Pecat Slaven Bilic, West Brom Tunjuk Sam Allardyce Sebagai Pengganti

gamespool
Pecat Slaven Bilic, West Brom Tunjuk Sam Allardyce Sebagai Pengganti 4

Football5star.com, Indonesia – Klub papan bawah Liga Inggris, West Brom, resmi menunjuk manajer kawakan, Sam Allardyce, pada Rabu (16/12) malam WIB. Allardyce ditunjuk manajemen The Baggies beberapa jam setelah mereka memecat Slaven Bilic.

Keputusan West Borm untuk memberhentikan Bilic merupakan sesuatu yang cukup mengejutkan. Pasalnya, The Baggies berhasil membawa pulang satu poin dari markas Manchester City pada Rabu (16/12) dinihari WIB.

Akan tetapi, tambahan satu poin tersebut gagal membawa West Brom keluar dari zona degradasi. Mereka saat ini masih terjebak di peringkat 19 klasemen Liga Inggris dengan perolehan tujuh poin.

Sam Allardyce - West Brom - Slaven Bilic - Reuters
Reuters

Buruknya performa West Brom menjadi penyebab diberhentikannya Slaven Bilic. Mereka memutuskan menunjuk Allardyce sebagai pengganti karena ia memiliki rekor gemilang bersama tim-tim papan bawah.

“Sam Allardyce merupakan sosok dengan pengalaman berharga di kasta teratas Liga Inggris. Hal itu dibuktikan dengan gemilangnya rekor yang ia miliki,” ujar direktur West Brom, Luke Dowling, dikutip dari laman resmi klub.

“Allardyce percaya kalau kami memiliki kualitas pemain yang cukup mumpuni agar bisa tetap bermain di kasta teratas Liga Inggris musim depan,” sambung Dowling.

Sebelum ditunjuk The Baggies, Allardyce sempat menganggur selama dua tahun. Everton merupakan klub terakhir yang diasuh Everton pada 2018 lalu.

Sebelum menangani Everton, Allardyce memang dikenal sebagai pelatih yang kerap mengasuh tim-tim medioker Liga Inggris. Pelatih berumur 66 tahun itu tercatat sempat menjadi juru taktik Bolton Wanderers, West Ham United, Sunderland dan Crystal Palace.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola Top Jebolan Akademi Hajduk Split

gamespool
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola Top Jebolan Akademi Hajduk Split 12

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia hari ini (20/10/20) akan berhadapan dengan Hajduk Split U-19. Split sendiri merupakan tim raksasa Kroasia selain Dinamo Zagreb dan sama seperti Zagreb, Split juga banyak melahirkan pemain-pemain hebat sejak dulu.

Banyak sekali pemain Split yang tentu saja pernah bermain di tim U-19 dan setelah itu berprestasi di klub raksasa Eropa. Dari semua pemain aktif atau non aktif hebat dari akademi Split, Football5Star.com merangkum lima diantaranya, berikut daftarnya:

Ivan Perisic

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pesepak Bola Top Jebolan Akademi Hajduk Split
tumblr

Mungkin pemain terbaik jebolan Hajduk Split saat ini, Ivan Perisic bermain di akademi Split selama 6 tahun (2000-2006). Namun dia tak pernah memperkuat tim utama, dalam laga resmi. Dia hanya bermain satu kali bersama tim utama saat laga persahabatan pada musim panas 2006.

Setelag laga itu, Perisic langsung mendapat tawaran dari dua klub Eropa Barat, Anderlecht, dan Sochaux. Split saat itu tak mau kehilangan Perisic, bahkan sampai menawari gaji besar yang bahkan hampir menyamai gaji pemain bintang Split kala itu, Niko Kranjcar. Namun pelatih Sochaux, Alain Perrin, sampai datang ke Split untuk menemui Perisic, dan akhirnya sang pemain memutuskan untuk pindah ke tim asal Prancis itu.

Kini Ivan Perisic bermain di Inter Milan setelah musim sebelumnya meraih treble bersama Bayern Munich.

Mario Pasalic

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pesepak Bola Top Jebolan Akademi Hajduk Split
Mirror

Bermain di Hajduk Split sejak usia 11 tahun, Mario Pasalic masuk ke tim utama pada 2012 dan sudah menjadi starter pada musim 2013-14. Performa luar biasanya langsung membuat Chelsea merekrutnya. Namun Pasalic terus menerus dipinjamkan ke 4 klub dan 4 negara yang berbeda tanpa bermain sekalipun untuk Chelsea.

Barulah kariernya melonjak saat Pasalic dipinjamkan ke Atalanta pada 2018. Dia merupakan bagian dari skuad yang membawa La Dea masuk ke Liga Champions dua musim beruntun. Atas performanya, Atalanta akhirnya memutuskan untuk merekrutnya secara permanen musim panas lalu.

Nikola Kalinic

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pesepak Bola Top Jebolan Akademi Hajduk Split
Croatian Sports

Nikola Kalinic bermain di akademi Hajduk Split sejak usia 10 tahun. Dia memulai debutnya di tim utama di 2005 pada usia 17 tahun. Namun setelah itu dia dipinjamkan ke dua klub yang berbeda untuk mendapatkan jam terbang. Kalinic kembali ke Split dan langsung meledak dalam dua musim sebelum pindah ke Blackburn Rovers.

Karier terbaik Kalinic datang pada 2015 saat dia memperkuat Fiorentina dimana dia mencetak 33 gol dalam 2 musim. Performanya itu membuat AC Milan merekutnya. Namun setelah itu performanya menurun drastis, bersama Rossoneri dia hanya mencetak 6 gol dari total 41 laga di semua kompetisi.

Kariernya semakin berantakan ketika dia dipulangkan dari skuad Piala Dunia 2018 karena menolak untuk bermain menjadi pemain pengganti. Kalinic masih beruntung karena dia masih bisa bermain di dua klub raksasa setelah itu, Atletico Madrid dan AS Roma, tapi sayang dia menyianyiakan kesempatan itu. Saat ini Kalinic bermain di Hellas Verona.

Slaven Bilic

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pesepak Bola Top Jebolan Akademi Hajduk Split
The Athletic

Ya, pelatih West Bromwich Albion saat ini, Slaven Bilic merupakan jebolan dan bahkan legenda Hajduk Split. Dia bermain di Split sejak usia 9 tahun dan memulai debutnya pada usia 20 tahun di 1988.

Dia bermain selama 5 musim saat masa transisi dari Liga Yugoslavia menjadi Liga Kroasia dan memenangkan total 5 gelar sebelum pindah ke klub Jerman, Karlsruher. Bilic lalu kembali ke Split pada 1999 dan mengakhiri kariernya di sana pada tahun 2000 dan langsung diangkat menjadi pelatih Split pada tahun depannya.

Slaven Bilic juga merupakan bagian dari skuad Kroasia yang berhasil meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 1998.

Igor Tudor

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pesepak Bola Top Jebolan Akademi Hajduk Split

Mantan pemain Juventus, Igor Tudor, memulai karier profesionalnya di Split pada tahun 1995. Pada usia 20 tahun, Tudor sudah dipanggil ke timnas Kroasia di Piala Dunia 1998. Barulah setelah itu dia pindah ke Juventus.

Tudor bermain di Juve selama 9 tahun (2 tahun dipinjamkan ke Siena) dan memenangkan hampir segalanya dengan mencatatkan 174 penampilan. Namun sayang cedera pergelangan kakinya membuat dia hampir pensiun pada 2007. Namun, dia memutuskan untuk kembali ke Split dan bermain 8 laga selama musim 2007-08. Namun dia akhirnya menyerah karena cederanya dan akhirnya memutuskan untuk pensiun dini di usia 30 tahun.

