Gerrard Pertanyakan Status Pelatih Terbaik di Skotlandia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Steven Gerrard menjalani musim fantastis bersama Rangers. Ia memenangkan trofi Liga Skotlandia musim 2020-2021 dengan status tak terkalahkan.

Rangers juga jadi tim paling sedikit kebobolan di kompetisi Eropa. Bayangkan saja, dari 33 pertandingan gawang mereka hanya kemasukan 10 gol.

Bukan hanya juara dengan status unbeaten dan jadi tim paling sedikit kebobolan. Ini juga jadi trofi liga pertama Rangers dalam 10 tahun terakhir setelah mereka sempat dinyatakan bangkrut dan harus memulai kompetisi di divisi terendah 2012 silam.

Keberhasilan ini pun membawa nama Steven Gerrard melambung tinggi. Atas kesuksesan itu dia diganjar sebagai pelatih terbaik Liga Skotlandia.

Sebulan sudah memastikan trofi perdana sebagai pelatih, Gerrard merasakan ulang tahun ke-41 beberapa hari lalu. Banyak ucapan yang diucapkan dari rekan hingga anak asuhnya.

Salah satunya bomber andalan Rangers, Alfredo Morelos. “Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada pelatih terbaik di Skotlandia,” tulisnya di Instagram.

Ucapan ini ternyata mendapat reaksi tak terduga dari legenda Liverpool. Awalnya ia senang Morelos memberinya selamat ulang tahun. Tapi kemudian ia mempertanyakan status terbaik di Skotlandia yang diucap sang bomber.

“Hanya Skotlandia? Eropa? Dunia?” balas sang nakhoda yang diiringi emoji tertawa. Reaksi ini memang bernada gurauan saja. Apalagi Gerrard selama ini dikenal sangat dekat dengan para pemain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Liverpool Kalah 1-6 pada Laga Terakhir Steven Gerrard

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Liverpool Kalah 1-6 pada Laga Terakhir Steven Gerrard 7

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 24 Mei 6 tahun yang lalu, Steven Gerrard memainkan pertandingan terakhirnya bersama Liverpool. Namun, bukannya mendapat kado terindah, The Reds malah harus dipermalukan dengan skor 6-1 oleh Stoke City.

Steven Gerrard bermain di Liverpool sejak usia 9 tahun tepatnya pada tahun 1989, dimana dia masuk ke akademi klub. Dia berhasil promosi ke tim utama pada musim 1998-99 dan bermain 12 kali di Premier League. Dan pada musim selanjutnya dia langsung menjadi pilihan utama.

Total dia bermain 710 kali dan mencetak 186 gol bersama The Reds. Menjadi kapten sejak tahun 2003 dan meraih 9 trofi termasuk Liga Champions. Musim terakhirnya datang pada musim 2014-15, dan itu bukanlah musim terbaik Liverpool. The Reds tersingkir dari babak grup Liga Champions dan terdepak dari empat besar Premier League dan Gerrard juga sama sekali tak mendapatkan perpisahan yang manis.

Nostalgia Hari Ini Liverpool Kalah 6-1 pada Laga Terakhir Steven Gerrard
The independent

Pada laga terakhirnya melawan rival Liverpool, Manchester United, Gerrard terkena kartu merah setelah hanya berada di lapangan selama 38 detik karena menginjak Ander Herrera. Pada laga terakhirnya di Anfield, Liverpool malah kalah 3-1 dari Crystal Palace. Namun mungkin yang terkejam adalah pada saat laga terakhirnya, pekan terakhir Premier League melawan Stoke City, 24 Mei 2015.

Jalannya Pertandingan

Stoke mencetak gol pada menit ke-21. Tendangan keras Charlie Adam berhasil ditepis oleh Simon Mignolet, tapi bola liar disambar Mami Diouf masuk ke gawang.

Hanya berselang 4 menit, Stoke kembali mencetak gol. Diouf berhasil mencetak gol keduanya lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.

Pada menit ke-30, Liverpool kembali kebobolan. Emre Can melakukan blunder dengan memberi bola ke Jonathan Walters yang berada di depan gawang. Tendangannya bisa ditepis Mignolet, tapi bola liar mengarah ke kepalanya dan dia berhasil menyundul bola ke gawang.

Nostalgia Hari Ini Liverpool Kalah 6-1 pada Laga Terakhir Steven Gerrard
Rush The Kop

Gol keempat datang pada menit ke-40. Lini belakang Liverpool terlihat tak terorganisir setelah dengan mudah Steven N’Zonzi merebut bola dan bola diambil oleh Charlie Adam yang memasukkan bola ke gawang. Pada menit ke-45. N’Zonzi mencetak gol fantastis lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Babak pertama berakhir dengan skor telak 5-0.

Namun pada babak kedua, Gerrard berhasil mencetak gol pada menit ke-70. Dia berlari sendirian masuk ke kotak penalti dan berhasil mengarahkan bola ke sudut kiri gawang. Namun Stoke kembali mencetak gol pada menit ke-86 lewat mantan pemain Liverpool, Peter Crouch. Laga berakhir dengan skor 6-1.

Steven Gerrard langsung memberi salah perpisahan ke fans Liverpool di tribun tamu pasca laga. Dia pindah ke LA Galaxy pada musim panas dan pensiun pada November 2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Momen Perayaan Gelar Juara Rangers Diwarnai Penangkapan Suporter

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Rangers FC sukses meraih gelar juara Liga Skotlandia 2020-21. Ini menjadi gelar ke-55 sepanjang sejarah berdirinya Rangers FC. Hebatnya lagi, anak asuh Steven Gerrard ini menjadi juara tanpa terkalahkan sepanjang musim.

Sayangnya perayaan gelar juara Rangers musim ini harus diwarnai dengan bentrok antara suporter dengan pihak kepolisian. Dikutip Football5star.com dari bbc, Minggu (16/5/2021), tiga petugas kepolisian terluka dan 20 orang ditangkap setelah terjadi bentrok di sekitar George Square, di dekat Stadion Ibrox.

Momen Perayaan Gelar Juara Rangers Diwarnai Penangkapan_Suporter

Menurut pihak kepolisian, bentrokan terjadi bermula saat petugas berusaha untuk membubarkan kerumunan para suporter Rangers. Perintah dari pihak kepolisian tak dihiraukan oleh suporter dan berujung bentrok selama lima jam.

Pihak kepolisian mengklaim bahwa petugas mereka satu orang mengalamo luka serius di bagian wajah. Wakil kepala kepolisian Skotlandia, Will Kerr berjanji akan melakukan penyelidikan untuk menangkap para penyerang anggotanya.

“Respon kepolisian kami sudah proporsional. Kami telah merepson dengan tepat dan konsisten terhadap perilaku mereka yang berkerumun. Perilaku mereka jelas-jelas membahayakan kesehatan publik,” kata Mark Sutherland, Komandan Divisi Polisi Skotlandia.

Bentrok yang terjadi di sekitaran Ibrox juga mengundang reaksi negatif dari politikus Skotlandia. Mentri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon mengatakan sangat jijik dengan tindakan fans Rangers.

“Saya benar-benar muak dengan fans Rangers FC yang mengamuk di seluruh kota,” tulis Strugeon di akun Twitter pribadinya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gerrard Sanjung Aksi Pemain Arsenal Saat Melawan Slavia Praha

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Slavia Praha vs Arsenal, Jumat (16/4/2021) dinihari WIB memunculkan banyak cerita. Salah satunya aksi para pemain Meriam London sebelum pertandingan.

Para pemain Arsenal serentak melakukan aksi black lives matter sebelum kick off. Sementara penggawa Slavia Praha hanya berdiri sejajar di tengah lapangan.

Aksi Alexandre Lacazette ini dimaksudkan untuk melawan rasialisme. Apalagi beberapa waktu lalu pemain Slavia, Ondrej Kudela, kedapatan menyerang bintang Rangers, Glen Kamara, dengan perkataan rasial.

Steven Gerrard - Rangers - Liga Europa -The Scotsman
The Scotsman

Melihat apa yang terjadi di leg kedua perempat final Liga Europa dinihari tadi, pelatih Rangers, Steven Gerrard memberikan sanjungan. Tidak hanya soal aksi skuat Meriam London, tapi juga permainan mereka secara keseluruhan.

“Saya menyukai semua yang terjadi di lapangan. termasuk soal permainan Arsenal  yang sangat impresif. Saya kagum dengan apa yang ditunjukkan para pemain sebelum pertandingan, selama pertandingan, dan setelah pertandingan,” kata Gerrard seperti dilansir Sportbible, Jumat (16/4/2021).

“Saya bangga menyaksikan mereka malam ini. Saya memikirkan cara mereka mempersiapkannya, bagaimana pelatih berbicara, cara pemain berperilaku di sana. Saya pikir itu pertunjukan yang sensasional,” ia menambahkan.

Aksi pemain sebelum laga terasa sempurna saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga. Sebab mereka menang telak 4-0 di Republik Ceko.

