Piala Emas 2021: Mimpi Qatar Dihancurkan Gyasi Zardes

gamespool
Piala Emas 2021: Mimpi Qatar Dihancurkan Gyasi Zardes 4

Football5star.com, Indonesia – Mimpi Qatar untuk melaju ke laga final Piala Emas 2021 diakhiri oleh tim tuan rumah, Amerika Serikat, pada Jumat (30/7) pagi WIB. Laga semifinal Piala Emas antara Qatar vs Amerika Serikat berakhir dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Gyasi Zardes.

Kedua tim mengawali pertandingan dengan inisiatif menyerang. Baik Qatar maupun Amerika Serikat sama-sama mendapat peluang yang belum membuahkan hasil dalam 15 menit pertama pertandingan.

Memasuki menit ke-20, Qatar mulai mengontrol jalannya tempo pertandingan. Dimotori Akram Afif dan Almoez Ali, skuat besutan Felix Sanchez berhasil merepotkan barisan pertahanan Amerika Serikat.

Di 10 menit terakhir paruh pertama, Amerika Serikat berusaha menandingi intensitas serangan Qatar. Akan tetapi, Matthew Hoppe cs kesulitan menciptakan peluang berarti dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Qatar vs Amerika Serikat - Piala Emas 2021 - @USMNT
twitter.com/USMNT

Selepas turun minum, Qatar kembali membombardir lini belakang Amerika Serikat. Pada menit ke-61, Qatar mendapat peluang emas setelah Akram Afif dijatuhkan James Sands di kotak terlarang.

Namun, Qatar gagal membuka keunggulan karena eksekusi penalti Hassan Al-Haydos melambung di atas gawang kawalan Matt Turner. Kegagalan penalti Qatar langsung membakar semangat para penggawa Amerika Serikat. The Stars and Stripes langsung keluar menyerang dan mulai menciptakan beberapa peluang.

Pada menit ke-85, Amerika Serikat akhirnya berhasil membuka keunggulan lewat sontekan pemain pengganti, Gyasi Zardes. Skor 1-0 bertahan hingga wasit asal Kosta Rika, Juan Gabriel Calderon, membubarkan pertandingan.

Kemenangan ini membuat Amerika Serikat menjadi tim pertama yang sukses mengamankan tempat di partai puncak Piala Emas 2021. Ini merupakan kali ke-13 The Stars and Stripes melaju ke laga final Piala Emas.

SUSUNAN PEMAIN QATAR VS AMERIKA SERIKAT:

Qatar: 22-Meshaal Barsham; 2-Ro-Ro, 15-Bassam Al-Rawi, 16-Boualem Khoukhi, 3-Abdelkarim Hassan, 14-Homam Ahmed; 10-Hassan Al-Haydos (20-Abdullah Al-Ahrak 72′), 12-Karim Boudiaf, 6-Abdulaziz Hatem (7-Ahmed Alaaeldin 88′); 19-Almoez Ali, 11-Akram Afif (9-Mohammed Muntari 77′)

Pelatih: Felix Sanchez

Amerika Serikat: 1-Matt Turner; 20-Shaquell Moore (2-Reggie Cannon 63′), 16-James Sands, 12-Miles Robinson, 3-Sam Vines; 6-Gianluca Busio (10-Cristian Roldan 63′), 23-Kellyn Acosta, 17-Sebastian Lletget; 7-Paul Arriola (19-Eryk Williamson 81′), 11-Daryl Dike (9-Gyasi Zardes 63′), 13-Matthew Hoppe (8-Nicholas Gioacchini 81′)

Pelatih: Gerard Berhalter

Kartu Kuning: Boudiaf 40′ – Moore 62′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jejak Tim Undangan pada Semifinal Piala Emas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuat kejutan besar pada Piala Emas 2021. Datang sebagai tim undangan, Al-Annabi mampu menembus semifinal setelah mengalahkan El Salvador pada perempat final dengan skor 3-2. Selain lolos ke semifinal Piala Emas, tim asuhan Felix Sanchez juga tampi mengesankan.

Meskipun demikian, kelolosan Qatar ke semifinal bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tim undangan menembus 4 besar bukanlah hal baru. Sebelumnya, beberapa tim berstatus undangan juga mampu melakukan hal serupa. Bahkan, bisa dikatakan, lolos ke semifinal adalah tradisi bagi tim-tim dengan status itu.

Duel semifinal sesama tim undangan terjadi pada Piala Emas 2000 ketika Peru melawan Kolombia.
Getty Images

Sebelum Qatar pada edisi kali ini, sudah ada enam tim undangan yang meramaikan pentas Piala Emas. Mereka adalah Brasil, Kolombia, Peru, Korea Selatan, Ekuador, dan Afrika Selatan. Dari keenam tim itu, hanya Ekuador dan Afrika Selatan yang gagal menembus semifinal. Brasil malah tiga kali lolos ke babak 4 besar Piala Emas.

Lalu, bagaimana rekam jejak tim undangan saat berlaga pada semifinal? Ternyata tidak bagus. Dari empat tim, hanya Brasil dan Kolombia yang mampu lolos ke final. Dua tim lainnya, yaitu Peru dan Korsel, kandas pada babak ini. Pada Piala Emas 2000, Peru disingkirkan Kolombia, sedangkan Korsel disisihkan Kosta Rika pada 2002.

Brasil Tim Undangan Tersukses

Dari tim-tim undangan yang pernah mewarnai Piala Emas, Brasil adalah yang tersukses. Tiga kali berpartisipasi pada 1996, 1998, dan 2003, Selecao selalu mampu lolos ke semifinal. Dari tiga kesempatan itu, mereka juga dua kali lolos ke final. Hanya pada 1998 mereka gagal karena dikalahkan Amerika Serikat.

Berbeda dengan Brasil, Kolombia hanya dua kali lolos ke semifinal Piala Emas dalam tiga partisipasi. Mereka melakukannya pada 2000 dan 2005. Adapun pada 2003, Los Cafeteros tersisih pada perempat final setelah dikalahkan Brasil. Dari dua kesempatan lolos ke final, Los Cafeteros hanya melaju ke final pada 2000 dengan mengalahkan Peru.

Timnas Brasil selalu masuk semifinal Piala Emas dalam 3 kesempatan jadi tim undangan.
Getty Images

Meskipun demikian, tak satu pun dari Brasil dan Kolombia yang kemudian tampil sebagai juara. Pada Piala Emas 1996, Brasil takluk 0-2 dari Meksiko. Empat tahun berselang, Kolombia kalah dengan skor yang sama dari Kanada. Adapun Brasil pada 2003 kembali takluk dari Meksiko. Kali ini dengan skor 1-0 lewat golden goal Daniel Osorno.

Ini tentu saja jadi tantangan tersendiri bagi timnas Qatar yang lolos ke semifinal Piala Emas 2021. Mereka dituntut bisa menyamai atau bahkan melebihi jejak Brasil dan Kolombia. Namun, misi itu dipastikan sulit karena Al-Annabi harus menghadapi timnas AS yang sepanjang sejarah hanya sekali kalah pada babak 4 besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bisa Apa Timnas Qatar Hadapi Timnas AS di Semifinal Piala Emas 2021?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar akan menjalani semifinal Piala Emas 2021, akhir pekan nanti. Al-Annabi akan menghadapi timnas AS di Stadion Q2, Jumat (31/7/2021) pukul 06.30 WIB. Mereka akan melampaui jejak Korea Selatan pada 2002 andai mampu lolos ke final. Pertanyaannya, mampukah mereka menaklukkan The Yanks?

Tak bisa disangkal, menghadapi AS adalah tantangan berat bagi Qatar. The Yanks adalah salah satu tim terkuat di Amerika Utara dan Tengah. Lalu, sejak 2005, hanya sekali The Yanks gagal lolos ke final. Itu terjadi pada Piala Emas 2015. Ketika itu, mereka takluk 1-2 dari Jamaika pada semifinal.

Dari segi prestasi, Qatar jelas tertinggal jauh. Juara Piala Asia 2019 adalah satu-satunya prestasi Al-Annabi. Sebelumnya, jangankah juara, sekadar lolos ke semifinal pun mereka tak pernah. Capaian terbaik mereka adalah menembus perempat final pada 2011.

Almoez Ali masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Emas 2021.
Getty Images

Meskipun demikian, bukan berarti Qatar tak punya kans untuk mengalahkan AS pada semifinal Piala Emas 2021 nanti. Tim asuhan Felix Sanchez Bas punya cukup modal untuk membuat kejutan besar. Modal utama mereka tentu saja lini depan yang apik. Dari empat semifinal, merekalah tim tertajam dengan torehan 12 gol.

Dalam empat pertandingan dari fase grup hingga perempat final, Al-Annabi selalu mencetak setidaknya 2 gol. Striker Al-Annabi, Almoez Ali, juga sekarang berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak. Striker Al Duhail itu telah mengemas 4 gol. Dua di antaranya dicetak ke gawang El Salvador pada perempat final lalu.

Ali juga merupakan salah satu pemain dengan kontribusi terbaik pada Piala Emas 2021. Dia total berkontribusi pada 5 gol timnya. Selain mencetak 4 gol, dia juga membuat 1 assist. Itu sama dengan rekannya di lini depan, Akram Aziz. Bedanya, Aziz membuat 2 gol dan 3 assist bagi timnas Qatar.

Timnas Qatar Hanya kalah dari Meksiko

Abdulaziz Hatem jadi senjata rahasia Qatar dari lini kedua.
Getty Images

Di Piala Emas 2021, statistik penyerangan timnas Qatar hanya kalah dari Meksiko. Di antaranya dalam jumlah tembakan akurat dan penciptaan peluang emas. Al-Annabi melepaskan 6,5 tembakan akurat per laga, sedangkan El Tri melepaskan 6,8 tembakan akurat per laga.

Lalu, dalam empat pertandingan, Qatar membukukan 13 peluang emas. Itu hanya terpaut 2 peluang emas dari yang dibukukan Meksiko. hal serupa juag terlihat pada kegagalan menciptakan peluang emas. Al-Annabi melewatkan 10 peluang, sedangkan El Tri melewatkan 12 peluang.

