Pelatih Austria Kaget Yusuf Demir Masuk Skuat Utama Barcelona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Keputusan Barcelona memasukkan nama Yusuf Demir ke daftar skuat utamanya mendapat sambutan positif dari pelatih timnas Austria, Franco Foda. Awalnya, Foda mengira Demir akan membala tim cadangan Blaugrana.

Demir didatangkan Blaugrana dari Rapid Wien dengan status pinjaman hingga akhir musim 2021-22. Ia berhasil mencuri perhatian Ronald Koeman berkat performa gemilang selama masa pra-musim dan berhak mendapat satu tempat di skuat senior Blaugrana.

Yusuf Demir - Barcelona - Sports Finding
Sports Finding

“Demir berhasil mengagetkan kami semua. Tak ada satu pun orang di Austria yang mengira Demir bermain dengan skuat utama Barcelona sepanjang masa pra-musim,” ujar Franco Foda dikutip Football5Star dari Diario Sport.

“Sejujurnya, kami semua mengira dia akan bermain untuk Barcelona B musim ini,” sambung pelatih berumur 55 tahun itu.

FODA YAKIN YUSUF DEMIR AKAN BERSINAR DI SPANYOL

Lebih lanjut, Foda mengatakan bahwa saat ini Demir merupakan pemain terbaik timnas Austria. Ia pun yakin Demir akan bisa membayar kepercayaan Koeman dan menunjukkan performa gemilang bersama skuat senior Blaugrana.

“Sekarang, Demir merupakan salah satu pemain muda paling menjanjikan di Austria. Saya rasa, tak ada satu pun orang yang meragukan kemampuannya.”

Yusuf Demir - Barcelona - @totaldemir11
twitter.com/totaldemir11

“Semenjak pertama kali bekerja dengannya, saya sudah tahu Demir memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bersaing serta bersindar di tim utama Barca. Seluruh warga Austria sangat menantikan kiprahnya,” tuntas Foda.

Demir mencuri perhatian publik sepak bola Austria ketika dipromosikan ke tim utama Rapid Wien pada 2019 lalu. Selama dua tahun membela panji Rapid Wien, pemain 18 tahun itu berhasil menyumbang sembilan gol dan empat assist dari 38 penampilan di semua kompetisi.

Gianluigi Donnarumma Bangga Italia Pertajam Rekor Clean Sheet

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan Gianluigi Donnarumma setelah timnas Italia menang 2-1 atas timnas Austria pada babak 16 besar EURO 2020, Minggu (27/6/2021) dini hari WIB. Pasalnya, dia membantu Gli Azzurri mempertajam rekor tak kebobolan yang dibuat pada masa aktif sang legenda, Dino Zoff.

Donnarumma memang tak mampu membawa timnas Italia kembali meraih clean sheet. Gawangnya jebol oleh tandukan Sasa Kalajdzic pada menit ke-114. Namun, itu sudah cukup bagi Gli Azzurri untuk memecahkan rekor lama saat dikawal Zoff yang dibuat pada 1980-an. Donnarumma cs. tak kebobolan selama 1.168 menit, sedangkan sang legenda dkk. clean sheet selama 1.143 menit.

Gianluigi Donnarumma mengaku sangat senang dan bangga berkontribusi dalam 988 menit tak kebobolan bersama Gli Azzurri. Namun, dia sebetulnya tak terlalu memikirkan hal tersebut. “Aku telah (membawa tim) melewati (rekor) seorang legenda dan itu tentu saja membuatku terharu. Namun, rekor pribadi urusan belakangan karena aku bekerja untuk tim demi meraih kemenangan,” ujar dia seperti dikutip Football5Star.com dari Record.

Rekor clean sheet hampir saja gagal dipertajam Donnarumma dkk. pada laga melawan Austria. Pada menit ke-65, gawangnya sempat dijebol oleh tandukan Marko Arnautovic. Namun, wasit lantas menganuir gol tersebut setelah VAR menyatakan striker Das Team itu telah berada dalam posisi offside ketika menerima umpan dari David Alaba.

Gianluigi Donnarumma Bersyukur Kebobolan

Soal gol Marko Arnautovic yang nyaris menggagalkan pemecahan rekor Dino Zoff dan membuat timnas Italia berada di ujung tanduk, Gianluigi Donnarumma mengaku sempat cemas juga. “Aku tentu saja cemas. Lalu, aku melihat VAR melakukan pengecekan dan aku benar-benar senang ketika gol itu dianulir,” kata dia kepada RAI Sport.

Sementara itu, mengenai gol sundulan Sasa Kalajdzic yang menghentikan clean sheet Gli Azzurri pada menit ke-1.168, Gianluigi Donnarumma tak kecewa atau kesal berlebihan. Sebaliknya, dia merasa lega dan menilainya akan positif bagi tim. “Kami memang akhirnya kebobolan. Namun, itu mungkin saja membantu kami melaju lebih jauh,” ujar dia.

Gianluigi Donnarumma memandang positif timnas Italia akhirnya kebobolan oleh Sasa Kalajdzic.
Getty Images

Berkat kemenangan 2-1 atas Austria, timnas Italia menjadi tim kedua yang lolos ke perempat final EURO 2020 setelah Denmark. Pada babak 8 besar, Donnarumma cs. akan menghadapi pemenang laga timnas Belgia vs timnas Portugal di Estadio de la Cartuja, Spanyol.

Soal calon lawan yang akan dihadapi pada perempat final nanti, Gianluigi Donnarumma tak mau memilih-milih. Dia yakin timnas Italia akan mampu melangkah ke semifinal. “Tak masalah siapa yang akan kami hadapi. Kami akan tetap memainkan permainan kami dan terus melaju,” ucap dia penuh percaya diri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marko Arnautovic: Harusnya Austria yang Menang, Bukannya Italia!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Marko Arnautovic tak dapat menyembunyikan kekecewaaannya setelah timnas Austria kalah 1-2 dari timnas Italia pada babak 16 besar EURO 2020, Minggu (27/6/2021) dini hari WIB. Dia menilai hasil itu tidak adil karena seharusnya Das Team yang keluar sebagai pemenang.

Timnas Austria mampu memaksa Italia bermain hingga 120 menit pada laga yang berlangsung di Stadion Wembley, London. Strategi bertahan dengan menekankan pressing ketat terhadap lawan yang diterapkan Franco Foda terbukti menyulitkan Gli Azzurri. Namun, pada akhirnya, mereka menyerah dengan kebobolan 2 gol pada perpanjangan waktu.

Fakta itu sangat menyakitkan karena Marko Arnautovic sempat menjebol gawang timnas Italia lewat sundulannya pada babak kedua. Namun, wasit Anthony Taylor menganulir gol tersebut karena VAR menunjukkan sang penyerang sudah berada dalam posisi offside saat menerima umpan sundulan David Alaba.

“Kukira mereka tak akan mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 1-0. Jika kami sedikit lebih beruntung, pertandingan berakhir dalam 90 menit dan kami yang lolos (ke perempat final),” urai Marko Arnautovic seperti dikutip Football5Star.com dari Laola1.

Marko Arnautovic Kesal oleh VAR

Soal putusan wasit yang menganulir golnya, Marko Arnautovic mengaku kesal terhadap VAR. “Sulit bagiku untuk berkata-kata. Kita sudah cukup sering membicarakan soal VAR. Anda tak bisa lagi senang. Anda harus menanti sampai seseorang menentukan itu gol atau tidak, offside atau pelanggaran. Ini tak lagi berkaitan dengan sepak bola. Namun, kita harus menerimanya,” ujar dia lagi.

Terlepas dari hal itu, Marko Arnautovic tetap bangga terhadap capaian timnas Austria pada EURO 2020 kali ini. Khusus pada babak 16 besar, mereka sudah mampu menunjukkan bahwa timnas Italia bukanlah sebuah tim yang sempurna dan dapat mengalahkan siapa saja dengan mudahnya.

Marko Arnautovic kesal golnya di gawang timnas Italia dibatalkan oleh VAR.
Getty mages

“Anda dapat melihat bahwa lini belakang meraka betul-betul terbuka. Andai dapat bermain sedikit lebih baik, mungkin kami dapat tampil lebih berbahaya,” ucap Marko Arnautovic. “Sungguh menakjubkan kami dapat berada sejauuh ini dan sudah begitu dekat (untuk lolos ke perempat final).”

