Bek Kelahiran Brasil Bernafsu Ingin Bela Timnas Thailand

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bek kelahiran Brasil, Victor Cardozo mengaku sangat ingin membela timnas Thailand. Bek yang bermain untuk klub Liga Thailand, BG Pathum United ini mengaku sangat siap untuk dinaturalisasi oleh pemerintah Thailand.

Menurut bek kelahiran Brasil itu, ia sangat mencintai Thailand dan menurutnya untuk saat ini proses naturalisasi ialah hal normal yang berlangsung hampir di seluruh dunia.

Bek Kelahiran Brasil Bernafsu Ingin Bela Timnas Thailand_

“Thailand adalah negara yang saya dan keluarga cintai. Saya telah beradaptsai dengan budaya, makanan, sepak bola dan saya tidak melihat masalah dengan proses naturalisasi,” ucap bek kelahiran Brasil tersebut seperti dikutip Football5star.com dari Goal, Sabtu (3/7/2021).

“Brasil dan Thailand mirip dalam banyak hal. Saya suka Thailand dan jika itu terjadi merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk dinaturalisasi,” tambah Victor Cardozo.

Di Thailand, naturalisasi seorang atlet bukanlah hal yang mudah dan jarang sekali terjadi. Namun Victor Cardozo mengaku tetap percaya bisa membela timnas Thailand.

“Saya pikir itu normal di seluruh dunia untuk situasi saat ini. Bahkan di Jepang, mereka juga memiliki pemain naturalisasi. Saya pikir itu akan bagus untuk sepak bola Thailand,” ucap pemain berusia 31 tahun tersebut.

Namun ditegaskan oleh Victor Cardozo, pemain yang dinaturalisasi ialah orang yang harus benar-benar mencintai dan menghormati negara tersebut.

“Tapi para pemain yang dipilih harus orang-orang yang benar-benar mencintai dan menghormati negara ini. Saya tidak terlalu tahu siapa yang bertanggung jawab untuk ini. Tetapi jika para pejabat berpikir saya pantas, saya akan merasa terhormat,” ungkap Victor Cardozo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Thailand vs Malaysia: Harimau Malaya Pecundangi Tim Gajah Perang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indoensia – Pertandingan terakhir grup G babak kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Thailand vs Malaysia di Al-Maktoum Stadium, Rabu (16/6/2021) dimenangkan oleh anak asuh Tan Cheng Hoe. Harimau Malaya menang 1-0 atas Tim Gajah Perang.

Di babak pertama, Thailand sempat mendominasi pertandingan. Anak asuh Akira Nishino itu sempat mendapat kesempatan emas lewat sundulan gelandang Thitiphan Puangchan. Namun masih bisa diantisipasi oleh Khairulazhan.

Malaysia vs Thailand

Thailand di pertengahan babak pertama hampir sepenuhnya menguasai pertandingan. Malaysia coba bangkit di 5 menit memasuki jeda babak pertama. Peluang di dapat oleh Nor Azam Azih, namun masih melebar dari gawang Thailand.

Skor tanpa gol berakhir di babak pertama pertandingan Thailand vs Malaysia. Pada babak kedua, giliran Malaysia yang menekan pertahanan tim Gajah Perang. Menit ke-50, wasit memberikan hadiah penalti untuk Malaysia.

Safawi Rasid yang jadi algojo sukses menaklukkan Chatchai Budprom. 1-0 Malaysia unggul. Tertinggal satu gol, Thailand berusaha bisa menyamakan kedudukan.

Hingga akhir pertandingan, skor 1-0 tak berubah. laga Thailand vs Malaysia berakhir untuk kemenangan tim Harimau Malaya. Malaysia pun bertengger di posisi ketiga di atas Thailand dan Indonesia di klasemen akhir grup G kualifikasi Piala Dunia 2022.

Susunan pemain Thailand vs Malaysia:

Thailand: C. Budprom; S. Dangsri, M. Bihr, Ernesto, N. Weerawatnodom, S. Sarachat, T. Puangchan (C), T. Suengchitthawon, J. Vongkorn, P. Sukjitthammakul y S. Mueanta.

Kartu kuning: Narubadin Weerawatnodom

Pelatih: Akira Nishino

Malaysia:N. Idian; F. Marlias, L. Krasniqi, A. Nor, M. Syafiq, M. Safawi, D. Tan, M. Irfan, S. Somerville, R. Ghazali y L. Hakim.

Kartu kuning: Aidil Zafuan, Muhammad Syahmi bin Safari

Pelatih: Tan Cheng Hoe

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Uni Emirates Arab vs Thailand: UEA Tempel Vietnam di Puncak

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Uni Emirates Arab tampil digdaya kala menjamu Thailand dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G. Tuan rumah menang meyakinkan dengan skor 3-1.

Bertindak sebagai tuan rumah, Uni Emirates Arab langsung menguasai pertandingan. Lini tengah jadi kekuatan utama pasukan Bert van Marwijk.

Setelah melakukan beberapa percobaan, serangan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil saat laga berjalan 14 menit. Pemain naturalisasi asal Brasil Caio mengawali kemenangan Uni Emirates Arab.

uni emirates arab UAEFNT
@UAEFNT

Unggul 1-0 membuat tuan rumah kian percaya diri. Hasilnya kembali terlihat pada menit ke-33. Lagi-lagi pemain naturalisasi jadi aktor penting di balik gol kedua Uni Emirates Arab.

Kali ini Fabio Lima yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol Lima ini sekaligus jadi penutup babak pertama.

Tidak mau perjuangannya sia-sia, Thailand pun meningkatkan tempo permainan. Suphanat Muenta membuka asa tim tamu setelah memperkecil ketinggalan saat babak kedua berlangsung sembilan menit.

Berhasil mencetak gol membuat Thailand menggempur pertahanan tuan rumah. Namun, mereka justru kecolongan pada detik-detik terakhir pertandingan.

Kecerobohan lini belakang Tim Gajah Putih berhasil dimanfaatkan Mohamed Juma Eid untuk memastikan kemenangan 3-1.

Tambahan tiga poin sekaligus membuat persaingan Uni Emirates Arab dengan Vietnam kian ketat. Mereka kini berada di posisi kedua Grup G dengan 12 angka. Sementara Thailand tak beranjak dari posisi ketiga dengan sembilan poin.

Susunan Pemain:

Uni Emirates Arab (4-2-3-1): 1-Ali Khaseif; 21-Mahmoud Al Hammadi, 3-Walid Abbas, 4-Shaheen Abdulrahman, 9-Bandar Al Ahbabi; 5-Ali Salmeen, 18-Abdalla Ramadan; 11-Caio, 10-Khalifa Al Hammadi (Majed Hassan 62’), 15-Fabio Lima; 7-Ali Ahmed Mabkhout

Pelatih: Bert van Marwijk

Thailand (4-2-3-1): 23-Siwarak Tedsoungnoen; 15-Narubodin Weerawatnodom, 4-Manuel Bihr, 2-Suphan Thongsong (Sathaporn Daengsee 46’), 3-Sasalak Haiprakhon (Ernesto Phumipha 46’); 6-Sarach Yooyen, 8-Thitipan Puanchan; 17-Suphanat Muenta, 7-Supachok Sarachat, 18-Eakkanit Punya (Pathompol Charoenrattanapirom 62’); 22-Supachai Jaided

Pelatih: Akira Nishino

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Setelah Lawan Indonesia, Pemain Leicester Jadi Pujaan Baru Thailand

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Penampilan pemain Leicester, Thanawat Suengchitthawon di pertandingan melawan Indonesia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Al-Maktoum Stadium, Dubai, UEA, Kamis (3/6/2021) membuat dirinya menjadi pujaan baru publik Thailand.

Dikutip Football5star.com dari Siam Sport, Jumat (4/6), permainan Thanawat dianggap lebih berdedikasi dibanding pemain Thailand lainnya. Sejumlah warga Thailand di sosial media menyebut pemain bernomor punggung 10 itu cepat beradaptasi dengan kondisi cuaca dan gaya permainan Thailand.

Shin Tae-yong menilai timnas Indonesia sudah bermain bagus saat lawan timnas Thailand pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

“Ia lebih berdedikasi daripada pemain lain yang telah bermain untuk waktu lama. Statistik menunjukkan itu. Dia juga mampu menyesuaikan diri, meski sulit karena dia berasal dari kota yang dingin,” tulis salah satu warganet asal Thailand.

“Thanawat tidak patah semangat sama sekali. Sangat bagus. Ia terus berlari di sekitar lapangan dengan bola, baik ofensif ataupun defensif. Sangat mudah melihatnya bermain,”

“Anda harus berlatih keras dan melakukannya dengan baik untuk bisa menunjukkan permainan seperti itu. Ia beradaptasi dengan cepat dan memiliki kemampuan dasar yang dibutuhkan tim,”

Bahkan salah satu warga Thailand menganggap gaya permainan Thanawat layak dianggap sangat mirip dengan Andres Iniesta. “Saya sangat menghargainya. Ia benar-benar layak mendapat julukan Iniesta,”

“Thanawat terlihat lebih unggul dibanding pemain Thailand lainnya. Ritme saat memainkan bola, mengoper bola dan menemukan area yang kosong. Ia juga mampu mengambil bola dengan sangat mulus,”

Karier Thanawat Suengchitthawon di Leicester City

Thanawat Suengchitthawon di awal musim 2020-21 baru saja pindah ke Leicester City setelah meninggalkan klub Prancis Nancy setelah tujuh tahun bersama. Ia lahir di Suphan Buri namun besar di Prancis.

