Prediksi: Swiss vs Italia

Prediksi Swiss vs Italia
Prediksi: Swiss vs Italia 8
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Swiss 0-2 Italia
Predictz
 Swiss 1-1 Italia
Footballpredictions.net
Swiss 0-1 Italia
FOOTBALL5STAR
Swiss 0-1 Italia

 

St. Jakob-Park, Senin (6/9/2021) Pukul 01.45 WIB (Mola)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji antara Swiss vs Italia di pekan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup C. Gli Azzurri harus menang mengingat Swiss di atas kertas lawan terkuat di grup ini.

Swiss berada di posisi kedua di bawah Italia dengan selisih 4 poin, tapi memiliki dua laga lebih sedikit. Granit Xhaka cs juga sedang dalam tren yang positif mengingat mereka berhasil mencapai babak perempat final Euro 2020.

Pasukan pelatih Murat Yakin ini juga hanya menjalanlan laga uji coba beberapa hari yang lalu dengan beberapa pemain pentingnya diistirahatkan, jadi Swiss datang ke laga ini dengan keadaan yang lebih fit dari Italia. Tapi, Xhaka positif Covid-19 dan Xherdan Shaqiri menderita cedera.

Sementara itu, Italia secara mengejutkan hanya bisa bermain imbang melawan Bulgaria 1-1. Hasil itu membuat pasukan Roberto Mancini harus menang di laga ini jika tak mau terancam disalip oleh Swiss di posisi puncak.

Performa Ciro Immobile lagi-lagi sangat berbeda ketika dia memperkuat Lazio, terlihat saat melawan Bulgaria dimana mereka kurang tajam saat menyerang. Mancini harus mencari solusi atas hal ini.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi Swiss vs Italia (2)
Prediksi: Swiss vs Italia 9
TREN PERFORMA
Prediksi Swiss vs Italia (3)
Prediksi: Swiss vs Italia 10
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Swiss tak terkalahkan di 30 dari 33 laga terakhirnya di Piala Dunia termasuk kualifikasi.
  • Swiss imbang di 3 laga kandang terakhirnya di semua kompetisi.
  • Italia tak terkalahkan di 6 laga terakhirnya melawan Swiss di semua kompetisi.
  • Italia tak terkalahkan di 5 laga terakhirnya di Piala Dunia termasuk kualifikasi.
  • Italia tak terkalahkan di 35 laga terakhirnya di semua kompetisi, menyamai rekor Brasil dan Spanyol.
PELATIH
  • Kedua pelatih Murat Yakin dan Roberto Mancini belum pernah bertemu sebelumnya.
  • Yakin baru ditunjuk menjadi pelatih Swiss setelah Euro 2020 menggantikan Vladimir Petkovic.
  • Ini adalah laga debut resmi untuk Yakin dan ini pertama kalinya Yakin melatih tim nasional.
  • Mancini pernah sekali melawan Swiss, tepatnya pada babak grup Euro 2020 dimana dia menang 3-0.
WASIT
  • Laga ini akan dipimpin oleh wasit asal Spanyol, Carlos Del Cerro Grande.
  • Carlos pernah memimpin 3 laga Kualifikasi Piala Dunia dengan catatan 12 kartu kuning.
  • Ini pertama kalinya Italia diwasiti oleh Carlos.
  • Swiss pernah sekali diwasiti oleh Carlos, dua tahun lalu melawan Irlandia, skor berakhir 1-1.
PEMAIN KUNCI

Swiss

Top Scorer: Xherdan Shaqiri, Breel Embolo, Haris Seferovic, Steven Zuber (1 gol)
Top Assist: Xherdan Shaqiri, Breel Embolo, Ricardo Rodriguez (1 assist)
Top Rating: Xherdan Shaqiri (7,95)

Italia

Top Scorer: Ciro Immobile (2 gol)
Top Assist: Lorenzo Insigne (2 assist)
Top Rating: Marco Verratti (7,88)

*Statistik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Berdasarkan WhoScored

BERITA KEDUA TIM

Swiss: Kevin Mbabu, Xherdan Shaqiri, Loris Benito, Eray Comert, Breel Embolo, Mario Gavranovic cedera. Granit Xhaka positif Covid-19.
Italia: Manuel Lazzari, Andrea Belotti, Alex Meret cedera.

PRAKIRAAN FORMASI

Prakiraan Formasi Swiss vs Italia

Prediksi Swiss vs Italia (4)
Prediksi: Swiss vs Italia 11

Unai Simon Kecewa Spanyol Butuh Adu Penalti untuk Kalahkan Swiss

gamespool
Unai Simon Kecewa Spanyol Butuh Adu Penalti untuk Kalahkan Swiss 15

Football5Star.com, Indonesia – Kiper timnas Spanyol, Unai Simon, mengakui dirinya kecewa Spanyol butuh babak adu penalti untuk mengalahkan Swiss. Tapi Simon mengatakan bahwa timnya memang pantas menang.

La Furia Roja hanya mampu menang lewat babak adu penalti melawan Swiss di perempat final Euro 2020 setelah hanya bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Jumat (2/7/21). Simon sendiri mendapatkan Man of the Match di laga itu. Walaupun akhirnya berhasil lolos ke semifinal, Simon tetap kecewa karena timnya butuh adu penalti.

Unai Simon Kecewa Spanyol Butuh Adu Penalti untuk Kalahkan Swiss
Diaro de Sevilla

“Sangat tidak benar bahwa kami harus pergi sampai adu penalti. Kami seharusnya bisa mengakhiri pertandingan (lebih cepat). Adu penalti adalah lotere, tapi saya senang kami melakukan pekerjaan kami dan lolos,” ucap Simon seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Simon melanjutkan, “Luis Enrique berbicara kepada saya tetapi saya tidak akan pernah memberi tahu apa yang dia dan staf katakan kepada saya. Saya senang saya memiliki bagian dalam apa yang kami lakukan untuk memenangkan pertandingan ini.”

Spanyol akan bertemu Italia di babak semifinal Euro 2020. La Furia Roja selalu bertemu Italia di tiga fase gugur Euro terakhir, dan Spanyol menang dua kali.

“Saya tahu itu jauh lebih buruk bagi mereka yang menonton daripada bagi mereka yang berpartisipasi. Baik Robert (Sanchez) dan David (De Gea) mengucapkan semoga saya beruntung, mengatakan kepada saya bahwa kami pantas menang dan grup kami, yah itu tipikal. Tidak hanya kiper, tapi semua orang, dan itu karena seluruh skuat kami berada di semi final.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Luis Enrique Sudah Yakin Spanyol Bakal Menang Saat Adu Penalti

gamespool
Luis Enrique Sudah Yakin Spanyol Bakal Menang Saat Adu Penalti 19

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Spanyol, Luis Enrique, mengklaim bahwa dirinya sangat tenang saat laga Swiss vs Spanyol memasuki babak adu penalti. Enrique yakin karena timnya sudah melakukan latihan dan percaya dengan kemampuan kiper Unai Simon.

Spanyol butuh adu penalti untuk menang melawan Swiss di babak perempat final Euro 2020 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Jumat (2/7/21). Saat memasuki babak adu penalti, Enrique mengatakan bahwa dirinya tenang karena optimis Spanyol akan menang.

“Itu adalah adu penalti paling tenang yang pernah saya lalui karena kami telah mengerjakan semua pekerjaan rumah kami, semua latihan kami dan tidak ada yang tersisa untuk dilakukan oleh staf dan saya,” ucap Enrique seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Luis Enrique Sudah Yakin Spanyol Bakal Menang Saat Adu Penalti
The Independent

Enrique melanjutkan, “Daftar penendang penalti awalnya tidak kami rencanakan. Kami hanya memiliki beberapa dari mereka yang siap. Kami ingin Thiago dan Rodri masuk, jika mereka harus mengambilnya, tujuh atau delapan pemain yang siap untuk mengambil, dan berpengalaman dan cukup tajam.”

Mantan pelatih Barcelona itu mengatakan bahwa timnya pantas menang dan mendominasi pertandingan. Enrique juga tak setuju dengan orang yang menyebut adu penalti hanya mengandalkan keberuntungan.

“Kami menghadapi Swiss dengan mengetahui level dan kapasitas mereka. Lawan tidak menekan kami setinggi mungkin. Pertandingan memasuki fase berbahaya dengan skor 1-0, dan mereka membangun terobosan yang bagus. Tapi sejak dari kartu merah (Remo Freuler) permainan berubah sepenuhnya, kami mendominasi, berbahaya, dan menciptakan peluang,” kata Enrique.

Dia melanjutkan, “Mereka mengatakan penalti adalah lotere, tapi itu sepenuhnya salah.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Menarik Perempat Final EURO 2020

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pentas EURO 2020 akan memasuki perempat final pada Jumat (2/7/2021) malam nanti. Laga Swiss vs Spanyol di St. Petersburg akan membuka babak perempat final EURO 2020. Berikunya, secara berturut-turut akan tersaji laga Belgia vs Italia, Rep. Cheska vs Denmark, dan Ukraina vs Inggris.

Di antara delapan tim dan empat pertandingan tersebut, ada beberapa catatan menarik yang akan jadi bumbu pada perempat final EURO 2020 nanti. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik yang mewarnai babak 8 besar tersebut.

1. Italia Paling Berpengalaman

Timnas Italia untuk kali keempat secara beruntun lolos ke perempat final EURO.
football-italia.net

Di antara 8 peserta babak perempat final EURO 2020, timnas Italia adalah tim yang paling berpengalaman. Ini adalah penampilan kelima mereka pada babak ini. Sejak babak ini ada pada EURO 1996, Gli Azzurri hanya dua kali absen karena tersisih pada fase grup. Itu terjadi pada 1996 dan 2004.

Sejak 2008 hingga sekarang, timnas Italia selalu mampu menembus babak perempat final. Namun, prestasi mereka tidaklah mengilap. Dalam tiga perhelatan terdahulu, mereka hanya sekali lolos ke semifinal, yakni pada EURO 2012 dengan mengalahkan Inggris. Adapun pada 2008 dan 2016, mereka dijegal Spanyol dan Jerman.

2. Pengalaman Pertama Swiss

Timnas Swiss baru kali ini mampu menembus babak perempat final Piala Eropa.
timesofindia.indiatimes.com

Bertolak belakang dengan timnas Italia yang sudah berpengalaman, timnas Swiss adalah yang paling tak berpengalaman. Perempat final EURO 2020 kali ini adalah pengalaman pertama Der Nati. Kelolosan mereka pun termasuk mengejutkan karena menjungkalkan timnas Prancis lewat laga sengit dan adu penalti pada babak 16 besar.

Sebelum ini, prestasi terbaik Swiss adalah lolos dari fase grup ke babak 16 besar pada EURO 2016 di Prancis. Jadi runner-up Grup A, Der Nati harus menghadapi timnas Polandia yang berstatus runner-up Grup C. Namun, kemenangan tak berpihak kepada mereka. Imbang 1-1 selama 120 menit, Der Nati kalah 4-5 dalam adu penalti.

3. Perempat Final EURO 2020 Sonder Portugal

Timnas Portugal gagal lolos ke perempat final EURO 2020.
Getty Images

Menilik delapan tim yang lolos ke perempat final EURO 2020, ada satu hal menarik. Itu adalah ketiadaan timnas Portugal yang disisihkan Belgia pada babak 16 besar. Ini adalah sebuah anomali dalam perhelatan Piala Eropa. Biasanya, Seleccao das Quinas selalu jadi salah satu dari 8 peserta babak perempat final.

Sejak EURO 1996, timnas Portugal tak pernah gagal menembus perempat final. Mereka pun punya rekor bagus pada babak ini dengan mengemas 4 kemenangan dan 2 kekalahan. Bahkan, Cristiano Ronaldo cs. mampu tampil sebagai juara pada EURO 2016 dengan mengalahkan Prancis pada partai final.

4. Dua Edisi Beruntun Tanpa Juara Bertahan

Kekalahan Portugal dari Belgia membuat perempat final Piala Eropa kembali tak diikuti sang juara bertahan.
Getty Images

Ketiadaan timnas Portugal bukan hanya mengakhiri tradisi yang tercipta sejak Piala Dunia 1996. Ini juga bisa menjadi awal dari tradisi baru terkait status Seleccao das Quinas sebagai juara edisi sebelumnya. Pasalnya, perempat final EURO 2020 adalah yang kedua secara beruntun tanpa diikuti sang juara bertahan.

