Selamatkan Nyawa Eriksen, Kjaer dan Tim Medis Denmark Dapat Penghargaan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bek AC Milan, Simon Kjaer dan tim medis Denmark mendapatkan penghargaan UEFA President’s Award 2021. Penghargaan itu diberikan karena mereka berhasil bertindak cepat untuk menyelamatkan nyawa Christian Eriksen.

Seperti yang diketahui, Eriksen kolaps karena serangan jantung di laga Denmark vs Finlandia pada babak grup Euro 2020. Kjaer bertindak cepat untuk memberi penolongan pertama sebelum tim medis Denmark mengambil alih beberapa detik kemudian.

Nyawa Eriksen terselamatkan dan kini sudah masuk ke masa pemulihan walaupun kemungkinan besar belum bisa kembali bermain tahun ini.

Ahli Jantung Ragukan Christian Eriksen Bisa Kembali Bermain

Kapten Denmark itu dinilai atas reaksinya dan “kualitas kepemimpinan yang luar biasa” yang ditampilkan pada saat itu, karena dia tidak hanya menempatkan Eriksen dalam posisi pemulihan dan memulai CPR, dia juga menggunakan para pemain untuk melindungi Eriksen dari media dan menenangkan rekan timnya.

“Tahun ini, Penghargaan Presiden melampaui sepakbola. Ini berfungsi sebagai pengingat penting dan abadi tentang betapa berharganya hidup dan menempatkan segala sesuatu dalam hidup kita ke dalam perspektif yang paling jelas,” ucap presiden UEFA, Aleksander Ceferin seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

“Saya juga ingin mengirimkan harapan terbaik saya kepada Christian Eriksen dan keluarganya saat dia melanjutkan pemulihannya,” tambah Ceferin.

Simon Kjaer: Tim Beraksi Sebagai Satu Kesatuan

Simon Kjaer dan Tim Medis Denmark Raih UEFA President Award 2021
Daily Star

Kjaer mengatakan bahwa timnas Denmark bereaksi dengan baik setelah kejadian itu dan bersyukur bisa menjadi kapten tim.

“Tim bereaksi sebagai satu kesatuan…sebagai sebuah tim, kami melakukan upaya maksimal untuk tetap bersatu dan mencoba melewati situasi itu dan membantu sebisa mungkin,” kata Kjaer.

Dia melanjutkan, “Saya mencoba memimpin tim di dalam dan di luar lapangan, dalam setiap aspek kehidupan, sebagai pesepakbola, ketika kami bersama. Saya pikir itu salah satu hak istimewa terbesar yang saya miliki dalam karir saya.”

Hansi Flick Ternyata Curi Pelatih Set Piece Timnas Denmark

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Ketika Hansi Flick dan DFB mengumumkan sosok-sosok baru yang akan jadi bagian tim kepelatihannya di timnas Jerman, ada satu nama yang menarik. Dia adalah Mads Buttgereit. Selain masih muda, 36 tahun, dia buta dengan sepak bola Jerman. Sebelum ini, dia melulu berkutat di negerinya, Denmark.

Meskipun demikian, tentu saja Flick tak asal pilih orang dan Buttgereit memang bukan orang sembarangan. Sejak didapuk sebagai salah satu asisten pelatih FC Midtjylland pada 2017, dia dikenal sebagai pelatih set piece. Flick rupanya paham bahwa salah satu kelemahan timnas Jerman saat ini adalah situasi bola-bola mati.

Gol tendangan bebas Mikkel Damsgaard saat Denmark lawan Inggris membuat nama Mads Buttgereit jadi buah bibir.Gol tendangan bebas Mikkel Damsgaard saat Denmark lawan Inggris membuat nama Mads Buttgereit jadi buah bibir.
theathletic.com

Hanya berkiprah di Midtjylland dan timnas U-18 Denmark, nama Buttgereit tidak mengemuka. Apalagi, dia bukanlah pelatih kepala. Namanya mulai jadi buah bibir saat timnas Denmark tampil bagus pada gelaran EURO 2020. Apalagi setelah Mikkel Damsgaard mencetak gol lewat tendangan bebas pada semifinal lawan Inggris.

Di EURO 2020, Denmark memang hanya mencetak satu gol dari tendangan bebas langsung. Namun, situasi bola-bola mati yang dihadapi Tim Dinamit selalu mampu menghadirkan situasi berbahaya di pertahanan lawan. Itu adalah berkat hasil kerja apik Buttgereit. Salah satunya juga berbuah gol.

Mads Buttgereit Tak Cuma Ajari Eksekusi Bola

Bagi Mads Buttgereit, set piece adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh setiap tim. Ini bukan hanya soal mengarahkan bola secara tepat menuju gawang lawan, melainkan lebih pada menciptakan situasi yang membantu sang penendang menjalankan tugasnya. Andai tak langsung gol, bola muntah masih bisa jadi gol.

Buttgereit sangat puas saat melihat gol Damsgaard di gawang Inggris. “Cara para pemain melakukannya, cara setiap pemain mengambil tanggung jawab untuk membantu Mikkel agar sukses. Itu mungkin kegembiraan terbesar saya,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Lebih lanjut, Buttgereit mengungkapkan, “Banyak orang mengatakan, Anda perlu seorang ‘kurir’ yang bagus dan itu memang benar. Namun, Anda juga butuh beberapa struktur dan sistem yang bersifat fleksibel agar sang kurir bisa melakukan pengiriman dengan bagus.”

Fokus Buttgereit sebagai pelatih set-piece bukan hanya soal menyerang. “Jika Anda mencetak banyak gol dari set piece, tapi kebobolan banyak juga, bagi saya itu hanya membuang-buang waktu. Contohnya Denmark di EURO. Kami mencetak dua gol dari set piece dan tak kebobolan satu pun dari situasi tersebut. Itu adalah hal yang mendasar,” kata dia lagi.

Kemampuan Buttgereit Dipuji Tim Sparv

Mads Buttgereit sudah menunjukkan hal itu sejak 2017 ketika didapuk jadi salah satu asisten pelatih FC Midtjylland, Jess Thorup. Salah seorang pemain yang ada di skuat kala itu adalah Tim Sparv. Gelandang asal Finlandia itu sudah berada di sana sejak 2014 atau tiga tahun sebelum kedatangan sang pelatih set piece.

“Aku masih ingat pertemuan pertama Mads dengan tim utama Midtjylland dan dia sungguh mengesankan. Dia sudah bekerja di akademi klub sebelumnya dan kini akan membantu kami. Dia itu pedagogis, penuh semangat, dan kreatif. Berkat dia, kami jadi salah satu tim dengan set piece terbaik di Eropa,” kata Sparv di akun Twitter-nya.

Sparv lebih lanjut mengungkapkan peran luar biasa Buttgereit. Sejak kedatangan pria kelahiran 3 Juni 1985 itu, latihan set piece jadi sesuatu yang regular dan terstruktur. Selalu ada diskusi dan praktik. Suatu ketika ada latihan lemparan ke dalam dengan lima pemain. Pada kesempatan lain, latihan tendangan bebas dengan seluruh pemain.

Buttgereit juga membuka pintu bagi para pemain. “Suatu hari, aku menonton pertandingan di televisi. Aku melihat sesuatu yang kusukai dan langsung mengirim pesan kepada Mads. ‘Apakah kamu melihat sepak pojok Atletico kemarin?’ Keesokan harinya, kami melatih hal itu. Ide-ide kami selalu disambut dengan rasa ingin tahu dan antusiasme,” ujar dia lagi.

Buttgereit Terkejut Dihubungi Flick

Kiprahnya yang mulai dibahas media massa berkat kejutan timnas Denmark di EURO 2020 tak membuat Mads Buttgereit membayangkan hal-hal lebih besar. Dia mengaku terkejut saat dihubungi Hansi Flick. “Ketika Hansi menelepon, awalnya saya kira itu hanya lelucon,” kata dia di laman resmi DFB.

Adapun bagi Flick, merekrut Buttgereit memang jadi salah satu impiannya. Dia sudah lama memantau kinerja ahli set piece yang satu ini dan sempat ingin membawanya ke Bayern Munich. Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut mengenai sebab hal itu tak terwujud.

Mads Buttgereit mengaku terkejut dan tak menyangka saat ditawari bergabung oleh Hansi Flick.
dfb.de

Satu hal yang pasti, Flick kini punya harapan besar terhadap asisten barunya itu. “Kami melihat set piece sebagai sesuatu yang sangat penting. Itu sebabnya Buttgereit dibawa ke sini. Dia akan menunjukkan cara-cara baru mencetak gol dari situasi bola-bola mati,” ucap eks asisten Joachim Loew saat Jerman juara Piala Dunia 2014 itu.

Bagi Mads Buttgereit, itu tentu saja tantangan menarik. “Ini kehormatan besar bagi saya. Ayah dan kakek-nenek saya orang Jerman. Saya akan menjalankan tugas ini dengan antisipasi penuh dan saya akan menjawab kepercayaan yang diberikan,” ujar pria yang sempat lama tinggal di Flensburg, kota di Utara Jerman, itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wasit Anthony Taylor Ceritakan Momen Saat Dia Lihat Eriksen Kolaps

gamespool
Wasit Anthony Taylor Ceritakan Momen Saat Dia Lihat Eriksen Kolaps 12

Football5Star.com, Indonesia – Wasit Anthony Taylor untuk pertama kalinya buka suara soal momen saat dia memimpin laga Euro 2020, Denmark vs Finlandia, dimana Christian Eriksen kolaps di lapangan. Taylor mengatakan bahwa dirinya hanya melakukan tugasnya sebagai wasit.

Seperti yang diketahui pada laga itu, Eriksen kolap dilapangan setelah terkena serangan jantung dan sempat tak sadarkan diri. Kinerja Taylor yang sigap untuk langsung memanggil tim medis dipuji banyak pihak dan pemain Inter itu langsung sadarkan diri setelah mendapatkan CPR di lapangan. Taylor menceritakan momen itu.