Bersama tim Leicester U-23, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini telah mencetak 4 gol dari 13 penampilan di Premier League 2 musim ini.

Sebelum bergabung dengan tim Elephant Warrior, Thanawat Suengchitthawon sempat bermain untuk tim U-16 dan U-17 Prancis. Menurut Thawanat bisa bergabung ke Leicester adalah capaian bagus yang terus ingin ia pertahankan.

“Saya merasakan proyek Leicester. Itu adalah salah satu yang menarik minat saya dan paling cocok untuk saya. Saya akan mulai dengan U-23. Maka terserah saya untuk membuktikan diri.” kata Thanawat.

“Itu akan memungkinkan saya untuk mengubah permainan saya, untuk memperkuatnya. Inggris dikenal dengan kecepatannya yang tinggi. Saya harus melatih fisik bahkan jika, pada cardio, saya tidak khawatir tentang itu.” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Imbangi Thailand, Shin Tae-yong Akui Indonesia Kurang Pengalaman

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Indonesia berhasil meraih poin pertama di kualifikasi Piala Dunia 2022. Menghadapi Thailand, Kamis (4/6/2021) anak asuh Shin Tae-yong bermain imbang 2-2.

Di Dubai, Indonesia dua kali mengejar ketinggalan. Kadek Agung membuka asa Indonesia saat menyamakan kedudukan jelang akhir babak pertama.

Di babak kedua giliran Evan Dimas yang mencatatkan namanya di papan skor untuk mengamankan satu poin. Usai pertandingan, Shin Tae-yong mengaku laga ini jadi bukti kurangnya pengalaman para pemain. terlebih Liga Indonesia belum juga bergulir.

Shin Tae-yong optimistis timnas Indonesis bisa mengalahkan Vietnam setelah imbang 2-2 dengan Thailand.
zingnews.vn

“Jujur pengalaman pemain Indonesia tidak banyak, apalagi performa pertandingan sangat minim karena Liga Indonesia tidak bergulir selama setahun terakhir,” kata pelatih asal Korea Selatan saat konferensi pers.

Kendati demikian, laga tadi malam membuat keyakinan sang nakhoda terhadap pemain meningkat. Dia percaya Evan Dimas dkk akan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya melawan Vietnam.

“Saya yakin pertandingan berikutnya pemain akan lebih baik lagi dan kenapa kami bisa tampil lebh baik karena para pemain menganggap ini pertandingan internasional. Jadi mereka bekerja lebih kerasn untuk itu,” ia menambahkan.

Tambahan satu poin memang tidka berarti banyak untuk Tim Garuda. Mereka masih tertahan di dasar klasemen kualifikasi Piala Dunia Grup G. Namun, hasil ini setidaknya bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain pada sisa pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kualifikasi Piala Dunia Grup G: Indonesia Termuda, Thailand Tertua

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand dalam lanjutan kualfikasi Piala Dunia Grup G, Kamis (3/6/2021). Kali ini pertandingan akan berlangsung di Dubai.

Sisa pertandingan terpaksa berlangsung di Dubai. Keputusan ini diambil lantaran masih mewabahnya covid-19 di seluruh dunia.

Bagi timnas Indonesia, laga kedua menghadapi Thailand merupakan laga tandang. Sebelumnya anak asuh Shin Tae-yong menjamu Negeri Gajah Putih di stadion Gelora Bung Karno 2019 lalu.

Timnas Thailand akan menghadapi Indonesia pada 3 Juni dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.
vietnam.vt

Kala itu Evan Dimas dkk harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak 0-3. Dan di Dubai nanti Shin Tae-yong membawa banyak pemain baru.

Mayoritas pemain yang dibawa pelatih asal Korea Selatan adalah pemain muda. Tak ayal ini menjadikan Garuda sebagai tim termuda di Grup G.

Dengan skuat saat ini, pemain indonesia memiliki rataan usia 22,08 tahun. Angka ini tidak mengherankan karena banyak dari mereka merupakan mantan pemain timnas U-19.

Sebut saja Aqil Savik, Rachmat Irianto, Rizki Ridho, Pratama Arhan, Syahrian Abimanyu, Egy Maulana Vikri dan masih banyak lagi. Nantinya mereka akan dipandu oleh pemain-pemain senior seperti Kushedya Yudo, Evan Dimas, serta Ryuji Utomo.

Hal sebaliknya justru dialami Thailand. Pasukan Akira Nishino jadi tim paling tua di Grup G. Rataan pemain mereka berumur 26,88 tahun.

Jika timnas Indonesia tidak memanggil pemain berusia di atas 30 tahun, Thailand justru memiliki empat pemain kepala tiga. Mereka adalah Chatchai Budprom, Siwawak Tedsungnoen, Ernesto, serta Adisak Kraisorn.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pencoretan Nurhidayat Disorot Media Negara Tetangga

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pencoretan bek PSM Makassar, Nurhidayat dari timnas Indonesia oleh Shin Tae-yong jadi sorotan media Thailand. Nurhidayat dipulangkan ke Indonesia karena melakukan tindakan indisipliner.

Media Thailand, Siam Sport, Rabu (2/6/2021) menyebut pencoretan bek berusia 22 tahun tersebut sebagai langkah berani dari Shin Tae-yong. “Sebelum duel melawan Thailand besok, pelatih Indonesia mencoret bintang muda yang sedang naik daun,” tulis media Thailand tersebut.

pacar nurhidayat Usai Mobil Mini Cooper, Nurhidayat Bakal Beli Rumah buat Pacarnya Pacar Nurhidayat Soal Mobil Belas: Yang Penting Gak Kredit!

“Pelatih Korea Selatan itu mengirim pulang bek 22 tahun, Nurhidayat Haji Hari karena displin serta sikapnya terhadap tim nasional selama sesi latihan di UEA,”

“Bek tersebut sebelumnya mengikuti pelatih bersama tim sejak 1 Mei dan ikut dalam pertandingan ujicoba melawan Afganistan,”

Sementara itu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menegaskan bahwa keputusan pencoretan Nurhidayat didukung sepenuhnya oleh federasi.

“Pelatih Shin Tae-yong melaporkan kepada kami bahwa Nurhidayat telah melakukan indisipliner dan dirinya sudah tidak berkenan karena sikap pemain tersebut. Untuk itu, Shin Tae-yong juga langsung memulangkan Nurhidayat ke Indonesia pada hari Selasa (1/6),” kata Yunus Nusi.

“PSSI tentu mendukung apa yang dilakukan pelatih Shin Tae-yong. Karena pemain yang melakukan tindakan indisipliner atau tidak baik tentu tidak ada tempat di timnas Indonesia. Jadi setiap pemain harus terus menunjukkan sikap yang baik, disiplin, dan kerja keras,” tambah Yunus Nusi.

Begitu mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Selasa (1/6) sore, Nurhidayat langsung menjalani karantina mandiri selama lima hari di sebuah hotel di Jakarta.

Besok, timnas Indonesia akan hadapi Thailand di Stadion Al Marktoum. Selanjutnya pada 7 Juni 2021 melawan Vietnam di stadion yang sama, dan terakhir, melawan tuan rumah Uni Emirat Arab, 11 Juni 2021 di Stadion Zabeel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Meski Tak Ada Teerasil Dangda, Thailand Masih Punya Adisak Kraisorn

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Indonesia akan hadapi Thailand pada lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G zona Asia. Laga kedua tim akan berlangsung di Stadion Al Marktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, pada Kamis (3/6/2021) malam WIB.

Jelang lawan Indonesia, Thailand tak diperkuat striker veteran mereka, Teerasil Dangda. Selain Teerasil Dangda, Thailand juga tak diperkuat pemain andalan lainnya seperti Chanathip Songkrasin dan Theerathorn Bunmathan.

Shin Tae-yong Usai timnas Indonesia Dikalahkan Oman: Harusnya Bisa Lebih Baik!

Absennya sejumlah pemain andalan ini bisa menjadi hal yang menguntungkan bagi timnas Indonesia. Meski begitu, publik Thailand masih cukup yakin anak asuh Akira Nishino masih bisa memberi hasil terbaik melawan Indonesia.

Media Thailand, Siam Sport, Rabu (2/6/2021) menganggap Nishino masih memiliki banyak opsi untuk menurunkan pemain andalan, salah satunya striker veteran lainnya, Adisak Kraisorn.

“Meskipun tanpa ada tiga pemain utama seperti Teerasil Dangda, Chanathip Songkrasin dan Theerathorn Bunmathan, tetapi masih ada banyak opsi. Seperti striker veteran dari SCG Muangthong, Adisak Kraisorn,” tulis media Thailand tersebut.

Striker kelahiran 1991 ini telah mencetak 16 gol untuk Thailand sejak jalani debutnya di 2013. Satu dari 16 gol yang dicetak Adisak ditorehkannya ke gawang Indonesia.