Igor Tudor saat ini menjadi asisten pelatih Andrea Pirlo di Juventus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mantan Manajer West Ham Tertarik Melatih Celtic

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan manajer West Ham, Slaven Bilic, mengaku berminat menjadi manajer klub asal Skotlandia, Celtic. Manajer asal Kroasia itu saat ini sedang tidak menangani klub manapun.

Celtic saat ini ditangani oleh manajer sementara, Neil Lennon, yang diangkat setelah Brendan Rodgers mengundurkan diri pada bulan Februari. Lennon dikabarkan tidak ingin mempermanenkan statsusnya.

Slaven Bilic The National Celtic
thenational.ae

Menurut Football Scotland dikutip Football5star.com, Bilic yang sempat memperkuat timnas Kroasia di Piala Eropa 1996 dan Piala Dunia 1998 ini berminat menukangi klub yang berjuluk The Bhoys ini.

“Slaven sangat tertarik dengan pekerjaan di Celtic. Ini adalah klub besar dengan sejarah dan emosi yang hebat. Dia mengetahui semua tentang sejarah dan basis penggemar Celtic. Energi serta semangat mereka akan menjadi langkah yang baik baginya.”

“Celtic adalah klub yang sangat populer di Kroasia. Skotlandia, Irlandia dan Kroasia sangat mirip dengan populasi dengan ukuran yang sama dan sangat bangga karena memiliki nilai yang sama.” demikian dilansir Football Scotland dari sumber terdekat Bilic.

Bilic terakhir kali menukangi salah satu klub Liga Premier Arab Saudi, Al-Ittihad. Ia mengundurkan diri pada Februari lalu setelah hanya memenangkan tiga pertandingan dari 15 laga yang dijalani. Bilic sebelumnya sempat melatih Besiktas, Lokomotiv Moscow dan klub kota kelahirannya Hajduk Split.

Selama aktif sebagai peman sepak bola, Slaven Bilic, bermain sebagai pemain bertahan. Bilic sempat bermain di Liga Inggris bersama West Ham dan Everton.

Bilic Akui Gelandang Kroasia Lebih Bagus Dari Inggris

Kuis Piala Dunia 2018
Football5star.com, Indonesia – Mantan manajer West Ham United, Slaven Bilic, merasa yakin sektor tengah Kroasia lebih tangguh dari Inggris. Ini menjadi keuntungan bagi Luka Modric dan kawan-kawan ketika menghadapi Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2018.

Menurut Bilic, para gelandang Kroasia memiliki kualitas lebih bagus dari sang calon lawan. Dia yakin, hal tersebut membuat Inggris akan kesulitan dalam partai perebutan tiket final pada Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB.

“Ini akan menjadi ujian berat bagi Inggris karena kualitas yang dimiliki Kroasia di atas lapangan, khususnya di sektor tengah. Inggris tidak bisa menghadapi itu,” ujar pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut.

kroasia-modric-football5tar

“Anda berbicara tentang salah satu pasangan gelandang terbaik di Eropa dan di turnamen tersebut, Luka Modric dan Ivan Rakitic. Kami juga memiliki Mateo Kovacic dan Marcelo Brozinic.”

“Gelandang selalu menjadi kunci bagi semua tim yang berusaha bermain dengan bola. Jika anda ingin bermain, anda harus mengambil keuntungan dari sektor tengah. Kedua tim berusaha tampil dengan cara itu, meskipun Inggris lebih mengandalkan permainan langsung.”

Dia pun menegaskan bahwa para pemain dunia di Kroasia siap berkorban melakukan pekerjaan kotor ketika kehilangan bola. Namun, saat Kroasia menguasai bola, mereka memiliki kemampuan dan kecepatan untuk melukai lawan.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Bilic Jagokan Kroasia Masuk Final Piala Dunia

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih West Ham United, Slaven Bilic, mengaku menjagokan Kroasia untuk melaju ke babak final Piala Dunia 2018. Ia juga mengatakan bahwa Piala Dunia 2018 menjadi ajang pembuktian kualitas Luka Modric dkk di mata dunia.

Kroasia akan mengahapi Inggris di laga semifinal Piala Dunia pada 12 Juli mendatang. Skuat asuhan Zlatko Dalic berhak atas satu tempat di babak 4 besar setelah mengalahkan Rusia melalui drama adu penalti.

“Saya tak bisa bohong. Walaupun saya senang tinggal di Inggris, saya 100% mendukung Kroasia untuk masuk ke babak final pertamanya. Kegagalan mereka di turnamen-turnamen sebelumnya menjadi motivasi utama untuk tampil baik di Piala Dunia,” kata Bilic kepada Daily Mail.

“Para pemain menyadari bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuktikan kualitas mereka. Mereka sekarang ini juga diperkuat banyak pemain berkualitas yang memperkuat klub-klub top Eropa seperti Real Madrid, Barcelona dan Inter Milan. Mereka memiliki semangat yang luar biasa,” lanjut Bilic yang juga pernah memperkuat Kroasia di decade 1990-an.

Timnas Kroasia zimbio
zimbio.com

Dalam perjalanannya, Kroasia berhasil menyingkirkan Denmark dan Rusia. Kedua kemenangan tersebut diraih melalui babak adu penalti. Keberhasilan tersebut membuat Bilic semakin yakin akan kesempatan Ivan Rakitic dkk.

“Saya sebenarnya merasa sedikit takut di pertandingan melawan Denmark. Namun, mereka berhasil menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa.”

 


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Lovren Ingin Diingat Sebagai Bek Terbaik Kroasia

Football5Star.com, Indonesia – Dejan Lovren berhasil mengantar negaranya, Kroasia, melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Keberhasilan itu terasa semakin manis karena timnya hanya kebobolan sekali di fase grup. Hal ini pun membuatnya mendapat banyak pujian berkat kinerja di lini belakang.

Bek andalan Liverpool ini mampu tampil impresif bersama Kroasia sepanjang turnamen. Bahkan duetnya dengan Domagoj Vida di jantung pertahanan membuat Lionel Messi dengan Argentina nya tak berkutik.

Berkat performa menawannya sejauh ini bersama timnas, Lovren pun berharap warga Kroasia bisa mengingatnya sebagai bek terbaik sepanjang masa melebihi dua pendahulunya, Slaven Bilic dan Igor Stimac.

football5star
sport.net

“Bilic dan Stimac mempunyai rekor yang sulit dilampaui karena mampu mencapai semifinal Piala Dunia. Tapi saya ingin mengalahkan mereka. Saya ingin semua orang di Kroasia mengingat nama saya di masa depan, bukan mereka,” kata Lovren seperti dikutip Football5star.com dari The Guardian, Kamis (28/6/2018).

“Mereka sangat berpengaruh di sepak bola Kroasia dan berada di bawah asuhan keduanya merupakan tekanan besar bagi saya karena kami memiliki posisi yang sama,” ia menambahkan.

Di sisi lain, Lovren mengaku skuat Kroasia saat ini jauh lebih baik daripada Euro 2016 lalu. Kendati tidak banyak perubahan dalam tim, keberadaan Zlatko Dalic sebagai pelatih diyakini memiliki pengaruh besar pada perkembangan Kroasia.

