Tottenham Hotspur Kehilangan Son Heung-min

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manajer Tottenham Hotspur, Nuno Espirito Santo, memastikan Son Heung-min tidak akan bermain pada partai melawan Crystal Palace akhir pekan ini. Son terpaksa absen karena mengalami cedera betis.

Son mengalami cedera betis ketika memperkuat timnas Korea Selatan pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Irak pada Kamis (2/9) lalu. Cedera itu membuat Son tidak bisa membela panji timnas Korea Selatan pada partai melawan Lebanon, Selasa (7/9).

Tottenham - Son Heung-min - SB Nation
SB Nation

Nuno sendiri enggan membeberkan seberapa parah cedera yang dialami Son. Nuno mengatakan bahwa tim medis Tottenham saat ini sedang memeriksa kondisi Son.

“Seperti pemain-pemain lainnya, Son datang ke sini dengan sedikit masalah. Sayangnya, dia mengalami masalah yang sedikit berbeda ketimbang pemain-pemain lain. Saya menyerahkan urusan cedera Son kepada pihak klub,” ujar Nuno dikutip Football5Star dari laman Football London.

TOTTENHAM JUGA KEHILANGAN BEBERAPA PEMAIN KUNCI LAINNYA

Son bukanlah satu-satunya pemain kunci Tottenham yang bakal absen pada partai melawan Crystal Palace. The Lilywhites juga kemungkinan belum bisa menurunkan Steven Bergwijn, Oliver Skipp dan Ryan Sessegnon.

Bergwijn dan Skipp menderita cedera ringan selepas menjalani tugas bersama tim nasionalnya masing-masing. Sementara, Sessegnon masih berkutat dengan cedera paha.

Tottenham - Son Heung-min - Daily Advent
Daily Advent

Tak cuma ketiganya, Tottenham juga kehilangan Giovani Lo Celso, Cristian Romero, dan Davinson Sanchez. Ketiganya saat ini sedang berada di Kroasia karena baru saja kembali dari Amerika Selatan dan belum diizinkan masuk ke Inggris.

“Mereka saat ini sedang berada di Kroasia. Kami mengirim mereka ke sana agar tak mendapat masalah tambahan. Di Kroasia, mereka sedang bekerja bersama seorang fisioterapis untuk memulihkan kondisi fisik sebelum terbang ke Inggris,” tuntas Nuno.

Son Heung-min Ingin Bertahan Lama di Tottenham

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Son Heung-min tetap setia bersama Tottenham Hotspur. Ia bahkan jadi pahlawan Spurs saat melumat Manchester City 1-0 pada laga pertama Premier League.

Son Heung-min mencetak satu-satunya gol. Dan hari itu dia jadi striker tunggal mengingat situasi Harry Kane yang masih tarik ulur soal masa depan.

Berbeda dengan Harry Kane yang ingin pindah, bintang timnas Korea Selatan justru sebaliknya. Ia menunjukkan kesetiaan dengan menyebut ingin bertahan lama di Tottenham.

son heung min HotspurLane
@HotspurLane

“Ya, jika saya bisa tinggal selama empat tahun lagi dan sepak bola tidak pernah dijanjikan, jadi mari kita lihat. itu sebabnya saya menandatangani kontrak baru karena saya tidak ingin pindah ke tempat lain,” ujar Son kepada Sky Sports, Senin (16/8/2021).

Sang bomber memang baru menandatangani kontrak baru beberapa hari lalu. Dalam perjanjian baru itu dia akan bertahan selama empat tahun lagi.

Kendati demikian ia ternyata sudah mempersiapkan rencana jangka panjang. Kenyamanan kota London dan dukungan fan Tottenham Hotspur membuatnya ingin bertahan lebih lama dari durasi kontrak.

Son berujar ingin tetap di klub London Utara selama 10 tahun atau lebih. “Saya bisa di sini selama 10 tahun atau lebih,” ia menambahkan.

“Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi saya mencoba untuk fokus setiap hari, saya mencoba untuk meningkatkan setiap hari dan setiap musim,” ucapnya lagi.

“Saya pikir target setiap pertandingan lebih penting dari kata-kata ucapan setelah 10 tahun di sini,” tutup Son Heung-min.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Noktah Merah Manchester City dari Kekalahan Lawan Tottenham

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City memulai kiprah pada gelaran Premier League 2021-22 dengan buruk. Bertandang ke markas Tottenham Hotspur, tim asuhan Pep Guardiola takluk 0-1. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Ederson Moraes pada laga itu dicetak Son Heung-min pada menit ke-55.

Kekalahan itu menjadi pukulan bagi The Cityzens yang berusaha mempertahankan gelarnya dengan menjadikan Jack Grealish sebagai pemain Inggris termahal dan terus membidik Harry Kane. Menariknya, Tottenham tak diperkuat Kane pada pertandingan pekan pertama Premier League tersebut.

Gol tunggal Son Heung-min membuat Tottenham Hotspur menang atas Manchester City pada pekan pertama Premier League 2021-22.
rfi.fr

Di balik kekalahan itu, setidaknya ada lima noktah merah. Pertama, ini adalah kali pertama Man. City gagal menang pada pekan pertama dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, dalam 10 musim beruntun dari 2011-12 hingga 2020-21, The Cityzens selalu menang.

Sebelum ini, Man. City gagal menang pada partai pekan pertama Premier League musim 2010-11. Ketika itu, tim asuhan Roberto Mancini imbang 0-0 di kandang Tottenham. Adapun kekalahan terakhir pada pekan pertama dialami musim 2008-09 saat anak-anak asuh Mark Hughes takluk 2-4 dari Aston Villa.

Kemandulan Manchester City

Noktah merah kedua, kekalahan dari Tottenham Hotspur membuat Manchester City menelan kekalahan dalam tiga laga beruntun. Sebelumnya, tim asuhan Guardiola juga kalah 0-1 dari Chelsea pada final Liga Champions dan Leicester City pada laga Community Shield.

Kalah tiga kali beruntun tanpa mencetak gol bukan hal biasa bagi The Cityzens. Kali terakhir hal itu terjadi pada Maret 2007 di bawah asuhan Stuart Pearce. Mereka kalah 1-0 dari Wigan Athletic di Premier League, lalu takluk 0-2 dari Blackburn Rovers di Piala FA dan kembali tersungkur 0-1 di Premier League, kali ini dari Chelsea.

Manchester City selalu kalah dan tak mencetak gol dalam 3 laga beruntun.
Getty Images

Tak mencetak gol dalam tiga laga beruntun jadi noktah merah ketiga. Man. City mengulang kisah musim 2015-16. Pada Maret 2016, The Cityzens secara mengejutkan gagal mencetak gol dalam tiga laga beruntun. Mereka imbang 0-0 dengan Norwich City di Premier League dan Dynamo Kyiv di Liga Champions. Lalu, mereka kalah 1-0 dari Manchester United di Premier League.

Kegagalan mencetak gol tersebut menegaskan kerinduan Manchester City terhadap sosok bomber ulung. Musim lalu, mereka sudah merasakan hal itu. Kini, hal serupa kian terasa. Tak heran bila banyak olok-olok terlontar bahwa dibanding Tottenham Hotspur, mereka lebih membutuhkan Harry Kane.

Pil Pahit Guardiola

Noktah merah keempat khusus terkait manajer Pep Guardiola. Kekalahan Manchester City dari Tottenham Hotspur menjadi kekalahan kedua yang dialami sang manajer pada pekan pertama liga. Sebelumnya, satu-satunya kekalahan dialami pada musim pertamanya, yakni saat menangni Barcelona pada 2008-09.

Ketika itu, Barcelona secara mengejutkan tumbang 0-1 dalam lawatan ke markas Numancia gara-gara gol Mario Martinez Rubio pada menit ke-13. Setelah itu, dia selalu membawa timnya menang saat menjalani laga pekan pertama dalam sebelas musim beruntun hingga akhirnya Tottenham kembali memberikan kekalahan serupa.

Guardiola kini empat kali beruntun selalu kalah di kandang Tottenham Hotspur.
Getty Images

Noktah merah kelima juga masih bagi Guardiola. Kekalahan pada laga pembuka Premier League 2021-22 membuat dia kini selalu membawa tim asuhannya kalah dalam empat lawatan beruntun ke markas Tottenham Hotspur. Sebelumnya, Manchester City dua kali takluk 0-2 dan sekali kalah 0-1. Kemenangan terakhir direbut pada musim 2018-19 dengan skor 1-0.

Kini, Tottenham jadi salah satu tim yang paling menakutkan bagi Guardiola. Dia sudah menelan 5 kekalahan dari 14 pertemuan. Jumlah kekalahan dari Tottenham sama dengan yang diderita dari Liverpool. Hanya ada dua tim lain yang lebih menakutkan bagi Guardiola. Mereka adalah Manchester United (6 kali kalah) dan Chelsea (9 kali kalah).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Langsung Hadapi City, Bintang Tottenham Yakin Menang

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pekan pertama Premier League langsung menghadirkan laga seru. Tottenham Hotspur akan menjamu juara bertahan, Manchester City.

Kedua klub telah memperkuat tim dengan mendatangkan beberapa pemain baru. Terutama Manchester City yang memecahkan rekor transfer Jack Grealish.