Secara umum, Marko Arnautovic mengakui timnas Austria bisa berbangga hati. Namun, secara pribadi, dia tetap kecewa berat. “Salut untuk tim dan semua orang yang terlibat dalam EURO ini. Kami bisa puas. Namun, aku tidaklah demikian karena kami sebetulnya ingin lolos ke perempat final,” kata dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Italia vs Austria: Gli Azzurri Butuh Extra Time untuk Lolos

gamespool
Italia vs Austria: Gli Azzurri Butuh Extra Time untuk Lolos 13

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di babak 16 besar Euro 2020 yang mempertemukan Italia vs Austria. Gli Azzurri menang dengan skor 2-1. Tapi mereka butuh babak tambahan untuk memenangkannya.

Italia punya peluang pertama pada menit ke-10. Marco Verratti berhasil merebut bola dan bola didapatkan oleh Leonardo Spinazzola. Tapi tendangan kaki kiri pemain AS Roma itu melebar.

Gli Azzuri punya peluang emas pada menit ke-16. Spinazzola memberi umpan cutback ke Nicolo Barella yang melepaskan tembakan dengan kaki luarnya, tapi Daniel Bachmann bisa menahan bola dengan kakinya.

Ciro Immobile punya peluang pertamanya pada menit ke-13. Penyerang Lazio itu melepaskan tembakan jarak jauh fantastis, tapi membentur tiang gawang.

Babak pertama Italia vs Austria berakhir dengan skor 0-0.

Austria baru benar-benar punya peluang bagus pada menit ke-51. Lewat tendangan bebas, David Alaba melepaskan tembakan ke tiang dekat, tapi tipis melebar dari gawang Gigio Donnarumma.

Austria mencetak gol pada menit ke-64. David Alaba memberi umpan sundulan ke Marko Arnautovic yang bisa meneruskan bola masuk ke gawang. Tapi, VAR menganulirnya karena Arnautovic berada pada posisi offside.

Babak kedua Italia vs Austria berakhir dengan skor 0-0. Laga dilanjutkan ke babak tambahan.

Gli Azzurri alkhirnya mencetak gol pada menit ke-94. Leonardo Spinazzola memberi umpan lambung ke Federico Chiesea. Dia mengontrol bola dengan kepalanya, menipu satu pemain dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya.

Lorenzo Insigne punya peluang lewat tendangan bebas pada menit ke-104. Tendangannya sangat akurat, tapi Bachmann bisa menepisnya dengan gemilang.

Namun semenit kemudian, Italia mencetak gol keduanya. Francesco Acerbi berhasil menahan bola di kotak penalti, dia memberi umpan ke Matteo Pessina yang berhasil melepaskan tembakan dengan kaki kirinya.

Austria mencetak gol pada menit ke-114. Lewat tendangan penjuru Louis Schaub, Sasa Kalajdzic berhasil menyundul bola ke tiang dekat dan masuk ke gawang.

Laga Italia vs Austria berakhir dengan skor 2-1. Azzurri lolos ke babak perempat final dan akan menunggu pemenangan antara Belgia dan Portugal.

Susunan Pemain Italia vs Austria

Italia (4-3-3): 21-Gigio Donnarumma; 2-Giovanni Di Lorenzo, 19-Leonardo Bonucci, 15-Francesco Acerbi, 4-Leonardo Spinazzola; 18-Nicolo Barella (12-Matteo Pessina), 8-Jorginho, 6-Marco Verratti (5-Manuel Locatelli); 11-Domenico Berardi (14-Federico Chiesa), 17-Ciro Immobile (9-Andrea Belotti), 10-Lorenzo Insigne (16-Bryan Cristante).

Pelatih: Roberto Mancini.

Austria (4-2-3-1): 13-Daniel Bachmann; 21-Stefan Lainer (16-Christopher Trimmel), 3-Aleksandar Dragovic, 4-Martin Hinteregger, 8-David Alaba; 23-Xaver Schlager (11-Michael Gregoritsch), 10-Florian Grillitsch (17-Louis Schaub); 24-Konrad Laimer (6-Stefan Ilsanker), 9-Marcel Sabitzer, 19-Christoph Baumgartner (18-Alessandro Schoefp); 7-Marko Arnautovic (25-Sasa Kalajdzic).

Pelatih: Franco Foda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

David Alaba: Lawan Italia, Apa Pun Bisa Terjadi

gamespool
David Alaba: Lawan Italia, Apa Pun Bisa Terjadi 17

Football5Star.com, Indonesia – Bintang timnas Austria, David Alaba, tak mau langsung menyerah lawan Italia di babak 16 besar Euro 2020. Menurut Alaba, apa pun masih bisa terjadi di sepak bola.

Austria akan berhadapan dengan salah satu tim unggulan juara, Italia, Minggu (27/8/21). Menurut Alaba ini merupakan laga spesial karena ini pertama kalinya Austria bermain di babak 16 besar Euro.

“Ini adalah pertandingan spesial dan kami ingin melakukannya dengan baik. Saya telah menang di Wembley, jadi saya memiliki kenangan yang sangat bagus tentang stadion ini. Saya mengharapkan pertandingan yang luar biasa dan saya ingat atmosfer dari Final Liga Champions, tetapi besok akan menjadi spesial untuk Austria dan kami tidak sabar untuk ke sana,” ucap David Alaba seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

david alaba
@iF2is

Alaba melanjutkan, “Saya tidak perlu memberi tahu para pemain bagaimana memperlakukan situasi tertentu. Beberapa orang mungkin meminta saran kepada saya, tetapi kami memiliki pemain lain yang telah bermain di level ini dan saya tidak khawatir. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, bagi Austria untuk memainkan Babak 16 Besar di Euro melawan Italia.”

Austria tentu saja sangat tidak diunggulkan pada laga ini. Apalagi mereka sudah lama tak pernah menang melawan Italia. Menurut statistik dari Transfermarkt, terakhir kali Austria menang melawan Italia, itu terjadi di tahun 1960. Namun Alaba yakin apa pun bisa terjadi.

“Kekuatan kami adalah kolektif. Tentu saja, kami memiliki beberapa pemain dengan kualitas hebat, tetapi kekuatan kami adalah mengetahui bagaimana membawa semangat tim di lapangan,” kata David Alaba.

Dia melanjutkan, “Kami harus terus bermimpi besar, ayo pergi ke London untuk melanjutkan mimpi ini. Tidak akan mudah melawan Italia, kami telah melihat sepak bola yang dipertunjukkan oleh tim (Roberto) Mancini dalam beberapa bulan terakhir. Tapi, dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marko Arnautovic Ingin Hentikan Rekor Clean Sheet Italia

gamespool
Marko Arnautovic Ingin Hentikan Rekor Clean Sheet Italia 21

Football5star.com, Indonesia – Bintang Austria, Marko Arnautovic, memiliki ambisi untuk menghentikan rekor clean sheet milik timnas Italia. Kokohnya pertahanan Gli Azzurri sama sekali tak membuat Arnautovic gentar.

Italia sedang berada dalam performa terbaiknya. Mereka mencatat rekor tak terkalahkan dalam 30 pertandingan terakhir. Tak cuma itu, gawang skuat besutan Roberto Mancini juga tak kebobolan dalam 11 pertandingan terakhirnya.

“Orang-orang mungkin tak memberikan kami kesempatan besar karena Italia berhasil mencatat 11 clean sheet beruntun. Tapi, hal tersebut tidak memiliki arti penting buat kami,” ujar Marko Arnautovic dikutip football5star dari laman Daily Mail.

Marko Arnautovic - Italia - Eurosport
Eurosport

“Kami menghadapi tim yang dihuni pemain-pemain luar biasa. Selain itu, mereka juga ditangani pelatih kelas dunia dalam sosok Roberto Mancini. Statistik mereka dalam beberapa laga terakhir memang luar biasa. Tapi, laga nanti hanya akan berjalan selama 90 menit dan kami tak boleh takut,” sambung Arnautovic.

Lebih lanjut, Arnautovic juga merasa mengagumi solidnya permainan Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Ia sangat terkesan akrena Chiellini dan Bonucci masih bisa tampil di level tertinggi meski sudah tak lagi muda.

“Apa yang dicapai Chiellini dan Bonucci sebagai sebuah unit sangat luar biasa. Tapi, saya tidak takut dengan solidnya pertahanan mereka. Ini adalah laga yang sangat penting untuk timnas Austria.”

