Prediksi: Brasil VS Swiss

 

Brazil vs Switzerland main

Stadion Rostov Arena, Senin (18/6/2018) Pukul 01.00 WIB (Trans TV)

Football5star.com, Indonesia – Timnas Swiss akan menjadi penantang pertama bagi Timnas Brasil pada ajang Piala Dunia 2018 di Rusia. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Rostov Arena, Senin (18/6/2018).

Tim besutan Tite tersebut bakal turun dengan kekuatan penuh termasuk salah satu bintang mereka, Neymar. Di lini depan, kemungkinan besar ia akan ditemani oleh Penyerang muda Brasil yang bersinar bersama Manchester City, Gabriel Jesus.

Sedangkan Swiss, juga menantang Brasil dengan percaya diri. Dari tiga laga uji tanding mereka sebelum Piala Dunia 2018 bergulir, hanya sekali gawang mereka kebobolan. Xerdan Shaqiri dkk juga tak pernah kalah di tiga laga itu.

REKOR PERTEMUAN

 

Brazil vs Switzerland head to head

TREN PERFORMA

Brazil vs Switzerland lima laga trakhir

 

STATISTIK MENARIK
  • Terakhir kali Brasil kalah di laga pertama Piala Dunia terjadi pada 1986 lalu di Meksiko. Saat itu Selecao kalah tipis 0-1 dari Timnas Spanyol.
  • Selama mengikuti Piala Dunia, Swiss hanya kalah dua kali di laga pertama.
  • Brasil berhasil delapan kali clean sheet dari 10 pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia.
  • Brasil tak terkalahkan dari 17 laga terakhir.
  • Dari sembilan laga terakhir, Swiss berhasil tujuh kali mencatatkan cleansheet.
  • Swiss setidaknya mencetak dua gol di tiga laga terakhir.
PELATIH
  • Ini adalah kali pertama Tite bertemu dengan Vladimir Petkovic.
  • Ini juga jadi kali pertama Tite menghadapi Timnas Swiss
  • Ini juga kali pertama Petkovic berjumpa dengan Timnas Brasil.
WASIT
  • Pertandingan antara Brasil vs Swiss nanti akan dipimpin oleh wasit asal Meksiko, Cesar Ramos.
  • Ini adalah kali pertama Cesar Ramos memimpin laga antara Brasil Vs Swiss.
PEMAIN KUNCI

BRASIL:
Top Scorer: Neymar(55 gol)
Top Assist: –
Top Rating: –

SWISS:
Top Scorer: Xerdan Shaqiri (20 gol)
Top Assist: –
Top Rating: –

BERITA KEDUA TIM
  • Timnas Brasil tanpa diperkuat oleh Daniel Alves di lini belakang. Perannya sebagai bek sayap akan diberikan kepada Danilo.
  • Fred juga tak akan dimainkan oleh Tite mengingat cedera angkel yang dideritanya.
  • Valon Behrami dan Granit Xhaka dipercaya oleh Vladimir Petkovic untuk mengisi lini tengah Swiss.
  • Yan Sommer, Kiper Timnas Swiss yakin bisa sulitkan Neymar dkk.
PRAKIRAAN FORMASI

Brazil vs Switzerlandline up

 

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Brasil 2-0 Swiss
ScorePredictor
Brasil 1-1 Swiss
Predictz
Brasil 1-0 Swiss
FOOTBALL5STAR
Brasil 3-0 Swiss

 

 

 

 

 

 

PREDIKSI PO HAMSTER PERAMAL

Xhaka Lega Bisa Tampil di Piala Dunia 2018

Football Live Star
Football5star.com, Indonesia – Gelandang timnas Swiss, Granit Xhaka, mengaku lega karena tidak mengalami cedera parah dan masih bisa tampil di Piala Dunia 2018.

Xhaka terkapar lantaran bertabrakan dengan rekan senegaranya dalam sesi latihan pada Kamis (31/5/2018). Dia terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat insiden tersebut.