Akan tetapi hal itu tidak membuat Son Heung-min gentar. Ia justru sesumbar Tottenham akan memenangkan laga pembuka.

son heung min tottenham sbnation
sbnation

“Ini pertandingan besar, kami main di kandang melawan salah satu tim terbaik dunia dan City selalu sulit dilawan. Saya selalu menantikan pertandingan seperti ini,” kata Son di laman resmi klub, Jumat (13/8/2021).

“Ini akan sulit, yapi mari kita gunakan keunggulan kandang. Kami ingin memenangkan pertandingan ini dan memulai musim dengan cara yang positif. Itulah tujuan kami,” sambung kapten timnas Korea Selatan.

Bukan tanpa alasan Son Heung-min yakin dengan peluang The Lilywhites. Fan telah kembali sepenuhnya ke stadion. Dan baginya itu akan jadi suntikan motivasi untuk para pemain di lapangan.

“Fan telah kembali ke stadion dan kami akan menikmatinya. Saya bersyukur fan kembali lagi karena mereka sangat penting. kami akan bekerja sangat keras untuk meraih kemenangan demi mereka,” imbuhnya.

“Tidak ada tujuan pribadi pada laga nanti. Saya mencoba melakukan yang terbaik untuk tim dari pertandingan ke pertandingan lain. Saya hanya ingin membantu tim meraih kemenangan,” tutup Son Heung-min.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Son Heung-min Optimistis Sambut Musim Baru

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur menjalani pramusim yang cukup baik. Bersama pelatih baru, Nuno Espirito Santo, mereka menang dua kali dari tiga pertandingan.

Pada dua laga terakhir melawan Colchaster dan MK Dons, Tottenham selalu mencetak tiga gol. catatan ini membuat Son Heung-min senang.

Dengan hasil seperti ini, bintang Korea Selatan itu optimistis menyambut musim baru. Dia juga percaya Tottenham akan semakin kuat dengan tambahan pemain yang belum bergabung usai Euro 2020.

son heung min dele ali SpursOfficial
@SpursOfficial

“Ini masih pramusim, beberapa pemain masih belum datang. Tapi kami mencoba untuk menjadi positif, mencoba mendapatkan kebugaran kami, inilah yang paling penting dari pramusim,” kata Son Heung-min di laman resmi klub, Sabtu (31/7/2021).

“Kami bekerja keras karena pertandingan besar akan datang melawan Chelsea dan Arsenal. Kami berharap bisa mendorong tim ini ke level semestinya sejak awal musim,” ia menambahkan.

Son Heung-min jadi salah satu pemain yang telat bergabung. Ia melewati laga pramusim pertama Tottenham kala menghadapi Leyton Orient.

Walau begitu, sang bomber tak butuh waktu lama untuk kembali ke performa terbaik. Dalam dua laga selanjutnya ia selalu mencetak gol.

“Saya baru memainkan dua laga, tapi ini benar-benar positif. Orang-orang telah bekerja keras untuk membuat kami bangga, membuat penggemar bangga. Ini pramusim yang penuh energi. Jadi saya harap kami bisa mengawali musim dengan kuat,” tutup Son Heung-min.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kata Son Heung-min Setelah Perpanjang Masa Bakti di Tottenham

gamespool
Kata Son Heung-min Setelah Perpanjang Masa Bakti di Tottenham 21

Football5star.com, Indonesia – Bintang Korea Selatan, Son Heung-min, merasa sangat terhormat karena masih mendapat kepercayaan bermain bersama Tottenham Hotspur. Son bahkan mengaku tak menyangka bisa bermain di London Utara selama enam tahun.

Son resmi menandatangani kontrak anyar pada Jumat (23/7) sore WIB. Pemain berumur 29 tahun itu diikat hingga Juni 2025.

“Bermain di sini selama enam tahun merupakan kehormatan yang sangat besar. Pihak klub sangat menghargai kehadiran saya di sini dan tentu saja hal itu membuat saya sangat senang,” ungkap Son Heung-min dikutip Football5star dari laman resmi The Lilywhites.

“Tottenham sudah menjadi rumah kedua saya. Saya tak butuh waktu lama untuk menandatangani perpanjangan kontrak. Saya sangat senang dan sudah tak sabar ingin kembali bermain di hadapan para suporter,” sambung Son.

Son berhasil menashbihkan diri sebagai salah satu winger terbaik di dunia semenjak pindah ke Tottenham pada 2015 lalu. Selama enam tahun membela panji The Lilywhites, ia berhasil menyumbang 107 gol dan 64 assist dari 280 penampilan di semua kompetisi.

Setelah resmi memperpanjang masa bakti Son, Tottenham kini bisa fokus mendaratkan sejumlah amunisi anyar jelang dimulainya musim 2021-22. Dua nama yang dilaporkan bakal merapat ke London Utara dalam waktu dekat adalah Pierluigi Gollini dan Cristian Romero.

Gollini saat ini sedang menyelesaikan proses kepindahannya dari Atalanta. Sementara itu, Romero dilaporkan sudah menyepakati proposal yang diajukan The Lilywhites dan hanya tinggal menunggu restu Atalanta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester United Hukum Berat Fan yang Lecehkan Son Heung-min

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester United jatuhkan hukuman berat kepada fan mereka yang diduga melakukan tindakan rasial kepada bintang Tottenham asal Korsel, Son Heung-min.

Dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Jumat (30/4/2021), pihak klub menangguhkan tiga pemegang tiket musiman dan dua suporter lainnya atas dugaan pelecehan terhadap Son Heung-min. Keputusan ini diambil klub jelang pemboikotan media sosial selama 81 jam oleh klub-klub Liga Inggris.

Meski Sudah Minta Maaf, Suporter Man. United Tuntut Keluarga Glazer Angkat Kaki

Aksi boikot ini sebagai bentuk protes klub kepada tindakan oknum suporter yang melakukan tindakan rasial kepada para pemain. Menurut pihak klub, para suporter yang mendapat hukuman berat ini diduga telah menghasut dan ikut melakukan pelecehan rasial kepada Son pada 11 April lalu.

“Sayangnya penangguhan telah dikeluarkan kepada tiga pemegang tiket musiman, dua anggota resmi dan satu individu dalam daftar tunggu tiket musiman,” tulis pernyataan resmi klub.

“Tindakan displiner ini menunjukkan komitmen klub untuk memerangi diskriminasi di banyak bidang. Ini seiring dengan peluncuran kampanya anti diskriminasi United, SEE RED pada awal bulan ini,”

Dalam pernyataan resminnya, Manchester United juga merilis statistik terkait aksi pelecehan rasial di sosial media.

“Sejak September 2019, telah terjadi peningkatan 350 persen pelecehan yang ditujukan kepada pemain United, yang telah ditargetkan dengan 3300 postingan,”

“Klub menemukan 86 pesen postingan rasis, sementar 8 persen homofobik atau transfobik. Aktivitas memuncak pada Januari 2021 dengan lebih dari 400 postingan yang diarahkan kepada pemain United,”

Pihak klub pun meminta untuk aksi memalukan seperti ini untuk segera dihentikan oleh para suporter. “Dengan mengambil bagian dalam boikot akhir pekan ini, kami bersama sepak bola Inggris lainnya sangat menyoroti hal ini,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Spurs vs Southampton: Son Heung-min Selamatkan Debut Ryan Mason

gamespool
Spurs vs Southampton: Son Heung-min Selamatkan Debut Ryan Mason 28

Football5star.com, Indonesia – Debut Ryan Mason bersama Spurs berakhir gemilang berkat gol Son Heung-min ke gawang Southampton di menit-menit akhir. Gol tersebut membuat partai Liga Inggris antara Spurs vs Southampton berakhir dengan skor 2-1.

Spurs tampil cukup gugup di awal-awal pertandingan. Hal ini langsung dimanfaatkan Southampton yang mendapat peluang emas lewat aksi Mohamed Salisu dan Che Adams ketika laga baru berjalan tiga menit. Beruntung, Spurs memiliki Hugo Lloris yang bisa mementahkan peluang Salisu dan Adams.

Pada menit ke-15, Southampton kembali mendapatkan peluang melalui tembakan Kyle Walker-Peters. Lagi-lagi, Lloris berhasil menggalkan peluang Southampton dengan gemilang.

Usaha keras Southampton akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30. Danny Ings berhasil menanduk umpan silang James Ward-Prowse. Di sisa waktu paruh pertama, Spurs coba bangkit. Namun, usaha mereka belum berbuah dan skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Spurs vs Southampton - Liga Inggris - Ryan Mason - Son Heung-min - @premierleague
twitter.com/premierleague

Di babak kedua, giliran Spurs yang balik menyerang lini belakang Southampton. Pada 10 menit pertama paruh kedua, The Lilywhites mendapat sejumlah peluang yang gagal membuahkan hasil.

Spurs akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-60 lewat tembakan Gareth Bale yang memanfaatkan bola muntah sepakan Lucas Moura. Gol Bale membakar semangat Tottenham.

Pada menit ke-75, Son Heung-min berhasil mencetak gol kedua Tottenham. Namun, VAR menganulir gol ini karena Lucas berada dalam posisi off-side dan menghalangi pandangan Alex McCarthy.

Di penghujung pertandingan, Spurs mendapat hadiah penalti setelah Sergio Reguilon dilanggar Mousa Djenepo. Son yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik dan berhasil membawa Spurs berbalik unggul.