Modal lain Qatar adalah ketajaman lini kedua. Mereka punya gelandang Abdulaziz Hatem yang telah mencetak 3 gol. Gol-gol itu pun dicetak pada tiga pertandingan beruntun, yakni menghadapi Grenada, Honduras, dan El Salvador. Di daftar pencetak gol terbanyak, hanya ada satu gelandang lain yang mencetak 3 gol, yakni Stephen Eustaquio (Kanada).

Keberadaan Hatem membuat Qatar punya opsi lain ketika Ali kesulitan membobol gawang lawan. Apalagi, mereka juga punya para pemberi umpan apik. Selain Akram Aziz, masih ada bek kanan eksplosif, Pedro Miguel. Jika Afif sudah membuat 3 assist, Miguel sudah membukukan 2 assist.

Akram Afif Harus Bangkit

Akram Afif harus tampil dalam performa terbaik saat timnas Qatar melawan AS pada semifinal Piala Emas 2021.
concacaf.com

Satu hal yang jadi masalah bagi timnas Qatar jelang semifinal Piala Emas 2021 adalah penurunan performa Akram Afif. Pada laga lawan El Salvador, dia memang berkontribusi besar pada gol pertama Al-Annabi yang dicetak Ali pada menit ke-2. Namun, setelah itu, penampilannya menurun. Sering kali dia gagal menguasai bola dengan baik.

Melawan timnas AS yang punya pertahanan apik, Qatar tentu saja membutuhkan performa prima Afif. Tak bisa disangkal, dialah lokomotif serangan Al-Annabi. Kemampuannya menjemput bola, melewati lawan, dan melepaskan umpan-umpan akurat ke depan jadi senjata utama tim asuhan Sanchez.

Statistik membuktikan peran besar Afif bagi Qatar pada perhelatan Piala Emas 2021. Selain memimpin dalam perolehan assist, pemain berumur 24 tahun itu juga memuncaki daftar pembuat umpan kunci per laga dan pembuat peluang emas terbanyak. Dia rata-rata membuat 4,5 umpan kunci dan sudah menciptakan 5 peluang emas.

Pada semifinal Piala Emas 2021, kontribusi besar Akram Afif sangat dibutuhkan Qatar. Pemain Al Sadd itu harus tampil seperti saat lawan Grenada dan Honduras. Ketika itu, dia tampil luar biasa dan menjadi bintang lapangan. Dia akan sangat menentukan dalam membongkar pertahanan The Yanks yang baru kebobolan 1 gol. Andai kembali jeblok, sulit bagi Al-Annabi meneruskan kejutan di Piala Emas 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Semifinal Piala Emas 2021: Qatar vs AS, Meksiko vs Kanada

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran Piala Emas 2021 telah menyelesaikan babak perempat final. Timnas Qatar, Meksiko, Kanada, dan AS melaju setelah mengalahkan lawan masing-masing. Adapun dua laga pada semifinal Piala Emas 2021 adalah Qatar vs AS dan Meksiko vs Kanada.

Laga Qatar vs AS pada semifinal Piala Emas 2021 akan jadi catatan sejarah tersendiri. Ini merupakan kali pertama Al-Annabi bertemu The Yanks. Hal yang menarik kedua tim lolos dengan keunggulan margin 1 gol atas lawan masing-masing pada perempat final. Qatar menaklukkan El Salvador 3-2, sedangkan AS menang atas Jamaika 1-0.

Menilik hasil perempat final, pertarungan Qatar vs AS akan menjanjikan partai seru. Apalagi, kedua tim memiliki status istimewa. Al-Annabi adalah tim undangan yang tampil sensasional. Tim asuhan Felix Sanchez hingga perempat final tercatat sebagai tim tersubur dengan torehan 12 gol. Dalam 4 laga, mereka selalu mencetak setidaknya 2 gol.

Adapun timnas AS adalah tim yang dalam dua gelaran sebelumnya selalu menembus final. Bedanya, The Yanks juara pada Piala Emas 2017, tapi hanya runner-up pada gelaran dua tahun berikutnya. Selain finalis dua gelaran sebelumnya, AS juga tuan rumah Piala Emas kali ini.

Menanti Kejutan Dua Kuda Hitam

Menilik kiprah apik timnas Qatar, kejutan mungkin saja tercipa pada semifinal Piala Emas 2021. Selain tak diperkuat para bintang yang main di klub-klub teras Eropa, timnas AS juga tak meyakinkan. Dalam 4 laga, The Yanks tercatat tiga kali menang dengan skor 1-0. Satu-satunya kemenangan besar dituai saat melawan Martinik dengan skor 6-1.

Kejutan juga patut diharapkan hadir dari timnas Kanada yang akhirnya kembali mencicipi semifinal Piala Emas setelah selalu gagal dalam 6 gelaran beruntun dari 2009 hingga 2019. Tim asuhan John Herdman pun tampil cukup meyakinkan. Sebelum kalah 0-1 dari AS pada matchday III, mereka menang 4-1 atas Martinik dan Haiti. Pada perempat final, mereka pun sanggup menaklukkan Kosta Rika dengan skor 2-0.

Langkah luar biasa timnas Qatar akan diuji timnas AS pada semifinal Piala Emas 2021.
Getty Images

Akan tetapi, untuk membuat kejutan, The Canucks harus melawan sejarah. Bukan apa-apa, mereka sangat inferior terhadap sang lawan para semifinal Piala Emas 2021, timnas Meksiko. Dalam 11 pertemuan terdahulu, mereka hanya 1 kali menang. Sisanya, 2 kali imbang dan 8 kali kalah. Mereka tak menang dalam 9 pertemuan terakhir. Pada Piala Emas 2019, The Canuks juga kalah 1-3 dari El Tri.

Meksiko pun sudah menunjukkan performa apik pada gelaran Piala Emas 2021. Tampil sebagai juara bertahan, tim asuhan Gerard Martino punya satu keistimewaan. El Tri adalah satu-satunya tim yang belum kebobolan. Setelah imbang 0-0 dengan Trinidad & Tobago, mereka menang 3-0 atas Guatemala, 1-0 atas El Salvador, dan 3-0 atas Honduras.

Jadwal Semifinal Piala Emas 2021 (Jumat, 30 Juli 2021)

Qatar vs AS (Stadion At&T, Houston, pukul 06.30 WIB)
Meksiko vs Kanada (Stadion State Farm, Austin, pukul 09.00 WIB)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Perempat Final Piala Emas 2021: Sang Tamu dan 3 Jagoan Amerika Utara Melaju

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Babak perempat final Piala Emas 2021 jadi ajang unjuk gigi tim-tim dari Amerika Utara. Timnas Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat melaju ke semifinal setelah mengalahkan lawan masing-masing. Mereka ditemani timnas Qatar yang berstatus tim undangan.

Qatar jadi tim pertama yang memastikan lolos ke semifinal. Pada perempat final Piala Emas 2021 di Stadion Farm State, Florida, Al-Annabi menang 3-2 atas El Salvador, Minggu (25/7/2021) pagi WIB. Tim asuhan Felix Sanchez bahkan lebih dulu unggul 3-0 saat laga berjalan 55 menit.

Kejutan timnas Qatar terus berlanjut dengan melewati El Salvador pada perempat final Piala Emas 2021.
Getty Images

Kesuksesan Qatar menembus semifinal Piala Emas 2021 jadi catatan tersendiri. Sebagai tim undangan dari Asia, mereka menyamai langkah Korea Selatan pada 2002. Ketika itu pun, Taeguk Warriors mampu menembus 4 besar. Namun, lantas gagal ke final karena kalah 1-3 dari Kosta Rika.

Di stadion yang sama, Meksiko menyusul Qatar ke semifinal. Tim asuhan Gerardo Martino secara meyakinkan menang 3-0 atas Honduras. Ketiga gol El Tri tercipta pada babak pertama. Ini meneruskan tradisi El Tri lolos ke 4 besar. Kali terakhir mereka gagal lolos ke babak ini pada Piala Emas 2005 saat terhenti pada perempat final.

Timnas AS Disulitkan Jamaika

Keesokan harinya, giliran timnas Kanada yang merebut tiket ke semifinal. Pada perempat final Piala Emas 2021, tim asuhan John Herdman yang tak diperkuat Jonathan David dan Alphonso Davies menang 2-0 atas salah satu tim unggulan, Kosta Rika.

Bagi Kanada, kesuksesan kali ini memutus sebuah tradisi buruk. Kali terakhir mereka lolos ke 4 besar pada Piala Emas 2007. Setelah itu, mereka empat kali terhenti pada perempat final dan tiga kali tersisih pada fase grup. Kini, The Canucks membidik prestasi 21 tahun silam. Pada Piala Emas 2000, mereka tampil sebagai juara dengan mengalahkan Kolombia 2-0.

Gol tunggal Matthew Hoppe membawa timnas AS lolos ke semifinal Piala Emas 2021.
Getty Images

Berbeda dengan Qatar, Meksiko, dan Kanada yang terbilang mulus lolos ke semifinal, timnas AS justru kesulitan. Anak-anak asuh Gregg Berhalter dibuat frustrasi oleh Jamaika yang tampil luar biasa. Mereka harus menunggu hingga menit ke-83 untuk mendapatkan gol tunggal kemenangan 1-0. Matthew Hope menjebol gawang Jamaika dengan sundulannya.

Bagi Sam’s Army, ini adalah untuk kali ke-11 mereka menembus semifinal secara beruntun. Kali terakhir mereka gagal menebus babak ini pada Piala Emas 2000. Ketika itu, mereka kalah adu penalti 1-2 dari Kolombia setelah imbang 2-2 dalam 120 menit.

Hasil Perempat Final Piala Emas 2021

Qatar 3-2 El Salvador (Almoez Ali 2, 55-p, Abdulaziz Hatim 6 – Joaquin Rivas 63, 66)
Meksiko 3-0 Honduras (Rogelio Funes Mori 26, Jonathan Dos Santos 31, Oberlin Pineda 38)
Kosta Rika 0-2 Kanada (Junior Hoilett 18, Stephen Eustaquio 68)
Amerika Serikat 1-0 Jamaika (Matthew Hoppe 83)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Luar Biasa! Qatar Lolos ke Semifinal Piala Emas 2021

gamespool
Luar Biasa! Qatar Lolos ke Semifinal Piala Emas 2021 23

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar secara luar biasa berhasil lolos ke semifinal Piala Emas 2021 setelah mengalahkan El Salvador 3-2 di perempat final, (25/7/21). Qatar akan bertemu pemenang antara Amerika Serikat atau Jamaika di semifinal.

