Stephan Lichtsteiner Terkejut Setelah Tahu Andrea Pirlo Jadi Pelatih Juventus

dinasti
Stephan Lichtsteiner Terkejut Setelah Tahu Andrea Pirlo Jadi Pelatih Juventus 3

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Juventus, Stephan Lichtsteiner, mengakui bahwa dirinya terkejut setelah mengetahui Andrea Pirlo menjadi pelatih mantan klubnya. Lichtsteiner sendiri bermain bersama Pirlo selama empat musim di sana.

Lichtsteiner dan Pirlo merupakan bagian dari skuad Juventus yang memulai rentetan Scudetto sejak musim 2011-12. Mereka berpisah setelah Pirlo memutuskan untuk pindah ke NYFC pada 2015.

Lichtsteiner sendiri musim ini baru saja mengumumkan untuk pensiun, sementara Pirlo secara mengejutkan dipilih untuk menjadi pelatih tim utama Juve setelah satu minggu ditunjuk untuk menjadi pelatih tim U-23.

“Berita itu mengejutkan saya, tapi hanya beberapa detik,” ucap Lichtsteiner seperti dikutip Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Mantan pemain asal Swiss itu yakin Pirlo bisa menjadi pelatih hebat. Lichtsteiner mengatakan bahwa Pirlo akan seperti Zinedine Zidane.

“Itu adalah pilihan yang bagus, Andrea (Pirlo) punya kredibilitas yang sangat besar. Dia akan sukses mengelola grup. Dia tenang, baik dan tahu lingkungan (Juventus),” ujar Lichtsteiner.

Mantan pemain Arsenal itu melanjutkan, “dia mengingatkan saya kepada Zinedine Zidane, tentu saja bukan Antonio Conte atau Diego Simeone. Dia akan berteriak jika dibutuhkan. Yang penting dia memiliki pengaruh yang baik pada grup. Saya tidak ragu tentang itu.”

Andrea Pirlo akan memulai petualangannya bersama Juventus pada pertengahan September saat Serie A dimulai. Saat ini dia sudah memimpin sesi latihan Cristiano Ronaldo dkk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mantan Bek Juventus Putuskan Gantung Sepatu

dinasti
Mantan Bek Juventus Putuskan Gantung Sepatu 6

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek sayap Juventus, Stephan Lichtsteiner, memutuskan untuk mengakhiri karier profesionalnya pada Rabu (12/8) malam WIB. Keputusan ini diumumkan Lichtsteiner melalui laman Instagram pribadinya.

Dalam pernyataannya, Lichtsteiner mengaku sudah cukup lama memiliki rencana gantung sepatu. Menurut pemain 36 tahun itu, ini adalah momen yang tepat baginya untuk pensiun.

“Setelah berpikir selama beberapa pekan, saya memutuskan untuk mengakhiri karier sebagai pemain sepak bola profesional,” ujar Stephan Lichtsteiner di laman Instagram pribadinya.

https://www.instagram.com/p/CDydDKRnPQQ/

“Dengan video ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anda semua atas berbagai momen indah yang kita jalani bersama-sama.”

“Kita telah menjalani masa-masa yang luar biasa. Mulai dari Grasshopper, Lille, Lazio, Juventus, Arsenal dan terakhir Augsburg serta timnas Swiss. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” sambung Lichtsteiner.

Ketika bermain di Lazio dan Juventus, Lichtsteiner dikenal sebagai bek sayap yang bermain tanpa mengenal rasa lelah. Bersama kedua klub tersebut, ia berhasil mengumpulkan 301 penampilan.

Selepas Italia, Lichtsteiner sempat mencoba peruntungan di Inggris bersama Arsenal pada musim 2018-19. Semusim berselang, ia hijrah ke Jerman untuk membela FC Augsburg.

Tak hanya gemilang di level klub, Lichtsteiner juga menjadi sosok andalan bersama timnas Swiss. Selama 13 tahun berkarier di level internasional, ia berhasil mengumpulkan 108 caps dan mencetak delapan gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Stephan Lichtsteiner Sampaikan Salam Perpisahan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Dipastikan tidak lagi merumput di Stadion Emirates musim mendatang, bek Arsenal, Stephan Lichtsteiner mengucapkan salam perpisahan kepada rekan satu tim dan para penggemar melalui media sosial pribadinya, Senin (3/6/2019).

Pesan perpisahan disampaikan menyusul habis masa kontrak Stephan Lichtsteiner bersama skuat asuhan Unai Emery pada musim panas ini. Bek asal Swiss ini didatangkan Arsenal dari juara Italia, Juventus pada awal musim 2018-19.

Arsenal diketahui belum secara resmi mengonfirmasi kepergian bek berusia 35 tahun itu, akan tetapi Lichtsteiner telah menyampaikan salam perpisahan penuh emosional kepada klub dan penggemar The Gunners.

stephan lichtsteiner standard arsenal
standard.co.uk

“Gunners yang terhormat, kita hampir saja menambahkan bab penting untuk klub yang luar biasa ini. Tetapi hampir saja… sayangnya tidak cukup. Ini sulit diterima. Saya sangat kecewa,” tulis Lichtsteiner.

“Tujuan kami membawa Arsenal kembali ke level tertinggi dan memenangkan trofi. Saya harap rekan setim, pelatih dan staf saya, semua karyawan yang bekerja keras dan semua penggemar Gunner yang terbaik!”

“Saya yakin tim kita dapat menyelesaikan misi musim depan! Saya senang menjadi bagian dari klub ini. Itu adalah tantangan dan pengalaman bagus tetapi tanpa akhir yang bahagia, sayangnya.”

“Terima kasih banyak atas dukunganmu yang luar biasa!” ucap Stephan Lichtsteiner yang mendapatkan kesempatan bermain dalam 10 pertandingan di Liga Inggris selama musim 2018-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Stephan Lichtsteiner Buka Peluang Tinggalkan Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesa – Bek sayap milik timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, mengaku sudah memikirkan opsi untuk meninggalkan Arsenal selepas partai puncak Liga Europa. Ia pun mengaku tak memiliki banyak alasan untuk terus bertahan di Arsenal.

Semenjak didatangkan dari Juventus pada bursa transfer musim panas lalu, Stephan Lichtsteiner memang tak mendapatkan tempat utama di skuar Unai Emery. Pemain 35 tahun itu hanya berhasil mendapatkan 14 penampilan di ajang Premier League musim ini.

“Saya tak melihat banyak alasan untuk terus bertahan di Arsenal. Tapi, saya masih belum tahu apa yang saya lakukan di masa depan. Hal terpenting saat ini adalah, final Liga Europa,” kata Stephan Lichtsteiner dikutip dari laman Daily Mirror.

Stephan Lichtsteiner - Arsenal - talkSPORT
talkSPORT

“Saya sangat ingin memenangkan gelar ini dan membawa Arsenal kembali menjadi klub yang disegani. Saya ingin membawa Arsenal melaju ke Liga Chamions musim depan dan memenangkan banyak gelar,” imbuhnya.

Salah satu hal yang mengganggu pikiran Stephan Lichtsteiner adalah, kegagalan Arsenal untuk finis di zona Liga Champions musim ini. Menurutnya, The Gunners terlalu banyak kehilangan poin penting di laga tandang.