Pada perhelatan EURO 2016, babak perempat final juga tanpa tim yang berstatus juara bertahan. Timnas Spanyol, tim yang juara secara beruntun pada 2008 dan 2012, gagal melangkah ke babak 8 besar. Sebabnya, La Furia Roja dihentikan timnas Italia pada babak 16 besar. Mereka kalah 0-2 dalam laga yang berlangsung di Stade de France.

5. Status Unik Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci jadi satu-satunya pemain pada perempat final EURO 2020 yang punya pengalaman mencetak gol pada babak ini.
eurosport.com

Di antara para pemain yang berada di skuat 8 tim peserta babak perempat final EURO 2020, Leonardo Bonucci punya status unik. Bek Italia itu adalah satu-satunya pemain yang punya pengalaman mencetak gol pada babak ini. Itu terjadi karena Cristiano Ronaldo, Olivier Giroud, Paul Pogba, dan Antoine Griezmann dipastikan tak lagi tampil.

Tak banyak gol yang dicetak Bonucci pada perempat final Piala Eropa. Dia hanya mengoleksi 1 gol yang dibuat pada perhelatan EURO 2016. Menghadapi timnas Jerman, sundulannya memaksakan skor 1-1 lewat eksekusi penalti pada menit ke-78. Namun, saat adu penalti, dia justru gagal menaklukkan Manuel Neuer. Gli Azzurri pun kalah 5-6.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Swiss Tetap Lapar Meski Berhasil Tembus Delapan Besar

gamespool
Swiss Tetap Lapar Meski Berhasil Tembus Delapan Besar 30

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, tidak merasa puas meski skuat asuhannya berhasil menembus delapan besar Euro 2020. Petkovic kini menargetkan A-Team Nati meraih satu tiket berlaga di babak semifinal.

Swiss melaju ke babak perempat final setelah menyingkirkan Prancis melalui babak adu penalti. Ini merupakan kali pertama A-Team Nati melaju ke babak delapan besar sepanjang keikutsertaannya di ajang Piala Eropa.

“Kami harus tetap lapar apabila ingin melaju ke babak selanjutnya. Mulai titik ini, saya bisa mengatakan kurang puas dengan pencapaian kami selama Piala Eropa 2020,” ujar Vladimir Petkovic dikutip football5star dari laman France24.

Swiss - Euro 2020 - Eurosport
Eurosport

“Menurut saya, langkah yang akan kami ambil selalu menjadi hal terpenting. Tentu saja kami ingin melaju ke perempat final, meski harus menghadapi salah satu tim unggulan, Spanyol,” sambung Petkovic.

Swiss dipastikan bakal kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di laga nanti. Pasalnya, mereka tak bisa menurunkan Granit Xhaka karena sang pemain terkena skorsing akibat akumulasi kartu kuning.

Sebagai pengganti Xhaka, Petkovic bakal mempercayakan ban kapten kepada Xherdan Shaqiri. Shaqiri mengaku siap menggantikan peran Xhaka dan berjanji bakal menunjukkan performa terbaiknya.

“Tentu saja saya sangat bangga karena dipercaya menjadi kapten di pertandingan sepenting ini. Saya tentu ingin bisa menunjukkan performa terbaik dan membantu tim memetik kemenangan,” tutur Shaqiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Xherdan Shaqiri Bangga Dipercaya Jadi Pengganti Granit Xhaka

gamespool
Xherdan Shaqiri Bangga Dipercaya Jadi Pengganti Granit Xhaka 34

Football5star.com, Indonesia – Xherdan Shaqiri bakal dipercaya menjadi kapten timnas Swiss pada partai perempat final Euro 2020 melawan Spanyol pada Jumat (2/7) malam WIB. Shaqiri merasa sangat bangga karena bisa menjadi pemimpin A-Team Nati di laga bersejarah.

Shaqiri dipercaya mengenakan ban kapten karena Granit Xhaka tidak bisa bermain. Xhaka harus absen karena terkena hukuman skorsing akibat akumulasi kartu kuning.

“Saya tidak memiliki persiapan khusus jelang pertandingan nanti. Saya tidak akan mengubah rutinitas, meski dipercaya tampil sebagai kapten,” ujar Xherdan Shaqiri dikutip football5star dari laman France24.

Xherdan Shaqiri - Swiss - Maennersache
Maennersache

“Tentu saja saya sangat bangga karena dipercaya menjadi kapten di pertandingan sepenting ini. Saya tentu ingin bisa menunjukkan performa terbaik dan membantu tim memetik kemenangan,” sambung Shaqiri.

Lebih lanjut, Shaqiri juga memastikan Swiss tak akan cuma bermain defensif ketika melawan Spanyol. Di mata Shaqiri, A-Team Nati juga memiliki lini depan yang tidak bisa diremehkan Spanyol.

“Kami sudah menunjukkan kalau kami tak cuma pandai bertahan. Di laga melawan Prancis, kami bisa mencetak lebih dari satu gol. Kami ingin menunjukkan gaya bermain terbaik kami dan memperlihatkan bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia sepak bola,” tandas Shaqiri.

Shaqiri masih menjadi sosok andalan A-Team Nati meski tak mendapat menit bermain reguler di Liverpool pada musim 2020-21. Total, Shaqiri berhasil menyumbang dua gol dari empat penampilan di Euro 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Swiss vs Spanyol

Prediksi: Swiss vs Spanyol
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Swiss 1-2 Spanyol
Predictz
Swiss 1-1 Spanyol
WhoScored
Swiss 1-2 Spanyol
FOOTBALL5STAR
Swiss 2-2 Spanyol

Stadion Kretovsky, Jumat (2/7/2021) Pukul 23.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Tiket berlaga di babak semifinal Euro 2020 menjadi motivasi terbesar Spanyol ketika menghadapi Swiss. Laga Swiss vs Spanyol rencananya akan digelar di Stadion Kretovsky, Saint Petersburg,, pada Jumat (2/7) malam WIB.

Spanyol harus bekerja keras meraih satu tempat di babak perempat final. Mereka membutuhkan waktu tambahan untuk menyingkirkan Kroasia pada Senin (28/6) lalu. Laga tersebut berakhir dengan skor 5-3 berkat gol Alvaro Morata dan Mikel Oyarzabal di babak tambahan.

Sementara itu, Swiss menjadi salah satu tim yang sukses mencuri perhatian selama Euro 2020. Pasalnya, mereka berhasil mengandaskan juara Piala Dunia 2018, Prancis, melalui babak adu penalti pada Selasa (29/6) dinihari WIB.

Status tim kuda hitam membuat Swiss akan tampil lepas. Namun, mereka diprediksi bakal kerepotan meladeni Spanyol karena tak bisa menurunkan Granit Xhaka. Xhaka harus absen karena menerima hukuman skorsing akibat akumulasi kartu kuning.

Di kubu Spanyol, tingginya ekspektasi membuat mereka memiliki tekanan yang cukup besar di laga ini. Terlebih, di atas kertas komposisi skuat La Furia Roja jauh lebih mentereng ketimbang Swiss.

Spanyol memiliki rekor yang cukup baik ketika menghadapi Swiss. Mereka cuma menelan satu kekalahan dalam delapan pertemuan terakhir. Akan tetapi, di laga ini Spanyol diyakini tak akan mengandaskan Swiss dengan mudah. Football5star memprediksi laga harus ditentukan melalui babak tambahan atau adu penalti.

REKOR PERTEMUAN

head to head swiss vs spanyol

TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Swiss vs Spanyol
Prediksi: Swiss vs Spanyol 42
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Swiss belum pernah mencatat clean sheet dalam empat partai di Piala Eropa 2020.
  • Swiss mencetak tujuh gol dari empat pertandingan Piala Eropa 2020.
  • Swiss hanya berhasil meraih satu kemenangan dari delapan pertemuan terakhirnya melawan Spanyol.
  • Swiss belum pernah melaju ke semifinal Piala Eropa.
  • Spanyol cuma mampu memetik dua kemenangan dari empat pertandingan Piala Eropa 2020.
  • Spanyol mencetak 11 gol dalam empat partai Piala Eropa 2020.
  • Spanyol tak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhirnya.
  • Spanyol merupakan tim pertama dalam sejarah Piala Eropa yang berhasil mencetak lima gol dalam dua pertandingan beruntun.
PELATIH
  • Partai Swiss vs Spanyol kali ini merupakan pertemuan ketiga antara Vladimir Petkovic dengan Luis Enrique.
  • Dalam dua pertemuan sebelumnya, Petkovic belum pernah mengalahkan Enrique (satu imbang, satu kalah).
  • Rekor Petkovic vs Spanyol: dua imbang, satu kalah.
  • Rekor Enrique vs Swiss: satu menang, satu imbang.
WASIT
  • Partai Swiss vs Spanyol kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Inggris, Michael Oliver.
  • Dalam dua partai Euro 2020, Oliver baru mengeluarkan lima kartu kuning.
  • Rekor Swiss ketika diwasiti Oliver: satu menang, satu imbang.
  • Rekor Spanyol ketika diwasiti Oliver: satu menang, satu imbang.
PEMAIN KUNCI
SWISS:

Top Skorer: Haris Seferovic (3 gol)
Top Assist: Steven Zuber (4 assist
Top Rating: Haris Seferovic (7,36)

SPANYOL:

Top Assist: Alvaro Morata, Pablo Sarabia dan Ferran Torres (@2 gol)
Top
Assist: Gerard Moreno dan Dani Olmo (@2 assist)
Top Rating:
 Pablo Sarabia (7,29)

Statistik di Piala Eropa 2020 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Swiss: Granit Xhaka skorsing.
  • Spanyol: Tidak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Swiss vs Spanyol 1

16 Besar Euro 2020: Tiga Kuda Hitam Curi Perhatian

gamespool
16 Besar Euro 2020: Tiga Kuda Hitam Curi Perhatian 46

Football5star.com, Indonesia – Denmark, Rep. Cheska dan Swiss menjadi tiga tim yang sukses mencuri pehatian di babak 16 besar Euro 2020. Ketiganya berhasil mengamankan tempat di babak perempat final dengan cara yang impresif.

Denmark menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar. Pada Sabtu (26/6) lalu, mereka berhasil mengalahkan Wales dengan skor 4-0 berkat gol Kasper Dolberg (27′ & 48′), Joakim Maehle (88′) dan Martin Braithwaite (90+4′).

Sehari berselang, giliran Rep Cheska yang tampil mempesona. Patrik Schick cs secara mengejutkan berhasil menyingkirkan tim tangguh, Belanda, dengan skor 2-0. Sementara itu, Swiss menyingkirkan juara Piala Dunia 2018, Prancis melalui babak adu penalti.

16 Besar - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Selain ketiganya, ada juga tim lain yang juga tampil impresif di babak 16 besar, yakni Spanyol dan Inggris. Spanyol menyikngkirkan Kroasia dengan skor 5-3 lewat babak tambahan dan Inggris tampil perkasa ketika menjamu Jerman di Stadion Wembley.

Ukraina menjadi tim terakhir yang lolos ke babak delapan besar. Pada Rabu (30/6) dinihari WIB, skuat besutan Andriy Shevchenko berhasil menyingkirkan Swedia melalui gol Artem Dovbyk di menit terakhir babak tambahan.

Babak perempat final Piala Eropa 2020 rencananya akan dibuka dengan laga Swiss vs Spanyol pada Jumat (2/7) malam WIB. Partai antara (SIAPA) vs Inggris pada Minggu (4/7) dinihari WIB bakal menutup babak delapan besar.