Berstatus sebagai tim invitation di Piala Emas 2021 nampaknya tak menyurutkan Qatar untuk tampil maksimal di kompetisi. Sejak awal Qatar sudah tampil luar biasa dengan berhasil menjadi juara grup D walaupun berada di pot 4 saat drawing. Hasil itu membuat tim asuhan pelatih Felix Sanchez bertemu El Salvador yang menjadi runner-up Grup A di perempat final.

Bermain di stadion State Farm, Qatar berhasil mencetak dua gol cepat dari Almoez Ali dan Abdulaziz Hatem pada menit ke-2 dan menit ke-8. Mereka bahkan bisa unggul 3-0 pada menit ke-55 setelah Ali kembali mencetak gol, kali ini lewat titik putih.

El Salvador berhasil cepat bangkit dengan mencetak dua gol cepat dari Joaquio Rivas pada menit ke-63 dan ke-66. Tapi Qatar berhasil menahan gempuran serangan El Salvador di sisa laga dan laga berakhir dengan skor 3-2.

Qatar nantinya akan bertemu pemenang dari laga Amerika Serikat vs Jamaika yang baru akan dimainkan Senin pagi, (26/7/21). Laga semifinal akan diadakan di stadion Q2, Austin, pada Jumat, 30 Juli mendatang. Dari braket lainnya, ada Meksiko yang berhadapan dengan Honduras dan Kosta Rika berhadapan dengan Kanada.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Abdulaziz Hatem Jelang Qatar vs El Salvador: Kami Tak Bodoh!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar akan menjalani laga perempat final Piala Emas 2021, Minggu (25/7/2021) pukul 06.30 WIB. Al-Annabi dijadwalkan menghadapi El Salvador di Stadion State Farm, Florida. Jelang laga Qatar vs El Salvador itu, gelandang Abdulaziz Hatem menegaskan timnya tak akan berlaku bodoh.

Sebelum ini, pada 4 Juli lalu, Qatar juga berhadapan dengan lawan yang sama. Ketika itu, mereka menang 1-0 dalam uji tanding saat melakukan pemusatan latihan di Kroasia. Hasil laga itulah yang dibicarakan Hatem. Dia memastikan Al-Annabi tak akan bodoh dengan terlena oleh kemenangan pada uji tanding tersebut.

“Kami mampu mengalahkan lawan yang sama pada laga persahabatan sebelum turnamen ini ketika kami melakukan pemusatan latihan di Kroasia. namun, kami tak akan terkecoh dengan berpikir laga nanti akan sama dengan partai persahabatan itu,” ujar Abdulaziz Hatem seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA).

Hatem sepenuhnya sadar, El Salvador yang akan dihadapi nanti akan sangat berbeda. “Ini waktu dan suasana yang berbeda,” kata dia. “Kami akan menghadapi tim solid yang bermain dengan pintar. Tugas kami nanti tak akan lebih mudah dibanding laga-laga pada fase grup.”

Abdulaziz Hatem Sudah Cetak 2 Gol

Meskipun demikian, Abdulaziz Hatem tetap optimistis untuk laga Qatar vs El Salvador nanti. “Kami mampu lolos ke perempat final melalui penampilan solid pada fase grup. Kami berharap tampil lebih baik seiring laju turnamen. Laga lawan Honduras tentu saja jadi dorongan moral bagi skuat kami,” urai dia.

Performa Hatem pada fase grup sudah terbilang baik. Dia mampu mencetak 2 dari 9 gol timnas Qatar, sama dengan koleksi Akram Afif dan Almoez Ali. Dia membuka pesta gol 4-0 saat Al-Annabi melawan Grenada. Lalu, kala menghadapi Honduras, dia mencetak gol yang membuat skor 2-0 pada menit akhir injury time.

Di lini tengah Qatar, Hatem adalah salah satu pemain yang sangat diandalkan pelatih Felix Sanchez Bas. Dia tak pernah absen dalam 18 pertandingan terakhir Al-Annabi. Kali terakhir dia hanya berada di bangku cadangan sepanjang laga ketika Qatar menang 6-0 atas Afganistan pada 5 September 2019.

Menghadapi El Salvador pada perempat final Piala Emas 2021, Hatem dipastikan sangat penasaran. Pasalnya, dia mendapat pengalaman pahit saat melawan tim asuhan Hugo Perez itu pada uji tanding. Laga baru berjalan 20 menit, dia diusir Ivan Bebek karena melakukan hal tak sportif kepada Walmer Martinez setelah terjadi duel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Felix Sanchez Soal Perempat Final Piala Emas: Kami Sudah Sama-Sama Tahu

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Qatar, Felix Sanchez Bas, memasang kewaspadaan tinggi jelang perempat final Piala Emas 2021 melawan El Salvador. Dia menilai kedua tim sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing karena baru-baru ini pernah beruji tanding.

Pada awal Juli silam, tepatnya 4 Juli 2021, Qatar dan El Salvador menjalani uji tanding di Pula, Kroasia. Itu adalah pertemuan pertama sepanjang sejarah. Hasilnya, Al-Annabi menang 1-0 lewat gol Almoez Ali meskipun sejak menit ke-20 bermain dengan 10 orang karena Albulaziz Hatem diganjar kartu merah oleh wasit.

Timnas Qatar dan El Salvador sudah bertemu pada sebuah uji tanding sebelum perempat final Piala Emas 2021.
today.in-24.com

Menurut Sanchez, pertemuan di Kroasia itu akan jadi referensi bagi kedua tim untuk laga perempat final Piala Emas 2021. Meskipun hanya laga persahabatan, ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh kedua tim. Hal inilah yang membuat dia memasang kewaspadaan tinggi.

“Kami sebelumnya pernah menghadapi mereka sebelum turnamen ini, yaitu saat pemusatan latihan di Kroasia. Jadi kami tahu lawan kami, mereka juga tahu kami. Laga persahabatan memang hanya uji coba. Namun, melalui laga itu, kami belajar banyak soal mereka,” urai Felix Sanchez seperti dikutip Football5Star.com dari The Peninsula.

Tim Kejutan di Perempat Final Piala Emas 2021

Felix Sanchez juga sudah mengamati permainan El Salvador selama gelaran Piala Emas 2021. “El Salvador pada turnamen ini telah bermain bagus. Bahkan, pada laga terakhir melawan Meksiko, mereka juga bagus. Untuk laga nanti, mereka akan kuat dan kami harus mempersiapkan diri dengan baik,” kata dia.

Timnas Qatar adalah tim kejutan di perempat final Piala Emas 2021. Tampil sebagai tim undangan yang berada di pot 4 pada pembagian grup, mereka malah tampil sebagai juara Grup D. Al-Annabi imbang 3-3 dengan Panana pada laga pertama, lalu menang 4-0 atas Grenada dan menaklukkan Honduras 2-0.

Membukukan 9 gol dalam 3 laga Grup D, Qatar juga menjadi tim tersubur. Akram Afif cs. unggul 1 gol atas dua tim yang lolos dari Grup B, Amerika Serikat dan Kanada. Namun, mereka tak bagus soal pertahanan. Seperti Kanada, mereka sudah kebobolan 3 gol. Itu hanya lebih baik dari Honduras.

Dalam hal yang satu ini, tim asuhan Felix Sanchez kalah dari El Salvador. Dalam 3 laga Grup A, anak-anaka suh Hugo Perez hanya kebobolan 1 gol. Satu-satunya gol itu diderita saat kalah 0-1 dari Meksiko pada laga pamungkas yang jadi penentuan juara grup.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Perempat Final Piala Emas 2021: Qatar Terhindar dari Meksiko

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Komposisi perempat final Piala Emas 2021 akhirnya terisi. Setelah melakoni fase grup, delapan tim memastikan lolos ke 8 besar. Mereka adalah timnas Meksiko, El Salvador, Amerika Serikat, Kanada, Kosta Rika, Jamaika, Qatar, dan Honduras.

Dari delapan tim yang lolos ke perempat final, empat di antaranya memang unggulan utama yang berada di pot 1 saat pembagian grup. Mereka adalah Meksiko, Amerika Serikat, Kosta Rika, dan Honduras. Dari keempat tim itu, hanya Honduras yang gagal lolos sebagai juara grup.

Sudah memastikan lolos berkat kemenangan pada dua laga awal melawan Grenada dan Panama, Honduras gagal mengamankan posisi puncak. Romell Quioto dkk. dikudeta timnas Qatar yang tampil luar bisa sejak laga pertama. Mereka takluk 0-2 pada laga yang berlangsung di Stadion BBVA, Houston, Rabu (21/7/2021) pagi WIB.

Bagi Qatar, kesuksesan lolos sebagai juara grup terbilang mengejutkan. Sebagai tim undangan, Al-Annabi hanya berada di pot ke-4 saat pembagian grup. Status juara grup juga membawa Akram Afif dkk. terhindar dari salah satu lawan kuat, Meksiko. Pada perempat final, mereka hanya akan menghadapi El Salvador.

Big Match di Perempat Final Piala Emas 2021

Hasil akhir di Grup D itu juga membuat satu big match tersaji pada perempat final Piala Emas 2021. Meksiko dan Honduras akan saling bunuh untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Pertemuan kedua tim ini akan sangat menarik karena sama-sama berstatus unggulan dan berada di pot ke-1 pada pembagian grup.

Dua lain yang akan tersaji pada babak 8 besar Piala Emas 2021 adalah Amerika Serikat vs Jamaika dan Kosta Rika vs Kanada. Kepastian dua laga ini dipastikan oleh hasil pertemuan Kosta Rika dengan Jamaika pada laga pamungkas Grup C, Rabu (21/7/2021) pagi WIB. Kemenangan 1-0 membuat Kosta Rika lolos sebagai juara grup dan terhindar dari AS.