Pada 17 November 2018 saat Thailand jumpa Indonesia di babak fase grup Piala AFF 2018, Adisak menyumbang satu dari empat gol kemenangan tim berjuluk The War Elephants. Di kompetisi ini, Adisak meraih gelar top skorer.

Selain itu Adisak, pelatih asal Jepang juga akan mengoptimalkan pemain lain seperti Sarat Yuyen, Thitiphan Phuangchan dan Sumanya Purisai untuk menopang lini tengah. Ada juga pemain muda yang patut diwaspadai timnas Indonesia yakni Supachok Sarachat.

Optimisme Shin Tae-yong

Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong mengaku cukup optimisme untuk bisa meraih hasil terbaik saat melawan Thailand. “Thailand tim yang bagus. Namun kami harus optimis untuk meraih poin melawan mereka,” kata Shin Tae-yong.

“Kami harus lebih fokus, kami akan berusaha semaksimal mungkin, agar mendapatkan kemenangan,” tegasnya lagi.

Rasa optimisme juga diutarakan oleh kapten timnas Indonesia, Evan Dimnas. Menurut Evan Dimas, seluruh pemain sudah sangat siap untuk hadapi Thailand.

“Kami siap melawan Thailand, tim sudah kembali menjalani latihan usai pemusatan latihan. Tentu kita tetap meminta dukungan dari suporter, kita sudah berjuang, tetapi kalau tidak ada dukungan dan doa-doa suporter, kurang lengkap rasanya,”

“Jadi kita tetap meminta itu kepada masyarakat Indonesia, agar langkah kita juga dipermudah. “Tapi tentu kami akan berjuang sebaik mungkin untuk meraih hasil maksimal di laga esok,” tutur Evan Dimas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Thailand vs Indonesia

Prediksi: Thailand vs Indonesia
Prediksi: Thailand vs Indonesia 32
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
FootballPredictions.net
Thailand 3-1 Indonesia
Forebet
Thailand 4-1 Indonesia
FootballPredictions.com
Thailand 2-0 Indonesia
FOOTBALL5STAR
Thailand 1-1 Indonesia
Al Maktoum, Stadium, Kamis (3/6/2021) 23:45 WIB (SCTV)

Football5Star.com, Indonesia Partai Thailand vs Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Al Maktoum, Stadium, Kamis (3/6/2021) patut dinantikan. Sebab kini, bersama Shin Tae-yong kiprah Indonesia jelas sangat dinantikan.

Thailand jelas di atas kertas diunggulkan dalam partai melawan Indonesia. Hal itu setelah mereka berhasil menang 3-0 atas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 10, September 2019. Pasukan Akira Nishino itu juga butuh kemenangan demi menghidupkan asa melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Akan tetapi, Timnas Indonesia kini datang dengan harapan baru. Bersama Shin Tae-yong, Indonesia kini memiliki asa untuk bisa merebut kemenangan pertama di Grup G. Apalagi, Shin membawa sejumlah perubahan dengan mengandalkan skuat muda. Pemain-pemain senior, macam Alberto Goncalves, Irfan Bachdim, dan lainnya diparkir oleh Shin.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi: Thailand vs Indonesia
Prediksi: Thailand vs Indonesia 33
TREN PERFORMA
Prediksi: Thailand vs Indonesia
Prediksi: Thailand vs Indonesia 34
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Thailand unggul secara head to head atas Indonesia sejak 2008 dalam laga resmi FIFA. Mereka berhasil meraih enam kemenangan, berbanding cuma dua milik Indonesia.
  • Partai Thailand vs Indonesia diprediksi seru karena partai kedua tim tak pernah berakhir imbang sejak lima pertemuan terakhir.
  • Terakhir kali Indonesia bisa menang atas Thailand pada Piala AFF 2016. Kala itu, Indonesia menang 2-1 atas Thailand.
  • Kali pertama kedua kesebelasan berjumpa ialah pada Piala Merdeka 1957. Saat itu, skuat Garuda menang 4-0 atas Thailand.
  • Thailand baru kejebolan tiga gol di Kualifikasi Piala Dunia 2022, sedang Indonesia kemasukan 16 gol.
 PELATIH
  • Shin Tae-yong tak pernah bersua Timnas Thailand sebelumnya.
  • Partai Thailand vs Indonesia bakalan menarik karena Shin Tae-yong punya rekor bagus lawan Akira Nishino.
  • Shin pernah membawa timnya, Seongnam Ilhwa menang 3-0 atas Gamba Osaka yang diasuh oleh Nishino, 11 Mei 2010.
  • Laga nanti akan jadi pertemuan kedua Nishino melawan Indonesia setelah sebelumnya bawa Thailand menang tiga gol tanpa balas.

Wasit
  • Wasit partai Thailand vs Indonesia belum diumumkan oleh FIFA.
PEMAIN KUNCI

Thailand

Top Scorer: Supachok Sarachat (2)
Top Assist: Theeratorn Bunmathan, Teerasil Dangda (2)
Top Rating:

Indonesia

Top Scorer: Beto Goncalves (2)
Top Assist: Beto Goncalves, Irfan Bachdim (1)
Top Rating:

*Statitik berdasar dari situs Soccerway di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Putaran Kedua

BERITA KEDUA TIM
  • Thailand: Semua pemain bisa diturunkan
  • Indonesia: Nadeo Argawinata (diragukan), Nurhidayat Haji Haris (dicoret)
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi: Thailand vs Indonesia
Prediksi: Thailand vs Indonesia 35

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemanggilan Pemain Indonesia dari Luar Negeri Bikin Thailand Waswas

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong beberapa waktu lalu telah memilih 34 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan guna tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G di Uni Emirat Arab (UEA).

Dari 34 pemain tersebut, Shin Tae-yong menyertakan sejumlah pemain Indonesia yang saat ini tengah berkarier di luar negeri. Mulai dari Ryuji Utomo yang membela Penang FC, Yanto Basna dari PT Prachuap, bek Elkan Baggot dari Kings Lynn Town.

Asnawi Mangkualam harus absen dalam setidaknya 6 laga Ansan Greeners karena memperkuat timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Asnawi Mangkualam yang bersinar bersama Ansan Greeners juga turut dipanggil oleh Shin Tae-yong. Selain itu, dua pemain Indonesia yang ada di Eropa, Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri juga dipanggil. Tak ketinggalan Syahrian Abimanyu dari Newcastle Jets.

Pemanggilan para pemain Indonesia di luar negeri ini rupanya cukup membuat waswas negeri tetangga, Thailand. Media Thailand menyebut Indonesia menciptakan tim baru dengan memanggil para bintang muda yang bermain di luar negeri.

“Tim Indonesia tidak ada pemain berusia di atas 30 tahun dan memiliki tujuh pemain dari liga internasional. Indonesia menciptakan tim baru dengan pemanggilan pemain muda ini,” tulis Siam Sports, Rabu (5/5/2021).

Timnas Indonesia saat ini masih menempati posisi lima di klasemen grup G. Poin maksimal yang bisa diraih Timnas Indonesia adalah sembilan angka dengan catatan menang semua laga sisa.

Sementara itu, yang lolos ke babak selanjutnya hanya juara grup dan runner-up, yang saat ini diisi oleh Vietnam (11 poin) dan Malaysia (9 poin).

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa para pemain yang mengikuti TC ini merupakan pilihan pelatih Shin Tae-yong. Ia pun berharap para pemain terus bekerja keras demi hasil maksimal di laga Kualifikasi Piala Dunia Grup G.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hadapi Timnas Indonesia, Thailand Panggil Pemain Leicester City

Hadapi Timnas Indonesia, Thailand Panggil Pemain Leicester City 42

Football5Star.com, Indonesia – Jelang meladeni Timnas Indonesia, Thailand memanggil pemain mudanya di Leicester City, Thanawat Suengchitthawon. Namanya masuk dalam 47 pemain yang dipanggil pelatih Akira Nishino untuk melakoni pemusatan latihan.

Seperti diketahui, Thailand akan menjadi lawan perdana Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, 7 Juni mendatang. Pertandingan tersebut rencananya akan dihelat di Uni Emirates Arab (UEA).

Tampaknya, Thailand sangat serius menatap tiga laga sisanya di Grup G. Bahkan, nama Thanawat Suengchitthawon pun dipanggil. Akira Nishino pun buka suara soal pemanggilan pemain muda Leicester City itu jelang hadapi Indonesia.

Hadapi Timnas Indonesia, Thailand Panggil Pemain Leicester City akira Nishino changsuek_TH
Twitter changsuek_TH

“Pertama-tama, saya perlu mengklarifikasi langkah-langkah dalam pengumuman ini. Saya ingin para pemain melihat bahwa mereka diikuti,” ujar Akira Nishino dikutip dari Goal Thailand.

“Dianalisa dan dipertimbangkan oleh saya dan staf sepanjang penampilannya di Liga Thailand, Piala FA, dan uji coba timnas dengan klub dan tim all star. Kami akan melatih dan menyeleksi di pemusatan latihan sebelum mereka terdaftar lagi untuk pergi ke UEA,” sambung Nishino.

