Rossoneri mampu bertengger di posisi puncak tanpa pernah terkalahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bek AC Milan Optimistis Tatap Musim 2020-21

dinasti
Bek AC Milan Optimistis Tatap Musim 2020-21 49

Football5star.com, Indonesia – Bek AC Milan, Simon Kjaer, merasa cukup optimistis dengan peluang timnya untuk bersaing di papan atas Liga Italia pada musim 2020-21 mendatang. Menurut Kjaer, Rossonerri memiliki masa depan cerah dengan skuat yang ada.

AC Milan memang sedang berada dalam performa terbaiknya. Dinihari tadi, mereka sukses meraih kemenangan telak ketika menjamu Bologna dan sukses menggeser Napoli dari peringkat enam klasemen Liga Italia.

“Sejak saya tiba pada Januari lalu, kami sudah bekerja keras sebagai tim. Saya pun melihat adanya perkembangan yang luar biasa,” ujar Simon Kjaer seperti dikutip www.old.football5star.com dari Football Italia.

Simon Kjaer - AC Milan - Liga Italia - Rossonerri Blog
Rossonerri Blog

“Kami memiliki tim-tim yang dihuni para pemain muda potensial. Saya yakin kami akan menjadikan performa tahun ini sebagai batu loncatan untuk bisa tampil lebih baik lagi musim depan.”

“Kami tentu harus tetap bekerja keras. Tapi, saya percaya kerja keras kami akan berbuah masa depan yang cerah untuk Milan,” kata Kjaer menambahkan.

Kjaer yang statusnya baru dipermanenkan AC Milan merasa bangga karena bisa mengenakan seragam Rossonerri. Pemain asal Denmark itu mengaku ingin membawa AC Milan kembali berjaya di Italia dan Eropa.

“Saya merasa sangat terhormat karena bisa bermain di sini. Selain itu, saya juga bangga karena memiliki kesempatan untuk membawa Milan kembali berjaya di Italia dan Eropa,” tandas Kjaer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

BREAKING! AC Milan Permanenkan Status Simon Kjaer

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – AC Milan akhirnya mempermanenkan status Simon Kjaer. Pihak klub mengaktifkan klausul penebusan pada Sevilla sebesar 3,5 juta euro.

Dalam kontrak permanen ini Simon Kjaer diikat hingga 2022 mendatang. Keputusan Milan mempermanenkan status sang bek memang tak lepas dari performa apiknya selama ini.

Status permanen yang didapat Kjaer tidak terlalu mengejutkan. Sudah sejak Juni lalu ia digadang-gadang bakal mendapat kontrak dari AC Milan berkat permainan lugasnya.

Sejak datang sebagai pemain pinjaman Januari lalu, ia mampu menjadi tandem sepadan Alessio Romagnoli di jantung pertahanan. Berkat andilnya pula Milan mampu melahap tujuh pertandingan terakhir Serie A tanpa kekalahan.

Sejauh ini kapten timnas Denmark sudah diturunkan sebanyak 13 kali. Kendati sempat membuat beberapa kesalahan, ia terus mendapat kepercayaan dari Stefano Pioli.

Di sisi lain, keberadaan Simon Kjaer bisa menjadi ancaman untuk Matteo Musacchio. Pasalnya ia telah sukses menggeser posisi Musacchio yang sejauh ini menderita cedera.

Apalagi beberapa waktu lalu Gazzetta dello Sport melaporkan Musacchio ingin kembali ke Villarreal musim depan. Memang belum ada kejelasan soal isu tersebut. Namun, dengan dipermanenkannya Kjaer, bukan tidak mungkin bek berdarah Argentina kembali ke Spanyol.

Simon Kjaer adalah pemain kedua yang dipermanenkan AC Milan musim ini. Sebelumnya mereka sudah lebih dulu mengamankan tanda tangan Alexis Saelemaekers dengan kontrak tiga tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simon Kjaer Ngotot Ingin Permanenkan Statusnya di AC Milan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bek asal Denmark, Simon Kjaer, mengaku ingin statusnya segera dipermanenkan oleh AC Milan. Kjaer ingin segera dipermanenkan karena merasa sangat bahagia bersama Rossonerri.

