Hasil Brasil vs Peru: Gol Kontroversial Warnai Kemenangan Selecao

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Brasil melanjutkan kedigdayaaan pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Jumat (10/9/2021) pagi WIB. Laga Brasil vs Peru yang berlangsung di Arena Pernambucano berakhir 2-0. Dua gol Selecao dibuat Everton Ribeiro dan Neymar pada babak pertama.

Seperti diperkirakan dari awal, Brasil langsung mendominasi permainan. Peluang emas pertama diraih Selecao saat pertandingan memasuki menit ke-10. Melalui serangan balik, Gerson lolos dan melakukan akselerasi ke kotak penalti. Namun, tembakan kerasnya di dalam kotak penalti mampu diblok dengan sangat baik oleh Pedro Gallese.

Empat menit kemudian, Brasil benar-benar mendapatkan gol pertama. Neymar merebut bola dari Anderson Santamaria, lalu menusuk ke kotak penalti dan melepaskan umpan ke mulut gawang. Bola sempat dijangkau Gallese, tapi dapat disambar Everton Ribeiro dengan sepakan keras. Kedudukan Brasil vs Peru berubah jadi 1-0.

Neymar dianggap para pemain Peru telah melanggar Anderson Santamaria sebelum memberikan assist untuk gol Everton Ribeiro yang membuka skor laga Brasil vs Peru.
Getty Images

Gol itu diprotes oleh para pemain Peru. Mereka menilai Neymar melakukan pelanggaran saat merebut bola dari Santamaria. Namun, wasit Wilmar Roldan dari Kolombia tetap bergeming dengan putusannya. Apalagi, pengecakan VAR pun mengonfirmasi tak ada pelanggaran oleh Neymar terhadap Santamaria.

Setelah gol kontroversial itu, tuan rumah kian gencar melakukan tekanan. Neymar dan Gabriel Barbosa yang jadi andalan di lini depan berkali-kali merepotkan pertahanan tim tahun. Meskipun begitu, pertahanan La Blanquirroja lebih sigap dan lugas dalam menghadapinya sehingga gol tambahan sulit didapatkan Brasil.

Gol kedua baru didapatkan Brasil saat pertandingan memasuki menit ke-40. Sebuah serangan bertubi-tubi dilakukan Selecao. Danilo melepaskan umpan ke kotak penalti yang disambar Gabriel Barboca, tapi bola mengenai pemain lawan. Bola muntah diteruskan dengan tendangan keras Ribeiro yang juga mengenai pemain Perul. Namun, bola lantas di-tap in oleh Neymar yang berada di tiang jauh.

Neymar mencetak gol kedua pada laga Brasil vs Peru.
Getty Images

Selecao Masih Sempurna

Memasuki babak kedua, laga Brasil vs Peru tak mengalami perubahan. Tuan rumah lebih menguasai permainan dan lebih sering melakukan tekanan ke pertahanan Peru. Adapun sang tamu hanya sesekali melakukan serangan dan jarang membahayakan gawang Selecao yang dikawal Weverton.

Tim tamu tetap tak sanggup mengimbangi permainan tuan rumah meskipun pelatih Ricardo Gareca melakukan pergantian ganda pada awal babak kedua dan saat laga memasuki menit ke-60. Mereka tetap sulit memberikan ancaman ke gawang Weverton.

Ancaman paling berbahaya baru didapatkan Brasil pada menit ke-72. Marcos Lopez melepaskan tendangan keras dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti. Lesatan bola yang begitu keras dan kencang memaksa Weverton terbang dan menepis dengan tangan kirinya.

Timnas Peru kesulitan mengimbangi permainan timnas Brasil.
Getty Images

Pada menit ke-86, Brasil hampir saja mencetak gol ketiga. Hulk yang baru masuk dua menit sebelumnya menggantikan Gabriel Barbosa mampu melewati Gallese. Namun, sepakan keras striker senior tersebut hanya melesat ke atas gawang. Alhasil, kedudukan Brasil vs Peru tetap 2-0. Skor tersebut bertahan hingga wasit menyudahi pertandingan.

Bagi timnas Brasil, kemenangan 2-0 atas Peru ini mempertahankan kesempurnaan pada Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka kini meraih poin penuh dalam 8 laga. Tim asuhan Adenor Leonardo Bacchi “Tite” juga baru kebobolan 2 gol. Itu adalah jumlah kebobolan terendah di antara semua peserta kualifikasi di Zona Amerika Selatan.

Brasil Lanjutkan Rekor Bagus

Kemenangan ini membuat timnas Brasil meneruskan rekor bagus atas Peru pada gelaran Kualifikasi Piala Dunia. Mereka kini tak pernah kalah dalam 13 pertemuan dengan La Blanquirroja. Rinciannya, Selecao membukukan 9 kali menang dan hanya 4 kali imbang.

Di kandang sendiri, Brasil sangat digdaya. Dari 6 kesempatan menjamu Peru, Selecao meraih 5 kemenangan dan cuma sekali imbang. Satu-satunya hasil imbang di Stadion Morumbi, Sao Paulo, pada 25 April 2001. Ketika itu, tim asuhan Emerson Leao memetik hasil imbang 1-1 setelah gol Romario Faria dibalas Juan Pajuelo.

Gol Pajuelo juga jadi satu-satunya gol La Blanquiroja saat melawat ke kandang Selecao pada ajang Kualifikasi Piala Dunia. Selebihnya, Selecao selalu membukukan clean sheet. Bahkan, dalam 3 kesempatan terakhir, mereka selalu menang dengan mencetak setidaknya 2 gol.

Susunan Pemain Brasil vs Peru

Brasil (4-4-2): 12-Weverton, 2-Danilo (19-Matheus Cunha 63), 22-Lucas Verissimo, 3-Eder Militao, 6-Alex Sandro, 11-Everton Ribeiro (13-Dani Alves 63), 5-Casemiro (8-Bruno Guimaraes 77), 18-Gerson (15-Edenilson 84), 17-Lucas Paqueta, 9-Gabriel Barbosa (20-Hulk 84), 10-Neymar
Pelatih: Adenor Leonardo Bacchi “Tite”

Peru (4-3-3): 1-Pedro Gallese, 17-Luis Advincula, 4-Anderson Santamaria (15-Christian Ramos 46), 22-Alexander Callens, 5-Marcos Lopez, 16-Christopher Gonzales, 13-Renato Tapia (23-Wilder Cartagena 59), 19-Yoshimar Yotun (8-Gabriel Costa 59), 18-Andre Carrillo, 10-Christian Cueva (20-Edison Flores 46), 9-Gianluca Lapadula (11-Raul Ruidiaz 73)
Pelatih: Ricardo Gareca

K. Kuning: Casemiro 44, Paqueta 57, Barbosa 66, Neymar 90 – Santamaria 30, Tapia 35, Yotun 38, Costa 63, Gonzales 65
K. Merah:
Wasit: Wilmar Roldan

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jejak Tim Undangan pada Semifinal Piala Emas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuat kejutan besar pada Piala Emas 2021. Datang sebagai tim undangan, Al-Annabi mampu menembus semifinal setelah mengalahkan El Salvador pada perempat final dengan skor 3-2. Selain lolos ke semifinal Piala Emas, tim asuhan Felix Sanchez juga tampi mengesankan.

Meskipun demikian, kelolosan Qatar ke semifinal bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tim undangan menembus 4 besar bukanlah hal baru. Sebelumnya, beberapa tim berstatus undangan juga mampu melakukan hal serupa. Bahkan, bisa dikatakan, lolos ke semifinal adalah tradisi bagi tim-tim dengan status itu.

Duel semifinal sesama tim undangan terjadi pada Piala Emas 2000 ketika Peru melawan Kolombia.
Getty Images

Sebelum Qatar pada edisi kali ini, sudah ada enam tim undangan yang meramaikan pentas Piala Emas. Mereka adalah Brasil, Kolombia, Peru, Korea Selatan, Ekuador, dan Afrika Selatan. Dari keenam tim itu, hanya Ekuador dan Afrika Selatan yang gagal menembus semifinal. Brasil malah tiga kali lolos ke babak 4 besar Piala Emas.

Lalu, bagaimana rekam jejak tim undangan saat berlaga pada semifinal? Ternyata tidak bagus. Dari empat tim, hanya Brasil dan Kolombia yang mampu lolos ke final. Dua tim lainnya, yaitu Peru dan Korsel, kandas pada babak ini. Pada Piala Emas 2000, Peru disingkirkan Kolombia, sedangkan Korsel disisihkan Kosta Rika pada 2002.

Brasil Tim Undangan Tersukses

Dari tim-tim undangan yang pernah mewarnai Piala Emas, Brasil adalah yang tersukses. Tiga kali berpartisipasi pada 1996, 1998, dan 2003, Selecao selalu mampu lolos ke semifinal. Dari tiga kesempatan itu, mereka juga dua kali lolos ke final. Hanya pada 1998 mereka gagal karena dikalahkan Amerika Serikat.

Berbeda dengan Brasil, Kolombia hanya dua kali lolos ke semifinal Piala Emas dalam tiga partisipasi. Mereka melakukannya pada 2000 dan 2005. Adapun pada 2003, Los Cafeteros tersisih pada perempat final setelah dikalahkan Brasil. Dari dua kesempatan lolos ke final, Los Cafeteros hanya melaju ke final pada 2000 dengan mengalahkan Peru.

Timnas Brasil selalu masuk semifinal Piala Emas dalam 3 kesempatan jadi tim undangan.
Getty Images

Meskipun demikian, tak satu pun dari Brasil dan Kolombia yang kemudian tampil sebagai juara. Pada Piala Emas 1996, Brasil takluk 0-2 dari Meksiko. Empat tahun berselang, Kolombia kalah dengan skor yang sama dari Kanada. Adapun Brasil pada 2003 kembali takluk dari Meksiko. Kali ini dengan skor 1-0 lewat golden goal Daniel Osorno.

Ini tentu saja jadi tantangan tersendiri bagi timnas Qatar yang lolos ke semifinal Piala Emas 2021. Mereka dituntut bisa menyamai atau bahkan melebihi jejak Brasil dan Kolombia. Namun, misi itu dipastikan sulit karena Al-Annabi harus menghadapi timnas AS yang sepanjang sejarah hanya sekali kalah pada babak 4 besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Kolombia vs Peru: Dramatis, Los Cafeteros Pertahankan Tradisi

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Tradisi timnas Kolombia memenangi perebutan posisi ketiga pada ajang Copa America berlanjut. Di Stadion Mane Garrincha, Sabtu (10/7/2021) pagi WIB, Los Cafeteros menang atas timnas Peru. Laga Kolombia vs Peru berakhir 3-2. Kemenangan Los Cafeteros ditentukan oleh comeback pada babak kedua.

Hasil ini membuat Kolombia tetap sempurna saat menjalani perebutan posisi ketiga. Sebelumnya, Los Cafeteros juga meraih kemenangan pada Copa America 1987, 1993, 1995, dan 2016. Mereka berturut-turut mengalahkan Argentina, Ekuador, dan dua kali menaklukkan Amerika Serikat.

Laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Mane Garrincha berlangsung seru dan seimbang. Sama-sama tampil terbuka, timnas Kolombia dan timnas Peru silih berganti melakukan serangan. Namun, kualitas umpan terakhir yang tak bagus jadi penyebab gol sangat sulit terjadi.

Dari kualitas peluang, Peru lebih baik dari Kolombia. Pada menit ke-28, Gianluca Lapadula mendapatkan bola di kotak penalti, tapi tendangannya masih melenceng tipis di samping tiang gawang Camilo Vargas. Sebelas menit kemudian, Sergio Pena berhasil melakukan tusukan ke kotak penalti. Namun, tendangannya melesat ke atas.

Kebuntuan akhirnya pecah pada pengujung laga babak pertama. Melalui skema serangan balik apik, La Blanquirroja melakukan tusukan ke jantung pertahanan. Umpan Christian Cueva mampu diterima dengan baik oleh Yoshimar Yotun yang lantas mengirimkan bola dengan tendangan kaki kirinya ke gawang Kolombia.

Gol Yotun tak terlepas dari pergerakan Lapadula. Posisi pemain berumur 31 tahun itu terbuka karena Lapadula mampu menarik perhatian dua pemain di jantung pertahanan Kolombia saat Cueva melepaskan umpan. Itu membuat Yotun yang datang dari lini kedua tak terkawal. Kedudukan Kolombia vs Peru pun berubah jadi 0-1.

Tusukan Cuadrado-Diaz

Memasuki babak kedua, Kolombia langsung menggebrak. Hasilnya, gol penyeimbang tercipta hanya empat menit setelah wasit Raphael Claus memulai pertandingan babak kedua. Juan Cuadrado, sayap kanan Los Cafeteros, mampu menjebol gawang Pedro Gallese melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Gol Cuadrado adalah buah dari kelalaian pemain Peru. Berawal dari Christian Cueva yang gagal menguasai bola dengan baik, Stefan Medina menusuk dan lantas dijatuhkan di luar kotak penalti. Cuadrado dengan sempurna mengeksekusi tendangan bebas. Bola melesat di antara Alexander Callens dan Lapadula, lalu masuk ke gawang.

Lima menit berselang, Cuadrado kembali menebar ancaman. Kali ini dengan umpan lambungnya ke kotak penalti. Bola datang tepat ke posisi Luis Diaz yang bebas. Namun, tendangan akrobatik pemain FC Porto itu masih mampu ditepis Gallese. Dia pun gagal mencetak gol spektakuler seperti saat Kolombia melawan Brasil.

Peru tersengat. Lapadula melakukan aksi apik pada menit ke-58. Menusuk dari sisi kanan, dia melepaskan tendangan menyilang dalam posisi dikawal Davinson Sanchez. Namun, gol urung terjadi karena bola hanya menghantam mistar gawang dan melesat ke luar lapangan.

Kolombia balik unggul pada menit ke-66 melalui skema serangan balik. Bola dari umpan jauh kiper Camilo Vargas dikejar Luis Diaz. Sayap kiri Los Cafeteros itu melakukan akselerasi, lalu melepaskan tendangan terarah ke tiang jauh tanpa mampu dijangkau Gallese.

Akan tetapi, keunggulan 2-1 tak dapat dipertahankan Kolombia hingga akhir pertandingan. Saat babak kedua tersisa delapan menit, Peru mampu mencetak gol penyeimbang. Gianluca Lapadula mampu menanduk bola dari sepak pojok yang dilakukan Raziel Garcia. Skor laga Kolombia vs Peru pun berubah jadi 2-2.