Skor 2-1 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenagnan ini membawa Spurs sukses menggusur Liverpool dari peringkat keenam klasemen Liga Inggris. The Lilywhites kini cuma berjarak dua poin dari Chelsea yang duduk di posisi keempat.

SUSUNAN PEMAIN SPURS VS SOUTHAMPTON:

Spurs: 1-Hugo Lloris; 24-Serge Aurier, 15-Eric Dier, 4-Toby Alderweireld, 3-Sergio Reguilon; 28-Tanguy Ndombele (8-Harry Winks 73′), 5-Pierre-Emile Hojbjerg; 9-Gareth Bale (23-Steven Bergwijn 83′), 18-Giovani Lo Celso (11-Erik Lamela 79′), 7-Son Heung-min; 27-Lucas Moura

Pelatih Interim: Ryan Mason

Southampton: 1-Alex McCarthy; 2-Kyle Walker-Peters, 35-Jan Bednarek, 4-Jannik Vestergaard, 22-Mohamed Salisu; 32-Theo Walcott (12-Moussa Djenepo 67′), 8-James Ward-Prowse, 17-Stuart Armstrong, 23-Nathan Tella (11-Nathan Redmond 84′); 10-Che Adams, 9-Danny Ings (27-Ibrahima Diallo 57′)

Pelatih: Ralph Hasenhuettl

Kartu Kuning: Ndombele 43′, Dier 90′ – Djenepo 87′

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tottenham Hotspur: Son Heung-min Jadi Korban Rasialisme di Sosmed

gamespool
Tottenham Hotspur: Son Heung-min Jadi Korban Rasialisme di Sosmed 32

Football5star.com, Indonesia – Aksi Son Heung-min yang terjatuh saat berduel dengan Scott McTominay pada laga Tottenham vs Manchester United, Senin (12/4/2021) berbuntut panjang. Son mendapat banyak kritik dari banyak pihak atas aksi yang diduga sebagai perbuatan diving.

Akibat dari aksinya tersebut, wasit Chris Cavanagh menganulir gol Edinson Cavani setelah melihat tayangan VAR. Cavanagh menganggap sebelum Cavani mencetak gol, McTominay lakukan pelanggaran kepada Son Heung-min.

Drakor Ala Son Heung-min, Terguling-guling hingga Hampir Menangis

Di sosial media, warganet yang mayoritas pendukung Manchester United memberikan kritik kepada Son. Tidak hanya kritik yang di dapat Son, namun juga ujaran berbau pelecehan rasial. Hal ini diungkap oleh pihak Tottenham Hotspur lewat akun Twitter mereka.

“Salah satu pemain kami (Son Heung-min) mengalami pelecehan rasial yang mengerikan. Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh dengan Sekretariat Liga Inggris dan mengambil tindakan yang paling efektif. Kami akan bersama Son Heung-min,” tulis akun resmi Spurs.

Meski sejumlah pihak menyebut tidakan Son berlebihan saat berduel dengan McTominay, pihak Professional Game Match Official (PGMOL) menganggap keputusan yang diambil oleh Cavanagh sudah tepat.

“Itu bukan dari pergerakan alami McTominay saat berlari dan ceroboh,” demikian bunyi pernyataan PGMOL.

Komentator BBC, Clinton Morrison juga mengatakan bahwa keputusan Cavanagh juga sudah tepat dan harusnya McTominay mendapat kartu merah.

“Kita harus memberikan kartu merah kepada McTomini yang memukul wajah Son,” kata Morrison.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Drakor Ala Son Heung-min, Terguling-guling hingga Hampir Menangis

gamespool
Drakor Ala Son Heung-min, Terguling-guling hingga Hampir Menangis 36

Football5star.com, Indonesia – Son Heung-min jadi sorotan usai kekalahan Tottenham Hotspur 1-3 dari Manchester United, Minggu (12/4/2021). Bukan karena golnya di menit ke-40 yang sempat membawa Spurs unggul terlebih dahulu. Namun aksinya saat berduel dengan Scott McTominay.

Dalam tayangan ulang, tangan Scott McTominay memang mengenai wajah penyerang Korea Selatan itu, meski dengan sentuhan ringan. Akibat dari aksi Son, gol pertama Manchester United yang dicetak oleh Edinson Cavani harus dianulir oleh wasit Chris Cavanagh.

tottenham hotspur-SquawkaNews

Sejumlah mantan pemain Liga Inggris pun mengkritik apa yang dilakukan pemain asal Korea Selatan tersebut. Roy Keane dan Micah Richards menyebut aksi guling-guling Son sangat memalukan. Sementara Jamie Redknapp, apa yang terjadi antara McTominay dan Son sebagai sesuatu yang biasa dalam duel pemain sepak bola.

Son rupanya tidak hanya terguling-guling saat duel dengan McTominay. Usai pertandingan, ia pun menunjukkan ekspresi hampir bercucuran air mata saat diwawancara.

Son Heung-min mengaku bahwa gol pertama Spurs yang dicetak dirinya tak berarti banyak jika mereka harus mengalami kekalahan.

“Ini sore yang sangat menyedihkan. Saya benar-benar tidak peduli dengan gol itu,” kata Son seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Spurs.

“Saya benar-benar ingin menang, terutama setelah pertandingan terakhir melawan Newcastle, ketika saya masuk dan kembali dari cedera. Kami memimpin namun berakhir imbang,”

“Saya tidak tahu harus berkata apa-apa, saya benar-benar meminta maaf dan merasa tidak enak dengan kondisi ini. Saya tahu mereka yang mendukung kami benar-benar merasa kecewa,” tutup Son.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Pemain Liga Inggris Ramai-Ramai Hardik Son Heung-min

gamespool
Eks Pemain Liga Inggris Ramai-Ramai Hardik Son Heung-min 40

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Roy Keane ungkap rasa tidak sukanya kepada pemain Tottenham Hotspur asal Korsel, Son Heung-min. Haln ini lantaran aksi Son yang diduga lakukan diving saat berduel dengan Scott McTominay.

Menurut Keane, apa yang ditunjukkan Son pada laga Tottenham vs Manchester United, Senin (12/4/2021) dinihari WIB sangat memalukan. Menurut Keane, Son terlalu berlebihan saat duel dengan McTominay.

manchester united-SquawkaNews

“Saya kagum, sungguh. Ini sungguh aneh. Bagi pemain seperti Son yang berguling-guling seperti itu, itu sangat memalukan. Itu tidak mungkin pelanggaran,” ucapa Keane seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail.

“Agar adil, Marcus Rashford juga melakukannya dua menit sebelumnya, kedua pemain itu berguling-guling dan berteriak. Wasit berada di bawah tekanan besar, mereka meragukan setiap keputusan yang diberikan tapi jelas dia salah,” ungkap Keane.

Tentu saja Roy Keane berang dengan aksi Son ini. Akibat dari aksinya, gol pertama Manchester United yang dicetak oleh Edinson Cavani harus dianulir oleh wasit Chris Cavanagh.

Pernyataan sama soal aksi Son yang memalukan itu juga diungkap oleh eks pemain Manchester City, Micah Richards. Menurutnya, keputusan yang diambil oleh Cavanagh sungguh konyol dan merusak sepak bola.

“Itu keputusan yang sangat konyol dan itu merusak sepak bola. Jika Chris Kavanagh bisa pergi dan melihatnya lagi, saya tahu VAR akan menaruh kecurigaan dalam pikirannya unuk mengambil keputusan,”

Dalam tayangan ulang, tangan Scott McTominay memang mengenai wajah penyerang Korea Selatan itu, meski dengan sentuhan ringan. Hal ini kata Jamie Redknapp merupakan hal yang wajar di sepak bola.

“Apa yang harus Anda lakukan, lari dengan tangan ke bawah? Lengan Anda selalu terbuka saat bertanding. Anda selalu mencoba menggunakannya sebagai pengungkit,” ucap eks Liverpool itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mourinho: Son Beruntung Punya Ayah Lebih Baik dari Solskjaer

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jose Mourinho kembali menjadi buah bibir. Kali ini dia membalas komentar Ole Gunnar Solskjaer usai Tottenham Hotspur kalah 1-3 dari Manchester United, Minggu (11/4/2021).

Usai pertandingan, Solskjaer mengkritik sikap Son Heung-min yang tetap terbaring selama tiga menit. “Kami tidak boleh tertipu. Jika anak saya tidak bergerak selama tiga menit dan membutuhkan 10 teman untuk membantunya berdiri, dia tidak akan mendapat makanan,” ungkapnya.

Mendengar komentar tersebut, Jose Mourinho naik pitam. Dia menyebut Son Heung-min sebagai orang yang beruntung karena memiliki ayah yang lebih baik dari pelatih Solskjaer.

jose mourinho-ballsandbells
@ballsandbells

“Saya hanya ingin katakan bahwa Sonny sangat beruntung karena ayahnya adalah yang yang lebih baik dari Ole. Saya seorang ayah, saya pikir sebagai seorang ayah Anda selalu memberi makan anak Anda. Tidak peduli apa yang mereka lakukan,” kata nakhoda Tottenham kepada Sky Sports, Senin (12/4/2021).

“Jika Anda harus mencuri untuk memberi makan anak-anak Anda, Anda mencuri. Saya sangat kecewa. Seperti yang kami katakan di Portugal, roti adalah roti dan keju adalah keju. Saya sudah memberi tahu Ole apa yang saya pikirkan tentang komentarnya dan saya sangat kecewa,” ia menambahkan.