Gelandang Swiss, Granit XhakaAwalnya, Xhaka dikhawatirkan harus absen memperkuat timnas Swiss. Berdasarkan hasil tes, gelandang berusia 25 tahun itu hanya mengalami memar di bagian lutut.

Dokter timnas Swiss, Pierre-Etienne Fournier, memberi lampu hijau untuk Granit Xhaka tampil di Piala Dunia 2018.

“Kami sudah bisa melihat bagian ligamen utuh, tetapi ingin tetap bertindak dengan aman dan dengan bagian meniskus (kartilago). Kami sangat lega itu hanya memar tulang lutut yang menyakitkan. Kami sangat bersyukur bisa melakukan pemindaian pada larut malam,” katanya.

Granit Xhaka merupakan salah satu pemain kunci di lini tengah Swiss. Dia telah memperkuat tim berjuluk La Nati itu sebanyak 61 kali dengan torehan sembilan gol dan lima assist.

Timnas Swiss lolos ke Piala Dunia 2018 setelah menyingkirkan Irlandia Utara dengan agregat 1-0 di babak play-off. Pasalnya, anak asuh Vladimir Petkovic hanya menempati posisi runner-up Grup B babak kualifikasi zona Eropa.

Di putaran final, Swiss tergabung dalam Grup E bersama Brasil, Serbia dan Kosta Rika.

Timnas Swiss

Timnas Swiss zimbio.com
zimbio.com

Football5star.com, Indonesia – Timnas Swiss berhasil meneruskan tradisi sebagai kontestan asal Benua Eropa yang tampil di Piala Dunia. Sebenarnya langkah tim yang berjuluk La Nati tersebut cukup apik, sayangnya mereka keluar sebagai runner-up di grup B kualifikasi zona Eropa.

Pasukan Vladimir Petkovic kemudian mendapatkan tiket menuju Piala Dunia 2018 melalui babak play-off. Stephan Lichtsteiner dkk mampu menang atas Irlandia Utara dengan skor agregat 1-0.

Petkovic kemungkinan akan tetap membawa dua andalannya yang saat ini bermain di Premier League, Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka. Nantinya, Swiss bakal menjalani pertandingan di fase grup bersama Brasil, Kosta Rika, dan Serbia. Selain itu, pencapaian terbaik La Nati di Piala Dunia adalah lolos hingga babak perempat final, salah satunya pada 1954 saat mereka menjadi tuan rumah.


DATA & FAKTA

Julukan: Schweizer Nati, La Nati, Rossocrociati.
Asosiasi: Swiss Football Association
Pelatih: Vladimir Petkovic
Kapten: Stephan Lichtsteiner
Rekor Caps: Heinz Hermann (118)
Rekor Gol: Alexander Frei (42)
Penampilan Terbanyak di Piala Dunia: Kiki Antenen (8)
Gol Terbanyak di Piala Dunia: Josef Huegi (6)
Kode FIFA: SUI
Prestasi: Perempat final Piala Dunia (1934,1938,1954)


HASIL KUALIFIKASI

Swiss 2-0 Portugal (Embolo 23, Mehmedi 30)
Hungaria 2-3 Swiss (Szalai 53, 71 – Seferovic 51, Rodriguez 67, Stocker 89)
Andorra 1-2 Swiss (Martinez 90 – Schar 19-p, Mehmedi 77)
Swiss 2-0 Kepulauan Faroe (Derdiyok 27, Lichtsteiner 83)
Swiss 1-0 Latvia (Drmic 66)
Kepulauan Faroe 0-2 Swiss (Xhaqa 36, Shaqiri 59)
Swiss 3-0 Andorra (Seferovic 43, 62, Lichtsteiner 67)
Latvia 0-3 Swiss (Seferovic 9, Dzemaili 54, Rodriguez 58-p)
Swiss 5-2 Hongaria (Xhaqa 18, Frei 20, Zuber 43, 49, Lichtsteiner 83 – Guzmics 58, Ugrai 88)
Portugal 2-0 Swiss (Djourou 41, Andre Silva 57)
Irlandia Utara 0-1 Swiss (Rodriguez 58-p)
Swiss 0-0 Irlandia Utara


KIPRAH DI PIALA DUNIA

prestasi swiss


BINTANG: XHERDAN SHAQIRI
shaqiri swiss (zimbio.com)
zimbio.com

Klubnya, Stoke City, memang terdegradasi dari Premier League. Namun, peran Xherdan Shaqiri di timnas Swiss tetap tak bisa ditepikan begitu saja. Kekuatan dan komitmennya di lapangan jadi hal pembeda. Apalagi, dia pun bisa muncul sebagai penjebol gawang pada saat-saat menentukan.