Toh, pada akhirnya timnas Kolombia yang berpesta saat injury time memasuki menit ke-4. Kerja sama apik Cuadrado, Luis Muriel, dan Luis Diaz berbuah gol ketiga. Menerima umpan tumit Muriel, Diaz menggiring bola, lalu melepaskan tendangan spekulasi dari jarak jauh. Tak dinyana, bola melesak mulus di gawang Peru yang dikawal Gallese.

Susunan Pemain Kolombia vs Peru

Kolombia (4-4-1-1): 12-Camilo Vargas, 2-Stefan Medina, 13-Yerry Mina (23-Davinson Sanchez 55), 3-Oscar Murillo, 6-William Tesillo, 11-Juan Cuadrado, 5-Wilmar Barrios (9-Luis Muriel 90), 8-Gustavo Cuellar (18-Rafael Borre 84), 14-Luis Diaz, 10-Edwin Cardona (28-Yimmi Chara 46), 7-Duvan Zapata (19-Miguel Angel Borja 55)
Pelatih: Reinaldo Rueda

Peru (4-2-3-1): 1-Pedro Gallese, 3-Aldo Corzo (26-Jhilmar Lora 79), 4-Anderson Santamaria, 22-Alexander Callens, 16-Marcos Lopez, 13-Renato Tapia (14-Wilder Cartagena 24), 19-Yoshimar Yotun, 8-Sergio Pena (20-Santiago Ormeno 78), 10-Christian Cueva (24-Raziel Garcia 69), 18-Andre Carrillo, 9-Gianluca Lapadula
Pelatih: Ricardo Gareca

K. Kuning: Cardona 45, Barrios 62 – Cueva 50, Carrillo 63
K. Merah:
Wasit: Raphael Claus

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Kolombia vs Peru

cover Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 19
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
Sports Mole
Kolombia 2-1 Peru
Squawka 
  Kolombia 2-0 Peru
Football Predictions
Kolombia 1-0 Peru
FOOTBALL5STAR
Kolombia 2-0 Peru

 

Stadion Nacional Mane Garrincha, Sabtu (10/7/2021) Pukul 07.00 WIB (Vidio)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji pada laga perebutan juara ketiga Copa America 2021 yang mempertemukan Kolombia vs Peru. Ini merupakan laga kedua tim bertemu di turnamen ini.

Kolombia harus masuk ke babak ini setelah kalah adu penalti lawan Argentina. Sedangkan Peru harus masuk ke babak ini setelah kalah dari Brasil 1-0. Kedua tim pernah bertemu di laga ketiga fase grup B dan Peru secara mengejutkan menang 2-1 dan finis di atas Kolombia.

Tapi di laga ini, tampaknya Kolombia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, apalagi dengan kualitas pemain yang mereka punya. Namun mereka harus mewaspadai penyerang Peru, Gianluca Lapadula. Laga Kolombia vs Peru akan dimainkan di stadion Nacional Mane Garrincha, Brasilia.

REKOR PERTEMUAN
head to head Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 20
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 21
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Peru hanya menang 2 kali dari 18 laga terakhirnya melawan Kolombia di semua kompetisi.
  • Peru selalu finis minimal sebagai peringkat ketiga di 3 dari 4 edisi Copa America terakhir dengan musim lalu finis sebagai runner-up.
  • Sedangkan Kolombia, mereka hanya bisa finis paling tinggi sebagai peringkat ketiga sekali dari 6 edisi terakhir Copa America.
  • Kolombia imbang 3 kali dalam waktu normal di 6 laga di Copa America tahun ini.
  • Brasil adalah satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Peru di Copa America tahun ini.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Reinaldo Rueda dari Kolombia dan Ricardo Gareca dari Peru, sudah bertemu 5 kali sebelumnya.
  • Rueda menang 2 kali dan Gareca menang 3 kali.
  • Rekor Rueda melawan Peru: 11 laga, 5 menang, 1 imbang dan 5 kalah.
  • Rekor Gareca melawan Kolombia: 9 laga, 1 menang, 3 imbang dan 5 kalah.
WASIT
  • Laga Kolombia vs Peru akan dipimpin oleh wasit asal Brasil, Raphael Claus.
  • Claus sudah memimpin 3 laga Copa America dengan catatan 5 kartu kuning.
  • Kedua tim baik Kolombia dan Peru belum pernah diwasiti Claus sebelumnya.
PEMAIN KUNCI

Kolombia

Top Scorer: Luis Diaz (2 gol)
Top Assist: Miguel Borja, Juan Cuadrado, Edwin Cardona (1 assist)
Top Rating: Juan Cuadrado (7,48)

Peru

Top Scorer: Andrew Carrilo, Gianluca Lapadula (2 gol)
Top Assist: Andrew Carrilo, Gianluca Lapadula, Christian Cueva, Yoshimar Yotun (1 assist)
Top Rating: Miguel Araujo (7,20)

*Statistik di Copa America 2021 Berdasarkan SofaScore

BERITA KEDUA TIM

Kolombia:
Peru:

PRAKIRAAN FORMASI
line up Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 22

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Brasil vs Peru: Neymar dan Lucas Paqueta Bawa Selecao ke Final

gamespool
Brasil vs Peru: Neymar dan Lucas Paqueta Bawa Selecao ke Final 25

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di semifinal Copa America 2021 yang mempertemukan Brasil vs Peru. Selecao menang dengan skor 1-0 berkat gol Lucas Paqueta setelah menerima umpan dari hasil skill individu Neymar.

Brasil punya peluang pada menit ke-12 lewat tendangan bebas. Casemiro melepaskan tembakan keras dan kiper Pedro Gallese gagal menangkapnya dengan sempurna. Beruntung dia bisa kembali menangkapnya sebelum Everton menyambar bola.

Gallese melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-19. Neymar menyambar umpan dari Lucas Paqueta di depan gawang, dan Gallese mampu menepisnya. Bola liar jatuh ke kaki Richarlison yang langsung menendang bola dan Gallese kembali menahan tendangan, kini dengan wajahnya.

Selecao akhirnya mencetak gol pada menit ke-34. Neymar secara luar biasa berhasil lepas dari penjagaan tiga pemain, melakukan nutmeg, dan memberi umpan ke Lucas Paqueta yang berhasil memasukkan bola ke gawang.

Babak pertama Brasil vs Peru berakhir dengan skor 1-0.

Peru akhirnya dapat peluang pertamanya pada menit ke-49. Gianluca Lapadula melakukan cut inside dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, tapi Ederson berhasil menepis bola dengan sempurna.

Peru mendapat peluang keduanya pada menit ke-60. Christian Cueva melepaskan tembakan jarak jauh, tapi Ederson berhasil menepis bola dan Thiago Silva berhasil membuang bola liar sebelum Lapadula menyambarnya.

Brasil berhasil menahan gempuran para pemain Peru dan tak ada tambahan gol tercipta. Laga Brasil vs Peru berakhir dengan skor 1-0. Selecao berhasil lolos ke partai final dan akan berhadapan dengan pemenang di laga Argentina vs Kolombia.

Susunan Pemain Brasil vs Peru

Brasil (4-2-3-1): 23-Ederson; 2-Danilo, 3-Thiago Silva, 16-Renan Lodi (14-Eder Militao); 8-Fred (15-Fabinho), 5-Casemiro; 19-Everton (11-Everton Ribeiro), 17-Lucas Paqueta (25-Douglaz Luiz), 7-Richarlison (18-Vinicius); 10-Neymar.

Pelatih: Tite.

Peru (3-5-1-1): 1-Pedro Gallese; 22-Alexander Callens, 15-Christian Ramos (24-Raziel Garcia), 4-Anderson Santamaria; 3-Aldo Corzo (26-Carlos Lora), 8-Sergio Pena, 13-Renato Tapia (7-Gerald Tavara), 19-Yoshimar Yotun, 6-Miguel Trauco (16-Marcos Lopez); 10-Christian Cueva (20-Santiago Ormeno), 9-Gianluca Lapadula.

Pelatih: Ricardo Gareca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Brasil vs Peru

Prediksi Brasil vs Peru
Prediksi: Brasil vs Peru 33
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
SportsKeeda
Brasil 3-1 Peru
Predictz
Brasil 2-0 Peru
SportsMole
Brasil 2-0 Peru
FOOTBALL5STAR
BRASIL 2-0 PERU
Stadion Olimpico Nilson Santos, Selasa (6/7/2021) Pukul 06.00 WIB (Indosiar)

Football5Star.com, Indonesia – Partai Brasil vs Peru pada semifinal Copa America 2021 adalah ulangan laga fase grup. Kala itu, timnas Brasil tanpa kesulitan menang telak 4-0. Dua tahun lalu, kedua tim juga dua kali bersua pada Copa America 2019. Hasilnya, Selecao menang 5-0 dan 3-1.

Menilik fakta itu, tak heran bila banyak pihak meyakini Selecao akan kembali menangguk kemenangan atas La Blanquirroja. Salah satu faktornya, pertandingan digelar di Brasil. Sejak kalah pada perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2014, Selecao tak pernah lagi takluk di kandang sendiri.

Di samping itu, performa kedua tim terbilang jomplang. Brasil meraup 11 kemenangan dan 1 hasil imbang dalam 12 laga terakhir. Sementara itu, anak-anak asuh Ricardo Gareca hanya 3 kali menang dalam 11 pertandingan terakhir. Sudah begitu, mereka hanya 1 kali clean sheet dalam 14 laga sebelum semifinal Copa America 2021 ini.

Hal lain yang membuat langkah Peru makin berat adalah ketiadaan Andre Carrillo pada semifinal nanti. Kartu merah saat melawan Paraguay membuat dia tak bisa tampil. Ini pukulan tersendiri bagi Gareca karena Carrillo adalah salah satu pemain terbaik La Blanquirroja. Pada Copa America 2021, dia sudah mencetak 2 gol dan 1 assist.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Brasil vs Peru
Prediksi: Brasil vs Peru 34
TREN PERFORMA
Tren Performa Selecao vs La Blanquirroja
Prediksi: Brasil vs Peru 35
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Tak pernah terjadi skor 0-0 dalam 18 edisi terakhir pertemuan Brasil vs Peru.
  • Dalam 24 kesempatan terakhir melawan La Blanquirroja, Selecao hanya kalah bila tak mencetak gol. Kekalahan itu pun hanya sengan skor 0-1.
  • Neymar dan Richarlison selalu mencetak gol dalam 2 kesempatan terakhir menghadapi La Blanquirroja.
  • Pada ajang Copa America, Brasil hanya 1 kalah di kandang dari Peru (4 menang, 1 seri).
  • Selecao selalu menang dan mencetak setidaknya 3 gol dalam 3 pertemuan terakhir dengan La Blanquirroja pada ajang Copa America.
  • Sejak ditangani Adenor Leonardo Bacchi “Tite”, Brasil tak pernah kalah pada pentas Copa America (8 menang, 3 seri).
  • Sejak takluk 0-3 dari Belanda pada perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2014, Selecao tak pernah lagi kalah di kandang sendiri.
  • Selecao tak kalah dalam 12 laga terakhir dan selalu mencetak gol.
  • Sembilan gol terakhir Selecao dicetak oleh 9 pemain berbeda.
  • Sepanjang 2021, Peru hanya meraih 3 kemenangan dari 7 laga (2 seri, 2 kalah).
  • Tim asuhan Ricardo Gareca hanya 1 kali clean sheet dalam 14 laga terakhir. Satu-satunya clean sheet dibuat saat menang 1-0 atas Venezuela.
  • Gianluca Lapadula mencetak gol dalam 2 dari 3 laga terakhir La Blanquirroja.
  • Sejak Copa America Centernario 2016, hanya Brasil yang mampu menang atas Peru pada ajang ini.
PELATIH
  • Partai Brasil vs Peru pada semifinal Copa America 2021 ini akan jadi pertemuan ke-7 Adenor Leonardo Bacchi “Tite” dengan Ricardo Gareca.
  • Rekor Tite vs Gareca: 5 kali Tite menang, 0 kali seri, 1 kali Gareca menang.
  • Satu-satunya kekalahan diderita Tite dari tim asuhan Gareca pada laga persahabatan.
  • Rekor Tite vs La Blanquirroja: 5 menang, 0 seri, 1 kalah.
  • Pada 2 pertemuan terakhir dengan La Blanquirroja, tim asuhan Tite selalu mencetak 4 gol.
  • Rekor Gareca vs Selecao: 2 menang, 0 seri, 7 kalah.
  • Dua kemenangan tim asuhan Gareca atas Selecao dibukukan dengan skor 1-0 alias tak kebobolan dan terjadi di Amerika Serikat.
WASIT
  • Wasit laga Brasil vs Peru pada semifinal Copa America 2021 ini adalah Roberto Tobar dari Cile.
  • Tobar adalah wasit yang bertugas saat Selecao menang 3-1 atas La Blanquirroja pada final Copa America 2019.
  • Dalam 5 laga terdahulu yang diwasiti Tobar pada ajang Copa America, hanya 1 yang berakhir imbang dalam 120 menit.
  • Dua laga Copa America 2021 yang telah diwasiti Tobar selalu berakhir imbang.
  • Brasil tak kalah dalam 4 laga terdahulu yang diwasiti Tobar (2 menang, 2 seri). Pada salah satu hasil imbang, mereka akhirnya menang adu penalti.
  • Selecao selalu mencetak gol dalam 3 laga terakhir yang dipimpin wasit ini.
  • Final Copa America 2019 adalah satu-satunya laga La Blanquirroja yang dipimpin Tobar.
PEMAIN KUNCI

BRASIL

Top Scorer: Neymar (2 Gol)
Top Assist: Neymar (2 Assist)
Top Rating:

PERU

Top Scorer: Gianluca Lapadula, Andre Carrillo (@2 Gol)
Top Assist: Andre Carrillo, Christian Cueva, Gianluca Lapadula, Yoshimar Yotun (@1 Assist)
Top Rating:

Statistik di Copa America 2021

BERITA KEDUA TIM
  • Brasil: Gabriel Jesus harus absen karena kartu merah pada laga lawan Cile.
  • Peru: Hanya Andre Carrillo yang dipastikan absen pada laga Brasil vs Peru ini karena harus menjalani sanksi akibat kartu merah pada perempat final.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Brasil vs Peru
Prediksi: Brasil vs Peru 36

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Hasil Peru vs Paraguay: Menang Adu Penalti, Brace Lapadula Tak Sia-Sia

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga seru tersaji pada partai pertama babak perempat final Copa America 2021, Sabtu (3/7/2021) pagi WIB. Partai Peru vs Paraguay bermain imbang 3-3 dalam 90 menit dan sang pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalti. Timnas Peru akhirnya lolos ke semifinal setelah unggul 4-3 dalam adu penalti.

