Bhayangkara FC Akhirnya Pilih Mudik ke Jakarta

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC akhirnya memilih mudik ke Jakarta, tak jadi bermarkas di Solo. Namun, mereka baru akan pulang ke Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, pada musim depan.

Nasib Bhayangkara memang belakangan menggantung usai hidupnya kembali Persis Solo. Bahkan, klub berjuluk The Guardian itu batal mengajukan diri soal pergantian nama klub menjadi Bhayangkara Solo FC pada Kongres PSSI beberapa waktu lalu. Selain Bhayangkara, Tira-Persikabo juga batal ajukan ubah nama.

Manajemen Bhayangkara pun buka suara soal nasib timnya. Mereka berpotensi kembali ke Jakarta. Namun, niat mereka itu baru bisa terwujud pada Liga 1 musim 2022.

Bhayangkara Solo FC - antaranews Bhayangkara FC Akhirnya Pilih Mudik ke Jakarta
Dok. Antara

“Kalau kembali ke Jakarta mungkin tidak tahun ini, mungkin tahun depan di kompetisi 2022 kami bisa jadi balik ke Stadion PTIK,” kata COO Bhayangkara FC Sumardji, saat dihubungi awak media.

“Kalau tahun ini kemungkinan kami akan menggunakan mess yang ada di Solo terlebih dahulu dan mendaftarkan kandang di Stadion Manahan,” sambung dia.

Sebelumnya, PSSI mengaku sampai menjelang kongres dimulai, Tira-Persikabo dan Bhayangkara tak mengajukan perubahan nama. Jadi, kedua klub Liga 1 itu dipastikan tak akan mengubah namanya untuk kompetisi mendatang.

“Ada dua klub liga 1 yang tadinya mengajukan perubahan nama yaitu Bhayangkara FC jadi Bhayangkara Solo. PS Tira jadi PS Tirakabo. Tetapi sampai akan dinaikkan sebagai agenda kongres tak ada surat resmi yang mereka sampaikan dan belakangan kita tau mereka tidak jadi berubah nama,” ujar Waketum PSSI, Iwan Budianto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Wacana PSSI Ubah Kuota Pemain Asing Liga 1 2021 Dianggap Sudah Telat

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Wacana PSSI untuk mengubah kuota pemain asing untuk Liga 1 2021 disebut sudah terlambat. Sebab, nyaris seluruh tim peserta sudah terlanjur mengontrak legiun import untuk menatap kompetisi 2021.

Seperti diketahui, belakangan memang ramai soal isu pengurangan kuota pemain asing buat Liga 1 2021 menjadi cuma tiga saja. Rinciannya, tiap klub hanya boleh mengontrak dua pemain asing bebas, dan satu asal Asia. Hal ini berarti mengalami perubahan karena musim 2020, tiap klub boleh menggunakan empat pemain asing dengan rincian tiga non Asia dan satu pemain Asia.

Wacana terbaru tersebut mendapat perhatian tersendiri dari COO Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji. Dia menyebut PSSI sudah terlambat kalau memang mau menerapkan aturan pemain asing tersebut.

Wacana PSSI Ubah Kuota Pemain Asing Liga 1 2021 Dianggap Sudah Telat Calon Lawan Batalkan Uji Coba Kontra Timnas U-23 Indonesia Bhayangkara solo FC Pun Serahkan Nasib Liga 1 ke PSSI 2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Wacana ini sudah terlambat kalau mau diterapkan tahun 2021. Karena kami sudah terlanjur mengontrak pemain asing dengan komposisi 3+1 atau tiga pemain non Asia dan satu pemain Asia,” kata Sumardi dalam laman resmi Bhayangkara Solo FC.

Namun demikian, andai PSSI benar-benar mau mengurangi kuota pemain asing Liga 1, Sumardji siap mendukung. Tapi tentu dia baru akan mendukung wacana kuota baru pemain asing untuk musim berikutnya.

“Kalau (diterapkan) tahun 2022 bagus. Dan kami mendukung sepenuhnya kalau di terapkan di tahun 2022,” tutup dia.

Soal kuota pemain asing buat Liga 1 akan dibahas dalam Kongres PSSI akhir Mei mendatang. Nantinya juga bakal ditentukan format kompetisi yang akan dihelat di tengah pandemi Covid-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC Catatkan Prestasi di Kawasan Asia Tenggara

Bhayangkara Solo FC Catatkan Prestasi di Kawasan Asia Tenggara 10

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC baru saja mencatatkan prestasi di kawasan Asia Tenggara soal nilai pasar. Mereka masuk ke dalam 10 besar klub dengan pasar tertinggi di ASEAN.

Keberhasilan itu, diunggah oleh diunggah akun Instagram resmi @theaseanfootball yang disadur dari situs transfermarkt. Bhayangkara Solo berada di posisi ke delapan. Dalam daftar itu hanya ada dua tim asal Indonesia yang memiliki nilai pasar yang tinggi. Selain Bhayangkara, ada pula juara bertahan Liga 1, Bali United di urutan ketujuh.

Dalam rilis itu, Bhayangkara dinilai punya nilai pasar 4,70 juta euro. Sedang, Bali United memiliki nilai pasar 4,93 juta euro. Tentu, keberhasilan itu disambut positif oleh COO Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji.

Bhayangkara Solo FC Catatkan Prestasi di Kawasan Asia Tenggara
https://bhayangkarasolofc.id/

Sumardji menyebut Bhayangkara memang belakangan tengah bekerja keras untuk menjadi tim profesional. Catatan prestasi itu tentu sebuah penghargaan dari tata kelola yang dilakukan manajemen Bhayangkara.