Big match Meksiko vs Honduras akan tersaji pada perempat final Piala Emas 2021.
Getty Images

Dari 8 tim yang lolos ke perempat final Piala Emas 2021, empat tim tak mengalami kekalahan pada fase grup. Mereka adalah Meksiko, AS, Kosta Rika, dan Qatar. Namun, hanya AS dan Kosta Rika yang sempurna. Mereka lolos ke 8 besar dengan menyapu bersih 9 poin dari tiga pertandingan.

Di Grup B, timnas AS menang 1-0 atas Haiti dan Kanada serta menggasak Martinik 6-1. Sementara itu, di Grup C, Kosta Rika menang 3-1 atas Guadeloupe, 2-1 atas Suriname, dan 1-0 atas Jamaika. Namun, Sam’s Army bukanlah yang tersubur meskipun mampu mencetak 8 gol. Mereka kalah dari Qatar yang mengemas 9 gol dalam tiga laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juarai Grup D, Timnas Qatar Tembus Perempat Final Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar meneruskan kiprah sensasional di Piala Emas 2021. Rabu (21/7/2021) pagi WIB, tim asuhan Felix Sanchez Bas menang 2-0 atas timnas Honduras. Kedua gol Al-Annabi dicetak Homam Ahmed pada menit ke-25 dan Abdulaziz Hatem saat injury time memasuki menit ke-4.

Bermain di bawah tekanan penonton yang mayoritas mendukung sang lawan, timnas Qatar tak ciut. Mereka bahkan tampil lebih mengancam sepanjang babak pertama. Sepuluh kali Akram Afif dkk. melepaskan tembakan yang tujuh di antaranya tepat mengarah ke gawang Luis Lopez. Sementara itu, Honduras hanya melepaskan 1 tembakan.

Dari tujuh tembakan itu, Qatar mendulang 1 gol. Lewat sebuah serangan, Homam Ahmed lolos di sisi kiri dan melepaskan tendangan dari sudut cukup sempit tanpa mampu dijangkau Lopez. Setelah itu, Al-Annabi berpeluang mencetak gol. Namun, Lopez tampil luar biasa.

Lopez secara gemilang menggagalkan peluang Almoez Ali dalam situasi satu lawan satu di dalam kotak penalti. Lalu, pada menit ke-41, dia menepis penalti Akram Afif dan memblok tendangan keras Homam Ahmed yang menyambar bola muntah.

Pada babak kedua, jalannya pertandingan berubah. Honduras yang tertinggal lebih berani melakukan serangan. Berkali-kali Jerry Bengtson cs. mampu melepaska tendangan-tendangan berbahaya. Namun, berkali-kali pula kiper Meshaal Barsham mampu menggagalkannya.

Timnas Qatar Ikuti jejak Korsel

Memasuki menit akhir injury time, justru Qatar yang kembali mencetak gol. Lewat sebuah serangan balik cepat, Abdelkarim Hatim menjebol gawang Luis Lopez setelah menerima umpan Homam Ahmed. Kemenangan 2-0 itu membuat Al-Annabi lolos ke perempat final Piala Emas 2021 sebagai juara Grup D.

Hasil laga lawan Honduras membuat timnas Qatar mengikuti jejak timnas Korea Selatan. Pada Piala Eras 2002, Taeguk warriors asuhan Guus Hiddink juga mampu lolos dari fase grup. Mereka bahkan kemudian lolos ke semifinal setelah menang adu penalti 4-2 atas Meksiko. Namun, mereka lantas kalah 1-3 dari Kosta Rika.

Untuk menyamai prestasi Korsel, timnas Qatar masih membutuhkan satu kemenangan lagi, yakni pada perempat final. Mereka harus melakukannya saat menghadapi timnas El Salvador. Sesuai undian, Al-Annabi sebagai juara Grup D memang harus bertemu runner-up Grup A yang ditempati El Salvador setelah kalah dari Meksiko pada laga terakhir.

Meskipun masih perlu satu kemenangan lagi untuk menyamai prestasi Korsel, Qatar sudah meraih hasil lebih baik. Patut dicatat, pada gelaran Piala emas 2002, Korsel gagal meraih kemenangan pada fase grup. Mereka takluk 1-2 dari Amerika Serikat dan seri 0-0 dengan Kuba. Park Ji-sung cs. lolos ke 8 besar berkat keunggulan selisih gol.

Berbeda dengan Korsel, timnas Qatar justru tak terkalahkan pada fase grup Piala Emas 2021. Mereka imbang 3-3 dengan Panama, menang 4-0 atas Grenada, dan menaklukkan Honduras 1-0. Pada ketiga pertandingan itu pun, tim asuhan Felix Sanchez Bas tak pernah tertinggal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Akram Afif Tampil seperti Lionel Messi di Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jago mencetak gol, jago pula membuat assist. Begitulah sosok Lionel Messi. Pada gelaran Copa America 2021, La Pulga tampil sebagai pencetak gol terbanyak dan pembuat assist terbanyak. Pada pentas Piala Emas 2021, sosok seperti La Pulga ada pada pemain timnas Qatar, Akram Afif.

Tergabung di Grup D bersama Panama, Grenada, dan Honduras, Qatar tampil apik. Dalam dua laga yang telah dilakoni, Al-Annabi selalu tampil atraktif dan menghibur. Mereka pun sangat subur. Tujuh gol telah dibuat anak-anak asuh Felix Sanchez Bas. Tiga gol di gawang Panama, empat gol di gawang Grenada.

Dalam tujuh gol itu, peran Afif sangat besar. Dia mencetak dua gol dan dua assist. Dalam dua laga, pemain berumur 24 tahun tersebut selalu mencetak satu gol dan satu assist. Itu masih ditambah satu aksinya yang berbuah penalti saat melawan Panama.

Kilau Afif sebetulnya tidaknya mengagetkan. Selama bertahun-tahun, bersama Almoez Ali, dia digadang-gadang sebagai pasangan emas di timnas Qatar seperti Tsubasa dengan Misaki pada serial kartun Kapten Tsubasa. Dua tahun lalu, dia pun terpilih sebagai Pemain Terbaik Asia 2019, mengalahkan Alireza Beiranvand dan Tomoaki Makino.

Itu tak terlepas dari performa apik saat timnas Qatar menjuarai Piala Asia. Sepanjang turnamen, dia memang hanya mengemas 1 gol. Namun, koleksi assist-nya luar biasa. Dia membuat 11 umpan berbuah gol dalam 7 pertandingan. Itu hampir 3 kali lipat dari pesaing terdekatnya yang hanya membuat 4 assist.

Pada tahun itu, Akram Afif juga mulai menunjukkan ketajamannya. Bersama Al Sadd asuhan Xavi Hernandez di Qatar Stars League 2019, dia mengemas 15 gol dan mengantar klubnya juara. Koleksi 15 gol membuat Afif jadi pencetak gol terbanyak bersama Yacine Brahimi dari Al Rayyan.

Akram Afif Ingin Jadi Inspirasi

Performa apik dan kesuksesan yang diraih sejauh ini sesuai dengan harapan Akram Afif. Sejak awal, dia memang ingin jadi inspirasi bagi generasi baru pesepak bola di negerinya. Hal itu disampaikan setelah dirinya resmi direkrut Villarreal dan dipinjamkan ke Sporting Gijon pada 2016. Dia menorehkan sejarah sebagai pemain Qatar pertama yang tampil di pentas LaLiga.

“Tentu saja sebuah kehormatan bagiku jadi pemain Qatar pertama di LaLiga. Aku mewakili negeriku, timnasku, Aspire (Academy), dan aku ingin menginspirasi generasai berikutnya pemain sepak bola Qatar untuk bermain di LaLiga atau liga-liga Eropa lainnya,” ungkap dia kala itu seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA).

Secara tidak langsung, Afif ingin meneruskan jejak apik keluarganya di sepak bola Qatar. Ayahnya, Hassan Afif, bukan pemain sembarangan. Sebelum jadi warga negara Qatar, dia adalah pemain timnas Somalia pada 1972 hingga 1980. “Ayahku dulu adalah salah satu pemain dengan skill terbaik di Doha dan jadi legenda di Al Gharafa,” kata dia.

Afif pun belum merasa puas. Dia sejak awal tahu misi utamanya adalah membuat tmnas Qatar tampil apik saat jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Berbekal pemain-pemain seangkatannya, dia yakin target itu akan terwujud. Apalagi, mereka selama bertahun-tahun ditangani oleh pelatih yang sama, yaitu Felix Sanchez Bas.

Afif Sempat Dihukum

Jadi figur yang jadi sorotan dan ingin jadi panutan, bukan berarti Akram Afif tidak pernah membuat masalah. Pada Februari lalu, dia mendapatkan hukuman karena komentar pedasnya terkait pertandingan yang dilakoni Al Sadd di semifinal Piala Qatar melawan Al Rayyan.

Akram mengkritik kepemimpinan wasit yang dinilai tak mampu mengamankan pemain dalam laga yang dimenangi Al Sadd dengan skor 1-0 itu. “Kami bermain me;awan 11 dan setengah pemain,” kata dia. “Aku dikasari berkali-kali dan dicederai tepat di depan wasit. Hal sama juga terjadi pada Hassan Al Haydos.”

Akram Afif sempat dihukum QFA karena mengkritik wasit.
al-sharq.com

Gara-gara itu, Afif dijatuhi hukuman oleh QFA. Selain dikenai larangan main dalam dua pertandingan, dia juga harus membayar denda 3.000 riyal (sekitar Rp12 juta). Toh, itu tak lantas membuat dia terpuruk. Sinarnya masih tetap kemilau. Pada pentas Piala Emas 2021, kiprah apiknya mampu mencuri perhatian dunia.

Rabu (21/7/2021) pagi WIB, performa gemilang Akram Afif akan kembali dinantikan para pencinta sepak bola ketika timnas Qatar berhadapan dengan Honduras. Al-Annabi hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke perempat final Piala Emas 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bantai Grenada, Timnas Qatar Buka Peluang ke 8 Besar Piala Emas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuktikan diri bukan anak bawang pada gelaran Piala Emas 2021. Minggu (18/7/2021) pagi WIB, tim asuhan Felix Sanchez Bas berpesta gol saat melawan Grenada. Mereka menang 4-0 di Stadion BBVA, Houston. Hasil itu membuat mereka berpeluang lolos ke babak 8 besar.