“Saya melihat perbedaan antara skuat sekarang dengan Euro 2016 lalu. Pelatih memiliki ide yang luar biasa di tiap laga dan mempercayai pemainnya di lapangan,” tutupnya.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Bilic Sarankan Eriksen Ikuti Cara Pogba

Football5star.com, Indonesia – Mantan manajer West Ham United, Slaven Bilic memberikan alasan mengapa Christian Eriksen tidak menjadi bintang sebesar Paul Pogba. Ia menilai, faktor kepribadian Eriksen menjadi hal utama.

Eriksen merupakan salah satu gelandang yang mampu tampil konsisten di Premier League dalam beberapa musim terakhir. Walaupun mampu tampil apik bersama Tottenham Hotspur, nama Eriksen kerap terlupakan.

Christian Eriksen, Tottenham Hotspur, Real Madrid, Barcelona
London Evening Standard

“Semua klub besar ingin mendatangkan Eriksen. Satu-satunya hal yang membuatnya dia tidak menjadi pemain bintang seperti Paul Pogba adalah kepribadiannya. Ia merupakan sosok yang sangat ramah dan sederhana di luar lapangan. Di zaman sekarang, ia perlu sedikit meniru Pogba dalam hal-hal di luar lapangan,” kata Bilic dikutip dari Football London.

“Saya sempat beberapa kali menghadapinya di Premier League bersama West Ham. Terkadang, ia tak bermain bagus. Namun, sangat sulit untuk mengawalnya. Dia dapat berlari cukup cepat. Dia juga bukan tipe pemain yang akan mendribel bola dan melewati 6 pemain lawan. Ia hanya perlu satu atau dua sentuhan untuk mengalahkan pemain lawan. Dia memiliki kualitas yang sangat baik mengenai ruang di sekelilingnya. Jadi, percuma mengawalnya,” lanjut pria berpaspor Kroasia tersebut.

Mantan pemain Ajax tersebut juga menjadi tumpuan timnas Denmark di ajang Piala Dunia. Kontribusi maksimalnya sejauh ini mampu membuat Denmark meraih 4 poin dari 2 pertandingan di Rusia.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Performa Tim Buruk, Fans West Ham United Lapor Polisi  

Football5Star.com, Indonesia – Buruknya performa West Ham United musim ini ternyata berbuntut panjang. Fans klub London tersebut diberitakan melaporkan kekalahan timnya ke Polisi Essex.

Jengah dengan laporan tersebut, pihak kepolisian pun meminta penggemar The Hammers untuk berhenti menelepon 999. Sebab itu adalah nomor darurat dan bisa mengganggu kinerja polisi di ruang kontrol jika menerima laporan yang konyol tersebut.

Keluhan ini diungkapkan kepolisian Essex melalui akun twitter resmi @EPControlRoom, Minggu kemarin. Mereka berharap para fans West Ham berhenti melakukan itu.

https://twitter.com/EPControlRoom/status/932319286072430592

“Menghubungi 999 karena West Ham kalah lagi, perbuatan yang tidak pantas. Sangat membuang-buang waktu kami. 999 hanya untuk nomor darurat,” tulis mereka di twitter.

Seperti diketahui, West Ham baru menang dua kali dalam 12 pertandingan Liga Inggris musim ini. catatan buruk itu berimbas pada dipecatnya Slaven Bilic dari kursi pelatih.

DavidMoyesWatfordvWestHamUnitedPremierDwiB3Ek2Lv5l
zimbio.com

Terpilihnya David Moyes sebagai suksesor pun belum membuahkan hasil. Akhir pekan lalu, mereka kembali menelan kekalahan di Premier League setelah ditekuk Watford dua gol tanpa balas.

Sepanjang laga, para fans West Ham terus menyuarakan kekecewaan mereka terhadap performa tim. Dan salah satu puncak kekesalan mereka adalah dengan menelepon nomor darurat, 999

Sementara itu, kekalahan ini membuat The Hammers tertahan di zona degradasi. West Ham berada di posisi 18 klasemen dengan 9 poin hasil dari 2 kali menang, 3 imbang, dan tujuh kekalahan.

 

Ian Wright Sarankan Slaven Bilic Istirahat dari Sepak Bola

Football5Star.com, Indonesia – Mantan striker Arsenal, Ian Wright, menyarakan Slaven Bilic perlu istirahat dari sepakbola demi kesehatannya. Hal itu diungkapkan tak lama setelah pelatih asal Kroasia itu didepak dari kursi manajer West Ham United, Senin (6/11/2017).

The Hammers resmi memecat Bilic setelah tim mengalami penurunan performa pada musim ini. Hingga pekan ke-11 Premier League, mereka hanya meraih dua kemenangan dari 11 pertandingan awal Liga Primer Inggris.

Ketika mendengar pemecatan Bilic, Wright mengaku senang. Paman dari Shaun Wright Phillips mengakui bahwa rekannya itu perlu ketenangan setelah tekanan yang ia dapat sepanjang musim ini. Ia pun berharap mantan pelatih Besiktas itu bisa memulihkan kondisi terlebih dulu sebelum kembali melatih.

bilic whufc
whufc.com

“Sebagai teman, saya sebenarnya senang, mengetahui apa yang telah ia alami. Untuk kesehatan, ia perlu istirahat dari itu, karena Anda tidak bisa bekerja di bawah tekanan terus menerus. Bilic punya waktu banyak untuk memikirkan apa yang akan dilakukan.” Ujar Wright kepada BBC, Selasa (7/11/2017).

West Ham tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pengganti Bilic. Mantan bos Manchester United, David Moyes, telah resmi ditunjuk sebagai nahkoda klub yang bermarkas di London Stadium, Selasa (7/11/2017).

Moyes akan dikontrak selama enam bulan. Namun, pihak klub bisa saja memperpanjang masa baktinya andai berhasil membawa West Ham berprestasi musim ini, atau setidaknya berada di papan tengah pada akhir musim.

Slaven Bilic Tidak Sakit Hati Dipecat West Ham United

Football5Star.com, Indonesia – Slaven Bilic mengaku sedih dan kecewa usai kehilangan pekerjaannya sebagai manajer West Ham United. Namun, pria Kroasia itu juga sudah tahu dirinya akan dipecat dalam waktu dekat. Kendati demikian, ia mengaku tidak sakit hati dengan keputusan klub.

Pemecatannya dilakukan kurang dari 24 jam setelah West Ham dibekuk Liverpool 1-4 di London Stadium. West Ham terjun ke zona degradasi karena baru mengumpulkan sembilan poin. The Hammers sudah kalah enam kali dalam 11 pertandingan Premier League musim ini.

“Saya sedih dan kecewa, tapi tidak kepada klub. Sebenarnya saya sudah memperkirakannya. Tapi saya tak sakit hati. Seiring berjalannya waktu, saya yakin akan bangga dengan pekerjaan saya di sini,” kata Bilic kepada Sky Sports, Selasa (6/11/2017).

SlavenBilicWestHamUnitedvTottenhamHotspurCaaVTQfMyZ7l
zimbio.com

Bilic ditunjuk sebagai manajer West Ham pada musim panas 2015. Pada musim pertamanya, dia sukses mengantarkan West Ham finis di peringkat ketujuh dan memecahkan sejumlah rekor klub.