“Kami setiap tahun selalu bekerja keras mengembangkan tim ini agar selalu lebih baik. Tidak hanya dalam pengelolaan, namun juga pada prestasi tim,” kata Sumardji dalam laman resmi klub.

Keseriusan Bhayangkara Solo FC menghadapi geliat sepak bola musim ini sudah terlihat jauh-jauh hari. Mereka baru saja resmi mendaratkan dua nama, yakni Arthur Bonai dan Hansamu Yama Pranata. Evan Dimas juga belakangan disebut-sebut akan jadi pemain anyar Bhayangkara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Saddil Ramdani Kian Dekat Berseragam Sabah FC Musim Depan

Saddil Ramdani Kian Dekat Berseragam Sabah FC Musim Depan 14

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Indonesia yang diincar oleh Sabah FC tampaknya mulai terkuak dan mengarah kepada Saddil Ramdani. Apalagi klubnya Saddil, Bhayangkara Solo FC, tak menampik kalau ada tawaran masuk dari klub Malaysia untuk salah satu pemainnya.

Sebelumnya, pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, membeberkan akan mendatangkan satu pemain berlabel Timnas Indonesia ke Sabah. Nama Febri Hariyadi sempat muncul ke permukaan tapi akhirnya batal karena syarat dari Persib Bandung.

Nah usai Febri gagal, Sabah FC tetap mengincar pemain asal Indonesia. Pemain tersebut dilaporkan ialah Saddil Ramdani. Meski kabar kepindahan Saddil ke Malaysia sendiri masih belum bisa dikonfirmasi.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji, tak menampik ada tawaran masuk dari klub Malaysia untuk salah satu pemainnya. Namun dia tak menyebut nama Saddil.

Saddil Ramdani Kian Dekat Berseragam Sabah FC Musim Depan Saddil Ramdani Tak Mau Disebut Pemain Bintang di Bhayangkara FC

“Memang ada satu pemain yang diminta atau saya dihubungi dari pelatih klub Malaysia, menyampaikan mau meminjam pemain Bhayangkara,” ungkap Sumardji saat dihubungi awak media.

“Tapi kembali lagi menyesuaikan kontrak yang ada. Kalau memang kontraknya masih ada, berarti harus mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku,” sambung dia.

Pernyataan Sumardji itu memperkuat kabar kalau pemain yang dimaksud ialah Saddil Ramdani. Apalagi, Kurniawan Dwi Yulianto juga sebelumnya mengaku sudah mengirimi surat ke klub pemain incarannya.

“Kami sudah mengirim surat peminjaman ke klub tersebut. Tapi kami masih menunggu karena pemainnya masih terikat kontrak (dengan klub Liga 1) sampai akhir Februari,” papar Kurniawan kala dikonfirmasi Football5Star.

Andai kabar tersebut benar, Malaysia bukan negara asing buat Saddil. Dia sempat gabung Pahang FA 2019 lalu. Bersama Pahang FA, Saddil Ramdani memainkan 22 pertandingan dengan mengemas dua gol dan tiga assist di Malaysia Super League. Sebuah catatan yang lumayan apik untuk pemain berposisi winger.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Saddil Ramdani Dibidik Klub Malaysia, Bhayangkara FC Bereaksi

Saddil Ramdani Dibidik Klub Malaysia, Bhayangkara FC Bereaksi 18

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC buka suara soal kabar pemainnya, Saddil Ramdani, bakal direkrut klub Malaysia, Sabah FA. Kabar tersebut berhembus usai pelatih Sabah, Kurniawan Dwi Yulianto, membeberkan tengah memburu satu pemain Timnas INdonesia.

Seperti diketahui, Kurniawan Dwi memang sebelumnya buka-bukaan tengah mendekati satu pemain berlabel tim nasional. Dia memang belum memberi tahu siapa sosok pemain tersebut.

Ketika disodorkan nama Stefano Lilipaly, Kurniawan pun membantah. Nah, belakangan kabar yang beredar sosok pemain tersebut ialah Saddil Ramdani. Meski, Kurniawan pun belum mengonfirmasi kabar itu.

Kubu Bhayangkara Solo FC pun buka suara. Mereka mengaku sampai saat ini belum dihubungi pihak klub Malaysia itu terkait Saddil Ramdani.

Saddil Ramdani Resmi Tentukan Pilihan, Bhayangkara FC Jadi Pemenang
PSSI

“Soal Saddil, saya belum tahu kalau dia bakal ditarik ke Sabah FC. Karena sejauh ini belum ada komunikasi antara pemain dan tim tersebut ke manajemen kami,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji, saat dihubungi awak media.

Sebelumnya Kurniawan Dwi Yulianto sendiri membeberkan kalau si pemain sudah setuju gabung dengannya ke Sabah FA. Hanya saja, dia tinggal menunggu jawaban dari klub pemilik.

Kompetisi Malaysia bukan lah hal yang baru buat Saddil Ramdani. Dia sempat gabung Pahang FA 2019 lalu. Bersama Pahang FA, Saddil memainkan 22 pertandingan dengan mengemas dua gol dan tiga assist di Malaysia Super League. Sebuah catatan yang lumayan apik untuk pemain berposisi winger.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos Bhayangkara FC Soal Serdy Dugem: Ampun Ini Anak Gak Habis Bikin Masalah!

Bos Bhayangkara FC Soal Serdy Dugem: Ampun Ini Anak Gak Habis Bikin Masalah! 22

Football5Star.com, Indonesia – Bos Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji, kembali dibuat kesal dengan ulah Serdy Ephy Fano. Kali ini dia benar-benar murka lantaran Serdy ketahuan asyik dugem di sebuah klub malam.