Pada babak pertama saja, Qatar mampu unggul 3-0. Abdulaziz Hatem, Akram Afif, dan Mohammed Muntari bergantian menjebol gawang Grenada yang dikawal Jason Belfon. Al-Annabi seharusnya bisa unggul lebih besar. Pada menit-menit akhir babak pertama, Afif dan Almoez Ali mendapatkan peluang emas.

Peluang terbaik didapatkan Ali pada menit ke-44. Berawal backpass tak sempurna pemain Grenada, Qatar melakukan serangan. Di kotak penalti, umpan manis Abdulaziz Hatim datang ke kaki Ali yang berdiri bebas di mulut gawang. Tinggal berhadapan dengan kiper dan gawang yang terbuka, dia malah gagal. Bola yang coba didorong ke dalam gawang justru melenceng.

Akan tetapi, Ali langsung membalas kegagalan memalukan itu saat laga Grenada vs Qatar memasuki babak kedua. Baru dua menit berjalan, dia menjebol gawang Belfon setelah menerima umpan silang di dalam kotak penalti. Dalam posisi tak terkawal, dia mampu menyelesaikan peluang dengan sempurna. Skor 4-0 bertahan hingga laga usai.

Timnas Qatar Hanya Butuh Hasil Imbang

Bintang timnas Qatar dalam laga melawan Grenada adalah Akram Afif. Seperti saat melawan Panama, dia mencetak 1 gol dan 1 assist. Selain menceploskan bola dengan tendangan lengkung dari luar kotak penalti, dia mengirim tendangan sudut yang disundul dengan baik oleh Mohammed Muntari.

Berkat kemenangan telak ini, timnas Qatar membuka peluang lolos ke perempat final. Mereka kini mengantongi 4 poin dari satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sebelumnya, mereka bermain sama kuat 3-3 dengan Panama pada matchday I. Al-Annabi hanya butuh hasil imbang pada laga terakhir untuk melangkah ke perempat final Piala Emas 2021.

Meskipun demikian, mereka akan menghadapi tantangan berat. Lawan terakhir mereka pada Grup D adalah Honduras yang sejak 2000 hanya 2 kali gagal lolos dari fase grup. Honduras juga menangguk kemenangan 4-0 atas Grenada pada matchday I.

Andai mampu lolos ke babak 8 besar, itu akan jadi catatan apik bagi timnas Qatar dalam persiapan mengarungi Piala Dunia 2022 di kandang sendiri. Sebelumnya, dua tahun lalu, mereka tak tampil memuaskan saat jadi tim undangan pada Copa America 2019. Mereka tersisih pada fase grup dengan hanya mengoleksi 1 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Felix Sanchez Bas Kecewa Berat Qatar Gagal Kalahkan Panama

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuka kiprahnya di Piala Emas 2021 dengan hasil imbang. Menghadapi timnas Panama di Stadion BBVA, Houston, Al-Annabi hanya meraup hasil seri 3-3. Hasil tersebut sangat disesali pelatih Felix Sanchez Bas. Dia menilai Almoez Ali cs. seharusnya mampu meraih 3 poin.

Hal yang menjadi sorotan Sanchez Bas, Qatar sempat tiga kali unggul. Namun, setiap kali mereka unggul, Panama selalu mampu menyamakan kedudukan dalam tempo yang singkat. Gol pertama dibalas hanya setelah berselang 3 menit. Keunggulan kedua berselisih 5 menit. Hanya keunggulan ketiga yang bertahan cukup lama, 16 menit.

“Kami mampu mencetak gol dalam tiga kesempatan bagus, tapi tak mampu mempertahankan keunggulan dan meraih tiga poin,” urai Felix Sanchez Bas selepas laga Qatar vs Panama seperti dikutip Football5Star.com dari Swiss Info. “Kami harus memperbaiki kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan tadi.”

Lebih jauh, Sanchez Bas menegaskan, timnas Qatar harus mampu mempertahankan keunggulan. Mereka harus bermain dengan lebih konsisten, tidak naik-turun. Setidaknya, itulah pekerjaan rumah dalam dua pertai sisa di Grup D, yakni menghadapi Grenada dan Honduras.

Felix Sanchez Bas Sempat Marahi Almoez Ali

Meskipun cenderung mengkritik lini belakang, Felix Sanchez Bas sebetulnya sempat geram juga melihat performa lini depan Qatar, terutama pada babak pertama. Secara khusus, dia menunjukkan reaksi emosional saat Almoez Ali dua kali gagal menaklukkan kiper Panama, Luis Mejia, saat berhadapan satu lawan satu pada babak pertama.

Setelah upaya kedua Ali diblok Mejia, Sanchez Bas terlihat sangat kesal di pinggir lapangan. Dia pun sempat berteriak kepada sang striker seraya memberikan isyarat dengan kedua tangannya. Pelatih asal Spanyol itu sepertinya meminta Ali untuk lebih tenang lagi saat mendapatkan peluang.

Tak percuma, Almoez Ali akhirnya mampu membobol gawang Panama pada babak kedua. Menerima umpan terobosan manis dari Akram Afif, penyerang berumur 24 tahun itu menusuk ke kotak penalti, lalu melepaskan tendangan diagonal yang gagal dijangkau Luis Mejia. Gol tersebut membawa Al-Annabi unggul 2-1.

Secara umum, Sanchez Bas tetap puas melihat performa Qatar pada debut di Piala Emas 2021. Dalam pandangannya, para pemain sudah menunjukkan upaya terbaik di lapangan. Dia pun menyebut imbang 3-3 sebagai hasil positif mengingat timnya berkiprah di turnamen yang betul-betul asing bagi mereka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Qatar Hampir Buat Kejutan Saat Debut di Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar gagal membuat kejutan pada debutnya di Piala Emas Concacaf. Rabu (14/7/2021) pagi WIB, anak-anak asuh Felix Sanchez Bas hanya imbang 3-3 dengan Panama. Padahal, mereka sempat tiga kali memimpin dalam laga yang diawarnai hasil 0-0 pada babak pertama itu.

Tampil di Piala Emas 2021 sebagai undangan, Qatar tampil lebih bertahan. Sanchez Bas lebih mengandalkan serangan balik saat meladeni Panama. Meskipun demikian, mereka justru lebih berbahaya. Pada 15 menit akhir babak pertama, dua kali Almoez Ali lepas dari jebakan offside. Namun, dia gagal mencetak gol karena ketangguhan kiper Luis Mejia.

Timnas Qatar dan Panama saling berbalas gol pada laga pembuka Grup D Piala Emas 2021.
Getty Images

Laga Qatar vs Panama pada babak kedua berjalan lebih seru. Kedua tim saling berbalas gol. Akram Afif membuka skor pada menit ke-48, tapi disamakan oleh Rolando Blackburn hanya tiga menit berselang. Qatar kembali unggul, kali ini lewat Almoez Ali pada menit ke-53, tapi lagi-lagi disamakan Blackburn hanya 5 menit kemudian.

Qatar lagi-lagi unggul untuk kali ketiga setelah penalti Hassan Al-Haydos menggetarkan jala gawang Mejia pada menit ke-63. Namun, keunggulan itu lagi-lagi gagal dipertahankan. Panama kembali menyamakan kedudukan. Gol penalti Al-Haydos dibalas gol penalti pula oleh Eric David pada menit ke-79.

Akram Afif Tampil Gemilang

Terlepas dari hasil akhir yang mengecewakan itu, acungan jempol tetap patut diberikan kepada timnas Qatar. Terutama gelandang Akram Afif. Dia tampil sangat gemilang dalam laga yang berlangsung di Houston tersebut. Tiga gol Al-Annabi tak lepas dari kontribusinya.

Gol pertama Qatar jelas-jelas dicetak oleh Afif. Lalu, gol kedua yang dicetak Ali berasal dari umpan terobosannya yang membelah pertahanan Panama. Adapun gol ketiga dari penalti Al-Haydos didapatkan Al-Annabi setelah Afif dijatuhkan di kotak penalti.

Akram Afif tampil gemilang saat Qatar imbang 3-3 dengan Panama di Grup D Piala Emas 2021.
Getty Images

Selain Akram Afif, pemain lain yang tampil apik adalah Almoez Ali. Berkat golnya di gawang Panama, striker berumur 24 tahun itu mencatatkan prestasi unik. Dia kini tercatat sebagai pencetak gol di tiga turnamen internasional di tiga konfederasi. Sebelumnya, dia mencetak gol di Piala Asia dan Copa America.

Ali mengemas 9 gol saat timnas Qatar menjuarai Piala Asia 2019 yang digelar di Uni Emirat Arab. Lalu, dia mencetak 1 gol dalam laga lawan Paraguay pada Copa America 2019. Seperti halnya di Piala Emas 2021, Al-Annabi kala itu juga tampil dengan status tim undangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Andri Syahputra Masuk Skuat Qatar untuk Piala AFC U-23

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Salah satu bakat muda berdarah asli Indonesia Andri Syahputra lama tak terdengar kabarnya. Pemain yang saat ini berkarier di Qatar tersebut rupa-rupanya tengah fokus mempersiapkan diri bersama skuat Qatar U-23.

Dikutip dari Dohastadiumqatar, nama Andri menjadi salah satu pemain yang dipanggil Felix Sanchez untuk mengikuti pemusatan latihan timnas Qatar. Nantinya tim U-23 Qatar akan dipersiapkan persiapan Olimpiade 2020.

Dalam waktu dekat ini, Qatar U-23 akan melakoni laga persahabatan melawan Yordania. Qatar U-23 yang akan bertanding di Olimpiade 2020 juga akan menghadapi Piala AFC U-23.

Doa Ayah untuk Andri Syahputra di Piala Dunia U-20

Ayah Andri Syahputra saat dihubungi Football5star.com, Jumat (6/9/2019) membenarkan pemanggilan Andri ke skuat Qatar U-23. Agus Sudarmanto juga mengatakan bahwa sebelumnya Andri sempat mengalami cedera di engkel kiri.

“Andri cedera di engkel kiri saat TC bersama club ke Belanda, Alhamdulillah sudah pulih sekarang sudah dengan timnas Qatar U23, Olympic team, saat dia cedera klub kasih kabar ke timnas Qatar,” kata Agus.

