5 Fakta Menarik Dalam Hasil Imbang Denmark vs Australia

Football5Star.com – Denmark akhirnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Australia di Samara Arena, Kamis (21/6/2018). Beberapa rekor dan fakta menarik tercipta usai pertandingan tersebut.

Sejatinya, Denmark sukses unggul cepat melalui Christian Eriksen menit ketujuh. Namun, Australia berhasil terselamatkan berkat teknologi Video Assistant Referee (VAR) dengan mendapat penalti.

Mile Jedinak yang menjadi algojo sukses menyamakan kedudukan. Beragam fakta menarik tercipta, salah satunya soal rekor pertahan buruk Australia. Sebab tak ada tim di Piala Dunai 2018 saat ini yang menjalani laga tanpa clean-sheet daripada Australia, yakni 12 pertandingan.

Selain itu, ada lima fakta menarik lainnya. Apa saja? Berikut kami sajikan daftarnya:

1. Penalti Jedinak sukses menodai keperkasaan kiper Denmark, Kasper Schmeichel. Anak dari legenda hidup Timnas Denmark itu akhirnya merasakan gawangnya kebobolan lagi setelah 571 menit atau 9 jam 31 menit.

2. Jedinak juga mengukir rekor menawan. Dia kini menjadi pencetak gol terbanyak Australia di Piala Dunia setelah Tim Cahill yang mengemas 5 gol. Jedinak kini telah mencetak 3 gol.

3. Jedinak-pun menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak 3 gol atau lebih yang semuanya berasal dari penalti. Dua gol di Piala Dunia 2018 hingga saat ini disarangkan masing-masing ke gawang Australia dan Prancis dan semua lewat penalti. Satu gol dicetak di Piala Dunia 2014 saat Australia kalah 2-3 dari Belanda. Jedinak juga mencetak gol lewat penalti.

4. Sayangnya, setiap kali Jedinak mencetak gol, Australia tak pernah memenangkan laga di Piala Dunia. Kalah 2-3 dari Belanda, takluk 1-2 dari Prancis, dan kini imbang 1-1 melawan Denmark.

5. Christian Eriksen juga sukses mengukir rekor. Dia menjadi salah satu dari hanya tiga pemain yang sukses mencetak gol dan kemas assist di Piala Dunai 2018 bersama Artem Dzuba, dan Aleksandr Golovin.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Teknologi VAR Selamatkan Australia dari Kekalahan Lawan Denmark

Football5Star.com – Australia terselamatkan dengan teknologi Video Assistant Reeferees (VAR) saat bersua Denmark di Samara Arena, Kamis (21/6/2018). Mereka berhasil menahan imbang 1-1 Denmark melalui titik putih.

Sejak peluit pertandingan dimulai, Denmark langsung mengambil inisiatif penyerangan. Laga baru berusia tiga menit, mereka nyaris membuka keunggulan melalui tendangan bebas Christian Eriksen. Sayang bola melambung tipis di atas mistar.

Australia tak tinggal diam. Mereka cukup merepotkan pertahanan Denmark lewat pergerakan Tom Rogic dan Andrew Nabbout. Kans apik juga diperoleh Mathew Leckie. Sayang ia gagal mencetak gol.

Asyik menyerang membuat pertahanan Australia lowong. Eriksen akhirnya sukses memanfaatkan hal tersebut setelah mengemas gol menit ketujuh. Menerima umpan Nicolai Jorgensen, Eriksen meelpaskan sepakan ke arah gawang Australia. Bola gagal diantisipasi kiper Mathew Ryan.

Tertinggal satu gol, Australia mencoba untuk bangkit. Skuat besutan Bert van Marwijk melancarkan serangan beberapa kali namun sulit untuk menembus barisan pertahanan Denmark.

Pione Sisto nyaris memperbesar keunggulan Denmark. Sayang, tendangannya menit ke-23 berhasil digagalkan kiper Ryan.

Australia mendapat keuntungan menit 38. Wasit Antonio Mateu Lahoz menghentikan pertandingan pada menit ke-36 menyusul sebuah insiden di kotak penalti Denmark. Setelah melihat tayangan di VAR, wasit memutuskan memberikan hadiah penalti untuk Australia.

Sang pengadil beralasan striker Yussuf Poulsen melakukan handball. Mile Jedinak yang menjadi algojo akhirnya sukses mencetak gol. Skor 1-1 berakhir hingga paruh pertama.

Usai jeda, kedua tim terus mencoba mencari gol tambahan untuk mengunci kemenangan. Menit 72, Mathew Leckie melepaskan tendangan jarak jauh. Namun lagi-lagi masih bisa diselamatkan oleh Kasper Schmeichel.

Dua menit berselang, Denmark membalasnya. Melalui serangan balik, mereka mendapat peluang dari Pione Sisto. Sayang, tembakan melengkungnya melebar tipis di sisi kiri gawang.

Pada penghujung laga, Australia mendapatkan peluang matang. Pertama dari Arzani melalui tendangan voli, kemudian Leckie. Tapi keduanya sukses diselamatkan dengan baik oleh Schemiechel.

Hingga peluit panjang, skor 1-1 tak berubah. Hasil imbang ini membuat Denmar mendapatkan empat poin dan bakal menantang Prancis pada laga terakhir.