Belakangan, memang beredar video di media sosial yang diduga itu adalah Serdy dan Yudha Febrian di sebuah kelab malam. Video tersebut lantas viral dan menjadi perbincangan banyak suporter Timnas INdonesia.

Nah, video itu akhirnya sampai juga ke bos Bhayangkara Solo FC. Sumardji menyebut kalau memang kelakuan Serdy sudah di luar batasan. Dia bahkan geregetan karena pemain mudanya itu membuat masalah terus.

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Ampun ini anak, enggak ada habisnya buat masalah. Kami akan berikan sanksi sesuai kesalahan yang dia lakukan,” ungkap Sumardji saat dihubungi awak media.

Bhayangkara Solo FC sendiri bisa saja memberi sanksi yang sangat berat hingga berujung pemecatan. Namun, Sumardji mengaku kalau masalah ini akan dirapatkan terlebih dahulu sambil meminta keterangan dari sang pemain.

“Untuk sanksi, saya belum isa memutuskannya. Karena kami masih harus mendiskusikan ini dengan manajemen. Kami akan investigasi juga dengan Serdy,” papar dia.

Sebelumnya, manajer Bhayangkara Solo FC, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengaku terkejut dengan kelakukan Serdy. Bahkan dia menyebut kalau itu sebagai sebuah kejadian memalukan.

“Memalukan. Kami akan rapat untuk pemberian sanksi,” kata I Nyoman Yogi saat dihubungi awak media. Bahkan, Yogi tak menampik kalau hukuman terberat buat Serdy Ephy Fano bisa berupa pemecatan. “Bisa. Tergantung hasil keputusannya nanti,” sambung dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Dapat Antusiasme di Jakarta Jadi Alasan Bhayangkara FC Hijrah ke Solo

Tak Dapat Antusiasme di Jakarta Jadi Alasan Bhayangkara FC Hijrah ke Solo 26

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC tak menampik bakal segera hijrah ke Solo dalam waktu dekat karena masalah antusiasme. Mereka tak memungkiri kalau selama bermarkas di Jakarta, tak terlalu mendapatkan antusias.

Sebenarnya, Bhayangkara sudah beberapa kali berpindah markas. Sebelum ini, mereka sempat ke Sidoarjo, sebelum akhirnya balik lagi berkandang di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Belakangan, kabarnya mereka akan kembali pindah kandang ke Solo. Bahkan nama Bhayangkara pun diselipkan kota Solo di tengah-tengahnya. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji, menyebut kalau kepindahan tim ke Solo karena memang untuk mendekatkan diri ke penikmat sepak bola Indonesia.

Bhayangkara FC Bakal Berubah Nama Jadi Bhayangkara Solo FC?
Instagram @liga2match.id

“Yang pasti itu, kami ingin mendekatkan kepada suporter yang cinta sepak bola. Dikarenakan di Jakarta kami tidak bisa menggaet atau mendapatkan suporter yang lebih besar. Pertimbangannya itu. Jadi dengan adanya suporter yang ada, bisa menambah semangat anak-anak,” ungkap Sumardji saat dihubungi awak media.

Meski demikian Sumardji tak bisa bicara banyak soal perubahan nama menjadi Bhayangkara Solo FC. Dia menyebut kalau nantinya akan ada pengumuman yang lebih lengkap dari manajemen tim.

“Mungkin besok secara resmi akan diumumkan. Yang pasti sekarang ini kami menjalin komunikasi dengan UNS kaitan dengan tempat pemusatan latihan. Bhayangkara saat ini menjalin kerja sama dengan untuk pelaksanaan pemusatan latihan. Kalau berkaitan dengan kepastian, besok secara resmi akan diumumkan. Termasuk nama dan homebase. CEO kami yang akan mengumumkan secara resmi,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Bakal Berubah Nama Jadi Bhayangkara Solo FC?

Bhayangkara FC Bakal Berubah Nama Jadi Bhayangkara Solo FC? 30

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC disebut-sebut bakal berubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC sekaligus berpindah markas. Kabar itu belakangan sudah beredar di media sosial.

Sebenarnya, Bhayangkara sudah beberapa kali berpindah markas. Sebelum ini, mereka sempat ke Sidoarjo, sebelum akhirnya balik lagi berkandang di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Belakangan, kabarnya mereka akan kembali pindah kandang ke Solo. Bahkan nama Bhayangkara pun diselipkan kota Solo di tengah-tengahnya. Menanggapi kabar tersebut, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji buka suara.

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Mungkin besok secara resmi akan diumumkan. Yang pasti sekarang ini kami menjalin komunikasi dengan UNS kaitan dengan tempat pemusatan latihan,” ungkap Sumardji ketika dikonfirmasi awak media.

Soal penyebutan Bhayangkara Solo FC, Sumardji tak bisa berkomentar banyak. Tapi intinya, tim berjuluk the Guardians itu akan melakoni pemusatan latihan di Solo dalam waktu dekat. Mereka juga mengaku sudah bekerja sama untuk bisa berlatih di kota bersemboyan Spirit of Java itu.

“Bhayangkara saat ini menjalin kerja sama dengan untuk pelaksanaan pemusatan latihan. Kalau berkaitan dengan kepastian, besok secara resmi akan diumumkan. Termasuk nama dan homebase. CEO kami yang akan mengumumkan secara resmi,” pungkas Sumardji.