Agus pun menyebut bahwa pemulihan cedera Andri sangat diperhatikan oleh pihak federasi dan klub. Perhatian tersebut yang membuat pemulihan cedera Andri berjalan cukup cepat.

“Setelah kembali ke Qatar, recoverynya di ambil alih timnas Qatar, luar biasa service, recovery di Aspetar Qatar ini rumah Sakit Orthopedy FIFA pertama di Timur Tengah.” ucap Agus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tampil di Copa America dan Melawan Messi Jadi Pengalaman Berharga Qatar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Langkah timnas Qatar terhenti di babak penyisihan Grup B Copa America 2019. Kendati demikian, pelatih Felix Sanchez menjadikannya sebagai pengalaman berharga buat masa depan sepak bola Qatar.

Qatar mengalami kekalahan 0-2 di pertandingan pamungkas Grup B Copa America 2019 melawan Argentina. Dua gol yang tercipta di Arena do Gremio, Senin (24/6/2019) waktu setempat dicetak Lautaro Martinez dan Sergio Aguero.

Hasil tersebut membuat Qatar menjadi juru kunci karena hanya menuai satu poin dari tiga laga. Sebelumnya, mereka bermain imbang 2-2 melawan Paraguay dan kalah 0-1 kontra Kolombia.

Melawan Argentina, tim berstatus juara Piala Asia tersebut berhasil membuat megabintang Lionel Messi tidak mencetak gol atau umpan-umpan berbahaya. Namun, Tim Tango – julukan Argetina – memiliki pemain hebat lainnya sehingga menjadi sangat sulit untuk mencegah untuk tidak kebobolan.

qatar copa america fox sports
Foxsports.com

“Pemain seperti Messi tentu bisa membuat perbedaan. Terkadang berupa gol atau assist. Kami melakukan upaya agar dia tidak terlalu banyak berpartisipasi. Namun, hal itu jelas tidak mudah karena ia bisa berada di sejumlah area di lapangan,” kata Sanchez dikutip Football5star.com dari Goal.

“Saya pikir kami berhasil membuat Messi tidak bisa mencetak gol. Akan tetapi, akhirnya kami tetap kebobolan dua gol dan hasilnya sama saja,” ucapnya.

Felix Sanchez berusaha memetik hikmah dari keikutsertaan mereka di Copa America 2019. Buatnya, bermain di level kompetitif melawan tim-tim sekelas Argentina atau Kolombia bisa memberikan banyak pelajaran berharga. Terlebih, mereka akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

“Menurut saya, ini adalah pengalaman sepadan. Bermain melawan tim yang diperkuat pemain paling menentukan di dunia,” ujar Sanchez.

“Sebuah pengalaman bagus untuk dipelajari dan dikembangkan untuk masa depan Qatar,” tuturnya.

https://www.instagram.com/p/Byu4-NeAikb/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Qatar Cukup Optimistis Kalahkan Argentina

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jelang laga Qatar vs Argentina, Tarek Salman, berharap rekan setimnya mampu mengulang performa impresif seperti melawan Kolombia. Pemain bertahan tim berjulukan Al Annabi juga cukup optimistis menatap laga pamungkas babak penyisihan Grup B Copa America 2019 tersebut.

Pertandingan Qatar vs Argentina akan berlangsung di Arena do Gremio, Senin (24/6/2019) dini hari WIB. Keduanya merupakan tim yang sama-sama baru menuai 1 poin dari dua laga pertama.

Di laga pertama Qatar hanya bermain imbang 2-2 melawan Paraguay. Kemudian mereka hanya mengalami kekalahan tipis 0-1 melawan Kolombia.

Qatar vs Paraguay
ottumwacourier.com

Tarek Salman mengklaim timnya lebih layak mendulang hasil imbang melawan Kolombia. Menurutnya, tim juara Piala Asia tersebut bisa tampil lebih bagus meski hasilnya tidak sesuai.

Berpatokan dari laga itu, Salman cukup yakin timnya memiliki peluang untuk menang di laga Qatar vs Argentina.

“Kami bangga dengan penampilan kami melawan Kolombia. Semoga kami bisa kembali mengulanginya melawan Argentina,” kata Tarek Salman seperti dikutip Football5star.com dari Goal.

“Kami lebih pantas menuai hasil imbang. Kami mendapatkan banyak peluang mencetak gol, sedangkan mereka mampu memaksimalkan sedikit kesempatan terbaik yang diperoleh,” ujarnya.

“Kendati demikian, Anda harus melupakan pertandingan tersebut. Sekarang waktunya untuk fokus menghadapi laga melawan Argentina,” ucap Salman menambahkan.

https://www.instagram.com/p/Byt-Ge1g8U6/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi: Gila Jika Argentina Sampai Tidak Lolos!

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jelang laga Qatar vs Argentina, Lionel Messi mengungkapkan pendapatnya terkait potensi timnya tersingkir di babak penyisihan grup. Menurut megabintang Barcelona itu sungguh sebuah kenyataan gila apabila Tim Tango – julukan Argentina – gagal lolos ke babak perempat final Copa America 2019.

Kiprah timnas Argentina pada Copa America 2019 tengah berada di ujung tanduk. Lionel Messi dkk terancam mengakhiri penampilan di pentas tersebut secara prematur.

Tim Tango mengalami kesulitan hebat dalam dua penampilan pertama di Copa America 2019. Pertama, mereka dipaksa mengakui kekalahan 0-2 saat melawan Kolombia. Kedua, skuat besutan Lionel Scaloni kembali gagal memperbaiki performa anak asuhnya karena ditahan imbang 1-1 melawan Paraguay.

Lionel Messi meyakini kekalahan dari timnas Kolombia bukan kiamat bagi timnas Argentina pada Copa America 2019.
clarin.com

Dua hasil negatif tersebut membuat Argentina kini berada di posisi dasar klasemen Grup B Copa America karena baru mengemas 1 poin. Berarti, mereka masih bisa lolos langsung ke perempat final dengan dua syarat. Yakni memenangi laga Qatar vs Argentina sekaligus berharap Paraguay tidak mampu mengalahkan Kolombia.

Akan tetapi, di Copa America 2019 ada opsi ketiga untuk bisa melaju ke perempat final. Yakni, menjadi peringkat ketiga terbaik. Apabila Argentina bahkan tidak mampu untuk mendapatkan opsi terakhir, buat Lionel Messi hal itu menjadi sesuatu yang sangat tidak wajar. Terlebih bagi tim dengan reputasi sebesar Argentina.

“Kami harus tetap berpikir positif dan tetap percaya diri. Kami perlu berkembang dan menampilkan performa terbaik di laga berikutnya, juga harus menuai kemenangan,” kata Lionel Messi seperti dikutip Football5star.com dari Goal.

“Sungguh gila jika kami tidak lolos dari babak penyisihan grup mengingat ada tiga tim yang berpotensi lolos. Kami tahu tidak mudah bermain di Copa America,” ucapnya.

Messi cs akan melakoni laga pamungkas antara Qatar vs Argentina di Arena do Gremio, Senin (24/6/2019) dini hari WIB.

https://www.instagram.com/p/Byt-Ge1g8U6/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Carlos Queiroz Puji Penampilan Qatar yang Sulitkan Kolombia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Carlos Queiroz tak merasa heran timnas Kolombia hanya mampu menang tipis atas timnas Qatar pada lanjutan fase grup Copa America 2019, Kamis (20/6/2019) pagi WIB. Sejak awal, dia sudah memprediksi tim asuhan Felix Sanchez akan menyulitkan timnya.

Pada laga kedua fase grup Copa America 2019, Kolombia hanya menang 1-0 atas Qatar. Armada Carlos Queiroz harus menanti hingga menit ke-85 untuk meraih gol kemenangan melalui sundulan Duvan Zapata. Selepas pertandingan, pelatih asal Portugal itu memuji penampilan Qatar yang dinilainya sangat menyulitkan timnya.

Timnas Qatar dipuji Carlos Queiroz karena mampu menyulitkan timnas Kolombia pada lanjutan fase grup Copa America 2019.
trome.pe

“Saya sudah tahu pertandingan ini akan sangat sulit. Terutama setelah saya melihat semua peluang yang dibuat tak mampu berbuah. Mereka tampil dengan taktik mempersulit kami mencetak gol,” ucap Carlos Queiroz seperti dikutip Football5Star.com dari Tutto Mercato Web. “Andai mampu mencetak gol lebih cepat, mungkin permainan akan berbeda.”

Mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu menambahkan, “Qatar hari ini telah menunjukkan bahwa kita harus menghormati mereka dan menang dengan perjuangan keras. Mereka bermain selama 90 menit dengan konsentrasi tinggi.”

Berkat kemenangan atas Qatar, timnas Kolombia memastikan lolos ke fase gugur. Raihan enam poin dari dua laga membuat James Rodriguez cs. setidaknya tampil sebagai runner-up grup. Meskipun demikian, Carlos Queiroz menegaskan timnya membidik kemenangan pada laga pamungkas melawan timnas Paraguay.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Imbangi Paraguay, Pelatih Timnas Qatar Tak Mau Terlena

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuat kejutan pada laga pertama fase grup Copa America 2019 melawan timnas Paraguay, Senin (17/6/2019) dini hari WIB. Tim asuhan Felix Sanchez Bas mampu menahan armada pimpinan Eduardo Berizzo dengan skor 2-2.

Hasil tersebut membuat Felix Sanchez puas. Namun, dia tak mau terlena. Salah satu sebabnya, dia menilai penampilan Almoez Ali dkk. belum sempurna. Pada awal babak pertama dan kedua laga yang berlangsung di Stadion Maracana, mereka terlihat rapuh.

“Kami memulai kedua babak dengan gugup dan menderita gol pada masa-masa itu. Hal tersebut sungguh mencemaskan dan harus kami perbaiki,” ucap Felix Sanchez selepas pertandingan melawan Paraguay seperti dikutip Football5Star.com dari Canal RCN.