“Lima pekan yang lalu, kami berada di posisi sempurna. Tapi, kami terlalu sering kehilangan poin penting di partai tandang. Seain itu, kami juga sedikit kurang beruntung. Saya rasa, kami bisa menunjukkan penampilan yang lebih baik lagi di musim 2018-19,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Rombak skuat, Unai Emery Siap Lepas 5 Pemain

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaArsenal dilaporkan siap merombak skuat menyusul hasil kurang memuaskan musim ini. Menurut rencana, Unai Emery siap melepas 5 pemain berdasarkan kurang optimalnya kontribusi pemain maupun selesainya masa kontrak bersama The Gunners.

Di musim pertamanya di Arsenal, Emery juga melepas pemain seperti Santi Cazorla, Jack Wilshere dan beberapa pemain produk akademi Arsenal dan tampaknya hal yang sama akan terjadi saat jendela transfer musim panas ini.

Berikut adalah 5 pemain yang kemungkinan akan dilepas Unai Emery yang dirangkum Football5star.com dilansir oleh Mirror.

Petr Cech

Petr Cech -Arsenal - Liga Europa - Football5star
arsenal.com

Akhir musim ini, kiper yang sempat memperkuat Chelsea sebelum merapat ke Stadion Emirates akan gantung sarung tangan menyusul habis masa kontraknya di Arsenal.

Cech meraih Piala FA selama berkarier bersama The Gunners. Selain itu Cech mencatatkan rekor sebagai kiper dengan clean sheet terbanyak di Liga Inggris.

Stephan Lichtsteiner

Stephan Lichtsteiner @Arsenal
arsenal.com

Peran pemain yang didatangkan dengan status bebas transfer dari Juventus ini tidak terlihat optimal kontribusinya bersama The Gunners. Sangat mengherankan andai pemain berusia 35 tahun ini bila dipertahankan Emery.

David Ospina

david ospina,petr cech,arsenal,liga inggris
getty images

Kiper asal Kolombia ini sedang dipinjamkan ke salah satu klub Serie A, Napoli. Kehadiran dan konsistensi Bernd Leno yang didatangkan dari Leverkusen, memaksa Ospina mencari klub baru untuk mendapat menit bermain.

Denis Suarez

SUarez standard
standard.co.uk

Penyerang yang didatangkan dari Barcelona dengan status pinjaman memiliki opsi untuk dipermanenkan statusnya. Namun, pemain berusia 25 tahun ini gagal menembus skuat inti. Kariernya di Stadion Emirates kemungkinan besar tidak akan dipertahankan Emery.

Danny Welbeck

Danny Welbeck mendapat cedera ankle saat Arsenal imbang 0-0 dengan Sporting CP.
twitter – @afcstuff

Cedera panjang yang dialami Welbeck, membuat Emery sedikit memiliki pilihan di sektor depan pada musim pertamanya bersama The Gunners. Track record cedera yang dimiliki Welbeck membuat penyerang yang didatangkan dari Manchester United ini kecil kemungkinan dipertahankan oleh Unai Emery.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lichtsteiner Buka Peluang Tinggalkan Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Bek Swiss, Stephan Lichtsteiner, buka peluang meninggalkan Arsenal di akhir musim nanti. Sebab, ia ingin bermain reguler dan mendapat tempat di Piala Eropa.

Lichtsteiner didatangkan Arsenal pada musim panas lalu dari Juventus dengan gratis. Sayangnya, ia tidak serta merta menjadi pilihan utama Unai Emery di sektor pertahanan. Sejauh ini, ia baru mengoleksi total 20 penampilan dari semua kompetisi.

“Aku berusia 35 tahun, aku perlu waktu pemulihan yang lebih sedikit. Aku tidak marah jika aku tidak bermain sejak awal. Dan ya, aku dalam kondisi sehat,” kata Lichtsteiner kepada Neue Zurcher Zeitung.

“Aku memiliki karier yang bagus dan menikmatinya. Arsenal adalah klub top. Jelas bahwa bermain di sana selalu lebih sulit. Aku datang ke negara baru, klub baru. Aku harus mengenal budaya baru, orang baru, liga baru, taktik baru.”

Stephan Lichtsteiner @Arsenal
Getty Images

The Gunners tertarik untuk memperpanjang kontrak Lichtsteiner. Namun, sang pemain tetap membuka peluang untuk pindah.

“Fakta bahwa aku bermain di klub top pada usia 35 tahun sudah cukup bagus. Ada pembicaraan dengan Arsenal. Kita harus melihat apakah itu cocok dengan kedua belah pihak.”

“Arsenal adalah klub besar, aku merasa sangat bahagia. Tetapi aku ingin bermain secara teratur agar bisa main di Piala Eropa. Tidak apa-apa tahun ini jarang bermain. Tetapi jika pelatih mengatakan bahwa dia tidak lagi membutuhkanku, aku harus khawatir,” Lichtsteiner menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cedera Ligamen Lutut Sudahi Kiprah Bellerin Musim Ini

Football5Star.com, Indonesia – Kemenangan Arsenal atas Chelsea pada Sabtu (19/1/2019) harus dibayar mahal. Terkapar pada laga tersebut, bek kanan Hector Bellerin harus menyudahi kiprahnya musim ini. Menurut kabar yang beredar, dia mengalami cedera ligamen lutut.

Seperti dilaporkan The Guardian, hasil pemindaian pada Senin (21/1/2019) menunjukkan Bellerin bukan mengalami cedera otot. Penggawa asal Spanyol itu dinyatakan mendapatkan cedera yang lebih parah, yakni cedera ligamen lutut kiri.

Hector Bellerin mendapatkan cedera ligamen lutut saat Arsenal melawan Chelsea.
theguardian.com

Cedera ligamen lutut yang membutuhkan operasi itu dipastikan membuat Bellerin tak dapat lagi memperkuat Arsenal hingga akhir musim. Biasanya, butuh setidaknya enam bulan untuk pulih dari cedera tersebut. Sang pemain pun lazimnya tak kembali ke performa terbaiknya.

Bagi manajer Unai Emery, itu adalah kabar buruk. Pasalnya, selepas laga melawan Chelsea, mantan pelatih Paris Saint-Germain itu berharap sang bek kanan tak mengalami cedera parah.

“Kami akan menunggu hingga besok, tapi itu lutut dan perkiraan awal, itu bisa saja cedera parah. Namun, besok atau Senin, dokter akan mengonfirmasikannya. Saya berharap tidak parah, tapi kondisinya terlihat tidak bagus,” kata Emery kala itu seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Cedera ligamen lutut yang menimpa Bellerin secara otomatis membuat Emery kehilangan pemain andalan di posisi bek kiri. Dia kini hanya dapat mengandalkan Stephan Lichtsteiner yang sudah uzur, Carl Jenkinson yang jarang bermain, dan Ainsley Maitland-Niles yang aslinya bukan bek.

Lichtsteiner Bertekad Kembali Tampil di Liga Champions

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bek kanan Arsenal, Stephan Lichtsteiner, mengatakan bahwa ia ingin membawa The Gunners kembali tampil di ajang Liga Champions musim depan. Demi mencapai misi tersebut, ia meminta para skuat Arsenal untuk tampil maksimal musim ini.

