Louis van Gaal Kaget Belanda Bisa Menang 6-1 atas Turki

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kemenangan 6-1 yang dituai timnas Belanda atas Turki pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu (8/9/2021) dini hari WIB, ternyata di luar perkiraan pelatih Louis van Gaal. Apalagi, mereka sebelumnya menggasak Montenegro 4-0. Saat kembali menangani De Oranje, dia sama sekali tak membayangkan hal tersebut.

Van Gaal memulai periode ketiganya melatih Belanda dengan hasil imbang 1-1 dengan Norwegia. Namun, berikutnya, mereka tak tertahankan. Sepuluh gol dijejalkan ke gawang Montenegro dan Turki. Adapun gawang Justin Bijlow hanya kebobolan 1 gol. Dia menilai hasil tersebut adalah sinyal positif baginya sebagai pelatih.

Kemenangan besar dalam dua laga jadi bukti timnas Belanda mampu menjalankan instruksi Louis van Gaal.
Getty Images

“Ini adalah perdjudian besar. Saya memproyeksikan visi saya kepada mereka. Jika mereka tak menerimanya, itu akan sangat sulit. Namun, dari hari pertama, saya merasa mereka bersedia menerima saya dengan segala peraturan saya. Ini betul-betul tim yang fantastis,” urai Louis van Gaal seperti dikutip Football5Star.com dari Nederlandse Omroep Stichting.

Meskipun tak menyangka, Van Gaal tentu saja senang dengan hasil yang diraih Belanda pada Kualifikasi Piala Dunia 2022. Apalagi, mereka kini kian dekat dengan tiket lolos langsung ke Qatar 2022. “Kami telah mengambil langkah besar ke depan menuju target besar, yaitu lolos ke Piala Dunia,” ujar pelatih berumur 70 tahun itu.

Louis van Gaal Puas dengan Performa Belanda

Kemenangan atas Turki memang sangat penting bagi timnas Belanda. Tim asuhan Louis van Gaal kini memimpin klasemen Grup G Kualifikasi Piala dunia 2022 Zona Eropa. Mereka unggul selisih gol atas Norwegia. Berada di puncak, sang pelatih sadar betul bahwa nasib kini benar-benar ada di tangan mereka.

“Saat ini, kami memiliki semuanya di tangan sendiri. Sungguh bagus bahwa setelah laga tandang sulit melawan Norwegia, kami menghadapi Turki dan Montenegro di kandang sendiri. Juga mengingat pemain-pemain yang terkena skors dan cedera. Kami telah menunjukkan performa hebat,” ucap Van Gaal.

Louis van Gaal senang para pemain timnas Belanda mampu menerima aturan dan filosofinya dengan baik.
Getty Images

Soal performa Belanda, Van Gaal lebih jauh mengungkapkan, “Kami menerapkan total pressure dan mampu melakukannya selama 90 menit. Itu tidaklah biasa. Jikapun ada hal yang saya kurang senang, itu adalah kami masih terlalu ceroboh.”

Setelah menaklukkan Finlandia, timnas Belanda kini menyisakan empat pertandingan. Bulan depan, anak-anak asuh Louis van Gaal akan melawat ke kandang Latvia dan menjamu Gibraltar. Adapun pada medio November, De Oranje dijadwalkan melawat ke markas Montenegro dan menjamu Norwegia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cetak 3 Gol dan Belanda Menang 6-1, Memphis Depay Tak Puas

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Memphis Depay tidak puas meskipun mampu mencetak 3 gol dan membawa timnas Belanda menang 6-1 atas Turki, Rabu (8/9/2021) dini hari WIB. Dia merasa tim asuhan Louis van Gaal masih belum menunjukkan performa terbaik pada laga matchday VI Kualifikasi Piala Dunia 2022 itu.

Menjamu Turki di Stadion Johan Cruijff ArenA, Amsterdam, Belanda tampil luar biasa. Baru satu menit laga berjalan, gol pertama tercipta setelah Davy Klaassen meneruskan umpan Depay. Saat babak pertama usai, mereka mampu unggul 3-0 dan mengakhiri laga dengan skor 6-1.

Timnas Belanda untuk kali kedua dalam 5 tahun terakhir mencetak setengah lusin gol dalam satu laga.
Getty Images

Hasil itu memang luar biasa, tapi tak membuat Depay puas. Dia tetap kritis menilai permainannya dan De Oranje saat melawan Turki. Dalam pandangannya, hasil akhir tak mencerminkan permainan tim asuhan Louis van Gaal. Apalagi lawan bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama.

“Aku tentu saja senang, terutama dengan hasil yang diraih. Namun, aku mengharapkan lebuh dari diriku pribadi. Orang-orang selalu menilai aku terbang dan semuanya selalu berjalan baik, tapi kenyataannya tidaklah begitu,” urai Memphis Depay seperti dikutip Football5Star.com dari Nederlandse Omroep Stichting.

Memphis Depay Merasa Sembrono

Ada satu hal yang paling disorot dan dikeluhkan Memphis Depay dalam laga melawan Turki. Itu adalah kesembronoan di atas lapangan. Dia pun melakukannya. Hal inilah yang membuat dia tidak puas dan tetap kritis memandang kemenangan 6-1 atas tim asuhan Senol Gunes.

“Permainan kami sangat tidak rapi, terutama aku. Tiga sentuhan bola pertamaku tidak bagus. Itu tentu saja harus diperbaiki,” ucap Depay. “Terlepas dari kesembronoan itu, ini adalah malam yang sangat hebat bagi kami.”

Memphis Depay merasa sembrono saat timnas Belanda menghadapi Turki.
Getty Images

Bagaimanapun, kemenangan 6-1 atas Turki sangatlah berarti bagi timnas Belanda. Berkat kemenangan itu, mereka kini memuncaki klasemen Grup G dengan 13 poin, unggul selisih gol dari Norwegia. Sebelumnya, mereka juga menang telak 4-0 atas Montenegro.

Mencetak 6 gol dalam 1 laga juga bukan hal biasa bagi Belanda. Dalam 6 tahun terakhir, ini adalah kali kedua mereka menjejalkan setengah lusin gol di gawang lawan. Sebelumnya, hal serupa dilakukan saat menang 7-0 atas Gibraltar pada matchday III Kualifikasi Piala Dunia 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Belanda vs Turki

Prediksi Belanda vs Turki
Banner Gamespool Football5Star

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Belanda 3-1 Turki
Predictz
Belanda 3-0 Turki
Forebet
Belanda 2-0 Turki
FOOTBALL5STAR
BELANDA 2-1 TURKI
Stadion Johan Cruijff ArenA, Rabu (8/9/2021) Pukul 01.45 WIB (MOLA TV)

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Turki memang memenangi pertemuan pertama pada Kualifiaksi Piala Dunia 2022 dan tak kalah dalam 3 pertemuan terakhir dengan timnas Belanda. Namun, mereka kali ini diperkirakan tak akan berdaya. Banyak prediksi yang menempatkan De Oranje di atas angin dan bisa menang, bahkan dengan skor telak pada laga Belanda vs Turki kali ini.

Prediksi itu bisa sangat dimaklumi. Meskipun mampu mencuri hasil imbang pada lawatan terakhir, Turki tak meraup kemenangan dalam 6 kali kunjungan beruntun ke Belanda. Lalu, mereka pun tak punya rekor tandang bagus. Dalam 7 laga tandang terakhir, tim asuhan Senol Gunes hanya 1 kali menang.

Sementara itu, Belanda justru punya modal apik. De Oranje memenangi 4 laga kandang terakhir. Pada akhir pekan lalu, tim yang kini kembali ditangani Louis van Gaal mampu menggasak Montenegro dengan skor telak, 4-0. Memphis Depay kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak brace.

Meskipun demikian, Turki bukannya tanpa modal. Mereka punya Burak Yilmaz. Sosok inilah yang selalu mencetak gol dalam 3 pertemuan terakhir dengan Belanda dan dua laga di antaranya mampu dimenangi secara sensasional. Di Johan Cruijff ArenA, dia bisa saja kembali jadi momok bagi De Oranje.

REKOR PERTEMUAN
Rekor pertemuan Belanda vs Turki
TREN PERFORMA
Tren Performa Belanda vs Turki
Banner Gamespool Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Dari 13 edisi terdahulu, 3 kali laga Belanda vs Turki berakhir tanpa gol. Dari jumlah itu, 2 di antaranya ketika pertandingan berlangsung di Amsterdam.
  • Turki tak kalah dalam 3 pertemuan terakhir dengan Belanda (2 menang, 1 seri). Sebelumnya, mereka tak menang dalam 5 pertemuan beruntun (2 seri, 3 kalah).
  • Burak Yilmaz selalu menjebol gawang Belanda dalam 3 pertemuan terakhir.
  • Belanda mencatat 4 clean sheet dalam 7 kesempatan terdahulu menjamu Turki.
  • De Oranje tak kalah dalam 6 kesempatan terakhir menjamu Turki (3 menang, 3 imbang).
  • Belanda hanya 1 kali kalah dalam 10 laga terakhir (7 menang, 2 seri).
  • Memphis Depay cs. selalu menang dan mencetak setidaknya 2 gol dalam 4 laga kandang terakhir.
  • Depay mencetak gol dalam 3 dari 4 laga kandang terakhir De Oranje.
  • Turki hanya 1 kali menang dalam 5 laga terakhir (1 seri, 3 kalah).
  • Sebanyak 6 gol terakhir Turki dicetak oleh 6 pemain berbeda.
  • Turki hanya memenangi 1 dari 7 laga tandang terakhir (4 seri, 2 kalah).
PELATIH
  • Pertarungan Belanda vs Turki di Johan Cruijff ArenA kali ini akan jadi pertemuan ke-2 Louis van Gaal dengan Senol Gunes.
  • Van Gaal dan Gunes bertemu untuk kali pertama saat Belanda imbang 0-0 dengan Turki pada sebuah laga persahabatan yang berlangsung 28 Februari 2001.
  • Van Gaal tak pernah kalah dalam 3 laga melawan Turki (2 menang, 1 seri).
  • Tim asuhan Van Gaal selalu clean sheet kala menghadapi Turki.
  • Gunes tak kalah dalam 2 kesempatan terdahulu menghadapi Belanda (1 menang, 1 seri).
  • Hasil imbang diraih Gunes saat melawat ke markas Belanda, tepatnya ketika laga berlangsung di Amsterdam ArenA yang kini berubah nama jadi Johan Cruijff ArenA.
WASIT
  • Partai Belanda vs Turki pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Eropa ini akan dipimpin wasit Daniele Orsato dari Italia.
  • Ini merupakan kali pertama Orsato memimpin pertemuan kedua tim.
  • Orsato telah memimpin 8 laga Kualifikasi Piala Dunia dan tak satu pun yang berakhir tanpa gol. bahkan, hanya 1 yang berakhir imbang (3 kali tuan rumah menang, 4 kali tamu menang).
  • Belanda baru sekali diwasiti Orsato, yaitu saat imbang 1-1 di kandang Swedia pada Kualifikasi Piala Dunia 2014.
  • Turki mengalami kekalahan 1-4 di kandang Hungaria pada Kualifikasi Piala Dunia 2014 saat dipimpin wasit asal Italia ini.
PEMAIN KUNCI

BELANDA

Top Scorer: Memphis Depay (4 Gol)
Top Assist: Memphis Depay, Steven Berghuis, Davy Klaassen (@2 Assist)
Top Rating: Memphis Depay (8,72)

TURKI

Top Scorer: Burak Yilmaz (4 Gol)
Top Assist: Hakan Calahanoglu (4 Assist)
Top Rating: Burak Yilmaz (7,73)

Statistik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 menurut WhoScored

BERITA KEDUA TIM
  • Belanda: Daley Blind sudah dapat kembali bermain pada laga Belanda vs Turki ini setelah menjalani skors saat lawan Montenegro.
  • Turki: Umut Meras, Adulkadir Omur, dan Halil Akbunar tak bisa bermain karena cedera.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Belanda vs Turki

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Turki Tampil Sangat Buruk di Euro 2020, Ini Kata Sang Pelatih

gamespool
Turki Tampil Sangat Buruk di Euro 2020, Ini Kata Sang Pelatih 19

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Turki, Senol Gunes, menejelaskan mengapa performa timnya sangat buruk di Euro 2020. Gunes menyebut bahwa kekalahan di laga pertama melawan Italia mempengaruhi keseluruhan performa timnya.