SementaraAustralia langkahnya kian sulit setelah cuma raih satu angka. Mereka harus meraih kemenangan besar atas Peru andai mau lolos ke babak selanjutnya.

Susunan Pemain:
Denmark: 1-Kasper Schmeichel, 4-Simon Kjaer, 6-Andreas Christensen, 14-Henrik Dalsgaard, 17-Jens Stryger, 8-Thomas Delaney, 10-Christian Eriksen, 19-Lasse Schone, 9-Nicolai Jorgensen (21-Andreas Cornelius 68′), 20-Yussuf Poulsen (11-Martin Braithwaite 59′), 23-Pione Sisto
Pelatih: Age Hareide

Australia: 1-Mathew Ryan, 16-Aziz Behich, 5-Mark Milligan, 20-Trent Sainsbury, 19-Joshua Risdon, 10-Robbie Kruse, 13-Aaron Mooy, 15-Mile Jedinak, 7-Mathew Leckie, 23-Tom Rogic (22-Jackson Irvine 82′), 11-Andrew Nabbout (9-Tomi Juric 75′)
Pelatih: Bert van Marwijk


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Denmark Akan Kesulitan Jika Australia Matikan Pergerakan Eriksen

Kuis Piala Dunia 2018
Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain tim nasional Denmark, Michael Jakobsen, memberikan prediksi menjelang pertemuan Denmark dan Australia pada laga kedua penyisihan Grup C Piala Dunia 2018, Kamis (21/6/2018). Menurutnya, Denmark akan kesulitan jika Australia mematikan pergerakan Christian Eriksen.

Harus diakui, Eriksen menjadi nyawa permainan Denmark. Gelandang Tottenham Hotspur tersebut menunjukkannya ketika Denmark menang 1-0 atas Peru dalam laga perdana Grup C pada 16 Juni. Eriksen yang memberikan assist bagi Yussuf Poulsen untuk mencetak gol tunggal tersebut.

Wajar bila Jakobsen mengatakan demikian. Dia menilai, tim Dinamit (julukan Denmark) akan kesulitan dalam laga melawan Australia di Samara, Kamis (21/6), jika Eriksen tak mendapat ruang gerak yang cukup.

“Jika mereka bisa mengeliminasi pengaruh Eriksen dalam pertandingan nanti, Denmark akan kesulitan,” ujar Jakobsen kepada Omnisport, seperti dikutip Football5star.com.

christian eriksen irlandia denmark twitter @EuroQualifiers

“Dia menjadi kunci dari mayoritas serangan Denmark,” tambah sosok yang kini bermain untuk klub Adelaide United.

Dalam laga nanti, Denmark tak diperkuat William Kvist, yang mengalami cedera rusuk saat melawan Peru. Hal ini pun menjadi sorotan Jakobsen, yang menilai Denmark kehilangan sosok penting sehingga pertahanan juara Piala Eropa 1992 tersebut sedikit berkurang.

“Dia bukan yang terbaik saat memegang bola dan dia lebih banyak bermain di sektor belakang dan samping. Namun dalam organisasi pertahanan, dia sangat bagus untuk menutup sektor belakang,” ujar Jakobsen.

Meskipun demikian, Jakobsen optimistis Denmark akan lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up grup. Menurutnya, Prancis keluar sebagai juara grup karena menyapu bersih semua laga penyisihan.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Istri Melahirkan, Pemain Denmark Dipulangkan dengan Jet Pribadi

Football5star.com, Indonesia – Langkah pertama Timnas Denmark di gelaran Piala Dunia 2018 berakhir dengan hasil membahagiakan, usai menumbangkan perlawanan Timnas Peru pada pertandingan Grup C, Sabtu (16/5/2018) dini hari WIB.

Dengan kemenangan itu, Cristian Eriksen dan kolega untuk sementara menempati posisi dua klasemen sementara di bawah Timnas Prancis yang unggul agresivitas gol. Tentu saja, hasil ini membikin skuat besutan senang tak ketulungan.

timnas denmark politiken dk
politiken-dk

Di tengah perasaan senang yang menyelimuti skuat Denmark ini, ada kabar bahagia lain yang terselip berbentuk lahirnya seorang anak perempuan dari istri salah satu pemain mereka yang, Jonas Knudsen. Istri Knudsen, Trine,  dikabarkan melahirkan lebih cepat dari perkiraan.

Kebahagiaan Knudsen yang baru saja menjadi ayah ikut dirasakan oleh rekan setimnya. Sebagai bentuk dukungan untuk pemain berusia 25 tahun tersebut,  jajaran tim memperbolehkan Knudsen pulang ke Denmark untuk melihat kondisi istri dan anaknya.

Karena sedang berada di tengah-tengah kompetisi pula, kepulangan Kndusen ke Denmark harus bisa ditempuh dengan waktu cepat. Sebagai solusinya, para pemain Denmark memutuskan urunan uang untuk menyewakan jet pribadi agar Knudsen bisa segera pulang.

Menurut kiper Kasper Schmeichel, inisiatif ini murni dilakukan oleh para pemain Denmark karena banyak di antara mereka yang juga sudah menjadi ayah dan paham bagaimana keinginan Knudsen untuk segera menengok anaknya.