“Sebagai wasit di turnamen internasional, tanggung jawab utama Anda adalah menjaga keselamatan para pemain. Pada situasi khusus yang melibatkan Christian, saya beruntung bahwa saya cukup dekat dan saya sedang menatapnya,” ucap Taylor seperti dikutip Football5Star.com dari talkSport.

Wasit Anthony Taylor Ceritakan Momen Saat Dirinya Lihat Eriksen Kolaps
@goal

Dia melanjutkan, “Saya bisa melihat wajahnya, saya bisa melihat dia dalam kesusahan, saya bisa melihat bagaimana dia tidak jatuh seperti yang Anda harapkan jika Anda jatuh ke tanah secara normal. Dan itu berarti di pikiran Anda bahwa Anda tahu apa yang perlu Anda lakukan, Anda harus bereaksi dengan cepat.”

Taylor mengatakan bahwa pahlawan sesungguhnya adalah tim medis dan kapten timnas Denmark, Simone Kjaer. Karena Taylor yakin wasit internasional lainnya akan melakukan hal yang sama jika itu terjadi.

“Jika Anda menempatkan salah satu dari 19 wasit di turnamen itu di posisi yang sama dengan saya, sebagian besar akan bereaksi dengan cara yang persis sama. Orang-orang nyata yang pantas mendapatkan pujian adalah Simon Kjaer, kapten Denmark, dan petugas medis yang memberikan perawatan di lapangan,” kata Taylor.

Dia melanjutkan, “Tentu saja, penting bagi saya untuk bereaksi dengan cepat, karena kecepatan itu dapat membantu peluang seseorang untuk bertahan. Senang dipuji, tapi itulah pekerjaan saya dalam situasi itu.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Peter Schmeichel: Wasit Danny Makkelie Buat Kesalahan Besar

gamespool
Peter Schmeichel: Wasit Danny Makkelie Buat Kesalahan Besar 16

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Denmark, Peter Schmeichel, masih kesal setelah negaranya diklaim dirugikan oleh wasit Danny Makkelie di laga melawan Inggris. Schmeichel menyebut bahwa wasit asal Belanda itu melakukan kesalahan besar.

Denmark harus kalah dengan skor 2-1 oleh Inggris di semifinal Euro 2020 (8/7/21). Laga harus berjalan sampai babak tambahan karena skor masih imbang 1-1 selama 90 menit. The Three Lions akhirnya bisa mencetak gol lewat penalti rebound Harry Kane. Namun penalti yang didapatkan Kane patut dipertanyakan.

Raheem Sterling terjatuh di kotak penalti saat berusaha dihadang oleh Mathias Jensen dan Joakim Maehle, dan wasit langsung menunjuk titik putih dan VAR menyetujuinya. Schmeichel mengatakan bahwa itu jelas bukan penalti.

Pelatih Denmark Bingung Inggris Bisa Dapat Penalti (Rhyl Journal)
Rhyl Journal

“Dia (Makkelie) membuat kesalahan yang sangat besar dalam penalti dan ini akan diperdebatkan untuk waktu yang sangat lama. Ini sulit untuk diambil karena itu bukan penalti,” ucap Schmeichel seperti dikutip Football5Star.com dari Bein Sports.

Ayah dari Kasper Schmeichel itu mengatakan bahwa dirinya akan menerima kekalahan jika Inggris bisa mencetak gol dari peluang yang mereka buat.

“Saya akan jauh lebih santai dan dapat menerima jika mereka mencetak satu dari banyak peluang yang mereka ciptakan, tetapi sayangnya wasit membuat kesalahan besar menurut saya,” kata Schmeichel.

Mantan kiper Manchester United itu melanjutkan, “Saya tahu menurut pendapat Anda (menunjuk pundit lain di studio) dan pendapat semua orang, telepon saya tidak berhenti berbunyi, semua orang mengatakan itu bukan penalti jadi saya cukup yakin bahwa saya (benar mengatakan itu).”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bakal Lawan Kane, Ini Saran Chiellini kepada Rekan-Rekan Setimnya

gamespool
Bakal Lawan Kane, Ini Saran Chiellini kepada Rekan-Rekan Setimnya 20

Football5Star.com, Indonesia – Bek timnas Italia, Giorgio Chiellini, memperingatkan kepada rekan-rekan timnya untuk tidak hanya fokus ke Harry Kane di laga melawan Inggris. Chiellini juga mengungkapkan kegembiraannya setelah tahu akan bermain di final Euro 2020.

Italia akan berhadapan dengan Inggris di final Euro 2020, (12/7/21). Chiellini mengungkapkan bahwa pelatih Roberto Mancini sudah mengatakan kepadanya bahwa Italia bisa menjadi juara di Euro 2020.

Bakal Lawan Harry Kane, Ini Kata Giorgio Chiellini
Goal

“Ini adalah mimpi yang kami kembangkan selama tiga tahun dan pelatih menanamkannya di kepala kami sampai menjadi kenyataan. Ketika dia memberi tahu kami di awal untuk berpikir tentang memenangkan Euro, kami pikir dia gila, namun kami berada di ambang dan hanya satu sentimeter dari trofi,” ucap Chiellini seperti dikutip Football5Star.com dari Rai Sport.

Harry Kane menjadi salah satu pemain berbahaya mengingat dia mencetak 4 gol di 3 laga fase gugur sebelumnya. Tapi Chiellini mengingatkan bahwa Inggris bukan hanya Kane.

“Kane adalah pemain yang sangat saya sukai. Saya ingat salah satu pertandingan internasional pertamanya di Turin dan dia langsung memberikan kesan yang baik pada saya. Kami cukup beruntung pernah bermain melawan Tottenham, jadi saya mengenalnya dengan baik,” kata Chiellini.

Bek Juventus itu melanjutkan, “Inggris bukan hanya Kane, karena mereka juga memiliki pemain luar biasa yang menyerang dari sayap. Bench mereka sendiri bisa memenangkan Euro, karena kemarin mereka memiliki Jack Grealish, Jadon Sancho, Marcus Rashford, Dominic Calvert-Lewin dan Phil Foden. Ini akan menjadi pertandingan sepak bola yang hebat, tidak ada pihak yang takut dan kami berdua akan saling menghormati.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Simon Kjaer: Saya Bangga, Tapi Juga Sedih karena Tak Masuk Final

gamespool
Simon Kjaer: Saya Bangga, Tapi Juga Sedih karena Tak Masuk Final 24

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Denmark, Simon Kjaer, mengakui dia bangga atas penampilan timnya di sepanjang Euro 2020. Tapi dia juga mengaku sedih karena Denmark harus kalah sebelum laga final melawan Inggris, (8/7/21).

Denmark takluk 2-1 melawan Inggris di babak semifinal setelah bisa unggul terlebih dahulu lewat Mikkel Damsgaard. Tapi bisa dibalas oleh gol bunuh diri dari Kjaer sendiri dan Harry Kane mencetak gol lewat bola rebound dari penalti pada babak tambahan. Kjaer bangga atas performa Denmark di Euro 2020 dimana mereka berhasil menembus semifinal.

Simon Kjaer Saya Bangga, Tapi Juga Sedih karena Tak Masuk Final 2
@MilanEye

“Saya kira, perlahan-lahan saat kami menjauh dari ini (Euro 2020), kami akan memerhatikan beberapa hal. Sungguh sulit untuk menerima semuanya, tapi ini adalah perjalanan yang luar biasa,” ucap Kjaer seperti dikutip Football5Star.com, dari DR1.

Bek AC Milan itu melanjutkan, “Ini lebih dari apa yang saya harapkan. Saya bangga, namun juga saya kecewa karena kami tidak berhasil melaju ke final.”

Rasa kekecewaan juga dirasakan oleh pencetak gol Denmark, Mikkel Damsgaard. Pemain Sampdoria itu kecewa karena timnya sudah memberikan segalanya, tapi tidak membuahkan hasil.

“Saya hanya sangat kecewa, dan saya berdiri di sini dengan perasaan kosong di tubuh saya. Kami telah memberikan semua yang kami miliki sepanjang turnamen, jadi perasaan yang sangat mengecewakan untuk berdiri di sini tanpa mendapatkan apa pun dari pertandingan seperti ini,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Martin Braithwaite: Denmark Tidak Diperlakukan dengan Adil

gamespool
Martin Braithwaite: Denmark Tidak Diperlakukan dengan Adil 28

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Denmark, Martin Braithwaite, dibuat geram dengan keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Inggris pada partai semifinal Euro 2020 dinihari tadi. Di mata Braithwaite, wasit sudah membuat keputusan yang tidak adil.

Penalti kepada Inggris diberikan setelah Raheem Sterling terjatuh di area terlarang pada menit ke-103. Penalti tersebut mendapat sorotan khusus karena Sterling terjatuh meski tak terlihat dijegal oleh pemain bertahan Denmark.

“Kami tentu bangga dengan pencapaian di Euro 2020. Tapi, kami sangat kecewa dengan cara kami tersingkir. Menurut saya, penalti yang diberikan kepada Inggris tidak sepenuhnya adil,” ujar Martin Braithwaite kepada Mundo Deportivo.

Martin Braithwaite - Denmark - Goal
Goal

Lebih lanjut, Braithwaite enggak menyalahkan Joakim Maehle yang didakwa melanggar Sterling di dalam kotak penalti. Menurut Braithwaite, Maehle tak perlu bermuram durja karena menunjukkan penampilan fenomenal sepanjang Euro 2020.

“Tak ada pemain yang patut disalahkan atas hasil yang kami raih. Menurut saya, Inggris tak seharusnya mendapat penalti dan wasit sudah membuat keputusan yang salah.”

“Kami tak tahu apakah Sterling dijatuhkan oleh Maehle atau (Mathias) Jorgensen. Tapi, Maehle tak perlu terlalu lama bersedih karena dia menunjukkan performa luar biasa sepanjang Euro 2020. Itu merupakan hal yang akan diingat banyak orang,” tandas Braithwaite.

Keberhasilan menyisihkan Denmark membuat Inggris akan menantang Italia di partai final Euro 2020. Laga tersebut rencananya akan digelar di Stadion Wembley pada Senin (12/7) dinihari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Denmark Bingung Inggris Bisa Dapat Penalti

gamespool
Pelatih Denmark Bingung Inggris Bisa Dapat Penalti 32

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand, mempertanyakan keputusan wasit Danny Makkelie untuk memberi penalti ke Inggris pada babak tambahan. Hjulmand mengatakan bahwa itu jelas bukan penalti.