Di Piala Dunia, jangan lupakan kiprah manis Shaqiri di Brasil 2014. Dalam laga melawan Honduras, dia mampu mencetak hat-trick. Sebelumnya, hanya Josef Huegi pada 1954 yang mencetak trigol dalam satu laga bagi Swiss.


LEGENDA: ALEXANDER FREI
frei swiss ladbrokes.com
ladbrokes.com

Alexander Frei menjadi pencetak gol terbanyak bagi timnas Swiss yaitu dengan torehan 42 gol. Rasanya, hal tersebut layak menjadikannya sebagai legenda sepak bola bagi Swiss di era modern saat ini.

Frei juga menjadi salah satu pilar Swiss pada dua edisi Piala Dunia yaitu 2006 di Jerman dan 2010 di Afrika Selatan. Dalam dua edisi itu, Frei membuat dua gol. Namun, Swiss selalu tertimpa sial. Pada 2006, mereka tersingkir tanpa kemasukan gol karena kalah adu penalti dari Ukraina pada babak 16-besar.

Di Afsel 2010, Swiss tercelat di penyisihan grup walaupun hanya kebobolan satu gol. Itu karena mereka hanya meraup empat poin atau dua angka di bawah Spanyol dan Cile.


DAFTAR PEMAIN

Skuat PPD Swiss

Swiss Lolos ke Piala Dunia 2018, Lichtsteiner Sanjung Petkovic

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, menyanjung pelatih Vladimir Petkovic sebagai faktor utama keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018. Dia menyebut mantan pelatih Lazio itu sebagai sosok yang mampu memberikat stabilitas performa, baik secara teknis maupun nonteknis.

“Kohesi yang terbangun di bawah Petkovic dalam beberapa tahun terakhir ini sungguh luar biasa,” ungkap Lichtsteiner usai Swiss menahan imbang Irlandia Utara, Senin (13/11/2017) dinihari WIB, seperti dikutip Watson. “Petkovic telah membuat kami menjalani kompetisi dengan baik. Dia selalu mampu menemukan kata-kata yang tepat dan membawa optimisme kepada tim.”

Ricardo Rodriguez menyapu bola dari garis gawang Swiss.
blick.ch

Menurut bek senior Juventus tersebut, berkat sentuhan pelatih berumur 54 tahun itu, Swiss jadi lebih matang. Hal itu pula yang menjadi faktor penentu dalam laga di St. Jakob-Park. “Pertandingan ini sangatlah melelahkan secara mental bagiku. Tidaklah mudah menerima kenyataan harus menjalani play-off setelah memenangi 9 dari 10 pertandingan,” kata dia. “Kami telah tampil dengan sangat dewasa.”

Der Nati memastikan lolos ke Piala Dunia 2018 berkat hasil imbang 0-0 pada leg II play-off melawan Irlandia Utara di kandang sendiri. Itu karena mereka menang 1-0 di kandang lawan tiga hari sebelumnya.

Pertandingan di St. Jakob-Park nyaris berakhir drama tak mengenakkan bagi tuan rumah. Pada menit terakhir injury time, sebuah serangan lawan nyaris berbuah gol. Untung saja, Ricardo Rodriguez mampu menyapu bola hasil sundulan Jonny Evans tepat di atas garis gawang. Pada leg I, Rodriguez pula yang menjadi pahlawan Der Nati lewat gol tunggalnya dari titik penalti.

