Nostalgia Hari Ini: “Tangan Tuhan” Luis Suarez Singkirkan Ghana dari Piala Dunia

gamespool
Nostalgia Hari Ini: "Tangan Tuhan" Luis Suarez Singkirkan Ghana dari Piala Dunia 5

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 2 Juli, 11 tahun yang lalu, terjadi salah satu momen ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Tepatnya di Piala Dunia 2010, Uruguay berhasil menyingkirkan Ghana di perempat final dengan Luis Suarez menjadi melakukan handball yang disengaja untuk menyelamatkan timnya dari kebobolan.

Uruguay berhasil lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Korea Selatan 2-1 dan Luis Suarez mencetak dua gol pada laga tersebut. Pada perempat final, mereka bertemu Ghana yang berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 2-1 lewat Kevin-Prince Boateng dan Asamoah Gyan.

La Celeste bertekad untuk berhasil masuk ke semifinal untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1970. Sedangkan The Black Star bertekad untuk menjadi tim Afrika pertama yang berhasil masuk ke semifinal Piala Dunia.

Nostalgia Hari Ini Tangan Tuhan Luis Suarez Singkirkan Ghana dari Piala Dunia
Gist of the day

Jalannya Pertandingan

Bermain di stadion Soccer City, Johannesburg, pada babak pertama kedua tim sama sama saling adu serangan. Namun Ghana berhasil mencetak gol terlebih dahulu di penghujung babak pertama.

Sulley Muntari melepaskan tembakan keras dari jarak yang cukup jauh. Bola yang awalnnya mengarah ke kiri gawang berbelok melengkung ke kanan dan membuat kiper Fernando Muslera sempat mati langkah karena melangkah ke arah yang salah.

Namun keunggulan Ghana tak berlangsung lama. 10 menit setelah sepak mula babak kedua, Uruguay berhasil mencetak gol yang sama spektakulernya. Tendangan bebas dari sisi kiri oleh Diego Forlan. Laga dilanjutkan ke babak tambahan setelah skor berakhir dengan 1-1.

Ghana lebih superior pada babak tambahan dan memiliki beberapa peluang bagus. Pada detik-detik akhir sebelum masuk babak adu penalti. Ghana mendapatkan tendangan bebeas dari sisi kanan. Umpan dari John Paintsil menghasilkan kemelut di gawang Uruguay.

Sepakan Stephan Appiah berhasil diblok Suarez dengan baik tepat di garis gawang, namun bola masih menggantung liar di udara. Dominic Adiyah kemudian melompat tinggi untuk menanduk bola rebound. Dan sundulannya diblok… oleh tangan Luis Suarez dengan sengaja.

Nostalgia Hari Ini Tangan Tuhan Luis Suarez Singkirkan Ghana dari Piala Dunia
sportbible

Wasit langsung memberi penalti kepada Ghana dan memberi kartu merah kepada Suarez. Pemain Ajax itu keluar lapangan dalam keadaan menangis, namun dia berhenti tepat di depan lorong ruang ganti untuk melihat eksekusi penalti Asamoah Gyan. Tangisan itu berubah menjadi kebahagiaan setelah tendangan Gyan membentur mistar gawang.

Laga dilanjutkan ke babak adu penalti dan Uruguay berhasil menang 4-2 dengan Sebastian Abreu yang menjadi algojo terakhir melakukan tendangan panenka ke gawang The Black Star.

“Tangan Tuhan sekarang menjadi milik saya. Tangan saya adalah Tangan Tuhan yang sebenarnya. Saya melakukan penyelamatan terbaik turnamen. Terkadang dalam latihan saya bermain sebagai penjaga gawang jadi itu sepadan. Tidak ada alternatif selain bagi saya untuk melakukan itu dan ketika mereka gagal mengeksekusi penalti, saya berpikir ‘Ini adalah keajaiban dan kami masih ada di turnamen’,” ucap Suarez setelah pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Callum Hudson-Odoi Berpeluang Pindah ke Timnas Ghana

gamespool
Callum Hudson-Odoi Berpeluang Pindah ke Timnas Ghana 9

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi membuka peluang untuk berganti tim nasional dari Inggris ke Ghana. Padahal dia sudah mendapatkan 3 caps untuk The Three Lions, bagaimana bisa?

Hudson-Odoi mendapatkan debut seniornya bersama Inggris pada 2019 melawan Ceko pada usia 18 tahun, 135 hari, dan menjadikan dia pemain termuda yang melakukan debut bersama Inggris saat itu. Penampilan terakhirnya terjadi di tahun yang sama, November melawan Kosovo. Setelah itu dia tidak pernah mendapatkan panggilan lagi.

