Mohammed Rashid Jatuh Cinta dengan Indonesia karena Stadion Patriot

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain anyar Persib Bandung, Mohammed Rashid, mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Indonesia karena atmosfer Stadion Patriot, Bekasi. Hal itu setelah dia mendapat dukungan yang luar biasa dari supoter Indonesia saat membela timnas Palestina.

Persib memang merupakan klub Asia Tenggara perdana dalam karier sepak bola pemain berusia 26 tahun itu. Namun memang, dia pernah sekali berkunjung ke Indonesia saat membela Palestina pada ajang Asian Games 2018.

Meski bertindak sebagai tamu, Palestina diceritakan oleh Rashid mendapat dukungan yang besar dari suporter Indonesia di Stadion Patriot, 15 Agustus 2018. Saat itu, dia merasa merinding dengan dukungan tersebut. Rashid pun sempat berpikir untuk berkarier di Indonesia kala itu.

Mohammed Rashid Jatuh Cinta dengan Indonesia karena Stadion Patriot

“Saat itu saya bermain untuk timnas Palestina di Asian Games. Kami pada akhirnya menang. Suporter Indonesia saat itu luar biasa. Saat itu saya berpikir akan jadi hal menyenangkan jika bisa bermain di sini (Indonesia), dan itu akhirnya terjadi sekarang,” ungkap Mohammed Rashid dalam laman resmi klub.

Rashid mengetahui antusias bobotoh saat memberikan dukungan untuk Persib sama besarnya dengan suporter timnas Indonesia. Karena itu, dia takkan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membantu Pangeran Biru meraih prestasi dengan menunjukkan penampilan terbaiknya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bergabung dengan klub yang memiliki dukungan sangat besar dari para suporternya. Saya harap, kami bisa segera bertanding di Liga dan saya akan berusaha memberikan penampilan terbaik untuk tim ini agar bisa meraih sesuatu yang membuat semua orang bangga pada akhirnya, InsyaAllah,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persib Resmi Datangkan Pemain Timnas Palestina

gamespool
Persib Resmi Datangkan Pemain Timnas Palestina 6

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung resmi mengumumkan bahwa mereka berhasil mendatangkan pemain timnas Palestina, Mohammed Rashid. Dia nantinya akan mengisi satu slot pemain asing asal Asia.

Rashid sebelumnya bermain untuk klub divisi kedua Liga Arab Saudi, Al Jeel. Pemain berusia 26 tahun yang berposisi sebagai gelandang itu didatangkan secara gratis setelah kontraknya berakhir pada 6 Juni 2021. Rashid merupakan pilihan langsung dari pelatih Robert Alberts yang memantau sang pemain sepajang 2021.

“Kami sudah melakukan pemantauan terhadap sejumlah pemain. DIa bisa bermain di posisi yang dibutuhkan tim, yaitu sebagai holding midfielder, pemain yang bisa memutus aliran serangan lawan dan bisa mengisi posisi yang ditinggalkan pemain lainnya,” ucap Alberts seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

Pelatih Persib itu melanjutkan, “Hal yang menjadi penting adalah dia merupakan pemain bebas transfer. Itulah kenapa kami akhirnya memilih dia dan dia dalam keadaan yang bugar karena liga di sana berjalan.”

Sebelum membela Al Jeel pada 2020, Rashid memperkuat klub asal Palestina, Al-Quds Hillal. Dia bermain di sana selama satu musim dari 2019-2020. Rashid juga bermain untuk timnas Palestina dan terakhir dia bermain melawan Yaman di kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 15 Juni kemarin.

Mohammed Rashid saat ini tengah merampungkan proses dan dokumen keberangkatannya ke Bandung. Diperkirakan akhir Juni nanti yang bersangkutan akan bergabung dalam latihan di bawah asuhan Robert Alberts. 

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Barito Putera Cerita Diasuh Marcelo Bielsa di Piala Dunia 2010

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain Barito Putera, Yashir Islame Pinto, mengaku pernah diasuh oleh Marcelo Bielsa di Piala Dunia 2010. Kala itu dia termasuk dalam tim yang dibawa Bielsa ke turnamen itu meski tak masuk skuat.

Yashir Islame memang lahir di Santiago Cile. Tapi pada 2016 dia memutuskan untuk berganti kewarganegaraan dengan bergabung ke Palestina. Padahal, dia sempat dapat kesempatan di Cile.