Swiss Pupus Impian Irlandia Utara

Football5star.com, Indonesia – Timnas Swiss melenggang ke putaran final Piala Dunia 2018 meski hanya bermain imbang tanpa gol saat menjamu timnas Irlandia Utara dalam leg II babak play-off di St. Jakob-Park, Minggu (12/11/2017).

Tuan rumah hanya butuh hasil imbang untuk meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2018. Xherdan Shaqiri dan rekan-rekan menang 1-0 dalam pertemuan pertama di kandang Irlandia Utara.

Swiss mencatatkan penguasaan bola sebesar 52 persen berbanding 48 persen milik Irlandia Utara. Anak asuh Vladimir Petkovic mencatatkan empat tembakan akurat dari 18 percobaan, sedangkan tim tamu melepaskan lima tendangan mengarah ke gawang dari 12 kesempatan.

Chris Brunt membuang dua kesempatan untuk membawa Irlandia Utara unggul, masing-masing pada menit ke-3 dan 15. Tembakan jarak jauh dia masih mampu ditepis kiper Swiss, Yan Sommer.

Timnas Swiss balik mengancam melalui Xherdan Shaqiri pada menit ke-25 dan Steven Zuber tiga menit berselang. Namun, dua peluang tersebut belum mampu menembus jala Irlandia Utara yang dijaga oleh Michael McGovern.

Irlandia Utara tampil lebih ofensif setelah turun minum. Anak asuh Michael O’Neill membahayakan gawang timnas Swiss lewat aksi Stuart Dallas pada menit ke-48 dan George Saville menit ke-61, tetapi Sommer mengandaskan upaya tersebut.

Pada pengujung laga, Swiss mendapat dua peluang tambahan melalui Breel Embolo dan Ricardo Rodriguez. Namun, tuan rumah tetap gagal menembus gawang Irlandia Utara.

Kendati demikian, Swiss tetap lolos dengan agregat 1-0. Irlandia Utara pun harus mengubur impian untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 pertama setelah absen sejak 1990.

Susunan Pemain:

Swiss (4-2-3-1): 1-Yann Sommer, 2-Stephan Lichtsteiner, 22-Fabian Schaer, 4-Manuel Akanji, 13-Ricardo Rodriguez, 17-Denis Zakaria, 10-Granit Xhaka, 23-Xherdan Shaqiri (8-Remo Freuler 80′), 15-Blerim Dzemaili (18-Admir Mehmedi 61′), 14-Steven Zuber, 9-Haris Seferovic (7-Breel Embolo 86′)
Pelatih: Vladimir Petkovic

Irlandia Utara (4-5-1): 1-Michael McGovern, 18-Aaron Hughes, 4-Gareth McAuley, 5-Jonny Evans, 11-Chris Brunt, 19-Jamie Ward (7-Jordan Jones 74′), 8-Steven Davis, 16-Oliver Norwood (21-Josh Magennis 75′), 20-George Saville, 14-Stuart Dallas, 9-Conor Washington (17-Paddy McNair 82′)
Pelatih: Michael O’Neill

Kartu Kuning: Chris Brunt (7′), Haris Seferovic (72′), Jonny Evans (79′)
Kartu Merah: –

Gelandang Swiss Utamakan Keluarga Ketimbang Timnas

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Swiss dipastikan tak diperkuat oleh gelandang Fabian Frei saat menjalani laga leg II play-off Piala Dunia 2018 melawan Irlandia Utara. Frei dipastikan absen dalam laga di St. Jakob-Park, Basel, itu karena ada anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Frei meninggalkan skuat Swiss pada Jumat malam. Awalnya, dia direncanakan kembali bergabung jelang pertandingan. Namun, itu tak dilakukan karena pelatih Vladimir Petkovic menilai lebih penting bagi penggawa 1.FSV Mainz 05 itu untuk tetap bersama keluarganya.

“Dia ditawari untuk bergabung kembali pada hari pertandingan. Namun, dalam pembicaraan bersama, kami memutuskan bahwa Fabian harus tetap bersama keluarganya pada masa sulit ini. Dia harus tetap menemani kerabatnya,” terang Petkovic seperi dikutip Blick, Sabtu (11/11/2017).