Arsenal memiliki dua jalur untuk kembali ke Liga Champions musim depan. Mereka bisa lolos apabila menjadi juara Liga Europa atau jika berhasil finis di empat besar Premier League musim ini. Hal tersebut menjadi prioritas untuk Lichtsteiner musim ini.

“Saya sangat ingin kembali ke Liga Champions. Namun, kami harus terlebih dahulu tampil baik apabila ingin mewujudkan hal tersebut. Sekarang, kami akan berusaha untuk memenangkan partai Liga Europa dan menjadi juara. Setelah itu, kami baru bisa membicarakan Liga Champions,” kata Lichtsteiner dilansir laman resmi Arsenal.

“Saya ingin membawa Arsenal kembali tampil di Liga Champions. Untuk melakukan hal tersebut, kami harus tampil baik di Liga Europa dan Premier League. Saya yakin kami akan tampil baik di kedua kompetisi tersebut musim ini,” sambung mantan penggawa Juventus itu.

Lichtsteiner - Arsenal - Liga Champions
London Evening Standard

Misi dari Lichtsteiner akan dimulai pada Kamis (20/9). Di partai pembuka Liga Europa musim ini, Aaron Ramsey akan menjamu tim asal Ukraina, Vorskla. Unai Emery wajib mengamankan tiga poin apabila ingin mewujudkan mimpi dari Lichtsteiner dan kembali ke kompetisi antar klub terbaik di Eropa.

 

Menolak Tua, Lichtsteiner Siap Rebut Tempat Bellerin

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bek gaek Arsenal, Stephan Lichtsteiner tak mau untuk terlalu dini memikirkan kapan yang tepat untuk mengakhiri karier. Ia mengaku bahwa fisiknya masih dalam kondisi yang prima dan siap untuk bersaing dengan pemain muda lainnya.

Lichtsteiner
standard.co.uk

Arsenal mendatangkan pemain bertahan berusia 34 tahun tersebut dari Juventus di bursa transfer musim panas lalu dengan status free transfer. Meski tampil reguler bagi klub lamanya, Lichtsteiner justru hanya menjadi penghangat bangku cadangan musim ini.

Musim ini ia hanya tampil sekali memperkuat Arsenal kala dikalahkan Manchester City. Pelatih The Gunners, Unai Emery justru masih mempercayakan posisi bek kanan dimainkan oleh Hector Bellerin.

Kendati merasa fisiknya semakin mulai menua, Lichtsteiner tak patah semangat untuk tetap bersaing memperabutkan tim utama. “Itulah mengapa saya tahu bahwa saya harus berjuang untuk mendapatkan tempat reguler,” katanya seperti dikutip Football5star dari Sportsmole.co.uk.

“Bagi saya, mengundurkan diri bukan hal yang perlu diperdebatkan. Jika saya tidak dapat mempertahankan level dalam beberapa tahun terakhir, maka inilah waktunya [pensiun]. Saya tidak hanya akan mengundurkan diri dari tim nasional Swiss, tetapi mengakhiri karier saya,” sambungnya.

Jika memang ingin mengakhiri kariernya bersama Timnas Swiss, itu berarti ajang Piala Dunia 2018 lalu jadi yang terakhir baginya. Ia sukses mengantarkan tim berjuluk Schweizer tersebut melaju ingga ke babak 16 besar.

Lichtsteiner Ingin Juventus Juara Liga Champions

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan penggawa Juventus, Stephan Lichtsteiner, yakin mamtan klubnya akan menjadi juara Liga Champions di musim 2018/2019. Menurutnya, Juventus harus juara setelah gagal di 2 babak final pada edisi 2014/2015 dan 2016/2017.

Kehadiran Cristiano Ronaldo juga akan semakin memperbesar peluang Bianconerri. Pasalnya, langkah Juventus selalu berhasil dihentikan oleh Ronaldo dan Real Madrid dalam 2 musim terakhir.

“Saya sangat berharap Juventus dapat menjadi juara Liga Champions di musim 2018/2019. Menurut saya, mereka sangat pantas menjadi juara setelah gagal di 2 final dalam waktu yang sangat berdekatan,” kata Lichtsteiner kepada Sky Sports.

Lichtsteiner memutuskan untuk hengkang dari Juventus di akhir musim 2017/2018. Keputusannya tersebut membuat dirinya tak berkesempatan untuk merumput bersama Ronaldo. Namun, ia mengaku sama sekali tak menyesali keputusannya untuk pindah ke Arsenal.

“Saya sama sekali tak menyesali keputusan untuk pindah. Karena itulah yang saya inginkan. Saya ingin mendapatkan tantangan baru bersama Arsenal. Saat ini, saya hanya fokus untuk membela Arsenal dan memberikan yang terbaik selama merumput di Inggris,” tegas pemain asal Swiss itu.

lichtsteiner arsenal football5star thebotnews com
thebotnews.com

Selama 7 musim bermain di Turin, pria 34 tahun itu mampu menjuarai 7 scudetto secara beruntun, 3 Piala Super Italia dan 4 gelar Coppa Italia. Total, ia mampu tampil dalam 257 pertandingan untuk La Vecchia Signora.

 

Lichtsteiner Kecewa Gagal Kontribusi Maksimal Pada Debutnya

Football5star.com, Indonesia – Arsenal menanggung malu usai menelan kekalahan dari Manchester City pada laga perdana Premier League musim ini. Parahnya, hasil tersebut mereka telan ketika bermain di kandang sendiri.

The Gunners tak berdaya ketika menghadapi Sergio Aguero dkk di Emirates Stadium, Minggu (12/8). Salah satu pemain yang kecewa teradap hasil minor tersebut adalah nama anyar, Stephan Lichtsteiner.

Pemain yang didatangkan dari Juventus tersebut masuk pada menit ke-35 menggantikan Ainsley Maitland-Niles. Akan tetapi, City tetap terlalu kuat bagi Arsenal sehingga menang 2-0 di akhir laga.

“Aku sangat kecewa kami menelan kekalahan pada pertandingan perdana liga musim ini. Kami akan bekerja lebih keras untuk kembali ke level semula,” tulisnya pada akun Twitter pribadi usai pertandingan.

“Ucapan terima kasih aku sampaikan kepada para fans yang telah memberi dukungan luar biasa sepanjang pertandingan. Semoga dukungan terus dilakukan karena itu yang kami butuh,” tambahnya.

Lichtsteiner menjadi salah satu nama baru yang didatangkan Unai Emery musim ini. Ia meninggalkan Juventus dengan status bebas transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang bersama Bianconerri.

Tujuh musim membela Juve, sederet trofi telah ia persembahkan seperti tujuh gelar Serie A dan empat Coppa Italia. Sementar raihan pribadinya adalah 15 gol dari 25 pertandingan.

Kehadiran Lichtsteiner Di Arsenal Tak Buat Bellerin Khawatir

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Stephan Lichtsteiner menjadi rekrutan anyar Arsenal yang didatangkan dari Juventus di bursa transfer musim panas ini. Kehadiran bek kanan asal Swiss tersebut membuat Hector Bellerin tak merasa tersaingi.

lichtsteiner arsenal football5star thebotnews com
thebotnews.com

Justru, pemain asal Spanyol tersebut mengaku senang dengan kehadiran Lichtsteiner di Arsenal. Ia mengaku ingin menimba ilmu dari pemain yang juga tampil pada Piala Dunia 2018 lalu bersama Timnas Swiss tersebut.