“Saya pikir jelas ketika Anda masih muda, Anda memiliki kesempatan untuk bermain untuk Inggris sepanjang tahun, dari di U-15 hingga di U-16. Ketika mereka jelas memberi saya kesempatan untuk datang, saya sudah berada di negara ini. Itu adalah sesuatu yang sudah saya pikirkan, sudah siap bermain untuk Inggris,” ucap Hudson-Odoi seperti dikutip Football5Star.com dari The Sun.

Jadon Sancho - Callum Hudson-Odoi - Dortmund - Chelsea - Goal
Goal

Hudson-Odoi melanjutkan, “Jadi itu adalah hal yang jelas memilih Ghana atau Inggris, dan pada akhirnya saya mengatakan saya selalu memiliki orang yang tepat di sekitar saya yang selalu menasihati saya apa yang benar, apa yang salah. Inggris datang dan saya berkata ‘Ya, biarkan saya pergi dan bermain untuk negara saya’. Tetapi saya mengatakan Ghana adalah rumah saya juga, jadi kita lihat saja nanti. Anda tidak akan pernah tahu.”

Namun bagaimana Callum Hudson-Odoi bisa berpindah ke timnas Ghana mengingat dia sudah bermain untuk Inggris pada laga resmi?

Menurut peraturan FIFA seperti dikutip The Sun, menyatakan bahwa Hudson-Odoi akan dapat mewakili Ghana selama dia tidak menambah tiga caps seniornya untuk Inggris. Semua penampilan dia itu datang sebelum dia berusia 21 tahun seperti yang diperlukan, tetapi dia harus menunggu untuk mengajukan aplikasi hingga tiga tahun setelah penampilan terakhirnya bersama Inggris.

Dengan begitu, Callum Hudson-Odoi baru bisa mengajukan aplikasi perpindahan pada 17 November tahun depan, tepat sebelum Piala Dunia 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Arsenal Ogah Lepas Thomas Partey ke Timnas Ghana

gamespool
Arsenal Ogah Lepas Thomas Partey ke Timnas Ghana 13

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengaku belum mengetahui seberapa parah cedera paha yang dialami gelandang asal Ghana, Thomas Partey. Menurut Arteta, Partey kemungkinan akan absen membawa timnas Ghana agar bisa segera pulih.

Partey mengalami cedera ketika memperkuat Arsenal pada partai Liga Inggris melawan Aston Villa dinihari tadi. Pria berumur 27 tahun itu hanya bermain selama 45 menit dan posisinya digantikan oleh Dani Ceballos.

“Untuk saat ini, kami belum mengetahui seberapa parah cedera yang dialami Thomas Partey. Kami harus melakukan pemeriksaan dalam waktu dekat untuk mengetahui cederanya,” ujar Mikel Arteta seperti dikutip football5star dari laman resmi klub.

Thomas Partey - Arsenal - Ghana - Mikel Arteta - arsenal. com
arsenal.com

“Saya tak tahu apakah Partey akan bergabung ke skuat timnas Ghana atau tidak. Kami akan melakukan langkah sesuai dengan rekomendasi dokter,” sambung pelatih berpaspor Spanyol itu.

Cederanya Partey menjadi salah satu faktor di balik kekalahan telak Arsenal atas Aston Villa. Dalam laga tersebut, The Villans berhasil meraih kemenangan 3-0 berkat brace Ollie Watkins dan gol bunuh diri Bukayo Saka.

Kekalahan tersebut membuat Arsenal belum berhasil menembus papan atas klasemen Liga Inggris. Saat ini, The Gunners masih menduduki peringkat 11 dengan perolehan 12 poin dari delapan pertandingan.

Selepas jeda internasional, Arsenal akan kembali berusaha memperbaiki posisinya di tabel klasemen. Rencananya, mereka akan bertandang ke markas tim promosi, Leeds United pada 22 November mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tanpa Mesir dan Ghana, Ini Tim yang Lolos ke 8-Besar Piala Afrika 2019

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Piala Afrika 2019 telah menyelesaikan babak 16-besar. Dari komposisi delapan tim yang lolos ke babak perempat final, terdapat beberapa kejutan. Di antaranya kegagalan sang juara bertahan, timnas Mesir, dan dua tim kuat lainnya, yakni Kamerun dan Ghana.

Ambisi timnas Mesir mempertahankan gelar juara Piala Afrika sirna di tangan timnas Afrika Selatan. Pada pertandingan yang digelar pada 7 Juli lalu, Mohamed Salah dkk. kalah 0-1 lewat gol tunggal Thembinkosi Lorch saat pertandingan bersisa lima menit.

Perempat final Piala Afrika 2019 tak diwarnai kiprah timnas Mesir.
albawaba.com

Sementara itu, timnas Kamerun dikandaskan tim kuat lainnya, timnas Nigeria. Dalam laga sengit yang berlangsung pada 6 Juli lalu, timnas Kamerun kalah 2-3. Sempat unggul 2-1 pada babak pertama, dua gol lawan pada menit ke-63 dan 66 membuat langkah tim asuhan Clarence Seedorf terhenti.