Fabian Frei saat leg I laga play-off melawan Irlandia Utara.
blick.ch

Saat melawat ke Belfast pada laga leg I, Frei hanya menjadi pemain cadangan. Dia baru dimasukkan pada menit ke-83. Namun, untuk laga leg II, dia diproyeksi menjadi starter. Kini, dengan kepastian pemain berumur 28 tahun itu absen, Petkovic sepertinya akan kembali berpaling kepada Valon Behrami untuk menjadi andalan di lini tengah.

Swiss saat ini berada di atas angin karena berhasil memenangi leg I di kandang lawan. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Meskipun demikian, kemenangan mereka di Belfast diwarnai hal kurang sedap. Pasalnya, gol tunggal mereka berasal dari hadiah penalti kontroversial yang lantas dikonversi dengan baik oleh Ricardo Rodriguez.

Manajer Irlandia Utara: Swiss Menang Karena Hadiah Wasit

Football5star.com, Indonesia – Manajer timnas Irlandia Utara, Michael O’Neill, mengecam keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Timnas Swiss saat bertemu pada leg pertama play-off Piala Dunia 2018, Jumat (10/11/2017). Akibatnya, mereka kalah 0-1 di kandang sendiri, Stadion Windsor Park.

Menurut O’Neill bola menyentuh bahu bukan tangan pemainnyaa, Corry Evans. Jika dilihat dalam tayangan ulang, pernyataan sang manajer ada benarnya.

Michael O'Neill, Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

O’Neill beranggapan bahwa wasit di laga tersebut, Ovidiu Hategan, harusnya lebih cermat mengambil keputusan karena kejadian tersebut tepat berada didepannya. Ia juga menambahkan kekalahan tersebut tentu merugikan Irlandia Utara.

“Sangat mengejutkan untuk berpikir bahwa wasit dapat memberikan penalti dalam situasi itu. Dia berada di jarak lima atau enam meter dari insiden tersebut, ini ada dalam pandangannya,” kata O’Neill kepada Sky Sports, Jumat (10/11/2017).

“Bola yang menyentuh Corry lebih banyak di bagian sandaran bahunya daripada lengan. Ini luar biasa. Sungguh sangat membingungkan. Itu jelas bukan penalti dan sangat mengecewakan untuk hasil di babak kualifikasi Piala Dunia ini,” imbuh pria berusia 48 tahun tersebut.

Pertemuan kedua nanti akan berlangsung di kandang Swiss, Stadion St. Jakob Park, Senin (13/11/2017). Irlandia Utara wajib menang dengan selisih dua gol jika ingin lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Tentu bukan hal mudah karena Irlandia Utara belum pernah menang saat melawat ke kandang tuan rumah Piala Dunia 1954 tersebut.

Petkovic Harap Swiss Lebih Efisien Di Pertemuan Kedua

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Swiss, Vladimir Petkovic, berharap anak asuhnya mempertahankan performa dan tampil lebih efisien menghadapi Timnas Irlandia Utara pada pertemuan kedua di babak play-off Piala Dunia 2018. Leg kedua nanti akan berlangsung di Stadion St. Jakob Park Basel, Senin (13/11/2017).

Pada pertemuan pertama yang baru saja berakhir dini hari tadi waktu setempat, Jumat (10/11/2017), Swiss menang tipis dengan skor 1-0. Bermain dengan menguasai jalannya pertandingan, satu-satunya gol diciptakan oleh gelandang mereka, Ricardo Rodriguez melalui titik putih.

Vladimir Petkovic Vs Timnas Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

Petkovic mengaku agak ragu terhadap hadiah penalti yang diberikan kepada Swiss. Pasalnya, jika dilihat dalam tayangan ulang, bola seperti mengenai bahu bukan tangan pemain lawan, Corry Evans.

Kendati demikian, ia menilai timnya pantas menang karena bermain lebih menyerang dalam laga tersebut. Petkovic juga mengharapkan permainan serupa akan tersaji di pertemuan kedua nanti.