Turki digadang-gadang bakal menjadi tim kuda hitam di Euro 2020. Namun, Burak Yilmaz cs tampil sangat buruk. Mereka kalah di 3 laganya, kebobolan 8 gol dan hanya mencetak 1 gol, dan tentu saja sudah dipastikan tersingkir dari kompetisi. Gunes menyebut bahwa alasan mengapa timnya seperti ini sepanjang turnamen karena kekalahan 3-0 di laga pertama.

steven zuber-swiss vs turki-WhoScored
WhoScored

“Kami tidak cukup bagus sepanjang turnamen. Pertandingan pertama (lawan Italia) memiliki efek yang negatif pada para pemain saya. Itu bisa terjadi. Tapi, para pemain itu akan bermain untuk Turki selama bertahun-tahun dan mereka akan sukses seperti sebelumnya,” ucap Senol Gunes seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Hakan Calhanoglu meminta maaf kepada para fansnya karena penampilan Turki di Euro 2020 sama sekali tidak sebaik yang diharapkan. Dia juga berjanji Turki akan tampil lebih baik di Piala Dunia 2022.

“Kami punya target besar sebelum turnamen. Kami sangat bekerja keras. Kami meminta maaf karena perjalanan kami tidak sesuai yang diharapkan. Kami mendapatkan pengalaman. Kami harus mengambil pelajaran,” ujar Calhanoglu.

Pemain AC Milan itu melanjutkan, “Kami masih punya Piala Dunia di depan kami. Kami berada di jalur yang benar dan harus melupakan turnamen ini. Tentu saja negara kami sedih, kami sekali lagi meminta maaf.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Swiss vs Turki

cover Swiss vs turki
Prediksi: Swiss vs Turki 27
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Swiss 1-0 Turki
Predictz
 Swiss 1-1 Turki
Football Predictions
Swiss 2-1 Turki
FOOTBALL5STAR
Swiss 2-1 Turki

 

Stadion Olimpiade Baku, Minggu (19/6/2021) Pukul 23.00 WIB (Mola TV, MNC TV)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji pada matchday ketiga Grup A Euro 2020 yang mempertemukan Swiss vs Turki. Keduanya masih punya peluang untuk lolos, namun Turki hanya bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik. Laga Swiss vs Turki akan dimainkan di stadion Olimpiade Baku.

Swiss membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Mereka masih bisa finis di posisi runner-up, namun itu akan tergantung pada hasil laga Italia vs Wales, Tapi andaikan Swiss hanya bisa finis di posisi ketiga, 4 poin seharusnya cukup untuk bisa menjadikan mereka lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sedangkan Turki, mereka bisa dibilang salah satu tim yang paling mengecewakan sejauh ini. Turki kalah dua kali, tanpa mencetak gol dan kebobolan 5 gol. Pasukan Senol Guenes itu masih bisa lolos sebagai salah satu peringat ketiga terbaik. Namun mereka hanya bisa mengumpulkan maksimal 3 poin dan sangat sulit raihan poin itu bisa menjadikan mereka salah satu peringkat ketiga terbaik. Laga Swiss vs Turki akan diadakan bersamaan dengan laga Italia vs Wales.

REKOR PERTEMUAN
head to head Swiss vs Turki
Prediksi: Swiss vs Turki 28
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Swiss vs Turki
Prediksi: Swiss vs Turki 29
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Ini adalah pertemuan pertama kedua tim di kompetisi resmI sejak babak grup Euro 2008.
  • Turki merupakan tim terburuk dalam raihan poin dan selisih gol sejauh ini. Mereka memliki 0 poin, kebobolan 5 kali dan belum mencetak gol.
  • Sebelum kalah lawan Italia, Swiss tak terkalahkan di 9 laga terakhir di semua kompetisi.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Vladimir Petkovic dan Senol Guenes belum pernah bertemu sebelumnya.
  • Petkovic belum pernah bertemu Turki, begitupun Guenes juga belum pernah bertemu Swiss.
WASIT
  • Laga Swiss vs Turki akan dipimpin oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic.
  • Vincic baru sekali menjadi wasit di Euro, tepatnya pekan lalu di laga Spanyol vs Swedia. Dia hanya mengeluarkan satu kartu kuning di laga itu.
  • Turki pernah diwasiti Vincic 2 kali: sekali menang melawan Irlandia, dan sekali imbang melawan Kroasia.
  • Ini pertama kalinya Swiss diwasiti Vincic.
PEMAIN KUNCI

Swiss

Top Scorer: Breel Embolo (1 gol)
Top Assist: Xherdan Shaqiri (1 assist)
Top Rating: Breel Embolo (7,32)

Turki

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating: Okay Yokuslu (6,62)

*Statistik di Euro 2020 Berdasarkan WhoScored

BERITA KEDUA TIM

Swiss: –
Turki: –

PRAKIRAAN FORMASI
line up Swiss vs turki
Prediksi: Swiss vs Turki 30

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Permintaan Maaf Bek Turki Selepas Kekalahan dari Wales

gamespool
Permintaan Maaf Bek Turki Selepas Kekalahan dari Wales 34

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan atas Wales membuat bek Turki, Umut Meras, merasa tak enak hati kepada para suporter yang hadir di Stadion Olimpiade Baku. Ia pun megucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena gagal mempersembahkan kemenangan.

Partai Turki vs Wales pada Kamis (17/6) dinihari WIB berakhir dengan skor 2-0 berkat gol Aaron Ramsey dan Connor Roberts. Kekalahan ini semakin membenamkan Turki di dasar klasemen grup A.

“Saya ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para suporter. Kami sangat ingin memetik kemenangan di pertandingan ini. Sayangnya, usaha kami gagal membuahkan hasil,” tutur Umut Meras dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Turki - Wales - uefa. com 2
uefa.com

Kekalahan ini memang membuat Turki terancam tak bisa melaju ke babak 16 besar Euro 2020. Pasalnya, mereka dipastikan tak bisa mengejar perolehan poin Italia dan Wales yang duduk di dua teratas grup A.

Mereka harus bisa memetik kemenangan atas Swiss di laga pamungkas grup A demi menjaga asa lolos ke babak 16 besar. Andai sukses mengalahkan Swiss, skuat besutan Senol Gunes bisa melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik.

“Kami masih memiliki satu pertandingan tersisa. Kami tentu akan berusaha keras agar bisa memetik kemenangan ketika menghadapi Swiss,” tutur Meras.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Turki vs Wales: Semakin Terbenam di Dasar Klasemen

gamespool
Turki vs Wales: Semakin Terbenam di Dasar Klasemen 38

Football5star.com, Indonesia – Turki semakin terbenam di dasar klasemen grup A setelah menelan kekalahan atas Wales di Stadion Olimpiade Baku, Kamis (17/6) dinihari WIB. Partai Euro 2020 antara Turki vs Wales berakhir dengan skor 0-2.

Wales yang tampil sebagai tim kuda hitam berhasil mengejutkan Turki di menit-menit awal. Pada menit ke-6, Aaron Ramsey nyaris membuka keunggulan Wales. Namun, sepakannya dari jarak dekat bisa digagalkan oleh Ugurkan Cakir.

Pada menit ke-17, Wales kembali mendapat peluang melalui Kieffer Moore. Namun, upaya Moore digagalkan oleh Caglar Soyuncu di muka gawang Turki. Tujuh menit berselang, Ramsey kembali mendapat peluang emas. Namun, kali ini sepakan Ramsey yang hanya tinggak menaklukkan Cakir malah melambung di atas gawang.

Usaha keras Ramsey akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-42. Memanfaatkan umpan lambung kiriman Gareth Bale, Ramsey berhasil menjebol gawang Turki tanpa kesulitan berarti. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Turki vs Wales - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Tertinggal satu gol, Turki langsung mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Pada menit ke-54, Burak Yilmaz mendapat peluang emas. Namun, sepakan voli Yilmaz yang memanfaatkan sundulan Kaan Ayhan gagal menemui sasaran.

Asyik menyerang, Turki malah hampr kebobolan. Pada menit ke-60, Wales mendapat hadiah penalti setelah Bale dilanggar Zeki Celik. Beruntung bagi Turki, Bale gagal memperlebar keunggulan Wales karena sepakan penaltinya melambung jauh di atas gawang Cakir.

Kegagalan penalti Bale membuat Turki kembali mengurung lini pertahanan Wales. Pada menit ke-87, Merih Demiral nyaris mencetak gol pertama Turki. Namun, sundulannya digagalkan Danny Ward. Tiga menit berselang, Yilmaz kembali mendapat peluang emas. Tapi, upaya Yilmaz kali ini digagalkan Joe Rodon di garis gawang Wales.

Beberapa saat jelang laga usai, Wales berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini, giliran Connor Roberts yang menjebol gawang Turki setelah menerima umpan silang kiriman Bale. Skor 0-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kekalahan ini membuat Turki semakin terbenam di dasar klasemen grup A. Sementara itu, Wales kini memiliki koleksi empat poin hasil dari satu menang dan sekali imbang.

SUSUNAN PEMAIN TURKI VS WALES:

Turki: 23-Ugurcan Cakır; 2–Zeki Celik, 22-Kaan Ayhan, 4-Caglar Soyuncu, 13-Umut Meras (25-Mert Muldur 73′); 5-Okay Yokuslu (3-Merih Demiral 46′); 9-Kenan Karaman (26-Helil Dervisoglu 75′), 10-Hakan Calhanoglu, 6-Ozan Tufan (11-Yusuf Yazici 46′), 7-Cengiz Under (21-Irfan Kahveci 83′); 17-Burak Yilmaz

Pelatih: Senol Gunes

Wales: 12-Danny Ward; 14-Connor Roberts, 22-Chris Mepham, 6-Joe Rodon, 4-Ben Davies; 7-Joe Allen (15-Ethan Ampadu 73′); 11-Gareth Bale, 16-Joe Morrell, 10-Aaron Ramsey (8-Harry Wilson 85′), 20-Daniel James (3-Neco Williams 90′); 13-Kieffer Moore

Pelatih: Rob Page

Kartu Kuning: Yilmaz 90′, Calhanoglu 90′ – Mepham 90′, Davies 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Senol Gunes: Permainan Turki Jauh dari yang Diharapkan

gamespool
Senol Gunes: Permainan Turki Jauh dari yang Diharapkan 42

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Turki, Senol Gunes, sangat kecewa dengan penampilan timnya melawan Italia di laga pembuka Euro 2020, Sabtu (12/6/21). Gunes menyebut bahwa permainan Turki jauh dari yang diharapkan..

