Mantan Pelatih Timnas Indonesia Bangga Pernah Asuh Bagus Kahfi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Eks pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengaku bangga pernah bekerja sama dengan Bagus Kahfi. Hal itu dia ungkapkan usai Bagus menjalani debutnya di Eerste Divisie bersama Jong FC Utrecht.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bagus akhirnya menapakkan karier perdana di Liga Belanda usai timnya menang 3-0 atas SC Telstar. Mantan pemain Barito Putera itu diberi kepercayaan turun oleh pelatih Darije Kalezic pada menit ke-88 menggantikan Nick Venema.

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Bangga Pernah Asuh Bagus Kahfi Debut di Belanda, Bagus Kahfi Dapat Hadiah Istimewa dari Pemain Utrecht

Meski singkat, jelas waktu yang diberikan oleh Kalezic kepada Bagus sangat berharga. Sebab, itu adalah kali perdana Bagus Kahfi bermain sebagai pemain FC Utrecht di laga resmi meski telah turun pada dua partai uji coba.

Penampilan Bagus sendiri disoroti oleh Simon McMenemy. Dia mengaku mentalitas Bagus Kahfi patut ditiru oleh banyak pemain Indonesia.

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Bangga Pernah Asuh Bagus Kahfi

“Selamat atas debut profesional Anda. Mentalitas yang telah Anda tunjukkan untuk mengejar impian Anda harus menjadi pelajaran bagi semua. Bangga pernah berada di tempat latihan bersama kalian,” ungkap Simon McMenemy dalam Instagram pribadinya.

Simon Bangga Pernah Beri Kesempatan Bagus Kahfi

Keputusan Simon memanggil Bagus ke timnas senior pada 2019 sempat jadi sorotan. Dia memberikan kesempatan bagi striker jebolan Garuda Select itu untuk latihan bersama timnas senior. Hal itu setelah Bagus tampil cukup baik di timnas U-18 Indonesia.

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Bangga Pernah Asuh Bagus Kahfi

“Bagus Kahfi kami beri kesempatan berlatih bersama Timnas Indonesia Senior sebagai bentuk apresiasi setelah bermain bagus pada Piala AFF U-18 2019. Saya harap pengalaman ini dapat dia maksimalkan untuk meningkatkan kemampuannya sebagai pemain masa depan Timnas Indonesia,” beber Simon McMenemy kala itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

McMenemy: Tidak Masuk Akal Negara ASEAN Menembus Piala Dunia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Vietnam saat ini memimpin klasemen Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka punya peluang besar untuk melaju ke babak selanjutnya dan membuka asa menjadi negara ASEAN pertama yang menembus Piala Dunia.

Kendati demikian, capaian Vietnam ini dianggap mantan pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, belum cukup untuk jadi modal menembus Piala Dunia 2022. Menurutnya level permainan negara Asia Tenggara masih di bawah.

“Ini sangat sulit. Saya tidak berpikir masuk akal untuk negara Asia Tenggara bermimpi pergi ke Piala Dunia sekarang. Saya menetapkan standar bagi tim untuk menembus Piala Dunia dan saya pikir sulit bagi negara-negara ini mencapainya,” kata McMenemy kepada Thethao247, Jumat (4/6/2021).

Timnas Vietnam baru akan turun bertanding pada 7 Juni 2021 menghadapi timnas Indonesia.
zingnews.vn

“Harus diakui bahwa tim-tim di sini tidak cukup kuat dan mampu memimpikan Piala Dunia karena perbedaan dengan tim-tim top Asia masih sangat jauh,” ia menambahkan.

Di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, hanya Vietnam negara ASEAN yang memiliki peringkat terbaik. Mereka kini memimpin klasemen Grup G dengan 11 angka.

Pelatih asal Skotlandia percaya standar pasukan Park Han-seo sudah mendekati level Piala Dunia.

“Saya pikir di Asia Tenggara saat ini hanya Vietnam yang mendekati standar itu. Mereka telah melalui banyak hal. Saya pikir dalam waktu dekat, ketika kalian berusaha lebih keras lagi untuk menutup celah yang ada dengan tim-tim besar Asia, kesempatan itu akan datang,” tutup Simon McMenemy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks Pelatih Ingin Timnas Indonesia Samai Level Vietnam

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pertemuan Indonesia dan Vietnam memiliki sejarah panjang di sepak bola Asia Tenggara. Kedua negara kerap saling mengalahkan.

Akan tetapi jika berbicara prestasi Vietnam lebih unggul dibanding Indonesia. Bahkan belakangan tim yang kini diasuh Park Han-seo sudah menatap kompetisi Asia.

Sedangkan Tim Garuda masih mencari jati diri di Asia Tenggara. Hal ini pula yang jadi fokus eks pelatih timnas, Simon McMenemy. Menurutnya, yang harus dilakukan sekarang adalah menyamai level sang rival terlebih dulu.

Yeyen Tumena - Timnas Indonesia - Simon McMenemy - @simonmcmenemy
@simonmcmenemy

Apalagi saat melatih Evan Dimas dkk dia pernah menelan kekalahan. “Vietnam bermain di level yang berbeda dari kami, saya tidak bisa berbuat apa-apa tentang taktik. Saat itu mereka tahu bagaimana menyesuaikan diri untuk lepas dari tekanan,” ujarnya kepada Thethao247, Jumat (4/6/2021).

“Saya mengatakan ini berdasarkan fakta bahwa mereka berada dalam performa yang sangat baik dan telah meningkatkan levelnya dengan sukses besar di benua ini. Saya berharap kami mencapai level mereka dan kami ingin seperti mereka,” ia menambahkan.

Saat masih menukangi timnas Indonesia, Simon McMenemy dibuat tak berkutik oleh Vietnam. Itu terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia Grup G Oktober 2019 lalu.

Bermain di stadion Gelora Bung Karno, Tim Garuda menyerah 1-3. Dan Senin nanti kedua negara akan kembali bersua di ajang yang sama. Tapi kali ini Evan Dimas dkk tidak lagi ditukangi McMenemy, Kursi pelatih kini di tangan Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Indonesia Akan Bertarung di UEA, Simon McMenemy Ungkit Laga Perdana

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia yang akan kembali bertarung dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Uni Emirates Arab (UEA) bikin Simon McMenemy ikut bersuara. Simon mengungkit partai perdana timnas yang buruk sehingga memengaruhi hasil lainnya.

Seperti diketahui, Simon memang bertanggung jawab atas buruknya penampilan Timnas Indonesia dalam lima partai awal Kualifikasi Piala Dunia 2022. Saat dilatihnya, timnas selalu kalah, kala melawan Thailand, dua kali hadapi Malaysia, Vietnam, serta UEA.

Alhasil, pintu timnas untuk melangkah ke fase selanjutnya nyaris tertutup. Kini, timnas akan bertarung lagi dalam tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022, tapi bukan dengan Simon McMenemy lagi, melainkan Shin Tae-yong.

Latihan di tengah Ramadan, Timnas Indonesia Bikin Pelatih Lega Timnas Indonesia Akan Bertarung di UEA, Simon McMenemy Ungkit Laga Perdana

Simon pun kembali buka suara. Selain membahas laga perdana, Simon juga berharap skuat Garuda bisa bangkit dalam tiga laga sisa. Hal itu diungkapkannya di Instagram pribadinya.

“Pertandingan pertama tidak berjalan sesuai keinginan kita semua. Tetapi dengan tulus berharap semua pemain dan staf Timnas Indonesia melakukan perjalanan yang aman dan semoga sukses di sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 di UEA,” tulis Simon McMenemy.

Timnas Indonesia sendiri sudah tiba di Dubai, Senin (17/5/2021) siang. Tak istirahat, mereka langsung digas latihan di pantai yang berada di belakang tempat menginap yakni Hotel JA Resorts and Hotels Dubai.

Skuat Garuda nantinya akan memulai pertarungannya dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 3 Juni melawan Thailand. Lalu, timnas akan meladeni Vietnam 7 Juni, dan terakhir hadapi UEA pada 11 Juni.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bule yang Terkena Razia Pemudik Ternyata Mantan Pelatih Timnas Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pemerintah Indonesia menetapkan larangan mudik di hari raya Idul Fitri tahun ini. Keputusan ini diambil dengan alasan untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Meski ada larangan mudik, sebagian masyarakat muslim tetap berupaya bisa pulang ke kampung halaman.