Adapun timnas Ghana terjegal oleh timnas Tunisia. Dalam partai yang berlangsung pada Selasa (9/7/2019) dini hari WIB, kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal. The Black Stars akhirnya takluk lewat adu penalti dengan skor 4-5 setelah eksekusi Caleb Akuban gagal menembus gawang Farouk Ben Mustapha.

Tim kuat lainnya yang kandas adalah Maroko. Pada laga 16-besar, tim yang diperkuat Hakim Ziyech itu dikandaskan timnas Benin. Imbang 1-1 selama 120 menit, mereka takluk pada adu penalti dengan skor 1-4.

Di samping kegagalan tiga tim kuat itu, kejutan yang tersaji pada babak 16-besar adalah keberhasilan timnas Madagaskar. Menghadapi Republik Demokratik Kongo, sang tim kejutan Piala Afrika 2019 mampu lolos berkat kemenangan adu penalti 4-2. Hingga perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang 2-2.

Hasil Babak 16-besar Piala Afrika 2019

Maroko 1-1 Benin (Youssef En-Nesyri 75 – Moise Adilehou 53)
Benin menang adu penalti 4-1
Uganda 0-1 Senegal (Sadio Mane 15)
Nigeria 3-2 Kamerun (Odion Ighalo 19, 63, Alex Iwobi 66 – Stephane Bahoken 41, Clinton NJie 44)
Mesir 0-1 Afrika Selatan (Thembinkosi Lorch 85)
Madagaskar 2-2 RD Kongo (Ibrahim Amada 9, Faneva Andriatsima 77 – Cedric Bakambu 21, Chancel Mbemba 90)
Madagaskar menang adu penalti 4-2
Aljazair 3-0 Guinea (Youcef Belaili 24, Riyad Mahrez 57, Adam Ounas 82)
Mali 0-1 Pantai Gading (Wilfried Zaha 76)
Ghana 1-1 Tunisia (Rami Bedoui 90-bd – Yassine Khenissi 73)
Tunisia menang adu penalti 5-4

Jadwal Babak Perempat Final Piala Afrika 2019

Rabu (10/7/2019) pukul 23.00 WIB: Senegal vs Benin
Kamis (11/7/2019) pukul 02.00 WIB: Nigeria vs Afrika Selatan
Kamis (11/7/2019) pukul 23.00 WIB: Pantai Gading vs Aljazair
Jumat (12/7/2019) pukul 02.00 WIB: Madagaskar vs Tunisia

Pencetak Gol Terbanyak Sementara Piala Afrika 2019

3 Gol – Adam Ounas (Aljazair)
3 Gol – Odion Ighalo (Nigeria)
3 Gol – Sadio Mane (Senegal)
3 Gol – Cedric Bakambu (RD Kongo)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Winger Newcastle United Ingin Akhiri Puasa Gelar Ghana

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Winger Newcastle United, Christian Atsu, mengaku ingin tampil maksimal dan meraih gelar Piala Afrika 2019 bersama timnas Ghana. Menurutnya, tahun ini merupakan momen yang krusial bagi Ghana untuk menjadi juara Afrika.

Meskipun sempat diperkuat oleh pemain-pemain hebat seperti Michael Essien, Asamoah Gyan, Sulley Muntari Kevin-Prince Boateng, dan Stephen Appiah, Ghana sudah cukup lama tak menjadi juara Afrika. The Black Stars terakhir kali menjadi juara Afrika pada tahun 1982 silam.

“Kami datang ke Mesir untuk menjadi juara Afrika. Hal itu menjadi dambaan semua warga negara Ghana. Kami sudah 37 tahun tak menjadi juara Afrika meskipun memiliki banyak pemain-pemain berbakat,” kata Christian Atsu kepada Goal.

Christian Atsu - Ghana - Piala Afrika - Squawka
Squawka

“Saya rasa, kami saat ini mendapatkan dukungan yang sangat luar biasa untuk menjadi juara. Jika kami kembali gagal menjadi juara, maka akan ada banyak pemain-pemain hebat yang pensiun,” imbuhnya menambahkan.

Di Piala Afrika 2019, The Black Stars tergabung di Grup F bersama Kamerun, Benin dan Guinea-Bissau. Jordan Ayew dkk akan mengawali kiprahnya pada partai melawan Benin. Pertandingan tersebut akan dilaksanakan di Stadion Ismailia pada tanggal 25 Juni nanti.