Akan tetapi, pada musim kedua Bilic, performa West Ham menurun. Mereka kesulitan sejak pindah kandang ke London Stadium. Klub tersebut akhirnya cuma finis di posisi ke-11. Dan kesabaran manajeen pun habis musim ini ketika The Hammers berada di zona degradasi

“Kami tak memulai musim ini dengan baik. Ada transisi ke stadion baru dan semua kesulitan yang kami miliki. Manajer adalah orang yang harus menanggung akibatnya. Itu adalah keputusan yang sangat logis,” tutupnya

 

Resmi: David Moyes Manajer Baru West Ham United

Football5Star.com, Indonesia – Selesai sudah pencarian manajer baru West Ham United. Klub asal London itu menjatuhkan pilihan kepada David Moyes. Ia pun secara resmi diperkenalkan The Hammers lewat situs klub, Selasa (7/11/2017). Pelatih asal Skotlandia ini dikontrak hingga akhir musim 2017-2018.

Penunjukkan Moyes hanya berselang satu hari setelah The Hammers memecat Slaven Bilic. Dengan akan berlangsungnya jeda internasional pekan ini manajemen West Ham berharap mantan manajer Manchester United itu mempersiapkan timnya secara matang.

“Saya melihat ke depan untuk bertemu dengan suporter, berada di stadion bersama mereka dan melihatnya tepat di belakang tim dan saya. Kami butuh semua orang bersama di tim. ini adalah pekerjaan besar dan dengan mereka semua, saya yakin bisa mendapat hasil yang bagus,” kata Moyes pada situs resmi klub, Selasa (7/11/2017).

DavidMoyesHullCityvSunderlandPremier4Y9RB2hW 2Pl
zimbio.com

Bagi pemilik West Ham, David Sullivan, penunjukkan Moyes tak lepas dari sosoknya yang sudah berpengalaman di Liga Inggris . Ia percaya bahwa pelatih yang membawa Sunderland terdegradasi musim lalu itu adalah orang yang tepat untuk membangkitkan The Hammers musim ini.

“Moyes berhasil membawa Everton ke jajaran elit klub-klub Inggris. Dengan kualitas yang ia miliki, kami rasa West Ham adalah klub yang akan memberinya platform untuk menampilkan kualitas itu lagi. Dia sangat dihormati dengan ide-ide dan akan membawa antusiasme baru untuk tim,” tegas Sullivan.

 

Mantan Bek West Ham Sindir Slaven Bilic

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek West Ham United, Alvaro Arbeloa, menyindir manajer asal Kroasia Slaven Bilic yang baru saja dipecat The Hammers.

Bilic dipecat oleh West Ham pada Senin (6/11/2017) setelah petinggi klub melakukan pertemuan. Pemecatan ini hanya berselang satu hari setelah West Ham ditaklukkan Liverpool 1-4 di London Stadium. Tampaknya kesabaran manajemen sudah habis karena Bilic tak kunjung meningkatkan performa tim yang kini tercecer di zona degradasi.

Slaven Bilic, Manajer West Ham United (zimbio.com)
Getty Images

Saat ini West Ham menempati peringkat ke-18 klasemen sementara dengan raihan sembilan poin dari 11 pertandingan yang sudah dilakoni, terpaut satu angka dari Bournemouth dan West Bromwich Albion yang persis di atasnya. Javier “Chicharito” Hernandez dan kawan-kawan hanya mendulang dua kemenangan dan mengalami enam kekalahan.

Arbeloa yang tiba West Ham pada 2016 dengan kontrak satu tahun, tapi hanya bermain tiga kali di Liga Inggris, langsung memberikan sindiran kepada Bilic. “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” kata Arbeloa di akun Twitter miliknya.

Tak cuma Bilic yang angkat kaki dari klub London tersebut. Empat asistennya, Nikola Jurcevic, Edin Terzic, Julian Dicks dan Miljenko Rak juga terkena imbas pemecatan.

Rumor yang berkembang menyebutkan bahwa mantan manajer Manchester United, David Moyes, akan menggantikan posisi Bilic. Pelatih yang sukses bersama Everton itu pun tertarik menangani West Ham.

West Ham United Pecat Slaven Bilic

Football5star.com, Indonesia – Berakhirlah kiprah Slaven Bilic sebagai manajer West Ham United. Pria 49 tahun asal Kroasia ini dipecat oleh klub berjulukan The Hammers tersebut pada Senin (6/11/2017) setelah petinggi klub melakukan pertemuan.

Pemecatan ini hanya berselang satu hari setelah West Ham ditaklukkan Liverpool 1-4 di London Stadium. Tampaknya kesabaran manajemen sudah habis karena Bilic tak kunjung meningkatkan performa tim yang kini tercecer di zona degradasi.

Saat ini West Ham menempati peringkat ke-18 klasemen sementara dengan raihan sembilan poin dari 11 pertandingan yang sudah dilakoni, terpaut satu angka dari Bournemouth dan West Bromwich Albion yang persis di atasnya. Javier “Chicharito” Hernandez dkk hanya mendulang dua kemenangan dan mengalami enam kekalahan.

“West Ham United memberikan konfirmasi bahwa Slaven Bilic meninggalkan klub terhitung hari ini,” demikian bunyi pernyataan West Ham melalui situs resmi klub.

Tak cuma Bilic yang angkat kaki dari klub London tersebut. Empat asistennya, Nikola Jurcevic, Edin Terzic, Julian Dicks dan Miljenko Rak juga terkena imbas pemecatan.

“Klub sedang mencari manajer baru untuk menangani West Ham United dan pengumuman suksesor Bilic diharapkan sudah bisa dilakukan beberapa hari ke depan,” demikian tambahnya pernyataan.

Rumor yang berkembang menyebutkan bahwa mantan manajer Manchester United, David Moyes, akan menggantikan posisi Bilic. Pelatih yang sukses bersama Everton itu pun tertarik menangani West Ham.

“Benar bahwa saya tertarik menangani West Ham, tetapi sampai saat ini saya belum berhubungan dengan perwakilan klub,” ujar Moyes dikutip dari Eurosport.

West Ham Bidik David Moyes Jadi Suksesor Slaven Bilic

Football5star.com, Indonesia – West Ham United berencana memecat Slaven Bilic dalam beberapa hari ke depan. Sebuah sumber yang dekat dengan klub berjulukan The Hammers ini mengatakan kepada ESPN FC bahwa David Moyes akan menjadi suksesor.

West Ham baru saja menuai hasil buruk ketika menjamu Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris di London Stadium, Sabtu (4/11/2017). Di hadapan publiknya, West Ham menyerah 1-4 dan ini tampaknya akan menjadi laga terakhir Bilic yang sudah tiga musim membesut klub London tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, masa depan Bilic menjadi pembicaraan setelah West Ham melakukan start yang buruk. Hanya meraih dua kemenangan dan tiga kali imbang dalam 11 laga yang sudah dilakoni membuat mereka terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan sembilan poin, unggul satu atas Swansea City dan Everton yang menghuni zona degradasi.

Menurut sumber tersebut, jajaran petinggi West Ham merasa kini saat yang tepat untuk melakukan perubahan. Diharapkan setelah kompetisi jeda lantaran ada pertandingan internasional, West Ham sudah memiliki manajer baru, yang akan memimpin tim dalam pertandingan berikutnya di kandang Watford pada 19 November.

Soal masa depannya, Bilic tampaknya sudah pasrah. Ini terlihat dari pernyataannya ketika menjawab pertanyaan BT Sport usai kekalahan dari Liverpool.

Slaven Bilic Vs Liverpool (zimbio.com)

“Sulit bagi saya untuk berbicara tentang hal tersebut sekarang. Saya harus berbicara dengan presiden. Kami akan membicarakan soal kekalahan ini,” ujar Bilic.