HASIL LENGKAP BABAK 16 BESAR EURO 2020:

Sabtu (26/6):

  • Wales 0-4 Denmark (Kasper Dolberg 27′, 48′, Joakim Maehle 88′, Martin Braithwaite 90+4′)

Minggu (27/6):

  • Italia 2-1 Austria (Federico Chiesa 95′, Matteo Pessina 105′ – Sasa Kalajdzic 114′)
  • Belanda 0-2 Rep Cheska (Tomas Holes 68′, Patrik Schick 80′)

Senin (28/6):

  • Belgia 1-0 Portugal (Thorgan Hazard 42′)
  • Kroasia 3-5 Spanyol (Pedri 20′ [bd], Mislav Orsic 85′, Mario Pasalic 90+2′ – Pablo Sarabia 38′, Cesar Azpilicueta 57′, Ferran Torres 77′, Alvaro Morata 100′, Mikel Oyarzabal 103′)

Selasa (29/6):

  • Prancis 3-3 Swiss* (Karim Benzema 57′, 59′, Paul Pogba 75′ – Haris Seferovic 15′, 81′, Mario Gavranovic 90′)
  • Inggris 2-0 Jerman (Raheem Sterling 75′, Harry Kane 86′)

*Swiss menang adu penalti dengan skor 5-4

Rabu (30/6):

  • Swedia 1-2 Ukraina (Emil Forsberg 43′ – Oleksandr Zinchenko 27′, Artem Dovbyk 120+1′)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Yann Sommer Beberkan Kunci Sukses Swiss Kalahkan Prancis

gamespool
Yann Sommer Beberkan Kunci Sukses Swiss Kalahkan Prancis 50

Football5Star.com, Indonesia – Kiper timnas Swiss, Yann Sommer, mengungkapkan bahwa timnya bermain dengan hati dan karakter untuk bisa mengalahkan Prancis di babak adu penalti, (29/6/21). Sommer bangga Swiss bisa memutar balikkan keadaan, apalagi setelah gagalnya penalti Ricardo Rodriguez di babak kedua.

Swiss secara luar biasa mengalahkan juara dunia, Prancis di babak 16 besar Euro 2020 lewat babak adu penalti setelah imbang 3-3 dalam 120 menit. Sommer berhasil menepis tendangan penalti Kylian Mbappe dan membuat Swiss menang 5-4 di babak adu penalti.

Kylian Mbappe Minta Maaf Eksekusi Penaltinya Gagal
Happy Nice World

“Pertandingan yang luar biasa! Malam sepakbola yang luar biasa! Ini adalah kesempatan kami untuk akhirnya lolos ke babak 16 besar karena kami tidak pernah berhasil sebelumnya,” ucap Sommer seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Sommer melanjutkan, “Luar biasa, kami bermain dengan hati dan dengan karakter. Itu adalah situasi yang sangat sulit bagi kami setelah penalti gagal (Ricardo Rodriguez di babak kedua). Saya sangat bangga dengan tim, bagaimana mereka bisa come back. Kami selalu percaya.”

Kapten timnas Swiss, Granit Xhaka, juga tak menyangka timnya bisa menang melawan Prancis dan bersiap untuk melawan Spanyol di babak perempat final.

“Luar biasa. Kami membuat sejarah malam ini dan kami semua sangat bangga. Kami menulis sejarah negara sepakbola ini. Sekarang kami memiliki Spanyol di perempat final. Ini akan sulit tetapi kami bermimpi sekarang,” kata pemain Arsenal itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Legenda Prancis Kagumi Mental Penggawa Swiss

gamespool
Legenda Prancis Kagumi Mental Penggawa Swiss 54

Football5star.com, Indonesia – Bixente Lizarazu menyayangkan kegagalan Prancis melaju ke perempat final Euro 2020. Menurut Lizarazu, Les Bleus tersingkir karena tak bisa mengimbangi kekuatan mental para penggawa Swiss.

Swiss memang tampil luar biasa pada partai melawan Prancis dinihari tadi. Skuat besutan Vladimir Petkovic berhasil bangkit dari ketertinggalan 3-1 dan memastikan tempat di babak delapan besar lewat babak adu penalti.

“Prancis tidak mendominasi pertandingan ini. Mereka tampil kurang meyakinkan sepanjang babak pertama. Di babak kedua, mereka tampil lebih baik berkat kombinasi Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan Karim Benzema,” ujar Bixente Lizarazu kepada Telefoot.

Prancis - Swiss - uefa. com 2
uefa.com

“Pemain Swiss pantas mendapat pujian tinggi. Mereka memiliki kekuatan mental yang luar biasa dan tetap mempertahankan gaya bermainnya meski sempat tertinggal dua gol,” sambung Lizarazu.

Lebih lanjut, Lizarazu juga mempertanyakan konsisi fisik para penggawa Prancis. Ia melihat Paul Pogba cs sudah terlihat kelelahan di babak kedua.

“Mereka tidak terlihat berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, saya tetap mengira Prancis terlihat lebih segar di babak tambahan. Sayangnya, hal itu tidak cukup dan pertandingan akhirnya ditentukan melalui babak tos-tosan,” tandas Lizarazu.

Keberhasilan menyingkirkan Les Bleus membuat Swiss bakal menantang Spanyol di babak perempat final. Laga tersebut rencananya akan digelar pada Jumat (2/7) malam WIB di Stadion Kretovsky, Saint-Petersburg.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prancis vs Swiss: Les Bleus Tersingkir Secara Dramatis

gamespool
Prancis vs Swiss: Les Bleus Tersingkir Secara Dramatis 59

Football5star.com, Indonesia – Prancis gagal melaju ke perempat final Euro 2020 setelah ditaklukkan Swiss di Arena Nationala, Bucharest, pada Selasa (29/6) dinihari WIB. Laga Prancis vs Swiss musti ditentukan lewat adu penalti setelah skor 3-3 tak berubah di waktu normal dan babak tambahan.

Tampil sebagai tim unggulan, Prancis malah dibuat kerepotan oleh intensitas permainan Swiss. Pada menit ke-16, Swiss berhasil mencuri keunggulan melalui Haris Seferovic yang menanduk umpan silang Steven Zuber.

Selepas gol Seferovic, Les Bleus mencoba bangkit. Namun, mereka kesulitan membongkar rapatnya lini pertahanan Swiss. Sementara itu, Swiss mampu sesekali menyerang. Akan tetapi, mereka juga tak mampu menciptakan peluang berarti.

Meski saling jual beli serangan, tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 0-1 tak berubah hingga wasit menyudahi paruh pertama.

Prancis vs Swiss - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Selepas turun minum, Prancis kembali direpotkan oleh intensitas permainan Swiss. Pada menit ke-54, Swiss mendapat hadiah penalti setelah Steven Zuber dilanggar Benjamin Pavard. Beruntung untuk Les Bleus, eksekusi penalti Ricardo Rodriguez berhasil diselamatkan Hugo Lloris.

Tiga menit berselang, Prancis berhasil menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan umpan Kylian Mbappe. Pada menit ke-59, Benzema berhasil mencetak gol keduanya dan membawa Prancis unggul. Kali ini, ia menanduk umpan Antoine Griezmann.

Dua gol Benzema berhasil meningkatkan kepercayaan diri para penggawa Prancis. Pada menit ke-75, Prancis berhasil mencetak gol ketiganya. Kali ini, giliran Paul Pogba yang menjebol gawang Yann Sommer melalui sepakan melengkung dari luar kotak penalti.

Prancis vs Swiss - Euro 2020 - uefa. com 3
uefa.com

Enam menit berselang, Swiss berhasil memperkecil ketertinggalan. Lagi-lagi melalui sundulan Haris Seferovic yang kali ini memaksimalkan umpan Kevin Mbabu. Pada menit ke-89, Swiss berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan pemain pengganti, Mario Gavranovic yang memanfaatkan kelengahan para pemain belakang Prancis. Skor 3-3 bertahan hingga waktu normal usai.

Di babak tambahan, kedua tim tetap saling menyerang dan memiliki sejumlah peluang. Akan tetapi, tak ada gol yang tercipta dan laga harus ditentukan melalui adu penalti. Yann Sommer menjadi pahlawan Swiss setelah menahan penalti Mbappe. Kegagalan penalti Mbappe membuat Swiss berhasil lolos ke babak perempat final.

Di babak delapan besar Euro 2020, Swiss akan menantang Spanyol yang sukses menyingkirkan Kroasia. Laga tersebut rencananya akan digelar pada Jumat (2/7) malam WIB di Saint Petersburg, Rusia.

PRANCIS VS SWISS:

Prancis: 1-Hugo Lloris; 4-Raphael Varane, 5-Clement Lenglet (20-Kingsley Coman 46′, 26-Marcus Thuram 111′), 3-Presnel Kimpembe; 2-Benjamin Pavard, 6-Paul Pogba, 13-N’Golo Kante, 14-Adrien Rabiot; 7-Antoine Griezmann (17-Moussa Sissoko 88′); 10-Kylian Mbappe, 19-Karim Benzema (9-Olivier Giroud 94′)

Pelatih: Didier Deschamps

Swiss: 1-Yann Sommer; 13-Ricardo Rodriguez (18-Admir Mehmedi 87′), 5-Manuel Akanji, 4-Nico Elvedi; 14-Steven Zuber (16-Christian Fassnacht 79′), 10-Granit Xhaka, 8-Remo Freuler, 3-Silvan Widmer (2-Kevin Mbabu 73′); 23-Xherdan Shaqiri (19-Mario Gavranovic 73′); 7-Breel Embolo (11-Ruben Vargas 80′), 9-Haris Seferovic (22-Fabian Schaer 97′)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Kartu kuning: Varane 30′, Coman 88′, Pavard 91′ – Elvedi 33′, Xhaka 76′, Akanji 108′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Swiss vs Turki

cover Swiss vs turki
Prediksi: Swiss vs Turki 67
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Swiss 1-0 Turki
Predictz
 Swiss 1-1 Turki
Football Predictions
Swiss 2-1 Turki
FOOTBALL5STAR
Swiss 2-1 Turki

 

Stadion Olimpiade Baku, Minggu (19/6/2021) Pukul 23.00 WIB (Mola TV, MNC TV)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji pada matchday ketiga Grup A Euro 2020 yang mempertemukan Swiss vs Turki. Keduanya masih punya peluang untuk lolos, namun Turki hanya bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik. Laga Swiss vs Turki akan dimainkan di stadion Olimpiade Baku.

Swiss membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Mereka masih bisa finis di posisi runner-up, namun itu akan tergantung pada hasil laga Italia vs Wales, Tapi andaikan Swiss hanya bisa finis di posisi ketiga, 4 poin seharusnya cukup untuk bisa menjadikan mereka lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sedangkan Turki, mereka bisa dibilang salah satu tim yang paling mengecewakan sejauh ini. Turki kalah dua kali, tanpa mencetak gol dan kebobolan 5 gol. Pasukan Senol Guenes itu masih bisa lolos sebagai salah satu peringat ketiga terbaik. Namun mereka hanya bisa mengumpulkan maksimal 3 poin dan sangat sulit raihan poin itu bisa menjadikan mereka salah satu peringkat ketiga terbaik. Laga Swiss vs Turki akan diadakan bersamaan dengan laga Italia vs Wales.

REKOR PERTEMUAN
head to head Swiss vs Turki
Prediksi: Swiss vs Turki 68
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Swiss vs Turki
Prediksi: Swiss vs Turki 69
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Ini adalah pertemuan pertama kedua tim di kompetisi resmI sejak babak grup Euro 2008.
  • Turki merupakan tim terburuk dalam raihan poin dan selisih gol sejauh ini. Mereka memliki 0 poin, kebobolan 5 kali dan belum mencetak gol.
  • Sebelum kalah lawan Italia, Swiss tak terkalahkan di 9 laga terakhir di semua kompetisi.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Vladimir Petkovic dan Senol Guenes belum pernah bertemu sebelumnya.
  • Petkovic belum pernah bertemu Turki, begitupun Guenes juga belum pernah bertemu Swiss.
WASIT
  • Laga Swiss vs Turki akan dipimpin oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic.
  • Vincic baru sekali menjadi wasit di Euro, tepatnya pekan lalu di laga Spanyol vs Swedia. Dia hanya mengeluarkan satu kartu kuning di laga itu.
  • Turki pernah diwasiti Vincic 2 kali: sekali menang melawan Irlandia, dan sekali imbang melawan Kroasia.
  • Ini pertama kalinya Swiss diwasiti Vincic.
PEMAIN KUNCI

Swiss

Top Scorer: Breel Embolo (1 gol)
Top Assist: Xherdan Shaqiri (1 assist)
Top Rating: Breel Embolo (7,32)

Turki

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating: Okay Yokuslu (6,62)

*Statistik di Euro 2020 Berdasarkan WhoScored

BERITA KEDUA TIM

Swiss: –
Turki: –

PRAKIRAAN FORMASI
line up Swiss vs turki
Prediksi: Swiss vs Turki 70

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bom Ditemukan Dekat Stadion Olimpico Sebelum Laga Italia vs Swiss

gamespool
Bom Ditemukan Dekat Stadion Olimpico Sebelum Laga Italia vs Swiss 74

Football5Star.com, Indonesia – Kepolisian Italia dilaporkan telah menjinakkan sebuah bom yang ditemukan di dalam mobil dekat Stadion Olimpico Roma, sebelum laga Grup A Euro 2020 antara Italia vs Swiss, Kamis (17/6/21). Walikota Roma menyebut bahwa bom itu ditemukan di salah satu mobil pejabat setempat.