“Saya pikir Lichtsteiner adalah tambahan yang bagus untuk skuat. Dia seorang pemain dengan banyak pengalaman di tingkat atas dan dia pasti bisa membantu kami,” kata Bellerin seperti dikutip Football5star dari Sportsmole.co.uk, Jumat (3/8/2018).

“Saya tidak sabar untuk belajar darinya. Saya pikir dia adalah pemain belakang, sangat solid dan memiliki rasa menyerang yang sangat baik juga. Sebagai pemain muda, ada baiknya memiliki seseorang seperti itu yang bisa saya pelajari,” sambung pemilik nomor punggung 2 di Arsenal tersebut.

Lichtsteiner didatangkan Arsenal secara gratis setelah kontraknya bersama Juventus habis. Ia akan menggunakan nomor punggung 12 yang sebelumnya digunakan oleh Striker Prancis yang kini berseragam Chelsea, Olivier Giroud.

Di sisi lain, Lichtsteiner menjadi pemain kedua yang hijrah dari Juventus ke Arsenal. Sebelumnya ada Thierry Henry yang pindah pada Agustus 1999 lalu seharga 16,1 juta euro.

 

Bellerin Akan Belajar Banyak dari Lichtsteiner

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Arsenal, Ray Parlour, mengaku yakin Stephan Lichtsteiner akan jadi mentor yang baik untuk Hector Bellerin. Keduanya akan bersaing memperebutkan posisi bek kanan.

Lichtsteiner gabung Arsenal di bursa transfer ini. The Gunners mendatangkan pemain asal Swiss itu secara gratis dari Juventus.

Stephan Lichtsteiner
Twitter Arsenal

Lichtsteiner akan bersaing dengan Bellerin di lini belakang. Nama terakhir jadi pilihan utama selama beberapa musim terakhir, meski performanya tak stabil.

“Bellerin akan belajar banyak dari Lichtsteiner, terutama seni dalam bertahan. Bellerin sangat bagus, tetapi ia kurang disiplin dan sering dapat melupakan tanggung jawab bertahannya. Itu tidak akan diizinkan terjadi dengan Lichtsteiner di ruang ganti yang menggonggong di telinganya,” kata Parlour seperti dilansir Soccerway.

“Lichtsteiner akan menuntut banyak rasa hormat menyusul keberhasilannya di Juventus dan pengalamannya sebagai Kapten Swiss. Dia juga seorang pemimpin di dalam dan luar lapangan yang sangat dibutuhkan Arsenal beberapa tahun terakhir.”

“Bellerin tidak pernah benar-benar memiliki persaingan atau seseorang seperti Lichtsteiner di sisinya,” Parlour menambahkan.

Bellerin musim lalu membela Arsenal dalam 47 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga mencatatkan tiga gol dan lima assist.

Drmic Sesalkan Dua Kartu Kuning di Laga Swiss vs Kosta Rika

Football5Star.com, Indonesia – Josip Drmic, pencetak salah satu gol dalam laga melawan timnas Kosta Rika, gembira atas kelolosan timnas Swiss ke babak 16-besar Piala Dunia 2018. Namun, dia juga tak bisa menutupi kekecewaan atas dua kartu kuning yang diterima penggawa Der Nati di laga Swiss vs Kosta Rika tersebut.

Dua kartu kuning yang disesalkan Drmic dalam laga Swiss vs Kosta Rika itu adalah yang diterima Stephan Lictsteiner dan Fabian Schaer. Gara-gara mendapat kartu kuning dalam laga yang berakhir imbang 2-2 itu, kedua pemain tersebut harus absen saat Der Nati melawan timnas Swedia di babak 16-besar.

Xherdan Shaqiri menghibur Fabian Schaer yang harus absen di babak 16-besar.
blick.ch

“Tak bisa dimungkiri, sanksi seperti itu jelas menyakitkan bagi kami. Itu kerugian besar. Namun, kami punya para pemain pengganti yang tak kalah bagus,” terang Drmic seperti dikutip Football5Star.com dari Blick.

Penyerang berumur 25 tahun itu punya alasan tersendiri di balik keyakinannya itu. “Tak masalah siapa pun yang bermain nanti. Semuanya akan coba memberikan yang terbaik,” tandas dia. “Target sudah dicapai. Kini saatnya memulihkan diri, lalu menganalisis lawan.”

Analisis terhadap kekuatan dan kelemahan timnas Swedia menjadi hal yang sangat penting bagi timnas Swiss. Pelatih Vladimir Petkovic wajib memutar otak. Dia harus menutup ketiadaan Lictsteiner dan Schaer saat melawan Swedia di babak 16-besar Piala Dunia 2018 nanti.

Meskipun Drmic yakin sang pengganti bisa bermain apik, kehilangan dua pilar itu tetap mencemaskan. Khususnya Lichtsteiner. Di laga Swiss vs Kosta Rika, dia menunjukkan performa apik di sisi kanan. Dia pula yang menginisiasi gol pertama timnas Swiss yang dilesakkan Blerim Dzemaili.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Lichtsteiner Tak Permasalahkan Selebrasi Shaqiri dan Xhaka

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, mendukung selebrasi kontroversial yang ditampilkan oleh Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri di laga melawan Serbia, (22/6). Keduanya berhasil mencetak gol kemenangan Swiss di pertandingan ketat tersebut.

Selepas mencetak gol, kedua pemain itu melakukan selebrasi dengan membentuk logo elang Albania menggunakan kedua tangannya. Kedua pemain tersebut juga merupakan pemain keturunan Albania yang saat ini bersitegang dengan Serbia di dunia politik.

Granit Xhaka selebrasi zimbio
zimbio

“Kami bermain dibawah tekanan hebat. Laga tadi tidaklah mudah bagi kami. Laga tadi juga tidak mudah secara mental. Karena kami punya cukup banyak pemain berdarah Albania. Serbia dan Albania tidak memiliki catatan sejarah yang bagus,” ujar Lichtsteiner kepada Goal.

“Saya menyukai selebrasi mereka. Mereka mengakui bahwa hal itu merupakan bagian dari sejarah mereka. Perang yang menimpa mereka sangat sulit untuk dilupakan. Ini bukan hanya sekedar sepak bola. Ini melebihi masalah sepak bola karena mereka sempat mengalami masa-masa perang yang sangat sulit untuk dilalui,” ucap mantan penggawa Lazio itu.

Kemenangan melawan Nemanja Matic dkk membuka jalan Swiss untuk melaju ke babak selanjutnya. Di laga terakhir melawan Kosta Rika, Valon Behrami dkk dipastikan akan bermain habis-habisan demi satu tiket yang akan mengantarkan mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Lichtsteiner: Neymar Terlalu Gampang Jatuh

Football5star.com, Indonesia – Bek Timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, menilai striker Timnas Brasil, Neymar, terlalu gampang jatuh di lapangan. Hal ini membuat Lichtsteiner dan kawan-kawan harus berhati-hati saat mengawal pemain 26 tahun itu.

Timnas Brasil bermain imbang 1-1 lawan Swiss pada laga perdana penyisihan Grup E Piala Dunia 2018 di Rostov Arena, Rusia, Senin (17/6/2018) dinihari WIB.