“Ini bukan pertama kali, ini yang kedua secara berturut-turut di kandang. Ini situasi yang sangat sulit bagiku. Saya selalu yakin dengan diri sendiri.”

Dia kemudian berbicara kepada BBC. Diakuinya, tekanan terhadap dirinya sangat besar setelah rangkaian hasil buruk yang diraih. Hal tersebut membuat situas yang dihadapi semakin sulit dan dia siap menerima apa pun keputusan klub.

Kekalahan pada Sabtu itu adalah yang keenam di London Stadium dan kedua secara beruntun. Sebelumnya, mereka takluk 0-3 ketika menjamu Brighton dua pekan lalu.

Sadar Rawan Dipecat, Bilic Masih Percaya Diri

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Ham United, Slaven Bilic, kehabisan kata-kata dan mengakui kondisinya kini dalam situasi rumit setelah kalah dari Liverpool pada pekan ke-11 Liga Inggris, Minggu (5/11/2017). Bermain di Stadion London, The Hammers kalah dengan skor 1-4.

West Ham vs Liverpool (zimbio.com)
zimbio.com

Kekalahan tersebut membuat Andy Carroll dkk harus puas berada satu tingkat di atas zona degradasi yaitu peringkat ke-17 dengan hanya meraih sembilan poin. West Ham juga hanya menang sekali dalam liga laga terakhir di Liga Inggris.

Kendati sadar posisi rawan untuk dipecat, Bilic masih percaya pada pekerjaannya. Ia juga tidak ragu mengatakan bahwa timnya bermain buruk di laga tersebut dan siap bertanggung jawab atas hal itu.

“Saya tidak tahu. Sulit bagiku untuk membicarakannya sekarang. Tentu saja aku percaya pada diriku sendiri. Saya pasti tidak merasa patah hati. Saya sangat kuat,” ujar Bilic seusai pertandingan, Minggu (5/11/2017).

“Saya percaya pada dedikasi dan pekerjaan saya sebelumnya. Saya tahu nilai saya. Di sisi lain situasi untuk West Ham tidak baik. Klub berada di atas setiap individu dan itu termasuk saya,” imbuh juru taktik asal Kroasia tersebut.

“Apakah kami bermain bagus? Tidak, bukan kami. Akulah yang harus bertanggung jawab,” pasrahnya.

 

Bilic Tegaskan Tak Akan Kabur Dari Tanggung Jawab

Football5star.com, Indonesia – Slaven Bilic, menolak untuk meninggalkan tanggung jawabnya sebagai manajer West Ham United. Pasalnya, klub asal London tersebut mendapatkan serangkaian hasil kurang baik.

Dari sembilan pertandingan yang telah dijalani, mereka hanya meraih masing-masing dua kemenangan dan hasil imbang, serta lima kekalahan. Termasuk di pertandingan terakhir saat Andy Carroll dkk takluk 3-0 di kandang sendiri dari tim promosi, Brighton & Hove Albion, akhir pekan lalu.

West Ham United Vs Brighton & Hove Albion
zimbio.com

Hal itu membuat The Hammers berada di posisi ke-16 klasemen sementara Liga Inggris dengan hanya meraih delapan poin. Menurut Bilic, ia harus terus melanjutkan pekerjaan yang ia cintai. Selain itu, dirinya juga tak mau terpengaruh dengan keputusan Everton yang memecat Ronald Koeman.

“Saya tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah pergi. Saya tidak pernah kabur dari tanggung jawab dalam hidup saya,” kata Bilic dikutip dari Skysports.com, Rabu (25/10/2017).

“Ini adalah pekerjaan dan ini adalah pekerjaan spesial yang saya ingin lakukan di tempat yang saya inginkan. Setelah kampung halaman saya, seperti beberapa tempat lainnya, saya diperlakukan istimewa di sini,” ungkapnya.

“Apakah itu (pemecatan Koeman) membuat saya kehilangan fokus? Tidak. Itu memberi saya lebih banyak lagi semangat. Saya tidak pernah menyerah dalam karir saya. Tidak peduli di mana cara hidup, sebagai orang tua, sebagai teman, sebagai manajer,” pungkasnya.

Selanjutnya, West Ham akan menjalani laga sengit menghadapi rival sekota, Tottenham Hotspur di Piala Liga 2017, Kamis (26/10/2017).

Kalah 0-3, Bilic Siap Bertanggung Jawab

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Ham United, Slaven Bilic, mengaku bertanggung jawab atas hasil buruk timnya ketika menjamu Brighton & Hove Albion, Jumat (20/10/2017) atau Sabtu dini hari WIB. Dia siap menerima apa pun keputusan manajemen The Hammers.

West Ham tak berdaya ketika menjamu tim promosi tersebut dalam lanjutan Premier League di London Stadium. Tim London tersebut kalah 0-3 karena dua gol Glenn Murray dan satu lesakan Jose Izquierdo.

Hasil tersebut membuat West Ham menempati urutan ke-17 klasemen sementara dengan raihan delapan poin dari sembilan laga yang sudah dilakoni. Mereka akan turun ke zona degradasi bila Leicester City mengalahkan Swansea City pada Sabtu malam ini.

“Spekulasi itu sudah muncul sebelumnya. Saya manajer tim ini dan saya tidak ingin menyembunyikan apa pun. Ini tanggung jawabku dan semuanya terserah manajemen,” ujar Bilic usai pertandingan, seperti dikutip dari BBC Sport.

Sejatinya, West Ham mendominasi pertandingan karena unggul penguasaan bola. Namun, penyelesaian akhir menjadi masalah besar karena terbukti West Ham cuma membuat dua tembakan tepat sasaran yang dihasilkan oleh Pedro Obiang dan Manuel Lanzini. Tak heran pendukung West Ham sangat kecewa dan mengecam timnya.

Meskipun sedang dalam periode yang buruk, Bilic tetap yakin mereka bisa bangkit. Manajer yang diangkat pada Juni 2015 ini juga tak lupa meminta maaf kepada fans West Ham karena belum bisa beradaptasi dengan stadion baru.

“Kami sudah pernah berada dalam situasi ini sebelumnya dan kami mampu bangkit,” ujar pelatih berusia 49 tahun itu.

“Saya tidak khawatir. Saya tangguh dan sudah berusaha keras tetapi ketika anda kalah 0-3 di kandang melawan Brighton, saya tidak terkejut dengan apa yang terjadi.”

Bilic: Joe Hart Kurang Dihargai di Inggris

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Ham United, Slaven Bilic, mengaku bingung kenapa kipernya, Joe Hart, selalu mendapat kritikan. Padahal, menurut Bilic, kiper 30 tahun itu tampil cukup baik musim ini.

Hart tampil gemilang saat Timnas Inggris menang 1-0 atas Slovenia. Kemenangan itu memastikan langkah The Three Lions ke Piala Dunia 2018. Meskipun mencatatkan clean sheet, namun penampilan Hart tetap dikritik media-media Inggris.

Menurut Bilic, Hart pantas mendapatkan penghormatan atas kerja kerasnya selama ini. “Saya pikir Anda tidak menghargai Hart, saya melihat pertandingan melawan Slovenia. Dia adalah pemain terbaik,” kata Bilic seperti dilansir Soccerway.

“Tapi Anda (jurnalis) tidak memiliki perasaan itu dari studio, dari komentator, mengatakan itu adalah penalti untuk Slovenia, tapi itu bukan penalti. Jika kiper lain dalam situasi seperti itu, tidak akan ada yang mengatakan bahwa itu adalah sebuah penalti.”