“Saya pikir kami juga harus mengingat bahwa kami pun adalah manusia dan juga seorang pesepakbola. Saya sendiri sebagai seorang ayah, tidak bisa membayangkan betapa sulitnya untuk Knudsen menerima kabar kelahiran ketika dia tidak ada di sana,” kata Schmeichel dilansir Reuters.

“Di dalam skuat ini ada banyak pemain yang sudah menjadi ayah dan kami ingin menunjukkan sisi kemanusiaan kami dan juga ingin dia melihat anak perempuannya,” tandasnya.

Pemain yang berposisi sebagai bek ini tak bisa lama-lama pulang karena harus kembali bersiap dengan tim untuk melakukan persiapan menghadapi pertandingan selanjutnya di Grup C melawan Australia, Kamis (21/6) pukul 19:00 malam WIB.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Prediksi: Denmark vs Australia

denmark vs australia main

Stadion Samara Arena, Kamis (21/06/2018) Pukul 19.00 WIB (Trans TV)

Football5Star.com, Indonesia – Misi berat dipikul Bert van Marwijk dalam laga Denmark vs Australia pada lanjutan Piala Dunia 2018. Setelah kalah 1-2 dari Prancis pada laga pertama, dia wajib membawa Australia menang pada laga ini.

Itu bukan hal mudah karena Socceroos tak punya catatan apik. Mereka hanya sekali menang dan sekali seri dalam 9 kesempatan bertemu wakil Eropa di Piala Dunia. Sudah begitu, mereka pun selalu kalah dalam empat laga terakhir di ajang akbar empat tahunan ini.

Hal yang membuat misi Van Marwijk makin berat, Tim Dinamit tengah dalam performa apik. Anak-anak asuh Age Hareide tak tersentuh kekalahan dalam 15 laga resmi terakhir. Bahkan, gawang mereka tak dibobol lawan dalam 5 laga terakhir.

Satu-satunya modal pelatih asal Belanda itu adalah rekor pertemuan di Piala Dunia dengan Tim Dinamit. Di Afrika Selatan 2010, dia berhasil membawa Belanda menang 2-0. Selain itu, dia juga sempat membawa Belanda menang atas Norwegia yang diasuh Hareide pada 2008.

REKOR PERTEMUAN

denmark vs australia head to head

TREN PERFORMA

denmark vs australia Lima laga trakhir

STATISTIK MENARIK
  • Timnas Denmark tak terkalahkan dalam 15 laga internasional terakhir (9 menang, 6 seri).
  • Kekalahan terakhir Tim Dinamit terjadi 12 Oktober 2016 dari Montenegro dengan skor 0-1.
  • Tim asuhan Age Hareide selalu clean sheet dalam 5 laga terakhir. Bahkan, mereka hanya kebobolan 3 gol dalam 11 pertandingan terakhir.
  • Timnas Australia hanya 2 kali menang dalam 14 laga terakhir di Piala Dunia. Kemenangan terakhir diraih atas Serbia pada 2010.
  • Socceroos menelan 7 kekalahan dalam 9 pertemuan dengan wakil Eropa di Piala Dunia (1 menang, 1 seri).
  • Socceroos selalu kalah dan kebobolan setidaknya 2 gol dalam 4 laga terakhir di Piala Dunia.
  • Christian Eriksen berkontribusi pada 17 gol dalam 14 laga terakhir Tim Dinamit (12 gol, 5 assist).
  • Yussuf Poulsen selalu mencetak gol dalam 2 laga terakhir Tim Dinamit.
  • Seluruh 28 gol Tim Dinamit di Piala Dunia dicetak dari dalam kotak penalti.
PELATIH
  • Partai Denmark vs Australia kali ini merupakan pertemuan kedua antara Age Hareide dan Bert van Marwijk.
  • Pada pertemuan pertama, tim asuhan Van Marwijk menang atas tim asuhan Hareide.
  • Hareide baru kali ini melawan Socceroos.
  • Rekor Van Marwijk vs Tim Dinamit: 1 menang, 0 seri, 1 kalah.
  • Di Piala Dunia, Van Marwijk bersama Belanda berhasil menang 2-0 atas Tim Dinamit pada 2010.
WASIT
  • Antonio Mateu Lahoz dari Spanyol adalah wasit yang akan memimpin laga Denmark vs Australia pada kali ini.
  • Ini kali pertama Lahoz mewasiti Denmark vs Australia.
  • Lahoz belum pernah memimpin laga yang melibatkan Tim Dinamit dan Socceroos.
  • Di Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa, selalu ada tim yang clean sheet dalam 5 laga yang dipimpin Lahoz.
  • Skor terbesar dari laga yang dipimpin Lahoz di Kualifikasi Piala Dunia 2018 adalah 2-0..
PEMAIN KUNCI*

DENMARK:
Top Scorer: Yussuf Poulsen (1 gol)
Top Assist: Christian Eriksen (1 assist)
Top Rating: Kasper Schmeichel (8,07)

AUSTRALIA:
Top Scorer: Mile Jedinak (1 gol)
Top Assist: –
Top RatingAaron Mooy (7,26)

* Statistik di Piala Dunia 2018 menurut WhoScored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Denmark: William Kvist cedera, sedangkan Andreas Christensen agak meragukan untuk tampil.
  • Australia: Tak ada pemain yang dipastikan absen.
PREDIKSI LINE-UP

denmark vs australia line up

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Denmark 1-1 Australia
ScorePredictor
Denmark 3-0 Australia
Predictz
Denmark 1-1 Australia
FOOTBALL5STAR
DENMARK 2-0 AUSTRALIA

 

PREDIKSI PO HAMSTER PERAMAL

Denmark Susah Payah Tundukkan Peru

Football5star.com, Indonesia – Timnas Denmark menang tipis 1-0 atas Timnas Peru pada laga Grup C Piala Dunia 2018 di Mordovia Arena, Sabtu (16/6). Gol tunggal kemenangan Tim Dinamit dilesakkan Yussuf Poulsen.