Apa yang terjadi di lapangan cukup kontroversial. Manchester United sempat mencetak gol lewat Edinson Cavani. Tapi wasit Chris Kavanagh menganulir gol tersebut setelah melihat tayangan ulang VAR.

Ia menganggap Scott McTominay lebih dulu melanggar Son Heung-min hingga terkapar di lapangan. Ini pula yang membuat Solskjaer menyindir bintang Korea Selatan itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bukan Park Ji-sung, Asnawi Mangkualam Disebut Pelatih Mirip Son Heung-min

gamespool
Bukan Park Ji-sung, Asnawi Mangkualam Disebut Pelatih Mirip Son Heung-min 48

Football5Star.com, Indonesia – Pujian terus-menerus ditujukan kepada pemain Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam. Setelah sebelumnya dipuji salah satu televisi Korea Selatan, kini pujian datang dari sang pelatih, Kim Gil-sik, yang mengatakan bahwa gaya permainan Asnawi mirip dengan pemain Tottenham, Son Heung-min.

Sebelumnya, stasiun televisi Korea Selatan, KBS, menyebut cara permainan Asnawi mirip dengan legenda Manchester United, Park Ji-sung, karena memiliki stamina enerjik. Namun menurut, Gil-sik cara bermain Asnawi lebih mirip Son Heung-min.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners - Instagram @asnawi_bhr
@asnawi_bhr

“Ketertarikan kepada Asnawi sungguh luar biasa. Ini seperti Son Heung-min dari Indonesia. Kecepatan dan mobilitas adalah kekuatannya. Secara khusus, dia memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap bola. Jika bola dicuri, dia akan mengikutinya dan mengambilnya kembali,” ucap Gil-sik seperti dikutip Football5Star.com dari Naver Sports.

Gil-Sik melanjutkan, “Saya khawatir kami akan bermain lebih bertahan jika dia seperti itu. Tapi saya bisa memperbaikinya. Dia adalah pemain yang sangat menarik bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga di Korea. Saya akan mencoba untuk membantu untuk menunjukkan kemampuannya.”

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Yangpyeong Piala FA - KFA
KFA

Asnawi Mangkualam sendiri sudah bermain untuk Ansan dua kali. Pertama saat laga melawan Yangpyeong FC di Piala FA Korea Selatan, (28/3/21). Kedua saat melawan Busan IPark di K-League 2 (3/4/21) dan di kedua laga itu Asnawi bermain sejak awal. Khusus saat melawan Busan, pelatih Kim Gil-sik memasang Asnawi sebagai winger kanan, sebuah posisi yang sangat berbeda dengan posisi aslinya, bek kanan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Son Heung-min Cedera, Jose Mourinho Salahkan Jadwal Padat

gamespool
Son Heung-min Cedera, Jose Mourinho Salahkan Jadwal Padat 52

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Tottenham, Jose Mourinho, mengklaim bahwa jadwal padat menjadi penyebab cedera otot yang diderita Son Heung-min. Mourinho juga mengkonfirmasi bahwa dia belum tahu berapa lama Son akan menepi.

Son diganti pada menit ke-33 oleh Erik Lamela saat Tottenham kalah 2-1 di Derbi London Utara melawan Arsenal, Minggu (14/3/21). Lamela sendiri berhasil mencetak gol, namun berhasil dibalas oleh Martin Odegaard dan Alex Lacazette. Mourinho mengatakan bahwa Son menderita cedera otot karena terlalu sering bermain di tengah jadwal padat Spurs.

Jose Mourinho - Michael Oliver - Tottenham - Arsenal - Reuters
Reuters

“Saya tidak tahu berapa lama. Ini otot, (cedera) otot biasanya tidak mudah. Dia biasanya pemain yang bisa cepat pulih. Cedera ini (karena) akumulasi pertandingan. Di Liga Europa, saya memberinya istirahat 30 menit di pertandingan terakhir, tapi itu masih 60 menit (bermain),” ucap Mourinho seperti dilansir Football5Star.com dari The Independent.

Mourinho melanjutkan, “Dan saat Anda berada di begitu banyak kompetisi, beberapa pemain memiliki menit lebih banyak daripada yang lain, itu normal, sesuatu yang bisa terjadi.”

Son Heung-min sendiri selalu bermain di 28 laga Premier League Tottenham musim ini dan mencetak 13 gol. Dia juga bermain di 9 laga Liga Europa dan 4 cup domestik. Pasukan Jose Mourinho akan kembali bermain melawan Dinamo Zagreb, Jumat (19/3/21). Tottenham sudah unggul 2-0 di leg pertama.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Duet Terbaik Itu Sekarang adalah Harry Kane dan Son Heung-min

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kolaborasi Gareth Bale dan Harry Kane memang menyita perhatian saat Tottenham Hotspur menang 4-1 atas Crystal Palace, Senin (8/3/2021) dini hari WIB. Kane membuat assist bagi dua gol Bale. Namun, ada catatan sejarah yang ditorehkan Harry Kane dan Son Heung-min pada laga itu.

Saat pertandingan memasuki menit ke-76 dan Tottenham unggal 3-1, Son Heung-min memberikan umpan manis yang lantas disambar Kane jadi gol keempat. Itu juga jadi gol keduanya pada laga tersebut. Sebelumnya, dia mencetak gol spektakuler lewat tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-49.

Kolaborasi Kane dengan Son pada laga itu adalah kali ke-14 yang membuahkan gol bagi Tottenham pada pentas Premier League musim ini. Rinciannya, 10 kali Son memberikan assist kepada Kane dan 4 kali Kane membuat assist bagi Son.

Statistik itu membawa Kane dan Son sebagai duet terbaik dalam semusim di Premier League. Mereka melewati duet legendaris Alan Shearer dan Chris Sutton. Pada musim 1994-95 saat membawa Blackburn Rovers juara, Shearer dan Sutton saling memberi assist dalam 13 kesempatan.

Sebelum Kane dan Son, rekor Shearer dan Sutton sempat coba dipatahkan Ryan Fraser dan Callum Wilson pada musim 2018-19. Namun, hingga musim berakhir, mereka hanya saling memberikan assist dalam 12 kesempatan. Itu tak terlepas dari cedera lutut yang membuat Wilson sempat 6 pekan absen membela Bournemouth.

Kane dan Son Intai Drogba-Lampard

Didier Drogba dan Frank Lampard saling memberi assist dalam 39 kesempatan sepanjang memperkuat Chelsea di Premier League.
mirror.co.uk

Tak hanya menggeser duet maut Alan Shearer dan Chris Sutton, Harry Kane dan Son Heung-min juga kini mengintai rekor lain. Itu terkait kolaborasi gol mereka di Liga Inggris. Secara total, kedua pemain itu sudah mengemas 34 gol.

Kane dan Son dapat menjadi duet dengan kombinasi gol terbanyak dalam sejarah Premier League. Saat ini, mereka hanya terpaut 2 gol dari duo Didier Drogba dan Frank Lampad saat membela Chelsea. Adapun di Tottenham, mereka sudah jauh meninggalkan rekor lama yang dipegang Darren Anderton dan Teddy Sheringham dengan 27 gol.

Harry Kane dan Son Heung-min sangat berpeluang menyamai atau bahkan melewati duo Drogba-Lampard. Pasalnya, masih ada 11 laga sisa yang akan dijalani Tottenham Hotspur pada musim ini. Jika terwujud, rekor kolaborasi mereka dalam semusim juga akan kian jauh meninggalkan Shearer dan Sutton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Son Heung-min: Harry Kane Tak Bisa Terus-menerus Cetak Gol

gamespool
Son Heung-min: Harry Kane Tak Bisa Terus-menerus Cetak Gol 59

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, merasa sedikit kesal dengan performa rekan-rekannya dalam beberapa pertandingan terakhir. Di mata Son, para pemain The Lilywhites seharusnya bisa meringankan beban Harry Kane.

Kane memang menjadi pemain kunci Tottenham musim ini. Absennya Kane beberapa pekan lalu membuat The Lilywhites sempat terpuruk dan baru bisa bangkit ketika sang penyerang sudah kembali bermain.

“Semua pemain memiliki kewajiban mencetak gol. Kami tak bisa mengharapkan Harry Kane untuk mencetak gol pada setiap pertandingan. Karena, Kane bekerja demi kebaikan tim. Begitu juga pemain-pemain lainnya,” ujar Son Heung-min dikutip football5star dari Daily Mail.

Harry Kane - Son Heung-min - Tottenham - The Times
The Times

“Tanpa bantuan tim, saya dan Kane tak akan bisa mencetak gol. Kami semua butuh hubungan yang sangat baik di atas lapangan,” sambung Son.

Lebih lanjut, Son juga membela Jose Mourinho yang belakangan ini dikritik karena dinilai gagal membawa Tottnham bermain cantik dan efektif. Menurut Son, kritik kepada Mourinho akan hilang apabila The Lilywhites bisa kembali bangkit.

“Ketika kami sedang berada dalam performa terbaik, hampir tak ada pihak yang melempar kritik. Begitu kami menelan beberapa kekalahan, kritik-kritik mengenai gaya bermain kami mulai muncul.”

