Pelatih Kroasia Enggan Keluhkan Kekalahan dari Spanyol

gamespool
Pelatih Kroasia Enggan Keluhkan Kekalahan dari Spanyol 4

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, tak bisa menyalahkan anak asuhnya atas kegagalan melaju ke babak perempat final Euro 2020. Di mata Dalic, Luka Modric dkk sudah menunjukkan performa terbaiknya selama 120 menit.

Kroasia menelan kekalahan 3-5 atas Spanyol melalui babak tambahan. Sebelum dilanjutkan ke babak tambahan, skuat besutan Dalic sempat mencetak dua gol dan menyamakan kedudukan di 10 menit terakhir waktu normal.

“Kami bermain baik dan sudah menunjukkan performa terbaik sehingga bisa menyamakan kedudukan di 10 menit terakhir. Sayangnya, kami gagal mencuri kemenangan meski mendapatkan beberapa peluang di babak tambahan,” ujar Zlatko Dalic dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Kroasia - Spanyol - uefa. com 2
uefa.com

“Tujuan utama kami adalah melaju hingga ke babak gugur. Kami berhasil mencapai tujuan tersebut. Tapi, sayangnya, kami ditaklukkan oleh tim sekaliber Spanyol,” sambung Dalic.

Lebih lanjut, Dalic juga mengatakan kekalahan timnya juga disebabkan oleh absennya dua pemain kunci, Dejan Lovren dan Ivan Perisic. Di mata Dalic, timnya sudah tak bisa tampil gemilang jika kehilangan satu pemain inti.

“Kehilangan satu pemain kunci sudah menjadi pukulan yang telak buat kami. Di laga ini, kami kehilangan dua pemain kunci, Lovren dan Perisic.”

“Tapi, kami sudah melakukan usaha terbaik di pertandingan ini. Sayangnya, kami gagal meraih hasil terbaik,” tutup pelatih berusia 54 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kroasia vs Spanyol: La Furia Roja Susah Payah Amankan Tiket Delapan Besar

gamespool
Kroasia vs Spanyol: La Furia Roja Susah Payah Amankan Tiket Delapan Besar 8

Football5star.com, Indonesia – Spanyol harus bekerja ekstra keras mengamankan tiket berlaga ke babak perempat final Euro 2020. Laga Kroasia vs Spanyol berakhir dengan skor 3-5 melalui babak tambahan.

Tampil sebagai tim unggulan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Dalam 16 menit pertama pertandingan, La Furia Roja mendapat dua peluang lewat Pablo Sarabia dan Koke. Akan tetapi, upaya keduanya masih belum membuahkan hasil.

Asyik menyerang, Spanyol malah kecolongan. Pada menit ke-20, Kroasia mencuri keunggulan melalui gol bunuh diri Pedri. Gol bunuh diri ini tercipta karena Unai Simon salah mengantisipasi operan kiriman Pedri.

Tertinggal satu gol, Spanyol kembali mengurung lini belakang Kroasia. Pada menit ke-38, La Furia Roja berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Sarabia yang memanfaatkan kemelut di muka gawang Dominik Livakovic. Skor 1-1 bertahan hingga paruh pertama usai.

Kroasia vs Spanyol - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Spanyol semakin meningkatkan intensitas serangannya di babak kedua. Sebelas menit selepas turun minum, La Furia Roja berhasil membalikkan keunggulan melalui sundulan Cesar Azpilicueta yang memaksimalkan umpan silang Ferran Torres.

Gol Azpilicueta membuat Kroasia bangkit. Mereka mulai berani keluar menyerang dan merepotkan lini belakang Spanyol. Pasa menit ke-68, Kroasia nyaris menyamakan kedudukan lewat Josko Gvardiol. Namun, sepakan keras Gvardiol digagalkan Unai Simon.

Pada menit ke-77, Spanyol berhasil memperlebar keunggulannya melalui Ferran Torres yang memaksimalkan kesalahan fatal Gvardiol. Delapan menit berselang, Kroasia memperkecil ketertinggalan melalui aksi pemain pengganti, Mislav Oslic yang memanfaatkan kemelut di muka gawang Simon.

Kroasia berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time melalui sundulan Mario Pasalic. Skor 3-3 bertahan hingga waktu normal usai dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak tambahan, kedua tim sama-sama saling jual beli serangan dan mendapat sejumlah peluang emas. Pada menit ke-100, Spanyol berhasil kembali unggul setelah sepakan voli Alvaro Morata gagal diamankan Livakovic. Tiga menit berselang, Spanyol memperlebar keunggulan lewat Mikel Oyarzabal yang memanfaatkan umpan tarik Dani Olmo.

Skor 5-3 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Spanyol menjadi klub kelima yang lolos ke perempat final Euro 2020. Mereka bakal menantang Prancis atau Swiss.

SUSUNAN PEMAIN KROASIA VS SPANYOL:

Kroasia: 1-Dominik Livakovic; 22-Josip Juranovic, 21-Domagoj Vida, 5-Duje Caleta-Car, 25-Josko Gvardiol; 10-Luka Modric (26-Luka Ivanusec 114′), 11-Marcelo Brozovic, 8-Mateo Kovacic (14-Ante Budimir 79′); 13-Nikola Vlasic (15-Mario Pasalic 79′), 20-Bruno Petkovic (9-Andrej Kramaric 46′), 17-Ante Rebic (18-Mislav Orsic 67′)

Pelatih: Zlatko Dalic

Spanyol: 23-Unai Simon; 2-Cesar Azpilicueta, 12-Eric Garcia (4-Pau Torres 72′), 24-Aymeric Laporte, 14-Jose Gaya (18-Jordi Alba 78′); 8-Koke (17-Fabian Ruiz 78′), 5-Sergio Busquets (16-Rodri 102′), 26-Pedri; 11-Ferran Torres (21-Mikel Oyarzabal 88′), 7-Alvaro Morata, 22-Pablo Sarabia (19-Dani Olmo 72′)

Pelatih: Luis Enrique

Kartu Kuning: Brozovic 73′, Caleta-Car 84′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Kroasia vs Spanyol

cover Kroasia vs Spanyol
Prediksi: Kroasia vs Spanyol 16
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Kroasia 1-1 Spanyol
Predictz
 Kroasia 0-1 Spanyol
Football Predictions
Kroasia 0-1 Spanyol
FOOTBALL5STAR
Kroasia 0-1 Spanyol

Stadion Parken, Senin (28/6/2021) Pukul 23.00 WIB (Mola, RCTI, INews)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji di babak 16 besar Euro 2020 yang mempertemukan Kroasia vs Spanyol. Kroasia harus menerima berita buruk jelang laga.

Berita buruknya adalah salah satu pemain andalan mereka, Ivan Perisic dinyatakan positif Covid-19. Perisic merupakan pemain terbaik Kroasia sejauh ini dengan sudah mencatatkan 2 gol dan 1 assist. Ante Rebic kemungkinan besar akan menggantikannya. Kelemahan Kroasia ada di lini pertahanan dimana mereka belum menacatkan satu pun clean sheet sejauh ini.

Sedangkan Spanyol, mereka masih memiliki permasalah di lini serang walaupun bisa menang 5-0 di laga terakhir, terutama Alvaro Morata dan Gerard Moreno, yang kerap tampil buruk. La Furia Roja punya masalah dalam menendang penalti. Dalam 5 penalti terakhir, mereka gagal mengeksekusinya. Ini bisa menjadi masalah jika laga berlanjut sampai adu penalti. Laga Kroasia vs Spanyol akan diadakan di stadion Parken, Kopenhagen.

REKOR PERTEMUAN
head to head Kroasia vs Spanyol
Prediksi: Kroasia vs Spanyol 17
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Kroasia vs Spanyol
Prediksi: Kroasia vs Spanyol 18
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Spanyol tak terkalahkan di 13 laga terakhirnya di Euro termasuk kualifikasi.
  • Spanyol gagal mencetak gol lewat 5 penalti beruntun yang mereka dapatkan.
  • Kroasia selalu kebobolan di 5 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Spanyol hanya gagal mencetak gol 2 kali dari 8 pertandingan melawan Kroasia.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Zlatko Dalic dan Luis Enrique sudah pernah bertemu 2 kali sebagai pelatih Kroasia dan Spanyol, yakni pada Nations League 2018/19.
  • Keduanya sama-sama meraih 1 kali kemenangan.
WASIT
  • Laga Kroasia vs Spanyol akan dipimpin oleh wasit kontroversial asal Turki, Cuneyt Cakir.
  • Cakir sangat berpengalaman di kompetisi ini. Dia sudah menjadi wasit sejak Euro 2012.
  • Total Cakir sudah memimpin 8 laga Euro dengan catatan 29 kartu kuning dan 1 kartu merah.
  • Kroasia pernah diwasiti Cakir 2 kali dan berhasil menang di 2 laga itu. Salah satu laga itu adalah laga semifinal Piala Dunia 2018 melawan Inggris.
  • Spanyol pernah diwasiti Cakir 3 kali dengan catatan 2 menang dan 1 kalah.
PEMAIN KUNCI

Kroasia

Top Scorer: Ivan Perisic (2 gol)
Top Assist: Ivan Perisic, Luka Modric, Mateo Kovacic, Andrej Kramaric (1 assist)
Top Rating: Ivan Perisic (7,44)

Spanyol

Top Scorer: Pablo Sarabia, Aymeric Laporte, Alvaro Morata, Ferran Torres (1 gol)
Top Assist: Gerard Moreno (2 assist)
Top Rating: Cesar Azpilicueta, Sergio Busquets (7,30)

*Statistik di Euro 2020 Berdasarkan WhoScored

BERITA KEDUA TIM

Kroasia: Ivan Perisic positif Covid-19, Borna Barisic diragukan.
Spanyol:

PRAKIRAAN FORMASI
line up Kroasia vs Spanyol
Prediksi: Kroasia vs Spanyol 19

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kroasia Lolos Grup, Modric Beri Peringatan ke Lawan-lawannya

gamespool
Kroasia Lolos Grup, Modric Beri Peringatan ke Lawan-lawannya 23

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Kroasia, Luka Modric, memberi peringatan ke seluruh tim di Euro 2020 setelah timnya lolos ke babak 16 besar. Modric menyebut Kroasia akan berbahaya jika menampilkan performa seperti lawan Skotlandia.

Kroasia berhasil lolos sebagai runner-up Grup D setelah mengalahkan Skotlandia 3-1, (23/4/21). Mereka mendominasi pertandingan dan Modric berhasil mencatatkan satu gol dan satu assist. Pemain Real Madrid itu menyebut bahwa timnya bermain jauh lebih bagus dari dua laga sebelumnya.

Kroasia vs Skotlandia Luka Modric Bawa Timnya ke 16 Besar 2
@Euro2020

“Kami senang karena kami bermain bagus dan lolos ke babak berikutnya. Kami tidak senang dengan penampilan di dua pertandingan pertama kami dan kami tahu kami bisa lebih baik. Ketika kami bermain seperti ini, kami berbahaya bagi semuanya,” ucap Luka Modric seperti dikutip Football5Star.com, dari laman resmi UEFA.