Kabar yang beredar kalau memang manajemen Bhayangkara sudah bertemu beberapa pihak untuk rencana ini. Kalau punbenar hal itu bukan menjadi hal yang baru. Sebelumnya, PS Tira juga memilih berkandang di Bogor dan berganti nama menjadi Tira-Persikabo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sikap Indisipliner Serdy Ephi Fano Buat Kombes Sumardji Malu Hati

Sikap Indisipliner Serdy Ephi Fano Buat Kombes Sumardji Malu Hati 34

Football5Star.com, Indonesia – Bos Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji, sampai minta maaf usai pemainnya, Serdy Ephy Fano dicoret lagi dari Timnas U-19 Indonesia. Dia berjanji akan mendidik Serdy agar lebih disiplin.

Ini sebenarnya bukan kejadian pertama Serdy dicoret dari Timnas U-19 Indonesia karena indispliner. Dia sempat didepak dari skuat besutan Shin Tae-yong itu beberapa jam sebelum Garuda Muda terbang ke Kroasia karena telat bangun.

Pemain muda itu lantas kembali diberi kesempatan Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan di Jakarta. Serdy Ephy Fano pun sempat berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama. Tapi nyatanya, dia kembali dicoret karena hal serupa.

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Mohon maaf atas pelanggaran yang sudah dilakukan Serdy. Saya mewakili manajemen Bhayangkara tentu berharap kejadian ini tak terulang karena kami ingin Serdy bisa jadi punggawa timnas yang tangguh diposisinya,” ujar Kombes Sumardji dalam laman resmi Bhayangkara FC.

Sumardji kecewa berat dengan yang dilakukan oleh Serdy. Dia sempat kaget mendengar kabar Serdy Ephi Fano dicoret lagi dari Timnas U-19 karena masalah yang sama. Sosok yang kini menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo itupun berjanji akan kembali mendidik Serdy agar bisa lebih disiplin.

“Saya akan berupaya menyadarkan dan mengangkat mentalnya lebih baik dan lebih bagus lagi, agar kelak bisa jadi pemain bola yang punya kualitas dan mental yang baik. Mohon doa dan dukungannya,” tutup Sumardji.

Selain Serdy Ephy Fano, Timnas U-19 Indonesia juga mencoret Yudha Febrian. Kedua didepak dari skuat karena keluar malam hingga pukul 03:00 pagi sehingga telat ikuti kegiatan tim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka 38

Football5Star.com, Indonesia – Kelakuan Serdy Ephy Fano yang kembali dicoret dari Timnas U-19 Indonesia akibat indispliner bikin bos Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji murka. Dia kecewa berat pemain mudanya tersebut tak belajar dari kesalahan.

Ini sebenarnya bukan kejadian pertama Serdy dicoret dari Timnas U-19 Indonesia karena indispliner. Dia sempat didepak dari skuat besutan Shin Tae-yong itu beberapa jam sebelum Garuda Muda terbang ke Kroasia karena telat bangun.

Pemain muda itu lantas kembali diberi kesempatan Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan di Jakarta. Sang pemain pun sempat berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama. Tapi nyatanya, dia kembali dicoret karena hal serupa.

Serdy ephy fano Dua Pemain Dicoret Shin Tae-yong karena Telat Sebenarnya Sudah Disiapkan Visa ke Kroasia Tegas! Gara-Gara Telat Bangun 10 Menit, Dua Pemain Dicoret Shin Tae-yong Football5Star.com, Indonesia - Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, kembali menunjukkan ketegasannya usai mencoret dua nama karena alasan telat bangun 10 menit saja. Bahkan pencoretan itu dilakukan pada sesi latihan terakhir, Sabtu (29/8/2020) pagi sebelum berangkat ke Kroasia. Dua nama itu ialah Serdy Ephy Fano dan Ahmad Afhridzal. Kedua pemain itu padahalm masuk dalam 30 nama yang akan mengikuti pemusatan latihan (TC) ke Kroasia. Serdy dan Ahmad merupakan salah satu pemain yang masuk dalam proyeksi sang pelatih. Akan tetapi, Shin Tae-yong tampaknya benar-benar tak pandang bulu dalam menerapkan kedisiplinannya, Serdy dan Ahmad akhirnya dicoret hanya karena telat bangun sepuluh menit saja dalam sesi latihan pagi di Stadion Madya, Senayan. Terkait hal tersebut, Serdy Ephy pun secara terbuka mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Dia pun menerima dengan besar hati keputusan dari Shin Tae-yong. “Tadi pagi waktu latihan saya terlambat bangun. Waktu teman-teman yang lain sudah mau pergi (ke lapangan) saya masih ketiduran, makanya saya harus nyusul dari belakang. Saat saya dan teman sekamar sampai ke stadion, latian sudah mulai,” tutur Serdhy dalam laman resmi Bhayangkara FC. Serdhy dan Ahmad memang merupakan rekan sekamar. “Saya tetap semangat. Saya akui memang saya yang salah, tidak disiplin,” sambung dia. Lebih lanjut, Serdy Ephy menyatakan Shin Tae-yong adalah pelatih yang tak kenal kompromi. Semua pemain harus bersikap profesional dan disiplin menjalankan tugasnya baik di dalam dan luar lapangan. “Coach Shin itu pelatih yang sangat mengutamakan kedisplinan dan attitude dan saya melanggar aturan itu,” tutup dia.

Kondisi itu membuat Kombes Pol Sumardji kecewa berat. Dia sempat kaget mendengar kabar Serdy Ephi Fano dicoret lagi dari Timnas U-19 karena masalah yang sama.

“Apa benar itu terjadi? Kalau saya pribadi ya sangat kecewa mendengar kabar tersebut. Terlebih karena masalah disiplin. Karena Bhayangkara FC selalu mengedepankan kedisiplinan untuk para pemainnya,” kata Sumardji ketika dihubungi oleh wartawan.