Pada Piala Dunia 2010 contohnya. Dia menjadi salah satu dari tiga pemain muda yang dianggap berbakat Cile dibawa ke Afrika Selatan. Selain Yashir ada Felipe Gutierrez dan Ramses Bustos. Ketiganya tak masuk ke dalam skuat, tapi dibawa untuk pengalaman.

“Marcelo Bielsa (pelatih Cile kala itu) merupakan sosok yang hebat. Dia membawa timnas Cile bermain dengan level luar biasa. Sangat menyenangkan, Piala Dunia di Afrika Selatan semua masih saya ingat,” ungkap Yashir Islame dikutip Red Gol.

Pemain Barito Putera Cerita Diasuh Marcelo Bielsa di Piala Dunia 2010

Sebenarnya kala itu ada keinginan besar buat Yashir Islame tampil di Piala Dunia. Pemain yang baru direkrut Barito Putera awal musim 2020 itu bahkan sempat berbincang dengan Claudio Bravo.

“Saya pergi untuk berbicara dengan Claudio Bravo karena kami memiliki hubungan yang baik. Kami lolos ke babak 16-besar, saya ingin main tapi mereka ingin saya lihat lalu akan memberi hadiah. Bagaimana mereka memberi kami hadiah jika kami tidak melakukan apa-apa,” tutup Yashir Islame.

Islame sendiri sebenarnya sempat masuk skuat Timnas Cile melawan Meksiko di Estadio Azteca, 16 Mei 2010. Dia juga bermain menggantikan Esteban Paredes yang cedera.

Saat membela Cile U-20, Yashir Islame jua memiliki 24 caps dan mengemas delapan gol. Tapi dia memilih untuk memperkuat Palestina pada karier seniornya. Sejauh ini dia sudah mengemas 7 gol dalam 19 caps bersama Palestina.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kalah Dari Palestina, Andritany Ogah Cari Kambing Hitam

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Kiper Timnas Indonesia, Andritany tidak ingin mencari kambing hitam atas kekalahan dari Timnas Palestina di ajang Asian Games 2018. Ia mengakui bahwa tim berjuluk Lions of Canaan itu punya kualitas yang lebih baik dari mereka.

Gawang Andritany bobol dua kali oleh pemain Palestina pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8/2018) tersebut. Dua gol bagi Palestina diciptakan oleh Oday Dabbagh pada menit ke-16 dan Mohames Darwish (51).

Indonesia sejatinya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-23. Penyerang yang memperkuat Persebaya Surabaya, Irfan Jaya menjadi satu-satunya penyumbang gol bagi Indonesia di laga yang berkesudahan dengan skor 2-1 untuk Palestina itu.

“Bagi saya hari ini tidak ada satu pun pemain yang tampil buruk. Kami sebagai tim kalah bersama-sama. Setiap pemain di setiap posisi pun punya tanggung jawab masing-masing yang maksimal dilakukan. Harus diakui kualitas Palestina memang satu level lebih baik dari kami,” kata Andritany seperti dikutip Football5star dari PSSI.org, Kamis (16/8/2018).

Andritany dalam dua pertandingan di Asian Games 2018 selalu jadi andalan di bawah mistar gawang Indonesia. Di laga sebelumnya menghadapi Taipei, gawang Kiper asal Persija Jakarta tersebut berhasil tak kebobolan dan turut mengantar Indonesia menang dengan skor 4-0

Saat ini Indonesia bertengger di posisi ketiga klasemen sementara grup A dengan membukukan tiga poin. Selanjutnya, Skuat Garuda akan berhadapan dengan Laos di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8/2018).

Luis Milla: Indonesia Segera Bangkit!

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Indonesia gagal meraih meneruskan tren positif saat menghadapi Palestina di cabang olahraga dalam ajang Asian Games 2018. Luis Milla, Pelatih Indonesia berjanji anak asuhnya akan kembali bangkit di pertandingan selanjutnya.

Bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8/2018) Indonesia mengakui keunggulan Palestina dengan skor 1-2. Gol dari Palestina dibuat oleh Oday Dabbagh dan Mohames Darwish, sedangkan Irfan Jaya menyumbang satu gol bagi Indonesia.

“Saya titip pesan kepada masyarakat Indonesia. Kami akan bangkit di dua laga lanjutan. Kami akan memperbaiki diri, dan tampil lebih baik lagi agar bisa lolos dari fase penyisihan,” kata Milla seperti dikutip Football5star dari PSSI.org, Kamis (16/8/2018).

Pelatih Indonesia tersebut berharap dukungan publik tanah air tak berkurang usai kekalahan tersebut. Luis Milla menyerukan agar masyarakat tetap memberi dukungan kepada Evan Dhimas dkk yang bakal menghadapi Laos di laga selanjutnya.