Ada kejadian cukup unik di tengah razia para pemudik jelang perayaan hari Idul Fitri tahun ini. Mantan pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy terjaring razia polisi saat berpergian di kota Solo. McMenemey saat ini menjadi direktur Bhayangkara Solo FC.

Simon McMenemy Kenang Momen Eks Pelatih Vietnam Ogah Jabat Tangannya
The Argus

Dari unggahan Instagram Story, Kasat Binmas Polresta Solo, Kompol Febriyani Aer, McMenemey diberhentikan di Simpang Faroka atau di depan Hotel Allola pada Sabtu (8/5/2021) siang. Lokasi ini memang menjadi salah satu titik penyekatan pihak kepolisian untuk mencegah masuknya pemudik dari luar kota Solo.

Menurut Kompol Febriyani Aer, ia tidak sengaja menghentikan mobil yang dikendarai oleh McMenemey. Lucunya menurut Kompol Febriyani, ia yang tidak tahu bahwa itu Simon mencoba mengajak berbicara dengan bahasa Inggris, kemudian dia kaget ketika dijawab dengan bahasa Indonesia.

McMenemey pun menjelaskan bahwa dirinya bukan seorang pemudik. Ia mengatakan bahwa dirinya tinggal di Colomadu, Karanganyar.

“Susah payah merangkai kata kalimat pake grammer english eehh si bule bisa bhs indo donk,” tulis Kompol Febriyani dalam unggahan Instastory miliknya.

Pada Februari lalu, mantan pelatih timnas Indonesia itu ditunjuk menjadi direktur teknik Bhayangka Solo FC yang saat ini bermarkas di Kota Batik tersebut.

“Saya sudah bicara dengan pak Sumardji (COO Bhayangkara Solo FC) untuk minta kembali, karena hati saya selalu ada di Bhayangkara,” ucap McMenemey beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy Kembali ke Bhayangkara, Bagaimana Nasib Paul Munster?

Simon McMenemy Kembali ke Bhayangkara, Bagaimana Nasib Paul Munster? 21

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC mengaku resmi merekrut kembali Simon McMenemy. Namun, kedatangan Simon bukan sebagai pelatih kepala, melainkan Direktur Teknik jadi posisi Paul Munster tetap aman.

Seperti diketahui, rumor kembalinya Simon ke kubu Bhayangkara memang beredar di media sosial. Hal itu usai mantan nahkhoda Timnas Indonesia tersebut mengunggah tiket bakalan terbang ke Solo yang notabene markas baru Bhayangkara.

Kedatangan Simon McMenemy sempat disebut-sebut akan menggantikan Paul Munster di kursi kepelatihan tim berjuluk The Guardians itu. Apalagi, Simon punya kenangan manis usai membawa Bhayangkara juarai Liga 1 2017. Namun, manajemen Bhayangkara Solo FC membantahnya. Mereka menyebut Simon datang dengan status berbeda.

Simon McMenemy Kembali ke Bhayangkara, Bagaimana Nasib Paul Munster? Bhayangkara FC Siap Main di Asia: Kami Akan Main di Solo Kombes Sumardji Sampai Minta Maaf dengan Kelakuan Serdy Ephy Fano Bhayangkara FC Persebaya Surabaya Perwira Kepolisian Turut Berkomentar Soal Saddil Ramdani Jadi Tersangka. Perwira Kepolisian Soal Liga 1 2020: Jatim Zona Merah, Bahkan Hitam! Bhayangkara FC Galau Usai Liga 1 2020 Dilanjutkan

“Ya, Simon McMenemy bergabung kembali dengan Bhayangkara Solo FC sebagai direktur teknik. Kami mau mengembangkan akademi di SOlo. Posisi Paul Munster tetap jadi pelatih kepala,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji, saat dihubungi Football5Star.

Bhayangkara sendiri jadi salah satu tim yang sudah mulai mempersiapkan skuatnya menatap Piala Menpora 2021. Mereka disebut akan mulai berlatih Rabu (24/2/2021) sore di markas barunya.

Selain itu, Bhayangkara Solo FC juga resmi mendapat satu amunisi baru, yakni Arthur Bonai. Selain Bonai, mereka juga disebut akan kembali merekrut Anderson Salles.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy: Sepak Bola Indonesia Selalu Ada Kekuatan dan Politik!

Simon McMenemy: Sepak Bola Indonesia Selalu Ada Kekuatan dan Politik! 25

Football5Star.com, Indonesia – Eks pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, menyebut sepak bola tanah air sudah dipengaruhi beberapa hal. Komentar itu dilontarkannya saat diwawancarai salah satu media asal Inggris.

Pelatih asal Skotlandia itu memang bukan hal baru di sepak bola Indonesia. Namanya mulai tenar saat membawa Filipina ke semifinal Piala AFF 2010, kemudian gagal total kala direkrut MItra Kukar dan Pelita Jaya rentang 2011 sampai 2013.

Sempat meredup, tapi dia sukses saat menangani Bhayangkara FC. Bahkan, Simon berhasil mengantarkan gelar juara Liga 1 edisi pertama kali untuk klub yang bermarkas di Stadion PTIK itu.

Eks Pelatih Timnas Selalu Merinding Tiap Dengar Lagu Indonesia Raya
Twitter PSSI

“Saya menangis. Dipecat, dan pindah ke beberapa negara sebelum kembali, tidak ada yang bisa disembunyikan di sepak bola Indonesia. Saya berusaha tegar, karena saya bukan pelatih medioker. Pria Inggris Raya bertato ini datang untuk membuat kejutan di liga,” ungkap Simon McMenemy dikutip dari The Press And Journal.

Namun saat itu Bhayangkara FC yang dipimpinnya kehilangan tempat di kualifikasi Liga Champions Asia karena tak memiliki lisensi AFC. Slot itu akhirnya diambil Persija Jakarta yang finis di urutan keempat saat itu.

“Ini bukan hanya tentang sepak bola, jarang di Indonesia. Selalu ada hal lain yang terjadi. Selalu ada sudut pandang lain, apakah itu kekuatan, politik, pengaruh atau uang. Sebagai pelatih Anda harus berdamai dengan itu jika Anda akan bekerja di negara ini,” tutup Simon McMenemy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Pelatih Timnas Selalu Merinding Tiap Dengar Lagu Indonesia Raya

Eks Pelatih Timnas Selalu Merinding Tiap Dengar Lagu Indonesia Raya 29

Football5Star.com – Indonesia – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengaku selalu merinding ketika mendengar lagu Indonesia Raya. Dia tampaknya masih cinta dengan Indonesia.

Seperti diketahui, Simon dipecat dari Timnas Indonesia karena serangkaian hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Indonesia bersamanya bukan cuma tak bisa menang, tapi belum meraih satu poin pun di Grup G.

Meski sudah dikecewakan, tak mengurangi rasa cinta Simon kepada Timnas Indonesia. Bahkan tiap kali mendengar lagu kebangsaan, Indonesia Raya, dirinya selalu merinding.

“Saya ikut pertemuan (sekolah) anak saya, dia baru berumur tiga tahun. Dia ikut sekolah di Selandia Baru. Pertama mereka menyanyikan lagu nasional Selandia Baru dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya,” ungkap Simon McMenemy dikutip dari kanal Youtube BangBes.

Eks Pelatih Timnas Selalu Merinding Tiap Dengar Lagu Indonesia Raya
Twitter PSSI

“Saya mulai terharu dan meneteskan air mata sebab terakhir kali saya dengar lagu Indonesia Raya saya punya 80 ribu orang di belakang saya yang berdiri di stadion. Saya adalah pelatih yang mewakili negara (Indonesia). Tak banyak orang yang punya kesempatan seperti itu,” sambung dia.

Simon McMenemy tak menampik sempat kecewa karena tak mendapat dukungan dari suporter. Kegagalan Timnas Indonesia menang dalam lima laga di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 dirasa menjadi latar belakangnya.

“Kamu tidak bisa ketika kerja di Indonesia dan tidak merasakan semangat dari suporter. Tidak merasakan mereka di belakangmu saat mendukung atau melawanmu sama saja. Kamu bisa merasakan semangatnya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Mental Pemain Indonesia Ciut di Markas Lawan Karena Ogah Main di Luar

Mental Pemain Indonesia Ciut di Markas Lawan Karena Ogah Main di Luar 33

Football5Star.com – Mental pemain Indonesia ciut di markas lawan karena ogah mencoba berkarier di luar negeri. Hal itulah yang disuarakan mantan pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy ketika ditanya soal bagus tidaknya berkarier di luar negeri.