Pertemuan ke-18 Peru vs Paraguay pada ajang Copa America berlangsung seru. Pada babak pertama saja tercipta tiga gol. Baru sebelas menit laga berjalan, Paraguay unggul setelah Gustavo Gomez meyambar bola muntah tepisan Pedro Gallese dari dundulan David Martinez menyongsong sepak pojok dari sisi kanan gawang Peru.

Gianluca Lapadula membuat brace pada babak pertama Peru vs Paraguay.
Twitter @copaamerica

Tertinggal 0-1, Peru meningkatkan serangan. Hasilnya, mereka membalikkan kedudukan berkat brace Gianluca Lapadula. Gol pertama striker Benevento itu dicetak hanya 10 menit berselang dari gol Gomez. Gol itu berawal dari akselerasi Andre carrillo di sisi kanan yang lantas mengirim umpan matang ke mulut gawang dan disambut sontekan Lapadula.

Adapun gol kedua Lapadula tercipta hanya 5 menit jelang babak pertama usai. Andre Carrillo kembali punya andil besar. Melakukan umpan satu-dua, dia lantas dilanggar pemain Paraguay. Namun, bola mampu dikuasai Yoshimar Yotun yang melepaskan umpan ke kotak penalti. Lapadula lantas mengirimkan tendangan diagonal tanpa mampu dihalau Antony Silva.

Peru makin berada di atas angin setelah Gustavo Gomez diusir dari lapangan oleh wasit Esteban Ostoijch pada menit ke-8 injury time babak kedua. Berduel dengan Lapadula, Gomez dinilai melakukan pelanggaran dan menerima kartu kuning kedua. Sebelumnya, dia menerima kartu kuning pada menit ke-42.

Tertinggal 1-2 dan bermain dengan 10 pemain, Paraguay melakukan perubahan. Pelatih Eduardo Berizzo memasukkan bek Robert Rojas dengan menarik gelandang Angel Cardozo Lucena demi menjaga keseimbangan di pertahanan. Mereka juga, secara tak terduga, malah tampil lebih ofensif.

Drama Babak Kedua

Sejak babak kedua dimulai, armada La Albirroja tak henti melakukan tekanan bertubi-tubi ke pertahanan Peru. Hasilnya, mereka mendapatkan gol penyeimbang pada menit ke-54. Lagi-lagi, gol itu berawal dari bola mati, yakni tendangan penjuru.

Bola yang gagal disundul dengan baik oleh Carlos Gonzalez tak mampu dibuang oleh para pemain Peru. Bola pun lantas mampir di kaki Junior Alonso yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Pemain yang dipercaya sebagai kapten setelah Gustavo Gomez diusir wasit itu lantas melepaskan tendangan keras yang melesak mulus di gawang La Blanquirroja.

Junior Alonso menyamakan kedudukan 2-2 dalam laga Peru vs Paraguay.
Getty Images

Gol Alonso itu menyengat skuat Peru. Mereka balik melakukan tekanan. Sampat berkali-kali gagal, gol akhirnya mampu diperoleh pada menit ke-80. Menerima sodoran bola di luar kotak penalti, Yotun melepaskan tendangan keras. Bola mengecoh Antony Silva karena sempat membentur Robert Rojas.

Kembali unggul, Peru malah menuai kerugian. Andre Carrillo menerima kartu kuning kedua karena dinilai menginjak pemain lawan. Hal itu membuat kedua tim sama-sama bermain dengan 10- pemain dalam 7 menit terakhir plus injury time babak kedua.

Kartu merah Carrillo jadi angin segar bagi Paraguay. Mereka kembali mampu menyamakan kedudukan lewat Gabriel Avalos pada menit ke-90. Menerima umpan cut back Braian Samudio, dia tanpa kesulitan mendorong bola ke dalam gawang Gallese.

Kedudukan 3-3 bertahan hingga wasit menyudahi pertandingan babak kedua. Itu membuat kedua tim harus menjalani adu penalti. Sempat imbang 3-3 setelah lima eksekutor kedua tim melakukan tugasnya, Peru akhirnya menang setelah Gallese menahan tendangan Alberto Espinola dan Miguel Trauco mengecoh Antony Silva.

Susunan Pemain Peru vs Paraguay

Peru (4-2-3-1): 1-Pedro Gallese, 3-Aldo Corzo (26-Jhilmar Lora 90), 15Christian Ramos, 4-Anderson Santamaria, 6-Miguel Trauco, 13-Renato Tapia, 19-Yushimar Yotun, 18-Andre Carrillo, 8-Sergio Pena (20-Santiago Ormeno 60), 10-Christian Cueva, 9-Gianluca Lapadula
Pelatih: Ricardo Gareca

Paraguay (4-4-2): 1-Antony Silva, 13-Alberto Espinola, 15-Gustavo Gomez, 6-Junior Alonso, 24-David Martinez, 8-Richard Sanchez (9-Gabriel Avalos 83), 3-Mathias Villasanti (26-Robert Piris Da Motta 79), 16-Angel Cardozo Lucena (2-Robert Rojas 46), 19-Santiago Arzamendia (28-Julio Enciso 84), 11-Angel Romero, 7-Carlos Gonzalez (18-Braian Samudio 68)
Pelatih: Eduardo Berizzo

K. Kuning: Santamaria 15, Cueva 60, Carrillo 75 – Gomez 42, Villasanti 49, Espinola 87
K. Merah: Gomez 45 – Carrillo 85
Wasit: Esteban Ostojich

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jadwal Perempat Final Copa America 2021: Brasil vs Cile, Argentina vs Ekuador

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Fase grup Copa America 2021 sudah berakhir. Delapan tim telah memastikan berlaga pada babak perempat final Copa America 2021. Komposisi pertandingan pun sudah dipastikan. Dua unggulan utama, timnas Brasil dan timnas Argentina, mampu finis sebagai juara grup dan akan menghadapi lawan yang finis di posisi ke-4 grup lain.

Satu hal menarik, dari 4 laga perempat final Copa America 2021, 3 di antaranya adalah pertemuan yang sudah lama tak terjadi pada ajang ini. Berikut ini adalah 4 laga perempat final yang akan berlangsung pada 3 dan 4 Juli mendatang.

Brasil vs Cile

Brasil yang menjadi juara Grup B dipastikan bersua Cile yang finis di posisi ke-4 Grup A. Posisi Cile tergeser oleh Uruguay yang menang 1-0 atas Paraguay pada matchday terakhir. Laga ini akan berlangsung di Stadion Olimpico Nilson Santos, Sabtu (3/7/2021) pukul 7.00 WIB.

Meskipun disebut-sebut sebagai lawan yang tak ringan, Cile ternyata tak punya catatan apik saat melawan Selecao di tanah Brasil. Sepanjang sejarah, La Roja belum pernah menang di sana. Dalam 35 lawatan terdahulu, mereka dipaksa menelan 29 kekalahan dan hanya 6 kali imbang. Di Copa America, mereka terakhir bertemu pada 2007 saat digelar di Venezuela. Mereka dua kali bertemu, yakni pada fase grup dan perempat final. Keduanya dimenangi Selecao.

Argentina vs Ekuador

Sama halnya dengan Brasil, timnas Argentina juga menghadapi tim yang disebut-sebut kuat, yakni Ekuador yang jadi peringkat ke-4 Grup B. La Tri bukan lawan sembarangan karena jadi satu-satunya tim yang mampu mencuri poin dari Brasil pada fase grup. Laga Argentina vs Ekuador pada perempat final Copa America 2021 ini akan digelar di Stadion Olimpico Pedro Ludovico, Minggu (4/7/2021) pukul 8.00 WIB.

Lionel Messi dkk. bisa cukup optimistis menatap laga perempat final Copa America 2021 nanti. Pasalnya, mereka punya rekor bagus menghadapi Ekuador pada pentas Copa America. Sepanjang sejarah, mereka tak pernah kalah dari La Tri. La Albiceleste membukukan 10 kemenangan dan 5 hasil imbang dalam 15 pertemuan terdahulu. Pertemuan terakhir mereka pada ajang ini terjadi pada 2004 di Peru. Kala itu, La Albiceleste menang telak 6-1.

Uruguay vs Kolombia

Pertandingan ini bisa dikatakan sebagai big match pada perempat final Copa America 2021. Uruguay lewat perjuangan keras akhirnya mampu finis sebagai runner-up Grup A, sementara Kolombia berada di posisi ke-3 Grup B. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Mane Garrincha, Minggu (4/7/2021) pukul 5.00 WIB.

Meskipun punya rekor pertemuan lebih baik, La Celeste tak dominan atas Los Cafeteros. Buktinya, mereka tak pernah menang beruntun dalam 9 pertemuan terakhir. Satu hal menarik, ini akan jadi pertemuan pertama mereka di Copa America dalam 17 tahun. Kali terakhir mereka bersua pada Copa America 2004 di Peru. Saat itu, Uruguay menang 2-1 atas Kolombia pada perebutan tempat ketiga.

Peru vs Paraguay

Laga yang tak kalah seru dan berimbang adalah Peru vs Paraguay di Stadion Olimpico Pedro Ludovico, Sabtu (3/7/2021) pukul 4.00 WIB. La Blanquirroja lolos ke perempat final Copa America 2021 sebagai runner-up Grup B, sementara La Albirroja berstatus peringkat ke-3 Grup A.

Laga ini sangat menarik karena rekor pertemuan yang lumayan ketat. Dari 54 pertandingan, Paraguay menuai 24 kemenangan, sementara Peru mampu 16 kali menang. Sisanya, 14 laga berakhir imbang. Khusus pada ajang Copa America, La Albirroja sempat tak kalah dari La Blanquirroja dalam 12 pertemuan beruntun. Namun, mereka justru tak menang dalam 2 pertemuan terakhir. Pada 2015, Peru malah menang 2-0 dalam perebutan tempat ketiga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Venezuela vs Peru: La Blanquirroja Kunci Posisi Kedua

gamespool
Venezuela vs Peru: La Blanquirroja Kunci Posisi Kedua 46

Football5star.com, Indonesia – Peru berhasil mengunci posisi runner-up grup B Copa America 2021 setelah memetik kemenangan atas Venezuela pada Senin (28/6) pagi WIB. Partai Venezuela vs Peru berakhir dengan skor 0-1 berkat gol Andre Carillo di babak kedua,

Menyandang status tim unggulan, Peru mengawali pertandingan dengan intensitas yang cukup tinggi. Namun, Venezuela tak tinggal diam. Mereka meladeni permainan Peru dan mampu menciptakan sejumlah peluang di babak pertama.

Pada menit ke-14, Venezuela nyaris membuka keunggulan melalui sepakan jarak jauh Jefferson Savarino. Namun, upayanya digagalkan Pedro Gallese. Empat menit berselang, Gallese kembali dipaksa berjibaku mengamankan gawangnya, lagi-lagi melalui sepakan jarak jauh Savarino.

Memasuki pertengahan babak pertama, Peru mulai bisa mengamcan gawang Venezuela. Meski memiliki sejumlah peluang, Peru gagal membuka keunggulan dan skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Venezuela vs Peru - Copa America - @seleccionperu
twitter..com/seleccionperu

Peru akhirnya berhasil membuka keunggulan tiga menit setelah paruh kedua dimulai. Memanfaatkan kemelut di jantung pertahanan Venezuela, Andre Carillo berhasil melepaskan sepakan kencang yang menghujam gawang kawalan Wuilker Farinez.

Tertinggal satu gol, Venezuela mencoba bangkit. Pada menit ke-60, Romulo Otero nyaris menjebol gawang Peru. Namun, sepakan kerasnya dari luar kotak penalti gagal menemui sasaran. Venezuela terus menggempur lini belakang Peru di sisa waktu babak kedua. Namun, mereka gagal menyamakan kedudukan.

Skor 0-1 tak bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan. Kekalahan ini membuat Venezuela menjadi tim pertama yang tersingkir dari Copa America 2021. Sementara itu, Peru berhasil lolos ke perempat final dengan status runner-up grup B.

SUSUNAN PEMAIN VENEZUELA VS PERU:

Venezuela: 1-Wuilker Farínez; 16-Roberto Rosales (21-Alexander Gonzalez 69′), 2-Nahuel Ferraresi, 3-Mikel Villanueva, 14-Luis Mago, 20-Ronald Hernandez; 7-Jefferson Savarino (18-Romulo Otero 59′), 5-Junior Moreno, 26-Edson Castillo (10-Yeferson Soteldo 69′), 23-Cristian Casseres (13-Jose Martinez 59′); 11-Sergio Cordova (15-Jan Hurtado 78′)

Pelatih: Jose Peseiro

Peru: 1-Pedro Gallese; 6-Miguel Trauco, 22-Alexander Callens (2-Luis Abrams 27′), 5-Miguel Araujo, 3-Aldo Corzo; 19-Yoshimar Yotun, 13-Renato Tapia (14-Wilder Cartagena 73′); 10-Christian Cueva (11-Alex Varela 83′), 8-Sergio Pena, 18-Andre Carrillo (24-Raziel Garcia 73′); 9-Gianluca Lapadula (20-Santiago Ormeno 83′)

Pelatih: Ricardo Gareca

Kartu Kuning: Hernandez 21′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ekuador vs Peru: Eks Penyerang AC Milan Pimpin Comeback La Blanquirroja

gamespool
Ekuador vs Peru: Eks Penyerang AC Milan Pimpin Comeback La Blanquirroja 49

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di pekan lanjutan Grup B Copa America 2021 yang mempertemukan Ekuador vs Peru. Laga berakhir imbang 2-2 dengan penyerang Peru keturunan Italia, Gianluca Lapadula, mencetak 1 gol dan 1 assist.

Ekuador mencetak gol pada menit ke-23. Umpan dari Pervis Estupinan yang merupakan pemain andalan Ekuador di kompetisi ini dipotong oleh bek Peru, Renato Tapia ke gawangnya sendiri.

Ekuador berhasil mencetak gol kedua di penghujung babak pertama. Lewat eksekusi bola mati di sisi kanan. Damian Diaz memberi umpan lambung cantik yang bisa disontek masuk ke gawang oleh Eduar Preciardo. Babak pertama Ekuador vs Peru berakhir dengan skor 2-0.

Peru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-49. Christian Cueva memberi umpan ke Gianluca Lapadula. Mantan pemain AC Milan itu lalu berhasil melepaskan tembakan keras ke gawang Peru.