Sumardji sendiri kesal karena seakan Serdy tak bisa berlajar dari kesalahan. Karena mau bagaimanapun, kunci sukses sebagai pesepak bola, ialah kedisiplinan.

“Disiplin itu kan kunci sebagai pemain bola. Kalau memang dari awal saja sudah tidak disiplin itu akan berdampak untuk karier sepak bola pemain tersebut ke depannya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Bingung Bayar Gaji Pemain karena Belum Dapat Sponsor

Bhayangkara FC Bingung Bayar Gaji Pemain karena Belum Dapat Sponsor 42

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC mengaku bingung membayar gaji pemainnya saat Liga 1 2020 dilanjutkan karena belum dapat sponsor. Meski memang mereka diberi keringanan untuk membayar gaji hanya 50-60 persen dari PSSI.

Dalam Surat Keputusan (SK) nomor SKEP/53/VI/2020, PSSI memutuskan untuk melanjutkan Liga 1 2020 yang rencananya digulirkan Oktober. SK tersebut jua mengatur soal pembayaran gaji yang membuat klub boleh membayar pemainnya semitar 50 persen akibat pandemi virus corona.

Meski demikian, Bhayangkara FC sendiri mengaku tetap keberatan. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji, menyebut kalau sampai saat ini klubnya belum mendapatkan sponsor.

Perwira Kepolisian Turut Berkomentar Soal Saddil Ramdani Jadi Tersangka. Perwira Kepolisian Soal Liga 1 2020: Jatim Zona Merah, Bahkan Hitam! Bhayangkara FC Galau Usai Liga 1 2020 Dilanjutkan

“Bingung saya kalau masalah pembayaran gaji ini, sekarang 50-60 persen, tapi sponsor belum ada yang masuk. Ya mudah-mudahan saja ada cara nanti,” kata Sumardji ketika dihubungi awak media.

Apalagi, lanjut Sumardji, subsidi yang hanya diberikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak mencukupi. Subsidi Rp 800 juta itu tak akan bisa menutupi semua biaya operasional, termasuk gaji pemainnya.

“Kalau kita andalkan subsidi, paling seberapa sih? Walaupun naik jadi Rp800 juta, masih kurang untuk membayar gahi pemain. Sekarang ya kami hanya menunggu kepastian dari sponsor dan subsidi saja,” papar dia.

Sumardji menuggu kepastian kenaikan dana subsidi. Sebab, klub dalam hal ini Bhayangkara FCsangat bergantung pada dana subsidi untuk biaya operasional tim. Apalagi bagi Bhayangkara FC, dana subsidi ini bisa menggantikan dana sponsor.

“Kalau Liga 1 mau dimulai, kesulitan kami hanya ada satu. Yakni, terkait dana sponsor. Pertandingan ini kan sebentar lagi dimulai. Sehingga kami kesulitan untuk mencari sponsor,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Perwira Kepolisian Soal Liga 1 2020: Jatim Zona Merah, Bahkan Hitam!

Perwira Kepolisian Soal Liga 1 2020: Jatim Zona Merah, Bahkan Hitam! 46

Football5Star.com – Indonesia – Salah satu perwira kepolisian yang kini menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji turut berkomentar soal Liga 1 2020. Dia berharap ada pertimbangan matang karena daerah Jawa Timur masih ditetapkan masuk zona merah COVID-19.

Sumardji sendiri berbicara Liga 1 2020 jua dengan kapasitasnya sebagai COO Bhayangkara FC dan Kapolres Sidoarjo. Dia menilai situasi saat ini masih rawan bila menggelar laga di Pulau Jawa, sebab masih ada beberapa daerah yang dalam zona merah Covid-19.

Memang sebelumnya ada usulan kalau kompetisi dipusatkan di Pulau Jawa. Tapi menurutnya usulan itu harusnya dipertimbangkan masak-masak, terutama untuk wilayah Jawa Timur yang masih rawan.

Perwira Kepolisian Turut Berkomentar Soal Saddil Ramdani Jadi Tersangka. Perwira Kepolisian Soal Liga 1 2020: Jatim Zona Merah, Bahkan Hitam!

“Ini sebenarnya sulit (menggelar sebuah pertandingan Liga 1 di Pulau Jawa). Sekarang kita lihat Jawa Timur sedang merah-merahnya (zona hitam), jadi bingung jika melihat kondisi ini. Kalau dipaksakan mungkin bisa saja ini dilakukan. Tapi, itu harus pertandingan tanpa penonton,” ujar Sumardji dalam laman resmi Bhayangkara FC.

Terlebih, Jawa Timur memiliki banyak wakil di Liga 1 2020, yakni Persebaya Surabaya, Arema FC, Persik Kediri, Persela Lamongan, hingga Madura United. Dia jua mengaku kalau tambahan dana subsidi jua belum cukup buat klub, terutama Bhayangkara FC.

“Saya sebenarnya bingung mau jawab apa, permasalahan kami sebenarnya ada di sponsor. Kalau liga dijalankan September atau Oktober, kami mau minta dana ke sponsor sulit untuk mencairkannya karena terlalu mepet,” kata dia.

“Jadi posisinya sekarang kami sulit. Namun, kalau memang PSSI sudah meminta liga kembali berjalan, ya kami tetap harus ada dalam bagian dari kompetisi itu,” tutup Kombes Pol Sumardji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Klub Belum Tahu Nasib Kontrak Pemain, Masih Tunggu Arahan PSSI

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Klub-klub mengaku belum mengetahui nasib kontrak para pemain karena masih menunggu arahan PSSI. Jika nanti Liga 1 diberhentikan, maka mereka jelas akan melakukan revisi kontrak pemain.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 akan dihentikan andai pemerintah melanjutkan status darurat bencana pada 29 Mei mendatang. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator sudah meminta pendapat para klub-klub soal kelangsungan kompetisi musim ini.