Inggris berhasil menang 2-1 melawan Denmark di semifinal Euro 2020. Laga harus berjalan sampai babak tambahan karena skor masih imbang 1-1 selama 90 menit. The Three Lions akhirnya bisa mencetak gol lewat penalti rebound Harry Kane. Namun penalti yang didapatkan Kane patut dipertanyakan.

Raheem Sterling terjatuh di kotak penalti saat berusaha dihadang oleh Mathias Jensen dan Joakim Maehle, dan wasit langsung menunjuk titik putih dan VAR menyetujuinya.

Raheem Sterling Tegaskan Dirinya Tak Lakukan Diving
Cuban News

“Itu adalah penalti yang seharusnya tidak menjadi penalti dan itu adalah sesuatu yang mengganggu saya saat ini,” ucap Hjulmand seperti dikutip Football5Star.com dari Associated Press.

Tapi yang pasti, Hjulmand bangga akan performa para pemainnya yang bisa membawa Denmark sampai semifinal, terutama setelah kolapsnya Christian Eriksen di laga pertama.

“Jelas, ini adalah kekecewaan besar bahwa kami begitu dekat dengan final. Sungguh menakjubkan apa yang telah dilakukan para pemain. Ada kekuatan fantastis dalam diri orang-orang ini,” ujar Hjulmand.

Dia melanjutkan, “Mereka bermain sepak bola dengan cara yang fantastis. Kami telah menyerang, mencetak gol, dan menunjukkan diri kami yang sebenarnya. Para pemain melanjutkan dengan semua yang mereka miliki, baik di luar maupun di dalam lapangan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jordan Pickford Berhasil Kalahkan Rekor Tak Kebobolan Gordon Banks

gamespool
Jordan Pickford Berhasil Kalahkan Rekor Tak Kebobolan Gordon Banks 35

Football5Star.com, Indonesia – Laga semifinal Euro 2020 yang mempertemukan Inggris vs Denmark berakhir dengan skor 2-1. Ada banyak sekali rekor yang dipecahkan maupun disamakan dalam laga ini, salah satunya rekor kiper legendaris Inggris, Gordon Banks.

Denmark secara mengejutkan unggul terlebih dahulu lewat tendangan bebas Mikkel Damsgard. Inggris menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Simon Kjaer. Dan Harry Kane membuat mereka unggul di babak tambahan dan skor 2-1 bertahan hingga laga berakhir. Berikut data dan fakta menarik laga Inggris vs Denmark

Akhirnya Capai Final

Inggris akhirnya untuk pertama kalinya berhasil masuk ke babak final turnamen Euro setelah dua kali kalah di semifinal (1968 dan 1996). The Three Lions butuh 37 pertandingan di Euro untuk melakukan itu.

Ini juga pertama kalinya mereka masuk ke sebuah final turnamen besar sejak Piala Dunia 1966 dimana mereka menjadi juara.

Jordan Pickford dan Harry Kane

Pickford memang akhirnya kebobolan untuk pertama kalinya di Euro lewat gol fantastis Damsgaard di menit ke-30. Namun dia sudah berhasil memecahkan rekor clean sheet selama 720 menit milik Gordon Banks pada menit ke-25. Banks mencatatkan rekor itu dari Mei-Juli 1966.

Sedangkan Kane yang berhasil mencetak satu gol di laga itu berhasil menyamai rekor 10 gol Gary Lineker di turnamen besar (Euro dan Piala Dunia). Kane hanya butuh satu gol lagi untuk menjadi topskorer Inggris di turnamen besar dan itu bisa dia lakukan di partai final.

Kasper Schmeichel

Penampilan heroik Kasper Schmeichel sayangnya gagal membuat Denmark menang. Total dia berhasil melakukan 9 penyelamatan di laga itu termasuk penalti Kane. Schmeichel menjadi kiper Denmark yang berhasil melakukan penyelamatan terbanyak di satu laga Euro. Rekor sebelumnya dipegang oleh sang ayah, Peter Schmeichel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Inggris vs Denmark: The Three Lions Masuk Final Euro Untuk Pertama Kalinya

gamespool
Inggris vs Denmark: The Three Lions Masuk Final Euro Untuk Pertama Kalinya 38

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di semifinal Euro 2020 yang mempertemukan Inggris vs Denmark. The Three Lions menang 2-1 dan untuk pertama kalinya mereka masuk ke final Euro setelah dua kali gagal di semifinal sebelumnya.

Dalam 25 menit pertama, kedua tim sama-sama memiliki peluang. Inggris lebih dulu lewat Raheem Sterling dan Denmark lewat Pierre-Emile Hoejbjerg, tapi tendangan kedua pemain itu bisa dengan mudah ditanggkap masing-masing kiper.

Denmark cetak gol pada menit ke-29. Lewat tendangan bebas, Mikel Damsgaard melepaskan tembakan keras fantastis ke pojok gawang Jordan Pickford.

Kasper Schmeichel melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-37. Dia menepis tendangan Raheem Sterling yang berada di depan gawang.

Tapi semenit kemudian, Inggris menyamakan kedudukan. Harry Kane memberi umpan terobosan ke Bukayo Saka. Pemain Arsenal itu memberi umpan ke Sterling. Tapi Simon Kjaer memotong bola dan masuk ke gawangnya sendiri.

Babak pertama Inggris vs Denmark berakhir dengan skor 1-1.

Inggris dapat peluang pada menit ke-54. Lewat bola mati, Mason Mount memberi umpan lambung ke Harry Maguire yang bisa menanduk bola, tapi Schmeichel melakukan penyelamatan gemilang.

Schmeichel kembali melakukan penyelamatan pada menit ke-72. Umpan lambung Mount tidak sengaja mengarah berbahaya ke arah gawang dan Schmeichel menepis bola ke atas gawang.

Laga Inggris vs Denmark berakhir dengan skor 1-1. Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada babak tambahan Inggris mencetak gol pada menit ke-104. Sterling jatuh di kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih. Penalti Kane mampu ditepis oleh Schmeichel, tapi bola rebound kembali ke kakinya dan dia menendang bola ke gawang yang kosong.

Laga Inggris vs Denmark berakhir dengan skor 2-1. Inggris akan bertemu Italia di babak final, Senin dini hari (12/7/21).

Susunan Pemain Inggris vs Denmark

Inggris (4-2-3-1): 1-Jordan Pickford; 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 6-Harry Maguire, 3-Luke Shaw; 14-Kalvin Phillips, 4-Declan Rice (8-Jordan Henderson); 25-Bukayo Saka (7-Jack Grealish (12-Kieran Trippier)), 19-Mason Mount (20-Phil Foden), 10-Raheem Sterling; 9- Harry Kane.

Pelatih: Gareth Southgate.

Denmark (3-4-3): 1-Kasper Schmeichel; 6-Andreas Christensen (2-Joachim Andersen), 4-Simon Kjaer, 3-Jannik Vestergaard (19-Jonas Wind); 17-Styger Larsen (18-Daniel Wass), 23-Pierre-Emile Hoejbjerg, 8-Thomas Delaney (24-Mathias Jensen), 5-Joakim Maehle; 9-Martin Braithwaite, 12-Kasper Dolberg (15-Christian Noergaard), 14-Mikkel Damsgaard (20-Yussuf Poulsen).

Pelatih: Kasper Hjulmand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kasper Schmeichel: It’s Coming Home? Memangnya Inggris Pernah Juara Euro?

gamespool
Kasper Schmeichel: It's Coming Home? Memangnya Inggris Pernah Juara Euro? 41

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Denmark, Kasper Schmeichel, menyindir kurangnya prestasi timnas Inggris di kompetisi internasional khususnya Euro jelang laga timnya bertemu Inggris di semifinal Euro 2020, Kamis (8/7/21). Schmeichel khususnya menyindir anthemFootball’s Coming Home“.

Kalimat “Football’s Coming Home” atau “It’s Coming Home” adalah anthem yang populer dikalangan fans Inggris sejak Euro 1996. Kalimat itu memiliki makna bahwa sepak bola telang pulang ke asalnya yang mana menandakan Inggris sebagai negara pencipta sepak bola berhasil memenangkan turnamen resmi.

Namun Schmeichel menyindir hal itu. Saat ditanya jurnalis Inggris apakah Denmark bisa menghentikan “sepak bola pulang ke rumah”?, kiper Leicester itu memberi jawaban yang mungkin menyakitkan bagi para fans Inggris.

“Apakah itu pernah pulang ke rumah? Saya tidak tau. Apakah Anda pernah menang Euro? 1966? Bukanya itu Piala Dunia?” ucap Schmeichel seperti dikutip Football5Star.com dari Goal.

Seperti yang diketahui, Inggris sama sekali belum pernah memenangkan kompetisi Euro sejak kompetisi itu dimulai pada 1960. The Three Lions bahkan belum pernah masuk ke babak final. Sebaliknya Denmark, mereka pernah menjadi juara Euro, tepatnya edisi 1992.

“Sejujurnya saya belum memikirkan apa artinya menghentikan Inggris. Lebih dari itu untuk Denmark. Saya sangat sedikit fokus pada tim Inggris,” kata Schmeichel.

Dia melanjutkan, “Itulah yang akan dilakukannya untuk negara kami di kampung halaman. Kegembiraan yang akan diberikan kepada lima juta orang di kampung halaman untuk melakukan sesuatu seperti itu, untuk bersaing dengan negara-negara yang kami lawan. Tidak banyak perasaan untuk Inggris dalam hal ini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Inilah Rekor Spanyol, Italia, Inggris, dan Denmark di Semifinal EURO

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran EURO 2020 sudah memasuki babak semifinal. Empat tim akan berjibaku memperebutkan dua tiket ke final pada 6 dan 7 Juli mendatang. Keempat tim yang lolos ke semifinal EURO 2020 itu adalah timnas Spanyol, timnas Italia, timnas Denmark, dan timnas Inggris.