Peru menyamakan kedudukan pada menit ke-53. Lewat serangan balik, Lapadula dengan cantik melewati satu pemain Ekuador dan memberi umpan ke Andre Carrillo yang dengan tenang memasukkan bola.

Laga Ekuador vs Peru berakhir imbang 2-2. Dengan hasil ini, Peru lebih diuntungkan karena mereka berada di posisi ketiga dengan 4 poin dan akan melawan tim juru kunci Venezuela yang memiliki 2 poin di laga terakhir. Sementara Ekuador, mereka berada di posisi keempat dengan 2 poin dan akan melawan tim raksasa sekaligus tuan rumah, Brasil di laga terakhir.

Susunan Pemain Ekuador vs Peru

Ekuador (4-4-1-1): 1-Hernan Galindez; 17-Angelo Preciado, 4-Robert Arboleda, 3-Piero Hincapie, 7-Pervis Estupinan; 21-Alan Franco (26-Jordy Caicedo), 20-Jhegson Mendez (6-Christian Noboa), 23-Moises Caicedo, 18-Eduar Preciado (8-Fidel Martinez); 19-Darmian Diaz (Angel Mena), 9-Leonardo Campana (11-Michael Estrada).

Pelatih: Gustavo Alfaro.

Peru (4-2-3-1): 1-Pedro Gallese; 3-Aldo Corzo; 15-Christian Ramos, 22-Alexander Callens, 6-Miguel Trauco; 13-Renato Tapia, 19-Yoshimar Yotun (17-Luis Iberico); 18-Andre Carrillo, 8-Sergio Pena (14-Wilder Cartagena), 10-Christian Cueva (5-Miguel Araujo); 9-Gianluca Lapadula (20-Santiago Ormeno).

Pelatih: Ricardo Gareca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Ekuador vs Peru

Prediksi Ekuador vs Peru
Prediksi: Ekuador vs Peru 57
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
SportsKeeda
Ekuador 1-2 Peru
Predictz
Ekuador 1-1 Peru
Forebet
Ekuador 1-2 Peru
FOOTBALL5STAR
EKUADOR 1-2 PERU
Stadion Olimpico Pedro Ludovico, Kamis (24/6/2021) Pukul 04.00 WIB (Indosiar)

Football5Star.com, Indonesia – Partai penentuan lolos ke 8 besar. Begitulah tajuk laga Ekuador vs Peru pada matchday IV fase grup Copa America 2021 ini. Timnas Peru butuh kemenangan untuk lolos ke 8 besar. Adapun timnas Ekuador, andaikan menang, masih akan tergantung hasil yang diraih timnas Venezuela. Kans lolos masih sangat terbuka bagi semua tim di Grup B karena hanya juru kunci yang dipastikan tersisih.

Berdasarkan rekor pertemuan, La Blanquirroja bisa optimistis. Mereka selalu menang 2-1 dalam 3 pertemuan yang bukan bertajuk laga persahabatan. Lalu, pada ajang Copa America, La Blanquirroja pun hanya 1 kali kalah dalam 12 pertemuan dengan La Tri.

Hal lain yang mendukung La Blanquirroja adalah keberadaan Ricardo Gareca. Dia ternyata belum pernah kalah dalam 8 pertemuan terdahulu dengan Gustavo Alfaro yang kali ini menukangi La Tri. Pada pertemuan pertama Ekuador vs Peru dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Gareca juga unggul atas Alfaro.

Meskipun demikian, bukan berarti La Blanquirroja akan melenggang mulus. Yoshimar Yotun cs. juga punya handicap. Pertama, tentu saja lini depan yang tumpul tanpa Jose Paolo Guerrero. Gianluca Lapadula, striker naturalisasi dari Italia, belum juga menunjukkan ketajamannya. Selain itu, mereka juga tak clean sheet dalam 8 laga terakhir. Ini persis sama dengan La Tri. Tak heran, laga nanti kemungkinan berakhir ketat dan kedua tim sama-sama mencetak gol.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Ekuador vs Peru
Prediksi: Ekuador vs Peru 58
TREN PERFORMA
Tren Performa La Tri vs La Blanquirroja
Prediksi: Ekuador vs Peru 59
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Tak tercipta hasil 0-0 dalam 11 edisi terakhir pertemuan Ekuador vs Peru.
  • Ekuador tak pernah gagal mencetak gol dalam 6 pertemuan terakhir dengan Peru.
  • La Tri hanya 1 kali menang dalam 12 pertemuan dengan La Blanquirroja pada pentas Copa America (3 seri, 8 kalah).
  • Tak ada tim yang clean sheet dalam 6 edisi terakhir Ekuador vs Peru pada ajang Copa America.
  • Christian Cueva dan Enner Valencia adalah dua pemain di skuat saat ini yang mencetak gol pada pertemuan terakhir kedua tim di Copa America. Namun, Valencia kali ini harus absen karena akumulasi kartu kuning.
  • La Tri tak memenangi 4 laga terakhir (1 seri, 3 kalah).
  • Sejak 2020, gawang La Tri selalu kebobolan alias tak pernah clean sheet dalam delapan laga beruntun.
  • Gonzalo Plata mencetak gol dalam 2 dari 3 pertandingan terakhir La Tri.
  • Sejak 2020, timnas Peru hanya 2 kali menang (1 seri, 5 kalah).
  • Seperti La Tri, La Blanquirroja juga tak pernah clean sheet dalam 8 laga terakhir sejak 2020.
  • Dari 2020, La Blanquirroja selalu mencetak 2 gol atau tidak sama sekali dalam 8 laga beruntun.
PELATIH
  • Pertandingan Ekuador vs Peru pada fase grup Copa America 2021 ini jadi pertemuan ke-9 Gustavo Alfaro dengan Ricardo Gareca.
  • Dalam 8 pertemuan sebelumnya, Alfaro tak pernah menang atas Gareca (3 seri, 5 kalah).
  • Alfaro baru sekali bersua La Blanquirroja. Hasilnya, kalah 1-2.
  • Rekor Gareca vs La Tri: 3 menang, 1 seri, 2 kalah.
  • Tim asuhan Gareca tak pernah clean sheet setiap kali bersua La Tri.
WASIT
  • Laga Ekuador vs Peru pada lanjutan fase grup Copa America 2021 ini akan dipimpin wasit Jesus Gil Manzano dari Spanyol.
  • Gil Manzano baru sekali bertugas pada pentas Copa America, yaitu saat Cile menang 1-0 atas Bolivia, 18 Juni lalu.
  • Selain Copa America 2021, ajang internasional lain yang pernah diwasiti Gil Manzano adalah Piala Eropa U-20 2019.
  • Dalam 4 laga pada turnamen internasional yang dipimpin wasit ini selalu ada tim yang clean sheet dan tak pernah berakhir imbang.
  • Baik La Tri maupun La Blanquirroja sama-sama baru kali ini menjalani laga dengan Gil Manzano sebagai wasit.
PEMAIN KUNCI

EKUADOR

Top Scorer: Gonzalo Plata, Ayrton Preciado (@1 Gol)
Top Assist: Robert Arboleda (1 Assist)
Top Rating:

PERU

Top Scorer: Sergio Pena (1 Gol)
Top Assist:
Top Rating:

Statistik di Copa America 2021

BERITA KEDUA TIM
  • Ekuador: Enner Valencia harus absen karena mendapatkan sudah mendapatkan dua kartu kuning.
  • Peru: Ricardo Gareca tak dipusingkan oleh pemain yang harus absen karena cedera atau sanksi untuk laga Ekuador vs Peru ini.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Ekuador vs Peru
Prediksi: Ekuador vs Peru 60

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Hasil Kolombia vs Peru: Dua Striker Serie A Mandul, La Blanquirroja Berjaya

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga Kolombia vs Peru pada lanjutan fase grup Copa America 2021, Senin (21/6/2021) pagi WIB, berakhir kemenangan 2-1 bagi La Blanquirroja. Laga di Stadion Olimpico Pedro Ludovico itu diwarnai kemandulan dua striker yang bermain di Serie A, Duvan Zapata dan Gianluca Lapadula.

Zapata, striker andalan Atalanta di timnas Kolombia, dan Lapadula, striker Benevento yang diandalkan timnas Peru, sama-sama tampil mengecewakan. Bukan hanya gagal mencetak gol, mereka juga tak mampu mengancam gawang lawan. Bagi Lapadula, itu memperpanjang penantian untuk mencetak gol pertamanya bagi La Blanquirroja.

Duvan Zapata malah harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Pada menit ke-61, striker berumur 30 tahun itu digantikan oleh rekannya di Atalanta, Luis Muriel. Kegagalan menjebol gawang lawan pada laga Kolombia vs Peru membuat dia kini tak mencetak gol bagi timnas Kolombia dalam 8 laga beruntun.

Meskipun Kolombia tampak lebih berbahaya, justru Peru yang membuka gol. Berawal dari tendangan keras jarak jauh Yoshimar Yotun yang menghantam tiang gawang David Ospina, Sergio Pena mencetak gol. Gelandang berumur 25 tahun itu bereaksi cepat, menyambar bola muntah dengan tendangannya di dalam kotak penalti tanpa mampu dibendung Ospina.

Gol Pena pada laga Kolombia vs Peru itu jadi “pemecah telur” bagi La Blanquirroja. Sebelumnya, pada pertandingan pertama, tim asuhan Ricardo Gareca dihajar sang juara bertahan, Brasil, dengan skor 0-4. Gol itu juga mengejutkan karena Peru kalah 0-3 pada pertemuan terakhir dengan Kolombia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, 4 Juni lalu.

Gol Pena itu jadi satu-satunya gol yang tercipta pada babak pertama Kolombia vs Peru. meskipun kedua tim saling bertukar serangan, tak ada tambahan gol yang tercipta. Kedua penjaga gawang, David Ospina dan Pedro Gallese, sama-sama tak menerima ancaman berbahaya.

Bunuh Diri Yerry Mina

Lima menit memasuki babak kedua, Kolombia mendapatkan penalti setelah Miguel Angel Borja mampu melewati Christian Ramos, lalu dijatuhkan di kotak penalti oleh kiper Pedro Gallese. Dari titik putih, Borja tanpa cacat menaklukkan Gallese dan membuat kedudukan Kolombia vs Peru menjadi 1-1.

Kedudukan 1-1 tak bertahan lama. Memasuki menit ke-64, Peru kembali unggul. Berawal dari tendangan penjuru Gustavo Cuellar di sisi kiri pertahanan Kolombia, bola membentur Yerry Mina. David Ospina mampu menghalau bola dengan tangannya. Namun, itu ternyata dilakukan di dalam gawang.

Gol itu melecut Kolombia. Dua menit berselang, tendangan Luis Muriel di dalam kotak penalti masih mampu diblok Alexander Callens dan berbuah tendangan penjuru. Dari sepak pojok, sundulan Borja juga gagal berbuah gol. Bola yang meluncur deras masih bisa disapu tangan kanan Gallese.

Kedua tim sama-sama berusaha keras mencetak gol tambahan. Mereka saling bertukar serangan, tapi ketangguhan lini belakang masing-masing membuat usaha itu berkali-kali tak membuahkan hasil. Hingga Esteban Ostojich meniup peluit akhir pertandingan, tak ada tambahan gol. Partai Kolombia vs Peru pun berakhir 2-1 bagi La Blanquirroja.

Gol Debut Pena

Gol pertama pada laga Kolombia vs Peru dalam lanjutan Copa America 2021 jadi catatan tersendiri bagi Sergio Pena. Itu adalah gol pertamanya bagi La Blanquirroja. Pada 12 pertandingan sebelumnya, dia selalu gagal menjejalkan bola di gawang lawan.

Menjalani debut bersama timnas Peru pada 24 Maret 2017, kiprah internasional Pena tidaklah mulus. Dia baru mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter pada caps ke-4. Namun, dia kembali hanya jadi pemain pengganti dalam empat caps berikutnya.

Sergio Pena akhirnya mencetak gol perdana bagi timnas pada laga Kolombia vs Peru di Copa America 2021.
Twitter @SeleccionPeru

Tak hanya itu, Sergio Pena juga sempat diabaikan Ricardo Gareca selama setahun. Setelah main meawan timnas AS pada 17 Otober 2018, dia baru kembali ke timnas Peru saat menghadapi Kolombia pada 16 November 2019. Itu pun dia tak diberi kesempatan tampil.

Sergio Pena mulai mendapatkan kepercayaan Gareca kembali pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Copa America 2021. Dalam dua laga beruntun, dia selalu jadi starter. Pada laga Kolombia vs Peru, pemain FC Emmen tersebut akhirnya mampu membayar kepercayaan sang pelatih dengan golnya.

Susunan Pemain Kolombia vs Peru

Kolombia (4-4-2): 1-David Ospina, 2-Stefan Medina (20-Alfredo Morales 81), 13-Yerry Mina, 23-Davinson Sanchez, 6-William Tesillo, 11-Juan Cuadrado, 5-Wilmer Barrios, 21-Sebastian Perez (8-Gustavo Cuellar 60), 10-Edwin Cardona (28-Yimmi Chara 70), 19-Miguel Angel Borja, 7-Duvan Zapata (9-Luis Muriel 61)
Pelatih: Reinaldo Rueda

Peru (4-2-3-1): 1-Pedro Gallese, 3-ALdo Corzo, 15-Christian Ramos, 22-Alexander Callens, 16-Marcos Lopez, 13-Renato Tapia, 19-Yoshimar Yotun, 18-Andre Carrillo, 8-Sergio Pena (14-Wilder Cartagena 83), 10-Christian Cueva (24-Raziel Garcia 90), 9 Gianluca Lapadula (20-Santiago Ormeno 83)
Pelatih: Ricardo Gareca

K. Kuning: Borja 29 – Carrillo 43, Gallese 51
K. Merah:
Wasit: Esteban Ostojich

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Kolombia vs Peru

cover Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 71
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
Sports Mole
Kolombia 3-0 Peru
Squawka 
  Kolombia 2-0 Peru
Football Predictions
Kolombia 3-1 Peru
FOOTBALL5STAR
Kolombia 2-0 Peru

 

Stadion Olimpico Pedro Ludovico, Senin (21/6/2021) Pukul 07.00 WIB (Vidio)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji pada laga lanjutan Grup A Copa America 2021 yang mempertemukan Kolombia vs Peru. Kolombia diunggulkan, tapi mereka kesulitan untuk mencetak gol sejauh ini. Laga Kolombia vs Peru akan dimainkan di stadion Olimpico Pedro Ludovico, Goiania.

Kolombia kini berada di posisi kedua Grup A dengan raihan 4 poin. Tapi mereka hanya bisa mencetak satu gol di kedua laga pertamanya. Duvan Zapata dan Luis Muriel kemungkinan akan kembali dimainkan walaupun gagal mencetak gol di laga sebelumnya lawan Venezuela.