Saat ini, Kjaer bermain untuk AC Milan dengan status pinjaman dari Sevilla hingga akhir musim 2019-20. Rossonerri pun memiliki opsi untuk mempermanenkan jasa Kjaer apabila puas dengan penampilan sang pemain.

“Tujuan saya saat ini adalah tetap bertahan di AC Milan. Ketika waktunya sudah datang, saya dan pihak klub akan segera melakukan pembicaraan,” ungkap Simon Kjaer seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

Simon Kjaer - AC Milan - BeSoccer
BeSoccer

“Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menekan pihak klub agar mau mempermanenkan status saya. Saat ini, saya masih bekerja keras untuk AC Milan meski sedang tak bermain. Saya berusaha terus mengembangkan diri secara fisik dan mental,” sambung Kjaer menambahkan.

Sebelum mendarat di San Siro, Kjaer sempat bermain dengan status pinjaman untuk Atalanta pada paruh pertama musim 2019-20. Menurut Kjaer, ia gagal bersinar di Atalanta karena tak cocok dengan skema Gian Piero Gasperini.

“Saya dan Gasperini sempat bicara dan kami sepakat kalau saya tak cocok dengan taktik di Atalanta. Kemudian, (Stefano) Pioli langsung bisa memberi saya kepercayaan diri. Dia sering menanyakan skema terbaik untuk saya dan saya merasa senang karena bisa dilatih olehnya,” tandas Kjaer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bek AC Milan: Partai Lawan Genoa Akan Terasa Aneh

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bek AC Milan, Simon Kjaer, memprediksi atsmosfer di pertandingan melawan Genoa akan terasa sangat aneh. Menurut Kjaer, keanehan tersebut diakibatkan oleh tak adanya penonton yang boleh hadir di Stadion San Siro.

Partai AC Milan vs Genoa pada Minggu (7/3) esok menjadi salah satu pertandingan tanpa penonton di Liga Italia akhir pekan nanti. Operator Liga Italia memutuskan untuk menggelar semua pertandingan kompetisi kasta teratas tanpa penonton hingga bulan April mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah merebaknya wabah virus corona di Italia bagian utara. Sebelum mengambil keputusan untuk menggelar laga tanpa penonton, ada sejumlah pertandingan Liga Italia yang harus ditunda.

Simon Kjaer - AC Milan - Genoa = Associated Press
Associated Press

“Tanpa kehadiran para suporter, saya yakin pertandingan nanti takkan menjadi pengalaman manis untuk para pemain. Tak ada sosok yang bisa memberikan semangat karena seisi stadion akan kosong,” kata Simon Kjaer dikutip dari laman Football Italia.

“Saya yakin atmosfer di laga nanti akan terasa sangat aneh. Tapi, kami harus bisa menyesuaikan mental bermain dengan kondisi di atas lapangan serta membuktikan kalau kami lebih baik dari Genoa dan memenangkan pertandingan nanti,” kata Kjaer menambahkan.

Sebelum tampil melawan Genoa, AC Milan juga sempat menjadi korban dari penundaan pertandingan Liga Italia. Mereka harus menunda dua pertandingan dalam dua giornata terakhir demi meminimalisir penyebaran virus corona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bek Sevilla Tak Gentar Hadapi Barcelona

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bek andalan Sevilla, Simon Kjaer, mengaku bahwa dirinya sudah siap menghadapi Barcelona di Camp Nou akhir pekan nanti. Ia pun siap mempertahankan keunggulan Sevilla di puncak klasemen La Liga musim ini.

Los Rojiblancos datang ke Camp Nou sebagai pemuncak klasemen La Liga musim ini. Dari delapan pertandingan yang sudah dijalani, Sevilla saat ini mengoleksi 16 poin hasil dari lima kemenangan, satu hasill imbang dan dua kekalahan. Unggul satu angka dari Barcelona yang ada di posisi ke-2.

Barcelona - Sevilla - Simon Kjaer
zimbio

“Kami tak boleh berangkat ke Camp Nou apabila merasa takut. Kami tak boleh menunjukkan rasa takut di pertandingan nanti. Kami yakin bisa membawa pulang hasil positif dari Camp Nou di pertandingan nanti. Namun kami tetap menganggap mereka sebagai salah satu tim terbaik di dunia,” kata Kjaer kepada Omnisport.