NeymarAustriavsBrazilInternationalFriendlyyjAVbpI t6Al
zimbio.com

Dalam laga itu, Neymar dilanggar sebanyak 10 kali oleh pemain Swiss. Ini adalah rekor seorang pemain dilanggar terbanyak di Piala Dunia setelah Alan Shearer (Inggris) melawan Tunisia pada 1998.

“Sangat sulit mengawal Neymar. Dia cepat, dan Anda harus selalu mengikutinya karena dia berbahaya. Itu tantangan besar. Dan aku sedikit khawatir dengan wasit. Setiap kali Neymar jatuh, peluit berbunyi, jadi itu sedikit tantangan,” kata Lichtsteiner seperti dilansir Soccerway.

“Anda berpikir ‘Jangan terlalu agresif’ karena setiap kali dia jatuh, itu adalah pelanggaran. Jadi, karena itu, aku harus sedikit berhati-hati. Kami bertahan dengan baik, tetapi kami juga menyerang Brasil. Kami menunjukkan itu.”

“Kami tahu Neymar adalah berbahaya jadi itu kerja sama tim yang sangat bagus di sisi kanan antara Valon Behrami, Fabian Schaer dan aku dalam menutup Neymar. Itu permainan yang sempurna. Penting untuk memiliki kerjasama tim di pertandingan berikutnya karena kami akan memiliki situasi baru.”

“Mungkin itu keuntungan untuk melawan tim besar seperti Brasil di laga perdana. Mungkin mereka tidak mengenal kami dengan baik. Pertandingan pertama tidak pernah mudah bagi tim besar. Tetapi Swiss memiliki tim yang bagus dan kami mendapat poin bagus,” Lichtsteiner menambahkan.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Pires: Arsenal Butuh Pemain Seperti Lichtsteiner

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Robert Pires, memuji pergerakan mantan klubnya dengan mendatangkan Stephan Lichtsteiner. Menurutnya, pemain asal Swiss itu akan menjadi sosok yang dibutuhkan pelatih Unai Emery musim depan.

Pengalaman segudang yang dimiliki Lichtsteiner selama memperkuat Juventus menjadi nilai lebihnya. Ia menjadi pemain yang berjasa memberikan Si Nyonya Tua tujuh scudetto di tujuh musim terakhir.

Sebagai pemain pertama yang didatangkan Emery, Pires percaya pemain 34 tahun itu bisa menularkan kualitas dan mental juaranya pada Arsenal. Baginya, sang pemain bisa menjadi solusi keroposnya pertahanan The Gunners musim lalu.

“Saya bertemu Stephan dan saya pikir dia adalah rekrutan bagus untuk Arsenal. Banyak yang membicarakan usianya, tetapi saya tidak peduli. Jika dia siap dan ingin membantu Arsenal, maka dia adalah solusi yang baik untuk Unai Emery,” kata Pires seperti dilansir Mirror, Minggu (10/6/2018).

football5star
@Arsenal

“Kami membutuhkan pemain seperti dia karena dia akan membawa semangat, pengalaman, dan profesionalitas yang tinggi. Dia adalah pejuang yang tangguh di lapangan jadi kedatangannya sangat menguntungkan Arsenal,” ia menambahkan.

Lichtsteiner dikontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan di akhir musim. Dia akan bersaing memperebutkan tempat utama dengan Hector Bellerin.

Salah satu pertimbangan Lichsteiner menerima pinangan The Gunners karena ia ingin mengembalikan klub London itu ke kompetisi Liga Champions musim depan. “Ada proyek untuk mengembalikan tim ke Liga Champions, ini sangat penting untuk Arsenal,” tutupnya.

Lichtsteiner: Arsenal Mirip Juventus 7 Tahun Lalu

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bek anyar Arsenal, Stephan Lichtsteiner, sangat bahagia merapat ke Emirates. Namun, di satu sisi, ia juga percaya bakal merindukan atmosfer mantan klubnya, Juventus.

Lichtsteiner telah meninggalkan Juventus dan merapat ke Arsenal, Selasa (5/6/2018). Bersama The Gunners, Lichtsteiner akan mengenakan kostum bernomor punggung 12. Dia dikontrak satu musim dengan opsi perpanjangan 12 bulan.

Stephan Lichtsteiner (Football5star.com)
FourFourTwo

Sebelumnya bersama Juventus, Lichtsteiner sukses besar. Ia mengantar klub itu meraih tujuh Scudetto secara beruntun.

Kini, ia akan coba menularkan mental juaranya ke Arsenal. Target utama Lichtsteiner adalah membawa Arsenal kembali ke Liga Champions musim depan.

“Aku akan sangat merindukan Italia. Aku bahagia di Lazio dan bahkan lebih bahagia di Juventus. Aku pasti akan kembali ke sana untuk liburan dan melihat teman-temanku lagi,” kata Lichtsteiner kepada Sky Sport Italia.

“Arsenal adalah klub hebat dengan proyek yang luar biasa, ini mengingatkanku pada Juventus tujuh tahun lalu, ketika tujuan kami adalah kembali ke Liga Champions,” Lichtsteiner menambahkan.

Selama membela Juventus, Lichtsteiner tampil dalam 257 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga menyumbangkan 15 gol.

Gabung Arsenal, Lichtsteiner Rasakan Deja Vu

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Bek kanan Stephan Lichtsteiner merasakan deja vu saat memastikan bergabung dengan Arsenal. Dia menilai kondisi The Gunners saat ini mirip dengan saat dia merapat ke Juventus. Hal itu membuat dia optimistis bisa memberikan kontribusi besar.

“Aku harap bisa membawa banyak mentalitas juara. Ini tak terlalu berbeda dengan hal yang kulakukan bersama Juventus pada tujuh tahun lalu. Saat itu, Juventus juga tak lolos Liga Champions dalam dua musim beruntun,” terang dia, Selasa (5/6/2018), seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Stephan Lichtsteiner pastikan jadi penggawa Arsenal.
thebotnews.com

Lichtsteiner yakin bisa memberikan kontribusi positif bagi klub barunya itu. “Aku harap bisa memberikan banyak pengalaman dan mentalitasku. Bersama-sama, dengan segenap komponen di tim ini, kembali ke level tertinggi, yakni Liga Champions,” tambah dia.

Pemain berumur 34 tahun itu menegaskan, tekad dan harapannya itu bukan basa-basi semata. “Pada akhirnya, tidak terlalu penting mengumbar kata-kata. Hal terpenting adalah apa yang dilakukan di lapangan. Itu adalah memberikan teladan bagi para pemain muda dan menunjukkan kepada para pemain seniro bahwa aku bisa membantu tim ini,” pungkas mantan pemain Lazio tersebut.

Setelah memutuskan hengkang dari Juventus pada akhir musim 2017-18, Lichtsteiner akhirnya menandatangani kontrak dengan Arsenal, Selasa (5/6/2018). Itu sesuai ikrarnya untuk tak lagi berkiprah di Italia demi menghindari kemungkinan melawan I Bianconeri yang dibelanya sejak 2011. Dia dikontrak satu musim dengan opsi perpanjangan 12 bulan.

Lichtsteiner Resmi Bergabung Dengan Arsenal

Football Live Star
Football5star.com, Indonesia – Arsenal mengumumkan telah resmi menggaet pemain belakang asal Swiss, Stephan Lichtsteiner, dari Juventus. Klub berjulukan The Gunners ini mendapatkan pemain berusia 34 tahun tersebut secara gratis.