Sedangkan Peru, mereka baru bermain sekali, melawan juara bertahan, Brasil, dan dibantai 4-0. Mereka juga tak memiliki rekor bagus dalam beberapa laga terakhir.

REKOR PERTEMUAN
head to head Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 72
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 73
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Kolombia hanya kalah 2 kali dari 10 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Peru kalah 5 kali dari 6 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Peru hanya menang 1 kali dari 17 laga terakhirnya melawan Kolombia di semua kompetisi.
  • Kemenangan itu didapatkan di perempat final Copa America 2011, Peru menang 2-0.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Reinaldo Rueda dari Kolombia dan Ricardo Gareca dari Peru, sudah bertemu 4 kali sebelumnya.
  • Rueda menang 2 kali dan Gareca juga menang 2 kali.
  • Rekor Rueda melawan Peru: 10 laga, 5 menang, 1 imbang dan 4 kalah.
  • Rekor Gareca melawan Kolombia sangat buruk: 8 laga, 3 imbang dan 5 kalah.
WASIT
  • Laga Kolombia vs Peru akan dipimpin oleh wasit asal Uruguay, Esteban Ostojich.
  • Ostojich sudah pernah menjadi wasit di Copa America 2 kali dengan catatan 6 kartu kuning.
  • Ini pertama kalinya Kolombia diwasiti oleh Ostojich.
  • Peru sudah pernah diwasiti Ostojich 2 kali dengan hasil 1 menang dan 1 imbang.
PEMAIN KUNCI

Kolombia

Top Scorer: Edwin Cardona (1 gol)
Top Assist: Miguel Borja (1 assist)
Top Rating: Juan Cuadrado (7,65)

Peru

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating: Renato Tapia (7,50)

*Statistik di Copa America 2021 Berdasarkan SofaScore

BERITA KEDUA TIM

Kolombia: Luis Diaz akumulasi
Peru:

PRAKIRAAN FORMASI
line up Kolombia vs Peru
Prediksi: Kolombia vs Peru 74

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Brasil vs Peru: Neymar Cetak Gol Lagi, Selecao Menang Lagi

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Dua laga, dua kemenangan, dua clean sheet. Begitulah timnas Brasil pada fase grup Copa America 2021. Jumat (18/6/2021) pagi WIB, laga Brasil vs Peru berakhir 4-0. Seperti saat lawan Venezuela pada laga pertama, Neymar lagi-lagi menyumbangkan satu gol.

Baru mampu melepaskan tembakan pada menit ke-10, timnas Brasil lantas membuka skor semenit kemudian. Berawal dari umpan Everton dari sisi kiri yang dibuang lewat sundulan pemain belakang Peru, bola diteruskan dengan umpan cutback oleh Gabriel Jesus. Umpan tersebut lantas diteruskan Alex Sandro dengan tendangan keras ke dalam gawang lawan.

Alex Sandro membuka skor dengan golnya pada laga Brasil vs Peru dalam lanjutan Copa America 2021.
Getty Images

Meskipun tertinggal, timnas Peru tampil tenang dengan menitikberatkan pada penguasaan bola. Peluang terbaik La Albirroja didapatkan pada menit ke-39. Menerima umpan terobosan di kotak penalti Brasil, Yoshimar Yotun melepaskan tendangan lob. Namun, bola mampu diblok para pemain di jantung pertahanan Selecao.

Hingga babak pertama usai, kedudukan tetap 1-0 bagi Brasil. Pada pengujung babak pertama, Alex Sandro punya kesempatan menggandakan kedudukan. Namun, tendangan kerasnya di tepi kotak penalti hanya melambung di atas mistar gawang Peru yang dikawal Pedro Gallese.

Wasit Batalkan Penalti

Memasuki babak kedua Brasil vs Peru, Tite coba menambah daya dobrak timnya. Dia memasukkan Richarlison dan Everon Ribeiro dengan menarik Everton dan Gabriel Barbosa. Perubahan pun terjadi pada lini depan. Gabriel Jesus bergeser menjadi ujung tombak dan posisinya di kanan diisi Everton Ribeiro.

Pada menit ke-60, petaka nyaris dituai Peru setelah Renato Tapia melakukan kontak fisik dengan Neymar di kotak penalti. Wasit Patricio Loustau langsung menunjuk titik putih. Beruntung bagi La Blanquirroja, setelah melihat tayangan VAR selama beberapa menit, Loustau berubah pikiran dan membatalkan penalti.

Akan tetapi, takdir memang menggariskan Neymar untuk mencetak gol. Menerima umpan Fred di luar kotak penalti Peru, dia berputar dan melewati satu pemain. Lalu, penyerang Paris Saint-Germain tersebut melepaskan tendangan keras ke tiang jauh tanpa mampu dihalau Gallese. Kedudukan Brasil vs Peru pun berubah jadi 2-0.

Penalti yang akan diambil Neymar pada laga Brasil vs Peru akhirnya dibatalkan wasit Patricio Loustau.
Getty Images

Peru hampir membuat gol balasan pada menit ke-78. Dari tendangan sudut, terjadi kemelut di mulut gawang Brasil. Alex Valera mendapatkan bola tepat di mulut gawang. Namun, pemain pengganti itu tak tenang sehingga tendangannya malah melambung meskipun gawang sudah melompong di depannya.

Kedudukan Brasil vs Peru hampir berubah jadi 3-0 pada menit ke-87. Berawal dari umpan Fred, Richarlison memberikan umpan datar ke mulut gawang Peru. Bola mampu disongsong Roberto Firmino, tapi masih mampu dibandung Gallese.

Dua menit kemudian, melalui skema yang sama, Selecao betul-betul mencetak gol ketiga. Kali ini, umpan silang Richarlison yang menerima bola dari sodoran Neymar mampu dicocor Everton Ribeiro ke gawang Peru. Skor Brasil vs Peru pun berubah jadi 3-0

Kedudukan itu tak bertahan lama. Pada injury time, umpan terobosan Neymar memang gagal dimaksimalkan Roberto Firmino. Namun, bola muntah disambut Richarlison. Sempat diblok Gallese, Richarlison masih mampu menyambar bola muntah dalam posisi terjatuh. Bola pun melesak mulus di gawang.

Tite Lakukan Rotasi Besar

Pada partai Brasil vs Peru dalam lanjutan fase grup Copa America 2021 ini, Tite melakukan rotasi besar-besaran. Beberapa pemain kunci diistirahatkan. Sebut saja kiper Alisson Becker, kapten Casemiro, bek tengah Marquinhos, dan striker Richarlison. Selain keempat pemain itu, dia juga tak menurunkan Lucas Paqueta, dan Renan Lodi.

Sebagai gantinya, Tite menurunkan Gabriel Barbosa dan Alex Sandro yang tampil sebagai pengganti saat Selecao menang 3-0 atas Venezuela. Selain itu, turun pula Ederson Moraes, Thiago Silva, Everton, dan Gabriel Jesus yang sama sekali tak turun pada laga pertama.

Bukan hanya itu perubahan yang dibuat Tite pada laga Brasil vs Peru. Dia juga mengubah formasi. Tak seperti biasanya, dia kini tak menggunakan formasi 4-3-3. Pelatih berumur 60 tahun itu berpaling pada pola 4-4-2. Menariknya, dia memasang Gabriel Jesus sebagai gelandang kanan, sedangkan Neymar jadi second striker di belakang Gabigol.

Bermain dengan formasi awal 4-4-2 bukan hal baru bagi timnas Brasil di bawah asuhan Tite. Pola inilah yang dipakai Tite saat Brasil menang 2-0 atas Paraguay pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 tepat sebelum Copa America 2021 bergulir. Bedanya, Tite kala itu memainkan Richarlison di sayap kiri dan Casemiro jadi duet Fred di gelandang tengah.

Susunan Pemain Brasil vs Peru

Brasil (4-4-2): 23-Edeson, 2-Danilo (13-Emerson 84), 14-Eder Militao, 3-Thiago Silva, 6-Alex Sandro (16-Renan Lodi 77), 9-Gabriel Jesus (Roberto Furmino 72), 15-Fabinho, 8-Fred, 19-Everton (11-Everton Ribeiro 46), 21-Gabriel Barbosa (7-Richarlison 46), 10-Neymar
Pelatih: Adenor Leonardo Bacchi “Tite”

Peru (4-5-1): 1-Pedro Gallese, 3-Aldo Corzo, 15-Christian Ramos, 2-Luis Abram, 16-Marcos Lopez, 13-Renato Tapia, 19-Yoshimar Yotun (23-Alexis Arias 74), 18-Sergio Pena (17-Luis Iberico 67), 10-Christian Cueva (7-Gerald Tavara 74), 9-Gianluca Lapadula (11-Alex Valera 67)
Pelatih: Ricardo Gareca

K. Kuning: Jesus 59 – Ramos 23, Yotun 44, Tavara 82
K. Merah:
Wasit: Patricio Loustau

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Brasil vs Peru

Prediksi Brasil vs Peru
Prediksi: Brasil vs Peru 86
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Squawka
Brasil 2-0 Peru
Predictz
Brasil 2-0 Peru
Forebet
Brasil 5-0 Peru
FOOTBALL5STAR
BRASIL 3-0 PERU
Stadion Olimpico Nilson Santos, Jumat (18/6/2021) Pukul 07.00 WIB (O Channel)

Football5Star.com, Indonesia – Pertarungan Brasil vs Peru pada fase grup Copa America 2021 ini merupakan ulangan dua tahun lalu. Ketika itu, timnas Brasil menang 5-0. Kedua tim lantas bersua kembali pada laga final. Lagi-lagi Selecao yang meraup kemenangan. Kali ini dengan skor 3-1. Everton Cebolinha selalu mencetak gol dalam dua laga itu.

Menilik dua pertemuan terakhir di Copa America itu, siapa pun sepertinya tak akan menggungulkan La Blanquirroja untuk menang pada pertemuan kali ini. Apalagi, ajang antarnegara di Amerika Selatan itu berlangsung di Brasil. Sejak tumbang di Piala Dunia 2014, Selecao tak pernah lagi kalah di kandang sendiri.

Rekor Brasil pun sedang sangat bagus. Tim asuhan Adenor Leonardo Bacchi “Tite” selalu menang dalam 8 pertandingan terakhir di berbagai ajang. Gawang Selecao pun tak pernah kebobolan dalam 5 laga beruntun. Satu hal yang menarik, tim terakhir yang menjebol gawang tim asuhan Tite adalah Peru. La Blanquirroja mencetak 2 gol saat kalah 2-4 pada 14 Oktober 2020.

Itu tentu saja jadi modal kecil bagi La Blanquirroja melakoni laga Brasil vs Peru pada lanjutan Copa America 2021. Modal lainnya tentu saja kemenangan 2-1 atas Ekuador pada laga terakhir. Itu memutus rentetan 8 laga tanpa kemenangan. Meskipun demikian, modal itu masih terlalu kecil untuk menaklukkan Seleccao yang kian solid.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Brasil vs Peru
Prediksi: Brasil vs Peru 87
TREN PERFORMA
Tren Performa Selecao vs La Blanquirroja
Prediksi: Brasil vs Peru 88
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Sepanjang sejarah, pertemuan Brasil vs Peru hanya 3 kali berakhir tanpa gol. Dua kali di antaranya pada pentas Copa America (1989 dan 1993).
  • Dalam 9 pertemuan terakhir, laga Brasil vs Peru tak pernah berakhir imbang (7 kali Selecao menang, 2 kali La Blanquirroja menang).
  • Pada pentas Copa America, 7 pertemuan terakhir kedua tim tak pernah berakhir imbang (6 kali Selecao menang, 1 kali La Blanquirroja menang).
  • Dalam 19 pertemuan dengan Selecao di Copa America, La Blanquirroja hanya 3 kali mencetak lebih dari 1 gol.
  • Selecao hanya kebobolan 3 gol dalam 10 kesempatan terakhir menghadapi La Blanquirroja pada ajang Copa America.
  • Richarlison mencetak gol dalam 2 dari 3 edisi terakhir pertemuan Selecao vs La Blanquirroja.
  • Selecao selalu menang dalam 8 laga terakhir.
  • Gawang tim asuhan Tite tak kebobolan dalam 5 pertandingan secara beruntun.
  • Neymar selalu mencetak gol dalam 3 pertandingan terakhir Selecao.
  • Sejak takluk 0-3 dari Belanda pada perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2014, Selecao tak pernah lagi kalah di kandang sendiri.
  • Peru memenangi laga terakhir. Sebelumnya, tim asuhan Ricardo Gareca tak pernah menang dalam 8 pertandingan beruntun (2 seri, 6 kalah).
  • La Blanquirroja tak clean sheet dalam 9 pertandingan terakhir.
PELATIH
  • Partai Brasil vs Peru pada lanjutan Copa America 2021 ini merupakan pertemuan ke-6 Adenor Leonardo Bacchi “Tite” dengan Ricardo Gareca.
  • Pertemuan Tite dengan Gareca tak pernah berakhir imbang (4 kali Tite menang, 1 kali Gareca menang).
  • Tim asuhan Tite selalu menang atas tim arahan Gareca dalam 2 pertandingan yang berlangsung di Brasil.
  • Tite hanya sekali kalah dari La Blanquirroja (4 menang, 0 seri).
  • Tim asuhan Tite selalu kebobolan dalam 3 pertemuan terakhir dengan La Blanquirroja.
  • Rekor Gareca vs Selecao: 2 menang, 0 seri, 6 kalah.
  • Dua kemenangan tim asuhan gareca atas Selecao diraih dengan skor 1-0.
WASIT
  • Pertandingan Brasil vs Peru pada matchday II fase grup Copa America ini akan diwasiti Patricio Loustau dari Argentina.
  • Ini kesempatan pertama Loustau memimpin pertemuan Selecao vs La Blanquirroja.
  • Loustau telah memimpin 4 laga pada ajang Copa America dengan 2 di antaranya imbang 0-0.
  • Hanya sekali tak ada tim yang clean sheet dalam 4 laga yang dipimpin Loustau di Copa America.
  • Selecao memenangi 4 laga terdahulu yang dipimpin Loustau dengan setidaknya mencetak 2 gol.
  • La Blanquirroja telah 3 kali diwasiti Loustau (1 menang, 1 seri, 1 kalah).
  • La Blanquirroja hanya sekali clean sheet dari 3 laga yang dipimpin wasit ini. Satu-satunya laga itu berakhir 0-0.
PEMAIN KUNCI

BRASIL

Top Scorer: Marquinhos, Neymar, Gabriel Barbosa (@1 Gol)
Top Assist: Neymar (1 Assist)
Top Rating:

PERU

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Statistik di Copa America 2021

BERITA KEDUA TIM
  • Brasil: Tite tak dipusingkan pemain yang harus absen karena berbagai hal untuk pertandingan Brasil vs Peru kali ini.
  • Peru: Ricardo Gareca tak memanggil beberapa pemain senior untuk Copa America kali ini. Di antaranya Raul Ruidiaz dan Jose Paolo Guerrero.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Brasil vs Peru
Prediksi: Brasil vs Peru 89

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Hasil Peru vs Argentina: Gonzalez Gemilang, Messi Tenggelam

gamespool
Hasil Peru vs Argentina: Gonzalez Gemilang, Messi Tenggelam 93

Football5Star.com, Indonesia – Tak sia-sia Lionel Scaloni memasang Nicolas Gonzalez sebagai trisula lini depan bersama Lionel Messi dan Lautaro Martinez. Pemain VfB Stuttgart itu tak mengecewakan dalam laga Peru vs Argentina pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu (18/11/2020). Dia membawa La Albiceleste menang 2-0.