“Saya dan pemain berharap bisa memberikan kebahagian buat bangsa ini,” janjinya.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia saat ini bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara grup A dengan mengemas tiga poin. Sedangkan Palestina yang memiliki enam angka kokoh di posisi puncak.

Jika Pasukan Luis Milla berhasil mengalahkan Laos, maka peluang untuk lolos ke babak selanjutnya menjadi terbuka. Pertandingan tersebut akan kembali berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (17/2018).

Palestina yang Menunggu di Patriot Candrabhaga

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Palestina adalah nama yang begitu merdu di telinga masyarakat Indonesia. Negara yang berkonflik panjang dengan Israel di Jalur Gaza ini, sudah sejak puluhan tahun lalu memiliki kedekatan bilateral yang hangat dengan para pemimpin negara kita sejak di era Soekarno.

Kali ini, di ajang Asian Games 2018, ‘saudara’ kita ini sudah siap menyambut di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu malam (15/8).

Kiprah Timnas U-23 Palestina juga tidak bisa diremehkan dalam setahun terakhir. Di ajang Piala Asia U-23 beberapa bulan lalu, negara ini termasuk sukses dengan melaju hingga perempat-final.

Skuat asuhan Ayman Sandouqa ini juga diperkuat tiga pemain yang kini berkarier di Eropa. Pemain pertama adalah pemuda 20 tahun, Michael Milad Termanini. Termanini kini berstatus sebagai pemain belakang dari klub kasta kedua Liga Swedia, AFC Eskilstuna. Dalam dua pertandingan yang sudah dijalani Palestina di Asian Games 2018, Termanini menjadi pemain kunci yang terus diandalkan.

Setelahnya ada nama Omar Al Sharif, tandem Termanini di lini belakang. Bek yang bermain di kasta kelima Liga Jerman bersama Arminia Hannover ini, bukan nama inti di skuat Palestina. Meski begitu, dia memiliki rekam jejak karier yang cukup banyak di Benua Biru.

Di lini tengah, ada nama Mohamed Darwish. Darwish sendiri merupakan rekan satu klub Al Sharif di Arminia Hannover. Tapi berbeda dengan Termanini yang selalu bermain penuh di dua laga awal, baik Darwish dan Al Sharif adalah pemain pelapis.

Tentunya dengan bercokolnya tiga pemain yang memiliki pengalaman karier di Eropa, membuat duel Palestina dengan Indonesia yang diasuh Luis Milla akan sangat menarik nantinya.

Di Grup A sendiri, Palestina adalah negara dengan kualitas permainan yang sedikit lebih baik di atas Indonesia. Dengan mengamankan setidaknya satu poin, Indonesia akan semakin mendekatkan diri ke babak selanjutnya setelah tiga hari lalu membungkus tiga angka penuh lewat kemenangan 4-0 atas Cina Taipei di laga perdana.

Indonesia Siapkan Rencana Khusus Hadapi Palestina

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Palestina pada pada cabang olahraga sepak bola di ajang Asian Games 2018. Menghadapi postur tinggi para pemain tim berjuluk Lions of Canaan itu, Bima Sakti menyebutkan telah merencanakan skema khusus.

Asisten Pelatih Timnas Indonesia tersebut menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih bermain sabar pada pertandingan yang bakal berlangsung di Stadion Patriot Candrabhga, Bekasi, Rabu (15/8/2018) itu.

Bima Sakti menginginkan Evan Dhimas dkk lebih banyak bermain di lini tengah dan mengurangi intensitas umpan langsung ke kotak pertahanan lawan. Ia juga berharap anak asuhnya untuk tak melakukan pelanggaran yang tak perlu di pertandingan tersebut.

“Palestina tim bagus yang kuat dan solid. Pemainnya juga berpostur tubuh lebih tinggi daripada pemain kita. Namun kami sudah ada tips untuk mengantisipasi hal tersebut,” kata Bima Sakti seperti dikutip Football5star dari PSSI.org, Rabu (15/8/2018).

“Kami memang akan sedikit menunggu di tengah. Selain itu, para pemain kami minta untuk tidak melakukan pelanggaran di wilayah pertahanan sendiri, terutama di menit-menit akhir,” imbuhnya.

Palestina sukses menang dengan skor tipis 2-1 saat menghadapi Timnas Laos pada laga pertama mereka di Asian Games 2018. Hasil tersebut membuat Palestina kini berada di posisi kedua klasemen sementara di bawah Indonesia yang memiliki selisih gol lebih baik.