Keempat tim tersebut bukan kali ini saja mampu menembus semifinal EURO. Pada gelaran-gelaran sebelumnya, mereka juga sudah pernah berlaga pada babak ini. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan rekor mereka saat menjalani semifinal Piala Eropa sejak 1960.

1. Spanyol di Semifinal EURO

Di antara tim semifinalis EURO 2020, timnas Spanyol adalah salah satu yang paling berpengalaman. La Furia Roja tercatat sudah pernah mencicipi semifinal EURO dalam empat kesempatan. Hasilnya luar biasa. Mereka selalu mampu lolos ke partai final.

Semifinal pertama dijalani Spanyol pada EURO 1964. Ketika itu, mereka menang 2-1 atas Hungaria. Adapun kesempatan kedua didapatkan pada 1984. Kali ini, La Furia Roja menang 5-4 dalam adu penalti atas Denmark setelah imbang 1-1 selama 120 menit.

Berselang tiga windu kemudian, timnas Spanyol kembali mencicipi semifinal pada EURO 2008. Hasilnya, tim asuhan Luis Aragones secara perkasa menggasak Rusia 3-0. Empat tahun berselang, mereka kembali menjalani semifinal dengan menghadapi Portugal. Imbang tanpa gol hingga perpanjangan waktu, La Furia Roja menang 4-2 dalam adu penalti.

2. Italia di Semifinal EURO

Seperti halnya Spanyol, Italia juga sebelum ini pernah empat kali mencicipi semifinal EURO. Bedanya, mereka tak punya hasil sempurna. Dari empat kesempatan, hanya tiga kali mereka lolos ke final. Itu terjadi pada 1968, 2000, dan 2012. Sementara itu, pada 1988, Gli Azzurri kandas.

Pada EURO 1968, Italia berhadapan dengan Uni Soviet. Laga yang berlangsung di Stadion San Paolo itu sebetulnya berakhir imbang. Kedua tim sama-sama gagal mencetak gol. Namun, Gli Azzurri lolos ke final karena menang undian lempar koin. Kala itu, tak diberlakukan adu penalti untuk menentukan sang pemenang.

Timnas Italia kembali lolos ke semifinal EURO pada 1988. Lagi-lagi bersua Uni Soviet. Kali ini mereka harus menelan kekalahan 0-2. Setelah itu, mereka baru kembali ke semifinal pada 2000 dan menang 3-1 atas Belanda lewat adu penalti setelah imbang tanpa gol selama 120 menit.

Langkah gemilang kembali dibuat timnas Italia pada EURO 2012. Bersua timnas Jerman pada semifinal, Gli Azzurri tak tertahan. Mereka lolos ke final untuk menantang Spanyol berkat kemenangan 2-1 yang ditentukan oleh brace Mario Balotelli.

3. Denmark di Semifinal EURO

Meskipun tak termasuk jajaran tim papan atas di pentas sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir, timnas Denmark ternyata punya catatan bagus di Piala Eropa. Sepanjang sejarah, laga lawan Inggris akan jadi semifinal EURO keempat bagi Tim Dinamit.

Semifinal pertama dilakoni timnas Denmark pada 1964. Namun, hasilnya mengecewakan. Mereka dihajar tiga gol tanpa balas oleh Uni Soviet dalam laga yang berlangsung di Stadion Camp Nou, Barcelona. Pil pahit kembali ditelan pada EURO 1984. Kali ini, Tim Dinamit kalah 4-5 lewat adu penalti dari Spanyol setelah imbang 1-1.

Kesuksesan akhirnya dituai Denmark pada EURO 1992. Menghadapi timnas Belanda pada semifinal, Brian Laudrup cs. mampu memaksakan pertandingan berlanjut hingga adu penalti. Kedua tim imbang 2-2 dalam 120 menit. Saat adu penalti, Tim Dinamit menang 5-4.

4. Inggris di Semifinal EURO

https://www.youtube.com/watch?v=MRclQ-V06FE&ab_channel=NIXBLACK

Berkebalikan dengan Denmark, timnas Inggris yang dipandang sebagai salah satu tim papan atas Eropa justru tak punya catatan mentereng di Piala Eropa. Sebelum menembus semifinal EURO 2020, The Three Lions hanya dua kali menjejak fase ini. Dua-duanya pun berakhir dengan kepedihan.

Timnas Inggris untuk kali pertama menembus semifinal EURO pada 1968. Lawan mereka adalah Yugoslavia. Hampir mampu memaksakan hasil imbang tanpa gol, The Three Lions akhirnya harus gigit jari. Pasalnya, Dragan Djazic mencetak gol pada menit ke-86. Semenit kemudian, Alan Mullery malah diusir dari lapangan oleh wasit.

The Three Lions harus menunggu 28 tahun untuk kembali lolos ke semifinal. Kali ini saat bertindak sebagai tuan rumah pada 1996. Sempat mencetak gol cepat lewat Alan Shearer pada menit ke-4, tim asuhan Terry Venables dipaksa bermain imbang oleh timnas Jerman. Pada adu penalti, mereka kalah 5-6 gara-gara kegagalan Gareth Southgate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Rep Cheska vs Denmark

Prediksi Euro 2020: Rep Cheska vs Denmark
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Rep Cheska 0-1 Denmark
Predictz
Rep Cheska 1-1 Denmark
WhoScored
Rep Cheska 1-3 Denmark
FOOTBALL5STAR
Rep Cheska 2-3 Denmark

 

Stadion Olimpiade Baku, Sabtu (3/7/2021) Pukul 23.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Tiket berlaga di babak semifinal Euro 2020 menjadi motivasi terbesar Denmark ketika menghadapi Rep Cheska. Laga Rep Cheska vs Denmark rencananya akan digelar di Stadion Olimpiade Baku pada Sabtu (3/7) malam WIB.

Denmark tak mengawali Euro 2020 dengan baik. Pasalnya, mereka menelan dua kekalahan dalam dua laga pembuka. Namun, mereka berhasil bangkit dan menunjukkan performa impresif dalam dua pertandingan terakhirnya.

Dalam dua laga terakhirnya, Denmark berhasil mencetak delapan gol dan cuma sekali kebobolan. Kejadian yang menimpa Christian Eriksen ditengarai menjadi alasan utama di balik kebangkitan tim dinamit.

Sementara itu, Rep Cheska merupakan salah satu tim kejutan di Euro 2020. Di babak 16 besar, Patrik Schick cs tampil mengesankan dan berhasil menyingkirkan tim tangguh, Belanda dengan skor 2-0.

Kedua tim memiliki rekor pertemuan yang cukup berimbang. Pasalnya, enam dari 11 pertemuan terakhir antara Rep Cheska vs Denmark berakhir imbang. Akan tetapi, di laga ini Denmark akan bisa menunjukkan kelasnya dan menyudahi petualangan Rep Cheska. Football5star memprediksi laga ini akan berakhir dengan skor 3-2 untuk Denmark.

REKOR PERTEMUAN

head to head Rep. Cheska vs Denmark

TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Rep. Cheska vs Denmark
Prediksi: Rep Cheska vs Denmark 51
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Enam dari 11 laga terakhir antara Rep Cheska vs Denmark berakhir imbang.
  • Denmark tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan Rep Cheska (satu menang, empat imbang).
  • Denmark baru mampu mencatat satu clean sheet dari empat pertandingan di Piala Eropa 2020.
  • Denmark merupakan satu-satunya tim yang berhasil mencetak empat gol dalam dua pertandingan beruntun sepanjang sejarah Piala Eropa.
  • Rep Cheska cuma kebobolan dua gol sepanjang Piala Eropa 2020.
  • Rep Cheska mencetak lima gol sepanjang Piala Eropa 2020.
  • Empat dari lima gol Rep Cheska di Piala Eropa 2020 diciptakan oleh Patrik Schick.
PELATIH
  • Partai Rep Cheska vs Denmark ini merupakan pertemuan pertama antara Jaroslav Silhavy dengan Kasper Hjulmand.
  • Silhavy belum pernah menghadapi Denmark.
  • Hjulmand belum pernah menghadapi Rep Cheska.
WASIT
  • Partai Rep Cheska vs Denmark kali ini akan dipimpin oleh wasit berpengalaman asal Belanda, Bjorn Kuipers.
  • Dalam dua partai Piala Eropa 2020, Kuipers baru mengeluarkan delapan kartu kuning.
  • Rekor Rep Cheska ketika diwasiti Kuipers: satu menang.
  • Rekor Denmark ketika diwasiti Kuipers: dua menang, satu kalah.
PEMAIN KUNCI
REP CHESKA:

Top Skorer: Patrik Schick (4 gol)
Top Assist: Tomas Kalas, Tomas Soucek, Tomas Holes dan Vladimir Coufal (@1 assist
Top Rating: Patrik Schick (7,56)

DENMARK:

Top Assist: Joakim Maehle, Yussuf Poulsen dan Kasper Dolberg (@2 gol)
Top
Assist: Pierre-Emile Hojbjerg (3 assist)
Top Rating:
 Joakim Maehle (7,61)

Statistik di Piala Eropa 2020 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Rep Cheska: Tidak ada pemain absen.
  • Denmark: Christian Eriksen absen. Simon Kjaer, Yussuf Poulsen dan Daniel Waas diragukan.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Rep. Cheska vs Denmark

Mikkel Damsgaard Ungkap Rahasia Kegemilangannya

gamespool
Mikkel Damsgaard Ungkap Rahasia Kegemilangannya 55

Football5star.com, Indonesia – Bintang muda timnas Denmark, Mikkel Damgaard, mengaku sangat mengidolai Christian Eriksen. Damsgaard menjadikan Eriksen sebagai salah satu rahasia kegemilangannya sepanjang Euro 2020.

Damsgaard merupakan salah satu pemain Denmark yang tampil mencolok sepanjang Euro 2020. Pemain berusia 20 tahun itu berhasil mencetak satu gol dan satu assist dari tiga penampilan.

“Christian Eriksen merupakan salah satu sosok yang sangat menginspirasi saya. Dia merupakan salah satu pemain yang permainannya coba saya tiru,” ujar Mikkel Damsgaard dikutip football5star dari laman Football Italia.