Turki harus kalah dengan skor 3-0 lewat gol bunuh diri Merih Demiral, Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne. Bukan hanya kalah, Turki bahkan sama sekali tak mencatatkan satu tendangan ke arah gawang dari 3 percobaan. Sedangkan Italia punya 24 percobaan, 8 mengarah ke gawang.

Gunes kecewa bukan hanya karena skornya, tapi juga karena permainan Turki jauh dari yang diharapkan dan dia berharap bisa memainkan sepak bola yang lebih baik.

Senol Gunes Permainan Turki Jauh dari yang Diharapkan
Cumhuriyet

“Pertandingan ini tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Mereka lebih dominan dari kami dan memiliki begitu banyak penguasaan bola dan ini memberi keuntungan bagi lawan kami. Setelah kami kebobolan di babak kedua, kami kehilangan konsentrasi dan kehilangan kendali permainan,” ucap Gunes seperti dikutip Football5Star.com dari The Toronto Sun.

Gunes melanjutkan, “Kami dapat mengatakan secara teknis, kami menghadapi tim Italia yang sangat kuat. Saya tidak puas dengan skornya, tetapi saya mengharapkan kami memainkan sepak bola yang lebih baik.”

The Crescent-Star masih bisa menebus kekalahannya di dua laga selanjutnya melawan Wales dan Swiss.

“Ini bukan hari kami. Kami mulai kehilangan bola dan tidak bisa maju. Italia lebih baik, kami kalah dari tim yang lebih baik. Ini adalah turnamen. Kami memiliki dua pertandingan lagi. Kami akan mempersiapkan diri untuk pertandingan lawan Wales,” ujar Seno Gunes.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Menang Telak di Laga Pembuka, Italia Pecahkan Beberapa Rekor

gamespool
Menang Telak di Laga Pembuka, Italia Pecahkan Beberapa Rekor 45

Football5Star.com, Indonesia – Laga pembuka Euro 2020 antara Turki vs Italia resmi berakhir dengan kemenangan Gli Azzurri 3-0. Hasil ini mencatatkan beberapa fakta-fakta dan rekor menarik.

Azzurri benar-benar mendominasi pertandingan sejak awal. Namun gol baru tercipta pada babak kedua lewat gol bunuh diri Merih Demiral, Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne. Berikut rangkuman data dan fakta menarik laga Turki vs Italia.

Rekor gol Italia dan rekor turnamen

Sebelum laga ini, Italia sudah bermain 38 kali di Euro sejak mereka debut pada 1968. Namun ini pertama kalinya dalam sejarah mereka bisa mencetak lebih dari dua gol. Kemenangan 3-0 ini juga menjadi kemenangan dengan margin terbesar sepanjang sejarah laga pembuka Euro.

Penyerang Ciro Immobile yang mencetak gol kedua untuk pertama kalinya berhasil mencetak gol di 3 laga beruntun untuk Azzurri dan ini adalah gol pertamanya di turnamen major (Euro dan Piala Dunia).

Tak Terkalahkan dan clean sheet

Kemenangan ini juga membuat pasukan Roberto Mancini tak terkalahkan dalam 28 laga beruntun di semua kompetisi. Hebatnya lagi, Italia berhasil menang dalam 9 laga beruntun tanpa kebobolan dan mencetak 28 gol.

Mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bisa menyamai rekor yang mereka ciptakan pada November 1989 sampai Juni 1990 dimana mereka menang 10 kali beruntun.

Rekor buruk Turki di laga pembuka turnamen

Kekalahan ini membuat Turki selalu kalah di setiap laga pembuka mereka di turnamen major (Euro dan Piala Dunia). Total mereka bermain 7 kali dan kalah 7 kali. Mereka adalah satu-satunya tim yang bermain lebih dari 3 turnamen dan selalu menderita kekalahan di laga pembuka.

Burak Yilmaz cs juga menjadi tim ketiga sejak Euro 1980 yang sama sekali tak mencatatkan satu tendangan ke gawang pada babak pertama setelah Italia pada Euro 2000 melawan Belanda dan Irlandia Utara melawan Polandia pada Euro 2016. Ini juga pertama kalinya dalam sejarah Euro gol pertama di kompetisi adalah gol bunuh diri (Merih Demiral).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Turki vs Italia: Gli Azzurri Pesta Tiga Gol di Laga Pembuka

gamespool
Turki vs Italia: Gli Azzurri Pesta Tiga Gol di Laga Pembuka 48

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada laga pertama Grup A Euro 2020 yang mempertemukan Turki vs Italia. Gli Azzurri berhasil menang dengan skor telak 3-0.

Italia langsung punya peluang pada menit kedua. Domenico Berardi memberi umpan cutback ke kotak penalti dan Ciro Immobile menyontek bola, tapi melebar dari gawang Ugurkan Cakir.

Cakir melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-22. Giorgio Chiellini menyambut umpan Lorenzo Insgine dengan tandukan sempurna, tapi Cakir berhasil melakukan fingertips.

Italia total mendominasi pertandingan. Turki sama sekali tak mencatatkan satu tendangan ke gawang sementara Italia membuat 13 percobaan. Namun pertahanan dalam mereka membuat Azzurri frustasi.

Tak ada gol tercipta di laga Turki vs Italia babak pertama.

Italia akhirnya mencetak gol pada menit ke-53 lewat gol bunuh diri bek Juventus, Merih Demiral. Nicolo Barella memberi umpan ke Domenico Berardi. Dia lalu memberi umpan ke tengah yang dipotong oleh Demiral dan masuk ke gawang sendiri.

Kebobolan membuat Turki mau tidak mau harus menyerang, dan itu membuat pertahanan mereka terbuka. Pada menit ke-55, Leonardo Spinazzola punya peluang lewat kotak penalti, tapi Cakir berhasil menepis tendangan.

Pada menit ke-57, Italia lagi-lagi dapat peluang lewat tendangan jarak jauh Manuel Locatelli, tapi Cakir lagi-lagi bisa menepis bola.

Gli Azzurri berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-66. Tendangan Spinazzola berhasil ditepis oleh Cakir, tapi Ciro Immobile berhasil menyontek bola liar masuk ke gawang.

Gol ketiga datang pada menit ke-78. Ciro Immobile memberi umpan ke Lorenzo Insigne di siri kiri yang langsung melepaskan tembakan melengkung masuk ke gawang.

Laga Turki vs Italia berakhir dengan skor 3-0. Ini adalah kemenangan tertelak sepanjang sejarah laga pembuka Euro.

Susunan Pemain Turki vs Italia

Turki (4-1-4-1): 23-Ugurkan Cakir; 2-Mehmet Celik, 3-Merih Demiral, 4-Caglar Soyuncu, 13-Umut Meras); 5-Okay Yokuslu (21-Irfan Kahveci); 9-Kenan Karaman (26-Halil Dervisoglu), 6-Ozan Tufan (22-Kaay Ayhan), 11-Yusuf Yazici (Cengiz Under), 10-Hakan Calhanoglu; 17-Burak Yilmaz;.

Pelatih: Senol Gunes.

Italia (4-3-3): 21-Gigio Donnarumma; 24-Alessandro Florenzi (2-Gio Di Lorenzo), 19-Leo Bonucci, 3-Giogio Chiellini, 4-Leonardo Spinazzola; 18-Nicolo Barella, 8-Jorginho, 5-Manuel Locatelli (8-Bryan Cristante); 11-Domenico Berardi (20-Federico Bernardeschi), 17-Ciro Immobile (9-Andrea Belotti), 10-Lorenzo Insigne (14-Federico Chiesa).

Pelatih: Roberto Mancini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Italia Punya Rekor Fantastis di Stadion Olimpico

gamespool
Timnas Italia Punya Rekor Fantastis di Stadion Olimpico 52

Football5Star.com, Indonesia – Laga pembuka Euro 2020 yang mempertemukan Turki vs italia akan diadakan Sabtu dini hari, (12/6/21) di stadion Olimpico. Banyak fakta-fakta menarik soal laga ini, salah satunya rekor bagus Timnas Italia saat bermain di markas AS Roma dan Lazio itu.

Euro 2020 akan diadakan di 11 stadion di 11 negara yang berbeda dengan Italia sebagai laga pembuka. Berikut rangkuman beberapa data dan fakta menarik laga Turki vs Italia:

Gli Azzurri tak terkalahkan

Timnas Italia memiliki rekor luar biasa di stadion Olimpico. Mereka tak pernah kalah dalam turnamen major (Euro dan Piala Dunia) di sana. Total mereka bermain 8 kali, menang 6 kali dan imbang 2 kali. Lebih hebatnya dalam 7 laga terakhir itu, Azzurri juga tak pernah kebobolan.

Pasukan Roberto Mancini juga tak terkalahkan dalam 27 laga beruntun dengan 8 laga terakhir mereka meraih kemenangan.

Rekor buruk Turki di laga pembuka

Timnas Italia Punya Rekor Fantastis di Stadion Olimpico
Getty Images

Ini kelima kalinya Timnas Turki berhasil lolos ke Euro. Namun pada 4 laga pembuka mereka di Euro sebelumnya, mereka selalu kalah. Bahkan dari 4 laga itu salah satunya melawan Italia pada Euro 2000. Turki kalah 2-1 lewat gol penalti Filippo Inzaghi dan tendangan salto Antonio Conte dan hanya mampu dibalas oleh Okan Buruk. Laga itu juga satu-satunya laga Turki vs Italia di Euro.

Italia jarang cetak gol, Turki sering kebobolan

Timnas Italia sudah bermain 38 kali di kompetisi ini sejak debutnya pada 1968. Tapi mereka sama sekali belum pernah mencetak lebih dari 2 gol dalam pertandingan. Mereka juga merupakan tim yang paling banyak mencatatkan skor 0-0 dalam sejarah Euro (8 kali).

Sedangkan Turki, mereka hanya mencatatkan 1 clean sheet dalam 10 laga terakhir di turnamen major (Euro dan Piala Dunia). Itu mereka catatkan pada Euro 2016 melawan Ceko dimana mereka menang 2-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Turki Mampu Mempersulit Italia di Laga Pembuka Euro 2020

gamespool
Turki Mampu Mempersulit Italia di Laga Pembuka Euro 2020 56

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Galatasaray, Fatih Terim, yakin timnas Turki bisa mempersulit timnas Italia di laga pembuka Euro 2020, Sabtu (12/6/21). Terim berharap laga pembuka ini bisa terulang di laga final.