“Setiap pemain sangat-sangat lapar pada setiap sesi latihan dan pertandingan. Semua orang bisa melihat kami ingin memberikan performa yang lebih baik lagi. Saya yakin para pemain lain juga ingin mengemban tanggung jawab tambahan demi kepentingan tim,” tandas Son.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mengaku Kelelahan, Son Heung-min Dicadangkan Lawan Wolfsberger?

gamespool
Mengaku Kelelahan, Son Heung-min Dicadangkan Lawan Wolfsberger? 63

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, mengaku sedang kelelahan dan kemungkinan tidak diturunkan pada partai Liga Europa melawan Wolfsberger dinihari nanti. Akan tetapi, Son memastikan akan tetap memberikan performa terbaik apabila dipercaya tampil.

Son merupakan salah satu pemain terbaik The Lilywhites sepanjang musim 2020-21. Pria berpaspor Korea Selatan itu berhasil mencetak 17 gol dan 12 assist dari 34 penampilannya di semua kompetisi.

“Saya akan berbohong jika mengaku tidak sedang kelelahan. Tapi, saya selalu merasa senang ketika berada di atas lapangan. Saya akan tetap memberikan performa terbaik meski sedang kelelahan,” ujar Son Heung-min dikutip football5star dari London Evening Standard.

Son Heung-min - Liga Europa - Tottenham - Wolfsberger - SB Nation
SB Nation

“Meskipun sedang lelah, sepak bola tidak pernah membuat saya kecewa. Kami bermain dengan cinta meski sedang kelelahan. Sejujurnya, saya sangat mencintai sepak bola. Jadi, kelelahan ini bukanlah masalah berarti,” sambung Son.

Son sendiri kemungkinan memang akan diistirahatkan Jose Mourinho pada partai Liga Europa melawan Wolfsberger. Mourinho mengaku akan memberikan kesempatan bermain kepada sejumlah pemain pelapis.

“Untungnya, seluruh pemain di dalam skuat saya tak bermain 120 menit melawan Everton dan 90 menit melawan Manchester City. Ada beberapa pemain yang tidak bermain penuh. Mereka akan saya andalkan di partai nanti,” ujar Mourinho.

Tottenham tak bisa terlalu lama bersantai selepas laga melawan Wolfsberger. Pasalnya, mereka akan menjalani partai derbi London melawan West Ham United pada Minggu (21/2) mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Pemain Asia di Kompetisi UEFA

gamespool
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Pemain Asia di Kompetisi UEFA 68

Football5star.com, Indonesia – Kompetisi Eropa, Liga Champions dan Liga Europa sudah memasuki fase gugur. Liga Champions berada di fase 16 besar sementara Liga Europa akan jalani babak 32 besar.

Sepanjang sejarahnya, kompetisi yang dihelat oleh federasi sepak bola Eropa, UEFA, mulai dari Liga Champions, Liga Europa, Piala Winners, hingga Piala Intertoto, memunculkan talenta-talenta terbaik dari seluruh dunia, tidak hanya berasal dari Eropa, Amerika Selatan, atau Afrika.

Faktanya ada rekam jejak pemain Asia di kompetisi UEFA. Kira-kira siapa pemain yang paling banyak tampil di Liga Champions atau Liga Europa. Siapa juga pemain dari Asia yang mencetak gol paling banyak di kompetisi UEFA.

Berikut 5 fakta pemain Asia di kompetisi UEFA untuk pembaca setia Football5star.com

Pemain terbanyak tampil di kompetisi UEFA

Selama ini, publik mungkin mengira bahwa pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min sebagai pemain terbaik dari Asia di kompetisi Eropa. Namun faktanya seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi UEFA, Rabu (18/2/2021), pemain Asia paling banyak tampil di kompetisi UEFA, Liga Champions, Liga Europa termasuk di babak kualifikasi ialah pemain Uzbekistan, Maksim Shatskikh.

5 Fakta Pemain Asia di Kompetisi UEFA2

Pemain berposisi penyerang ini tampil sebanyak 69 kali bersama klub Ukraina, Dynamo Kiev. Di tempat kedua pemain Park Ji Sung. Senior Son Heung-min ini tampil 59 kali di kompetisi Eropa bersama dua klub, PSV dan Manchester United.

Di tempat ketiga baru ada Son Heung-min. Mantan anak asuh Shin Tae-yong itu bermain sebanyak 50 kali di kompetisi Eropa bersama dua klub, Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur.

Pencetak gol terbanyak

Maksim Shatskikh juga menjadi pemain Asia yang paling banyak mencetak gol di kompetisi UEFA. Ia catatkan 23 gol bersama Dynamo Kiev. Sementara di tempat kedua, ada Son Heung-min. Ia mencetak 19 gol untuk dua klub, Bayer Leverkusen dan Tottenham di kompetisi Eropa.

Sedangkan di tempat ketiga ada pemain Iran, Sardar Azmoun yang mencetak 6 gol untuk dua klub Rusia, Rostov dan Zenit. Di bawahnya ada pemain Korsel lainnya, Hee-Chan Hwang yang mencetak 5 gol untuk Salzburg dan Leipzig.

Pemain Asia pertama meraih gelar

Ialah pemain asal Korsel, Bum-Kun Cha yang menjadi pemain Asia pertama yang meraih gelar di kompetisi Eropa. Bum-Kun Cha meraih gelar Piala UEFA musim 1979-80 saat membela klub Jerman, Eintracht Frankfurt.

5 Fakta Pemain Asia di Kompetisi UEFA
uefa.com

Sebelum membela Frankfurt, pemain berposisi penyerang ini sempat membela klub Korsel, ROK Air Force. Bersama Frankfurt, Bum-Kun Cha tercatat mencetak 46 gol dari 122 pertandingan. Ia pensiun di klub Jerman lainnya, Bayer Leverkusen pada 1989.

Jepang dan Korsel Bersaing

Korsel menjadi negara di Asia yang cukup bersinar dalam beberapa tahun terakhir di kompetisi Eropa. Negeri Gingseng itu yang menjadi negara di Asia dengan pemain paling banyak tampil di kompetisi Eropa.

Tercatat Park Ji Sung sebagai pemain dari Korsel yang tampil sebanyak 70 kali di kompetisi Eropa. Di bahwa Korsel, ada pemain Jepang, Shinji Kagawa dengan penampilan sebanyak 53 kali.

Ada nama Kurniawan Dwi Yulianto

Yang menarik dari data uefa, ada nama legenda timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pemain dari Asia yang tampil di kompetisi Eropa. Kurniawan jadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang pernah mentas di kompetisi UEFA.

Dari laman resmi UEFA itu, pelatih Sabah FC itu tercatat satu kali bermain saat membela Luzern. Pada ajang UEFA Intertoto Cup, Kurniawan tampil membela Luzern saat melawan Rudar Velenje.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juventus Siap Gelontorkan Dana Fantastis untuk Gaet Son Heung-min

gamespool
Juventus Siap Gelontorkan Dana Fantastis untuk Gaet Son Heung-min 72

Football5star.com, Indonesia – Juventus dirumorkan akan menggaet pemain Korea Selatan, Son Heung-min. Kubu Bianconeri bahkan dikabarkan siap untuk menggelontorkan dana fantastis untuk dapatkan pemain Tottenham Hotspur tersebut.

Dikutip Football5star.com dari Calciomercato, Selasa (16/2/2021), Juventus siap untuk mengeluarkan uang sebesar 78 juta poundsterling atau setara dengan Rp 1,5 triliun untuk mendapatkan Son pada musim panas mendatang.

son heung-min-tottenham vs liverpool

Kontrak Son sendiri bersama Totteham baru akan berakhir pada 2023. Namun sampai saat ini, pemain dengan gaji 140 ribu poundsterling per pekan ini belum mau melakukan pembicaraan perpanjangan kontrak.

Untuk bisa mendapatkan Son dengan nilai besar itu, Juventus bahkan dikabarkan siap untuk melepas sejumlah nama. Nama-nama seperti Aaron Ramsey, Douglas Costa dan Federico Bernardeschi disebut-sebut akan dilego Juventus untuk mendapatkan uang demi merekrut Son.

Sebelumnya, pelatih Tottenham Jose Mourinho menegaskan bahwa sosok Son sangat penting untuk klub London tersebut. Mourinho juga yakin Son akan siap untuk memperpanjang masa baktinya di Spurs.

“Saya pikir ini momen yang sangat aneh dan saya mempercayai Sonny dan Danie] Levy. Saya tahu keduanya ingin bertahan, jika mungkin seumur hidup dan sampai akhir karier, jadi saya memprediksi Son akan meneken kontrak baru di sini, tapi saya tidak meyakini – bahkan tidak meminta – agar sesuatunya terjadi sekarang ini karena ini bukan saat yang tepat.” kata Mourinho pada Desember tahun lalu.

Son Heung-min sejauh ini menjadi mesin gol untuk Spurs. Pemain 28 tahun itu sudah mencetak 13 gol dan 6 assist di Liga Inggris. Serta 5 gol dari 6 pertandingan di Liga Champions 2020-21.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Raheem Sterling Ditantang Son Heung-min, Pertarungan Tuah dan Tabu

gamespool
Raheem Sterling Ditantang Son Heung-min, Pertarungan Tuah dan Tabu 79

Football5star.com Indonesia – Raheem Sterling akan ditantang Son Heung-min dalam duel Liga Inggris antara Manchester City vs Tottenham Hotspur malam nanti. Keduanya memikul tanggung jawab sebagai penggedor utama sekaligus pengapung asa kemenangan masing-masing tim.