Musim ini, Suengchitthawon tampil lumayan apik buat Leicester. Dia sukses menyumbang total empat gol dan satu assist dalam 13 pertandingan di tim usia mudah Leicester.

Tentu hal ini bisa jadi ancaman buat Indonesia. Indonesia sendiri kalah 0-3 dari Thailand pada pertemuan perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), akhir 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Bambang Pamungkas Pulangkan Thailand ke Negaranya

Nostalgia Hari Ini: Bambang Pamungkas Pulangkan Thailand ke Negaranya 47

Football5Star.com, Indonesia – 7 Desember terbilang menjadi salah satu hari terpenting Bambang Pamungkas bersama Timnas Indonesia. Sebab pada tanggal tersebut, 2010 silam, dia menjadi pahlawan Indonesia yang membuat Thailand sampai angkat kaki dari Piala AFF.

Dalam turnamen tersebut, Bambang Pamungkas sebenarnya tak terlalu diandalkan oleh pelatih Alfred Riedl. Sang nahkoda lebih mengutamakan pemain naturalisasi, Cristian Gonzales yang kala itu memang bersinar. Meski, Bepe pun diberi kesempatan beberapa kali main sebagai pengganti.

Ketika diberi kesempatan, Bambang seakan ingin membuktikan dirinya, puncaknya saat Timnas Indonesia lawan Thailand di laga pamungkas Grup A. Dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Bambang Pamungkas sebenarnya masuk sebagai pengganti menit ke-83.

Saat itu Timnas Indonesia dalam keadaan tertinggal setelah Suree Sukha mencetak gol menit ke-68. Namun, baru semenit laga di lapangan, Bepe langsung mencetak gol.

Nostalgia Hari Ini: Bambang Pamungkas Pulangkan Thailand ke Negaranya
reuters/Supri

Gol berawal dari aksi Eka Ramdani yang mengirim umpan panjang dan diterima oleh Cristian Gonzales. Nyaris menciptakan peluang, Gonzales justru disikat oleh Panupong Wongsa di kotak terlarang. Bambang Pamungkas yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya.

Bahkan, Bepe malah bikin Timnas Indonesia berbalik unggul tepat menit 90+1. Lagi-lagi Panupong Wongsa jadi pesakitan di Thailand. Setelah melanggar Gonzales, dia kali ini tertangkap tangan menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti.

Nostalgia Hari Ini: Bambang Pamungkas Pulangkan Thailand ke Negaranya
AFF

Bambang Pamungkas lagi-lagi dipercaya sebagai eksekutor dan kembali sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Gol itu sekaligus mengakhiri pertandingan dan membawa Indonesia menang.

Kemenangan yang Terasa Spesial

Timnas Indonesia memang cuma menang 2-1 atas Thailand. Namun, dua gol dari Bepe itu seakan melengkapi hancur-leburnya Timnas Thailand di Piala AFF 2010.

Dikomandoi Bryan Robson, Thailand memang tampil begitu buruk dalam Grup A. Mereka hanya mampu bermain dua kali imbang dan sekali kalah tanpa pernah merasakan kemenangan di Piala AFF saat itu.

Mereka menjalani turnamen juga dengan buruk setelah ditahan imbang 2-2 oleh Laos. Lalu, Malaysia pun sukses menahan mereka tanpa gol di laga kedua. Hingga Indonesia membuat mereka pulang kampung ke negaranya dengan tanpa merasakan indahnya satu kemenangan pun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi! Partai Thailand vs Indonesia Ditunda

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Wabah virus corona yang menjangkit beberapa negara Asia membuat partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Thailand vs Indonesia resmi ditunda. Penundaan ini terjadi setelah Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) melakukan emergency meeting pada 2 Maret lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Awalnya, pertandingan Thailand vs Indonesia akan digelar pada tanggal 26 Maret nanti. Namun, keputusan dari AFC membuat laga tersebut harus diundur ke tanggal 8 Oktober 2020.

Tak hanya partai Thailand vs Indonesia, AFC juga memutuskan untuk menunda semua pertandingan internasional di bulan Maret. Pertandingan bulan Maret diubah menjadi bulan Oktober dan laga bulan Juni menjadi bulan November.

Kualifikasi Piala Dunia 2022 - Thailand vs Indonesia - AFC - Goal
Goal

Keputusan dari AFC membuat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Uni Emuirat Arab yang awalnya akan digelar pada 31 Maret digeser ke tanggal 13 Oktober. Sementara, partai melawan Vietnam yang sebeumnya dijadwalkan tanggal 4 Juni menjadi tanggal 12 November 2020.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pun mengaku tak mempermasalahkan penundaan ini. Menurutnya, penundaan ini tak terlalu memperngaruhi wacana latihan timnas Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong.

“Timnas kita telah melakukan persiapan pada bulan lalu. Rencananya pertengahan Maret ini pun akan berkumpul kembali,” kata Mochamad Iriawan seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi PSSI.

“Tapi kita sama-sama memaklumi perkembangan terakhir di dunia, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada aktivitas persepakbolaan. Bagaimanapun, kemanusiaan ada di atas segalanya,” kata Iriawan menambahkan.

Kiatisuk Senamuang: Kegagalan di Inggris dan Menjadi Kopites Sejati

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bagi masyarakat sepak bola Thailand, mereka memiliki banyak alasan kuat mengapa sosok Kiatisuk ‘Zico’ Senamuang begitu dicintai. Setidaknya ada 10 alasan atau bahkan lebih Kiatisuk dianggap legenda hidup sepak bola Negeri Gajah Putih.

Lahir di Udon Thani pada 11 Agustus 1973, Kiatisuk memulai karier sepak bolanya bersama tim junior Nampong Suksa School pada 1982. Talentanya sebagai seorang striker makin mendapat sorotan saat ia bermain Krung Thai Bank pada periode 1991 hingga 1995.

Di klub yang berdiri pada 1977 ini, Kiatisuk torehkan 98 gol dari 145 pertandingan. Catatan yang membuat namanya melambong ke seluruh negeri. Yang menarik dari perjalanan hidup seorang Kiatisuk ialah sebelum berkarier sebagai pesepak bola, ia berprofesi sebagai seorang polisi.

Legenda Kiatisuk Senamuang: Kegagalan di Inggris dan Menjadi Kopites Sejati
mgronline.com

Dikutip dari mgronline, alih profesi dari polisi menjadi pesepak bola ternyata didasari ketakutan Kiatisuk terhadap pekerjaannya. Keputusan ia untuk meninggalkan profesi sebagai seorang polisi, ternyata membuat kedua orang tuanya menangis.

“Pada saat itu, saya harus memutuskan apakah akan melanjutkan karier di polisi atau bermain di Inggris. Orang tua saya menangis karena mereka hanyalah pensiunan guru yang ingin anaknya berkarier di kepolisian,” kata Kiatisuk.

Banyak sisi menarik dari perjalanan karier pemain yang total mencetak 251 gol dari 339 pertandingan di level klub. Salah satunya soal kecintaannya kepada Liverpool dan kecintaannya kepada mobil mewah.

Kegagalan di Inggris

Saat ia bermain di klub Malaysia, Perlis pada 1998, Kiatisuk mendapat tawaran dari klub Inggris, Huddersfield Town. Saat itu, Huddersfield dilatih oleh Steve Bruce. Sebagai pesepak bola muda mendapat tawaran dari klub luar negeri, Kiatisuk tak ingin menyia-nyiakannya.

Padahal sejumlah pengamat di Thailand menyebut bahwa ketertarikan Huddersfield semata hanya ingin menarik fan dari Thailand dengan merekrut Kiatisuk. Prediksi itu benar.

Legenda Kiatisuk Senamuang: Kegagalan di Inggris dan Menjadi Kopites Sejati
getty images

Satu musim di Inggris, ia sama sekali tak pernah dimainkan. Kiatisuk pernah menjelaskan bahwa kegagalannya di Inggris selain karena minimnya kesempatan juga karena home sick, penyakit yang acapkali dirasakan pemain muda Asia.

“Liga Inggris merupakan liga terbaik. Semua pemain tentu mendambakan bermain di sana. Tapi setidaknya saya mendapatkan pengalaman merasakan atmosfer klub di sana meski tak penrah bermain,” cerita Kiatisuk kepada salah satu media lokal Thailand.

“Pergi untuk bermain di negeri orang, saya langsung merindukan rumah. Setelah mendapat kesempatan untuk bermain di luar negeri berkali-kali baru saya menyadari bahwa ini adalah tugas seorang pemain profesinal,” paparnya.

Pada awal 2000, ia kembali ke Inggris dan bergabung ke Rajpracha. Bersama tim yang saat ini bermain di kompetisi kasta kedua Thailand, Zico catatkan 18 gol dari 26 laga selama satu musim.

“Saya kemudian mendapat kontrak dua tahun dengan klub angkatan bersenjata Singapura (Singapore Armed Forces). Tetapi saat itu, saya di timnas tengah mengusung misi untuk mengantarkan Thailand lolos ke Piala Dunia 2002.” cerita Kiatisuk.