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, turut bahagia atas pencapaian timnya setelah di dua laga pertama melawan Inggris dan Rep. Cheska hanya bisa meraih satu poin saja.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami. Kalian adalah kekuatan kami dan kami akan membuat kalian bangga. Sepuluh hari terakhir telah menjadi ujian besar bagi kami. Kami telah menunjukkan apa yang bisa kami lakukan, dan semuanya akan lebih mudah mulai sekarang,” kata Zlatko Dalic.

Timnas Kroasia akan berhadapan dengan runner-up Grup E, antara Swedia, Spanyol, Slovakia, atau Polandia, di Kopenhagen, (28/6/21).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kroasia vs Skotlandia: Luka Modric Bawa Timnya ke Babak 16 Besar

gamespool
Kroasia vs Skotlandia: Luka Modric Bawa Timnya ke Babak 16 Besar 27

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada matchday ketiga Grup D Euro 2020 yang mempertemukan Kroasia vs Skotlandia. Kroasia menang dengan skor 3-1 dengan sang kapten Luka Modric mencetak satu gol spektakuler dan satu assist.

Skotlandia punya peluang pertama pada menit ke-5. Umpan lambung John McGinn mengarah berbahaya ke tiang jauh. Tapi Dominik Livakovic dengan sigap menepis bola.

Kroasia mencetak gol pada menit ke-16. Josip Juranovic memberi umpan lambung ke kotak penalti dan ditanduk oleh Ivan Perisic. Bola jatuh ke kaki Nikola Vlasic yang dengan tenang memasukkan bola ke gawang David Marshall.

Kroasia punya peluang bagus pada menit ke-21 lewat tendangan jarak jauh Luka Modric, tapi David Marshall bisa menepis bola.

Skotlandia menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Sapuan Domagoj Vida benar-benar tidak sempurna dan Callum McGregor berhasil memanfaatkannya dengan langsung melepaskan tembakan keras ke gawang Livakovic.

Laga Kroasia vs Skotlandia berakhir dengan skor 1-1.

Kroasia punya peluang pertama pada menit ke-49. Josko Gvardiol melakukan overlapp dan mendapatkan umpan dari Marcelo Brozovic, tapi sontekannya masih bisa ditepis Marshall.

Sang kapten, Luka Modric membawa timnya unggul pada menit ke-62. Dia mendapatkan umpan dari Mateo Kovacic dan langsung melepaskan tembakan melengkung dengan kaki luarnya dan masuk ke gawang Marshall.

Kroasia vs Skotlandia Luka Modric Bawa Timnya ke 16 Besar 2
@Euro2020

Kroasia kembali mencetak gol pada menit ke-77. Kini Modric yang menjadi kreator. Dia memberi umpan lambung dari tendangan penjuru ke Perisic yang menyundul bola ke tiang jauh dan masuk ke gawang.

Laga Kroasia vs Skotlandia berakhir dengan skor 3-1. Kroasia lolos ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup D. Mereka akan bertemu runner-up Grup E.

Susunan Pemain Kroasia vs Skotlandia

Kroasia (4-2-3-1): 1-Dominik Livakovic; 22-Josip Juranovic, 6-Dejan Lovren, 21-Domagoj Vida, 25-Josko Gvardiol (3-Borna Barisic); 8-Mateo Kovacic, 11-Marcelo Brozovic; 4-Ivan Perisic (17-Ante Rebic), 10-Luka Modric, 13-Nikola Vlasic (26-Luka Ivanusec); 20-Bruno Petkovic (9-Andrej Kramaric).

Pelatih: Zlatko Davic.

Skotlandia (3-5-2): 1-David Marshall; 4-Scott McTominay, 5-Grant Hanley (26-Scott McKenna), 6-Kieran Tierney; 2-Stephen O’Donnell (22-Nathan Patterson), 17-Stuart Armstrong (20-Ryan Fraser), 7-John McGinn, 8-Callum McGregor, 3-Andy Robertson; 9-Lyndon Dykes, 10-Che Adams (19-Kevin Nisbet).

Pelatih: Steve Clarke.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ivan Perisic Kesal dengan Permainan Kroasia

gamespool
Ivan Perisic Kesal dengan Permainan Kroasia 31

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan menjebol gawang Slowakia tidak membuat penggawa timnas Kroasia, Ivan Perisic, puas. Di mata Perisic, timnya tidak menunjukkan performa terbaik dan seharusnya bisa mengalahkan Slowakia.

Perisic menjadi satu-satunya pencetak gol Kroasia ke gawang Slowakia. Gol Perisic membuat laga dinihari tadi berakhir dengan skor 1-1.

“Saya tidak tahu kenapa. Tapi, kami tidak menunjukkan performa yang baik di pertandingan ini,” tutur Ivan Perisic dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Ivan Perisic - Kroasia - uefa. com 2
uefa.com

“Kami tidak mengawali pertandingan dengan baik. Kami memang berhasil mencetak gol di babak kedua. Tapi, saya merasa kami harus tampil lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya.”

“Semua orang harus menunjukkan performa yang lebih baik lagi. Jika gagal berkembang, maka kami akan tersingkir di babak grup. Kami hanya akan bisa melaju ke babak 16 besar apabila menunjukkan performa yang lebih baik,” sambung Perisic.

Hal senada juga diungkapkan pelatih Kroasia, Zlatko Dalic. Menurut Dalic, Luka Modric cs tidak mengalirkan bola dengan lancar dan tidak bermain dengan kompak selama 90 menit.

“Kami tidak mengawali pertandingan dengan baik dan terlalu banyak mengambil langkah yang tidak diperlukan. Selain itu, kami juga tidak bermain kompak. Kami memang berhasil tampil lebih baik setelah mencetak gol. Hasil ini membuat kami masih memiliki peluang lolos,” ungkap Dalic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bek Kroasia: Kekalahan dari Inggris Bukanlah Sebuah Bencana

gamespool
Bek Kroasia: Kekalahan dari Inggris Bukanlah Sebuah Bencana 35

Football5star.com, Indonesia – Bek kanan timnas Kroasia, Sime Vrsaljko, tak mau terlalu pusing dengan kekalahan timnya atas Inggris pada Minggu (13/6) dinihari WIB. Di mata Vrsaljko, kekalahan tersebut bukanlah sebuah bencana besar.

Inggris berhasil mengalahkan Kroasia di Stadion Wembley dengan skor 1-0. Gol tunggal The Three Lions dicetak oleh Raheem Sterling pada menit ke-57.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kami menelan kekalahan di pertandingan pembuka Piala Eropa. Tapi, kekalahan ini bukanlah sebuah bencana,” tutur Sime Vrsaljko dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Kroasia - Inggris - Sime Vrsaljko - uefa. com
uefa.com

“Kami memiliki beberapa kesempatan. Tapi, mereka bermain lebih baik di laga ini. Kami sudah menunjukkan usaha terbaik dan tidak akan menyerah meski baru saja menelan kekalahan. Saya yakin nasib kami akan terlihat berbeda setelah menjalani dua pertandingan lanjutan,” sambung Vrsaljko.

Bek kiri Kroasia, Josko Gvardiol malah memiliki pandangan yang berbeda dengan Vrsaljko. Di mata Gvardiol, timnya gagal memetik kemenangan karena tidak menunjukkan penampilan terbaik.

“Saya tentu saja sedih karena pertandingan pertama saya bersama tim nasional di kompetisi bergengsi berakhir dengan kekalahan. Kami tahu kalau Inggris merupakan salah satu tim favorit di Euro 2020. Tapi, kami tidak menunjukkan penampilan terbaik di pertandingan ini,” tutur pemain berusia 19 tahun itu.

“Sejujurnya, saya merasa kami bisa menunjukkan performa yang lebih baik. Saya tentu berharap keberuntungan kami akan datang di dua pertandingan selanjutnya,” tandas Gvardiol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Inggris vs Kroasia: Awal Gemilang The Three Lions

gamespool
Inggris vs Kroasia: Awal Gemilang The Three Lions 39

Football5star.com, Indonesia – Timnas Inggris berhasil mengawali Euro 2020 dengan gemilang setelah mengalahkan Kroasia di Stadion Wembley pada Minggu (13/6) malam WIB. Partai Inggris vs Kroasia berakhir dengan skor 1-0 berkat gol Raheem Sterling di babak kedua.

Tampil di hadapan suporternya, Inggris langsung mengurung lini belakang Kroasia. Pada menit ke-6, The Three Lions mendapat peluang emas pertamanya melalui Phil Foden. Namun, sepakan melengkung Foden hanya membentur tiang gawang kawalan Dominik Livakovic.

Pada menit ke-26, Inggris kembali mendapat peluang. Kali ini, giliran Raheem Sterling yang mengancam gawang Livakovic. Akan tetapi, sepakan Sterling masih belum menemui sasaran.

Di 20 menit terakhir pertandingan, Inggris masih terus berupaya membongkar rapatnya lini pertahanan Kroasia. Namun, usaha The Three Lions masih belum membuahkan hasil dan skor 0-0 tak berubah hingga babak pertama usai.

raheem sterling - Inggris vs Kroasia - euro 2020 - uefa. com
uefa.com

inggris semakin meningkatkan intensitas serangannya di babak kedua., Usaha keras skuat besutan Gareth Southgate akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-57. Memanfaatkan umpan terobosan Kalvin Phillips, Raheem Sterling berhasil lolos dari perangkap off-side dan sukses menjebol gawang Livakovic tanpa kesulitan berarti.

Selepas gol Sterling, Kroasia langsung keluar menyerang demi menyamakan kedudukan. Pada menit ke-65, tim tamu mendapat peluang melalui Ante Rebic. Namun, sepakan Rebic yang memanfaatkan kemelut di muka gawang Jordan Pickford gagal menemui sasaran.

Meski terus menyerang, Kroasia gagal mencetak gol dan skor 1-0 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membawa Inggris duduk di puncak klasemen gruip D dengan koleksi tiga poin.

SUSUNAN PEMAIN INGGRIS VS KROASIA:

Inggris: 1-Jordan Pickford; 2–Kyle Walker, 5-John Stones, 15-Tyrone Mings, 12-Kieran Trippier; 14–Kalvin Phillips, 4-Declan Rice; 20-Phil Foden (11-Marcus Rashford 71′), 19-Mason Mount, 10-Raheem Sterling (18-Dominic Calvert-Lewin 90′); 9-Harry Kane (26-Jude Bellingham 82′)

Pelatih: Gareth Southgate

Kroasia: 1-Dominik Livakovic; 2-Sime Vrsaljko, 21-Domagoj Vida, 5–Duje Caleta-Car, 25-Josko Gvardiol; 10-Luka Modric, 11-Marcelo Brozovic (13-Nikola Vlasic 70′), 8-Mateo Kovacic (15-Mario Pasalic 85′); 9-Andrej Kramaric (7-Josip Brekalo 70′), 17-Ante Rebic (20-Bruno Petkovic 78′), 4-Ivan Perisic

Pelatih: Zlatko Dalic

Kartu Kuning: Foden 64′ – Caleta-Car 42′, Kovacic 48′, Brozovic 66′,

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hadapi Kroasia, Harry Maguire Usung Misi Balas Dendam

gamespool
Hadapi Kroasia, Harry Maguire Usung Misi Balas Dendam 43

Football5star.com, Indonesia – Harry Maguire mengaku belum bisa melupakan kekalahan Inggris atas Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 2018. Hal tersebut membuatnya mengusung misi balas dendam ketika The Three Lions menjamu Kroasia di Stadion Wembley pada Minggu (13/6) malam WIB.