Memang, hanya ada beberapa pemain saja yang memilih untuk menlanjutkan kariernya di luar negeri. Sebut saja, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaiman, hingga Yanto Basna. Sedang kebanyakan pemain Indonesia berkarier di negeri sendiri.

“Saya rasa ada persoalan budaya di sepak bola Indonesia karena pemain bayarannya bagus. Kompetisi juga bagus strukturnya. Bahkan pertandingan menarik, penonton banyak, bisa seperti pahlawan,” buka Simon McMenemy dalam kanal Youtube BangBes.

“Jadi tidak mendesak untuk pemain bermain keluar dari zona nyaman mereka dan bermain di negara lain lalu mendorong diri mereka. Semua ada untuk mereka di rumah. Apalagi kamu bisa bermain di depan banyak orang,” lanjut dia.

Shin Tae-yong Haramkan Pemain Timnas Indonesia Makan Gorengan
Indra/Football5star

Persoalan ini, kata Simon, seperti pisau bermata dua. Satu sisi seperti yang dijelaskan sebelumnya, tapi sisi lainnya mental pemain jadi tak terasah. Simon menyebut kondisi inilah yang membuat mental pemain Indonesia ciut ketika di markas lawan.

“Lalu ini mengapa ketika Timnas Indonesia sedang away, mereka tidak begitu bagus. Karena keluar dari zona nyaman. Wow 30-40 ribu penonton tuan rumah,” papar dia.

Pemain yang berkarier di Garuda Select, menenurutnya di waktu bersamaan tidak memengaruhi tim senior. Hal itu lebih karena mereka masih U-16.

“Semakin banyak pemain didorong bermain keluar, mereka akan mendapatkan pengalaman bermain di negara lain. Lalu kembali bermain untuk tim senior. Mereka akan bisa melawan tim seperti dari timur tengah, bisa melawan tim kuat secara fisik karena mereka sudah bermain melawan mereka di belahan dunia lain,” tutup Simon McMenemy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Pelatih Timnas Indonesia: Marinus Wanewar Anak Baik!

Eks Pelatih Timnas Indonesia: Marinus Wanewar Anak Baik! 37

Football5Star.com – Eks pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, menilai di balik penampilannya yang gahar, Marinus Wanewar anak yang baik. Dia menyebut Marinus punya potensi yang sangat besar.

Simon memang beberapa kali bekerja sama dengan Marinus, baik di Timnas Indonesia atau Bhayangkara FC. Marinus memang pernah dipinjamkan Persipura Jayapura ke Bhayangkara FC pada 2018 lalu saat pelatihnya Simon.

Marinus sendiri sempat bilang kalau Simon McMenemy salah satu pelatih terbaik. Pelatih asal Skotlandia itu balik melempar pujian buat striker 23 tahun tersebut.

“Saya tidak bisa menyangkalnya. Marinus Wanewar adalah anak baik. Dia bisa menjadi pemain yang sulit dan kami punya masalah bersama. Tapi dia mencetak dua gol saat tandang ke Bali United. Dia seperti pemain yang berbeda,” ungkap Simon dalam kanal Youtube BangBes.

Marinus Wanewar - Bhayangkara FC - Timnas Indonesia U-22 - Medcom

Perlahan-lahan, kata Simon, Marinus menunjukkan kalau dirinya salah satu striker berbahaya. Masih berusia 23 tahun, Marinus disebut Simon memiliki potensi besar. Tapi, pelatih harus tahu karakternya hati ke hati seperti yang dia terapkan.

“Lalu dia mulai kembali ke Timnas Indonesia lagi. Dia anak baik. Kita hanya harus masuk ke dalam kepalanya. Rangkul dia dan katakan kepadanya bahwa dia yang terbaik dan dia akan lakukan yang terbaik untukmu,” pungkas dia.

Marinus Wanewar memang beberapa kali menjadi pahlawan buat Indonesia. Dia menjadi salah satu top skorer saat Timnas U-22 Indonesia juarai Piala AFF U-22 2019 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy: Jadi Pelatih Timnas Indonesia Pekerjaan Tersulit!

Simon McMenemy: Jadi Pelatih Timnas Indonesia Pekerjaan Tersulit! 41

Football5Star.comSimon McMenemy tak menampik kala menjadi pelatih Timnas Indonesia salah satu pekerjaan paling sulit di Asia. Hal itu setelah dia merasakannya sendiri dan dinilai gagal total membangkitkan performa tim.

Seperti diketahui, Simon dipecat dari Timnas Indonesia karena serangkaian hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Indonesia bersamanya bukan cuma tak bisa menang, tapi belum meraih satu poin pun di Grup G.

“Saya rasa satu di antara pekerjaan paling sulit di Asia. Apalagi buat mereka yang tahu soal sepak bola di luar karena semua orang tahu Indonesia itu besar. Banyak talenta, tapi ada banyak juga masalah yang ikut bersamanya. Jadi ini bukan satu di antara pekerjaan tersulit di Indonesia, tapi di Asia tanpa bayangan keraguan,” buka Simon McMenemy dalam kanal Youtube BangBes.

Saat itu, tantangan terbesar yang dialami oleh Simon ialah mencoba memahami dan mengerti Indonesia serta budayanya. Dia bercerita sempat dua kali dipecat oleh Mitra Kukar dan PBR sebelum akhirnya bisa menjadi juara bersama Bhayangkara FC.

Simon McMenemy - Timnas Indonesia - @simonmcmenemy
instagram.com/liga1match

“Jadi saya harus gagal dua kali untuk sukses. Tapi ketika kamu sudah mengerti apa yang ada di sekitarmu, apa yang bisa kamu kontrol dan tidak. Ketika membawa pelatih asing bukan jawaban. Karena mereka kadang tidak tahu semua permasalahan yang di satu titik akan menjadi masalah mereka,” sambung dia.

Berada di Situasi Sulit

Semua tentu tahu, lanjut Simon, dirinya datang dari dua musim yang bagus bersama Bhayangkara FC. Dia dapat dukungan dari banyak pemain. Tapi perlahan dukungan dari suporter justru mengendur dan membuatnya kian berada dalam situasi sulit.

“Kamu tidak bisa ketika kerja di Indonesia dan tidak merasakan semangat dari suporter. Tidak merasakan mereka di belakangmu saat mendukung atau melawanmu sama saja. Kamu bisa merasakan semangatnya,” kata Simon McMenemy.

“Saya sangat ingin membuat Indonesia lebih baik. Saya punya beberapa ide yang bisa membantu. Hal yang mungkin berbeda dengan pelatih sebelum-sebelumnya. Tapi, Anda tahu. Bisa terjadi bisa juga tidak. Anda ke sana dengan niat terbaikmu untuk melakukan perbaikan. Namun kadang tidak berjalan sesuai rencana,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy: Sayang Sekali Indonesia, Vietnam Sudah di Depan

Simon McMenemy: Sayang Sekali Indonesia, Vietnam Sudah di Depan 45

Football5Star.com – Eks pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, buka suara soal perbandingan sepak bola tanah air dengan Vietnam. Menurutnya, Vietnam sudah beberapa langkah di depan karena semuanya mendukung timnasnya maju.

Seperti diketahui, Simon dipecat dari Timnas Indonesia karena serangkaian hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Indonesia bersamanya bukan cuma tak bisa menang, tapi belum meraih satu poin pun di Grup G.

Usai dipecat, Simon sendiri sedikit menyentil PSSI usai melihat sepak bola Vietnam yang harusnya menjadi contoh. Sayang, kata dia, PSSI tak cakap dalam melakukan pembinaan usia muda.

“Saya mendapatkan banyak kritikan soal ini karena orang2 tak suka mendengar hal seperti ini. Tapi, terkadang kita harus melepas kacamata suporter kita dan sedikit mundur untuk menilai,” ungkap Simon McMenemy dalam Youtube BangBes.

Simon McMenemy: Sayang Sekali Indonesia, Vietnam Sudah di Depan

Hal yang Vietnam lakukan dengan baik, kata dia, semua orang duduk di meja bekerja sama mengembangkan sepak bola. Liganya juga, sebut Simon, tak memakai pemain muda, tak dikontrak, dan pemainnya diberikan kepada timnas.