Empat gol Arsenal dibuat Nicolas Pepe, Bukayo Saka, dan Alexandre Lacazette yang mencetak brace. Hasil ini memastikan langkah pasukan Mikel Arteta ke semifinal dengan kemenangan agregat 5-1.

Steven Gerrard Ungkap Upaya Liverpool Rekrut Toni Kroos

gamespool
Steven Gerrard Ungkap Upaya Liverpool Rekrut Toni Kroos 17

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard mengaku sempat diminta oleh manajemen The Reds untuk membantu merekrut pemain asal Jerman, Toni Kroos.

Dalam buku otobiografinya berjudul, My Story, pada 2014 saat Kroos masih di Bayern Munich, Gerrard diminta untuk membujuk Kroos untuk bisa gabung ke Anfield.

Toni Kroos Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid

Saat itu, Kroos juga sempat dikaitkan dengan Manchester United. Rumor ini yang kemudian mendorong manajemen Liverpool meminta Gerrard membujuk Toni Kroos.

“Saat itu saya memiliki peran tidak resmi di klub, mencoba membujuk beberapa pemain hebat untuk bergabung ke Liverpool,” tulis Gerrard di buku otobiografinya tersebut, Senin (5/4/2021).

“Itu adalah ritual yang selalu terjadi di setiap musim panas. Klub akan memberi tahu saya target mana yang akan mereka rekrut dan kemudian meminta saya untuk menghubunginya,” tambah pelatih Rangers FC tersebut.

“Target kami di tahun 2014 sangat optimis. Brendan meminta saya untuk mecoba berbicara dengan Toni Kroos agar bergabung bersama Liverpool,” ungkap Steven Gerrard.

“Saya tahu Real Madrid bersiap untuk mengajukan tawaran ke Bayern Munich. Jadi, saya merasa agak canggung ketika mengirim SMS ke Kroos,”

“Orang Jerman itu sedang dalam perjalanan untuk memenangkan Piala Dunia dengan negaranya dan Real ada juara Eropa. Beberapa pesepak bola terbaik di dunia juga bisa menjadi pria terhormat. Kroos tidak membuatku merasa seperti orang bodoh,” tutup Gerrard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ian Rush: Gerrard akan Latih Liverpool, tapi Masih Lama

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia- Steven Gerrard sukses besar bersama Rangers musim ini. Dia sukses membawa raksasa Skotlandia juara liga dengan status tak terkalahkan.

Trofi itu sekaligus jadi trofi pertamanya sebagai pelatih. Keberhasilan Steven Gerrard ini juga memunculkan wacana dia akan balik ke Liverpool untuk menggantikan Juergen Klopp.

Legenda Liverpool, Ian Rush, setuju dengan rencana tersebut. Namun, menurutnya kepulangan mantan gelandang timnas Inggris masih sangat lama.

Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool
(The Scottish Sun

“Suatu hari saya yakin dia akan menangani Liverpool. Tapi itu tidak akan terjadi besok. Saya yakin bahwa menangani The Reds butuh pemikiran jangka panjang. Manajemen tahu itu dan Stevie masih belajar,” kata Ian Rush kepada Mirror, Minggu (4/4/2021).

“Waktu adalah segalanya. Kita bisa lihat bagaimana Frank Lampard yang terlalu dini untuk meninggalkan Derby County demi kembali ke Chelsea. Kita tidak ingin hal sama terjadi pada Stevie. Anda harus berhati-hati mendorong orang terlalu cepat,” ia menambahkan.

Munculnya nama Gerrard sebagai pengganti Juergen Klopp tak lepas dari performa angin-anginan The Reds musim ini. Tapi secara perlahan Mohamed Salah dkk bangkit lagi. Dinihari tdai mereka bahkan berhasil mempermalukan Arsenal 3-0.

Ian Rush percaya pelatih asal Jerman akan bertahan di Anfield dalam waktu yang lama. “Bandar judi tidak pernah salah. Mudah-mudahan Klopp akan berada di Liverpool dalam waktu yang lama karena itu artinya mereka bermain bagus,” tutup sang legenda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Steven Gerrard Kecewa Timnas Inggris Tak Panggil Alexander-Arnold

gamespool
Steven Gerrard Kecewa Timnas Inggris Tak Panggil Alexander-Arnold 24

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Rangers, Steven Gerrard, tak setuju pelatih Gareth Southgate tak memanggil pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold ke Timnas Inggris. Gerrard menyebut Alexander-Arnold sebagai bek kanan kelas dunia.

Southgate tak memanggil Alexander-Arnold dengan alasan performa bek kanan Liverpool saat-saat ini sedang menurun. Southgate lebih memilih memanggil Kyle Walker, Reece James dan Kieran Trippier untuk mengisi posisi bek kanan The Three Lions. Gerrard mendukung Alexander-Arnold untuk terus berusaha lebih baik lagi.

Alexander-Arnold Minta Jadon Sancho Bergabung ke Liverpool
Mirror

“Satu hal yang pasti, saya akan selalu ada untuk Trent. Tak perlu dikatakan lagi, setiap detik setiap hari. Gareth Southgate membuat keputusan di sana. Saya belum tentu setuju dengan keputusan itu. Tapi saya bukan pelatih Inggris. Saya pikir Trent adalah bek kanan Inggris terbaik di negara ini,” ucap Gerrard seperti dilansir Football5Star.com dari The Athletic.

Legenda Liverpool itu mengatakan tak setuju dengan keputusan Southgate yang meninggalkan Alexander-Arnold. Namun dia mengakui bahwa ini hanya pendapatnya saja.

“Satu hal yang saya pelajari dari menjadi pemain adalah Anda tidak selalu bisa menjadi 10 dari 10. Ketika Anda berhasil, Anda membutuhkan dukungan, cinta, dan perhatian dari pelatih Anda lebih dari siapa pun. Jadi, saya terkejut dengan keputusan itu tetapi itu pendapat saya dan pendapat saya tidak penting dalam hal ini,” kata Gerrard.

Steven Gerrard melanjutkan, “Trent adalah bek kanan kelas dunia, dia adalah bek kanan terbaik yang dimiliki negara ini. Kami juga punya bek kanan fantastis lainnya. Tetapi dalam hal sisi pertanyaan yang dimuat, saya ada di sana untuk Trent dan pemain Liverpool lainnya setiap saat sepanjang hari.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Masih Ada Klopp, Gerrard Akui Tak Diinginkan Fan Liverpool

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Performa buruk Liverpool musim ini mulai memunculkan wacana pergantian pelatih. Paling santer diberitakan Steven Gerrard akan jadi suksesor Juergen Klopp musim panas mendatang.

Steven Gerrard memang digadang-gadang sebagai pelatih Liverpool masa depan. Ini tak lepas dari statusnya sebagai legenda klub dan sejauh ini sukses besar ketika melatih Rangers.

Akan tetapi, untuk saat ini dia tidak melihat dirinya akan menangani Jordan Henderson dkk. Ia mengakui tidak ada fan yang menginginkan kepulangannya karena masih ada sosok Juergen Klopp di sana.

“Fan Liverpool tidak ingin saya menjadi pelatih klub. Mereka hanya menginginkan Juergen Klopp. Saya yakin Anda tahu betapa cintanya kami padanya,” kata nakhoda Rangers seperti dikutip Football5star dari ITV, Rabu (10/3/2021).

“Apakah saya bermimpi untuk menjadi pelatih Liverpool pada masa depan? Ya itu mimpi saya. Tapi sekarang belum saatnya,” sambung pria asli Merseyside tersebut.

Munculnya nama Steven Gerrard bukan semata-mata karena statusnya sebagai legenda The Reds. Sebagai pelatih, dia juga memiliki catatan mengilap, terutama musim ini.

Bersama Rangers, Steven Gerrard sukses mempersembahkan trofi Liga Skotlandia dengan catatan tidak terkalahkan. Ini sekaligus jadi trofi pertamanya sebagai pelatih.

Adapun juara bertahan Premier League sedang limbung. Klopp gagal membangkitkan klub hingga menelan enam kekalahan beruntun di Anfield. Bahkan saat ini mereka terlempar ke peringkat kedelapan klasemen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dukungan Mengalir untuk Steven Gerrard Tendang Klopp dari Anfield

gamespool
Dukungan Mengalir untuk Steven Gerrard Tendang Klopp dari Anfield 30

Football5star.com, Indonesia – Gelar Liga Skotlandia musim 2020-21 berhasil diraih Steven Gerrard bersama Rangers FC. Gelar yang harus ditunggu oleh fan Rangers selama 10 tahun. Gerrard pun mencetak sejarah manis di tiga tahun melatih di Ibrox Stadium.

Di momen yang bersamaan, mantan klubnya, Liverpool justru berada di titik nadir. Anak asuh Juergen Klopp harus menelan 6 kekalahan di Stadon Anfield. Akhir pekan lalu mereka dipecundangi Fulham. Kondisi ini pun membuat publik meminta Klopp tanggalkan jabatannya dan Steven Gerrard yang menjadi pengganti.