“Menjadi salah satu tim peserta babak 16 besar Euro 2020 merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami semua,” tandas Arnautovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Italia vs Austria

cover Italia vs Austria
Prediksi: Italia vs Austria 29
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Italia 2-0 Austria
Predictz
 Italia 1-0 Austria
Football Predictions
Italia 3-1 Austria
FOOTBALL5STAR
Italia 2-0 Austria

 

Stadion Wembley, Minggu (27/6/2021) Pukul 02.00 WIB (Mola, RCTI, INews)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji di babak 16 besar Euro 2020 yang mempertemukan Italia vs Austria. Gli Azzurri jelas sangat diunggulkan di laga ini. Pertandingan Italia vs Austria ini akan diadakan di stadion Wembley, London.

Italia tampil luar biasa dengan menjadi tim pertama dalam sejarah Euro yang bisa menyapu bersih semua laga di grup dengan kemenangan sekaligus tidak pernah kebobolan. Giorgio Chiellini masih diragukan bermain, tapi tanpa dia pun lini pertahanan Italia tetap solid. Tapi Azzurri harus membiasakan diri karena ini pertama kalinya mereka tidak bermain di depan publik sendiri.

Sedangkan Austria, ya mereka bisa mengalahkan Makedonia Utara dan Ukraina. Namun saat melawan tim unggulan, Belanda, David Alaba cs kalah dengan mudah 2-0 dan bahkan hanya mencatatkan satu tembakan ke gawang di laga itu. Bisa dibilang butuh “keajaiban” untuk Austria bisa mengejutkan Italia, apalagi pencetak gol terakhir mereka, Christoph Baumgartner diragukan tampil setelah ditarik keluar pada babak pertama lawan Ukraina.

REKOR PERTEMUAN
head to head Italia vs Austria
Prediksi: Italia vs Austria 30
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Italia vs Austria
Prediksi: Italia vs Austria 31
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Italia menang di 13 laga terakhirnya di Euro termasuk kualifikasi
  • Italia mencatatkan 6 cleansheet dari 7 laga terakhirnya di Euro termasuk kualifikasi.
  • Italia tak terkalahkan di 30 laga terakhir di semua kompetisi.
  • Italia selalu menang di 11 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Italia mencatatkan 11 cleasheet dari 11 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Austria tak pernah menang melawan Italia di 13 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Terakhir Austria menang melawan Italia terjadi di laga uji coba pada tahun 1960.
  • Ini merupakan pertemuan pertama mereka di kompetisi resmi sejak Piala Dunia 1998.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Roberto Mancini dan Franco Foda belum pernah bertemu sebelumnya.
  • Mancini belum pernah melawan Austria, begitu juga Foda belum pernah melawan Italia.
WASIT
  • Laga Italia vs Austria akan dipimpin oleh wasit asal Inggris, Anthony Taylor.
  • Taylor sudah memimpin 2 laga Euro 2020 dengan catatan 4 kartu kuning.
  • Rekor Italia saat diwasiti Taylor: 3 laga, 1 menang, 1 imbang dan 1 kalah.
  • Ini pertama kalinya Austria diwasiti oleh Taylor.
PEMAIN KUNCI

Italia

Top Scorer: Ciro Immobile, Manuel Locatelli (2 gol)
Top Assist: Ciro Immobile, Marco Verratti, dan 3 pemain lainnya (1 assist)
Top Rating: Marco Verratti (8,56)

Austria

Top Scorer: Marko Arnautovic dan 3 pemain lainnya (1 gol)
Top Assist: David Alaba (2 assist)
Top Rating: Michael Gregoritsch (7,13)

*Statistik di Euro 2020 Berdasarkan WhoScored

BERITA KEDUA TIM

Italia: Lorenzo Pellegrini cedera. Giorgio Chiellini, Alessandro Florenzi diragukan.
Austria: Martin Hinteregger, Christoph Baumgartner, Konrad Laimer, Julian Baumgartinger, Valentino Lazaro, diragukan.

PRAKIRAAN FORMASI
line up Italia vs Austria 1
Prediksi: Italia vs Austria 32

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marko Arnautovic: Saya Tak Takut Melawan Pertahanan Italia

gamespool
Marko Arnautovic: Saya Tak Takut Melawan Pertahanan Italia 36

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Austria, Marko Arnautovic, tak gentar untuk menghadapi Italia di babak 16 besar Euro 2020, Minggu (27/6/21). Arnautovic tak peduli dengan rekor pertahanan Italia.

Austria akan berhadapan dengan Italia yang sudah 11 laga beruntun tak kebobolan. Tapi Arnautovic menyebut apa pun bisa terjadi dalam 90 menit pertandingan.

“Orang mungkin membuatnya tampak buruk ketika mereka mengatakan bahwa Italia telah mencatatkan 11 clean sheet berturut-turut, tetapi itu tidak masalah bagi kami. Kami harus memainkan sepak bola kami,” kata Marko Arnautovic seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Marko Arnautovic Saya Tak Takut Melawan Pertahanan Italia
Juventus News 24

Mantan pemain Inter itu melanjutkan, “Kami menghadapi tim yang luar biasa, kelas dunia, Anda hanya perlu melihat di mana pemain mereka berada di level klub. Pelatih Roberto Mancini juga kelas dunia. Statistik tim Italia mengatakan semuanya, tetapi ini hanya satu pertandingan, itu berlangsung selama 90 menit dan kami tidak perlu takut.”

Giorgio Chiellini sendiri diyakini masih belum fit untuk bermain. Francesco Acerbi diperkirakan akan berduet dengan Leonardo Bonucci di lini pertahanan.

“Apa yang dicapai Chiellini dan Bonucci bersama-sama dan berapa lama mereka bermain sebagai satu kesatuan sungguh luar biasa. Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak takut. Ini adalah pertandingan yang sangat, sangat penting, tidak masalah apakah Anda berusia 20, 25 atau 32 tahun,” ujar Marko Arnautovic.

Dia melanjutkan, “Berada di babak 16 besar turnamen seperti ini benar-benar momen besar bagi Austria.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

David Alaba Kirim Ancaman kepada Timnas Ukraina

gamespool
David Alaba Kirim Ancaman kepada Timnas Ukraina 40

Football5star.com, Indonesia – David Alaba memastikan Austria bakal tampil habis-habisan pada partai penutup grup C Euro 2020 melawan Ukraina malam nanti. Alaba mengatakan Austria tak mau bermain aman dan siap bekerja keras demi memetik tiga poin.

Ukraina menjadi lawan pamungkas yang dihadapi Austria di babak grup Euro 2020. Laga tersebut rencananya akan digelar di Arena Nationala, Bucharest pada Senin (21/2) malam WIB.

“Laga nanti merupakan pertandingan final buat kami. Tentu saja kami tahu laga nanti tidak akan berjalan mudah. Tapi, kami datang ke Bucharest dengan target meraih poin penuh,” ujar David Alaba dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

david alaba - ukraina
Archysport

Lebih lanjut, Alaba juga memiliki ambisi besar untuk mencetak sejarah bersama timnas Austria. Ia ingin membawa Austria melaju ke babak gugur Piala Eropa untuk pertama kalinya.

“Kami tentu ingin menciptakan sejarah bersama tim nasional. Ambisi tersebut membuat pertandingan nanti memiliki arti yang sangat penting.”

“Kami tahu tim nasional Austria tak pernah melaju ke babak gugur Piala Eropa. Kami menyadari hal tersebut dan mematok target untuk mengamankan satu tempat di babak 16 besar Euro 2020,” tandas Alaba.

Austria saat ini duduk di peringkat ketiga grup C dengan perolehan empat poin. Mereka akan melaju ke babak 16 besar Euro 2020 apabila berhasil mengalahkan Ukraina di laga nanti. Andai cuma mampu memetik satu poin, skuat besutan Franco Foda hanya bisa berharap lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Ukraina vs Austria

Prediksi Euro 2020: Ukraina vs Austria
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Ukraina 0-0 Austria
Predictz
Ukraina 1-1 Austria
WhoScored
Ukraina 1-0 Austria
FOOTBALL5STAR
Ukraina 2-0 Austria
Arena Nationala, Senin (20/6/2021) Pukul 23.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Austria dan Ukraina bakal berusaha memperebutkan tiket ke babak 16 besar Euro 2020 sebagai perwakilan grup C. Laga Ukraina vs Austria rencananya akan digelar di Arena Nationala, Bucharest, pada Senin (20/6) malam WIB.

