5 Fakta Kemenangan Lionel Messi sebagai Pemain Terbaik FIFA

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi berhasil meraih gelar pemain terbaik FIFA tahun ini. Messi mengungguli dua pesaing terdekatnya Lionel Messi dan Virgil van Dijk, Selasa (24/9/2019).

Pada malam penghargaan yang berlangsung di Milan, Italia, Messi meraih 46 poin, van Dijk dengan 38 poin, sementara Cristiano Ronaldo dengan 36 poin. Gelar ini bisa dibilang sebagai pelipur lara bagi pemian berjuluk La Pulga tersebut.

Sebelumnya Messi dikalahkan van Dijk untuk urusan pemain terbaik Eropa UEFA dan gol indahnya ke gawang Real Betis yang masuk sebagai finalis Puskas Award 2019 dikalahkan oleh gol pemain Rumania, Daniel Zsori.

Gelar ini jadi yang keenam untuk karier Messi di lapangan hijau. Selain sebagai gelar keenam bagi Messi, berikut 5 fakta lain di balik kemenangan Messi sebagai pemain terbaik dunia FIFA.

Lionel Messi menyinggung Barcelona saat menerima penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2019.
independent.co.uk

Gelar individu ke-10 Messi tahun ini

FIFA The Best tahun ini jadi yang keenam bagi Lionel Messi. Gelar ini juga jadi gelar individu ke-10 di tahun ini bagi bintang Barcelona tersebut. Sebelumnya Messi meraih gelar European Golden Shoe, top skor LaLiga musim lalu alias Pichichi.

Pemain kelahiran Rosario Argentina ini juga meraih gelar top skor Liga Champions musim lalu, pemain terbaik LaLiga, penyerang terbaik LaLiga, playmaker terbaik LaLiga serta masuk FIFA Pro World XI.

Yang menarik jika di The Best FIFA, gol La Pulga ke gawang Real Betis dikalahkan Daniel Zsori. Maka di gol terbaik UEFA tahun ini, Messi berhasil meraih gelar tersebut.

Ronaldo tak pilih Messi

Menyandang ban kapten timnas, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama memiliki hak dalam pemungutan pemain terbaik FIFA. Yang menarik pilihan dari keduanya sangat berbeda.

Dilansir dari berbagai sumber, Messi kabarnya memilih Cristiano Ronaldo di urutan kedua, Sadio Mane di urutan pertama, dan rekan satu timnya di Barcelona De Jong pada urutan ketiga.

Jika Messi memilih Ronaldo, tidak sebaliknya. Pemain Juventus tersebut justru tidak memasukkan nama Messi sebagai pilihannya. CR7 memilih Matthijs de Ligt, selanjutnya ada Frenkie de Jong, dan Kylian Mbappe di urutan ketiga.

FIFA Vote
twitter.com/facttoknow

Dianggap layak karena cetak ratusan gol

Dikutip dari halaman resmi Barcelona, Messi dianggap layak memenangkan gelar The Best FIFA 2019 meski bagi sebagian pihak gelar tersebut dianggap tak layak.

Pihak klub Catalan itu menyebutkan 17 alasan mengapa Messi dianggap layak meraih gelar ini. Salah satunya ialah fakta bahawa Messi telah mencetak ratusan gol untuk Barcelona di LaLiga.

Statistik gol Messi di Barcelona
barcelona.com

Sepanjang kariernya di Barcelona, suami dari Antonella Roccuzzo telah mengoleksi 600 gol untuk semua kompetisi, 400 gol diantaranya ia cetak di kompetisi LaLiga Spanyol.

Pilihan pemain, pelatih, dan juga fans

Kemenangan Lionel Messi di The Best FIFA 2019 karena para pemain, pelatih, dan fans mayoritasnya memilihnya. Sayangnya para jurnalis sepak bola yang memiliki hak suara tak memiliki suara mayoritas untuk Messi.

Dikutip dari kicauan Tancredi Palmeri, jurnalis Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa para jurnalis di The Best FIFA 2019 mayoritas jatuhkan pilihan pada Virgil van Dijk.

voting results the best FIFA
fifa.com

Secara tersirat, Palmeri pun menyebut bahwa Ballon d’Or para jurnalis memiliki hak penuh untuk menentukan siapa yang layak meraih gelar itu.