Menurut laporan Football5Star.com dari RT, alat peledak yang terbuat dari bubuk mesiu dan baut itu ditemukan dan disambungkan ke sebuah kendaraan beberapa kilometer dari stadion Olimpico, 3 jam sebelum laga Italia vs Swiss.

Bom Ditemukan Dekat Stadion Olimpico Sebelum Laga Italia vs Swiss
RT

Peringatan bom terpicu dan polisi menutup jalan setelah perangkat itu ditemukan oleh seorang pejalan kaki di daerah Prati, Roma, sekitar pukul 6 sore waktu setempat. Polisi memanggil regu penjinak bom untuk menjinakkan bom yang ditanam di mobil pejabat kota, Marco Doria.

Walikota Roma Virginia Raggi mengkonfirmasi penemuan itu lewat akun Twitternya dan mengatakan dia menyatakan “solidaritas penuh” dengan Doria, yang katanya bertanggung jawab untuk mengawasi “pembangunan kembali taman dan vila bersejarah” di kota.

Laga Italia vs Swiss sendiri berjalan dengan lancar dan Gli Azzurri berhasil menang dengan skor 3-0 lewat dua gol Manuel Locatelli dan Ciro Immobile dan membuat mereka lolos ke babak 16 besar.

“Kami bermain untuk memenangkan setiap pertandingan dan kemudian kami akan melihat apa yang terjadi. Kami mendedikasikan kemenangan ini untuk semua orang Italia yang menderita saat ini,” kata pelatih Italia, Roberto Mancini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Swiss Dibantai Italia, Ini Alasannya Menurut Vladimir Petkovic

gamespool
Swiss Dibantai Italia, Ini Alasannya Menurut Vladimir Petkovic 78

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, sangat kecewa dengan performa timnya yang dibantai Italia 3-0 di matchday kedua Grup A Euro 2020, Kamis (17/6/21). Petkovic menyebut bahwa Italia terlihat berlari 6 km lebih banyak dari Swiss.

Azzurri kembali bisa menang 3-0, kali ini lewat dua gol Manuel Locatelli, dan gol tendangan jarak jauh Ciro Immobile. Pasukan Roberto Mancini itu dipastikan lolos ke babak 16 besar dan Swiss masih terdampar di posisi ketiga dengan raihan satu poin. Petkovic menyebut bahwa Italia bisa melaju sampai semifinal.

Italia vs Swiss - Euro 2020 - Manuel Locatelli - uefa. com
uefa.com

“Kami bermain melawan Italia yang sangat kuat. Mereka menciptakan masalah bagi kami, kami tidak dalam kondisi 100 persen. Kami kebobolan gol, kami tidak yakin dan itu tidak normal bagi kami,” ucap Petkovic seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Dia melanjutkan, “Saya sudah mengatakan kemarin bahwa Italia tidak datang dari pertandingan lawan Turki, mereka datang dari jalur 29 pertandingan berturut-turut tak terkalahkan, dengan pemain yang memiliki kualitas hebat. Jika mereka terus seperti ini, mereka memiliki peluang untuk finis di empat besar. Ada beberapa tim lain yang bersaing, maka itu tergantung pada pertandingan individu.”

Mantan pelatih Lazio itu menyebut bahwa semua pemainnya membuat kesalahan, dan yang membuat mereka kalah telak adalah daya jelajah pemain Italia yang jauh lebih tinggi dari pemain Swiss.

“Tampaknya jelas bagi saya. Cukup dengan bertanya pada komentator. Semua orang membuat kesalahan, itu bukan pertandingan yang 100 persen. Jika iya, pasti berbeda. Italia berlari enam kilometer lebih jauh dari kami, itu adalah fakta fisik dan mental. Mereka berlari dengan kecepatan tinggi, di situlah mereka membuat perbedaan.” ujar Vladimir Petkovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Italia vs Swiss: Manuel Locatelli Persembahkan Tiket 16 Besar

gamespool
Italia vs Swiss: Manuel Locatelli Persembahkan Tiket 16 Besar 82

Football5star.com, Indonesia – Manuel Locatelli menjadi bintang kemenangan Italia ketika menjamu Swiss di Stadio Olimpico pada Kamis (17/6) dinihari WIB. Dua gol Locatelli membuat laga Italia vs Swiss berakhir dengan skor 3-0 dan Gli Azzurri berhak melaju ke babak 16 besar Euro 2020.

Menyandang status tim tuan rumah, Italia langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-20, Giorgio Chiellini berhasil membawa Italia unggul melalui sepakan keras dari jarak dekat. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Chiellini menyentuh bola dengan tangannya sebelum menjebol gawang Yann Sommer.

Hal tersebut semakin membakar semangat para penggawa Gli Azzurri. Pada menit ke-26, Manuel Locatelli berhasil mencetak gol pertama Italia setelah menyambar umpan tarik kiriman Domenico Berardi.

Selepas gol Locatelli, Swiss berusaha bangkit. Namun, mereka kesulitan membongkar lini pertahanan Italia. Sementara itu, tim tuan rumah juga mampu beberapa kali mengancam. Akan tetapi, mereka juga kesulitan menciptakan peluang berarti dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Italia vs Swiss - Euro 2020 - Manuel Locatelli - uefa. com 2
uefa.com

Di babak kedua, Italia terus menekan lini belakang Swiss. Sepuluh menit selepas turun minum, Locatelli berhasil mencetak gol keduanya dan menggandakan keunggulan Gli Azzurri. Kali ini, Locatelli menjebol gawang Swiss melalui sepakan mendatar dari luar kotak penalti.

Gol kedua Locatelli tidak menghancurkan semangat para pemain Swiss. Mereka terus menyerang lini belakang Italia dan hampir memperkecil ketertinggalan pada menit ke-64. Namun, dua sepakan keras Steven Zuber berhasil diblok Gianluigi Donnarumma dengan baik.

Asyik menyerang, Swiss malah kembali kebobolan. Pada menit ke-88, CIro Immobile berhasil mencetak gol ketiga Italia melalui sepakan spekulasi dari luar kotak penalti. Skor 3-0 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kemenangan ini membuat Italia semakin nyaman duduk di posisi puncak klasemen grup A dengan koleksi enam poin. Selain itu, Gli Azzurri juga menjadi tim pertama yang berhasil mengamankan tiket babak 16 besar Euro 2020.

SUSUNAN PEMAIN ITALIA VS SWISS:

Italia: 21-Gianluigi Donnarumma; 2-Giovanni Di Lorenzo, 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini (15-Francesco Acerbi 24′), 4-Leonardo Spinazzola; 18-Nicolo Barella (16-Bryan Cristante 86′), 8-Jorginho, 5-Manuel Locatelli (12-Mateo Pessina 86′); 11-Domenico Berardi (25-RAfael Toloi 69′), 17-Ciro Immobile, 10-Lorenzo Insigne (14-Federico Chiesa 69′)

Pelatih: Roberto Mancini

Swiss: 1-Yann Sommer; 4-Nico Elvedi, 22-Fabian Schaer (14-Steven Zuber 57′), 5-Manuel Akanji; 2-Kevin Mbabu (3-Silvan Widmer 58′), 8-Remo Freuler (15-Djibril Sow 84′), 10-Granit Xhaka, 13-Ricardo Rodriguez; 23-Xherdan Shaqiri (11-Ruben Vargas 76′); 7-Breel Embolo, 9-Haris Seferovic (19-Mario Gavranovic 46′)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Kartu Kuning: Gavranovic 49′, Embolo 79′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Italia vs Swiss

Prediksi Italia vs Swiss
Prediksi: Italia vs Swiss 90
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Italia 2-0 Swiss
Predictz
Italia 2-0 Swiss
SportsMole
Italia 1-0 Swiss
FOOTBALL5STAR
ITALIA 3-0 SWISS
Stadion Olimpico, Kamis (17/6/2021) Pukul 02.00 WIB (RCTI/MOLA TV)

Football5Star.com, Indonesia – Hanya ada satu pertanyaan untuk laga Italia vs Swiss pada matchday II Grup A EURO 2020 ini. Bisa apa Der Nati di hadapan Gli Azzurri yang perkasa? Bukan apa-apa, tim asuhan Roberto Mancini meraup hasil sempurna dalam 9 laga terakhir. Bukan hanya menang, mereka juga tak pernah kebobolan alias selalu clean sheet.

Swiss juga memang punya rekor bagus. Anak-anak asuh Vladimir Petkovic tak kalah dalam 8 laga beruntun. Namun, mereka sangat sulit clean sheet. Pada matchday I lalu, Xherdan Shaqiri cs. dipaksa imbang 1-1 oleh Wales meskipun sempat unggul terlebih dahulu. Ini menunjukkan adanya kelemahan di lini pertahanan yang rawan dieksplotasi Italia.

Hasil melawan Wales juga mempertegas kesulitan Der Nati saat berlaga di pentas EURO. Mereka Selalu gagal mencetak lebih dari 1 gol dalam lima laga terakhir di ajang ini. Lalu, mereka pun selalu imbang dalam empat laga beruntun. Satu-satunya kemenangan diraih atas Albania pada laga pertama fase grup EURO 2016.

Melawan Italia, tentu saja semua modal itu terasa minim. Sulit membayangkan Der Nati membuat kejutan pada laga di Stadion Olimpico nanti. Apalagi, Lorenzo Insigne cs. tampil impresif pada matchday I saat menggasak Turki tiga gol tanpa balas. Permainan anak-anak asuh Mancini pun menuai pujian dari para pemerhati sepak bola dunia.

Meskipun demikian, harapan memetik poin bukannya tak ada sama sekali bagi Swiss. Asa itu datang dari rekor pertemuan dengan Italia. Pada tiga pertemuan terakhir, hasil akhir laga Italia vs Swiss selalu saja imbang. Dua kali berakhir 1-1 dan sekali 0-0. Bila ditarik lebih jauh, kedua tim 4 kali imbang dalam 6 pertemuan terakhir.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Italia vs Swiss
Prediksi: Italia vs Swiss 91
TREN PERFORMA
Tren Performa Gli Azzurri vs Der Nati
Prediksi: Italia vs Swiss 92
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Dalam 30 tahun terakhir, laga Italia vs Swiss pada fase grup EURO 2020 ini adalah pertemuan ke-11. Pada 10 pertemuan terdahulu, Gli Azzurri hanya 1 kali kalah (4 menang, 5 seri).
  • Gli Azzurri tak kalah dalam 6 kesempatan terakhir melawan Der Nati (2 menang, 4 seri).
  • Pada 4 edisi terakhir pertemuan Italia vs Swiss, kedua tim hanya sekali clean sheet. Itu pun terjadi saat mereka imbang 0-0.
  • Tim asuhan Roberto Mancini selalu menang dan tak kebobolan dalam 9 laga beruntun.
  • Gli Azzurri mencetak 28 gol dalam 9 laga terakhir atau rata-rata 3 gol per laga.
  • Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne selalu mencetak gol dalam 2 laga terakhir timnas Italia.
  • Der Nati tak kalah dalam 8 laga terakhir (6 menang, 2 seri).
  • Sepanjang tahun ini, tim asuhan Vladimir Petkovic hanya mampu 2 kali clean sheet dari 6 laga yang dilakoni.
  • Der Nati tak pernah mampu mencetak lebih dari 1 gol dalam 5 laga terakhir pada pentas EURO.
PELATIH
  • Pertandingan Italia vs Swiss kali ini jadi pertemuan pertama Roberto Mancini dengan Vladimir Petkovic.
  • Mancini belum pernah menghadapi Der Nati.
  • Petkovic baru kali ini berkesempatan melawan Gli Azzurri.
WASIT
  • Partai Italia vs Swiss pada matchday II Grup A EURO 2020 ini akan diwasiti Sergey Karasev dari Rusia.
  • Karasev baru kali ini memimpin pertemuan Italia vs Swiss.
  • Karasev pernah memimpin 2 pertandingan di EURO 2016. Ketika itu, kedua laga berakhir imbang 1-1.
  • Gli Azzurri selalu menang dalam 4 pertandingan terdahulu yang dipimpin oleh wasit Rusia ini.
  • Dalam 4 pertandingan terdahulu yang dipimpin Karasev, Gli Azzurri membukukan 3 clean sheet dan hanya kebobolan 1 gol.
  • Der Nati selalu imbang dalam 2 laga terdahulu yang diwasiti Karasev.
  • Di pentas Piala Eropa, Der Nati imbang 1-1 dengan Rumania pada 2016.
PEMAIN KUNCI

ITALIA

Top Scorer: Ciro Immobile, Lorenzo Insigne (@1 Gol)
Top Assist: Ciro Immobile (1 Assist)
Top Rating: Ciro Immobile (8,57)

SWISS

Top Scorer: Breel Embolo (1 Gol)
Top Assist: Xherdan Shaqiri (1 Assist)
Top Rating: Breel Embolo (8,68)

Statistik di Piala Eropa 2020 menurut WhoScored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Italia: Lorenzo Pellegrini dan Alessandro Florenzi cedera, sedangkan Marco Verratti tak dalam kondisi prima.
  • Swiss: Tak ada pemain yang dipastikan absen untuk laga Italia vs Swiss pada lanjutan Grup A EURO 2020 ini.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Italia vs Swiss
Prediksi: Italia vs Swiss 93

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gianluigi Donnarumma: Italia Tak Boleh Remehkan Swiss

gamespool
Gianluigi Donnarumma: Italia Tak Boleh Remehkan Swiss 97

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, meminta rekan-rekannya untuk melanjutkan kiprah gemilang di ajang Euro 2020. Ia juga meminta para penggawa Gli Azzurri agar tidak meremehkan potensi kejutan yang dimiliki Swiss.