Melihat situasi terkini PT LIB tampaknya mulai pesimistis kompetisi musim ini bisa dilanjutkan. Mayoritas klub lantas setuju liga dibatalkan dan akan digelar turnamen pengganti pada September.

“Sampai dengan saat ini, kami dari manajemen belum berbicara kepada pemain, pelatih, dan staf pelatih terkait dengan masalah kontrak atau sebagainya. Begitupula dengan para sponsor,” kata COO Bhayangkara FC, Sumardji.

Klub Belum Tahu Nasib Kontrak Pemain, Masih Tunggu Arahan PSSI
Indra/F5S

Bhayangkara FC, kata Sumardji, jelas tak mau sembarangan memutuskan apalagi terkait nasib pemain. Sekarang mereka tinggal menunggu keputusan dari PSSI dan LIB menyikapi nasib kompetisi.

“Kami tidak mau gegabah, sekarang kami mau menunggu keputusan PT LIB dan PSSI seperti apa terkait dengan kompetisi ini. Baru ke depannya kami akan putuskan bagaimana kontrak pemain dan sebagainya,” tutup dia.

LIB sendiri kini menyerahkan nasib Liga 1 ke PSSI. “Pasti PSSI yang ambil keputusan soal nasib liga, karena kan kita hanya operator yang dimandati oleh PSSI.Apapun keputusannya ya nanti kami terima,” ungkap Direktur Operasional LIB, Sudjarno.

“Saran-saran sudah ada dan sudah diteruskan ke PSSI terkait subsidi dan lain-lain. Lalu, sudah dijawab PSSI. PSSI berpegang pada protokol pemerintah. Nanti pssi yang akan umumkan,” lanjut dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lagi, Klub Bersuara untuk Segera Setop Liga 1 2020

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Klub Liga 1 2020 tampaknya sudah setuju kalau kompetisi segera setop karena dampak virus corona. Kali ini, Bhayangkara FC jua mengeluarkan pendapat serupa atas belum jelasnya nasib kompetisi.

Seperti diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunda Liga 1 dan Liga 2 hingga 29 Mei 2020. Mereka menetapkan status force majeure pada periode Maret-Juni. Hal itu buntut kian meningkatnya kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia.

Kompetisi akan dihentikan andai pemerintah melanjutkan status darurat bencana. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji, menyebut kalau virus corona masih belum usai, LIB mau tak mau harus setop Liga 1 2020.

Lagi, Klub Bersuara untuk Segera Setop Liga 1 2020
Indra/F5S

“Sekarang kita tidak bisa berandai-andai untuk masalah Virus Corona ini. Kalau memang Juni tidak selesai, masuk ke Juli masih, ya lebih baik liga dihentikan saja. Kami, Bhayangkara FC akan setuju jika liga dibatalkan atau diakhiri,” ungkap Sumardji.

Menurutnya, kalau dipaksakan justru tak baik buat pemain atau klub sendiri. Pemain jelas akan sangat terdampak karena mentas di tengah pandemi dan tentu akan jadi waswas.

“Karena nantinya kalau dilanjutkan akan ada efek yang tidak baik ke depannya, dan kasihan juga pemain jika memang harus bermain di tengah pandemi virus tersebut,” tutup dia.

Sebelumnya, suara Liga 1 2020 agar berhenti saja jua diusulkan Persita Tangerang dan Madura United. mendorong PSSI dan LIB memberhentikan kompetisi. Mereka menyebut kalau sebaiknya semua fokus dalam penanggulangan virus corona dan memulai kembali musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Perwira Kepolisian Turut Berkomentar Soal Saddil Ramdani Jadi Tersangka

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Perwira Kepolisian sekaligus COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji, buka suara soal kasus Saddil Ramdani yang jadi tersangka. Dia menyebut kalau pihaknya akan tetap mengikuti proses hukum yang berjalan.

Saddil Ramdani harus berurusan dengan pihak kepolisian lagi. Kali ini dia diduga melakukan pemukulan terhadap seorang warga di Kendari yang kasusnya kini sudah ditingkatkan menjadi tersangka.

Penganiayaan itu diduga dilakukan di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, sekitar pukul 18:30 WITA, Jumat (27/3/2020). Akibat pukulan Saddil, korban disebut mengalami luka robek di kepala bagian kanan dan luka di sekitar bibir.

Perwira Kepolisian Turut Berkomentar Soal Saddil Ramdani Jadi Tersangka

“Tentu kami akan mengikuti semua proses hukum dan menaati semua proses hukum yang sedang terjadi pada salah satu pemain kami,” ungkap Kombes Pol Sumardji kepada wartawan.

Pria yang kini menjabat sebagai Kapolresta Sidoarjo itu menyebut kalau kasus Saddil Ramdani sebenarnya hanya salah paham. Dia mengaku kalau itu hanya masalah keluarga saja.

“Ini kan permasalahan keluarga jadi ya kiranya permasalahaan ini bisa diselesaikan baik Saddil dan keluarga. Kalau bisa tidak usah di bawa ke ranah hukum,” tutup dia.

Saddil Ramdani sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dikenakan Pasal 351 ayat 1 dan 170 KUHP. Dia diancam hukuman 7 tahun penjara karena dugaan kasus penganiayaan tersebut.

“Nantinya Saddil hanya kami kenakan wajib lapor. Tetap sebagai tersangka, tapi masalah penahanan itu kewenangan penyidik. Yang penting dia bisa memenuhi syarat objektif dan subjektif, itu kewenangan penyidik masalah penahanan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Muh Sofwan Rosyidi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kasus Saddil Ramdani Dipolisikan Hanya Hoaks?