Kopites Sejati yang mencintai mobil mewah

Sisi lain dari seorang Kiatisuk adalah bahwa ia seorang Kopites. Ia mengaku sudah mendukung Liverpool sejak era 80-an. Kiatisuk mengaku mencintai The Reds sejak masih diperkuat nama-nama beken seperti John Barnes dan Ian Rush.

“Saya telah mendukung Liverpool sejak 1980 zaman Peter Beardsley, John Barnes, dan Ian Rush. Saya selalu mendukung permainan tim ini. Saya selalu bersorak saat menonton laga Liverpool,”

Legenda Kiatisuk Senamuang: Kegagalan di Inggris dan Menjadi Kopites Sejati
mgronline.com

Kiatisuk pun mengaku bahwa dirinya cukup rajin untuk mengoleksi jersey dan pernak pernik Liverpool saat ia berkunjung ke luar negeri.

“Saya bukan kolektor khusus, tapi di rumah pasti ada barang-barang yang berhubungan dengan Liverpool, mulai dari jersey hingga syal,” tambahnya.

Selain mencintai Liverpoo, Kiatisuk juga mengaku sangat gemar mengoleksi mobil mewah. Salah satu jenis mobil yang sangat ia sukai adalah mobil Porsche. Namun yang menarik, Kiatisuk menyebut bahwa mobil pertamanya yang ia beli dari gaji seorang pemain bola adalah mobil Mitsubihi.

“Saat itu saya beli seharga 500 ribu Baht, itu pun saya mendapat diskon karena status sebagai pemain tim nasional Thailand,” kenang Kiatisuk.

“Saya memang memiliki impian untuk mengganti mobil tiap 10 tahun sekali. Saat ini saya menggunakan mobil Mercedes Benz E220 CDI karena itu terlihat lebih matang di usia saya saat ini,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Piala AFC U-23: Iran Gagal Lolos, Thailand Melaju ke Babak Perempat Final

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tuan rumah Thailand berhasil lolos ke babak perempat final Piala AFC U-23 2020. Hasil ini diraih setelah anak asuh Akira Nishino pada laga terakhir babak fase grup A bermain imbang 1-1 melawan Irak.

Seperti dikutip Football5star.com dari data the-afc.com, Rabu (15/1/2020) bermain di Rajamangala Stadium, Thailand unggul terlebih dahulu di menit ke-6 lewat eksekusi penalti lewat Jaroensak Wonggorn. Namun Irak mampu mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-49 lewat Nassif.

Hasil imbang ini membuat Irak tak bisa lolos dari babak fase grup A. Irak hanya mampu mengoleksi 3 poin. Sedangkan Thailand meraih 4 poin, hasil dari 1 kali menang, 1 kali kalah, dan 1 imbang. Thailand lolos mendampingi Australia yang jadi juara grup A.

Australia di laga terakhir grup A bermain imbang 1-1 melawan Bahrain. Australia mengoleksi 5 poin, hasil dari 1 kali menang dan 2 kali imbang. Kejutan terjadi di grup C.

Salah satu kandidat juara Piala AFC U-23 2020, Iran gagal lolos dari babak fase grup. Meski mampu menang 1-0 atas Cina di laga terakhir grup C, Iran gagal lolos karena kalah agregat gol dengan Uzbekistan yang sama-sama meraih 4 poin.

Uzbekistas sendiri di laga terakhir grup C mengalami kekalahan 1-2 dari Korea Selatan. Korsel lolos dari grup C dengan status juara grup dan berhasil meraih poin sempurna, sembilan.

Di babak perempat final, Australia bakal melawan runner up grup B, sedangkan Thailand bakal menghadapi juara grup B. Untuk Korsel akan bertemu runner up grup D sedangkan Uzbek bakal melawan juara grup D.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Thailand Gasak Bahrain 5-0, Aksi Pemain 17 Tahun Jadi Sorotan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tim U-23 Thailand sukses menggasak Bahrain dengan skor 5-0 di laga pertama babak fase grup Piala Asia U-23 2020, Kamis (9/1/2020). Dua dari lima gol Thailand dicetak oleh pemain 17 tahun Suphanat Mueanta.

Aksi dari Suphanat Mueanta pun jadi sorotan sejumlah pihak. Dikutip Football5star.com dari Fox Sport Asia, gol pertama dari Suphanat tercipta dengan aksi memukau. Sebelum melesakkan bola ke gawang Bahrain, Suphanat terlebih dahulu melewati dua pemain belakang.

Pujian juga dilayangkan oleh media Vietnam. Sejumlah media Vietnam menyebut bahwa sosok Suphanat bakal jadi ancaman bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Pemain kelahiran Si Sa Ket, 2 Agustus 2002 tersebut sebenarnya sudah jadi sorotan sejak membela tim U-19 Thailand di Kualifikasi Piala Asia U-19.

Dari 30 gol yang dicetak tim U-19 Thailand di Kualifikasi Piala Asia U-19, 17 diantaranya dicetak oleh Suphanat Mueanta. Berkat aksinya tersebut, ia sudah jalani debut bersama Thailand saat kalah 0-1 dari Vietnam pada 15 Juni 2019. Total, Mueanta saat ini telah mengoleksi tiga caps bersama skuad The Elephant War –julukan Thailand.

Pada September 2019 lalu, Suphanat juga disebut media ternama Inggris The Guardian sebagai calon penerus sepak bola Thailand. Guardian yang memasukannya dalam daftar 60 pesepakbola muda terbaik dalam tajuk Next Generation 2019.

“Striker itu telah menarik perhatian klub-klub besar Korea Selatan dan China dan menjadi pemain termuda kelima yang tampil di Liga Champions Asia tahun ini, mencetak gol melawan Beijing Guoan” kata analisis sepak bola, John Duerden.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Klasemen Akhir Babak Penyisihan Grup SEA Games 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan terakhir babak penyisihan grup B SEA Games 2019 yang dihelat hari ini, Rabu (5/12/2019) meloloskan Vietnam dan Indonesia sebagai juara dan runner up grup.

Indonesia lolos sebagai runner up grup B meski mampu menang telak 4-0 atas Laos di laga yang berlangsung di Imus Stadium, Cavite, Manila.
Empat gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Saddil Ramdani di babak pertama, dua gol dari Osvaldo Haay, dan Bagas Adi Nugroho di menit ke-71.

Sementara Vietnam lolos ke babak semifinal berstatus juara grup setelah di pertandingan terakhir bermain imbang 2-2 dengan Thailand. Hasil ini membuat Thailand tersingkir di babak penyisihan grup SEA Games 2019.

Di klasemen akhir, Indonesia mengemas 12 poin sementara Vietnam dengan 13 poin. Sementara Thailand 10 poin, di bawahnya ada Singapura dan Laos dengan poin sama, serta Laos tanpa meraih poin.

Sementara dari grup A, Myanmar dan Kamboja lolos sebagai juara dan runner up grup. Myanmar mengemas 10 poin, sementara Kamboja dengan 7 poin.

Dari grup A kejutan juga terjadi dengan tersingkirnya Malaysia dan tuan rumah Filipina. Di klasemen akhir, Filipina berada di tempat ketiga dengan 7 poin kalah agregat gol dari Kamboja sementara Malaysia di peringkat 4 dengan 4 poin.

Klasemen akhir grup A

  1. Myanmar 4 (8-4) +4: 10 PTS
  2. Kamboja 4 (10-4) +6: 7 PTS
  3. Filipina 4 (9-4) +5: 7 PTS
  4. Malaysia (6-5) +1: 4 PTS
  5. Timor Leste (2-18) -16: 0 PTS

Klasemen akhir grup B

  1. Vietnam 5 (17-4) +13 : 13 PTS
  2. Indonesia 5 (17-2) +15 : 12 PTS
  3. Thailand 5 (14-4) +10 : 10 PTS
  4. Singapura 5 (8-6) +2 : 4 PTS
  5. Laos 5 (4-12) -8 : 4 PTS
  6. Brunei 5 (0-31) -31 : 0 PTS

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Thailand Cukur Brunei Darussalam dengan Skor 7-0

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Thailand bangkit dari kekalahan sebelumnya dari Timnas Indonesia. Kali ini, The War Elephants berhasil menaklukkan Brunei Darussalam dengan skor telak 7-0.

Bermain di Rizal Memorial Stadium, Filipina pada Kamis (28/11/2019), Thailand sukses membuktikan keperkasaannya di ajang SEA Games 2019 ini.

Meski demikian, skuat asuhan Akira Nishino tersebut sempat mengalami kesulitan untuk membongkar pertahanan Brunei Darussalam di awal-awal laga. Mereka baru bisa mencetak gol pembuka tepatnya pada menit ke-42 lewat gol Supachai Jaided.

Dua menit kemudian, giliran Jaroensak Wonggorn yang berhasil menjebol gawang Brunei. Babak pertama pun ditutup dengan skor 2-0 untuk keunggulan Thailand.

Memasuki babak kedua, Anon Amornlerdsak kembali berhasil menambah keunggulan Thailand atas Brunei melalui situasi tendangan bebas. Setelahnya, Sarayut Sompim memperlebar jarak keunggulan The War Elephants pada menit ke-71.

Tak berselang lama, Suphanat Mueanta yang berhasil melewati beberapa pengawalan pemain belakang Brunei berhasil mencatatkan namanya di papan skor tepatnya di menit ke-72.