Saat Steven Gerrard Tertawa di Atas Derita Lampard dan Liverpool

Menurut mantan striker Celtic, Chris Sutton dengan apa yang diraih oleh Steven Gerrard di musim ini, manajemen Liverpool memang harus mempertimbangkan rumor tersebut.

“Dia tidak bisa memenangkan gelar liga sebagai pemain tapi dia memenangkan satu gelar sebagai manajer dan fans Rangers akan selalu mencintainya,” kata Sutton seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Senin (8/3/2021).

“Para petinggi Liverpool pasti melatih Gerrard sekarang dan berpikir dia harus menjadi orang mereka di masa depan,”

“Mungkin dalam waktu dekat, jika segala sesuatunya terus berjalan seperti sekarang, maka Juergen Klopp akan menjadi sebuah pir,” ungkap Sutton.

Dukungan untuk Gerrard gantikan Klopp juga bergema di jagat sosial media. Sejumlah warganet menilai bahwa masa Klopp di Anfield telah berakhir dan saatnya menyambut hari baru bersama Steven Gerrard.

Gerrard di Rangers FC

Stevie G memiliki fase dan proses cukup keras di Rangers.

Di musim pertama, ia tak mampu berikan gelar apapun kepada Rangers. Di Liga Skotlandia musim 2018-19, mereka hanya jadi runner up di bawah Celtic. Namun publik Ibrox masih bersabar untuknya.

Pada musim kedua, ia pun tak memiliki capaian tak jauh berbeda dengan musim pertama. Di Liga Skotlandia hanya jadi runner up, di Piala Skotlandia berhenti di babak peremapat final dan di ajang Liga Europa alami peningkatan dengan lolos sampai babak 16 besar.

Baru di musim ini, ia mampu memberikan gelar juara untuk Rangers. Gerrard tak seperti Lampard di Chelsea. Materi pemain yang dimiliki Gerrard di Rangers merupakan perpaduan antara pemain senior dengan talenta muda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Saat Steven Gerrard Tertawa di Atas Derita Lampard dan Liverpool

gamespool
Saat Steven Gerrard Tertawa di Atas Derita Lampard dan Liverpool 35

Football5star.com, Indonesia – Steven Gerrard torehkan prestasi. Saat mantan timnya, Liverpool dipermalukan Fulham, Minggu (7/3/2021)., Gerrard bikin sejarah manis di tanah rantau. Gerrard berhasil membawa Rangers juara Liga Skotlandia setelah 10 tahun lamanya tim ini puasa gelar.

Rangers mengunci gelar juara Liga Skotlandia setelah bermain imbang tanpa gol melawan Dundee United. Hasil imbang ini membuat Rangers mengumpulkan 88 poin dan sulit untuk dikejar rival mereka, Celtic. Padahal kompetisi Liga Skotlandia 2020-21 masih menyisakan enam pekan.

Saat Steven Gerrard Tertawa di Atas Derita Lampard dan Liverpool3
Sky Sport

Puja puji pun diberikan semua pihak atas raihan Steven Gerrard. Bahkan nama Gerrard kemudian dirumorkan layak untuk bisa gantikan Juergen Klopp di Liverpool pada musim depan.

Sepanjang tahun lalu hingga awal tahun ini, Gerrad memang memiliki cerita manis. Kondisi jauh berbeda yang dirasakan mantan timnya, Liverpool serta mantan tandemnya di tim nasional Inggris, Frank Lampard.

Nama Gerrard dan Lampard saat masih aktif pemain memang selalu diidentikan jika sudah membela tim Tiga Singa di level internasional. Saat tim nasional Inggris masih menerapkan pola formasi klasik 4-4-2, keduanya selalu menjadi nyawa di lapangan tengah.

Meski sebenarnya, deretan pelatih timnas Inggris mulai dari Sven Goran Eriksson hingga Fabio Capello sadar bahwa memaikan keduanya bersamaan sebenarnya tak efektif. Lampard dan Steven Gerrard memiliki gaya bermain sama persis.

Melihat keduanya bermain, pencinta sepak bola Inggris tentu saja sepakat bahwa keduanya adalah gambaran kick and rush. Keras, cepat, dan bertenaga. Sayangya duet keduanya di level negara tak menghasilkan gelar apapun.

“Dengan David Beckham, Lampard, Gerrard, dan Paul Scholes, Anda punya empat gelandang dari deretan gelandang-gelandang terbaik di Eropa. Tapi, kami tak pernah memenangi apa pun, dan hal itu menjadi kekecewaan terbesar,” ungkap mantan pemain Inggris, Phil Neville.

Beda Nasib Saat Jadi Pemain dan Pelatih

Frank Lampard boleh saja sesumbar kepada Steven Gerrard jika berbicara gelar Liga Inggris. Lampard pernah memberikan tiga gelar Liga Inggris untuk Chelsea. Sedangkan Gerrard hinggan pensiun di Anfield tak mampu berikan gelar juara Liga Inggris.

Saat Gerrard ingin pamer trofi Liga Champions, Lampard pun memilikinya. Keduanya pun sama-sama pernah memberikan gelar Liga Europa. Namun Lampard tak memiliki gelar Piala Super Eropa.

Keduanya memutuskan pensiun sebagai pemain pada 2016 dan sama-sama gantung sepatu di klub Major League Soccer (MLS). Gerrard di LA Galaxy sedangkan Lampard di New York City.

Saat Steven Gerrard Tertawa di Atas Derita Lampard dan Liverpool2
Daily Mail

Gerrad dan Lampard pun sama-sama memulai karier sebagai pelatih pada 2018. Lampard memilih untuk tangani Derby County sedangkan Gerrard menuju Skotlandia dan melatih Rangers.

Pada fase ini, nasib keduanya pun jauh berbeda. Lampard mulai menarik perhatian setelah mampu antarkan Derby mengalahkan Manchester United di Piala Liga Inggri 2018. Namanya kemudian digadang-gadang bakal jadi pelatih di Chelsea.

Rumor saat itu jadi kenyataan. 4 Juni 2019, ia menjadi pelatih Chelsea. Sebenarnya ia terlalu cepat untuk bisa melatih The Blues. Kariernya di Derby masih seumur jagung. Selain itu, Derby saat itu bermain di Divisi Championship, yang tentu saja tekanannya tak sebesar di Premier League.

Lampard pun gagal total di mantan klubnya. Ia dipecat pada 25 Januari 2021. Hal berbeda tentu saja dialami Gerrard. Stevie G memiliki fase dan proses cukup keras di Rangers.

Kelebihan Stevie G

Di musim pertama, ia tak mampu berikan gelar apapun kepada Rangers. Di Liga Skotlandia musim 2018-19, mereka hanya jadi runner up di bawah Celtic. Namun publik Ibrox masih bersabar untuknya.

Pada musim kedua, ia pun tak memiliki capaian tak jauh berbeda dengan musim pertama. Di Liga Skotlandia hanya jadi runner up, di Piala Skotlandia berhenti di babak peremapat final dan di ajang Liga Europa alami peningkatan dengan lolos sampai babak 16 besar.

Baru di musim ini, ia mampu memberikan gelar juara untuk Rangers. Gerrard tak seperti Lampard di Chelsea. Materi pemain yang dimiliki Gerrard di Rangers merupakan perpaduan antara pemain senior dengan talenta muda.

Striker senior, Jermain Defoe bermain apik dengan anak legenda Rumania, Gheorghe Hagi, Ianis Hagi. Gerrard pun tak hanya mengandalkan satu pemain untuk jadi pembobol gawang lawan, buktinya top skorer Rangers sejauh ini dicatat atas nama full back kanan mereka, James Tavernier.

Menilik dari catatan ini, Gerarrd sepertinya sudah cukup siap untuk menjalani pengalaman baru nan menantang di Premier League. Pengalaman tiga musim di Rangers dirasa sudah cukup bagi Gerrard untuk latih Liverpool misalnya. Singkatnya, capain dan proses dari Gerrad dan lebih baik dibanding Lampard saat datang ke Chelsea.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bawa Rangers Juara, Steven Gerrard Kehabisan Kata-Kata

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Rangers sukses mengunci gelar Liga Skotlandia ke-55 nya musim ini. Trofi ini sekaligus jadi yang pertama kali untuk sang pelatih, Steven Gerrard.

Rangers memastikan juara Liga Skotlandia usai mengalahkan St Mirren tiga gol tanpa balas di stadion Ibrox. Ini juga jadi trofi pertama mereka sejak 10 tahun terakhir.

Usai pertandingan, Steven Gerrard senang bukan kepalang. Bahkan dia sampai kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kesuksesan timnya.