Maguire menjadi salah satu bagian skuat Inggris yang dikalahkan Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 2018. Ketika itu, Kroasia berhasil mengalahkan The Three Lions berkat gol Mario Mandzukic di babak tambahan.

“Petualangan kami di Piala dunia 2018 berakhir dengan cara yang mengecewakan. Saya kira, kami bisa mengalahkan Kroasia dan melaju ke partai final,” tutur Harry Maguire dikutip football5star dari ESPN.

Harry Maguire - Inggris - Zimbio
Zimbio

“Sejujurnya, saya masih kecewa jika kembali mengingat momen tersebut. Saya merasa sangat yakin akan kesempatan kami di Euro 2020. Kami memiliki skuat yang dipenuhi pemain muda bertalenta. Selain itu, ada juga beberapa pemain yang memiliki segudang pengalaman,” sambung Maguire.

Maguire saat ini sedang menjalani proses pemulihan cedera pergelangan kaki. Meski proses pemulihannya berjalan lancar, Maguire diprediksi tak bisa memperkuat The Three Lions pada partai melawan Kroasia.

Maguire mengalami cedera pergelangan kaki ketika memperkuat Manchester United pada partai melawan Aston Villa beberapa pekan lalu. Cedera tersebut membuat Maguire tak bisa memperkuat Manchester United pada partai final Liga Europa melawan Villarreal. Tak cuma itu, Maguire juga absen di dua partai persahabatan Inggris jelang Euro 2020.

Sebagai pengganti Maguire, Gareth Southgate diprediksi bakal memainkan Tyrone Mings sebagai tandem John Stones di jantung pertahan. Selain Mings, Southgate juga bisa menurunkan Conor Coady dan Ben White.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Inggris vs Kroasia

Prediksi Euro 2020 - Inggris vs Kroasia
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Inggris 2-0 Kroasia
Predictz
Inggris 1-0 Kroasia
WhoScored
Inggris 1-1 Kroasia
FOOTBALL5STAR
Inggris 2-1 Kroasia
Estadio Wembley, Minggu (13/6/2021) Pukul 20.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Inggris akan mengawali kiprahnya di Euro 2020 dengan laga melawan Kroasia. Laga Inggris vs Kroasia rencananya akan digelar di Stadion Wembley pada Minggu (13/6) malam WIB.

Kroasia bukanlah lawan yang asing buat Inggris. Pasalnya, The Three Lions sudah tiga kali menghadapi Kroasia selama tiga tahun terakhir. Dalam tiga laga tersebut, kedua tim sama-sama mengoleksi satu kemenangan.

Sebagai tim tuan rumah, Inggris tentu menjadi tim unggulan. Akan tetapi, Kroasia bisa kembali membuat publik Inggris sakit hati karena masih diperkuat pemain-pemain kunci seperti Luka Modric, Ivan Perisic dan Ante Rebic.

Faktor dukungan dari suporter di Wembley membuat Inggris diyakini akan bisa mengalahkan Kroasia dan mengawali Euro 2020 dengan gemilang. Football5star memprediksi Inggris akan meraih kemenangan dengan skor 2-1.

REKOR PERTEMUAN

head to head Inggris vs Kroasia

TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Inggris vs Kroasia
Prediksi: Inggris vs Kroasia 51
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Inggris berhasil memetik tiga kemenangan dari lima pertemuan terakhir melawan Kroasia.
  • Gawang Inggris cuma kebobolan satu kali dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Inggris berhasil mencetak 11 gol dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Kroasia cuma mampu meraih dua kemenangan dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Kroasia hanya mencetak lima gol dalam lima pertandingan terakhirnya.
PELATIH
  • Laga Inggris vs Kroasia kali ini merupakan pertemuan keempat antara Gareth Southgate dengan Zlatko Dalic.
  • Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Southgate dan Dalic sama-sama memetik satu kemenangan.
  • Rekor Southgate vs Kroasia: satu menang, satu imbang, satu kalah.
  • Rekor Dalic vs Inggris: satu menang, satu imbang, satu kalah.
WASIT
  • Partai Inggris vs Kroasia kali ini akan dipimpin oleh wasit senior asal Italia, Daniele Orsato.
  • Dalam 27 partai yang ia pimpin selama satu tahun terakhir, Orsato mengeluarkan 113 kartu kuning, enam kartu merah serta memberikan tiga penalti.
  • Orsato belum pernah memimpin jalannya laga yang melibatkan Inggris.
  • Rekor Kroasia ketika diwasiti Orsato: dua menang.
PEMAIN KUNCI
INGGRIS:

Top Skorer:
Top Assist:

KROASIA:

Top Skorer:
Top Assist:

Statistik di Euro 2020 

BERITA KEDUA TIM
  • Inggris: Harry Maguire dan Bukayo Saka diragukan.
  • Kroasia: Tidak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Inggris vs Kroasia

Penyerang Kroasia Ingin Kembali Patahkan Hati Harry Kane

gamespool
Penyerang Kroasia Ingin Kembali Patahkan Hati Harry Kane 55

Football5star.com, Indonesia – Penyerang timnas Kroasia, Bruno Petkovic, merasa sangat senang karena akan menghadapi Inggris di babak grup Euro 2020. Ia berharap akan bisa membuat Harry Kane kembali sakit hati.

Petkovic sudah sempat mematahkan hati Kane pada musim 2020-21 lalu. Pemain berusia 26 tahun itu merupakan salah satu penggawa Dinamo Zagreb yang sukses menyingkirkan Tottenham di babak 16 besar Liga Europa.

“Tentu saja saya ingin kembali memathkan hati Kane. Rasanya akan luar biasa apabila saya bisa kembali melakukan hal itu di level tim nasional,” ujar Bruno Petkovic dikutip football5star dari Yahoo Sport.

Bruno Petkovic - Harry Kane - Kroasia - SuperSport
tottenhamhotspur.com

“Saya masih belum bisa melupakan kenangan ketika berhasil membawa Dinamo Zagreb menyingkirkan Tottenham. Itu merupakan momen terbaik saya di level klub,” sambung Petkovic.

Lebih lanjut, Petkovic mengingatkan rekan-rekannya untuk tak cuma mewaspadai Kane. Di mata Petkovic, timnas Inggris dipenuhi oleh pemain-pemain berkualitas di tim utama maupun pelapis.

“Kami tentu sangat memahami seberapa kuat timnas Inggris. Seluruh pemain yang ada di skuat Inggris memiliki kualitas merata karena semuanya bermain di klub-klub top Eropa.”

“Kami tak mau hanya fokus terhadap satu orang pemain saja. Inggris memiliki banyak pemain berkualitas dan kami yakin akan bisa membuat mereka gigit jari,” tutup Petkovic.

Inggris akan menjadi ujian pertama Petkovic dan Kroasia di ajang Euro 2020. Rencananya, Luka Modric cs bakal menyambangi Stadion Wembley pada Senin (13/6) malam WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Belgia vs Kroasia: Lagi-lagi Ditentukan Romelu Lukaku

gamespool
Belgia vs Kroasia: Lagi-lagi Ditentukan Romelu Lukaku 59

Football5star.com, Indonesia – Romelu Lukaku menjadi bintang kemenangan Belgia pada partai uji coba melawan Kroasia di Brussel, Senin (7/6) dinihari WIB. Gol Lukaku membuat laga Belgia vs Kroasia berakhir dengan skor tipis, 1-0.

Tampil sebagai tim tuan rumah, Belgia langsung mengambil inisiatif serangan. Dalam 15 menit pertama pertandingan, The Red Devils mendapat sepasang peluang melalui Nacer Chadli dan Romelu Lukaku yang belum membuahkan hasil.

Kroasia tak tinggal diam. Dimotori Luka Modric, tim tamu mampu beberapa kali keluar dari tekanan Belgia dan memberikan ancaman ke gawang Thibaut Courtois.

Belgia menjadi tim pertama yang berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-38, Lukaku berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di muka gawang Dominik Livakovic. Gol Lukaku menjadi satu-satunya pembeda kedua tim di paruh pertama.

Belgia vs Kroasia - Romelu Lukaku - uefa. com 2
uefa.com

Kroasia mengawali babak kedua dengan baik. Pada menit ke-52, tim tamu nyaris menyamakan kedudukan. Namun, sundulan Bruno Petkovic yang memanfaatkan umpan silang kirman Josko Gvardiol gagal menembus gawang Belgia.

Intensitas serangan Kroasia membuat Belgia kesulitan mengembangkan permainan. Pada pertengahan babak kedua, The Red Devils memutuskan untuk menurunkan intensitas serangannya demi menjaga keunggulan.

Meski fokus bertahan, Belgia tetap mampu beberapa kali mengancam gawang Kroasia. Pada menit ke-89, Lukaku nyaris mencetak gol keduanya. Tapi, kali ini sundulan tajamnya berhasil dipatahkan Livakovic.

Skor 1-0 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Belgia bakal semakin percaya diri menghadapi Euro 2020 pekan depan.

SUSUNAN PEMAIN BELGIA VS KROASIA:

Belgia: 1-Thibaut Courtois; 2-Toby Alderweireld, 18-Jason Denayer , 5-Jan Vertonghen (3-Thomas Vermaelen 46′); 21-Timothy Castagne, 19-Leander Dendoncker (10-Eden Hazard 90′), 8-Youri Tielemans, 22-Nacer Chadli (16-Thorgan Hazard 71′); 14-Dries Mertens (17-Hans Vanaken 68′), 11-Yannick Carrasco (25-Jeremy Doku 82′); 9-Romelu Lukaku

Pelatih: Roberto Martinez

Kroasia: 1-Dominik Livakovic; 2-Sime Vrsaljko, 21-Domagoj Vida, 5-Duje Caleta-Car, 3-Borna Barisic (25-Josko Gvardiol 46′); 10-Luka Modric (15-Mario Pasalic 61′), 11-Marcelo Brozovic, 8-Mateo Kovacic (13-Nikola Vlasic 61′); 17-Ante Rebic (7-Andrej Kramaric 61′), 20-Bruno Petkovic (7-Josip Brekalo 70′), 4-Ivan Perisic (18-Mislav Orsic 80′)

Pelatih: Zlatko Dalic

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Peta Persaingan Grup D EURO 2020: Tiga David vs Goliath

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Tak ada yang tak mungkin. Namun, rasanya terlalu berlebihan untuk melihat timnas Inggris tersisih pada fase grup Piala Eropa 2020. Bukan apa-apa, kekuatan mereka lebih superior dari tiga tim lain yang menghuni Grup D.

Raheem Sterling, pemain sayap The Three Lions asal Manchester City, menilai timnas Inggris saat ini jauh lebih matang dibanding sebelumnya. Itu tak terlepas dari tempaan pengalaman dan kebersamaan dalam beberapa turnamen terakhir.

“Sejak Piala Dunia terakhir, aku merasa kami jadi lebih baik. Anda juga mungkin bisa mengatakan bahwa kami punya kemampuan lebih di skuat saat ini, yaitu pemain-pemain yang dapat jadi penentu kapan saja. Kami punya lebih banyak pemain seperti itu dibanding pada 2018,” urai Sterling seperti dikutip Football5Star.com dari FourFourTwo.