Euro 2020 akan dibuka dengan laga Turki vs Italia di Stadion Olimpico. Azzurri tentu saja diunggulkan, apalagi bertindak sebagai tuan rumah. Namun, Terim yang melatih Turki dalam 5 kali kesempatan, yakin The Crescent-Stars bisa mempersulit pasukan Roberto Mancini itu.

“Saya berharap bisa menjadi Final di London juga (laga Turki vs italia). Ini akan menjadi pertandingan yang menarik di stadion magis, yang untuk sepak bola seperti Madison Square Garden,” ucap Terim seperti dikutip Football5Star.com, dari Corriere della Sera.

Timnas Italia diprediksi akan melenggang mulus dari Grup A.
Getty Images

Terim melanjutkan, “Azzurri memiliki fans mereka kembali, mereka solid, kompak, memiliki pemain hebat, dan mereka bisa terus maju. Tetapi pemain Turki juga mampu menciptakan masalah bagi semua orang.”

Timnas Turki sendiri memiliki banyak pemain yang bermain di Serie A. Sebut saja Hakan Calhanoglu, Merih Demiral, dan dua pemain Sassuolo, Kaan Ayhan dan Mert Muldur. Fatih Terim memiliki pengalaman dengan sepak bola negeri pizza itu. Dia melatih Fiorentina dan AC Milan dari 2000-2001. Dia mengakui bahwa dia masih memiliki ikatan dengan Fiorentina.

“Italia adalah rumah kedua saya, ada ikatan, terutama dengan Florence. Itu tidak pernah rusak dan itu menghormati saya,” kata pelatih Galatasaray itu.

Italia dan Turki tergabung ke dalam Grup A yang diisi oleh Wales dan Swiss.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Peta Persaingan di Grup A EURO 2020 sepertinya tinggal menyisakan satu slot saja untuk ke babak selanjutnya. Sebab, Timnas Italia di atas kertas diunggulkan untuk bisa merajai grup ini dan melangkah ke fase selanjutnya.

Italia memang saat ini sedang dalam performa yang istimewa. Bersama Roberto Mancini, Gli Azzurri, sangat perkasa sejak babak kualifikasi. Bahkan, dalam sepuluh partai di Grup J bersama Finlandia, Yunani, Bosnia dan Herzegovina, Armenia, serta Liectenstein, Timnas Italia sukses menyapu bersih dengan kemenangan.

Tak cuma itu, Italia juga total mencatatkan 37 gol dalam sepuluh laga dan cuma kejebolan empat gol saja. Diprediksi, dalam partai Grup A bersama Turki, Swiss, dan Wales, Italia akan melaju dengan mulus. Lawan yang mungkin akan menyandung Italia ialah Swiss. Tim asuhan Vladimir Petkovic itu melaju ke EURO 2020 juga dengan status juara Grup, yakni D. Mereka sukses mengumpulkan 17 poin, hasil lima menang, dua imbang, dan cuma sekali kalah.

Secara rekor pertemuan lawan Italia, cuma Swiss yang lumayan baik. Dalam 20 laga melawan Timnas Italia, mereka sukses meraih tiga kemenangan. Terlebih dalam tiga pertemuan terakhir lawan Swiss, Italia cuma main imbang meski terakhir kali kedua tim bersua pada 2010 silam.

Turki dan Wales sendiri tak punya rekor bagus ketika berhadapan dengan Gli Azzurri. Wales baru sekali menang dan itu pun diraih 2002, sedang Turki bahkan belum pernah sekalipun menang atas Italia.

Peluang Turki

Turki dan Swiss sepertinya bakal saling sikut untuk menemani Italia lolos dari Grup A EURO 2020. Selain tengah dalam performa impresif, kedua tim itu memang punya rekor yang sangat sengit ketika bersua

Swiss sendiri cuma dua kali menang dalam sembilan kali bersua Turki. Sedang Turki meraih lima kemenangan, dan dua lainnya imbang. Pada fase kualifikasi, perjalanan Turki juga mengesankan. Anak asuh Senol Gunes itu bahkan cuma sekali kalah saat segrup dengan Prancis, Islandia, Albania, Andorra, dan Moldova di Grup H.

Malahan, Prancis yang jadi unggulan di grup itu tak mampu meraih kemenangan atas Turki. Justru Turki sukses menang 2-0 atas prancis di Buyusehir Stadium, 8 Juni 2019. Turki juga punya rekor yang tak buruk ketika jumpa Wales.

Mereka sudah enam kali bersua Wales, menelan tiga kekalahan, dua menang, dan sekali imbang. Namun, pertemuan terakhir kedua kesebelasan sudah sangat lama terjadi, yakni 21 Agustus 1997 silam.

Wales memang tak diunggulkan di Grup A EURO 2020. Namun justru itulah senjata anak asuh Ryan Giggs untuk bisa menyengat, seperti 2016 lalu ketika sukses menembus babak semifinal.

PREDIKSI AKHIR
PosisiTimMenangSeriKalahNilai
1Italia3009
2Turki2016
3Swiss1114
4Wales0121
PROFIL PESERTA

ITALIA

Timnas Italia
Getty Images

Timnas Italia terbilang sangat mantap menatap EURO 2020 bersama Roberto Mancini. Selain sukses bawa Italia raih hasil sempurna pada babak kualifikasi, Mancini juga baru mendapat apresiasi berupa perpanjangan kontrak sampai 2026 dari FIGC. Ini jadi saat yang tepat Italia bersama Mancini mengulang sukses 1996.

“Saat ini, ada cukup banyak pemain muda yang menjadi bagian skuat kami. Tentu saja kami berharap bisa segera memetik hasil dari kerja keras selama tiga tahun terakhir,” kata Roberto Mancini seperti dikutip Football Italia.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC)
Julukan Timnas: Gli Azzurri
Pelatih: Roberto Mancini
Kapten: Leonardo Bonucci
Pemain Kunci: Gianluigi Donnarumma, Leonardo Bonucci, Marco Verratti, Andrea Belotti, Federico Chiesa
Prestasi Terbaik di EURO: Juara (1968)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup J (10 menang, 0 seri, 0 kalah)


TURKI

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
Getty Images

Turki memang bukan unggulan di Grup A. Namun, tim berjuluk The Crescent-Stars itu punya daya kejut berbahaya. Bersama Senol Gunes, Turki bahkan menjelma jadi tim yang sukar ditembus. Faktanya, mereka jadi tim paling sedikit kejebolan di fase kualifikasi, yakni cuma tiga gol bersama Belgia.

“Saat kami bermain bagus sebagai tim, penampilan individu harus bisa dimatikan. Tiga pesaing kami di grup lebih kuat dari kami. Mereka jauh di depan kami dalam peringkat FIFA. Namu, kami tahu kami bisa melawan mereka,” kata Senol Gunes dikutip dari CNNTurk.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Turkiye Futbol Federasyonu (TFF)
Julukan Timnas: Crescent-Stars
Pelatih: Senol Gunes
Kapten: Burak Yilmaz
Pemain Kunci: Burak Yilmaz, Ozan Kabak, Caglar Soyuncu, Hakan Calhanoglu
Prestasi Terbaik di EURO: Semifinal (EURO 2008)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner-up Grup H (7 menang, 2 imbang, 1 kalah)


WALES

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
Getty Images

Seperti 2016 lalu, Wales datang ke EURO 2020 dengan status kurang diunggulkan. Saat itu Wales yang segrup dengan Inggris, Slovakia, dan Rusia, justru bisa lolos sebagai juara grup. Tak diunggulkan justru bikin mereka bisa tampil tanpa beban dan sangat berbahaya buat para lawannya. Meski, mereka akan bertarung di EURO 2020 tanpa Ryan Giggs dan digantikan asistennya, Robert Page.

“Kami, saya dan Ryan Giggs akan melakukan yang terbaik buat negara. Saya akan tetap berkomunikasi dengannya agar Wales bisa tampil memberi yang terbaik di EURO 2020,” kata Rob Page dikutip dari BBC.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Football Association of Wales (FAW)
Julukan Timnas: The Dragons Y Dreigiau
Pelatih: Ryan Giggs, Rob Page (karteker)
Kapten: Gareth Bale
Pemain Kunci: Gareth Bale, Harry Wilson, Ethan Ampadu, Chris Gunter, Aaron Ramsey.
Prestasi Terbaik di EURO: Semifinal (EURO 2016)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner-up Grup E (4 menang, 2 imbang, 2 kalah)


SWISS

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
eu-football-info.tumblr.com

EURO 2020 menjadi kans terbesar buat Timnas Swiss untuk menunjukkan tajinya. Cuma sekali kalah di babak kualifikasi, pasukan Vladimir Petkovic juga memiliki segudang senjata. Mereka akan mentas di gelaran kali ini dengan nama-nama tenar, mulai dari Xherdan Shaqiri, Manuel Akanji, Granit Xhaka, hingga Breel Embolo yang diharapkan bisa jadi tumpuan.

“Lebih dari sekadar objektif, akan mengecewakan jika kami tidak lolos dari grup ini. Bukan karena kami tidak menghargai lawan, yang semuanya sangat kuat, tetapi karena kami percaya pada diri kami sendiri. Kami ingin menjalani pertandingan demi pertandingan dengan optimistis,” ujar Vladimir Petkovic dikutip dari RSI.ch.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Swiss Football Association (SFA)
Julukan Timnas: Rossocrociati
Pelatih: Vladimir Petkovic
Kapten: Granit Xhaka
Pemain Kunci: Yann Sommer, Manuel Akanji, Granit Xhaka, Denis Zakaria, Xherdan Shaqiri, Fabian Schar
Prestasi Terbaik di EURO: Babak 16 Besar (EURO 2016)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup D (5 menang, 2 imbang, 1 kalah)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lebih Hebat dari Erling Haaland, Ozan Tufan Dipuji Mesut Oezil

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Erling Haaland adalah salah satu penyerang paling ditakuti di Eropa saat ini. Namun, saat timnas Norwegia menjamu Turki, Minggu (28/3/2021) dini hari WIB, ketajamannya tak terlihat. Dia bahkan kalah hebat dari Ozan Tufan yang mencetak 2 gol. Gelandang Turki itu sampai-sampai dipuji Mesut Oezil.

Tufan jadi bintang Turki pada matchday II Kualifikasi Piala Dunia 2022. Bertandang ke markas Norwegia, dia mencetak 2 gol dalam kemenangan 3-0 yang dibukukan tim asuhan Senol Gunes. Satu gol lain dibuat bek Caglar Soyuncu.

Penampilan prima dan lebih tajam dari Haaland membuat Tufan dipuji Oezil. Pujian itu disampaikan eks pemain Arsenal tersebut lewat instastory di akun Instagram-nya. Setelah sang gelandang mencetak gol kedua, dia kurang lebih berujar, “Akulah gurunya. Kerja bagus!”