Gonzalez membuka kemenangan timnas Argentina lewat golnya pada menit ke-17. Menerima umpan cut back Giovani Lo Celso, dia melepaskan tendangan keras kaki kiri ke tiang jauh yang melesak mulus di gawang Peru.

Gol Gonzalez melepaskan timnas Argentina dari tekanan. Sebelumnya, La Albiceleste lumayan kesulitan meladeni permainan keras dan cepat La Albirroja yang diasuh Ricardo Gareca.

Delapan menit sebelum gol itu terjadi, kubu Argentina sempat dibuat cemas. Pasalnya, Franco Armani menjatuhkan Christian Cueva di kotak penalti. Kaki kiper La Albiceleste itu terlihat menekel Cueva. Namun, setelah melihat monitor VAR, wasit tak memberikan penalti.

Setelah gol Gonzalez, permainan Argentina makin lepas. hasilnya, Lautaro Martinez menggandakan keunggulan pada menit ke-28. Menerima umpan terobosan Leoandro Paredes, penyerang Inter Milan itu lepas dari jebakan offside, melaju ke kotak penalti, lalu menaklukkan Gallese.

https://twitter.com/InterIsInMySoul/status/1328868390619017219

Hingga babak pertama usai, skor tetap 2-0 untuk Argentina meskipun kedua tim sama-sama tak mengendurkan serangan. Saat injury time laga La Albirroja vs La Albiceleste, Lionel Messi hampir menambah keunggulan La Albiceste. Namun, tendangannya di dalam kotak penalti mampu diblok pemain bertahan Peru.

Argentina Akhiri Kesialan di Peru

Memasuki babak kedua laga Peru vs Argentina, tuan rumah berusaha mencari gol. Dalam sepuluh menit awal, dua kali mereka sempat membuat kemelut lewat tendangan bebas, tapi tak satu pun yang mengancam gawang Franco Armani.

Argentina juga sempat membuat beberapa peluang. Salah satunya lewat Lucas Ocampos pada menit ke-59. Bebas berada di kotak penalti, pemain asal Sevilla itu melepaskan tembakan keras yang masih mampu dibendung Gallese.

Lionel Messi gagal mencetak gol dalam empat edisi Peru vs Argentina di kandang lawan.
Getty Images

Kemenangan ini sangat berarti bagi timnas Argentina. Performa apik Nicolas Gonzalez cs. mengakhiri kesialan dalam laga Peru vs Argentina di kandang lawan. Dalam 16 tahun, La Albiceleste tak pernah menang di markas La Albirroja. Kemenangan terakhir diraih pada 204 dengan skor 3-1.

Akan tetapi, laga Peru vs Argentina kali ini belum mengakhiri penantian Lionel Messi. La Pulga masih belum mampu mencetak gol di kandang La Albirroja. Padahal, dia sudah berusaha keras mengakhiri hal itu, terutama pada babak kedua.

Memasuki menit 60-an, dua kali Lionel Messi mampu berdansa di kotak penalti Peru. Namun, keduanya gagal berbuah gol. Salah satunya karena dijatuhkan lawan, tapi tak dinyatakan pelanggaran oleh wasit. Lalu, pada menit ke-77, tendangannya masih menyamping di sisi kanan gawang Gallese.

Susunan Pemain Peru vs Argentina:

Peru (4-2-3-1): 1-Pedro Gallese, 3-Aldo Crozo (17-Luis Advincula 71), 4-Anderson Santamatia, 2-Luis Abram, 6-Miguel Trauco, 19-Yoshimar Yotun (16-Horacio Calcaterra 88), 23-Pedro Aquino (14-Wilder Cartagena 88), 18-Andre Carrillo, 10-Christian Cueva (11-Raul Ruidiaz 81), 20-Edilson Flores (7-Andy Polo 70), 9-Gianluca Lapadula
Pelatih: Ricardo Gareca

Argentina (4-3-3): 1-Franco Armani, 4-Gonzalo Montiel, 2-Lucas Martinez Quarta, 19-Nicolas Otamendi, 3-Nicolas Tagliafico, 8-Rodrigo De Paul (18-Lucas Ocampos 57), 5-Leandro Paredes, 20-Giovani Lo Celso, 10-Lionel Messi, 22-Lautaro Martinez (7-Alejandro Gomez 89), 21-Nicolas Gonzalez (11-Angel Di Maria 72)
Pelatih: Lionel Scaloni

K. Kuning: Aquino 29, Trauco 34, Gallese 79 – Otamendi 60, Lo Celso 73, Ocampos 90
K. Merah:

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Cile vs Peru

cover chile vs peru
Prediksi: Cile vs Peru 101
GamesPools GIF
Prediksi: Cile vs Peru 102
PREDIKSI HASIL
SportsMole
Cile 1-2 Peru
Footballpredictions.com 
 Cile 2-1 Peru
Footballpredictions.net
Cile 2-1 Peru
FOOTBALL5STAR
Cile 2-1 Peru

Stadion Nasional Julio Martinez Pradanos, Sabtu (14/11/2020) Pukul 06.00 WIB (Mola TV)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL yang mempertemukan Cile vs Peru. Kedua tim sama-sama sedang dalam periode negatif.

Cile hanya meraih satu poin dari dua laga sebelumnya. Namun, Cile bermain melawan dua lawan sulit di kedua laga itu, Uruguay dan Kolombia. Kali ini Alexis Sanchez cs berhadapan melawan tim yang relatih lebih mudah dari dua laga sebelumnya dan seharusnya bisa meraih tiga poin perdana.

Sama seperti Cile, Peru juga hanya meraih satu poin dari dua laga. Namun saat ini, Peru memiliki amunisi baru, pemain Benevento kelahiran Italia, Gianluca Lapadula, yang baru saja sah menjadi warga negara Peru.

REKOR PERTEMUAN
Head to Head Chile vs Peru
Prediksi: Cile vs Peru 103
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Chile vs Peru
Prediksi: Cile vs Peru 104
GamesPools GIF
Prediksi: Cile vs Peru 105
STATISTIK MENARIK
  • Peru tak pernah menang di 5 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Peru menang dengan skor 3-0 di dua laga terakhirnya melawan Cile.
  • Cile hanya menang 2 kali dari 10 laga terakhirnya di semua kompetisi.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Reinaldo Rueda (Cile) dan Ricardo Gareca (Peru) sudah pernah bertemu dua kali.
  • Gareca berhasil memenangkan dua laga tersebut.
  • Rekor Rueda melawan Peru, 8 pertemuan, 3 menang 1 imbang, 4 kalah/.
  • Rekor Gareca melawan Cile, 5 pertemuan, 2 menang, 3 kalah.
WASIT
  • Laga Cile vs Peru akan dipimpin oleh wasit asal Uruguay, Esteban Ostojich.
PEMAIN KUNCI

Cile

Top Scorer: Alexis Sanchez (2 gol)
Top Assist: Charles Aranguiz (1 assist)

Peru

Top Scorer: Andre Carillo (3 gol)
Top Assist: Miguel Trauco (1 assist)

*Statistik Kualifikasi Piala Dunia 2022 berdasarkan Soccer Way

BERITA KEDUA TIM

Cile:
Peru: Carlos Caceda akumulasi.

PRAKIRAAN FORMASI
line up chili vs peru

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pemainnya Dipanggil ke Timnas Peru, Ini Tuntutan Filippo Inzaghi

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Filippo Inzaghi, memberikan sebuah tuntutan kepada Gianluca Lapadula yang baru saja menerima panggilan dari timnas Peru. Eks striker timnas Italia itu meminta gol dari pemainnya itu saat Benevento menghadapi Spezia, akhir pekan ini.

Akhir Oktober lalu, Gianluca Lapadula resmi dipanggil memperkuat timnas Peru oleh pelatih Ricardo Gareca. Striker berumur 30 tahun itu akan jadi harapan baru La Blanquirroja yang akan menghadapi Cile dan Argentina pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pemanggilan Lapadula ke timnas Peru disambut baik oleh Filippo Inzaghi. “Kami senang atas pemanggilan Lapadula oleh Peru. Saya senang dia mendapatkan kesempatan membela timnas sebagai pemain Benevento,” ujar sang pelatih seperti dikutip Football5Star.com dari El Bocon.

Gianluca Lapadula diharapkan Filippo Inzaghi cetak gol saat Benevento melawan Spezia.
tuttomercatoweb.com

Inzaghi dan Benevento patut bangga. Pasalnya, Lapadula jadi pemain keempat yang berstatus pemain timnas di skuat musim ini. Tiga pemain lainnya adalah Kamil Glik dari Polandia, Artur Ionita (Moldova), dan Bryan Dabo (Burkina Faso).

Meskipun demikian, Inzaghi tak urung memberikan sebuah tuntutan. “Selamat kepada dia. Kami harap dia dapat merayakannya dengan baik, yaitu dengan gol menentukan lawan Spezia,” ucap sang pelatih seperti dikutip Tuttomercatoweb.

Itu tantangan tersendiri. Pasalnya, dua gol terakhir Lapadula gagal membawa Benevento memetik poin. Golnya saat melawan AS Roma dan Hellas Verona sia-sia karena timnya menelan kekalahan.

Lapadula Sempat Tolak Bela Peru

Gianluca Lapadula dapat membela timnas Peru karena ibunya, Dona Blanca Aida, memang berasal dari negeri itu. Statusnya sebagai warga negara Peru pun sudah disahkan pada Oktober lalu. Hal itulah yang menjadi dasar pemanggilan dirinya oleh pelatih Ricardo Gareca.

Gianluca Lapadula menolak tawaran timnas Peru demi meloloskan Pescara ke Serie A pada 2016.
pescaracalcio.com

Bagi Gareca, kepastian Lapadula bergabung dengan La Blanquirroja adalah pencapaian tersendiri. Pasalnya, sudah cukup lama dirinya menginginkan sang striker. Dia bahkan sempat melakukan pendekatan secara khusus kepada jebolan akademi Juventus itu. Hal itu diakui sang pemain.

“Empat tahun lalu, Gareca menemuiku di Italia. Kami berbicara soal Copa America. Namun, itu berbenturan dengan jadwal play-off bersama Pescara. Aku merasa itu bukanlah waktu yang tepat untuk menerima panggilan ke timnas (Peru). Itu akan tak adil bagi Pescara,” urai Lapadula.

Pengorbanan Gianluca Lapadula tak sia-sia. Pasalnya, Pescara mampu memperoleh tiket promosi ke Serie A. Dia pun punya andil besar dengan mencetak gol pada dua leg melawan Novarra pada semifinal dan satu gol ke gawang Trapani pada leg I final play-off.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bek Timnas Peru Sebut Perilaku Neymar Seperti Badut

gamespool
Bek Timnas Peru Sebut Perilaku Neymar Seperti Badut 113

Football5Star.com, Indonesia – Bek timnas Peru dan Boca Juniors, Carlos Zambrano, mengecam perilaku Neymar dan menyebut penyerang Brasil itu sebagai “badut”. Zambrano menyebut bahwa Neymar selalu mencari pelanggaran ringan untuk mendapatkan tendangan bebas atau penalti.

Neymar mencetak hat-trick ketika Brasil mengalahkan Peru dengan skor 4-2 pada kualifkasi Piala Dunia zona CONMEBOL (14/10/20). Sedangkan Zambrano diusir pada menit terakhir pertandingan.

Cetak Hat-trick, Neymar Kalahkan Rekor Ronaldo
@CBF_Futebol

“Sejujurnya, Neymar adalah pemain hebat, salah satu yang terbaik di dunia. Tapi bagi saya dia badut sejati. Dia menyadari semua yang dia lakukan di lapangan, dia adalah pemain hebat tapi dia mencari pelanggaran sekecil apapun,” ucap Zambrano seperti dikutip Football5Star.com dari La banda del Chino.

Zambrano melanjutkan, “Di area penalti dia menjatuhkan dirinya sendiri empat atau lima kali untuk melihat apakah wasit akan menghadiahkan dia penalti dan pada akhirnya dia mencapai tujuannya, dengan dua penalti. Ini adalah Brasil dan dengan sentuhan mereka langsung melihat VAR. Apakah itu positif atau negatif, mereka tetap meninjau VAR karena itu adalah Brasil.”

Neymar sendiri berhasil menjadi top skorer kedua timnas Brasil sepanjang masa dengan hat-trick itu. Dia saat ini mencetak 64 gol, melewati 62 gol milik Ronaldo Nazario dan berjarak 14 gol lagi untuk mengalahkan rekor gol Pele 77 gol.

Hat-trick itu juga merupakan hat-trick keempat Neymar untuk timnas Brasil. Namun itu adalah hat-trick pertamanya di laga kompetitif.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Peru vs Brasil: Hat-trick Neymar Buat Selecao Berpesta

gamespool
Hasil Peru vs Brasil: Hat-trick Neymar Buat Selecao Berpesta 118

Football5Star.com, Indonesia – Neymar jadi pahlawan timnas Brasil pada lawatan ke kandang timnas Peru, Rabu (14/10/2020). Dia membuat hat-trick dalam laga Peru vs Brasil pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 tersebut. Selecao pun menang 4-2.

Tuan rumah mampu unggul terlebih dahulu saat pertandingan pada menit ke-6. Andre Carrillo menjebol gawang Brasil setelah menyambar bola yang dibuang Marquinhos. Datang dari lini kedua, di melepaskan tendangan first time dari luar kotak penalti yang tak mampu diselamatkan Weverton.