Ukraina dan Austria sama-sama memiliki koleksi tiga poin berkat kemenangan atas Makedonia Utara. Hal tersebut mereka memiliki peluang yang sama-sama besar untuk menemani Belanda sebagai perwakilan grup C di babak 16 besar.

Di atas kertas, kedua tim memiliki kekuatan yang berimbang. Namun, Ukraina memiliki kepercayaan yang lebih tinggi karena berhasil memetik kemenangan di pertandingan terakhir. Sementara, Austria menelan kekalahan atas Belanda pada pekan kedua Euro 2020.

Kedua tim memiliki rekor head to head yang cukup berimbang. Kedua tim sama-sama saling mengalahkan dalam dua pertemuan. Football5star memprediksi Ukraina akan meraih kemenangan dengan skor 2-0 dan finis sebagai runner up grup C.

REKOR PERTEMUAN

head to head Ukraina vs Austria

TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Ukraina vs Australia
Prediksi: Ukraina vs Austria 48
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Austria dan Ukraina sama-sama belum mencetak clean sheet dalam dua laga Piala Eropa 2020.
  • Austria hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Austria mencetak tiga gol dan tiga kali kebobolan di Piala Eropa 2020.
  • Ukraina memetik tiga kemenangan dan cuma sekali kalahan dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Ukraina mencetak empat gol dan kebobolan empat kali di Piala Eropa 2020.
PELATIH
  • Partai Ukraina vs Austria kali ini merupakan pertemuan pertama antara Andriy Shevchenko dengan Franco Foda.
  • Shevchenko belum pernah menghadapi Austria.
  • Foda belum pernah menghadapi Ukraina.
WASIT
  • Partai Ukraina vs Austria kali ini akan dipimpin oleh wasit senior asal Turki, Cuneyt Cakir.
  • Dalam 34 partai yang ia pimpin selama satu tahun terakhir, Cakir mengeluarkan 119 kartu kuning, enam kartu merah dan memberikan 18 penalti.
  • Rekor Ukraina ketika diwasiti Cakir: dua menang, dua imbang, satu kalah.
  • Rekor Austria ketika diwasiti Cakir: satu menang, satu imbang, satu kalah.
PEMAIN KUNCI
UKRAINA:

Top Skorer: Andriy Yarmolenko dan Roman Yaremchuk (@2 gol)
Top Assist: Andriy Yarmolenko, Roman Yaremchuk, Oleksandr Karavaev dan Ruslan Malinovskyi (@1 assist)
Top Rating: Andriy Yarmolenko (7,70)

AUSTRIA:

Top Assist: Stefan Lainer, Marko Arnautovic dan Michael Gregoritsch (@1 gol)
Top
Assist: Marcel Sabitzer, David Alaba dan Konrad Laimer (@1 assist)
Top Rating:
 Stefan Lainer (7,16)

Statistik di Euro 2020 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Ukraina: Oleksandr Zubkov diragukan.
  • Austria: Tidak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Ukraina vs Austria

David Alaba Merasa Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Austria

gamespool
David Alaba Merasa Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Austria 52

Football5star.com, Indonesia – David Alaba merasa sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kekalahan Austria di markas Belanda pada Jumat (18/2) dinihari WIB. Kesalahan fatal Alaba membuat De Oranje berhasil mengontrol jalannya pertandingan dinihari tadi.

Belanda berhasil membuka keunggulan atas Austria ketika laga berjalan sepuluh menit melalui penalti Memphis Depay. Penalti tersebut diberikan kepada De Oranje setelah Alaba melanggar Denzel Dumfries di dalam kotak penalti. Gol kedua Belanda dicetak oleh Dumfries di babak kedua.

“Kami tidak menunjukkan performa yang baik di lini depan sepanjang pertandingan. Saya juga merasa bertanggung jawab atas kekalahan ini karena memberikan penalti kepada Belanda,” tutur David Alaba dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

DAvid Alaba - Austria - uefa. com 2
uefa.com

Meski menelan kekalahan, Austria tetap memiliki peluang menemani Belanda sebagai perwakilan grup C di babak 16 besar. Untuk bisa mencapai hal tersebut, skuat besutan Franco Foda wajib memetik kemenangan ketika menghadapi Ukraina pada partai pamungkas pekan depan.

Selain Austria, tiket ke babak 16 besar juga menjadi bidikan utama Ukraina. Skuat besutan Andriy Shevchenko berpeluang melaju ke fast gugur setelah memetik kemenangan atas Makedonia Utara, Kamis (17/6) malam WIB.

Rencananya, kedua tim akan menghadapi partai hidup-mati pada 21 Juni mendatang. Laga tersebut bakal dihelat di Arena Nationala, Bucharest, Romania.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Belanda vs Austria: Denzel Dumfries Antar De Oranje ke 16 Besar

gamespool
Belanda vs Austria: Denzel Dumfries Antar De Oranje ke 16 Besar 56

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan atas Austria pada Jumat (18/6) dinihari WIB membuat Belanda menjadi tim ketiga yang lolos ke babak 16 besar Euro 2020. Partai Belanda vs Austria berakhir dengan skor 2-0 berkat gol Memphis Depay dan Denzel Dumfries.

Belanda langsung mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal. Belum genap 10 menit laga berjalan, De Oranje mendapat hadiah penalti setelah Denzel Dumfries dilanggar David Alaba. Memphis Depay yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Belanda unggul satu gol.

Pada menit ke-24, Depay nyaris menggandakan keunggulan. Ia memanfaatkan kesalahan Alaba dan langsung berlari ke arah gawang. Namun, kali ini sepakan Depay gagal menemui sasaran. Selepas peluang Depay, giliran Austria yang balik menyerang dan mengontrol tempo pertandingan.

Asyik menyerang, Austria malah nyaris kecolongan. Pada menit ke-40, Depay mendapat peluang emas setelah menerima umpan tarik Wout Weghorst. Tapi, sepakan Depay dari jarak dekat malah melambung jauh di atas gawang Daniel Bachmann. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Belanda vs Austria - Euro 2020 - uefa. com - denzel dumfries
uefa.com

Austria mengawali babak kedua dengan baik. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan dan terus berusaha membongkar rapatnya lini pertahanan Belanda. Namun, Austria kesulitan menciptakan peluang berarti dalam 15 menit pertama babak kedua.

Pada menit ke-61, Belanda hampir menggandakan keunggulannya melalui Stefan de Vrij. Namun, sundulan De Vrij yang memanfaatkan umpan Weghorst bisa diblok Bachmann dengan baik.

Belanda akhirnya berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Donyell Malen berhasil lolos dari perangkap off-side dan langsung memberikan bola kepada Dumfries yang kemudian langsung menceploskan bola ke gawang Austria tanpa kesulitan berarti.

Gol Dumfries membuat Belanda semakin jalan mengontrol jalannya tempo permainan. Mereka berhasil membendung serangan-serangan Austria dan mempertahankan keunggulan hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Belanda mengikuti langkah Italia dan Belgia yang sudah terlebih dahulu lolos ke babak 16 besar.

SUSUNAN PEMAIN BELANDA VS AUSTRIA:

Belanda: 1-Maarten Stekelenburg; 3-Matthijs de Ligt, 6-Stefan de Vrij, 17-Daley Blind (4-Nathan Ake 64′); 22-Denzel Dumfries, 15-Marten de Roon (16-Ryan Gravenberch 74′), 21-Frenkie de Jong, 12-Patrick van Aanholt (5-Owen Wijndal 65′); 8-Gini Wijnaldum; 19-Wout Weghorst (18-Donyell Malen 65′), 10-Memphis Depay (9-Luuk de Jong 82′)

Pelatih: Frank de Boer

Austria: 13-Daniel Bachmann; 3-Aleksandar Dragovic (15-Philipp Leinhart 84′), 8-David Alaba, 4-Martin Hinteregger; 21-Stefan Lainer, 23-Xaver Schlager (20-Karim Onisiwo 84′), 19-Christoph Baumgartner (22-Valentino Lazaro 70′), 24-Konrad Laimer (10-Florian Grillitsch 62′), 2-Andreas Ulmer; 9-Marcel Sabitzer, 11-Michael Gregoritsch (25-Sasa Kalajdzic 62′)

Pelatih: Franco Foda

Kartu Kuning: De Roon 14′ – Alaba 11′, Bachmann 68′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Selebrasi Marko Arnautovic Berbuntut Panjang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Marko Arnautovic buka suara soal selebrasi gol yang ia lakukan di pertandingan melawan Makedonia Utara EURO 2020 yang berlangsung di Arena Națională, Senin (14/6/2021).