Mesut Oezil menyampaikan selamat kepada Ozan Tufan yang mencetak gol spektakuler saat timnas Turki menang 3-0 atas Norwegia.
hurriyet.com.tr

Kedekatan Tufan dengan Oezil tak terlepas dari status rekan seklub. Saat ini, kedua pemain tersebut sama-sama membela klub teras Liga Turki, Fenerbahce. Oezil ternyata rajin mengikuti kiprah timnas Turki dan rekan-rekan sklubnya.

Bagi Tufan, mencetak gol sebetulnya bukan hal yang lazim. Bersama timnas Turki, dia baru mengemas 9 gol dalam 57 penampilan. Melawan Norwegia, dia membukukan brace pertamanya bagi Ay-Yildizlilar. Sebelumnya, dalam 7 kesempatan, dia tak pernah mencetak lebih dari 1 gol.

Tufan Ungkap Latihan di Klub

Dari dua gol Ozan Tufan di gawang Norwegia, gol keduanya yang menuai pujian. Pasalnya, gelandang berumur 26 tahun itu melepaskan tendangan melengkung dari jarak jauh. Gol itulah yang membuat Mesut Oezil bangga dan senang tak kepalang.

Selepas pertandingan, Tufan secara tak langsung mengakui peran Oezil pada gol keduanya itu. Dia menyebut gol itu adalah buah latihan yang dilakukan di Fenerbahce yang kini jadi pelabuhan baru karier sang eks playmaker timnas Jerman.

Ozan Tufan dan Mesut Oezil sama-sama memperkuat Fenerbahce di Liga Turki.
haberarisi.com.tr

“Di klub, kami sering berlatih melakukan tendangan seperti itu. Kami memetik buahnya pada pertandingan-pertandingan seperti ini. Aku sangat senang dalam mencetak gol seperti itu,” ujar Ozan Tufan seperti dikutip Football5Star.com dari Hurriyet.

Sebagai pemain tengah, Ozan Tufan mengaku tugasnya adalah menyerang dan bertahan dengan baik. “Aku menikmati peranku, baik saat menyerang maupun bertahan. Jika kemudian ada gol yang kubuat, itu tentu saja jadi kebahagiaan tambahan bagiku,” ujar dia.

Kemenangan 3-0 atas Norwegia membuat timnas Turki memuncaki klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Ozan Tufan dkk. unggul selisih gol dari Montenegro yang juga mengemas kemenangan dalam dua matchday awal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Matthijs de Ligt Tak Habis Pikir Belanda Dilumat Turki

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Belanda menelan kekalahan pada laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022. Melawat ke markas timnas Turki, Kamis (25/3/2021) dini hari WIB, mereka takluk 2-4. Hasil itu membuat bek Matthijs de Ligt tak habis pikir.

De Ligt merasa Belanda tak sepantasnya kalah dari Turki. Sepanjang pertandingan, pertahanan Oranje hampir tanpa gangguan dari lini serang tuan rumah. Anehnya, gawang Tim Krul empat kali bergetar, tiga di antaranya karena ulah Burak Yilmaz.

“Mereka hanya lima kali berada di kotak penalti kami sepanjang pertandingan. Namun, mereka mampu mencetak empat gol,” urai Matthijs de Ligt selepas pertandingan Turki vs Belanda kepada Nederlandse Omroep Stichting seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Matthijs de Ligt gagal menahan Burak Yilmaz yang mencetak hat-trick saat Belanda kalah 2-4 dari Turki.
Getty Images

Lebih lanjut, bek Juventus itu mengatakan, “Di sisi kami, sering kali umpan akhir tak cukup akurat. Ketika kami mampu membuat keadaan jadi 3-2, Anda bisa lihat Turki mulai goyah. Namun, mereka kembali mencetak gol lewat tendangan bebas fantastis.”

De Ligt pantas kesal. Sepanjang pertandingan, timnas Turki sebetulnya tertekan karena memang memilih taktik bertahan. Penguasaan bola tim asuhan Senol Gunes hanya 35 persen. Adapun Belanda, selain unggul penguasaan bola, juga melepaskan 20 tembakan yang 9 di antaranya tepat sasaran.

Golnya De Ligt Tak Disahkan

Matthijs de Ligt enggan membahas sundulannya yang tak disahkan jadi gol oleh wasit Michael Oliver.
Getty Images

Pada laga yang berlangsung di Stadion Ataturk Olimpiyat itu, Matthijs de Ligt sebetulnya hampir mencatatkan namanya di papan skor. Sundulannya pada babak pertama terlihat seperti sudah melewati garis gawang Turki. Namun, wasit Michael Oliver tak mengesahkannya jadi gol.

“Ini pertandingan yang ditentukan oleh detail. Pada gol pertama mereka, bola membentur tanganku. Lalu, kupikir sundulanku masuk, tapi kami tak bisa yakin soal itu. Jadi, tak ada pentingnya lagi membahas itu sekarang,” urai De Ligt.

Kekalahan dari Turki membuat timnas Belanda harus memenangi laga berikutnya pada Kualifikasi Piala Dunia 2022. Matthijs de Ligt cs. akan menjamu Latvia, lalu bertandang ke markas Gibraltar. Di atas kertas, Oranje seharusnya tak kesulitan merebut oin penuh dari dua laga tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hat-trick Lawan Belanda, Burak Yilmaz Lewati Cristiano Ronaldo

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Burak Yilmaz menyita perhatian pada partai pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Dia mencetak hat-trick dan membawa timnas Turki menang 4-2 atas timnas Belanda, Kamis (25/3/2021) dini hari WIB.

Hasil laga Turki vs Belanda di Stadion Ataturk Olimpiyat sangatlah mengejutkan. Bukan apa-apa, tim asuhan Senol Gunes tak dalam tren bagus. Sepanjang 2020, mereka hanya meraih satu kemenangan. Sementara itu, Belanda tengah bangkit dengan memenangi dua laga terakhir.

Kejutan juga berlaku bagi Yilmaz. Inilah kali pertama striker berumur 35 tahun itu mencetak hat-trick bagi Turki. Sebelumnya, prestasi terbaik striker yang kini membela Lille OSC itu adalah mencetak brace kala Finlandia, Kazakstan, dan Bulgaria.

Tak hanya itu, tambahan tiga gol membuat Yilmaz menggeser Cristiano Ronaldo sebagai pemain yang paling sering membobol gawang Belanda. Kini, dia mengemas 5 gol. Sementara itu, Ronaldo, juga Jan Koller, hanya mencetak 4 gol saat menghadapi Oranje.

Statistik itu diungkap wartawan saat mewawancarainya selepas pertandingan Turki vs Belanda. Lalu, bagaimana tanggapan Yilmaz? Dia berujar, “Saudaraku, kalian terus-terus membuat statistik untuk memujiku,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Hurriyet.

Yilmaz Jadi Momok Baru Belanda

Tentu saja, Burak Yilmaz bangga dengan pencapaiannya melawan Belanda. Meskipun begitu, dia tak mau menepuk dada. “Ini malam yang indah. Pertama-tama, aku berterima kasih kepada pelatih, juga kepada rekan-rekan setimku,” kata dia.

Yilmaz lantas menyebut kemenangan atas Belanda pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 sebagai pelipur duka atas kegagalan di Nations League. Dia pun menilai kemenangan itu sebagai buah dari persiapan matang yang dilakukan selama 3 bulan.

Khusus bagi timnas Belanda, Yilmaz kini seperti jadi momok baru. Bukan apa-apa, striker yang juga kapten timnas Turki itu kini selalu membobol gawang Oranje dalam tiga pertemuan beruntun. Padahal, sebelumnya, dia selalu gagal mencetak gol dalam tiga pertemuan berturut-turut.

Gol-gol Burak Yilmaz pun jadi emas bagi timnas Turki saat menghadapi timnas Belanda. Ay-Yildizlilar tak pernah kalah saat sang kapten mencetak gol. Dalam dua pertemuan sebelumnya, gol Yilmaz membawa timnya seri 1-1 dan menang 3-0 atas Oranje pada Kualifikasi Piala Eropa 2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Turki vs Belanda: Hat-trick Burak Yilmaz Hancurkan De Oranje

gamespool
Hasil Turki vs Belanda: Hat-trick Burak Yilmaz Hancurkan De Oranje 77

Football5star.com Indonesia – Timnas Belanda menderita kekalahan 2-4 di kandang timnas Turki, pada laga perdana Pra-Piala Dunia 2022 Zona Eropa grup G. Burak Yilmaz menjadi protagonis dengan torehan hat-trick dalam laga Turki vs Belanda di Stadion Olimpiade Ataturk, Kamis (25/3/2021) dini hari WIB

Bermain di kandang sendiri, Timnas Turki memang tampil dominan. Anak asuh Senol Gunes tersebut sudah unggul saat pertandingan memasuki menit ke-15.

Burak Yilmaz yang berdiri di luar kotak penalti menerima umpan dari Hakan Calhanoglu. Yilmaz menembakkan bola dengan keras hingga bersarang nyaman di gawang Belanda yang dikawal kiper Tim Krul.

Timnas Turki bahkan bisa menambah keunggulan pada menit ke-34. Pelanggaran Donyell Malen dengan menjatuhkan Okay Yokuslu berbuah penalti dari wasit Michael Oliver. Burak Yilmaz yang maju sebagai eksekutor berhasil membawa Turki unggul 2-0 atas Belanda.

Pada babak pertama ini, Belanda tak berdaya memendung tuan rumah. Dua gol Burak Yilmaz menjadi pembeda dalam duel Turki vs Belanda sampai paruh pertama usai.

Turki vs Belanda Pra-Piala Dunia 2022 - Twitter @IntChampionsCup
Twitter @IntChampionsCup

Selepas jeda, Turki tetap tampil agresif. Hasilnya, mereka kembali menambah keunggulan semenit setelah wasit meniup peluit tanda babak pertama dimulai. Kali ini, Hakan Calhanoglu mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan Umut Meras menjadi gol.

Timnas Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-75 lewat aksi pemain pengganti, Davy Klaassen. Gol diawali umpan lambung Memphis Depay yang disambar Klaassen guna mengoyak gawang Ugurcan Cakir.

Asa Timnas Belanda sempat bangkit setelah bisa mencetak gol kedua semenit berselang. Kali ini gol dilesakkan penyerang Sevilla, Luuk De Jong, pada menit ke-76.

Akan tetapi, asa itu kembali menguap selepas Burak Yilmaz mencatat hat-trick pada menit ke-81. Bola hasil tendangan bebasnya dengan mulus melayang melewati pagar betis dan bersarang di gawang Tim Krul.

Pada injury time, De Oranje sebenarnya sempat mendapat hadiah penalti setelah Matthijs de Ligt dilanggar Ozan Kabak. Namun, Memphis Depay yang ditunjuk sebagai algojo gagal menceploskan bola ke gawang Turki.

Alhasil, pertandingan Turki vs Belanda berakhir dengan skor 4-2. Hasil ini membuat Turki untuk sementara memimpin klasemen grup G Pra-Piala Dunia 2022 dengan tiga poin dari satu kemenangan, sedangkan Belanda menghuni dasar klasemen.