Poulsen mencatatkan namanya di papan skor pada menit 59. Ia sukses meneruskan umpan dari Christian Eriksen.

Df1KS51UYAAuNC0
Getty Images

Peru sebenarnya mendapat peluang emas untuk unggul lebih dulu lewat tendangan penalti dpada menit 45. Sayang, Christian Cueva gagal mengeksekusinya. Tembakan sang pemain melebar dari gawang.

Di babak kedua, Peru memasukkan Jose Paolo Guerrero untuk menambah daya gedor. Serangan demi serangan dibangun Jefferson Farfán dan kawan-kawan. Namun, usaha mereka tak membuahkan hasil. Hingga akhir laga, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Denmark.

Dengan hasil ini, Denmark berada di posisi dua klasemen Grup C Piala Dunia 2018 dengan tiga poin. Tim Dinamit kalah selisih gol dari Prancis di singgasana. Sementara Peru berada di posisi tiga dengan poin nol.

Susunan Pemain

Peru: Pedro Gallese, Christian Ramos, Alberto Rodríguez, Miguel Trauco, Luis Advíncula, Christian Cueva, Yoshimar Yotún, Renato Tapia, Jefferson Farfán, Edison Flores, André Carrillo

Denmark: Kasper Schmeichel, Andreas Christensen, Simon Kjaer, Jens Stryger Larsen, Henrik Dalsgaard, Christian Eriksen, Thomas Delaney, William Kvist (L Schone ’38), Nicolai Jorgensen, Pione Sisto, Yussuf Yuray Poulsen.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Denmark Tanpa Bendtner di Piala Dunia 2018

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Timnas Denmark dipastikan tampil di Piala Dunia 2018 tanpa striker Nicklas Bendtner. Dia termasuk pemain yang dicoret dari skuat oleh pelatih Age Hareide pada Minggu (3/6/2018).

Hareide terpaksa harus mencoret pemain berumur 30 tahun itu karena kondisinya yang tak fit. Bendtner belum pulih dari cedera pangkal paha yang didapatkan saat membela klubnya, Rosenborg.

Nicklas Bendtner tak bisa pulih saat menjalani pemusatan latihan timnas Denmark.
b.dk

Bendtner bukan satu-satunya figur penting yang terpaksa tak dibawa ke Piala Dunia 2018. Hareide juga harus menepikan bek Andreas Bjelland dengan alasan yang sama, yakni cedera.

“Kami tak yakin mereka akan fit tepat waktu untuk melakoni laga pertama melawan Peru. Waktu yang ada sangat sempit, sementara laga itu sangat penting,” ungkap Hareide seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter resmi DBU.

Hareide tak mau mengambil risiko. Dia hanya mau membawa pemain-pemain yang fit. Itu karena dia menilai perjuangan di Piala Dunia 2018 nanti akan sangat berat.

“Sangat mungkin kami akan bertarung dengan Peru dan Australia untuk memperebutkan posisi kedua. Itu sebabnya, sangat penting untuk mengawali dengan baik dan memiliki pemain-pemain yang fit,” tambah pelatih berumur 64 tahun itu.

Kehilangan Bendtner sebenarnya tidaklah berpengaruh besar. Di kualifikasi, dia hanya turun dalam 5 laga. Itu pun hanya sekali dia turun sebagai starter.

Beda halnya dengan Bjelland yang turun sebagai starter dalam 6 laga yang dilakoni timnas Denmark, termasuk dua laga play-off melawan Rep. Irlandia.

Pelatih Denmark Sindir Penampilan Paul Pogba

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Paul Pogba, memang terkenal sebagai pemain yang kerap menggonta-ganti gaya rambutnya. Hal itu justru dikomentari negatif oleh pelatih timnas Denmark, Age Hareide, yang menyebut Pogba terlalu sibuk mengurusi penampilan.

Paul Pogba dipanggil oleh timnas Prancis dalam skuat yang diberangkatkan menuju Piala Dunia 2018 di Rusia. Nantinya, timnas Prancis akan berada di Grup C bersama Australia, Denmark, dan Peru.

Jelang pembukaan Piala Dunia 2018, Pogba mendapat serangan dari pelatih timnas Denmark, Age Hareide. Hareide menyebut Pogba adalah pemain yang terlalu mengurusi penampilan. Hal itu terbukti dari gaya rambut sang pemain yang kerap berubah-ubah.