Arsenal memberikan konfirmasi pada Selasa (5/6/2018) meskipun tidak disebutkan secara detail durasi kontrak sang pemain yang mulai bergabung 1 Juli. Di Stadion Emirates, Lichtsteiner akan mengenakan kostum bernomor punggung 12.

“Stephan membawa segudang pengalaman dan kepemimpinan yang hebat ke tim kami,” ujar manajer Arsenal, Unai Emery, melalui situs resmi Arsenal, seperti dikutip Football5star.com, Indonesia.

“Dia merupakan pemain dengan kualitas bagus dan memiliki sikap yang sangat positif dan kuat. Stephan akan meningkatkan tim kami, di dalam dan di luar lapangan.”

Ini artinya, Lichtsteiner menjadi rekrutan pertama Emery sejak ditunjuk menjadi manajer Arsenal. Mantan bos Paris Saint-Germain ini didapuk menggantikan Arsene Wenger, yang memutuskan mundur usai musim 2017-2018.

Stephane Lichtsteiner, Juventus, Liga Italia, Serie A

Lichtsteiner memulai karier di Italia bersama Lazio pada Juli 2008 setelah dibeli dari klub Prancis, Lille. Tiga musim merumput di klub ibu kota Italia tersebut di mana dia meraih gelar Coppa Italia dan Supercoppa, Lichtsteiner pindah ke Juventus.

Selama berkostum Bianconeri, Lichtsteiner meraih banyak trofi. Mereka bahkan mendominasi Serie A karena selalu menjadi juara pada tujuh musim terakhir di samping empat gelar Coppa Italia.

Di level internasional, Lichtsteiner sudah meraih 98 caps dan menghasilkan delapan gol sejak melakukan debut pada November 2006 ketika Swiss kalah 1-2 dari Brasil. Dia pun masuk skuad Swiss pada putaran final Piala Dunia 2018 yang mulai bergulir 14 Juni di Rusia.

Lichtsteiner Tolak Komentari Isu ke Arsenal

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Bek sayap timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner tak ingin memberikan komentar terkait isu kepindahannya ke Arsenal. Ia juga mengaku tak memperhatikan pemberitaan media mengenai kemana ia akan bergabung musim depan.

Lichtsteiner akan meninggalkan Juventus setelah kontraknya habis pada 30 Juni mendatang. Menurut rumor yang beredar, ia akan menjadi pemain pertama yang didatangkan Unai Emery ke Emirates Stadium pada bursa transfer kali ini.

Bek kanan Stephan Lichtsteiner pastikan hengkang dari Juventus dan Italia pada akhir musim nanti. (www.old.football5star.com/tuttomercatoweb.com)
Tuttomercato

“Sejauh ini, belum ada konfirmasi. Saya tak akan memberikan komentar apapun terkait negosiasi dengan klub lain. Saya memang selalu ingin bermain sepak bola. Jadi, saya tidak akan memberikan komentar apapun,” tegas Lichtsteiner dilansir Blick.

“Saya tak membaca apapun mengenai spekulasi kepindahan. Saya sedang berada di Swiss, jadi rumor di Italia tak akan sampai ke saya. Saya sebenarnya sudah sangat paham dengan media-media di Italia. Saya paham apa yang akan mereka bahas dan akan mereka tulis,” pungkas pemain 34 tahun itu.

Lichtsteiner merupakan bagian penting dari skuat Juventus yang berhasil memenangkan Scudetto selama 7 musim beruntun. Walau kini sudah berusia senja, banyak pihak yang masih memperhitungkan kemampuan dirinya di lapangan sepak bola.

Jika rumor kepindahannya ke Arsenal menjadi kenyataan, maka ia akan menjadi saingan dari Hector Bellerin di posisi bek kanan. Selain itu, Lichtsteiner juga mampu bermain di sebagai sayap kanan.

 

Arsenal Incar Lichtsteiner untuk Jadi Rekrutan Pertama Unai Emery

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Arsenal resmi menunjuk Unai Emery untuk menjadi manajer baru menggantikan Arsene Wenger yang mundur akhir musim ini. Di bawah arahan Emery, Arsenal dikabarkan berniat memboyong bek Juventus, Stephan Lichtsteiner, untuk menjadi rekrutan pertama.

Unai Emery telah resmi menduduki jabatan manajer di Arsenal. Pria asal Spanyol itu mampu mengalahkan Mikel Arteta yang sebelumnya menjadi kandidat kuat pengganti Arsene Wenger.

Kini, Emery sedang berbenah untuk membangun Arsenal yang baru di bawah kepemimpinannya. Nama bek Juventus, Stephan Lichtsteiner, dikabarkan menjadi pemain pertama yang akan didatangkan oleh The Gunners.

Stephan Lichtsteiner (Football5star.com)
FourFourTwo

Dilansir Football5Star.com dari The Guardian, Arsenal bisa mengggaet Lichtsteiner secara gratis pada musim depan. Pasalnya, kontrak pemain 34 tahun itu di Juventus telah berakhir di penghujung musim ini.

Bek sayap kanan yang didatangkan dari Lazio ke Juventus pada 2011 itu sukses mengantarkan Bianconeri menjadi juara Coppa Italia dan Liga Italia pada musim ini. Nantinya, Lichtsteiner akan bersaing dengan Hector Bellerin untuk memperebutkan posisi bek kanan Arsenal.

Lichtsteiner sendiri belum menentukan ke mana dia akan bermain selepas pindah dari Juventus. Namun, dia mengindikasikan bermain di luar Italia pada musim depan.

“Untuk masa depan saya, saya akan jauh dari Turin. Sebab pada akhir musim ini saya akan pindah,” tutur Lichtsteiner.

“Saya akan bermain di luar Italia, namun saya belum menandatangani apapun hingga saat ini,” kata bek asal Swiss itu.

Asamoah Ikuti Jejak Lichtsteiner

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Juventus kembali dipastikan kehilangan penggawa lini belakang pada musim depan. Setelah bek kanan Stephan Lichtsteiner, kini giliran Kwadwo Asamoah yang memastikan hengkang dari Stadion Allianz.

“Meskipun Juventus menyodorkan kontrak baru, aku dengan kerendahan hati dan penuh hormat memilih untuk berkomitmen kepada klub lain,” ungkap Asamoah seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Kwadwo Asamoah saat Juventus melawan Napoli.
tuttomercatoweb.com

Bek asal Ghana itu mengaku sangat berat meninggalkan I Bianconeri. Namun, demi kepentingan keluarga, pemain berumur 29 tahun itu harus memutuskan hengkang. Berbeda dengan Lichtsteiner yang enggan merumput di Italia karena tak mau menghadapi I Bianconeri, Asamoah membuka kemungkinan itu.

“Tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa sulitnya mengambil putusan ini karena aku begitu bangga terhadap keberadaanku di sini,” terang dia. “Akan sangat menegangkan ketika nanti harus berhadapan dengan Juventus, tapi aku hatus mengambil putusan ini. Semata-mata demi keluargaku. Semoga para fans bisa memahaminya.”