“Kami harus memastikan Barcelona tak bisa menunjukkan permainan terbaiknya di pertandingan nanti dan memastikan kami mampu menunjukkan permainan terbaik kami. Kami tentunya tak akan bernain bertahan. Sembilan dari sepulih tim yang datang ke Camp Nou dan bermain bertahan akan pulang dengan kekalahan,” sambung pemain asal Denmark itu.

Apabila mampu membawa pulang tiga angka dari Barcelona, maka Wissam Ben Yedder akan semakin kokoh di puncak klasemen La Lgia musim ini. Selain itu, kekalahan melawan Sevilla akan membuat Barcelona memperpanjang tren buruknya dalam beberapa pertandingan terakhir.

 

Sevilla Sukses Ciptakan Sejarah

Football5Star.com, Indonesia – Sevilla diluar dugaan mampu menyingkirkan Manchester United di 16 besar Liga Champions, Rabu (14/3/2018) dinihari WIB. Bertanding di Stadion Old Trafford, klub asal Spanyol itu sukses meraih kemenangan 2-1.

Hasil ini pun membuat mereka berhasil melenggang ke babak perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya. Torehan ini kemudian disambut suka cita oleh Simon Kjaer.

Bek andalan Sevilla tersebut bahagia timnya bisa menciptakan sejarah baru di benua Eropa. Tak lupa dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada fans yang telah mendukung klub Andalusia itu.

“Selamat untuk semua orang di Sevilla, terima kasih juga kepada fans atas dukungannya yang luar biasa. Kami sukses menciptakan sejarah bersama-sama,” kata pemain asal Denmark tersebut seperti dilansir di situs resmi UEFA, Rabu (14/3/2018).

SimonKjaerManchesterUnitedVsSevillaFCiVayrngxieTl
zimbio.com

Adapun kemenangan Sevilla atas United ini juga menjadi yang pertama buat mereka di Inggris. Terakhir kali lawatan Los Rojiblancos ke tanah Britania berakhir dengan kekalahan 0-2 dari Leicester City

Sevilla patut berterima kasih kepada penyerang penggantinya, Wissam Ben Yedder, yang memborong dua gol di babak kedua. Pemain berpaspor Prancis itu sukses membayar kepercayaan Vincenzo Montella setelah menggantikan posisi Luis Muriel.

Sedangkan Setan Merah yang sejatiinya mendominasi jalannya pertandingan hanya mampu mencetak satu gol hiburan melalui Romelu Lukaku. Menang 2-1 membuat Sevilla lolos ke perempat final setelah pada leg pertama mereka berhasil menahan imbang United 0-0.

Kjaer Ingin Bantu Sevilla Wujudkan Ambisi di Liga Champions

Football5star, Indonesia – Bek Sevilla, Simon Kjaer, merasa antusias membantu klubnya menorehkan prestasi dalam ajang Liga Champions musim 2017-18. Namun, Kjaer tidak bisa melupakan jasa mantan klubnya, Fenerbahce.

Kjaer resmi berseragam Sevilla pada musim panas 2017. Dia dibeli dari Fenerbahce dengan banderol 12,5 juta euro sehingga menjadikannya bek termahal dalam sejarah Los Nervionenses.

“Sevilla adalah salah satu klub besar di liga terbaik dunia. Itu klub yang memiliki ambisi untuk menorehkan prestasi di Liga Champions dan Divisi Primera. Mereka terbiasa memenangi trofi,” seru Kjaer, seperti dilansir Omnisport.

“Investasi yang dilakukan klub dalam Liga Europa selama sekitar satu dekade terakhir sungguh luar biasa dan patut mendapat respek tinggi. Kami harus terus meraih hasil yang berstandar tinggi,” lanjutnya.

Sebelum pindah ke Sevilla, Kjaer menghabiskan dua musim terakhir bersama Fenerbahce. Walaupun merasa sulit, bek Denmark tersebut menganggap berlabuh di Ramon Sanchez Pizjuan adalah keputusan yang bagus untuk kariernya.