Menjelang berakhirnya pertandingan, Anon Amornlerdsak mencetak brace tepatnya pada menit ke-86. Gol tersebut pun membuat Thailand menang dengan skor telak 7-0 atas Brunei Darussalam.

Dengan hasil ini, Thailand naik ke posisi 2 klasemen sementara dengan 3 poin di bawah Vietnam yang bercokol di peringkat pertama. The War Elephants menggusur posisi Timnas Indonesia yang berada di posisi 3 lantaran unggul dari jumlah memasukkan gol. Indonesia sendiri baru akan bermain kontra Singapura malam ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Indonesia vs Thailand: Garuda Muda Terkam Juara Bertahan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-23 Indonesia berhasil mengawali kiprahnya di Sea Games 2019 dengan gemilang setelah mengalahkan juara bertahan, Thailand pada Selasa (26/11) di Stadion Memorial Rizal, Manila. Partai Indonesia vs Thailand berakhir dengan skor 2-0 untuk skuat Garuda Muda.

Tampil dengan motivasi berlipat, Indonesia tak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru empat menit laga berjalan, Egy Maulana Vikry sukses membawa Garuda Muda unggul setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Nont Muangnam.

Sudah unggul Garuda Muda terus menggempur lini belakang Thailand. Mereka pun sempat mendapatkan sepasang peluang emas lewat Egy Maulana dan Evan Dimas. Namun, upaya keduanya masih belum mampu menjebol gawang Thailand.

Thailand sendiri tak tinggal diam. Mereka sempat beberapa kali melancarkan ancaman ke lini belakang Indonesia. Namun, mereka juga gagal mencetak gol. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk Indonesia.

Indonesia vs Thailand - SEA Games - @changsuek
instagram.com/changsuek

Selepas turun minum, Timnas Indonesia kembali keluar menyerang. Pada menit ke-55, anak asuh Indra Sjafri mendapatkan peluang emas lewat Asnawi Mangkualam. Namun, sepakannya masih membentur mistar gawang Thailand.

Selepas peluang dari Asnawi, Kedua tim sama-sama saling jual beli serangan. Pada menit ke-86, Osvaldo Haay sukses menggandakan keunggulan Indonesia memaksimalkan serangan balik cepat.

Skor 2-0 untuk Indonesia pun bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan. Hasil ini membuat Garuda Muda sukses menyamai perolehan poin Vietnam yang berhasil mengalahkan Brunei Darussalam pada Senin (25/11) lalu.

Selepas menghadapi Thailand, Indonesia akan menantang Singapura dalam lanjutan Sea Games 2019. Laga tersebut rencananya akan digelar pada 28 November mendatang di Stadion Memorial Rizal, Manila.

SUSUNAN PEMAIN INDONESIA VS THAILAND:

Indonesia: 12-Nadeo Argawinata; 11-Firza Andika, 2-Andy Setyo, 5-Bagas Adi, 14-Asnawi Mangkualam; 6-Evan Dimas, 7-Zulfiandi, 17-Syahrian Abimanyu; 15-Saddil Ramdani, 9-Muhammad Rafli, 10-Egy Maulana

Pelatih: Indra Sjafri

Thailand: 20-Nont Muangnam; Thitathorn Auksornsri, 5-Shinnapat Leeaoh, 12-Srayut Sompin, 15-Saringkan Promsupa, 11-Anon Amornlertsak, 13-Jaroensak Wonggorn, 16-Chatmongkol Tongkiri, 18-Kritsada Kaman, 9-Supachi Chained, 17-Suphanat Muenanta

Pelatih: Akira Nishino

Jelang Lawan Indonesia, Pelatih Thailand Mengeluh Soal Makanan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jelang pertandingan pertama babak penyisihan grup B antara Thailand vs Indonesia cabor sepak bola SEA Games 2019 di Stadion Memorial Rizal, Manila, Selasa (26/11/2019).

Pelatih Thailand Akira Nishino mengeluhkan soal fasiltias yang didapat anak asuhnya, utamanya dalam hal makanan. Menurut pelatih asal Jepang itu, pihak penyelenggara abai terhadap hal tersebut.

akira Nishino changsuek_TH
Twitter changsuek_TH

“Saya ingin para pemain mendapat lingkungan yang baik dan makanan yang sempurna. Saya harap pihak penyelenggara dapat menyediakan itu semua,” kata Nishino seperti dikutip Football5star.com dari Bangkok Post.

Sebelumnya, Nishino juga mengeluhkan soal lapangan latihan. Thailand harus menempuh waktu dua jam menuju tempat latihan yang disediakan.

Meski mendapat hal tak mengenakkan di Filipina, Nishino menyebut bahwa dirinya akan berusaha tak membuat hal itu jadi masalah besar dan mengganggu konsentrasi anak asuhnya.

“Tapi kami tidak ingin menggunakan masalah ini sebagai alasan. Kami bersumpah akan memberikan hasil terbaik dengan meraih kemenangan di laga pertama,” kata Nishino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Naik Pitam, Pelatih Vietnam Ingin Hajar Staf Pelatih Thailand

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Atmosfer pertandingan yang mempertemukan antara Vietnam kontra Thailand berjalan sengit sejak awal pertandingan.

Vietnam menjamu Thailand di Stadion My Dinh pada Selasa (19/11/2019). Pada pertandingan lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia tersebut, laga berakhir imbang sama kuat 0-0.

Namun, gesekan yang terjadi nyatanya bukan hanya antarpemain di lapangan saja. Pelatih Vietnam, Park Hang Seo sempat terlibat adu mulut dengan salah seorang asisten pelatih Thailand, Sasa Todic.

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Park Hang Seo pun bermaksud untuk bersalaman dengan pelatih Thailand, Akira Nishino dengan menyambangi bench pemain Thailand.

Akan tetapi, setelah bersalaman dengan Akira Nishino, Park Hang Seo merasa mendapat ejekan dari pelatih kiper Thailand, Sasa Todic. Hal itu menyebabkan dirinya tersulut emosi.

Park Hang Seo pun dengan lantang menyebutkan bahwa ia telah bersiap untuk berkelahi lantaran ia merasa diejek oleh Sasa Todic.

“Itu adalah pertempuran psikologis yang ingin ditunjukkan orang. Asisten Thailand adalah orang asing, dia tersenyum (sinis) kepadaku. Jika aku ingin bertarung, aku akan mempersiapkan diri untuk bertarung,” tutur Park Hang Seo, seperti dikutip Football5Star.com dari laman 24h.com.vn.

Laga antara Vietnam kontra Thailand sendiri berjalan sengit. Terjadi penalti yang gagal dieksekusi oleh pemain Thailand, Theerathon Bunmathan pada menit ke-27. Penalti tersebut berhasil dihalau oleh kiper Đặng Văn Lâm.

Pada momen lainnya, satu gol Vietnam di menit ke-30 dianulir oleh wasit Ahmed Al Kaf yang memimpin jalannya pertandingan. Sebelum gol terjadi, wasit menganggap ada pelanggaran terlebih dahulu terhadap kiper Thailand Kawin Thamsatchanan.

https://www.youtube.com/watch?v=ClIYellyf3g&feature=emb_title

Panas, Pelatih Vietnam Nyaris Adu Jotos dengan Staf Pelatih Thailand

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga yang mempertemukan antara Vietnam kontra Thailand di My Dinh Stadium, Selasa malam (19/11/2019) berjalan sengit.

Kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin penuh pada Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 itu bermain terbuka sejak awal laga.

Akan tetapi, ada hal yang kurang mengenakkan sesaat setelah laga tersebut usai. Pelatih Vietnam, Park Hang Seo terlihat terlibat adu mulut dengan salah seorang staf pelatih dari Thailand.

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Park Hang Seo pun bermaksud untuk bersalaman dengan pelatih Thailand, Akira Nishino dengan menyambangi bench pemain Thailand.

Akan tetapi, setelah bersalaman dengan Nishino, Park Hang Seo justru terlibat adu mulut dengan salah seorang Pelatih Kiper Thailand, Sasa Todic Bahkan, keduanya pun terlihat seperti ingin adu jotos. Beruntung perangkat pertandingan serta ofisial lainnya dengan sigap memisahkan perselisihan diantara keduanya.

Belum jelas mengenai alasan mengapa keduanya berselisih. Tidak diketahui juga secara pasti apa yang mereka bicarakan saat berdebat itu. Namun, sebelum laga usai, Park Hang Seo terlihat beberapa kali meminta agar wasit segera mengakhiri pertandingan.

Memang, laga yang berakhir imbang 0-0 tersebut menguntungkan bagi Vietnam. Terlebih, Vietnam tengah gencar diserang oleh Thailand di menit-menit akhir.

Laga antara Vietnam kontra Thailand sendiri berjalan sengit. Terjadi penalti yang gagal dieksekusi oleh pemain Thailand, Theerathon Bunmathan pada menit ke-27. Penalti tersebut berhasil dihalau oleh kiper Đặng Văn Lâm.