Marko Arnautovic yang mencetak gol ketiga Austria merayakannya dengan mengumpat kalimat rasis, “Jebem sam ti majku Šiptarsku”. Kalimat ini mengandung arti merendahkan untuk kelompok etnis Albania. Makedonia Utara sendiri memiliki mayoritas warga beretnis Albania.

Marko Arnautovic Mohon Maaf Atas Selebras

Arnautovic pun dituding rasis. Menanggapi hal tersebut, Marko Arnautovic menyebut bahwa dirinya bukanlah seorang rasis. Meski ia tak menampik mengucapkan kalimat tersebut.

“Ada beberapa kata-kata tak pantas dalam permainan kemarin yang saya ingin meminta maaf. Saya bukanlah seorang rasis,” tulis Arnautovic di akun Instagram pribadinya, Selasa (15/6).

“Saya meminta maaf untuk teman-teman di Makedonia Utara dan Albania. Saya punya teman di hampir setiap negara dan saya mendukung keragaman. Semua orang yang mengenal saya tahu itu,” ungkapnya.

David Alaba, kapten Austria saat selebrasi tersebut sempat mencekik mulut Arnautovic. Alaba mengungkapkan bahwa ucapan yang dikeluarkan rekannya itu hanya bentuk emosi sesaat karena tidak bermain 90 menit.

“Jelas bahwa dia tidak 100 persen puas, kami para pemain selalu ingin bermain. Namun, anda sudah melihat karakter dia seperti apa,” ungkap pemain Real Madrid tersebut.

Sementara itu, pihak Makedonia Utara dikabarkan akan meminta UEFA untuk menyelidiki insiden ini. Federasi sepak bola Makedonia Utara juga mengutuk keras atas selebrasi Arnautovic.

“Federasi sepak bola Makedonia mengutuk keras ledakan nasionalisme pemain Austria, Marko Arnautovic. Pada saat yang sama kami sudah mengirim surat resmi ke UEFA agar tindakan itu diberi hukuman berat,” tulis pernyataan resmi PSSI-nya Makedonia Utara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Peta Persaingan Grup C EURO 2020: Pembuktian De Boer dan Potensi Kejutan

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – EURO 2020 memang menyisakan 10 hari lagi. Tapi pertarungan di Grup C baru akan dimulai pada 13 Juni mendatang.

Grup C bisa dikatakan sebagai salah satu grup termudah. Sebab di sana ada Belanda, Austria, Ukraina, dan tim debutan Makedonia Utara.

Di atas kertas, Belanda jadi jaminan untuk melenggang ke perempat final. Posisi sebagai juara grup juga sangat memungkinkan diraih.

Kendati demikian, De Oranje tetap tak boleh jemawa. Sebab perjalanan mereka belakangan ini tidaklah mulus.

Sejak ditukangi Frank de Boer, Memphis Depay dkk kurang menjanjikan. Padahal sebelumnya bersama Ronald Koeman mereka tampil digdaya hingga menembus final European Nations League.

Belanda bahkan sempat dipermalukan Turki 2-4 Maret lalu. Mereka baru bangkit kala menghadapi tim semenjana seperti latvia serta Gibraltar. Dengan catatan kurang memuaskan ini, Euro 2020 jadi pembuktian Frank de Boer.

Di balik itu semua, Frank de Boer patut bersyukur karena timnya punya catatan apik menghadapi calon lawan di Grup C. Hanya Austria yang pernah mengalahkan mereka. itu pun sudah terjadi 31 silam.

Sedangkan di enam laga pamungkasnya De Oranje selalu mencatatkan kemenangan. Adapun kala bersua Ukraina dan Makedonia Utara tak sekali pun mereka tersentuh kekalahan.

Kendati demikian, tetap saja Belanda harus waspada. Terlebih dengan Ukraina yang performanya terus menanjak sejak ditukangi Andriy Shevchenko. Sepanjang kualifikasi, mereka tidak pernah kalah, yang mana enam laga di antaranya berhasil dimenangkan.

Menanti Kejutan Makedonia Utara

Dari keempat tim yang menghuni Grup C, Makedonia Utara mungkin yang paling lemah. Maklum saja, ini pertama kalinya mereka lolos ke turnamen resmi.

Bahkan dari 24 tim peserta, hanya Makedonia Utara yang baru merasakan Euro pertamanya. Selain itu, jalan Goran Pandev menembus fase grup juga tidak mudah.

Untuk lolos, negara yang tadinya bernama Makedonia harus melalui babak play-off. Mereka kemudian lolos usai mengalahkan Kosovo dan Georgia di semifinal dan final.

Walau jadi debutan, negara berperingkat 65 FIFA siap memberikan kejutan. Anak asuh Igor Angelovski ingin membuktikan bahwa keberadaan di Euro 2020 bukan sebuah kebetulan.

Sejauh ini, peluang membuat kejutan terbuka lebar. Apalagi performa Makedonia Utara usai babak kualifikasi kian meningkat.

Yang paling mengejutkan pastilah ketika Goran Pandev dan kolega mempermalukan Jerman di kualifikasi Piala Dunia. Tandang ke MSV Arena, mereka menancapkan luka untuk tuan rumah lewat kemenangan 2-1.

Modal Makedonia Utara juga ada di skuat yang dimiliki. Pelatih Igor Angelovski dianugerahi pemain-pemain yang telah mapan di kompetisi elit Eropa.

Ya, kendati negara kecil dan tidak punya sejarah mentereng di sepak bola, pemain-pemain Makedonia saat ini sudah tersebar di Premier League, LaLiga, serta Serie A.

Nama yang paling harum tentu saja sosok veteran dalam diri Goran Pandev. Sudah sedekade lebih dia berkiprah di Serie A. Selebihnya Igor Angelovski memiliki Ezgjan Alioski yang bermain di Leeds United, Eljif Elmas andalan Napoli, serta winger milik Levante, Enis Bardhi.

PREDIKSI AKHIR
PosisiTimMenangSeriKalahNilai
1Belanda2107
2Ukraina2016
3Makedonia Utara1215
4Austria1123
PROFIL PESERTA

BELANDA

belanda soccer laduma
soccer laduma

Belanda menatap Euro 2020 dengan percaya diri tinggi. Pelatih Frank de Boer memang tidak ingin muluk-muluk di ajang resmi pertamanya sebagai nakhoda. Namun, ia memastikan akan memberikan yang terbaik.

“Kami tentu ingin mencapai prestasi terbaik. Tapi untuk bisa melakukan itu semuanya harus berjalan dengan lancar. Prancis, Belgia, dan Spanyol tiga tim favorit. Saya rasa kami akan melaju hingga perempat final atau semifinal” kata De Boer kepada Algemeen Dalgblad.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB)
Julukan Timnas: De Oranje
Pelatih: Frank de Boer
Kapten: Giorginio Wijnaldum
Pemain Kunci: Giorginio Wijnaldum, Memphis Depay, Frenkie de Jong, Stefan de Vrij (Max: 7 pemain)
Prestasi Terbaik di EURO: Juara (1988)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner Up Grup C (6 menang, 1 seri, 1 kalah)


UKRAINA

ukraina alamy
alamy

Peluang lolos Ukraina dari Grup C cukup terbuka. Mereka tampil apik selama babak kualifikasi. Apalagi Andriy Shevchenko ingin dikenang bukan hanya sebagai pemain legendaris. Tapi juga pelatih legenda.

”Saya telah memenuhi janji. Pelajaran selama tahun ini selalu saya pegang, saya evaluasi, dan saya sekarang melihat singa sejati di lapangan yang siap tampil habis-habisan di Euro 2020,” kata Shevchenko kepada Sky Sports

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Ukrainian Association of Football (UAF)
Julukan Timnas: The Main Team
Pelatih: Andriy Shevchenko
Kapten: Andriy Pyatov
Pemain Kunci: Ruslan Malinovski, Oleksandr Zinchenko, Andriy Yarmolenko,
Prestasi Terbaik di EURO: Fase Grup
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup B (6 menang, 2 seri, 0 kalah)


AUSTRIA

austria
Bild

Peluang Austria untuk lolos tergolong berat. Tapi mereka memiliki deretan pemain bintang yang malang melintang di Bundesliga. Dengan deretan pemain yang dimiliki tetangga Jerman siap tampil menyerang di Euro 2020.