Hanya berselang 6 menit dari gol Carrillo, cerita pahit Marquinhos pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 tersebut berlanjut. Rekan seklub Neymar di Paris Saint-Germain itu ditarik keluar dari lapangan oleh pelatih Adenor Leonardo Bacchi “Tite”. Dia digantikan oleh Rodrigo Caio.

Andre Carrillo sempat membuat Peru unggul atas Brasil saat laga baru berjalan 6 menit.
Getty Images

Selecao harus menanti 22 menit untuk menyamakan kedudukan. Pelanggaran Yoshimar Yotun terhadap Neymar di kotak penalti membuahkan penalti. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Neymar menaklukkan Pedro Gallese dengan tendangan penalti lemah ke pojok kanan bawah gawang.

Dua menit kemudian, Neymar kembali menjebol gawang Peru. Namun, keunggulan timnas Brasil dibatalkan wasit. Pasalnya, gol itu diawali oleh pergerakan Richarlison dalam posisi offside.

Meskipun lebih menguasai permainan dan melakukan tekanan berat ke pertahanan La Blanquirroja, Selecao gagal menambah gol hingga wasit mengakhiri babak pertama. Pada menit ke-41, Roberto Firmino mendapatkan peluang emas. Namun, sundulannya menyambut umpan lambung Renan Lodi hanya menyamping di gawang Peru.

Peru Selalu Kepayahan Jamu Brasil

Memasuki babak kedua Peru vs Brasil, sang tuan rumah kembali unggul cepat. Kali ini, Renato Tapia yang menaklukkan Weverton lewat tendangan mendatar dari jarak jauh yang berbelok karena membentur pemain yang berkerumun di kotak penalti. Sang kiper pun terkecoh.

Akan tetapi, laga Peru vs Brasil kembali imbang saat memasuki menit ke-64. Menyambut umpan lambung, Roberto Firmino mengarahkan bola dengan sundulannya ke tiang jauh. Richarlison lantas mendorongnya ke gawang Gallese.

Sundulan Roberto Firmino jadi assist bagi gol Richarlison pada laga Peru vs Brasil.
Getty Images

Hanya 7 menit jelang laga usai, Brasil berbalik unggul. Neymar kembali mencetak gol. Lagi-lagi dari titik penalti setelah Carlos Zambrano melakukan pelanggaran di kotak penalti. Lagi-lagi pula eksekusi lemahnya mengelabui Gallese.

Pada injury time, Neymar mencetak gol ketiganya. Dia menyambar tendangan Everton yang sempat membentur tiang gawang sebelah kanan. Hat-trick sang bintang membuat Brasil menutup laga dengan kemenangan 4-2.

Hasil pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 ini melanjutkan tradisi laga Peru vs Brasil. Dalam 11 kesempatan sebelumnya menjamu Brasil, timnas Peru tak menang. Kemenangan terakhir dan satu-satunya dibukukan pada Copa America 1953. Kala itu, mereka menang 1-0.

Susunan Pemain Peru vs Brasil

Peru: 1-Pedro Gallese, 2-Luis Abram, 5-Carlos Zambrano, 6-Miguel Trauco, 17-Luis Advincula, 10-Jefferson Farfan (7-Andy Polo 90), 13-Renato Tapia (8-Cristian Cueva 90), 16-Christofer Gonzales (15-Miguel Araujo 90), 18-Andre Carrillo, 19-Yoshimar Yotun, 23-Pedro Aquino
Pelatih: Ricardo Gareca

Brasil: 12-Weverton, 2-Danilo, 3-Thiago Silva, 4-Marquinhos (14-Rodrigo Caio 12), 6-Renan Lodi (13-Alex Telles 69), 5-Casemiro, 8-Doulas Luiz, 11-Philippe Coutinho (16-Everton Ribeiro 71), 7-Richarlison, 10-Neymar, 20-Roberto Firmino (19-Everton 69)
Pelatih: Adenor Leonardo Bacchi “Tite”

K. Kuning: Tapia 37, Gonzales 54
K. Merah: Caceda 86, Zambrano 89

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Skuat Bertabur Bintang Brasil Keok dari Peru

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Brasil gagal menaklukan Peru dalam laga persahabatan yang berlangsung di L. A. Memorial Coliseum, Amerika Serikat, Rabu (11/9) pagi. Laga tersebut berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Peru.

Brasil belum mampu membobol gawang tim tamu sepanjang pertandingan babak pertama berlangsung. Meski menguasai pergerakan bola sebesar 63 persen, anak asuh Tite Leonardo Bacchi tetap gagal membobol gawang Pedro Gallese.

Sejumlah peluang yang tercipta pun masih belum mampu dimaksimalkan oleh Philippe Coutinho dkk. Peru bukan tanpa perlawanan, meski penguasaan bola jauh di bawah sang lawan dengan hanya 38 persen, anak asuh Ricardo Gareca tetap mengancam gawang Ederson Moraes beberapa kali.

Sepanjang babak pertama, tercatat Peru melepaskan lima tembakan. Hanya tertinggal dua bola dari Brasil yang catatkan tujuh tendangan. Dari keseluruhan tembakan, masing-masing tim catatkan satu yang mengarah ke gawang lawan.

Tite memasukkan Neymar pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-63, untuk penyegarang lini depan. Roberto Firmino pun ditarik keluar untuk memberi ruang kepada penyerang yang sepanjang musim panas diisukan pergi dari Paris Saint-Germain tersebut.

Brasil masih mendominasi penguasaan bola hingga mendekati akhir babak kedua. Pemain bertipikal menyerang seperti Vinicius Junior pun kembali dimasukkan untuk mengejar gol di sisa waktu pertandingan. Bukannya menambah gol, yang terjadi kemudian justru sebaliknya.

Peru berhasil mencuri gol pada menit ke-85 lewat Luis Abram setelah menerima umpan dari Yoshimar Yotun. Tragisnya bagi Seleccao, gol itu jadi yang pertama dan satu-satunya di pertandingan tersebut.

Susunan Pemain
Brasil (4-3-3): Ederson Moraes, Fagner, Alex Sandro, Marquinhos, Eder Militao, Allan, Casemiro (Fabinho 64′), Philippe Coutinho, David Neres (Paqueta 64′), Richarlison (Vinicius 74′), Roberto Firmino (Neymar 63′).
Pelatih: Adenor “Tite” Leonardo Bacchi

Peru (4-3-3): Pedro Gallese, Miguel Trauco, Luis Abram, Carlos Zambrano (Santamaria 69′), Luis Advíncula, Pedro Aquino Sánchez (Christofer Gonzales 69′), Yoshimar Yotún, Renato Tapia, Edison Flores (Carillo 72′), Gabriel Costa (Cueva 72′), Raúl Ruidíaz (Yordy Reina 46′).
Pelatih: Ricardo Gareca
Kartu Kuning: Pedro Aquino 45′.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ricardo Gareca Enggan Tangani Timnas Argentina

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Keberhasilan timnas Peru menembus final Copa America 2019 membuat Ricardo Gareca masuk bursa pelatih timnas Argentina. Namun, dia secara tegas mengungkapkan keengganannya. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers setelah final melawan timnas Brasil, Senin (8/7/2019) dini hari WIB.

“Saya orang Argentina. Saya mencintai negeri saya. Namun, saya memiliki kontrak dengan negara yang menawari saya segalanya, memberi saya segalanya. Saat ini, saya punya kontrak dan saya terbiasa menghormatinya,” ungkap Ricardo Gareca seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Trome.

Ricardo Gareca mengantar timnas Peru ke final Copa America 2019 meski kemudian dikalahkan timnas Brasil.
mlssoccer.com

Lebih jauh, peatih berumur 61 tahun itu tak mau memberikan angin surga. Dia tak berjanji akan mau menangani La Albiceleste dalam waktu dekat. “Saya dan tim punya komitmen kuat kepada Peru. Kontrak saya akan habis pada (20)21. (Namun) bila kami lolos (ke Piala Dunia 2022), sepertinya akan ada perpanjangan,” kata dia.

Ricardo Gareca menangani timnas Peru sejak 9 September 2015. Meskipun belum mampu mempersembahkan gelar juara, dia dinilai punya andil besar terhadap kemajuan yang dibuat La Blanquirroja. Sampai-sampai, oleh lembaga kependudukan Peru, dia diberi KTP negeri itu saat berhasil meloloskan Jose Paolo Guerrero dkk. ke final Copa America 2019.

Sebetulnya, karena masih terikat kontrak dengan timnas Peru, Ricardo Gareca tak masuk kandidat utama bidikan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) untuk menangani Lionel Messi cs. Sejauh ini, dua kandidat favorit adalah Marcelo Gallardo dan Gabriel Heinze. AFA diperkirakan akan menjatuhkan pilihan pada akhir 2019. Untuk sementara waktu, timnas Argentina akan tetap ditangani Lionel Scaloni.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Makna Gol Paolo Guerrero di Final Copa America 2019

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Peru gagal menjuarai Copa America 2019. Pada final yang berlangsung di Stadion Maracana, Senin (8/7/2019) dini hari WIB, La Blanquirroja kalah 1-3 dari sang tuan rumah, timnas Brasil. Meskipun demikian, catatan spesial dibuat sang kapten, Jose Paolo Guerrero.

Paolo Guerrero adalah pencetak gol tunggal pada pertandingan final Copa America 2019 tersebut. Dia menaklukkan Alisson Becker dari titik penalti pada menit ke-44. Ternyata, ada banyak fakta dan makna di balik gol tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan lima di antaranya.

1. Akhiri Clean Sheet Alisson

https://twitter.com/AlexSportsExtra/status/1147972594756460546

Gol penalti Jose Paolo Guerrero pada final Copa America 2019 membuat Alisson Becker gagal menyudahi turnamen dengan clean sheet. Sebelum dibobol mantan pemain Bayer Munich itu, gawang Alisson tak kebobolan dalam 494 menit.

Secara keseluruhan, gol tersebut juga menghentikan rekor apik mantan kiper AS Roma itu yang tak kebobolan dalam 9 laga beruntun bersama timnas Brasil dan Liverpool. Sebelum pada final Copa America 2019, Alisson kebobolan terakhir kala membela The Reds menghadapi Newcastle United pada pekan ke-37 Premier League.

2. Top Skorer Copa America 2019

Guerrero dan Everton jadi top skorer pada Copa America 2019.
elcomercio.pe

Tambahan satu gol pada final membuat Paolo Guerrero tampil sebagai top skorer. Total, dia mencetak tiga gol. Sebelumnya, dia menjejalkan satu gol ke gawang Bolivia pada fase grup dan satu gol pula ke gawang Cile pada semifinal.

Meskipun demikian, Guerrero gagal mendapatkan trofi pencetak gol terbanyak. Trofi itu digondol Everton Soares. Sebetulnya kedua pemain sama-sama mencetak tiga gol dan satu assist. Namun, sang winger Selecao punya menit bermain lebih sedikit sehingga rataan menit per golnya lebih baik.

3. Pemain Aktif Tersubur di Copa America

Jose Paolo Guerrero mengakhiri rangkaian clean sheet yang dibuat Alisson Becker.
libero.pe

Gol ke gawang timnas Brasil pada final Copa America 2019 merupakan gol ke-14 Jose Paolo Guerrero di Copa America. Itu menjadikan dia sebagai pemain aktif dengan koleksi gol terbanyak pada ajang ini. Dia unggul dua gol atas striker timnas Cile, Eduardo Vargas.

Kedua pemain sampat berada di posisi yang sama jelang semifinal yang kebetulan menautkan tim yang dibela oleh keduanya. Namun, sang kapten La Blanquirroja lantas unggul berkat golnya pada laga tersebut yang ditambah gol pada final. Adapun Vargas gagal mencetak gol pada semifinal dan perebutan tempat ketiga.

4. Bobol Semua Tim di Conmebol

Gol pada final Copa America 2019 punya arti sangat penting bagi Jose Paolo Guerrero. Gol itu membuat dia kini sudah menjebol gawang semua tim yang berada di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol).

Sebelum final Copa America 2019, eks penyerang Hamburger SV itu selalu gagal mencetak gol dalam enam kesempatan melawan timnas Brasil. Berkat keberhasilan pada final itu, dia sejajar dengan Zico, Arnoldo Iguaran, Agustin Delgado, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Edinson Cavani yang mencetak gol ke gawang semua tim dari Amerika Selatan.

5. Tiga Kali Tersubur

Keberhasilan menjadi pemain tersubur pada gelaran Copa America 2019 bukanlah kali pertama bagi Jose Paolo Guerrero. Sebelumnya, dia pernah dua kali merengkuh predikat tersebut. Pertama, pada 2011 dengan lima gol. Kedua, pada 2015 dengan koleksi empat gol.

Bila dicermati, Guerrero menjadi pemain tersubur dalam tiga edisi beruntun Copa America reguler, yakni di luar Copa America Centenario. Sepanjang sejarah, dialah orang pertama yang membukukan hal tersebut. Pedro Petrone juga memang menjadi pemain tersubur pada tiga edisi, tapi tak beruntun, yakni pada 1923, 1924, dan 1927.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Brasil Jaga Tradisi Juara Copa America di Kandang Sendiri

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Brasil berhasil mengklaim gelar Copa America mereka yang kesembilan tahun ini. Hasil itu didapat setelah Roberto Firmino dkk menyudahi perlawanan Peru dengan skor tipis 2-1, Senin (8/7) pagi di Estadio Jornalista Mário Filho atau Maracana.

Brasil langsung tancap gas sejak babak pertama bergulir. Mengandalkan lini serang yang memiliki kecepatan, Selecao langsung unggul ketika pertandingan bergulir 15 menit.

Penyeran Gremio, Everton Soares, langsung mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyambut umpan terukur dari Gabriel Jesus untuk menaklukan kiper Peru, Pedro Gallese.

Brasil vs Peru - Copa America 2019 - Football5star -

Tertinggal satu gol, Peru sempat bangkit dan berbalik menyerang. Hasilnya, anak asuh Ricardo Garce berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-44 lewat eksekusi penalti. Sebelum babak pertama selesai, Brasil kembali memimpin lewat Gabriel Jesus, semenit setelah Peru menyamakan kedudukan.

Pada babak kedua, Brasil harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-70. Penyebabnya adalah Gabriel Jesus harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu merah dari wasit.

Namun, hal itu tidak mempengaruhi penampilan Brasil yang tetap mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai. Bahkan, mereka kembali menambah gol lewat eksekusi penalti gelandang Everton, Richarlidon.