Ucapan Sterling sesuai fakta. Inggris punya begitu banyak pemain bagus. Sudah begitu, tak sedikit pula yang masih muda. Sampai-sampai, manajer gareth Southgate tak bisa langsung menetapkan 26 pemain untuk skuatnya. Dia memanggil 33 pemain terlebih dahulu.

Hal itu sangat kontras dengan tiga tim lain. Timnas Kroasia memang punya prestasi lebih baik dari Inggris pada Piala Dunia 2018. Namun, seperti diakui pelatih Zlatko Dalic, mereka saat ini tengah dalam posisi membangun ulang tim. Hal serupa dialami Rep. Cheska dan Skotlandia.

Ketiga lawan The Three Lions di Grup D EURO 2020 nanti itu dipenuhi pemain-pemain tak ternama. Ibaratnya, pergumulan di Grup D nanti tak ubahnya tiga David melawan Goliath. Tak seperti dalam dongeng, sulit bagi ketiga David untuk mengalahkan sang Goliath.

Inggris Tak Boleh Terlena di EURO 2020

Meskipun demikian, timnas Inggris tetap saja tak bisa jemawa. Bagaimanapun, ketiga lawan di Grup D Piala Eropa 2020 nanti tetap punya potensi mengejutkan. Salah satunya, mereka tak buta terhadap kekuatan tim asuhan Gareth Southgate.

The Three Lions tentu saja harus belajar dari pengalaman dua turnamen sebelumnya. Pada EURO 2016, mereka disisihkan Islandia. Lalu, pada Piala Dunia 2018, mereka dieliminasi Kroasia pada semifinal. Dua kekalahan itu termasuk di luar dugaan karena mereka diprediksi akan melenggang mulus.

Menilik jejak itu, Kroasia memang jadi tim yang harus paling diwaspadai Inggris. Apalagi, Vatreni juga pernah memberi kejutan lain pada masa lalu. Meskipun demikian, Rep. Cheska dan Skotlandia juga tak bisa diremehkan. Rep. Cheska pernah mengalahkan The Three Lions pada babak kualifikasi.

Bagaimana dengan Skotlandia? Tim asuhan Steve Clarke memang hanya lolos lewat babak play-off. Namun, patut dicatat, The Tartan Army sejatinya adalah musuh bebuyutan The Three Lions. Pertemuan kedua tim kadang tak dapat diduga karena ada faktor emosional yang bermain.

Toh, menilik kekuatan dan kematangan tim, timnas Inggris sepertinya tak akan terbendung. Adapun satu tiket lain dari Grup D EURO 2020 ini akan diperebutkan oleh Kroasia dan Rep. Cheska. Peluang lebih besar ada pada Vatreni mengingat kiprah yang lebih bagus saat kualifikasi.

PREDIKSI AKHIR
PosisiTimMenangSeriKalahNilai
1Inggris2107
2Kroasia2016
3Rep. Cheska1023
4Skotlandia0121
PROFIL PESERTA

INGGRIS

Timnas Inggris lebih berpengalaman dan kuat pada Piala Eropa 2020.
Getty Images

Tak bisa disangkal, timnas Inggris adalah salah satu favorit juara pada perhelatan Piala Eropa 2020 nanti. Beberapa rumah taruhan menempatkan mereka sejajar dengan sang juara dunia, Prancis. Itu tak terlepas dari modal pengalaman dan materi pemain luar biasa.

Winger Raheem Sterling paham betul hal tersebut. “Pertama-tama dan paling utama adalah lolos dari grup. Dulu, saya dengar orang-orang bilang, ‘Kita lihat saja nanti.’ Namun, aku selalu mengatakan, aku tak akan berangkat ke sebuah turnamen jika tanpa maksud memenanginya,” ujar dia seperti dikutip dari FourFourTwo.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: The Football Association (FA)
Julukan Timnas: The Three Lions
Pelatih: Gareth Southgate
Kapten: Harry Kane
Pemain Kunci: Harry Kane, Phil Foden, Harry Maguire, Mason Mount, Jadon Sancho, Raheem Sterling, Trent Alexander-Arnold
Prestasi Terbaik di EURO: Peringkat ke-3 (1968)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup A (7 menang, 0 seri, 1 kalah)


KROASIA

Timnas Kroasia kerap memberikan kejutan tak menyenangkan bagi timnas Inggris.
Getty Images

Status runner-up Piala Dunia 2018 selalu membuat timnas Kroasia diperhitungkan siapa pun. Namun, pelatih Zlatko Dalic tak mau muluk-muluk pada perhelatan EURO 2020. Dia menilai timnya saat ini jauh berbeda dengan saat lolos ke final Rusia 2018. Dia mengakui Vatreni sekarang masih dalam proses.

“Hasil yang kami raih belakangan ini tidaklah bagus. Meskipun demikian, saya tetap optimistis dan saya harap lolos dari grup jadi target pertama. Bila dibandingkan dengan Inggris, mereka masih punya 7-8 pemain dari Piala Dunia lalu, sementara kami hanya punya satu,” ujar Dalic kepada Gol.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Hrvatski Nogometni Savez (HNS)
Julukan Timnas: Vatreni
Pelatih: Zlatko Dalic
Kapten: Luka Modric
Pemain Kunci: Luka Modric, Andrej Kramaric, Ivan Perisic, Dejan Lovren
Prestasi Terbaik di EURO: Perempat Final (1996, 2008)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup E (5 menang, 2 seri, 1 kalah)


SKOTLANDIA

Timnas Skotlandia sulit bersaing di Grup D EURO 2020.
Getty Images

Tanpa target muluk. Begitulah timnas Skotlandia di pentas EURO 2020. Kapten Andy Robertson mengaku peluang timnya agak berat sehingga lolos dari fase grup saja sudah bagus bagi The Tartan Army. Hal serupa juga diungkapkan pelatih Steve Clarke.

“Andai dapat lolos dari fase grup pada musim panas nanti, para pemain bisa menjadi legenda. Jadi, kenapa tidak menargetkan itu? Sangat penting untuk mencoba sekompetitif mungkin,” ujar Clarke seperti dikutip News Chain Online.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Scottish Football Association (SFA)
Julukan Timnas: The Tartan Army
Pelatih: Steve Clarke
Kapten: Andy Robertson
Pemain Kunci: Andy Robertson, Kieran Tierney, John McGinn, Scott McTominay, Ryan Fraser
Prestasi Terbaik di EURO: Fase Grup (1992, 1996)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Peringkat III Grup I (5 menang, 0 seri, 5 kalah, lolos play-off dengan mengalahkan Serbia 5-4 [1-1] lewat adu penalti)


REP. CHESKA

Timnas Rep. Cheska selalu diharapkan mengulang prestasi di Piala Eropa 1996.
Getty Images

Berkiprah di Piala Eropa, harapan publik Rep. Cheska selalu sama. Itu adalah mengulang dongeng 1996 ketika tim asuhan Dusan Uhrin lolos ke final. Mereka masih penasaran karena merasa “dirampok” saat kalah dari Jerman pada laga puncak. Hal itu berlaku pada Piala Eropa 2020 kali ini.

Pelatih Jaroslav Silhavy terang-terangan ingin mengulang dongeng. “Membandingkan dua tim yang terpaut 25 tahun tentu sulit. Dibanding saat itu, tim kali ini diisi lebih banyak pemain yang tak terkenal. Namun, ekspektasi masih sama. Kami percaya pada diri sendiri, tapi tak mau muluk-muluk. Jika nantinya menyamai prestasi masa lalu, tentu lebih indah,” kata dia kepada Sport.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Fotbalová Asociace České Republiky (FACR)
Julukan Timnas: Narodak, Lokomotiva
Pelatih: Jaroslav Silhavy
Kapten: Vladimir Darida
Pemain Kunci: Vladimir Darida, Tomas Soucek, Pavel Kaderabek, Patrik Schick
Prestasi Terbaik di EURO: Runner-up (1996)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner-up Grup A (5 menang, 0 seri, 3 kalah)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Zlatko Dalic Didesak Panggil Marko Simic ke Timnas Kroasia

Zlatko Dalic Didesak Panggil Marko Simic ke Timnas Kroasia 69

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, didesak untuk menjajal kemampuan Marko Simic ke dalam skuatnya. Desakan itu diklaim Simic berasal dari para pendukungnya.

Marko Simic memang menjelma menjadi mesin gol Macan Kemayoran semenjak tiba 2018. Pemain setinggi 187 centimeter itu dikutip dari Transfermarkt, sudah mencetak total 57 gol dan empat assist hanya dalam 77 pertandingan bersama Persija.

Akan tetapi, nyatanya penampilan apik Simic itu tak bikin Zlatko Dalic terkesima. Karena sejauh ini Dalic tak juga menjajal Simic di Timnas Kroasia. Padahal, banyak pendukungnya yang ingin melihat Simic main di Timnas Kroasia.

Zlatko Dalic Didesak Panggil Marko Simic ke Timnas Kroasia Marko Simic Takut Melihat Jakarta Sepi Belakangan Ini
Persija.id

“Timnas kami merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Saya berbicara dengan pelatih Dalic tahun lalu. Dia orang yang jujur, dan mengatakan fans saya sering menekan dirinya dengan cara mengirimkan pesan,” ungkap Marko Simic dikutip dari Novi List.

“Saya sadar itu adalah perbuatan sia-sia. Banyak penyerang muda yang bermain di liga lebih kuat dibandingkan saya. Tapi waktu terus berlalu, dan peluang makin mengecil. Jika ada tur ke Asia, mungkin saya mendapatkan kesempatan,” tambah Simic.

Sejatinya, Simic pernah beberapa kali dipanggil ke dalam Timnas Kroasia berbagai kelompok usia. Dia dua kali membela Timnas U-19, empat kali di Timnas U-20, dan tujuh kali memperkua Timnas U-21 Kroasia. Bahkan saat main di Timnas U-21, Simic mampu melesakkan tiga gol.

“Tapi kita tidak pernah tahu. Dalam hidup saya, saya sudah banyak melalui berbagai hal, dan banyak hal yang mungkin saya tidak impikan justru menghampiri saya. Bermain untuk timnas Kroasia tentu saja selalu menjadi impian yang diharapkan dapat terwujud,” tutup Marko Simic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Timnas Kroasia: Pemain Indonesia Punya Kualitas Tinggi

Eks Timnas Kroasia: Pemain Indonesia Punya Kualitas Tinggi 73

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Timnas Kroasia, Vedran Jese, mengaku kalau Indonesia sebenarnya memiliki bakat yang besar. Hal itu saat dia sempat ditunjuk untuk membawa tim asal Indonesia, Vamos, berguru di Kroasia.

Sosok yang pernah membela Dynamo Zagreb itu memang menjadi salah satu tim pelatih yang membawahi Vamos Indonesia. Belakangan dia mendampingi Vamos saat berguru di Zadar, Kroasia.

Vedran Jese sendiri punya pendapat soal kualitas pemain Indonesia. Menurutnya, para pemain Indonesia ini memiliki kualitas yang bagus dan kecepatan. Hanya saja memang fisiknya yang jadi persoalan.