“Saya tersentu dengan emosi dan reaksi yang sangat besar dari para suporter Fenerbahce di Twitter. Mereka sangat fantastis kepada saya dan keluarga, tetapi sepak bola dan karier memang seperti ini. Saya sangat menikmati gairah dari para suporter Fenerbahce. Mereka selalu ada di hati saya,” ujar Kjaer.

“Saya tahu bahwa telah pindah ke klub dengan para suporter yang dikenal memiliki gairah dan selalu mendukung tim. Saya tidak akan melupakan saat pertama masuk ke Ramon Sanchez Pizjuan. Saya tidak sabar untuk memulai karier di sini,” tandasnya.

 

Direktur Olahraga Sevilla Ungkap Tiga Pemain Incaran

Football5star, Indonesia – Direktur Olahraga Sevilla, Oscar Arias, mengungkapkan tiga pemain incaran dalam bursa transfer musim panas 2017. Arias membenarkan bahwa Sevilla tengah menjajaki peluang untuk merekrut Jesus Navas, Simon Kjaer, dan Stevan Jovetic.

Navas berstatus bebas transfer. Pemain asal Spanyol itu tidak mendapat perpanjangan kontrak dari manajemen Manchester City.

Navas bukan pemain asing bagi Sevilla. Winger berusia 31 tahun itu pernah memperkuat Los Nervionenses selama satu dekade, yaitu pada 2003-2010. “Kemarin, kami melayangkan proposal kepada agennya dan sedang mereka pelajari. Kami mengharapkan respons dalam waktu dekat,” kata Arias, seperti dilansir Football Espana, Rabu (26/7/2017).

“Kami memahami bahwa niat mereka adalah mencapai kesepakatan dengan kami dan pemain. Situasi seperti ini harus diselesaikan secepat mungkin demi keuntungan untuk semua pihak yang terlibat,” terang sang direktur olahraga lagi.

Selain Navas, Sevilla memang dikabarkan berniat merekrut Kjaer dari Fenerbahce dan Jovetic dari Inter Milan.

“Simon Kjaer? Kami tengah berusaha mencapai kesepakatan, tetapi tidak ingin mendiskusikannya dalam waktu dekat karena bisa mengganggu negosiasi yang selalu menjadi masalah,” kata Arias.

“Stevan Jovetic? Dia tetap menjadi opsi bagi kami dan itu tidak pernah mudah. Dia pemain yang disukai semua klub dan kemungkinan kami merekrut dia masih terbuka,” tandasnya.

Patut dinantikan bagaimana buah negosiasi Arias dalam upaya mendapatkan ketiga buruan utama Los Rojiblancos itu.

Buru Bek Tengah, AC Milan Pantau Situasi Simon Kjaer

Football5star, Indonesia – AC Milan mempertimbangkan untuk merekrut bek Denmark yang bermain di Fenerbahce, Simon Kjaer. Sang pemain dinilai sebagai sosok yang pantas mengawal lini pertahanan AC Milan.

AC Milan berambisi memperkuat lini pertahanan untuk musim mendatang. Sebelumnya, mereka telah berhasil mendatangkan Mateo Musacchio dari Villarreal.

Rossoneri dikabarkan telah menghubungi Fenerbahce untuk menanyakan ketersediaan Simon Kjaer. Sejauh ini, Rossoneri mendapat kabar positif kalau Fenerbahce bersedia bernegosiasi dengan AC Milan.

Namun sebelum AC Milan melakukan penawaran untuk Kjaer, mereka akan menjual beberapa pemainnya terlebih dahulu. Pemain yang akan dijual adalah Gabriel Paletta, Cristian Zapata dan Rodrigo Ely.

Dari ketiga pemain tersebut, hanya Gabriel Paletta yang sudah hampir pasti memiliki peminat. Bek berusia 31 tahun tersebut dikabarkan akan bergabung dengan Torino.

AC Milan akan mendapatkan keuntungan jika bisa mengamankan jasa Kjaer. Pasalnya, pemain tersebut sudah pernah mencicipi Serie A.