NWOa5 O
Twitter Manchester United

“Dia bermain melawan Manchester City dengan rambut dicat biru dan putih. Mungkin dia akan mengecat rambutnya dengan warna merah dan putih untuk melawan kami,” ucap Hareide seperti dikutip Football5Star.com dari Mirror.

“Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan penampilannya,” tutur Hareide menambahkan.

Tak hanya Pogba, Hareide juga menyampaikan kritik kepada timnas Prancis. Menurutnya, Tim Ayam Jantan saat ini tak memiliki pemain yang spesial dan mampu mengubah jalannya pertandingan.

“Sebagai tim, Prancis kerap mengalami kegagalan. Saat mereka sukses, ada pemain seperti Zinedine Zidane yang bisa memimpin,” kata Hareide.

“Saat ini mereka tak memiliki pemain seperti itu. Apakah (N’Golo) Kante orang yang tepat? Bukan. Apa Pogba pemain itu? Dia tidak konsisten,” tuturnya.

“Eriksen Layak Bermain di Madrid atau Barcelona”

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Denmark, Age Hareide, menilai bahwa Christian Eriksen memiliki kualitas yang mumpuni untuk menjadi pemain Real Madrid atau Barcelona.

Eriksen bergabung dengan Tottenham Hotspur pada musim panas 2013. Dia berlabuh di White Hart Lane setelah dibeli dari Ajax Amsterdam seharga 12,15 juta pounds.

Playmaker timnas Denmark itu langsung menjadi andalan lini tengah The Lilywhites. Hareide menganggap Eriksen layak bermain untuk klub sebesar Real Madrid atau Barcelona.

“Menurut saya, dia (Christian Eriksen) adalah tipikal pemain yang bisa beradaptasi dengan apa pun,” kata Hareide, seperti dilansir Ritzau.

“Beri dia bola dan itu akan bicara ke manapun dia berada. Christian adalah tipikal permain yang semakin bagus dalam menghadapi pemain-pemain yang lebih baik,” imbuhnya.

“Ketika melihat pemain yang berada di posisi gelandang tengah Real Madrid dan Barcelona, tidak ada yang lebih baik dibanding Christian,” ujar Hareide.

“Luka Modric bergabung dengan Real Madrid dari Tottenham. Dia tidak sebagus Christian,” tandasnya.

Musim 2017-18 merupakan salah satu musim terbaik Eriksen selama membela Tottenham Hotspur. Dia mencatatkan 11 gol dan 10 assist dari 38 penampilan dalam berbagai kompetisi.

Tidak hanya di level klub, Chrisitan Eriksen juga memiliki peran vital bagi lini tengah Denmark. Dia menyumbangkan 21 gol dan 17 assist dari 75 bersama Tim Dinamit.

Denmark Terancam Ditinggal Eriksen di Piala Dunia 2018

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Denmark saat ini tengah dilanda rumor tak sedap. Tim asuhan Age Hareide dikabarkan kemungkinan harus tampil tanpa sang jenderal lini tengah, Christian Eriksen, saat mengarungi Piala Dunia 2018 di Rusia.

Kemungkinan Eriksen absen terkait kehamilan pasangannya, Sabrina Kvist Jensen. Sesuai kabar yang diunggah pemain Tottenham Hotspur itu, sang jabang bayi diperkirakan lahir pada Juni 2018. Itu artinya, terbuka kemungkinan sang bayi lahir saat Eriksen berada di Rusia. Bila ingin mendampingi Sabrina melahirkan, sang gelandang tentu harus pulang ke Denmark.

https://www.instagram.com/p/Bczu7AqBHeh/?hl=en&taken-by=chriseriksen8

Terkait hal tersebut, Hareide mengaku belum mengetahuinya langsung dari sang pemain. “Saya berbicara dengan Christian. Namun, kami hanya berdiskusi tentang sepak bola, bukan tentang kelahiran anaknya,” ungkap pelatih Tim Dinamit tersebut kepada BT Sport, Senin (18/12/2017).

Age Hareide dan Christian Eriksen.
vg.no

Guna memastikan rencana Eriksen saat Sabrina melahirkan nanti, Hareide berencana menggelar pertemuan khusus. Dia pun tak menutup kemungkinan bintangnya itu absen.

“Kami akan membicarakan itu pada 2018 untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Saya kira, saat ini terlalu awal untuk membicarakan soal kelahira. Kami akan mendiskusikannya secara pribadi nanti,” jelas Hareide lagi. “Kami tentu saja harus mengantisipasi segalanya. Jika ada masalah, kami harus mengatasinya. Kelahiran anak adalah seuatu yang sangat penting dalam hidup.”

Bila sang bintang harus absen, tentu itu bukan masalah gampang bagi sang pelatih. Eriksen adalah pemain kunci Tim Dinamit. Dalam 12 laga yang dilakoni sepanjang kualifikasi hingga play-off, dia membuat sebelas gol dan empat assist. Total, dia berkontribusi pada 60 persen gol yang  dibuat Denmark.

Eriksen: Seharusnya Kami Mencetak Lebih Banyak Gol

Football5Star.com, Indonesia – Christian Eriksen, playmaker timnas Denmark, mengaku sangat bahagia atas performanya di Stadion Aviva, Rabu (15/11/2017) dinihari WIB. Maklum saja, dia berhasil mencetak hat-trick ke gawang tuan rumah, Rep. Irlandia, sekaligus membawa Denmark lolos ke Piala Dunia 2018. Bahkan, menurut dia, seharusnya mereka bisa mencetak lebih banyak gol.