Timnas Qatar di mata Felix Sanchez menunjukkan beberapa kelemahan saat imbang dengan timnas Paraguay pada laga pertama fase grup Copa America 2019.
worldsoccertalk.com

Hal lain yang membuat pelatih asal Spanyol sangat waspada, timnas Qatar akan menghadapi timnas Kolombia pada pertandingan berikutnya. Dalam pandangannya, James Rodriguez cs. adalah tim yang menunjukkan kesempurnaan saat menang 2-0 atas timnas Argentina.

“Tingkat permainan yang ditunjukkan Kolombia pada Sabtu lalu sangat tinggi. Mereka adalah tim dengan begitu banyak kekuatan dan hanya sedikit kelemahan,” ungkap Felix Sanchez seperti dikutip TyC Sports. “Kolombia telah membuktikan diri sebagai tim pemenang. Kami akan coba memanfaatkan kelemahan mereka yang sangat sedikit itu. Ingat, kami punya waktu istirahat satu hari lebih pendek.”

Lebih jauh, pelatih berumur 43 tahun itu tak mau terbuai angan-angan meloloskan timnas Qatar ke fase gugur. Menurut dia, kehadiran Al-Annabi di Copa America 2019 adalah untuk menimba pengalaman dan mematangkan tim untuk Piala Dunia 2022.

“Hari ini, saya harap kami memperoleh pengalaman untuk tumbuh sebagai tim. Meraih hasil bagus melawan Kolombia akan jadi langkah maju berikutnya. Namun, itu tahu hal itu akan sangat sulit sekali,” ujar pelatih timnas Qatar tersebut. “Setelah itu, kami pun harus memikirkan timnas Argentina, Lionel Messi dan para pemain lainnya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Felix Sanchez Ungkap Tiga Kiat Timnas Qatar Tahan Paraguay

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuat kejutan pada ajang Copa America 2019. Menjalani debut dengan menghadapi timnas Paraguay, tim asuhan Felix Sanchez Bas mampu menuai hasil imbang 2-2 setelah terlebih dahulu tertinggal dua gol.

Mengenai keberhasilan bangkit dari ketertinggalan dan mengamankan satu poin, Felix Sanchez menyebut tiga faktor kunci. Pertama, kegigihan anak-anak asuhnya. Mereka tak kehilangan asa meskipun sempat tertinggal dua gol dari lawan yang jauh lebih berpengalaman.

Timnas Qatar asuhan Felix Sanchez bermain imbang 2-2 dengan timnas Paraguay pada laga debut di Copa America 2019.
ottumwacourier.com

“Tim menunjukkan kepercayaan diri. Mereka menunjukkan sikap untuk meraih sesuatu dari pertandingan ini. Hal itu sangat positif bagi kami,” ungkap Felix Sanchez selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Globo Esporte.

Pelatih asal Spanyol itu menambahkan, “Setelah mencetak gol pertama, tim menunjukkan keyakinan untuk mencetak gol penyeimbang. Pada akhirnya, hasil akhir memang sangat adil.”

Faktor kedua yang dinilai Felix Sanchez jadi kunci keberhasilan timnas Qatar menahan Paraguay adalah kondisi fisik prima. Menurut dia, sejak tiga pekan silam, pembenahan fisik pemain memang menjadi prioritasnya.

“Para pemain menyelesaikan musim dengan kelelahan. Mayoritas menjalani banyak lagi bersama klub dan lolos ke final kejuaraan antarklub Asia, juga Piala Asia pada Januari lalu. Namun, saya kira persiapan tiga pekan telah membuat mereka membaik. Hal itu sangat menolong untuk terus berjuang hingga akhir menghadapi Paraguay yang sangat gigih,” kata pelatih berumur 43 tahun itu.

Sementara itu, faktor ketiga yang tak kalah penting, timnas Qatar mendapatkan dukungan dari para pencinta sepak bola di Brasil. Hal itu tak terlepas dari permainan apik Almoez Ali dkk. di lapangan hijau.

“Mendapatkan dukungan dari para fan selalu indah dan sangat membantu. Mereka memberikan keberanian kepada para pemain untuk bertarung. Saya sangat bersyukur menerima dukungan dan orang-orang di sini,” terang Felix Sanchez lagi. “Sungguh atmosfer yang gila, tapi fair di dalam dan luar lapangan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi Kirimkan Hadiah Spesial kepada Wonderkid Qatar

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi ternyata tak tutup mata terhadap fenomena-fenomena penting sepak bola di penjuru dunia. Hal itu ditunjukkan lewat pemberian hadiah kepada Almoez Ali, wonderkid Qatar yang memesona di Piala Asia 2019.

Dalam ajang Piala Asia 2019 yang digelar di Uni Emirat Arab, Almoez Ali tampil cemerlang. Dia tampil sebagai pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol dan terpilih pula sebagai pemain terbaik. Gol-golnya berhasil membawa timnas Qatar juara dengan rekor sempurna, selalu menang.

Selepas Piala Asia 2019 itu, Almoez Ali mendapatkan kejutan kala diundang ke Stasiun Televisi BeIN Sports. Presenter Ayman Jada menyerahkan sebuah jersey Barcelona yang telah dibingkai kepada wonderkid Qatar tersebut.

Itu bukan jersey sembarangan. Di jersey bernomor punggung 19 -nomor yang dipakai Almoez Ali di timnas Qatar- itu terdapat tanda tangan yang dibubuhkan Lionel Messi.

Perhatian dari pemain berjuluk La Pulga tersebut tentu istimewa bagi Almoez Ali. Hadiah dari Lionel Messi menjadi tambahan motivasi untuk mewujudkan ambisinya bermain di Eropa.

Selepas membawa timnya juara Piala Asia 2019, wonderkid Qatar itu terang-terangan menyebut bertualang di Eropa sebagai target berikutnya. Dia menyadari tak akan berkembang bila berkutat di Liga Qatar atau tetap berkiprah di Asia. Itu persis seperti saran Jose Mourinho.

“Tentu saja aku ingin bergabung dengan tim-tim Eropa. Itu karena di liga kami di Asia, bukan hanya di Qatar tapi Asia, kami tahu tim-tim di sini lemah dan itu terlihat di Piala Duna. Mereka tak pernah melaju jauh, selalu tersisih,” terang Almoez Ali seperti dikutip Football5Star.com dari Peninsula Qatar.

Mengenai targetnya bertualang di Eropa, wonderkid Qatar itu menegaskan, “Aku berharap pergi ke luar (Eropa) untuk belajar dan kembali untuk Piala Dunia di Doha pada 2022.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

KOLOM: Ketajaman Mata Xavi

Football5Star.com, Indonesia – Xavi Hernandez dikenal sebagai gelandang istimewa. Orang-orang menyebutnya sebagai maestro lini tengah, master umpan, dan pakar assist. Itu karena memang dia sangat jeli dalam mengatur ritme permainan dan melepaskan umpan.

Sepanjang membela Barcelona dari 1998 hingga 2015, tak kurang dari 180 assist diberikan Xavi Hernandez. Sekitar 50-an pemain merasakan umpan indah sang maestro dan melesakkannya menjadi gol.

Timnas Qatar membuktikan kebenaran prediksi Xavi Hernandez di Piala Asia 2019.
gulfnews.com

Hal itu berlanjut di Al Sadd. Meskipun datang dengan umur tak lagi muda, 35 tahun, kemampuannya tak luntur. Dalam 100 laga awal saja, mantan pemain timnas Spanyol tersebut mampu membuat 65 assist. Sungguh luar biasa.

Kini, ketajaman mata Xavi Hernandez kembali jadi buah bibir. Namun, bukan soal kejeliannya di lapangan. Hal yang membuat dia dibicarakan adalah ketepatan prediksinya soal Piala Asia 2019.

Pada Desember tahun lalu, Xavi diminta membuat prediksi tim-tim yang lolos ke 16-besar, perempat final, semifinal, final, hingga sang juara. Hasilnya mencengangkan. Dia memprediksi tepat sang juara, finalis, tiga dari empat semifinalis, dan tujuh dari delapan tim yang lolos ke 8-besar.

Awalnya, banyak yang mencibir prediksi pemain berumur 39 tahun tersebut. Bagaimana tidak? Dia menjagokan Qatar mengalahkan Korea Selatan pada perempat final, menekuk Australia di semifinal, dan menang atas Jepang pada laga final. Sungguh ramalan yang hampir tak masuk akal.

Bukan Prediksi Asal Bunyi

5 Catatan Menarik Dari Timnas Qatar di Piala Asia 2019

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Timnas Qatar secara mengejutkan berhasil menjadi jawara di ajang Piala Asia 2019 setelah mengalahkan Jepang di partai final pada Jumat (1/2). Keberhasil ini menjadi modal yang sempurna jelang keikutsertaan Qatar di ajang Copa America musim panas mendatang.

Keberhasil Qatar menjadi patut diacungi empat jempol. Pasalnya, mereka berhasil tampil dominan sepanjang turnamen dan memiliki beberapa catatan unik. Berikut Football5star.com, sudah merangkum 5 catatan unik milik timnas Qatar di ajang Piala Asia 2019:

Menjadi Tim Paling Agresif di Edisi 2019

5 Fakta Menarik Keberhasilan Qatar Jadi Juara Piala Asia 2019 - Almoez Ali - Goal
Goal

Qatar mengawali kiprahnya di Piala Asia 2019 dengan gemilang. Mereka berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas Lebanon di partai pembuka. Setelahnya, mereka mampu menghancurkan Korea Utara dengan skor 6-0. Pada partai pamungkas di babak grup, mereka berhasil membungkan Arab Saudi dengan skor 2-0.

Di babak 16 besar, Boualem Khoukhi dkk berhasil mengalahkan juara di edisi 2007, Iraq dengan skor tipis, 1-0. Setelahnya, mereka mampu mencetak delapan gol tambahan di tiga partai selanjutnya.

Catatan ini membuat anak asuh Felix Sanchez mengakhiri turnamen dengan raihan 19 gol. Catatan itu membuat mereka menjadi tim paling agresif di ajang Piala Asia 2019.

Mendominasi Penghargaan Individual

5 Fakta Menarik Keberhasilan Qatar Jadi Juara Piala Asia 2019 - Timnas Qatar - Fox Sports Asia
Fox Sports Asia

Selain menjadi juara di ajang Piala Asia 2019, Qatar juga mampu merajai penghargaan individual di ajang bergengsi ini. Penyerang andalan mereka, Almoez Ali didapuk menjadi pemain terbaik dan top skorer setelah berhasil mencetak sembilan gol.