Eks Timnas Kroasia: Pemain Indonesia Punya Kualitas Tinggi
24 Sata

“Cukup berbeda dengan kami, secara teknis kualitas mereka cukup tinggi, tetapi secara fisik mereka kalah dengan pemain sepak bola Kroasia. Bagaimanapun, mereka lebih kecil, jadi kita akan melihat bagaimana semua orang akan mengatasi sepak bola Kroasia,” ungkap Vedran Jese dikutip 24 Sata.

“Lihat, kami memainkan tiga pertandingan dengan mereka pada awal November, kami mengalahkan Zadar (1-0) dan Dalmatinac Crno (2-1), kami kalah dari Arabanas (5-4), meskipun kami memimpin 3-0 pada babak pertama,” sambung dia.

Jese menyebut kalau Indonesia memang memiliki potensi besar untuk bicara banyak dalam ranah sepak bola. Apalagi, sudah banyak pihak yang mendukung mereka berguru di luar negeri.

“Indonesia, mereka banyak berinvestasi dalam sepak bola, negara itu masih berpenduduk 270 juta jiwa, dan tujuan mereka adalah agar para pesepakbola mereka berkembang di Eropa,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kroasia vs Portugal: Brace Ruben Dias Bawa Seleccao Menang Lawan 10 Orang

gamespool
Kroasia vs Portugal: Brace Ruben Dias Bawa Seleccao Menang Lawan 10 Orang 76

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di pekan terakhir babak grup UEFA Nations League yang mempertemukan finalis Piala Dunia dan juara bertahan Euro, Kroasia vs Portugal. Portugal berhasil menang 3-2 dengan Ruben Dias mencetak gol di penghujung laga.

Kesempatan pertama datang dari sundulan Cristiano Ronaldo pada menit ke-20, tapi sundulannya melebar.

Kroasia berhasil mencetak gol pada menit ke-29. Rui Patricio berhasil melakukan penyelamatan lewat tendangan Mateo Kovacic, namun bola kembali mengarah ke Kovacic dan tak menyianyiakan kesempatan keduanya.

The Blazers hampir mencetak gol kedua pada menit ke-37. Lewat serangan balik, Ivan Perisic memberi umpan ke Josip Juranovic yang entah mengapa sundulannya melebar.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Portugal dapat kesempatan pada menit ke-48 lewat sundulan Ruben Dias hasil umpan dari Joao Moutinho, tapi melebar. Tapi setelah itu, Kroasia harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-51 setelah Marko Rog mendapatkan kartu kuning kedua.

Dan hanya berjarak dua menit, Portugal berhasil mencetak gol. Uniknya dua bek tengah bekerja sama. Berawal dari tendangan bebas Cristiano Ronaldo yang ditepis, Ruben Semedo berhasil memberi umpan ke Ruben Dias dan pemain Manchester City itu berhasil mencetak gol.

Portugal comeback! Pada menit ke-61. Diogo Jota memberi umpan ke Joao Felix yang berhasil melepaskan tembakan masuk ke gawang Livakovic.

Kroasia berhasil menyamakan kedudukan dengan 10 orang pada menit ke-65! Mateo Kovaic berhasil mencetak gol keduanya dengan tembakan dari luar kotak penalti.

Portugal hampir kembali unggul pada menit ke-80, Trincao berhasil melepaskan tembakan namun ditepis oleh Livakovic. Bernando Silva langsung menyambar bola liar namun entah mengapa melambung di atas gawang.

Akhirnya Portugal berhasil unggul pada penghujung laga. Livakovic melakukan blunder fatal setelah gagal menangkap bola. Bola jatuh ke kaki Ruben Dias yang berhasil mencetak gol ke gawang yang kosong.

Laga Kroasia vs Portugal berakhir dengan skor 3-2.

Susunan Pemain Kroasia vs Portugal:

Kroasia (4-3-1-2: 1-Dominik Livakovic; 21-Josip Juranovic, 6-Dejan Lovren, 5-Mile Skoric, 16-Domagoj Bradaric; 17-Marko Rog, 10-Luka Modric, 8-Matteo Kovacic; 15-Mario Pasalic (7-Josip Brekalo); 13-Nikola Vlasic (18-Mislav Orsic), 4-Ivan Perisic.

Pelatih: Zlatko Dalic.

Portugal (4-3-3): 1-Rui Patricio; 2-Nelson Semedo, 4-Ruben Dias, 3-Ruben Semedo, 19-Mario Rui (20-Joao Cancelo); 13-Danilo Pereira (15-Sergio Oliveira), 8-Joao Moutinho, 11-Bruno Fernandes (17-Trincao); 23-Joao Felix (10-Bernardo Silva), 7-Cristiano Ronaldo, 21-Diogo Jota (9-Paulinho).

Pelatih: Fernando Santos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Kroasia vs Portugal

Prediksi UEFA Nations League Pekan Keenam: Kroasia vs Portugal
Prediksi UEFA Nations League Pekan Keenam: Kroasia vs Portugal
PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
Kroasia 1-1 Portugal
Predictz
Kroasia 1-2 Portugal
WhoScored
Kroasia 1-2 Portugal
 FOOTBALL5STAR
Kroasia 1-1 Portugal
Stadion Poljud, Rabu (18/11/2020) Pukul 02.45 WIB

Football5star.com, Indonesia – Portugal akan berusaha mempertahankan gengsinya ketika menyambangi markas Kroasia pekan ini. Partai UEFA Nations League antara Kroasia vs Portugal akan digelar di Stadion Poljud, Split, pada Rabu (18/11) dinihari WIB.

Portugal dan Kroasia memang dipastikan gagal melaju ke babak semifinal Nations League. Hal itu membuat laga ini bakal menjadi adu gengsi antara kedua tim.

Portugal berhasil menunjukkan performa yang cukup baik di ajang Nations League musim ini dengan raihan 10 poin dari lima partai. Sementara, Kroasia gagal menunjukkan performa terbaiknya karena hanya mampu meraup tiga poin.

Dalam enam pertemuan terakhirnya melawan Kroasia, Portugal memiliki rekor tak terkalahkan. Selecao  bakal bisa melanjutkan tren tersebut dan laga diprediksi akan berakhir imbang dengan skor 1-1.

REKOR PERTEMUAN

Head to Head Kroasia vs Portugal

TREN PERFORMA
Prediksi UEFA Nations League Pekan Keenam: Kroasia vs Portugal
GamesPools GIF
STATISTIK MENARIK
  • Kroasia hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima pertandingan Nations League musim ini.
  • Kroasia gagal mencetak clean sheet dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Portugal berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor telak, 4-1 pada pertemuan pertama di Nations League musim ini.
  • Gawang Portugal hanya kebobolan satu gol dari lima pertandingan terakhirnya.
PELATIH
  • Partai Kroasia vs Portugal kali ini merupakan pertemuan ketiga antara Zlatko Dalic dengan Fernando Santos.
  • Dalam dua pertemuan sebelumnya, Dalic gagal mengalahkan Santos (satu imbang, satu kalah).
  • Rekor Dalic vs Portugal: satu imbang, satu kalah.
  • Rekor Santos vs Kroasia: tiga menang, dua imbang.
PEMAIN KUNCI
KROASIA:

Top Skorer: Nikola Vlasic (2 gol)

Top Assist: Josip Brekalo (2 assist)  

Top Rating: Nikola Vlasic (7,13)

PORTUGAL:

Top Skorer: Diogo Jota (3 gol)

Top Assist: Pepe, William Carvalho dan Raphael Guerreiro (@1 assist)

Top Rating: Bruno Fernandes (7,68)

Statistik di UEFA Nations League musim 2020-21 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Kroasia: Bruno Petkovic dan Andrej Kramaric cedera. Duje Caleca-Car skorsing. Marcelo Brozovic dan Domagoj Vida positif Covid-19.
  • Portugal: Tak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Kroasia vs Portugal

Nostalgia Hari Ini: Kroasia Lolos ke Piala Dunia untuk Pertama Kalinya

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Kroasia Lolos ke Piala Dunia untuk Pertama Kalinya 87

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 23 tahun yang lalu, sejarah terjadi ketika Kroasia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1998. Kroasia saat itu baru berusia 6 tahun sebagai negara merdeka.

Kroasia merdeka pada Juni 1991 dan Federasi Sepak Bola Kroasia mengajukan diri sebagai anggota FIFA dan diterima pada Juli 1992. Namun The Blazers tak bisa ikut Piala Dunia 1994 karena telat masuk ke babak kualifikasi. Jadi mereka baru mendapat kesempatan untuk tampil di kompetisi major yakni pada Euro 1996.

Nostalgia Hari Ini Kroasia Lolos ke Piala Dunia untuk Pertama Kalinya
Pyro On The Pitch

Tanda-tanda kehebatan Kroasia sudah terlihat sejak kualifikasi Euro 1996, dimana mereka lolos dengan menjadi peringkat pertama di grup 4 kualifikasi (kalahkan Italia). The Blazers berhasil lolos sampai perempat final sebelum dikalahkan oleh Jerman (yang mana berhasil menjadi juara).

Kualifikasi Piala Dunia 1998 Zona UEFA

Euro sudah, kini Kroasia mengincar untuk lolos ke Piala Dunia 98 di Prancis. Tim asuhan Miroslav Blazevic berada pada Grup 1 bersama Denmark, Yunani, Bosnia dan Slovenia.

Saat itu jika ingin lolos langsung ke Prancis, tim harus berada di peringkat pertama, sedangkan peringkat kedua akan masuk ke babak play-off. Kroasia harus puas berada di peringkat kedua setelah meraih 15 poin, dua poin lebih sedikit dari Denmark yang berada di puncak dan langsung lolos ke Prancis.

Namun, The Blazers punya satu kesempatan lagi lewat jalur play-off dimana mereka bertemu Ukraina, negara yang juga baru merdeka pada 1991. Pertandingan dimainkan dalam format kandang tandang, dengan Kroasia memainkan laga kandang terlebih dahulu.

Leg pertama, Kroasia berhasil menang 2-0 di Stadion Maksimir, Zagreb. Dua gol dicetak oleh pelatih West Brom saat ini, Slaven Bilic, dan Goran Vlaovic. Namun perjuangan mereka benar-benar diuji pada leg kedua, 15 November 1997, dimana mereka harus bermain di Stadion Olimpiysky Kiev, yang saat itu memiliki kapasitas 80 ribu penonton.

Kroasia sempat dibuat panik, ketika penyerang berusia 19 tahun milik Ukraina, Andriy Shevchenko, mencetak gol cepat pada menit ke-5. Namun, pemain Juventus, Alen Boksic, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Davor Suker cs berhasil menahan gempuran Ukraina sampai akhir pertandingan. The Blazers berhasil menang dengan aggregat 3-1 dan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. And the rest is history!

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kroasia vs Prancis: Les Bleus Diselamatkan Kylian Mbappe

gamespool
Kroasia vs Prancis: Les Bleus Diselamatkan Kylian Mbappe 91

Football5star.com, Indonesia – Gol Kylian Mbappe pada menit ke-79 berhasil membuat Prancis membawa pulang tiga poin dari markas Kroasia pada Kamis (15/10) dinihari WIB. Partai Nations League antara Kroasia vs Prancis berakhir dengan skor 1-2.

Tampil sebagai tim unggulan, Prancis tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru delapan menit laga berjalan, tim tamu berhasil unggul melalui Antoine Griezmann yang memanfaatkan kemelut di muka gawang Dominik Lovakovic.