Italia berhasil mengawali Euro 2020 dengan gemilang berkat kemenangan telak ketika menjamu Turki, Sabtu (12/6) lalu. Sementara itu, Swiss harus puas memetik satu poin karena gagal mengalahkan Wales.

“Swiss adalah tim hebat yang mampu bermain sepak bola dengan cantik. Selain itu, mereka juga memiliki gaya bermain ofensif yang membuat kami tak bolah kehilangan fokus selama 90 menit,” tutur Gianluigi Donnarumma dikutip football5star dari laman Football Italia.

Euro 2020 - Italia -- Union-Bulletin
Union-Bulletin

“Kami harus mempersiapkan diri dengan matang agar bisa menjalani pertandingan melawan Swiss tanpa kesulitan berarti. Saya berjanji kami akan tampil lebih baik ketimbang pertandingan pertama,” sambung Donnarumma.

Lebih lanjut, Donnarumma juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak besar kepala dengan kemenangan telak yang diraih atas Turki. Menurutnya, para penggawa Gli Azzurri tidak boleh cepat puas karena baru melakoni satu partai di Euro 2020.

“Mengawali turnamen dengan gemilang merupakan sesuatu yang sangat penting. Kami menjalani pertandingan yang luar biasa. Tapi, kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras agar bisa kembali tampil gemilang di laga selanjutnya,” tandas Donnarumma.

Gli Azzurri akan menantang Swiss pada Kamis (17/6) mendatang. Laga tersebut rencananya akan digelar di Stadio Olimpico, Roma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagalkan Kemenangan Swiss, Begini Kata Kieffer Moore

gamespool
Gagalkan Kemenangan Swiss, Begini Kata Kieffer Moore 101

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Wales, Kieffer Moore, merasa senang karena golnya berhasil mengagalkan kemenangan Swiss. Moore juga tak mau mengeluh meski timnya cuma mampu memetik satu angka.

Satu gol Moore membuat laga Wales vs Swiss berakhir dengan skor 1-1. Sebelum gol Moore, Siwss sempat unggul terlebih dahulu melalui tandukan Breel Embolo yang memaksimalkan umpan silang kiriman Xherdan Shaqiri.

“Secara pribadi, tentu saya merasa senang karena berhasil mencetak satu gol. Tapi, kami sebenarnya akan lebih senang jika berhasil mengalahkan Swiss,” tutur Kieffer Moore dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Kieffer Moore - Swiss - uefa. com 2
uefa.com

“Tapi, satu poin dari pertandingan ini juga hasil yang cukup menguntungkan. Karena, kami bisa berada di posisi yang baik. Kami memang sempat kesal ketika mereka berhasil unggul. Tapi, kami berhasil meraih hasil positif setelah mampu menyamakan kedudukan,” sambung Moore.

Satu gol yang dicetak Moore juga membuat kapten Wales, Gareth Bale, merasa senang. Menurutnya, gol Moore tercipta berkat kerja keras seluruh penggawa Wales yang terus berjuang hingga menit terakhir.

“Kami bekerja dengan sangat keras di laga ini. Cuaca yang panas seperti ini membuat kami kesulitan menunjukkan performa terbaik di atas lapangan. Tapi, saya sangat bangga atas hasil kerja keras kami semua,” tutur Bale.

“Kami harus menggunakan satu poin dari pertandingan ini sebagai dasar agar bisa meraih hasil yang lebih membanggakan di laga selanjutnya. Sekarang, kami harus beristirahat dan memulihkan kondisi agar bisa tampil maksimal di pertandingan melawan Turki,” tandas pemain berusia 31 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wales vs Swiss: Tanpa Pemenang karena VAR

gamespool
Wales vs Swiss: Tanpa Pemenang karena VAR 105

Football5star.com, Indonesia – Dianulirnya gol Mario Gavranovic oleh VAR membuat Swiss gagal mengalahkan Wales pada partai grup A Euro 2020 di Baku, Sabtu (12/6) malam WIB. Partai Wales vs Swiss berakhir dengan skor sama kuat, 1-1.

Tampil sebagai tim unggulan, Swiss langsung menguji ketangguhan lini belakang Wales. Namun, Wales tak tinggal diam dan juga mampu beberapa kali mengancam gawang Swiss yang dikawal Yann Sommer.

Pada menit ke-16, Wales nyaris membuka keunggulan melalui Kieffer Moore. Namun, sundulan Moore yang memanfaatkan umpan Daniel James hanya membentur tiang gawang Swiss.

Selepas peluang Moore, giliran Swiss yang balik menyerang. Skuat besutan Vladimir Petkovic mendapat sejumlah peluang melalui Haris Seferovic dan Breel Embolo. Namun, Swiss gagal menjebol gawang kawalan Danny Ward dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Wales vs Swiss - euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Di babak kedua, Swiss kembali mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, mereka berhasil membuka keunggulan melalui sundulan Embolo yang memaksimalkan umpan silang kiriman Xherdan Shaqiri.

Selepas gol Embolo, Swiss terus menggempur lini belakang Wales. Tingginya tekanan dari Swiss membuat Wales hanya mampu sesekali mengancam gawang Sommer.

Meski terus ditekan, Wales berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-74. Berawal dari umpan silang kiriman Joe Morrell, Moore berhasil lepas dari pengawalan pemain belakang Swiss dan sundulannya gagal diamankan Sommer.

Menjelang akhir pertandingan, Swiss berhasil mencetak gol kedua lewat sepakan jarak dekat Mario Gavranovic yang baru masuk lapangan. Akan tetapi, Swiss harus gigit jari karena VAR menganulir gol Gavranovic. Pemain berusia 31 tahun itu berada dalam posisi offside sebelum menjebol gawang Ward.

Selepas insiden tersebut, kedua tim kembali saling jual beli serangan. Namun, tak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 1-1 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN WALES VS SWISS:

Wales: 12-Dany Ward; 14-Connor Roberts, 22-Chris Mepham, 6-Joe Rodon, 4-Ben Davies; 16-Joe Morrell, 7-Joe Allen, 10-Aaron Ramsey (15-Ethan Ampadu 90′); 11-Gareth Bale, 13-Kieffer Moore, 20-Daniel James (19-David Brooks 75′)

Pelatih: Robert Page

Swiss: 1-Yann Sommer; 4-Nico Elvedi, 22-Fabian Schaer, 5-Manuel Akanji; 2-Kevin Mbabu, 10-Granit Xhaka, 8-Remo Freuler, 13-Ricardo Rodriguez; 23-Xherdan Shaqiri (6-Denis Zakaria 66′); 7-Breel Embolo, 9-Haris Seferovic (19-Mario Gavranovic 84′)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Kartu Kuning: Moore 47′ – Schaer 30′, Mbabu 63′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Wales vs Swiss

Prediksi: Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 113
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
Forebet
Wales 1-1 Swiss
101 Great Goals
Wales 0-1 Swiss
Whoscored
Wales 0-1 Swiss
FOOTBALL5STAR
Wales 0-2 Swiss
Baku Olympic Stadium, Sabtu (12/6/2021) 20:00 WIB (RCTI)

Football5Star.com, Indonesia Partai seru akan membuka Grup A EURO 2020 antara Wales vs Swiss di Baku Olympic Stadium, Sabtu (12/6/2021). Secara rekor pertemuan, Swiss diunggulkan tapi segalanya bisa terjadi dalam partai pembuka.

Wales memang tak diunggulkan di Grup A EURO 2020. Namun justru itulah senjata bagi tim berjuluk The Dragons Y Dreigiau itu untuk bisa menyengat. Mereka jelas harus diwaspadai mengingat 2016 lalu sukses memukul balik semua prediksi miring dengan menembus babak semifinal.

Swiss sendiri di atas kertas unggul atas Wales. Mereka memenangi empat dari lima pertemuan melawan Wales. Cuma sekali kalah di babak kualifikasi, pasukan Vladimir Petkovic itu pastinya ingin menjaga momentum positifnya pada laga pembuka.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi: Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 114
TREN PERFORMA
Prediksi: Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 115
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Satu-satunya kemenangan Wales atas Swiss terjadi pada 2011 saat menang 2-0 berkat gol Aaron Ramsey dan Gareth Bale.
  • Partai Wales vs Swiss sepertinya berpihak kepada anak asuh Vladimir Petkovic karena dalam performa impresif. Mereka selalu menang dalam enam pertandingan resmi FIFA terakhir.
  • Wales tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir pada ajang EURO.
  • Swiss selalu meraih kemenangan dalam tiga partai terakhir di EURO.
  • Wales lolos ke EURO 2020 usai menjadi runner-up Grup E dengan meraih empat kemenangan, 2 imbang, dan 2 kalah.
 PELATIH
  • Pelatih Wales, Robert Page, belum pernah sekalipun berjumpa Swiss pada level senior.
  • Page pernah dua kali menghadapi Swiss pada level U-21. Hal itu saat dia membawa Wales U-21 meraih dua kemenangan, yakni 3-0 dan 3-1 atas Swiss U-21 pada 2017 serta 2018 lalu.
  • Parai Wales vs Swiss akan jadi pertemuan perdana Page dengan nakhoda Swiss, Vladimir Petkovic.
  • Petkovic belum pernah melawan Swiss sebelumnya.

Wasit
  • Partai Wales vs Swiss akan dipimpin oleh Clement Turpin, didampingi Nicolas Danos dan Cyril Gringore dari Prancis.
  • Turpin baru sekali memimpin laga Wales. Hal itu saat Wales menang 4-1 atas Irlandia, 2018.
  • Turpin sudah dua kali memimpin laga Swiss dan memberikan empat kartu kuning.
  • Rekor Swiss saat diwasiti Swiss: satu imbang dan satu kalah.
PEMAIN KUNCI

Wales

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Swiss

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

BERITA KEDUA TIM
  • Wales: Gareth Bale dan Ramsey kembali bisa diandalkan setelah masing-masing cetak dua gol pada babak kualifikasi.
  • Swiss: Cedric Itten yang jadi top skorer di babak kualifikasi harus absen karena cedera. Breel Embolo diprediksi ajkan jadi starter laga ini.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 116

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Peta Persaingan di Grup A EURO 2020 sepertinya tinggal menyisakan satu slot saja untuk ke babak selanjutnya. Sebab, Timnas Italia di atas kertas diunggulkan untuk bisa merajai grup ini dan melangkah ke fase selanjutnya.

Italia memang saat ini sedang dalam performa yang istimewa. Bersama Roberto Mancini, Gli Azzurri, sangat perkasa sejak babak kualifikasi. Bahkan, dalam sepuluh partai di Grup J bersama Finlandia, Yunani, Bosnia dan Herzegovina, Armenia, serta Liectenstein, Timnas Italia sukses menyapu bersih dengan kemenangan.