Bukan tanpa sebab Manchester City akan mengandalkan Raheem Sterling sebagai “pembunuh” Tottenham. Selain Sergio Aguero, yang sudah mencetak 12 gol dari 18 pertemuan dengan The Spurs, hanya Sterling yang sudah cukup “akrab” dengan gawang Tottenham.

Raheem Sterling Manchester City vs Tottenham Hotspur - Zimbio
Zimbio

Alhasil, ketiadaan Aguero membuat Manajer Pep Guardiola, harus bertumpu kepada ketajaman Raheem Serling dalam duel Manchester City vs Tottenham Hotspur. Bermodal 8 gol dari 18 pertemuan melawan Spurs (2 gol dari 4 laga bersama Liverpool), Sterling diharap kembali menunjukkan tajinya.

Pertandingan yang digelar di Stadion Etihad pun memberikan keuntungan bagi Raheem Sterling. Pasalnya, 5 dari 6 golnya ke gawang Tottenham selama berseragam The Cityzens, dilesakkan di Etihad.

Sejak berseragam Manchester City, hanya tiga kali Sterling gagal membobol gawang Tottenham ketika bermain di Etihad. Dalam ketiga pertandingan tersebut, The Cityzens pun cuma sekali menang, sisanya masing-masing satu seri dan kekalahan.

Jika ditotal 8 gol yang dicetaknya dalam 6 pertandingan, Raheem Sterling memang cukup bertuah. Hanya sekali golnya gagal membawa Manchester City atau Liverpool menang atas Tottenham. Yakni ketika bermain imbang 2-2 di Stadion Etihad pada musim 2019-20. Sisanya, selalu berakhir dengan euforia.

Raheem Sterling vs Son Heung-min Manchester City vs Tottenham Hotspur - Zimbio
Zimbio

Son Heung-min Mengincar Hat-trick.

Akan tetapi, laga Manchester City vs Tottenham Hotspur tak melulu soal Raheem Sterlng. Pasalnya, dari kubu tim tamu, Son Heung-min pun sudah menebar ancaman. Tanpa Harry Kane, Manajer Tottenham, Jose Mourinho, memang akan bertumpu kepada ketajaman striker asal Korea Selatan tersebut.

Menariknya, Son Heung-min pun cukup akrab dengan gawang Manchester City. Tak mau kalah dengan Sterling, Son Heung-min juga sudah mencetak 6 gol dari 11 pertemuan dengan Man City. Sebuah catatan yang bisa membuat Ederson, patut cemas di bawah mistar gawang.

Son Heung-min jadi aktor utama kelolosan Tottenham Hotspur ke semifinal Liga Champions.
foxsportsasia.com

Akan tetapi, ada perbedaan antara tuah gol Raheem Sterling dengan Son Heung-min. Memang, 3 dari 6 gol Son Heung-min dlam laga Manchester City vs Tottenham Hotspur dicetak di Stadion Etihad, venue laga malam ini. Namun, 3 gol dalam 2 pertandingan itu justru menjadi tabu karena melulu berujung kekalahan untuk Tottenham.

Gol Son Heung-min hanya bertuah ketika Tottenham bertindak sebagai tuan rumah. Bagaimana tidak, 3 gol lain yang dilesakkan dari 3 pertandingan kandang, semuanya berujung tiga poin untuk The Spurs. Termasuk dalam dua pertemuan terakhir di Tottenham Hotspur Stadium.

Raheem Sterling vs Son Heung-min Manchester City vs Tottenham Hotspur - Shutterstock
Shutterstock

Lalu, siapa yang akan menonjol pada pertandingan Manchester City vs Tottenham Hotspur nanti malam? Raheem Sterling diuntungan tuah Manchester City sebagai tuan rumah. Akan tetapi, bukan tak mungkin Son Heung-min akan mengakhiri tabu sekaligus melanjutkan tren golnya ke gawang The Cityzens menjadi tiga laga beruntun, alias hat-trick!

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jose Mourinho: Belum Saatnya Son Heung-min Perpanjang Kontrak

gamespool
Jose Mourinho: Belum Saatnya Son Heung-min Perpanjang Kontrak 83

Football5star.com, Indonesia – Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, mengaku tak terlalu khawatir dengan situasi kontrak Son Heung-min. Menurut Mourinho, The Lilywhites belum berencana memperpanjang masa bakti Son.

Musim ini, Son berhasil menunjukkan performa terbaiknya. Pemain berpaspor Korea Selatan itu berhasil menyumbang 17 gol dan 10 assist dari 32 penampilannya di semua kompetisi.

Catatan gemilang tersebut membuat media-media Inggris menyebut Tottenham siap memberikan Son kenaikan gaji meski kontrak sang pemain baru akan habis pada musim panas 2023 mendatang.

Tottenham Hotspur - Son Heung-min - Jose Mourinho - The Sun
The Sun

“Kontrak Son Heung-min bukanlah masalah besar bagi kami. Seingat saya, dia masih terikat kontrak hingga dua atau tiga tahun ke depan. Kami hanya menunggu waktu tepat untuk membicarakan masalah ini,” ujar Jose Mourinho dikutip football5star dari laman Football London.

“Dengan adanya pandemi Covid-19, ini bukanlah saat yang tepat bagi pemain dan klub untuk membahas perpanjangan kontrak. Karena, ada sangat banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan mengalami berbagai kesulitan,” sambung Mourinho.

Lebih lanjut, Mourinho merasa sangat yakin Tottenham tak akan kesulitan untuk memperpanjang kontrak Son. Namun, ia kembali menegaskan proses negosiasi baru akan berjalan setelah pandemi Covid-19 mereda.

“Saya yakin situasi di dunia akan membaik dalam waktu dekat. Jika momen tersebut sudah tiba, saya yakin pihak klub dan Son tak akan membutuhkan waktu lama untuk mencapai persetujuan,” tutup Mourinho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jose Mourinho: Son Heung-Min adalah Pemain Spesial

gamespool
Jose Mourinho: Son Heung-Min adalah Pemain Spesial 87

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Tottenham, Jose Mourinho, memuji penampilan pemain bintangnya, Son Heung-min, selepas laga melawan Brentford. Mourinho menyebut Son merupakan pemain yang spesial.

Son mencetak gol di laga semi-final Piala Liga melawan Brentford, (6/1/21) yang berakhir dengan skor 2-0. Spurs berhasil lolos ke babak final dan akan menunggu lawannya antara Manchester United atau Manchester City. Son sendiri total sudah mencetak 16 gol di semua kompetisi musim ini.

Jose Mourinho dan Son Heung-min punya hubungan baik di Tottenham Hotspur.

“Itulah kerendahan hati seorang pemain. Itu Sonny. Itulah sifat dasar manusia. Dia seperti itu. Beberapa pria lain tidak seperti itu. Baginya itu tim. Baginya, untuk (Harry) Kane, untuk Lucas (Moura), bagi banyak tim adalah yang pertama dan tentu saja kami sangat bergantung pada karakteristik beberapa pemain. Sonny adalah salah satunya.” ucap Mourinho seperti dilansir Football5Star.com, dari AS.

Mourinho bukanya hanya menyebut Son sebagai pemain yang spesial. Pelatih asal Portugal itu juga menyebut Son orang yang spesial.

“Dia memiliki dua peluang. Dia melakukan tendangan voli yang bagus. Saya melihat bola masuk ke gawang tetapi sayangnya, saya salah dan bola keluar. Kemudian dia menghadapi penjaga gawang di saat-saat sulit dalam permainan, di mana permainan terbuka,” kata Mourinho.

Jose Mourinho melanjutkan, “Lawan sedang mencoba dan mendorong dan dia pergi dan dia killing the game. Jadi dia bukan hanya pemain spesial tapi juga manusia yang spesial.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Shin Tae-yong Ungkap Rahasia di Balik Kehebatan Son Heung-min

gamespool
Shin Tae-yong Ungkap Rahasia di Balik Kehebatan Son Heung-min 91

Football5star.com, Indonesia – Tak bisa dipungkiri pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min ialah pesepak bola terbaik yang dimiliki Eropa saat ini. Bagi pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong yang pernah melatih Son, capaian yang sekarang ditorehkan pemain 28 tahun itu tak lepas dari kerja keras dan pantang menyerah.

Menurut Shin Tae-yong, Son selalu ingin menjadi yang terdepan. Motivasi ini yang membuat pemain Spurs itu mampu menunjukkan konsistensi permainannya meski berkiprah di kerasnya kompetisi Liga Inggris.

Son Heung-min Raih Puskas Award, Jose Mourinho Kegirangan

“Son Heung min selalu berdiri terdepan dan memimpin ketika ia datang ke lapangan. Kita akan selalu melihat dia tak pernah mau untuk mengendurkan semangat dan kerja kerasnya,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip Football5star.com dari Kyunghyang Shinmun, Jumat (1/1/2021).

“Jadi saya tidak cukup heran jika ia masih bisa mempertahankan posisinya sebagai pemain teratas sejauh ini. Yang saya tahu, setelah latihan rutin, ia selalu berlatih sendirian setidaknya selama 20 menit. Ia selalu melakukan itu meski tanpa izin dari saya,” tambah Tae-yong.