“Lalu timnas membuat jadwal pemain muda di seluruh dunia untuk ikut turnamen dan TC. Mereka dibuat sibuk sepanjang tahun sampai mereka tak bisa bergabung d liga. Jadi pemain muda itu ketika sudah berusia 23-24, sudah bermain lama sejak 4-5 tahun dalam grup yang sama, pelatih sama dan perkembangannya jadi bagus,” papar Simon.

Sekarang, Vietnam selalu memiliki 5 sampai 6 pemain muda yang bagus di Timnas Senior untuk sekadar magang. Vietnam, disebutnya, berkembang karena punya organisasi terstruktur.

“Semua pihak setuju, tak ada yang coba bilang tidak, main dulu bersama kami baru ke timnas, tak ada perseteruan dengan klub di liga. Jadi ketika semua pihak bekerja sama, ini adalah hal yang akan bisa terjadi. Sayang sekali, Indonesia, Vietnam sudah beberapa langkah di depan,” pungkas Simon McMenemy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Pelatih Indonesia Sebut Naturalisasi di Timnas Filipina Pisau Bermata Dua

Eks Pelatih Indonesia Sebut Naturalisasi di Timnas Filipina Pisau Bermata Dua 49

Football5Star.com – Kebijakan naturalisasi yang diterapkan di Timnas Filipina dalam beberapa tahun terakhir memunculkan dua sisi mata pisau. Betul, mereka jadi dapat berprestasi tapi bisa menghambat perkembangan usia muda.

Seperti diketahui, Timnas Filipina saat ini jadi salah satu timnas di ASEAN yang berperingkat tinggi, yakni 124. Indonesia saja saat ini cuma duduk di urutan 173. Semenjak banyak merekrut pemain naturalisasi, Filipina memang jadi salah satu tim yang diperhitungkan.

“Dari situ, perbedaan Filipina dan negara lain adalah mereka memiliki dua kewarganegaraan. Contohnya ketika Otavio Dutra mengganti paspornya, dia harus meninggalkan status sebagai pemain Brasil dan jadi orang Indonesia,” ungkap eks pelatihnya, Simon McMenemy dalam wawancara di Youtube BangBes.

Filipina memang menganut sistem dwi kewarganegaraan. Masyarakat di sana boleh memiliki dua paspor berbeda. Hal ini yang memudahkan mereka dalam merekrut banyak pemain bagus di Eropa.

Neil Etheridge Marah Besar Ketika Filipina Dihantam Indonesia pada 2010. Timnas Filipina

“Di Filipina, mereka memiliki dua kewarganegaraan. Mereka orang Filipina tapi juga bisa jadi orang British. Hal itu bisa berlaku dengan paspor lainnya yang mereka punya. Ini adalah keuntungan besar, karena pemain di Eropa akan berpikir, ‘Saya tak akan kehilangan apa-apa ketika dapat paspor fFilipina. Bahkan saya bisa main sepak bola internasional tapi saya tetap jadi orang Jerman.’ misalnya,” sambung dia.

Kendati demikian, hal ini seperti dua sisi mata pisau. Diakui oleh Simon McMenemy, Timnas Filipina memang sekarang kuat. Tapi tim di berbagai kelompok usia muda masih saja melempem.

“Namun, untuk sepak bola usia muda itu tak bagus. Naturalisasi butuh uang banyak untuk membawa ke sini. U-23 ke bawah tak terlalu kuat. U-19 masih kalah lawan siapa saja. Generasi baru muncul, tetapi mereka belum dianggap negara sepak bola,” pungkas Simon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Timnas Filipina Bak Joker, Bosan Dibantai Lalu Mengerikan

Timnas Filipina Bak Joker, Bosan Dibantai Lalu Mengerikan 53

Football5Star.com Timnas Filipina bisa dibilang seperti Joker yang sudah bosan dengan penindasan lalu tampil mengerikan. Sejak 2010, mereka menjelma menjadi salah satu tim menakutkan di Asia Tenggara.

Filipina memang sering menjadi bulan-bulanan tim ASEAN lainnya, termasuk Indonesia. Bahkan, Indonesia pernah mencatatkan kemenangan 13-1 atas Filipina pada Piala AFF (dulu Tiger) 2002.

Kendati demikian, semuanya berubah semenjak mereka mencuri perhatian 2010. Bahkan, saat ini mereka jadi salah satu timnas di ASEAN yang berperingkat tinggi, yakni 124. Indonesia saja saat ini cuma duduk di urutan 173. Mantan pelatihnya, Simon McMenemy bercerita soal penampilan tim pada sejak 2010 yang mulai menakutkan.

“Kembali ke 2010, saya praktis tak punya pemain yang bagus secara teknik. Negara lain lebih superior dalam hal teknik sepak bola. Tapi, kami mampu membuat tim yang skuatnya diisi oleh pemain yang sudah lelah kalah terus,” ungkap Simon McMenemy dikutip dari kanal Youtube BangBes.

Timnas Filipina Bak Film Joker, Bosan Dibantai Lalu Mengerikan

“Lalu kami bertekad untuk tak kalah lagi. Kami hanya siap bertarung, bertarung, dan bertarung dengan segala yang kami punya. Saya punya banyak waktu berlatih bersama mereka,” sambung dia.

Timnas Indonesia yang sebelumnya mudah melawan Filipina, kini kesulitan. Bahkan, mereka pernah dibantai empat gol tanpa balas oleh Timnas Filipina pada ajang Piala AFF 2014.

“Kalau boleh jujur, sebenarnya kami beruntung dalam beberapa situasi tapi kalau kamu punya pemain seperti Neil Etheridge di gawang yang sekarang main di Liga Inggris atau pernah main di Liga Inggris, sebuah keuntungan besar bisa menghalangi lawan mencetak gol. Tak banyak rahasia saat itu. Sepenuhnya hanya kemauan yang kuat dan kerja keras. Kami mau, kami mau tak kalah,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy kepada Suporter Timnas Indonesia: Saya Sangat Kecewa!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Simon McMenemy baru-baru ini meluapkan kekecewaannya terhadap suporter Timnas Indonesia yang sempat mencemoohnya. Dia menyebut kalau saat itu seperti musuh di kandang sendiri.

Seperti diketahui, Simon dipecat dari Timnas Indonesia karena serangkaian hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Indonesia bersamanya bukan cuma tak bisa menang, tapi belum meraih satu poin pun di Grup G.

Tak cuma itu, Simon McMenemy juga sempat mendapatkan tekanan dari suporter Timnas Indonesia. Kala itu fans Indonesia bahkan sempat menyanyikan #SimonOut di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Saya merasa sangat kecewa. Mereka tidak mengerti situasinya. Ketika saya bekerja dengan tim, liga di Indonesia masih berlangsung. Pemain bermain 4 kali sebulan selama 3 bulan beruntun sebelum pertandingan,” kata Simon McMenemy dikutip Zing.

Simon McMenemy Disebut Akan Datang ke Laga Malaysia vs Indonesia

Simon menambahkan saat itu Indonesia punya persiapan yang sangat singkat, bahkan tak sampai dua pekan. Ini, lanjut dia, merupajan Kualifikasi Piala Dunia yang paling sulit.

“Masyarakat Indonesia mungkin melupakan itu dan bagi saya, sangat tidak logis buat berpikir mengalahkan Vienam, bahkan di kandang sendiri,” papar dia.

“Masyarakat Indonesia memiliki harapan yang tinggi untuk meraih kemenangan. Saya tidak mengerti mengapa. Tentu saja, saya tidak bisa mengendalikan harapan para suporter, akan tetapi nasib seorang pelatih ditentukan oleh harapan itu meskipun tak realistis,” tutup Simon McMenemy.

Lama Tak Terdengar Usai Dipecat, Simon McMenemy Serang PSSI

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Lama tak terdengar usai dipecat sebagai pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy baru-baru ini menyerang PSSI. Dia menyebut kalau PSSI harusnya mencontoh Vietnam dalam pengembangan sepak bola.

Seperti diketahui, Simon dipecat dari Timnas Indonesia karena serangkaian hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Indonesia bersamanya bukan cuma tak bisa menang, tapi belum meraih satu poin pun di Grup G.

Usai dipecat, Simon sendiri menyentil PSSI usai melihat sepak bola Vietnam yang harusnya menjadi contoh. Sayang, kata dia, PSSI tak cakap dalam melakukan pembinaan usia muda.