Turki vs Belanda Pra-Piala Dunia 2022 - Twitter @@cakirugurcan96
Twitter @@cakirugurcan96

SUSUNAN PEMAIN TURKI vs BELANDA

Turki (4-1-4-1): 23-Ugurcan Cakir (PG); 2-Zeki Celik, 4-Caglar Soyuncu, 13-Umut Meras, 15-Ozan Kabak, 5-Okay Yokuslu, 19-Karaman (22-Kaan Ayhan 79′), 6-Ozan Tufan (14-Taylan Antalyali 64′), 10-Hakan Calhanoglu (16-Enes Unal 78′), 11-Yusuf Yazici (18-Caner Erkin 64′), 17-Burak Yilmaz (20-Deniz Turuc 90′).
Pelatih: Senol Gunes.

Belanda (4-2-3-1): 13-Tim Krul; 2-Kenny Tete (22-Denzel Dumfries 69′), 3-Matthijs De Ligt, 5-Owen Wijndal (12-Patrick van Aanholrt 82′), 17-Daley Blind (14-Ryan Gravenberch 82′), 8-Georginio Wijnaldum, 15-Marten de Roon (19-Luuk de Jong 62′), 21-Frenkie de Jong, 10-Memphis Depay, 11-Steven Berghuis, 18-Donyell Malen (6-Davy Klaassen 69′).
Pelatih: Frank de Boer

Wasit: Michael Oliver (Inggris)

Prediksi: Turki vs Belanda

Prediksi Turki vs Belanda
Prediksi: Turki vs Belanda 85
GamesPools GIF
Prediksi: Turki vs Belanda 86
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Turki 1-2 Belanda
Predictz
Turki 1-2 Belanda
Forebet
Turki 1-1 Belanda
FOOTBALL5STAR
TURKI 1-2 BELANDA
Stadion Ataturk Olimpiyat, Kamis (25/3/2021) Pukul 00.00 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Sekilas, laga Turki vs Belanda pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 ini tak terlalu menarik. Namun, bila melihat sejumlah catatan, pertandingan nanti menjanjikan pertarungan sengit. Dari rekor pertemuan di kandang Ay-Yildizlilar saja, kedua tim seimbang dengan sama-sama meraih 2 kemenangan.

Hal lain yang bisa membuat laga nanti menarik, kedua tim sulit sekali clean sheet. Turki selalu kebobolan dalam 6 laga terakhir, sementara Belanda tak pernah clean sheet dalam 4 laga beruntun. Artinya, kedua tim sama-sama berpeluang mencetak gol pada laga di Stadion Ataturk Olimpiyat nanti.

Akan tetapi, menilik tren performa, kans menang ada di kubu Oranje. Bukan apa-apa, Memphis Depay cs. memenangi 2 laga terakhir. Lalu, meskipun tak clean sheet, mereka tak pernah kebobolan lebih dari 1 gol. Jika ditotal, hal itu bahkan sudah berlangsung dalam 13 laga secara beruntun.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Turki vs Belanda
Prediksi: Turki vs Belanda 87
TREN PERFORMA
Tren Performa Ay-Yildizlilar vs Oranje
Prediksi: Turki vs Belanda 88
GamesPools GIF
Prediksi: Turki vs Belanda 89
STATISTIK MENARIK
  • Tak terjadi hasil 0-0 dalam 5 pertemuan terakhir Turki vs Belanda.
  • Ay-Yildizlilar tak kalah dalam 2 laga terakhir menghadapi Oranje (1 menang, 1 seri).
  • Di kandang sendiri, Ay-Yildizlilar membukukan 2 kemenangan dari 5 kesempatan menjamu Oranje (1 seri, 2 kalah).
  • Selalu ada tim yang clean sheet dalam 3 kesempatan terakhir Ay-Yildizlilar menjamu Oranje.
  • Tim asuhan Senol Gunes hanya meraih 1 kemenangan sejak 2020 (5 seri, 2 kalah).
  • Turki tak clean sheet dalam 6 laga terakhir. Mereka bahkan selalu kebobolan setidaknya 2 gol dalam 3 laga terakhir.
  • Di kandang sendiri, Ay-Yildizlilar tak kalah dalam 3 laga terakhir (1 menang, 2 seri).
  • Oranje membukukan kemenangan pada 2 laga terakhir. Sebelumnya, mereka tak menang dalam 5 laga beruntun (3 seri, 2 kalah).
  • Tim asuhan Frank de Boer tak kalah dalam 3 laga tandang terakhir (1 menang, 2 seri).
  • Memphis Depay dan Georginio Wijnaldum selalu mencetak gol dalam 2 laga terakhir Oranje.
  • Oranje gaga clean sheet dalam 4 laga terakhir.
PELATIH
  • Pertandingan Turki vs Belanda ini akan jadi pertemuan pertama Senol Gunes dengan Frank de Boer.
  • Sebelum ini, Gunes pernah sekali menghadapi Oranje, yaitu saat imbang dalam laga persahabatan pada 2001 di Amsterdam.
  • Bagi De Boer, ini merupakan kesempatan pertama menghadapi Ay-Yildizlilar.
WASIT
  • Partai Turki vs Belanda pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa ini akan diwasiti Michael Oliver dari Inggris.
  • Oliver baru kali ini memimpin laga Turki vs Belanda.
  • Rekor Oliver musim ini: 10 kali tuan rumah menang, 5 kali seri, 19 kali tamu menang.
  • Pada ajang antarnegara, tak ada tuan rumah yang menang dalam 3 laga yang dipimpin Oliver sepanjang musim ini.
  • Ay-Yildizlilar baru sekali diwasiti Oliver, yaitu saat menang 1-0 di kandang Kazakhstan pada 2015.
  • Oranje menang 3-1 di kandang Belarus pada satu-satunya laga yang dipimpin wasit ini.
PEMAIN KUNCI

TURKI

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

BELANDA

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

*Statistik di Pra-Piala Dunia 2022.

BERITA KEDUA TIM
  • Turki: Seiring ketiadaan Merih Demiral yang cedera, Ozan Kabak kemungkinan berduet di jantung pertahanan dengan Caglar Soyuncu.
  • Belanda: Seiring banyaknya bek utama yang cedera, Daley Blind kemungkinan akan jadi rekan duet Matthijs de Ligt meskipun ada debutan Jeremiah St. Juste.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Turki vs Belanda
Prediksi: Turki vs Belanda 90

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lothar Matthaeus Geram Lihat Timnas Jerman di Bawah Asuhan Loew

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Hasil mengecewakan kembali dituai timnas Jerman. Menjamu timnas Turki pada laga persahabatan, Kamis (8/10/2020) dini hari WIB, tim asuhan Joachim Loew hanya imbang 3-3. Hal itu membuat Lothar Matthaeus miris sekaligus geram.

Dalam laga melawan Turki, timnas Jerman sempat tiga kali unggul. Namun, gawang Bernd Leno selalu kebobolan. Terakhir pada injury time oleh Kenan Karaman yang membuat kedudukan jadi 3-3. Hasil tersebut membuat Die Mannschaft selalu imbang dalam tiga laga beruntun. Hal itulah yang membuat Matthaeus geram.

“Jerman sekarang sudah lima kali melepas keunggulan. Melawan Turki, mereka melakukannya tiga kali dalam satu laga,” urai Lothar Matthaeus seperti dikutip Football5Star.com dari Bild.

Joachim Loew dituding Lothar Matthaeus telah membuat putusan keliru saat timnas Jerman ditahan Turki.
bild.de

Eks kapten timnas Jerman dan Bayern Munich itu terang-terangan menuding ketidakbecusan Joachim Loew sebagai sebab utama. Dia mengkritik putusan sang pelatih yang menurunkan para pemain bernaluri bertahan saat sudah unggul 3-2. Ironisnya, mereka justru gagal mempertahankan keunggulan.

“Kesalahan taktik Jogi Loew lagi-lagi membuat dia kehilangan kemenangan. Dia melakukan pergantian yang keliru,” kata Matthaeus yang menjadi kapten timnas Jerman saat juara Piala Dunia 1990 tersebut.

Matthaeus Pertanyakan Skuat Timnas Jerman

Lebih jauh, Lothar Matthaeus mengkritik Joachim Loew dalam pemanggilan pemain-pemain ke timnas Jerman. Dia mempertanyakan putusan sang pelatih memanggil pemain-pemain yang hanya jadi penghias bangku cadangan di klub.

Lothar Matthaeus heran melihat Nico Schulz jadi andalan Joachim Loew di timnas Jerman.
dfb.de

“Saya tak habis pikir ketika melihat ada sejumlah pemain seperti Nico Schulz di timnas Jerman meskipun hanya jadi cadangan di klub mereka. Itu sebabnya tak ada yang mau menyalakan televisi (dan menonton tim asuhan Loew) di Jerman,” urai Matthaeus lagi.

Pada line-up Jerman saat menjamu Turki, ada empat pemain yang saat ini tak jadi andalan di klub. Mereka adalah Antonio Ruediger, Benjamin Henrichs, Julian Brandt, dan Nico Schulz. Bukan hanya Matthaeus yang mempertanyakan hal tersebut. Namun, Loew berkeras telah memanggil pemain-pemain terbaik.

Hal yang membuat publik sepak bola Jerman berang, Joachim Loew justru menutup pintu untuk pemain-pemain tertentu. Sebut saja Philipp Max yang moncer bersama FC Augsburg dan sekarang membela PSV Eindhoven. Lalu, dia pun enggan memanggil lagi Thomas Mueller yang telah dipensiunkan. Padahal, dia kembali moncer dan jadi figur penting di Bayern Munich.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks Kiper Barcelona: Virus Corona adalah Lawan Terberat Saya

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Eks kiper Barcelona, Rustu Recber, memperingatkan semua orang agar tak main-main menghadapi Virus Corona. Menurut dia, perjuangan mempertahankan hidup saat terkena virus tersebut adalah pertandingan terberat dalam hidupnya.

Akhir Maret lalu, Rustu Recber harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena positif terinfeksi Virus Corona. Melalui perjuangan keras, kondisinya saat ini mulai bersangsur membaik. Eks kiper Barcelona itu pun berharap pengalamannya jadi pelajaran bagi semua orang.

“Saya perlahan sudah kembali pulih. Kesehatan saya meningkat dari hari ke hari. Tubuh saya masih agak lemah dan saya masih harus menjalani beberapa perawatan intensif,” kata Rustu Recber seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Sport.

https://www.instagram.com/p/B-zfdikDh3T/

Lebih lanjut, pemegang caps terbanyak timnas Turki itu mengungkapkan, “Saya dalam tahap pemulihan pada saat ini dan saya hanya dapat bersyukur kepada Tuhan bisa terus membaik setiap hari. Saya sekarang harus menjalani karantina selama 15 hari di rumah. Ini masa yang sulit dan jadi pertandingan tersulit dalam hidup saya.”

Rustu mengungkapkan, perjuangan melawan Virus Corona terbantu oleh perubahan gaya hidupnya. “Sekarang ini, kondisi terburuk telah dilewati dan saya sekarang sudah kembali ke rumah. Beruntunglah saya sudah berhenti merokok sejak lima tahun lalu,” kata dia.

Mengenai perjuangan beratnya lepas dari infeksi Virus Corona, Rustu Recber berharap orang-orang tak lagi menganggap enteng. Dia menegaskan, semua pihak harus menuruti anjuran pemerintah dan otoritas kesehatan.