Hubungan antara pemain Tottenham itu dengan pelatih timnas Indonesia ini sendiri masih berlangsung hangat hingga sekarang. Saat Shin Tae-yong didapuk sebagai pelatih Indonesia, Son sempat memberikan ucapan selamat untuk pekerjaan baru mantan pelatihnya itu.

Dari chanel YouTube Shoot for Love, sebuah video memperlihatkan perbincangan Son Heung-min dengan Shin Tae-yong sebelum memutuskan menjadi pelatih tim Garuda.

“Bagaimana kabarmu? Saya dengar kamu akan pergi ke Indonesia,” kata Son Heung-min kepada Tae-yong dalam video tersebut.

“Ya, ada tawaran dari Indonesia, tawaran langsung dari Timnas Indonesia,” jawab Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Son Heung-min Raih Puskas Award, Jose Mourinho Kegirangan

gamespool
Son Heung-min Raih Puskas Award, Jose Mourinho Kegirangan 94

Football5star.com, Indonesia – Gol solo run yang dicetak oleh pemain Tottenham asal Korea Selatan, Son Heung-min ke gawang Burnley meraih gelar Puskas Award 2020. Gelar ini pun disambut suka cita oleh Jose Mourinho.

Lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (18/12/2020) pelatih asal Portugal tersebut mengucapkan selamat atas gelar yang didapatkan oleh Son Heung-min.

“Pulang dan menonton FIFA Award. Sonny meraih penghargaan Puskas Award untuk gol terbaik musim ini. Tentu saja, Sonny,” ucap Mourinho.

Son Heung-min sendiri saat diwawancarai oleh legenda Belanda, Ruud Guliit di malam penganugerahan Best FIFA Football Awards 2020 mengaku bahwa opsi melakukan solo run di gol ke gawang Burnely jadi hal yang harus ia lakukan.

“Saya menerima bola di area pertahanan kami dan itu adalah opsi terbaik untuk memberi umpan, tetapi saya tidak dapat menemukan opsi untuk melakukan hal yang sama. Saya mulai menggiring bola setelah dua detik, saya sangat terkejut dan itu adalah gol yang indah,” ucap Son Heung-min.

Gol pemain Korsel ke gawang Burnley yang dicetaknya pada Liga Inggris musim lalu itu memang tercipta dengan sangat sensasional. Berawal dari umpan pendek rekannya di area pertahanan Tottenham, Son menggiring bola melewati 4 pemain Burnley.

Sampai tengah lapangan, laju Son makin tak tertahankan dan membuat 5 pemain Burnley lainnya tak berdaya. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Burnley, Nick Pope, pemain berusia 28 tahun tersebut dengan tenang mampu menceploskan bola.

Son pun jadi pemain Korsel pertama yang meraih penghargaan Puskas Award. Ia juga jadi pemain kedua dari Asia yang menyabet gelar ini, sebelumnya pada 2016, pemain Malaysia, Mohd Faiz Subri yang meraihnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gol Solo Run Son Heung-min Sabet Gelar Puskas Award

gamespool
Gol Solo Run Son Heung-min Sabet Gelar Puskas Award 97

Football5star.com, Indonesia – Gol solo run yang dicetak oleh pemain Tottenham asal Korea Selatan, Son Heung-min ke gawang Burnley meraih gelar Puskas Award 2020. Son mengalahkan dua kandidat lainnya yakni Luis Suarez dan Giorgian De Arrasceante.

Dikutip Football5star.com dari lama resmi FIFA, Jumat (18/12/2020) selain unggil dari gol Luis Suarez dan Giorgian De Arrasceante, gol Son juga singkirkan kandidat lainnya seperti Sophie Ingle (Chelsea), Jordan Flores (Shamrock Rovers), Caroline Weir (Manchester City).

Gol pemain Korsel ke gawang Burnley yang dicetaknya pada Liga Inggris musim lalu itu memang tercipta dengan sangat sensasional. Berawal dari umpan pendek rekannya di area pertahanan Tottenham, Son menggiring bola melewati 4 pemain Burnley.

Sampai tengah lapangan, laju Son makin tak tertahankan dan membuat 5 pemain Burnley lainnya tak berdaya. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Burnley, Nick Pope, pemain berusia 28 tahun tersebut dengan tenang mampu menceploskan bola.

Son pun jadi pemain Korsel pertama yang meraih penghargaan Puskas Award. Ia juga jadi pemain kedua dari Asia yang menyabet gelar ini, sebelumnya pada 2016, pemain Malaysia, Mohd Faiz Subri yang meraihnya.

Saat Son mencetak gol itu ke gawang Burnley, publik sudah menganggap gol tersebut akan mampu meraih gelar Puskas Award.

“Son Heung-min berlari melewati pertahanan Burnley seolah-olah itu adalah taman bermain dan bermain melawan enam orang berusia tujuh tahun” puji salah satu warganet saat itu.

“Gol Son Heung min merupakan gol indah yang pernah anda lihat selama menonton sepak bola” tambah warganet lainnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Harry Kane: Saya dan Son Heung-Min dalam Puncak Performa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur sukses mengalahkan Arsenal 2-0, Senin (7/12/2020) dinihari WIB. Pahlawan kemenangan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Harry Kane serta Son Heung-Min.

Son Heung Min sukses membuka keunggulan pada awal pertandingan. Ia mencetak gol usai memanfaatkan umpat Harry Kane. Setelah itu giliran bomber Korea Selatan yang mengirim umpan untuk gol kapten timnas Inggris jelang jeda.

Usai pertandingan Kane mengaku sangat puas dengan kemenangan ini. Apalagi dia kembali membuktikan kerja sama apiknya dengan Son bisa menghasilkan kemenangan pada derbi London Utara kali ini.

harry kane OptaJoe
@OptaJoe

“Fantastis. Ini persis seperti yang kami harapkan. Babak kedua sedikit sulit,tapi mereka tidak menciptakan terlalu banyak peluang,” ujar sang bomber seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Senin (7/12/2020).

“Saya mendapat assist yang luar biasa dari Son. Kami mengalami beberapa pertandingan yang sulit, tapi kami merasa lebih baik setiap saat. Mungkin saat ini kami sedang berada di puncak penampilan. Memahami permainan satu sama lain membuat kami senang,” ia menambahkan.

Kemenangan atas Arsenal sekaligus mengembalikan Tottenham Hotspur ke puncak klasemen Premier League. Mereka yang sehari sebelumnya sempat digeser oleh Chelsea sukses menguasai klasemen lagi.

Saat ini anak asuh Jose Mourinho mengumpulkan 24 poin dari 11 pertandingan. Unggul dua angka dari Chelsea di peringkat kedua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tottenham vs Arsenal: Son Heung-min Cetak Gol Indah, Spurs Kuasai London Utara

gamespool
Tottenham vs Arsenal: Son Heung-min Cetak Gol Indah, Spurs Kuasai London Utara 105

Football5star.com Indonesia – Tottenham Hotspur memenangi Derbi London Utara atas Arsenal dengan skor 2-0, Minggu (6/12/2020) malam WIB itu. Dalam duel Tottenham vs Arsenal pada pekan ke-11 Liga Inggris itu, Son Heung-min dan Harry Kane tampil sebagai pahlawan.

Bertindak sebagai tuan rumah, Tottenham Hotspur tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung mendapat hadiah tendangan bebas saat laga memasuki menit kedua. Namun, bola sepakan Eric Dier masih melambung jauh di atas mistar gawang.

Tottenham vs Arsenal - Alexandre Lacazette x Pierre-Emile Hojbjerg @spursofficial
Twitter @SpursOfficial

Arsenal coba membalas. Willian mengeksekusi tetapi masih bisa diblok pemain Tottenham. Bola muntah yang disambar Bukayo Saka pun tak bisa dikonversi menjadi gol.

Tottenham akhirnya membuka keunggulan berkat gol indah Son Heung-min pada menit ke-13. Berawal dari serangan balik cepat, Son Heung-min yang memanfaatkan umpan Harry Kane lalu menggiring bola ke sisi kiri pertahanan Arsenal.

Sempat mengecoh satu bek Arsenal, Son heung-min langsung menembakkan bola ke pojok kiri atas gawang yang tak mampu dijangkau Bernd Leno.

Pada menit ke-27, tuan rumah nyaris menggandakan keunggulan. Namun, tendangan tepat sasaran Pierre-Emile Hojbjerg bisa dibaca dengan baik oleh Bernd Leno.

Serangan cepat yang jadi senjata andalan Tottenham kembali membuahkan hasil pada pengujung babak pertama. Kali ini gantian Son Heung-min yang memberi umpan kepada Harry Kane yang berdiri bebas di dalam kotak penalti.

Menerima umpan Son Heung-min, Harry Kane menembakkan bola dengan kekuatan penuh dari jarak dekat yang kembali mengoyak gawang Arsenal. Gol Harry Kane sekaligus menjadi penutup duel sengit Tottenham vs Arsenal pada babak pertama.

Tottenham vs Arsenal - Son heung-min gol @spursofficial
Twtter @SpursOfficial
Nasib Sial pada Babak Kedua Tottenham vs Arsenal

Memasuki babak kedua, Tottenham masih tampil agresif mengadalkan serangan cepat. Akan tetapi, Arsenal pun tampil lebih menyerang dan mendominasi permainan demi mengejar defisit dua gol.