Mikkel Damsgaard - Denmark - BBC
BBC

“Saya sudah cukup lama mengagumi Eriksen. Saya memiliki posisi yang tak terlalu berbeda dengannya. Jadi, tak sulit bagi saya untuk mencoba melakukan apa yang biasa ia lakukan di atas lapangan,” sambung Damsgaard.

Meski berusaha meniru gaya bermain Eriksen, Damsgaard mengaku bahwa ia tak memiliki peran yang sama dengan sang idola. Damsgaard lebih senang dimainkan sebagai salah satu dari tiga gelandang di belakang striker tim dinamit.

“Kami memiliki peran yang berbeda di atas lapangan. Saya bermain di posisi yang cukup ofensif, sementara Eriksen bermain lebih ke dalam.”

“Saya adalah seorang kreator yang selalu berusaha menciptakan peluang di setiap pertandingan. Saya senang dimainkan di sayap dan berusaha mencari celah untuk dieksploitasi. Selain itu, saya juga turut membantu para striker membongkar pertahanan lawan,,” tuntas Damsgaard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

16 Besar Euro 2020: Tiga Kuda Hitam Curi Perhatian

gamespool
16 Besar Euro 2020: Tiga Kuda Hitam Curi Perhatian 59

Football5star.com, Indonesia – Denmark, Rep. Cheska dan Swiss menjadi tiga tim yang sukses mencuri pehatian di babak 16 besar Euro 2020. Ketiganya berhasil mengamankan tempat di babak perempat final dengan cara yang impresif.

Denmark menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar. Pada Sabtu (26/6) lalu, mereka berhasil mengalahkan Wales dengan skor 4-0 berkat gol Kasper Dolberg (27′ & 48′), Joakim Maehle (88′) dan Martin Braithwaite (90+4′).

Sehari berselang, giliran Rep Cheska yang tampil mempesona. Patrik Schick cs secara mengejutkan berhasil menyingkirkan tim tangguh, Belanda, dengan skor 2-0. Sementara itu, Swiss menyingkirkan juara Piala Dunia 2018, Prancis melalui babak adu penalti.

16 Besar - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Selain ketiganya, ada juga tim lain yang juga tampil impresif di babak 16 besar, yakni Spanyol dan Inggris. Spanyol menyikngkirkan Kroasia dengan skor 5-3 lewat babak tambahan dan Inggris tampil perkasa ketika menjamu Jerman di Stadion Wembley.

Ukraina menjadi tim terakhir yang lolos ke babak delapan besar. Pada Rabu (30/6) dinihari WIB, skuat besutan Andriy Shevchenko berhasil menyingkirkan Swedia melalui gol Artem Dovbyk di menit terakhir babak tambahan.

Babak perempat final Piala Eropa 2020 rencananya akan dibuka dengan laga Swiss vs Spanyol pada Jumat (2/7) malam WIB. Partai antara (SIAPA) vs Inggris pada Minggu (4/7) dinihari WIB bakal menutup babak delapan besar.

HASIL LENGKAP BABAK 16 BESAR EURO 2020:

Sabtu (26/6):

  • Wales 0-4 Denmark (Kasper Dolberg 27′, 48′, Joakim Maehle 88′, Martin Braithwaite 90+4′)

Minggu (27/6):

  • Italia 2-1 Austria (Federico Chiesa 95′, Matteo Pessina 105′ – Sasa Kalajdzic 114′)
  • Belanda 0-2 Rep Cheska (Tomas Holes 68′, Patrik Schick 80′)

Senin (28/6):

  • Belgia 1-0 Portugal (Thorgan Hazard 42′)
  • Kroasia 3-5 Spanyol (Pedri 20′ [bd], Mislav Orsic 85′, Mario Pasalic 90+2′ – Pablo Sarabia 38′, Cesar Azpilicueta 57′, Ferran Torres 77′, Alvaro Morata 100′, Mikel Oyarzabal 103′)

Selasa (29/6):

  • Prancis 3-3 Swiss* (Karim Benzema 57′, 59′, Paul Pogba 75′ – Haris Seferovic 15′, 81′, Mario Gavranovic 90′)
  • Inggris 2-0 Jerman (Raheem Sterling 75′, Harry Kane 86′)

*Swiss menang adu penalti dengan skor 5-4

Rabu (30/6):

  • Swedia 1-2 Ukraina (Emil Forsberg 43′ – Oleksandr Zinchenko 27′, Artem Dovbyk 120+1′)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wales vs Denmark: Eks Ajax Pimpin Pesta Gol Tim Dinamit di Amsterdam

gamespool
Wales vs Denmark: Eks Ajax Pimpin Pesta Gol Tim Dinamit di Amsterdam 62

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di babak 16 besar Euro 2020 yang mempertemukan Wales vs Denmark. Tim Dinamit berhasil menang dengan skor telak 4-0.

Peluang pertama datang untuk The Dragons. Pada menit ke-9, Gareth Bale berhasil melakukan cut inside dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, tapi tipis melebar dari gawang Kasper Schmeichel.

Danish Dynamite mencetak gol pada menit ke-26. Joakim Maehle memberi umpan ke Kasper Dolberg. Mantan penyerang Ajax itu melepaskan tembakan dan berhasil memasukkan bola ke gawang stadion Johan Cruyff Arena.

Denmark punya peluang di penghujung babak pertama. Styger Larsen memberi umpan lambung cantik ke Joakim Maehle. Pemain Atalanta itu melepaskan tembakan dari sudut sempit, tapi bisa ditepis oleh Danny Ward.

Babak pertama Wales vs Denmark berakhir dengan skor 1-0.

Kasper Dolberg onfire. Pada menit ke-48, Martin Braiithwaite memberi umpan yang bisa disapu oleh Neco Williams, tapi bola mengarah ke Dolberg yang langsung mencetak gol keduanya.

Tertinggal 2-0, Wales terus mencoba membongkar pertahanan Simon Kjaer cs. Namun mereka benar-benar kesulitan bahkan untuk memberi tekanan kepada kiper Kasper Schmeichel.

Denmark hampir membuat skor menjadi 3-0 pada menit ke-85. Sundulan Andreas Cornelius bisa ditepis oleh Ward, bola liar didapatkan oleh Martin Braithwaite dan membentur tiang gawang. Lalu bola mengarah ke Joachim Andersen yang tendangannya melebar.

Gol ketiga akhirnya datang pada menit ke-88. Mathias Jensen memberi umpan ke Maehle yang sama sekali tidak dijaga. Dia dengan mudah melepaskan tembakan dengan kaki kirinya ke gawang Ward.

Kefrustasian Wales memuncak pada menit ke-90. Maehle ditekel oleh Harry Wilson yang terlihat sama sekali tidak mengincar bola. Wasit langsung memberinya kartu merah.

Martin Braithwaite mencetak gol pada penghujung laga, gol dianulir karena pemain Barcelona itu berada pada posisi offside. Tapi VAR mengesahkan gol itu.

Laga Wales vs Denmark berakhir dengan skor 4-0. Denmark lolos ke babak perempat final dan akan menunggu pemenang antara Belanda dan Republik Cheska.

Susunan Pemain Wales vs Denmark:

Wales (4-2-3-1): 12-Danny Ward; 14-Connor Roberts (3-Neco Williams), 22-Chris Mephan, 6-Joe Rodon, 4-Ben Davies; 16-Joe Morrell (8-Harry Wilson), 7-Joe Allen; 20-Dan James (19-David Brooks), 10-Aaron Ramsey, 11-Gareth Bale, 13-Kieffer Moore (9-Tyler Roberts).

Pelatih: Rob Page.

Denmark (3-4-3): 1-Kasper Schmeichel; 6-Andreas Christensen, 4-Simon Kjaer (Joachim Andersen), 3-Jannik Vestergaard; 17-Jens Styger Larsen (26-Nicolai Boilesen), 23-Pierre-Emile Hoejbjerg, 8-Thomas Delaney (24-Mathias Jensen), 5-Joakim Maehle; 9-Martin Braithwaite, 12-Kasper Dolberg (21-Andreas Cornelius), 14-Mikkel Damsgaard (15-Christian Noergaard).

Pelatih: Kasper Hjulmand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pernah Dikalahkan Denmark di Nations League, Bale Tekankan Ini Wales yang Berbeda

gamespool
Pernah Dikalahkan Denmark di Nations League, Bale Tekankan Ini Wales yang Berbeda 66

Football5Star.com, Indonesia – Bintang timnas Wales, Gareth Bale, menekankan bahwa ini adalah Wales yang berbeda dengan tiga tahun lalu saat Denmark mengalahkannya. Menurut Bale, saat itu The Dragons diisi oleh pemain muda.

Pada kompetisi Nations League 2018, Denmark berhasil mengalahkan Wales baik kandang maupun tandang. Kini mereka akan bertemu kembali di babak 16 besar Euro 2020, (26/6/21). Bale menyebut saat ini Wales sudah jauh berkembang dari tiga tahun lalu.

“Terakhir kali kami melawan mereka, kami mungkin berada dalam transisi di mana pemain muda masuk. Saya pikir pemain kami kini punya banyak pemain. Kami menjadi lebih baik seiring waktu dan meningkat sebagai tim dan lebih nyaman satu sama lain,” ucap Bale seperti dikutip Football5Star.com dari Mirror.

Gareth Bale Lega Wales Tetap Lolos Walaupun Kalah Lawan Italia
@FootballItalia

Bale melanjutkan, “Saya merasa itulah perbedaannya dan semoga kami dapat membuktikan bahwa di lapangan kami adalah tim yang jauh lebih baik. Saya pikir kita semua tahu apa yang bisa mereka lakukan sebagai pemain jika tidak, mereka tidak akan berada di tim. Mereka telah menangani situasi dan kesempatan dengan sangat baik. Kami ingin mencoba dan melakukan yang terbaik yang kami bisa.”

Pada Euro 2016, Wales secara luar biasa berhasil menembus babak semifinal. Namun Gareth Bale tak mau memikirkan itu dan hanya fokus di laga melawan Denmark.