“Virus ini benar-benar serius. Anda tak bisa main-main atau menyepelekan. Ini adalah ancaman bagi umat manusia. Kita harus tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak yang tak terlalu penting dengan orang lain. Dengarkanlah pengalaman orang-orang yang telah mengalami terinfeksi secara langsung,” urai Rustu Recber lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Positif Terpapar Virus Corona, Legenda Turki Dirawat Intensif

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Satu lagi tokoh legendaris sepak bola Turki terpapar Virus Corona. Sabtu (28/3/2020), Rustu Recber dikabarkan istrinya, Isil, telah dirawat intensif di rumah sakit karena positif COVID-19.

“Semuanya baik-baik saja hingga dia tiba-tiba menunjukkan gejala. Lalu, keadaan memburuk. Ini sungguh masa yang sulit dan kami masih terkejut,” urai Isil soal kondisi Rustu Recber seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Istri Rustu itu menambahkan, “Satu-satunya permohonan saya kepada semuanya adalah doa dan respek. Saya dan dua anak kami telah dinyatakan negatif. Namun, kami tak diizinkan menjenguk Rustu di rumah sakit. Ini sungguh sesuatu yang paling sulit.”

https://www.instagram.com/p/B-SkucDj4DH/

Rustu Recber tercatat 124 kali membela timnas Turki dari kurun sejak debut pada 1994. Dia merupakan pemain dengan caps terbanyak, unggul 32 penampilan dari striker legendaris Hakan Sukur yang kini jadi musuh pemerintah.

Pria yang kini berumur 46 tahun itu menyita perhatian publik sepak bola dunia pada Piala Dunia 2002. Dia menjadi salah satu faktor sukses timnas Turki menembus semifinal dan finis di peringkat ketiga. Itu adalah pencapaian terbaik Turki pada perhelatan akbar empat tahunan tersebut.

Sebelum Rustu Recber, tokoh legendaris sepak bola Turki yang terkena Virus Corona adalah Fatih Terim. Pelatih yang pernah menangani AC Milan itu juga harus dirawat intensif dan menjalani isolasi di rumah sakit sejak dinyatakan positif COVID-19 pada 23 Maret 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dua Pemain Turki Ogah Lakukan Selebrasi ala Militer

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Dua pemain timnas Turki Kenan Karaman dan Merih Demiral memilih untuk tidak mengikuti rekan satu timnya saat merayakan selebrasi ala militer saat laga melawan Prancis di lanjutan Kualifikasi Euro 2020.

Dikutip Football5star.com dari USA Today, Rabu (15/10/2019) kedua pemain ini lebih memilih kembali ke lapangan saat para rekan-rekannya merayakan gol Kaan Ayhan pada menit ke-90.

Padahal kapten Turki Burak Yilmaz sempat mengajak Merih Demiral untuk merayakan gol tersebut dengan selebrasi a la militer. Kedua pemain itu bahkan sempat terlibat diskusi. Demiral dan Karaman kemudian memilih untuk kembali ke tengah lapangan.

pemain turki
getty images

Sementara pihak klub kedua pemain Fortuna Dusseldrof memuji langkah mereka untuk tidak merayakan selebrasi gol seperti itu. Menurut manajemen klub, kedua pemain menjalankan nilai-nilai yang diusung klub.

“Kedua pemain membela nilai-nilai yang telah dijalani klub,” kata direktur olahraga Fortuna Lutz Pfannenstiel.

Tidak hanya merayakan gol a la militer di tengah lapangan. Skuat Turki juga kembali mengulang selebrasi itu di ruang ganti seusai pertandingan.

Selebrasi bergaya salut ala militer itu ditengarai berbau politis. Karenanya Turki terancam mendapat sanksi dari UEFA. UEFA sebelumnya menyatakan bakal melakukan investigasi terkait ulah sama pemain Turki saat melawan Albania.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Prancis vs Turki

Prancis vs turki
PREDIKSI HASIL
Footballpredictions
Prancis 1 – 0 Turki
Predictz
Prancis 3 – 0 Turki
FOOTBALL5STAR
Prancis 3 – 1 Turki

Stade de France, Selasa (15/10/2019) Pukul 01.45 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Prancis akan menjamu tamunya Turki pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup H, di Stade de France, pada Selasa dini hari WIB (15/10/2019).

Laga tersebut bisa dikatakan sebagai penentu siapa yang akan menjadi pemuncak Grup H. Pasalnya, keduanya kini sama-sama mengoleksi 18 poin. Prancis hanya kalah head to head dari Turki lantaran kalah di pertemuan pertama lalu.

Laga ini juga menjadi ajang balas dendam bagi sang juru taktik Les Blues, Didier Deschamps. Pasalnya, pelatih yang sukses membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu tak ingin malu ketika kalah head to head dengan Senol Gunes, pelatih Turki.

Selain itu, duel penyerang tajam juga akan tersaji dalam laga ini. Olivier Giroud yang bersama Prancis telah mencetak 4 gol di ajang ini. Sedangkan dari kubu Ay-Yıldızlılar, ada nama Cenk Tosun yang telah mengoleksi 5 gol.

REKOR PERTEMUAN
Prancis vs Turki head to head
TREN PERFORMA
Prancis vs Turki Laga Terakhir
STATISTIK MENARIK
  • Turki menjaga clean sheet dalam 7 dari 8 pertandingan terakhir mereka (Kejuaraan Eropa).
  • Turki telah memenangkan 7 dari 8 pertandingan terakhir mereka (Kejuaraan Eropa).
  • Prancis telah memenangkan 6 dari 7 pertandingan terakhir mereka (Kejuaraan Eropa).
  • Prancis telah mencetak rata-rata 2,5 gol dalam 3 pertandingan terakhir mereka melawan Turki di semua kompetisi.

*sumber: Whoscored.com

PELATIH
  • Ini adalah pertemuan kedua antara Didier Deschamps dengan Senol Gunes.
  • Didier Deschamps belum pernah menang dari tim Senol Gunes.
  • Pada pertemuan teakhir, Didier Deschamps (Prancis) kalah atas Senol Gunes (Turki) dengan skor 1-0.
WASIT
  • Sosok yang ditunjuk mewasiti laga Les Blues vs Ay-Yıldızlılar pada Kualifikasi Piala Eropa 2020 ini adalah Felix Brych dari Jerman.
  • Ini adalah pertama kalinya Felix Brych memimpin laga yang mempertemukan kedua tim.
  • Felix Brych terakhir kali memimpin laga Les Blues pada saat melawan Spanyol pada (17/10/2012) lalu, saat itu laga berakhir imbang 1-1.
  • Felix Brych terakhir kali memimpin laga Ay-Yıldızlılar pada saat melawan Belanda pada (29/3/2019) lalu, saat itu laga berakhir imbang 1-1.
PEMAIN KUNCI

Prancis

Top Scorer: Olivier Giroud (4 gol)
Top Assist: Antoine Griezmann (5 assist)
Top Rating: Antoine Griezmann (1606 pts)

Turki

Top Scorer: Cenk Tosun (5 gol)
Top Assist: Dorukhan Tokoez, Deniz Tueruec, Cenk Tosun (2 assist)
Top Rating: Kaan Ayhan (898 pts)

*Statistik di Kualifikasi Piala Eropa 2020 menurut UEFA

BERITA KEDUA TIM

Prancis
– N’Golo Kante diprediksi absen karena cedera, Moussa Sissoko akan kembali menggantikan posisinya.
– Olivier Giroud dan Antoine Griezmann tetap diandalkan di lini depan seperti melawan Islandia lalu.

Turki
– Cenk Tosun akan tetap menjadi andalan di lini depan yang telah mengoleksi 5 gol

PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi line up Prancis vs turki

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Timnas Turki Terancam Sanksi UEFA Gara-Gara Selebrasi ala Militer

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Turki terancam sanksi dari UEFA. Hal itu terjadi gara-gara selebrasi yang dilakukan setelah mereka menekuk Albania 1-0, Sabtu (12/10/2019) WIB, dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Juru bicara UEFA memastikan insiden itu akan diinvestigasi.

Setelah menang berkat gol tunggal Cenk Tosun pada injury time, para pemain timnas Turki merayakannya dengan melakukan hormat ala militer. Hal itu diulangi saat mereka berada di ruang ganti Stadion Sukru Saracoglu.

Selebrasi hormat ala militer itu patut diduga merupakan pesan politik. Itu dianggap sebagai dukungan skuat timnas Turki terhadap langkah pemerintah negerinya melakukan serangan kepada Kaum Kurdi yang berada di wilayah Suriah.

Para pemain timnas Turki melakukan hormat ala militer setelah menang atas Albania
thesun.co.uk

“Secara pribadi, saya tak melihat gestur itu, tapi mungkin memang berbau provokasi. Apakah regulasi UEFA melarang pesan-pesan politik dan religi? Ya, dan saya dapat menjamin kami akan menginvestigasi insiden tersebut,” ujar Philip Townsend, Direktur Komunikasi UEFA, seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Sebelum insiden dalam laga timnas Turki vs Albania itu, kasus serupa terjadi pada akhir pekan lalu di Bundesliga 2. Pemain St. Pauli, Cenk Sahin, menunjukkan dukungan terhadap rezim Recep Tayyip Erdogan yang memerangi Kaum Kurdi lewat unggahan di akun Instagram-nya.

Ulah Cenk Sahin menimbulkan kehebohan. Para ultras St. Pauli menuntut klub segera memutus kontrak pemain berumur 25 itu. Sementara itu, pihak manajemen mngutuk keras pesan politik yang disampaikan sang pemain.

Sementara Cenk Sahin belum mendapatkan sanksi nyata dari klubnya, patut dinantikan apakah timnas Turki dan Asosiasi Sepak Bola Turki akan mendapatkan sanksi dari UEFA terkait insiden melawan Albania.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hugo Lloris: Performa Timnas Prancis Sungguh di Luar Dugaan

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan 0-2 yang diperoleh timnas Prancis saat melawan timnas Turki, Minggu (9/6/2019) dini hari WIB, sungguh mengejutkan banyak orang. Tak terkecuali para pemain Les Bleus. Kapten Hugo Lloris mengaku sangat terkejut mereka tampil sangat buruk.

Hal yang membuat Hugo Lloris terkejut, tak ada tanda-tanda mereka akan jeblok. Pada masa persiapan, menurut dia, semuanya berjalan baik dan atmosfer pun sangat positif.

“Ini sungguh penampilan yang sangat mengecewakan. Ini agak mengejutkan karena sepanjang pekan, semuanya positif. Energi yang ada sangat bagus. Kami semua terkaget-kaget oleh penampilan kolektif ini,” ucap Hugo Lloris selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Le Figaro.

Hugo Lloris heran timnas Prancis bermain sangat buruk saat kalah dari timnas Turki.
vosgesmatin.fr

Lebih jauh, kiper Tottenham Hotspur itu mengatakan, “Kami menghadapi tim Turki yang sangat disiplin, efisien, dan realistis. Dari sisi kami, hal itu terbukti dari tak ada satu pun tembakan tepat ke gawang yang kami buat.”