RangersFC
@RangersFC

“Saya tidak membayangkan akan pernah ada tiga poin yang lebih besar. Tapi inilah kenyataannya. Ini jadi hari yang emosional, tiba di sini dan melihat pemandangan hebat ini. benar-benar perasaan yang luar biasa,” ungkap Gerrard di laman resmi klub, Minggu (7/3/2021).

“Saya kehilangan kata-kata dalam hal bagaimana saya ingin menggambarkan tim ini. saya sudah berada di sini selama tiga tahun dan mereka membawa saya dalam satu perjalanan luar biasa. hanya pujian yang pantas diberikan pada para pemain,” sambungnya.

Baru bergabung selama tiga tahun, legenda Liverpool merasa takjub dengan gelar juara Liga Skotlandia. Apalagi Rangers sempat terpuruk usai bangkrut dan memulai kompetisi dari divisi terendah beberapa tahun lalu.

“Klub ini mengalami neraka dan kembali selama 10 tahun terakhir. Saya menjadi bagian dari itu selama tiga tahun, tapi saya punya perasaan yang hebat dan kasih saya untuk para fan,” tutup Steven Gerrard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Steven Gerrard Akhiri Puasa Gelar 10 Tahun Rangers

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gagal merengkuh gelar liga semasa bermain, Steven Gerrard berhasil memperolehnya ketika menjabat sebagai pelatih. Ia sukses merengkuh trofi Liga Skotlandia bersama Rangers.

Kepastian ini didapat setelah Rangers membungkam St Mirren tiga gol tanpa balas. Pertandingan yang berlangsung di stadion Ibrox jadi penentu juara tuan rumah.

Ribuan fan sudah menunggu tim kesayangannya di luar stadion untuk merayakan gelar bersama. Sambutan luar biasa juga sudah mereka berikan ketika tim tiba di stadion.

alfredo morelos RangersFC
@RangersFC

Dukungan penuh ini pula yang membakar semangat para pemain di lapangan. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-14 ketika Ryan Kent membawa tuan rumah unggul.

Striker andalan, Alfredo Morelos menggandakan keunggulan dua menit kemudian. Rangers pun berada di atas angin saat Ianis Hagi memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada awal babak kedua.

Gol Ianis Hagi sekaligus jadi gol penutup yang tercipta di stadion Ibrox. Tambahan tiga poin membuat Rangers kini mengumpulkan 88 poin. Unggul 21 angka dari Celtic di urutan kedua.

https://twitter.com/VollerMartin/status/1368290555172696064

Perolehan poin yang sangat jauh sudah tidak mungkin lagi dikejar Celtic. Tak pelak, Alfredo Morelos dkk sah berpredikat sebagai juara Liga Skotlandia musim 2020-2021.

Secara total, ini jadi trofi liga ke-55 untuk klub yang bermarkas di stadion Ibrox. Dan merupakan trofi liga pertama dalam 10 tahun. Gelar ini sekaligus jadi gelar pertama Steven Gerrard sebagai pelatih.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Steven Gerrard Bikin Rangers Diperhitungkan di Liga Europa

gamespool
Steven Gerrard Bikin Rangers Diperhitungkan di Liga Europa 45

Football5star.com, Indonesia – Steven Gerrard kembali menunjukkan kebolehannya sebagai pelatih kepala setelah berhasil membawa Rangers lolos ke babak 16 besar Liga Europa. The Gers lolos ke babak 16 besar setelah menyingkirkan wakil Belgia, Royal Antwerp pada Jumat (26/2) dinihari WIB.

Rangers berhasil mengalahkan Royal Antwerp dengan skor agregat 9-5. Di mata Gerrard, anak asuhnya berhasil menunjukkan performa terbaik dalam dua pertandingan melawan Royal Antwerp.

“Saya sangat puas. Kami menunjukkan performa yang sempurna di berbagai aspek dalam pertandingan ini,” ujar Steven Gerrard dikutip football5star dari laman BBC Sport.

Steven Gerrard - Rangers - Liga Europa - @rangersfc
twitter.com/rangersfc

Bagi bek Rangers, Borna Barisic, keberhasilan melaju ke babak 16 besar Liga Europa memiliki arti yang lebih penting. Pemain asal Kroasia itu mengatakan bahwa The Gers sudah mulai menjadi tim yang disegani di Eropa.

“Keberhasilan ini juga menunjukkan kalau kami bukan cuma bisa tampil bagus di kompetisi domestik. Kami juga mulai menjadi tim yang diperhitungkan di Eropa,” kata Barisic dikutip dari laman resmi UEFA.

Sepanjang musim 2020-21, Rangers memang berhasil menunjukkan performa apik di Eropa dan Liga Skotlandia. Mereka lolos ke babak 32 besar Liga Europa setelah memuncaki grup D dengan perolehan 12 poin.

Di kompetisi domestik, skuat arahan Gerrard juga tampil menawan. Mereka kini memuncaki klasemen Liga Skotlandia dengan perolehan 82 poin. Unggul 18 poin dari Celtic yang ada di posisi kedua.

Steven Gerrard Tak Kaget Frank Lampard Dipecat Chelsea

gamespool
Steven Gerrard Tak Kaget Frank Lampard Dipecat Chelsea 49

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Rangers, Steven Gerrard, kecewa Frank Lampard dipecat oleh Chelsea. Tapi dia mengaku tak kaget hal itu terjadi mengingat sejarah The Blues yang memang sering memecat pelatih.

Lampard dipecat pada hari Senin dan pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel menggantikannya. Lampard memiliki rekor buruk, dia mendapatkan poin per pertandingan terendah di antara pelatih di era Roman Abramovich. Tapi Gerrard yakin Lampard akan segera melatih lagi.

Steven Gerrard - Frank Lampard - Teamtalk
Team Talk

“Jelas saya sedih untuk Frank, dia adalah mantan rekan setim saya, seseorang yang sangat saya hormati. Tapi karena saya mengenal dia, dia akan segera kembali. Dia akan membersihkan dirinya sendiri dan kembali terlibat (ke dunia sepak bola). Dia akan menggunakan waktu ini untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya,” ucap Gerrard seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports.

Gerrard melanjutkan, “Saya kecewa untuknya. Saya pikir itu adalah jalan keluar yang sangat cepat setelah hasil positif pada akhir pekan (kemenangan 3-1 di Piala FA). Tapi saya tidak tahu detailnya. Saya tidak tahu bagaimana keadaannya, saya tidak tahu hubungan yang dia miliki di dalam klub.”

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich memang memiliki hobi sering memecat pelatih sejak dia mengambil alih Chelsea di awal 2000-an. Itulah alasan mengapa Gerrard tak terlalu kaget Lampard dipecat oleh Chelsea.

“Saya pikir itu adalah kesempatan bagi Chelsea untuk benar-benar menjangkau dan mendukungnya selama periode sulit ini daripada melakukan apa yang telah mereka lakukan (memecat Lampard). Tapi Chelsea punya sejarah untuk itu, jadi itu tidak mengejutkan,” kata Steven Gerrard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Liverpool Ragukan Kelayakan Gerrard Jadi Suksesor Klopp

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Steven Gerrard sedang menapaki kesuksesan bersama raksasa Skotlandia, Rangers FC. Ia membawa klub ibu kota bercokol di puncak klasemen Liga Skotlandia tanpa menelan satu pun kekalahan.

Kesuksesan yang diraih Steven Gerrard saat ini membuat namanya muncul sebagai suksesor ideal Juergen Klopp di Liverpool. Namun, tidak semuanya yakin dengan anggapan tersebut.

Mantan pemain Liverpool, Jose Enrique, salah satunya. Dia tidak yakin penunjukan Gerrard sebagai pengganti Klopp nantinya akan jadi keputusan terbaik. Menurutnya, penerus nakhoda asal Jerman nantinya akan mendapat tekanan besar layaknya suksesor Sir Alex Ferguson di Manchester United.

steven gerrard jose enrique the sport review
The Sport Review

“Jujur saja saya tidak yakin jika dia jadi keputusan terbaik klub sebagai pengganti Juergen. Saya tidak yakin akan hal itu. karena siapa pun orang yang menggantikan Juergen akan memiliki tekanan tinggi seperti yang terjadi di Manchester United setelah Alex Ferguson,” kata Jose Enrique kepada Diario AS, sabtu (16/1/2021).

“Sir Alex menjalani waktu fantastis di United dengan memenangkan banyak gelar. Juergen, kita tidak tahu kapan dia akan pensiun dari Liverpool. Saya berharap dia mampu memenangkan lebih banyak gelar lagi. Jadi ketika Stevie atau siapa pun yang akan menggantikannya, itu tidak akan mudah,” ia menambahkan.

Kendati demikian, Enrique tetap yakin jika pelatih Rangers FC suatu saat nanti akan menukangi The Reds. Tapi dia tidak tahu kapan momen itu akan terjadi.