“Saya menantikannya, jika kami tidak bersemangat untuk pertandingan ini, kami mungkin tidak seharusnya berada di sini. Ini adalah tantangan besar lainnya, kami tahu Denmark adalah tim besar dan terorganisir dengan baik. Mereka tidak akan diremehkan oleh kami dan kami ingin menampilkan performa bagus lainnya,” kata pemain Tottenham itu.

Gareth Bale melanjutkan, “Kami tidak perlu bermimpi tentang apa pun selain bermain di laga ini. Kami hanya menantikan pertandingan dan tidak perlu melihat apa pun setelah itu. Saya yakin kami akan siap. Kami harus memastikan kami tampil sebagai pemain dan kami telah melakukan itu.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Denmark: Kami Belum Habis!

gamespool
Pelatih Denmark: Kami Belum Habis! 70

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan atas Belgia pada Kamis (18/6) dinihari membuat peluang Denmark melaju ke babak 16 besar Euro 2020 semakin tipis. Namun, kekalahan tersebut tak mematahkan semangat pelatih kepala Tim Dinamit, Kasper Hjulmand.

Hjulmand mengaku bisa mengambil banyak pelajaran positif dari laga melawan Belgia. Ia pun memastikan Denmark bakal tampil habis-habisan pada partai pamungkas grup B melawan Rusia.

“Kami bisa mengambil banyak hal positif dari pertandingan ini. Sekarang, kami tak boleh terlalu meratapi kekalahan ini dan harus mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi Rusia,” tutur Kasper Hjulmand dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Denmark - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

“Peluang kami di turnamen ini masih belum habis. Kami akan berusaha mati-matian demi bisa mengalahkan Rusia di pertandingan terakhir,” sambung Hjulmand.

Lebih lanjut, Hjulmand juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh suporter yang hadir di Stadion Parken. Ia merasa kehadiran para suporter sangat mempengaruhi performa anak asuhnya di atas lapangan.

“Kami merasakan dukungan yang luar biasa dari para suporter. Tak cuma suporter yang ada di dalam stadion, tapi juga seluruh pendukung kami yang tersebar di seluruh Denmark. Kami merasakan cinta yang sangat besar dari orang-orangyang kami temui.”

“Besarnya dukungan mereka membuat kami tampil luar biasa di pertandingan ini. Selain itu, para pemain yang ada di dalam skuat juga memiliki hubungan yang sangat baik,” tandas Hjulmand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Denmark vs Belgia: Stadion Parken Dibungkam Kevin De Bruyne

gamespool
Denmark vs Belgia: Stadion Parken Dibungkam Kevin De Bruyne 74

Football5star.com, Indonesia – Kevin De Bruyne menjadi bintang kemenangan Belgia di markas Denmark pada Jumat (18/6) dinihari WIB. Satu gol dan satu assist De Bruyne membuat laga Euro 2020 antara Denmark vs Belgia berakhir dengan skor 1-2.

Denmark tak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru dua menit laga berjalan, Yussuf Poulsen sukses menjebol gawang Thibaut Courtois memanfaatkan kesalahan para pemain belakang Belgia.

Seleepas gol Poulsen, Denmark terus menggempur lini belakang Belgia. The Red Devils terpaksa bertahan total dan kesulitan mengembangkan permainan.

Memasuki 15 menit terakhir babak pertama, Belgia mulai bisa keluar dari tekanan Denmark. Namun, mereka tetap kesulitan menciptakan peluang berarti dan skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Denmark vs Belgia - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Selepas turun minum, Belgia semakin meningkatkan intensitas serangannya. Pada menit ke-55, The Red Devils berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan Thorgan Hazard yang menyambar umpan tarik kiriman Kevin De Bruyne.

Gol Hazard membakar semangat Belgia. Belgia mulai nyaman mengontrol jalannya tempo permainan. Pada menit ke-71, Belgia berbalik unggul. Kali ini, giliran De Bruyne yang menjebol gawang Kasper Schmeichel melalui sepakan keras dari luar kotak penalti.

Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, Denmark kembali keluar menyerang. Pada menit ke-88, Denmark nyaris menyamakan kedudukan. Namun, sundulan Martin Braithwaite yang sudah menaklukkan Courtois digagalkan mistar gawang.

Meski terus menyerang, Denmark gagal menyamakan kedudukan. Kekalahan ini membuat Denmark semakin terbenam di dasar klasemen grup B. Sementara itu, Belgia makin nyaman di puncak klasemen dengan koleksi enam poin.

DENMARK VS BELGIA:

Denmark: 1-Kasper Schmeichel; 6-Andreas Christensen, 4–Simon Kjaer, 3-Jannik Vestergaard (11-Andreas Skov Olsen 84′); 18-Daniel Waas (17-Jens Styger Larsen 62′), 23-Pierre-Emile Hojbjerg, 8-Thomas Delaney (24-Mathias Jensen 72′), 5-Joakim Maehle; 14-Mikkel Damsgaard (21-Andreas Cornelius 71′); 20-Yussuf Poulsen (15-Christian Norgaard 62′), 9-Martin Braithwaite

Pelatih: Kasper Hjulmand

Belgia: 1-Thibaut Courtois; 2-Toby Alderweireld, 4-Jason Denayer, 5-Jan Vertonghen; 15-Thomas Meunier, 16-Leander Dendoncker (6-Axel Witsel 59′), 8-Youri Tielemans, 16-Thorgan Hazard; 14-Dries Mertens (7-Kevin De Bruyne 46′), 11-Yannick Carrasco (10-Eden Hazard 59′); 9-Romelu Lukaku

Pelatih: Roberto Martinez

Kartu Kuning: Waas 59′, Damsgaard 70′, Jensen 82′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Denmark Beri Perkembangan Penting Soal Keadaan Eriksen

gamespool
Timnas Denmark Beri Perkembangan Penting Soal Keadaan Eriksen 78

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Denmark mengkonfirmasi bahwa Christian Eriksen akan dipasangkan alat bernama Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD). Alat ini akan ditanamamkan di dada atau perut Eriksen.

Seperti yang diketahui, Christian Eriksen kolaps saat laga melawan Finlandia, Minggu (13/6/21) dan saat ini berada di rumah sakit. Akun twitter timnas Denmark hari ini, (17/6/21) memberi perkembangan soal keadaan Eriksen. Mereka mengatakan bahwa Eriksen akan dipasangkan alatan bernama ICD.

Agen Christian Eriksen Sudah Bangun dan Bisa Berbicara
Sky Sports

ICD adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatasi detak jantung yang tidak normal. Alat ini ditanamkan di dada atau perut. Kemudian, alat tersebut akan mengalirkan kejutan atau tegangan listrik saat jantung berdetak terlalu lambat atau cepat. Fungsinya adalah mencegah gagal jantung dan serangan jantung mendadak. Diketahui, Daley Blind memakai alat yang sejenis dan sampai saat ini masih bermain bersama Ajax dan timnas Belanda.

“Dokter tim nasional Morten Boesen telah melakukan kontak dengan spesialis jantung di Rigshospitalet dan Christian Eriksen dan ini adalah status terbaru. Setelah Christian menjalani pemeriksaan jantung, diputuskan bahwa ia harus memiliki ICD (starter jantung),” tulis pernyataan resmi timnas Denmark seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitternya.

“Perangkat ini diperlukan setelah serangan jantung karena gangguan ritme. Christian telah menerima solusi ini dan rencana tersebut juga telah dikonfirmasi oleh para spesialis nasional dan internasional yang semuanya merekomendasikan perawatan yang sama. Kami mendorong semua orang untuk memberikan kedamaian dan privasi kepada Christian dan keluarganya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Laga Denmark vs Belgia akan Berhenti di Menit ke-10 untuk Hormati Eriksen

gamespool
Laga Denmark vs Belgia akan Berhenti di Menit ke-10 untuk Hormati Eriksen 82

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Belgia, Romelu Lukaku, mengkonfirmasi bahwa laga Grup B Euro 2020 antara Denmark vs Belgia hari ini (17/6/21), akan berhenti pada menit ke-10 untuk menghormati Christian Eriksen. Lukaku juga mengatakan bahwa dirinya meminta izin untuk bertemu Eriksen di rumah sakit.

Seperti yang diketahui, Christian Eriksen kolaps saat laga melawan Finlandia, Minggu (13/6/21). Dia saat ini berada di rumah sakit dan mengatakan dirinya sudah jauh lebih baik via akun Instagramnya.

Denmark vs Finlandia Laga yang Menyakitkan untuk Pasukan Kasper Hjulmand
@MirrorFootball

Lukaku yang merupakan rekan timnya di Inter mengatakan bahwa dirinya ingin menjenguk Eriksen di rumah sakit dan mengkonfirmasi laga Denmark vs Belgia akan berhenti pada menit ke-10, sesuai dengan nomor punggung Eriksen di timnas Denmark.

“Saya ingin pergi dan melihat Christian di rumah sakit. Saya berbicara dengan pelatih tentang hal itu dan jelas dia setuju. Kami juga akan berhenti bermain pada menit ke-10 sebagai penghormatan untuknya. Saya akan mengirim pesan kepada Christian besok setelah pertandingan, tetapi saat ini saya perlu memberinya waktu bersama keluarganya,” ucap Lukaku seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Kapten Denmark, Simon Kjaer, yang merupakan pemain AC Milan, dianggap sebagai pahlawan setelah langsung melakukan pertolongan pertama saat Eriksen kolaps. Lukaku berharap semua pesepak bola mendapatkan pelajaran seperti itu.

“Sangat penting apa yang dilakukan Simon untuk menyelamatkan hidupnya. Itu benar bahwa semua pemain harus diberi pelajaran tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi ini,” kata Romelu Lukaku.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Milan Skriniar Yakin Christian Eriksen akan Segera Kembali Bermain

gamespool
Milan Skriniar Yakin Christian Eriksen akan Segera Kembali Bermain 86

Football5Star.com, Indonesia – Bek Inter Milan, Milan Skriniar, yakin bahwa rekan timnya Christian Eriksen pasti akan kembali bermain secepatnya. Skriniar mengakui dirinya sangat takut melihat Eriksen kolaps di lapangan.