Meskipun sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-6 lewat tandukan Shane Duffy, Eriksen mengatakan timnya tidak limbung. Itu karena mereka datang ke Dublin dengan keyakinan tinggi. Hasil leg I play-off Piala Dunia 2018 di kandang sendiri tidak jadi patokan karena sebenarnya mereka mampu membuat banyak peluang. Hanya ketangguhan Darren Randolph yang membuat jala gawang Irlandia gagal dibobol waktu itu.

Christian Eriksen tampil gemilang di Stadion Aviva.
politiken.dk

Menurut penggawa Tottenham Hotspur itu, mereka yakin akan bisa mencetak gol di kandang lawan. “Ketika akhirnya bisa membuat gol balasan, kami tahu harus bekerja lebih keras. Gol tambahan membuat kami makin percaya diri,” ungkap dia seperti dikutip Politiken. “Lalu, saat mereka goyah, tercipta begitu banyak ruang dan seharusnya kami bisa membuat lebih banyak gol.”

Terkait hat-trick yang diciptakannya, Eriksen mengaku sangat senang dan hal itu sepertinya akan membekas sangat lama di benaknya. “Aku luar biasa senang hari ini, tepat pada pertandingan ke-75 (bersama timnas),” kata dia.

Tentu tak akan bisa dilupakan begitu saja. Pasalnya, inilah hat-trick pertama Eriksen sepanjang karier profesionalnya. Sudah begitu, hat-trick ini pun memastikan Tim Dinamit lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Hat-Trick Eriksen Bawa Denmark ke Piala Dunia 2018

Football5Star.com, Indonesia – Christian Eriksen tampil gemilang dalam laga leg II play-off Piala Dunia 2018, Rabu (15/11/2017) dinihari WIB. Tampil di kandang lawan, Stadion Aviva milik Rep. Irlandia, dia tampil gemilang dengan mencetak hat-trick yang membawa Denmark menang 5-1. Hasil itu pun memastikan Denmark berlaga di putaran final Piala Dunia 2018.

Datang dengan hanya bermodal hasil imbang 0-0 pada leg I di kandang sendiri, langkah Tim Dinamit sempat meragukan. Hanya enam menit setelah wasit Szymon Marciniak memulai pertandingan, gawang Kasper Schmeichel dijebol oleh tandukan Shane Duffy.

Itu memaksa Eriksen cs. untuk memburu gol. Kebuntuan pecah ketika sebuah akselerasi menawan striker Pione Sisto di sisi kanan pertahanan Irlandia berhasil membuahkan gol pada menit ke-29. Sodoran bola Sisto ke kotak penalti berhasil didorong Andreas Christensen. Bola sempat membentur tiang dan Cyrus Christie sebelum menjebol gawang Darren Randolph.

https://twitter.com/YedIin/status/930530654655254528

Setelah itu, pertandingan menjadi milik Eriksen. Tiga kali tendangan keras pemain Tottenham Hotspur tersebut menggetarkan jala gawang Randolp. Pada menit ke-32, menerima umpan dari Nicolai Jorgensen, sepakan kaki kanan Eriksen dari luar kotak penalti membuahkan gol ketiga Denmark.

Memasuki babak kedua, Eriksen kembali beraksi. Kali ini, tendangan kaki kirinya tepat di luar kotak penalti yang menaklukkan Randolp pada menit ke-63. Sepuluh menit kemudian, mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut melengkapi hat-trick-nya lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan Ashley Ward.

Keunggulan Denmark bertambah pada menit terakhir lewat eksekusi penalti Nicklas Bendtner. Denmark pun menang 5-1 dan lolos ke Rusia 2018. Ini juga menjadi kemenangan terbesar Tim Dinamit atas Irlandia. Sebelumnya, kemenangan terbesar mereka adalah 4-1 yang dibukukan pada 13 November 1985.

https://www.youtube.com/watch?v=B_Nou3KIiWs

Susunan Pemain:

Rep. Irlandia (4-5-1): 23-Darren Randolph, 2-Cyrus Christie, 20-Shane Duffy, 3-Ciaran Clark (9-Shane Long 71), 17-Stephen Ward, 13-Jeffrey Hendricks, 22-Harry Arter (7-Aiden McGeady 46), 18-David Meyler (14-Wesley Hoolahan 46), 10-Robbie Brady, 11-James McClean, 8-Daryl Murphy
Pelatih: Martin O’Neill

Denmark (3-4-1-2): 1-Kasper Schmeichel, 6-Andreas Christensen, 4-Simon Kjaer, 12-Andreas Bjelland, 20-Yussuf Poulsen (21-Andreas Cornelius 70), 8-Thomas Delaney, 7-William Kvist, 17-Jens Larsen (5-Peter Ankersen 54), 10-Christian Eriksen, 9-Nicolai Jorgensen (11-Nicklas Bendtner), 23-Pione Sisto
Pelatih: Ange Hareide

K. Kuning:
K. Merah:

Catatkan Clean Sheet Kontra Denmark, O’Neill Sanjung Randolph

Football5star.com, Indonsia – Pelatih Timnas Irlandia, Martin O’Neill, memuji penampilan penjaga gawangnya, Darren Randolph, saat pertandingan menghadapi Timnas Denmark pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, Minggu (12/11/2017).