Tak cuma itu, Italia juga total mencatatkan 37 gol dalam sepuluh laga dan cuma kejebolan empat gol saja. Diprediksi, dalam partai Grup A bersama Turki, Swiss, dan Wales, Italia akan melaju dengan mulus. Lawan yang mungkin akan menyandung Italia ialah Swiss. Tim asuhan Vladimir Petkovic itu melaju ke EURO 2020 juga dengan status juara Grup, yakni D. Mereka sukses mengumpulkan 17 poin, hasil lima menang, dua imbang, dan cuma sekali kalah.

Secara rekor pertemuan lawan Italia, cuma Swiss yang lumayan baik. Dalam 20 laga melawan Timnas Italia, mereka sukses meraih tiga kemenangan. Terlebih dalam tiga pertemuan terakhir lawan Swiss, Italia cuma main imbang meski terakhir kali kedua tim bersua pada 2010 silam.

Turki dan Wales sendiri tak punya rekor bagus ketika berhadapan dengan Gli Azzurri. Wales baru sekali menang dan itu pun diraih 2002, sedang Turki bahkan belum pernah sekalipun menang atas Italia.

Peluang Turki

Turki dan Swiss sepertinya bakal saling sikut untuk menemani Italia lolos dari Grup A EURO 2020. Selain tengah dalam performa impresif, kedua tim itu memang punya rekor yang sangat sengit ketika bersua

Swiss sendiri cuma dua kali menang dalam sembilan kali bersua Turki. Sedang Turki meraih lima kemenangan, dan dua lainnya imbang. Pada fase kualifikasi, perjalanan Turki juga mengesankan. Anak asuh Senol Gunes itu bahkan cuma sekali kalah saat segrup dengan Prancis, Islandia, Albania, Andorra, dan Moldova di Grup H.

Malahan, Prancis yang jadi unggulan di grup itu tak mampu meraih kemenangan atas Turki. Justru Turki sukses menang 2-0 atas prancis di Buyusehir Stadium, 8 Juni 2019. Turki juga punya rekor yang tak buruk ketika jumpa Wales.

Mereka sudah enam kali bersua Wales, menelan tiga kekalahan, dua menang, dan sekali imbang. Namun, pertemuan terakhir kedua kesebelasan sudah sangat lama terjadi, yakni 21 Agustus 1997 silam.

Wales memang tak diunggulkan di Grup A EURO 2020. Namun justru itulah senjata anak asuh Ryan Giggs untuk bisa menyengat, seperti 2016 lalu ketika sukses menembus babak semifinal.

PREDIKSI AKHIR
PosisiTimMenangSeriKalahNilai
1Italia3009
2Turki2016
3Swiss1114
4Wales0121
PROFIL PESERTA

ITALIA

Timnas Italia
Getty Images

Timnas Italia terbilang sangat mantap menatap EURO 2020 bersama Roberto Mancini. Selain sukses bawa Italia raih hasil sempurna pada babak kualifikasi, Mancini juga baru mendapat apresiasi berupa perpanjangan kontrak sampai 2026 dari FIGC. Ini jadi saat yang tepat Italia bersama Mancini mengulang sukses 1996.

“Saat ini, ada cukup banyak pemain muda yang menjadi bagian skuat kami. Tentu saja kami berharap bisa segera memetik hasil dari kerja keras selama tiga tahun terakhir,” kata Roberto Mancini seperti dikutip Football Italia.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC)
Julukan Timnas: Gli Azzurri
Pelatih: Roberto Mancini
Kapten: Leonardo Bonucci
Pemain Kunci: Gianluigi Donnarumma, Leonardo Bonucci, Marco Verratti, Andrea Belotti, Federico Chiesa
Prestasi Terbaik di EURO: Juara (1968)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup J (10 menang, 0 seri, 0 kalah)


TURKI

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
Getty Images

Turki memang bukan unggulan di Grup A. Namun, tim berjuluk The Crescent-Stars itu punya daya kejut berbahaya. Bersama Senol Gunes, Turki bahkan menjelma jadi tim yang sukar ditembus. Faktanya, mereka jadi tim paling sedikit kejebolan di fase kualifikasi, yakni cuma tiga gol bersama Belgia.

“Saat kami bermain bagus sebagai tim, penampilan individu harus bisa dimatikan. Tiga pesaing kami di grup lebih kuat dari kami. Mereka jauh di depan kami dalam peringkat FIFA. Namu, kami tahu kami bisa melawan mereka,” kata Senol Gunes dikutip dari CNNTurk.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Turkiye Futbol Federasyonu (TFF)
Julukan Timnas: Crescent-Stars
Pelatih: Senol Gunes
Kapten: Burak Yilmaz
Pemain Kunci: Burak Yilmaz, Ozan Kabak, Caglar Soyuncu, Hakan Calhanoglu
Prestasi Terbaik di EURO: Semifinal (EURO 2008)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner-up Grup H (7 menang, 2 imbang, 1 kalah)


WALES

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
Getty Images

Seperti 2016 lalu, Wales datang ke EURO 2020 dengan status kurang diunggulkan. Saat itu Wales yang segrup dengan Inggris, Slovakia, dan Rusia, justru bisa lolos sebagai juara grup. Tak diunggulkan justru bikin mereka bisa tampil tanpa beban dan sangat berbahaya buat para lawannya. Meski, mereka akan bertarung di EURO 2020 tanpa Ryan Giggs dan digantikan asistennya, Robert Page.

“Kami, saya dan Ryan Giggs akan melakukan yang terbaik buat negara. Saya akan tetap berkomunikasi dengannya agar Wales bisa tampil memberi yang terbaik di EURO 2020,” kata Rob Page dikutip dari BBC.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Football Association of Wales (FAW)
Julukan Timnas: The Dragons Y Dreigiau
Pelatih: Ryan Giggs, Rob Page (karteker)
Kapten: Gareth Bale
Pemain Kunci: Gareth Bale, Harry Wilson, Ethan Ampadu, Chris Gunter, Aaron Ramsey.
Prestasi Terbaik di EURO: Semifinal (EURO 2016)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner-up Grup E (4 menang, 2 imbang, 2 kalah)


SWISS

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
eu-football-info.tumblr.com

EURO 2020 menjadi kans terbesar buat Timnas Swiss untuk menunjukkan tajinya. Cuma sekali kalah di babak kualifikasi, pasukan Vladimir Petkovic juga memiliki segudang senjata. Mereka akan mentas di gelaran kali ini dengan nama-nama tenar, mulai dari Xherdan Shaqiri, Manuel Akanji, Granit Xhaka, hingga Breel Embolo yang diharapkan bisa jadi tumpuan.

“Lebih dari sekadar objektif, akan mengecewakan jika kami tidak lolos dari grup ini. Bukan karena kami tidak menghargai lawan, yang semuanya sangat kuat, tetapi karena kami percaya pada diri kami sendiri. Kami ingin menjalani pertandingan demi pertandingan dengan optimistis,” ujar Vladimir Petkovic dikutip dari RSI.ch.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Swiss Football Association (SFA)
Julukan Timnas: Rossocrociati
Pelatih: Vladimir Petkovic
Kapten: Granit Xhaka
Pemain Kunci: Yann Sommer, Manuel Akanji, Granit Xhaka, Denis Zakaria, Xherdan Shaqiri, Fabian Schar
Prestasi Terbaik di EURO: Babak 16 Besar (EURO 2016)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup D (5 menang, 2 imbang, 1 kalah)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Putaran Final UEFA Nations League Tanpa 3 Tim Terbaik 2018-19

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Gelaran fase grup UEFA Nations League A 2020-21 hampir berakhir. Saat ini, tim-tim yang tergabung di 4 grup sudah melewati lima matchday. Hasilnya lumayan mengejutkan karena tiga tim yang masuk 4-besar pada 2018-19 dipastikan gagal lolos ke putaran final UEFA Nations League kali ini.

Dari tiga tim itu, salah satunya adalah sang juara bertahan, timnas Portugal. Kekalahan 0-1 dari timnas Prancis pada matchday V gara-gara gol N’Golo Kante membuat Cristiano Ronaldo cs. dipastikan gagal mampertahankan gelar.

Portugal yang saat ini mengumpulkan 10 poin memang masih dapat menyamai perolehan nilai Prancis. Namun, andai itu terjadi, mereka tetap tak mengudeta Les Bleus. Pasalnya, mereka kalah head to head. Dalam dua pertemuan, mereka hanya imbang 0-0 dan kalah 0-1.

Timnas Inggris gagal mengulang langkah di UEFA Nations League A setelah kalah 0-2 dari Belgia.
Getty Images

Tim lain yang juga dipastikan gagal mengulang prestasi musim 2018-19 adalah timnas Inggris. Kekalahan 0-2 dari timnas Belgia, Senin (16/11/2020) dini hari WIB memastikan The Three Lions harus gigit jari dan harus mengubur mimpi untuk meraih trofi

Dalam lima pertandingan, The Three Lions hanya mengumpulkan 7 poin. Dengan hanya satu laga tersisa, mereka tak akan mampu menggoyahkan posisi Belgia yang sudah mengoleksi 12 poin.

Adapun tim ketiga yang gagal lolos lagi ke putaran final UEFA Nations League adalah timnas Swiss. Hasil imbang 1-1 dengan timnas Spanyol membuat Yann Sommer cs. saat ini terpuruk di dasar klasemen Grup 4. Mereka terpaut 6 poin dari timnas Jerman yang memuncaki klasemen.

Prancis Lolos ke Putaran Final UEFA Nations League

Hingga matchday V kelar, baru Prancis yang memastikan lolos ke putaran final UEFA Nations League 2020-21. Tim asuhan Didier Deschamps memastikan hal itu lewat kemenangan 1-0 atas Portugal.

Belgia sebetulnya hampir menyusul Prancis setelah kemenangan 2-0 atas Inggris. Namun, Romelu Lukaku cs. harus bersabar karena Denmark menang 2-1 atas Islandia. Saat ini, dengan koleksi 12 poin, Rode Duivels hanya unggul 2 poin atas Tim Dinamit.

Spanyol dan Jerman akan berjibaku menentukan wakil Grup 4 ke 4-Besar UEFA Nations League.
eurosport.com

Menariknya, kedua tim itu akan bersua pada matchday pamungkas, tengah pekan nanti di Leuven. Rode Duivels hanya butuh hasil imbang dari laga tersebut. Adapun Tim Dinamit harus memetik kemenangan. Pertemuan terakhir di kandang Belgia pada 6 September 1995 berakhir kemenangan 3-1 untuk Denmark.

Laga penentuan pada matchday VI juga akan terjadi di Grup 4 saat Spanyol menghadapi Jerman. Saat ini, Die Mannschaft hanya unggul 1 poin dari La Furia Roja. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke putaran final UEFA Nations League.

Akan tetapi, itu tak akan mudah. La Furia Roja sangat kuat di kandang sendiri. Sergio Ramos cs. tercatat selalu memenangi 8 laga kandang beruntun. Kekalahan terakhir dialami saat menjamu Inggris pada 15 Oktober 2018 dengan skor 2-3.

Persaingan Segitiga di Grup 1

Belanda butuh keajaiban untuk lolos ke 4-besar UEFA Nations League kali ini.
Getty Images

Persaingan lebih sengit terjadi di Grup 1. Laga matchday VI akan sangat menentukan. Itu karena Italia yang memimpin klasemen hanya mengoleksi 9 poin. Posisi tim asuhan Roberto Mancini masih rawan karena hanya unggul 1 angka atas Belanda dan 2 angka atas Polandia.

Meskipun demikian, peluang Italia untuk lolos ke putaran final UEFA Nations League sangat terbuka. Pasalnya, mereka hanya akan menghadapi Bosnia & Herzegovina, sang juru kunci yang baru mengoleksi 2 poin. Pada lawatan terakhir ke markas sang lawan, Gli Azzurri menang 3-0 berkat gol-gol Francesco Acerbi, Lorenzo Insigne, dan Andrea Belotti.