Kiper berumur 32 tahun itu secara spesifik menyentil kinerja lini serang yang buruk. “Sangat sulit mengharapkan kemenangan jika kami tak coba menciptakan peluang-peluang dan melepaskan tembakan ke gawang. Kami kehilangan ketajaman dan agresivitas,” tutur dia lagi.

Meskipun demikian, Hugo Lloris tak menyalahkan siapa pun. Dalam pandangannya, kekalahan dari Turki adalah tanggung jawab bersama. Mereka harus secepatnya memperbaiki performa, terutama saat melawan Andorra pada Rabu (12/6/2019) dini hari WIB.

Menghadapi Andorra yang di atas kertas dapat digulung dengan mudah, Hugo Lloris mengingatkan satu hal. Dia meminta para pemain timnas Prancis tak menganggap enteng dan tetap menaruh hormat kepada lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Niklas Suele Sempat Dikira Berdarah Turki

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Kisah menarik sempat dialami bek Bayern Munich dan timnas Jerman, Niklas Suele. Gara-gara namanya, dia sempat dikira berdarah Turki. Bahkan, sampai-sampai, dia dihubungi secara langsung oleh perwakilan timnas Turki yang menjajaki kemungkinan membela negeri Recep Tayyip Erdogan tersebut.

Jika mengingat hal tersebut, Niklas Suele selalu merasa geli. Pasalnya, dia asli Jerman. Hal tersebut dialami Niklas Suele masih hijau. Dia kala itu berada di timnas U-16 Jerman.

Niklas Suele sempat didekati perwakilan timnas Turki.
dfb.de

“Suatu ketika, seorang perwakilan asosiasi sepak bola Turki yang bisa berbahasa Jerman menemuiku. Dia langsung berbicara kepadaku dalam bahasa Turki. Aku katakan, sayang sekali aku tak memahami kata-kata yang dia ucapkan,” kisah Niklas Suele kepada Welt am Sonntag seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Mantan penggawa TSG 1899 Hoffenheim itu melanjutkan, “Dia lalu menanyakan kepadaku dalam bahasa Jerman apakah aku memiliki leluhur dari Turki. Ketika kukatakan tidak, masalah itu langsung selesai. Itu sungguh lucu.”

Mengenai namanya, pemain berumur 23 tahun tersebut menegaskan, itu bukan berasal dari Turki, melainkan Hungaria. Menurut dia, sang ayah sempat memiliki paspor Hungaria walaupun hanya sampai berumur 16 tahun.

Dalam wawancara dengan Welt am Sonntag, Niklas Suele juga sempat membahas topik ringan, yakni nilainya di FIFA 19. Di sana, kecepatan larinya hanya diberi nilai 67. Mengenai hal itu, pemain bertubuh bongsor itu berujar, “Kurasa aku lebih cepat dari itu pada kehidupan nyata.”

[better-ads type=”banner” banner=”156435″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Sahin Tak Ingin Halangi Generasi Baru Timnas Turki

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Borussia Dortmund, Nuri Sahin, tak ingin menghalangi jalan para pemain muda Turki untuk membela timnas. Itu ditunjukkan Sahin lewat putusan pensiun dari timnas Turki. Dalam unggahan di akun media sosialnya, Kamis (2/11/2017), dia menyebut jelas faktor keinginan mengakomodasi pemain muda sebagai alasan utama pengunduran dirinya.

“Aku sangat yakin dan senang oleh keberadaan generasi pesepak bola muda Turki. Aku juga yakin, jika kami mendukung mereka dengan rencana bagus dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, mereka akan meraih kesuksesan besar,” kata Sahin di akun Twitter-nya.

Lebih jauh, pemain yang pernah hengkang ke Real Madrid tersebut menambahkan, “Aku mengakhiri karier di timnas Turki karena ingin memberikan hak kepada para pemain muda.”

Putusan itu terbilang mengejutkan. Pasalnya, Sahin baru berumur 29 tahun. Apalagi dia pun menunjukkan perkembangan bagus di Dortmund. Dia masih bisa menjadi pemimpin bagi generasi muda Turki hingga beberapa tahun ke depan. Namun, sepertinya putusan itu juga merupakan bentuk tanggung jawab atas kegagalan Ay-Yıldızlılar lolos ke Piala Dunia 2018.

Meskipun telah gantung sepatu, pemain termuda dalam sejarah Bundesliga 1 tersebut tak akan lepas tangan. Dia memastikan siap berkontribusi dalam bentuk lain. “Selama karierku, aku telah mendapatkan banyak kesempatan dan pengalaman berharga. Aku akan selalu melakukan kontak dengan asosiasi sepak bola Turki dan siap membentu sebisaku,” terang dia.

Sahin melakukan debut pada 10 Agustus 2005 saat Turki menang 2-1 atas Jerman. Total, dia turun dalam 52 pertandingan dengan torehan 2 gol. Kiprah tertingginya bersama Ay-Yıldızlılar adalah tampil di putaran final Piala Eropa 2016.

Fatih Terim Dipecat dari Timnas Turki

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Turki, Fatih Terim, dicopot dari jabatannya. Hal itu diumumkan secara resmi oleh Turkish Football Federation (TFF), Rabu (26/7/2017). Pemecatan itu diduga terkait insiden di sebuah restoran.

“Sejumlah masalah yang tak terkait sepak bola dan muncul ke publik dan media telah membuat TFF memutuskan hubungan dengan pelatih timnas, Fatih Terim,” sebut pernyataan resmi TFF. “Akan lebih baik bagi kedua belah pihak untuk berpisah.”

Selain soal pemecatan, dalam pernyataan resmi itu, TFF juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian, kontribusi, dan prestasi pelatih berumur 63 tahun itu.

Pemecatan itu ditengarai sebagai buntut dari insiden yang terjadi di sebuah restoran di Alacati, Ismir. Beberapa pekan lalu, Terim bersama dua menantunya terlibat cekcok dengan pemilik restoran tersebut. Bukan hanya itu, rekaman CCTV menunjukkan adanya perkelahian. Lima orang terluka dalam insiden tersebut.

Terim menangani timnas Turki sejak 2013. Prestasi terakhirnya adalah membawa Hakan Calhanoglu dkk. ke Piala Eropa 2016. Sebelumnya, dua kali dia pernah menangani Turki. Pertama, pada 1993 hingga 1996. Kedua, dari 2005 sampai 2009.

Selama menangani Turki dalam tiga periode, prestasi tertinggi pelatih yang juga pernah menangani AC Milan itu adalah mencapai semifinal Piala Eropa 2008. Kala itu, mereka gagal melangkah ke partai puncak karena disingkirkan Jerman lewat gol penentu dari Philipp Lahm tepat pada menit terakhir.

Berita Euro 2016: Turki Akan Menghadirkan Kejutan di Piala Eropa 2016

Sebagai orang Prancis, Arsene Wenger justru tak menyoroti peluang negaranya pada gelaran Piala Eropa 2016. Manajer Arsenal itu lebi suka menanti aksi Turki, yang dianggapnya akan menjadi kuda hitam pada turnamen yang akan digelar di Prancis itu.

Menurut Wenger, Turki berpotensi membuat kejutan pada Piala Eropa 2016. Kendati langkah sejak babak kualifikasi cukup terseok, tapi Turki dinilai sudah semakin kompak dan matang dalam menyambut turnamen empat tahunan antarnegara se-Eropa ini.

“Turki akan menjadi kejutan pada turnamen (Piala Eropa 2016) nanti. Mereka mungkin bersusah payah untuk mencapai turnamen ini. Tapi, belakangan terlihat tambah kuat,” jelas Wenger kepada Fanatik.

Skuat asuhan pelatih Fatih Terim memang memiliki skuat yang cukup mumpuni ketimbang beberapa tahun sebelumnya ketika kesulitan menembus turnamen besar macam Piala Eropa atau Piala Dunia.

Nama-nama seperti Hakan Calhanoglu hingga Arda Turan diyakini mampu memimpin skuat ke arah yang lebih baik lagi.

Meski begitu, rintangan dipastikan tak mudah. Pada fase grup, mereka sudah harus menghadapi neara-negara kuat seperti Spanyol, Kroasia, dan Republik Ceko.

Bersama Terim, Turki berharap bisa menduplikasi prestasi pada Piala Dunia 2002. Kala itu, mereka secara mengejutkan berhasil finis di peringkat tiga pada turnamen yang digelar di Korea Selatan dan Jepang itu. Peluang bakal terbuka jika Turki bisa lebih dulu melewati hambatan di fase grup.

Berita Terkini: Di Piala Eropa 2016, Timnas Turki Didominasi Pemain Klub Lokal

Pelatih Tim Nasional Turki, Fatih Terim, akhirnya mengumumkan 23 pemain yang akan tampil pada Piala Eropa 2016. Tak banyak kejutan yang hadir dari pemilihan ini.

Beberapa nama populer semisal Arda Turan (Atletico Madrid), Nuri Sahin (Borussia Dortmund), dan Hakan Calhanoglu (Bayer Leverkusen), bakal membela panji Ay-Yildizlilar di Prancis.

Dengan skuat yang dibawa, Turki bisa dibilang berpotensi memberi kejutan pada Piala Eropa 2016. Tengok saja di babak kualifikasi, mereka sukses menyingkirkan negara kuat seperti Belanda di Grup A.

Terim juga terbilang berani membuat putusan untuk tidak membawa beberapa nama besar lain. Sebut saja Gokhan Tore, dan pemain Galatasaray Yasin Oztekin yang tak diikut sertakan dalam skuat.

Sebagian besar nama yang dipanggil adalah pemain asli dari kompetisi domestik di Turki. Sementara, lainnya berasal dari beberapa kompetisi di Eropa semisal Calhanoglu (Jerman), Sahin (Jerman), Turan (Spanyol), Yunus Malli (Jerman), dan Emre Mor (Norwegia).

Satu-satunya pemain Turki yang bermain di luar Eropa adalah Burak Yilmaz, yang membela klub Chinese Super League, Beijing Guoan.

Berikut daftar skuat lengkap Turki:

Penajaga Gawang: Volkan Babacan (Medipol Basaksehir), Onur Recep Kivrak (Trabzonspor), Harun Tekin (Bursaspor)

Belakang: Gokhan Gonul (Fenerbahce), Sener Ozbayrakli (Bursaspor), Semih Kaya (Galatasaray), Ahmet Calik (Genclerbirligi), Hakan Balta (Galatasaray), Caner Erkin (Fenerbahce), Ismail Koybasi (Besiktas)

Tengah: Mehmet Topal (Fenerbahce), Selcuk Inan (Galatasaray), Ozan Tufan (Fenerbahce), Oguzhan Ozyakup (Besiktas), Hakan Çalhanoglu (Bayer Leverkusen), Nuri Sahin (Borussia Dortmund), Arda Turan (Barcelona), Olcay Sahan (Besiktas), Volkan Sen (Fenerbahce), Emre Mor (Nordsjaelland)

Depan: Burak Yilmaz (Beijing Guoan), Cenk Tosun (Besiktas), Yunus Malli (Mainz)