“Apakah Hart menjadi sasaran empuk? Ya. Dia kiper brilian. Dia menahan tembakan, dia ada setiap saat, entah itu di City atau Torino atau West Ham. Dia adalah seorang profesional hebat dan terbaik,” Bilic menambahkan.

West Ham United sendiri kini berada di peringkat 15 Liga Inggris. Akhir pekan ini, Hart dan kawan-kawan bakal tandang ke markas Burnley. Kemenangan jadi harga mati bagi The Hammers guna mendongrak posisi mereka di klasemen.

Carroll Harus Fit Jika Ingin Terus Berseragam West Ham

Football5star.com, Indonesia – West Ham United rupanya tak betah dengan kondisi penyerang mereka, Andy Carroll yang sering berkutat dengen cedera. Menurut manajer mereka, Slaven Bilic, jika penyerang bertubuh tinggi itu ingin disodori proposal perpanjangan kontrak, maka Carroll harus bisa fit.

Pemain berkebangsaan Inggris itu menyisakan dua musim lagi di West Ham. Ia sebelumnya didatangkan dari Liverpool pada 2013 lalu dengan biaya transfer sebesar 17, 5 juta euro. Selama empat musim sejauh ini, ia lebih sering menepi dan total hanya 112 laga yang ia bisa mainkan.

“Andy (Carroll) menyisakan dua tahun tersisa. Secara adil, ia harus tetap fit agar bisa bermain musim ini. Jika kita berbicara tentang kontraknya. Tanda tanya tentang dia adalah kebugarannya, berapa banyak dia tersedia selama musim ini,” ujar Bilic dikutip dari Daily Mail, Jumat (22/9/2017).

“Saya tidak berpikir dia cedera karena ceroboh dan malas, serta berpikir, ‘Saya tidak memiliki kompetisi, saya akan tetap bermain.’ Dia bukan tipikal orang yang lambat karena dia merasa dirinya adalah raja, ” lanjut juru taktik asal Kroasia itu.

Bilic juga menyatakan bahwa Carroll kini harus bersaing merebut tempatnya di lini depan. pasalnya musim ini, The Hammers telah mendatangkan mantan penyerang Manchester United, Javier ‘Chicharito’ Hernandez

“Dia (Carroll) punya pesaing sekarang. Dia pernah mengikuti kompetisi tahun lalu. Sekarang kita memiliki Chicharito karena kami tidak ingin bergantung hanya pada Andy. Setelah mengetahui apa yang terjadi dalam beberapa musim terakhir. Senang bisa berkompetisi,” pungkasnya.

Tottenham Paling Atraktif di Premier League

Football5Star.com, Indonesia – Siapakah tim paling atraktif di Premier League saat ini? Bagi Slaven Bilic, manajer West Ham United, jawabannya mutlak Tottenham Hotspur. Tak hanya itu, menurut pria asal Kroasia tersebut, Spurs bisa saja disebut tim terbaik.

“Bagi saya, mereka adalah tim yang memainkan sepak bola paling atraktif,” aku Bilic seperti dikutip London Evening Standard, Kamis (21/9/2017). “Mereka juga, menurut saya, salah satu kandidat juara musim ini.”

Dalam pandangan manajer berumur 49 tahun tersebut, Spurs punya segala syarat untuk menjadi juara Premier League. Mereka, kata dia, punya pola yang jelas, pemain-pemain dengan kualitas individu sangat baik, punya kecepatan, dan telah bersama-sama selama tiga musim sehingga sangat solid.

“Itulah yang membuat saya berani mengatakan, mereka mungkin tim terbaik. Jika bukan yang terbaik, satu hal yang pasti, mereka adalah yang paling atraktif,” tegas Bilic lagi.

Atas dasar itu, mantan penggawa timnas Kroasia tersebut menilai tim asuhannya, West Ham, akan kesulitan meladeni Tottenham pada akhir pekan ini. Dia menilai timnya harus tampil sempurna jika ingin menuai hasil bagus seperti pada pertemuan terakhir yang berhasil mereka menangi dengan skor 1-0.

“Jika ingin mengulang itu, kami butuh performa komplet. Hanya dengan itulah kami bisa memiliki peluang,” terang dia. “Tentu saja kami ingin mengulang kemenangan itu pada Sabtu nanti. Kami masih ingat betul bagaimana pertandingan pada Mei lalu.”

Bilic Akui Berada di Bawah Tekanan

Football5Star.com, Indonesia – Kemenangan pertama West Ham United musim ini berhasil membuat Slaven Bilic sedikit lega. Hasil 2-0 melawan Huddersfield Town menjadi raihan tiga poin pertama anak asuhnya musim 2017-2018. Kendati demikian, ia mengakui dirinya berada di bawah tekanan.

“Saya sangat senang dengan performa pemain. Ini adalah pertandingan yang sengit dan kami bisa memberi poin penting untuk fans, setelah tiga kekalahan sebelumnya. Harus diakui saya terus berada di bawah tekanan sejak musim ini dimulai,” ujar Bilic kepada Sky Sports, Selasa (12/9/2017).

Pelatih asal Kroasia ini juga menambahkan, dirinya berada di bawah tekanan setelah tiga kekalahan adalah sesuatu yang tidak logis. Namun, baginya hal itu menjadi lumrah di era sepak bola modern seperti sekarang. Sebelumnya, Bilic berujar bahwa kemenangan timnya hanya tinggal menunggu waktu.

Mantan pelatih Besiktas ini juga mengaku kecewa dengan beberapa spekulasi mengenai masa depannya di London Stadium. “Sangat mengecewakan bila membaca berita belakangan ini. Saya mencoba untuk tidak memikirkan hal tersebut karena semua pemain dan staf pelatih selalu mendukung pekerjaan saya,” tambahnya.

Pada pertandingan yang berlangsung pada Selasa (12/9/2017) dini hari WIB, The Hammers berhasil mengalahkan klub promosi, Huddersfield. Dua gol kemenangan tuan rumah dicetak Pedro Obiang dan Andre Ayew di babak kedua. Selain itu, laga ini juga menjadi tanda kembalinya Andy Carroll dari cedera panjang.

Mancini Calon Kuat Pengganti Bilic di West Ham

Football5Star.com, Indonesia – Masa depan Slaven Bilic sebagai pelatih West Ham United yang kian di ujung tanduk membuat banyak spekulasi bertebaran. Kali ini, Roberto Mancini dikabarkan menjadi calon kuat pengganti pria asal Kroasia tersebut.

Menurut Evening Standard, Mancini menjadi favorit bila Bilic dipecat West Ham musim ini. Hingga pekan ketiga Liga Inggris, klub asal London itu terbenam di dasar klasemen tanpa mendualng satu poin pun. Dengan biaya transfer yang besar, pemecatan sepertinya hanya persoalan waktu saja.

Turunnya performa West Ham sejatinya sudah terjadi sejak musim lalu. Di mana mereka menempati peringkat 11 di akhir kompetisi. Padahal musim sebelumnya klub yang kini berkandang di London Stadium berada di posisi ketujuh.

Tengah menganggurnya Mancini semakin mempertegas ketertarikan The Hammers pada pelatih berusia 52 tahun itu sebagai suksesor. Sebelumnya, ia baru saja mengundurkan diri dari Zenit St Petersburg. Padahal dirinya baru menangani klub Rusia itu selama dua bulan.