“Kami memiliki banyak pemain yang jadi pilihan utama di klub Bundesliga Jerman. Kami mampu memainkan dua atau tiga sistem. Kami ingin menyerang lawan lebih awal, memenangkan bola, dan bermain cepat ke depan,” kata Frando Foda kepada World Soccer.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Österreichischer Fußball-Bund (OFB)
Julukan Timnas: Das Team
Pelatih: Franco Foda
Kapten: Julian Baumgartlinger
Pemain Kunci: David Alaba, Julian Baumgartliger, Marcel Sabitzer, Marco Arnautovic
Prestasi Terbaik di EURO: Fase Grup
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner Up Grup G (6 menang, 1 seri, 3 kalah)


MAKEDONIA UTARA

makedonia utara 1
Macedonian Football

Tidak ada target tinggi yang dibebankan pada Makedonia Utara. Sebagai tim debutan di Euro, mereka hanya diharapkan memberikan yang terbaik di lapangan.

“Ini momen bersejarah bagi Makedonia Utara, berpartisipasi untuk pertama kalinya di turnamen ini. Pemain berhak mendapat semua pujian dan apa pun yang terjadi kami harus menunjukkan level terbaik kami,” ujar Angelovski kepada World Soccer.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Football Federation of Macedonia (FFM)
Julukan Timnas: Lions
Pelatih: Igor Angelovski
Kapten: Goran Pandev
Pemain Kunci: Goran Pandev, Ezgjan Alioski, Eljif Elmas
Prestasi Terbaik di EURO: Debutan
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Peringkat 3 Grup G (4 menang, 2 seri, 4 kalah)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Inggris vs Austria: Bukayo Saka Gemilang, The Three Lions Menang

gamespool
Inggris vs Austria: Bukayo Saka Gemilang, The Three Lions Menang 68

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada laga uji coba jelang Euro 2020 yang mempertemukan Inggris vs Austria. The Three Lions menang 1-0 lewat gol dari Bukayo Saka.

Inggris punya peluang pertama dari Trent Alexander-Arnold setelah mendapat umpan panjang dari Jude Bellingham. Tapi penyelesaiannya melebar.

Bukayo Saka beberapa kali merepotkan Austria. Pada menit ke-21, dia melepaskan tendangan voli keras, tapi melebar dari gawang Daniel Bachman.

Harry Kane dapat peluang emas pertamanya pada menit ke-30. Dia mendapatkan umpan dari Jack Grealish, tapi kiper Bachman melakukan penyelamatan gemilang.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Akhirnya Inggris mencetak gol pada menit ke-57. Bukayo Saka yang memang tampil apik sepanjang laga berhasil mencetak gol. Lewat serangan balik, Harry Kane memberi umpan ke Jesse Lingard yang langsung mengoper ke Jack Grealish. Bola gagal disentuh oleh Grealish, tapi Saka berhasil menyambar bola dan masuk ke gawang. Ini adalah gol pertama Saka untuk Inggris.

Austria punya peluang terbaiknya apda menit ke-65. Sasa Kalajdzic memberi umpan ke Marcel Sabitzer. Pemain RB Leipzig itu lalu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi membentur mistar gawang.

Tak ada tambahan gol tercipta di sisa babak. Laga Inggris vs Austria berakhir dengan skor 1-0.

Susunan Pemain Inggris vs Austria

Inggris (4-3-3): 1-Jordan Pickford; 22-Trent Alexander-Arnold, 16-Conor Coady, 5-Tyron Mings (Ben Godfrey) 12-Kieran Trippier; 7-Jack Grealish (Ben White), 4-Declan Rice (James Ward-Prowse), 26-Jude Bellingham; 14-Jesse Lingard (Ollie Watkins), 9-Harry Kane (Dominic Calvert-Lewin), 25-Bukayo Saka.

Pelatih: Gareth Southgate.

Austria (3-5-2): 13-Daniel Bachmann; 3-Aleksandar Dragovic, 4-Martin Hinteregger, 26-Marco Friedl; 21-Stefan Lainer (Christopher Trimmel), 19-Christoph Baumgartmer (Louis Schaub). 24-Konrad Laimer (Florian Grilitsch), 23-Xaver Schlager (Julian Baumgartlinger), 8-David Alaba (Alessandro Schoepf); 9-Marcel Sabitzer, 25-Sasa Kaljdzic (Michael Gregoritsch).

Pelatih: Franco Foda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wales dan Austria Promosi ke UEFA Nations League A

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Akhir fase grup bukan hanya memastikan empat tim yang akan memperebutkan trofi juara. Akhir fase grup juga memastikan tim-tim yang promosi dan degradasi. Dua dari empat tim yang dipastikan meramaikan UEFA Nations League A 2022-23 adalah timnas Wales dan Austria.

Wales yang diperkuat Gareth Bale memastikan promosi ke UEFA Nations League A setelah menjalani “final” melawan Finlandia pada matchday VI Grup 4 UEFA Nations League B. Kemenangan 3-1 membuat mereka unggul 4 poin dari sang pesaing terdekat.

Hal serupa dialami Austria. Bahkan, David Alaba cs. lolos secara dramatis. Menghadapi Norwegia yang sama-sama berpeluang promosi, tim asuhan Franco Foda tertinggal 0-1 pada menit ke-61. Beruntunglah, mereka mampu menyamakan kedudukan jadi 1-1 pada injury time lewat gol Adrian Grbic.

Hasil imbang itu membuat Austria promosi ke UEFA Nations League A dengan keunggulan 3 poin atas Norwegia. Mereka menuai 13 poin, sementara sang seteru hanya 10 poin.

Selain Wales dan Austria, dua tim lain yang promosi ke UEFA Nations League A adalah Rep. Cheska dan Hungaria. Rep. Cheska meraih tiket promosi pelupuk mata Skotlandia. Vladimir Darida cs. menang 3-1 atas Slowakia, sedangkan Skotlandia imbang 1-1 dengan Israel.

Tiga Tim kembali ke UEFA Nations League B?

Kepastian meraih tiket promosi membuat Wales, Austria, Rep. Cheska, dan Hungaria menggeser empat tim lain di UEFA Nations League A. Saat ini, tiga tim sudah dinyatakan terdegradasi ke UEFA Nations B. Mereka adalah Bosnia & Herzegovina, Islandia, dan Swedia yang finis sebagai juru kunci di grup masing-masing.

Ukraina akan terdegradasi ke UEFA Nations League B andai dinyatakan kalah WO dari Swiss.
Getty Images

Satu tim lain yang terdegradasi akan ditentukan melalui sidang Komite Etik UEFA. Mereka akan menentukan nasib laga Swiss vs Ukraina yang batal digelar karena tim asuhan Andriy Shevchenko dihantam badai COVID-19.

Saat ini, Swiss berada di posisi juru kunci dengan 3 poin, sedangkan Ukraina di posisi ke-3 dengan 6 poin. Namun, andai dinyatakan kalah WO dengan skor 0-3, Ruslan Malinoskyi cs. yang akan terdegradasi ke UEFA Nations League B. Pasalnya, mereka hanya menang 2-1 pada pertemuan pertama.

Andai terdegradasi, Ukraina bersama Bosnia & Herzegovina dan Swedia harus kembali ke UEFA Nations League B. Pada 2018-19, ketiga tim itu berhasil promosi setelah memuncaki grup masing-masing.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alfred Riedl Meninggal Dunia, Begini Reaksi Publik Sepak Bola Austria

gamespool
Alfred Riedl Meninggal Dunia, Begini Reaksi Publik Sepak Bola Austria 75

Football5star.com Indonesia – Kabar wafatnya Alfred Riedl turut mengundang reaksi dari otoritas sepak bola Austria. Presiden Asosiasi Sepak Bola Austria (OFB), Leo Windtner, mewakili untuk menyampaikan belasungkawa untuk kabar duka itu.

Meski populer di kawasan Asia Tenggara, pria yang wafat pada usia 70 tahun itu memang dikenal juga sebagai legenda sepak bola Austria. Tercatat, dia sempat mengoleksi beberapa caps untuk timnas Austria sejak level usia 18 tahun sampai senior.