“Sekarang butuh pemulihan cepat, dalam tiga hari kami akan kembali ke lapangan. Hukuman penalti memang agak kasar, tapi kami pantas menang,” ujar Petkovic seusai pertandingan, Jumat (10/11/2017).

“Kami bertahan dengan baik dan kami menekan dengan sangat tinggi. Hal itu membuat Irlandia Utara tidak bisa keluar dari pertahanan. Kami bermain kira-kira seperti orang Jerman saat itu, Saya mengharapkan permainan serupa di Basel dan kami harus efisien lagi. Seperti kami bermain menyerang hari ini,” harapnya.

 

Xhaka Akui Kesulitan Irlandia Utara Tak Bermain Menekan

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Timnas Swiss, Granit Xhaka, mengaku kesulitan saat menghadapi Timnas Irlandia Utara pada babak play-off Piala Dunia 2018 di Stadion Windsor Park, Jumat (10/11/2017). Kesulitan itu menurutnya karena pasukan Michael O’Neill tak bermain menekan.

Kendati tampil di hadapan ribuan pendukungnya sendiri, Irlandia Utara justru bermain bertahan. Penguasaan bola sepenuhnya dikendalikan oleh Swiss dengan persentasi sebesar 67%. Selain itu, tuan rumah juga nyaris tak menciptakan peluang yang membahayakan gawang tim tamu.

Ricardo Rodriguez Vs Timnas Irlandia Utara fifa.com
fifa.com

Satu-satunya gol di laga tersebut diciptakan oleh bek sayap Swiss, Ricardo Rodriguez, melalui titik putih. Menurut Xhaka, ia senang dengan kemenangan tersebut dan bangga rekan-rekannya telah menunjukkan permainan agresif.

Selanjutnya, ia berharap Swiss mampu memanfaatkan gairah kemenangan tersebut pada pertemuan kedua yang berlangsung, Senin (13/11/2017), di kandang sendiri, Stadion St. Jakob Park.

“Bagian yang sulit adalah mereka tidak bermain menekan. Di bagian sayap kami harus sedikit lakukan hal yang lebih tepat. Dengan gairah ini kami harus bertindak di pertemuan kedua,” ujar Xhaka seusai pertandingan, Jumat (10/11/2017).

“Dukungan para fans ada di seluruh laga kualifikasi. Kami bangga bahwa kami telah menunjukkan karakter agresif. Kami melakukannya dengan baik, tidak pernah membiarkan sesuatu yang berbahaya mendekati gawang kami,” imbuh pemain Arsenal tersebut.

Swiss Kalahkan Irlandia Utara di Windsor Park

Football5star.com, Indonesia – Timnas Irlandia Utara gigit jari setelah dikalahkan Timnas Swiss di kandang sendiri, Stadion Windsor Park, pada babak play-off Piala Dunia 2018, Jumat (10/11/2017). Satu gol tunggal dari Ricardo Rodrigeuez pada menit ke-58 membuat Swiss menang dengan skor 1-0.

Bermain di kandang sendiri, pasukan Michel O’Neill justru lebih inferior. Mereka kalah dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang. Hanya enam tendangan yang dilakukan oleh Johny Evans dkk namun tak ada yang menuju sasaran.

Sebaliknya, Swiss yang bertindak sebagai tim tamu justru menguasai jalannya pertandingan. Total penguasaan bola sebesar 63% mereka dapatkan. Bermain dengan penguasaan bola lebih membuat Granit Xhaka dkk punya empat tendangan yang on target.

Ricardo Rodriguez Vs Timnas Irlandia Utara (fifa.com)
fifa.com

Petaka bagi Irlandia Utara datang di menit ke-57. Gelandang mereka, Corry Evans dianggap oleh wasit melakukan hand ball di kotak penalti. Alhasil, Swiss berhak mendapatkan tendangan penalti yang sukses dieksekusi oleh Ricardo Rodriguez.

Gol itu merupakan satu-satunya di laga tersebut. Hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan, Swiss menang dengan skor 1-0.