Liga Inggris bukanlah kompetisi baru bagi Mancio. Saat masih menjadi pemain, ia pernah memperkuat Leicester City di penghujung kariernya. Sedangkan saat melatih, ia sukses mengantar Manchester City meraih gelar Premier League pada musim 2011-2012.

Keberhasilan inilah yang tampaknya menjadi alasan The Hammers ingin mengontraknya. Selain di Inggris, Mancini juga sukses menyabet banyak gelar saat menukangi Inter Milan.

Slaven Bilic Mendapat Kesempatan Satu Pertandingan Lagi

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Ham United, Slaven Bilic, di ambang pemecatan. Rentetan hasil buruk dalam tiga laga perdana Premier League musim 2017-2018 membuat pria asal Kroasia ini mendapat kesempatan terakhir pada laga berikutnya.

West Ham saat ini menghuni dasar klasemen sementara karena selalu kalah dalam tiga laga yang sudah dilakoni. Klub London berjulukan The Hammers ini belum meraih poin, seperti halnya AFC Bournemouth dan Crystal Palace. Tragisnya, West Ham sudah kebobolan 10 gol.

Situasi ini membuat manajemen berang sehingga memberikan ultimatum kepada mantan pelatih timnas Kroasia tersebut. Bilic mendapat kesempatan terakhir ketika West Ham bermain menjamu Huddersfield Town di London Stadium pada bulan depan.

Menurut laporan Mirror, Bilic mengadakan pembicaraan dengan pemilik klub, David Sullivan, pada Senin (28/8/2017). Mereka berdiskusi tentang hasil akhir pekan lalu di mana West Ham kalah telak 0-3 ketika menyambangi markas tim promosi besutan Rafael Benitez, Newcastle United.

Jadwal West Ham pada awal musim ini kurang bersahabat karena mereka harus melakoni tiga laga tandang. Tetapi setelah itu, West Ham akan melakoni tiga pertandingan kandang selama September nanti, dimulai ketika menjamu Huddersfield pada 9 September, kemudian disambangi Tottenham Hotspur dan Swansea City.

Manajemen West Ham dilaporkan sudah mencari alternatif bagi Bilic, yang kontraknya berakhir pada musim ini, selepas kekalahan dari Southampton pada pekan kedua.

Pada bursa transfer musim panas ini, West Ham termasuk klub yang aktif membeli pemain. Mereka menggaet kiper internasional Inggris, Joe Hart, serta mantan striker Manchester United, Javier Hernandez dan gelandang Marko Arnautovic.

Slaven Bilic Ingin West Ham Tambah Satu Pemain Lagi

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Ham United, Slaven Bilic, ingin membeli satu pemain lagi sebelum bursa transfer musim panas ditutup pada 31 Agustus. Bahkan, transfer harus dilakukan secepat mungkin jika ada pemain yang pergi.

West Ham termasuk klub yang cukup aktif selama bursa transfer ini. The Hammers mendatangkan lima pemain baru, termasuk striker Javier Hernandez, bek Pablo Zabaleta dan pemain sayap Marko Arnautovic.

Meskipun demikian, ada kemungkinan Bilic kehilangan Manuel Lanzini. Pemain belakang berusia 24 tahun asal Argentina ini masuk radar Liverpool, sehingga sang manajer harus menyiapkan opsi jika transfer terjadi.

“Kami akan melihat apa yang terjadi pada pekan terakhir jendela transfer. Apakah ada pemain yang pergi atau atau datang,” ujar Bilic kepada wartawan jelang pertandingan Piala Liga Inggris melawan Cheltenham Town, Rabu (23/8/2017).

“Saya senang dengan skuad sekarang. Saya ingin tambahan satu lagi dan setelah itu, jika ada yang meninggalkan kami maka kami harus mengisi lubang tersebut karena kami tidak memiliki skuad yang besar… Kami bahagia tetapi jika ada yang pergi maka kami harus beraksi.”

West Ham mengawali Liga Inggris musim 2017-2018 dengan hasil yang buruk karena mengalami kekalahan dalam dua pertandingan perdana. The Hammers menyerah 0-4 saat menyambangi Old Trafford, markas Manchester United, kemudian kalah 2-3 ketika tandang ke markas Southampton.

Pada pekan ketiga, Sabtu (26/8), West Ham kembali melakoni pertandingan tandang. Kali ini tim London tersebut akan menyambangi markas klub promosi besutan mantan manajer Liverpool Rafael Benitez, Newcastle United.

Meski Kalah, Bilic Apresiasi Anak Asuhnya

Football5star.com, Indonesia – Meski mengalami kekalahan menyakitkan pada pekan kedua Liga Inggris, manajer West Ham United, Slaven Bilic, tetap mengapresiasi permainan anak asuhnya. Bilic mengatakan bahwa penggawanya telah tampil habis-habisan meski hasilnya tidak memuaskan.

Dalam laga itu, The Hammers harus mengakui keunggulan Southampton 3-2 di Stadion St. Marys, Sabtu (19/8/2017). Pemain baru mereka Marko Arnautovic juga harus mendapatkan kartu merah pada babak pertama.

“Semangat tim yang hebat. Karakter kami tidak menyerah, dan menunjukkan kualitas bermain dengan 10 pemain bermain dalam jangka yang lama. Ini sangat sulit, terutama bila anda sedang tertinggal,” ujar Bilic dikutip dari Football365, Sabtu (19/8/2017).

“Kami berbicara pada babak pertama dan mereka menanggapi dengan cara terbaik apa yang kami minta dari mereka. Saya kecewa, tapi kami mendapatkan banyak hal dari laga ini,” lanjut manajer asal Kroasia itu.

Praktis hasil negatif yang didapatkan dari kandang Southampton membuat West Ham belum pernah menang di Liga Inggris musim ini. Sebelumnya, pada pekan pertama mereka juga digulung empat gol tanpa balas oleh Manchester United.

Sedangkan dalam pertandingan melawan Southampton, sebenarnya anak asuh Bilic punya peluang untuk meraih hasil imbang. Namun sayangnya gol dari Charlie Austin pada menit tambahan membuyarkan mimpi mereka.

Penyerang anyar West Ham, Chicharito mencetak dua gol dalam laga itu. Gol tersebut sempat membuat mereka imbang setelah tertinggal dua gol terlebih dahulu di babak pertama oleh Manolo Gabbiadini dan Dusan Tadic.

Chicharito Memang Target Utama West Ham

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Ham United, Slaven Bilic, menyatakan bahwa Javier Hernandez merupakan target utama timnya di bursa transfer musim panas 2017. Chicharito diboyong dari Bayer Leverkusen dengan harga 16 juta pounds, Senin (24/7/2017).

Kepindahan itu menutupi kegagalan perburuan Bilic pada 2015, ketika penyerang asal Meksiko tersebut memutuskan pindah dari Manchester United. Saat itu, Chicharito lebih memilih Leverkusen ketimbang West Ham yang juga mengajukan penawaran.

Bagi Bilic, penolakan itu memang mengecewakan. Namun, kesantunan yang ditunjukkan Chicharito membuat dia terkesan. “Saat pergi ke Leverkusen, dia meminta maaf kepada saya. Kini, saya mendapatkan dia setelah dua tahun. Hernandez adalah sosok penting dalam proyek kami,” ucap Bilic kepada Sky Sports, Kamis (27/7/2017).

“Hernandez adalah pemain fantastis. Dia memiliki banyak pengalaman dan bisa mencetak banyak gol. Dia adalah target nomor satu kami di daftar striker,” ujar juru taktik asal Kroasia itu.