Pada menit ke-48, Arsenal nyaris mencetak gol pertama. Akan tetapi, bola sundulan Alexandre Lacazette hasil umpan Bukayo Saka, bisa digagalkan kiper Hugo Lloris.

Fortuna agaknya enggan memihak Alexandre Lacazette dan Arsenal. Peluang emas striker asal Prancis melalui sundulan pada menit ke-68 pun masih bisa ditepis Hugo Lloris.

Nasib sial Alexandre Lacazette dan kawan-kawan tersebut tak berubah sampai pertandingan Tottenham vs Arsenal berakhir. The Spurs menahbiskan diri sebagai penguasa London Utara berkat kemenangan 2-0.

Hasil itu juga membawa Tottenham Hotspur kembali memuncaki klasemen dengan 24 poin, menggusur Chelsea yang terpaut 2 angka. Arsenal kian terpuruk di papan bawah, tepatnya peringkat ke-15 dengan 13 angka.

SUSUNAN PEMAIN TOTTENHAM vs ARSENAL

TOTTENHAM (4-2-3-1): 1-Hugo Lloris; 24-Serge Aurier, 4-Toby Alderweireld, 15-Eric Dier, 3-Sergio Reguilon; 17-Moussa Sissoko, 5-Pierre-Emile Hoejbjerg; 23-Steven Bergwijn (Joe Rodon 90), 18-Giovani Lo Celso, 7-Heung-Min Son (Lucas Moura 88); 10-Harry Kane
Pelatih: Jose Mourinho

ARSENAL (3-4-3): 1-Bernd Leno; 16-Rob Holding, 6-Gabriel, 3-Kieran Tierney; 2-Hector Bellerin (dward Nketiah 75), 34-Granit Xhaka, 18-Thomas Partey (Daniel Ceballos 45+2), 7-Bukayo Saka; 12-Willian, 9-Alexandre Lacazette, 14-Pierre-Emerick Aubameyang
Pelatih: Mikel Arteta

Wasit: Martin Atkinson

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Harry Kane dan Son Heung-min Disebut Tak Suka dengan Mourinho

gamespool
Harry Kane dan Son Heung-min Disebut Tak Suka dengan Mourinho 109

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Liverpool, Michael Owen mengklaim bahwa dua pemain Tottenham, Harry Kane dan Son Heung-min tidak suka dengan Jose Mourinho. Owen melontarkan pernyataan tersebut usai pertandingan Tottenham melawan Chelsea yang berakhir imbang tanpa gol.

“Saya tidak tahu apakah itu kurangnya kepercayaan, mungkin hanya perasaannya tentang permainan dan dia hanya merasa nyaman dengan memainkan gaya bertahan,” ucap Owen seperti dikutip Football5star.com dari Football London, Selasa (2/12/2020).

Tottenham Hotspur tetap memuncaki klasemen Premier League meski imbang 0-0 di kandang Chelsea.

“Saat ini tim akan baik-baik saja, tetapi jika terjadi terlalu sering, jika Harry Kane dan Son hampir tidak mendapatkan tendangan di setengah pertandingan musim ini, meski mereka berada di posisi puncak, saya tidak tahu apakah kedua pemain itu akan menikmatinya,” tambah Owen.

Lebih lanjut, Owen mengatakan bahwa ia lebih suka dengan taktik Spurs saat masih dilatih oleh Mauricio Pochettino. Bersama Mourinho, Spurs bermain sangat defensif sehingga membuat banyak pemain yang tak suka dengan pelatih asal Portugal tersebut.

“Saya berpikir saya lebih suka dengan cara melatih Pochettino. Mereka mempercayai tim, tim itu berhadapan langsung dengan tim-tim lain, mungkin mereka kalah 3-2 atau kadang mereka mampu meraih kemenangan 4-2.” ucap Owen.

Owen menyebut bahwa banyak pemain yang dilatih oleh Mourinho akan merasakan apakah ia menjadi pemain yang dipercayai oleh pelatih berjuluk The Spesial One tersebut. Kondisi ini yang membuat suasana kurang bagus di ruang ganti.

“Jika saya bermain untuk Jose Mourinho, saya akan berpikir apakah dia mempercayai kami sebagai tim untuk melawan tim besar karena setiap kali tim itu bermain dengan siapapun, yang terlihat para pemain seperti duduk santai,” tutup Owen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Giuseppe Bergomi Sebut Inter Beli Pemain Tottenham yang Salah

gamespool
Giuseppe Bergomi Sebut Inter Beli Pemain Tottenham yang Salah 113

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Inter Milan, Giuseppe Bergomi, mengungkapkan bahwa mantan timnya telah membeli pemain Tottenham yang salah, Christian Eriksen. Menurut Bergomi, Inter seharusnya mendatangkan Son-Heung min atau Harry Kane.

Eriksen saat ini kesulitan beradaptasi dengan Serie A dan taktik dari Antonio Conte. Eriksen jarang menjadi starter bahkan pada laga dua terakhir melawan Real Madrid dan Atalanta, dia tidak dimainkan sama sekali. Menurut Bergomi, sistem 3-5-2 Conte membuat dia tak bisa bermain maksimal.

“Sistem itu berdampak cukup besar padanya. Sistem Itu tidak bisa diubah karena memberikan dua penyerang yang merupakan kekuatan Inter. Untuk saya, Eriksen adalah ‘sub leader’, kata Bergomi seperti dilansir Football5Star.com dari Radio Nerazzurra.

son heung-min-harry kane-Squawka
@Squawka

Mantan kapten Inter itu melanjutkan, “Seseorang perlu merasa terlibat jika tidak, dia akan kesulitan. Tapi sejujurnya saya akan mengambil Son (Heung-min) atau (Harry) Kane dari Tottenham, bukan Eriksen. Son akan bermain dengan sangat baik di Inter.”

Bukan hanya beradaptasi di dalam lapangan, Bergomi juga meminta Eriksen bisa segera beradaptasi dengan kehidupan di Italia. Bergomi mencontohkan pengalamannya, saat Dennis Bergkamp bermain di Inter.

“Ketika saya menjadi pesepakbola, saya harus berurusan dengan Bergkamp, klub meminta saya untuk membantunya menyesuaikan diri (dengan kehidupan di Italia). Saya berteman dengan dia dan istrinya, saya mencoba untuk mengajarinya bahasa Italia tetapi hanya istrinya yang belajar dan dia tidak,” ujar Giuseppe Bergomi.

Juara Piala Dunia 1982 itu melanjutkan, “Jika Eriksen terbukti fit, saya yang pertama bahagia. Inter mengatakan itu adalah peluang pasar, tetapi apakah (Antonio) Conte benar menginginkannya? Kita tidak akan pernah tahu.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Son Heung-min Tak Merasa Masuk Jajaran Pemain Terbaik Liga Inggris

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Son Heung-min adalah salah satu pemain paling moncer pada pentas Liga Inggris musim ini. Saat ini, dengan torehan 8 gol, dia jadi pemain tersubur bersama Dominic Calvert-Lewin, Mohamed Salah, dan Jamie Vardy. Namun, dia tetap rendah hati, tak mau menepuk dada dan menunjukkan kebanggaan berlebihan.

“Aku tak pernah berpikir berada di antara para pemain terbaik di Premier League. Sejujurnya, aku tak pernah berpikir tentang itu barang sekejap pun,” kata Son Heung-min seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan.

Bagi Son, ada hal yang lebih penting dari memikirkan jadi pemain terbaik. Itu adalah selalu bekerja keras. “Aku selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk Tottenham dan timnas. Aku juga coba menunjukkan semua kemampuanku,” ucap dia.

Son Heung-min tampil luar biasa saat Tottenham Hotspur menang 6-1 di kandang Manchester United.
sports.yahoo.com

Meskipun demikian, faktanya dia kini sudah termasuk deretan pemain terbaik di Liga Inggris. Siapa pun lawan yang dihadapi Tottenham Hotspur pasti jeri terhadap pemain yang mulai meniti karier di Eropa bersama Hamburger SV di Liga Jerman tersebut.

Apalagi saat ini. Di bawah asuhan Jose Mourinho, dia menjalin kerja sama luar biasa dengan Harry Kane. Mengenai hal itu, dia berujar, “Kane dan aku sudah bermain bersama untuk waktu yang lama. Sangat biasa untuk coba mengembangkan hubungan setiap saat. Dia lebih muda dariku, tapi selalu bermain luar biasa.”

Son Heung-min Terbaik Oktober 2020

Terlepas dari kerendahan hatinya, pengakuan kembali didapatkan Son Heung-min. Untuk periode Oktober 2020, dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Premier League. Pemilihan itu dilakukan oleh panel pakar, para kapten klub, dan poling online.

Itu tak terlepas dari penampilan apiknya bersama Tottenham Hotspur. Sepanjang Oktober, dia mengemas 4 gol dan 2 assist. Performa terbaiknya tentu saja saat The Lilywhites menang 6-1 di kandang Manchester United pada 4 Oktober silam. Dia mencetak 2 gol dan 1 assist pada laga di Stadion Old Trafford tersebut.

Dalam pemilihan Pemain Terbaik Oktober, Son Heung-min mengalahkan tujuh kandidat lain. Mereka adalah Che Adams, Conor Coady, Pablo Fornals, Jack Grealish, Thiago Silva, Kyle Walker, dan rekan setimnya, Harry Kane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]