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Bhayangkara FC menyebut kasus Saddil Ramdani yang dipolisikan disebut hoaks. Karena mereka mengaku belum mendapatkan laporan dugaan pemukulan Saddil kepada seorang pemuda.

Seperti diberitakan sebelumnya, Saddil Ramdani baru saja dipolisikan oleh pelapor atas nama Adrian. Hal itu karena Adrian dalam laporannya menyebut ada kasus dugaan penganiayaan terhadap korban bernama Irwan di Kendari.

Akibatnya, Irwan disebut Adrian dalam laporannya mengalami luka cukup serius. Korban mengalami luka robek di kepala bagian kanan dan luka di sekitar bibir.

Reaksi Bhayangkara FC Ketika Tahu Saddil Ramdani Dipolisikan
Bhayangkara-Footballclub

“Hoaks itu, tidak usai ditulis. Saya belum dapat laporannya. Hoaks itu,” bilang Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, kepada CNNIndonesia.

Memang, sejauh ini belum ada kejelasan terkait yang dilakukan oleh pemain muda Indonesia tersebut. Ada kabar kalau sebenarnya itu hanya permasalahan keluarga saja. Tapi Saddil sendiri belum melakukan klarifikasi terkait itu.

Manajer Bhayangkara FC, Nyoman Yogi Hermawan, sebelumnya menyebut sedang mengecek kebenaran laporan tersebut. “Sedang kami cek dugaan kasus ini ke Kendari. Saat ini, posisi semua pemain Bhayangkara FC tengah diliburkan,” bilang Yogi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bentuk Skuat Bintang, Anggaran Bhayangkara FC Naik

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Ambisi Bhayangkara FC yang membentuk skuat bintang jelang Liga 1 2020 jelas membuat manajemen menggelontorkan banyak uang. Mereka tak menampik anggarannya naik untuk tahun ini.

Seperti diketahui, Tim berjuluk the Guardians itu seakan tak mau kalah dengan tetangganya dengan membentu skuat bintang nyaris di semua posisi. Tak tanggung-tanggung, Bhayangkara mendatangkan 11 pemain sekaligus.

Nama-nama yang datang jua bukan sembarangan, yakni Rangga Muslim, Panggih Prio, Ahmad Nur Hardianto, Guy Herve, Lee Won Jae, Renan Silva, Ezechiel N’Douassel, Andik Vermansah, Ruben Sanadi, Achmad Jufriyanto, dan yang paling baru, Saddil Ramdani.

Ini Daftar skuat Bertabur Bintang Bhayangkara FC di Liga 1 2020

“Ada kenaikan anggaran kurang lebih 25 persen dari tahun lalu, angka tak bisa saya sebutkan, karena itu dapur kami. dengan merekrut pemain bintang targetnya jelas,” ungkap COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji.

Sumardji jua menyebut anggapan skuat bintang Bhayangkara FC sama sekali tak menjadi beban. Pemain disebutnya menjalani latihan secara enjoy tanpa sekalipun merasa tertekan.

“Mengelola hati kuncinya, itu penting. Kalau tak bisa repot itu, ini yang harus saya selalu upayakan bagaimana bisa kelola hati anak-anak mau pemain atau ofisial, yang penting terbuka bicara hati ke hati, baik pelatih maupun pemain, khususnya yang bintang,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bangun Skuat Impian, Bhayangkara FC Ingin Ulangi Memori 2017

Banner LFS Baru

Football5Star.com Bhayangkara FC diam-diam menghanyutkan di bursa transfer Liga 1 2020. Mereka bahkan membangun skuat impian demi mengulangi memori 2017 saat menjadi juara Liga 1.

Dalam sehari, tim berjuluk The Guardians itu memang langsung mengumumkan dua pemain bintang sekaligus. Mereka resmi merekrut Ruben Sanadi dan Andik Vermansah untuk menambah kekuatan menatap kompetisi Liga 1 2020.

Bergabungnya nama Ruben dan Andik menambah panjang daftar pemain baru Bhayangkara FC. Sebelumnya, Bhayangkara jua sudah berhasil mendapatkan tanda tangan Rangga Muslim, Panggih Prio, Ahmad Nur Hardianto, Guy Herve, Lee Won Jae, Renan Silva dan Ezechiel N’Douassel.

Andik Vermansah Resmi Bergabung, Bhayangkara FC Kian Bertabur Bintang

Dilihat dalam skuatnya musim ini, terdapat sejumlah pemain bintang. Ezechiel merupakan striker tajam Persib Bandung dua musim lalu, Renan Silva menjadi pemain terbaik Liga 1 2019, Ruben Sanadi kapten Persebaya Surabaya, hingga Andik Vermansah yang berstatus bintang Timnas Indonesia.

“Semoga dengan kedatangan beberapa pemain baru musim ini, kami bisa mendapatkan hasil akhir yang terbaik,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji, saat dihubungi Football5Star.

Sejak era Liga 1, Bhayangkara FC menjadi tim paling konsisten kedua di bawah Bali United. Bila dihitung perolehan poin sejak 2017, mereka berhasil duduk di urutan kedua dengan total 174 poin.

“Kami akan mencoba yang terbaik. Dengan skuat yang ada, kami siap bersaing untuk bisa mengulangi prestasi yang berhasil didapatkan 2017,” tutup dia.