“Stevie pasti akan menjadi pelatih Liverpool. Saya percaya semua orang yakin itu akan terjadi. Tapi saya tidak tahu kapan,” tutup Jose Enrique.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jesse Lingard Dambakan Jadi Anak Asuh Steven Gerrard

Karier Jesse Lingard bersama Manchester United berada di ujung tanduk. Ia pun mulai dihubung-hubungkan dengan klub lain Januari nanti.

Musim ini Jesse Lingard kehilangan tempat utama di Manchester United. Terbukti, sang winger baru bermain dua kali musim ini.

Situasi tersebut mengundang komentar dari mantan penyerang timnas Inggris, Gabriel Agbonlahor. Menurutnya, Lingard ingin menit bermain dan itu bisa didapat jika ia hengkang dari Ole Trafford. Agbonlahor juga menyebut jika bermain di bawah asuhan Steven Gerrard sangat dinantikan olehnya.

Steven Gerrard - Frank Lampard - Daily Record
Daily Record

“Saya tidak tahu apa yang terlintas dalam pikiran Jesse tapi saya bisa membayangkan dia ingin bermain lebih banyak lagi. Dia hanya jadi penghangat bangku cadangan jadi saya yakin dia akan tertarik untuk hengkang dan bermain di tempat lain,” kata eks Aston Villa kepada Talksport, Jumat (18/12/2020).

“Mungkin klub yang dituju adalah Rangers. Saya yakin dengan nama besar Steven Gerrrd dia akan sangat senang bermain di sana. Gerrard adalah legenda Inggris dan pemain Inggris akan senang bisa dilatih olehnya,” ia menambahkan.

Jika pada akhirnya Jesse Lingard tidak berlabuh di klub asuhan Steven Gerrard, Agbonlahor yakin produk akademi Manchester United akan memperkuat klub Premier League lainnya.

“Mungkin itu sesuatu yang akan terjadi. Tapi jika tidak mungkin ada klub Premier League lain yang tertarik padanya karena dia pemain hebat,” tutup legenda Aston Villa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mohamed Salah Bukukan Dua Rekor Baru di Liverpool

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Liverpool memang hanya imbang 1-1 lawan Midtjylland pada matchday VI Liga Champions. Namun, laga itu akan selalu dikenang oleh Mohamed Salah. Pasalnya, dia membukukan dua rekor baru pada laga tersebut.

Rekor pertama yang dibuat Salah adalah gol tercepat Liverpool pada ajang Liga Champions. Saat menghadapi Midtjylland, pemain asal Mesir itu menjejalkan bola ke gawang lawan saat pertandingan baru berjalan 55 detik.

Adapun rekor kedua adalah koleksi gol di Liga Champions. Berkat satu gol di gawang Midtjylland, Salah kini menjadi pemain tersubur Liverpool dengan 22 gol. Dia melewati rekor lama yang dipegang legenda The Reds yang kini melatih Rangers FC, Steven Gerrard.

Sebagai catatan, itu tak termasuk gol-gol pada babak kualifikasi. Andai gol-gol pada babak kualifikasi disertakan, Mohamed Salah masih terpaut 7 gol dari Gerrard. Dia mengemas 23 gol, sementara Gerrard 30 gol.

Kans bintang Mesir itu untuk mengejar raihan gol sang legenda masih terbuka lebar. Setidaknya, Liverpool musim ini masih bertahan di Liga Champions. Anak-anak asuh Juergen Klopp memastikan lolos ke babak 16-besar dengan status juara Grup D.

Salah Kalah dari Jota

Mohamed Salah mengoleksi 22 gol pada babak utama Liga Champions dalam 39 pertandingan bersama Liverpool. Musim terbaiknya adalah pada 2017-18. Kala itu, dia mampu mencetak 10 gol dalam 13 pertandingan. Sayangnya, Liverpool gagal juara karena kalah dari Real Madrid.

Koleksi gol Mohamed Salah di Liga Champions musim ini masih kalah dari Diogo Jota.
si.com

Secara total, Salah telah mengoleksi 25 gol pada ajang Liga Champions. Selain 22 gol untuk Liverpool, dia juga membuat 1 gol bersama AS Roma dan 2 gol untuk FC Basel. Gol pertamanya dicetak saat Basel menang 2-1 atas Chelsea pada 18 September 2013.

Khusus untuk musim 2020-21, Mohamed Salah ternyata bukan pemain tertajam Liverpool di Liga Champions. Torehan 3 golnya masih kalah dari Diogo Jota yang mengemas 4 gol sepanjang fase grup. Padahal, dia selalu diturunkan oleh Klopp dalam 6 laga yang dilakoni The Reds. Lima kali di antaranya sebagai starter.

Berbeda dari Mohamed Salah, Diogo Jota sempat dua kali tampil sebagai pemain pengganti dalam 6 laga Liverpool. Keunggulan gol atas Salah sangat terbantu oleh torehan hat-trick saat The Reds menang 5-0 di kandang Atalanta pada matchday III.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Kevin De Bruyne Perpaduan Ryan Giggs dan Steven Gerrard

dinasti
Kevin De Bruyne Perpaduan Ryan Giggs dan Steven Gerrard 61

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Wayne Rooney punya penilaian tersendiri untuk pemain Manchester City, Kevin De Bruyne. Menurut Rooney, permainan De Bruyne mengingatkannya pada Ryan Giggs dan juga Steven Gerrard.

“Kevin De Bruyne mengingatkan saya kepada Steven Gerrard. Ia berani, menguasai lapangan dan selalu mengambil resiko,” ucap Rooney seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Senin (3/8/2020).

Pemain Kolombia Buka Aib Wayne Rooney dan Steven Gerrard

“Dia gelandang tengah yang luas biasa dengan permainan dan kontrol bola yang sangat brilian,” tambahnya.

Tidak hanya seperti Gerrard, De Bruyne juga memiliki kemampuan seperti seorang Ryan Giggs. Secara visi permainan, De Bruyne disebut Rooney memiliki kemiripan degan pemain asal Wales tersebut.

“Saat saya bermain dengan Ryan Giggs, ia tahu di mana saya akan berada. Ia akan melepas umpan yang bagus. De Bruyne melakukan itu. Dia bisa memberi umpan dari celah terkecil. Tentu saja hal itu memudahkan pemian lain untuk mencetak gol,” ucap Rooney.

Pujian untuk penampilan pemain asal Belgia itu tidak hanya datang dari Rooney. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola pun sempat melontarkan pujian kepada anak asuhnya setelah tak menjadi pemain terbaik Liga Inggris musim ini versi Football Writers’s Association (FWA).

Menurut Pep, apa yang diberikan De Bruyne untuk City musim ini sudah sangat besar dan fantastis.

“De Bruyne berbicara buat dirinya sendiri dengan apa yang dia berikan kepada tim kami dan ke Premier League. Tidak perlu lagi mengatakan betapa dirinya adalah pemain yang fantastis,” ucap Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jelang Lawan Liverpool, Chelsea Unggah Video Gerrard Terpeleset

dinasti
Jelang Lawan Liverpool, Chelsea Unggah Video Gerrard Terpeleset 65

Football5Star.com, Indonesia – Jelang laga Liverpool vs Chelsea, Kamis dini hari nanti (23/7/20), akun Twitter Chelsea mengunggah video saat Steven Gerrard terpeleset 2014 lalu. Kicauan itu saat ini sudah dihapus oleh Chelsea.

Liverpool nantinya bukan hanya akan bermain melawan Chelsea di Anfied, tapi mereka juga akan mengadakan presentasi pemberian medali dan pengangkatan piala Premier League. Jelas video yang diunggah The Blues itu bisa dibilang tidak menghormati lawannya. “Kembali ke Anfield besok,” kicau Chelsea sebelum tweet itu dihapus.

Jelang Lawan Liverpool, Chelsea Unggah Video Gerrard Kepleset
talkSPORT

Seperti yang diketahui, pada musim 2013-14, Liverpool hampir memastikan untuk menjadi juara Premier League. Tapi saat melawan Chelsea di Anfield, kapten mereka, Gerrard, melakukan blunder yang berujung gol oleh Demba Ba. Liverpool akhirnya kalah 2-0 dan posisinya disalip oleh Manchester City.

Satu tahun setelah momen itu, Juergen Klopp datang ke Liverpool. Dia akhirnya berhasil membawa Liverpool juara Premier League untuk pertama kalinya.

“Dia adalah pemimpin kami, dia telah mengatur semua ini dari hari pertama dia datang. Dia mengambil fondaasi hebat dari Sir Kenny Dalglish dan Brendan Rodgers, dan dari pemain seperti Gerrard. Tapi dia lebih dari semuanya di mata saya,” ucap kapten Jordan Henderson seperti dikutip Football5Star.com dari talkSPORT.