Tertinggal satu gol, Kroasia langsung mengontrol jalannya pertandingan dan mengurung barisan belakang Prancis. Pada menit ke-30, Mario Pasalic mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan. akan tetapi, sepakannya masih bisa diblok Hugo Lloris.

Di penghujung babak pertama, Prancis kembali mengambil inisiatif serangan dan nyaris mencetak gol keduanya. Namun, sundulan Clement Lenglet masih belum menemui sasaran dan skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Kroasia vs Prancis - Nations League - uefa. com - Kylian Mbappe
uefa.com

Di babak kedua, Kroasia kembali mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-53, mereka mendapat peluang lewat Nikola Vlasic. Tapi, sepakan kerasnya masih belum menemui sasaran.

Usaha keras Kroasia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65 setelah sepakan kaki kanan Vlasic gagal dijangkau Lloris. Selepas gol Vlasic, Kroasia semakin gencar melancarkan serangan.

Asyik menyerang, Kroasia malah kecolongan pada menit ke-79 setelah Kylian Mbappe berhasil menyambar umpan silang Lucas Digne. Kembali tertinggal, Kroasia langsung mengurung lini pertahanan Prancis di sisa waktu pertandingan.

Meski terus menyerang, tuan rumah gagal mencetak gol tambahan. Kemenangan ini membuat Prancis sukses mempertahankan posisi dua di klasemen grup 3 Nations League. Sementara, Kroasia gagal beranjak dari posisi tiga.

KROASIA VS PRANCIS:

Kroasia: 1-Dominik Livakovic; 2-Filip Uremovic, 6-Dejan Lovren, 21-Domagoj Vida, 3-Borna Barisic; 19-Milan Badelj (8-Mateo Kovacic 46′), 10-Luka Modric; 15-Mario Pasalic (7-Josip Brekalo 46′), 13-Nikola Vlasic (9-Andrej Kramaric 80′), 4-Ivan Perisic (16-Domagoj Bradaric 78′); 20-Bruno Petkovic (14-Ante Budimir 61′)

Pelatih: Zlatko Dalic

Prancis: 1-Hugo Lloris; 20-Ferland Mendy, 4-Raphael Varane, 5-Clement Lenglet, 17-Lucas Digne (21-Lucas Hernandez 83′); 12-Corentin Tolisso (14-Eduardo Camavinga 63′), 15-Steven Nzonzi, 8-Adrien Rabiot (6-Paul Pogba 74′); 7-Antoine Griezmann (9-Olivier Giroud 83′), 10-Kylian Mbappe, 19-Anthony Martial (11-Kingsley Coman 63′)

Pelatih: Didier Deschamps

Kartu Kuning: Vlasic 5′, Uremovic 57′, Lovren 90′ – Digne 4′, Pogba 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Luka Modric Segera Ikuti Langkah Ivan Rakitic?

gamespool
Luka Modric Segera Ikuti Langkah Ivan Rakitic? 95

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas Kroasia, Luka Modric, membuka peluang untuk mengikuti langkah Ivan Rakitic yang pensiun dari level internasional. Menurut Modric, saat ini ia akan gantung sepatu ketika sudah tak lagi kuat bermain di level tertinggi.

Seperti yang diketahui, Ivan Rakitic memutuskan untuk pensiun dari timnas Kroasia beberapa waktu lalu. Rakitic mengakhiri kariernya di level internasional dengan catatan 106 caps dan 15 gol.

“Tak ada yang abadi dan bermain di level internasional selama 100 tahun. Saya ingin berterima kasih kepada Ivan Rakitic atas semua jasa-jasanya untuk timnas Kroasia,” ujar Luka Modric dikutip dari laman Total Croatia News.

Luka Modric - Ivan Rakitic - Kroasia - Bleacher Report
Bleacher Report

“Saya bukanlah orang yang mengumumkan akan bermain di Piala Dunia dan sebelum turnamen digelar berubah pikiran. Hal itu tidaklah benar.”

“Untuk saat ini, saya hanya mempersiapkan diri untuk satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Setelah itu, saya akan melihat kondisi fisik serta menral dan kemudian baru akan mengambil keputusan,” kata Modric menambahkan.

Lebih lanjut, Modric juga mengaku belum punya rencana cabut dari Real Madrid meski kontraknya akan habis tahun depan. Akan tetapi, ia akan hengkang apabila sudah merasa menjadi beban tim.

“Tentu saja saya ingin tetap bertahan di Real Madrid. Tapi, saya sadar saat ini sudah berusia lanjut dan saya tak ingin menjadi beban kepada siapapun.”

“Selama saya masih menjadi bagian penting di skuat Real Madrid, pasti saya akan bertahan. Jika saya sudah tak merasa penting, maka kami akan duduk untuk melakukan diskusi dan membuat keputusan terbaik untuk semua pihak,” tutup Modric.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Robinson Terpleset, Inggris Terdepak

Nostalgia Hari Ini: Robinson Terpleset, Inggris Terdepak 99

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 14 tahun yang lalu menjadi momen buruk paling tak telupakan buat kiper legendaris, Paul William Robinson dan negaranya, Inggris. Sebab, pada 11 Oktober 2006 silam Inggris harus tersingkir di Zagreb salah satunya akibat blunder fatal Robinson.

Sepanjang partai itu, eks kiper Tottenham Hotspur itu sebenarnya melakukan serangkaian penyelamatan penting. Dalam formasi 3-5-2 yang diusuh oleh Steve McClaren, sempat meninggalkan celah besar di lini belakang Inggris.

Penyelamatan penting sempat dilakukan, seperti menahan tembakan Eduardo menit keenam. Lalu menepis tembakan voli jarak dekat Niko Kranjcar, hingga mengadang sundulan Mladen Petric. Semuanya sesuai rencana sebelum dia kejebolan menit ke-61 lewat aksi Eduardo yang memanfaatkan umpan Niko Kovac.

https://www.youtube.com/watch?v=Zi8nzTjJXOI

Nah yang bikin aksi Robinson antiklimaks ialah menit ke-69. Dia melakukan blunder yang mengejutkan. Kesalahan itu berawal dari umpan Garry Neville. Bola berniat dibuang oleh Robinson malah meluncur masuk ke gawang Inggris. Inggris pun akhirnya takluk 0-2 dari Kroasia di Zagreb dan terdepak dari Kualifikasi Piala Eropa 2008.

Kritik Bertubi-Tubi

Usai laga, Robinson mendapatkan kritik bertubi-tubi dari media Inggris. The Sun menuliskan judul dalam halaman depannya dengan tulisan Robbish. Sedangkan Dailymail menggambarkannya seperti orang bodoh.

Mantan kiper Burnley itu pun akhirnya buka suara. Dia jelas terpukul dan marah karena dianggap tak berguna oleh media-media Inggris. “Ya itu konyol tapi siapa yang mau berbuat kesalahan?,” buka Paul Robinson dikutip Guardian.

Nostalgia Hari Ini: Robinson Terpleset, Inggris Terdepak

“Saya berbuat salah, ya betul. Tapi perlakuan ini membuat saya sedih. Saya sangat kecewa dengan cara pemberitaan media terhadap saya. Saya tak menyangka banya pelecehan yang saya terima,” sambung Robinson.

Pelatih Tottenham Hotspur kala itu, Martin Jol yakin Robinson akan bangkit kembali dari pengalamannya di Zagreb. Dia yakin kalau sang kiper bisa bangkit dan membuktikan kembali kualitasnya.

“Dia bisa dibilang penjaga gawang terbaik di Inggris. Anda bisa melihat itu sebelum insiden karena dia melakukan penyelamatan hebat dan menyelamatkan Inggris. Itu bisa terjadi pada siapa saja, sekalipun pemain terbaik,” beber Jol.

Susunan Pemain:

Kroasia: Pletikosa, Simic, Simunic, Robert Kovac, Corluka, Rapaic (Olic 76), Nico Kovac, Modric, Kranjcar (Babic 89), Eduardo (Leko 81), Petric. Cadangan tidak digunakan: Runje, Knezevic, Seric, Klasnic.

Inggris: Robinson, Carragher (Wright-Phillips 73), Ferdinand, Terry, Gary Neville, Carrick, Parker (Defoe 72), Lampard, Cole, Rooney, Crouch (Richardson 72). Cadangan tidak digunakan: Kirkland, Jenas, Bent.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

RESMI! Ivan Rakitic Putuskan Gantung Sepatu

gamespool
RESMI! Ivan Rakitic Putuskan Gantung Sepatu 102

Football5star.com, Indonesia – Gelandang anyar Sevilla, Ivan Rakitic, resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari timnas Kroasia pada Senin (21/6) dinihari WIB. Menurut Rakitic, ini adalah momen yang tepat baginya untuk menyudahi petualangan di level internasional.

Rakitic melakoni debutnya bersama timnas Kroasia pada 2007 silam. Selama 13 tahun bermain di level internasional, pemain 32 tahun itu berhasil mengumpulkan 106 caps dan mampu menyumbang 15 gol.

“Mengucapkan selamat tinggal kepada timnas Kroasia merupakan keputusan tersulit dalam karier saya. Tapi, saya merasa bahwa ini merupakan waktu yang tepat untuk membuat keputusan tersebut,” ujar Ivan Rakitic dikutip dari laman Croatia Week.

“Saya selalu menikmati setiap pertandingan yang dimainkan bersama timnas Kroasia. Selain itu, momen-momen dari Piala Dunia 2018 akan tetap menjadi kenangan favorit saya,” sambung Rakitic.

Lebih lanjut, Rakitic merasa bahwa keputusan pensiunnya takkan berpengaruh besar terhadap penampilan Kroasia di atas lapangan. Menurut Rakitic, akan ada banyak pemain yang sanggup menggantikan perannya.

“Saya sangat yakin Kroasia masih akan memiliki skuat hebat di masa depan. Saya ingin memberi doa dan dukungan kepada rekan-rekan setim yang akan terus bersaing di masa depan. Saya akan menjadi penggemar terbesar mereka,” tutup Rakitic.

Kepergian Rakitic tentu tak membuat pelatih kepala, Zlatko Dalic, merasa pusing. Pasalnya, ia masih memiliki beberapa nama seperti Marcelo Brozovic, Marko Rog, dan Mateo Kovacic yang bisa menggantikan peran Rakitic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Portugal vs Kroasia: Tanpa Cristiano Ronaldo, Seleccao Menang Telak

gamespool
Portugal vs Kroasia: Tanpa Cristiano Ronaldo, Seleccao Menang Telak 105

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan UEFA Nations League yang mempertemukan juara bertahan dan finalis Piala Dunia 2018, Portugal vs Kroasia berlangsung seru. Portugal yang bermain tanpa Cristiano Ronaldo tetap berhasil menang telak 4-1.

Portugal dapat kesempatan pertama pada menit ke-18, Joao Cancelo berhasil melewati beberapa pemain sebelum melakukan tendangan trivela, tapi berhasil ditepis oleh Dominik Livakovic.

Livakovic kembali melakukan penyelamatan 4 menit kemudian, berawal dari tendangan deflek Joao Felix yang membentur mistar gawang, bola lalu mengarah ke Raphael Guerreiro yang langsung melepaskan tembakan, tapi berhasil ditepis olehnya.