Dalam curriculum vitae-nya, Riedl juga tak cuma pernah melatih timnas Austria. Banyak tim yang sudah pernah merasakan tangan dinginnya. Termasuk tiga negara di Asia Tenggara, Vietnam, Laos, dan Indonesia.

Alfred Riedl timnas Indonesia -EPA
EPA

“Alfred Riedl adalah pemain yang brilian pada masanya. Dia juga pernah bertugas bersama tim nasional Austria. Dia melakukan pekerjaan hebat sebagai pelatih di luar negeri,” ucap Presiden OFB (Österreichischer Fußball-Bund), Leo Windtner, dikutip Football5star.com dari Kurier.

Kabar meninggalnya Riedl memang menyebar dengan cepat, khususnya di Indonesia. Kabar duka itu pertama kali diungkapkan oleh media Austria, Kurier.

“Berduka untuk mantan pelatih timnas Austria Alfred Riedl. Pria Austria itu meninggal pada usia 70 tahun setelah sakit yang sudah cukup lama,” tulis Kurier dalam pemberitaannya, Selasa (8/9/2020).

Kini, Alfred Riedl telah pergi meninggalkan sederet kenangan untuk Austria, Vietnam, dan Indonesia. Jadi, atas nama OFB saya mengucapkan terima kasih Riedl untuk apa yang dilakukannya terhadap bola Austria,” bilang Leo Windtner lagi.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tragedi Kecelakaan Khun Vichai Hantui Pemain Leverkusen

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Tragedi Kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa pemilik Leicester City, Khun Vichai Srivaddhanaprabha, dan empat orang lainnya ternyata membekaskan trauma pada diri Aleksandar Dragovic. Saking dihantui kecelakaan maut itu, dia bersumpah tak akan pernah lagi naik heilkopter.

Dragovic mengaku ngeri setiap kali membayangkan kecelakaan helikopter yang menewaskan Khun Vichai itu. Dia pun makin menyadari betapa berharganya hidup dibanding hal-hal lain, termasuk harta.

Aleksandar Dragovic saat memperkuat Leicester City yang dimiliki Khun Vichai.
lcfc.com

“Aku sudah memutuskan untuk diriku sendiri: Aku tak akan pernah naik helikopter lagi sepanjang hidupku. Anda bisa lihat begitu cepat itu terjadi dan dalam kasus ini, uang tak berarti apa-apa,” ucap Dragovic seperti dikutip Football5Star.com dari Heute.

Pemain timnas Austria itu melanjutkan, “Tentu saja, sepak bola itu penting. Namun, pada akhirnya, itu hanyalah sepak bola. Hidup bisa begitu cepat berakhir oleh sakit, kecelakaan mobil, kecelakaan pesawat. Kita belajar menghargai banyak hal setelah tragedi semacam itu dan harus selalu bersyukur.”

Trauma yang dirasakan Dragovic bukan tanpa alasan. Dia tahu betul sosok Khun Vichai. Pasalnya, bek Leverkusen tersebut musim lalu bermain untuk Leicester City. Sedikitnya, dia tahu Khun Vichai sebagai pribadi dan presiden klub.

“Dia orang baik yang melakukan segalanya untuk klub. Dia begitu rajin menyumbang ke berbagai rumah sakit yang merawat anak-anak. Aku sangat terkejut karena tragedi itu justru terjadi pada orang sebaik itu. Sungguh tak bisa dipercaya,” tegas Dragovic lagi.

Semasa memperkuat klub milik Khun Vichai sebagai pemain pinjaman dari Leverkusen, Dragovic tak terlalu sering bermain. Pemain berumur 27 tahun itu hanya 16 kali tampil untuk The Foxes. Itu pun, dia hanya 12 kali tampil sebagai starter dan 9 kali saja turun penuh. Dragovic kalah bersaing dengan Harry Maguire dan para bek lainnya.

[better-ads type=”banner” banner=”156435″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Jerman Dikalahkan Austria, Loew Kecewa Berat

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan 1-2 yang dialami timnas Jerman saat melawan Austria, Minggu (3/6/2018) dinihari WIB, membuat pelatih Joachim Loew kecewa berat. Dia menilai penampilan Manuel Neuer cs. sangat buruk dan mengkhawatirkan.

“Penampilan kami hari ini sangat mengecewakan. Tak ada pemain yang menunjukkan kemauan keras di lapangan. Mereka benar-benar jauh dari yang seharusnya bisa ditampilkan,” ungkap Loew dalam konferensi pers usai laga seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Niklas Suele kerepotan mengawal Marko Arnautovic.
sport1.de

Kepada ZDF di mixed zone, Loew menambahkan satu hal lain yang menjadi sumber kekecewaannya. “Saya kecewa karena kami tak mampu menerapkan banyak hal yang telah direncanakan,” keluh dia.

Atas dasar itu, pelatih berumur 58 tahun itu memberikan peringatan. Neuer dkk. tak perlu koar-koar untuk mempertahankan gelar.

“Jika bermain seperti itu, kami tak punya banyak peluang,” tegas Loew. “Kami perlu memperbaiki beberapa hal dalam waktu 14 hari ke depan.”

Loew pantas berang dan cemas. Kekalahan dari Austria membuat timnas Jerman tak pernah menang dalam lima pertandingan secara beruntun. Sebelumnya, mereka kalah dari Brasil serta seri dengan Spanyol, Prancis, dan Inggris.

Andai tren itu tak bisa diakhiri saat menjamu Arab Saudi pada 8 Juni nanti, anak-anak asuh Loew dipastikan bakal datang ke Rusia dengan beban berat.


TAHUKAH ANDA?

Dalam empat gelaran terakhir, tiga juara bertahan tersingkir di penyisihan grup. Mereka adalah Prancis (2002), Italia (2010), dan Spanyol (2014).

Sempat Ditunda, Jerman Akhirnya Tunduk Dari Austria

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Timnas Jerman menelan kekalahan jelang Piala Dunia 2018 seusai ditaklukkan Timnas Austria dengan skor tipis 1-2, Minggu (3/6/2018). Pertandingan yang berlangsung di Stadion Woertherseestadion tersebut sempat ditunda karena hujan deras yang melanda daerah tersebut.

Pertandingan yang semulanya diagendakan digelar pada pukul 23:00 harus diundur selama 45 menit. Kondisi tersebut tentunya juga membuat para pecinta sepak bola juga sedikit menunda keinginan mereka untuk melihat Manuel Neuer kembali berlaga.

Namun sayangnya, Kiper Timnas Jerman yang kali ini diturunkan sejak awal tersebut harus kebobolan dua kali dari Timnas Austria. Gol pertama ke gawangnya datang pada menit ke-53 melalui sepakan voli dari Martin Hinteregger yang memanfaatkan umpan dari David Alaba.

Padahal, di babak pertama tepatnya pada menit ke-11, Die Mannschaft mampu unggul terlebih dahulu. Gelandang Arsenal, Mesut Oezil membawa Jerman unggul setelah tembakannya dari dalam kotak penalti gagal diamankan Kiper Austria, Joerg Siebenhandl.

Neuer juga kembali memungut bola dari sarangnya untuk yang kedua kalinya pada menit ke-69. Kali ini, Penyerang Austria, Alessandro Schoepf yang berhasil melepaskan diri dari kawalan melepaskan tembakan ke gawang Jerman setelah menerima umpan matang dari Stefan Lainer.

Skor 2-1 untuk Austria bertahan hingga wasit mengakhiri jalannya laga. Di sisi lain, Jerman juga belum pernah menang di laga uji tanding setelah kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa. Selanjutnya, Die Mannschaft akan bertemu Arab Saudi, Sabtu (9/6/2018) sebelum ajang tertinggi antar negara di dunia tersebut bergulir.

Susunan Pemain:

Austria (3-4-2-1): Joerg Siebenhandl, Martin Hinteregger, Sebastian Proedl, Aleksandar Dragovic, Stefan Lainer, Floria Grillitisch (Stefan Ilsanker 79’), Julian Baumgartlinger, David Alaba, Peter Ziulj (Florian Kainz 88’), Alessandro Schoepf (Moritz Bauer 76’), Marko Arnautovic (Guido Burgstaller 84’).

Pelatih: Franco Foda.