Kabar rencana mantan pemain Udinese itu hengkang dari Juventus sebetulnya sudah bertiup sejak beberapa bulan lalu. Dia belakangan bahkan santer dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Inter Milan. Namun, baru kali ini sang pemain mengemukakan niatnya secara terbuka.

Putusan pindah ke klub lain tak terlepas dari kepercayaan yang menurun dari allenatore Massimiliano Allegri. Musim ini, dia hanya turun dalam 23 laga di semua ajang yang diikuti Juventus. Khusus di Liga Champions, Asamoah bahkan sama sekali tak diturunkan saat I Bianconeri berjibaku di fase grup.

Bek Kanan Juventus Pastikan Hengkang

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Juventus dipastikan tak lagi diperkuat Stephan Lichtsteiner pada musim depan. Bek kanan asal Swiss tersebut menegaskan hal tersebut usai I Bianconeri mengalahkan Bologna 3-1, Minggu (6/5/2018) dinihari WIB.

“Ini adalah 14 hari terakhirku di Juventus. Aku butuh tantangan dan motivasi baru,” terang Lichtsteiner kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Stephan Lichtsteiner saat berlaga di Derby della Mole.
tuttomercatoweb.com

Pemain berumur 34 tahun itu mengaku mendapat pengalaman sangat berharga selama tujuh musim membela I Bianconeri.

“Aku mengalami peningkatan soal mentalitas. Saat tiba, aku tak tahu apa artinya bermain untuk Juventus karena di sana ada tekanan dan obsesi untuk selalu menang,” jelas dia.

Mengenai masa depannya, bek timnas Swiss tersebut belum mau memberikan keterangan pasti. Dia hanya mengatakan, kiprahnya di Italia sudah berakhir.

“Masa depanku akan berada di luar Italia. Aku tak bisa mengatakannya sekarang karena belum ada kesepakatan apa pun yang kubuat,” tambah dia.

Lichtsteiner bergabung dengan Juventus pada 2011-12. I Bianconeri harus menyerahkan uang 9,93 juta euro kepada Lazio untuk memboyong sang bek kanan ke Kota Turin.

Meskipun mulai tak diandalkan allenatore Massimiliano Allegri pada musim ini, tak urung Lichtsteiner masih lumayan sering tampil. Di Serie A saja, dia sudah 26 kali tampil. Dari jumlah itu, 20 kali dia berada di starting XI.


TAHUKAH ANDA?

Di antara para pemain yang direkrut Juventus pada 2011-12, Stephan Lichtsteiner adalah yang paling lama bertahan. Arturo Vidal dan Frederik Soerensen sama-sama pergi pada musim 2015-16.

Performa Menurun, Lichtsteiner Akan Tinggalkan Juventus Pada Januari

Football5star.com, Indonesia – Pemain belakang asal Swiss, Stephan Lichtsteiner, dikabarkan akan meninggalkan Juventus pada Januari 2018. Pemain berusia 33 tahun tersebut setuju hengkang karena merasa performanya bersama Bianconeri tidak seperti dulu lagi.

Menurut Calciomercato.com, penampilan terbaru Lichtsteiner yang memberikan konfirmasi soal kemunduran penampilannya tersebut. Mantan pemain Lazio ini menjadi bagian dari skuad Si Nyonya Besar ketika kalah 2-3 dari tuan rumah Sampdoria dalam lanjutan Serie A, Minggu (19/11/2017).

Sebagai konsekuensi dari hasil minor tersebut, posisi Lichtsteiner sebagai bek kanan, akan tergusur. Mattia De Sciglio dan Benedikt Howedes bakal menjadi pilihan pelatih Massimiliano Allegri.

Lichtsteiner bergabung dengan Juventus dari Lazio pada musim panas 2011. Selama berkostum raksasa Liga Italia ini, Lichtsteiner merasakan enam gelar juara Serie A tetapi dia absen dari skuad untuk dua pertandingan terakhir Liga Champions.

Sejauh ini, pemain yang pernah memperkuat Grasshoppers dan Lille tersebut sudah terlibat dalam 239 pertandingan kompetitif bersama Juventus dengan kontribusi 15 gol dan 28 assist. Jumlah penampilan tersebut termasuk 12 laga yang dilakoninya sepanjang musim 2017-2018.

Calciomercato menambahkan bahwa Juventus tetap membuka pintu bagi Lichtsteiner untuk pergi hingga musim panas tahun depan. Sebab, kontrak Lichtsteiner di J-Stadium habis pada Juni 2018.

Di level timnas, Karier Lichtsteiner terbilang cukup bagus. Sejak melakukan debutnya pada 15 November 2006 saat Swiss kalah 1-2 dari Brasil, Lichtsteiner sudah meraih 94 caps dan mencetak delapan gol. Mereka juga dipastikan tampil pada putaran final Piala Dunia 2018 setelah menang agregat 1-0 atas Irlandia Utara pada play-off kualifikasi zona Eropa.

Swiss Lolos ke Piala Dunia 2018, Lichtsteiner Sanjung Petkovic

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, menyanjung pelatih Vladimir Petkovic sebagai faktor utama keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018. Dia menyebut mantan pelatih Lazio itu sebagai sosok yang mampu memberikat stabilitas performa, baik secara teknis maupun nonteknis.

“Kohesi yang terbangun di bawah Petkovic dalam beberapa tahun terakhir ini sungguh luar biasa,” ungkap Lichtsteiner usai Swiss menahan imbang Irlandia Utara, Senin (13/11/2017) dinihari WIB, seperti dikutip Watson. “Petkovic telah membuat kami menjalani kompetisi dengan baik. Dia selalu mampu menemukan kata-kata yang tepat dan membawa optimisme kepada tim.”

Ricardo Rodriguez menyapu bola dari garis gawang Swiss.
blick.ch

Menurut bek senior Juventus tersebut, berkat sentuhan pelatih berumur 54 tahun itu, Swiss jadi lebih matang. Hal itu pula yang menjadi faktor penentu dalam laga di St. Jakob-Park. “Pertandingan ini sangatlah melelahkan secara mental bagiku. Tidaklah mudah menerima kenyataan harus menjalani play-off setelah memenangi 9 dari 10 pertandingan,” kata dia. “Kami telah tampil dengan sangat dewasa.”

Der Nati memastikan lolos ke Piala Dunia 2018 berkat hasil imbang 0-0 pada leg II play-off melawan Irlandia Utara di kandang sendiri. Itu karena mereka menang 1-0 di kandang lawan tiga hari sebelumnya.

Pertandingan di St. Jakob-Park nyaris berakhir drama tak mengenakkan bagi tuan rumah. Pada menit terakhir injury time, sebuah serangan lawan nyaris berbuah gol. Untung saja, Ricardo Rodriguez mampu menyapu bola hasil sundulan Jonny Evans tepat di atas garis gawang. Pada leg I, Rodriguez pula yang menjadi pahlawan Der Nati lewat gol tunggalnya dari titik penalti.

Gomez: Lichtsteiner Harusnya Mendapat Kartu Merah

Football5Star.com, Indonesia – Meskipun mengaku bangga Atalanta berhasil menahan Juventus 2-2 dalam lanjutan Liga Italia, Senin (2/10/2017) di Bergamo, Papu Gomez tetap merasa kecewa dengan pengadil lapangan. Menurutnya, Stephan Lichtsteiner seharusnya mendapat kartu merah di laga tersebut setelah menyikut wajahnya.