“Saya pikir Park Hang Seo beruntung karena mewarisi sistem yang terorganisir dan pemain muda yang baik berkat dukungan Direktur Teknik (Jurgen Gede). Dia beruntung karena memiliki banyak pemain bagus dan hasilnya menunjukkan bahwa dia melakukannya dengan baik,” ungkap Simon McMenemy dikutip dari Dantri.

Dituntut untuk Mundur, Begini Jawaban Simon McMenemy
Twitter PSSI

McMenemy menyebut kalau PSSI harusnya melakukan hal tersebut dalam strukturisasi pengembangan sepak bola. Sayangnya, mereka belum sampai ke tahap itu.

“Saya suka cara orang Vietnam melihat sepak bola di negara ini. Mereka tidak menyombongkan diri bahwa sepak bola Vietnam itu hebat atau apa pun,” papar dia.

“Jika Indonesia mencoba membawa pemain muda untuk berlatih di luar negeri, tim nasional juga lebih kuat. Tetapi federasi sepak bola negara itu tidak melakukannya,” pungkas Simon McMenemy.

Simon McMenemy Kenang Momen Eks Pelatih Vietnam Ogah Jabat Tangannya

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Eks pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy mengenang momennya dahulu ketika menangani Filipina. Saat itu, dia sempat ditolak untuk berjabat tangan dengan eks pelatih Vietnam, Henrique Calisto.

Nama Simon McMenemy memang mulai dikenal oleh publik Asia Tenggara usai Piala AFF 2010 silam. Dia secara mengejutkan membawa Filipina menembus semifinal kala itu.

Nah, pada fase grup Filipina jua menunjukkan sengatannya. Bertanding di depan puluhan ribu suporter Vietnam, Filipina di bawahnya malah berhasil menang. Gol dari Christipher Greatwich dan Phil Younghusband tak mampu dibalas sebiji gol-pun oleh Vietnam.

Usai laga, Simon mencoba untuk menjabat tangan Henrique Calisto. Tapi ditolak mentah-mentah oleh pelatih asal Portugal itu.

“Jika Anda seorang pemain sepak bola, silakan bergabung dengan tantangan memposting foto sepakbola. Hanya satu gambar, tidak ada deskripsi. Harap salin teks dalam status Anda, poskan gambar dan lihat beberapa kenangan / gambar hebat,” tulis Simon di akun Twitter sambil mengunggah foto dengan Calisto.

Saat itu, Calisto memang sangat kecewa dengan gaya yang diterapkan Simon McMenemy bersama Filipina. “Saya malas, karena gaya sepak bola Filipina negatif, ini membunuh sepak bola!,” kata Calisto kala itu dikutip dari Zing.vn.

Simon McMenemy Kenang Momen Eks Pelatih Vietnam Ogah Jabat Tangannya
The Argus

Memimpin Filipina mengalahkan Vietnam untuk memenangkan tiket ke semifinal Piala AFF 2010 adalah salah satu kenangan indah bersama Simon. Kemenangan itu juga termasuk dalam daftar “10 kisah sepak bola 2010” majalah Sports Illustrated. Namun, Filipina tidak bisa mengatasi Indonesia tahun itu dan berhenti di semifinal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kerabat Dekat Bicara Soal Kabar Simon McMenemy Latih Persija

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Kabar Simon McMenemy akan menangani Persija Jakarta musim depan belakangan kian ramai. Kerabat dekatnya, Kombes Sumardji, buka suara soal kabar yang menyebut Simon ke Persija.

Belakangan, teka-teki pelatih anyar Persija Jakarta memang jadi perbincangan. Ada kabar kalau manajemen Macan Kemayoran sudah pasti tak akan menggunakan jasa Edson Tavares lagi untuk musim depan.

Ada dua kandidat yang dilaporkan jadi bidikan Persija untuk menggantikan Tavares, yakni Simon McMenemy dan Jacksen Tiago. Sumardji sendiri belum tahu kabar yang menyebut Simon akan segera menangani Macan Kemayoran.

Yeyen Tumena - Timnas Indonesia - Simon McMenemy - @simonmcmenemy

“Bisa juga. Tapi enggak tahu juga ya. Bener-bener saya tidak tahu. Kalian tanya lah ke coach Simon,” ungkap Sumardji.

Simon sendiri saat ini memang tengah menganggur. Hal itu setelah dia dipecat dari Timnas Indonesia menyusul sejumlah hasil buruk.

Persija jelas bisa jadi kesempatan emas buat Simon untuk menunjukkan lagi tangan dinginnya. Apalagi, Persija cukup aktif di bursa transfer dengan sudah mendatangkan tiga pemain, yakni Alfath Fathier, Otavio Dutra, dan Muhammad Rafli Mursalim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Soal Kabar Edson Tavares Sudah Dipecat, Persija Masih Bungkam

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Persija Jakarta sampai saat ini masih bungkam terkait kabar Edson Tavares tak mendapatkan perpanjangan kontrak. Mereka jua belum mengumumkan siapa sosok pelatih yang akan menangani tim musim depan.

Sebelumnya ramai diberitakan kalau Edson Tavares mengaku sudah resmi tak akan menangani Persija musim depan. Bahkan, dia disebut cuma mendapat kabar tak diperpanjang masa baktinya melalui pesan instan.

Akan tetapi hingga saat ini, pihak manajemen Persija jua masih belum memberikan komentar. Football5Star.com sudah mencoba mengonfirmasi kepada Presiden Persija, Ferry Paulus, tetapi pesannya hanya dibaca saja.

Edson Tavares Media Persija

Tavares sendiri datang ke Persija menggantikan Julio Banuelos. Performa Macan Kemayoran di bawah pelatih asal Brasil itu mengalami perbaikan.

Rapornya bersama Ismed Sofyan cs jua tak buruk. Dari 15 pertandingan, dia membawa Persija memenangkan tujuh laga, tiga imbang, dan lima kekalahan.

Persija belakangan dikaitkan dengan dua nama yang menjadi suksesor Tavares. Mereka adalah Simon McMenemy dan Jacksen F Tiago.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Kejadian Kontroversial Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2019 akan segara berakhir. Sepanjang tahun ini, banyak catatan manis dan pahit perjalanan sepak bola nasional. Baik dari tim nasional hingga perhelatan kompetisi Liga 1.

Jika di 2018 lalu, publik sepak bola nasional dikejutkan dengan aksi buka-bukaan sejumlah pihak terkait mafia sepak bola hingga terbentuknya satgas Anti Mafia Bola. Maka di tahun ini cerita mengenai sepak terjang mafia bola juga masih menyita perhatian publik.

Yang tidak kalah menarik perhatian publik sepak bola nasional sepanjang tahun ini adalah soal penundaan kick off Liga 1 2019. Selain itu, kekalahan timnas Indonesia dari Malaysia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia hingga ricuh suporter di Stadion Gelora Bung Karno jadi catatan kontroversial sepak bola Indonesia sepanjang tahun ini.

Berikut ulasan Football5star.com, 5 kejadian kontroversial sepak bola nasional sepanjang 2019:

PENUNDAAN KICK OFF LIGA 1 2019

Kick Off Liga 1 2019 sempat mengalami penundaan di awal tahun ini. Pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada April 2019 mengatakan bahwa penundaan tersebut merupakan permintan dari klub peserta. Penundaan itu sendiri terkait situasi politik nasional yang tengah memanas jelang Pilpres 2019.

“Pertama, ini permintaan klub sendiri unguk mengantisipasi, karena kan sudah ada kejadian di mana Persija Jakarta kemarin kan bertanding melawan Ceres Negros,” kata Direktur utama Interm PT LIB, Dirk Soplanit kepada wartawan saat itu.

Best XI Liga 1 - Bali United - PT LIB - RRI
RRI

Sebelumnya kick off Liga 1 2019 dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2019. Nanun kemudian ditunda menjadi 15 Mei 2019.

“Oke laga berjalan, tapi tidak boleh ada penonton. Nah, apakah keadaan-keadaan ini setelah tanggal 8 atau ketika kick-off tanggal 8 itu sudah berbeda ataukah ada yang lain,” ujar Dirk.

Sejumlah klub seperti Persib dan PSIS memang tak mempermasalahkan penundaan ini. Namun kemudian, di perjalanannya sejumlah laga tertunda di Liga 1 2019 membuat klub berang.