Walaupun The Reds sudah tak membutuhkan kemenangan lagi, laga nanti dijamin akan tetap seru mengingat The Blues masih membutuhkan poin untuk bisa memastikan diri masuk ke Liga Champions musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bagi Steven Gerrard, Eriksson dan Capello Bukan Pelatih Berkualitas

dinasti
Bagi Steven Gerrard, Eriksson dan Capello Bukan Pelatih Berkualitas 69

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Liverpool dan tim nasional Inggris, Steven Gerrad memiliki penyesalan tersendiri di kariernya bersama The Three Lions. Gerrard yang menjadi bagian dari generasi emas Inggris di era 2000-an menyebut ada kesalahan federasi yang membuat kegagalan tercipta.

“Saya melihat kembali ke belakang soal Inggris dengan banyak penyesalan. Kami memiliki kelompok pemain yang fantastis,” ucap Gerrard seperti dikutip Football5star.com dari Daily Maill, Rabu (21/7/2020).

Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool

Menurut Gerrard, federasi saat itu tidak memberikan pelatih yang cukup berkualitas untuk bisa melatih tim nasional Inggris. Pernyataan Gerrard ini tentu cukup aneh, pasalnya Inggris saat itu dilatih pelatih beken seperti Sven Goran Eriksson dan Fabio Capello.

“Saya melihat manajer sekarang seperti Klopp, Mourinho dan Guardiola. Saya pikir seseorang seperti itu yang bisa melatih generasi emas hingga bisa membuat keputusan sulit. Itu menurut saya,” ucapnya.

“Ada manajer yang tersedia saat itu, misalnya Rafa Benitez tetapi dia mungkin tidak ingin menjadi manajer tim nasional saat itu,” ucapnya.

“Kami datang dekat dengan turnamen tetapi tidak ada jalan keluar bagi kami saat berada di kondisi terburuk,” tambahnya.

Gerrard sendiri menjalani 114 caps bersama Inggris. Ia jadi pemain keempat dengan jumlah penampilan internasional terbanyak untuk Inggris. Sayangnya main di Piala Dunia 2010 dan 2014, Gerrard gagal membawa Inggris meriah gelar juara.

Roy Hodgson adalah pelatih terakhir Gerrard saat main untuk Inggris. Sayangnya Hodgson tak mampu berbicara banyak bersama Gerrard di pentas Euro 2012 dan Piala Dunia 2014.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gerard Houllier Sandingkan Naby Keita dengan Steven Gerrard

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kehebatan Naby Keita bersama Liverpool selama ini membuatnya dipuji Gerard Houllier. Mantan pelatih The Reds bahkan menyandingkan sang gelandang dengan Steven Gerrard.

Gerard Houllier punya alasan kuat menyandingkan Naby Keita dengan Steven Gerrard. Ia menilai gelandang Guinea itu punya visi dan misi permainan yang sama dengan legenda Liverpool.

“Keita bermain untuk tim juara di Prancis. Mereka mengalami kesulitan tapi dia bermain untuk semua orang di lapangan. Sama seperti ketika saya melihat Gerrard. Dia ada di mana-mana dan kedewasaannya sangat mengesankan, bahkan saat berada di bawah tekanan,” kata Houllier  seperti dilansir Mirror, Rabu (7/2/2020).

Robbie Fowler, Gerrard Houllier
mirror

“Ketika itu saya merekomendasikan RB Salzburg membeli Keita dan mereka melakukannya. Dia memiliki sikap yang sangat baik. Dia sangat cocok berada di tim dan dia akan terus bertahan di sana,” ia menambahkan.

Tidak hanya perkembangan Naby Keita yang disorot mantan pelatih Liverpool itu. Ada sosok Sadio Mane yang jadi salah satu faktor penting kesuksesan The Reds menjuarai Premier League musim ini.

Seperti halnya Keita, Sadio Mane juga pernah berseragam RB Salzburg. “Saya melihat Mane selama olimpiade 2012. Dia berada di Metz dan kami membelinya saat itu dengan harga 4 juta euro di RB salzburg,” ungkapnya.

“Dia bertahan selama dua tahun dengan memenangkan dua gelar. Kemudian dia hengkang ke Southampton dan sekarang berada di Liverpool. Saat ini Mane jadi lebih tenang, terutama di depan gawang,” tutup pelatih asal Prancis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool

gamespool
Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool 75

Football5Star.com, Indonesia – Steven Gerrard dan beberapa legenda Liverpool lainnya turut mengucapkan selamat atas keberhasilan mantan klub mereka juara Premier League 2019-20. Mereka turut senang karena akhirnya bisa melihat The Reds juara Liga Inggris setelah 30 tahun lamanya.

Steven Gerrard yang memenangkan gelar Liga Champions dan dua FA Cup bersama Liverpool turut berbahagia atas kemenangan mantan klubnya.

https://www.instagram.com/p/CB33qKkp4D2/

“Selamat kepada Liverpool yang telah memenangkan Premier League. Prestasi luar biasa dari skuad yang diisi pemain top. Dipimpin oleh pelatih kelas dunia dan staf pelatih yang juga spesial. Dan terakhir dan yang paling penting para fans yang menunggu selama 30 tahun. Ayo kita berpesta,” ucap Gerrard seperti dilansir Football5Star.com, dari Instagram pribadinya.

Peraih Ballon d’Or 2001, Michael Owen juga mengucapkan selamat kepada Liverpool lewat Instagramnya. “Selamat LFC, musim yang luar biasa dan tim terbaik musim ini.”

https://www.instagram.com/p/CB34ZUusaiw/

Legenda Liverpool lainnya, Luis Garcia, juga bersuka cita atas kemenangan mantan timnya ini. “Selamat LFC!! Sebuah prestasi luar biasa. Selamat untuk semua pemain, staff dan member dewan. Saya tak akan melupakan suporter. Nikmati momen ini. Ini sudah lama tapi akhirnya kita di sini!!”

https://www.instagram.com/p/CB34yw7n_Gz/

Fernando Torres yang tak pernah memenangkan gelar bersama Liverpool juga turut senang atas pencapaian klubnya. “Selamat untuk semua orang di LFC karena telah memenangkan Premier League. Skuad yang luar biasa, pelatih yang luar biasa, staff yang hebat, tapi yang terpenting selamat untuk semua untuk semua fans LFC.”

Torres melanjutkan, “Kalian telah menunggu begitu lama dan akhirnya mendapat trofi yang kau inginkan. Sangat pantas. #YNWA.

https://www.instagram.com/p/CB350LjCktm/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Eksekutor Penalti Terbaik dalam Sejarah Premier League

gamespool
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Eksekutor Penalti Terbaik dalam Sejarah Premier League 83

Football5star.com, Indonesia – Penalti merupakan salah satu kesempatan emas bagi para pemain untuk mencetak gol mudah. Namun, tak semua pemain bisa mengeksekusi penalti dengan baik layaknya dua legenda Premier League, Steven Gerrard maupun Frank Lampard.

Kedua pemain itu memang dikenal sebagai salah satu eksekutor penalti terbaik dalam sejarah Premier League. Selain Gerrard dan Lampard, ada juga beberapa nama lain yang cukup mematikan dari titik putih.

Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum 5 eksekutor penalti terbaik dalam sejarah Premier League:

5. SERGIO AGUERO
5 Eksekutor Penalti Terbaik dalam Sejarah Premier League Sergio Aguero Mundo Albiceleste
Mundo Albiceleste

Selain piawai mencetak gol dari situasi open play, Sergio Aguero ternyata juga ahli dalam hal mengeksekusi penalti. Penyerang asal Argentina itu sudah menjadi eksekutor penalti utama Manchester City semenjak musim 2016-17.

Tugas ini diemban Aguero dengan sangat baik. Pasalnya, ia sukses mencetak 26 penalti dari 31 kali percobaan. Catatan ini membuat Aguero memiliki tingkat konversi sebesar 83%

4. MARK NOBLE
5 Eksekutor Penalti Terbaik dalam Sejarah Premier League Mark Noble whufc. com
whufc,com

Mark Noble memang bukan menjadi andalan West Ham United untuk menjebol gawang lawan dari situasi open play. Namun, Noble menjadi pilihan utama The Hammers untuk mengeksekusi penlati.

Noble sudah menjalani peran sebagai eksekutor penalti utama The Hammers semenjak musim 2007-08. Total, Noble sukses mencetak 27 gol dari 30 kali percobaan. Catatan ini membuat Noble memiliki tingkat konversi sebesar 90%.

3. STEVEN GERRARD
Frank Lampard - 5 Eksekutor Penalti Terbaik dalam Sejarah Premier League - Steven Gerrard - The Independent
The Independent

Legenda Liverpool, Steven Gerrard bukan hanya dikenal sebagai eksekutor umpan-umpan akurat dan sepakan keras dari luar kotak penalti. Gerrard juga memiliki reputasi sebagai salah satu eksekutor penlati terbaik di Premier League.

Gerrard ditunjuk sebagai pilihan utama Liverpool sebagai algojo penalti semenjak musi 2005-06 hingga 2014-15. Total, Gerrard sukses mencetak 32 gol dari 39 percobaan dan memiliki tingkat konversi sebesar 82%.