Keberhasilan ini sekaligus melanjutkan rekor tidak pernah gagal juara ketika menggelar Copa America di tanah sendiri. Sebelumnya Selecao menjadi juara pada edisi 1919, 1922, 1949, dan 1989.

Susunan Pemain

Brasil (4-2-3-1): Alisson Becker, Dani Alves, Marquinhos, Thiago Silva, Alex Sandro, Arthur, Casemiro, Gabriel Jesus, Everton Soares, Philippe Coutinho, Roberto Firmino.
Pelatih: Tite Adenor Bachi

Peru (4-2-3-1): Pedro Gallese, Miguel Trauco, Luis Advíncula, Luis Abram, Carlos Zambrano, Yoshimar Yotún, Renato Tapia, André Carrillo, Edison Flores, Christian Cueva, Paolo Guerrero.
Pelatih: Ricardo Gareca

Bawa La Blanquirroja ke Final, Ricardo Gareca Diberi KTP Peru

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah kejutan didapatkan Ricardo Gareca setelah membawa timnas Peru ke final Copa America 2019. Oleh badan yang mengurusi kependudukan di Peru, Registro Nacional de Identificación y Estado Civil (Reniec), pelatih asal Argentina itu diberi KTP Peru.

Hal tersebut dikabarkan secara luas oleh Reniec melalui akun Facebook. Dalam unggahan foto KTP sang pelatih itu disebutkan, hal tersebut dilakukan sebagai ucapan terima kasih atas keberhasilan membawa la Blanquirroja lolos ke final Copa America 2019.

https://www.facebook.com/RENIECPERU/photos/a.186515271404747/2374570129265906/?type=3&theater

“Dia memang buka orang Peru. Namun, kita telah menyaksikan cinta yang dirasakannya untuk negeri kita,” tulis pernyataan Reniec seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Trome. “Kita suda berada di final. Timnas Peru di bawah arahan Ricardo Gareca telah mewujdukan itu. Seluruh penduduk Peru mengucapkan terima kasih.”

Berdasarkan foto yang diunggah Reniec, KTP milik sang pelatih berlaku selama delapan tahun. Kartu identitas penduduk Peru itu akan habis masa berlakunya pada 3 Juli 2027. Sebelumnya, sebagai orang asing, pelatih berumur 61 tahun tersebut hanya mengantongi kartu pengenal sebagai warga asing yang tinggal di Peru.

Rasa terima kasih Reniec dan seluruh rakyat Peru kepada Ricardo Gareca sangat beralasan. Keberhasilan pada Copa America 2019 mengakhiri penantian 44 tahun. Kali terakhir La Blanquirroja menginjakkan kaki di final Copa America pada 1975.

Sebelumnya, tahun lalu, Ricardo Gareca juga membawa Jose Paolo Guerrero cs. lolos dari lubang jarum. Mereka memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia setelah mengalahkan Selandia Baru dengan agregat 2-0 pada play-off antarkonfederasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Everton Tak Mau Timnas Brasil Terlena Kemenangan di Fase Grup

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kewaspadaan tinggi diusung Everton Soares menatap final Copa America 2019 melawan timnas Peru. Dia menilai tim yang dihadapi timnas Brasil pada final nanti berbeda dari tim yang dikalahkan dengan telak pada fase grup.

Final Copa America 2019 memang jadi ulangan laga terakhir Grup A. Ketika itu, timnas Brasil menang telak 5-0 atas timnas Peru. Everton Soares mencetak satu gol, sementara empat gol lainnya dibuat oleh Casemiro, Roberto Firmino, Dani Alves, dan Willian. Tak heran bila tak sedikit orang menilai Selecao akan menang mudah lagi.

Meskipun demikian, winger milik Gremio itu tak mau terlena. Hal itu didasarkan pada pengamatan terhadap laga timnas Peru melawan timnas Cile. Secara mengejutkan, Jose Paolo Guerrero cs. menang 3-0 atas sang juara bertahan.

Everton Soares mencetak satu gol saat timnas Brasil menang 5-0 atas timnas Peru pada fase grup Copa America 2019.
trome.pe

“Aku terutama melihat cara main mereka. Aku menonton dan mengevaluasi permainan kemarin. Aku melihat sebuah tim yang mampu menguasai bola, dan sangat efektif dalam menyerang. Begitu mendapatkan peluang, mereka mampu menjadikannya gol,” ujar Everton Soares seperti dikutip Football5Star.com dari Globo Esporte.

Berdasarkan pengamatannya itu, pemain yang mulai dilirik klub-klub Eropa tersebut menilai timnas Brasil akan menghadapi tantangan besar. Dia yakin, mereka harus bekerja keras untuk memenangi laga final Copa America 2019 nanti.

Secara khusus, Everton Soares mewaspadai keberadaan striker Paolo Guerrero yang beberapa tahun terakhir berkiprah di Liga Brasil. Dalam pandangannya, meskipun sudah berumur, eks pemain Bayern Munich itu tetap berbahaya.

“Guerrero adalah pemain hebat. Aku sudah menghadapi dia beberapa kali sehingga tahu persis betapa sulitnya menghentikan dia,” kata Everton Soares lagi. “Dia itu seorang pemain berteknik tinggi dengan kemampuan menjaga bola sangat apik. Kuharap dia tak mendapatkan hari yang indah pada final nanti.”

Final Copa America 2019 yang mempertemukan timnas Brasil dengan timnas peru akan berlangsung di Stadion Maracana pada Senin (8/7/2019) dini hari WIB. Bagi Everton Soares, ini akan jadi final pertamanya bersama Selecao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dihujat Habis-habisan, Kiper Timnas Cile Hapus Akun Instagram

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan timnas Cile dari timnas Peru pada semifinal Copa America 2019 berbuntut tak mengenakkan bagi kiper Gabriel Arias. Dinilai tampil buruk, dia dirisak di media sosial. Sampai-sampai, dia harus menutup akun Instagram-nya.

Seperti dikabarkan El Dinamo, Gabriel Arias mendapatkan hujan bertubi-tubi setelah dijadikan kambing hitam kekalahan timnas Cile dari timnas Peru pada semifinal Copa America 2019. Secara pribadi, dia tak memedulikan semua hujatan itu. Namun, karena berpengaruh terhadap keluarganya, dia memutuskan untuk menutup akun di Instagram.

Awalnya, Gabriel Arias hanya mengaktifkan opsi “private” pada Kamis (4/7/2019). Namun, dia kemudian berubah pikiran dengan menghapus akunnya itu secara permanen.

Gabriel Arias coba menutup pergerakan Andre Carrillo saat timnas Cile menghadapi timnas Peru pada semifinal Copa America 2019.
latercera.com

Kiper yang beristrikan orang Argentina itu mengaku selama ini kurang dicintai para pendukung La Roja. Dia sempat mengungkapkan hal itu setelah kemenangan dramatis atas timnas Kolombia pada perempat final lewat adu penalti.

“Aku menerima banyak hujatan dan semacamnya melalui media sosial. Sungguh mengganggu karena hal yang diserang bersifat personal, keluargaku dan orang-orang di sekitarku. Itu sungguh mengganggu mereka,” ujar Gabriel Arias seperti dikutip Football5Star.com dari El Dinamo.

Gabriel Arias mendapatkan hujatan karena tiga gol yang bersarang di gawang timnas Cile saat melawan timnas Peru pada semifinal Copa America 2019, Kamis (4/7/2019) pagi WIB. Dia membuat kesalahan fatal pada gol kedua lawan yang dicetak Yoshimar Yotun.

Kiper timnas Cile itu keluar dari kotak penalti untuk menghalau laju Andre Carrillo yang menyerang di sisi kiri pertahanan La Roja. Sial bagi dia, bola lantas dikirim Carrillo kepada Yotun yang meneruskannya dengan tendangan mendatar ke gawang sementara sang kiper telat kembali ke sana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cetak Gol, Pemain Timnas Peru Wujudkan Ramalan Sang Ibu

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Peru akhirnya lolos ke final Copa America 2019. Pada semifinal yang berlangsung di Arena Fonte Nova, Kamis (4/7/2019) pagi WIB, tim asuhan Ricardo Gareca menang 3-0 atas ang juara bertahan, timnas Cile, berkat gol-gol Edsion Flores, Yoshimar Yotun, dan Jose Paolo Guerrero.

Khusus gol yang dibuat Yoshimar Yotun, ada kisah tersendiri. Keberhasilan sang gelandang menjebol gawang La Roja yang dikawal Gabriel Arias ternyata menjadi pembuktian dari ramalan sang ibunda.

Sebelum timnas Peru menghadapi timnas Cile, ibunda pemain berumur 29 tahun diwawancarai oleh Stasiun Radio RPP. Dalam wawancara itulah dia memberikan ramalan terkait kiprah la Blanquirroja pada laga semifinal tersebut.

Yoshimar Yotun merayakan gol yang dicetaknya saat timnas Peru mengalahkan timnas Cile pada semifinal Copa America 2019.
pasionfutbol.com

Bukan hanya soal Yoshimar Yotun, sang ibunda juga ternyata memprediksi tepat gol dari sang kapten, Jose Paolo Guerrero. “Kami akan menang 2-1. Gol-gol akan dibuat oleh Paolo dan Yotun,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari El Bocon.

Sang ibu juga mengaku terus berkomunikasi dengan Yoshimar Yotun. Dia tak henti memberikan semangat dan menyuntikkan kepercayaan diri agar mampu tampil baik dan meraih hasil positif bagi pasukan Ricardo Gareca. Hal itu dilakukan lewat telepon. “Kemarin, saya berbicara dengan dia. Dia sangat tenang. Bukan hanya dia, semua pemain juga begitu,” tutur dia.

Dalam pertandingan semifinal Copa America 2019 melawan timnas Cile, Yoshimar Yotun mencetak gol kedua pada menit ke-38 setelah menerima umpan dari Andre Carrillo. Tembakan mendatarnya dari luar kotak penalti melesak mulus karena Arias sudah di luar posisi setelah coba merebut bola dari Carrillo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Brasil vs Peru di Final Copa America 2019, Inilah Hadiah bagi Sang Juara

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Brasil sudah memastikan satu tempat pada final Copa America 2019. Kepastian itu didapatkan dengan kemenangan 2-0 atas timnas Argentina pada semifinal yang berlangsung pada Rabu (3/7/2019) pagi WIB.

Pada final nanti, timnas Brasil akan menghadapi timnas Peru. Pada Kamis (4/7/2019) pagi WIB, La Blanquirroja menang 3-0 atas timans Cile. Partai final nanti akan jadi kesempatan revans bagi timnas Peru. Pasalnya, mereka dibantai lima gol tanpa balas oleh timnas Brasil pada fase grup. jangan lupa, ada hadiah jutaan dolar AS yang juga menanti di sana.

Timnas Peru akan menantang timnas Brasil pada final Copa America 2019.
trome.pe

Untuk gelaran Copa America 2019, total hadiah yang dapat diraih tim juara adalah sebesar 13,5 juta dolar AS. Rinciannya, 4 juta dolar AS untuk partisipasi pada fase grup, 2 juta dolar AS untuk kelolosan ke perempat final, dan 7,5 juta euro sebagai juara.

Seperti dirilis Diario Trome, Conmebol menyediakan hadiah 7,5 juta dolar AS untuk juara, 5 juta dolar AS untuk runner-up, 4 juta dolar AS untuk peringkat ketiga, dan 3 juta dolar AS bagi tim peringkat keempat. Selain itu, setiap tim peserta mendapatkan 4 juta dolar AS, sedangkan yang lolos ke perempat final memperoleh tambahan 2 juta dolar AS.

Jumlah tersebut naik dari gelaran sebelumnya, Copa America Centenario 2016. Kala itu, timnas Cile yang juara hanya menerima 6,5 juta dolar AS. Sementara itu,timnas Argentina sebagai runner-up membawa pulang uang 3,5 juta dolar AS. Adapun peringkat ketiga dan keempat memperoleh 3 juta dolar AS dan 2,5 juta dolar AS.

Jika ditotal, jumlah uang yang dianggarkan Conmebol untuk hadiah dan uang partisipasi pada Copa America 2019 di Brasil mencapai 78,5 juta dolar AS. Jumlah tersebut lebih besar dari yang sempat dijanjikan Presiden Conmebol Alejandro Dominguez. Pada April lalu, dia menyebut total hadiah yang disiapkan mencapai 67,5 juta dolar AS.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Uruguay Disingkirkan Peru, Diego Godin Sangat Terpukul

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Diego Godin sangat terpukul oleh kekalahan yang dialami timnas Uruguay saat melawan timnas Peru pada perempat final Copa America 2019, Minggu (30/6/2019) dini hari WIB. Dia menilai kekalahan itu sangat mengejutkan dan di luar perkiraan.

Lolos ke perempat final Copa America 2019 sebagai juara Grup C berkat kemenangan 1-0 atas sang juara bertahan, Cile, pada laga pamungkas fase grup, Uruguay memang lebih diunggulkan. Apalagi Peru yang menjadi lawan mereka dihajar 0-5 oleh Brasil pada laga terakhir di Grup A. Namun, tim asuhan Oscar Tabarez justru bertekuk lutut, kalah lewat adu penalti.

Kegagalan Edinson Cavani cs mengonversi peluang menjadi gol dinilai Diego Godin jadi faktor utama kekalahan timnas Uruguay dari Peru.
trome.pe

“Kami sangat sedih dan merasa sangat pahit. Kami punya antusiasme luar biasa dan hasrat besar untuk lolos. Namun, kami tak mampu mewujudkannya,” ujar Diego Godin selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari El Bocon. “Kami sesungguhnya punya harapan luar biasa besar.”

Secara khusus, bek yang musim depan akan berkostum Inter Milan itu menyoroti penyelesaian akhir yang buruk. Menurut dia, itulah yang jadi sebab kegagalan timnas Uruguay menaklukkan Peru. Faktanya, dari 43 serangan berbahaya yang mereka lakukan, hanya ada 12 tembakan yang dihasilkan dan tiga saja yang mengarah ke gawang Pedro Gallese.

“Satu-satunya yang hilang adalah gol. Kami sudah berusaha keras membuatnya, tapi tak berbuah,” ucap Diego Godin lagi seraya menunjuk tiga gol yang dianulir wasit atas rekomendasi VAR. Dua di antaranya karena offside.

Sementara itu, soal adu penalti, Diego Godin mengakui kehebatan para eksekutor timnas Peru. Dari lima eksekusi, semuanya sukses menaklukkan kiper Fernando Muslera. Sebaliknya, di kubu timnas Uruguay, Luis Suarez yang jadi eksekutor pertama justru gagal menaklukkan Gallese.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]