Udinese Resmi Depak Colantuono Dari Kursi Pelatih

Udinese akhirnya resmi memecat Stefano Colantuono dari kursi pelatih. Kekalahan 0-2 dari AS Roma membuat publik Stadio Friuli kian lantang meminta manajemen Udinese untuk segera mendepak Colantuono.

Sebagai catatan, Udinese hanya mampu memetik satu kemenangan dalam 11 laga terakhir. Hal ini membuat Il Zebrette tampaknya sudah kehilangan kesabaran dengan pelatih berkepala plontos ini.

“Udinese mengumumkan bahwa pelatih Stefano Colantuono dan para stafnya sudah diberhentikan dari tugasnya. Udinese ingin mengucapkan terimakasih kepada pelatih dan para asistennya atas perjuangan dan profesionalisme yang ditunjukkan sepanjang melatih tim ini. Pihak klub mendoakan yang terbaik bagi kelanjutan karier mereka,” tulis manajemen Udinese dalam situs resmi klub.

Colantuono memang sudah menyadari dirinya berada dalam posisi yang sulit. Hal tersebut disampaikan Colantuono usai dikalahkan Roma lalu.

“Saya paham olahraga ini, dan saya tahu bahwa seorang pelatih bisa saja dipecat untuk mencari suasana baru. Saya bukan yang pertama, dan saya juga bukan yang terakhir.”

Colantuono mengawali petualangannya bersama Udinese pada 16 Agustus silam saat menghadapi Novara dalam babak ketiga Coppa Italia. Sepanjang dilatih Colantuono, Udinese meraih 10 kemenangan, 6 hasil seri, dan 16 kekalahan.

Dilansir ESPNFC, Udinese tengah membidik mantan Manajer Queens Park Rangers, Luigi De Canio, sebagai pelatih selanjutnya.

Udinese Akan Bikin Milan Peras Keringat Lebih Banyak

Udinese memberi garansi tak akan memberi kemenangan mudah untuk AC Milan. Mereka berhasrat menyulitkan Rossoneri di laga lanjutan Liga Italia.

Pertandingan antara Milan melawan Udinese akan berlangsung di San Siro, Minggu (7/2) malam WIB. Menatap pertandingan itu Milan sedang dalam laju yang bagus.

Milan sudah tak pernah kalah dalam lima pertandingan terakhir dengan rincian sebanyak tiga kali kemenangan dan dua hasil imbang.

Penampilan yang sedang menanjak itu tampaknya disadari oleh pelatih Udinese, Stefano Colantuono. Dia berupaya akan membuat Milan memeras keringat lebih banyak.

“Saya tak bisa mengatakan apa yang akan dilakukan oleh Mihajlovic besok, dia merupakan satu-satunya yang akan bisa menentukan bagaimana Milan akan bermain,” kata Colantuono seperti dilansir oleh Football Italia.

“Tingkat kesulitan dari pertandingan seperti pertandingan lain di Italia. Jika tak memainkan pertandingan dengan benar, maka anda akan kalah. Terlebih lagi melawan tim seperti Milan, yang dibangun untuk papan atas klasemen.”

“Tapi, argumen ini memotong dua arah. Milan harus bermain dan berkeringat untuk itu, karena kami akan melakukan yang kami bisa untuk menyulitkan mereka,” imbuhnya.

Dalam lima pertandingan terakhir dengan Milan, Udinese mampu tampil bagus dengan catatan tiga kali memetik kemenangan. Di dua pertandingan lainnya, mereka menelan kekalahan, salah satunya di laga bulan September lalu.

Lawan Juventus, Udinese Andalkan Di Natale

Pelatih Udinese, Stefano Colantuono, mengkomfirmasi bahwa ia akan mengandalkan Antonio Di Natale pada laga melawan Juventus, Minggu (17/1).

Menjelang laga lanjutan Serie A antara Udinese menghadapi Juventus di Friuli, Colantuono mengakui bahwa sang lawan memang sedang berada dalam performa yang gemilang. Anak-anak asuhan pelatih Massimiliano Allegri tengah meraih sembilan kemenangan beruntun di liga.

Meski demikian, Colantuono tetap optimistis timnya dapat membuat Bianconeri kesulitan.

“Kami harus mencoba untuk menghentikan Juventus memainkan sepak bola mereka, karena mereka menunjukkan kualitas hebat dan memiliki performa terbaik di Serie A saat ini. Cara untuk melakukannya adalah dengan bermain agresif dan menyerang,” terang Colantuono seperti yang dikutip oleh Football Italia.

“Perbedaan antara Juventus dengan klub lainnya adalah mentalitas. Mereka menghadapi tim papan atas dan papan bawah dengan cara yang sama,” tambah dirinya.

Untuk menghentikan kemenangan beruntun La Vecchia Signora, Colantuono siap untuk memainkan Di Natale sejak menit pertama.

“Di Natale akan bermain lawan Juve. Ini adalah pertandingan untuknya, laga yang dapat mengeluarkan kemampuan terbaik dari seorang juara,” ujar Colantuono.

“Ia berada dalam kondisi yang baik, calon lawan yang dihadapi membuatnya termotivasi dan saya yakin ini akan menjadi partai untuknya,” lanjutnya.

Inter Dianggap Seperti Bunglon

Pelatih Udinese, Stefano Colantuono, menyebut Inter Milan seperti bunglon. Hal itu diungkapnya jelang laga antara Udinese dan Inter, akhir pekan ini, di pekan ke-16 Liga Italia.

Apa maksudnya Inter seperti bunglon? Menurut Colantuono, Inter sangat fleksibel di atas lapangan. Berbagai formasi bisa diperagakan dengan baik oleh Felipe Melo dkk. Dia menganggap hal itulah yang menjadi kekuatan Inter sehingga bisa stabil di papan atas Liga Italia musim ini.

Pada musim ini, Inter sudah pernah memainkan enam formasi dalam 15 laga Liga Italia, yaitu 4-3-1-2, 4-3-3-, 4-4-2, 4-3-2-1, 3-5-2, dan 4-2-3-1.

“Inter tak punya kelemahan. Mereka tidak sering kebobolan, sangat kuat secara fisik, dan berbakat di lini depan. Mereka punya hasrat dalam bermain dan untuk saling menolong sesama pemain. Mereka tim yang solid. Melawan tim seperti mereka, kami harus hati-hati dan tak boleh buat kesalahan,” kata Colantuono.

“Kami jelas tak akan tahu bagaimana mereka bermain. Mereka serbabisa dan seperti bunglon. Mereka dapat saja melihat formasi tiga bek kami dan bermain dengan 3-5-2. Atau, memakai taktik yang sama, yaitu pola empat bek,” tambah dia.

Kendati demikian, Colantuono memastikan Udinese tak akan tampil bertahan saat bertemu Inter.

“Kami punya filosofi dan kami akan terus menerapkannya. Kami tak akan bertahan dan bakal tampil menyerang,” tutup Colantuono.