Sementara itu, penjaga gawang Saad Al Sheeb berhak membawa pulang trofi sarung tangan emas setelah hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Winger Akram Afif juga menjadi pemain terbanyak yang mengoleksi assist. Pria 22 tahun itu mampu mencetak 10 assist dari tujuh partai.

Dominasi Sempurna

5 Rekor yang Dipecahkan Timnas Qatar di Piala Asia 2019
Fox Sports Asia

Timnas Qatar berhasil menunjukkan kelasnya di ajang Piala Asia 2019. Selain menjadi tim terbaik di sektor ofensif dan defensif, mereka juga mengakhiri turnamen dengan catatan kemenangan 100%.

Hasil ini tentunya menjadi bekal yang sangat positif jelang Copa America 2019. Skuat Felix Sanchez menjadi salah satu tim undangan yang akan berlaga di Copa America pada musim panas nanti. Keberhasilan mereka tentunya wajib diwaspadai oleh tim-tim kuat di Amerika Selatan seperti Argentina dan Kolombia.

Selain itu, timnas Qatar juga diperkuat oleh banyak pemain muda di turnamen ini. Para pemain muda yang menjadi tulang punggung di Piala Asia 2019 diprediksi akan mempertahankan tempatnya di ajang Piala Dunia 2022 mendatang.

Mengembalikan Kejayaan Tim Asal Timur Tengah

5 Fakta Menarik Keberhasilan Qatar Jadi Juara Piala Asia 2019 - Timnas Qatar - Eurosport
Eurosport

Semenjak pertama kali digelar pada tahun 1956 silam, tim-tim dari Asia Timur menjadi kesebelasan yang dominan di ajang Piala Asia. Semenjak edisi tahun 1992, hanya ada tiga tim asal Timur Tengah yang berhasil mematahkan dominasi dari kesebelasan asal Asia Timur.

Padahal, tim-tim asal Timur Tengah sempat menjadi raja di Asia di edisi 1968 hingga 1988. Sebelum Qatar, Irak menjadi tim Timur Tengah terakhir yang berhasil menjadi juara. Setelah Irak, Australia dan Jepang berhasil menjadi juara di dua edisi terakhir.

Pemain Debutan Terbaik

5 Rekor yang Dipecahkan Timnas Qatar di Piala Asia 2019
Fox Sports Asia

Piala Asia 2019 merupakan turnamen internasional pertama untul Almoez Ali. Meskipun masih berusia 22 tahun, ia mampu menunjukkan performa gemilang dengan raihan sembilan gol dari tujuh  pertandingan. Keberhasilan itu membuatnya dianugrahi gelar top skorer dan pemain terbaik.

Catatan sembilan gol milik Ali juga berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda Iran, Ali Daei. Daei berhasil menceak delapan gol di edisi 1996. Tak ada pemain yang berhasil memecahkan rekor spesial itu selama 23 tahun terakhir.

Qatar Menjadi Peserta Undangan Copa America 2019

Football5star.com, Indonesia – Tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar, memiliki peluang besar untuk menjadi tim undangan untuk ajang Copa America 2019 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh direktur jendral Aspire Academy selaku organisasi pengembangan bakat-bakat muda di Qatar, Ivan Bravo.

Copa America memang selalu mengundang satu tim untuk berpartisipasi di setiap edisinya. Qatar menjadi tim asal Asia kedua yang diundang setelah Jepang pada tahun 1999 silam.

“Ini akan jadi kali pertama Qatar akan berjumpa negara-negara seperti Brasil dan Argentina. Ini pengalaman yang unik bagi Qatar untuk meningkatkan pengalaman agar kami berada di level yang tepat pada Piala Dunia 2022,” ujar Bravo dikutip dari Goal.

Copa America - Qatar - @AFCAsianCup
@AFCAsianCup

Di edisi 2019 nanti, Copa America akan diikuti oleh 12 tim dan akan digelar di Brasil pada Juni mendatang. Di edisi Centenario pada tahun 2016 lalu, CONMEBOL juga mengundang negara-negara CONCACAF untuk menjadi peserta. Amerika Serikat menjadi wakil CONCACAF yang terbaik di edisi itu setelah berhasil melaju hingga ke babak semifinal.

Selain Al-Annabi, Jepang juga diundang untuk mengikuti turnamen bergengsi ini. Sebelumnya, negara-negara seperti Meksiko dan Amerika Serikat sudah beberapa kali menjadi peserta undangan di ajang Copa America. CONMEBOL selaku pihak penyelenggara memang kerap kali menyebarkan undangan kepada negara-negara di luar Amerika Selatan. Pasalnya, CONMEBOL hanya memilki 10 negasa Amerika Selatan yang pasti bermain di ajang Copa America.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mourinho Puji Bintang Muda Qatar

Football5Star.com, Indonesia – Ajang Piala Asia 2019 mencuatkan nama Almoez Ali. Bintang muda Qatar tersebut kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak. Tujuh gol sudah dia cetak dalam tiga pertandingan. Sampai-sampai, Jose Mourinho pun tak tahan memberikan pujian.

Nama Almoez Ali menjadi buah bibir saat Qatar menghajar Korea Utara setengah lusin gol tanpa balas pada Minggu (13/1/2019). Dia mencetak haul ’empat gol’ dalam pertandingan tersebut. Hebatnya, itu dilakukan dalam rentang waktu hanya 51 menit. Itu rekor haul tercepat di Piala Asia.

Aksi Almoez Ali sang bintang muda Qatar di Piala Asia 2019 jadi buah bibir.
thepeninsulaqatar.com

Bintang muda Qatar itu kembali menghiasi kepala berita di berbagai media dengan memborong dua gol kemenangan timnya atas Arab Saudi, Kamis (17/1/2019). Kemenangan itu meloloskan Qatar ke babak 16-besar dengan hasil sempurna, tiga kemenangan dari tiga laga.

Performa saat melawan Arab Saudi itulah yang mengundang komentar Mourinho. “Almoez Ali adalah pemain hebat yang dapat bermain di luar (Qatar),” ungkap The Special One kepada beIN Sports seperti dikutip Football5Star.com.

Mourinho yakin, bintang muda Qatar berumur 22 tahun itu akan lebih baik bila meninggalkan Qatar Super League (QSL). “Saya harus jujur, ini bukan liga yang tepat bagi dia untuk berkembang,” kata pelatih yang masih menganggur selepas didepak Manchester United itu.

Berkelana di luar negeri sebenarnya bukan hal baru bagi Almoez Ali. Bintang muda Qatar itu pernah malang melintang di Eropa. Dimulai dari akademi Eupen, Belgia, lalu berkiprah di Liga Austria bersama LASK Linz dan lantas mengadu nasib bersama Cultural Leonesa di Spanyol. Itu dilakukan saat dia belum berulang tahun ke-20.

Almoez Ali Kejar Ali Daei

Ketajaman insting mencetak gol dan penempatan posisi menjadi senjata utama Almoez Ali. Di Piala Asia 2019, dia bahkan dapat menorehkan catatan spesial. Berbekal tujuh gol selama penyisihan grup, dia sangat berpeluang mematahkan rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Asia.

Hingga saat ini, rekor gol terbanyak di satu edisi Piala Asia dipegang oleh legenda Iran, Ali Daei. Pada perhelatan Piala Asia 1996 di Uni Emirat Arab, dia mengemas delapan gol.

Dari tujuh laga yang dilakoni Team Melli, penyerang yang sempat memperkuat Bayern Munich itu hanya gagal menjebol gawang lawan saat semifinal menghadapi Arab Saudi.

Saat ini, dengan tujuh gol, Almoez Ali baru menyamai Behtash Fariba (Iran) dan Choi Soon-ho (Korsel). Keduanya sama-sama mencetak tujuh gol pada perhelatan Piala Asia 1980.

Menghadapi Irak pada babak 16-besar Piala Asia 2019, Selasa (22/1/2019), seluruh mata pencinta sepak bola termasuk Mourinho, akan kembali tertuju kepada Almoez Ali. Akankah sang bintang muda Qatar mampu menyamai atau bahkan melewati rekor Ali Daei?

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Zinedine Zidane Ditawari Jadi Pelatih Timnas Qatar

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengundurkan diri dari jabatan yang telah dia emban selama dua tahun setengah. Hingga kini, masih belum jelas ke mana Zidane akan melanjutkan karier kepelatihannya.

Zinedine Zidane resmi mundur dari Real Madrid setelah mempersembahkan tiga gelar Liga Champions. Dalam konferensi pers bersama Presiden Real Madrid, Florentino Perez, Kamis (31/5/2018), Zidane menyampaikan kabar itu.

Zidane dikait-kaitkan dengan timnas Prancis setelah dirinya mundur dari jabatan pelatih Real Madrid. Namun, yang terbaru Zidane dikabarkan ditawarai jabatan untuk menjadi pelatih timnas Qatar.

Dilansir Football5Star.com dari Football Espana, rumor ketertarikan Qatar kepada Zidane muncul setelah milyarder asal Mesir, Naguib Sawiris, mengunggah kabar itu ke akun Twitter Pribadinya.

https://twitter.com/NaguibSawiris/status/1002185715806101506

“Zidane ditawari bergabung dengan Qatar untuk Piala Dunia 2022,” tulis Sawiris dalam tweet tersebut.

Lebih lanjut, Sawiris mengungkapkan bahwa Zidane akan mendapat bayaran selangit jika menerima pinangan dari timnas Qatar itu.

“Zidane akan dibayar 50 juta euro per tahun dengan durasi kontrak empat tahun,” tulis Sawiris melanjutkan.

Jika menerima tawaran dari Qatar, maka Zidane akan kerap bertemu dengan mantan gelandang Barcelona yang kini bermain di Al Sadd FC, Xavi Hernandez.

Xavi bermain di Al Sadd sejak hengkang dari Barcelona pada 2015. Eks pemain timnas Spanyol itu juga menjadi kandidat pelatih timnas Qatar di gelaran Piala Dunia 2022 di mana Qatar bertindak menjadi tuan rumah.