Sebelumnya, Kjaer pernah bergabung dengan Palermo pada periode 2008-2010. Setelah itu, ia bergabung bersama AS Roma pada 2011-12.

Pada musim 2016-17, Kjaer merupakan satu di antara pemain pilar Fenerbahce. Kjaer mencatatkan 43 penampilan dan menyumbang tiga gol untuk klub Turki tersebut.

Selama berkarier, Kjaer pernah merasakan atmosfer kompetisi di Jerman, Prancis dan Italia.

Berita Bola: Fenerbahce Bantah Lepas Kjaer ke Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Klub raksasa Turki Fenerbahce membantah akan melepas beknya Simon Kjaer ke Chelsea. Fenerbahce menegaskan, pemain asal Denmark itu bahagia di Turki.

Kjaer gabung Fenerbahce dari Lille pada bulan Juni 2015. Sejak itu, pemain 27 tahun tersebut jadi kunci di lini pertahanan Fenerbahce.

Beberapa klub besar pun tertarik kepadanya, salah satunya adalah Chelsea. Namun, Fenerbahce tak punya niat melepas mantan pemain AS Roma tersebut.

“Sejumlah laporan terbaru telah salah mengklaim bahwa Chelsea mengajukan tawaran untuk pemain Denmark kami, Simon Kjaer,” tulis Fenerbahce di situs resminya.

“Fenerbahce belum menerima tawaran apapun untuk Kjaer dan klaim menyarankan transfer bisa terjadi, adalah hal yang salah. Kjaer adalah anggota tim kami yang bahagia dan sukses.”

“Kami ingin meminta fans ntuk mengabaikan kebohongan tersebut dan laporan manipulatif yang bertujuan untuk mengganggu tim kami,” demikian bunyi pernyataan Fenerbahce.

Kjaer masih terikat kontrak di Fenerbahce hingga 2019. Total, ia telah membela klub Turki itu dalam 59 pertandingan di semua kompetisi dan mencertak lima gol.

Menurut Transfermarkt, harga jual Kjaer ditaksir saat ini sekitar 11,5 juta euro. Selain Chelsea, klub Inggris lainnya Manchester United juga disebut tertarik kepada pemain yang memiliki 59 caps bersama Timnas Denamrk tersebut.

Berita Bola: Arsenal Siapkan Dua Alternatif Jika Gagal Rekrut Mustafi

Kapten Bayer Leverkusen, Omer Toprak, diklaim masuk radar Arsenal oleh Sky Sports. Selain itu, The Gunners juga dikabarkan tengah memantau palang pintu Fenerbahce, Simon Kjaer.

Lini belakang Arsenal dilanda masalah. Cedera membekap dua bek tengah klub besutan manajer Arsene Wenger tersebut, yakni Per Mertesacker dan Gabriel Paulista.

Mertesacker didiagnosa mengalami cedera lutut parah dan harus beristirahat hingga pengujung tahun. Arsenal pun ditinggal Gabriel selama dua bulan akibat masalah di pergelangan kakinya.

Sektor pertahanan Arsenal tampak rapuh ketika melawan Liverpool dalam partai perdananya di Premier League di Stadion Emirates pada akhir pekan lalu. Laurent Koscielny juga belum bisa dimainkan karena baru pulih dari cedera.

Hasil buruk terpaksa ditelan oleh Arsenal ketika menjamu Liverpool dalam laga perdananya di Premier League di Stadion Emirates pada akhir pekan lalu. Wenger terpaksa memainkan pemain pelapis, Calum Chambers, dan bek anyar yang didatangkan dari Bolton Wanderers pada musim panas ini dan belum pernah tampil di Premier League, Rob Holding.

Kritik pedas pun diterima oleh Wenger. Manajer asal Prancis itu menyatakan bakal mendatangkan pemain baru sebelum bursa transfer ditutup pada 31 Agustus nanti.

Arsenal gencar dikaitkan dengan bek asal Jerman, Skhodran Mustafi. Namun, negosiasi The Gunners dengan Valencia selaku klub yang memiliki Mustafi belum menemui kata sepakat.

Toprak dan Kjaer diyakini menjadi alternatif apabila Arsenal gagal membujuk Valencia untuk melepas Mustafi.