Madura United yang sedari awal menolak adanya penundaan kick off Liga 1 2019 meminta pihak PT LIB dan PSSI memperhitungkan plus minus bagi klub terkait penundaan itu. Bahkan mendekati pekan akhir Liga 1 2019, sejumlah pihak sempat pesimistis Liga 1 2019 bakal ditutup pada 22 Desember seperti yang direncanakan.

JOKO DRIYONO DIVONIS 1,5 TAHUN PENJARA

Di tahun ini kasus mafia bola yang sempat buat geger publik di 2018 masih berlanjut ceritanya. Yang jadi sorotan tentu saja divonisnya mantan plt Ketum PSSI Joko Driyono. Ia divonis 1,5 tahun penjara oleh PN Jaksel atas kasus perusakan barang bukti pengaturan skor pada Juli 2019.

“Menjatuhkan hukuman dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Terdakwa tetap ditahan di rumah tahanan negara. Membebankan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,” demikian pernyataan Hakim Ketua.

Satgas Antimafia Bola menetapkan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka kasus pengaturan skor.
antaranews

Sayangnya vonis tersebut menuai kontroversi. Sejumlah pihak tak puas dengan keputusan majelis hakim PN Jaksel. Faktanya memang vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengajukan tuntutan 2 tahun enam bulan penjara kepada Jokdri.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Februari setelah empat kali menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terkait perusakan garis polisi. Dia resmi menjadi tahanan sementara Polda Metro Jaya atas kasus tersebut selama 20 hari sejak 25 Maret 2019.

Selain vonis untuk Jokdri, satgas anti mafia bola jilid II juga kembali digulirkan pada Agustus 2019. Salah satu tugas dari satgas anti mafia bola jilid II ialah merespons laporan dugaan skandal di laga Madura United vs Persib Bandung, serta Kalteng Putera vs Persela.

KEKALAHAN TIMNAS DAN RICUH DI SUGBK

Publik sepak bola Indonesia dibuat sakit hati oleh timnas saat kalah dari musuh lama, Malaysia 2-3 di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada 5 September 2019 di Stadion Gelora Bung Karno.

Sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Beto Goncalves, permainan Indonesia berantakan saat Malaysia mampu menyamakan kedudukan 1-1 lewat Mahamadou Sumareh.

Kembali unggul 2-1 lewat Beto. Malaysia malah mampu membalap dua gol lagi dan membuat publik Indonesia kecewa. Kekalahan ini diperparah dengan kericuhan suporter yang terjadi di Stadion Gelora Bung Karno.

indonesia vs malaysia-suporter
football5star

Kericuhan terjadi di mulai saat adanya pelemparan batu kepada petugas. Petugas keamanan pun membalas aksi tersebut dengan gas air mata. Sejumlah suporter Indonesia bahkan sempat mendatangi tribun suporter Malaysia dan melakukan intimidasi.

Bahkan usai pertandingan juga sempat terjadi kericuhan antar supoter Indonesia dengan pihak kepolisian. Petugas berhasil membuat konsentrasi para suporter berpencar dengan tembakan gas air mata. Sejumlah petugas kepolisian yang lain tampak membentuk barisan di balik perlindungan tameng.

Akibat ricuh suporter ini, ratusan suporter Malaysia yang datang ke GBK sempat tertahan beberapa jam tidak bisa keluar dari stadion, menunggu situasi tenang.

KERICUHAN DI KONGRES PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada 2 November 2019 sempat alami sedikit kericuhan. 11 calon ketua umum menilai ada yang tidak wajar dalam penyelenggaraan kongres. Buntutnya, terjadi pengusiran yang dialami lima calon.

Sebelumnya ada sembilan nama yang maju menjadi calon ketum PSSI yakni Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Rahim Soekasah, Arief Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernard Limbong dan Sarman El-Hakim.

Persib Tanggapi Terpilihnya Iwan Bule Sebagai Ketua Umum PSSI Baru
pssi.org

Namun, langkah mereka tidak berjalan mulus. ‘Ya itu tadi, mereka menilai ada kejanggalan dalam proses pemilihan ketua umum hingga akhirnya mereka mendeklarasikan 10 pernyataan, diantaranya mereka mengatakan PSSI tidak melakukan sosialisasi tata cara pemilihan di kongres.

Bahkan dalam kongres PSS tersebut, lima calon ketum PSSIdiusir Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha. Mereka adalah Vijaya, Fary Djemy Francis, Yesayas Oktavianus, Sarman El-Hakim, dan Aven S. Hinelo. Sedangkan Benny Erwin, meski tidak diusir tetap memilih meninggalkan ruangan.

Meski sempat diwarnai kericuhan, KLB PSSI yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta tersebut menetapkan Mochamad Iriawan sebagai ketum PSSI masa bakti 2019-2023. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meraih 82 suara dari total 85 suara voters.

SIMON MCMENEMY DIPECAT PSSI

Langkah pertama yang dilakukan Iwan Bule begitu mendapat sebagai ketum PSSI yang baru adalah melakukan pemecatan kepada pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy. Eks pelatih Bhayangkara FC itu dipecat pada 6 November 2019.

“Benar hasil keputusan rapat Exco malam ini, kami mengganti Simon McMenemy,” kata Iwan Bule. Pemecatan Simon ini memang sudah diprediksi oleh banyak pihak.

Sudah Disiapkan Tiket ke Malaysia, Simon McMenemy Malah Menghilang
pssi.org

Sosok Simon diangap gagal melatih timnas Indonesia. Kekalahan dari Malaysia membuat publik begitu berang dengan mantan pelatih Filipina tersebut.

Teriakan “Simon Out” pertama terdengar saat Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-3 kontra Thailand di Stadion GBK pada awal September dan semakin menjadi-jadi ketika Timnas Indonesia kembali tampil di kandang kala menjamu Vietnam pada medio Oktober.

PSSI sendiri saat ini sudah menetapkan pengganti Simon adalah mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 Shin Tae-yong. Tae-yong dikontrak PSSI selama 4 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Daftar Prestasi Pelatih Asing Timnas Indonesia dari Masa ke Masa

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Timnas Indonesia bakal kembali diasuh oleh pelatih asing, yakni Shin Tae-yong. Pelatih asal Korsel itu jadi juru taktik import ke-19 yang pernah menangani Indonesia sejak tahun 1934.

Setelah gagal total bersama Simon McMenemy, Indonesia tampaknya tak kapok menggunakan jasa pelatih luar negeri. Meski memang, faktanya pelatih asing tak menjadi jaminan prestasi datang secara kilat buat Timnas Indonesia.

Luis Milla-pun yang menangani Indonesia periode 2017-2018, hanya mampu meloloskan Indonesia ke babak perempat final Asian Games 2018. Dia jua hanya membawa Timnas U-23 Indonesia raih medali perunggu di SEA Games 2017.

Shin Tae-yong

Shin Tae-yong sendiri merupakan pelatih asing perdana dari Korsel. Indonesia rata-rata dalam sejarahnya sering mengontrak pelatih yang berasal dari Eropa.

Berikut Daftar Prestasi Pelatih Asing Timnas Indonesia:

  • Johannes Mastenbroek (1934-1938): Babak awal Piala Dunia 1938, medali perak Far Eastern Championship Games 1934
  • Choo Seng Quee (1951-1953) perempat final Asian Games 1951
  • Antun Pogacnik (1954-1963): Tempat keempat Asian Games 1954, perempat final Olimpiade Musim Panas 1956, Runner-up Pestabola Merdeka 1957, tempat ketiga Pestabola Merdeka 1960, 1960, juara Pestabola Merdeka 1961 dan 1962.
  • Wiel Coerver (1975-1976): Juara ketiga Jakarta Anniversary Tournament 1976
  • Frans van Balkom (1978-1979): Medali Perak SEA games 1979
  • Marek Janota (1979-1980): Runner-up Korea Cup 1980
  • Bernd Fischer (1980-1981): Medali Perunggu SEA Games 1981
  • Anatoli Polosin (1987-1991): Runner-up Piala Merdeka 1988, Medali perunggu SEA Games 1981, Medali Emas SEA Games 1991.
  • Ivan Toplak (1991-1993): Tempat keempat SEA Games 1993
  • Romane Matte (1993-1996): babak grup SEA Games 1995
  • Henk Wullems (1996-1997): Runner-up SEA Games 1997
  • Bernhard Schumm (1999): Medali Perunggu SEA Games 1999
  • Ivan Kolev (2002-2004, 2007): Runner-up Piala AFF 2002, babak grup Piala Asia 2007
  • Alfred Riedl (2010-2011, 2013-2014, 2016): Runner-up Piala AFF 2010, babak grup Piala AFF 2014, Runner-up Piala AFF 2016.
  • Wilhelmus Rijsbergen (2011-2012): –
  • Jacksen F. Tiago (2013): –
  • Pieter Huistra (2015): –
  • Luis Milla (2017-2018): perempat final Asian Games 2018, Peringkat ketiga SEA Games 2019