Hasil tersebut tentunya membuat langkah Irlandia Utara untuk bermain di Piala Dunia kian berat. Pasalnya, dengan kebobolan satu gol di kandang membuat mereka harus menang dengan minimal dua gol dan tanpa kebobolan di pertemuan kedua nanti.

Sedangkan kemenangan tersebut membuat langkah Swiss untuk menuju Rusia kian terbuka lebar. Hasil imbang cukup untuk Granit Xhaka dkk untuk bisa lolos ke ajang tertinggi antar negara tersebut. Pertemuan kedua akan berlangsung di Stadion St. Jakob Park, Basel, Senin (13/11/2017).

Susunan Pemain:

Irlandia Utara (4-3-3): Michael McGovern, Conor Mclaughin, Gareth McAuley, Jonny Evans, Chris Brunt, Corry Evans (George Saville 65’), Oliver Norwood, Steven Davis, Josh Magennis, Kyle Lafferty (Conor Washington 78’), Stuartd Dallas (Jamie Ward 52’).
Pelatih: Michael O’Neill

Swiss (4-2-3-1): Yann Sommer, Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Fabian Schaer, Stephan Lichsteiner, Denis Zakaria, Granit Xhaka, Steven Zuber (Admir Mehmedi 87’), Blerim Dzemaili (Fabian Frei 83’), Xerdan Shaqiri, Haris Seferovic (Breel Embolo 77’).
Pelatih: Vladimir Petkovic.

Kartu Kuning: Fabian Schaer (5), Corry Evans (57).

Kartu Merah:

https://www.youtube.com/watch?v=n5_qACi6-lU

Liga Inggris: Tahun 2016 Berjalan Sempurna untuk Granit Xhaka

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal asal Swiss, Granit Xhaka, mengaku puas dengan performanya sepanjang tahun 2016.

Pernyataan yang di sampaikan pemain berusia 24 tahun tersebut lantaran semuanya yang terjadi sepanjang tahun berjalan dengan sangat baik dan positif.

Saat masih bermain di Jerman, dia sukses membawa Borussia Monchengladbach lolos ke Liga Champions pada musim ini. Selepas itu, dia juga tampil apik bersama Timnas Swiss di Piala Eropa 2016.

Dengan penampilannya yang gemilang selama bermain di Bundesliga 1 dan Piala Eropa 2016, The Gunners dengan cepat langsung memboyongnya menuju Emirates pada bursa transfer awal musim lalu.

Bahkan sang pemain mengaku benar-benar senang bisa bermain di Liga Inggris dan merumput bersama Arsenal. Selama berada di London Utara, sang pemain benar-benar menunjukan kualitas permainannya.

“Setengah tahun di Jerman, setengah tahun di Inggris, jadi saya dengan Monchengladbach dari Januari sampai dengan bulan Juni saat kami memenuhi syarat untuk lolos ke Liga Champions,” ucap Xhaka.

“Saya bisa menyelesaikan transfer di Arsenal dan itu membuat saya sangat banggaserta bahagia. Saya senang telah mampu membuat sebuah langkah besar dan saya pikir ini cukup positif,” sambungnya.

Dengan hasil yang bagus sepanjang 2016, Xhaka mengaku sangat bangga dengan karier sepak bolanya. Pemain yang pernah bermain untuk Basel tersebut juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan dan keluarganya yang sudah memberikan dukungan penuh.

“Ada banyak sorotan yang bagus. Tim nasional melakukan baik di kualifikasi Piala Dunia sejauh ini, kami berada di posisi pertama dalam grup,” ucapnya lagi.

“Saya sangat bahagia, sangat bangga, tidak hanya diri saya sendiri tetapi juga kalangan, keluarga saya. Mereka telah memberi saya banyak dukungan. Itu jelas penting bagi saya,” pungkas dia.

Berita Euro 2016: Jadi Kapten Swiss, Lichtsteiner: Kami Punya 11 Pemimpin!