2. FRANK LAMPARD
Steven Gerrard - 5 Eksekutor Penalti Terbaik dalam Sejarah Premier League - Frank Lampard - premierleague. com
premierleague.com

Frank Lampard merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Chelsea. Pencapaian spesial ini diraih Lampard berkat insting mencetak golnya yang sangat tinggi dari situasi open play maupun bola-bola mati.

Bersama Chelsea, Lampard sukses mencetak 43 gol dari 50 percobaan. Angka tersebut membuat Lampard memiliki tingkat konversi sebesar 86%.

1. ALAN SHEARER
5 Eksekutor Penalti Terbaik dalam Sejarah Premier League Alan Shearer ZapSportz
ZapSportz

Ketika masih aktif bermain, Alan Shearer merupakan penyerang yang ditakuti bek-bek klub Premier League. Pasalnya, Shearer mampu mencetak gol dari berbagai situasi.

Total, Shearer berhasil mencetak 260 gol di Premier League. Dari 260 gol tersebut, 56 diantaranya dicetak Shearer melalui titik putih dari 62 percobaan. Shearer pun memiliki tingkat konversi sebesar 90%.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Fernando Torres Yakin Steven Gerrard akan Gantikan Juergen Klopp

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres memuji kinerja Steven Gerrard sebagai pelatih. Ia pun yakin mantan kaptennya itu akan kembali ke Liverpool untuk menggantikan Juergen Klopp di masa depan.

Seperti diketahui, Fernando Torres dan Steven Gerrard adalah rekan saat masih di Liverpool. Kerja sama keduanya bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Premier League.

Kini Gerrard telah melakoni karier baru sebagai pelatih di Glasgow Rangers. Sedangkan Torres baru saja memutuskan pensiun dari dunia sepak bola.

torres-gerrard-liverpool
Diario AS

“Saya tidak terkejut Stevie telah menjadi pelatih karena dia punya dua karakteristik yang sangat penting, yaitu mental dan tekad yang kuat. Dia dilahirkan untuk menjadi pemimpin dan saya yakin dia menikmati persiapan pertandingan dan berusaha mendapatkan yang terbaik dari para pemainnya,” kata Torres kepada Independent, Minggu (31/5/2020).

“Saya yakin dia akan sukses dan siapa yang tidak suka melihatnya kembali ke bench Anfield suatu hari nanti? Ini akan menjadi gambaran sempurna untuk melihat dia sebagai pengganti Klopp di masa depan dan membawa Liverpool meraih trofi,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pemain yang memperkuat The Reds selama empat musim itu melihat pelatih Rangers itu sebagai sosok yang inspiratif. Menurutnya, hal inilah yang membuat kawan karibnya itu sangat cintai,

“Dia adalah inspirasi besar bagi semua pemain. satu-satunya hal yang dimintai fan adalah agar pemain dan pelatih memberikan segalanya untuk klub. Dan itulah yang dilakukan Stevie. Itulah sebabnya dia sangat dicintai dan dihormati,” tutup Fernando Torres.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pemain Kolombia Buka Aib Wayne Rooney dan Steven Gerrard

dinasti
Pemain Kolombia Buka Aib Wayne Rooney dan Steven Gerrard 90

Football5star.com, Indonesia – Pemain asal Kolombia, Hugo Rodallega baru-baru ini membuka aib dari mantan bintang Liga Inggris, Wayne Rooney dan Steven Gerrard.

Dikutip www.old.football5star.com dari daily mail, Kamis (28/5/2020) Rodallega yang sempat bermain bersama Wigan menyebut bahwa dirinya sering melihat Wayne Rooney menenggak alkohol. Bahkan Rodallega menyebut bahwa eks Manchester United itu minum layaknya orang gila.

Tidak itu saja, bahkan menurut pemain yang bermain di Liga Turki bersama Denizlispor itu Steven Gerrard beberapa kali dilihatnya menari dengan telajang dada saat mabuk di bar.

Pemain Kolombia Buka Aib Wayne Rooney dan Steven Gerrard
daily mail

“Jika orang-orang tahu beberapa kali saya melihat Rooney di Manchester, dia minum seperti orang gila atau beberapa kali saya melihat Gerrard di sebuah bar menari tanpa menggunakan baju,” ucapnya.

“Mereka adalah manusia juga, tidak ada yang salah dengan itu. Saya bisa menghitung dengan jari jumlah pemain yang tidak minum. Kita semua, para pemain keluar dan minum.” tambahnya.

Pemain Kolombia itu pun mengakui bahwa dirinya juga minum saat di waktu luang. Hal tersebut menurutnya tidak ada masalah selama mampu dikontrol.

“Aku selalu mengatakannya. Saya menikmati saat minum dan menari. Saya suka menari salsa. Tidak ada yang salah dengan itu. Saya tahu kami adalah pesepak bola, tetapi kami juga seperti orang kebanyakan,”

Pada musim 2009, Rodallega hijrah dari klub Meksiko, Necaxa ke Wigan Athletic. Ia bermain di Wigan hingga 2012. Ia tercatat mencetak 24 gol dari 112 pertandingan.

Setelah itu, ia memutuskan hijrah ke Fulham dan bermain selama tiga musim di klub London tersebut. Pada 2015, ia memutuskan untuk melanjutkan karier di Liga Turki hingga saat ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Akhir Pahit Gerrard Bersama Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Steven Gerrard punya karier yang gemilang bersama Liverpool. Sayangnya, pada laga terakhir bersama The Reds, ia harus menerima kenyataan pahit.

Pada 24 Mei 2015, Steven Gerrard menjalani pertandingan terakhirnya bersama Liverpool. Bukan kenangan manis yang didapat, tapi justru kekalahan telak dengan skor 1-6 dari Stoke City dalam laga pamungkas Liga Primer Inggris musim 2014/15 di Brittania Stadium.

Enam gol Stoke masing-masing dicetak Mame Biram Diouf (2), Jonathan Walters, Charlie Adam, Steven N’Zonzi, dan Peter Crouch. Gerrard, yang tampil sejak menit pertama, sempat memperkecil kedudukan, namun ia tak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan dengan skor mencolok.

Itu adalah kekalahan paling telak yang dialami Gerrard bersama Liverpool. Ironisnya, tragedi tersebut terjadi pada laga pamungkas.

Pindah ke Galaxy

3426
Getty Images

Sebelumnya, pada 7 Januari 2015, Gerrard sudah memastikan bakal hijrah ke klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles (LA) Galaxy, dengan kontrak 18 bulan dan nilai transfer yang kabarnya mencapai 9 juta dollar AS.

Namun, sang gelandang baru bergabung dengan tim pada Juli, setelah berakhirnya musim kompetisi Liga Primer. Ia akhirnya menjalani debut pada 11 Juli di laga uji coba pramusim kontra Club America.

Tiga hari berselang, ia menjalani debut kompetitifnya, meski ditandai dengan kekalahan 0-1 di Real Salt Lake di perempat-final Piala Open.

Karier di Anfied

torres-gerrard-liverpool
Getty Images

Lahir di Merseyside pada 1980, Gerrard telah bersama Liverpool sejak bergabung dengan mereka sebagai pemain muda pada 1987. Ia menjadi profesional pada 1997 dan tampil pertama dalam kemenangan 2-0 atas Blackburn pada November 1998.

Dia menjadi starter reguler di musim 1999-2000, kemudian memenangkan trofi pertama di musim berikutnya saat The Reds menyabet Piala FA, Piala Liga, dan Piala UEFA. Dia kemudian menjadi kapten tim pada Oktober 2003.

Selama 17 tahun (1998-2015) membela tim senior Liverpool, Gerrard tercatat mengoleksi sembilan gelar. Trofi Piala Liga Inggris jadi yang terbanyak, yang mana Gerrard mempersembahkan tiga gelar bagi publik Anfield.

Akan tetapi, dari sederet gelar bergengsi yang pernah disabet Gerrard, ada satu trofi yang gagal dimenangi eks kapten Tim Nasional (Timnas) Inggris itu. Gelar yang dimaksud adalah trofi Liga Inggris.

Selama membela Liverpool, Gerrard turun di 504 laga Liga Inggris dengan koleksi 121 gol dan 70 assist. Selama itu juga, prestasi terbaik Gerrard bersama Liverpool di Liga Inggris mengantarkan sang klub finis di posisi dua pada edisi 2001-2002, 2008-2009 dan 2013-2014.

“Saya sangat bangga dengan pencapaian saya di Liverpool. Memenangi Premier League bisa menjadi sebuah anugerah. Namun, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk meraihnya sekarang,” kata Gerrard di situs resmi klub.

“Itu akan menjadi penyesalan satu-satunya. Namun, saya sudah mencapai banyak hal di sini dan itu lebih dari apa yang saya bayangkan di awal karier,” ucap Gerrard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lampard dan Gerrard Jadi Panutan Gelandang Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tinggal jauh di Uruguay bukan menjadi halangan untuk Rodrigo Bentancur menikmati Liga Inggris. Gelandang Juventus itu pun belajar banyak dari para pemain di sana, terutama Frank Lampard dan Steven Gerrard.