Pada momen lainnya, satu gol Vietnam di menit ke-30 dianulir oleh wasit Ahmed Al Kaf yang memimpin jalannya pertandingan. Sebelum gol terjadi, wasit menganggap ada pelanggaran terlebih dahulu terhadap kiper Thailand Kawin Thamsatchanan.

https://www.youtube.com/watch?v=ClIYellyf3g

Hasil Thailand vs UEA: The War Elephants Kokoh di Puncak

Banner live dan podcast baru

Football5star, Indonesia – Tim besutan Akira Nishino, Thailand sukses menjungkalkan Uni Emirate Arab (UEA) di lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia grup G. Thailand vs UEA berakhir dengan skor 2-1 di Thammasat Stadium, Selasa (15/10/2019).

Pada babak pertama, Thailand tak canggung untuk menggempur lini belakang UEA. Sejumlah peluang berhasil didapat Teerasil Dangda dan kawan-kawan. Hasilnya pada menit ke-26 Thailand mampu unggul 1-0.

Gol pertama Thailand dicetak Dangda memanfaatkan kelengahan lini belakang UEA. Tertinggal satu gol, anak asuh Bert van Marwijk berupaya bermain lebih menyerang.

Beberapa kali peluang yang didapat UEA gagal merobek gawang Thailand. Baru pada masa injury time babak pertama skor berubah menjadi imbang 1-1.

Gol UEA dicetak bomber ganas mereka Ali Mabkhout. Skor 1-1 jadi hasil laga Thailand vs UEA di babak pertama.

Mengusung kemenangan di depan publik sendiri, tim Gajah Putih berupaya menekan lini belakang UEA. Hasilnya pada menit ke-51, Thailand kembali memimpin 2-1 lewat gol gelandang 19 tahun Ekanit Panya.

UEA yang berupaya menyamakan kedudukan sulit untuk membongkar rapatnya pertahanan Thailand. Skor 2-1 bertahan hingg wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan Thailand membuat tim Negeri Gajah Putih kokoh di puncak klasemen grup G dengan koleksi 7 poin. Sementara Vietnam yang menang 3-1 dari Timnas Indonesia di peringkat kedua dengan jumlah poin sama namun kalah agregat gol.

Susunan pemain kedua tim:

Thailand: Siriwak Tedsungnerm; Thererathon Bunmathan, Manuel Bihr, Adisorn Phromrak, Tristan Do; Sarach Yooyen, Tanaboon Kesarat; Chanathip Songkrasin, Phitiwat Sukjitthammakul, Ekanit Panya; Theerasil Dangda.

Kartu kuning: Bunmathan

Kartu merah: –

Uni Emirat Arab (4-3-3): Ali Khasif; Mohammed Al Menhali, Walid Abbas, Al Hassan Saleh, Hassan Al Moharrami; Habib Al Fardan, Tareq Ahmed, Omar Abdulrahman; Khalil Ibrahim, Ismail Al Hammadi, Ali Mabkhout

Kartu kuning: Ali Mabkhout, Al Hasan Saleh

Kartu merah: –

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tendangan Ala Tsubasa-Misaki Tercipta di Thailand League

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pentas Thai League 1 pekan ini diwarnai aksi menarik dari pemain Nakhon Ratchasima saat menghadapi Buriram United di Stadion His Majesty the King’s 80th Birthday, Selasa (2/10/2019). Sebab laga itu tercipta gol seperti laiknya serial kartun sepak bola asal Jepang, Kapten Tsubasa.

Seperti diketahui, dalam serial kartun tersebut kala Nankatsu berhadapan dengan kesebelasan Meiwa tercipta gol tendangan dari dua pemain, yakni Tsubasa dan Taro Misaki. Gol itu tercipta ketika dua pemain bersamaan melepaskan tendangan.

Nah, gol tersebut jua tercipta oleh dua pemain Nakhon Ratchasima, yaknni Kitsada Hemvipat dan Leandro Assumpcao. Keduanya sama-sama melakukan tendangan keras yang menjebol gawang Buriram.

https://www.youtube.com/watch?v=An6ibphoZuE

Gol itu bermula dari sebuah umpan silang ke yang mengarah ke kotak penalti Buriram. Korat yang berdiri di saming Leandro sama-sama melakukan tendangan setengah salto ke gawang Buriram yang dikawal Siwarak Tedsungnoen.

The Swat Cats sendiri sayangnya gagal menang dalam laga tersebut. Mereka harus mengaku kekalahan 2-3 dari Buriram United. Hasil tersebut menambah penderitaan Nakhin Ratchasima. Mereka hanya sekali meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhirnya.

Saat ini, mereka ada di urutan ke-12 Thai League 1. Sementara, Buriram sendiri unggul dua angka dari Port FC yang berada di posisi kedua dan tiga poin dari peringkat ketiga, Chiangrai United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Indonesia Berpeluang Satu Grup dengan Thailand di SEA Games 2019

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia berpeluang untuk satu grup dengan Thailand pada ajang SEA Games 2019. Ajang tersebut sendiri akan diselenggarakan pada 30 November mendatang.

Skuat Garuda tergabung bersama Malaysia di pot 2. Kepastian tersebut berdasarkan pencapaian kedua kesebelasan di ajang olahraga multicabang negara ASEAN dua tahun lalu. Ketika itu Malaysia meraih perak, dan Indonesia mendapat perunggu.

Undian grup cabor sepak bola SEA Games 2019 rencananya bakal berlangsung Kamis (3/10/2019).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Seperti dikutip Football5Star.com dari CNN, skuat Garuda berpeluang akan tergabung bersama Thailand atau tuan rumah Filipina. Thailand sendiri merupakan juara bertahan di ajang sebelumnya.

Selain Thailand atau Filipina, Indonesia juga berpeluang menghadapi salah satu dari penghuni pot tiga yaitu Myanmar dan Vietnam.

Lima negara penghuni pot empat, Singapura, Laos, Kamboja, Brunei Darusalam, dan Timor Leste, juga memiliki kans menghadapi Tim Garuda di fase grup.

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memiliki target tinggi di SEA Games 2019 Filipina. Ia meminta timnya untuk membawa pulang medali emas.

Medali emas cabang olahraga sepak bola SEA Games terakhir kali mampir ke Tanah Air adalah pada 1991 di Filipina. Sementara itu, pada edisi sebelumnya di Malaysia, dua tahun lalu, Timnas U-22 hanya mendulang medali perunggu.

Indra telah memanggil 30 pemain untuk pemusalan latihan Timnas Indonesia U-22 di Bogor pada 1 hingga 6 Oktober 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil Indonesia vs Thailand: Dipermalukan, Garuda Tak Berdaya

Footbal5Star.com, Indonesia – Timnas Garda harus kembali menelan pil pahit ketika tidak berdaya di pertandingan Indonesia vs Thailand. Stefano Lilipaly dkk kalah dengan skor 0-3 pada laga kedua Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Selasa (10/9/2019).

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia mengawali laga dengan tekad untuk meraih kemenangan perdana. Skuat asuhan Simon McMenemy pun menurunkan beberapa pemain yang sebelumnya tidak bermain pada laga kontra Malaysia lalu.

Akan tetapi, Thailand juga tak ingin pulang dengan tangan hampa. Skuat Gajah Perang itu menargetkan gol dan kemenangan perdana pada laga Indonesia vs Thailand.

Di awal-awal laga, timnas Indonesia tampil cukup meyakinkan dengan beberapa kali mampu menekan Thailand. Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim beberapa kali mampu menyulitkan pertahanan Thailand.

Live Streaming: Timnas Indonesia vs Thailand
(Fox Sports)

Thailand pun tidak tinggal diam. Kombinasi Supachok Sarachat, Chanatip Songkrasin, dan Supachai Chaided mampu membuat pertahanan yang digalang Yanto Basna dan Hansamu Yama sedikit terganggu. Akan tetapi, hingga babak pertama usai, tak ada gol yang tercipta dari kedua tim.

Memasuki babak kedua, skuat Gajah Perang tampil lebih menyerang. Hasilnya, pada menit ke-56 pun mereka mampu memecah kebuntuan. Supachok Sarachat yang bebas dari pengawalan mampu menceploskan bola ke gawang yang dikawal Andritany.

Unggul satu gol justru membuat Thailand makin tampil menyerang. Pada menit ke-62, Supachok dilanggar oleh Andritany di kotak penalti. Alhasil, penalti yang dieksekusi oleh Theerathon Bunmathan kembali menjebol gawang Indonesia.

Pertahanan skuat Garuda semakin tertekan. Gawang Indonesia pun kembali bobol di menit ke-73. Lagi-lagi Supachok Sarachat menjadi aktor utama dari gol Thailand.

Tertinggal 3-0, skuat Garuda dibuat tak berdaya. Hingga laga usai, tak ada lagi gol yang tercipta. Hasil ini pun menjadikan Indonesia juru kunci Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Susunan pemain Indonesia vs Thailand:

Indonesia: 22-Andritany Ardhiyasa; 3-Yustinus Pae, 23-Hansamu Yama Pranata, 5-Yanto Basna, 14-Ruben Sanadi; 13-Manahati Lestusen, 8-Evan Dimas Darmono; 21-Andik Vermansah (7-Saddil Ramdani 73′), 17-Irfan Bachdim (15-Osas Saha 65′), 10-Stefano Lilipaly; 9-Alberto Goncalves

Pelatih: Simon McMenemy

Thailand: 23-Siwarak Tedsungnoen; 19-Tristan Do, 3-Theerathon Bunmathan (2-Sasalak Haiprakhon 75′), 6-Pansa Hemviboon, 14-Manuel Bihr; 16-Phitiwat Sukjitthammakul, 4-Sarach Yooyen; 18-Ekanit Panya (21-Sivakorn Tiatrakul 76′), 7-Supachok Sarachat, 10-Chanathip Songkrasin; 9-Supachai Jaided.