Apakah secara tidak langsung nantinya di Ballon d’Or yang bakal berlangsung Desember 2019 nanti Messi bakal dikalahkan oleh van Dijk? Kita tunggu saja.

Menimbulkan perdebatan

Gelar The Best FIFA 2019 bagi Lionel Messi juga tunjukkan fakta bahwa publik sepak bola terpecah atas gelar ini. Sejumlah warganet di Twitter merasa Messi tak layak meraih gelar ini dengan melihat catatanya bersama Barcelona di musim lalu.

Apalagi jika bicara sepak terjang Messi bersama Barcelona di Liga Champions musim lalu. Ialah Virgil van Dijk bersama Liverpool yang berhasil menghentikan laju Blaugrana sekaligus meraih gelar juara Liga Champions.

Namun bagi fans Messi dan Barcelona, La Pulga layak karena memiliki kontribusi besar tidak hanya berpatokan pada capaian pada musim lalu. Apalagi di musim lalu, ia masih mempersembahkan dua gelar sekaligus total telah mempersembahkan 34 gelar untuk Blaugrana sepanjang kariernya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Melihat Lagi Gol Terbaik Finalis Puskas Award 2019: “Kutukan” Messi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – FIFA awal September lalu sudah mengerucutkan dari 10 nominasi calon peraih Puskas Award 2019 menjadi tiga finalis, Senin (21/9/2019). Ketiga finalis ini akan meraih gelar Puskas Award 2019 yang diselenggarakan di Milan.

Ketiga finalis tersebut ialah Lionel Messi, Juan Fernando Quintero, dan Daniel Zsori. Gol dari ketiga pemain ini bisa dikatakan sebagai ajang adu otak dan skill, siapa berpeluang meraih Puskas Award 2019?

Yang menarik, Lionel Messi sudah enam kali golnya dinominasikan meraih Puskas Award 2019, dan baru tahun ini masuk tiga besar. Namun pemain berjuluk La Pulga tersebut tak meraih gelar Puskas Award 2019.

Gol Messi yang masuk Puskas Award tahun ini sendiri dicetaknya saat membela Barcelona melawan Real Betis pada Maret 2019. Gol itu berawal kerjasama satu duanya dengan Ivan Rakitic. Kerjasama itu diakhir dengan tendangan chip dari dalam kotak penalti yang memperdaya kiper Real Betis.

Gol pemain asal Argentina itu mempertontokan kecerdasannya mengelabui para pemain lawan. Sedangkan dari dua finalis lain, kita akan melihat bagaimana skill brilian dari Quintero dan Zsori untuk mencetak gol.

Gol dari pemain River Plate Juan Fernando Quintero dicetaknya lewat aksi free kick dari jarak yang cukup jauh. Gol itu dicetaknya saat River Plate melawan Racing Club pada 10 Februari 2019 lalu.

Sedangkan gol dari Zsori dicetaknya lewat aksi akrobatik saat ia membela Debrecen FC vs Ferencvaros TC pada 16 Februari 2019. Menerima crossing dari sisi sayap, Zsori mengakhirinya lewat aksi akrobatik yang memperdaya kiper Ferencvaros.

Menurut kalian kira-kira gol mana yang layak meraih Puskas Award 2019?

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Peran Penting Eks Manajer Spurs dalam Karier Modric

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Real Madrid, Luka Modric sukses meraih gelar Best FIFA Men’s Player 2018. Paul Merson selaku eks Gelandang Arsenal menilai bahwa ada peran dari tangan Eks Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknap dalam karier sang pemain.

Modric
talksport.com

Sebelum pindah ke Real Madri, Modric terlebih dahulu meniti karier bersama Spurs. Bersama klub asal London Utara itu ia tampil sebanyak 160 pertandingan dengan menyumbangkan 17gol dan 27 assist dalam kurun waktu selama empat tahun.

Merson mengaku sangat mengagumi pemain berusia 33 tahun itu bahkan ketika gelandang asal Kroasia tersebut masih bermain di Inggris. Akan tetapi ia melihat pemenang Best FIFA Men’s Player 2018 tersebut sempat mengalami masa kesulitan di Spurs.