Seperti halnya Frank Lampard dan Steven Gerrard, Rodrigo Bentancur juga seorang gelandang. Ia mengaku permainannya sangat terpengaruh dari legenda Chelsea dan Liverpool itu.

Tidak hanya itu, pemain yang didatangkan Juventus dua tahun lalu tersebut mengaku terus mempelajari bahasa Inggris demi masa depannya.

rodrigo bentancur-juventus
juvefc

“Saya menggunakan waktu dengan mengambil pelajaran untuk meningkatkan bahasa Inggris saya. Saya mengagumi Lampard dan Gerrard ketika masih kecil,” kata Rodrigo Bentacur seperti dikutip Football5star dari Sky Sport Italia, Jumat (15/5/2020).

“Saya menonton banyak pertandingan mereka dan itu membantu saya untuk terus belajar sampai sekarang. Saya tidak pernah keberatan untuk memerankan peran apa pun di lini tengah. Bagi saya itu tidak ada bedanya.

Di sisi lain, penggawa timnas Uruguay merasa bahagia Liga Italia akan kembali bergulir lagi 12 Juni mendatang. Tapi ia khawatir waktu libur yang cukup lama bisa memengaruhi permainannya di lapangan.

“Saya tidak bisa menunggu kami kembali berlatih dalam skuat. Butuh beberapa saat untuk memulihkan kebugaran untuk bisa bertanding lagi. Tapi kembali bermain akan sangat luar biasa,” sambungnya.

“Tapi sepertinya akan ada kesulitan saat kami memulai musim lagi, apalagi kami bermain tanpa kehadiran suporter. Jadi kami harus bekerja 150 persen untuk mempertahankan level,” tutup Rodrigo Bentancur.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Paul Scholes: Frank Lampard dan Steven Gerrard Lebih Bagus dari Saya

terassd
Paul Scholes: Frank Lampard dan Steven Gerrard Lebih Bagus dari Saya 100

Football5Star.com, Indonesia – Sampai saat ini masih banyak perdebatan antara siapa gelandang Inggris yang lebih baik, Paul Scholes, Steven Gerrard, atau Frank Lampard. Scholes sendiri menilai kedua orang itu lebih bagus darinya, tapi setiap pemain mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Scholes, Gerrard, dan Lampard bisa dibilang bermain di era yang sama dan memperkuat tiga klub raksasa yang berbeda. Mereka juga bermain bersama di timnas Inggris. Karena itulah masih banyak orang yang membandingkannya.

“Stevie G (Gerrard) dan Frank (Lampard) tentu saja. Jujur saya muak mendengar perdebatan ini. Ini tidak penting. Orang-orang punya pendapat masing-masing,” ucap Scholes seperti dilansir Football5Star.com dari BBC Podcast Savage Social.

Paul Scholes Frank Lampard dan Steven Gerrard Lebih Bagus dari Saya
Mirror

Scholes menjelaskan bahwa kedua pemain itu memiliki gaya main yang berbeda.

“Mereka berdua pemain yang luar biasa. Tapi gaya mainnya berbeda. Frank lebih bermain pada posisinya. Dia berada di sebuah tim dimana dia bisa melakukan apa yang ia bisa. Dia bisa maju dan mencetak gol karena ada Claude Makelele di sana. Mungkin dia gelandang pencetak gol terbaik yang pernah ada,” ujar Scholes.

Paul Scholes lalu melanjutkan soal Gerrard “Steven bisa melakukan segalanya di lapangan. Dia cepat, kuat dan bermain fisik, dia bisa mencetak gol dan membuat gol. Bertahan mungkin bukan keahlian dia tapi saya pikir kami semua memang tidak hebat dalam bertahan.”

Mereka bertiga bermain bersama di timnas Inggris sejak tahun 2000 sampai ketika Scholes mengumumkan pensiun dari timnas pada 2004

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Selebrasi Ikonik di Premier League

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gol hebat juga harus diikuti dengan selebrasi hebat. Premier League sudah melahirkan beberapa pemain yang mengeluarkan selebrasi luar biasa, gila, ataupun aneh sejak tahun 1992.

Beberapa pemain biasanya punya maksud tertentu untuk melakukan selebrasi itu. Atau memang sudah ciri khas dari sang pemain. Berikut daftar 5 selebrasi ikonik Premier League versi Football5Star

Pukulan Tinju Wayne Rooney

Wayne Rooney sempat dikritik saat video dia saat latihan tinju melawan pemain Stoke City, Phil Bardsley, bocor di internet 2015 lalu. Di video itu Bardsley berhasil men-knock out Wazza.

Pada laga Premier League melawan Tottenham, Wayne Rooney langsung menjawab kritikan itu ketika dia mencetak gol ketiga. Dia melakukan empat pukulan sebelum dia tersungkur ke tanah.

Emmanuel Adebayor vs Fans Arsenal

Pada 2009, dua bulan sebelum laga Manchester City vs Arsenal, Adebayor dijual oleh The Gunners ke Cityzens. Dan di laga tersebut sang pemain benar-benar selalu diteriaki setiap memegang bola. Tapi 10 menit sebelum laga usai Adebayor mencetak gol lewat sundulan dan merubah skor menjadi 2-1.

Dia langsung berlari ke arah tribun suporter Arsenal dan melakukan knee slide, sontak hal itu membuat fans Arsenal geram. Karena hal itu Adebayor mendapatkan kartu kuning dan didenda 25 ribu pounds.

Mario Balotelli ‘Why Always Me?’

Balotelli memang selalu dikritik karena sifatnya yang memang keterlaluan. Seminggu sebelum Derby Manchester pada 2011 lalu, dia diketahui bermain petasan di rumahnya sendiri. Tapi di laga itu, Manchester City dan Balotelli bermain gemilang.

Dia mencetak gol pertama setelah menerima umpan dari David Silva, setelah itu dia selebrasi dengan membuka kostumnya untuk memperlihatkan kata ‘Why Always Me?’ pada kaus dalamnya. Pertandingan itu berakhir 6-1 untuk kemenangan City.

Steven Gerrard Cium Kamera

Gerrard sangat sering mencetak gol pada laga North-West Derby melawan Manchester United. Pada Maret 2009, dia melakukan selebrasi ini ketika dia mencetak gol lewat penalti di kemenangan 4-1 Liverpool di Old Trafford

Dia melakukannya lagi lima tahun kemudian di laga yang sama, Stadion yang sama. Kali ini Liverpool menang 3-0.

Robbie Fowler Hisap Kokain

Legenda Liverpool, Robbie Fowler melakukan selebrasi kontroversial saat laga Merseyside Derby tahun 1999. Dia mencetak gol lewat titik penalti lalu melakukan selebrasi seperti sedang mengendus kokain pada garis putih lapangan di depan pendukung Everton.

Fowler mengatakan selebrasi ini dilakukannya karena dia sering diejek oleh fans Everton karena dianggap menggunakan narkoba. Selebrasi itu membuat Fowler di denda 60 ribu pounds dan tidak diperbolehkan bermain selama empat laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Steven Gerrard Samakan Jordan Henderson dengan Paul Scholes

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, memuji penampilan Jordan Henderson. Bahkan tanpa ragu ia meneybut penerusnya itu sama seperti legenda Manchester United, Paul Scholes.

Sejak kepergian Steven Gerrard, lini tengah Liverpool praktis jadi milik Jordan Henderson. Ia pun berhasil mengemban tugasnya dengan sukses membawa klub juara Liga Champions musim lalu.

Adapun Gerrard melihat sang gelandang sebagai pemain yang komplet. Ketenangan dirinya dalam mengontrol pertandingan membuat ia menyandingkan penerusnya itu dengan Scholes.

steven gerrard-jordan henderson
Daily Mail

“Dia menjalankan pertandingan dengan kontrol penuh seperti yang biasa dilakukan Paul Scholes dan dia memimpin dengan memberi contoh. Dia selalu ada untuk tim. Saya telah menyaksikan dia tumbuh sebagai orang yang penuh ketertarikan,” ujar Gerrard kepada BT Sport, Minggu (26/4/2020).

“Dia selalu menjadi anak yang hebat dan rekan setim yang hebat. Tidak mengherankan sekarang orang-orang mulai mengenali pria seperti apa dia, baik di dalam dan luar lapangan. Setiap pujian yang didapat memang pantas karena itu benar,” ia menambahkan.

Legenda Liverpool itu juga menekankan bahwa mantan pemain Sunderland selama ini selalu mememintingkan tim dibanding dirinya sendiri. “Saya bermain dengannya selama beberapa tahun di Liverpool dan timnas Inggris,” imbuhnya.

“Dua seorang yang atletis yang tidak mementingkan dirinya sendiri dalam pendekatannya di lapangan. Ia selalu menempatkan rekan setimnya di atas dirinya sendiri,” tutup Steven gerrard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]