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Timnas Korea Selatan Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Indonesia?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – PSSI nampaknya sudah selangkah lagi akan menunjuk mantan pelatih timnas Korea Selatan, Shin Tae-yong sebagai pengganti Simon McMenemy. Kedua pihak sudah melakukan pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa saat sebelum laga timnas Indonesia vs Malaysia pada, Selasa (19/11),

Dalam pertemuan itu, Shin bersama tim kepelatihannya diminta untuk mempresentasikan program yang mereka tawarkan untuk timnas Indonesia. Pelatih 50 tahun itu pun mengaku cukup terkesan dengan respon yang diberikan oleh PSSI dan atmosfer sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

“Bagi saya ini adalah sebuah tantangan. Saya tahu atmosfer sepak bola Indonesia sangat luar biasa dengan suporter yang fanatik. Saya juga melihat, pengurus federasi memiliki semangat yang kuat untuk membangun sepak bola Indonesia ke level yang tinggi,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi PSSI.

Shin Tae-yong - PSSI - Simon McMenemy - Timnas Indonesia - pssi. org
pssi.org

Ketua Umum PSSI, Mohammad Iriawan pun mengaku cukup terkesan dengan presentasi yang dilakukan oleh Shin. Ia pun mengakui kalau Shin merupakan pelatih kelas dunia yang bisa membawa sepak bola Indonesia melangkah ke arah yang lebih baik.

“Timnas Indonesia membutuhkan pelatih yang handal. Shin Tae-yong salah satu pelatih yang memiliki prestasi dunia. Tentu kita akan mempelajari presentasi programnya. Keputusan akan diambil secara faktual dan obyektif melalui rapat exco,” kata Iriawan.

Saat ini, Skuat Garuda memang tak memiliki pelatih tetap setelah memecat Simon McMenemy. Caretaker, Yeyen Tumena pun gagal mempersembahkan kemenangan setelah Indonesia takluk di markas Malaysia pada Selasa (19/11) malam WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Bakal Bayar Kompensasi Simon McMenemy Lunas Tanpa Dicicil

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Ketum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, menyatakan tak keberatan dengan kompensasi Simon McMenemy. Bahkan, pihaknya akan membayar lunas kompensasi itu bukan dengan cara dicicil.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI resmi bakal mencopot jabatan Simon McMenemy dari Timnas Indonesia usai melawan Malaysia, 19 November mendatang. Serangkaian hasil minor Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadi faktor semua kekecewaan suporter.

Luis Milla dan Shin Tae-yong digadang-gadang menjadi suksesor Simon. Tapi, sebelum menunjuk pelatih anyar, PSSI sendiri dituntut untuk membayar kompensasi Simon yang ternyata menyentuh Rp 3,9 miliar.

Umuh: Iwan Bule Bisa Memajukan Sepakbola Indonesia Jika Pimpin PSSI

“Engga masalah (soal kompensasi Simon). Kami akan baar langsung, kalau pelatih baru datang dan kita selesai kita langsung bayar, jangan enggak dibayar harus dibayar kita komitmen pada mereka,” ungkap Iwan Bule kepada wartawan.

Iwan Bule juga bicara soal Simon McMenemy yang mengambek. Dia dilaporkan ogah menangani Indonesia saat melawan Malaysia dan posisinya digantikan Yeyen Tumena sebagai karteker.

“Simon sudah enggak mau. Sudah enggak enak katanya. Malah kami sudah sampaikan, tetap enggak mau juga ya mudah-mudahan dengan Yeyen kami bisa menang,” pungkas Iwan Bule.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy Ngambek, Iwan Bule Bereaksi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Ketum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, buka suara soal Simon McMenemy yang mengambek tak mau mendampingi Timnas Indonesia saat melawan Malaysia, Selasa (19/11). Dia mengaku pasrah sudah tak bisa membujuk Simon.

Sebenarnya Simon sempat dianggap Iwan Bule mau mendampingi Indonesia di Malaysia. Bahkan, dia dibelikan tiket untuk terbang ke Kuala Lumpur. Tapi, beberapa hari sebelum pertandingan, PSSI mengumumkan menunjuk Yeyen Tumena sebagai karteker Timnas Indonesia.

Iwan Bule mengaku tak masalah Simon McMenemy tak mau mendampingi Indonesia. Dia yakin, Yeyen Tumena juga memiliki kapasitas yang bagus untuk menangani Skuat Garuda untuk sementara.

Simon McMenemy PSSI

“Enggak masalah. Simon sudah bicara dengan saya, saya kasih kesempatan Simon sampe akhir pertandingan lawan Malaysia. Kalau pelatih Yeyen enggak ada masalah. Saya sudah ketemu Yeyen strateginya sudah disampaikan kepada saya,” bilang Iwan Bule.

Sekretaris Lemhanas itu mengakui kalau Simon McMenemy mungkin sudah tak punya gairah untuk menangani Indonesia. Pengumuman pemecatan sebelum pertandingan menjadi dasar keputusan pelatih asal Skotlandia itu.

“Simon enggak mau, sudah enggak enak katanya malah kita sampaikan, tapi tetap enggak mau juga ya mudah-mudahan dengan Yeyen kita bisa menang,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Umumkan Sosok Pengganti Simon McMenemy

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – PSSI akhirnya sudah menunjuk satu sosok yang akan menggantikan posisi Simon McMenemy di partai melawan Malaysia. Sosok tersebut adalah, asisten pelatih timnas Indonesia, Yeyen Tumena.

Hal ini pun sudah dipastikan oleh wakil ketua umum PSSI, Cucu Soemantri. Ia mengatakan bahwa Yeyen akan menggantikan posisi McMenemy di pinggir lapangan serta di sesi jumpa pers sebelum dan setelah pertandingan.

“Jadi Yeyen Tumena akan ikut pada sesi pre match dan post match press conference pertandingan,” tegas Cucu Soemantri seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi PSSI.

Yeyen Tumena - Timnas Indonesia - Simon McMenemy - pssi. org
pssi.org

Meskipun tak akan menemani Stefano Lilipaly cs di atas lapangan, Simon McMenemy tetap akan hadir di Stadion Bukit Jalil. Ia pun dikabarkan sudah berada di Malaysia semenjak Rabu (13/11) lalu. Namun, ia hanya akan hadir dengan kapasitas penonton dan membantu supervisi.

Timnas Indonesia sendiri sudah tiba di Malaysia dari beberapa hari yang lalu. Mereka pun sempat melakoni partai ujicoba melawan tim PKNS U-21. Dalam laga yang berlangsung di Lapangan PKNS, Petaling Jaya itu, timnas Indonesia mampu meraih kemenangan dengan skor meyakinkan, 3-0.

Sementara itu, Malaysia memiliki modal yang lebih meyakinkan jelang partai melawan skuat Garuda. Pada Kamis (14/11) lalu, mereka sukses memetik kemenangan ketika menjamu tim tangguh, Thailand dengan skor 2-1.

Kemenangan ini pun membuat Malaysia sukses menyamai perolehan poin dari Uni Emirat Arab. Kedua tim saat ini sudah berhasil mengoleksi enam poin hasil dua kemenangan dari empat partai.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon Akhirnya Dampingi Timnas Indonesia Saat Uji Tanding Lawan PKNS

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Simon McMenemy akhirnya mendampingi Timnas Indonesia saat uji coba melawan PKNS di Lapangan PKNS, Petaling Jaya, Kamis (14/11). Dia disebut sudah datang pada Rabu (13/11) malam meski sempat dikabarkan menghilang.

Seperti diketahui, Simon McMenemy sempat dikabarkan batal mendampingi Timnas Indonesia di Malaysia. Dalam latihan perdana di Malaysia, Indonesia juga baru didampingi oleh asisten pelatih, termasuk Yeyen Tumena dan Joko Susilo.