Sementara itu, Polandia akan berjibaku dengan Belanda, satu-satunya tim 4-besar musim 2028-19 yang masih bisa lolos ke putaran final UEFA Nations League kali ini. Kedua tim datang dengan modal berbeda. Polandia baru kalah 0-2 dari Italia, sedangkan Oranje menang 3-1 atas Bosnia & Herzegovina. Pada pertemuan pertama, Belanda menang 1-0 melalui gol tunggal Steven Bergwijn.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Swiss vs Spanyol: La Furia Roja Susah Payah Ambil Satu Poin

gamespool
Swiss vs Spanyol: La Furia Roja Susah Payah Ambil Satu Poin 131

Football5star.com, Indonesia – Spanyol kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya mampu meraih satu poin dari markas Swiss, Minggu (15/11) dinihari WIB. Partai Nations League antara Swiss vs Spanyol berakhir dengan skor 1-1 dan diwarnai kegagalan Sergio Ramos mengeksekusi dua penalti.

Tampil sebagai tim unggulan, Spanyol langsung menekan lini belakang Swiss. Namun, mereka hanya bisa menguasai bola dan kesulitan menciptakan peluang berarti karena rapatnya barisan belakang Swiss.

Asyik menyerang, Spanyol malah kecolongan pada menit ke-26. Remo Freuler berhasil membawa Swiss unggul setelah sepakan kerasnya gagal dijangkau Unai Simon.

Selepas gol Freuler, Spanyol kembali mengurung barisan belakang Swiss. Tim tuan rumah mampu sesekali mengancam melalui serangan balik. Namun, tak ada gol tambahan yang tercipta hingga babak pertama usai.

Swiss vs Spanyol - Nations League - uefa. com - Sergio Ramos
uefa.com

Selepas turun minum, Spanyol langsung membombardir lini belakang Swiss. Dua belas menit setelah babak kedua dimulai, tim tamu mendapat peluang emas melalui penalti Sergio Ramos. Namun, sepakannya bisa diblok dengan baik oleh Yann Sommer.

Pada menit ke-80, Ramos kembali mendapat kesempatan mencetak gol melalui titik putih. Akan tetapi, lagi-lagi usahanya berhasil diamankan dengan baik oleh Sommer.

Sembilan menit berselang, Spanyol akhirnya berahsil menyamakan kedudukan melalui sundulan Gerard Moreno yang lepas dari pengawalan bek Swiss. Skor 1-1 pun tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Hasil imbang ini membuat Spanyol kehilangan status sebagai pemuncak klasemen grup 4 Nations League. Mereka digusur oleh Jerman yang berhasil mengalahkan Ukraina di Red Bull Arena.

SUSUNAN PEMAIN SWISS VS SPANYOL:

Swiss: 1-Yann Sommer; 4-Nico Elvedi, 5-Manuel Akanji, 13-Ricardo Rodriguez; 20-Edimilson Fernandes, 8-Remo Freuler, 10-Granit Xhaka, 14-Steven Zuber (11-Renato Steffen 72′); 23-Xherdan Shaqiri (15-Djibril Sow 72′); 7-Breel Embolo (8-Admir Mehmedi 90+1′), 9-Haris Seferovic (17-Becir Omeragic 84′)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Spanyol: 23-Unai Simon, 20-Sergi Roberto, 15-Sergio Ramos, 2-Pau Torres, 3-Sergio Reguilon; 5-Sergio Busquets (8-Koke 72′), 22-Mikel Merino (9-Gerard Moreno 81′); 18-Ferran Torres, 17-Fabian Ruiz (7-Alvaro Morata 56′), 21-Mikel Oyarzabal (11-Adama Traore 73′); 19-Dani Olmo

Pelatih: Luis Enrique

Kartu Kuning: Elvedi 15′, 79′, Embolo 58′, Freuler 71′,

Kartu Merah: Elvedi 79′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Swiss vs Spanyol

Prediksi UEFA Nations League: Swiss vs Spanyol
Prediksi UEFA Nations League: Swiss vs Spanyol
PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
Swiss 1-2 Spanyol
Predictz
Swiss 1-2 Spanyol
WhoScored
Swiss 1-2 Spanyol
 FOOTBALL5STAR
Swiss 1-2 Spanyol
Stadion St Jakob Park, Minggu (15/11/2020) Pukul 02.45 WIB

Football5star.com, Indonesia – Spanyol akan berusaha kembali ke jalur kemenangannya ketika menyambangi markas Swiss pekan ini. Partai UEFA Nations League antara Swiss vs Spanyol akan digelar di Stadion St Jakob Park pada Minggu (15/11) dinihari WIB.

Di ajang Nations League musim ini, Spanyol memang belum berhasil menunjukkan performa terbaiknya karena baru berhasil meraih dua kemenangan. Tapi, catatan tersebut sudah cukup bagi pasukan Luis Enrique untuk memuncaki grup 4.

Sementara itu, Swiss saat ini sedang berada dalam performa buruk. Yann Sommer cs baru berhasil mengemas dua angka dari empat partai Nations League dan menjadi tim juru kunci grup 4.

Dalam rekor head to head, Spanyol memiliki keunggulan yang cukup signifikan. Sergio Ramos cs diprediksi bakal bisa melanjutkan dominasinya dan meraih kemenangan dengan skor 2-1.

REKOR PERTEMUAN

Rekor Pertemuan Swiss vs Spanyol

TREN PERFORMA
Prediksi UEFA Nations League: Swiss vs Spanyol
Prediksi UEFA Nations League: Swiss vs Spanyol
STATISTIK MENARIK
  • Swiss gagal meraih kemenangan dari lima pertandingan terakhirnya (dua imbang, tiga kalah).
  • Swiss gagal meraih kemenangan dari empat partai Nations League (dua imbang, dua kalah).
  • Spanyol sukses mencetak tiga clean sheet dari lima pertandingan terakhirnya.
  • Spanyol dipaksa mengakui keunggulan Ukraina pada partai Nations League terakhirnya.
PELATIH
  • Partai Swiss vs Spanyol kali ini merupakan pertemuan kedua antara Vladimir Petkovic dengan Luis Enrique.
  • Di pertemuan sebelumnya, Enrique berhasil mengalahkan Petkovic.
  • Rekor Petkovic vs Spanyol: satu imbang, satu kalah.
  • Rekor Enrique vs Swiss: satu menang.
WASIT
  • Partai Swiss vs Spanyol kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Skotlandia, William Collum.
  • Rekor Swiss ketika diwasiti Collum: satu imbang.
  • Rekor Spanyol ketika diwasiti Collum: satu menang, satu imbang, satu kalah.
PEMAIN KUNCI
SWISS:

Top Skorer: Mario Gavranovic (2 gol)

Top Assist: Haris Seferovic, Granit Xhaka, Breel Embolo dan Remo Freuler (@1 assist)  

Top Rating: Silvan Widmer (7,02)

SPANYOL:

Top Skorer: Sergio Ramos (2 gol)

Top Assist: Mikel Merino, Sergio Reguilon, Dani Olmo dan Rodrigo Moreno (@1 assist)

Top Rating: Sergio Ramos (7,53)

Statistik di UEFA Nations League musim 2020-21 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Swiss: Gregor Kobel dan Jordan Lotomba cedera. Fabian Schar skorsing.
  • Spanyol: Jose Gaya, Ansu Fati dan Jesus Navas cedera.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Swiss vs Spanyol

Bastian Schweinsteiger Kritik Lini Belakang Timnas Jerman

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Jerman hanya mampu meraih hasil imbang 3-3 saat menjamu Swiss pada lanjutan UEFA Nations League A, Rabu (14/10/2020) dini hari WIB. Hal itu membuat Bastian Schweinsteiger kembali melontarkan kritik.

Jika sebelumnya menyentil soal sistem permainan yang diusung pelatih Joachim Loew, Schweinsteiger kini menyoroti lini belakang yang rapuh. Dia menilai kebobolan 7 gol dalam tiga pertandingan tidaklah wajar bagi timnas Jerman.

“Pergerakan di lini pertahanan masih jadi masalah besar. Dalam bertahan, hal pertama yang harus dipikirkan ya cara bertahan, bukan soal bergerak ke depan,” urai Bastian Schweinsteiger seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Manuel Kebobolan 2 gol dalam 26 menit awal laga timnas Jerman vs Swiss pada lanjutan Nations League.
dfb.de

Eks kapten Die Mannschaft itu menambahkan, “Kami sudah kebobolan 7 gol dalam 3 laga internasional terakhir. Enam gol di stadion ini (RheinEnergie). Kami harus memperbaiki hal itu jika ingin punya peluang di Piala Eropa.”

Secara khusus, Schweinsteiger mempersoalkan ketiadaan sosok bek tangguh dan punya jiwa kepemimpinan tinggi. “Anda harus menemukan barisan pertahanan yang meyakinkan. Anda harus menemukan seorang juru bicara. Saya merindukan seseorang yang tampil ke muda pada situasi seperti ini,” kata dia.

Schweinsteiger Apresiasi Langkah Loew

Pada pertandingan melawan Swiss, timnas Jerman tak lagi memakai pola tiga pemain belakang. Pelatih Joachim Loew mengembalikan formasi 4 pemain belakang. Lukas Klostermann, Matthias Ginter, Antonio Ruediger, dan Robin Gosens dipercaya tampil sebagai starter. Namun, hasilnya, gawang Manuel Neuer kebobolan dua gol dalam 26 menit awal.

Matthias Ginter jadi andalan di jantung pertahanan timnas Jerman saat ini.
dfb.de

Mengenai perubahan itu, Schweinsteiger memberikan apresiasi. Maklum saja, hal itu memang jadi salah satu masukan yang diberikan kepada Joachim Loew setelah Jerman hanya menang 2-1 atas Ukraina.

Menurut eks pemain Bayern Munich itu, perubahan sistem yang dilakukan Loew menunjukkan hal positif di lapangan. “Kami jadu punya satu pemain menyerang lebih banyak di lapangan. Itu membuat permainan jadi lebih menyenangkan untuk dilihat,” ucap dia.

Menyangkut kelemahan di pertahanan, kritik Schweinsteiger sesuai dengan hal yang dirasakan Manuel Neuer dan Joshua Kimmich. Namun, menurut Kimmich, itu terjadi hanya karena kurangnya jam latihan dan bermain bersama. Sudah begitu, kata dia, selama ini terlalu sering terjadi perubahan komposisi di lini belakang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jerman vs Swiss: Drama Enam Gol di Stadion RheinEnergie

gamespool
Jerman vs Swiss: Drama Enam Gol di Stadion RheinEnergie 146

Football5star.com, Indonesia – Tren buruk Jerman kembali berlanjut setelah mereka gagal mengalahkan Swiss di Stadion RheinEnergie pada Rabu (14/10) dinihari WIB. Partai Nations League antara Jerman vs Swiss berakhir dengan skor imbang, 3-3.

Tampil sebagai tim unggulan, Jerman malah tertinggal terlebih dahulu melalui sundulan Mario Gavranovic ketika pertnadingan baru berjalan lima menit. Selepas gol Gavranovic, Jerman berusaha bangkit dan mulai keluar menyerang.

Asyik menyerang, Jerman malah kembali kebobolan pada menit ke-26 melalui Remo Freuler. Dua menit berselang, tim tuan rumah berhasil memperkecil ketertinggalan lewat Timo Werner.

Di sisa waktu babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. Tapi, kedua tim gagal mencetak gol tambahan dan skor 1-2 tak berubah hingga wasit mengakhiri babak pertama.

Jerman vs Swiss - Nations League - @dfb_team_en
twitter.com/dfb_team_en

Selepas turun minum, Jerman langsung mengambil inisiatif serangan dan sukses menyamakan kedudukan melalui Kai Havertz pada menit ke-55. Semenit berselang, Swiss berhasil kembali unggul setelah Gavranovic sukses menjebol gawang Manuel Neuer untuk kali kedua.

Pada menit ke-60, Jerman kembali berhasil menyamakan kedudukan setelah Serge Gnabry berhasil menyambar umpan kiriman Werner. Selepas gol Gnabry, Jerman langsung mengurung lini belakang Swiss.

Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, giliran Swiss yang mengurung barisan pertahanan Jerman. Mereka pun sempat mendapat peluang melalui Haris Seferovic yang masih belum menemui sasaran.

Skor 3-3 pun tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Tambahan satu poin membuat Jerman gagal menggusur Spanyol dari puncak grup 4 Nations League. Sementara, Swiss tetap menjadi tim juru kunci dengan perolehan dua poin.