Livakovic benar-benar sedang onfire, kali ini dia melakukan double save dari sundulan dan tendangan dari Pepe pada menit ke-24. Dua menit kemudian, sundulan Diogo Jota membentur tiang gawang.

Bukan hanya Livakovic, tiang gawang juga menjadi musuh utama Portugal. Pada menit ke-33, tendangan Guerreiro membentur tiang gawang untuk ketiga kalinya untuk Portugal.

Seleccao akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-40, Joao Cancelo melakukan cut inside dari sisi kanan sebelum melepaskan tendangan dengan kaki kirinya. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Babak kedua dimulai dan Portugal tetap terus menyerang. Bruno Fernandes dapat kesempatan lewat tendangan bebas, tapi melebar di atas gawang pada menit ke-53.

Seleccao akhirnya bisa menambah keunggulan pada menit ke-58. Guerreiro memberi umpan ke Diogo Jota. Pemain Wolves itu berhasil melepaskan tendangan ke kiri gawang Livakovic.

Portugal menambah keunggulan pada menit ke-70, kali ini Joao Felix berhasil melepas tembakan keras yang tak mampu ditepis dengan sempurna oleh Livakovic.

Kroasia berhasil memperkecil kedudukan pada penghujung laga lewat kerja sama antara Ivan Perisic, Ante Rebic, dan Bruno Petkovic. Nama terakhir yang berhasil melepaskan tendangan masuk ke gawang Lopes.

Pertandingan ditutup dengan gol dari Andre Silva setelah berhasil menerima umpan sundulan dari Pepe. Skor 4-1 berakhir untuk kemenangan Portugal.

Susunan Pemain Portugal vs Kroasia:

Portugal (4-3-3): 12-Anthony Lopes; 20-Joao Cancelo, 3-Pepe, 4-Ruben Dias, 5-Raphael Guerreiro; 8-Joao Moutinho (7-Sergio Oliveira), 13-Danilo Perreira, 11-Bruno Fernandes; 15-Diogo Jota, 23-Joao Felix (9-Andre Silva), 10-Bernardo Silva (14-Trincao).

Pelatih: Fernando Santos.

Kroasia (4-2-3-1): 1-Dominik Livakovic, 16-Tin Jedvac, 6-Dejan Lovren, 21-Domagoj Vida, 3-Borna Barisic; 15-Mario Pasalic (11-Marcelo Brozovic), 8-Mateo Kovacic; 7-Josip Brekalo (4-Ivan Perisic), 10-Nikola Vlasic, 18-Ante Rebic; 9-Andrej Kramaric (20-Petkovic).

Pelatih: Zlatko Dalic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi Portugal vs Kroasia

Portugal vs Kroasia main
PREDIKSI HASIL
Whoscored
Portugal 1-0 Kroasia
Predictz
Portugal 2-1 Kroasia
FootballPredictions.com
Portugal 2-0 Kroasia
FOOTBALL5STAR
Portugal 1-0 Kroasia
Estadio do Dragao, Minggu (6/9/2020) 01:45 WIB  (Streaming)

Football5Star.com, Indonesia – Prediksi Portugal vs Kroasia yang digelar di Estadio do Dragao, Minggu (6/9/2020) dini hari WIB sedikit menguntungkan tuan rumah. Meski memang, Kroasia jelas bukan lawan yang pantas dipandang sebelah mata, apalagi ini partai pembuka Grup 3 Nations League yang semuanya sukar diprediksi.

Fakta bahwa menjadi jawara Nations League musim lalu, Portugal jelas di atas kertas bisa menang. Apalagi, dalam sembilan pertandingan internasional terakhir, pasukan Fernando Santos itu nyaris menyapu bersih semuanya dengan kemenangan. Hanya Ukraina yang berhasil menang atas Portugal dalam rentang waktu tersebut.

Kurang diunggulkan, justru bisa menjadi senjata buat Kroasia. Mereka bisa bermain lepas tanpa beban saat bermain di kandang Portugal. Terlebih anak asuh Zlatko Dalic itu tak terkalahkan dalam enam pertandingant terakhirnya.

Tentu, fakta-fakta itu bikin Prediksi Portugal vs Kroasia sukar ditebak meski sedikit memihak ke tuan rumah. Bagaimana prediksimu?

REKOR PERTEMUAN
Prediksi Portugal vs Kroasia
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Portugal vs Kroasia
Prediksi Portugal vs Kroasia 111
STATISTIK MENARIK
  • Prediksi Portugal vs Kroasia memihak tuan rumah, salah satunya lantaran rekor pertemuan kedua kesebelasan. Dalam lima pertemuan sebelumnya, Portugal tak pernah sekalipun kalah dari Kroasia dengan empat menang dan satu imbang.
  • Tak cuma itu, dalam lima pertemuan tersebut, Kroasia baru sekali sukses menjebol gawang Portugal.
  • Kroasia sendiri gagal meraih clean-sheet dalam tiga pertandingan terakhirnya.
  • Sedang Portugal sangat agresif. Mereka total sudah mengemas 17 gol hanya dalam lima pertandingan terakhirnya, alias 3,4 gol per laganya.
  • Musim lalu, Portugal berhasil jadi juara Nations League usai menang 1-0 atas Belanda di final.
 PELATIH
  • Fernando Santos, lumayan sering melawan Kroasia dalam kariernya, yakni sebanyak empat kali. Dua bersama Portugal, dan dua lagi dengan Yunani.
  • Prediksi Portugal vs Kroasia kian memihak tuan rumah karena Santos jua punya rekor bagus. Dalam empat laga itu, dia sukses menang 2 kali dan 2 imbang atas Kroasia.
  • Meski memang, dia baru sekali bersua pelatih Kroasia, Zlatko Dalic saat laga berakhir imbang 1-1.
  • Itu jua jadi satu-satunya pertemuan Zlatko Dalic melawan Portugal.

Wasit
  • Laga nanti akan diwasiti Davide Massa yang didampingi oleh Filippo Meli dan Stefano Alassio sebagai asisten wasit. Sedang Paolo Valeri jadi wasit keempat.
  • Davide Massa total sudah tiga kali memimpin laga Portugal, tapi di tiga jenjang usia. Satu di tim senior, satu tim U-21, dan satunya tim U-19.
  • Rekor Portugal saat diwasiti Davide Massa: 2 menang, 1 kalah.
  • Prediksi Portugal vs Kroasia narik karena Davide Massa belum pernah mewasiti Kroasia di semua kompetisi.
PEMAIN KUNCI

Portugal

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Kroasia

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

BERITA KEDUA TIM
  • Portugal: Cristiano Ronaldo dilaporkan bermasalah soal kebugarannya dan diragukan main lawan Kroasia. Joao Cancelo dan Nelson Semedo bertarung untuk mendapatkan starter sebagai bek kanan setelah pemain Leicester, Ricardo Pereira absen karena cedera.
  • Kroasia: Zlatko Dalic kehilangan gelandang bintang Ivan Rakitic dan Luka Modric karena kelelahan. Bek Wolfsburg, Marin Pongracic, terpaksa mundur sebelum melakukan debut internasionalnya karena cedera.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Portugal vs Kroasia

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang Lawan Timnas U-19, Bulgaria Dihantam Tiga Gol Kroasia dalam 9 Menit

Jelang Lawan Timnas U-19, Bulgaria Dihantam Tiga Gol Kroasia dalam 9 Menit 115

Football5Star.com, Indonesia – Jelang melawan Timnas U-19 Indonesia, Bulgaria harus menelan kekalahan 2-3 dari tuan rumah, Kroasia dalam laga perdana. Bahkan, mereka kejebolan tiga gol hanya dalam sembilan menit saja.

Pada TC di Kroasia, Timnas U-19 akan mengikuti sebuah turnamen bergengsi. Lawan-lawannya cukup tangguh. Selain tuan rumah Kroasia, Garuda Muda jua akan menghadapi Bulgaria, dan Arab Saudi yang digelar 3-11 September 2020.

Laga BUlgaria melawan Kroasia jadi partai pertama. Pasukan Angel Stoykov itu tak berkutik di babak pertama. Mereka bahkan kejebolan tiga gol dalam sembilan menit. Gol pertama dicetak oleh Marin menit ke-20, lalu Marin kembali mencatatkan namanya lima menit kemudian, serta Zrilic sempat membuat Kroasia unggul 3-0 lewat golnya menit ke-29.

Jelang Lawan Timnas U-19, Bulgaria Dihantam Kroasia Tiga Gol Hanya 9 Menit

Di babak kedua, Bulgaria mencoba bangkit dan mencari perubahan pada hasil. Pada menit ke-80, tendangan Martin Petkov berhasil dibelokkan oleh kiper Kroasia Carlo Gige. Tetapi Dimitar Tonev dengan cerdik mengarahkan bola ke gawang.

Tiga menit kemudian tendangan sudutdari Stanislav Shopov disambut oleh Georgi Alexandrov untuk mengubah kedudukan menjadi 2-3. Bulgaria bahkan nyaris menyamakan kedudukan menit ke-89 andai sundulannya tak membentur mistar gawang.

Selanjutnya, Bulgaria sudah dinantikan oleh Timnas U-19 Indonesia dalam lanjutan turnamen di Kroasia. Partai tersebut rencananya akan tayang live di NET TV pada Sabtu (5/9/2020) mulai pukul 22:00 WIB.

Susunan Pemain:

Kroasia: Sentic, Braut (46 ‘Orec), Jurisic (46’ Mekic), Soldo (46 ‘Galesic), Marin (46’ Kupresak), Zrilic (46 ‘Liber), Skaricic (46’ Boras), Zdunic (46 ‘ Saric), Bulat (46 ‘Krizmanic), Brkovic (46’ Jenjic), Jankovic (46 ‘Brnic).

Pelatih: Josip Simunic

BUlgaria: 12. Viktor Nikolov, 2. Alexander Ganchev, 3. Dimitar Zhekov, 4. Hristian Petrov, 14. Georgi Alexandrov, 6. Pavel Georgiev, 15. Martin Atanasov, 8. Alexander Todorov, 18. Dimitar Stoyanov, 10 Vladimir Nikolov, 11. Christian Dobrev

(Babak kedua) 5. Ioan Baurenski, 7. Stanislav Shopov, 9. Martin Petkov, 17. Dimitar Tonev, 19. Tomislav Papazov, 20. Emil Kolev, 22. Petar Karaangelov, 23. Ivan Dichevski).

Pelatih: Angel Stoykov

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Kroasia Blasteran Jerman Nafsu Bikin Timnas U-19 Indonesia Gigit Jari

Pemain Kroasia Blasteran Jerman Nafsu Bikin Timnas U-19 Indonesia Gigit Jari 119

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Kroasia blasteran Jerman, Niko Galesic, mengaku bernafsu untuk membuktikan diri saat melawan Timnas U-19 Indonesia dalam sebuah turnamen. Dia berjanji akan memberikan segalanya usai dipercaya kembali ke Kroasia U-19.

Timnas U-19 Indonesia memang akan melawan tim-tim kuat selama di Kroasia. Selain tuan rumah Kroasia, Garuda Muda jua akan menghadapi Bulgaria, dan Arab Saudi, yang digelar 5-11 September 2020. Pelatih Kroasia U-19, Josip Simunic, sudah memanggil 23 pemain termasuk Niko Galesic.