“Saya memiliki kata untuk Harry Redknapp. Ketika Modric berada di Tottenham, dia sedikit berjuang.  Kemudian Harry membantunya dan menempatkannya pada posisi di mana dia bisa mendapatkan hola. Setelah itu dia tidak pernah melihat ke belakang. Dia adalah pemenang yang layak,” kata Merson seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Selasa (25/9/2018).

Kemenangan Modric menorehkan rekor baru dan menghentikan dominasi Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi yang beberapa tahun belakangan selalu bersaing meraih gelar pemain terbaik di dunia.

Salah satu rekor yang sukses dipecahkan Modric adalah ia menjadi pemain pertama yang mendapatkan tiga gelar individu sekaligus. Gelar tersebut adalah Pemain Terbaik di Piala Dunia (World Cup Golden Ball) dan Pemain Terbaik versi EUFA (UEFA Men’s Player of the Year).

Deschamps Merasa Pemainnya Layak Masuk Nominasi

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – FIFA telah mengumumkan tiga nominasi The Best FIFA Men’s Player. Ketiga pemain tersebut adalah Luka Modric, Cristiano Ronaldo, dan Mohamed Salah. Selain Lionel Messi, kejutan lainnya adalah tidak adanya satupun pemain dari Prancis, jawara Piala Dunia 2018.

Menanggapi rilis resmi dari FIFA tersebut, Didier Deschamps, pelatih Prancis mengaku kecewa. Ia merasa anak asuhnya layak masuk dalam nominasi.

“Seperti yang sudah saya sampaikan sebelum kabar itu (nominasi) itu muncul. Pemain Prancis layak masuk dalam nominasi,” ujar Deschamps dikutip Football5star dari Goalcom.

Menurut mantan pelatih Marseille ini, kelayakan pemain Prancis masuk dalam nominasi tak serta merta karena hasil apik di Piala Dunia 2018. Melainkan juga karena mereka tampil bagus di klub masing-masing.

“Tak hanya tentang Piala Dunia, mereka juga tampil bagus musim ini. Saya kecewa karena mereka layak mendapatkannya. Minimal satu dari tiga nominasi,” tutupnya.

Ketidaksukaan atas nominasi yang dikeluarkan FIFA juga dilontarkan oleh Atletico Madrid. Klub dari Antoine Griezmann menyindir FIFA dengan unggahan foto Griezmann beserta beberapa trofi yang ia raih musim ini. Dengan tulisan pengantar yang tak kalah menyentil, ““Tidak perlu banyak kata.”

Setahun terakhir, Griezmann tampil apik bersama Atletico. Ia meraih banyak gelar bersama Los Rojiblancos serta memboyong beberapa gelar individu. Yang terbaru, Griezmann menjadi pemain terbaik Europa League Player of the Season 2017-18.

https://www.instagram.com/p/BnLrH0ADLzG

Atletico Bela Griezmann yang Tak Masuk Nominasi Terbaik FIFA

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Secara mengejutkan, Antoine Griezmann tak masuk daftar kandidat pemenang The Best FIFA Men’s Player. Mengherankan jika melihat prestasinya semusim belakangan.

FIFA hanya merilis tiga nama yakni Cristiano Ronaldo, Luka Modric, dan Mohamed Salah. Kejutan lain adalah tidak masuknya nama Lionel Messi untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.

Atletico Madrid sebagai klub pemilik sang pemain pun langsung bertindak cepat. Melalui akun Twitter klub, mereka menyindir FIFA dengan unggahan foto Griezmann beserta beberapa trofi.

“Tidak perlu banyak kata,” bunyi cuitan tersebut singkat. Tak pelak, unggahan tersebut langsung dibanjiri reaksi dari para warga dunia maya. Mayoritas mendukung apa yang dilakukan Atletico.

Setahun terakhir memang menjadi momen penuh berkah bagi Griezmann. Tak hanya di level klub, ia juga meraih kesuksesan di level internsional bersama negaranya, Prancis.

Bersama Rojiblancos, Griezmann sukses menggondol dua trofi yakni Liga Europa dan Piala Super Eropa. Sementara untuk Les Bleus, ia berhasil mempersembahkan trofi Piala Dunia untuk kali kedua.

Atletico menjalani start kurang baik musim ini. Dari tiga laga awal di La Liga, Griezmann dkk hanya mampu mengantongi empat poin. Hasil dari satu kemenangan, satu kali imbang dan satu kali kalah.