Timnas Denmark Vs Timnas Irlandia (fifa.com)1
fifa.com

Randolph bermain baik di laga tersebut dan membuat timnya mampu tidak kebobolan serta menahan imbang Denmark di markas lawan, Stadion Telia Parken.

Kiper asal Middlesborugh tersebut mampu membuat dua penyelamatan gemilang secara beruntun di babak pertama. Pada menit ke-12 ia mampu menepis tendangan keras pemain Denmark, Jens Stryger Larsen.

Setelah itu ia juga mampu menghalau sepakan dari Andreas Cornelius yang memanfaatkan bola muntah. Menurut O’Neill, Randolph banyak memberikan kontribusi bagi timnya. Selain itu, Ia menilai para pemainnya juga tampil apik dalam laga tersebut.

“Darren Randolph telah bermain dengan sangat baik. Tapi secara keseluruhan kami mampu membatasi pergerakan Swedia, meski kami harus bermain lebih kreatif. Jelas kami tidak bisa mencetak gol, tapi kami masih punya peluang,” ujar O’Neill seusai pertandingan, Minggu (12/11/2017).

Sejak menjalani debut pada 2012, Randolph telah bermain untuk Timnas Irlandia dalam 27 pertandingan. Dari keseluruhan kesempatan tersebut, ia sudah menciptakan 11 kali clean sheet.

Selanjutnya, Irlandia akan menjamu Denmark di Stadion Aviva, Dublin, pada leg kedua, Rabu (15/11/2017). The Boys in Green harus meraih kemenangan jika ingin tampil pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Imbang Kontra Irlandia, Pelatih Denmark Soroti Rumput Stadion

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Denmark, Aage Hareide, mengomentari rumput di kandang sendiri, Stadion Telia Parken saat laga menghadapi Timnas Irlandia pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, Minggu (12/11/2017).

Menurutnya, hal itu membuat timnya kesulitan dalam mengembangkan permainan sehingga hanya bisa bermain imbang tanpa gol.

Aage Hareide Vs Timnas Irlandia (zimbio.com)
zimbio.com

Hareide mengatakan bahwa kondisi rumput di stadion memang berubah sebelum pertandingan tersebut. Hal itu karena kondisi cuaca yang berbeda di kawasan Nordik pada November. Namun, ia menilai kesalahan utama tentu ada pada timnya.

“Rumput berubah sebelum pertandingan kualifikasi terakhir kami di kandang. Kami tahu tidak banyak yang rumput yang bisa tumbuh pada November di wilayah Nordik. Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri bahwa kami tidak membuat gol,” ujar Hareide seusai pertandingan, Minggu (12/11/2017).

“Kami mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dalam pertandingan. Kami berjuang untuk menemukan tempat di antara pertahanan Irlandia,” sambungnya.

“Pada saat yang sama, Irlandia sangat mahir dalam mempertahankan dirinya sendiri. Mereka mungkin termasuk negara terbaik di Eropa untuk itu. Kami tidak akan menyalahkan siapapun untuk hasil buruk tersebut,” pungkas pelatih berusia 64 tahun tersebut.

Selanjutnya, Denmark akan menjalani leg kedua di kandang Irlandia, Stadion Aviva, Rabu (15/11/2017). Hasil seri dengan minimal mencetak satu gol saja sudah cukup membuat Christian Eriksen dkk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

 

Denmark Ditahan Imbang Irlandia Tanpa Gol di Kandang Sendiri

Football5star.com, Indonesia – Timnas Denmark hanya mampu bermain imbang menghadapi Timnas Irlandia pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018. Bermain di kandang sendiri, Stadion Telia Parken, Minggu dini hari waktu setempat (12/11/2017), hasil skor kacamata mereka dapatkan.

Salah satu peluang emas yang Denmark miliki yaitu melalui sepakan dari luar kotak penalti Christian Eriksen yang masih dimentahkan oleh kiper Irlandia, Darren Randolph, pada menit ke-33. Setelah itu, Pione Sisto yang menerima bola muntah gagal memanfaatkannya menjadi gol. Tendangannya hanya mampu menyamping tipis di sebelah kiri gawang Randolph.

Timnas Denmark Vs Timnas Irlandia (fifa.com)
fifa.com

Satu-satunya peluang emas Irlandia di laga tersebut ialah melalui bek sayap mereka, Cyrus Christie pada menit ke-39. Menyisir dari sisi kiri kotak penalty lawan, Christie yang tinggal berhadapan dengan kiper, tendangannya masih mampu dihalau oleh Kasper Schmeichel.

Hasil imbang ini membuat Denmark harus menang atau meraih hasil seri dengan mencetak minimal satu gol pada leg kedua di kandang Irlandia jika ingin lolos ke Piala Dunia.

Sedangkan pasukan Martin O’Neill justru mempunyai kans yang lebih baik untuk tampil di kompetisi empat tahunan tersebut. Pasalnya, mereka akan bertindak sebagai tuan rumah di pertemuan kedua yang berlangsung Rabu (15/11/2017).