“Jika wasit melihat siku dan pelanggaran, maka seharusnya Lichtsteiner di kartu merah. Dia menghancurkan wajah saya. Ada darah yang mengalir. Tapi wasit tidak melakukan apa-apa. Semoga VAR bisa lebih bermanfaat bagi mereka,” tegas Gomez kepada Mediaset Premium, Senin (2/9/2017).

Sempat terjadi kontroversi di laga tersebut ketika Mario Mandzukic berhasil mencetak gol. Namun, benturan yang terjadi antara Gomez dan Lichtsteiner membuat gol tersebut tidak disahkan oleh wasit Antonio Damato. Namun, pemain asal Swiss tersebut tidak dihadiahi kartu oleh wasit.

Di balik itu semua, kapten Atalanta tetap memuji penampilan rekan-rekannya di lapangan yang berhasil bangkit dari ketinggalan. Seperti yang diketahui, La Dea sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum Mattea Caldara dan Bryan Cristante menyelamatkan muka tuan rumah dari kekalahan

“Saya pikir ada beberapa tim yang bisa merepotkan permainan Juventus musim ini. Dan kami salah satunya. Laga tersebut kami buka dengan kesalahan yang fatal, tapi tim bisa memperbaikinya dan bangkit kembali,” sambungnya.

Selain itu, Gomez juga menyanjung penampilan penjaga gawang, Etrit Berisha, yang berhasil menggagalkan penalti Paulo Dybala. Hasil ini membuat tuan rumah sukses menghentikan rekor kemenangan 100 persen Juve musim ini.

Lichtsteiner Kecewa Tak Masuk Skuat untuk Liga Champions

Football5Star.com, Indonesia – Stephan Lichtsteiner kecewa berat. pasalnya, bek asal Swiss itu tak dimasukkan pelatih Massimiliano Allegri ke skuat Juventus untuk Liga Champions. Seperti dilansir pada Jumat (1/9/2017), tidak ada nama Lichtsteiner di skuat I Bianconeri untuk mengarungi fase grup kompetisi antarklub terelite di Eropa tersebut.

Dalam unggahan di akun Facebook-nya, Lichtsteiner mengungkapkan kekecewaan tersebut. Namun, dia juga menjadikan itu sebagai motivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi I Bianconeri.

“Tak disertakan ke Liga Champions? Ini jelas pukulan keras dan sangat mengecewakan. Inilah hidup. Hal terpenting bukanlah seberapa sering kamu terjatuh, tapi seberapa sering kamu bangkit, menyingsingkan lengan baju, dan melanjutkan pertempuran,” terang pemain yang sempat membela Lazio tersebut.

Bek kanan berumur 33 tahun itu pun menegaskan, fakta itu justru melecut dirinya. Dia bertekad lebih menunjukkan penghormatan kepada kostum kebesaran La Vecchia Signora yang dibelanya.

https://www.facebook.com/LichtsteinerOfficial/photos/a.565630126824366.1073741852.538783462842366/1461341167253253/?type=3

Penggawa timnas Swiss itu pantas kecewa berat. Ini tak ubahnya deja vu. Pasalnya, musim lalu pun dirinya tak dimasukkan ke skuat untuk fase grup. Namanya baru dimasukkan pada Februari saat Juventus mengarungi fase gugur.

Selain Lichtsteiner, pemain lain yang tak dimasukkan ke skuat Juventus oleh Allegri pada saat ini adalah Marko Pjaca. Sementara itu, Kwadwo Asamoah yang belakangan hanya jadi cadangan tetap dimasukkan ke skuat oleh Allegri.

Di fase grup Liga Champions, Juventus tergabung di Grup D bersama Barcelona, Olympiakos, dan Sporting CP. I Bianconeri akan memulai langkahnya dengan melawat ke Camp Nou pada 12 September mendatang.

 

Daftar Pemain Juventus untuk Liga Champions 2017-18

Kiper: Buffon, Szczesny, Pinsoglio
Belakang: De Sciglio, Chiellini, Benatia, Alex Sandro, Barzagli, Howedes, Rugani
Tengah: Pjanic, Khedira, Marchisio, Matuidi, Asamoah, Sturaro, Bentancur
Depan: Cuadrado, Higuain, Dybala, Douglas Costa, Mandzukic, Bernardeschi

Liga Champions: Bek Juventus Sebut AS Monaco Sangat Berbahaya

Football5star.com, Indonesia – Pemain belakang Juventus, Stephan Lichtsteiner, menyebut bahwa AS Monaco sangat berbahaya.

Pendapat itu dilontarkan Lichtsteiner setelah undian babak semifinal, Jumat (21/4/2017), mempertemukan anak-anak asuhnya dengan AS Monaco.

Meski tergolong non-unggulan, AS Monaco tidak bisa dianggap enteng. Mereka menyingkirkan tim-tim kuat seperti Tottenham Hotspur, Borussia Dortmund Manchester City untuk mencapai baak empat besar.

“Kami senang tidak bertemu Real Madrid, tetapi AS Monaco juga sangat berbahaya,” tutur Lichtsteiner.

“Saya belum banyak mengetahui tentang AS Monaco, tetapi kami menyaksikan video pertandingan mereka setelah pengundian. Kalau kelemahan mereka, itu mungkin kurangnya pengalaman mereka,” ujar dia.

Lantaran keluar lebih dahulu saat pengundian, AS Monaco berhak menjadi tuan rumah pada partai pertama, 2 Mei 2017.

Baru satu pekan berselang atau 9 Mei 2017, mereka melawat ke Stadion Juventus.

Liga Italia: Juventus Perpanjang Kontrak Stephan Lichtsteiner

Football5star, Indonesia – Tenaga Stephan Lichtsteiner masih dibutuhkan oleh Juventus. Oleh karenanya kontrak Lichtsteiner diperpanjang setahun ke depan.

Lichststeiner sejatinya bakal berakhir kontraknya akhir musim ini. Di usianya yang sudah menginjak 33 tahun, Lichtsteiner awalnya diprediksi takkan lanjut sebagai pemain ‘Si Nyonya tua’ musim depan.

Apalagi musim ini Lichtsteiner sempat terbuang dari tim inti karena pelatih Massimiliano Allegri lebih memilih Dani Alves untuk mengisi pos bek kanan. Padahal Lichtsteiner sebelumnya adalah pilhan utama di posisi tersebut.

Wajar saja Lichtsteiner sempat merasa gusar dan ingin mencari klub baru di bursa transfer musim panas dan dingin. Tapi Lichtsteiner memilih bertahan untuk memperjuang tempatnya di tim inti.

Lichtsteiner akhirnya bisa merebut kembali tempatnya itu dengan total 13 penampilan dan satu gol serta dua assist di seluruh kompetisi. Dia punya waktu main 996 menit atau rata-rata sekitar 75 menit per pertandingan.

Sebagai balas jasa Juve atas kerja keras Lichtsteiner, kontrak baru diberikan yang akan menahan pemain Swiss itu sampai Juli 2018.

Dibeli dari Lazio pada 2011, Lichtsteiner tampil 161 kali di seluruh kompetisi dengan torehan 13 gol. Dia berperan besar dalam hadirnya lima scudetto beruntun plus finalis Liga Champions 2015.

Demikian dikutip dari situs resmi Bianconeri.