Tidak dipanggilnya Gokhan Inler yang selama ini menjabat kapten tim nasional Swiss, membuat bek kanan Stephan Lichtsteiner didaulat menggantikan perannya. Namun, terkait tanggung jawab tersebut, Lichtsteiner justru menilai sejatinya Swiss punya 11 kapten di lapangan.

Memang, tidak dipanggilnya Inler ke Timnas Swiss pada Piala Eropa 2016 terbilang cukup mengejutkan. Meski begitu, pengalaman Lichtsteiner yang diangkat menjadi kapten utama untuk turnamen ini pun tak kalah. Karenanya, bek Juventus itu dipercaya mengenakan ban kapten selama di Prancis.

Meski begitu, Lichtsteiner mengaku bukan hanya dia pemimpin di lapangan. Karena semua pemain yang tampil di atas lapangan memiliki peran yang sangat besar.

“Saya sangat bangga bisa mengenakan kostum Swiss. Tak penting menjadi kapten. Kami memiliki 10 hingga 11 kapten di lapangan sehingga ini tak tergantung dengan saya,” jelasnya pada konferensi pers.

Swiss akan bertemu dengan Albania pada laga perdana. Bukan laga mudah karena Albania jelas ingin membuat kejutan pada ajang Piala Eropa pertamanya sepanjang sejarah.

“Saya bangga bisa menjadi bagian tim ini di turnamen besar. Sebuah tantangan yang besar dan luar biasa. Saya ingin kami lolos fase grup, walau banyak orang berpikir itu sulit. Sepak bola lebih dari itu, karena itu performa pertama kami sangat penting nanti,” pungkas pemain yang diisukan akan hengkang ke Paris Saint-Germain pada musim panas ini.

Sepak Bola: Mantan Bek Arsenal Tak Diajak Timnas Swiss ke Piala Eropa 2016

Kejutan terjadi di antara 23 pemain tim nasional Swiss yang dibaw ke Piala Eropa 2016. Mantan bek Arsenal, Philippe Senderos, dicoret dari skuat oleh pelatih Vladimir Petkovic.

Senderos yang juga pernah berkostum AC Milan, dalam beberapa musim terakhir bermain bersama Grasshopper Zurich. Dia dicoret lantaran performanya memang tengah menurun.

Selain Senderos, dua pemain lain juga terpental. mereka adalah bek sayap Udinese, Silvan Widmer, dan gelandang FC Basel, Luca Zuffi.

“Senderos mengalami fase negatif dalam kariernya. Dia kerap kehilangan kepercayaan diri sehingga penampilannya teledor,” sebut Petkovic seperti dilansir The World Game.

“Tak ada kejutan terkait Zuffi. Kondisi fisiknya masih lemah dan dia akan sulit mencapai level terbaik. Widmer memang bagus. Tapi, dia masih kalah dari dua pemain di posisinya yang sangat menjanjikan,” imbuh Petkovic.

Swiss akan menjalani laga persahabatan melawan Moldova pada Sabtu mendatang. Mereka berada di Grup A bersama tuan rumah Prancis, Albania, dan Rumania di Euro 2016 nanti.

Skuat Resmi Swiss di Euro 2016

Kiper: Yann Sommer (Borussia Monchengladbach), Roman Burki (Borussia Dortmund), Marwin Hitz (Augsburg)

Belakang: Stephan Lichtsteiner (Juventus), Nico Elvedi (Borussia Monchengladbach), Michael Lang (Basel), Johan Djourou (Hamburg), Steve von Bergen (Young Boys), Fabian Schar (Hoffenheim), Francois Moubandje (Toulouse), Ricardo Rodriguez (Wolfsburg)

Tengah: Valon Behrami (Watford), Blerim Dzemaili (Genoa), Gelson Fernandes (Rennes), Fabian Frei (Mainz), Granit Xhaka (Arsenal), Xherdan Shaqiri (Stoke City), Renato Steffen (Basel), Denis Zakaria (Young Boys)

Depan: Breel Embolo (Basel), Haris Seferovic (Eintracht Frankfurt), Admir Mehmedi (Bayer Leverkusen), Eren Derdiyok (Kasimpasa), Shani Tarashaj (Everton)