Sepanjang keikutsertannya di ajang Piala Afrika, The Black Stars berhasil meraih empat gelar juara. Keempat gelar tersebut mereka dapatkan di edisi 1963, 1965, 1978, dan 1982. Dalam satu dekade terakhir, mereka berhasil finis di posisi runner up pada edisi 2010 dan 2015.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asamoah Gyan Tinggalkan Timnas Ghana Gara-Gara Ban Kapten

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Ghana dipastikan tak diperkuat Asamoah Gyan pada perhelatan Piala Afrika 2019 di Mesir, Juni nanti. Gara-garanya, pelatih Kwesi Appiah tak lagi menjadikan dirinya sebagai kapten tim.

Penyerang yang kini membela Kayserispor itu merasa tersinggung oleh putusan Appiah. Hal itu secara jelas diungkapkan dalam surat pernyataan resmi yang dibuat pada Senin (20/5/2019). Atas dasar itu, dia pun menyatakan menarik diri dari timnas Ghana.

“Jika putusan pelatih adalah memberikan ban kapten untuk turnamen nanti kepada pemain lain sementara aku disertakan di dalam tim, aku meminta untuk menyelamatkan diriku dari turnamen,” ucap Asamoah Gyan dalam pernyataannya seperti dikutip Football5Star.com dari GhanaWeb.

https://www.instagram.com/p/BxsUHhTjak7/

Tak hanya itu, striker berumur 33 tahun tersebut bahkan menyatakan pensiun secara permanen. Dia menyatakan, putusan itu telah dipertimbangkan masak-masak dengan banyak pihak. “Aku melakukan konsultasi dengan keluarga dan tim,” kata dia. “Aku meminta pensiun dari tim nasional secara permanen.”

Asamoah Gyan menandaskan, dirinya tetap siap mengabdi bagi Ghana, tapi dalam kapasitas lain. “Aku akan terus mengabdi kepada negaraku, Ghana, dalam usaha lain sebagai pebisnis melalui berbagai investasi,” tutur sang striker lagi.

Menurut Kweku Obeng, orang yang dekat dengan Asamoah Gyan, putusan mundur dari timnas Ghana itu merupakan bentuk protes. Sang striker merasa kesal atas ketidakterbukaan pelatih Kwesi Appiah.

Menurut Obeng, ada kabar yang menyatakan ban kapten dicopot setelah sang pelatih mendapat saran dari seorang dukun yang menyatakan hanya Andre Ayew yang dapat memimpin The Black Stars ke puncak kejayaan. Namun, saat ditanya, Appiah berkelit dengan mengatakan hal itu dilakukan karena ada tekanan yang sangat besar.

Asamoah Gyan menjalani debut bersama timnas Ghana pada 2003. Saat itu, dia baru berumur 17 tahun. Sepanjang kiprahnya, dia tampil 106 kali untuk The Black Stars dengan torehan 51 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penggawa Stuttgart Dirampok Saat Bela Timnas Ghana

Football5Star.com, Indonesia – Nahas benar Ebenezer Ofori. Penggawa VfB Stuttgart itu harus kehilangan beberapa hartanya karena dirampok kawanan bersenjata. Insiden itu dialami Ofori jelang keberangkatan timnas Ghana untuk melawat ke Kongo dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Afrika, awal pekan ini.

Tujuh orang perampok bersenjata api menyatroni rumah Ofori di Haatso, pinggiran Kota Accra, pada Senin (4/9/2017) pagi waktu setempat. Mereka berhasil menggasak sejumlah barang senilai ratusan dollar AS. Selain itu, mereka juga membawa kabur mobil milik pemain berumur 22 tahun tersebut.

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh juru bicara Ghana Football Association (GFA) Ibrahim Saani Daara. “Ebenezer telah melaporkan insiden itu kepada polisi pada pagi ini. Kami mendoakan dia dalam menghadapi momen sulit ini,” kata dia. “Sungguh disayangkan pemain yang datang untuk membela timnas harus mengalami perampokan bersenjata yang traumatis seperti ini.”

Lebih jauh, Daara mengungkapkan, “Kami berharap polisi menggandakan upaya pengejaran terhadap para pelaku. Banyak harta Ebenezer yang dibawa oleh para perampok. Range Rover-nya pun ikut dibawa kabur.”

Gara-gara kejadian tak mengenakkan itu, Ofori absen pada sesi latihan yang digelar sebelum keberangkatan ke Kongo. Meski begitu, dia tetap terbang bersama rekan-rekannya pada siang hari.

Mantan pemain AIK itu menunjukkan komitmen kuat dan ketangguhan mentalnya dengan tetap berada di starting XI Ghana. Dalam laga yang dimenangi The Black Stars dengan skor 5-1 itu, Ofori bermain selama 65 menit. Oleh pelatih James Kwesi Appiah, dia digantikan Alfred Duncan saat skor 3-1.

Kemenangan 5-1 itu memelihara peluang Ghana lolos dari Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Afrika. Di Grup E, mereka masih terpaut empat poin dari Mesir dengan dua pertandingan tersisa.