Dalam rilis PSSI, Simon sendiri sudah ikut kegiatan tim mulai dari sarapan sampai mendampingi tim uji coba. Dia duduk di bangku cadangan dan memakai baju latihan.

Timnas INdonesia pssi

Timnas Indonesia sendiri menang 3-0 saat uji coba melawan PKNS. Gol dicetak oleh Septian David Maulana dan brace Lerby Eliandry.

“Dari komposisi yang ada kita melihat ketajaman, yang belum banyak kita lihat. Bagaimana ketika menang bola, lebih tajam memberikan tekanan di daerah lawan,” ungkap Yeyen Tumena.

Uji coba itu, tim pelatih ingin melihat bagaimana chemistry yang terjalin antarpemain. Karena tak semua pemain bersama sehingga perlu untuk bermain dan berinteraksi ketika dalam pertandingan.

“Kemudian kami coba rotasi, kemungkinan-kemungkinan di posisi mana. Ketika ada masalah saat pertandingan. Dari latihan selanjutnya kami akan lihat komposisi apa yang cocok ketika butuh poin melawan Malaysia,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy Disebut Akan Datang ke Laga Malaysia vs Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Laga tersebut akan digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada Selasa (19/11/2019) mendatang.

Akan tetapi, Timnas Indonesia kemungkinan besar tak akan didampingi oleh pelatih kepala Simon McMenemy pada laga tersebut. Pasalnya, hingga hari ini, Simon tak menunjukkan itikad bahwa ia akan mendampingi tim.

Sebelumnya, Simon McMenemy sudah dipastikan akan dipecat setelah laga kontra Malaysia nanti. Hal itu nampaknya yang membuat Simon tak ingin lagi mendampingi Timnas Indonesia.

Meski demikian, Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo menyebutkan bahwa pihaknya mendapat informasi Simon McMenemy akan datang ke pertandingan kontra Malaysia nanti.

“Infornya yang saya dapat dia mau datang saat pertandingan,” ujar Gatot Widakdo, seperti dikutip Football5Star.com dari Antara.

Namun, PSSI belum mengkonfirmasi lebih lanjut apakah pelatih asal Skotlandia tersebut akan mendampingi tim atau tidak. Pihak PSSI hanya berharap agar McMenemy mau mendampingi tim.

“Kami berharap dia mendampingi tim,” tutur Gatot.

PSSI sendiri telah mengumumkan pemecatan McMenemy beberapa waktu lalu. Namun, mereka tak menjelaskan secara rinci alasan mengapa pelatih asal Skotlandia tersebut dipecat. Kemungkinan besar, buruknya performa Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadi alasan utama.

Sebelumnya, Gatot Widakdo juga mengatakan pihaknya tak mengetahui keberadaan dari McMenemy. Padahal, PSSI telah menyiapkan tiket untuk dirinya berangkat ke Malaysia. Tiket tersebut pun akhirnya hangus.

Akan tetapi, PSSI berkata bahwa Simon McMenemy tetap didaftarkan sebagai pelatih kepala untuk pertandingan melawan Malaysia nanti.

“Belum tahu dia di mana. Pastinya dia didaftarkan untuk pertandingan melawan Malaysia,” kata Gatot Widakdo, seperti dikutip Football5Star.com dari Antara.

“Namun, ketika tim akan berangkat ke Kuala Lumpur, tiba-tiba Simon tidak datang. Tiketnya yang sudah kami siapkan hangus,” tutur Gatot lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sudah Disiapkan Tiket ke Malaysia, Simon McMenemy Malah Menghilang

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia nampaknya dipastikan tak akan didampingi pelatih Simon McMenemy untuk melawan Malaysia.

Timnas Indonesia sendiri akan menghadapi tuan rumah Malaysia pada laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada 19 November mendatang.

Akan tetapi, kemungkinan besar Timnas Indonesia tak akan didampingi pelatih kepala Simon McMenemy. Hal tersebut menyusul dari pernyataan PSSI yang akan memecat Simon setelah laga kontra Malaysia. Keputusan PSSI itu nampaknya membuat Simon McMenemy tersinggung.

Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo bahkan mengatakan pihaknya tak mengetahui keberadaan dari McMenemy. Padahal, PSSI telah menyiapkan tiket untuk dirinya berangkat ke Malaysia. Tiket tersebut pun akhirnya hangus.

Akan tetapi, PSSI berkata bahwa Simon McMenemy tetap didaftarkan sebagai pelatih kepala untuk pertandingan melawan Malaysia nanti.

“Belum tahu dia di mana. Pastinya dia didaftarkan untuk pertandingan melawan Malaysia,” kata Gatot Widakdo, seperti dikutip Football5Star.com dari Antara.

“Namun, ketika tim akan berangkat ke Kuala Lumpur, tiba-tiba Simon tidak datang. Tiketnya yang sudah kami siapkan hangus,” tutur Gatot lagi.

PSSI sendiri telah mengumumkan pemecatan McMenemy beberapa waktu lalu. Namun, mereka tak menjelaskan secara rinci alasan mengapa pelatih asal Skotlandia tersebut dipecat. Kemungkinan besar, buruknya performa Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadi alasan utama.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jelang Malaysia vs Indonesia, Simon McMenemy Belum Jua Mendampingi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Simon McMenemy belum juga mendampingi Timnas jelang laga Malaysia vs Indonesia. Pada latihan perdana di Lapangan PKNS, Petaling Jaya, Malaysia pada Selasa (12/11) sore, Timnas Indonesia cuma didampingi oleh asisten pelatih, Yeyen Tumena dengan dibantu Joko Susilo dan Alan Haviluddin.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia memang sudah tak lagi akan memakai jasa Simon McMenemy. Dia akan digantikan oleh salah satu dari dua kandidat, yakni Luis Milla dan Shin Tae-yong. Simon sempat dilaporkan ogah mendampingi timnas dalam laga Malaysia vs Indonesia di Bukit Jalil.

Akan tetapi, belakangan kabar itu dibantah oleh Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, yang sudah berbincang dengan Simon. Meski begitu, dalam laman resmi PSSI tertulis kalau dalam latihan perdana, Timnas Indonesia baru didampingi tiga asisten pelatihnya saja.

Dua Pelatih Ini Gantikan Simon McMenemy untuk Lawan Malaysia

“Kami langsung menggelar latihan begitu tiba di Malaysia. Materi latihan tadi adalah recovery training, kemudian taktik bagaimana bertahan,” kata Yeyen Tumena dalam laman resmi PSSI.

Timnas Indonesia datang lebih awal, sebagai persiapan melawan Malaysia pada laga lanjutan babak kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Duel dua tim ini akan berlangsung pada 19 November mendatang di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

“Secara keseluruhan kondisi pemain tidak ada masalah. Kami masih punya waktu cukup untuk menjaga kondisi semua pemain. Besok kami juga kembali menggelar latihan dengan variasi menu latihan yang lain,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy Tak Pernah Salahkan Pemain Saat Timnas Terpuruk

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Simon McMenemy dianggap tak pernah menyalahkan pemainnya saat Timnas Indonesia terpuruk. Hal itu diungkapkan salah satu pemain Indonesia, Lerby Eliandry, yang mengaku cukup menyayangkan pemecatan Simon McMenemy.

Seperti diketahui, PSSI memang sudah memutuskan untuk mencopot Simon dari jabatan pelatih Timnas Indonesia. Hal itu menyusul serangkaian hasil buruk Skuad Garuda di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Akan tetapi, pelatih asal Skotlandia itu baru akan dicopot usai Indonesia menghadapi Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Dia diharapkan bisa menjadikan laga melawan Malaysia sebagai perpisahan manis Simon dengan Timnas Indonesia.

Lerby Eliandry Borneo FC

“Kalau saya pribadi, coach Simon ini orangnya baik sekali. Pendekatannya bagus dan tidak pernah menyalahkan pemain,” ungkap Lerby Eliandry kepada wartawan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (11/11).

Dia menyebut kalau mungkin belum rezekinya Simon di Timnas INdonesia. Penyerang Borneo FC itu juga menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI soal sosok pelatih baru Indonesia selanjutnya.

“Mungkin ini belum rezekinya coach Simon McMenemy. Soal pergantian pelatih, semuanya tergantung PSSI yang menilai. Kalau pemain kan hanya mengikuti saja,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]