Namun, Irlandia patut waspada karena Denmark bisa saja mengulang kembali pencapaian pada 1985. Bertemu dalam babak kualifikasi Piala Dunia di Stadion Lansdowne Road, Dublin, Danish Dynamite berhasil menang dengan skor 4-1.

Selain itu, Denmark juga berhasil meraih hasil imbang pada pertemuan terakhir di markas Irlandia, Stadion Dublin, dengan skor 1-1 pada 1993 lalu dalam babak kualifikasi Piala Dunia 1994.

https://www.youtube.com/watch?v=uoHi07sN_-0

 

Susunan Pemain:

Denmark (4-3-3): Kasper Schmeichel, Peter Ankersen, Simon Kjaer, Andreas Bjelland, Jens Stryger Larsen, Thomas Delaney, Christian Eriksen, Wiliam Kvist, Andreas Cornelius (Yussuf Pulsen 64’), Nicolai Joergensen, Pione Sisto (Nicklas Bendtner 73’).
Pelatih: Aage Hareide.

Irlandia (4-2-3-1): Darren Randolph, Stephen Ward, Ciaran Clark, Shane Duffy, Cyrus Christie, Callum O’Dowda, Harry Arter (Gleen Whelan 88’), James McClean, Jeff Hendrick (Conor Hourihane 90’), Robert Brady, Daryl Murphy (Shane Long 74’).
Pelatih: Martin O’Neill.

Kartu Kuning:
Kartu Merah:

Mumpung Bareng, Eriksen Ingin Bikin Schmeichel Cedera

Christian Eriksen dan Kasper Schmeichel, klub-klub mereka tengah bersaing ketat di Premier League menuju gelar juara. Mumpung sedang bareng di timnas Denmark, Eriksen pun ingin bikin Scmeichel cedera

Eriksen yang memperkuat Tottenham Hotspur kini ada di posisi kedua klasemen Liga Inggris dengan hanya berselisih lima angka dari timnya Schmeichel, Leicester City, yang ada di puncak klasemen. Liga Inggris sendiri tinggal menyisakan tujuh pekan lagi.

Melihat performa stabil Leicester saat ini, boleh dibilang mereka dalam posisi terbaik untuk menjadi juara musim ini. Spurs tentu tak ingin membiarkan Leicester melaju sendirian.

Tahu bahwa Schmeichel adalah salah satu alasan mengapa Leicester bisa melaju sejauh ini, maka Eriksen pun ingin membuat kompatriotnya tersebut cedera. Tentu saja ini diungkapkan dengan nada bercanda dan sebatas gurauan semata.

Eriksen dan Schmeichel kebetulan sedang bersama-sama di skuat Denmark untuk melakoni laga persahabatan kontra Islandia, Jumat (25/3) dini hari WIB nanti dan Skotlandia, Rabu (30/3).

“Persaingan itu cuma jadi lebih menyenangkan ketika kami bertemu di tim nasional. Kami juga sudah mengirimkan sejumlah pesan satu sama lain soal segera kehilangan poin-poin,” tutur Eriksen kepada Mirror.

“Sekarang kami perlu mencederai Kasper. Tentu saja dia akan cedera ketika kembali ke Leicester setelah dua laga bareng tim nasional!” sambungnya dengan maksud bergurau.

Schmeichel mencatatkan 12 clean sheet dan baru kemasukan 31 kali. Jumlah kebobolan itu adalah keempat yang tersedikit di liga musim ini.

Michael Laudrup Enggan Latih Timnas Denmark

Michael Laudrup digadang-gadang sebagai kandidat terkuat pelatih timnas Denmark. Meski demikian, harapan Denmark dipastikan pupus karena Laudrup sudah menolak tawaran melatih negaranya.

Denmark saat ini sedang mencari pelatih baru menyusul mundurnya Morten Olsen pascakegagalan lolos dari babak play-off Piala Eropa 2016 usai dikalahkan Swedia. Itu juga menandai berakhirnya 15 tahun era kepelatihan Olsen di Tim Dinamit.

Kini, beberapa nama sudah muncul ke publik untuk menjadi pengganti Olsen. Salah satunya adalah Laudrup yang pernah tenar sebagai penyerang timnas Denmark dan berjasa membawa negara itu menjadi Piala Eropa 1992.

Kebetulan Laudrup sendiri tengah mengganggur usai meninggalkan klub Qatar, Lekhwiya, pada bulan Juni lalu.

Tapi harapan Denmark bertepuk sebelah tangan karena Laudrup tak bisa menerima tawaran yang datang dari Federasi Sepakbola Denmark, DBU terkait adanya persoalan pribadi yang tak bisa ditinggalkannya.

“Michael telah menghentikan diskusi karena dia berpikir posisi pelatih bukanlah posisi yang tepat untuknya sekarang,” ujar Bretton-Meyer seperti dikutip Sky Sports.

“Dia punya alasan pribadi,” sambungnya.

Laudrup punya 104 caps dan total 37 gol untuk Denmark sejak debutnya pada tahun 1982 hingga pensiun pada tahun 1998. Setelah gantung sepatu, Laudrup sempat menjadi asisten pelatih Denmark pada 2000–2002 dan setelah itu berpengalaman melatih Getafe, Real Mallorca, Swansea City, dan beberapa klub lain.