Pasukan Paul Munster itu jua memulai pramusim dengan istimewa. Mereka berhasil menjadi juara dalam sebuah turnamen yang digelar di Kamboja.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Musim Depan, Bhayangkara FC Tak Lagi Bermarkas di Stadion PTIK

Football5star.com, Indonesia – Manajer Bhayangkara FC, Sumardji, mengaku sudah mendapatkan izin dari pemerintah Bekasi untuk menggunakan Stadion Patriot di ajang Liga 1 musim depan. Selain itu pihak The Guardian juga akan segera melakukan seremoni dengan pemerintah kota Bekasi dalam waktu dekat.

Sebelum bermarkas di Stadion PTIK, Bhayangkara FC memang sempat menggunakan Stadion Patriot sebagai kandang di musim 2017. Kala itu, mereka berhasil menjadi juara Liga 1 setelah bersaing ketat dengan Bali United sepanjang musim.

“Kalau stadion memang sudah diputuskan, yang utama itu Stadion Patriot. Kita sudah ketemu pemerintah Bekasi dan nanti ada seremonial main bola bersama. Tahun ini ada dua yang kita daftarkan nanti. Pertama Patriot dan kedua itu PTIK,” ujar Sumardji dikutip dari Indosport.

Bhayangkara FC - Sumardji - Stadion Patriot - ayobekasi. net
ayobekasi.net

Meskipun akan menggunakan Stadion Patriot sebagai markas, Sumardji tak menutup kemungkinan untuk menggelar beberapa pertandingan di Stadion PTIK. Ia mengatakan bahwa ada beberapa fasilitas dari Stadion PTIK yang akan direnovasi.

Salah satu fasilitas Stadion PTIK yang akan dipugar adalah drainase. Pemugaran itu diambil lantaran banyaknya keluhan yang datang dari tim tamu yang bertanding di Jakarta. Selain itu, rumput dari Stadion PTIK juga akan diganti.

“Musim depan di liga kita ada dua opsi stadion, ada PTIK dan Patriot, karena lapangan PTIK akan diganti rumputnya dan drainase,” tutur Sumardji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Ungkap Target di Liga 1 Musim Depan

Football5star.com, Indonesia – Manajer Bhayangkara FC, Sumardji, mengatakan pelatih pengganti Simon McMenemy harus bisa memenuhi target di Liga 1 musim depan. Ia ingin melihat Bhayangkara FC finis di tiga besar Liga 1 musim depan.

Semenjak ditinggal Simon McMenemy, Bhayangkara FC memang belum memiliki pelatih pengganti. Namun, mereka siap mengungkapkan pelatih anyarnya pada awal Februari mendatang.

“Jadi ibaratnya adaptasi tidak sulit. Kami rekrut pelatih yang menurut kami bisa membawa tim berprestasi. Untuk target pelatih harus minimal finis di peringkat ketiga Liga 1 2019,” kata Sumardji dikutip dari laman resmi Liga 1.

Bhayangkara FC - Sumardji - Liga 1 - Medcom
Medcom

Untuk memuluskan misinya di musim depan, Bhayangkara FC masih melakukan pencarian pemain. Sumardji mengatakan bahwa The Guardian akan segera melakukan seleksi pemain asing di posisi gelandang serang dan striker.

“Untuk pemain asing, kami akan pakai pramusim untuk menyeleksinya. Posisinya playmaker dan penyerang. Pastinya kami tidak ingin gonta-ganti pemain asing untuk posisi depan. Kami ingin lini serang produktif dalam mencetak gol,” kata Sumardji.

Saat ini, The Guardian baru mendatangkan dua pemain asing. Kedua pemain itu adalah Lee Yu-joon dan Anderson Salles. Mereka baru saja kehilangan pemain asing andalannya di musim 2018. Pemain asing yang hengkang adalah Paulo Sergio, Vladimir Vujovic dan Elio Bruno.

Meskipun baru mendatangkan dua pemain asing, manajemen Bhayangkara patut berbangga. Pasalnya, mereka sudah mendatangkan Ilham Udin Armayn, Bagas Adi, Adam Alis dan Rahmat Hidayat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Masih Tunggu Kepastian Pelatih Baru

Football5star.com, Indonesia – Juara Liga 1 2017, Bhayangkara FC, masih menunggu manuver manajemen untuk mendatangkan pelatih baru. Seperti diketahui, pelatih lama mereka, Simon McMenemy, didaulat menduduki jabatan pelatih tim nasional Indonesia.

Manajemen The Guardians masih belum menentukan pilihan siapa nahkoda tim yang akan membesut Indra Kahfi dkk musim depan. Setidaknya sepekan ke depan, akan ada pengumuman resmi menurut manajer tim, Sumardji.

“Pekan ini kami segera mengumumkan pelatih baru Bhayangkara FC. Dia sudah pernah melatih di Liga 1,” kata Sumardji seperti dikutip dari situs resmi Liga 1.

Kosongnya posisi juru taktik juga berimbas pada kebijakan transfer klubmengatakan timnya bingung menentukan pemain yang ingin direkrut karena ketiadaan pelatih kepala.

Sumardji - Bhayangkara FC - simon McMenemy - Goal
f5s/hikami

Hingga kini, hanya ada satu pemain asing yang dipertahankan Bhayangkara FC yakni Lee Yu-joon. Sementara untuk memenuhi kuota sisanya, diperkirakan masih akan menunggu keputusan pelatih baru.

Para penggawa asing Bhayangkara FC musim lalu seperti Paulo Sergio dan Nikola Komazec, memilih hengkang ke klub lain. Sementara Vladimir Vujovic, sudah mengumumkan pensiun sejak musim Liga 1 2018 berakhir. Sedangkan Elio Martins, juga dikabarkan memilih bergabung dengan salah satu klub di Eropa.