Galesic sendiri lahir di Berlin, 19 tahun yang lalu dan sempat memperkuat Hertha Berlin. Tapi, dia kemudian memilih membela Kroasia dalam karier internasionalnya.

Pemain Kroasia Blasteran Jerman Nafsu Bikin Timnas U-19 Indonesia Gigit Jari
HNK Rijeka

“Tahun lalu saya tiba di Rujevica, saya menerima telepon dari Rijeka. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya akan mendapatkan kesempatan main di Timnas Kroasia. Saya bekerja keras dan sekarang saya mendapat kesempatan, saya ulangi, tidak ada yang lebih bahagia dari saya. Saya di tanah air saya sendiri!,” ungkap Niko Galesic dikutip Sportske Jutarnji.

Dalam turnamen termasuk melawan Timnas U-19 Indonesia, nama Galesic sendiri masuk dalam daftar untuk kedua kalinya. Setelah pada awaltahun lalu jua sempat dipanggil Josip Simunic untuk laga persahabatan melawan Austria.

“Panggilan kedua, setelah Februari. Tantangan baru. Setiap pertandingan adalah kesempatan bagi saya untuk membuktikan diri, untuk maju. Jersey dengan lambang Kroasia adalah impian saya ketika saya datang ke Rujevica Saya membuat debut saya dengan seragam Rijeka, saya pergi ke pertandingan tim nasional,” tutup dia.

Kroasia sendiri akan menghadapi Timnas U-19 Indonesia dalam partai kedua, yakni 8 September 2020. Sedang, dalam partai perdana Garuda Muda sendiri akan melawan Bulgaria, 5 September 2020 di Sveti Martin na Muri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hadapi Timnas U-19 Indonesia, Kroasia Panggil Kiper Chelsea

Hadapi Timnas U-19 Indonesia, Kroasia Panggil Kiper Chelsea 123

Football5Star.com, Indonesia – Kroasia tampaknya sangat serius saat akan menghadapi Timnas U-19 Indonesia dalam sebuah turnamen uji coba di Medimurje. Mereka bahkan memanggil pemain Chelsea yang berposisi sebagai kiper, Karlo Ziger ke dalam skuatnya.

Seperti diketahui, Timnas U-19 Indonesia melanjutkan persiapan dengan terbang ke Kroasia dalam rangka jelang Piala Asia U-19. Nantinya pada TC di Kroasia, Timnas U-19 juga akan mengikuti sebuah turnamen bergengsi.

Lawan-lawannya cukup tangguh. Selain tuan rumah Kroasia, pasukan Shin Tae-yong jua akan menghadapi Bulgaria, Arab Saudi, dan Qatar yang digelar 5-8 September 2020. Pelatih Kroasia U-19, Josip Simunic, sudah memerintahkan anak asuhnya untuk segera berkumpul.

Hadapi Timnas U-19 Indonesia, Kroasia Panggil Kiper Chelsea

Total ada 23 pemain yang dipanggil Josip Simunic melawan Timnas U-19. Kroasia sendiri akan menghadapi Timnas U-19 Indonesia dalam partai kedua, yakni 8 September 2020. Sedang, dalam partai perdana Timnas U-19 sendiri akan melawan Bulgaria, 5 September 2020 di Sveti Martin na Muri.

Berikut jadwal Timnas U-19 Indonesia dalam Turnamen di Kroasia:

5 September 2020: Indonesia vs Bulgaria, Sveti Martin na Muri
8 September 2020: Indonesia vs Kroasia, Cakovec
11 September 2020: Indonesia vs Saudi Arabia, Sveti Martin na Muri

Daftar 23 Pemain Kroasia U-19:

  1. Karlo Ziger (Chelsea)
  2. Filip Braut (Rijeka)
  3. Roko Jurisic (Dinamo)
  4. Adrian Liber (Orient 1919)
  5. Nikola Soldo (Inter Zapresic)
  6. Niko Galesic (Rijeka)
  7. Ivan Brnic (Hajduk)
  8. Bruno Jenjic (Junak Sinj)
  9. Ivan Saric (Hajduk)
  10. Antonio Marin (Dinamo)
  11. Filip Zrilic (Rijeka)
  12. Karlo Sentic (Hajduk)
  13. Filip Mekic (Osijek)
  14. Ante Orec (Lokomotiva)
  15. Luka Skaricic (Hajduk)
  16. Marco Boras (Giessen)
  17. Tomislav Krizmanic (Dinamo)
  18. Bruno Zdunic (Lokomotiva)
  19. Mihael Kupresak (Osijek)
  20. Marko Bulat (Sibenik)
  21. Arijan Brkovic (Slaven Belupo)
  22. Niko Jankovic (Dinamo)
  23. Renato Josipovic (Dinamo)

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Timnas Kroasia Dilaporkan Hendak Bunuh Istrinya

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Eks timnas Kroasia, Ognjen Vukojevic, dikabarkan telah diamankan oleh pihak kepolisian. Hal itu terjadi setelah dia dilaporkan oleh salah satu anggota keluarga atas ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada istrinya yang juga Miss Croatia 2000, Andrea Cupor.

Berdasarkan laporan Jutarnji, Ognjen Vukojevic dilaporkan karena telah melakukan kekerasan verbal dan ancaman serius. Pria berumur 36 tahun itu tiba di rumah dalam keadaan mabuk berat, lalu melontarkan ancaman pembunuhan. Bukan kepada istrinya, Andrea, ancaman itu juga ditujukan kepada adik ipar dan mertua perempuannya.

Pihak kepolisian Kroasia telah mengonfirmasi aduan tersebut. Namun, tak ada keterangan lebih lanjut. “Hingga investigasi komplet, kami tak dapat berspekulasi apakah itu tindak kejahatan atau hanya kesalahan perilaku,” ujar pihak kepolisian Zagreb seperti dikutip Football5Star.com dari Jutarnji.

Ognjen Vukojevic ternacam dipecat dari posisi pelatih timnas U-20 Kroasia karena kasus kekerasan dalam rumah tangga.
strory.hr

Kasus kekerasan terhadap istri dan keluarga istrinya kini membuat Ognjen Vukojevic terancam kehilangan pekerjaan. Asosiasi Sepak Bola Kroasia kemungkinan besar mencopot eks timnas Kroasia itu dari posisi pelatih timnas U-20. Menurut Jutarnji, kemungkinan itu sangat terbuka lebar.

“Asosiasi Sepak Bola Kroasia sangat mengutuk semua jenis kekerasan. Kami menilai masalah kekerasan dalam keluarga adalah sesuatu yang sangat sensitif,” urai Asosiasi Sepak Bola Kroasia dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut dijelaskan, “Saat ini, kami hanya tahu insiden ini dari media dan belum memiliki informasi yang lengkap mengenai kejadian yang sebenarnya. Kami menyikapi situasi ini dengan sangat serius dan akan terus mengikuti perkembangannya. Kami akan memberikan respons segera setelah semua fakta terbuka.”

Bukan kali ini saja Ognjen Vukojevic menuai masalah besar. Pada gelaran Piala Dunia 2018, dia didepak dari tim kepelatihan Zlatko Dalic karena melakukan selebrasi yang menyinggung rakyat Rusia. Hampir setahun menganggur, dia akhirnya kembali dipercaya menangani timnas U-20 Kroasia pada 10 Mei 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Davor Suker Bantah Rekayasa Laga Kroasia vs Argentina pada 1994

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Davor Suker, eks penyerang Real Madrid, membantah keras adanya rekayasa dalam laga timnas Kroasia vs Argentina pada 1994. Dia menegaskan, tak ada kesepakatan apa pun yang dibuat dengan Diego Maradona pada laga tersebut.

Akhir pekan lalu, mantan bek timnas Argentina, Oscar Ruggeri, membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengatakan, ada rekayasa dalam laga Kroasia vs Argentina di Zagreb pada 1994. Ada kesepakatan untuk tak saling menyerang dalam laga yang memang berkesudahan tanpa gol itu.

Menanggapi hal itu, Davor Suker memberikan bantahan. Dia mengakui sempat berbincang dengan Diego Maradona di lapangan. Namun, pembicaraan itu bukan untuk menyepakati kedua tim tak saling menyerang.

“Satu-satunya kesepakatan dengan Maradona kala itu adalah untuk berziarah ke makam Drazen Petrovic. Dia adalah sosok atlet yang sangat dihormati oleh Maradona,” ujar Davor Suker melalui email resmi Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS) kepada kantor berita Hina seperti dikutip Football5Star.com dari Vecernji List.

https://www.youtube.com/watch?v=BLIY4aVEkFg

Drazen Petrovic adalah pebasket NBA asal Yugoslavia yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jerman pada 1993. Faktanya, selepas laga Kroasia vs Argentina pada 4 Juni 1994, Suker menemani El Diez berziarah. Di pusara Petrovic, El Diez meletakkan jersey Argentina bernomor 10 miliknya.

Menurut Oscar Ruggeri, skuat timnas Argentina benar-benar keletihan jelang laga melawan Davor Suker cs. tersebut. Pasalnya, sebelum laga Kroasia vs Argentina, mereka sebelumnya tur ke Cile, Ekuador, dan Israel. Tur antarbenua itu dilakukan sebagai persiapan jelang Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Diego Maradona Pernah Atur Hasil Pertandingan Timnas Argentina

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah pengakuan mengejutkan terlontar dari eks bek timnas Argentina, Oscar Ruggeri. Menurut dia, Diego Maradona pernah mengatur hasil pertandingan yang dilakoni La Albiceleste pada 1994.

Pengakuan soal pengaturan hasil pertandingan yang melibatkan Diego Maradona itu meluncur dari mulut Oscar Ruggeri dalam sesi live Instagram Fox Sports yang juga menghadirkan Diego Forlan, eks striker timnas Uruguay. Kala itu, ada pertanyaan soal laga Argentina vs Uruguay pada Pra-Piala Dunia 2002 yang berakhir 1-1.

Oscar Ruggeri mengatakan, dirinya hanya ingat satu laga timnas Argentina yang hasilnya diatur. Itu adalah pertandingan melawan timnas Kroasia pada 1994 dan Diego Maradona sebagai kapten punya peran besar di sana.

“Saya hanya ingat satu: Argentina vs Kroasia yang berakhir 0-0. (Zvonimir) Boban, (Davor) Suker, (Slaven) Bilic, dan si pirang dari Real Madrid, (Robert) Prosinecki bermain. Mereka punya tim hebat saat itu. Sementara itu, kami datang setelah perjalanan melelahkan dan keesokan harinya harus kembali bermain,” urai Oscar Ruggeri seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Pria yang kini berumur 58 tahun itu menambahkan, “Kami masuk ke lapangan. Maradona kenal Suker karena pernah bermain bersama di Sevilla. Ada beberapa perbincangan di lapangan dan kami memutuskan untuk tak saling menyerang karena kami hampir mati. Kami memutuskan tak menyerang.”

Pertandingan yang dimaksud Ruggeri berlangsung pada 4 Juni 1994 di Stadion Maksimir, Zagreb. Itu adalah rangkaian tur timnas Argentina jelang Piala Dunia 1994. Sebelumnya, sejak medio Mei 1994, Diego Maradona cs. melawat ke kandang Cile, Ekuador, dan Israel. Laga terakhir melawan Israel berlangsung pada 31 Mei atau empat hari sebelum lawan Kroasia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]