Pelatih: Akira Nishino

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

“We are Thailand” Lebih Bergema di SUGBK

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Animo masyarakat Indonesia terhadap pertandingan timnas terlihat menurun. Jelang laga melawan Thailand di SUGBK, Selasa (10/9) malam, tidak terlihat lalu lalang suporter tim Merah Putih di sekitaran stadion.

Justru, suporter tim tamu yang datang, lebih meriah dibandingkan tuan rumah. Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, suporter Thailand tetap menghadirkan atmosfer signifikan sebelum pertandingan ini. Sesaat sebelum memasuki stadion, mereka membakar semangat dengan meneriakkan chant-chant khas mereka.

Thailand memang datang ke Indonesia dengan semangat tinggi. Berbekal tren apik setiap kali berhadapan dengan timnas, kali ini sepertinya mereka optimistis untuk meraih poin penuh. Namun, pelatih Akira Nishino, tidak membawa sejumlah pemain kunci.

https://twitter.com/abdllaaaah_/status/1171390363883335685

Thailand tidak akan diperkuat sejumlah pemainnya pada pertemuan kali ini. Teerasil Dangda masih cedera sehingga tidak dimasukkan ke dalam skuat yang bertandang ke Jakarta hari ini. Demikian pula halnya dengan Thitipan Puangchan dan Peeradon Chamratsamee yang masih dalam proses pemulihan.

Khusus Teerasil memang tidak disertakan dalam skuat kualifikasi kali ini karena masih cedera. Meski demikian, tidak berarti kekuatan tim Gajah Putih berkurang. Thailand masih diperkuat pemain berbahaya seperti Chanatip Songkrasin dan Supachai Jaided.

Sementara Indonesia datang ke pertandingan ini dengan bekal kekalahan di pertandingan sebelumnya. Kekalahan itu menyebabkan anak asuh Simon McMenemy menghuni posisi buncit klasemen sementara Grup G. Hasil itu pula yang menyebabkan animo suporter tanah air menurun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ini Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Thailand

Football5Star.com, Indonesia – Sesaat lagi, laga Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Timnas Indonesia vs Thailand akan segera dimulai.

Pertandingan yang akan dimulai pada pukul 19.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) diprediksi akan berjalan sengit. Hal tersebut lantaran kedua tim sama-sama mengincar kemenangan perdana mereka di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Indonesia yang terpaksa harus kalah di pertandingan perdana kontra Malaysia lalu mengusung misi untuk bangkit dari keterpurukan.

Ini Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Thailand
Timnas Indonesia vs Thailand. (affsuzukicup.com)

Tim asuhan Simon McMenemy rupanya melakukan sejumlah pergantian dari skuatnya. Nama-nama seperti Yanto Basna, Irfan Bachdim dan Ruben Sanadi masuk ke-11 pemain pertama yang diturunkan pada laga ini.

Sementara itu, di lini depan Indonesia masih mengandalkan seorang Alberto Goncalves. Dirinya akan ditopang dengan Andik Vermansyah, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly yang berdiri di belakangnya.

Tak berbeda jauh, Timnas Thailand juga melakukan sejumlah pergantian. Nama Supachai Chaided yang di pertandingan melawan Vietnam kemarin menjadi cadangan, satu-satunya striker di skuat Gajah Putih kali ini pun dipasang sebagai starter.

Berikut merupakan susunan lengkap kedua tim:

INDONESIA XI:

Andritany Ardhiyasa (C), Yustinus Paew, Yanto Basna, Hansamu Yama, Ruben Sanadi, Manahati Lestusen, Evan Dimas, Stefano Lilipaly, Andik Vermansyah, Irfan Bachdim, Alberto Goncalves.

Cadangan: Teja Paku Alam, I Made Andika, Zulfiandi, Ferdinand Sinaga, Saddil Ramdani, Victor Igbonefo, Febri Hariyadi, Osas Saha, Hanif Sjahbandi, Irfan Jaya, Rizky Pellu, Angga Saputro.

THAILAND XI:

Siwarak Tedsungnoen (C), Tristan Do, Manuel Bihr, Pansa Hemviboon, Theerathon Bunmathan, Sarach Yooyen, Supachok Sarachat, Phitwat Sookjitthammakul, Ekanit Panya, Chanatip Songkrasin, Supachai Chaided.

Cadangan: Kawin Thamsatchanan, Sasalak Haiprakhon, Adison Prompak, Anon Amornlertsak, Bordin Phala, Sinnaphat Leeaoh, Nitipong Selanon, Narubadin Weerawatnodom, Tanaboon Kesarat, Chatchai Bootprom, Sivakorn Tiatrakul, Patcharapol Intanee.

Live Streaming:

Klik disini untuk menonton live streaming Timnas Indonesia vs Thailand

Live Streaming: Timnas Indonesia vs Thailand

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan menjamu Thailand pada laga kedua Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Selasa malam nanti (10/9/2019).

Tiga poin penuh sangat penting bagi kedua tim untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen. Terlebih bagi skuat Garuda, kekalahan kala melawan Malaysia kemarin wajib dibayar lunas dengan kemenangan melawan Thailand ini jika memang ingin terus membuka asa lolos ke babak selanjutnya.

Skuat asuhan Simon McMenemy disebut-sebut akan melakukan sedikit perubahan komposisi pemain pada laga kali ini. Osas Saha yang absen pada laga kontra Malaysia kemarin kini telah dalam kondisi fit dan bisa diturunkan bermain.

Sebaliknya di kubu Thailand, tak hanya mengincar poin, skuat Gajah Putih pun berambisi untuk mencetak gol perdananya di ajang ini. Hal itu dikarenakan pada saat melawan Vietnam di laga sebelumnya mereka hanya bermain imbang tanpa gol.

Live Streaming: Timnas Indonesia vs Thailand
Timnas Indonesia vs Thailand. (Fox Sports)

Sebelumnya, Simon McMenemy telah berkata bahwa anak asuhnya akan berjuang habis-habisan demi mencuri kemenangan perdana di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

“Mereka ingin fighting. Mungkin ada pihak yang meremehkan mereka, pemain ingin buktikan. Pemain ingin berlari sampai mereka tak bisa belari,” papar dia.

Apalagi, kondisi skuat Garuda sudah dalam posisi siap tempur. “Kondisi pemain sangat siap secara mental. Ini pekerjaan tak mudah. Pemain saya petarung dan siap,” pungkas Simon.

Laga antara Indonesia vs Thailand ini sendiri akan disiarkan secara langsung melalui TVRI dan Mola TV mulai pukul 19.30 WIB.

Berikut merupakan link live streaming laga Timnas Indonesia vs Thailand, Selasa (10/9/2019):

Link : Klik disini untuk menonton laga Timnas Indonesia vs Thailand

Mantan Bek Timnas Prediksi Laga Indonesia vs Thailand

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan menjalani laga kedua pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Kali ini, mereka akan menghadapi lawan berat lainnya yakni Thailand.

Kemenangan pada pertandingan ini akan sangat berarti bagi Indonesia. Pasalnya, jika berhasil mendulang 3 poin, hal itu akan sangat berarti pada posisi mereka di klasemen Grup G.

Salah satu mantan bek Timnas Indonesia, Achmad Jufriyanto memprediksi laga antara kedua tim tersebut. Pemain yang akrab disapa Jupe ini mengaku optimis Indonesia mampu mengatasi Thailand.

Achmad Jufriyanto - Persib Bandung - Timnas Indonesia - Goal
Achmad Jufriyanto (depan). (Goal)

Jupe menyebutkan bahwa tim asuhan Simon McMenemy itu pasti telah mengantisipasi dan mengevaluasi dari pertandingan sebelumnya pada saat melawan Malaysia.

“Menang lah, mereka (Indonesia) pasti belajar dari pertandingan Malaysia. Tidak ingin mengulangi hasil yang sama, belajar dari pengalaman kemarin, pastinya mereka ingin menang,” ujar Jupe dikutip Football5Star.com dari laman Viking Persib.

Akan tetapi, Jupe juga mengatakan bahwa para pemain Timnas Indonesia jangan sampai berlebihan kepercayaan diri. Pasalnya, Thailand mempunyai organisasi permainan yang bagus dan dikombinasi dengan permainan cepat yang bisa saja sewaktu-waktu membahayakan lini pertahanan skuat Garuda.

“Mereka organisasi permainannya sudah bagus. Mereka main cepat, pintar semua itu. Dan kita bisa melihat kualitas kompetisi Thailand juga, mereka banyak melangkah jauh di AFC, dan Champions Asia,” tutup pemilik 17 caps bersama Timnas Indonesia itu.