Eriksen kolaps pada menit ke-43 di laga Denmark vs Finlandia (12/6/21). Kini kondisi Eriksen sudah stabil dan sudah mampu berbicara. Dia juga sudah memberi kabar kepada rekan-rekan timnya di Inter via grup chat. Skriniar yakin Eriksen bakal kembali bermain secepatnya.

“Kami melihatnya di sini dengan para pemain dan kami sangat takut. Itu adalah sesuatu yang mengerikan, saya terlalu takut. Saya pikir seluruh dunia sepak bola juga,” ucap Skriniar seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Denmark vs Finlandia Laga yang Menyakitkan untuk Pasukan Kasper Hjulmand
@MirrorFootball

Milan Skriniar melanjukan, “Saya senang Christian baik-baik saja, setidaknya laporan pertama yang dia berikan menunjukkan itu. Saya senang akhirnya seperti ini dan saya pikir dia akan segera kembali ke lapangan.”

Slovakia akan berhadapan dengan Polandia, Senin (14/6/21). Skriniar mengakui bermain untuk Inter membantunya untuk berkembang bersama Slovakia.

“Fakta bermain di klub hebat seperti Inter membantu dalam kompetisi hebat ini. Harga diri, tentu saja, meningkat, Anda menjadi lebih terkenal. Saya tidak tahu akan menjadi pemain seperti apa saya jika saya tetap di Sampdoria atau jika saya berakhir di klub lain,” kata Milan Skriniar.

Mantan bek Sampdoria itu melanjutkan, “Inter adalah pertunjukan yang indah, Anda bermain di pertandingan penting di depan banyak orang. Namun dibalik semua itu, harus ada usaha dan kerja keras dari pemain. Saya pikir ini adalah kasus saya, setiap orang selalu menjadi mesin kebahagiaan mereka sendiri.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dokter Timnas Denmark Bingung Christian Eriksen Bisa Alami Henti Jantung

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain Denmark, Christian Eriksen dinyatakan sempat mengalami cardiac arrest alias henti jantung mendadak. Dokter timnas Denmark, Morten Boesen, pun masih bingung menganaliss penyebab musibah itu terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Christian Eriksen mendadak kolaps di tengah pertandingan Denmark melawan Finlandia. Laga sempat ditunda dan pemain asal Inter Milan itu segera dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Agen Christian Eriksen Sudah Bangun dan Bisa Berbicara
Sky Sports

“Kami sudah melakukan penanganan jantung. Dia mengalami henti jantung mendadak. Seberapa kita hampir kehilangan dia? Saya tidak tahu. Tapi, kami mendapatkanna kembali setelah satu kali defib (defibrilasi) jadi semuanya cukup cepat,” ucap Morten Boesen, dikutip Football5star.com dar BBC.

Saat ditanya mengenai penyebab pemain berusia 29 tahun itu bisa mengalami henti jantung mendadak d lapangan, Morten Boesen pun bingung. “Pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini terlihat baik-baik saja. Kami tidak memiliki penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi”.

Kondisi Christian Eriksen Sudah Stabil

christian eriksen-standard

Ketika insiden terjadi, Christian Eriksen memang sempat menjalani perawatan medis darurat di lapangan. Setelah kondisi cukup stabil, sang pemain langsung dibawa ke rumah sakit.

“Kondisinya stabil dan terus dirawat di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pagi ini kami telah berbicara dengannya. DIa telah mengirimkan salam kepada rekan satu timnya,” penjelasan dari ofisial timnas Denmark.

“Tim dan staf tim nasional telah menerima bantuan krisis dan akan terus berada di sana untuk satu sama lain setelah insiden kemarin. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas simpati mereka.,” sambung pernyataan tersebut.

Setelah insiden yang diderita, kini masa depan karier Christian Eriksen menjadi tanda tanya. Kardiolog asal Amerika Serikat, Sadi Raza, bahkan memprediksi karier mantan pemain Ajax itu segera berakhir dini.

“Karier bermainnya mungkin akan berakhir. Tapi dia masih hidup dan itulah yang terpenting,” bilang Sadi Raza.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Denmark Beberkan Alasan Timnya Tetap Lanjutkan Laga

gamespool
Pelatih Denmark Beberkan Alasan Timnya Tetap Lanjutkan Laga 94

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand, menjelaskan mengapa timnya masih mau bermain melawan Finlandia pasca Christian Eriksen kolaps di lapangan (12/6/21). Hjulmand menyebut bahwa UEFA memberinya dua opsi setelah kejadian itu terjadi.

Christian Eriksen kolaps pada menit ke-43 dan membuat laga terhenti. Laga akhirnya diputuskan untuk dilanjutkan kembali sekitar lebih dari 90 menit setelah kejadian dan setelah mengetahui keadaan Eriksen baik-baik saja. Hjulmand mengungkapkan bahwa UEFA memberinya dua opsi, langsung kembali bermain atau melanjutkan laga besok malam waktu setempat, dan Denmark memilih melanjutkan laga langsung.

Pelatih Denmark Puji Para Pemainnya yang Masih Mampu Bermain di Babak Kedua
Mirror

“Itu adalah malam yang sangat sulit, di mana kita semua diingatkan tentang hal terpenting dalam hidup. Ini hubungan yang bermakna. Itu adalah orang-orang yang dekat dengan kita. Itu keluarga dan teman. semua pikiran bersama Christian dan keluarganya,” ucap Hjulmand sambil menahan air mata seperti dikutip Football5Star.com dari Mirror.

Dia melanjutkan, “Kami memiliki dua opsi untuk memainkan pertandingan (hari ini) atau besok pukul 12 malam dan semua orang setuju untuk bermain hari ini. Tidak ada tekanan dari UEFA untuk bermain malam ini, jujur yang terbaik adalah menyelesaikannya.

Saat laga dilanjutkan kembali, para pemain Denmark seperti kehilangan kepercayaan. Kasper Schmeichel gagal menahan bola yang mengarah ke arahnya dan berbuah gol untuk Finlandia. Eksekusi penalti Pierre-Emile Hoejbjerg dengan mudah ditangkap Lukas Hradecky. Kapten Simone Kjaer bahkan tidak mampu bermain penuh dan harus ditarik pada menit ke-63. Denmark akhirnya takluk 1-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Denmark Puji Para Pemainnya yang Masih Mampu Bermain di Babak Kedua

gamespool
Pelatih Denmark Puji Para Pemainnya yang Masih Mampu Bermain di Babak Kedua 98

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand, memberi pujian kepada para pemainnya yang masih mampu bermain di babak kedua melawan Finlandia pasca Christian Eriksen kolaps di lapangan (12/6/21). Hjulmand mengatakan hal ini di konferensi pers pasca laga dengan perasaan emosional.

Christian Eriksen kolaps pada menit ke-43 dan membuat laga terhenti. Laga akhirnya dilanjutkan kembali setelah diadakan diskusi dengan UEFA 90 menit setelah laga dihentikan dan setelah mengetahui kondisi Eriksen baik-baik saja.

Pelatih Denmark Puji Para Pemainnya yang Masih Mampu Bermain di Babak Kedua - Kasper Hjulmand
Mirror

Namun terlihat para pemain Denmark seperti kehilangan kepercayaan. Kasper Schmeichel gagal menahan bola yang mengarah ke arahnya dan berbuah gol untuk Finlandia. Eksekusi penalti Pierre-Emile Hoejbjerg dengan mudah ditangkap Lukas Hradecky. Kapten Simone Kjaer bahkan tidak mampu bermain penuh dan harus ditarik pada menit ke-63. Denmark akhirnya takluk 1-0.

“Anda tidak bisa memainkan permainan dengan perasaan seperti itu. Kami mencoba untuk menang. Sungguh luar biasa mereka berhasil keluar dan mencoba memainkan babak kedua. Kami memiliki sekelompok pemain yang saya tidak bisa cukup memuji. Saya tidak bisa lebih bangga dengan orang-orang yang merawat satu sama lain dengan baik,” ucap Hjulmand seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Hjulmand melanjutkan, “Dia adalah salah satu teman yang sangat saya sayangi, cara para pemain berbicara di ruang ganti untuk memutuskan untuk tidak melakukan apa pun sebelum kami tahu Christian sadar dan baik-baik saja. Jujur, ada pemain yang benar-benar selesai secara emosional dan kelelahan secara emosional. Mereka saling berpelukan. Itu adalah pengalaman traumatis.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Beppe Marotta: Christian Eriksen Sudah Kirim Pesan ke Grup Chat Inter

gamespool
Beppe Marotta: Christian Eriksen Sudah Kirim Pesan ke Grup Chat Inter 102

Football5Star.com, Indonesia – CEO Inter, Giuseppe Marotta, memberi kabar baik tentang kondisi Christian Eriksen yang kolaps di laga Denmark vs Finlandia (12/6/21). Marotta mengungkapkan bahwa Eriksen sudah memberi pesan kepada rekan-rekan timnya di Inter.

Seperti yang diketahui, Christian Eriksen kolaps pada menit ke-43 dan membuat laga ditunda selama lebih dari 90 menit. Eriksen kini berada di rumah sakit dan menurut agennya, dia sudah sadar dan sudah bisa berbicara. Kini CEO Inter, Giuseppe Marotta, mengabarkan bahwa Eriksen sudah memberi kabar ke grup chat Inter bahwa dia baik-baik saja.

“Para pemain sangat dekat dan kami semua segera berkomunikasi satu sama lain setelah melihat gambar-gambar itu. Kami tidak ingin menjadi invasif dan mencoba menghormati pemulihannya setelah kami diyakinkan. Saya hanya bisa mengatakan bahwa 10 menit yang lalu Eriksen sendiri mengirim pesan di obrolan internal kami dan ini menegaskan ikatan di antara para pemain,” ucap Marotta seperti dikutip Football5Star.com dari Rai Sport.

Agen Christian Eriksen Sudah Bangun dan Bisa Berbicara
Sky Sports

Marotta mengkonfirmasi bahwa Eriksen tidak pernah terkena Covid-19 dan belum pernah divaksin. Dia juga mengatakan bahwa tim medis Inter saat ini sedang melakukan kontak dengan tim medis Denmark.