Kontak yang dilakukan pada dua tahun lalu juga mempermudah negosiasi yang dilakukan di bursa transfer kali ini. “Ketika kami tahu dia kemungkinan meninggalkan Leverkusen, saya langsung mengontak dia lagi. Tentu saja kami tak perlu memulai dari nol,” kisah Bilic. “Kami tertawa dan dia berkata, ‘Kita berbincang dua tahun lalu’. Begitulah. Jadi, sangat mungkin itu sangat membantu karena dia sudah tahu kami menginginkan dia.”

Ketajaman Hernandez juga sudah teruji di Inggris ketika berseragam Man. United. Pemain berusia 29 tahun itu membukukan 59 gol dan 20 assist dalam 158 pertandingan bersama Setan Merah.

Joe Hart Datang, Kiper Kedua West Ham Hengkang

Football5star.com, Indonesia – Kedatangan Joe Hart ke West Ham United memberikan bencana bagi kiper kedua mereka, Darren Randolph. Sadar posisinya terancam musim depan, Randolph dikabarkan telah resmi pindah ke klub yang musim lalu terdegradasi ke Divisi Championship, Middlesbrough.

Klub yang bermarkas di Stadion Riverside itu mengkonfirmasi kedatangan Randolph melalui akun Twitter resmi mereka, @Boro. Dalam cuitan pada Sabtu (22/7/2017) waktu Indonesia, mereka mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan West Ham dalam mendapatkan kiper berkepala plontos itu.

Kabarnya, The Hammers memulangkan Randolph saat mengikuti  tur pramusim di Austria. Pihak klub mengambil langkah tersebut untuk memberi diakesempatan menentukan masa depannya. Sebelumnya, pemain berkebangsan Irlandia itu bermain 45 menit saat melawan Fulham di Stadion Sportzentrum, Graz-Weinzodl, Austria, Kamis (20/7/2017).

Randolph menjadi pemain keenam yang didatangkan pelatih Boro, Gary Monk. Sebelumnya, ada Brit Assombalonga yang didatangkan oleh legenda Swansea City itu. Assombalonga menjadi pemain termahal dalam sejarah klub asal midland britania itu seharga 17, 1 juta euro.

Monk memang sedang memperkuat skuat agar bisa mengembalikan Middlesbrough ke premier league musim depan.

Randolph musim lalu bermain 27 kali untuk klub asal kota London itu. Ia harus bergantian dengan kiper utama West Ham, Adrian. Total enam kali tanpa kebobolan musim lalu ia catatkan. Kehadiran Hart membuat posisinya terancam. Kabarnya Pelatih The Hammers, Slaven Bilic, akan memplot kiper yang didatangkan dari Torino itu sebagai kiper utama.

West Ham United Pertimbangkan Posisi Slaven Bilic di Kursi Manajer

Football5star, Indonesia – Manajemen West Ham United sedang mempertimbangkan posisi Slaven Bilic yang kontraknya akan berakhir pada Juni 2018.

Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak antara West Ham dan Bilic sedianya sudah dijadwalkan pada pertengahan musim 2016-17. Namun penurunan performa yang ditunjukkan The Hammers membuat manajemen menunda diskusi mengenai perpanjangan kontrak.

Perjalanan West Ham United pada musim 2016-17 tidak berjalan mulus. London Stadium yang menjadi kandang baru belum kunjung menunjukkan tuah untuk klub.

Selain itu, cedera yang menimpa pemain pilar dan pemain baru yang belum memberikan kontribusi membuat West Ham terseok-seok pada musim 2016-17.

Hal tersebut diperparah dengan masalah Dimitri Payet yang menolak untuk bermain pada pertengahan musim. Kondisi itu membuat pihak klub terpaksa menjualnya kembali ke Marseille pada bursa transfer musim dingin 2017.

Sandungan yang diterima Bilic membuat ia tidak bisa mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki West Ham United. Saat ini, klub kota London tersebut berada di peringkat ke-15 dengan 39 poin.

Secara matematis, The Hammers masih bisa terdegradasi pada akhir musim. West Ham akan menjalani pertandingan berat pada tiga laga terakhirnya di Premier League, yaitu melawan Tottenham Hotspur, Liverpool dan Burnley.

Manajemen West Ham United kabarnya tengah mempertimbangkan Rafael Benitez, Slavisa Jokanovic dan Roberto Mancini sebagai pengganti Slaven Bilic, jika kedua pihak memutuskan untuk mengakhiri kerja sama.

West Ham Menang, Bilic Hancurkan Meja

Football5star.com, Indonesia –  Ada momen ketika manajer West Ham United, Slaven Bilic, marah besar. Pelatih asal Kroasia itu bahkan sampai menghancurkan properti milik klub meskipun West Ham menang atas Swansea City pada pekan ke-32 Liga Inggris 2016-2017, Sabtu (8/4/2017).

Menghadapi tim penghuni zona degradasi, West Ham cuma bisa menang 1-0 lewat gol Cheikhou Kouyate pada menit ke-44. Emosi Bilic pun meledak selepas pertandingan.

Diakui Bilic, dirinya sampai menghancurkan meja di ruang ganti Olympic Stadium. “Kalau memukul meja, baik itu pelan atau kencang, saya melakukannya dengan terencana,” kata Bilic.

“Saya tidak tahu banyak tentang gairah. Terkadang saya tenang, kadang tidak. Begitulah saya,” ucap pria yang dikenal temperamental itu.

Akibat barang, Bilic terpaksa pergi ke toko perabotan IKEA untuk membeli meja baru.

“Kami sampai harus pergi ke IKEA,” ujar eks pilar timnas Kroasia tersebut berseloroh.

Wajar kalau Bilic stres. Pasalnya, West Ham cuma bisa menang satu kali dalam 10 laga terakhir liga.

Berita Bola: Bilic Tak Peduli Rumor Pemecatan

Football5star.com, Indonesia – Manajer West Ham United Slaven Bilic mengaku tak peduli dengan rumor pemecatan. Ia fokus bersama The Hammers di Liga Inggris.

West Ham gagal meraih kemenangan dalam lima laga terakhir. Mereka sekarang berada di posisi 12 klasemen dan akhir pekan ini akan menghadapi Hull City.

Bilic mengantar West Ham finis di peringkat tujuh musim lalu, dan dia belum mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak yang akan berakhir musim depan.

Ketika ditanya soal masa depannya yang belum jelas, Bilic mengaku tak khawatir sedikit pun.

“Saya masih dalam pekerjaan saya, saya bahagia dan kami dalam posisi di mana kami bisa memiliki finis yang baik musim ini. Kami bisa naik beberapa tempat jika kami memenangkan pertandingan, dan kami bisa turun ke beberapa posisi jika gagal,” kata Bilic di Soccerway.

“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan dan saya memiliki kontrak. Kontrak saya belum berakhir. Saya masih memiliki waktu satu tahun lagi di sini.”

“Bahkan dalam periode yang baik, ketika wartawan berbicara tentang kontrak baru, saya mengatakan kami belum selesai dan ada banyak permainan untuk dimainkan”

“Saya tidak terganggu dengan spekulasi. Saya menceritakan hal yang sama musim lalu dan awal musim ini ketika Anda berbicara tentang kontrak baru.”

“Saya benar-benar termotivasi dan fokus. Saya sudah di sini cukup lama untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Lebih dari 1,5 tahun dengan target di sini,” Bilic mengakhiri.