SUSUNAN PEMAIN JERMAN VS SWISS:

Jerman: 1-Manuel Neuer; 19-Robin Gosens (3-Marcel Halstenberg 57′), 4-Matthias Ginter (23-Emre Can 77′), 16-Antonio Ruediger, 16-Lukas Klostermann; 6-Joshua Kimmich, 18-Leon Goretzka, 8-Toni Kroos; 9-Timo Werner, 21-Kai Havertz (7-Julian Draxler 77′), 20-Serge Gnabry

Pelatih: Joachim Loew

Swiss: 1-Yann Sommer; 13-Ricardo Rodriguez, 22-Fabian Schar, 4-Nico Elvedi, 3-Silvan Widmer; 23-Xherdan Shaqiri (15-Djibril Sow 66′), 8-Remo Freuler (2-Loris Benito 85′), 10-Granit Xhaka, 14-Steven Zuber (20-Edimilson Fernandes 66′); 9-Haris Seferovic (7-Cedric Itten 85′), 19-Mario Gavranovic (18-Admir Mehmedi 75′)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Kartu Kuning: Gosens 36′, Kroos 65′ – Schar 28′, Gavranovic 50′, Xhaka 51′

Kartu Merah: Schar 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Jerman vs Swiss

Prediksi UEFA Nations League: Jerman vs Swiss
GamesPools GIF
PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
Jerman 2-0 Swiss
Predictz
Jerman 2-0 Swiss
WhoScored
Jerman 1-0 Swiss
 FOOTBALL5STAR
Jerman 2-1 Swiss
Stadion RheinEnergie, Rabu (14/10/2020) Pukul 01.45 WIB

Football5star.com, Indonesia – Jerman akan berusaha melanjutkan tren kemenangannya ketika menjamu Swiss pekan ini. Partai UEFA Nations League antara Jerman vs Swiss akan digelar di Stadion RheinEnergie pada Rabu (14/10) dinihari WIB.

Di ajang Nations League musim ini, Jerman memang belum berhasil menunjukkan performa terbaiknya. Pasalnya, tim asuhan Joachim Loew baru berhasil mengemas satu kemenangan dari tiga pertandingan.

Sementara itu, Swiss saat ini sedang berada dalam performa buruk. Yann Sommer cs baru berhasil mengemas satu angka dari tiga partai Nations League.

Dalam rekor head to head, Jerman memiliki keunggulan yang cukup signifikan. Niklas Suele cs diprediksi bakal bisa melanjutkan dominasinya dan meraih kemenangan dengan skor 2-1.

REKOR PERTEMUAN

head to head Jerman vs Swiss

TREN PERFORMA
Lima laga terakhir Jerman vs Swiss
GamesPools GIF
STATISTIK MENARIK
  • Jerman tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhirnya (dua menang, tiga imbang).
  • Jerman gagal mencetak clean sheet dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Swiss belum berhasil meraih kemenangan dari empat pertandingan sepanjang 2020 (satu imbang, tiga kalah).
  • Pada pertemuan terakhir, kedua tim harus puas berbagi satu poin.
PELATIH
  • Partai Jerman vs Swiss kali ini merupakan pertemuan kedua antara Joachim Loew dengan Vladimir Petkovic.
  • Pertemuan pertama antara Loew dan Petkovic berakhir imbang.
  • Rekor Loew vs Swiss: dua menang, satu imbang, satu kalah.
  • Rekor Petkovic vs Jerman: satu imbang
WASIT
  • Partai Jerman vs Swiss kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Prancis, Ruddy Buquet.
  • Buquet belum pernah memimpin jalannya laga yang melibatkan Swiss maupun Jerman.
PEMAIN KUNCI
JERMAN:

Top Skorer: Ilkay Guendogan, Leon Goretzka, Matthias Ginter dan Timo Werner (@1 gol)

Top Assist: Robin Gosens, Antonio Ruediger dan Matthias Ginter (@1 assist)  

Top Rating: Ilkay Guendogan (7,28)

SWISS:

Top Skorer: Silvan Widmer dan Haris Seferovic (@1 gol)

Top Assist: Granit Xhaka dan Breel Embolo (@1 assist)

Top Rating: Silvan Widmer (7,34)

Statistik di UEFA Nations League musim 2020-21 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Jerman: Suat Serdar dan Leroy Sane cedera. Ilkay Guendogan absen.
  • Swiss: Renato Steffen cedera. Manuel Akanji absen.
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi UEFA Nations League: Jerman vs Swiss

Luis Enrique Sebut Gol Spanyol ke Gawang Swiss Bukan Hasil Blunder

gamespool
Luis Enrique Sebut Gol Spanyol ke Gawang Swiss Bukan Hasil Blunder 156

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Spanyol, Luis Enrique, menyebut bahwa gol yang diciptakan timnya saat melawan Swiss bukanlah keberuntungan. Enrique menyebut gol itu adalah hasil dari kerja keras timnya.

Spanyol susah payah dalam mengalahkan Swiss, 1-0, dalam laga lanjutan UEFA Nations League, (11/10/20). Satu-satunya gol La Furio Roja datang dari Mikel Oyarzabal yang berawal dari kiper Swiss, Yann Sommer, yang salah memberi umpan. Namun, Enrique enggan menyebut gol itu hasil dari blunder Sommer.

“Gol itu bukan hasil dari kesalahan mereka, tapi itu dari permainan bagus kami. Tim ini melakukan kerja yang bagus dan dihadiahi dengan satu gol,” ucap Enrique selepas laga.

https://twitter.com/xxmunich/status/1315004576152645639

Mantan pelatih Barcelona itu juga memuji penampilan dari Jesus Navas yang menurutnya memiliki fisik yang luar biasa, walaupun sudah berusia 34 tahun.

“Anda bisa melihat sendiri pergerakannya di lapangan. Dia selalu bisa membuat pemain lain menciptakan peluang ke daerah pertahanan lawan. Dia memiliki fisik yang unik, dengan kualitas teknikal level tertinggi, dan dia juga orang yang luar biasa,” ujar Enrique seperti dilansir Football5Star.com dari akun Twitter timnas Spanyol.

Adama Traore yang masuk menggantikan Ansu Fati pada babak kedua mengakui bahwa timnya kurang garang saat di depan gawang.

“Kami gagal menyelesaikan peluang di sepertiga lapangan, kami harus melakukan itu, terutama saya. Tapi kami mendapatkan tiga poin,” kata Traore.

Pasukan Luis Enrique akan kembali melanjutkan kompetisi dengan melawan Ukraina pada Rabu (14/10/20).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Spanyol vs Swiss: Blunder Yann Sommer Bantu La Furia Roja Menang

gamespool
Spanyol vs Swiss: Blunder Yann Sommer Bantu La Furia Roja Menang 159

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada kompetisi UEFA Nations League Liga A Grup 4 yang mempertemukan Spanyol vs Swiss. La Furia Roja berhasil menang 1-0 lewat gol dari Mikel Oyarzabal.

Kesempatan pertama malah datang untuk tim tamu. Silvan Sidmer memberi umpan ke Loris Benito, namun tendangannya berhasil diamankan oleh David de Gea degan brilian pada menit ke-12.

Tapi dua menit kemudian, Spanyol berhasil mencetak gol. Berawal dari blunder Yann Sommer yang salah memberi umpan, Mikel Merino langsung memberi umpan ke Mikel Oyarzabal yang berhasil memasukkan bola ke gawang Swiss.

Ferran Torres dapat kesempatan pada menit ke-30 setelah mendapatkan umpan dari Jesus Navas, namun Sommer berhasil mengamankannya.

Spanyol mendominasi permainan, namun laga berjalan dengan tempo lambat dan mereka kesulitan menembus pertahanan Swiss.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua dimulai dengan kesempatan emas dari Spanyol pada menit ke-51. Jesus Navas melepaskan tembakan jarak jauh dan ditepis oleh Sommer. Bola liar jatuh ke kaki Oyarzabal, namun tendangannya membentur tiang gawang.

Mikel Merino mendapat kesempatan pada menit ke-60, tapi tendangannya melebar dari gawang Sommer.

Sergio Ramos mendapat kesempatan pertamanya pada menit ke-68 setelah menanduk umpan dari tendangan penjuru, namun sundulannya melebar.

Kedua tim sama-sama kesulitan mengembangkan permainan. Tak ada gol terjadi di sisa babak kedua. Laga Spanyol vs Swiss berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Susunan Formasi Spanyol vs Swiss:

Spanyol (4-2-3-1): 1-David de Gea; 22-Jesus Navas, 15-Sergio Ramos; 4-Pau Torres, 14-Jose Gaya; 6-Mikel Merino, 5-Sergio Busquets; 21-Mikel Oyarzabal (9-Gerard Moreno), 7-Dani Olmo (10-Sergio Canales), 18-Ferran Torres (16-Rodri); 17-Ansu Fati (11-Adama Traore).

Pelatih: Luis Enrique.

Swiss (5-3-2): 1-Yann Sommer; 3-Silvan Widmer (19-Mario Gavranovic), 4-Nico Elvedi, 22-Fabian Schaer, 13-Ricardo Rodriguez, 2-Loris Benito (14-Steven Zuber); 15-Djibril Sow (11-Ruben Vargas), 10-Granit Xhaka, 8-Remo Freuler (20-Edimilson Fernandes); 9-Haris Seferovic, 18-Admir Mehmedi (23-Xherdan Shaqiri).

Pelatih: Vladimir Petkovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Swiss vs Jerman: Die Mannschaft Kembali Tertahan Imbang

gamespool
Swiss vs Jerman: Die Mannschaft Kembali Tertahan Imbang 162

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan UEFA Nations League yang mempertemukan Swiss vs Jerman, berakhir sama kuat 1-1. Kedua tim sama-sama gagal meraih kemenangan pertamanya pada kompetisi ini, termasuk Jerman yang sebelumnya juga ditahan imbang 1-1 oleh Spanyol.

Leroy Sane mendapat kesempatan pada menit ke-7, tapi tendangannya masih bisa diamankan Yann Sommer. Namun, Jerman berhasil mencetak gol 7 menit kemudian lewat tendangan jarak jauh Ilkay Guendogan setelah menerima umpan dari Mathias Ginter.

Pasukan Joachim Loew kembali mendapat kesempatan pada menit ke-17, kali ini lewat tendangan penjuru, tapi sundulan dari Antonio Ruediger melebar.

Swiss dapat kesempatan pada menit ke-26, setelah Bernd Leno berhasil menyelamatkan tendangan dari Renato Steffen. 6 Menit kemudian giliran Yann Sommer yang melakukan aksinya. Kali ini dia menyelamatkan tendangan dari Julian Draxler dan Leroy Sane.

Haris Seferovic hampir membuat timnya menyamakan kedudukan setelah menerima umpan dari Steffen, tapi tendangannya membentur tiang gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Swiss berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-58, berawal dari aksi Breel Embolo dari sisi kiri, dia memberi umpan ke Silvan Widmer yang berhasil melepaskan tembakan ke gawang Leno.

Die Mannschaft terus membombardir pertahanan Swiss setelah kebobolan lewat Toni Kroos, Antonio Ruediger, Julian Draxler dan Timo Werner, tapi belum membuahkan hasil.

Granit Xhaka mendapat kesempatan lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-67, tapi rekan timnya di Arsenal, Leno berhasil mengamankannya.

Xhaka kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-85, kali ini lewat tendangan bebas, tapi kembali berhasil ditepis oleh Leno. Hanya 1 menit berselang, Swiss hampir bisa berhasil comeback setelah kesempatan dari Ruben Vargas entah kenapa gagal menemui target.

Tak ada gol tambahan di sisa menit laga. Pertandingan Swiss vs Jerman berakhir sama kuat 1-1.

Susunan Pemain Swiss vs Jerman:

Swiss (5-4-1): 1-Yann Sommer; 3-Silvan Widmer, 4-Nico Elvedi, 5-Manuel Akanji, 13-Ricardo Rodriguez (14-Steven Zuber), 23-Loris Benito; 7-Breel Embolo (18-Ruben Vargas), 15-Djibril Sow (8-Michel Aebischer), 10-Granit Xhaka, 11-Renato Steffen; 9-Haris Seferovic.

Pelatih: Vladimir Petkovic.

Jerman (3-4-3): 12-Bernd Leno; 4-Matthias Ginter, 15-Niklas Suele (5-Jonathan Tah); 16-Antoinio Ruediger; 2-Thilo Kehrer, 21-Ilkay Guendogan, 8-Toni Kroos, 3-Robin Gosens (23-Emre Can), 19-Leroy Sane (10-Julian Brandt), 7-Julian Draxler, 9-Timo Werner.

Pelatih: Joachim Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]