“Dia tidak memiliki Covid dan juga tidak divaksinasi. Saat ini, Christian Eriksen berada di bawah bimbingan staf medis Denmark dan memang benar mereka merilis informasi, tetapi saya dapat mengatakan staf medis Inter telah menghubungi mereka sejak awal,” kata Marotta.

Romelu Lukaku yang mencetak dua gol ke gawang Rusia bersama Belgia mendikasikan golnya untuk Eriksen. Begitu juga Achraf Hakimi yang mencetak gol tendangan bebas ke gawang Burkina Faso saat melakoni laga uji coba bersama Maroko hari ini (13/6/21).

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lukaku: Saya Menangis Sebelum Laga karena Lihat Kondisi Eriksen

gamespool
Lukaku: Saya Menangis Sebelum Laga karena Lihat Kondisi Eriksen 106

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang timnas Belgia, Romelu Lukaku, mengakui dia sulit untuk berkonsentrasi ke laga lawan Rusia setelah mengetahui rekan timnya di Inter, Christian Eriksen kolaps di lapangan. Lukaku berharap Eriksen cepat sembuh dan baik-baik saja.

Seperti yang diketahui, Eriksen kolaps pada menit ke-43 di laga Denmark vs Finlandia, (12/6/21). Lukaku yang harus bermain setelah laga itu melawan Rusia mengatakan bahwa dia menangis melihat kejadian yang diderita rekan timnya di Inter itu.

Romelu Lukaku Saya Menangis Sebelum Laga karena Lihat Kondisi Christian Eriksen
@goal

“Saya banyak menangis sebelum pertandingan. Dan sulit untuk berkonsentrasi. Pemain lain juga terkena dampaknya. Saya membaca bahwa dia keluar dari bahaya dan saya berharap dia akan segera dalam keadaan sehat. Saya senang dengan kemenangan ini, tetapi pikiran saya ada pada Christian,” ucap Lukaku seperti dikutip Football5Star.com dari FedeNerazzurra.

Mantan pemain Chelsea itu melanjutkan, “Sulit untuk bermain karena pikiran dan hati saya bersama Christian. Saya takut dan pikiran saya masih bersamanya. Saya harap dia baik-baik saja.”

Romelu Lukaku sendiri berhasil mencetak brace dan membawa Belgia menang 3-0. Pada gol pertama, dia langsung berlari ke arah kamera setelah mencetak gol dan berkata, “Chris, saya cinta kamu.” Dia berhasil mendapatkan penghargaan Man of the Match pada laga itu.

Untuk Christian Eriksen sendiri, laporan terakhir dari agennya menyebut bahwa dia berada di rumah sakit, sudah sadar dan sudah bisa berbicara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Denmark vs Finlandia: Laga yang Menyakitkan untuk Simon Kjaer Cs

gamespool
Denmark vs Finlandia: Laga yang Menyakitkan untuk Simon Kjaer Cs 109

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada matchday pertama Grup B Euro 2020 yang mempertemukan Denmark vs Finlandia. Laga ini sempat diberhentikan cukup lama setelah Christian Eriksen kolaps pada menit ke-43. Finlandia menang dengan skor 1-0.

Denmark punya peluang pada menit ke-6. Christian Eriksen memberi umpan ke Andreas Christensen yang langsung melepaskan tembakan keras, tapi Lukas Hradecky bisa menepis tendangan.

Pierre-Emile Hoejberg punya peluang emas pada menit ke-15 setelah dia berhasil menanduk umpan dari Thomas Delaney, tapi Hradecky melakukan penyelamatan gemilang.

Hradecky lagi-lagi harus menyelamatkan gawangnya. Pada menit ke-18, Christian Eriksen melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi dia kembali dengan sigap meninju bola.

Laga harus dihentikan pada menit ke-43 setelah Christian Eriksen kolaps di lapangan. Pertandingan kembali dilanjutkan setelah lebih dari satu setengah jam dihentikan.

Tak ada gol di babak pertama. Babak pertama Denmark vs Finlandia berakhir dengan skor 0-0.

Finlandia mencetak gol walaupun terus menerus terserang pada menit ke-59. Jere Uronen memberi umpan lambung ke Joel Pohjanpalo yang dengan sempurna menanduk bola ke gawang Kasper Schmeichel.

Denmark dapat penalti pada menit ke-73. Yussuf Poulsen dilanggar oleh Paulus Arajuuri dikotak terlarang. Tapi, eksekusi Pierre-Emile Hoejberg bisa ditangkap oleh Hradecky.

Terlepas dari Denmark yang terus menerus menyerang, mereka tetap tak bisa menembus pertahanan Finlandia. Laga Denmark vs Finlandia berakhir dengan skor 1-0. Ini adalah kemenangan perdana Finlandia di Euro. Kemenangan ini mereka dapatkan hanya dengan melepaskan satu tembakan ke gawang.

Susunan Pemain Denmark vs Finlandia

Denmark (4-3-3): 1-Kasper Schmeichel; 18-Daniel Wass (17-Stryger Larsen), 4-Simon Kjaer (3-Jannik Vestergaard), 6-Andreas Christensen, 5-Joakim Maehle; 10-Christian Eriksen (Mathias Jensen), 23-Pierre-Emile Hoejbjerg, 8-Thomas Delaney (21-Andreas Cornelius); 20-Yussuf Poulsen, 19-Jonas Wind (11-Skov Olsen), 9-Martin Braithwaite.

Pelatih: Kasper Hjulmand.

Finlandia (3-5-2): 1-Lukas Hradecky; 4-Joona Tolvio, 2-Paulus Arajuuri, 3-Daniel O’Shaughnessy; 22-Jukka Raitala (5-Leo Vaeisaenen), 8-Robin Lod, 14-Tim Sparv (11-Rasmus Schuller), 6-Glen Kamara, 18-Jere Uronen; 20-Joel Pohjanpalo (26-Marcus Forss), 10-Teemu Pukki (19-Joni Kauko).

Pelatih: Markku Kanerva.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Agen: Christian Eriksen Sudah Sadar dan Bisa Berbicara

gamespool
Agen: Christian Eriksen Sudah Sadar dan Bisa Berbicara 113

Football5Star.com, Indonesia – Agen Christian Eriksen, Martin Schoots, mengkonfirmasi bahwa kliennya sudah bangun dan bisa berbicara setelah kolaps di lapangan melawan Finlandia. Schoots mengetahui hal itu dari ayah Eriksen.

Seperti yang diketahui, laga pertama Grup B Euro 2020 yang mempertemukan Denmark vs Finlandia (12/6/21) harus ditunda setelah bintang Denmark, Christian Eriksen kolaps pada menit ke-43. Kejadian itu membuat syok seluruh isi stadion Parken di Kopenhagen.

Dalam beberapa foto yang tersebar di media sosial, Eriksen terlihat ditandu keluar lapangan dengan keadaan sadar. Sang agen Martin Schoots mengkonfirmasi bahwa Eriksen sudah sadar dan mampu berbicara.

Christian Eriksen Kolaps di Lapangan, Laga Denmark vs Finlandia Ditunda
The Sun

“Saya baru berbicara dengan ayah Christian, dan dia mengatakan bahwa dia bernafas dan sudah bisa berbicara,” ucap Schoots seperti dilansir Football5Star.com dari NOS.

Laporan dari jurnalis Sky Sports, Gianluca Di Marzio juga menyebut bahwa Eriksen sudah dalam kondisi yang lebih baik. UEFA sendiri baru mengkonfirmasi bahwa laga Denmark vs Finlandia tetap akan dilanjutkan hari ini, pukul 20.30 CET.

“Pertandingan telah ditangguhkan karena keadaan darurat medis yang melibatkan pemain Denmark Christian Eriksen. Pemain tersebut kini berada di rumah sakit dan dalam kondisi stabil. UEFA berharap Christian Eriksen pulih sepenuhnya dan ingin berterima kasih kepada kedua tim atas sikap teladan mereka,” tulIs UEFA di akun Twitternya.

UEFA melanjutkan,”Mengikuti permintaan yang dibuat oleh para pemain kedua tim, UEFA telah setuju untuk memulai kembali pertandingan antara Denmark dan Finlandia malam ini pukul 20:30 CET (TBC). Lima menit terakhir babak pertama akan dimainkan, kemudian akan ada jeda 5 menit babak pertama diikuti oleh babak kedua.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Christian Eriksen Kolaps, Laga Denmark vs Finlandia Ditunda

gamespool
Christian Eriksen Kolaps, Laga Denmark vs Finlandia Ditunda 116

Football5Star.com, Indonesia – Laga pembuka Grup B Euro 2020 yang mempertemukan Denmark vs Finlandia ditunda karena pemain Denmark, Christian Eriksen, kolaps pada menit ke-43. Eriksen sendiri langsung diberi perawatan medis.

Laga berjalan sangat seru dengan Denmark benar-benar menguasai pertandingan. Beberapa peluang datang dari Andreas Christensen, Pierre-Emile Hoejberg dan termasuk Eriksen sendiri. Tapi semuanya bisa ditepis oleh kiper Finlandia, Lukas Hradecky.

Tapi pada menit ke-43, Eriksen kolaps setelah menerima umpan throw-in dari Joakim Maehle. Tim medis langsung melakukan CPR pada Eriksen, dengan banyak pemain Denmark terlihat menangis. Semua penonton di Stadion Parken, Kopenhagen, juga langsung terdiam. Terlihat juga istri Eriksen yang dicoba ditenangkan oleh Kasper Schmeichel dan Simon Kjaer.

Christian Eriksen akhirnya ditandu keluar setelah sekitar 10 menit dirawat di lapangan dan UEFA memutuskan pertandingan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Pertandingan UEFA EURO 2020 di Kopenhagen telah ditangguhkan karena keadaan darurat medis,” tulis UEFA seperti dilansir Football5Star.com dari akun Twitter resmi mereka.

Laporan terakhir dari UEFA menyebut bahwa Christian Eriksen sudah dibawah ke rumah sakit dan dalam keadaan stabil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]