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer, Jonas Hector, Antonio Ruediger, Niklas Suele, Joshua Kimmich, Sami Khedira (Sebastian Rudy 46’), Ilkay Guendogan (Leon Goretzka 56’), Leroy Sane (Marco Reus 67’), Mesut Oezil (Julian Draxler 76’), Julian Brandt (Timo Werner 67’), Nils Petersen (Mario Gomez 76’).

Pelatih: Joachim Loew.

Kartu Kuning:

Kartu Merah:

Nasib Neuer Tergantung Laga Lawan Austria

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Kepastian nasib Manuel Neuer berangkat atau tidak ke Piala Dunia 2018 akan ditentukan dalam uji tanding melawan Austria, akhir pekan nanti. Hal itu diungkapkan pelatih kiper timnas Jerman, Andreas Koepke. Menurut Koepke, Neuer harus membuktikan diri sudah pulih dan siap tampil dalam laga itu.

“Saya pikir, ada satu hal yang bisa saya katakan dengan sangat jelas, yaitu Manuel harus bisa bermain melawan Austria!” tegas Koepke kepada Sueddeutsche Zeitung, Selasa (29/5/2018), seperti dikutip Football5Star.com. “Jika dia tak tampil, kita sudah tak perlu lagi bicara saol Piala Dunia.”

Manuer Neuer saat berlatih di Tirol Selatan.
dfb.de

Menilik perkembangan dan kondisi sang kapten selama mengikuti pemusatan latihan, mantan kiper Eintracht Frankfurt itu optimistis. “Semuanya terlihat bagus dan semua orang sangat optimistis,” ungkap Koepke seraya menambahkan bahwa pergerakan Neuer sudah seperti saat sebelum cedera metatarsal.

Neuer sudah kembali turun bertanding saat timnas Jerman asuhan Joachim Loew bersimulasi dengan timnas U-20 Jerman, Senin (28/5/2018). Dalam laga yang berlangsung 2×30 menit itu, dia tampil pada babak kedua dan tak kebobolan. Adapun pada babak pertama, gawang timnas Jerman dikawal Marc-Andre ter Stegen.

Terlepas dari segala perkembangan yang diperlihatkan, Koepke tetap menuntut kejujuran dari Neuer. Dia berharap kiper berumur 32 tahun itu memberikan sinyal bila merasa tidak siap. Andai itu terjadi, Koepke tetap optimistis. Pasalnya, dia menilai Ter Stegen juga kiper berkelas dunia.

Timnas Austria Cari Pelatih Baru

Football5Star.com, Indonesia – Masa depan Marcel Koller di timnas Austria mendekati akhir. Jumat (15/9/2017), Oesterreichischer Fussball-Bund (OFB) memastikan sang pelatih harus meninggalkan posnya. Namun, itu baru akan dilakukan pada akhir tahun ini sesuai dengan kontrak Koller. Austria pun akan mencari pelatih baru.

Putusan itu tak terlepas dari kepastikan Austria gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2018. Menurut Presiden OFB Leo Windtner, performa buruk dalam 18 pertandingan terakhir, termasuk kegagalan lolos ke Rusia 2018, memang pertimbangan utama tak memperpanjang kontrak Koller.

“Koller sudah bekerja dengan baik,” terang Windtner seperti dikutip Laola1. “Tapi hal statistik hasil 18 pertandingan terakhir sangat buruk. Kami hanya menang empat kali. Bagimanapun, hasil sangatlah utama dalam menentukan seseorang sukses atau gagal.”

Menyangkut putusan tak langsung memecat pria asal Swiss tersebut, Windtner memandang itu sebagai hal biasa. Dia menunjuk Jupp Heynckes dan Pep Guardiola di Bayern Munich yang juga dipastikan hengkang pada akhir musim lewat putusan yang dibuat saat kompetisi masih berlangsung.

Terkait sosok pengganti Koller, OFB berencana mulai melakukan pencarian pada November mendatang. Saat ini, belum ada nama yang dilontarkan Windnter. Menilik situasi saat ini, beberapa nama bisa dijagokan menjadi pemoles David Alaba dkk. Di antaranya Peter Stoeger dari FC Koeln dan Ralph Hasenhuettl yang membawa RB Leipzig berjaya di Bundesliga 1 musim lalu.

Menariknya, berdasarkan poling online Laola1, publik justru cenderung memilih Andreas Herzog. Sebanyak 36 persensuara yang masuk hingga Sabtu pagi WIB, memilih mantan kapten Austria tersebut. Adapun Stoeger menguntit di belakangnya dengan raihan 17 persen suara.

 

UEFA Euro 2016: Biang Kegagalan Austria di Piala Eropa 2016

Pada awal Piala Eropa 2016, Austria dianggap sebagai favorit kuat untuk lolos dari Grup F bersama Portugal. Namun, ketimpangan kualitas skuat membuat mereka gagal tampil optimal dalam tiga pertandingan.

Memang, di skuat Austria bercokol beberapa pemain berstatus bintang, salah satunya David Alaba. Namun, sebagian pemain lain dianggap tak bisa mengimbangi kualitas rekan setimnya.

Hasilnya, Austria gagal total dengan selalu hanya berhasil meraih satu hasil imbang di Piala Eropa 2016, yaitu ketika melawan Portugal. Sementara, pada dua laga melawan Islandia dan Hungaria, mereka justru harus takluk masing-masing 1-2 dan 0-2.

Pelatih Austria, Marcel Koller, menyatakan anak asuhnya terlalu jemawa selama berlaga di Piala Eropa 2016. Ini yang membuat mereka gagal melangkah lebih jauh dalam turnamen ini.

“Kami sebenarnya punya peluang manis dalam pertandingan di Euro 2016 ini. Kami memiliki enam atau tujuh peluang mencetak gol dan tak bisa merealisasikan,” kata Koller dikutip dari L’equipe.

“Itulah mengapa saya mengatakan bahwa para pemain terlalu jemawa. Mungkin harapan kami terlalu tinggi,” tambah dia.

Beberapa pemain, lanjut dia, terlalu percaya diri karena merasa memiliki kualitas di atas rata-rata. Hal inilah yang menjadi bumerang bagi karena tak bisa diimbangi rekan setim yang lain.

“Terlalu banyak kesalahan di permainan kami. Beberapa pemain terlalu percaya diri, dan lainnya tak bisa mengimbangi. Kami tak bisa melakukan seperti saat di babak kualifikasi,” pungkasnya.

Berita Euro 2016: Alaba Ingin Membuat Masyarakat Austria Menggila

Austria memang dianggap sebagai salah satu anak bawang pada gelaran Piala Eropa 2016. Namun, hal itu tak membuat salah satu penggawanya, David Alaba, berkecil hati. Dia justru bertekad membuat masyarakat Austria menggila merayakan kemenangan tim kebanggaannya di Piala Eropa 2016.

Memang, di skuat Austria tak bercokol banyak pemain bintang yang dikenal pencinta sepak bola dunia. Hanya segelintir nama yang familiar, seperti David Alaba (Bayern Muenchen), Christian Fuchs (Leicester City), atau Marko Arnautovic (Stoke City).

Meski Austria dipandang sebelah mata, hal itu tak lantas membuat ciut Alaba. Dia bahkan mengaku siap memberikan kejutan di Prancis. Dia sadar, tak banyak pencinta sepak bola dunia yang akan mendukung Austria. Namun, timnya siap meraih hasil terbaik.

“Semua orang akan menjadi gila seandainya kami menang melawan Hongaria di laga pertama nanti,” ujar Alaba kepada ESPN.

“Ya, mereka akan melakukan itu. Kami ingin melihat warga Austria merasakan euforia positif. Tapi, kami hanya bisa melakukan itu jika tetap fokus pada laga perdana nanti serta tak banyak berpikir. Target adalah mengawali semuanya dengan baik dan terus berjuang,” tambah dia

Jika bersama Bayern, Alaba terbiasa mengejar trofi juara dalam setiap kesempatan, kondisi berbeda saat dia berseragam timnas Austria.

“Di Bayern, standar sangat tinggi dan kami tahu cara melakukannya dengan baik, mendapati tekanan setiap hari. Sedangkan bermain bersama timnas, Anda merasa bertanggung jawab dan memikul beban warga satu negara yang menginginkan kesuksesan,” tutur Alaba.

“Kami tak perlu pesimistis dengan kualitas yang dimiliki. Euro di Prancis hanyalah awal. Saya yakin kami bisa mengatasi ekspektasi yang ada,” pungkasnya.